Anda di halaman 1dari 6

Asap cair

Kelayakan Usaha
Aspek Keuangan
Aspek
Finansial
1. IRR, NPV,
2. BEP,PP,PI
3. Sensitivitas
Tidak Layak Layak
Pengembangan Usaha Evaluasi
Studi Kelayakan Bisnis
Aspek Finansial
Konsep cost of capital (biaya-biaya untuk menggunakan modal)
dimaksudkan untuk menentukan berapa besar biaya riil dari masing-masing
sumber dana yang dipakai dalam investasi. Aspek finansial merupakan suatu
gambaran yang bertujuan untuk menilai kelayakan suatu usaha untuk dijalankan
atau tidak dijalankan dengan melihat dari beberapa indikator yaitu keuntungan,
R/C Ratio, Break Event Point (BEP) dan Payback Period (PP) yang dapat
diuraikan sebagai berikut :
1. Keuntungan suatu perusahaan didapatkan dari hasil penjualan produk
setelah dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk
memproduksi produk tersebut. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui
besarnya keuntungan dari usaha yang dilakukan dan semakin besar
keuntungan maka semakin bagus.
2. Imbangan Penerimaan dan Biaya (R/C Ratio), bertujuan untuk melihat
seberapa jauh biaya yang digunakan dalam kegiatan usaha yang dilakukan
dapat memberikan nilai penerimaan sebagai manfaatnya.
3. Payback Period adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup
kembali pengeluaran investasi (initial cash investment) dengan
menggunakan aliran kas, yang bertujuan untuk mengetahui seberapa lama
modal yang telah ditanamkan bias kembali dalam satuan waktu.
4. BEP (Break Event Point) analisis ini bertujuan untuk mengetahui sampai
batas mana usaha yang dilakukan bias memberikan keuntungan atau pada
tingkat tidak rugi dan tidak untung. Estimasi ini digunakan dalam
kaitannya antara pendapatan dan biaya.
Analisis Kriteria Investasi
Menurut Umar,(2009) studi kelayakan terhadap aspek keuangan perlu
menganalisis bagaimana prakiraan aliran kas akan terjadi. Beberapa kriteria
investasi yang digunakan untuk menentukan diterima atau tidaknya sesuatu usulan
usaha sebagai berikut :
1. Net Present Value (NPV) merupakan ukuran yang digunakan untuk
mendapatkan hasil neto (net benefit) secara maksimal yang dapat dicapai
dengan investasi modal atau pengorbanan sumber-sumber lain. Analisis ini
bertujuan untuk mengetahui tingkat keuntungan yag diperoleh selama
umur ekonomi proyek. Proyek dinyatakan layak dilaksanakan jika nilai
B/C Rasio yang diperoleh lebih besar atau sama dengan satu, dan merugi
dan tidak layak dilakukan jika nilai B/C Rasio yang diperoleh lebih
kecildari satu.
2. Net Benefit/ Cost Ratio, perbandingan antara present value dari net benefit
positif dengan present value dari net benefit negative. Analisis ini
bertujuan untuk mengetahui berapa besarnya keuntungan dibandingkan
dengan pengeluaran selama umur ekonomis proyek.
3. IRR (Internal Rate of Return) merupakan tingkat suku bunga yag dapat
membuat besarnya nilai NPV dari suatu usaha sama dengan nol (0) atau
yang dapat membuat nilai Net B/C Ratio sama dengan satu dalam jangka
waktu tertentu.


















Pengolahan dan Analisis Data
Informasi dan data yang di dapatkan dari dilakukannya penelitian ini,
diolah dan dianalisis. Analisis diawali dengan mengidentifikasi apa saja yang
menjadi faktor internal dan eksternal dari lingkungan perusahaan. Alat analisis
yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis usaha berdasarkan nilai
IRR, PI, NPV, BEP, PP, R/C Ratio dan analisis sensitivitas.
1. Break Even Point (BEP)
Penentuan titik impas dengan teknik persamaan dilakukan dengan
mendasarkan pada persamaan pendapatan sama dengan biaya ditambah laba.
Penentuan titik impas dengan pendekatan grafis dilakukan dengan cara
mencari titik potong antara garis pendapatan penjualan dengan garis biaya
dalam suatu grafik yang disebut grafik impas. Penentuan titik impas dengan
teknik persamaan dapat dilakukan dengan dua cara yakni sebagai berikut:
a. Laba adalah sama dengan pendapatan penjualan dikurangi dengan biaya atau
dapat dinyatakan dalam persamaan berikut:



Keterangan :
Y : Laba
a : Biaya tetap
b : Biaya variabel per satuan
c : Harga jual per satuan
x : Jumlah produk yang dijual
b. Persamaan dinyatakan dalam bentuk laporan rugi laba dengan metode variabel
costing, persamaan tersebut berbentuk sebagai berikut:



Keterangan :
Y : Laba bersih
a : Biaya tetap
Y = cx bx a(1)
Y = cx bx a.........(2)
bx : Biaya variabel
cx : Pendapatan penjualan
2. Payback Period (PP) : Nilai Investasi x 1 tahun .(3)
Kas Masuk Bersih

3. Net Present Value adalah perbedaan antara nilai sekarang dari benefit
(keuntungan) dengan nilai sekarang biaya, yang besarnya dapat dihitung
dengan rumus sebagai berikut :


Keterangan :
Bt = Benefit bruto proyek pada tahun ke t
Ct = Biaya bruto proyek pada tahun ke-t
n = Umur ekonomis proyek
i = Tingkat bunga modal (%)
t = Periode per tahun
Apabila dalam perhitungan NPV diperoleh lebih besar dari nol atau positif,
maka proyek yang bersangkutan diharapkan menghasilkan tingkat keuntungan,
sehingga layak untuk diteruskan. Jika nilai hasil bersih lebih kecil dari nol atau
negatif, maka proyek akan memberikan hasil yang lebih kecil dari pada biaya
yang dikeluarkan atau akan merugi (ditolak).
4. Internal Rate of Return dari suatu investasi adalah suatu nilai tingkat bunga
yang menunjukan bahwa nilai sekarang netto (NPV) sama dengan jumlah
seluruh ongkos investasi proyek. IRR dapat dihitung dengan rumus sebagai
berikut:

Keterangan :
I positif = Tingkat suku bunga yang menghasilkan NPV positif
I negatif = Tingkat suku bunga yang menghasilkan NPV negative
NPV positif = NPV pada tingkat suku bunga i positif
NPV negatif = NPV pada tingkat suku bunga I negatif
Jika nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku (IRR>1),
maka suatu perencanaan proyek dinyatakan layak untuk dilanjutkan, dan
sebaliknya jika IRR<1, maka proyek ditolak.
5. Analisis Net B/C bertujuan untuk mengetahui beberapa besarnya keuntungan
dibandingkan dengan pengeluaran selama umur ekonomisnya. Adapun rumus
akan yang dipakai sebagai berikut :

Keterangan :
Net B/C 1 : usaha layak dilaksanakan
Net B/C < 1: usaha tidak layak dilaksanakan