Anda di halaman 1dari 16

Klasifikasi Hiperlipidemia

Hiperlipidemia herediter ( hiperlipoproteinemia) adalah kadar kolseterol dan trigliserida yang


sangat tinggi, yang sifatnya diturunkan. Hiperlipidemia herediter mempengaruhi system tubuh
dalam fungsi metabolisme dan membuang lemak (Balai Informasi Tekhnologi Lipi, 2!).
Terdapat " #enis hiperlipoproteinemia yang masing$masing memiliki gambaran lemak darah serta
resiko yang berbeda %
&. Hiperlipoproteinemia tipe I
'isebut #uga hiperkilomikronemia familial, merupakan penyakit keturunan yang #arang ter#adi
dan ditemukan pada saat lahir. 'imana tubuh penderita tidak mampu membuang kilomikron dari
dalam darah. (nak$anak dan de)asa muda dengan kelainan ini mengalami serangan berulang
dari nyeri perut. Hati dan limpa membesar, pada kulitnya terdapat pertumbuhan lemak ber)arna
kuning pink (*antoma eruptif). +emeriksaan darah menun#ukkan kadar trigliserida yang sangat
tinggi. +enyakit ini tidak menyebabkan ter#adi aterosklerosis tetapi bisa menyebabkan
pankreatitis, yang bisa berakibat fatal +enderita diharuskan menghindari semua #enis lemak (baik
lemah #enuh, lemak tak #enuh maupun lemak tak #enuh ganda).
2. Hiperlipoproteinemia tipe II
'isebut #uga hiperkolesterolemia familial, merupakan suatu penyakit keturunan yang
memper,epat ter#adinya aterosklerosis dan kematian dini, biasanya karena serangan #antung.
Kadar kolesterol L'Lnya tinggi. -ndapan lemak membentuk pertumbuhan *antoma di dalam
tendon dan kulit. & diantara . pria penderita penyakit ini mengalami serangan #antung pada usia
/ tahun dan 2 diantara 0 pria penderita penyakit ini mengalami serangan #antung pada usia .
tahun. +enderita )anita #uga memiliki resiko, tetapi ter#adinya lebih lambat. & dari 2 )anita
penderita penyakit ini akan mengalami serangan #antung pada usia "" tahun. 1rang yang
memiliki 2 gen dari penyakit ini (#arang ter#adi) bisa memiliki kadar kolesterol total sampai "$
&2 mg2dL dan seringkali meninggal karena penyakit arteri koroner pada masa kanak$kanak.
Tu#uan pengobatan adalah untuk menghindari faktor resiko, seperti merokok, dan obesitas, serta
mengurangi kadar kolesterol darah dengan mengkonsumsi obat$obatan. +enderita diharuskan
men#alani diet rendah lemak atau tanpa lemak, terutama lemak #enuh dan kolesterol serta
melakukan olah raga se,ara teratur. 3enambahkan bekatul gandum pada makanan akan
membantu mengikat lemak di usus. 4eringkali diperlukan obat penurun lemak.
0. Hiperlipoproteinemia tipe III
3erupakan penyakit keturunan yang #arang ter#adi, yang menyebabkan tingginya kadar
kolesterol 5L'L dan trigliserida. +ada penderita pria, tampak pertumbuhan lemak di kulit pada
masa de)asa a)al. +ada penderita )anita, pertumbuhan lemak ini baru mun,ul &$&" tahun
kemudian. Baik pada pria maupun )anita, #ika penderitanya mengalami obesitas, maka
pertumbuhan lemak akan mun,ul lebih a)al. +ada usia pertengahan, aterosklerosis seringkali
menyumbat arteri dan mengurangi aliran darah ke tungkai. +emeriksaan darah menun#ukkan
tingginya kadar kolesterol total dan trigliserida. Kolesterol terutama terdiri dari 5L'L. +enderita
seringkali mengalami diabetes ringan dan peningkatan kadar asam urat dalam darah.
+engobatannya meliputi pen,apaian dan pemeliharaan berat badan ideal serta mengurangi
asupan kolesterol dan lemak #enuh. Biasanya diperlukan obat penurun kadar lemak. Kadar lemak
hampir selalu dapat diturunkan sampai normal, sehingga memperlambat ter#adinya
aterosklerosis.
/. Hiperlipoproteinemia tipe I5
3erupakan penyakit umum yang sering menyerang beberapa anggota keluarga dan
menyebabkan tingginya kadar trigliserida. +enyakit ini bisa meningkatkan resiko ter#adinya
aterosklerosis. +enderita seringkali mengalami kelebihan berat badan dan diabetes ringan.
+enderita dian#urkan untuk mengurangi berat badan, mengendalikan diabetes dan menghindari
alkohol. Bisa diberikan obat penurun kadar lemak darah.
". Hiperlipoproteinemia tipe 5
3erupakan penyakit keturunan yang #arang ter#adi, dimana tubuh tidak mampu memetabolisme
dan membuang kelebihan trigliserida sebagaimana mestinya. 4elain diturunkan, penyakit ini #uga
bisa ter#adi akibat %
$ +enyalahgunaan alkohol
$ 'iabetes yang tidak terkontrol dengan baik
$ 6agal gin#al
$ 3akan setelah men#alani puasa selama beberapa )aktu.
7ika diturunkan, biasanya penyakit ini mun,ul pada masa de)asa a)al. 'itemukan se#umlah
besar pertumbuhan lemak (*antoma) di kulit, pembesaran hati dan limpa serta nyeri perut.
Biasanya ter#adi diabetes ringan dan peningkatan asam urat. Banyak penderita yang mengalami
kelebihan berat badan. Komplikasi utamanya adalah pankreatitis, yang seringkali ter#adi setelah
penderita makan lemak dan bisa berakibat fatal. +engobatannya berupa penurunan berat badan,
menghindari lemak dalam makanan dan menghindari alkohol. Bisa diberikan obat penurun kadar
lemak.(http%22))).medi,astore.,om).

