Anda di halaman 1dari 13

1

KARYA TULIS
PERBANDINGAN PELAKSANAAN SISTEM PEMERINTAHAN DI
INDONESIA DENGAN NEGARA LAIN
Disusun guna memenuhi Tugas Mata Pelajaran PKn














Di susun Oleh :
Dian Melisa (15)


SMA NEGERI 1 JAKENAN
TAHUN AJARAN 2010 / 2011

2

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap negara dalam menjalankan pemerintahannya, memiliki sistem yang berbeda-beda
meskipun dengan nama yang sama seperti sistem presidensial atau sistem parlementer. Baik
sistem presidensial maupun sistem perlementer, sesungguhnya berakar dari nilai-nilai yang
sama, yaitu demokrasi .
Demokrasi sebagai sistem pemerintahan yang mengandung nilai-nilai tertentu yang
berbeda dengan sistem pemerintahan lain seperti monarki, tirani, aristokrasi dan lain-lain.
Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan yang mengakui hak segenap anggota
masyarakat untuk mempengaruhi keputusan politik, baik secara langsung maupun secara
tidak langsung.
Ada banyak sistem pemerintahan yang di anut oleh sistem -negara di dunia antara lain
yaitu presidensial, parlementer dan referendum. Sitem pemerintahan negara-negara di dunia
berbeda-beda sesuai dengan kondisi sosial-budaya dan politik yang berkembang di negara
yang bersangkutan.
Artikel ini membahas tentang sistem pemerintahan yang ada di dunia baik di tinjau dari
bentuk pemerintahannya serta kelebihan dan kekurangannya dan membandingkan sistem
pemerintahan di negara lain dengan sisten pemerintahan yang ada di negara kita.
1.2 Rumusan Masalah
Dari Latar belakang tersebut, maka perlu kiranya penulis untuk menjelaskan secara
rinci mengenai pengertian sistem pemerintahan yang ada di Negara Indonesia dan
memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai Perbandingan Pelaksanaan Sistem
Pemerintahan di Indonesia dengan Negara Lain serta Pengaruh Suatu Sistem Pemerintahan
yang Dianut Suatu Negara terhadap Negara Lain.
1.3 Tujuan

Pembahasan karya tulis ini bertujuan untuk mendeskripsikan:
1. Pengertian system pemerintahan.
2. mengenai Perbandingan Pelaksanaan Sistem Pemerintahan di Indonesia dengan
Negara Lain.
3. Pengaruh Suatu Sistem Pemerintahan yang Dianut Suatu Negara terhadap Negara
Lain.





3

BAB II
PEMBAHASAN
Perbandingan Pelaksanaan Sistem Pemerintahan di Indonesia dengan
Negara Lain
2.1 Pengertian sistem pemerintahan
Istilah sistem pemerintahan merupakan gabungan dari dua kata yaitu sistem dan
pemerintahan. Sistem adalah suatu keseluruhan yang terdiri dari beberapa bagian yang
mempunyai hubungan fungsional, baik antara bagian-bagian maupun hubungan fungsional
terhadap keseluruhannya, sehingga hubungan itu menimbulkan ketergantungan antara
bagian-bagian yang akibatnya jika salah satu bagian tidak bekerja dengan baik, maka akan
mempengaruhi keseluruhan itu.
Sedangkan pemerintahan adalah suatu lembaga yang mengatur sendi-sendi kehidupan
masyarakat di suatu negara baik dari segi ekonomi,budaya,sosial dan politik untuk mencapai
kesejahteraan hidup.
Jadi sistem pemerintahan adalah suatu cara untuk mengatur bagian-bagian fungsional yang
saling ketergantungan di suatu negara untuk mencapai kesejahteraan dari berbagai aspek
kehidupan.
2.2 Perbandingan Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Negara Indonesia dengan Negara
Lain
Sistem pemerintahan negara republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945
adalah sistem presidensial kabinet. Dengan sistem pemerintahan tersebut, baik para
penyelenggara negara maupun rakyat dan bangsa Indonesia telah merasa sesuai. Sejalan
dengan perkembangan dan dinamika politik masyarakat, penyelenggaraan negara dengan
sistem presidensial kabinet telah mengalami perubahan dan penyempurnaan hingga sekarang
ini.
Berikut ini akan dilihat bagaimana pelaksanaan sistem pemerintahan di negara Indonesia dan
perbandingannya dengan negara-negara lain baik yang menerapkan sistem pemerintahan
presidensial maupun parlementer.







