Anda di halaman 1dari 1

I.

TUJUAN
1. Mampu memahami azas dasar percobaan aktivitas antiinflamasi dan
memperoleh petunjuk-petunjuk yang praktis.
2. Dapat menunjukkan beberapa kemungkinan dan batasan yang merupakan
sifat teknik percobaan.
II. prosedur
Sebelum mulai percobaan, masing-masing tikus dikelompokkan
dan ditimbang bobot badannya, kemudian diberi tanda pengenal.
Berikan tanda batas pada kaki belakang kiri untuk setiap tikus
dengan spidol, agar pemasukan kaki ke dalam air raksa setiap
kali selalu sama.
Pada tahap pendahuluan volume kaki tikus diukur dan dinyatakan
sebagai volume dasar. Pada setiap kali pengukuran volume,
tinggi cairan raksa pada alat diperiksa dan dicatat sebelum dan
sesudah pengukuran, usahakan jangan sampai ada air raksa
yang tertumpah.
Tikus diberi obat atau larutan kontrol secara i.p atau oral. Satu
jam kemudian telapak kaki kiri diukur volume pembengkakan
dengan alat Plethysmometer dengan mencatat kenaikan air raksa
pada alat tersebut (Vo). Selanjutnya, 0,05 ml larutan karagenan
diberikan pada telapak kaki kiri tikus secara subkutan.
Volume kaki yang diberi karagenan diukur setiap 1 jam sampai
menit ke 75. Catat perbedaan volume kaki untuk setiap jam
pengukuran (Vt).
Hasil pengamatan dicantumkan dalam table untuk setiap
kelompok. Tabel harus berisi persentase kenaikan volume setiap
jam untuk masing-masingtikus. Perhitungan persentase kenaikan
volume kaki dilakukan dengan membandingkannya terhadap
volume dasar sebelum menyuntikkan karagenan.
Selanjutnya untuk setiap kelompok dihitung persentase rata-rata
dan bandingkan persentase yang diperoleh kelompok yang diberi
obat terhadap kelompok kontrol pada jam yang sama.
Gambarkan grafik persentase inhibisi radang terhadap waktu.