Anda di halaman 1dari 22

Trafo Tenaga

Apa sajakah bagian-bagian trafo tenaga itu??


Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Mari kita bahas tuntas apa sajakah bagian trafo tenaga itu. Bagian-bagian
penting pada trafo tenaga tegangan tinggi sebagai berikut.
1. Electromagnetic Circuit (Inti besi)
Inti besi digunakan sebagai media jalannya flux yang timbul akibat induksi arus bolak balik pada kumparan yang
mengelilingi inti besi sehingga dapat menginduksi kembali ke kumparan yang lain. Dibentuk dari lempengan
lempengan besi tipis berisolasi yang di susun sedemikian rupa.
2. Current caring circuit (!in"ing)
Belitan terdiri dari batang tembaga berisolasi yang mengelilingi inti besi, dimana saat arus bolak balik mengalir
pada belitan tembaga tersebut, inti besi akan terinduksi dan menimbulkan flux magnetik.
#. $ushing
Bushing merupakan sarana penghubung antara belitan dengan jaringan luar. Bushing terdiri dari sebuah
konduktor yang diselubungi oleh isolator. Isolator tersebut berfungsi sebagai penyekat antara konduktor bushing
dengan body main tank transformator.
%. &en"ingin ('a"iator)
!uhu pada transformator yang sedang beroperasi akan dipengaruhi oleh kualitas tegangan jaringan, losses pada
trafo itu sendiri dan suhu lingkungan. !uhu operasi yang tinggi akan mengakibatkan rusaknya isolasi kertas pada
transformator. "leh karena itu pendinginan yang efektif sangat diperlukan. Minyak isolasi transformator selain
merupakan media isolasi juga berfungsi sebagai pendingin. #ada saat minyak bersirkulasi, panas yang berasal
dari belitan akan dibawa oleh minyak sesuai jalur sirkulasinya dan akan didinginkan pada sirip sirip radiator.
$dapun proses pendinginan ini dapat dibantu oleh adanya kipas dan pompa sirkulasi guna meningkatkan
efisiensi pendinginan.
(. )il preser*ation + e,pansion (-onser*ator)
!aat terjadi kenaikan suhu operasi pada transformator, minyak isolasi akan memuai sehingga %olumenya
bertambah. !ebaliknya saat terjadi penurunan suhu operasi, maka minyak akan menyusut dan %olume minyak
akan turun. &onser%ator digunakan untuk menampung minyak pada saat transformator mengalamui kenaikan
suhu. Untuk menghindari agar minyak trafo tidak berhubungan langsung dengan udara luar, maka saat ini
konser%ator diran'ang dengan menggunakan brether bag(rubber bag, yaitu sejenis balon karet yang dipasang
didalam tangki konser%ator.
.. /ielectric (0inak isolasi transformator + Isolasi kertas)
Minyak isolasi pada transformator berfungsi sebagai media isolasi, pendingin dan pelindung belitan dari oksidasi.
Minyak isolasi trafo merupakan minyak mineral yang se'ara umum terbagi menjadi tiga jenis, yaitu parafinik,
napthanik dan aromatik. $ntara ketiga jenis minyak dasar tersebut tidak boleh dilakukan pen'ampuran karena
memiliki sifat fisik maupun kimia yang berbeda.
1. 2ap Changer
&estabilan tegangan dalam suatu jaringan merupakan salah satu hal yang dinilai sebagai kualitas tegangan.
)ransformator dituntut memiliki nilai tegangan output yang stabil sedangkan besarnya tegangan input tidak selalu
sama. Dengan mengubah banyaknya belitan pada sisi primer diharapkan dapat merubah ratio antara belitan
primer dan sekunder dan dengan demikian tegangan output(sekunder pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan
sistem berapapun tegangan input(primernya. #enyesuaian ratio belitan ini disebut )ap 'hanger.
3. 45' (4eutral 5roun"ing 'esistant)
!alah satu metoda pentanahan adalah dengan menggunakan *+,. *+, adalah sebuah tahanan yang
dipasang serial dengan neutral sekunder pada transformator sebelum terhubung ke ground(tanah. )ujuan
dipasangnya *+, adalah untuk mengontrol besarnya arus gangguan yang mengalir dari sisi neutral ke tanah.
