Anda di halaman 1dari 123

ANALISIS VARIABEL KOMPLEK

kg










O l e h
Dwi Purnomo








Oleh
Mahasiswa Program Studi
Pendidikan Matematika 2009



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
IKIP BUDI UTOMO MALANG
TAHUN 2012





DAFTAR ISI

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
ii


Halaman




Bab I







Bab II










Bab III




Bab IV




Bab V




Bab VI



Halaman 1
Bab I
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
iii
BILANGAN KOMPLEK

Sistem Bilangan Real (R)
Sistem bilangan seperti yang kita kenal sekarang adalah hasil dari
pengembangan secara bertahap seperti yang ditunjukkan dalam daftar berikut.
1. Bilangan asli 1, 2, 3, 4,. . , Juga disebut bilangan bulat positip, pertama kali
digunakan dalam menghitung. Simbol bervariasi dengan waktu, misalnya yang
digunakan bilangan Romawi I, II, III, IV. . ., jika a dan b adalah bilangan asli,
jumlah a + b dan perkalian a. b, (a) (b) atau ab juga disebut bilangan asli. Untuk
alasan ini himpunan bilangan asli dikatakan tertutup di bawah operasi penjumlahan
dan perkalian atau untuk memenuhi sifat penutupan terhadap operasi ini.
2. Bilangan bulat negatip dan nol, dilambangkan dengan - 1, - 2, - 3. . . dan 0
masing-masing, muncul untuk memungkinkan solusi dari persamaan seperti
x + b = a. dimana a dan b adalah setiap bilangan asli. Hal ini mengarah pada
operasi pengurangan, atau invers penjumlahan, dan kita tulis dengan x = a-b
himpunan bilangan bulat positip, negatip dan nol disebut himpunan bilangan bulat
dan tertutup di bawah operasi-operasi penjumlahan, perkalian, dan pengurangan.
3. Bilangan rasional dan pecahan seperti -

, -

. . . muncul untuk memungkinkan


persamaan solusi seperti bx = a untuk semua bilangan bulat a dan b di mana b0
ini mengarah ke operasi divisi atau invers perkalian, dan kita tulis dengan
x = a/b atau a+b [disebut hasil bagi a dan b] di mana a adalah pembilang dan b adalah
penyebut. Himpunan bilangan bulat adalah bagian atau subset dari bilangan rasional,
karena bilangan bulat sesuai dengan bilangan rasional a / b dimana b = 1. Himpunan
bilangan rasional tertutup di bawah operasi-operasi penjumlahan, pengurangan,
perkalian, dan pembagian, selama pembagian dengan nol tidak termasuk.
4. Bilangan irasional seperti =1.41423. . . dan = 3. 14159. . .adalah bilangan
yang tidak rasional, yang tidak dapat dinyatakan dengan a/b dimana a dan b
adalah bilangan bulat dan b0
Himpunan bilangan rasional dan irasional di sebut dengan himpunan bilangan
ril. diasumsikan bahwa siswa sudah mengetahui dengan berbagai operasi pada
bilangan real.
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
iv

Representasi Bilangan Real
Bilangan real dapat direpresentasikan oleh titik-titik pada garis yang disebut
sumbu real, seperti ditunjukkan pada gambar 1.1 titik yang sesuai dengan nol
disebut asal

atau 1,5





-4 -3 -2 -1 0 1 2 3

Gbr.1.1

sebaliknya untuk setiap titik pada baris ada satu dan hanya satu bilangan real. jika
titik A sesuai dengan bilangan real yang terletak di sebelah kanan titik B sesuai
dengan b bilangan real, kita katakan bahwa a lebih besar dari b atau kurang dari a
dan menulis masing-masing a > b atau b < a.



Halaman 2
Susunan dari nilai-nilai x termaksud a < x <b disebut interval
terbuka,sumbu yang asli ketika ,yang mana juga termaksud nilai akhir
a dan, disebut interval tertutup berarti symbol x,yang mana dapat berdiri untuk
semua susunan dari nilai nilai asli ,yang disebut variabel asli.
Nilai mutlak dari sebuah bilangan asli a , dinotasikan oleh ||, yang sama
untuk a jika a > 0,,untuk a adalah a < 0 dan untuk 0 jika a = 0. Jarak antara dua
titik a dan b disumbu yang asli adalah | |.


Sistem Bilangan Komplek (C)
Tidak ada bilangan asli x yang memenuhi persamaan

untuk
memberikan solusisolusi untuk ini dan persamaanpersamaan yang sama
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
v
susunan dari bilangan komplek telah di perkenalkan. Kita dapat mengangap sebuah
bilangan komplek yang mana dengan bentuk a + bi dimana a dan b adalah bilangan
asli dan i ,yang mana disebut bilangan imajiner ,mempunyai kelengkapan

z = a + bi , kemudian a disebut bilangan asli dari z dan b disebut bagian


bilangan imajiner dari z dan didenotasikan oleh Re *+ dan lm *+ berturut-turut,
symbol z,yang mana dapat berdiri untuk semua susunan bilangan-bilangan
komplek ,disebut variabel komplek.
Dua bilangan komplek a + bi dan c + di adalah sama jika dan hanya jika a = c
dan b = d. Kita dapat mengangap bilangan asli sebagai sebuah bagian dari susunan
bilangan komplek dengan b = 0. Bilangan komplek 0 + 0i dan -3 +0i kembali
ditunjukan bilangan asli 0 dan -3 berturut-turut.Jika a = 0 ,bilangan komplek 0 +
bi atau disebut bilangan imajiner asli.
Konjuget komplek ,atau konjuget singkat , dari sebuah bilangan komplek a
+ bi adalah a-bi . Konjuget komplek dari sebuah bilangan komplek z sering
diindikasikan oleh atau z .

Operasi dasar pada bilangan Komplek
Operasi yang ditunjukan dengan bilangan komplek kita dapat
memprosesnya seperti aljabar dari bilangan bilangan asli ,menganti

oleh -1
ketika ini terjadi .
1. Penjumlahan
( ) ( ) ( ) ( )
2. Pengurangan
( ) ( )
( ) ( )
3. Perkalian
( )( )

( ) ( )
4. Pembagian


Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
vi

( )



Nilai Mutlak
Nilai Mutlak atau modulus dari sebuah bilangan komplek adalah
defenisinya adalah sebagai | |


Contoh: | | ()

()


Jika

,.,

adalah bilangan komplek,mengikuti sifat-sifat berikut


1. |

| = |

||

| atau |

| |

||

| |

|
2. |

| = |

| jika


3. |

| |

| |

| atau |

| |

| |

|
|

|
4. |

| |

| |

| atau |

| |

| |

|




Halaman 3

DASAR SISTEM AXIOMETIC DALAM ANGKA-ANGKA YANG
KOMPLEKS


Dari suatu segi pandangan yang logis dapat digambarkan angka-angka
complex sebagai pasangan ( a,b) dari bilangan riil a dan b menunjuk pada yang
definisi yang beragam ternyata sama dengan definisi diatas. Semua definisi yang
digambarkan ini, dimana semua angka menggantikan angka-angka riil.
a. Persamaan (a,b) = (c,d) jika dan hanya jika a = c, b = d
b. Penjumlahan (a,b) + (c,d) = (a+ c, b+ d)
c. Produk (a, b) (c, d) = (ac-bd, ad + bc)
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
vii
m(a, b) = (ma, mb)
Dari ini kita dapat menunjukkan bahwa ( a,b) = a ( 1,0)+ b ( 0,1) dan kita
berhubungan dengan ini a + bi di mana lambang untuk ( 0,1) dan mempunyai i
2
=
(0,1) (0,1) = (-1,0) (yang dipertimbangkan setara dengan bilangan riil - 1) dan ( 1,
0) jadilah setara dengan bilangan riil 1. Pasangan yang diinginkan ( 0,0) sesuai
dengan bilangan riil 0.

Dari pernyataan di atas kita dapat membuktikan bahwa jika z
1
, z
2
, z
3
, bagian dari S
bilangan kompleks :
1. z
1
+ z
2
dan z
1
z
2
tergolong S Hukum Tertutupan
2. z
1
+ z
2
= z
2
+z
1
Hukum Komutatif Penjumlahaan
3. z
1
+ (z
2
+ z
3
)= (z
1
+z
2
)+z
3
Hukum Asociative Penjumlahaan
4. z
1
z
2
= z
2
z
1
Hukum Komutatif Perkalian
5. z
1
(z
2
z
3
) = (z
1
z
2
) z
3
Hukum Asosiatif Perkalian
6. z
1
(z
2
+ z
3
) = z
1
z
2
+ z
1
z
3
Hukum Penyebaran
7. z
1
+ 0 = 0 + z
1
= z
1
, 1.z
1
= z
1
.1 = z
1
, 0 adalah terpanggil identitas
berkenaan dengan tambahan, 1 adalah terpanggil identitas berkenaan
dengan perkalian.
8. Untuk apa pun bilangan kompleks z
1
ada z bilangan unik dalam S seperti z +
z
1
= 0; z adalah terpilih searah z
1
untuk penjumlahan yang ditunjukan oleh
z
1
.
9. Untuk apa pun z
1
0 ada jumlah anuique dalam S seperti z
1
z = zz
1
= 1;
z adalah terpilih berlawanan z
1
berkenaan dengan perkalian dan ditunjukan
oleh z
1
-1 atau 1/z
1
.
.
Penyajian Grafis Dari Bilangan Kompleks
Jika perbandingan riil dipilih pada dua bagian tegak lurus X'OX dan Y'OY
yang disebut x dan y bagian berturut-turut seperti 1-2, maka kita dapat
menempatkan titik manapun, di dalam bidang yang ditentukan oleh bentuk ini,
dengan penghembus yang ditentukan dari bilangan riil
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
viii
(x,y) segi-empat yang disebut koordinat titik. Contoh-contoh lokasi titik seperti
itu diindikasikan oleh P, Q, R, S and T dalam Fig. 1 2.

Karena suatu bilangan kompleks x + iy dapat dianggap sebagai suatu
pasangan berurut bilangan real, maka kita dapat menjumlahkan angka-angka yang
ditunjukan oleh xy yang terhubung pada bidang kompleks atau argand diagram.
Bilangan kompleks yang diwakili oleh P, sebagai contoh, kemudian dapat dibaca
sebagi ( 3, 4) atau 3+ 4i. Bagi setiap bilangan kompleks disana bersesuaian atau
berpasangan satu-satu pada titik didalam bidang, dan sebaliknya bagi masing-
masing titik didalam bidang disana bersesuaian satu-satu pada satu bilangan
kompleks. Oleh karena itu kita sering mengacu pada bilangan kompleks z sebagai
titik z. Kadang-kadang kita melihat x dan y tampak khayal dan riil yang berturut-
turut pada bidang yang kompleks ketika z dalam bidang. Jarak antar dua bilangan
z
1
= x
1
+ iy
1
dan z
2
= x
2
+ iy
2
didalam bidang yang kompleks diberi oleh | z
1
- z
2
|=
( ) ( )
2
2 1
2
2 1
y y x x +















Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
ix








Halaman 4
Kadang-kadang kita menunjuk sumbu x dan y sebagai sumbu real dan imajiner
masing-masing untuk bidang kompleks sebagai bidang z. Jarak antara dua titik
1 1 1
iy x z + = dan
2 2 2
iy x z + = pada bidang kompleks ditentukan oleh
2
2 1
2
2 1 2 1
) ( ) ( y y x x z z + =
.

3
4
2
1
X
-4 -3 -2 -1 1 2 3
4 0
1
2
3
r(2,5,0)
P(3,4)
Q(-3,3)
S(2,-
2)
R(-2.5,-
1.5)
Fig. 1-2
Y
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
x

BENTUK POLAR DARI BILANGAN KOMPLEKS
Jika P adalah titik pada bidang kompleks sama dengan bilangan kompleks
(x, y) atau x + iy, maka kita lihat dari Gambar. 1-3 bahwa
u cos r x =
,
u sin r y =

Y
P(x,y)
r
y
X 0 x X

Y
(Gambar. 1-3)

Dimana iy x y x r + = + =
2 2
disebut nilai modulus atau nilai mutlak dari
1
iy x z + = [dinotasikan dengan z atau
z
]; dan u , disebut amplitude atau
argument(penjelasan) dari iy x z + = [dinotasikan dengan arg z], adalah sudut yang
membuat garis OP dengan sumbu x positif.
Oleh karena itu,
) sin (cos
1
u u i r iy x z + = + =


Yang disebut bentuk polar dari bilangan kompleks, r dan disebut koordinat
polar(kutub). Kadang-kadang mudah untuk menulis singkatan cis untuk
u u sin cos i + .
Untuk setiap bilangan kompleks z 0 terdapat hanya satu nilai yang sesuai
dengan untuk 0 < 2. Namun, interval lain dari panjang 2, misalnya - <
, dapat digunakan. Setiap pilihan utama, diputuskan terlebih dahulu, disebut
jarak utama, dan nilai disebut nilai utamanya.
THEOREMA DE MOIVRE'S
Jika ) sin (cos
1 1 1 1 1 1
u u i r iy x z + = + = dan ) sin (cos
2 2 2 2 2 2
u u i r iy x z + = + =

kita dapat menunjukkan pada [ lihat halaman 19]
(1)
(2)
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xi
)} sin( ) {cos(
)} sin( ) {cos(
2 1 2 1
2
1
2
1
2 1 2 1 2 1 2 1
u u u u
u u u u
+ =
+ + + =
i
r
r
z
z
i r r z z

Sebuah pernyataan dari (2) menyebabkan
)} ..... sin( ) ..... {cos( ...... ......
2 1 2 1 2 1 2 1 n n n n
i r r r z z z u u u u u u + + + + + =
dan jika z z z z
n
= = = = .........
2 1

ini menjadi
) sin (cos )} sin (cos { u u u u n i n r i r z
n n n
+ = + =
Yang sering disebut Teorema De Moivre

AKAR DARI BILANGAN KOMPLEKS
Sejumlah w disebut akar n dari bilangan kompleks z jika w
n
=z, dan kita
tulis w=z
1/n
. Dari teorema De Moivre kita dapat menunjukkan bahwa jika n adalah
bilangan bulat positif,
n n
i r z
/ 1 / 1
)} sin (cos { u u + =

)
`

|
.
|

\
| +
+
|
.
|

\
| +
=
n
k
i
n
k
r
n
t u t u 2
sin
2
cos
/ 1
k = 0,1,2, ........, n-1
Dari yang berikut ini bahwa n adalah nilai yang berbeda untuk
n
z
/ 1
, yaitu n akar
yg berbeda dari z. asalkan z 0.

Halaman 5
RUMUS EULERS
Di asumsi oleh perluasan deret berhingga ....
! 3 ! 2
1
3 2
+ + + + =
x x
x e
x
hubungan dari
kalkulus elementer ketika , u i x = kita dapat mengambil hasil

71828 , 2 sin cos = + = e i e
i
u u
u
(7)

Yang mana kita sebut rumus Eulers yang sesuai ,bagaimanapun secara sederhana
kita mendefinisikan .
u i
e umumnya kita definisikan

( ) ) sin cos y i y e e e e e
x iy x iy x x
+ = = =
+
(8)

Misalnya untuk contoh dimana y = 0 turunan dari
x
e
(3)
(4)
(5)
(6)
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xii
Dengan catatan bahwa bentuk dari(7) pada dasarnya turunan dari teorema De
Moivres untuk ( )
u u in
n
i
e e =

PERSAMAAN PANGKAT BANYAK
Sering dalam hal-hal praktis kita menemukan solusi persamaan pangkat banyak
dengan bentuk umum :

0 ...
1
2
2
1
1 0
= + + + + +


n n
n n n
a z a z a z a z a
(9)

Dimana
n
a a a ...., , 0
1 0
= adalah bilangan kompleks dan n pangkat positif di sebut
persamaan berpangkat. Sebagaimana solusi juga disebut z0 dari pangkat banyak dar
sebelah kiri (9) atau persamaan akar-akar.
Teorema ini sangat penting sehingga disebut teorema mendasar dari aljabar
( dapat dibuktikan dalam bab 5 ) bahwa setiap persamaan polynomial dari bentuk
(9) mempunyai satu akar kompleks. Dari ini kita menunjukkan bahwa mempunyai
factor n dari akar-akar kompleks, beberapa atau semuanya yang mungkin sama.
Jika z
1,
z
2,
..z
n
dengan n akar-akar, dapat di tulis
a
0
(z z
1
)(z z
2
)(z z
n
) = 0 (10)
yang mana di sebutbentuk pemfaktoran dari persamaan polynomial ,sebaliknya jika
kita dapat menulis (9) pada bentuk (10) kita dapat determinankan akar-akarnya
dengan muda.
AKAR-AKAR DARI N KE UNSUR SATUAN
Solusi dari persamaan 1 =
n
z dimana n adalah pangkat positif di sebut unit akar-
akar dan di berikan oleh :

1 ,....., 3 , 2 , 1 , 0
2 sin 2 cos
2
= = + = n k e
n
k i
n
k
z
n
kt
t t
(11)

Missal jika ,
2 sin 2 cos
2
n
i
e
n
i
n
k
t
t t
e = + = dimana n akar-akar dari 1,
. ,......., ,
1 2 n
e e e secara geometri menunjukkan bahwa n vertical dari sbuah
polygon teratur dimana di samping n di tuliskan pada sebuah lingkaran dari jarak
satudengan pusat yang sebenarnya. Lingkaran ini mempunyai persamaan 1 = z dan
sering di sebut kesatuan lingkaran.
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xiii
INTERPRESTASI VEKTOR DARI BILANGAN-BILANGAN KOMPLEKS
Bentuk bilangan kompleks z = x + iy dapat dipandang vector OP yang
menunjukkan titik asal O dan titik akhir P. dengan titik (x,y) lihat gambar 1.4
kadang-kadang kita sebut OP = x+iy sebagi vector posisi dari P. dua vector ini
memiliki panjang sama atau ukuran dan arahnya sama tetapi titik awalnya berbeda,
sehingga OP dan AB lihat gambar1.4. hal ini menunjukkan kesamaan sehingga kita
dapat menulis OP =AB = x + iy.
y
B
A
( x,y)
O X
gambar 1.4







Halaman 6
Jumlah dari bilangan kompleks berkorespondensi dengan jumlah jajargenjang dari
jumlah untuk vector ( lihat gambar. 1-5). Dengan jumlah bilangan kompleks z
1
dan
z
2
, kita melengkapi jajargenjang OABC dimana untuk sudut OA dan OC
berkorespondensi z
1
dan z
2.
Untuk diagonal OB dari jajargenjang bekorespondensi
dengan z
1
+ z
2.
Lihat masalah 5.
A z
2
B

Z
1
z
1+
z
2
z
1
C
Z
2

O
Gambar. 1-5


Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xiv
REPRESENTASI BILANGAN KOMPLEKS SECARA ROYEKSI
STEREOGRAPHIC

Misalnya P (gambar 1-6) bidang kompleks dan memahami unit bulatan
}
( jari-jari satu) untuk tangent P di z = 0. Untuk diameter NS tegaklurus dengan P
dan titik N dan S kita sebut bagian utara dan bagian selatan dari
}
. Beberapa
korenspondensi titik A di P kita dapat membuat garis NA berpotongan dengan
}
pada titik A. setiap titik di bidang bilangan kompleks dimana korespondensi
satu-satu dan hanya satu titik dari bulatan
}
,dan kita dapat menggambarkan
beberapa bilangan kompleks oleh bulatan di setiap titik. Kita katakan Untuk
melengkapi titik N hal itu berkorespondensi dengan jumlah pada titik dari
bidang tersebut. Dari himpunan semua titik-titik termasuk bidang kompleks untuk
jumlah pada titik disebut semua bidang kompleks, semua bidang z, atau bidang
kompleks secara luas.
Cara sulit dari untuk memetakan bidang pada bulatan disebut proyeksi
stereographich. Bulatan setiap saat disebut Riemann sphere.

N




SSssss




HASIL KALI TITIK DAN SILANG (DOT AND CROSS PRODUCT)

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xv
Misalnya z
1
= x
1
+ iy
1
dan z
2
= x
2
+ iy
2
da bilangan kompleks (vector). Hasil
kali titik ( disebut juga hasil kali titik) dari z
1
dan z
2
didefenisikan sebagai
{ } { }
2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1
2
1
Re cos z z z z z z y y x x z z z z + = = + = = u
(12)

Dimana u adalah sudut diantara z
1
dan z
2
yang mana terletak antara 0 dan t .

Hasil kali silang dari z
1
dan z
2
didefenisikan sebagai

{ } { }
( ) ( ) ) 14 (
) 13 (
2
1
Im sin
2 1 2 1 2 1 2 1
2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1
u
u
i
e z z z z i z z z z
z z z z
i
z z x y y x z z z x z
= + =
= = = =



Jika z
1
dan z
2
bukan nol, maka
1. Diperluan dan kondisi yang cukup dalam z
1
dan z
2
tegak lurus pada
0
2 1
= z z
2. Diperlukan dan kondisi yang cukup pada z
1
dan z
2
sejajar dengan z
1
x z
2
=
0.
3. Jarak proyeksi dari z
1
di z
2
adalah . /
2 2 1
z z z
4. Bidang pada sebuah jajargenjang ada pada sudut z
1
dan z
2
adalah .
2 1
z z

Halaman 7
KOORDINAT KOMPLEKS SEKAWAN
Suatu titik di bidang kompleks, dapat diletakkan pada koordinat tegak lurus
( ) atau koordinat kutub ( ). Namun banyak juga kemungkinan yang
lain. Salah satunya adalah menggunakan kenyataan bahwa


( ),

( ) dimana . Koordinat ( ) yang menentukan letak


suatu titik dinamakan Koordinator Kompleks Sekawan atau disingkat
Koordinat Sekawan dari titik tersebut (Perhatikan soal 43 dan 44).
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xvi

HIMPUNAN TITIK
Sebarang kumpulan titik-titik di bidang kompleks dinamakan suatu himpunan
titik berdimensi dua, dan setiap titiknya dinamakan suatu anggota atau unsur
himpunan tersebut.
Definisi dasar berikut ini diberikan sebagai bahan rujukan.
1. Lingkungan (neighbourhoods)
Suatu lingkungan delta (atau ) dari titik adalah Himpunan semua
titik sehingga | | < dimana adalah suatu bilangan positif yang
diberikan. Suatu lingkungan yang dihilangkan dari adalah Suatu
lingkungan dari yang titik nya dibuang, yaitu | | .
2. Titik limit (limit points)
Suatu titik disebut titik limit, titik gabung, atau titik kumpul dari
himpunan titik . Jika setiap lingkungan yang dihilangkan dari
memuat titik di himpunan karena adalah Suatu bilangan positif
sebarang, maka himpunan harus memiliki banyak titik yang tak
berhingga. Perhatikan bahwa mungkin terletak di dalam atau di luar
himpunan .
3. Himpunan tertutup (closed sets)
Sebuah himpunan disebut tertutup jika setiap titik limit dari termasuk
di dalam , yaiut memuat semua titik limitnya. Sebagai contoh,
himpunan semua titik sehingga || adalah suatu himpunan
tertutup.
4. Himpunan terbatas (bounded sets)
Sebuah himpunan disebut terbatas jika kita dapat menemukan suatu
konstata sehingga || untuk setiap titik dan . Suatu himpunan
tak terbatas adalah himpunan yang tidak memiliki batas. Suatu himpunan
yang terbatas dan tetutup dinamakan Kompak.
5. Titik dalam, titik luar, dan titik terbatas (interior, exterior, and
boundary points)
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xvii
Suatu titik disebut titik dalam dari himpunan jika kita dapat
menentukan suatu lingkungan dari yang semua titiknya termasuk
pada . Jika setiap lingkungan dari memuat titik di dan juga titik
di luar , maka dinamakan titik batas. Jika suatu titik bukan suatu titik
dalam atau titik batas dari suatu himpunan , maka titik ini dinamakan
titik luar dari .
6. Himpunan terbuka (open sets)
Suatu himpunan terbuka adalah suatu himpunan yang hanya terdiri dari
titik dalam. Sebagai contoh, himpunan titik sehingga || adalah
suatu himpunan terbuka.
7. Himpunan tersambung (connected sets)
Suatu himpunan terbuka disebut tersambung jika untuk setiap dua titik
di himpunan tersebut dapat dihubungkan oleh suatu lintasan yang
berbentuk garis lurus (lintasan segi banyak) yang semua titiknya terletak
di dalam .
8. Daerah terbuka atau domain (open regions or domains)
Suatu himpunan terbuka tersambung dinamakan suatu daerah terbuka
atau domain.
9. Penutup suatu himpunan (closure of a set)
Jika suatu himpunan kita gabungkan semua titik limitnya, maka
himpunan baru yang terbentuk disebut penutup himpunan dan
merupakan suatu himpunan tertutup.
10. Daerah tertutup (closed regions)
Penutup suatu daerah terbuka atau domain disebut suatu daerah tertutup.
11. Daerah (regions)
Jika pada suatu daerah terbuka atau domain kita gabungkan beberapa,
semua atau tidak sama sekali titik limitnya, maka kita menemukan suatu
himpunan yang disebut daerah. Jika semua titik limitnya digabungkan,
maka daerahnya tertutup dan jika tidak digabungkan sama sekali, maka
daerahnyaterbuka. Dalam buku ini bilamana kita menggunakan istilah
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xviii
daerah tanpa mengelompokkannya, kita akan mengartikannya sebagai
daerah terbuka atau domain.