Tabel 2. Klasifikasi Hiperproteinuremia menurut 8redri,kson$Le9y$Less
Tipe
-9aluasi Lipoprotein
I
Kilomikron
IIa
L'L
IIb
L'L : 5L'L
III
I'L (L'&)
I5
5L'L
5
5L'L : kilomikron
L'L;lo) density protein
5L'L ; 9ery lo) density protein
I'L ; intermediate$density protein

Tipe I
Tipe I, sangat #arang, dikarakteristik dengan tingginya kilomikron dan trigliserida di dalam
darah. Tipe ini merupakan penyakit genetik karena kekurangan en<im lipoprotein lipase atau apo
=$II yang merupakan kofaktor untuk akti9itas en<im L+L, sehingga menyebabkan
ketidakmampuan pembersihan kilomikron dan 5L'L trigliserida dari darah se,ara efektif.

Tipe II
Tipe ini ditandai dengan peningkatan L'L yang dapat merupakan kondisi a)al (primer) ataupun
kelan#utan (sekunder) dari kondisi hiperlipidemia lainnya. Hiperlipoprotein primer disebabkan
oleh beberapa kondisi genetik, sedangkan hiperlipoprotein sekunder dapat disebabkan oleh
endokrinopati (hipotiroid, hipopituitari, diabetes melitus) dan biasanya dapat pulih dengan terapi
hormon.

Tipe II terdiri atas 2 tipe yaitu hiperlipidemia tipe IIa dan IIb %
&. Tipe IIa, ditandai dengan tingginya kadar L'L di dalam darah tapi kadar 5L'Lnya normal.
Tipe ini dapat disebabkan beberapa kondisi genetik yaitu hiperkolesterol familial,defe,ti9
e apolipoprotein B familial, hiperkolesterolemia poligenik.
2. Tipe IIb, ditandai dengan tingginya kadar L'L dan 5L'L, kolesteroldan trigliserida dalam
darah. Tipe ini disebut kombinasi hiperlipidemia familial. +enyakit ini disebabkan karena
meningkatnya produksi hepatik (po B (merupakan protein utama pada L'L dan 5L'L).
>anthoma pada tipe ini #arang ter#adi, tetapi tipe ini ditandai dengan predisposisi =('
(=oronary (rtery 'isease) prematur.

Tipe III
Karakteristiknya yaitu meningkatnya kadar I'L dan 5L'L remnant. Tipe ini terkait dengan
abnormalitas pada (po - (merupakan petanda pengenalan oleh reseptor $reseptor sel hati untuk
menghilangkan kilomikron remnant) dan ketidaksempurnaan kon9ersi 5L'L dalam plasma dan
ter#adi peningkatan kadar I'L. Kondisi ini dapat pula ter#adi pada hipotiroidisme. 6angguan ini
ter#adi lebih a)al pada pria dibandingkan pada )anita. (bnormalitas pada toleransi glukosa dan
hiperurikemia dapat ter#adi.

