P. 1
Pedoman Bantuan Keuangan Kepada Kab 2009

Pedoman Bantuan Keuangan Kepada Kab 2009

|Views: 1,794|Likes:
Dipublikasikan oleh bakti tristadi
Pedoman bantuan keuangan bidang pendidikan propinsi kepada kab/kota tahun 2009
Pedoman bantuan keuangan bidang pendidikan propinsi kepada kab/kota tahun 2009

More info:

Published by: bakti tristadi on Nov 13, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Mewujudkan masyarakat Jawa Tengah yang semakin

sejahtera harus ditopang dengan penyediaan layanan pendidikan bermutu yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, dalam rangka menjamin keberlangsungan layanan pendidikan kepada masyarakat, Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Pemerintah peningkatan prioritas. Provinsi Jawa Tengah tahun 2009 menempatkan SDM melalui pembangunan pendidikan sebagai Dengan harapan mampu mempercepat penyelesaian

permasalahan pendidikan di semua tingkatan yang terkonsentrasi pada akses jangkauan layanan pendidikan, mutu dan relevansi pendidikan serta manajemen pendidikan. Realisasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam melaksanakan tanggung jawab menjamin layanan pendidikan kepada masyarakat adalah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20% dari total APBD Jawa Tengah tahun 2009. Dari keseluruhan anggaran pendidikan, 70,72% dialokasikan dalam bentuk bantuan keuangan bidang pendidikan kepada pemerintah Kabupaten/Kota yang bertujuan 1) mendorong akselerasi program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bidang pendidikan yang menjadi kewenangan kesenjangan pemerintah pembangunan Provinsi Kabupaten/Kota, pendidikan dengan 2) meminimalisir hubungan antar

Kabupaten/Kota, dan antara Pemerintah Kabupaten/Kota.

3) meningkatkan keharmonisan Pemerintah

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

1

Bantuan

keuangan

bidang

pendidikan

kepada

Kabupaten/Kota pada dasarnya terarah pada peningkatan dan penguatan terhadap komponen satuan pendidikan, yaitu komponen kelembagaan, sarana prasana, kurikulum, pendidik dan tenaga kependidikan serta peserta didik. Masing-masing komponen memiliki karakteristik, spesifikasi, target dan indikator outputs yang berbeda. Karenanya, membutuhkan pedoman operasional sebagai rujukan pengelolaan dan/atau pelaksanaan bantuan keuangan bidang pendidikan agar tepat sasaran, tepat waktu, tepat guna dan tepat mutu sehingga berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan di Jawa Tengah sebagai landasan pembangunan sumber daya manusia yang bermoral, kompetitif dan cinta tanah air.

B. Dasar Hukum 1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Jawa Tengah. 2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999, Tambahan Lembaran Negara Republik Indoesia Nomor 3851) 3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 4. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran
Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

2

Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4576); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang

Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); 10. Peraturan Pembagian Pemerintah Urusan Nomor 38 Tahun Antara 2007 tentang

Pemerintahan

Pemerintah,

Pemerintahan Daerah Provinsi 2007 Nomor 82, Tambahan

Dan Pemerintahan Daerah Lembaran Negara Republik

Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun Indonesia Nomor 4737); 11. Peraturan Pengelolaan Pemerintah Keuangan Nomor 39 Tahun 2007 tentang Negara

Negara/Daerah

(Lembaran

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

3

Republik

Indonesia

Tahun

2007

Nomor

83,

Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4738); 12. Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 120, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4330) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketujuh atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 120, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4330); 13. Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang

Pengarusutamaan Gender; 14. Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi Jawa Tengah (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 Nomor 1 Seri E Nomor 1) 15. Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Jawa Tengah (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 Nomor 6 Seri D Nomor 2, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 12); 16. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

4

17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah; 18. Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 420/22/2009 tentang Pemberian Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2009. 19. Surat Gubernur Jawa Tengah tanggal 31 Oktober 2008 nomor 978.3/18489 tentang Pedoman Bantuan Keuangan kepada Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2009.