Halaman 8
12) Gabungan dan irisan dari himpunan. sebuah himpunan terdiri dari semua titik
yang tergabung dalam himpunan S
1
dan himpunan S
2
atau kedua-duanya yang
dinamakan union/gabungan dari himpunan S
1
dan S
2
yang ditandai dengan
himpunan S
1
+ S
2
/


Suatu himpunan terdiri dari semua titik yang terdapat dalam himpunan S
1
dan
S
2
dinamakan irisan S
1
dan S
2
yang ditandai dengan S
1
, S
2
/


13) Komplemen sebuah himpunan. Suatu himpunan yang tergabung dari semua
titik yang tidak termasuk dalam himpunan S dinamakan komplemen S dan
dinyatakan dengan


14) Himpunan kosong dari sub himpunan. Menarik untuk memikir sebuah himpuan
yag tak bernilai, himpunan ini dinamakan himpunan kosong ( ). Jika dua
himpunan S
1
dan S
2
tidak memiliki nilai (dimana kedua himpunan tersebut
dinamakan himpunan yang tak berkaitan/saling keterkaitan), kita dapat
menjelaskannya dengan menulis S
1
- S
2
= . Setiap himpunan yang dibentuk
melalui pemilihan semua nilai / tanpa nilai dari sebuah himpunan dinamakan
sub himpunan dari S. bila kita menjelaskan himpunan ini dimana semua nilai S
telah dipilih maka himpunan itu dinamakan sebuah himpunan yang benar dari
S.
15) Himpunan tak terhingga. Jika bagian sebuah himpunan dapat ditempatkan
dalam sebuah persamaan dengan angka-angka 1,2,3maka himpunan itu
dinamakan himpunan yang dapat dihitung, jika tidak dapt dihitung maka
himpunan tersebut dinamakan himpunan tak terhingga.
Berikut ini ada dua teori penting mengenai nilai-nilai himpunan:
1. Welerstrass-Bolzano Theorem. Teori ini menyatakan bahwa setiap
himpunan dasar terikat memiliki paling sedikit satu batas nilai.
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xix
2. Heine-Borel Theorem. Teori ini menyatakn bahwa S merupakan sebuah
himpunan terpadu masing-masingnya mengandung satu atau lebih
himpunan A
1
, A
2
.....( yang kemudian dikatakan meliputi himpunan S tak
terhingga). Kemudian akan terjadi sejumlah himpunan dasar A
1
, A
2
yang
meliputi S tak terhingga.

Soal-soal yang telah dikerjakan
Penyelesaian-penyelesaian dasar dengan bilangan kompleks.

1. Membuat penyelesaian pada masing-masing bilangan kompleks.
(a) ( 3 + 2 i) + (-7- i ) = 3 7 + 2i I = -4 = i
(b) (-7- i ) + ( 3 + 2 i) = -7 +3 I + 2i = -4 + i
Hasil bilangan komleks (a) dan (b) menunjukan penyelesaian yang dapat
dimengerti.
(c) (8 6i) - (2i - 7) = 8 6i -2i + 7 = 15 8i
(d) (5 + 3i) + {( -1 + 2i) + (7 5i)} = (5 + 3i) + {-1 + 2i +7 5i} = (5 + 3i) + (6
3i) = 11
(e) {( 5 + 3i) + (-1 + 2i) } + (7 5i) = {5 + 3i -1 + 2i} + (7 5i) = (4 + 5i ) + (7
5i) = 11
Hasil (d) dan (e) menunjukan hasil yang berkaitan.
(f) (2 3i) (4 + 2i) = 2(4 + 2i) - 3i(4 + 2i) = 8 + 4i -12i - 6i
2
= 8 + 4i -12i + 6 =
14 8i
(g) (4 + 2i) (2 3i) = 4(2 3i) + 2i(2 3i) = 8 12i + 4i - 6i
2
= 8 -12i + 4i + 6
= 14 8i
Hasil (f) dan (g)menunjukan hasil yang dapat dipahami.
(h) (2 i) {(-3 + 2i)(5 - 4i)} = (2 - i){-15 + 12i + 10i 8i
2
}
= (2 - i)(-7 + 22i) = -14 + 44i + 7i 22i
2
= 8 + 51i
(i) {(2 i) (-3 + 2i)} (5 - 4i) = {-6 + 4i + 3i -21i
2
} (5 - 4i)
= (-4 + 7i) (5 - 4i) = -20 + 16i + 35i 28i
2
= 8 + 51i
Hasil (h) dan (i) menjelaskan hasil perkawinan yang saling berkaitan satu
dengan yang lainnya.
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xx



Halaman 9
(j). ( )*( ) ( )+


( )*( ) ( )+
( )() ( )( )
( )

) (

)
( ) ( )
Ini memberikan penjelasan pembagian rumus yang lain.
(k)



( ) ( )

( )( ) ( )


(l)


(m)


()

()


2.jika







() |

| |( ) ( )| | |
| | ()

()



(b)

( )

( )

( )

*()

()

() ()()

+ (

)

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xxi

(c) (

[.


(d) |

|
()()
()()
|

||

||


.()

()

)/

.()

()

)/


3. temukanlah bilangan real x dan y seperti yang
Kemudian berikan hubungan persamaan tertulis sebagai berikut
( ) kemudian menyamakan bagian bilangan real dan imagenari,
kemudian pemecahan secara bersamaan,
4. Buktikan: (a)

() |

| |

||

|
Misalkan =


kemudian
(a)


(b) |

| |(


)(

)| |

)|
(

) (

||

|


|

)(

)(

)
|

| |

||

|
dimana kita sudah menggunakan fakta bahwa hasil konjugasi dari dua bilangan
kompleks yang sama dengan produk konjugatif yang lain (lihat Soal 55).)

Halaman 10
ANALISIS VARIABEL
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xxii
UNTUK MEMENUHI TUGAS AKHIR SEMESTER VI






NAMA : ADRIANA BULU
NPM : 2091000210060
JURUSAN : MATEMATIKA 2009 A
TUGAS : MENERJEMAHKAN B. INDONESIA
HALAMAN 10





BILANGAN KOMPLEKS
A.Gambar Grafis Dari Bilangan Kompleks
5.Mengerjakan,menunjukan pembedahan, menganalisa dan gambarkan.
(3+4)+(5+2),
(6-2)-(2-5),
(-3+5)+(4+2)+(5-3)+(-4-6)
A).Menganalisis (3+4)+(5+2)=3+5+4+2=8+6
Menggambarkan grafis dua bilangan komplek nilai P
1
dan P
2
yang berturutturut
seperti gambar dibawah ini 1.7. Sempurnakan garis lintang dengan OP1 dan OP2
seperti berdekatan sisi. Nilai P menggambarkan jumlah 6+8 dari dua bilangan
komplek. Catatan persamaan garis lintang untuk penjumlahan dari vektor OP1 dan
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xxiii
OP2 memperoleh vektor OP. Pertimbangan ini untuk memudahkan sebuah
bilangan kompleks seperti a +b sebuah vektor memperoleh komponen dan b ke
arah dari positip x dan y tanpa hubungan berturut.



P
1

3+4i 8+6i

5+2i
P
2

O


P
2


-2+5i
P

4+3i
O

6-2i

P
1


(b) Menganalisa, (6+2)-(2-5)=6-2-2=4+3
Grafis, (6-2)-(2-5)=6-2+(-2+5). Menjumlahkan 6-2 dan((-2+5)seperti
dibagian (a).Menunjukan hasil untuk OP didalam gambar 1.8 diatas.
(C)Menganalisa.
Grafis, (-3+5)+(4+2)+(5-3)+(-4-6)=(-3+4+5-4)+(5+2-3-6)=2-
2.
Menggambarkan bilangan yang ditambah untuk z
1
, z
2,
z
3,
z
4
berturut turut.
Gambarlah grafis dibawah ini 1.9 untuk memperoleh jumlah yang dibutuhkan
bertambah terus seperti bentuk pertama gambar dibawah ini 1.10.Sebagai nilai dari
vektor z
1
konsepsi vektor z
2
,vektor z
2
konsepsi vektor z
3,
dan nilai dari z
3
konsepsi
vektor z
4.
Pada suatu saat, sebagai hasil dari jumlah yang dibutuhkan adalah
memperoleh vektor OP untuk menyusun huruf awal dari nilai z
4
,i. E. OP = Z
1
+ Z
2
+
Z
3
+ Z
4
=Z Z.

y

z
1
z
2
O
z
3

z
4

y
z
2
z
3


z
1
z
4

O
Gambar 1.9
Gambar 1.8
Gambar 1.7
y
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xxiv
P

s

Halaman 11
Jika
1
z dan
2
z adalah dua dari Bilangan Kompleks (vektor vektornya) pada
gambar 1- 11. Buatlah grafiknya
(a)
2 1
2 3 z z (b)
1 2
3
5
2
1
z z +
(a) Pada gambar 1-12 disamping,
1
3z OA = adalah sebuah vektor yang
mempunyai panjang 3 kali vektor
1
z dan
2
2z OB = adalah sebuah vektor yang mempunyai panjang 2 kali vektor
2
z dan

Dan vektor = + = OB OA OC
2 1
2 3 z z
y y



Q

1
z

1
z x P x

O
2
2
1
z

2
z R
Gambar 1-11 Gambar 1-13

y
C



2 1
2 3 z z
B A


2
2z
1
3z
x

Gambar 1.10
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xxv
O

Gambar 1-12

(b) Persamaan vektor (Bilangan kompleks) ditunjukkan oleh OP pada
gambar 1-13 diatas

7. Buktikan :
(a).
2 1 2 1
z z z z + s + , (b).
3 2 1 3 2 1
z z z z z z + + s + + , (c).
2 1 2 1
z z z z >
dan gambarkanlah grafiknya
(a). Penyelesaian
Misal
2 2 2 1 1 1
, iy x z iy x z + = + = dan kita harus menunjukkan bahwa

2
2
2
2
2
1
2
1
2
2 1
2
2 1
) ( ) ( y x y x y y x x + + + s + + +
Kuadaratkan Persamaan kedua diatas, akan benar jika


2
2
2
2
2
2
2
2
2
1
2
1
2
1
2
1
2
2 1
2
2 1
) )( ( 2 ) ( ) ( y x y x y x y x y y x x + + + + + + s + + +
i.e. jika ) )( (
2
2
2
2
2
1
2
1 2 1 2 1
y x y x y y x x + + s +

atau jika ( Kuadratkan Kedua persamaan lagi)

2
2
2
1
2
2
2
1
2
2
2
1
2
2
2
1
2
2
2
1 2 1 2 1
2
2
2
1
2 y y x y y x x x y y y y x x x x + + + s + + + +
Atau
2
2
2
1
2
2
2
1 2 1 2 1
2 x y y x y y x x + s
Tetapi ini sama untuk ( 0 )
2
1 2 2 1
> y x y x jika benar. Balikkan langkah langkah
yang reversibel. Buktikan hasilnya.
Grafis. Secara grafis hasil dari fakta bahwa
2 1 2 1
, , z z z z + ditunjukan panjang
dari sisi sisi sebuah segitiga (lihat gambar 1-14) dan jumlah panjang dari 2
sisi dari sebuah segitiga yang lebih besar dari atau sama dengan panjang sisi
ketiga.

y


2
z


1
z
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xxvi

2 1
z z + x
0 Gambar 1-14






2
z
3
z

1
z
3 2 1
z z z + +

0 Gambar 1-15

(b). Penyelesaian. Bagian (a)

3 2 1 3 2 1 3 2 1 3 2 1
) ( z z z z z z z z z z z z + + s + + s + + = + +

Grafis. Hasil dari sebuah kesepakatan fakta geometris bahwa sebuah
bidang garis lurus lebih pendek diantara 2 titik O dan P (lihat Gambar 1-15)


Halaman 12
TERJEMAHAN ANALYSIS VARIABEL COMPLEX
8. Misal diberikan vector posisi dari titik A(
1 1
, y x ) dan titik B(
2 2
, y x ) yang
diwakili oleh
1
z dan
2
z berturut-turut.(a) gambar vector AB sebagai bilangan
kompleks.(b) tentukan jarak antara titik A dan B
(a) Dari gambar 1.16 OB AB OA = +


( ) ( )
) ( ) (
1 2 1 2
1 1 2 2
1 2
y y i x x AB
iy x iy x AB
z z OA OB AB
+ =
+ + =
= =
z1 AB

z2
(b) Jarak antara titik A dan B dapat di cari dengan rumus
2
1 2
2
1 2 1 2 1 2
) ( ) ( ) ( ) ( y y x x y y i x x AB + = + =
9. misal
1 1 1
iy x z + = dan
2 2 2
iy x z + = yang diwakili dua vector non kolinear atau
vector non parallel
Jika a dan b adalah bilangan real sedemikian sehingga 0
2 1
= +bz az dengan
syarat 0 0 = = danb a
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xxvii
Diberikan kondisi 0
2 1
= +bz az ekuivalen dengan 0 ) ( ) (
2 2 1 1
= + + + iy x b iy x a
atau 0 ) (
2 1 2 1
= + + + by ay i bx ax jadi 0
2 1
= +bx ax dan 0
2 1
= +by ay persamaan
ini akan mempunyai solusi yang simultan
2 2 1 1
, 0 , 0 x y x y jika b a = = = .jika
vector tersebut adalah vector non kolinear atau vector non parallel.
10. buktikan bahwa diagonal jajaran genjang saling membagi dua
Pada gambar 1.17 OABC akan diberikan jajaran genjang dengan diagonal yang
saling berpotongan pada titik P
Karena
1 2 2 1
, z z AC z AC z = = + jadi ) (
1 2
z z m AP =
Dengan syarat 1 0 s s m
B
Karena ) ( ,
2 1 2 1
z z n OP z z OB + = + = dengan syarat 1 0 s sn
tapi OP AP OA = + , ( ) (
1 2 1
n z z m z = + )
2 1
z z + atau
0 ) ( ) 1 (
2 1
= + z n m z n m karenanya dari masalah 9 ,

, 0 1 = n m 0 = n m atau
2
1
,
2
1
= = n m dan P adalah titik tengah dari kedua
diagonal
11. menemukan persamaan untuk garis lurus yang melewati dua titik
) , (
1 1
y x A
dan
) , (
2 2
y x B

Misal
1 1 1
iy x z + =
dan
2 2 2
iy x z + =
adalah vektor-vektor dari masing-masing titik
A dan B.

Dari gambar 1.18
OP AP OA = + atau z AP z = +
1
,
1
z z AP =
OB AB OA = + atau
2 1
z AB z = + ,
1 2
z z AB =
Karena AP dan AB segaris maka tAB AP= atau ) (
1 2 1
z z t z z = dimana t adalah
bilangan real dan persaman umumnya adalah ) (
1 2 1
z z t z z + = atau
2 1
) 1 ( tz z t z + =
Dengan menggunakan ,
1 1 1
iy x z + =
2 2 2
iy x z + = dan iy x z + = , juga dapat ditulis
) (
1 2 1
x x t x x = , ) (
1 2 1
y y t y y = atau
1 2
1
1 2
1
y y
y y
x x
x x


Ada dua bentuk persamaan ,yang pertama disebut persamaan parametrik garis
dengan t adalah parameternya.yang kedua disebut persamaan garis bentuk standar.
Metode lain. Karena AP dan PB segaris dan m dan n adalah bilangan real maka,
nPB mAP= atau ) ( ) (
2 1
z z z z m =
Penyelesaian
n m
nz mz
z
+
+
=
2 1
atau
n m
nx mx
x
+
+
=
2 1
,
n m
ny my
y
+
+
=
2 1

Bentuk persamaan di atas disebut bentuk simetris.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xxviii
Halaman 13
Dengan menggunakan

dan z =x +

dapat di tuliskan
x-

= t (

) , y-

= t (

atau


Dua yang pertma disebut persamaan parametric garis dan t adalah parameter yang
ke dua di sebut persamaan dari garis yang pertama

mAP=nPB atau m ( z -

) = n (

- z )
Dapat di pecahkan z =

atau x=


, y =



Dari persamaan di atas dapat di sebut bentuk simetris
12. Misal A ( 1, -2 ), B ( -3 , 4 ), C ( 2 , 2 ) menjadi kesimpulan dari segitiga ABC
.Carilah panjang median dari C kesisi AB .
Vektor posisi A,B dan C di berikan oleh

= 1 2i ,

= -3 + 4i dan

= 2 +
2i masing masing .Kemudian digambar
AB =

= 2 + 2i - ( 1 2i ) = 1 + 4i
BC =

= 2 + 2i ( -3 + 4i ) =5 -2i
AB =

= -3 + 4i ( 1 2i ) = -4 + 6i
AD =

AB =

( -4 + 6i ) = -2 + 3i dimana D adalah titik tengah AB


AC +CD = AD atau CD =AD AC = -2 + 3i ( 1 +4i ) =-3 i
Maka panjang rata rata dari CD adalah CD = | | 1 , 3 =

B y
C
D x

A
13. Tentukan persamaan untuk (a ) lingkran berjari 4 dengan pusat ( -2 , 1 ) , (b),
elips dengan sumbu utama yang panjangnya 10dan titik fokusnya di (-3, 0 ) dan
( 3, 0 ).
a) dengan di notasikan atau di tuliskan dengan bilangan kompleks -2 + I
.Jika z adalah setiap titik pada lingkaran (gambar 1.20) jarak dari z -2 +
I adalah | | ) 2 ( i z + =4
Kemudian 1 2 2 + =4 adalah persamaan yang di perlukan dalam
bentuk empat persegi panjang di berikan oleh ) 1 ( ) 2 ( + + y i x =4,i.e (
x+2)2 + (y -1)2=16
Y
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xxix
y


y
Z z

x
x





b) Jumlah jarak dari setiap z titik pada elips ( gambar 1-2) untuk focus
harus sama=10 maka persamaannya adalah , ] +[z-3]=10,dalam
empat persegi panjang dapat di kurangi untuk

/25 +

/16=1(lihat
soal 74)

Aksioma Dasar dari Bilangan Komleks
14. Gunakan defenisi dari sebuah bilangan kompleks sebagai pasangan orderdari
bilangan real dan defenisi pada halaman tiga untuk membuktikan bahwa
(a,b)=a(1,0),b(0,1)dimana (0,1),(0,1)=(-1,0)
=(a,c) + (c,b)
=(a,b)


Halaman 14
BILANGAN KOMPLEK
Dari defenisi jumlah dan produk atau hasil di halaman 3, kita mendapatkan
( ) ( ) ( ) () ()
dimana ()() ( ) ()
Dari identifikasi () dengan 1 dan () dengan , kita melihat bahwa
( )

(-2,1)

(-3,0) (3,0)

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xxx
Jika


)
dan

), membuktikan hukum
persamaan distribusi


Kita mendapatkan

) (

)*(

) (

)+ (

)(

) (

)
*

)+
(

)
(

) (

)
(

)(

) (

)(


KOORDINAT POLAR DARI BILANGAN KOMPLEK
Nyatakan setiap bilangan komplek berikut dalam bentuk koordinat polar
a)
Nilai penyelesaian atau mutlaknya, | |
Perluasan atau bukti,

(radians)
Kemudian
( ) (

)
(

)
Hasilnya juga dapat ditulis sebagai

atau, menggunakan rumus


eulers,


y


Gambar
4
60
0

x
2
b)
| |

(radians)
Kemudian
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xxxi
(


y


5
5 46
0


x
-5
Gambar
c)
| |

(radians)
Kemudian
(


2



Gambar






d)
| | | |

(radians)
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xxxii
Kemudian
.

x

-3



Gambar

Grafikkan dari setiap bagian berikut:
() (

) ()

()



() (


dapat direfresentasikan secara grafik dengan OP di gambar dibawah
ini.
Jika kita memulai dengan vektor OA yang besaranya adalah 6 dan
yang mana arahnya adalah , kita dapat memperoleh OP dengan
merotasikan OA berlawanan dengan arah jarum jam melalui sudut 240
0
.
Secara umum

sebanding dengan vektor yang diperoleh dengan


merotasikan atau memutar vektor yang besaranya r dengan arah axis
positif, bergerak berlawanan melalui sudut .


Halaman 15
Nama : Leo marwan
NPM : 2091000210059
Jurusan: Matematika,
2009. B


Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xxxiii
BILANGAN-BILANGAN KOMPLEKS

y y
y

240
0
6



p


x

4

o 2 A


O A 108
0

45
0



p
b
o

x

2

P


Gambar 1-26 Gambar. 1-27
Gambar. 1-28

(b) ( ) ( )
0 0 5 / 3
108 sin sin 108 cos 4 5 / 3 sin 5 / 3 cos 4 4 i i i e
i
+ + = + =
t t
t

Diwakili oleh pada gambar diatas.1
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
0 0 4 /
45 sin 45 cos 2 4 / sin 4 / cos 2 2 . + = + =

i i c
i
e t t
t

Bilangan kompleks ini dapt dirpesentasikan oleh vector OP pada gambar.
Diatas 1-28 vektor ini dapat diperolah dengan memulai dengan vector OA. Yang
besarnya adalah 2 dan yang arahnya adalah bahwa dari sumbu X positif, dan
memutarnya berlawanan itu memulai sudut -45
0
(yang sama dengan memutar
secara jarum jam melalui sudut 45
0
).