Tipe I5
Karakteristiknya yaitu peningkatan kadar trigliserida plasma yang terkandung di dalam 5L'L
dan kemungkinan akan berkembang men#adi aterosklerosis. Kondisi berhubungan dengan
abnormalitas toleransi glukosa ( resisten insulin) dan obesitas. Kadar kolesterol total normal atau
meningkat sedangkan kadar H'L rendah.

Tipe 5
Karakteristiknya ter#adi peningkatan kadar 5L'L dan kilomikron sehingga dapat disebut sebagai
hipertrigliseridemia. Kadar lipoproteinlipase umumnya normal. Tipe ini merupakan gangguan
yang #arang ter#adi. +enyebabnya terkadang dipengaruhi faktor keluarga, terkait dengan
ketidaksempurnaan pembersihan trigliserida eksogen maupun endogen yang tidak sempurna
dapat dan an,aman resiko pan,reatitis seumur hidup. +ada beberapa pasien dapat diakibatkan
alkohol dan diabetes.

Hiperlipidemia 4ekunder
Hiperlipidemia sekunder merupakan gangguan yang disebabkan oleh faktor tertentu seperti
penyakit dan obat$obatan. Beberapa #enis penyakit penyebab hiperlipidemia %
&. 'iabetus melitus
+enderita ?I''3 umumnya akan menyebabkan ter#adinya hipertrigliseridemia. +enyebabnya
pada glukosa darah tinggi akan menginduksi sintesis kolesterol dan glukosa akan dimetabolisme
men#adi (,etyl =o (. (,etyl =o ( ini merupakan prekusor utama dalam biosintesis kolesterol.
4ehingga akan menyebabkan produksi 5L'L$trigliserida yang berlebihan oleh hati dan adanya
pengurangan proses lipolisis pada lipoprotein yang kaya trigliserida.

2. Hipotiroidisme
+engaruh hipotiroidisme pada metabolisme lipoprotein adalah peningkatan kadar kolesterol$L'L
yang diakibatkan oleh penekanan metabolik pada reseptor L'L, sehingga kadar$L'L akan
meningkat antara &@$2" mg2dL. 'i samping itu, bila penderita ini men#adi gemuk kaArena
kurangnya pemakaian energi oleh #aringan perifer, maka kelebihan kalori ini akan merangsang
hati untuk meningkatkan produksi 5L'L$trigliserida dan menyebabakan peningkatan kadar
trigliserida #uga.

0. 4indrom nefrotik
4indrom nefrotik akan menyebabkan ter#adinya hiperkolesterolemia. Hal ini diakibatkan oleh
adanya hipoalbuminemia yang akan merangsang hati untuk memproduksi lipoprotein berlebih.

/. 6angguan hati
4irosis empedu primer dan obstruksi empedu ekstra hepatik dapat menyebabakan
hiperkolesterolemia dan peningkatan kadar fosfolipid plasma yang berhubungan dengan
abnormalitas lipoprotein, kerusakan hati yang parah dapat menyebabakan penurunan kadar
kolesterol dan trigliserida. Hepatitis akut #uga dapat menyebabkan kenaikan kadar 5L'L dan
kerusakan formasi L=(T.

". 1besitas
+ada orang yang obesitas, karena kurangnya pemakaian energi oleh #aringan perifer akan
meyebabkan kelebihan kalori yang dapat merangsang hati untuk menungkatkan produksi 5L'L$
trigliserida dan peningkatan trigliserida.
http%22))).s,ribd.,om2do,2/00B2"&B23akalah$8armakoterapi$Hiperlipidemia


Tabel 0. +enyebab Hiperlipidemia 4ekunder ((T+ III, 22)


+enyebab
penyakit
1bat$obatan
Hiperkolesterolemia Hipotiroidisme, penyakit hati obstruktif, sindrom nefrotik, anore*ia
ner9osa, intermiten porphyria akut

+rogestin, diuretik tia<id,
glukokortikoid, C$bloker,
isotretionin, inhibitor protease,siklosforin,
mirta<apin, sirolimus

Hipertrigliseridemia 1besitas, diabetes melitus,
lipodystrophy, sepsis,
kehamilan, hepatitis akut, lupus erythematosis sistemik. 3onoklonal gammathophy% multiple
myeloma, lymphoma

(lkohol, estrogen,
isotretionin, C$bloker,
glukokortikoid, resin asam
empedu, tia<id,
asparaginase, interperon,
anti#amur golongan (<ol,
mirta<opin, steroid anabolik, sirolimus, be*aroten

H'L rendah 1besitas, malnutrisi ?on$I4( C$bloker, steroid
anabolik, probukol, isotretionin, progestin