C. Maksud dan Tujuan Bantuan melaksanakan Keuangan Bidang Pendidikan kepada

Kabupaten/Kota tahun 2009 dimaksudkan sebagai stimulan untuk kegiatan-kegiatan kewenangan Kabupaten/Kota untuk menunjang program-program strategis pembangunan Bidang Pendidikan Provinsi dan Nasional dengan tujuan yaitu : 1. Mendukung peningkatan penyediaan kebutuhan sarana dan prasarana dasar bagi masyarakat. 2. Mendukung peningkatan pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten/Kota. 3. Mempererat hubungan kinerja antara Pemerintah, Pemerintahan Provinsi dan Pemerintahan Kabupaten/Kota dalam pencapaian sasaran pembangunan daerah, khususnya pembangunan pendidikan. D. Sasaran Sasaran Program Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2009 adalah : 1. Penguatan kapasitas dan tata kelola satuan pendidikan.

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

5

2. 3. 4. 5.

Peningkatan mutu sarana prasarana pendidikan. Peningkatan kualitas pengembangan kurikulum

pendidikan. Peningkatan kualifikasi, kompetensi dan kesejahteraan Peningkatan potensisiswaan. Pendidik dan Tenaga Kependidikan formal dan non formal.

BAB II BANTUAN KEUANGAN PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) DAN PENDIDIKAN DASAR A. Bantuan Program PAUD 1. Peningkatan Prasarana Pendidikan TK/RA a. Bantuan Penyelenggaraan Taman Kanak-Kanak/Roudlotul Athfal (TK/RA) berwujud Bantuan dana untuk peningkatan prasarana pendidikan TK/RA guna mendukung peningkatan pengelolaan TK/RA dengan fokus rehabilitasi dan pengadaan alat peraga. b. Kriteria Penerima Bantuan

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

6

Skala Prioritas Penetapan TK/RA penerima bantuan prasarana Pendidikan TK/RA adalah : 1) TK/RA Swasta yang memiliki ijin operasional dari instansi terkait dan diusulkan oleh Bupati/Walikota sebagai penerima bantuan keuangan. 2) TK/RA di daerah terpencil dan miskin. 3) Bangunan TK/RA berdiri di atas lahan sendiri atau pinjam/sewa sekurang-kurangnya untuk masa 20 tahun terhitung sejak ditetapkan sebagai TK/RA penerima bantuan keuangan. c. Ruang Lingkup Penggunaan Bantuan Indek biaya Prasarana TK/RA sebesar Rp. 10.000.000,(sepuluh juta rupiah) per TK/RA, dengan ruang lingkup pilihan pembiayaan : 1) Biaya Rehabilitasi Bangunan Gedung TK/RA/BA. 2) Biaya Pembangunan/Rehabilitasi Pagar TK/RA/BA 3) Biaya Pengadaan Alat Peraga/Permainan 4) Biaya Pengadaan Mebelair TK/RA/BA d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Pelaksana Teknis tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota dan satuan pendidikan melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai ketentuan yang berlaku. 3) Hasil Fisik rehabilitasi dan/atau pengadaan alat pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku dan dapat digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar.

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

7

2. Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) TK/RA a. Bantuan ruang Penyelenggaraan baru guna Taman Kanak-Kanak/Roudlotul meningkatkan akses layanan

Athfal (TK/RA) berwujud Bantuan dana untuk pembangunan kelas pendidikan anak usia dini. b. Kriteria Penerima Bantuan Skala Prioritas Penetapan TK/RA penerima bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru TK/RA adalah : 1) TK/RA Swasta yang memiliki ijin operasional dari instansi terkait dan diusulkan oleh Bupati/Walikota sebagai penerima bantuan keuangan. 2) TK/RA di daerah terpencil dan miskin. 3) Bangunan terhitung TK/RA sejak berdiri di atas lahan sendiri atau pinjam/sewa sekurang-kurangnya untuk masa 20 tahun ditetapkan sebagai TK/RA penerima bantuan keuangan. c. Ruang Lingkup Penggunaan Bantuan Indek biaya bantuan Keuangan Pembangunan Ruang Kelas Baru TK/RA sebesar Rp. 75.000.000,- (Tujuh puluh lima juta rupiah) per TK/RA, dengan ruang lingkup penggunaan bantuan : 1) Pembangunan ruang kelas dengan ukuran 7m x 8m = 56M2 2) Pengadaan mebelair ruang kelas : Meja/Kursi Guru Meja/Kursi Siswa almari Kelas : : : 1 set 25 set