18. seorang pria perjalanan 12 mil timur laut, 20 mil barat 30
0
dari utara,
B y
dan kemudian 18 mil 60
0
selatan barat, menentukan (a) secara analitik 60
o

20
dan (b) grafis seberapa jauh dan kearah mana ia adalah dari titik tolak 18
30
o
nya. C
12 A
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xxxiv
(a). Analitis. Biarakan o menjadi titik awal (lihat gambar 1-29). Maka perp-
45
o
x Indahan berturut-turut diwakili oleh vector OA,AB dan BC, hasil
dari ke- o
Tiga perpindahan diwakili oleh vector.
( )
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( )
3 / 4 0 0 0 \ 0
3 / 2 0 0 0 0
4 / 0 0
18 60 180 sin 60 180 cos 18
20 30 90 sin 30 90 cos 20
12 45 sin 45 cos 12
i
i
i
e i BC
e i AB
e OA sekarang
BC AB OA OC
t
t
t
= + + + =
= + + + =
= + =
+ + =

Kemudian
( ) ( )
( )( ) ( )( ) ( )( ) ( ) ( )( ) ( )( ) ( )( ) ( )
( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( )
' 1 1
2 2
3 / 4 3 / 2 4 /
49 135 717 . cos / 19 2 6 cos 7 . 14
3 2 6 19 2 6 , 3 2 6 19 2 6 sin cos
3 2 6 19 2 6
2 / 3 18 2 / 3 20 2 / 2 12 2 / 1 18 2 / 1 20 2 / 2 12
240 sin 18 120 sin 20 45 sin 12 240 cos 18 120 cos 20 45 cos 12
18 20 12
o
o o o o o o
i i i
r dari sekitar
r Maka i i r Jika
i
i
i
e e e OC
= = =
= + + = + + = +
+ + =
+ + + + + =
+ + + + + =
= + =

u
u u
t t t

Sehingga orang itu adalah 14,7 mil dari titik tolaknya dalam arah 135
o
49
,
-90
o
=
45
o
49
,
barat utara.
(b) grafis , menggunakan unit yang nyaman panjang seperti PQ dalam ambar 1-29
yang mewakili 2 mil,
Dan busur derajat untuk mengukur sudut, membangun vektor OA,AB dan BA
kemudian dengan menentkan jumlah unit di OC dan sudut yang membuat OC
dengan sumbu V, kita memper oleh hasil perkiraan (a)



DE MOIVRES TEOREMA
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xxxv
( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( )
2 1 2 1 2 1
2 1 2 1 2 1 2 1 2 1
2 2 2 1 1 1 2 1
2 1 2 1
2
1
2
1
2 1 2 1 2 1 2 1
2 2 2 2 1 1 1 1
sin cos
sin cos cos sin sin sin cos cos
sin cos sin cos
. sin cos
sin cos
: , sin cos sin cos . 19
u u u u
u u u u u u u u
u u u u
u u u u
u u u u
u u u u
+ + + =
+ + =
+ + =
+ =
+ + + =
+ = + =
i r r
i r r
i r i r z z c
i
r
r
z
z
b
i r r z z a
n Membuktika i r z dan i r z if



Halaman 16
(b)
( )
( )
( )
( )
2 2
2 2
2 2 2
1 1 1
2
1
sin cos
sin cos
sin cos
sin cos
u u
u u
u u
u u
i
i
i r
i r
z
z

+
+
=

( ) ( )
)
`

+
+ +
=
2
2
2
2
1 2 1 2 1 2 1
2
1
sin cos
2 sin cos cos sin sin sin cos cos
u u
u u u u u u u u i
r
r

( ) ( ) { }
2 1 2 1
2
1
sin cos u u u u + = i
r
r

Pada syarat-syarat rumus Euler u u
u
sin cos i e
i
+ = , hasilnya menyatakan
bahwa jika
2 1
2 2 1 1
u u i i
e r z dan e r z = = maka
( )
2 1
2 1 2 1
u u +
=
i
e r r z z dan
( )
2 1
2
1
2
1
2
1
2
1 u u
u
u

= =
i
i
i
e
r
r
e r
e r
z
z
.
20. Buktikan teorema De Moivres : ( )
n
i u u sin cos + dimana n adalah bilangan
bulat positif.
Kita gunakan prinsip induksi matematika. Menganggap bahwa hasilnya
benar untuk bilangan bulat positif khusus k , yaitu menganggap
( ) u u u u k i k i
k
sin cos sin cos = = + kemudian kalikan kedua sisi dengan
u u sin cos i + , kita dapatkan
( ) ( ) ( ) u u u u u u
u
sin cos sin cos sin cos i k i k i
k
+ + = +
+

( ) ( )u u 1 sin 1 cos + + + = k i k menurut
soal no.19. Jika benar untuk k n = maka benar untuk 1 + = k n
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xxxvi
Tetapi sejak hasilnya jelas benar untuk 1 = n , maka pasti benar untuk
2 1 1 = + = n dan 3 1 2 = + = n , dst., dan pasti benar untuk semua bilangan
bulat positif.
21. Buktikan identitas : (a) u u u u cos 5 cos 20 cos 16 5 cos
3 5
+ =
(b)
( )
( )
t t u u u
u
u
2 , , 0 , 1 cos 12 cos 16
sin
5 sin
2 4
= + = if
Kita menggunakan rumus Binomial
( ) ( ) ( ) ( )
n r r n n
r
n n n n n n
b b a b a b a a b a + + + + + + = +

... .....
2 2
2
1
1

Dimana koefisien ( )
( )! !
!
r n r
n
n
r

= , juga dinyatakan dengan


r n
C , yang
disebut koefisien binomial. Bilangan ! n atau faktorial n , didefinisikan sebagai
hasil n ....... 3 2 1 - - dan kita definisikan 1 ! 0 =
Dari soal no.20, dengan 5 = n , dengan rumus binomial,
( )
5
sin cos 5 sin 5 cos u u u u i i + = +
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
2 3 5
2
4 5
1
5
sin cos sin cos cos u u u u u i i + + =
( )( )( ) ( )( ) ( ) ( )
5 4 5
4
3 2 5
3
sin sin cos sin cos u u u u u i i i + + +
u u u u u u u
3 2 2 3 4 5
sin cos 10 sin cos 10 sin cos 5 cos i i + =
u u u
5 4
sin sin cos 5 i + +
= u u u u
4 2 3 5
sin cos 5 sin cos 10 cos +
( ) u u u u u
5 3 2 4
sin sin cos 10 sin cos 5 + + i
Maka
(a) u u u u u u
4 2 3 5
sin cos 5 sin cos 10 cos 5 cos + =
( ) ( )
2
2 2 3 5
cos 1 cos 5 cos 1 cos 10 cos u u u u u + =
u u u cos 5 cos 20 cos 16
3 5
+ =
dan
(b) u u u u u u
5 3 2 4
sin sin cos 10 sin cos 5 5 sin + =
atau
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xxxvii
u u u u
u
u
4 2 2 4
sin sin cos 10 cos 5
sin
5 sin
+ =
( ) ( )
2
2 2 2 4
cos 1 cos 1 cos 10 cos 5 u u u u + =
1 cos 12 cos 16
2 4
+ = u u
dengan ,... 2 , , 0 , 0 sin t t u u = = yaitu

22. Tunjukkan bahwa (a) ,
2
cos
u u
u
i i
e e

+
= (b)
i
e e
i i
2
sin
u u
u

=
Kita mempunyai (1) , sin cos u u i e
ie
+ = (2) u
u
sin cos i e
i
=





Halaman 17
(a) Tambahkan (1) dan (2)

atau


(b) Kurangkan (2) dari (1)

atau



23. Buktikan identitas (a)

,(b)


(a)

{(

) (

) (


(b)

{(

) (

)(




Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xxxviii




24. Diberikan bilangan komplek (vektor) z, mengartikan secara geometri


dimana bilangan real.

Misal

menggambarkan garis vector di gambar 1-30.


Kemudian


( )
Adalah vector yang diwakili oleh OB.
Maka perkalian vector oleh

sebesar putaran yang berlawanan


dari sudut . Gambar 1-30
Kita dapat mempertimbangkan

sebagai penghubung yang


bertindak pada untuk menghasilkan rotasi ini.

25. Buktikan :


()


()
( ) ( )



26. Evaluasi soal-soal berikut :
(a) , ( )- , ( )- ,(
) ( )-
( )
.

/

(b)
( )

( )




( )
,() ()- , -

(c) .


/

{
()
()
}

( )


Metode lain :
.


/

(

)

(),() ()-




Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xxxix


Halaman 18
27. Buktikan bahwa (a) (

(b) (

menyatakan kondisi yang sesuai validitas.



Biarkan,



a) Sejak

((

) (

)) (



b) Sejak

((

) (

)) .



Karena ada nilai yang mungkin banyak

, kita
hanya dapat mengatakan bahwa kedua belah pihak dalam kesetaraan di atas
adalah sama untuk beberapa nilai dari

dan

mereka tidak dapat


memegang bahkan jika nilai-nilai utama yang digunakan.


AKAR AKAR BILANGAN KOMPLEKS.

28. (a )Temukan semua nilai dari , dimana

dan (b) tempatkan atau


masukkan nilai ini dalam bidang kompleks.
a) Dalam bentuk polar, *( ) ( ) +

Biarkan
(
) Teorema De Moivre ,

( ) *( ) ( )+
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xl


( )

Oleh karena itu, { .

/ .

/}

)

Dengan mempertimbangkan serta nilai-nilai negatif, -1, -2, ...,
pengulangan dari lima nilai di atas diperoleh. Oleh karena itu ini adalah satu-
satunya solusi atau akar dari persamaan yang diberikan. lima akar ini disebut "
lima akar dari 32 dan secara kolektif ditunjukkan dengan ()

Pada
umumnya,



mewakili Akar ke-" " dari dan . Dan terdapat akar.

b) Nilai-nilai z seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 1-31. mencatat bahwa
mereka memiliki jarak yang sama disepanjang keliling lingkaran dengan
pusatnya di titik pusat dan jari-jari 2. Atau dengan kata lain dapat dikatakan
bahwa, akar - akar diwakili oleh titik- titik dari poligon yang beraturan.






Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xli
y

Z
2

Z
1

3/5
Z
3 /5

x
7/5 9/5
Z
5

Z
4


Gambar 1-31
29. Temukan akar akarnya dan posisikan akar akar tersebut dalam grafik.
a) ( )


{ (


) (

)}

( )

{ (

) (

)}

//

))

))


Semua akar akar ini dapat terlihat pada grafik 1-32.

y

11/12 Z
1

Z
2 /4

x
19/12

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xlii
Z
3


Gambar 1-32.

Halaman 19
(b) ( )


{ (

) (

)}

( )

{ (

) (

)}


(

)


(

)


(

)


(

)
Hal ini direpresentasikan dan ditunjukkan secara grafis dalam gambar 1-33.
y

19/24
7/24
31/24 x
43/24


Gambar 1-33


30. Menemukan akar kuadrat dari
Metode 1.
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xliii
*( ) ( )+


Maka akar kuadrat dari adalah
(

) ()
dan
{.

/ .

/}
.

/ ()
Sekarang


()

( )



karena Q adalah sudut di kuadran ketiga

adalah sudut di kuadran kedua. maka

dan sebagainya dari (1) dan (2 ) akar kuadrat yang


dibutuhkan adalah dan
Sebagai catatan untuk pembuktian ( )

( )







Metode 2.
Jadikan , dimana p dan q adalah bilangan real, dan merupakan akar
kuadrat yang diperlukan. Maka;
( )

()
()
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xliv

menggantikan

dari (4) ke (3), menjadi

)(

.


Ketika p adalah bilangan real, dari (4) jika , , dan
jika
, dengan demikian akar akarnya adalah - 1 + 4i dan 1 - 4i.



PERSAMAAN POLYNOMIAL .
31. Selesaikanlah persamaan kuadrat berikut :



Menukar C dan membaginya dengan


Masing masing ruas dijumlahkan dengan .

(kuadrat sempurna)


Sehingga, .


Menggambil akar kuadrat,


Oleh karena itu,


32. Selesaikan persamaan kuadrat berikut :

( )

Dari soal nomor 31, diketahui :

Sehingga penyelesaiaannya adalah sebagai berikut :

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xlv

()()

()()
()

( )



Menggunakan fakta bahwa akar kuadrat dari adalah ( ) (lihat
soal no.30). Ini ditemukan untuk memenuhi persamaan yang diberikan.

Halaman 20
TUGAS AKHIR

Nama : Theobaldus B. Ndarung
Kelas : Matematika 2009B
Fakultas : FPIEK
33. Jika bilangan rasional nyata q p / (dimana p dan q tidak
mempunyai faktor umum,kecuali . . , 1 e i q p / berada dalam
batas terenda), persamaan polynomial
0 ......
1
1 0
= + + +

n
n n
a z a z a ordimana
n
a a a .... ,......... ,
1 0
adalah
bilangan bulat,menunjukan bawah p dan q harus menjadi
faktor dari
n
a dan
0
a dengan masing-masing Subtitusi q p x / =
dalam pemberian persamaan dan pengalihan oleh
n
q dari hasil
( ) 1 ........ .......... 0 .....
1
1
1
1
1
0
= + + + +

n n
n
n
n n
q a pq a q p a p a
Pembagian oleh p dan memindakan batas akhir
( ) 2 ......... .......... ......
1
1
1
1
1
0
p
q a
q a q p a p a
n n n
n
n n
= + + +



Mulai dari sisi kiri p adalah billangan bulat,begitu juga pada sisi
kanan.tetapi p tidak mempunyai faktor umum dengan q jadi itu
tidak bisah di bagi
n
q dan harus dibagi
n
a .begitu juga pada
pembagian ( ) 1 oleh q dan perkalian nilai utama,kta
menemukan bahwa q harus dibagi .
0
a
34. Selesaikan 0 10 3 32 25 6
2 3 4
= + + z z z z
Faktor integral dari 6 dan -10 adalah masing-masing
6 , 3 , 2 , 1
dan
. 10 , 5 , 2 , 1
oleh karena itu dengan soal no
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xlvi
33 mungkin penyelesaian bilangan rasional adalah
. 3 10 , 10 , 6 5 , 3 5 , 2 5 , 5 , 3 2 , 2 , 6 1 , 3 1 , 2 1 , 1

Dengan percobaan kita menemukan bahwa
2 1 = z
dan
3 2 = z
adalah penyelesaian,jadi bilangan polynomial
( )( ) 2 6 2 3 1 2
2
+ z z z z
merupakan faktor dari
10 3 32 25 6
2 3 4
+ + z z z z
,faktor lain menjadi
5 4
2
+ z z

seperti penemuan pada bagian lama. Oleh karena itu :
( )( ) 0 5 4 2 6 10 3 32 25 6
2 2 2 3 4
= + = + + z z x z z z z z
.
Penyelesaiannya dari
0 5 4
2
= + z z
(lihat no 31).
i
i
z =

=

=

= 2
2
2 4
2
4 4
2
20 16 4
,kemudian
penyelesaiannya adalah i i + 2 , 2 , 3 2 , 2 1
35. Buktikan bahwa jumlah dan hasil dari semua akar dari
0 ......
1
1 0
= + + +

n
n n
a z a z a dimana 0
0
= a ,jika
0 1
a a dan
( )
0
1 a a
n
n
dengan masing-masing.jika
n
z z z ....... ,......... ,
2 1

merupkan akar.persamaannya dapat dituis dalam bentuk faktor
dibawah ini:
( )( ) ( ) 0 ..........
2 1 0
=
n
z z z z z z a

Persamaan diatas langsung menujukan bawah
( ) ( ) ( ) 0 ..... 1 ..... .....
2 1
1
2 1 0
= + + + +

n
n n
n
n
z z z z z z z z a
itu di
ikuti bawah
( )
1 2 1 0
..... a z z z a
n
= + +
dan
( )
n n
n
o
a z z z a = ...... 1
2 1
dari
( )
0 2 1 1 2 1
1 ....... , ...... a a z z z a a z z z
n
n
n o n
= = + +
sebagai
syarat.
36.
Jika
qi p +
adalah akar dari
0 .........
1
1 0
= + + +

n
n n
a z a z a

dimana
p a a o a
n
, ,....... ,
1 0
=
dan
q
adalah bilangan real,buktian
bawah
q p
juga merupakan sebuah akar.

Misalkan
0 ei
r qi p = +
dalam bentuk polar. Ya memenui
persamaan ini :
( )
0 .......
1
0 1 1
1
0
0
= + + + +


n
io
n
n i n in n
a re a e r a e r a

ambil konjungsi kedua bagian
( )
0 ........
0
1
1 1
1
0
0
= + + + +


n
i
n
n i n in n
a re a e r a e r a
. Kita lihat
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xlvii
bawah
qi p re
i
=
0
juga merupakan sebuah akar yang hasilnya
tidak tetap. Jika
n
a a ....... ..........
0
bukan sebuah bilangan real
(lihat no 32).
Teorema ini sering dinyatakan dalam bentuk pernyataan; 0
merupakan sebuah polynomial dengan koefisien bilangan real
terjadi dalam konjungsi berpasangan.
Halaman 21
Kristina Nasa

Halaman 22
42. Carilah luas segitiga yang titik titik sudut di (

), (

), dan
(

).




Gambar 1-35
Vector dari C ke A dan B [ gambar 1-35 ] berturut turut adalah sebagai
berikut

) (

) (

)
Sejak luas segitiga dengan sisi

dan

adalah setengah luas jajaran


genjang yang sesuai, ini tidak sesuai dengan no 41:
Luas dari segitiga

| *,(

) (

)-,(

)
(

)-+|

|(

)(

) (

)(

)|

|
y
x
A(x
1
,y
1
)
B(x
2
,y
2
)
C(x
2
,y
2
)
Z
1

Z
2

0
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xlviii

||

||
dalam bentuk determinan.



KOORDINAT KOORDINAT KONJUGAT BILANGAN KOMPLEKS
43. Tunjukkan setiap persamaan dalam hal konjugasi koordinat : (a) ,
(b)

.
42. Sejak , ,

. Sehingga
menjadi .

/ .

/ atau ( ) ( ) .
Persamaan merupakan garis lurus pada bidang .
43. Metode 1. Persamaannya adalah ( )( ) atau .
Metode 2. Gantikan

pada

untuk
memperoleh .
Persamaan itu merupakan lingkaran pada bidang dari radius 6
dengan pusat pada titik asal.
44. Buktikan bahwa persamaan dari setiap lingkaran atau garis pada bidang dapat
ditulis sebagai

dimana dan adalah konstanta nyata,


sementara dapat berupa sebuah konstanta kompleks.
Persamaan umum lingkaran pada bidang dapat ditulis
(

)
yang pada konjugasi koordinat menjadi
.

/ .

/ atau .

/ .

/
Sebutkan ,

dan , mengikuti hasilnya.


Dalam kasus khusus , lingkaran berubah menjadi garis.

HIMPUNAN TITIK
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xlix
45. Diberikan himpunan titik

atau secara singkat . (a) Apakah


dibatasi? (b) Apakah titik batasnya, jika ad? (c) Apakah tertutup? (d) Apa
interior dan titik batas? (e) Apakah terbuka? (f) Apakah tersambung? (g)
Apakah daerah terbuka atau daerah asal? (h) Apa penutupan ? (i) Apakah
komplemen dari ? (j) Apakah dapat dihitung? (k) Apakah tersusun rapat?
(l) apakah akhir tersusun padat?
a) dibatasi karena untuk setiap poin in , || [sebagai contoh], yaitu
semua titik S terletak di dalam lingkaran berjari-jari 2 dengan pusat pada
titik asal.
b) Karena setiap lingkungan yang dihapus dari berisi titik , titik
batasnya adalah . Itu adalah hanya titik batas.

Halaman 23
Perhatikan bahwa karena S dibatasi dan tak terbatas teorema Weelerstrass-Bolzano
memprediksi setidaknya satu titik limit.
a) S tidak tertutup karena titik limit z = 0 bukan S.
b) Setiap lingkungan dari setiap titik i/n [yaitu setiap lingkaran dari radius
dengan pusat di i/n] berisi titik yang termasuk ke S dan titik yang bukan S. Jadi
setiap titik S, dan juga titik z = 0, adalah titik batas. S tidak memiliki titik
interior.
c) S bukan termasuk titik interior. Karena tidak dapat terbuka. Dengan demikian S
adalah tidak terbuka atau tertutup.
d) Jika kita gabungkan dua titik S melalui jalan poligonal, ada titik pada jalan ini
yang bukan S. Jadi S tidak tersambung.
e) Karena S bukan himpunan terhubung terbuka, mak S bukan merupakan wilayah
terbuka atau domain.
f) Yang tertutup dari S termasuk himpunan S bersama dengan limit titik nol, yaitu
{0, i, 1/2 i, 1/3 i, ...}.
g) Yang komplemen dari S adalah himpunan semua titik yang bukan S, yaitu
semua titik z i, 1/2 i, 1/3 i, ...
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
l
h) Terdapat korespondensi satu-satu antara unsur-unsur dari S dan bilangan asli
1,2,3, ... seperti yang ditunjukkan di bawah ini.
a.

....
i)
j) Maka S dapat dihitung.
k) S dibatasi tetapi tidak tertutup. Oleh karena itu tidak kompak.
l) Yang tertutup dari S merupakan dibatasi dan ditutup serta kompak juga.





1 2 3
4
.....
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
li
46. Diketahui himpunan titik * +, * +,
{

}. Tentukan (a) A + B atau A B, (b) AB atau A B, (c) AC


atau A C, (d) A (B + C) atau A (B C), (e ) AB + AC atau (A B) (A
C), (f) () atau A (B C).
a. A + B = A B terdiri titik-titik yang termasuk salah satu titik dari A dan B
atau keduanya dan hasilnya * +,
b. AB atau A B terdiri titik-titik yang termasuk dari kedua titik A dan titik B
dan hasilnya { }.
c. AC atau A C = {3}, yang terdiri dari hanya anggota 3.
d. atau B {

} .
Oleh karena itu A (B + C) atau A (B C) = {3, }, terdiri dari
poin milik A dan B + C.
a. AB = { }, AC = {3} dari bagian (b) dan (e). Oleh karena itu
* +.
Dari hasil ini dan (d) kita ketahui bahwa A (B + C) = AB + AC atau
A (B C) = (A B) (A C), yang menggambarkan bahwa A, B, C
memenuhi hukum distributif. Kita dapat menunjukkan bahwa himpunan
yang menunjukkan banyak sifat-sifat aljabar berlaku dalam bilangan-
bilangan. Hal ini sangat penting dalam teori dan aplikasi.
b. BC = B C = , himpunan nol, karena tidak ada titik yang sama dari kedua
titik B dan titik C. Oleh karena itu A (BC) = juga.

MASALAH LAIN-LAIN
47. Suatu bilangan disebut bilangan aljabar jika bilangan itu adalah solusi dari
persamaan polinomial

dimana


adalah bilangan bulat. Buktikan bahwa
() dan ()

adalah bilangan aljabar.


