Anda di halaman 1dari 24

Keterangan :

Rumaja = Ruang Manfaat Jalan


Rumija = Ruang Milik Jalan
Jenis Perkerasan
1. Perkerasan Lentur (flexible pavement)
2. Perkerasan Kaku (rigid pavement)
1. Jalan Tanah : adalah jalan yang bahan
perkerasannya tanah, yang didapat dari
meratakan muka tanah, apakah itu
diperlukan penggalian atau timbunan.
Timbunan : Galian :



Jalur LL
Sal. Pembuang
Antara 10 20 m
Tanggul
Jalur LL
Muka
Tanah
2. Jalan Kerikil :



Berm
Batu Kerikil
4 6 cm
Berm
Batu Kerikil
Batu pinggir batu kali 10/15
3. Batu Pecah :



Pasir Kasar Batu Pecah 6/7
Batu Kerikil (Permulaan)
Batu Pinggir
Batu Kali / Pecah
4 8 cm
4. Sistem Telford :



Prinsip : Desak mendesak
Pasir Aspal lap. aus
Batu Kali 5 / 7
Batu Kali 15 / 20 25 / 30
Pasir Urug 10 20 cm
P
Batu Pinggir
Batu Kali
10 / 15 15 / 25
5. Sistem Mac Adam :



Batu Pecah
Prinsip : Tumpang Tindih
6. Sistem Penetrasi :



2 / 3
15 / 20
Pasir Urug
3 / 5
Jenis Struktur Perkerasan
Jenis perkerasan
Jalan raya (Highway)
Bandar udara
Rel kereta api (Railway)

Jenis struktur perkerasan
Fleksibel (Flexible pavement)
Kaku (Rigid pavement)
Komposit (Composite pavement)

Lapis perkerasan
TANAH DASAR
PAVEMENT
(PERKERASAN)
Mengapa harus diberi lapis perkerasan?
Mengapa perkerasan dibuat berlapis?
Semakin keatas tegangan yang dipikul
semakin besar maka butuh perkerasan
yang semakin bermutu. Perkerasan
bagian bawah dapat menggunakan
bahan yang mutunya lebih rendah (harga
lebih murah)
Daya dukung tanah dasar rendah, maka
butuh lapis perkerasan
Lapis perkerasan (1)
GRANULAR (KERIKIL)
SOIL (TANAH)
SOIL (TANAH)
GRANULAR (KERIKIL)
Gravel road (Jalan kerikil) Sealed granular road
(Jalan kerikil dilapisi aspal tipis)
SOIL (TANAH)
GRANULAR (KERIKIL)
ASPHALT (AGG+ASPAL)
Asphalt pavt (Jalan aspal)
SOIL (TANAH)
GRANULAR (KERIKIL)
CONCRETE (BETON)
Concrete pavt (Jalan beton)
Lapis perkerasan (2)
GRANULAR (KERIKIL)
SOIL (TANAH) SOIL (TANAH)
GRANULAR (KERIKIL)
Composite pavement
(perkerasan komposit)
Heavy duty concrete
(Jalan beton utk lalin berat)
SOIL (TANAH)
GRANULAR (KERIKIL)
ASPHALT (AGG+ASPAL)
Block pavement (lalin berat)
CEMENT TREATED
(STAB SEMEN)
CONCRETE (BETON)
Railway
CONCRETE (BETON)
CEMENT TREATED
(STAB SEMEN)
ASPHALT or
CEMENT TREATED
SOIL (TANAH)
SUB-BALLAST (GRANULAR)
BALLAST (GRANULAR)
Rel
Cross-Section perkerasan
Sub-base course
(Lapis pondasi bawah/ LPB)
Subgrade
(Tanah dasar)
Basic pavement layers
(Lapis perkerasan standar)
Heavy duty pevement
(Perkerasan utk kendaraan berat)
Surfacing
(Lapis Permukaan)
Base course
(Lapis pondasi atas/ LPA)

Wearing course

Base course
Sub-base course

Subgrade
Capping
(Landasan)

Binder course

Fungsi lapis perkerasan

Wearing course

Base course
Sub-base course

Subgrade
Capping
(Landasan)

Binder course

Lapis fungsional (air hujan, suhu, kekesatan, suara)
L
a
p
i
s

s
t
r
u
k
t
u
r
a
l

(
k
e
k
u
a
t
a
n
)

K
e
k
u
a
t
a
n

s
t
r
u
k
t
u
r
a
l

n
a
i
k

H
a
r
g
a

b
a
h
a
n

s
e
m
a
k
i
n

m
a
h
a
l
,


s
e
m
a
k
i
n

t
i
p
i
s

Bahan ikat antara lapis perkerasan
(Bonding)

Wearing course
(Asphalt)

Base course
(Unbound material/ granular)

Binder course
(Asphalt)

Prime coat (Aspal + minyak
tanah)
Tack coat (Aspal emulsi atau
Aspal+minyak tanah)
Road pavement
Surfacing
Binder course
Base course
Sub-base course
Sub-grade
Soil mechanics
Asphalt mechanics
Concrete
Failure mechanism
CRACKING
RUTTING
COMPRESSION
TENSION
TRAFFIC LOAD
Bleeding
Upper layer stiffness
bottom layer stress
LOW STIFFNESS HIGH STIFFNESS
HIGH STRESS LOW STRESS
POOR STRESS DISTRIBUTION BETTER STRESS DISTRIBUTION
THE IDEAL PAVEMENT
Bagan Alir