6. &roteksi 0ekanik transformator
'ele $uchol7
#ada saat transformator mengalami gangguan internal yang berdampak kepada suhu yang sangat tinggi dan
pergerakan mekanis didalam transformator, maka akan timbul tekanan aliran minyak yang besar dan
pembentukan gelembung gas yang mudah terbakar. )ekanan atau gelembung gas tersebut akan naik ke
konser%ator melalui pipa penghubung dan rele bu'hol-. )ekanan minyak maupun gelembung gas ini akan
dideteksi oleh rele bu'hol- sebagai indikasi telah terjadinya gangguan internal.
'ele 8ansen
!ama halnya seperti rele Bu'hol- yang memanfaatkan tekanan minyak dan gas yang terbentuk sebagai indikasi
adanya ketidaknormalan ( gangguan, hanya saja rele ini digunakan untuk memproteksi kompartemen ".)/.
,ele ini juga dipasang pada pipa saluran yang menghubungkan kompartemen ".)/ dengan konser%ator.
9u"en &ressure
,ele sudden pressure ini didesain sebagai titik terlemah saat tekanan didalam trafo mun'ul akibat gangguan.
Dengan menyediakan titik terlemah maka tekanan akan tersalurkan melalui sudden pressure dan tidak akan
merusak bagian lainnya pada maintank.
'ele 2hermal
!uhu pada transformator yang sedang beroperasi akan dipengaruhi oleh kualitas tegangan jaringan, losses pada
trafo itu sendiri dan suhu lingkungan. !uhu operasi yang tinggi akan mengakibatkan rusaknya isolasi kertas pada
transformator. Untuk mengetahui suhu operasi dan indikasi ketidaknormalan suhu operasi pada transformator
digunakan rele thermal. ,ele thermal ini terdiri dari sensor suhu berupa thermo'ouple, pipa kapiler dan meter
penunjukan.
Mengenal OLTC MR
!ebelum kita kupas tuntas tentang bagaimana spesifikasi teknik pada ".)/ )rafo khusus untuk merk M,
0Maschinenfabrik Reinhausen1 mari terlebih dahulu kita flashba'k ke pengertian tap 'hanger. #erlu diingat
bahwa )ap /hanger berfungsi untuk mengubah tegangan sisi sekunder dari transformator berdasarkan
perubahan beban, dan menjaga kestabilan tegangan dalam batas tertentu agar kualitas tegangan tetap terjaga.
&rinsip -erja
#rinsip kerja )ap 'hanger singkatnya yaitu sema'am selektor swit'h yang digunakan sebagai media untuk
merubah jumlah belitan pada trafo. #roses perubahan ratio belitan ini dapat dilakukan pada saat trafo sedang
berbeban 0"n load tap 'hanger1 atau saat trafo tidak berbeban 0"ff load tap 'hanger1.
#ada prinsipnya )ap /hanger mempunyai 2 bangian penting
Selector Switch
merupakan rangkaian mekanis yang terdiri dari terminal terminal untuk menentukan posisi tap atau ratio
belitan primer
Diverter Switch
merupakan rangkaian mekanis yang diran'ang untuk melakukan kontak atau melepaskan kontak
dengan ke'epatan yang tinggi.
Tahanan transisi
merupakan tahanan sementara yang akan dilewati arus primer pada saat perubahan tap.