() atau . Dikuadratkan,

atau

. Dikuadratkan lagi,

or

, suatu persamaan polinomial dengan koefisien


bilangan bulat yang memiliki sebagai akar. Oleh karena itu
adalah bilangan aljabar.
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lii
(b) Misalkan

atau

. Dipangkat tiga,

()
()

()

atau

). Dikuadratkan,

, suatu persamaan polinomial


dengan koefisien bilangan bulat yang memiliki

sebagai akar.
Oleh karena itu

adalah bilangan aljabar.



Bilangan yang bukan aljabar, i,e. tidak memenuhi setiap persamaan
polinomial dengan koefisien bilangan bulat, disebut bilangan transendental. Hal
ini telah dibuktikan bahwa angka-angka = 3,14159... dan
adalah transendental. Namun, masih belum diketahui apakah bilangan seperti e
atau e + , contoh transendental atau tidak.


Halaman 24
BILANGAN KOMPLEKS

48. Menyatakan grafik himpunan dari nilai z untuk (a) |

| = 2, (b) |

| < 2
(a) Diberikan persamaan ekuivalen dengan | | | | atau jika
z = x + iy, | | 2 | | ekuivalen dengan
( )

( )



Dengan mengkuadratkan dan
menyederhanakan, Menjadi

( )


menjadi | | lingkaran berjari-
jari 4 dengan pusat di (-5,0) seperti yang
ditunjukkan pada gambar, 1 - 36
Secara geometri, setiap titik P
pada lingkaran ini sedemikian sehingga
jarak dari P ke titik B (3,0). dua kali jarak
dari P ke titik A (-3,0).

Metode lain
|

| = 2 adalah ekuivalen dengan


Gambar 1 - 36

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
liii
.

/ .


/
Menjadi (z + 5)( + 5) = 16 atau |z + 5 | = 4

(b) Diberikan pertidaksamaan ekuivalen dengan |z 3| < 2 |z + 3| atau
( )

( )

Dengan mengkuadratkan dan


menyederhanakan, menjadi

> 0 atau ( )

16
diperoleh |z + 5 | > 4

Himpunan yang didapat terdiri dari semua titik eksternal untuk
lingkaran Gambar 1-36.

49. Diberikan himpunan A dan B yaitu |z - 1 | < 3 dan |z 2i |<2 Nyatakan secara
geometri (a) ()
Himpunan yang didapat dari titik yang ditunjukkan diarsir pada Gambar
1-37 dan 1-38.

Gambar 1-37 Gambar 1-38

50. Penyelesaian
Metode 1. Persamaan dapat ditulis

atau (

)(

) maka solusi yang tepat yaitu solusi dari


Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
liv
Dan

atau


Metode 2. Diberikan w =

persamaan dapat ditulis menjadi


dan w =

i
Untuk mendapatkan solusi dari

i dapat digunakan metode Soal


30.




Halaman 25
51. jika Z
1,
Z
2,
Z
3
mewakili puncak dari suatu segitiga sama sisi, maka dapat di
buktikan bahwa


dari gambar 1.39 kita lihat bahwa

gambar 1.39




Maka bentuk pembagian,



atau



52. buktikan untuk m = 2, 3,


( )


Akar dari

adalah Z = 1 ,


()
maka dapat
ditulis

( )(

)(

)
()

Membagi kedua sisi dengan dan kemudian [ menunjukan bahwa
(

( )

- kita temukan ,
(

)(

) (
()
)
. ..(1)
Mengambil konjugat kompleks kemudian menghubungkan kedua hasil dari sisi (1)

(-5,0)
A


Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lv
(

)(

) (

()
)(2)
Mengalikan (1) dengan (2) menggunakan
(

) (

) = ()
Kita dapatkan

/(
()

.(3)
Dari ()

(), (3) menjadi



()


.....(4)
Kemudian mengambil akar kuadrat positif dari kedua sisi menghasilkan hasil yang
diperluka.
MASALAH-MASALAH TAMBAHAN
OPERASI DASAR DENGAN BILANGAN-BILANGAN KOMPLEKS
53. tunjukanlah setiap operasi yang diindikasikan
(a) ( ) ( ) (c) ( )( )
(b) ( ) ( ) (d) ( )*( ) ( )+
(e)

(h) ( )

}
(f) ( )( )( ) (i)


(g)
()()()
()

(j) 3.



Jawab : (a) (c) (e) 11/7 () (g)

(b) (d) (f) 21+ (h)
()
(i) (j)

54. jika Z
1
= 1 Z
2
= Z
3
= hitunglah setiap hasil-hasil
dibawah ini
(a)

(e) |

| (i) Re*

+
(b) |

(f)

/ (j) Im*

+
(c) (

(g) (

)(

)
(d) |

| (h) ,

+ ,


Jawab :
(a) (c) (e) (g)


(b) (d) (f) (h) 765 +128
() (j) ( )

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lvi
Halaman 26
55.Buktikan bahwa , (a). ( )
2 1
z z = z
1
z
2
, (b). ( )
3 2 1
z z z = z
3 2 1
z z .
56. Buktikan bahwa , (a). ( )
2 1
z z =
2 1
z z , (b).
2 1
z z =
2 1
z z , jika z
2
0 = .
57. Carilah bilangan real x dan y dari: 2x 3iy + 4ix 2y 5 10i = ( x + y +2 )
(y x + 3)i
Jawab : x = 1 , y = - 2
58. Buktikan bahwa (a). Re { } z = ( ) 2 z z + , (b). Im { } z = ( ) i z z 2 .
59. Buktikan jika hasil dari dua bilangan kompleks adalah 0 < 1 dari bilangan nol.
60. Jika w = 3iz z
2
dan x = x + iy, carilah
2
w dari x dan y.
Jawab :
2 2 3 2 2 2 4 4
9 9 6 6 2 y x y y x y x y x + + + +

MENGGAMBAR GRAFIK VEKTOR DARI BILANGAN KOMPLEKS
61. Bentuklah operasi-operasi berikut secara analitik dan grafik.
a) (2 + 3i) + (4 5i) (c) 3(1 + 2i) 2(2 3i)
b) (7 + i) (4 2i) (d) 3(1 + i) + 2(4 3i) (2 + 5i)
(e)

( )

( )
Jawab : (a). 6 2i, (b). 3 + 3i, (c). -1 + 12i, (d). 9 8i, (e).

)
62. Jika z
1
,z
2
dan z
3
merupakan vektor yang ditunjukan dalam gambar 1.40,
buatlah grafik :
(a). 2z
1
+ z
3
(c). z
1
+ (z
2
+ z
3
) (e).
3 1 2
3
2
4
3
3
1
z z z +
(b). (z
1
+ z
2
) + z
3
(d). 3z
1
- 2z
2
+ 5z
3

s







x
y
z
1

z
3

z
2

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lvii


63. Jika z
1
= 4 3i dan z
2
= -1 + 2i, buatlah grafik dan analitik:
(a).
2 1
z z + (b).
2 1
z z
(b).
2 1
z z (d). 2 3 2
2 1
z z
Jawab : (a). 10

(b). 2 5 (c). 5 + 5i (d). 15
64. Letak vektor dari titik A,B dan C dari segitiga ABC masing-masing diberi
z
1
= 1 + 2i, z
2
= 4 - 2i dan z
3
= 1 6i. Buktikan bahwa ABC merupakan
segitiga samakaki dan hitunglah panjang sisinya.
Jawab : 5, 5, 8
65. Misalkan z
1
,z
4 3 2
, , z z ,letak vektor tegak lurus untuk segi empat ABCD.
Buktikan bahwa ABCD adalah sebuah jajaran genjang jika dan hanya jika
0
4 3 2 1
= + z z z z
66. Jika diagonal sebuah segi empat saling membagi dua,buktikan bahwa segi
empat merupakan sebuah jajaran genjang.
67. Buktikan bahwa median dari sebuah segitiga dihubungkan dalam satu titik.
68. Misalkan segi empat ABCD dan E,F,G,H titik tengah dari sisinya. Buktikan
bahwa EFGH adalah sebuah jajaran genjang.
69. Dalam jajar genjang ABCD , titik E membagi dua sisi AD. Buktikan bahwa
dimana titik BE dihubungkan dengan titik AC membagi AC.
70.Letak vektor dari titik A dan B berturut-turut adalah 2 + i dan 3 2i.
(a). carilah sebuah persamaan garis AB. (b). carilah sebuah persamaan garis
yang tegak lurus ke AB pada titik tengahnya.
Jawab:(a). ) 3 1 ( ) 2 ( i t i z = + atau t y t x 3 1 , 2 = + = atau 7 3 = + y x
(b). ) 3 ( )
2 2
5
( i t
i
z + = atau
2
1
,
2
5
3 = + = t y t x atau x3y = 4
71.Gambar dan grafik bentuk manakah yang ditunjukan di bawah ini:
(a). , 2 = i z (b). , 6 2 2 = + + i x i z (c). , 4 3 3 = + z z (d). , 3 ) 2 ( = + z z
(e). ( ) . 4 Im
2
= z
Gambar 1.40
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lviii
Jawab: (a). lingkaran (b). elips (c). hiperbola (d). lingkaran (e). hiperbola
72. Carilah sebuah persamaan (a). sebuah lingkaran jari-jarinya 2 dengan titik pusat
(-3,4) , (b). panjang lingkaran dengan titik pusat pada (0,2) dan (0,-2) yang
mana sumbu utama mempunyai panjang 10.
Jawab: (a). 2 4 3 = + i z atau , 4 ) 4 ( ) 3 (
2 2
= + + y x
(b). 10 2 2 = + + i z i z






REINELDIS EBU WEA
NPM : 2091000210035
MATEMATIKA 2009 A
Halaman 26



Halaman 27
73.jelaskansecaragrafiswilayahdiwakiliolehmasing-masingberikutini :
(a) 1 <| | , (b) Re (

) > 1, (c) | |> 4, (d) | | +


| |< 10.
74.menunjukkanbahwaelips| |+ | |=10
dapatdinyatakandalampersegipanjangdari

= 1
(lihatmasalah 13(b).

AKSIOMA DASAR DARI BILANGAN KOMPLEK
75. menggunakandefinisibilangankomplekssebagaipasanganbilangan real
untukmembuktikanbahwajikaprodukdariduabilangankompleksadalahnolmakapadat
erakhirdarinomorharussamadengan nol.
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lix
76. buktikanhukumkomutatifberkenaandengan (a) penjumlahan, (b) perkalian.
77. buktikanhukumasosiatifberkenaandengan (a) penjumlahan, (b) perkalian.
78.(a) caribilangan real x dan y sedemikiansehinga (c,d).(x,y) = (a,b) di mana (c,d)
(0,0).
(b)bagaimanacara
(x,y)terkaitdenganhasilnyauntukpembagianbilangankompleksdiberikan di halaman
2 ?
79. buktikanbahwa
(

,sin

) (

,sin

) (

,sin

) = (

)
80. (a) bagaimanaandamendefinisikan( )

di mana n
adalahbilanganbulatpositif ?
(b) tentukan( )

dalam bentuk a dan b

BENTUK POLAR BILANGAN KOMPLEKS
81.nyatakansetiapbilangankompleksberikutdalambentuk polar
(a) 2-2, (b) -1+ , (c) 2 + 2 , (d) -, (e) -4, (f) -2 , (g) , (h)
- .
Jawaban. (a) 2

, (b) 2

, (c)
4

, (d)

, (e) 4

, (f) 4


, (g)

, (h)



82. tunjukanbahwa 2 + =

( )
.
83. nyatakandalambentuk polar (a) -3-4, (b) 1-2
Jawaban. (a) 5
(

)
, (b)


84. gambargrafiksetiaphalberikutdantunjukkandalambentukpersegipanjang.
(a) 6 ( ), (b) 12 (c) (d)

, (e)
)

, (f) 3

.
Jawaban.
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lx
-3 + 3, (b) 12, (c) 2 - 2, (d) -2- 2, (e) -5 + ( ) , (f) -
3 -( )
85.sebuahperjalananpesawat 150 km sebelahtenggara, 100 km barat, 225km utara
30 timur, dankemudiantimurlaut 323km. tentukan (a) secaraanalitisdan,
(b)secaragrafisseberapajauhdankearahmanaitudarititikawal. Jawaban . 375km,
23utaradaritimur (sekitar)
86. tigagayasepertipadagambar. 1-41
seumpamasebuahpesawatpadaobjekditempatkan di O. tentukan (a) secaragrafisdan
(b) gayasecaraanalitisapa yang dibutuhkanuntukmencegahobjektersebutbergerak.
[gayainisering kali disebut equilibrant .]
87. buktikanbahwapadalingkaran

, |

|=


88. (a)buktikanbahwa

di mana

)
(b) samaratakan hasil di (a)


Halaman 28
Nama : Antonius isak
NPM : 2091000210062
Jurusan : Pendidikan Matematika 2009 B
Tugas : Analisis Variabel Kompleks

BILANGAN KOMPLEKS
28
TEOREMA DE MOIVRES
89. evaluasikan setiap soal dibawah ini:
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxi
( ) ( )( ) ( )
( )
( )
( )
( )( )( )
( )
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( )
( ) ( )i e
i d
i c i b i a Ans
i
i
i
i
e cis b
e
e e e
d
cis
cis
c cis cis a
i
i i i
2 / 1 2 / 3
2 / 3 3 2 / 3 3
3 16 16 , 3 32 32 2 / 3 15 2 / 15 .
1
1
3
3
50 2
4
6 2 3
60 2
40 8
40 3 20 5
5
4
6
0
2
3 / 2
3 / 5 4 / 5 6 /
4
0
3
0
0 0


+
|
.
|

\
|

+
|
|
.
|

\
|
+

t
t t t

90. Buktikan bahwa ( ) ( ) u u u u u u cos 3 cos 4 3 cos sin 4 sin 3 3 sin
3 3
= = b a
91. Buktikan bahwa solusi-solusi dari
0 0 0 0 2 4
252 cos 2 , 216 0 2 , 72 cos 2 , 36 cos 2 0 1 3 s c z diberikan bila z z = = +
92. Tunjukan bahwa
( ) ( ) ( ) ( )
| | 91 :
4 / 1 5 72 cos 4 / 1 5 36 cos
0 0
nomor masalah gunakan petunjuk
b a = + =

93. Buktikan bahwa
( )
( ) 1 sin 8 sin 8 4 cos
4 cos 6 3 cos 2 4 cos 8
sin
4 sin
2 4
3
+ =
+ = =
u u u
u u u
u
u
b
a

94. Buktikan theorema De moivres
( )
( ) rasional bilangan bilangan b
negatif egral a

int


AKAR-AKAR DARI BILANGAN-BILANGAN KOMPLEKS
95. Carilah setiap akar-akar indikasi dan letak grafiknya
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( )
( )
( )
( )
( )
( )
( )
0 0 0
0 0 0 0 0 0
0 0 0 0
0 3 0 3 0
3
0 , 0 0 0 0
0 0
3
2
6
1
4
1
, 3
1
5
1
300 , 180 , 60
300 2 , 240 2 , 180 2 , 120 2 , 60 2 , 0 2
5 , 337 2 , 5 , 247 2 , 5 , 157 2 , 5 , 67 2
, 260 4 , 140 4 , 20 4
315 2 243 2 , 171 2 , 99 2 , 27 2
345 2 , 165 2
:
64
16 3 2 2 4 4 , 2 3 2
2
1
cis cis cis f
cis cis cis cis cis cis e
cis cis cis cis d
cis cis cis c
cis cis cis cis cis b
cis cis a
jawaban
i f e
i d i c i b i a + +

96. carilah semua akar-akar indikasi dan letaknya dalam bidang kompleks
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxii
( ) ( )
( )
( )
( ) ( )
( )
( ) . 345 3 , 285 3 , 225 3 , 165 3 , 105 3 , 45 3
336 2 , 264 2 , 192 2 , 120 2 , 48 2
, 5 , 202 8 , 5 , 22 8 240 2 , 120 2 , 0 2
:
27
3 16 16 lim
, 2 4 2 4 8
0 0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
cis cis cis cis cis cis d
cis cis cis cis cis c
cis cis b cis cis cis a
jawaban
i dari enam segi akar akar d
i dari a segi akar akar c
i dari persegi akar akar b dari kubus akar akar a

+
+

97. Selesaikan persamaan persamaan
( ) ( ) i z b z a 3 1 , 0 81
6 4
= + = +

( )
( )
0 6 0 6 0 6 0 6 0 6
0 0 0 0
340 2 , 280 2 , 220 2 , 160 2 , 100 2
315 3 , 225 3 , 135 3 , 45 3 :
cis cis cis cis cis b
cis cis cis cis a jawaban

98. Carilah akar-akar persegi dari
( ) ( ) i b i a 5 8 , 12 5 +

( ) ( ) i i b i i a jawaban 2 10 , 2 10 . 2 3 , 2 3 : + +

99. Carilah akar-akar kubus dari -11-2i
( ) ( )i i i jawaban 1 3 3 , 3 1 3 , 2 1 :
2
1
2
1
2
1
2
1
+ + + +


PERSAMAAN-PERSAMAAN PANGKAT BANYAK
100. Selesaikan persamaan-persamaan dibawah ini, berlaku semua akar-akar :
( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) i i b i a jawaban
i z i z b z z a
2 1 , 1 , 5 / 7 1 :
0 3 2 , 0 10 2 5
2 2
+
= + + = + +

101. selesaikan 1 1 , 2 , 1 , 1 : 0 4 6 2
3 4 5
= + jawaban z z z z
102. ( ) a Carilah semua akar-akar dari ( ) b dan z z 0 1
2 4
= + + letaknya dalam
bidang kompleks
( ) ( ) 3 1 , 3 1 :
2
1
2
1
i i jawaban
103. Buktikan bahwa jumlah akar-akar dari 0 ...
2
2
1
1 0
= + + + +

n
n n n
a z a z a z a
dimana 0
0
= a ambilkan r pada perkalian ( )
0
/ 1 a a
r
r
dimana n r < < 0 .
104. Carilah dua bilangan yang jika dijumlahkan hasilnya 4 dan jika dikalikan
hasilnya 8.
i i jawaban 2 2 , 2 2 : +
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxiii


Halaman 29

Halaman 30
120. Jawablah pertanyaan no 118 jika S adalah himpunan semua titik didalam atau
diuar persegi.
Jawab. (a) Ya. (b) setiap titik pada S adalah limit point. (c) Ya. (d) Semua
titik didalam persegi adalah titik bagian dalam persegi (interior
point), ketika semua titik pada batas persegi disebut titik batas
(boundary point). (e) tidak. (f) Ya. (g) tidak. (h) S itu sendiri. (i)
semuat titik diluar persegi. (j) Tidak. (k) Ya. (l) Ya.

121. Diberikan himpunan titik-titik A = {1,i,-i}, B = {2,1,-i}, D = {0,-i,1}.
Carilah:
(a).A + (B+C) atau A(), (b) AC + BD atau ( A ) (B D),
(c) (A + C) (B + D) atau (A C) (B D).
Jawab. (a) {2,1,-i,i,1+i}, (b) {1,i,-i}, (c) {1,-i}

122. jika A< B< C dan D adalah titik-titik sembatrang, buktikan bahwa:
(a) A + B = B + A, (b) AB = BA, (c) A + (B+C) = (A + B) + C, (d) A(BC) =
(AB)C. (e) A (B + C) = AB + AC. Gunakan notasi dan untuk notasi-
notasi ekuivalen. Diskusikan bagaimana notasi ini bisa digunakan untuk
mendefinisikan himpunan-himpunan aljabar.

123. Jika A,B dan C adalah himpunan semua didefinisikan sebagai z + i 3,
z , z + 1 , gambarkan secara grafis masing masing titik
berdasarkan
(a) A (b) A (C) A , (d) (A ) ( )
(e) AB + AC + CA, (f) A

+ B

+ C

.

124. Buktikan bahwa komplemen dari himpunan S adalah terbuka atau tertutup
menurut definisi bahwa S tertutup dan S terbuka.

125. Jika

adalah himpunan-himpunan terbuka, buktikan bahwa


adalah terbuka

126. jika sebuah limit point adalah himpunan yang tidak termasuk pada himpunan,
buktikan bahwa limit point tersebut haruslah sebuah titik batas dari himpunan.



BERBAGAI MACAM PERMASALAHAN
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxiv
127. diberikan sebuah jajar genjang ABCD. Buktikan bahwa
()

+ ()

= ()

+ ()

+()

+ ()

.

128. jelaskan pendapat yang keliru dibawah ini:
-1 = = ()() = = 1. Sehingga 1 = -1.

129. (a) Tunjukan bahwa persamaan

+ = 0 dimana

adalah konstanta konstanta real yang berbeda tidak 0, akan


mempunyai akar akar imajiner jika

.
(b) apakah konvers dari (a) ada ?

130. (a) Buktikan bahwa:

= { ( )
()

( )

}
Dimana

= {

[(

)]

jika n adalah genap


(b) Perolehlah hasil yang sama untuk

.

131. Jika z = 6

, tentukan

. Jawab.



132. Tunjukan bahwa untuk setiap bilangan real p dan m,

{


}

= 1.

133. Jika P adalah persamaan polinomial didalam z dan koefisien
koefisiennya real

134. jika

dan

kolinear, buktikan bahwa konstanta bilangan real , , ,


dan semuanya tidak 0 sedemikian sehingga

= 0 dimana +
+ = 0

135. Diberikan bilangan kompleks z, gambarkan secara grafis
(a) , (b) z, (c)

, (d)

.

135. diberikan dua bilangankompleks yang berbeda

dan

dan tidak sama


dengan 0, tunjukan bagaimana menggambar secara grafis hanya
menggunakan penggaris dan busur (a)

, (b)

, (d)

, (e)

.

137. Buktikan bahwa sebuah persamaan untuk sebuah garis yang melalui titik


dan titik

adalah
Arg {
(

)
(

)
} = 0
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxv

138. jika z = x + iy, bu

Halaman 31
139 . Apakah sebaliknya untuk pertanyaan 51 benar?jelaskan jawaban Anda?
140. Tunjukan persamaan untuk lingkaran yang melalui titik-titik 1 - i, 2i, 1+ i.
Jawaban. ( ) 5 1 5 1
2 2
= + + = + y x dan z
141 . Tunjukkan bahwa lokus dari z sedemikian sehingga , 1 1
2
a z z = +
a> 0 adalah lemniscate sebagai pertunjukan pada Gambar. 1.43




x




Gambar 1.43

142 . Misal pn = a2n b2n, n = 1,2,3, ... di mana a
n
dan b
n
adalah bilangan bulat
positif. Buktikan bahwa untuk setiap bilangan bulat positif M kita akan dapat
menunjukan bilangan bulat positif A dan B yang seperti p
1
p
2
... p
M
= B
2
+ A
2
.
(Contoh: Jika
. 11 2 25 . 5 , 4 3 25 1 2 5
2 2 2 2 2 2
+ = + = + = demikian dan
)
143. Buktikan bahwa
cos ( ) ( )
( )
|
.
|

\
|
+
+
= + + + + + na
a
a n
na a
2
1
cos
2
1
sin
1
2
1
sin
cos . . . cos u u u u
sin ( ) ( )
( )
|
.
|

\
|
+
+
= + + + + + na
a
a n
na a in s
2
1
sin
2
1
sin
1
2
1
sin
sin . . . u u u u
144 . Buktikan bahwa (a) Re {z}> 0 dan (b) 1 z 1 + z adalah pernyataan
yang setara!
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxvi
145 . Sebuah roda dengan jari-jari 1,2 meter (Gambar 1,44) yang berputar
berlawanan terhadap suatu sumbu melalui pusat di 30 putaran per menit.
(a) Tunjukkan bahwa posisi dan kecepatan dari setiap titik P pada waktu
dalam detik pada saat P pada sumbu x positif.
(b) Cari posisi dan kecepatan saat t = 2/3 dan t = 15/4


y



1.2m P x






Gambar 1.44

146. Buktikan bahwa untuk sebarang bilangan bulat,
( ) ( ) maz a z a z
m m
4
2 2
= + * ( ) m k a 2 / cot
2 2 2
t +
}
merupakan hasil
dari faktor-faktor dari k = 1 untuk m-1
147. Jika titik-titik P1 dan P2, yang diwakili oleh z
1
dan z
2
masing-masing
adalah seperti ,
2 1 2 1
z z z z +

Buktikan bahwa (a) z
1
/z
2
adalah bilangan
imajiner sejati, (b)
0
2 1
90 = Z OP P


148 . Buktikan bahwa untuk setiap bilangan bulat m> 1,

( )
1
2
1
cot . .
2
3
cot
2
2
cot
2
cot =

m
m
m m m
t t t t

149. Buktikan dan generalisasi:
( ) ( ) ( ) 2 7 / 4 csc 7 / 2 csc 7 / csc
2 2 2
= + + t t t
( ) ( ) ( ) ( ) 28 16 / 7 tan 16 / 5 tan 16 / 3 tan 16 / tan
2 2 2
= + + + t t t t
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxvii
150 . Jika massa m1, m2, m3 berada pada titik masing-masing z
1,
z
2
,z
3
,buktikan
bahwa pusat massa diberikan oleh =
3 2 1
3 3 2 2 1 1
m m m
z m z m z m
+ +
+ +

Generalisasikan untuk massa n.