4

Perbandingan Sistem Pemerintahan
Negara Indonesia Negara-negara lain
Setelah Amandemen UUD 1945 1. Prancis
< Bentuk pemerintahan adalah
republik, dengan sistem peme-
rintahan adalah presidensial.
< Kekuasaan eksekutif ada pada
Presiden, baik sebagai kepala negara
maupun kepala pemerin-tahan.
< Presiden dan wakilnya dipilih
secara langsung oleh rakyat dalam
satu paket untuk masa jabatan 2004
2009.
< Kabinet atau menteri diangkat dan
diberhentikan oleh presi-den, serta
bertanggung jawab kepada presiden.
< Parlemen terdiri atas 2 bagian
(bikameral), yaitu Dewan
Perwakilan Rakyat (DPR) dan
Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
< Kekuasaan legislatif ada pada
DPR yang memiliki tugas membuat
UU dan mengawasi jalannya
pemerintahan.
< Kekuasaan yudikatif dijalankan
oleh Mahkamah Agung dan badan
peradilan di bawahnya, yaitu
pengadilan tinggi dan pengadilan
negeri serta sebuah Mahkamah
Konstitusi dan Komisi Yudisial.
Kedudukan eksekutif (Presiden) kuat, karena
dipilih langsung oleh rakyat.
Kepala negara dipegang Presiden dengan
masa jabatan selama tujuh tahun.
Presiden diberikan wewenang untuk bertindak
pada masa darurat dalam menyelesaikan
krisis.
Jika terjadi pertentangan antara kabinet
dengan legislatif, presiden boleh
membubarkan legislatif.
Jika suatu undang-undang yang telah disetujui
legislatif namun tidak disetujui Presiden,
maka dapat diajukan langsung kepada rakayat
melalui referandum atau diminta
pertimbangan dari Majelais Konstitusional.
o Penerimaan mosi dan interpelasi
dipersukar, misalnya sebelum sebuah
mosi boleh diajukan dalam sidang
badan legislatif, harus didukung oleh
10% dari jumlah anggota badan itu.
Catatan : bahwa sistem pemerintahan yang
dikembangkan oleh Perancis ini sebenarnya bukan
parlementer murni. Tetapi, pemisahan jabatan kepala
negara dan kepala pemerintahan memang
menunjukkan ciri parlemenrterisme.
2. Inggris
Kepala negara dipegang oleh Raja/Ratu yang
bersifat simbolis dan tidak dapat diganggu
gugat.
Peraturan perundangan dalam
penyelenggaraan negara lebih banyak bersifat
konvensi (peraturan tidak tertulis).
Kekuasaan pemerintahan berada di tangan
Perdana Menteri yang memimpin menteri
atau sering disebut Cabinet Government
(pemerintahan kabinet). Perdana Menteri
mempunyai kekua-saan cukup besar, antara
5

lain : a) memimpin kabinet yang anggotanya
telah dipilihnya sendiri, b) membimbing
Majelis Rendah, c) menjadi penghubung
dengan raja, dan d) memimpin partai
mayoritas.
Kabinet yang tidak memperoleh kepercayaan
dari badan legislatif harus segera meletakkan
jabatan.
Perdana Menteri sewaktu-waktu dapat
mengada-kan pemilihan umum sebelum masa
jabatan Parlemen yang lamanya lima tahun
berakhir.
o Hanya ada dua partai besar (Partai
Konservatif dan Partai Buruh)
sehingga yang menang pemilu (posisi)
memperoleh dukungan mayoritas,
sedangkan yang kalah menjadi
oposisi.
3. India
Badan eksekutif terdiri dari seorang presiden
sebagai kepala negara dan menteri-menteri
yang dipimpin oleh seorang perdana menteri.
Presiden dipilih untuk masa jabatan lima
tahun oleh anggota-anggota badan legislatif
baik di pusat maupun di negara-negara
bagian.
o Dalam penyelenggaraan
pemerintahan, sangat mirip dengan
Inggris dengan model Cabinet
Government.
o Pemerintah dapat menyatakan
keadaan darurat dan pembatasan-
pembatasan kegiatan bagi para pelaku
politik dan kegiatan media masa agar
tidak mengganggu usaha
pembangunannya.
4. Amerika Serikat
Badan eksekutif, terdiri dari presiden beserta
menteri-menteri yang merupakan
pembantunya.
Presiden dinamakan Chief Executif dengan
masa jabatan selama 4 (empat) tahun dan
dapat diperpanjang menjadi 8 (delapan)
tahun.
Presiden sama sekali terpisah dari badan
legislatif dan tidak mempengaruhi organisasi
dan penye-lenggaraan pekerjaan Konggres.
6

