Anda di halaman 1dari 68

SEMINAR ILMIAH DOKTER MUDA

ZOONOSIS
Oleh:
1. I Wayan Dede Fridayantara (1002005024)
2. Made Arya Wiryanatha (0902005007)
Definisi: penyakit yang dapat ditularkan dari
hewan ke manusia dan sebaliknya.
Parasit hewani Penyakit kulit

Jenis:
Pedikulosis
Scabies
Creeping eruption / Cutaneous Larva Migran
Insect bite
ZOONOSIS

Pedikulosis

Nama Lain : kutu, tuma, caplak

Infeksi pada kulit/rambut yang disebabkan oleh
Pediculus

Klasifikasi :
Pedikulosis Kapitis
Pedikulosis Korporis
Pedikulosis Pubis



PEDIKULOSIS
Pedikulosis Kapitis
Infeksi kulit & rambut kepala yang disebabkan oleh
Pediculus humanus var. capitis
Definisi
Sering dijumpai pada anak-anak
Perempuan > laki-laki
Usia 3 12 tahun
Hunian padat, hygine buruk, musim panas
Epidemiologi
Kontak langsung, Perantara benda
Transmisi
Pedikulosis Kapitis
Pediculus humanus var. capitis
Uk. 1.2 mm 3.2 mm (betina), jantan lebih kecil &
sedikit
Tidak bersayap
Warna: abu-abu s/d kemerahan
Telur Larva Nimfa Dewasa
Telur disepanjang rambut
Life span 30 hari
Bertahan 2 4 hari diluar kulit kepala
Etiologi
Pedikulosis Kapitis
Kutu pada kulit kepala hisap darah sekresi air liur
gatal garukan erosi, ekskoriasi infeksi sekunder
pika pelonika (Pus, Krusta) kepala berbau busuk
Patogenesis
Kelainan kulit gatal & garukan pada daerah oksiput,
temporal, seluruh kepala
Erosi & ekskoriasi infeksi sekunder (pus & krusta)
Infeksi sekunder berat plika pelonika & KGB membesar
Telor dan kutu pada rambut
Manifestasi klinis
Pedikulosis Kapitis
Tinea kapitis
Dermatitis seboroika
Diagnosis banding
Malathion 0.5 % - 1% topikal
Gamabenzen Heksaklorida (Gamexane) 1%
Emulsi benzil benzoat 25 %
Infeksi sekunder cukur rambut + antibiotik (topikal &
sistemik