151 . Cari titik pada garis yang menghubungkan titik z
1
dan z
2
yang membaginya
dalam rasio p:q
Jawaban. ( ) ( ) p q pz qz + + /
2 1

152. Tunjukkan bahwa persamaan untuk lingkaran yang melewati 3 titik,
diberikan oleh



Halaman 32
SOAL HALAMAN : 32

BILANGAN KOMPLEKS
153. Buktikan bahwa median dari sebuah segitiga dengan simpul di
z z z 3 2 1
, ,
berpotongan dititik ( )
z z z 3 2 1
3
1
+ +
154. Buktikan bahwa bilangan rasional antara 0 dan 1 dapat di hitung
(hint. Susunan angkanya sebagai berikut .......
5
3
,
5
2
,
5
1
,
4
3
,
4
1
,
3
2
,
3
1
,
2
1
, 0 )
155. Buktikan bahwa semua bilangan rasional dapat dihitung.
156. Buktikan bahwa bilangan irasional antara 0 dan 1 tidak dapat dihitung.
157. Mewakili secara grafis nilai z, yang mana untuk (a) , 1 > z z (b)
. 2 1 2 + > + z z
158. Tunjukan bahwa (a) 3 2
3
+ dan (b) i 2 2 bilangan aljabar
159. Buktikan bahwa 3 2 + adalah bilangan irasional
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxviii
160. ABCD....PQ merupakan poligon reguler sisi n inseribed dalam lingkaran
berjari jari satuan. Buktikan bahwa produk dari panjang diagonal AC,
AD,.....AP adalah ( ).
4
1
csc
2
n
n
t

161. Buktikan bahwa sin , 0 = u
(a) ( ) { }
n
n
n
k
n
kt
u
u
u
cos cos
sin
sin
1
1
1
2
H =

=


(b)
( )
( )
( )
.
1 2
1 1 2
sin
1 2 sin
sin
sin
2
2
1

+
H + =
+
=
n
n
n
n
k
kt
u
u
u

162. Buktikan
( )
( )

)

H =
=

n
k
n
n
k
n
4
1 2
1 2 cos
cos
cos
1
2
2
1
t
u
u
163. Jika produk dari dua bilangan kompleks
z z
dan
2 1
adalah bilangan real dan
tidak sama dengan nol, buktikan bahwa p bilangan real sehinga

=
z z
p
2 1

164. Jika z adalah setiap titik pada lingkaran 1 1 = z . buktikan bahwa arg
( ) ( ) z z z
z
=
2
arg
3
2
arg 2 1 dan berikan interprestasi geometris.
165. Buktikan bahwa dibawah pembatasan cocok (a) ,
z z z
n m n m +
= (b)
( )
.
z
z
n m
n
m
=
166. Buktikan (a) { } { } { } { } { }
z z z z z z 2 1 2 1 2 1
Im Im Re Re Re
(b) { } { } { } { } { }. Re Im Im Re Im
2 1 2 1 2 1 z z z z z z
+ =
167. temukan bidang poligon dengan simpul . 2 1 4 , 4 2 , 3 , 3 2 i i i i i + + +
Ans.
2
47

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxix
168.
b b b a a a n n
dan ......, , ......., ,
2 1 2 1
beberapa bilangan kompleks. Buktikan
ketidaksamaan Schwarz `s
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
s
=

= =
n
k
n
k
b a b a
k k
n
k
k k
1
2
1
2
2
1




Halaman 33
BAB 2
FUNGSI, LIMIT, dan KONTINUITAS

VARIABEL DAN FUNGSI
Lambang z, yang dapat menjelaskan sembarang himpunan bilangan kompleks
disebut variabel kompleks.
Jika setiap nilai variabel kompleks z berpasangan satu atau lebih nilai variabel
kompleks w, dapat dikatakan w adalah fungsi z dan ditulis w = f(z) atau w = G(z),
dan lainnya. Variabel z terkadang disebut variabel bebas, sedangkan w disebut
variabel terikat. Nilai fungsi pada z = a sering dituliskan f(a). Demikian jika f(z) =
z
2
, kemudian f(2i) = (2i)
2
= -4.
FUNGSI TUNGGAL DAN GANDA
Jika hanya satu nilai w berpasangan pada setiap nilai z, dapat dikatakan w
merupakan fungsi tunggal z atau f(z) merupakan fungsi tunggal. Jika lebih dari satu
nilai w berpasangan pada setiap nilai z, dapat dikatakan w merupakan fungsi ganda
z.
Fungsi ganda dapat diartikan sebagai kumpulan fungsi tunggal, setiap anggotanya
disebut cabang fungsi. Ini lazim untuk mengartikan satu anggota bagian sebagai
cabang utama fungsi ganda dan nilai fungsi memasangkan ke cabang sebagai nilai
utama.
Contoh 1 : Jika w = z
2
, kemudian setiap nilai z hanya ada satu nilai w. Maka w = f(z) = z
2

merupakan fungsi tunggal z.
Contoh 2 : Jika w = z
1/2
, kemudian setiap nilai z terdapat dua nilai w. Maka w = f(z) = z
1/2

merupakan fungsi ganda z (terdapat dua nilai).
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxx
Sewaktu-waktu kita berbicara fungsi yang kita dapat, kecuali sebaliknya,
menganggap fungsi tunggal.
FUNGSI INVERS
Jika w = f(z), kemudian dapat juga diartikan z sebagai fungsi w, dituliskan z = g(w)
= f
-1
(w). Fungsi f
-1
sering disebut invers fungsi memasangkan ke f. Demikian w =
f(z) dan w = f
-1
(z) merupakan fungsi invers yang lainnya.
TRANSFORMASI
Jika w = u + iv (dimana u dan v real) merupakan fungsi tunggal z = x + iy (dimana x
dan y real), dapat ditulis u + iv = f(x +iy). Dengan menyamakan bagian real dan
imajiner agar menjadi ekuivalen pada
u = u(x, y), v = v(x, y)
(1)
Demikian diberikan titik (x, y) pada bidang z, misal P pada gambar 2-1 di bawah
ini, berpasangan titik (u, v) pada bidang w, yaitu P pada gambar 2-2 di bawah ini.
Himpunan persamaan (1) [atau ekuivalen, w = f(z)] disebut transformasi. Kita dapat
katakan bahwa titik P dipetakan ke titik P dengan transformasi dan P bayang-
bayang P.

Halaman 34
FUNGSI, LIMIT DAN KEKONTINUAN
Contoh: jika

( )

dan
transformasi adalah

. Bayangan () adalah
d () pada bidang .






Gbr.2-1 Gbr.2-2
X
Y
P
Q
Y

Y
Q

P
X
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxxi
Secara umum, transformasi dibawah satu titik seperti pada kurva dari Gbr.2-1
dipetakan ke dalam korepondensi satu-satu, seperti pada kurva di Gbr.2-2.
Karakteristik tertentu dari gambar atau tergantung pada jenis fungsi () yang
terkadang disebut fungsi pemetaan. Jika () adalah fungsi banyak, titik (atau
kurva) di bidang dipetakan dari titik (atau kurva) di bidang

KOORDINAT KURVA LINEAR
Mengingat transformasi () atau, sama ( ) ( ) kita
sebut ( ) pada koordinat persegi panjang sesuai dengan Point di bidang
( ) koordinat kurva linear












Kurva ( ) ( )
dimana dan adalah konstanta, disebut [lihat Gbr.2-3] dan
setiap pasangan kurva ini memotong di suatu titik. Kurva ini memetakan ke lini
saling ortogonal pada bidang w [lihat Gbr. 2-4].


Halaman 35
FUNGSI, LIMIT DAN CONTINUITY
(35)






.
P
U
v
W plane
V=q
1
.
p
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxxii
Fungsi al jabar rasional di artikan
) (
) (
z q
z p
w= (3)
Dimana P(z) dan Q(z) adalah polynomial.kita kadang menyebut(s) sebuah
rasional transformasi.
Bentuk aslinya
d cz
b az
w
+
+
= dimana ad-bc = 0 sering di sebut liniar atau fransional
liniar transformasi.
Fungsi al jabar di difisinikan sebagai = w ) sin (cos y i y e e e
z iy x z
+ = =
+
(4)
Dimana e=2.71828..bentuk asli dari logaritme.jika a nyata dan
positof,kita membagi
zina z
e a = dimana di dalam logaritme dari a.menghasilkan untuk (4)jika a=e
Fungsi al jabar complek mempunyai kesamaan properties/sifat dengan fungsi al
jabar nyata,
. / , .
2 1 1 2 1 2 1 z z z z z z z
e e e e e
+
=
Fungsi trigonometri.kita mengartikan trigonometri/fungsi circular sin z,cos z,
sebangaimana fungsi al jabar berikut
i
e e
z
iz iz
2
sin

=
2
cos
iz e iz
e e
z

+
=
iz z
e e z
z

+
= =
2
cos
1
sec
iz iz
e e
i
z
z

= =
2
sin
1
csc
iz iz
iz iz
e e i
e e
z
z
z

= =
( cos
sin
tan
iz iz
iz iz
e e
e e i
z
z
z

+
= =
) (
sin
cos
cot
Banyak kemiripan sifat dalam bentuk trigonometri nyata juga mengandung
persamaan fungsi dengan trigonometri complek. contoh kita miliki
1 cos sin
2 2
= + z z z
2 2
sec tan 1 = + z z
2 2
csc cot 1 = +
z sin ) 2 sin( = z z cos ) cos( = z z tan ) tan( =
2 1 2 1 2 1
sin cos cos sin ) sin( z z z z z z =
2 1 2 1 2 1
sin sin cos cos ) cos( z z z z z z =
2 1
2 1
2 1
tan tan 1
tan tan
) tan(
z z
z z
z z

=
Fungsi hyperbolic di artikan sebagai berikut
2
sin
z z
e e
z

=
2
cos
z z
e e
z

+
=
z z
e e z
z

+
= =
2
cos
1
sec
z z
e e z
z

= =
2
sin
1
csc

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxxiii
z z
z z
e e
e e
z
z
z

= =
cos
sin
tan
z z
z z
e e
e e
z
z
z

+
= =
sin
cos
cot
Sifat berikut properties
1 sin 2 cos
2 2
= z z z
2 2
sec tan 1 = z z
2 2
csc 1 cot =
z
z sin ) sin( =
z
z cos ) cos( =
z
z tan ) tan( =
2 1 2 1 2 1
sin cos cos sin ) sin( z z z z z z =
2 1 2 1 2 1
sin sin cos cos ) cos( z z z z z z =
2 1
2 1
2 1
tan tan 1
tan tan
) tan(
z z
z z
z z


=




NAMA: SALI M
NPM: 2091000210038
J URUSAN: PEND.MATEMATI KA
ANGKATAN: 2009




Halaman 36
FUNGSI,LIMIT-LIMIT DAN KONTINUAN
Berikut ini relasi relasi di luar antara trigonometri atau fungsi lingkaran dan
fungsi hiperbolik.

z i iz z iz
z i iz z i iz
z iz z i iz
tan tanh cosh cos
tanh tan sin sinh
cos cos sinh sin
= =
= =
= =

6. fungsi logaritma
Jika
w
e z = ,kemudian kita tulis z w ln = ,disebut logaritma biasa dari z. fungsi
logaritma natural adalah invers dari fungsi eksponensial dan dapat di
defenisikan sebagai invers dari pada fungsi eksponensial dan dapat kita
defenisikan sebagai:
,..., 2 , 1 , 0 ) 2 ( ln ln = + + = = k k i r z w t u Dimana
( ) t u u k i i
re re z
2 +
= = .
Bahwa ln z adalah sebuah fungsi nilai banyak.itu nilai terpenting atau cabang
terpenting dari ln z adalah waktu sementara dengan defenisi ln r + iu dimana
u s o t 2 .
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxxiv
Fungsi logaritma dapat kita defenisikan sebagai dasar yang nyata daripada e.
jika ,
w
z o = kemudian z w
o
log = dimana dan 1 , 0 = o . Sejauh ini kotak
o ln w
e z = dan ) (ln z w = /(ln o ).
7. fungsi trigonometri invers
Jika z =sin w dimana w =sin
1
adalah Invers sinus (sine) dari z atau arc sin dari
z.kita dapat mendefenisikan bahwa invers trigonometri atau fungsi lingkaran
cos , tan ,
1 1
z z

dan seterusnya.
kemudian fungsi,akan mempunyai nilai banyak, dapat di sebut di dalam fungsi
logaritma berikutnya. Di dalam semua kita menyebutkan konteks penjumlahan
,..., 2 , 1 , 0 , 2 = k i kt di dalam logaritma.
sin
1
z =

ln ( iz +


2
z
1
csc

ln (

)
cos
1
z =

ln ( z +

2
) sec
1
z =

ln (

)
tan
1
z =

ln (

) cot
1
z =

ln (

)
8. fungsi hiperbola invers
Jika z = sinh dimana = sinh z
1
adalah mendefenisikan hiperbola invers dari
sinus (sine) z. kita defenisikan semua fungsi hiperbola invers cosh
-1
z, tanh
-1
z dan
seterusnya.kemudian fungsi akan memiliki nilai banyak, dapat di sebut di dalam
logaritma biasa sebagai berikut. Di dalam semua kotak kita menghilangkan
konteks penjumlahan ,... 2 , 1 , 0 2 = k i kt di dalam logaritma.
Sinh
1
z = ln ( z +

2
) csch
1
z = ln (

)
Cosh
1
z = ln ( z +

2
) sech
1
z = ln (

)
Tanh
1
z =

ln (

) coth
1
z =

ln (

)
9 fungsi z
o
dimana bilangan komplek,adalah defenisi daripada e
z ln o
.jika f
(z) dan g (z) memberikan dua fungsi dari z ,kita dapat mendefenisikan
bahwa f (z)
) ( z g
= e
) ( ln ) ( z f z g
. sacara umum bahwa fungsi mempunyai nilai
banyak .
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxxv
10. aljabar dan fungsi transsendental
Jika w adalah sebuah solusi dari pertayaan dari polonomial maka:
0 ) ( ) ( ... ) ( ) (
1
1
1
= + + + +

z p w z p w z p u z p
n n
n n
o
.dimana
) ( ),..., ( , 0
1
z p z p p
n o
= dimana polonomial-polonomial di dalam z dan n
adalah hitungan positif kemudian ) (z f w = adalah mendefenisikan fungsi
aljabar dari z.
Misalkan:
2 / 1
z w= adalah sebuah solusi dari pertanyaan w
2
-z = 0. Dan ini
adalah fungsi aljabar dari z

Halaman 37
FUNGSI, LIMIT DAN KEKONTINUAN
Setiap fungsi yang tidak dapat dinyatakan sebagai sebuah penyelesaian dari
(6) disebut sebagai fungsi transedental. Fungsi logaritma, trigonometri dan
hiperbola dan invers korespondensi adalah contoh dari fungsi transedental.
Fungsi-fungsi yang disebutkan pada 1-9 diatas, bersamaan dengan fungsi-
fungsi turunannya oleh bilangan berhingga dengan operasi penambahan,
pengurangan, perkalian, pembagian dan akar disebut sebagai fungsi dasar.

TITIK CABANG DAN GARIS CABANG
Misal kita diberikan fungsi

. Misalkan lebih jauh lagi kita


memperbolehkan untuk membuat suatu lintasan yang lengkap (berlawanan arah
jarum jam) di sekitar titik asal A , -. Kita mempunyai
*

jadi A,

dan
{

. Setelah lintasannya lengkap kembali pada A


dan
{.

. Maka kita tidak dapat


Bagaimanapun, dengan membuat lintasan terhadap kedua kembali ke A, misalnya


{.

. dan kemudian kita memperoleh nilai


yang sama dengan apa yang ada pada awal kita mulai.
Kita dapat mendeskripsikan hal diatas dengan menyatakan bahwa
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxxvi
kita berada pada satu cabang dari fungsi nilai ganda

, sementara jika


kita berada pada cabang fungsi yang lain.
Ini jelas bahwa setiap cabang dari fungsi tersebut bernilai tunggal. Untuk
menjaga fungsi bernilai tunggal, kita mengadakan sebuah rintangan buatan seperti
halnya OB dimana B adalah pada tidak terbatas [meskipun beberapa garis lain dari
O dapat digunakan] yang mana kita setujui untuk tidak melaluinya . Rintangan ini
[digambarkan tebal dalam gambar] disebut garis cabang atau potongan cabang dan
titik O disebut titik cabang. Perlu dicatat bahwa sebuah lintasan disekitar semua
titik kecuali tidaklah menuju ke nilai yang berbeda; maka adalah satu-
satunya titik cabang yang terbatas.




bidang z



A



B






Gambar 2.5

BIDANG RIEMANN
Ada cara lain untuk mencapai tujuan dari garis cabang yang digambarkan
diatas, untuk melihat ini kita bayangkan bahwa seperti bidang yang terdiri dari
dua lembaran yang diletakkan diatas satu sama lain. Kita sekarang memotong
lembaran tersebut sepanjang OB dan bayangkan bahwa ujung lebih rendah dari


0
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxxvii
dasar lembaran digabung dengan yang paling atas dari lembaran tersebut.
Kemudian dimulai di dasar lembaran dan buat satu lintasan yang lengkap sekitar O
kita sampai pada lintasan teratas. Sekarang kita bayangkan ujung potongan lainnya
yang digabung bersamaan sehingga dengan melanjutkan lintasan tersebut kita pergi
dari lembaran teratas menuju lembaran dasar.
Kumpulan dari 2 lembaran yang disebut bidang Riemann menyesuaikan
dengan fungsi

. Setiap lembaran menyesuaikan ke sebuah cabang fungsi dan


setiap lembaran fungsi adalah nilai-tunggal.
Konsep bidang Riemann memiliki keuntungan dimana berbagai macam
nilai dari fungsi bernilai-ganda diperoleh dari sebuah bentuk
berkesinambungan/berkelanjutan.
Gagasan tersebut nudah dikembangkan. Sebagai contoh, untuk fungsi


bidang Riemann mempunyai 3 lembaran, untuk ln bidang Riemann mempunyai
banyak lembaran tak terhingga.

LIMIT
Biarkan () dibatasi dan benilai tunggal disekitarnya dari

dengan
kemungkinan pengecualiaan dari

sendiri (misalnya dalam penghapusan


sekitar pada

). Kita menyatakan bahwa jumlah




Halaman 38
Kita lihat bahwa jumlah l adalah limit dari f(z) dengan z pendekatan z
0
dan di tulis
l z f
z z
=

) ( lim
0
jika untuk bilangan positif o ( namun kecil) kita dapat menemukan
beberapa bilangan positif o (biasanya bergantung pada) sedemikian sehingga
. 0 dim ) (
0
o < < < z z ana l z f

Dengan demikian kita juga mengatakan bahwa f(z) mendekati l sebagai z
pendekatan z
0
dan di tulis f(z) l sebagai z
0
z Limit tersebut harus independen
dari cara dimana z mendekati z
0

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxxviii
Secara geometris, jika Z0 adalah titikpada bidangkompleks,dari l z f
z z
=

) ( lim
0
jika perbedaandalamnilai absolutantara f(z) danldapat dibuatsekecilkami
berharapdengan memilihtitik-titk zcukupdekat denganz
0
(tidak termasukz =z
0
).
Contoh:Misalkan f(z)

=
=
i z
i z z
0
2
ketika zsemakin dekat dengani (yaitu mendekatii),
f (z)semakin dekatdengan 1
2
= i .Dengan demikian kitamemperkirakan
1 ) ( lim
0
=

z f
z z
. Untuk membuktikanini kita harusmelihat apakahdefinisi di atas
benar .Untukbukti inilihat masalah23.
Perhatikan bahwa ) ( ) ( lim
0
i f z f
z z
=

yaitu limitdari f (z) dengan zi adalahtidak


sama dengannilaidari f (z) di z= i, karenaf(i) = 0 dengan definisi.Limit
tersebutsebenarnya akanmenjadi-1bahkanjika f(z) tidak didefinisikandi z= i
Ketika limit dari suatu fungsi adalah unik,yakniadalah satu dan hanya
satunya(lihatmasalah26).
Jika f(z) adalahbeberapa-nilai, limit zz
0
mungkin tergantung padacabang tertentu.
TEOREMA TEOREMA LIMIT
Jika dan A z f
z z
=

) ( lim
0
B z g
z z
=

) ( lim
0
maka
1. { } B A z g z f z g z f
z z z z z z
+ = + = +

) ( lim ) ( lim ) ( ) ( lim
0 0 0

2. { } B A z g z f z g z f
z z z z z z
= =

) ( lim ) ( lim ) ( ) ( lim
0 0 0

3. { } { }{ } AB z g z f z g z f
z z z z z z
= =

) ( lim ) ( lim ) ( ) ( lim
0 0 0

4.
B
A
z g
z f
z g
z f
z z
z z
z z
= =

) ( lim
) ( lim
) (
) (
lim
0
0
0
jika 0 = B
TAKTERHINGGA
Melaluitransformasiw= 1 /ztitikz=0 (yaituasal)dipetakanke w=, disebut titikdi tak
terhinggapada bidangw.Demikian pula kitamenunjukkandengan z=titikdi tak
terhinggapada bidangz.Untuk mempertimbangkanperilakudari f (z) di z=, cukup
dengan membiarkans =1 /w danmengkaji perilakuf(1 / (w)) di w= 0.
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxxix
Kita mengatakan bahwa l z f
z z
=

) ( lim
0
atau f(z)mendekati l tak terhinggaz, jika untuk
setiapN >0 kitadapat menemukanm > 0 sehingga|f (z)-l| <e setiap kali|z|>M.
Kita katakan bahwa =

) ( lim
0
z f
z z
dari f (z) mendekati tak
terhinggasebagaizpendekatanz
0
, jika untuk setiapN >0 kitadapat menemukan > 0
sehingga|f (z) |>N dimana 0 <| z-z
0
| <.