1 buah

d. Indikator Keberhasilan

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

8

1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pembangunan ruang dan pengadaan mebelair terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku dan dapat digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar. B. Bantuan SD/MI 1. Rehabilitasi Ruang Kelas Rusak Sedang SD/MI bantuan keuangan yang dialokasikan dalam rangka a. Bantuan Rehabilitasi Ruang Kelas Rusak Sedang SD/MI adalah merehabilitasi ruang kelas dengan kondisi rusak > 40% dan < 70% menjadi ruang kelas sesuai standar. b. Kriteria Penerima Bantuan : 1) Kondisi fisik Ruang kelas SD/MI mengalami kerusakan berkisar antara 40% s.d 70%. 2) Sekolah (SD/MI) berada di lokasi daerah terpencil dan miskin. 2) Sekolah yang memiliki potensi untuk berkembang dan tidak dalam program regrouping. 3) Bangunan sekolah berdiri di atas lahan sendiri atau pinjam/sewa sekurang-kurangnya untuk masa 20 tahun terhitung sejak ditetapkan sebagai sekolah penerima Bantuan keuangan. c. Ruang lingkup penggunaan Bantuan Index biaya rehabilitasi per ruang kelas rusak sedang SD/MI sebesar Rp. 25.000.000,- dengan ruang lingkup penggunaan rehabilitasi ruang kelas dengan ukuran 7 m x 8 m. d. Indikator Keberhasilan

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

9

1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik rehabilitasi ruang kelas sesuai spesifikasi yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten/Kota. 2. Pembangunan Ruang Perpustakaan SD/MI

a. Bantuan pembangunan Ruang Perpustakaan SD/MI adalah bantuan keuangan yang dialokasikan dalam rangka memenuhi kebutuhan ruang perpustakaan SD/MI sebagai sumber belajar. b. Kriteria Penerima Bantuan Sekolah penerima bantuan keuangan adalah Sekolah yang memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1) Sekolah memiliki lahan (tanah) dengan luasan yang cukup untuk pembangunan dan pengembangan perpustakaan sekolah. 2) Sekolah yang memiliki potensi untuk berkembang dan tidak dalam program regrouping. 3) Bangunan sekolah berdiri di atas lahan sendiri atau pinjam/sewa sekurang-kurangnya untuk masa 20 tahun, terhitung sejak ditetapkan sebagai sekolah penerima bantuan keuangan. 4) Sekolah ditetapkan sebagai sekolah percontohan dalam pengelolaan perpustakaan sekolah. c. Ruang lingkup penggunaan dana Bantuan

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

10

Index biaya Pembangunan ruang perpustakaan SD/MI sebesar Rp. 90.000.000,- dengan ruang lingkup penggunaan sebagai berikut : 1) Pembangunan Gedung Perpustakaan Luas Ruang 7 m x 9 m= 63m² (Ruang Baca, Ruang Arsip, dan Ruang SirKulasi) 2) Pengadaan Mebelair: : : : : : : 1 buah : 2 buah 2 buah 4 buah : 1 buah 1 buah 1 buah : 2 buah 4 buah 1 buah

Meja Conter/Sirkulasi Meja Belajar/Studi Carrel Meja Baca Rak Buku Rak Majalah Rak Surat Khabar Kursi Kerja Kursi Belajar Kursi Baca

Papan Display/Pengumuman :

3) pengadaan Peralatan TV Edukasi Pesawat Televisi 21” DVD Player : : 1 buah 1 buah 1 set

Antena Parabola + Resiever :

d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik rehabilitasi ruang kelas sesuai spesifikasi yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten/Kota. 3. Pengadaan Buku Mulok Bahasa Jawa SD/MI

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

11

a. Bantuan pengadaan Buku Mulok Bahasa Jawa SD/MI adalah bantuan keuangan yang dialokasikan kepada sekolah guna pengadaan buku pelajaran bahasa jawa SD/MI. b. Kriteria Penerima Bantuan 1) Diprioritaskan kepada Sekolah yang berlokasi di daerah terpencil dan miskin. 2) Sekolah tidak dalam program regrouping dan memiliki potensi untuk berkembang. 3) Pada tahun anggaran menerima bantuan sejenis c. Ruang Lingkup Penggunaan Dana Bantuan Index biaya Pengadaan Buku Muatan Lokal Bahasa Jawa SD/MI Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp. 4.000.000,- dengan ruang lingkup penggunaan dana bantuan pembelian buku pelajaran dan bacaan bahasa jawa bagi siswa SD/MI. d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan buku muatan lokal bahasa jawa sesuai Keputusan Tahun Gubernur 2007 Jawa Tengah Penetapan Nomor Buku 423.5/5/2007 tentang tahun 2009 tidak sedang/akan