=. 6e#ala
&. 4akit dada
2. 7antung berdebar
0.Berkeringat
/.=emas
".?afas pendek
..Hilangnya kesadaran atau kesulitan berbi,ara atau bergerak
B.4akit abdominal
@.Kematian mendadak
'. +atofisiologi hiperlipidemia
Kolesterol adalah suatu #enis lemak yang ada dalam tubuh dan dibagi men#adi L'L, H'L, Total
kolesterol dan Trigliserida dari hati, kolesterol di angkut oleh lipoprotein yang bernama
L'L( Lo) 'ensity Lipoprotein) untuk diba)a ke sel$sel tubuh yang memerlukan, termasuk ke
sel otot #antung, otak dan lain$lain agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
H'L (High 'ensiy Lippoprotein) adalah bentuk Lipoprotein yang memlliki komponen
kolesterol paling sedikit. 'ibentuk di usus dan hati, H'L ini akan menyerap kolesterol bebas
dari pembuluh darah, atau bagian tubuh lain seperti sel makrofag, kemudian memba)anya ke
hati. 5L'L (5ery Lo) 'ensity Lipoprotein) adalah Lipoprotein yang dibentuk di hati yang
kemudian akan diubah di pembuluh darah men#adi L'L (Lo) 'ensity Lipoprotein). Bentuk
Lipoprotein ini memiliki kolesterol paling banyak dan akan memba)a kolesterol tersebut ke
#aringan seperti dinding pembuluh darah (7effry Tenggara, 2@).
Kelebihan kolesterol akan diangkat kembali oleh lipoprotein yang disebut H'L (High 'ensity
Lipoprotein) untuk diba)a kembali ke hati yang selan#utnya akan diuraikan lalu dibuang ke
dalam kantung empedu sebagai asam (,airan) empedu. L'L mengandung lebih banyak lemak
dari pada H'L sehingga ia akan mengambang di dalam darah. +rotein utama yang membentuk
L'L adalah (po$B ((polipoprotein$B). L'L dianggap sebagai lemak yang D#ahatE karena dapat
menyebabkan penempelan kolesterol di dinding pembuluh darah.
4ebaliknya, H'L disebut sebagai lemak yang DbaikE karena dalam operasinya ia membersihkan
kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati.
+rotein utama yang membentuk H'L (po$a ((polipoprotein$(). H'L ini mempunyai
kandungan lemak lebih sedikit dan mempunyai kepadatan tinggi sehingga lebih berat.
Konsentrasi kolesterol pada H'L dan L'L atau 5L'L lipoprotein adalah prediktor kuat untuk
penyakit #antung koroner. H'L fungsional mena)arkan perlindungan dengan ,ara memindahkan
kolesterol dari sel dan atheroma. Konsentrasi tinggi dari L'L dan konsentrasi rendah dari H'L
fungsional sangat terkait dengan penyakit kardio9askuler karena beresiko tinggi terkena
ateroklerosis. Keseimbangan antara H'L dan L'L semata$mata ditentukan se,ara genetikal,
tetapi dapat diubah dengan pengobatan, pemilihan makanan dan faktor lainnya ((nonim, 2@).

Tabel /. Klasifikasi kolesterol total, L'L, H'L dan trigliserida
7enis Kolesterol ?ilai
Kolesterol total
'iinginkan
=ukup tinggi
Tinggi

F 2 mg2dL
2$20! mg2dL
G 2/ mg2dL
Kolesterol L'L
1ptimal
7auh atau diatas optimal
=ukup tinggi
Tinggi
4angat tinggi