KONTINUITAS
Misalkan f(z)didefinisikan danbernilai tunggalmendekati z =z
0
serta pada z=z
0

(yaitu di lingkungandari z
0
). Fungsi f(z)dikatakankontinu diz =z
0
jika
) ( ) ( lim
0
0
z f z f
z z
=


Catatan bahwa mengimplikasikantiga kondisiyang harus dipenuhiagarf (z)
kontinudi z=z
0
.
1. l z f
z z
=

) ( lim
0
harus ada
2. l z f
z z
=

) ( lim
0
harus ada yaitu f(z) di definisikan oleh z
0

3. ) (
0
z f l =


Halaman 39
FUNGSI, LIMIT DAN KONTINUITAS

() harus terdefinisi
(

) harus terdefinisi, dimana () didefinisikan pada

)
Ekuivalen, jika () kontinyu pada

kita dapat menulis ini dalam bentuk


() (


Contoh 1: Jika () kemudian dari contoh pada halaman 38,

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxxx

() . Untuk ()
Sehingga

() () dan fungsi tersebut tidak


kontinyu di .
Contoh 2: Jika ()

untuk semua , maka

() () dan ()
adalah kontinu di .

Titik pada garis dimana () tidak kontinu disebut diskontinuitas dari
(), dan () dikatakan diskontinuitas pada titik-titik ini. Jika

()
terdefinisi tapi tidak sama dengan (

), kita sebut

diskontinuitas lepas karena


dengan mendefinisikan (

) harus sama dengan

() pada fungsi menjadi


kontinu.
Alternatif untuk definisi kontinuitas diatas, kita dapat mendefinisikan ()
sebagai kontinu di

jika untuk setiap kita dapat menemukan


sedemikian sehingga |() (

)| dimana |

| . keterangan ini
hanyalah definisi limit dengan (

) dan tidak berlaku pada

.
Untuk menguji kontinuitas dari () di , kita masukkan dan
memeriksa kontinuitas dari () dimana .

KONTINUITAS DI DAERAH A
Sebuah fungsi () dikatakan kontinu di suatu daerah jika kontinu di semua
titik daerah.

TEOREMA PADA KONTINUITAS
Teorema 1. Jika () dan () adalah kontinu pada

, sehingga fungsi
() () () () () () dan
()
()
, jika dan hanya jika
(

) . Hasil yang sama berlaku untuk kontinuitas di suatu daerah.


Teorema 2. Di antara fungsi-fungsi kontinu di setiap daerah dengan batas () semua
polinomial, (b) e
z
, (c) sin z dan cos z.
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxxxi
Teorema 3. Jika () kontinu pada

dan () kontinu pada


dan jika

), maka fungsi ,()-, yang disebut fungsi


dari fungsi atau fungsi komposit, adalah kontinu pada

.
biasanya secara khusus dinyatakan sebagai: Sebuah fungsi kontinu
dari sebuah fungsi kontinu adalah kontinu.
Teorema 4. Jika ()kontinu di daerah tertutup, dibatasi di daerah ini, terdapat M
konstan sehingga |()| untuk semua titik pada daerah itu.
Teorema 5. Jika () kontinu di suatu daerah, maka bagian real dan imajiner dari
() juga berada di daerah ini.

KONTINUITAS SERAGAM
() berada di daerah. Maka menurut definisi pada setiap titik

ke daerah
dan untuk setiap , kita dapat menemukan (pada umumnya tergantung
pada kedua dan titik tertentu

) sama halnya |() (

)| dimana
|

| . Jika kita dapat menemukan pada tapi tidak pada titik tertentu

,
kita mengatakan bahwa () adalah kontinu seragam di daerah tersebut.



Halaman 40
Alternatif f(z) penggunaanya yaitu berlangsung pada daerah jika ada > 0 kita
dapat menemukan > 0 seprti |f(z
1
) f(z
2
)|< yang mana z
1
z
2
<

dimana z
1
dan
z
2
mempunyai dua poin dari daerah.
Teorema. Jika f(z) berada pada daerah tertutup, penggunaannya yaitu berlangsung
di sana.
URUTAN
Fungsi dari sebuah integral variabel positif di tandai dengan f(n) atau u
n
dimana n
=1, 2, 3....disebut sebuah urutan. Urutan seperti itu merupakan pasangan dari
angka-angka u
1
, u
2
, u
3
. . . Dalam sebuah batas pesanan dari pengaturan dan di
bentuk menurut batas aturan. Masing-masing nomor pada urutan di sebut batas dan
u
n
disebut batas ke n. Urutan u
1
, u
2
, u
3
. . .juga ditandai dengan singkatan (u
n
). Pada
urutan disebut terbatas atau tidak terbatas sesuai dengan adanya batas angka atau
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxxxii
tidak. Kecuali jika cara lainnya telah di tetapkan kita akan menganggap hanya batas
urutan.
Contoh 1: pasangan dari angka-angka i, i
2
, i
3
i
100
merupakan sebuah batas urutan;
pada istilah batas ke n. Yaitu pemberian dengan u
n
= i
n
, n=1, 2, ...100.
Contoh 2 : pasangan dari angka-angka 1 + i,
()

,
()

merupakan sebuah batas


urutan; pada istilah batas ke n. Yaitu pemberian dengan u
n
= (1+i)
n
/n!, n =1, 2, 3, . .
.
BATAS DARI URUTAN
Angka l di sebut limit dari batas urutan u
1
, u
2
, u
3
. . . jika untuk angka yang positif
kita dapat menemukan sebuah angka positif tergantung pada N seperti itu |

| untuk semua n > N. Seperti dalam kurung kita menulis

jika
limit dari sebuah urutan ada,pada urutan di sebut konvergen; atau cara lainnya itu di
sebut divergen. Sebuah urutan dapat konvergen hanya untuk satu limit jika sebuah
limit itu tidak berbanding.
Suatu yang lebih intiutif hanyalah cara unrigorous dari gambaran konsep ini pada
limit menyatakan bahwa sebuah urutan u
1
, u
2
, u
3
. . . mempunyai sebuah limit l jika
memperoleh batas-batas urutansemakin dekat dan semakin dekat untuk l. Ini
sering digunakan untuk menyiapkan sebuahkemungkinan sebagai nilai dari limit,
yang mana pada devinisi telah diterapkan untuk melihat jika kemungkinan benar.
TEOREMA PADA LIMIT DAN URUTAN
Selanjutnya diskusikan salah satu urutan pada BAB 6
Jika

= A dan Jika

= B, lalu
1.

+ b
n
=

= A + B
2.

- b
n
=

= A - B
3.

. b
n
= (

)(

) = A B
4.

)
=

jika B # 0
RANGKAIAN TAK TERHINGGA
misalkan u
1
, u
2
, u
3
. . . .menjadi salah satu urutan.
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxxxiii
Bentuk urutan baru

dibatasi oleh

. . . ,

. . . ,+


Dimana

disebut batas bagian penjumlahan, pada penjumlahan dari n batas


pertama dari urutan{ u
n
}.

Halaman 41
Tugas UAS Menerjemah Hal. 41
Urutan disimbolkan dengan
Yang disebut dengan urutan tak tentu apabila maka disebut dengan
Konvergan dan S sebagai jumlah. Maka urutan-urutan sebaliknya disebut Divergan.
Suatu keadaan dimana suatu urutan berkumpul adalah
Namun pembahasan ini belum lengkap (lihat hal.40 & 150)
Pembahasan selanjutnya dari urutan tak tentu ini disajikan pada bab 6.

Sontoh Soal (Pemecahan Masalah)
Fungsi dan transformasi
1. Jika . carilah nilai W yang cocok dengan (a)
dan (b) serta tunjukan korespondensinya ke dalam bentuk
grafik.

(a)
(b) 3i)=(1-3i


Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxxxiv


Titik , dicerminkan oleh titik P pada bidang z.
Mempunyai titik gambar yang digambarkan dengan P.
Pada bidang W dari gambar 2.7 anggap saja bahwa P dipetakan pada P dengan
cara pemetaan fungsi atau transformasi Sama halnya dengan
(titik Q pada gambar 2.6) dipetakan pada (titik Q pada gambar 2.7).
untuk masing-masing titik pada bidang z hanya terdapat satu korespondensi pada
bidang w, sehingga w adalah satu fungsi z tunggal yang terukur.
2. Buktikan bahwa garis yang mengikuti titik P dan Q pada bidang z yang
terdapat pada gambar 2.6 dipetakan oleh terhadap titik P Q pada
gambar 2.7 serta tentukan persamaannya?
Titik P dan Q mempunyai kordinat (-2,1) dan (1,-3) kemudian persamaanya
adalah


Persamaan P dan Q adalah

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxxxv
Sedangkan


Karena w=x+iy maka persamaannya adalah..

Sehingga bisa di grafikkan

Halaman 42
Belum

Halaman 43
a. Daerah asal di z berinduksi dari sebagian bayangan di PQRS terdapat pada
gambar 2-10. Daerah yang memetakan kedalam daerah yang berada pada
pada P Q R S yang menunjukkan bayangan terdapat pada gambar 2-11.
Yang akan ditulis pada kurva PQRSP yang dipindahkan searah jarum jam
dan kurva gambar P Q R S P yang juga dipindahkan searah jarum jam.
b. Daerah asal di z menunjukkan bahwa sebagian bayangan PTUVWXYZ
terdapat pada gambar 2-10. Daerah yang memetakan daerah yang berada
pada daerah gambar P T U V terlihat bayangan seperti terdapat pada
gambar 2-11.
Hal itu menarik untuk ditulis, ketika berbatasan dengan daerah
PTUVWXYZ yang dipindahkan hanya sekali, batasan dari daerah pada
gambar P T U V dipindahkan dua kali. Daerah itu harus dikembalikan
faktanya ada delapan titik P dan W, T dan X, U dan Z di daerah asal z
memetakan kedalam empat titik P atau W. T atau X, U atau Y, V atau
Z berkesinambungan.
Walaupun ketika batasan pada daerah PQRS dipindahkan hanya
sekali , batasan dari daerah pada gambar itu juga dipindahkan hanya sekali.
Berbeda jika dikembalikan faktanya pada pemindahan kurva PTUVWXYZ
melingkari daerah asal z = 0. Sedangkan ketika kita memindahkan kurva
PQRSP kita tidak dapat melingkari daerah asalnya.
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxxxvi
c.

()

()

()()

FUNGSI NILAI PERKALIAN
6. Diberikan

dan tujuannya berkorespondensi khusus titik

kita
mempunyai

.
a. Jika kita memulai dari titik

ketitik sumbu z ( Lihat gambar 2-12). Membuat


kelengkapan satu keliling searah jarum jam dengan daerah asalnya. Lihat nilai pada
w dikembalikan pada

adalah


.
b. Apakah nilai di w jika dikembalikan ke

, setelah 2, 3,....lengkapi lintasan


disekitar daerah asalnya.
c. Diskusikan bagian a dan b jika dengan cara satu satunya tidak dapat menemukan
daerah asalnya.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxxxvii

a. Kita dapatkan

, jadi



. Jika

,
kemudian


.
Seperti menambahkan dari

. Yang mana terjadi ketika


kelengkapan satu keliling disekitar daerah asal yang diputar searah jarum jam, kita
temukan



b. Setelah lintasan disekitar daerah asal 2 lengkap, kita temukan



Setelah lintasan disekitar daerah asal 3 dan 4 lengkap, kita temukan



Setelah lintasan disekitar daerah asal 5 w lengkap nilai yang diperoleh adalah

, jadi nilai dari daerah asal w adalah diperoleh setelah daerah


asal disekitar 5 berubah. Setelah itu lingkaran diulang ( Lihat gambar 2-13 ).
Cara Lain. Dimulai

, kita mempunyai arg z = arg w berubah dari

( ).
Selanjutnya jika arg z ditambah

tunjukkan hasil yang diperoleh sama dengan (a) dan (b).
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxxxviii
c.Jika dengan cara lain tidak dapat menemukan daerah asal, selanjutnya ditambah
dengan arg z dengan 0 dan penambahan arg w selalu 0. Dalam hal ini dari w adalah

. Maka pembuat angka dilintasan tidak diperoleh.



Halaman 44
FUNGSI, LIMIT, dan KONTINUITAS

7.a) di soal sebelumnya telah dijelaskan tentang alasan mengapa kita dapat
menganggap w sebagai kumpulan dari nilai tunggal dari fungsi z.
b) jelaskan secara geometris tentang hubungan antara fungsi-fungsi dari nilai
tunggal tersebut.
c) tunjukkan secara geometris bagaimana kita dapat membatasi diri kita dengan
fungsi dari nilai-nilai tunggal tertentu.
(a) karena w
3
= re
i
= re
(i + 2k)
dimana k adalah bilangan bulat, kita memiliki

( )

(( )) ( )
Dan karena w memiliki 5 nilai fungsi dari z, maka 5 nilai tersebut diberikan oleh k=
0,1,2,3,4
Kita juga dapat menganggap w sebagai sebuah kumpulan dari 5 nilai fungsi yang
disebut cabang dari banyak nilai fungsi, dengan cara membatasi . Oleh karena itu,
contohnya, kita dapat menulis

( ) ()
Dimana kita dapat mengambil 5 kemungkinan interval untuk yang diberikan oleh
,
Interval pertama adalah , yang biasanya disebut dengan jarak utama
dari dan sama dengan cabang pokok dari banyak nilai fungsi.
Interval lain untuk dari panjang 2 juga dapat diambil; misalnya
etc, pertama-tama persamaan ini dapat diambil sebagai jarak
pokok/utama.
(b) kita mulai dengan cabang (utama) yang asli
Setelah 1 putaran mengenai asal dari garis z telah lengkap, ditingkatkan oleh 2
untuk memberi fungsi bagi cabang lain. Setelah putaran yang lain lengkap, cabang
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
lxxxix
fungsi lain masih didapatkan sampai semua dari 5 cabang tersebut telah ditemukan,
setelah kita kembali pada cabang (utama) yang asli.
karena nilai yang berbeda dari f(z) diperoleh dengan berturut-turut mengelilingi z=0
kita sebut z = 0 titik cabang
(c) kita dapat membatasai diri kita dalam fungsi nilai tunggal tertentu, biasanya
pada cabang utama, dengan menjamin bahwa tidak lebih dari 1 putaran lengkap
yang dibuat, conth: membatasi dengan tepat.
Dalam kasus jarak utama dengan persamaan persamaan ini
telah telah diselesaikan dengan menyusun sebuah potongan yang diindikasikan
dengan OA pada gambar 2-14 dibawah ini, yang disebut sebuah potongan
cabang/garis cabang, pada poros posotif yang benar, maksut dari gambar ini adalah
kita tidak boleh melewati garis pemotong tersebut (jika kita melewatinya, maka
akan didapatkan fungsi cabang lain).
Jika interval yang lain untuk telah dipilih, maka garis cabang / garis pemotong
tersebut akan ditarik garis lain dalam garis bujur z yang berasal dari titik pusat.
Untuk tujuan tertentu, sebagaimana yang akan kita lihat selanjtnya, bahwa kita
dapat melihat kurva dalam gambar 2-15 yang mana pada gambar 2-14 adalah
merupakan sebuah kasus yang langka/jarang terjadi.









Fungsi Dasar
8. buktikan bahwa (a)

, (b) |

, (c)



G
x
y
y
A

O x
F
C
A
B
E
H
D
I
J
Gambar 2-14
Gambar 2-15
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xc
a)dengan definisi

( ) dimana z = x+iy. maka jika





Halaman 45
Belum

Halaman 46
FUNGSI, LIMIT, dan KONTINUITAS

12. buktikan: a) 1-

c) cos iz = cosh z
b) sin iz = i sinh z d) sin ( x + iy) = sin x cosh y + i cos x sinh y
a) dengan definisi, cosh z =

kemudian


dibagi dengan


b)

()

()

/
c)

()

()


d) dari soal nomor 9 (a) dan bagian (b) dan (c), kita memiliki
( )

13. a) jika

dimana ( ) dan )
b)tentukan nilai dari ( ) apa yang dimaksud dengan nilai utama?
a) Karen ( )

( )a
Kita memiliki persamaan riil dan baian bayangan
(1)

(2)


Dengan menaruh (1) dan (2) dalam tanda kurung dan
menambahkannya, maka kita menemukan

dan u = ln
r. kemudian dari (1) dan (2) yang mana
dari maka (
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xci
Jika

kita menyebut bahwa kemudian kita melihat


bahwa ( ) Sebuah cara yang sama dalam menyebut
persamaan yang sama adalah dengan menulis dimana
dapat dianggap memiliki banyak nilai yang berbeda dari 2.
Ingat bahwa secara formal

menggunakan
hokum logaritma yang mirip dengan matematika dasar.
b) Karena


, kita memiliki ( )
.


Nilai utamanya adalah

yang diperoleh dari persamaan k=0.



14. buktikan bahwa () mempunyai titik pusat pada z = 0.
Kita memiliki persamaan . Andaikan kita mulai pada
beberapa titik z
1
0 dalam bujur yang rumit untuk

maka

(lihat gambar 2-16). Kemudian setelah mebuat 1 putaran lengkap


mengenai asal persamaan tersebut dengan searah jarum jam atau melawan arah
jarum jam, kita menemukan arah kembali pada z
1
, yang mana

,
maka

). Oleh karena itu kita berada pada fungsi cabang


yang lain, dan z=0 adalah titik pusat.








Putaran lengkap selanjutnya tetntang arah awal yang berubah/berpindah ke
cabang lain dan (tidak seperti persamaan fungsi lain, misalnya

) kita
tidak akan pernah kembali pada cabang yang sama.

r
1

1
z
1
y

x

Gambar 2-
16
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xcii
Hal ini mengikuti bahwa adalah sebuah fungsi yang memiliki banyak
nilai dari z yang memiliki banyak cabang. Cabang tertentu dari z adalah riil dan
positif maka disebut dengan cabang utama. Untuk memperoleh cabang ini maka
kita membutuhkan =0 ketika z> 0.
Untuk menyelesaikan persamaan ini, kita dapat menggunakan persamaan
dimana dipilih, maka , dst.
Sebagai sebuah generalisasi, kita mengingatkan/menekankan bahwa ln (z-a)
memiliki sebuah titik cabang pada z=a.


Halaman 47
15.Pertimbangkan transformasi w = ln z. Tunjukkan bahwa (a) melingkar dengan
pusat pada titik asal bidang z yang dipetakan ke dalam garis paralel sumbu v pada
bidang w, (b) garis atau sinar keluar dari titik asal bidang z yang dipetakan ke
dalam garis paralel sumbu u pada bidang w, (c) bidang z dipetakan pada lebar t 2
pada bidang w. Ilustrasi hasil grafik.
Kita mempunyai w = u + iv = ln z = ln r + iu sedemikian sehingga u = In r, v =
u .
Pilih cabang utama w = ln r + iu dimana 0 u s t 2 Z

(a) melingkar dengan pusat pada titik asal dan jari-jari a dengan persamaan
a r z = = . Ini dipetakan ke dalam garis bidang w dengan persamaan ln = u a.
Gambar 2-17 dan 2-18 lingkaran dan garis yang memetakan a = 1/2, 1, 3/2, 2 yang
tertandai.
(b) garis atau sinar keluar dari titik asal bidang z (lihat gambar 2-17) mempunyai
persamaan a = u . Ini dipetakan ke dalam garis bidang w (lihat gambar 2-18)
dengan persamaan a v = . Kita sudah menunjukkan pemetaan garis untuk
2 / , 3 / , 6 / , 0 t t t and a = .
(c) memetakan titik P pada bidang z

yang digambarkan oleh 0 = z dan
mempunyai koordinat kutub ( ) u , r dimana , 0 , 2 0 > < s r t u ada P dengan lebar
t 2 yang ditunjukkan gambar 2-20. Kemudian bidang z dipetakan ke dalam titik
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xciii
potong. Titik 0 = z dipetakan ke dalam titik potong sering disebut titik pada
ketidakterbatasan.
Jika u

sedemikian hingga t u t 4 2 < s , bidang z dipetakan pada titik potong
t u t 4 2 < s pada gambar 2-20. Dengan cara yang sama, kita memperoleh titik
potong lain yang ditunjukkan gambar 2-20.
Di bawah ini diberikan titik z = 0 pada bidang z, ada tidak terbatas titik gambar
pada bidang w memetakan titik gambar.`
Yang harus dicatat bahwa jika kita yang telah mengambil u seperti
t u t t u t 3 , < s < s , dll, titik potong gambar 2-20 akan digeser tegak lurus
sejauh .


Halaman 48
. Jika kita memilih cabang utama dari sin
-1
z sehingga sin
-1
,buktikan bahwa
sin
-1
z =

ln (iz +

)
jika w = sin
-1
z, maka z =sin w =

sehingga

atau


Selesaian,


Karena

digantkan dengan

sekarang


()

sehingga

()

atau w

+ ln (iz +

)
Sehingga cabang bilamana diperoleh dengan mengambil k=0 dari
sini didapat w = sin
-1
z =

ln (iz +

) seperti yang diinginkan



17.jika kita memilih cabang utama dari tanh
-1
z sehingga tanh
-1
,buktikan
bahwa
tanh
-1
z =

ln .

/
jika w = tanh
-1
z , maka z = tanh w =

sehingga
( )

( )

( )( )

Karena


()


maka kita memperoleh

()

atau w = k

ln .

/
Cabang utama untuk memberikan hasil yang diinginkan.

18.(a) Jika

buktikan bahwa


()
* () ()+
di mana
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xciv
(b) Jika z adalah suatu titik pada lingkaran satan yang berpusat di O,buktikan
bahwa

menyatakan tak berhingga banyaknya bilangan riil dan tentukan


nilai utamanya.
(c) Tentukan nilai utama dari


(a) Menurut definisinya




(())


()

()
* () ()+
Nilai utama fungsi bernilai banyak ()

diperoleh dengan
mengambil dan ditentukan oleh

* () ()+ di
mana kita memilih sehingga
(b) Jika adalah suatu titik pada lingkaran satuan yang bepusat di ,maka
|| .Karena itu menutut (),karena ln ,maka

()
yang menyatakan tak berhingga banyaknya bilangan riil.Nilai
utamanya adalah

di mana kita memilih sehingga


(c) Menurut definisinya




{(

)}

()
karena

{(

)}

dan .

/.
Metode lain. Menurut bagian (b), karena terletak pada lingkaran
satuan yang berpusat di titik dan karena ,maka nilai utamanya
adalah

.