Presiden tidak dapat membubarkan Konggres
dan sebaliknya Konggres juga tidak dapat
membubar-kan Presiden.
o Mayoritas undang-undang disiapkan
pemerintah dan diajukan dalam
Konggres dengan perantaraan anggota
separtai dalam Konggres.
o Presiden memiliki wewenang untuk
mem-veto suatu rancangan undang-
undang yang telah diteri-ma baik oleh
Konggres. Tapi jika rancangan
tersebut diterima dengan mayoritas
2/3 dalam setiap majelis, maka veto
presiden dianggap batal.
o Dalam rangka checks and balance,
maka presiden di samping boleh
memilih menterinya sendiri, tetapi
untuk jabatan Hakim Agung dan
Duta Besar harus disetujui oleh
Senat. Demikian pula untuk setiap
perjanjian internasional yang sudah
ditan-dangani presiden, harus pula
disetujui oleh Senat.
5. Pakistan
Badan eksekutif terdiri dari presiden yang
beragama Islam beserta menteri-menterinya.
Perdana menteri adalah pembantunya yang
tidak boleh merangkap anggota legislatif.
Presiden mempunyai wewenang mem-veto
rancangan undang-uindang yang telah
diterima oleh badan legislatif. Namun veto
dapat dibatalkan, jika rancangan undang-
undang tersebut diterima oleh mayoritas 2/3
suara.
Presiden juga berwenang membubarkan
badan legislatif, namun demikian presiden
juga harus mengundurkan diri dalam waktu 4
(empat) bulan dan mengadakan pemilihan
umum baru.



Dalam keadaan darurat, presiden berhak
mengeluarkan ordinances yang diajukan
kepada legislatif dalam masa paling lama 6
7

(enam) bulan.
Presiden dapat dipecat (impeach) oleh badan
legislatif kalau melanggar undang-undang
atau berkelakuan buruk dengan jumlah
suara badan legislatif.
Catatan : Sistem presidensial di Pakistan hanya
berlangsung berdasarkan UUD 1962 1969, dan
sekarang kembali ke sistem parlementer kabinet.

2.3 Pengaruh Suatu Sistem Pemerintahan yang Dianut Suatu Negara terhadap Negara
Lain
Sistem pemerintahan suatu negara berguna bagi negara lain. Salah satu keguanaan penting
sistem pemerintahan suatu negara adalah menjadi bahan perbandingan bagi negara lain. Jadi,
negara-negara lainpun dapat mencari dan menemukan beberapa persamaan dan perbedaan
antara sistem pemerintahannya.
Tujuan selanjutnya adalah negara dapat mengembangkan suatu sistem pemerintahan yang
dianggap lebih baik dari sebelumnya setelah melakukan perbandingan tadi. Mereka bisa pula
mengadopsi sistem pemerintahan negara lain sebagai sistem pemerintahan negara yang
bersangkutan.
Sistem pemerintahan negara-negara di dunia ini berbeda-beda sesuai dengan kondisi sosial
budaya dan politik yang berkembang di negara yang bersangkutan. Sebagaimana
dikemukakan sebelumnya, sistem pemerintahan presidensial dan parlementer merupakan dua
model sistem pemerintahan yang dijadikan acuan oleh banyak negara. Amerika Serikat dan
Inggris-lah yang masing-masing dianggap pelopornya. Contoh negara yang menggunakan
sistem pemerintahan presidensial antara lain ; Amerika Serikat, Filipina, Brazil, Mesir,
Indonesia dan Argentina. Sedangkan yang menganut sistem pemerintahan parlementer, antara
lain ; Inggris, India, Jepang, Malaysia dan Australia.
Meskipun sama-sama menggunakan sistem presidensial atau parlementer, terdapat variasi
yang disesuaikan dengan perkembangan ketatanegaraan negara. Misalnya, Indonesia yang
menganut sistem presidensial tidak akan benar-benar sama dengan pemerintahan Amerika
Serikat. Bahkan negara-negara tertentu memakai sistem campuran antara presidensial dan
parlementer (mixed parliamentary presidential system). Contohnya, negara Perancis sekarang
ini. Negara ini memiliki presiden sebagai kepala negara yang memiliki kekuasaan besar, tapi
juga terdapat perdana menteri yang diangkat oleh presiden untuk menjalankan pemerintahan
sehari-hari.