$da 3 metoda dasar pengoperasian )ap /hanger
4igh speed resistan'e
!lower speed rea'tan'e
):2C 0'
Untuk ".)/ Merk M, ada banyak type tetapi pada umumnya yang di gunakan pada trafo di indonesia
)ype M
)ype M! 0bentuk dan kontruksi hampir sama dengan type M1
)ype 5
)ype , 04anya trafo tertentu1
#ada umumnya pemasangan tap 'hanger pada trafo yang terhubung 0bintang1 wye, perubahan bellitan di
tempatkan di dekat titik netral seperti yang ditunjukkan gambar di bawah. 4al ini bertujuan untuk menghasilkan
solusi yang relatif sederhana dan kompak untuk disain ".)/ dan tap winding
Ma'am basi' 'one'tion pada tap winding
6. .inear tanpa 'hange-o%er sele'tor
3. !ingle re%ersing dengan 'hange-o%er sele'tor
2. !ingle 'oarse dengan 'hange-o%er sele'tor
7. Multiple 'oarse dengan 'hange-o%er sele'tor
&rinsip kerja /i*erter s;itch
#ada dasarnya , #roses perpindahan tap pada di%erter swit'h melalui proses yang 'epat dan tanpa memutus
rangkaian tenaga trafo. Berikut adalah urutan singkat proses kerja perpindahan di%eerter swit'h pada ".)/ M,.
Arti 4ameplate
$pa yang tersembunyi dibalik kode penamaan pada ".)/ M,8888. )entunya penamaan type pada ".)/
mempunyai maksud tertentu sebagai 'ontoh
Jadi apabila type pada tap changer tertulis M I 60!"# $ % & 0'( artinya Tap )hanger tsb
*e*punyai type M+ single phase+ arus *a, - 60 .+ Teg *a, -"# /0+ tap selector berukuran %+ dan
1u*lah tap selector 0+ *a, tap - '+ tap tengah - 0+ type change over pada Tap )hanger - Reversing
Switch2
Neutral Grounding Resistant
!alah satu metoda pentanahan )rafo )enaga adalah dengan menggunakan *+,. *+, adalah sebuah
tahanan yang dipasang serial dengan neutral sekunder pada transformator sebelum terhubung ke
ground(tanah. )ujuan dipasangnya *+, adalah untuk mengontrol besarnya arus gangguan yang
mengalir dari sisi neutral ke tanah. 4al ini terkait dengan #ola pengamanan )rafo )enaga disisi
!ekunder 0!istem Distribusi1. Untuk .ebih 9elasnya Mengenai *ilai ,esistansi *+, yang diperlukan
.ihat #ada #enjelasan #ola #engamanan !istem Distribusi.
.da dua 1enis 34R+ 5i6uid dan Solid
6. .i:uid
berarti resistornya menggunakan larutan air murni yang ditampung didalam bejana dan ditambahkan garam
0*a/l1 untuk mendapatkan nilai resistansi yang diinginkan
3. !olid
!edangkan *+, jenis padat terbuat dari !tainless !teel, ;e/r$l, /ast Iron, /opper *i'kel atau *i'hrome yang
diatur sesuai nilai tahanannya.
Tahanan NGR
*eutral grounding resistor berfungsi sebagai pembatas arus dalam saluran netral trafo. $gar *+, dapat
berfungsi sesuai desainnya perlu dipastikan bahwa nilai tahanan dari *+, tersebut sesuai dengan
spesifikasinya dan tidak mengalami kerusakan.
7ntuk *engukur nilai tahanan 34R bisa dilakukan dengan *enggunakan voltage slide regulator+
volt*eter dan a*pere*eter2 8ada prinsipnya 34R akan diberikan beda tegangan pada kedua
kutubnya dan dengan *e*anfaatkan pengukuran arus yang *engalir pada 34R dapat diketahui nilai
tahanannya2
Pengukuran pada OLTC Trafo Tenaga
Continuity Test ".)/ adalah bagian trafo yang berfungsi sebagai mekanisme tapping dari perubahan ratio
belitan trafo. *ilai tahanan belitan primer pada saat terjadi perubahan ratio tidak boleh terbuka 0open 'ir'uit1.
#engujian ini memanfaatkan "hmmeter yang dipasang serial dengan belitan primer trafo. !etiap perubahan
tap(ratio, nilai tahanan belitan diukur.
Dynamic resistance ".)/ merupakan satu satunya bagian trafo yang bergerak se'ara mekanik. #ada
umumnya ".)/ dibagi menjadi dua bagian utama yaitu di%erter swit'h dan sele'tor swit'h. ;ungsi daripada
di%erter swit'h adalah sebagai kontak bantu pada saat perubahan selektor swit'h.