Terapi
Pedikulosis Korporis
Infeksi pada kulit yang disebabkan oleh Pediculus
humanus var. corporis
Definisi
Orang dewasa ~ hyginitas buruk,
gelandangan/pengembara (vagabond disease)
Epidemiologi
Melalui pakaian yang tidak dicuci
Kontak langsung (bulu dada)
Transmisi
Pedikulosis Korporis
Disebabkan oleh infeksi dari pediculus
humanus var. corporis
Betina 1.2 4.2 x 0.6 2.1 mm, jantan
lebih kecil
Warna & siklus hidup = P. humanus var.
capitis
Hidup pada pakaian tanpa hisap darah
(3 hari)
Etiologi
Pedikulosis Korporis
Gatal setempat (liur & ekskreta), makula
eritema, papul, krusta, ekskoriasi
Lesi terletak pada tungkai, neck line, aksila,
punggung dan pinggang
Likenifikasi, hiperpigmentasi (vagabond ds.)
Bisa terdapat infeksi sekunder, pembesaran
KGB regional
Manifestasi klinis
Pedikulosis Korporis
Telur dan kutu pada serat pakaian
Penunjang
Neurotic Excoriation
DDx
Krim gameksan 1 %, tipis seluruh badan
Emulsi benzyl benzoate 25%
Bubuk malathion 2 %
Rendam pakaian dengan air panas dan setrika dengan baik
Infeksi sekunder antibiotik (sistemik & topikal)
Terapi
Pedikulosis Pubis
Infeksi rambut dan kulit disekitar pubis oleh Phthirus
pubis
Definisi
Dewasa, usia dewasa muda
Anak-anak: alis & bulu mata (blepharitis), batas
rambut atas
Epidemiologi
Kontak langsung
Kontak seksual
Transmisi
Pedikulosis Pubis
Disebabkan oleh phthirus
pubis
Ukuran: lebih kecil dan lebih
pipih dari pediculus
Betina: 1-2 x 1-2 mm, jantan
lebih kecil
Kutu dapat dilihat secara
kasat mata, namun susah
untuk dilepas karena kepala
masuk ke muara folikel
Etiologi
Pedikulosis Pubis
Papul eritema yang tersebar di regio pubis
Gatal pada region pubis, meluas ke paha, pantat, abdomen
dan dada bercak abu kebiruan 0.5 cm (macula serulae)
Gejala patognomonik: black dot pakaia dalam krusta
Pembesaran KGB pada infeksi sekunder
Kutu dan telur pada rambut pubis
Manifestasi klinis
Dermatitis seboroika
Dermatomikosis
DDx
Terapi:
Sama dgn pedikulosis korporis (Gameksan
1 % oint. atau emulsi benzil benzoat 25 %
yang dioleskan dan didiamkan selama 24
jam. Diulangi 4 hari, jika belum sembuh.
Cukur rambut pubis
Rebus/setrika pakaian dalam
Periksa & obati mitra seksual (bila perlu)

Pedikulosis Pubis
Scabies
Scabies
Penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi Sarcoptes scabiei
var. hominis
Life cycle 30 hari, epidermis kulit
Definisi
Epidemi terjadi setiap 30 th sekali
Pada sosial ekonomi rendah
Hyginetas yang buruk
Epidemiologi
Kontak langsung & tidak langsung
Transmisi
Scabies
Merupakan anggota dari kelas
Arachnida, subclass Acari, ordo
Astigmata, famili Sarcoptidae
Betina berukuran 0.3-0.4 cm
dan ukuran jantan setengah
dari betina
Bentuk oval, punggung
cembung, perut rata
Translusen, putih kotor, tidak
bermata
Tungau dewasa (4 pasang kaki)
Etiologi
Scabies
Muncul pada 4-6 minggu pada
individu yang belum pernah
terinfestasi
Muncul dalam hitungan hari
pada individu yang sudah
pernah terinfestasi sebelumnya
Manifestasi klinis
Scabies
Pruritus nokturna
Menyerang manusia secara berkelompok
Terdapat terowongan
Ditemukan tungau Sarcoptes scabiei
Cardinal sign
Diagnosis dapat ditegakkan dengan menemukan 2
dari 4 tanda kardinal tersebut
Definitive diagnosis yaitu dengan menemukan
tungau S. scabiei pada lesi
Diagnosis
Pustule pada scabies









Infestasi skabies pada sela jari menyebabkan
pembentukan terowongan seperti benang
Skabies menyebabkan papul eritema dan gatal, terutama
di prepusium pada laki-laki
Ekskoriasi multipel akibat infestasi skabies
Terowongan skabies pada telapak tangan