F& mg2dL
&$&2!
&0$&"!
&.$&@!
G&!
Kolesterol H'L
Hendah
Tinggi

F/ mg2dL
G. mg2dL
Trigliserida
?ormal
=ukup tinggi
Tinggi
4angat tinggi

F&" mg2dL
&"$&!! mg2dL
2$/!! mg2dL
G" mg2dL

4eperti yang telah disebutkan diatas lipid memiliki banyak manfaat bagi tubuh. ?amun, apabila
ter#adi keadaan hiperlipidemia, akan menyebabkan kelainan metabolism lipid. Kelainan
metabolism lipid pada keadaan hiperlipidemia dapat ter#adi pada tapakItapak produksi atau
penggunaan lipoprotein yang menyebabkan keadaan hipolipoproteinemia atau
hiperlipoproteinemia (3urrey, 20).
-. -tiologi Hiperlipidemia
Hiperlipidemia biasanya disebabkan oleh %
&) Hi)ayat keluarga dengan hiperlipidemia
2) 1besitas
0) 'iet kaya lemak
/) Kurang melakkuakn olahraga
") +enggunaan al,ohol
.) 3erokok sigaret
B) 'iabetes yang tidak terkontrol dengan baik
@) Kelen#ar tiroid yang kurang aktif
4ebagian besar kasus peningkatan kadar trigliserida dan kolesterol total bersifat sementara dan
tidak berat, dan terutama merupakan akibat dari makan lemak. +embuangan lemak dari darah
pada setiap orang memiliki ke,epatan yang berbeda. 4eseorang bisa makan se#umlah besar
lemak he)ani dan tidak pernah memiliki kadar kolesterol total lebih dari 2 mg2dl, sedangkan
yang lainnya men#alani diet rendah lemak yang ketat dan tidak pernah memiliki kadar kolesterol
total di ba)ah 2.mg2dl. +erbedaan ini tampaknya bersifat genetik dan se,ara luas berhubungan
dengan perbedaan ke,epatan masuk dan keluarnya lipoprotein dari aliran darah (Balai Informasi
Tekhnologi Lipid, 2!).

8. +emeriksaan dan 'iagnosis
+emeriksaan fisik harus menggambarkan%
(da atau tidaknya faktor resiko #antung
4e#arah penyakit #antung atau gangguan lipid
(da atau tidaknya faktor sekunder hiperlipidemia termasuk pengobatan se,ara bersamaan
(da atau tidaknya *antoma, nyeri abdominal, atau se#arah pan,reatitis, penyakit gin#al atau hati,
penyakit pembuluh darah perifer, aneorisme aorti, abdominal, atau penyakit pembuluh darah
otak (bruits ,arotid, stroke, serangan iskemik transient)
6. Tatalaksana terapi hiperlipidemia
Terapi non farmakologi %
'iet rendah kolesterol dan lemak #enuh akan mengurangi kadar L'L. 1lahraga bisa membantu
mengurangi kadar kolesterol L'L dan menambah kadar kolesterol H'L. Biasanya pengobatan
terbaik untuk orang$orang yang memiliki kadar kolesterol dan trigliserida tinggi adalah%
&) 3enurunkan berat badan #ika mereka mengalami kelebihan berat badan
2) Berhenti merokok
0) 3engurangi #umlah lemak dan kolesterol dalam tubuhnya
/) 3enambah porsi olahraga
") 3engkonsumsi obat penurun kadar lemak (#ika diperlukan)
7ika kadar lemak darah sangat tinggi atau tidak memberikan respon terhadap tindakan diatas,
maka di,ari penyebabnya yang spesifik dengan melakukan pemeriksaan darah khusus sehingga
bisa diberikan pengobatan yang khusus (Balai Informasi Tekhnologi Lipi, 2!).
Terapi farmakologi
Tabel ". Terapi 8armakologi (Balai Informasi Tekhnologi Lipi, 2!)
7enis 1bat =ontoh=ara Ker#a
+enyerap asam empedu Kolestiramin
Kolestipol
3engikat asam empedu di usus, dan meningkatkan pembuangan L'L dari aliran darah
+enghambat sintesa protein ?iasin 3engurangi ke,epatan 5L'L (5L'L merupakan
prekursos dari L'L)
+enghambat H36
Koen<im$( reduktase
(drenalin, 8lufastatin
Lo9astatin
5la9astatin
4in9astatin
3enghambat pembentukan kolesterol, dan meningkatkan pembuangan L'L dari aliran darah
'eri9at asam fibrat Klofibrat
8enofibrat
6emfibrosil
3eningkatkan peme,ahan lemak