/ontoh +rafik Dynami' ,esistant )est dengan 4asil Buruk
&arena terjadi pergerakan mekanik pada ".)/ terutama pada kontak di%erter swit'h maupun sele'tor swit'h,
maka pada suatu saat tertentu kontak kontak tersebut akan mengalami aus, sedangkan komponen lainnya yang
terkait dengan kontak akan mengalami kelelahan bahan(fati:ue. $pabila keausan kontak terjadi maka luas
permukaan kontak untuk mengalirkan arus tidak terpenuhi sehingga akan terjadi panas dan dapat juga terjadi
ar'ing pada saat perpindahan kontak. Untuk mengetahui ketidaknormalan kerja pada ".)/ khususnya yang
berkaitan dengan kontak di%erter maupun selektor swit'h maka dilakukan pengukuran dynami' resistan'e.
/ontoh Dynami' ,esistan'e )est dengan 4asil Bagus
Pengukuran tahanan transisi & ete!alan kontak di"erter s#itch )ransisi resistor berfungsi untuk meredam
arus yang mengalir melalui ".)/ agar pada saat perpindahan sele'tor swit'h tidak terjadi ar'ing. Untuk
memastikan resistor masih tersambung dan nilai tahanannya masih memenuhi syarat, harus dilakukan
pengukuan tahanan transisi.
$kibat dari kerja mekanik antara kontak gerak dan kontak diam pada di%erter, kontak dapat mengalami keausan.
Untuk menjaga kinerja kontak tetap baik pabrikan telah menentukan batasan dari ketebalan kontak tersebut.
<%aluasi dan rekomendasi pengujian ".)/
Pengukuran Ratio Trafo Tenaga
)ujuan dari pengujian ratio belitan pada dasarnya untuk mendiagnosa adanya masalah dalam antar belitan dan
seksi-seksi sistem isolasi pada trafo. pengujian ini akan mendeteksi adanya hubung singkat atau
ketidaknormalan pada tap 'hanger. )ingginya nilai resistansi akibat lepasnya koneksi atau konduktor yang
terhubung ground dapat dideteksi.
&onsep dasar untuk melakukan pengujian ratio trafo ini se'ara sederhana kita dapat menggunakan sebuah
supply tegangan $/ 2 fasa 2=> 5. Dengan Menga'u pada ,umus Dasar ,atio )rafo *p(*s?5p(5s?Is(Ip.
Metoda pengujiannya adalah dengan memberikan tegangan %ariabel pada sisi sekunder dan melihat tegangan
yang mun'ul pada sisi primer. Dengan membandingkan tegangan sumber dengan tegangan yang mun'ul maka
dapat diketahui ratio perbandingannya.
.nalisa hasil pengu1ian ratio test adalah *e*bandingkan hasil pengukuran dengan na*e plate ratio
tegangan pada trafo dengan batasan kesalahan sebesar 0+9 : ; standart I<<< )9=2"92'' > Jika
hasil pengu1ian ratio test lebih dari 0+9 : *aka disarankan untuk *elakukan pengu1ian & pegu1ian
lainnya 2
Pengukuran $%R& '$#eep %re(uency Response &naly)er*
46 4> 0hijau1 dan 4> 46 0biru1
!hort turn satu ;asa pada )ransformator +enerator
wiring pengujian !;,$
Pengukuran Tahanan DC 'RDC* Trafo Tenaga
Belitan pada trafo merupakan konduktor yang dibentuk mengelilingi ( melingkari inti besi sehingga pada saat
diberikan tegangan a' 0.lternating current1 maka belitan tersebut akan memiliki nilai induktansi 0@.1 dan nilai
resistif 0,1. #engujian tahanan d' dimaksudkan untuk mengukur nilai resistif 0,1 dari belitan dan pengukuran ini
hanya bisa dilakukan dengan memberikan arus d' 0dire't 'urrent1.pada belitan. "leh karena itu pengujian ini
disebut pengujian tahanan d'.