Scabies
Scabies
Pada daerah predileksi akan ditemukan
papul atau vesikel dengan ukuran
bervariasi, pada bagian atap akan
tampak lorong-lorong sebagai rumah S.
scabiei = Lesi patognomonis
Erosi, ekskoriasi, krusta dan infeksi
sekunder muncul akibat garukan
Efloresensi
Scabies
Scrap test
Burrow ink test
Cara menemukan
tungau S. scabiei
Scabies
Dermatosis berkrusta (tangan, kaki,
kuku distrofik, dan skuama yang
generalisata)
Sangat menular
Tidak gatal
Tungau ditemukan dalam jumlah yang
banyak
Retradasi mental, kelemahan fisis,
gangguan immunologik dan psikosis
Scabies berkrusta
Scabies
Scabies
Prurigo
Dermatitis
Pedikulosis korporis
Diagnosis banding
Scabies
Terapi :
1. Sulfur presipitatum 5-10%, tidak efektif terhadap
stadium telur, dapat dipakai pada anak usia dibawah 2
tahun
2. Bensil Benzoat emultion 20-25%, efektif terhadap
semua stadium
3. Gama benzena heksaklorida (gameksan) 1%, efektif
terhadap semua stadium, kontraindikasi pada anak < 6
th dan wanita hamil, serta toksik pada SSP
4. Krotamiton 10 %
5. Permetrin 5 %, efektivitas sama dengan gameksan,
kontraindikasi pada bayi dibawah 2 bulan
6. Ada infeksi sekunder antibiotika

Scabies
Pencegahan :
Seluruh keluarga harus diobati bersamaan
Pembersihan lingkungan harus dilakukan secara
simultan
Disarankan untuk mencuci dan menyetrika
semua material yang pernah berhubungan dengan
infestasi skabies.
Bersihkan sprei dan lantai
CUTANEOUS LARVA MIGRANS
(creeping eruption, Dermatosis linearis migrans)

Radang linier/berbelok (serpigenus), invasi larva cacing
tambang

Etiologi :
Invasi larva cacing tambang (Ancylostoma bracilience,
A.caninum)
Echinococus strongyloides stercoralis
Dermatobia maxiales
Lucillia caesar
Horse bot fly, cattle fly



Cutaneus Larva Migran
Faktor Risiko:
Biasanya pada anak-anak (jalan tanpa alas kaki,
kontak dengan tanah/pasir)

Patofisiologi:
Penularan kontak langsung dengan larva yg
infektif
Gatal garukan inf. sekunder

Manifestasi Klinis
Keluhan: gatal dan panas pada
daerah lesi
Efloresensi:
Awal: papul lesi linier/kelok-
kelok (khas), 2-3 mm,
kemerahan.
Lesi papul eritematosa
jam/hari.
Lanjut: papul menjalar spt benang
berkelok-kelok, polisiklik,
serpiginosa, burrow, dgn P=
beberapa cm.
Predileksi: tungkai, plantar, tangan,
anus, bokong dan paha, (daerah yg
kontak dgn larva)


Cutaneous larva migrans
Diagnosis:
Menemukan gambaran khas berupa benang lurus /
berkelok-kelok, menimbul & terdapat papul / vesikel
diatasnya

Diagnosis Banding:
- Scabies
- dermatofitosis
Terapi
1. Anti helmintes spektrum luas
(tiabendazol/mintezol; 50 mg/kg BB/hari 2x
sehari, selama 2 hari)
2. Cryo terapi CO2 snow (Dry Ice)
3. N2 liquid
4. Semprot kloretil
5. Antihistamin, AB


GIGITAN SERANGGA &
INFESTASI
Gigitan serangga dan infestasi
Sering di kawasan yang beriklim tropis
Infestasi termasuk: cutaneous larva
migrans, myiasis, tungiasis, cutaneous
leishmaniasis, dengue fever, rickettsial
spotted fevers, African trypanosomiasis,
Buruli ulcer, gnathostomiasis
Epidemiologi : kawasan yang panas dan
lembap
Etiology : 5 dari 9 kelas antropod menjadi
faktor penyebab reaksi lokal dan sistemik
setelah mangsa digigit : Arachnida,
Chilopoda, Diplopoda, Crustacea, Insecta
Anthropoda : Arachnida ( 4 pasang kaki) cth :
mites, spiders, scorpion
Chilopoda dan Diplopoda: centipedes, milipedes
Insecta : phthirius dan pediculus
Contoh infeksi yang disebabkan oleh gigitan
anthropod :
Scrub typhus, endemic typhus, lyme borreliosis,
babesiosis, Q fever, tick-borne encephalitis,
malaria, filariasis