?iasin (asam nikotinat)
(sam nikotinat mempunyai kemampuan menurunkan lipid yang luas, tetapi penggunaaan dalam
klinik terbatas karena efek samping yang tidak menyenangkan. 3ekanisme ker#a% pada dosis
dalam gram, niasin (?J- a sin) merupakan 9itamin larut air, menghambat lipolisis dengan kuat
dalam #aringan lemak$penghasil utama asam lemak bebas yang beredar. Hati umumnya
menggunakan asam lemak dalam sirkulasi sebagai pre,ursor utama untuk sintesis triasilgliserol.
Karena itu, niasin menyebabkan penurunan sintesis triasilgliserol yang diperlukan untuk
produksi 5L'L (lipoprotein densitas sangat rendah). Lipoprotein densitas rendah (L'L,
lipoprotein kaya kolesterol) berasal dari 5L'L dalam plasma. Karena itu, reduksi 5L'L #uga
mengakibatkan penurunan konsentrasi L'L plasma. 'engan demikian, baik triasilgliserol
(dalam 5L'L) dan kolesterol (dalam 5L'L dan L'L) dalam plasma men#adi rendah.
4elan#utnya, pengobatan dengan niasin akan meningkatkan kadar kolesterol$H'L (H'L
merupakan karier kolesterol yang DbaikE). 4elan#utnya, dengan meningkatkan sekresi akti9ator
plasminogen #aringan dan merendahkan fibrinogen plasma, niasin dapat mengubah beberapa
disfungsi sel endotel penyebab thrombosis yang ada kaitannya dengan hiperkolesterolemia dan
aterosklerosis.
+enggunaan dalam terapi % niasin merendahkan kadar plasma kolesterol dan triasilgliserol.
Karena itu, obat ini berguna pada pengobatan hiperlipoproteinemia tipe II b dan I5, dengan
5L'L dan L'L naik. ?iasin #uga diguanakan untuk pengobatan hiperkolesterolemia lain yang
berat, sering dengan kombinasi antihiperlipidemia lain. 4elain itu, obat ini merupakan obat
antihiperlipidemia paling poten untuk meningkatkan kadar H'L plasma.
8armakokinetik % niasin diberikan per oral. Kat ini diubah dalam tubuh men#adi nikotinamid yang
dimasukkan dalam kofaktor nikotinamid adenine dinukleotida (?('). ?iasin adalah deri9at
nikotinamid dan metabolit lain dikeluarkan dalam urin. ?ikotinamid sendiri tidak menurunkan
kadar lipid dalam plasma.
-fek samping % efek samping niasin yang paling menon#ol adalah kemerahan pada kulit (disertai
perasaan panas yang tidak nyaman) dan pruritus. +emberian aspirin sebelum minum niasin
mengurangi rasa panas yang diantar oleh prostaglandin. Beberapa pasien #uga mengalami mual
dan sakit pada abdomen. (sam nikotinat menghambat sekresi tubular asam urat dan karena itu
mudah ter#adi hiperurisemia dan pirai. Telah dilaporkan adanya gangguan toleransi glukosa dan
hepatotoksisitas.
2. 8ibrat$Klofibrat dan 6emfibro<il
1bat$obat tersebut merupakan deri9at asam fibrat dan keduanya mempunyai mekanisme ker#a
yang sama. 6amfibro<il dalam klinik telah menggantikan klofibrat karena kematian akibat
klofibrat lebih tinggi. Kematian tersebut tidak ada hubungannya dengan penyebab
kardio9askular tetapi lebih ganasan atau komplikasi pas,a kolesistektomi dan pankreasitis.
3ekanisme ker#a % Kedua obat menyebabkan penurunan trigliserol plasma dengan mema,u
aktifitas lipase lipoprotein, sehingga menghidrolisis triasilgliserol pada kilomikron dan 5L'L,
sehingga dapat memper,epat pengeluaran partikel$partikel ini dari plasma. +enelitian pada
he)an menun#ukkan bah)a fibrat dapat menyebabkan penurunan kolesterol plasma dengan
menghambat sintesis kolesterol dalam hati dan meningkatkan ekskresi biliar kolesterol ke dalam
feses. 8ibrat #uga merendahkan kadar fibrinogen plasma.
+enggunaan Terapi % 8ibrat digunakan dalam pengobatan hipertrigliseridemia, menyebabkan
penurunan yang signifikan pada kadar triasilgliserol plasma. Klofibrat dan gamfibro<il berguna
dalam mengobati hiperlipidemia tipe III (disbetalipoproteinemia), dengan penumpukan partikel
lipoprotein densitas sedang (I'L). +asien dengan hipertrigliseridemia (tipe I5) (5L'L