#engujian tahanan d' dilakukan untuk mengetahui kelayakan dari koneksi-koneksi yang ada di belitan dan
memperkirakan apabila ada kemungkinan hubung singkat atau resistansi yang tinggi pada koneksi di belitan.
pada trafo tiga fasa proses pengukuran dilakukan pada masing-masing belitan pada titik fasa ke netral.
$lat uji yang digunakan untuk melakukan pengukuran tahanan d' adalah mi'ro ohmmeter atau jembatan
wheatstone. Mi'ro ohmmeter adalah alat untuk mengukur nilai resistif dari sebuah tahanan dengan orde AB
0mi'ro ohm1 sampai dengan orde B 0ohm1
$lat lainnya yang digunakan adalah jembatan wheatstone yang umumnya dipakai pada trafo-trafo berdaya
rendah. #ada alat ini terdiri dari sebuah gal%anometer, 3 buah tahanan yang nilainya tetap 0,6 C ,31 dan
sebuah tahanan yang nilainya %ariable dengan lokasi bersebrangan dengan tahanan belitan yang akan diuji 0,x1.
Rangkaian Pengu+ian dan &nalisa
$da beberapa mode rangkaian dalam pengujian )ahanan D/ pada )rafo )enaga dengan konsep yang sama,
yakni hukum "hm D
,- Metode $atu .oltmeter/
Media yang diuji adalah winding satu per satu dengan %olt meter yang sama. &euntungan pengukuran dengan
metode ini adalah %oltmeter yang digunakan sama, sehingga tingkat kesalahan pengukuran karena alat uji lebih
ke'il. .ihat pada gambar berikut.
0- Metode Dua .oltmeter/
Metode ini juga sering digunakan, konsep yang digunakan adalah dengan mengukur dua winding-dua winding
dengan menggunakan dua %oltmeter. &euntungan dengan menggunakan metoda ini adalah terdapat
pengukuran pembanding antara %oltmeter 6 dan %oltmeter 3.
1- Metode Tiga .oltmeter/
Mode pengukuran ini biasanya dipakai pada )rafo satu bank dengan tiga belitan yang berbeda rasio.
&ekurangan Mode #engujian ini adalah penggunaan jumper. *ilai resistansi jumper dapat mempengaruhi
akurasi pengukuran. "leh karena itu sebelum pengukuran dengan metode ini sebaiknya nilai resistansi d'
jumper diukur terlebih dahulu.
.nalisa hasil pengu1ian Rdc harus diperhatikan terlebih dahulu dengan te*peratur pada saat pengu1ian
di*ana pengu1ian yang dilakukan harus dikonversi ke te*perature ?9 o) ;8engu1ian factory test>
dengan for*ula ;standart I<<<)9=2"92''> pengu1ian belitan yang terbuat dari )u ;te*baga>2
,t?,test E00327,FG)t1(0327,FG)w11
Dimana D
,t ? , saat suhu belitan di o/
,test ? , saat uji
)t ? !uhu pengujian 0o/1
)w ? !uhu belitan
Dan untuk belitan yang terbuat dari $. 0 $lluminium 1 maka dipakai angka 33F, pengujian yang dilakukan
bisa semua tap atau jika pengujian dilaksanakan bersama dengan pengujian 'ontinuity atau dinami'
resistan'e 'ukup hanya pada tap 6 0satu1. 9ika hasil pengujian tidah sesuai dengan hasil perhitungan
formula maka disarankan untuk melakukan pengujian-pengujian lainnya.
8engukuran Tahanan D) dikatakan nor*al apabila setelah dibandingkan dengan fasa lainnya atau nilai
pengu1ian pabrik terdapat deviasi @ 9:
Pengukuran Tahanan 2solasi TrafoTenaga
Tahukah anda kenapa diperlukan pengukuran Tahanan 2solasi Trafo Tenaga3
#engukuran ini bertujuan untuk mengetahui kondisi isolasi antara belitan dengan ground atau antara dua belitan.