Riwayat: beberapa menit setelah gigitan anthropod
muncul reaksi kutaneous
Durasi lesi : beberapa hari, minggu atau bulan
Gejala pada kulit : pruritus yang intense, nyeri pada
lokasi gigitan, simptom sistemik
DD : pada lokasi gigitan (erythematous papules, blisters)
allergic contact dermatitis
: funnicular myiasis cercarial dermatitis, scabies,
fire ant bite, folliculitis
: nekrosis cutaneous adverse drug reaction
Diagnosis : berdasarkan presentasi
klinik, konfirmasi dengan biopsi lesi
Terapi : prevensi, glucocorticoid dan
antibiotik
BEBERAPA CONTOH
KASUS INSECT BITE
Deer Ticks
Black Widow
Brown
Spider
Head Lice
Flea
Wasp
Fire Ant
Chigger
Scabies
Bed Bug
Puss Caterpillar
Mosquito
KUTU (Tick)
Saat seekor kutu menempel pada kulit maka hewan ini akan mencari tempat yang
hangat dan lembap. Kutu akan menghisap darah dan menyebarkan penyakit.
Gigitan kutu dapat menimbulkan reaksi alergi

Black Widow
Laba-laba black widow menyebabkan nyeri yang menusuk atau tidak terasa apa-
apa pada daerah gigitan. Biasanya terdapat satu atau dua tanda gigitan,
kemerahan, nyeri, dan nodul pada daerah gigitan. Pada kasus yang gawat dapat
terjadi kram, nausea, vomiting, kejang, dan peningkatan tekanan darah.
Pengobatan dengan menggunakan antivenom

BROWN RECLUSE
Gigitan laba-laba brown recluse awalnya tidak menimbulkan nyeri lalu
menimbulakan kemerahan kemudian berwarna putih, terdapat blister, dan
akhirnya menjadi nyeri. Lesi yang timbul juga dapat berupa kematian jaringan
lokal.

HEAD LICE
Head lice (kutu rambut) sering ditemukan pada scalp di daerah leher dan di
belakang telinga. Gigitan kutu ini menimbulkan gatal dan apabila digaruk dapat
menimbulkan infeksi. Pada kasus yang berat dapat menimbulkan kerontokan

Flea
Flea (kutu loncat) biasanya ada pada hewan peliharaan. Beberapa orang sangat
sensitive terhadap gigitan kutu ini. Gigitannya menimbulkan bintik yang gatal
dengan sebuah puncture pada lesi.

Wasp
Beberapa jenis lebah dapat menyengat lebih dari sekali. Sengat ini dapat
menimbulkan reaksi alergi yang serius jika pasien memiliki alergi. Sengatan lebah
sangat nyeri dan kadang menimbulkan rasa gatal

Fire Ant
Gigitan semut api menyebabkan lesi kemerahan yang panas dan gatal. Pada
beberapa kasus dapat muncul lesi berisi pus yang nyeri.
Chigger
Chigger merupakan larva dari kutu dengan family Tromboculidae. Gigitannya tidak
nyeri tetapi lesinya sangat gatal. Rasa gatal muncul satu atau dua hari setelah
gigitan
Skabies
Infestasi scabies akan membuat terowongan di kulit dan menyebabkan rasa gatal
pada malam hari.
Bedbug
Gigitan kutu kasur menimbulkan lesi yang kemerahan dan gatal.
Puss Caterpilar
Merupakan tipe ulat yang paling beracun di amerika Racunnya terletak pada duri
di sekitar rambutnya. Sengatan ulat ini dapat menyebabkan nyeri yang hebat,
kemerahan, demam, muntah, dan kram otot
Mosquito
Gigitan nyamuk dapat menimbulkan lesi yang gatal dan kemerahan. Selain
mengganggu, gigitan nyamuk dapat menjadi media penyebaran beberapa
penyakit.
TERIMA KASIH