Anda di halaman 1dari 5

Mind Map untuk Memahami Topik

Penelitian
Posted by Romi Satria Wahono on 28 Feb, 2014 in Research | 29 comments
Satu hal penting yang biasanya dilupakan mahasiswa ketika melakukan penelitian adalah,
memahami secara komprehensif topik penelitian yang dipilih. Pemahaman yang tidak
komprehensif, akan membuat mahasiswa atau peneliti kesulitan dalam menemukan masalah
penelitian, menetapkan tujuan penelitian, dan akhirnya gagal menyusun proposal penelitian
yang baik. Kalaupun berhasil menyusun proposal penelitian, mahasiswa akan belepotan dan
gagal menjawab pertanyaan sederhana tentang topik penelitian, ketika presentasi sidang proposal
atau sidang akhir. Mahasiswa seperti ini biasanya saya anggap gagal, gagal memahami hakekat
ilmu pengetahuan yang diteliti, dan gagal memahami posisi penelitian (research position) dari
bidang yang digelutinya.
Tulisan ini sekaligus melanjutkan tulisan tentang Tahapan Memulai Penelitian untuk Mahasiswa
Galau yang saya tulis sebelumnya. Setelah kita berhasil menetapkan bidang dan topik penelitian,
dan membaca banyak (puluhan atau ratusan) literatur, baik buku atau paper journal, baik yang
berbentuk technical paper atau survey paper, maka waktunya untuk menggambarkan peta
pengetahuan tentang topik penelitian yang telah kita pilih. Untuk menyajikan topik penelitian
dalam satu gambar, banyak teknik yang bisa kita gunakan, salah satunya yang paling mudah
dipahami adalah Mind Map.
Mind Map dibuat oleh Tony Buzan tahun 1974.
Mind Map didasarkan pada cara kerja otak kita menyimpan informasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa otak kita menyimpan informasi dalam sel-sel saraf dalam bentuk cabang-
cabang, sehingga bila dilihat sekilas akan tampak seperti bentuk pohon dengan cabang dan
rantingnya. Mind Map membantu kita untuk memahami suatu hal yang kompleks, cukup dengan
satu gambar. Sifatnya yang divergen, dan membentuk cabang dan ranting dalam bentuk hierarki,
membantu kita secara alami dan pelan-pelan membuat peta pemikiran tentang suatu hal. Banyak
software yang bisa digunakan untuk membuat Mind Map, diantaranya yang berlisensi open
source adalah FreeMind dan XMind. Untuk contoh pada tulisan ini, saya menggunakan software
XMind.
Sebagai contoh, saya masih menggunakan topik penelitian yang saya pilih pada artikel Tahapan
Memulai Penelitian untuk Mahasiswa Galau, yaitu prediksi cacat software (software defect
prediction). Software defect prediction saya letakkan di tema utama pada Mind Map. Kemudian
saya mulai menganalisa dan mengumpulkan sub tema dalam bidang software defect prediction,
dan kemudian saya jadikan cabang dari tema utama di Mind Map. Saya putuskan sub tema atau
cabang di sekitar tema utama software defect prediction adalah sebagai berikut:
Journal apa saja yang sering mempublikasi paper di topik software defect prediction. Ini
akan jadi gambaran journal apa saja yang sebaiknya kita kejar untuk referensi penelitian
kita (J ournal Publications)
Sub topik penelitian apa saja yang dikerjakan di penelitian software defect prediction.
Bagian ini memberi gambaran, sub topik apa yang sebaiknya kita pilih untuk penelitian
kita (Research Topics)
Dataset apa yang sering digunakan pada penelitian software defect prediction. Bagian ini
memberi gambaran dataset apa yang bisa kita gunakan di bidang yang kita teliti
(Software Defect Datasets)
Metode prediksi apa saja yang sering digunakan pada software defect prediction. Bagian
ini sangat penting karena kita bisa memahami state-of-the-art methods pada topik
penelitian kita (Defect Prediction Methods)
Masalah penelitian apa saja yang sering diangkat oleh para peneliti di bidang software
defect prediction. Panduan kita untuk menyusun masalah penelitian yang akan kita ambil
beserta landasannya (Research Problems)
Mind Map dari tema utama dan sub tema yang saya jelaskan di atas tersaji seperti di bawah.

Kemudian saya mulai mendetailkan masing-masing sub tema, dan bila diperlukan saya lebih
detailkan dalam bentuk sub sub tema. Saya lakukan satu persatu dimulai dari membuat listing
J ournal Publications, seperti ditunjukkan pada gambar di bawah. Untuk penelitian yang
berkualitas, gunakan paper dari journal yang terindeks ISI atau SCOPUS saja, supaya terhindar
dari paper abal-abal dan tidak jelas isinya. Sebaiknya menghindari literatur di level bawah seperti
conference proceedings, kecuali memiliki nilai SJR atau JIF yang tinggi. Cek suatu journal
terindeks SCOPUS atau tidak melalui situs ScimagoJR.Com

Apabila ada bagian yang memerlukan penjelasan lebih banyak, saya sisipkan catatan atau notes ,
dan penjelasan saya tulis di notes tersebut. XMind menyediakan fitur benama Notes, dan
memberi icon seperti gambar di bawah.

Setiap tema, sub tema dan sub sub tema dari Mind Map, saya landasi dengan paper journal yang
berhubungan. File PDF dari paper saya sisipkan dalam bentuk attachment. Kebiasaan untuk
memberi nama file dengan aturan LASTNAME TITLE YEAR pada paper yang kita
download, akan membuat Mind Map kita menjadi lebih rapi dan enak dilihat. Contohnya adalah
seperti gambar di bawah.

Dan akhirnya seperti ditunjukkan di gambar di bawah, Mind Map untuk topik penelitian software
defect prediction berhasil saya selesaikan. Mungkin perlu waktu berjam-jam atau berhari-hari
untuk menyusunnya, tergantung penguasaan terhadap materi dan banyaknya literatur yang telah
berhasil kita baca. Supaya terlihat tidak kompleks dan sulit dipahami, tidak semua bagian Mind
Map saya tampilkan (tanda +), misalnya paper yang diattach dan notes yang saya sisipkan.
Software XMind juga memiliki fitur untuk mengekspor Mind Map ke dalam format HTML,
PDF, DOCX, PPTX, dan format file lainnya. BTW, apabila gambar di bawah terlalu kecil,
silakan klik kanan, save dan download file gambarnya terlebih dahulu.

Dengan menyusun Mind Map tentang topik penelitian kita, pemahaman kita lebih komprehensif,
peta pengetahuan tergambar dalam bentuk gambar yang mudah dipahami. Kita bisa menjelaskan
apapun pertanyaan tentang topik penelitian kita dengan lugas, beserta landasan literatur yang
berhubungan. Kita juga memahami di mana posisi penelitian (research position) kita. Metode
Mind Map ini juga bisa kita gunakan ketika kita membuat draft untuk menulis paper, membuat
bahan presentasi, dan juga ketika kita ingin membuat outline dari thesis yang akan kita tulis.
Mudah-mudahan bermanfaat dan tetap dalam perdjoeangan dalam penelitian!