Metoda yang umum dilakukan adalah dengan memberikan tegangan d' dan merepresentasikan kondisi isolasi
dengan satuan mega ohm. )ahanan isolasi yang diukur merupakan fungsi dari arus bo'or yang menembus
melewati isolasi atau melalui jalur bo'or pada permukaan eksternal. #engujian tahanan isolasi dapat dipengaruhi
suhu, kelembaban dan jalur bo'or pada permukaan eksternal seperti kotoran pada bushing atau isolator.
Megaohm meter biasanya memiliki kapasitas pengujian F>>, 6>>> atau 3F>> 5 d'.
Test 2nde4 Polarisasi
)ujuan dari pengujian index polarisasi adalah untuk memastikan peralatan tersebut layak dioperasikan atau
bahkan untuk dilakukan o%er%oltage test. Index polarisasi merupakan rasio tahanan isolasi saat menit ke 6>
dengan menit ke 6 dengan tegangan yang konstant.
$rus total yang yang mun'ul saat memberikan tegangan d' steady state terdiri dariD
/harging 'urrent karena sifat kapasitansi dari isolasi yang diukur. $rus ini turun dari nilai maksimum ke
nol sangat 'epat.
$bsorption 'urrent karena mole'ular 'harge shifting pada isolasi. $rus transien ini menghilang sampai
nol lebih lambat
leakage 'urrent merupakan arus konduksi nyata pada isolasi. .eakage 'urrent ber%ariasi tergantung
tegangan uji. 9uga termasuk arus bo'or dikarenakan kebo'oran pada permukaan akibat kontaminasi.
.eakage 'urrent meningkat lebih 'epat dengan kehadiran moisture dibanding absorption 'urrent, pemba'aan
megaohm tidak akan meningkat seiring waktu layaknya antara ke'epatan pada isolasi buruk dengan 'epatnya
isolasi yang bagus. 4al ini berdampak pada rendahnya index polarisasi. &euntungan dari index ratio adalah
dengan banyaknya hal yang dapat mempengaruhi pemba'aaan megaohm seperti suhu dan humidity baik pada
6 menit maupun 6> menit. Index polarisasi merupakan perbandingan antara nilai tahanan isolasi pada menit ke
6> dengan menit ke 6.
#engkategorian kondisi isolasi berdasarkan hasil pengujian tahanan isolasi dilihat dari nilai tahanan isolasinya itu
sendiri 0megohm1 dan index polarisasi 0perbandingan hasil pengujian tahanan isolasi pada menit ke 6> dengan
menit ke 61.
*ilai tahanan isolasi minimum menga'u ke rumus berikut D
,?/<(k5$
&eterangan D
, ? tahanan isolasi 0MB1
/ ? 6,F untuk oil filled transformer pada suhu 3>oH/, 2>,> untuk untanked oil-impregnated transformers
< ? ,ating tegangan 051 antar fasa pada koneksi delta, fasa netral pada koneksi star
k5$ ? rating kapasitas belitan yang diuji.
&ondisi isolasi berdasarkan index polarisasi
Pengukuran Tangen Delta 5ushing Trafo Tenaga
Isolasi trafo merupakan bagian yang kritis pada trafo tenaga, pemburukan atau kegagalan isolasi dapat
menyebabkan kegagalan operasi atau bahkan kerusakan trafo. !alah satu metode untuk mengetahui kondisi
isolasi adalah dengan melakukan pengujian tangen delta. #engujian tangen delta trafo dapat dilakukan dengan
beberapa mode yaitu +!), U!), +!)g, sedangkan untuk bushing ditambahkan mode 4ot /ollar untuk
mengetahui adanya perubahan kekuatan mekanisnya.