8

Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi sistem pemerintahan suatu negara dapat
diuraikan sebagai berikut :
Faktor Sejarah
Dari perjalanan sejarah dunia kita dapat mencermati bahwa terdapat beberapa sebab
kemunculan suatu negara baru. Seperti terjadinya revolusi, intervensi, dan penaklukan, dapat
menjadi sebab-sebab timbulnya suatu negara baru. Berikut ini contoh proses terbentuknya
suatu negara :
1. Cessie (Penyerahan) atau Mandat, bahwa terjadinya negara ketika suatu wilayah
diserahkan kepada salah satu negara yang kalah pada Perang Dunia I berdasarkan
suatu perjanjian tertentu. Contoh: Negara Kamerun bekas jajahan Jerman menjadi
mandat Perancis.
2. Anexatie/Kolonial (Pencaplokan/Penguasaan), bahwa terjadinya suatu negara ketika
berada di suatu wilayah yang dikuasai oleh bangsa lain tanpa reaksi berarti. Contoh:
sejak abad ke 15 Inggris telah melakukan penguasaan wilayah atas Afrika Selatan,
Australia, India, Selandia Baru, Kanada dan sebagainya.
3. Separatise (Pemisahan), bahwa terjadinya suatu negara ketika ada suatu wilayah
negara yang memisahkan diri dari negara yang semula menguasainya, kemudian
menyatakan kemerdekaannya. Contoh: pada tahun 1948, Pakistan memisahkan diri
dari India dan menyatakan kemerdekaannya.
Dari beberapa contoh terbentuknya negara baik melalui cessie, anexatie maupun separatise,
sudah barang tentu sedikit banyak akan berpengaruh terhadap sistem pemerintahannya.
Beberapa contoh negara yang pernah melalui masa-masa pembentukan tersebut di atas, antara
lain :
No Negara Induk Negara Dalam Hubungan Sejarah
Sistem
Pemerintahan
1. Perancis Kamerun, Chad, Kaledonia Baru,
Kamboja, Republik Afrika Tengah,
Aljazair, Burundi dan lain-lain.
Parlementer
2. Inggris Kanada, Afrika Selatan, Selandia Baru,
Australia, India, dan lain-lain.
Parlementer
3. Rusia/ Uni Soviet Kuba, Korea Utara, Vietnam, RRC,
Ukraina, Bulgaria dan lain-lain.
Presidensial
4. Amerika Serikat Filipina, Irak, Afghanistan, dan lain-lain. Presidensial
5. Spanyol Argentina, Bolivia, Chili, Ecuador,
Guetamala, dan lain-lain.
Presidensial








9

Faktor Ideologi
Dalam pandangan alam pemikiran Hegel, bahwa ideologi bukanlah sesuatu yang berdiri
sendiri lepas dari kenyataan hidup masyarakat. Ideologi adalah produk kebudayaan suatu
masyarakat dan karena itu dalam arti tertentu merupakan manifestasi kenyataan sosial juga.
Sebagai produk kebudayaan, ideologi merupakan satu pilihan yang jelas dalam membawa
komitmen untuk mewujudkannya. Salah satu fungsi ideologi adalah sebagai kekuatan yang
mampu menyemangati dan mendorong seseorang untuk menjalankan kegiatan dan mencapai
tujuan.
Berdasarkan pandangan para ahli, bahwa pengaruh sistem pemerintahan satu negara dengan
negara-negara lain sangat dimungkinkan dalam hubungan ideologis baik secara sukarela
diterima maupun dengan keterpaksaan). Dalam sejarah perkembangan ideologi suatu negara
dan pengaruhnya terhadap sistem pemerintahan di negara lain, adalah sebagai berikut :
a. Fasisme
Berasal dai kata fascio yang berarti kelompok . Kelompok ini menamakan dirinya Fascio de
Combattimento artinya Barisan-barisan Tempur. Tujuan negara dalam sistem pemerintahan
fasis adalah Imperium Dunia, yaitu mempersatukan seluruh bangsa di dunia menjadi satu
tenaga atau kekuatan bersama. Contoh negara fasis adalah Italia semasa Benito Mussolini,
Jerman semasa Adolf Hitler, dan Jepang semasa Tenno Heika (PD II).
b. Individualisme/ Liberalisme
Dalam arti luas, individualisme atau liberalisme dapat dikatakan sebagai usaha perjuangan
menuju kebebasan. Tujuan negara dalam sistem pemerintahan ini yaitu menjaga keamanan
dan ketertiban individu serta menjamin kebebasan seluas-luasnya dalam memperjuangkan
hidupnya atau sebagai Penjaga Malam (Nachtwakerstaat ). Dalam bidang politik,
liberalisme melahirkan demokrasi dengan sistem parlementer atau atau presidensial. Contoh
negara yang menjalankannya adalah Amerika Serikat dan di sebagian besar negara-negara
Eropa.