meningkat) atau penyakit tipe 5 (peningkatan 5L'L dan kilomiron) yang tidak responsif dengan
diet atau obat lain dapat mengambil manfaat obat$obat ini.
8armakokinetik % Kedua obat diabsorpsi sempurna setelah dosis oral. Klofibrat mengalami
esterifikasi men#adi asam klofibrat yang aktif terikat pada albumin dan tersebat luas seluruh
#aringan tubuh. Lntuk gamfibri<il se,ara luas menyebar ke seluruh tubuh dan terikat pada
albumin #uga.Keduanya mengalami biotransformasi sempurna dan dikeluarkan dalam urin
sebagai kon#ugat glukuronida.
-fek samping
a. -fek 6astrointestinal
-fek samping paling umum adalah gangguan pen,ernaan ringan. -fek samping akan berkurang
dengan berkembangnya terapi.
b. Litiasis
Karena obat$obat ini meningkatkan ekskresi kolesterol biliar,terdapat predisposisi untuk
pembentukan batu empedu.
,. Keganasan
+engobatan dengan kolifibrat telah menyebabkan se#umlah keganasan$terkait dengan kematian.
d. 1tot
3iositis atau peradangan otot polos dapat ter#adi dengan kedua obat sehingga pelemahan otot
atau nyeri otot harus die9aluasi. 3eskipun #arang, pasien dengan insufisiensi gin#al mengandung
resiko. 3iopati dan rhabdomiolisis telah dilaporkan pada beberapa pasien yang menggunakan
gamfibro<il dan lo9astatin bersamaan.
e. Interaksi 1bat
Kedua fibrat bersaing dengan antikoagulan kumarin dalam pengikatan pada protein plasma,
sehingga meningkatkan efek antikoagulan sepintas. Karena itu kadar protrombin perlu dimonitor
#ika pasien meminum kedua obat ini.
f. Kontraindikasi
Keamanan obat$obat ini pada ibu hamil atau menyusui belum #elas. 4eharusnya obat$obat ini
tidak digunakan pada pasien dengan kelainan fungsi hati atau gin#al atau pasien dengan penyakit
kandung empedu.
0. Hesin pengikat asam empedu % kolestiramin dan kolestipol
3ekanisme ker#a% kolestiramin dan kolestipol adalah resin pertukaran anion yang terikat pada
asam dan garam empedu bermuatan negatif dalam usus halus. Kompleks resin atau asam empedu
ini dikeluarkan melalui feses, sehingga men,egah asam empedu kembali ke hati melalui sirkulasi
enterohepatik. Berkurangnya konsentrasi asam empedu menyebabkan hepatosit meningkatkan
kon9ersi kolesterol ke asam empedu, menyebabkan suplai senya)a ini baik kembali, sebagai
komponen penting empedu. (kibatnya, konsentrasi kolesterol intraseluler, mengaktifkan hati
untuk meningkatkan ambilan partikel L'L yang mengandung kolesterol, sehingga L'L plasma
turun. (mbilan yang miningkat ini dilakukan melalui upregulasi reseptor L'L pada permukaan
sel.
+enggunaan dalam terapi % resin yang mengikat asam empedu (sering dikombinasi dengan diet
atau niasin) adalah obat$obat pilihan dalam mengobati hiperlipidemia tipe II a dan II b.
kolestiramin #uga dapat meringankan pruritus akibat akumulasi asam empedu pada pasien
dengan obstruksi biliar.
8armakokinetik % kolestiramin dan kolestipol diminum per oral. Karena tidak larut dalam air dan
merupakan molekul yang sangat bessar (berat molekul lebih dari &.), keduanya tidak diabsorbsi
atau dimetabolisme dalam usus. 4ebaliknya semua dikeluarkan dalam feses.
-fek samping %
a) -fek 6astrointestinal % efek samping paling sering adalah gangguan pen,ernaan seperti
konstipasi, mual dan flatus.
b) 6angguan (bsorbsi % absorbsi 9itamin larut lemak (,',-,K dapat terganggu #ika terdapat
dosis resin yang tinggi. (bsorbsi asam folat dan askorbat #uga dapat berkurang.
,) Interaksi 1bat % kolestiramin dan kolestipol mengganggu absorbsi beberapa obat dalam
usus, misalnya tetrasiklin, fenobarbital, digoksin, )arfarin, pra9astatin, flu9astatin, aspirin, dan
diureti, thia<id. Karena itu, obat$obat harus diminum &$2 #am sebelum atau /$. #am setelah resin
pengikat asam empedu ini diminum.