TITIK CABANG,GARIS CABANG DAB PERMUKAAN RIEMANN
19. Misalkan () (

. (a) Tunjukan bahwa adalh titik


cabang dari (). (b) Tunjukan bahwa suatu lintasan lengkap di sekeliling kedua
titik cabangnya tdak menghasilkan perubahan dalam cabang dari ()
(a) Kita mempunyai (

{( )( )

}.
Maka

( )

( ) sehingga
Perubahan dalam

* ( )+

* (
)+


Halaman 49
Fungsi, Limit dan Kekontinuan
Misal C (gambar 2.21) menjadi kurva tertutup yang memuat titik i tapi bukan
titik i. Kemudian titik z adalah suatu kejadian melawan arah jarum jam
disekitar C.
Ubah dalam arg ( z - i ) = 2 Ubah dalam arg ( z +i ) = 0
Kemudian
Ubah dalam arg w =
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xcv

Oleh karena itu w tidak boleh kembali ke nilai aslinya. Perubahan ke cabang
mengkin terjadi. Sejak sirkuit komplit tentang z=i merubah cabang dari fungsi,
menjadi cabang fungsi z=i. Dengan cara yang sama jika C adalah kurva
tertutup yang mendekati titik i tapi bukan i, kita dapat melihat z=i sebagai
titik cabang

Z Plane







Gambar 2.21



Metode lain :
Misal . ,
2 1
2 1
u u i i
e r i z e r i z = + = maka
{ }
2 / 2 /
2 1
2
1
) (
2 1
2 1 2 1
u u u u i i i
e e r r e r r w = =
+

Jika kita mulai dengan fakta-fakta bahwa nilai dari hubungan
.
2 2 1 1
o u o u = = dan Maka
2 / 2 /
2 1
2 1
u u i i
e e r r w= . Selama z melawan arah
jarum jam disekitar i ,
1
u diperluas ke t o 2
1
+ . Saat
2
u tinggal serupa.
2 1
u u =
. Oleh karena itu
2 / 2 /
2 1
2 1
u u i i
e e r r w=
2 / 2 /
2 1
2 1
u u i i
e e r r =
i
x
-i
z
y
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xcvi
Perhatikan jika kita tidak mendapatkan nilai asli dari w, perubahan dari cabang
terjadi, lihat z i adalah titik cabang.

(b) Jika C menyertakan kedua titik cabang z= i sebagaimana gambar 2.22
kemudian titik z menuju melawan arah jarum jam disekitar C.
Ubah dalam arg ( z i ) = 2
Ubah dalam arg ( z + i ) = 2
Kemudian
Ubah arg w = 2
Oleh karena itu sirkuit komplit disekitar kedua titik cabang hasil tidak dapat
diubah ke cabang.

Metode lain
Dalam hal ini, menunjuk cara kedua dari bagian (a)
1
u meningkat dari
1
o ke t o 2
1
+ saat
2
u meningkat dari
2
o ke t o 2
2
+ .
Demikian
2 / 2 / (
2 1
2 / ) 2 ( 2 / ) 2 (
2 1
2 1 1 1
o o t o t o i i i i
e e r r e e r r w = =
+ +
dan tidak
dapat diubah dalam cabang seperti yang diamati.
Z Plane









Gambar 2.23

20. Menentukan Garis Cabang untuk Permasalahan Fungsi 19
C
z
y
-i
x
i
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xcvii
Garis cabang dapat mengakibatkan Menandai salah satu gambar 2.23-
2.24. dalam kejadian ini, dari tidak memotong salah satu garis ini, kita dapat
memastikan nilai tunggal dari fungsi.










Gambar 2.23




Halaman 50
FUNGSI, LIMIT, DAN KONTINUITAS
21. Selidikilah permukaan Riemen untuk fungsi pada masalah 19
Kita mempunyai permukaan Riemann yang berbeda dan berkorespondensi
untuk gambar 2-23 atau 2-24 dari masalah pada nomor 20. Dengan mengganti
gambar 2-23, sebagai contoh kita bayangkan bahwa bidang z terdiri dari dua lembar
lapisan yang lain dan memotong sepanjang garis cabang. Sebaliknya tepi dari
potongan itu digunakan, dibentuk permukaan Riemenn . Pada pembuatan salah
satu sirkuit yang lengkap sekitar z=i , kita mulai pada salah satu cabang dan
kehabisan yang lain. Bagaimana pun, jika kita membuat salah satu sirkuit
mengenai keduanya z = i dan z = -i, kita tidak dapat mengubah semua cabang. Ini
sesuai dengan hasil pada permasalahn 19.
x
-i
y
i
x
y
-i
i
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xcviii
22. Selidikilah permukaan Riemann untuk fungsi f ( ) z = ln z ( perhatikan
masalah 14 )
Dalam hal ini kita membayangkan bahwa sumbu z terdiri dari lapisan
banyak helai yang tidak terbatas terhadap yang lain. dan memotong sepanjang
garis cabang yang berasal dari pusat z=0 keluar dari z=0. Kemudian kita
menghubungkan setiap potongan tepi atau pinggir untuk berhadapan dengan
potongan pinggir dari sebuah pinggir yang berhadapan. Kemudian setiap kali kita
membuat sirkuit z=0 adalah pada korespodensi lembar lain untuk sebuah turunan
fungsi cabang. Kumpulan dari lembaran lembaran itu disebut survei Riemmann.
Kenyataan ini masalah yang tidak suka pada 6 dan 7, sirkut berturut-berturut
membawa kita kembali cabang yang asli.

LIMIT
23. ( ) a If f ( ) z =Z
2
, akar dari
o
z z
z

=
2
0
lim

b). temukan ( ) jika z f lim f(z) = {
0
2
0
z z
z z
z
o
=
=

( ) a . Kita harus tunju kkan bahwa diberikan sembarang o
> 0
kita dapat
menemukano

( tergantung pada hal-hal umum) sedemikiansehingga
o o < < <
0
2
0
2
0 z z juga demikian z z

Jika o
1 dan o <
o <
0
z z
menyatakan bahwa
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
xcix
0 0 0 0
2
0
2
2z z z z z z z z z + < + = o
( )
0 0 0
2 1 } 2 { z z z z + < + < o o

Ambilah
o
= 1 atau
) 2 1 (
o
z +
o
yang terkecil. Kemudian kita mempunyai
o o < <
0
2
0
2
z z pula begitu z z
, dan hasil yang kita cari dapat
dibuktikan.
( ) b Tidak terdapat perbedaan di antara masalah ini dan pada bagian ( ) a ,
karena kedua kasus ini kita dapat menyimpulkan z = z
0
kembali ke bentuk
semula. Karena
2
0
) ( lim
0
z x f
x x
=

,dengan catatan bahwa limit dari f(z)


dimana
0
z z , tidak memiliki nilai apapun yang diperoleh dari nilai f(z)
pada
0
z
24. tafsirkanlah secara geometris dari masalah pada nomor 23
a). Persamaan
2
) ( z z f w = = didefenisikan sebagai sebuah transformasi
atau pemetaan pada bidang z yang ditunjuk menuju bidang w. berdasarkan
keterangan,kita dapat menyimpulkan bahwa titik adalah z
0
dipetakan
kedalam
2
0 0
z w =







Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
c
z v
.z
0

u




Dalam masalah pada nomor 23 (a) kita membuktikan hasil yang diberikan,
speperti
0 > o
kita dapat menemukan 0 > o sedemikian sehingga
o <
0
w w bilamana,.

o <
0
z z Secara geometri ini mengartikan bahwa, jika
kita menginginkan w berada didalam jari-jari lingkaran, (lihat gambar 2-26) kita
harus memilih ) ( o o pada tergantung sehinga z berada didalam jari-jari lingkaran
o . Menurut masalah pada nomor 23 (b) ini tentu bagus,jika 1 < o dan
) 2 1 (
0
z +
o

b) . Pada masalah nomor 23 (a)
2
0 0
z w w = = adalah bayangan dari z = z
0
.
Bagaimanapun, dalam masalah 23(b), w=0 adalah bayangan dari z = z
0
. Kecuali
untuk hal ini, penafsiran geometrik adalah serupa dengan yang diberikan pada
bagian ( a )

Halaman 51
FUNGSI ,BATAS DAN URUTAN


Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
ci

25 .membuktikan bahwa

.
kita harus menunjukkan
bahwa untuk setiap kita dapat menemukan . . . Sehingga

( ) . ketika 0 . .
karena kita dapat menulis
,


()()-,-

.
( ) ( )
untuk membatalkan faktor umum
maka kita harus menunjukkan bahwa untuk setiap kita dapat menemukan
.
sehingga ketika ( ) ( ) .
jika ... berarti ( )
( ) ( )

= ( ) ( )(
) .
= ( ) ( )( )

<
{| }
<( )

mengambil sebagai yang lebih kecil dari I dan . hasil yang dicari berikut.


THEOREMS PADA BATAS
26 .jika

() ada, membuktikan bahwa itu harus unik


kita harus menunjukkan bahwa jika

() dan

() maka
.
dengan hipotesis, diberi kita dapat menemukan seperti itu
f(z)- ketika 0<z- .
f(z)-1
2
< saat 0<z-zo<.
kemudian () () .
kurang dari tiap angka positif (betapapun kecilnya)
dan sebagainya harus nol. dengan demikian

27 .jika

() membuktikan bahwa ada sehingga


()

B karena 0< kita dapat menemukan ()


()sehingga
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
cii
menulis () ()<

() kami memiliki



() dari mana ()



28 .diberikan

() dan () membuktikan bahwa


(a)

,() ()- ()

()() (c)

()

jika B (d)

()
()


a) kita harus menunjukkan bahwa untuk setiap kita dapat
menemukan
seperti itu[f(z)+()- ( )< saat 0 < kami memiliki
[() ()- ( ) ,() - ,() - ()
()
dengan hipotesis, mengingat kita dapat menemukan
1
>0 dan
2
>0 seperti
itu () jika 0<
1

() jika 0 <
2.

Halaman 52

Halaman 53
(c)
16 4
8
lim
2 4
3
2
3 /
+ +
+

z z
z
i
e z
t

Dalam hal ini limit dari pembilang dan penyebut tiap-tiap nol dan teorema pada
limit tidak digunakan. Sebagaimana,dihasilkan oleh faktor dari polinomial bisa kita
lihat berikut ini.
( )( )( )
( )( )( )( )
3 / 5 3 / 4 3 / 2 3 /
3 / 3 3 /
2
2 4
3
2
2 2 2 2
2 2 2
lim
16 4
8
lim
3 / 3 / i i i i
i i
e z e z
e z e z e z e z
e z e z z
z z
z
i i t t t t
t t
t t

+
=
+ +
+


( )
( ) ( ) )( ( )
3 / 4 3 / 3 / 2 3 /
3 /
3 / 4 3 / 2
2
2
1
2 2
2
lim
3 / i i i i
i
i i
e z
e e e e
e
e z e z
z
i t t t t
t
t t t

+
=

+
=


i
8
3
8
3
=
Cara lain,sejak ( )( ) 16 4 4 64
2 4 2 6
+ + = z z z z , masalahnya ditemukan
persamaan
( )( )
( )
i
e
e
z
z
z
z z
i
i
e z e z
i i
8
3
8
3
1 2
1
8
4
lim
64
8 4
lim
3 / 2
3
2
2
6
3 2
2
3 / 3 /
=

+

t
t
t t

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
ciii
30. menunjukan bahwa
z
z
z 0
lim

tidak ada. Jika limit ada, itu berarti harus berdiri


sendiri dari cara yang z mendekati nilai 0.berikutnya 0 z sampai x ada.
Kemudian y = 0 dan z = x + iy = x dan x iy x z dan x iy x z = = = + = , jadi,
bahwa limit memerlukan 1 lim
0
=

x
x
x
. Kemudian z = 0 sampai y ada, kemudian x = 0,
dan iy iy x z = = , jadi bahwa limit memerlukan 1 lim
0
=

iy
iy
y
. sejak dua tidak
bisa mendekati dan memiliki kesamaan jawaban, maka limit tidak ada.
KONTINUITAS
31. a) menunjukan bahwa f(z) = z
2
termasuk pada z = z
0

b) menunjukan bahwa
( )

=
=
=
0
0
2
0 z z
z z z
z f
, dimana z 0 tidak termasuk pada z
= z
0

a) Dengan rumusan 23(a) ( )
2
0 0
0
lim z z f
z z
=

dan selanjutnya f(z) termasuk pada z


= z
0
.
Cara lain. Kita harus menunjukan bahwa dengan memberikan,> 0 kita bisa
0 . > o fi (pendalaman pada) seperti bahwa ( ) ( ) ,
2
0
2
0
< = z z z f z f
ketika ,
0
o < z z sebuah bentuk yang memberikan rumusan 23(a).
b) Dengan rumusan 23(b) ( ) , lim
2
0
0
z z f
z z
=

tetapi ( ) 0
0
= z f . Oleh sebab itu
( ) ( ) 0 0 lim
0
f z f
z z
= =

, dan selanjutnya f(z) tidak termasuk pada z = z


0
jika z
0

0
jika

z
0
= 0, ketika f(z) = 0: dan sejak ( ) ( ) 0 0 lim
0
f z f
z z
= =

, kita mengetahui bahwa


termasuk fungsi.
32. fungsi dari ( )
i z
z z z z
z f

+ +
=
5 2 8 2 3
2 3 4
termasuk pada z = i?
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
civ
F(i) tidak ada i.e. f(z) tidak dapat dijelaskan pada z = i. Dengan demikian
f(z) tidak termasuk pada z = i.
Didefinisikan pada f(z) jadi bahwa ( ) ( ) i z f i f
i z
4 4 lim + = =

(lihat rumusan 25),itu
termasuk pada z = i. Seperti dalam kotak kita menyebutnya z = i, tidak berubah.
33. menunjukan bahwa jika f(z) dan g(z) termasuk pada z = z
0
, jadi bisa juga (a)
f(z) + g(z) (b) f(z) g(z), (c)
( )
( ) z g
z f
jika g(z
0
) 0.
Mengikuti hasil dari rumusan 28 yang diambil A = f(z
0
), B = g(z
0
) sebelum
menuliskan o o < < <
0 0
0 z z karena z z i.e. masukan z = z
0

Halaman 54

FUNGSI-FUNGSI,LIMIT DAN KEKONTINUAN
54
34. Buktikan bahwa ( )
2
z z f = kontinu di daerah 1 s z
Misalkan z
0
di dembarang titik pada daerah 1 s z . Pada soal 23 (a), f(z)
kontinu di z
0
. Kemudian f(z) kontinu pada daerah sejak kontinu di sembarang
titik pada daerah itu.
35. Karena nilai z diikuti oleh fungsi-fungsi kekontinuan?
( ) ( )
( )( )
.
1
2
i z i z
z
z
z
z f a
+
=
+
= sejak bilangan pecahan nol ketika z= , i
fungsi kontinudimanapun kecuali i z =
( ) ( )
z
z z f b
sin
1
csc = = . Pada soal 10 (a), sin z=0 untuk z=o, ,.... 2 , t t oleh
karena itu f(z) kontinu dimanapun kecuali pada titik-titik tersebut.

KESAMAAN KEKONTINUAN
36. buktikan bahwa ( )
2
z z f = adalah bentuk kesamaa kontinu dalam daerah 1 < z
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
cv
Kita harus menunjukkan bahwa dibverikan sembarang , 0 > o , kita dapat
menemukan , 0 > o sedemikian sehingga ,
0
2
0
2
o < < z z apabila z z
dimana o bergantung hanya pada e dan tidak pada titik utama
0
z dari bidang.
Jika z dan
0
z adalah sembarang titik pada , 1 < z kemudian
|

|= |

||

| {|| + |

|}|

|< 2|

|
Jadi jika |

| <o berarti |

|< 2. Pilih = kita lihat bahwa


|

|< ketika |

|< dimana bergantung hanya pada e dan bukan


pada z
0
. oleh karena itu (z) =

merupakan kesamaan kontinu dalam bidang.


37. buktikan bahwa (z) =

bukan merupakan kesamaan kontinu dalam daerah


|| < 1
Metode 1.
Misalkan (z) adalah kesamaan kontinu di bidang tersebut. Kemudian untuk
sembarang > 0 kita akan dapat mencari , misalkan antara 0 dan 1,
sedemikian sehingga |() (

| < ketika |

|< untuk semua z dan

dalam bidang.
Misalkan z = dan


. kemudian |

| = -


< .
Bagaimanapun

> (sejak 0 < < 1).


Dengan demikian kita memiliki kontradiksi, dan kontradiksi berikut (z) =


tidak dapat disamakan kontinu dalam bidang.
Metode 2.
Misalkan

dan

+ i disembarang dua titik bidang sedemikian sehingga


|

| || = . Kemudian |(

)| =


=
||
|

||

|
=

||

|
dapat dibuat lebih besar daripada bilangan positif dengan
memilih

yang mendekati 0. Oleh karena itu fungsinya tidak dapat


disamaknan kontinu dalam bidang.

BARISAN DAN DERET
38. selidiki konvergensi dari barisan ini:
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
cvi
a)

1, 2, 3, , b)


()

.
Istilah pertama yang muncul dari barisan adalah

dst, atau

pada ploting titik-titik korespondensi dalam bidang z, kita


menduga bahwa batas tersebut adalah nol. Untuk membuktikan ini kita
harus menunjukkan bahwa. |

| |

| < ketika n > N


sekarang |

| |

| |

| < ketika n >


misalkan kita pilih N =

. Kemudian kita lihat bahwa (1) benar, dan


sehingga barisan konvergensi kearah nol.





Halaman 55
b. Dengan menghitung |

| |
()

()

()

| |

.
Untuk semua (sebagai contoh), kita memiliki

. Sehingga |

| |

| untuk semua , yaitu |

|
|

|, |

| |

| ()

|, dan pada umumnya |

|
()

|. Untuk mengikuti |

| dapat dibuat lebih banyak dari pada


jumlah positif ( tidak peduli sebarapa besar ) dan sehingga limit dari |

|
tidak ada, dan karenanya limit dari

tidak ada sehingga urutannya


menyimpang.
39. Jika

dan

buktikan bahwa

) .
Dengan definisi, diberikan kita dapat menemukan sehingga
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
cvii
|

, |

untuk .
Kemudian untuk ,
|(

) ( )| |(

) (

)| |

|
|

| yang membuktikan hasilnya.


Terbukti bahwa ini berhubungan dengan bukti untuk limit - limit fungsi
(masalah 28).
40. Untuk membuktikan bahwa jika deret

adalah menuju ke satu


titik, kita harus memiliki

.
Jika

adalah jumlah dari suku pertama dari deret, kemudian

. Maka jika

ada dan sama , kita memiliki

atau

yaitu

.
Sebaliknya, bagaimanapun, jika

deret itu mungkin atau tidak


mungkin akan bertemu disatu titik.
41. Buktikan bahwa

if || .
Misalkan


Kemudian


Eliminasi ( )

atau


Jika || , kita mengira bahwa

. Untuk membuktikan ini,


kita harus menunjukan bahwa diberi beberapa kita dapat menemukan
sehingga |

| untuk semua . Hasilnya adalah memang benar


jika ; maka kita dapat menghilangkan .
Sekarang |

| ||

kemudian || atau
() (||) [ sejak jika || || adalah neegatif. Karena itu kita
menemukan yang diperlukan , dan

.
Sehingga

.
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
cviii
Deret

disebut deret
geometri dengan suku pertama dan rasio , dan jumlahnya adalah

()

dengan || .

JENIS JENIS MASALAH
42. Misalkan (

)

. (a) Jika sedangkan , dan
menggambarkan kurva

, ditunjukkan pada gambar 2-27 dibawah, didapati


nilai jika . (b) Jika menggambarkan kurva

, ditunjukkan pada
gambar 2-28 dibawah, adalah nilai dari jika sama dengan yang
diperoleh pada (a)?
a) Titik cabang () () (

)

*( )( )+


adalah pada masalah 19.



Halaman 56




1
C


i
1
u

1
r
z 0 1

2
u

2
r
i

Gambar 2.27



1
u
i

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
cix

2
C
0 1

i
gambar 2.28
Misalkan (1) ( ) . 2 ,
1 1
2 1
u u ei ei
r i z r i z = + = karena
2 1
u u dan ditentukan hanya
tegak lurus ke dalam perkalian bilangan bulat dari ri t 2 ,maka kita bisa menulisnya
atau dapat ditulis:
( ) ( ) i ek i i k i
e r r e e r r w
t u u t u u 2 /
2 1
2 / 2 2 /
2 1
2 1 2 1
+ +
= = ( ) s
Berdasarkan gambar 2-27 (atau menggunakan persamaan) (1) dan (2) kita ketahui
bahwa ketika z berada di 2 / , 1 2 / 3 , 1 , 0
2 2 1 1
t u t u = = = = r dan r ketika 1 = w di z
= 0, yang diambil dari ( )
( ) i k
e s
t 1
1 ,
+
= dan kita dapat memilih | |. ,.... 3 , 1 , 0 1 = k .
Kemudian
( ) 2 /
2 1
2 1
u u +
= ei r r w
Seperti z sebagai garis lintang
1 1
, 1 0 r ke dari C diganti dari
1
, 2 1 u ke diganti dari
2
, 4 / 2 / 3 r ke t t diganti dari
2
, 2 1 u ke diganti dari 4 / 2 / t t ke . Kemudian
( )( )
( )
2 2 2
2 / 4 / 4 /
= =
+ t t i
e w
(b) seperti dibagian (a), ( )
( ) 2 /
2 1
2 1
u u +
=
i
e r r w .berdasarkan gambar 2-28 kita ketahui
bahwa z sebagai garis lintang
2 , 1
r C diganti dari
1
, 2 1 u ke diganti dari
2
, 4 / 7 2 / 3 r ke t t diganti dari
2
2 1 u dan ke diganti dari 4 / 2 / t t ke . Kemudian
( )( )
( )
2 2 2
2 / 4 / 4 / 7
= =
+t t i
e w . Yang mana tidak sama dengan nilai yang di
peroleh di bagian(a).
43. misalkan 1 1
2
= z karena 2 = 0. Ditunjukan bahwa z dirubah dari 0 ke 1 > p
sepanjang poros sebenarnya,
2
1 z dirubah dari 1 ke 1
2
p i
.