#engujian tangen delta pada bushing bertujuan untuk mengetahui kondisi isolasi pada /6 0isolasi antara
konduktor dengan 'enter tap1 yang menggambarkan kondisi isolasi kertas bushing, /3 0isolasi antara 'enter tap
dengan +round1 yang menggambarkan kondisi isolasi minyak bushing. #engujian hot 'ollar dilakukan untuk
mengetahui kondisi keramik. .ebih 9elasnya lihat gambar berikut.
pengujian tangen delta /6 pada bushing
Diagram pengujian tangen delta /3 pada bushing
Aasil u1i tangen delta pada u*u*nya bernilai positif+ tetapi pada beberapa pengu1ian dite*ukan
ano*ali hasil u1i negatif+ hal ini karena ter1adi kebocoran pada isolasi+ feno*ena ini dapat di1elaskan
dengan teori rangkaian listrik25ihat Beno*ena Tangen Delta 3egatif
Thermo"isi Trafo Tenaga
)hermo%isi )rafo )enaga
Apa ang an"a ketahui tentang 2hermo*isi???
Di dunia militer thermo%isi 0thermal %ision1 digunakan untuk melihat musuh pada saat malam hari atau gelap. $lat
ini menggunakan 'amera infra merah untuk membedakan suhu obyek yang di shoot. !ama halnya dengan mata
hewan melata seperti ular yang dapat melihat mangsanya meski dalam kegelapan. .alu apa hubunganya alat
thermo%isi di dunia kelistrikan8888 !alah satu kegunaan alat thermo%isi dan sangat bermanfaat sekali adalah
untuk mengetahui suhu peralatan kelistrikan pada saat bertegangan. $pa hubunganya suhu dengan
kelistrikan8888
#ada saat trafo dalam keadaan operasi, bagian trafo yang dialiri arus akan menghasilkan panas. #anas pada
radiator trafo dan maintank yang berasal dari belitan trafo akan memiliki tipikal suhu bagian atas akan lebih
panas dari bagian bawah se'ara gradasi. !edangkan untuk bushing, suhu klem pada stud bushing akan lebih
panas dari sekitarnya.
$lat Ukur )hermo%isi
!uhu yang tidak normal pada trafo dapat diartikan sebagai adanya ketidaknormalan pada bagian atau lokasi
tersebut. Metoda pemantauan suhu trafo se'ara menyeluruh untuk melihat ada tidaknya ketidaknormalan pada
trafo dilakukan dengan menggunakan thermo%isi ( thermal image 'amera.
.okasi-lokasi pada trafo yang dipantau dengan thermo%isi ( thermal image 'amera adalah sebagai berikut D
6. Maintank
3. )angki ".)/
2. ,adiator
7. Bushing
F. &lem-klem pada setiap bagian yang ada
I. )angki konser%ator
J. *+,
#ada setiap pengukuran menggunakan thermo%isi atau thermal image 'amera, se'ara umum dilakukan
pengukuran suhu pada tiga titik 0atas, tengah dan bawah1. #ada display atau tampilan alat, objek yang di monitor
akan terlihat tertutupi sebuah lapisan gradasi warna atau gradasi hitam putih. Karnawarna yang mun'ul akan
mewakili besaran suhu yang terba'a pada objek. Disamping kanan tampilan ( display dilengkapi dengan batang
korelasi antara warna dengan suhu sebagai referensi warna-warna yang mun'ul pada tampilan.
#engukuran thermo%isi pada maintank dan radiator
!ama halnya seperti pengukuran thermo%isi pada maintank trafo, pengukuran thermo%isi pada sirip pendingin
dilakukan pada tiga titik untuk mengetahui efisiensi dari proses pendinginan sirip trafo tersebut.
#engukuran thermo%isi pada ".)/
#engukuran thermo%isi pada maintank dan ".)/ trafo dilakukan pada tiga posisi yaitu bawah, tengah dan atas
untuk mengetahui gradasi panas pada trafo yang mewakili normal tidaknya proses operasi dari trafo.
#engukuran thermo%isi pada bushing
#engukuran pada bushing trafo adalah dengan melihat titik yang paling panas dalam sebuah bushing dan
membandingkan karakteristik suhu terhadap fasa lainnya.
#engukuran thermo%isi pada konser%ator
Untuk pengukuran konser%ator dan *+, dilihat tiga titik se'ara %ertikal untuk mengetahui karakteristik suhu
peralatan.