/. Inhibitor H36 I =o( reduktase % Lo9astatin, praa9astatin, sim9astatin, dan flu9astatin
Kelompok antihiperlipidemia yang baru ini menghambat tahap pertama aktifitas en<im dalam
sintesis sterol. (nalog dengan struktural alamia, asam0$hidroksi$0metil 6lutarat (H36), semua
obat dalam grup ini berpa,u dalam menghambat hidrosi metil glutaril koen<im ( (H36$=o(
reduktase). Ke,uali flu9astati, inhibitor H36 reduktase lainnya merupakan modifikasi kimia
dari senya)a alamia yang terdapat dalam #amur.

3ekanisme Ker#a Inhibisi
&. H36$=o( reduktase
Lo9astatin, sim9astatin, pra9astatin, flu9astain adalah analog 0$tatin dan sim9astatin adalah
lakton yang dihidrolisis men#adi obat aktif. +ra9astatin dan flu9astatin aktif dengan ,ara
demikian. Karena afinitasnya yang kuat terhadap en<im, semua efektif berpa,u menghambat
H36$=o( reduktase, tahapan terbatas dalam sintesis kolesterol. 'engan menghambat sintesis
kolesterol deno9o$, obat akan menghabiskan simpanan kolesterol.
2. +enurunan reseptor L'L
+enghapusan kolesterol intraseluler menyebabkan sel meningkat #umlah resepto L'L permukaan
sel spesifik yang dapat mengikat dan menginternalisasikan L'L yang beredar. 4ehingga, hasil
akhir adalah penurunana kolesterolplsama karena sintesis berkurang dan peningkatan
katabolisme L'L. Inhibitor H36$=o( reduktase, seperti kolestiramin , dapat meningkatkan
kadar H'L plasma pada beberapa pasien sehingga menurunkanresiko mendapatkan penyakit
+7K. +enurunan triasilgliserol #uga ter#adi sedikit.
0. +enggunaan 'alam Terapi
1bat$obat ini efektif dalam menurunkan kadar kolesterol plasma pada semua #enis
hiperlipidemia. ?amun pasien yang homo<igot untuk penyakit hiperkolesterolemia kekurangan
reseptor L'L dan oleh karenanya mendapatkan keuntungan sedikit dari obat$obat ini. +erlu
diperhatikan bah)a meskipun proteksi diberikan karena pengurangan kadar kolesterol, kira$kira
M pasien yang diobati dengan obat ini masih menderita masalah koroner. Karena itu diperlukan
strategi tambahan seperti diet, latihan, atau obat tambahan perlu diberikan.
8armakokinetik% pra9astatin dan flu9astatin hamper seluruhnya dapat diabsorbsi setelah
pemberian oralN dosis oral lo9astatin dan sim9astatin diabsorbsi 0$"O. +ra9astatin dan
flu9astatin adalah obat aktif langsung, sedangkan lo9astatin dan sim9astatin harus dihidrolisis
men#adi asam. Karena ekstraksi first pass, ker#a utama obat$obat ini pada hati. 4emua mengalami
biotransformasi, beberapa produk masih tetap aktif. -kskresi ter#adi terutama melalui empedu
dan feses, tetapi pengeluaran melalui urin #uga ter#adi. Paktu paruh berkisar antara &,"$2 #am.
-fek samping %
a) Hati % kelainan biokimia)i fungsi hati telah ter#adi dalam penggunaan inhibitor H36$=o(
reduktase. Karena itu, sangat diperlukan menilai fungsi hati dan mengukur kadar serum
transaminase se,ara periodi,. 4emua akan kembali normal #ika obat dihentikan.
b) 1tot % miopati dan rhabdomiolisis (disintegrasi atau disolusi otot) #arang dilaporkan. 'alam
beberapa kasus, pasien biasanya menderita insufisiensi gin#al atau mengambil obat seperti
siklosporin, itrakona<ol, eritromisin, gemfibrosil atau niasin. Kadar keratin kinase plasma harus
diperiksa se,ara teratur.
,) Interaksi obat % inhibitor H36$=o( reduktase #uga meningkatkan kadar kumarin.
4ehingga, penting untuk sering menge9aluasi )aktu protrombin.
d) Kontra indikasi % obat$obat ini merupakan kontraindikasi bagi ibu hamil atau menyusui.
1bat$obat ini tidak boleh digunakan pada anak$anak atau rema#a.

Terapi obat kombinasi
Kadang$kadang perlu memberikan 2 antihiperlipidemia untuk mendapatkan penurunan kadar
lipid plasma yang signifikan. 4ebagai ,ontoh, pada hiperlipidemia terapi II, pasien sering diobati
dengan kombinasai niasin ditambah obat pengikat asam empedu, seperti kolestiramin.
Kombinasi inhibitor H36$=o( reduktase dengan <at pengikat asam empedu #uga telah
menun#ukkan manfaat dalam menurunkan kolesterol L'L.
Tabel .. -fek Terapi 1bat Lipid dan Lipoprotein
1bat 3ekanisme (ksi -fek Lipid -fek Lipoprotein Keterangan
=holestyramine, ,olestipol, ,olese9am ?aiknya katabolisme L'L, turunnya (bsorpsi
kolesterol,