Menurut Dr. Alfian bahwa ideologi merupakan pandangan atau sistem nilai yang
menyeluruh dan mendalam tentang bagaimana cara yang sebaiknya, yaitu secara
moral dianggap benar dan adil, mengatur tingkah laku bersama dalam berbagai segi
kehidupan. Ideologi pada umumnya mewujudkan pandangan khas baik dalam
hubungan kerja sama antar manusia, hubungan manusia dengan kekuasaan (politik
negara), sumber kekuasaan bagi penguasa dan tingkat kesederajatan antar manusia.
10

c. Komunisme
Aliran politik komunisme berdasarkan Historis Materialisme ialah bahwa sejarah manusia
semenjak dunia terkembang, merupakan perjuangan kelas melawan kelas. Sejarah yang
terakhir adalah perjuangan kelas antara kaum borjuis melawan kelas proletariat (kaum
melarat) yang dimenangkan oleh kaum proletariat. Diterapkan oleh negara-negara Eropa
Timur, terutama Uni Soviet.
Berdasarkan faktor ideologi yang diyakininya seperti fasisme, individualisme dan sosialisme/
komunisme, tentu saja akan berpengaruh dalam penerapan sistem pemerintahnnya. Pasca
perang dunia kedua, fasisme hancur dan muncul perseteruan ideologi besar untuk saling
memperebutkan pengaruhnya. Ideologi liberal di bawah pimpinan Amerika (sekutu) dengan
anggotanya mayoritas Eropa Barat dan bekas koloninya. Sedangkan idelologi komunis di
bawah pimpinan Uni Soviet (Rusia) dengan anggotanya mayoritas Eropa Timur dan beberapa
negara di Asia.
Di negara-negara yang berideologi liberal, pada umumnya menerapkan sistem pemerintahan
demokrasi konstitusional dengan presidensial kabinet maupun parlementer dan lebih dari satu
partai politik. Untuk negara-negara yang berideologi komunis, pada umumnya menerapkan
sistem pemerintahan demokrasi rakyat (diktator proletariat)dengan sistem presidensial yang
hanya terdiri satu partai politik (partai tunggal komunis).
Beberapa contoh negara yang berdasarkan ideologi dapat menerima dengan sukarela atau
terpaksa adalah sebagai berikut :
No Negara Induk Dalam Hubungan Ideologi Sistem Pemerintahan
1. Amerika Serikat
(Liberal)
Inggris, Perancis, Italia, Kanada,
Australia, Jerman, Korea Selatan,
dan lain-lain.
Presidensial atau
Parlementer dengan lebih
satu parti
2. Uni Soviet
(Komunis)
Albania, Rumania, Cekoslovakia,
Bulgaria, Ukraina, Rusia, RRC,
Kuba, Korea Utara, Vietnam, dan
lain-lain.
Presidential hanya
dengan satu partai
tunggal komunis

2.4 Sikap Warga Negara terhadap Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Republik
Indonesia
Warga negara pada hakikatnya merupakan bagian dari sistem ketatanegaraan . Efektivitas
penyelenggaraan negara sangat ditentukan oleh partisipasi warga negaranya. Demikian pula
halnya dengan sistem ketatanegaraan yang sedang berlangsung saat ini, dibutuhkan
partisipasi, peran serta aktif dari warga negara dalam hal membantu efektivitas dan efisiensi
penyelenggaraan negara, khususnya dalam mendukung setiap kebijakanan pemerintah yang
akan berdamnpak pada kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.