Di dala* kelistrikan 8anas yang diti*bulkan pada rangkaian instalasi dapat disebabkan oleh beberapa
hal+ salah satu hal yang sering *uncul sebagai penyebab ti*bulnya panas adalah sifat beban R *urni
;resistif>2 %eban resistif sering ter1adi karena loss kontak+ ter*inasi kendor ataupun kotoran yang
*e*enuhi kontak sa*bungan2
Trafo Tenaga
)rafo )enaga
Apa ang an"a ketahui tentang 2rafo 2enaga????
9ika anda adalah seorang enginer di bidang kelistrikan pertanyaan seperti ini merupakan hal yang sudah biasa,
*amun permasalahannya jika anda adalah orang awam888 Bisa jadi yang anda bayangkan adalah trafo mini
yang mungkin sering anda temui pada adaptor atau 'harger 4#L., benar bukan888 9ika benar , selamat karena
anda termasuk golongan orang-orang awam yang akan mendapat petunjuk. )rafo atau )ransformator
merupakan peralatan listrik yang berfungsi untuk menyalurkan daya(tenaga dari tegangan tinggi ke tegangan
rendah atau sebaliknya. )ransformator menggunakan prinsip hukum induksi faraday dan hukum lorent- dalam
menyalurkan daya, dimana arus bolak balik yang mengalir mengelilingi suatu inti besi maka inti besi itu akan
berubah menjadi magnet. Dan apabila magnet tersebut dikelilingi oleh suatu belitan maka pada kedua ujung
belitan tersebut akan terjadi beda potensial.
arus $/ mengelilingi inti besi
&rinsip -erja 2rafo 2enaga
Dari sekian banyak halaman buku referensi yang menjelaskan prinsip trafo tenaga, prinsip singkat trafo tenaga
sebagai berikut.
prinsip kerja transformator
8ada saat .rus *engalir pada belitan pri*er trafo akan ter1adi proses induksi elektro*agnet ke inti besi
transfor*ator sehingga didala* inti besi akan *engalir flu, *agnet dan flu, *agnet ini akan
*enginduksi belitan sekunder sehingga pada u1ung belitan sekunder akan terdapat beda potensial
8enis 2rafo 2enaga
Berdasarkan fungsinya transformator tenaga dapat dibedakan menjadiD
)rafo pembangkit
)rafo gardu induk ( penyaluran
)rafo distribusi
)ransformator tenaga untuk fungsi penyaluran dapat dibedakan menjadiD
)rafo besar
)rafo sedang
)rafo ke'il
.i!rasi dan Noise Trafo
!ound le%el meter(*oise dete'tor.
*oise pada trafo dikarenakan adanya fenomena yang disebut magnetostri'tion. $rti sederhananya adalah
jika sebuah lapisan baja diberi medan magnet maka akan membuat lapisan tersebut memuai, namun pada
saat medan tersebut dihilangkan, maka lapisan tersebut akan kembali kepada ukuran yang sebenarnya.
!umber magnet pada )ransformator bersumber dari tegangan dan arus bolak balik, oleh karena itu bagian
metal yang termagnetisasi akan memuai dan mengkerut dua kalinya selama 'y'le magnetisasi.
5ibrasi dan noise )rafo
#emuaian dan proses mengkerut ini tidaklah seragam, dampak pemuaian dan proses mengkerut ini
ber%ariasi pada sepanjang lapisan. Inti belitan transformator terbuat dari banyak lapisan baja khusus.
Dibuat sedemikian rupa untuk mengurangi losses dan mengurangi dampak dari efek panas. 9ika
pemuaian dan proses mengkerut yang digambarkan diatas terjadi se'ara tidak menentu pada
sepanjang permukaan dan setiap lapisan berperilaku tidak beraturan satu sama lain, maka dapat
dibayangkan seperti apa pergerakan konstruksinya saat terjadi pemuaian. )entu saja tidak dapat dilihat
dengan mata telanjang, setidaknya hal ini berdampak pada mun'ulnya %ibrasi dan noise.

<%aluasi dan ,ekomendasi #engujian 5ibrasi dan *oise )rafo