Anda di halaman 1dari 19

DEFINISI PRODUKTIVITAS

Produktivitas merupakan suatu istilah dalam


kegiatan produksi sebagai perbandingan antara
luaran(output) dengan masukan(input).
Menurut herjanto,produktivitas merupakan suatu
ukuran yang menyatakakan bagaimana baiknya
sumber daya diatur dan dimanfaatkan untuk
mencapai hasil yang optimal.
Produktivitas dapat digunakan sebagai tolak ukur
keberhasilan suatu industri atau UKM dalam
menghasilkan barang atau jasa.
Menurut Hasibuan(2003:105) produktivitas kerja
adalah perbandingan antara input atau output harus
mempunyai nilai tambah dan teknik pengerjaanya yang
lebih baik.
Menurut Kusriyanto(2000:2)
produktivitas kerja adalah perbandingan antara hasil
yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja per-
satuan waktu.
Signungan mengemukakan bahwa produktivitas adalah
kemampuan seperangkat sumber-sumber ekonomi
untuk menghasilkan sesuatu sebagai perbandingan
antara pengorbanan(input) dengan menghasilakan
(output).


Dari beberapa pendapat diatas sebenarya
produktivitas memiliki dua dimensi,
pertama efektivitas yang mengarah pada
pencapaian untuk kerja yang maksimal yaitu
pencapaian target yang berkaitan dengan
kulitas,kuantitas dan waktu.
kedua yaitu efisiensi yang berkaitan dengan
upaya membandingkan input dengan realitas
penggunaanya atau bagaimana pekerjaan
tersebut dilaksanakan.
Beberepa permasalahan yang menyebabkan
penurunan produktivitas perusahaan :

1. Tidak ada evaluasi produktivitas.
2. Keterlambatan pengambilan keputusan oleh
manajemen.
3. Motivasi rendah dalam pekerjaan.
4. Perusahaan tidak mampu berkopetisi dan
beradaptasi pada kemajuan teknologi dan
informasi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas
kerja :
1. Knowledge : pengetahuan dan ketrampilan
sesunguhnya yang mendasari pencapain
produktivitas.dengan pengetahuan yang luas
dan pendidikan tinggi diharapkan pegawai
mampu bekerja dengan baik ldan produktif.
2. Skill : ketrampilan adalah kemampuan dan
penguasaan teknis operasional mengenai
bidang tertentu yang bersifat kekaryaan. Misal
ketrampilan komputer,perbengkelan,dll.
3. Attitude : berhubungan dengan kebiasan dan
perilaku.sehingga jika karyawan mempunyai
kebiasaan yang baik maka perilaku kerjanya
juga baik.misal : tepat waktu,disiplin,mentaati
aturan yang berlaku ,simple,punya
tanggungjawab.
Menurut hanafi,terdapat beberapa cara untuk
meningkatkan produktifitas yaitu :
1. Meningkatkan operasional :dengan cara
meningkatkan riset dan
pengembangan,sehingga organisasi dapat
menghasilkan ide produk baru maupun
operasi yang lebih baik.
2. Meningkatkan keterlibatan karyawan,dapat
meningkatkan komitmen dan semangat
kerja.
Ciri ciri pegawai yang produktif :
1. Lebih dari memenuhi kualifikasi pekerjaan.
2. Bermotifasi tinggi.
3. Mempunyai orientasi pekerjaan positif.
4. Dewasa
5. Dapat bergaul dengann efektif.
ada dua macam alat pengukuran produktifitas
:
1. Physical produktivity,yaitu produktifitas
secara kuantitatif seperti
ukuran,panjang,berat,banyaknya unit,waktu
dan biaya tenaga kerja.
2. Value produktivity,yaitu ukuran produktifitas
dengan menggunakan nilai uang yang
dinyatakan dalam rupiah,yen,dollar dan
seterusnya.
Pengukuran produktifitas kerja
Pengukuran produktivitas tenag kerja menurut
sistem pemuasan fisik perorangan atau per-jam kerja
orang diterima secara luas,namun dari sudut pandang
harian,pengukuran-pengukuran tersebut pada umumnya
tidak memuaskan,dikarenakan adanya variasi dalam
jumlah yang diperlukan untuk memperoduksi satu unit
produk yang berbeda.oleh karena itu digunakan
pengukur waktu tenag kerja(jam,hari atau tahun).
karena hasil maupun masukan dapat dinyatakan
dalam waktu,produktivitas tenga kerja dapat dinyakan
dalam suatu indeks yang sangat sederhana :
=hasil dalam jam-jam standar : masukan dalam jam-
jam waktu.
Metode metode pokok pengukuran
produktivitas
Secara umum pengukuran produktivitas
berarti perbandingan yang dapat dibedakan
dalam tiga jenis yang sangat berbeda :
1. Perbandingan-perbandingan antara
pelaksanaan sekarang dengan pelaksanaan
secara historis yang tidak menunjukan apakah
pelaksanaan sekarang ini memuaskan,namun
hanya mengetengahkan apakah meningkat
atau berkurang serta tingkatanya.
2. Perbandingan pelaksanaan antara satu unit
dengan yang lainya.pengukuran seperti itu
menunjukan pencapaian yang relatif.
3. Perbandingan pelaksanaan sekarang dengan
targetnya,dan inilah yang terbaik sebagi
memusatkan perhatian pada sasaran tujuan.
Untuk menyusun perbandingan perlu
dipertimbangkan tingkat daftar susunan
dan perbandingan pengukuran
produktivitas.ada 2 jenis tingkat
perbandingan yang berbeda yaitu:
1. Produktivitas Total :
= HASIL TOTAL KELUARAN (OUTPUT)
HASIL MASUKAN TOTAL(INPUT)
2. Produktivitas persial:
= HASIL TOTAL KELUARAN PER UNIT JENIS
OUTPUT
HASIL INPUT MASUKAN PER UNIT JENIS
INPUT
PEMBAHASAN KASUS
1. Profil Badan Usaha
Nama Usaha : Nibras Collection
Nama P emilik : Sigit
Alamat Pemilik : Sidomulyo,Banyuanyar,Surakarta
No.Telp : 085867955975
2. Jenis Usaha
usaha yang didirikan bergerak dalam bidang jasa yaitu
melakukan proses penjahitan kain mernjadi kaos atau jaket
kemudian disablon dengan kualitas baik yang cukup
diminati konsumen didalam kota maupun luar kota,bahkan
keluar jawa.
3. Bentuk Badan Usaha
usaha yang didirikan berbentuk Badan Usaha
Perorangan,yang dikelola serta dijalankan oleh pemilik
usaha sendiri dan istri serta sibantu 2 orang karyawan.