V

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
cx
z
1
C
r
A

B u E
x

1

F

P


Gambar 2.29
Jika dipertimbangkan dimana z garis lintang mendekati garis edar ABCDF,dimana
BDE adalah setengah lingkaran seperti yang ditunjukan bahwa pada gambar 2-29
dari bentuk ini kita memiliki u u sin 1 1 ir co r iy z z + = =
Maka ( )( ) ( ) u u u u sin cos 2 2 / sin 2 / cos 1 1 1
2
ir r i r z z z + = + =
Mendekati AB:
2 2
1 1 1 1 0 , 1 , x x x z dan x r x z = + = = = = u
Mendekati EF : 1 1 1 1 , 1 ,
2 2
= + = = = = x i x x i z dan x r x z t u
Sebab z sebagai bentuk dari 0 (dimana x=0) ke p (dimana z=p),
2
1 z bentuk
dari 1 ke 1
2
p i


Halaman 57
44. Temukan fungsi pemetaan yang memetakan titik-titik z = ..... 3 , 2 , i i i
dari bidang z ke titik w = 1 (lihat gambar 2.30 dan 2.31)
Bidang zBidang w
y v
i 3
i 2
i
x u
0 1
i
i 2


Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
cxi
ketika titik berada pada bidang z yang jarak sama,kita lihat masalah 15,
untuk memahami fungsi logaritma yang tipe z = w ln
jika sehingga titik i k w z maka k e w
i k
t
t
2 ln ...., 2 , 1 , 0 , 1
2
= = = = = jadi
titik w = 1dipetakan ke dalam titik-titi 0, ,.... 4 , 2 i i t t
bagaimana jika,
|
.
|

\
|
=
t 2
ln w
z kita pandang w = 1 dipetakan, ,.... 2 , , 0 i i z =
dengan cara ini fungsi pemetaan titik-titik ,.... 2 , , 0 i i z = yang dipetakan
ke titik w = 1
maka fungsi pemetaan yang cocok adalah
z
e w atau
w
z
t
t
2
2
ln
=
|
.
|

\
|
=

45. Jika l z
n
n
=

lim
, membuktikan bahwa ( ) ( )dan l z
n
n
Re Re
lim
=

( ) ( ). Im Im
lim
l zn
n
=


misal. dan iy x zn
n n
+ =
, 2 1
il l l + = dimana
2 , 1 ,
l l dan y x
n n
bagian bilangan
real dan imajiner dari masing-masing l dan zn .
Dengan hipotesis, diberi beberapa e > 0 kita dapat menemukan N
sedemikian sehingga l z
n
<e untuk n> N, yaitu ....
( )
2 1
il l iy x
n n
+ + <e, untuk n> N
Atau ( ) ( )
2
2
2
1
l y l x
n n
+ <e, untuk n> N
Dari sini berarti bahwa

1
l x
n
<e dan
2
l y
n
<e untuk n> N
1 lim
l x
n
n
=

dan ,
2 lim
l y
n
n
=

.bila di perlukan.
46. Buktikan bahwa jika a < 1
a)
2
3 2
cos 2 1
cos 1
......... 3 cos 2 cos cos 1
a a
a
a a a
+

= + + + +
u
u
u u u
b)
2
3 2
cos 2 1
sin
......... 3 sin 2 sin sin
a a
a
a a a
+
= + + +
u
u
u u u
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
cxii
misal
u i
ae z = lihat masalah 41. Kita bisa melakukan ini ketika a z = < 1..
kemudian
u
u
u
u
i
i
i
i
ae
e a e a ae

= + + + +
1
1
.... 1
3 3 2 2

atau
( ) ( )
u
u
u
u u u u
i
i
i
ae
ae
ae
a a i a a

= + + + + + +
1
1
1
1
.... 2 sin sin .... 2 cos cos 1
2 2

2
cos 2 1
sin cos 1
a a
ia a
+
+
=
u
u u


Hasil yang diperlukan mengikuti pada bagian bilangan real dan imajiner
yang disamakan.


Halaman 58
tentukan fungsi grafik yang poin z=0, i 2i ,3i,. Dalam plan z
dalam poin w=1di dalam plan




Sejak titk plan z spasi perkalian kita biarkan karna masalah lima 15 terhadap
fungsi
Logaritma tipe z=1n w
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
cxiii
Sekarang jika w=1,

k=0, 1,2.sehingga z=1n w=2ki sehinga titik


w = 1lalu titik masuk kedalam grafik 0,=2i ,4i
Jika z=(1n.w)/2n,titik w=1di dalam grafik sehingga z=0=i, =2i,dst
Maksud dan fungsi dalam grafik ini adalah titik z=0,I,2i..dst. ini semua
merupakan w=1
n N

_(

)<,untuk n>N
(

< untuk n>N


Dari penyelesain di atas dapat menghasilkan

dan

sebagai sarat
6.buktikan bahwa jika (a)>1
(a).1+ + +

+=


(b).a+ =


Jika z=

dari perasalahan 41kita dapat mengerjakan IzI=IaI< 1 sehingga


1+

+=


(1+ +

+) +( +

+) =












0











Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
cxiv




Halaman 59
Nama:Aris Wibowo
NPM:2091000210008
Jurusan:Pendidikan Matematika 2009b

FUNGSI,LIMITS,DAN KELANJUTAN
66.Buktikan jika 1 sin s x untuk x semua bilangan real.
67.Tunjukkan bahwa (a) Sinx = Sin x, (b) Coshx = Cos zx (c) = Tanx Tan x.
68.Untuk Setiap fungsi berikut ini ( ) y x u , dan ( ) y x v , sedemikian sehingga
( ) vi u x f + =
Pisahkan kedalam bagian imajiner dan real (a) ( )
iv
x f
3
,(b) ( ) x x f cos = (c)
( ) x x f 2 sin = (d) ( )
x
x x f
2 2
=
Jawab (a) u x v x
y y
3 sin , 3 cos
3 3
= = (b) , cos cos y x u = , sin sin y x v = (c)
y x u 2 cos 2 sin =
, 2 sin 2 cos y x v = (d) ( ) { }, 2 sin 2 2 cos
2 2 2
y xy y y x u
x
= v=
( ) { } y y x y xy
x
2 sin 2 cos 2
2 2 2
+
69.Buktikan bahwa (a) ( ) Sinhx x = sinh (b) ( ) Coshx x Cos = (c)
( ) Tanx x Tan =
70.Buktikan bahwa (a) ( )
2 1 2 1 2 1
Sinx Cosx Cosx Sinhx x x Sinh + + = + (b)
x
Sinh x Cosh x Cosh
2 2
2 + =
71.Buktikan bahwa (a) ( ) ( ) 1 cos
2
1
2 /
2
= x Sin (b) ( ) ( ) 1 cos
2
1
2 /
2
+ = x x Cos
72.Tentukan ( ) y x u , dan ( ) y x v , sedemikian sehingga (a) iv u x + = 2 sin , (b)
iv u x x + = cos
Jawab
y x x y x y v y x y y x x u b
y x v y x u a
sin sin cos cos , sin sin cos cos ) (
2 sin 2 cos , 2 cos 2 sin ) (
+ = =
= =

73.Carilah hasil dari (a) 4 Sinh
2
( ), 3 / i t (b)cosh ( ) i k t 1 2 + /2, k=0, ,...... 2 , 1
(c)Cosh 3 i t /4
Jawab (a)2i 3 (b) 0 (c) i


74. ) (a Tunjukkan bahwa (a) ln
|
|
.
|

\
|

2
3
2
1
= |
.
|

\
|
+ t k
x
2
3
4
i, k = 0 ,..... 0 , 1 ) (b
Apakah nilai terpenting/utamanya???
Jawab (b) 3 / 4 i t

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
cxv
75.Cari semua nilai dari ) (a ln ( ) 4 (b)ln i c i 3 ln( ) ( ), 3 ( dan temukan nilai
utama disetiap
Jawab
(a) ( )i kt t 2 2 ln 2 + +
(b) ( ) . 2 / 3 ln , 2 2 / 3 ln i i k t t t + + +
(c) ( ) o t t o t / 11 2 ln , 2 / 11 2 ln i i k + + +
76.Tunjukkan bahwa ln ( ) 1 x = ( ) ( )
1 2 2
tan 1 ln
2
1

+ + i y x ( ), 1 / x berikan
batasan jika.
77.Buktikan bahwa ( ) , 1 ln
1
cos ) (
2 1
+ =

x x
i
x x a , ( )
|
.
|

\
|

+
=

1
1
ln
2
1
cot
1
x
x
i
x b
menunjukkan adanya pembatasan.
78.Buktikan bahwa (a) ( ) , 1 ln sin
2 1
+ + =

x x x (b) |
.
|

\
|

+
=

1
1
ln
2
1
cot
1
x
x
x
79.Temukan semua nilai dari 2 sin
1
x

,(b) i
1
cos


Jawab
(a) ( ) t t k i 2 2 / 3 2 ln + + + (b) ( ) t t k i 2 2 / 1 2 ln + + +
( ) t t k i 2 2 / 3 1 2 ln , + +
80.Tentukan semua nilai dari(a) i
1
cos

(b) ( ) { } 1 ln sin
1


Jawab

(a) ( ) ( ) i k i k i k i t t t t 2 2 / 3 1 2 ln , 2 2 / 1 2 ln ln + + + + + +
(b) ( ) ( ) | 1 1 2 1 2 ln
2
2
+ + + t t k k + , 2 2 / i m i t t +
( ) ( ) ,.... 2 1 , 0 , , 2 2 / 3 1 2 1 1 2 ln
2 2
= + +
(

+ + m k mi i k k t t t


81.Tentukan semua nilai determinan yang benar dari (a) ( )
i
i + 1 , (b) 1
2
1
.
Jawab
sin 2 ln
2
1
cos
2 4 /
i
k
+
|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
+ t t
, 2 ln
2
1
|
.
|

\
|
(b)cos ( ) t k 2 2 ( ) t k i 2 2 sin +
82.Tentukan (a) ( ) { }
, 1 1
1 Re
+
i (b) ( )
1
i
Jawab (a) |
.
|

\
|
+

2 ln
2
1
4 / 7 cos
ln 2 4 / 7 2 ln
2
1
t
t t
(b)
t t k 2 2 / 3 +

83.Tentukan bagian imajiner dan real
2
x dimana iy x x + =
84.Tunjukkan bahwa (a) ( ) ( )
3 1 2
1 = z z f ,(b) ( ) z x f =
3 / 1 2 / 1
z + ,adalah fungsi
algebraic.
Titik Cabang,Garis Cabang,dan Bidang Riemann
85.Buktikan bahwa i x = adalah titik cabang dari ( )
3
1
2
1 + x
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
cxvi
86.Gambarlah bidang Riemann dari fungsi (a)
2
1
x (b) ( )
2
1
1
2
1
x x (c)
3
1
2
2
|
.
|

\
|

+
x
x

87.Tunjukkan bahwa bidang Riemannuntuk fungsi
3
1
2
1
x x + mempunyai | lembar
88.Gambarlah bidang Riemannuntuk fungsi(a) ( ) 2 ln + x ,(b)sin x
1
(c) tan x
1


Halaman 60
FUNGSI LIMIT DAN KESEIMBANGAN

LIMIT
89 . (a) Jika f(z)

buktikan

()


(b) Jika f(z) , temukan

()
dan
benarkan jawabanmu.

90 .Buktikan


91 Membenarkan suaru nilai untuk (a).

, (b).


dan selidiki mana yang benar untuk terkaanmu .
92 Jika


()

() ()

* ()
()+ (b)

* () ()+ dimana p dan q


adalah constanta (tetap).
93 Jika Jika

() buktikan (a)

*()+



()

*()+

.Dapatkah kamu
menjawab mirip pernyataan untuk

*()+

Apakah membatasi ,
bila ada , apakah mengharuskan ?
94 Mengevaluasai menggunakan teorema pada limit . Pada setiap kasus
menyatakan dengan tepat teorema yang mana yang digunakan.,
(a)

(


) (b)



()

( )()
()


(d)


(e)


Jawab ; (a) () (1 + i )/2 ()

(d) 1/3 (e)


95 Temukan

( ).


96 Buktikan jika ()

()()


Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
cxvii
97 Jika ()

buktikan

() ()

()

menyediakan



98 Jika kita membatasi diri kita untuk cabang
()

()



99 Menjelaskan sama apa yang dimaksut pernyataan ()

( )

()


100Menunjukkan bahwa

()

()


101 Menunjukan bahwa jika kita membatasai diri untuk ()
()

()
KESEIMBANGAN
102Membiarkan ()

()
(a)buktikan

() ()()
()()
103Jawaban masalah 102 jika () digambarkan sebagai sepadan dengan 4i
jelaskan perbedaannya.
104Buktikan () (

) berlanjut di mana di dalam dan pada unit


melingkar||

105Jika () () ()
()
106Jika
() ()*()+


Dapatkah kamu menjabarkan hasil untuk *()+

adalah bilangan
bulat positif.



Halaman 61
107. Carilah semua titik yang tidak kontinu pada bilangan fungsi-fungsi berikut :
(a) f(z) =

, (b) f(z) =

, (c) f(z) = cot z, (d) f(z) =

,
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
cxviii
(e) f(z) =


Jawablah (a) -1 i (c) k, k = 0, 1, 2,... (e) i, (k+

)i, k = 0, 1, 2,
..
(b) 2, 2i (d) 0,(k+

), k = 0, 1, 2,
108. Buktikan bahwa f(z) = z
2
-2
z
+3 adalah kemana saja kontinu pada bilangan
yang terbatas.
109. Buktikan bahwa f(z) =

adalah (a) kontinu dan (b) membatasi dalam


suatu bagian z 2.
110. Buktikan jika f(z) adalah kontinu tertutup, yang di batasi dalam sebuah baian
tersebut.
111. Buktikan bahwa f(z) =

adalah kontinu untuk semua z seperti bahwaz 0,


tetapi tidak dibatasi.
112. Buktikan bahwa polynomial adalah kontinu kemana saja dalam bilangan
yang terbatas
113. Bahwa f(z) =

adalah kontinu pada semua z di luar z= 2.


Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
cxix
BILANGAN BERURUTAN YANG TIDAK TERBENTUK
114. Buktikan bahwa f(z) = 3
z
2 tidak dibentuk dengan terus menerus dalam
bagian z 0
115. Buktikan bahwa f(z) =

(a) tidak kontinu dalam sebuah bagian z 1 tetapi


(b) tidak kontinu dalam bidang

z 1
116. Buktikan bahwa jika f(z) adalah kontinu dalam sebuah bagian yang tertutup R
adalah yang beragam secara kontinu dalam R
RANGKAIAN DAN RENTETAN
117. Buktikan bahwa (a)

(b)

) = 1- i.
118. Buktikan bahwa beberapa dari bilangan komplek z,

(1 +

) = 1.
119. Buktikan bahwa

n (

= 0.
120. Buktikan bahwa

ni
r
tidak tetap
121. Jika

u
n
= 0, buktikan bahwa

u
n
= 0. Apakah bertentangan
dengankenyatan? Berikan kesimpulanmu.
122. Jika

a
n
= A dan

b
n
= B, buktikan bahwa (a)

(a
n
+ b
n
) =
A+B,
(b)

(a
n
- b
n
) = A-B, (c)

a
n
b
n
= AB, (d)

= A / B jika B
0
123. gunakan teori limit terbuka untuk mengeluarkan tiap-tiap bagin ini.
(a)


( )()
(c)

-
(b)

)()


(d)

( )
Jawablah (a)

i, (b) 1, (c) 0, (d)

i.
124. Jika

u
n
= 1, buktikan bahwa

= 1.
125. Buktikan bahwa pada rentetan

()

()

pada
kelompok yang berlawanan dan temukan jumlahnya
126. Buktikan bahwa rentetan i 2i + 3i 4i + yang berbeda
127. Jika rentetan

bertemu dengan A, dan

bertemu dengan B,
buktikan bahwa (

bertemu dengan A + iB. apakah kebalikan itu


benar.
128. Cari pertemuan dari

dimana w = + i. Jawablah yang berlawanan.



Halaman 62
FUGSI, LIMIT dan KEKONTINUAN
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
cxx

Bermacam macam Masalah
129.Misal ( )( ) { } . 4 4
2
1
2
+ = z z w Jika 4 = w
saat , 0 = z tunjukkan bahwa jika z me-
nggambarkan kurva C dari gambar 2-32,
kemudian nilai w pada 6 = z
adalah 5 4i .
130.Buktikan bahwa kondisi yang cukup dan memenuhi untuk
( ) ( ) ( ) y x iv y x u z f , , + = berkelanjutan pada
0 0 0
iy x z z + = = adalah bahwa
( ) y x u , dan ( ) y x v , berkelanjutan pada ( )
0 0
, y x .
131.Buktikan bahwa persamaan z z = tan hanya mempunyai akar real.
132.Seorang siswa berkata bahwa 1 dicapai pada sembarang kekuatan adalah sama
dengan 1. Apakah dia benar? Jelaskan.
133.Tunjukkan bahwa
u
u u u u
cos 4 5
sin 2
...
2
3 sin
2
2 sin
2
sin
3 2

= + + + .
134.Tunjukkan bahwa hubungan ( ) ( ) ( ) iy f x f iy x f + = + dipenuhi oleh
( ) . sin z x f = Dapatkah kamu menemukan fungsi lain yang benar?
135.Buktikan bahwa 0
5 3
2 3
lim
2 4
3
=
+ +
+

z z z
z z
z
.
136.Buktikan bahwa ( ) 1 / 2 csc
2
s e e z jika . 1 > y
137.Tunjukkan bahwa { } { } 1 2 1 2
2
1
sin Re
2 2 2 2 1
+ + + + + =

x y x x y x z .
138.Jika ( ) z F berkelanjutan dalam wilayah tertutup terikat

9, buktikan bahwa ( ) a
ada a angka positif seperti bahwa untuk semua z dalam

9,
( ) ( ) ( ) x f b M z f , s mempunyai sebuah ikatan lebih dalam 9 dan ada
paling tidak satu nilai
0
z dalam 9 seperti bahwa ( ) .
0
= x f
139.Tunjukkan bahwa ( ) . 1 4 / 1 tanh = +i t
140.Buktikan bahwa semua nilai dari ( )
i
i
2
1 terletak pada satu garis lurus.
141.Evaluasi (a) , 2 / cosh i t (b)
1
tanh . Jawaban (a) 0, (b) ( ) , 2 / 1 2 i k t +
,...... 2 , 1 , 0 = k
142.Jika iv u z + = tan , tunjukkan bahwa ,
2 cosh 2 cos
2 sin
y x
x
u
+
=
y x cis
y
v
2 cosh 2
2 sinh
+
=
143.Evaluasi terhadap 3 ketepatan tempat desimal (a) , 6
2 3 i
(b) ( ). 4 5 sin i
144.Buktikan
( )
( )
, cos
2 / tan 1
2 / tan 1
Re u
u
u
=
)
`

+
i
i
menggindikasikan nilai pengecualian.
y
0 6
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
cxxi
145.Jika ( ) A z f
x x

0
lim dan ( ) , 0 lim
0
= =

B z g
x x
buktikan bahwa
( ) ( ) B A x g x f
x x
/ / lim
0
=

tanpa membuktikan bahwa ( ) . / 1 / 1 lim


0
B x g
x x
=


146.Misal ( )
onal adalahrasi z jika
sional adalahirra z jika
z f

=
1
0
buktikan bahwa ) (z f tidak berkelanjutan pada
semua nilai z.
147.Buktikab bahwa jika ( ) ( ) ( ) y x iv y x u z f , , + = berkelanjutan pada satu wilayah
a , kemudian ( ) ( ) { } ( ) y x u x f a , Re = ( ) ( ) { } ( ) y x v z f lm b , = berkelanjutan dalam
satu wilayah.
148.Buktikan bahwa semua akar dari , tan k x z = dimana , 0 > k adalah real.
149.Buktikan bahwa jika limit dari sebuah rangkaian yang ada itu harus unik.
150. ( ) a Buktikan bahwa ( ) . 0 1 lim = +

n n
n

( ) b Buktikab bahwa rangkaian ( )

=
+
1
1
n
n n berbeda, dengan
menunjukkan bahwa sebuah rangkaian ke n mendekati 0 tidak butuh
bertemu.
151.Jika ( ) ,... 2 , 1 , 0 , / 1
2
1
1
= + =
+
n z z z
n n n
dan , 2 / arg 2 /
0
t t < < x buktikan
bahwa . 1 lim =

n
n
x

Halaman 63
Bab 3
Turunan Kompleks dan Persamaan Cauchy-Riemann

TURUNAN
Jika () merupakan fungsi ganjil pada R di bidang z, turunan f(z)
didefinisikan sebagai
f (z) =

( ) ()

(1)
dibuktikan bahwa keberadaan sumbu limit di . Dalam hal ini dikatakan
bahwa f(z) adalah turunan pada z. Pada definisi (1) sering digunakan h sebagai
pengganti . Walaupun sifat turunannya kontinu, rujukannya tidak tepat (lihat
permasalahan 4).

FUNGSI ANALITIK
Jika turunan f (z) terletak pada semua titik bidang z di R, maka ()
dikatakan analitik dalam R dan ditujukan sebagai fungsi analitik di R atau fungsi
analitik di R. Istilah umum dan holomorfik sering digunakan sebagai persamaan
analitik.
Fungsi f(z) dikatakan analitik pada titik z
0
jika terdapat pendekatan |

| pada semua titik f (z).



PERSAMAAN CAUCHY-RIEMANN
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
cxxii
z bidang
Q
P
0
z
z z A +
0

w bidang
x
( ) z z f w w A + = A +
0 0

u
y
Q
( )
0 0
z f w =
( ) ( )
0 0
z f z z f w A + = A
P
Merupakan hal penting bahwa () ( ) ( ) analitik pada
R, u dan v memenuhi persamaan Cauchy-Riemann

(2)
Jika turunan parsial pada (2) kontinu di R, maka persamaan Cauchy-Riemann
merupakan keadaan yang cukup bahwa () analitik di R. Lihat permasalahan 5.
Fungsi ( ) dan ( ) sering disebut fungsi konjugat. Terdapat satu yang
dapat ditemukan di lainnya (konstan tambahan yang berubah-ubah) maka
() analitik (lihat permasalahan 7 dan 8).

FUNGSI KESERASIAN
Jika turunan parsial kedua u dan v bergantung sumbu x dan y dan kontinu di
R, maka ditemukan persamaan (2) (lihat permasalahan 6)

(3)
Mengikuti di bawah kondisi bagian real dan imajiner dari fungsi analitik memenuhi
persamaan Laplace yaitu

atau

dimana

(4)
Operasi

sering disebut Laplacian.




Halaman 64
Fungsi-fungsi misalnya ( ) y x u , dan ( ) y x v , yang memenuhi persamaan Laplace pada
daerah R disebut fungsi harmonik dan disebut juga harmonik di R .
INTERPRETASI GEOMETRI TURUNAN
Misal
0
z ( gambar 3-1) titik P pada bidang z dan misal
0
w (gambar 3-2)
gambar ' P pada bidang w pada transformasi ( ) z f w = . Sejak kita menganggap
bahwa ( ) z f bernilai tunggal, titik
0
z memetakan hanya pada satu titik di
0
w .







Gambar 3-1 Gambar 3-2
Jika kita memberi pertambahan z A kita mendapat titik Qdari gambar 3-1.
Titik ini memiliki gambar ' Q pada bidang w . Kemudian dari gambar 3-2 kita
melihat bahwa ' ' Q P merepresentasikan bilangan komplek ( ) ( )
0 0
z f z z f w A + = A .
Melanjutkan bahwa turunan pada
0
z ( jika ada) dinyatakan oleh :
Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo
cxxiii

( ) ( )
QP
P Q
z
z f z z f
P Q z
' '
lim lim
0 0
0 A
=
A
A +
(5)
yaitu limit dari rasio ' ' P Q ke QP untuk titik Qmendekati titik P . Interpretasi di
atas secara jelas mempertahankan dimana
0
z digantikan oleh sembarang titik z .
DIFERENSIAL.
Misal dz z = A pertambahan diberikan ke z . Maka
( ) ( ) z f z z f w A + = A ( 6 )
Disebut pertambahan pada ( ) z f w = . Jika ( ) z f kontinu dan punya turunan pertama
yang kontinu pada suatu fungsi, maka
( ) ( ) dz dz z f z z z f w
e e
+ = A + A = A ' ' ( 7 )
Dimana 0
e
untuk 0 Az Menyatakan bahwa :
( )dz z f dw ' = ( 8 )
disebut diferensial dari w atau ( ) z f , atau bagian utama dari w A . Catat bahwa
dw w= A . Kita sebut dz diferensial dari z.
Dikarenakan definisi ( 1 ) dan ( 8 ), kita sering menulis :
( )
( ) ( )
z
w
z
z f z z f
z f
dz
dw
z z
A
A
=
A
A +
= =
A A 0 0
lim lim ' ( 9 )