11

Sistem pemerintahan yang berjalan saat ini adalah sistem pemerintahan presidensial dengan
berdasarkan UUD 45 hasil amandemen keempat. Sistem pemerintahan baru ini mulai
berlaku pada tahun 2004. Pelaksanaan pemerintahan dimulai dengan penyelenggaraan
pemilu.
Untuk pertama kalinya pemilu tahun 2004 akan memilih 3 kelompok, yaitu:
1. Memilih presiden dan wakil presiden dalam satu paket
2. Memilih anggota DPR dan DPRD
3. Memilih anggota DPD.
Setelah terbentuk badan eksekutif dan legislatif, badan-badan tersebut akan melaksanakan
tugas, kewenangan dan fungsinya masing-masing sesuai dengan UUD 1945. Presiden sebagai
kepala pemerintahan membentuk kabinet yang menjalankan pemerintahan sehari-hari. Masa
jabatan lembaga-lembaga negara tadi adalah 5 tahun dan sesudah itu dimulai kembali
pemerintahan yang baru.
Sistem pemerintahan baru menurut UUD 45 hasil amandemen ini pada dasarnya untuk
menghilangkan kelemahan-kelemahan dari sistem pemerintahan yang lama. Sistem baru ini
tetap menggunakan sistem presidensial, tapi telah diadakan perubahan dan pembaharuan agar
kesalahan dalam pelaksanaan sistem pemerintahan di masa lalu tak terulang lagi.
Untuk mewujudkan sistem pemerintahan demokratis perlu mendasarkan pada UUD yang
demokratis pula. Dengan demikian, amandemen terhadap UUD 45 yang telah dilakukan
bangsa Indonesia merupakan langkah yang sangat penting bagi keseluruhan penyelenggaraan
pemerintahan di Indonesia. Jadi, masyarakat patut berbangga dan mendukung sistem
pemerintahan ini karena sistem pemerintahan Indonesia dimaksudkan untuk mewujudkan
sistem pemerintahan demokratis.
Dengan demikian hal-hal yang harus dilakukan warga negara sebagai sikap peduli terhadap
penyelenggaraan negara adalah :
1. Mendukung setiap kebijakan pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat
2. Berpartisipasi aktif pada proses demokratisasi yang dijalankan pemerintah
3. Memberikan kritik, saran dan masukan yang bersifat konstruktif terhadap kebijakan
pemerintah yang kurang berorientasi pada rakyat banyak
4. Melakukan kontrol sosial pada setiap kebijakan dan program pemerintah yang
berorientasi pada pembangunan nasional
5. Berupaya sekuat tenaga untuk menjadi warga negara yang baik, dengan jalan upaya
memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas diri dan profesionalisme sehingga
mampu menjadi agent of changes.





12

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Sistem pemerintahan pada umumnya berlaku, yaitu sistem pemerintahan parlementer dan
sistem pemerintahan presidensial. Ciri utama parlementer adalah kekuasaan legislatif lebih
kuat daripada kekuasaan eksekutif dan kedudukan kepala negara ( raja, ratu dan presiden )
hanya sebagai simbol yang tidak bisa diganggu gugat.
Pada system presidensial, ciri yang paling menonjol antara lain dikepalai oleh seorang
presiden dan presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR. Oleh sebab itu, antara presiden
dan DPR tidak bisa saling menjatuhkan.
Sistem pemerintahan RI sebelum diadakan amandemen UUD 1945, secara eksplisit
tercantum di dalam penjelasan UUD 1945 periode 1999-2002 telah banyak membawa
perubahan mendasar terhadap ketatanegaraan, sistem politik, hukum, hak asasi, pertahanan
keamanan, dan sebagainya
Jika dibandingkan dengan sistem pemerintahan negara lain, sistem pemerintahan presidensial
di Indonesia adalah pemerintahan yang cenderung stabil, programnya lancar, dan tidak terjadi
krisis kabinet. Adapun kelemahannya jika menteri-menterinya tidak bersih, jujur, dan
profesional,.maka akan terjadi salah uruh dan tumbuh suburnya praktik KKN.
3.2 Saran
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan karya tulis ini masih banyak terdapat kesalahan
dan kekurangan maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak demi
perbaikan Karya tulis ini dimasa yang akan datang.










13

DAFTAR PUSTAKA
Budiyanto,Drs.,MM., Pendidikan Kewarganegaraan,Jakarta, Penerbit Erlangga, 2007.
Idup Suhadi, Drs., M.Si. dan Desi Fernanda Drs., M.Soc.Sc., Dasar-dasar Kepemerintahan
yang baik, Jakarta, Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2001.
Salamoen Soeharyo, Drs., MPA., dan Nasri Effendi, Drs., M.Sc., Sistem Administrasi
Republik Indonesia, Jakarta, Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2001.
Deden Faturohman dan Wawan Subari, Pengantar Ilmu Politik, Malang, Penerbit
Universitas Muhammadiyah Malang, 2002.
http://arjunabelajar.wordpress.com/2011/04/30/sistem-pemerintahan-di-berbagai-
negara-dan-perbandingannya-dengan-indonesia/

Beri Nilai