4. Aspek Pemasaran
A. Sasaran pemasaran
Target pemasaran dalam usaha ini adalah :
1. Masyarakat
2. Mahasiswa
3. Sekolah-sekolah
B. Strategi pemasaran
Pemilik akan memasarkan produk yang dijual dengan
cara memberikan pelayanan yang baik dan
memuaskan,memperkenalkan desain dengan kreatif dan
inovatifv serta memberikan kualitas terbaik kepada
konsumen dengan cara memberikan informasi yang jujur
dan bertanggungjawab.selain itu menerima pesanan desain
khusus demi mengutamakan kkepuasan konsumen atau
pelanggan agar tetap setia datang.
C. Persaingan
Dalam usaha ini pemilik usaha menemukan pesaing
walaupun ada owner lain yang mengeluti jenis usaha
yang sama dan lokasinya tidak jauh dari rumah,namun
mereka saling kerja sama.jika nibras collection banyak
pesanan maka orderan dibagi dengan usaha lain
tersebut,sebaliknya jika nibras collection sepi pengunjun
maka dia mendapat orderan dari usaha lain sejenis.
D. Perkiraan bagian pasar
Perkiraan pembeli disekutar tempat tinggal maupun
luar kota.jika per hari mampu memproduksi 200 sampai
300 kaos maka tiap usaha akan melayani 1200 sampai
2000 kaos per minggu.dengan perkiraan tersebut,pemilik
usaha yakin masih ada peluang untuk mendapatkan
keuntungan.

Tempat usaha yang terletak dirumah penulis
sendiri sidomulyo,banyuanyar,surakarta,jawa
tengah,karena lokasi tersebut cukup
strategis.selain itu lokasinya mudah dijangkau
oleh kendaraan roda dua maupun roda
empat,serta tersedianya bahan baku dengan
kualitas yang sudah terjamin dan desain yang
beragam.
Dalam usaha ini pelanggan sudah mempunyai
pelangganan yang menyediakan bahan
baku.pemilik menelpon ketoko kain tersebut
sehingga dapat menghemat waktu untuk keluar
rumah.
C. Sarana dan prasarana
Fasilitas dan peralatan yang tersedia :
1. Ruang tempat usaha
2. Ruang tamu bersih dan nyaman
3. Telepon
4. Tempat parkir yang luas.
5. Alat usaha : mesin juki meliputi Mesi Jahit,Mesin
Obras,mesin Overdeck,Alat Sablon.
6. Bahan : kain kaos(katun,PE(single,dobel)0.kain jaket
(parasit,dreel),Tinta untuk cat
sablon(EW,ET,Matsuwi,White,GL).
D. Tenaga K erja
Karena usaha yang pemilik dirikan tergolong
usaha kecil,maka dalam usahanya dikelola oleh
keluarga dan dibantu 2 orang tenaga kerja.oleh
karena itu,dalam sistem manajemen diatur
berdasarkan musyawarah secra kekeluargaan.

E. Lama usaha
Jika proses sablon dengan 2 warna maka
hanya menghasilkan 100
kaos/hari,sedangkan jika hanya 1 warna
dapat menghasilkan 200 kaos/hari.proses
pengeringan sesudah cetak hanya 5 menit
saja. Untuk produksi kaos,perhari mampu
menjahit 200 sampai 300 kaos.
F. Harga kaos
Harga perkaos mulai Rp.25.000 hingga
85.000 sesuai desain dan banyak volume
penjualan.

Adapu kekurangan dari usaha yang didirikan
adalah :
1. Memerlukan tenga kerja yang memiliki keahlian
dan keuletan yang lebih dalam menjahit dah
sablon.
2. Keterlambatan pengiriman bahan baku karena
kosonganya kain.
3. Mesin kadang tidak bisa digunakan.
4. Tenga kerja yang mendadak ijin menyebabkan
produksi berkurang.
5. Tenaga kerja mengambil pekerjaan menjahit
dari tempat lain.