Pelajaran Bahasa Jawa Yang Memenuhi Standar Kelayakan Dalam Proses Belajar Mengajar Tingkat SD/MI dan SMP/MTS di Provinsi Jawa Tengah. 3) Buku mulok bahasa jawa dapat digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar bahasa Jawa SD/MI. 4. Pembuatan Alat Peraga Pembelajaran SD/MI

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

12

a. Bantuan pembuatan alat peraga pembelajaran SD/MI adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai pembuatan pengadaan alat peraga pembelajaran SD/MI. b. Kriteria Penerima Bantuan 1) 2) 3) SD/MI berstatus Sekolah Standard Nasional Sekolah yang memiliki potensi untuk (SSN) yang telah ditetapkan oleh Depdiknas. berkembang dan tidak dalam program regrouping. Pada tahun anggaran tahun 2009 tidak sedang/akan menerima bantuan sejenis c. Ruang lingkup penggunaan Dana Bantuan Index bantuan Pembuatan Alat Peraga Pembelajaran SD/MI sebesar Rp. 20.000.000,- dengan ruang lingkup penggunaan 1) membiayai pembuatan alat peraga pada 5 (lima) mata pelajaran 2) masing-masing mata pelajaran minimal 4 (empat) jenis alat peraga d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pembuatan alat peraga pembelajaran sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dan dapat digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar SD/MI berbasis PAKEM. 5. Pengembangan Kantin Kejujuran SD/MI bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai

a. Bantuan Pengembangan Kantin kejujuran SD/MI adalah penyelenggaraan kantin kejujuran SD/MI.
Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

13

b. Kriteria Penerima Bantuan 1) 2) 3) dipergunakan kejujuran. SD/MI Sekolah Memiliki sebagai ruang khusus yang berstatus Sekolah Standard belum dapat kantin Nasional (SSN) yang telah ditetapkan oleh Depdiknas. melaksanakan/menyelenggarakan kantin kejujuran lokasi penyelenggaraan

c. Ruang lingkup penggunaan Dana Bantuan Indeks bantuan keuangan pengembangan kantin kejujuran sebesar Rp. 7.500.000,- per sekolah, dengan ruang lingkup penggunaan bantuan untuk modal pengembangan kantin kejujuran pada SD/MI.

d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik penyelenggaraan kantin kejujuran pada SD/MI penerima bantuan berjalan dengan baik, dan berpotensi mendorong penumbuhan kejujuran pada siswa SD/MI.

C. SD/MI RSBI 1. Fasilitasi Rintisan SDBI

a. Bantuan fasilitasi rintisan SDBI adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai pemenuhan sarana prasarana SD SSN menjadi RSBI. b. Kriteria Penerima Bantuan
Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

14

Kriteria sekolah penerima Bantuan adalah Sekolah berstatus SD RSBI yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional. c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan indeks bantuan keuangan fasilitasi rintisan SDBI sebesar Rp. 50.000.000,persekolah dengan ruang lingkup penggunaan bantuan untuk membiayai : 1) pengadaan sarana administrasi sekolah 2) Rehabilitasi sanitasi sekolah d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan sarana administrasi sekolah dan rehabilitasi sanitasi sekolah sesuai ketentuan yang Pemerintah Kabupaten/Kota dan dapat digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar SD/MI berbasis PAKEM. 2. Multimedia SD RSBI dialokasikan untuk membiayai pengadaan seperangkat dan sumber daya teknologi (multimedia) yang dapat digunakan untuk berkomunikasi, penciptaan, penyebaran, penyimpanan dan pengelolaan informasi untuk kegiatan fasilitas pembelajaran di sekolah. b. Kriteria Penerima Bantuan 1) Sekolah 2) berstatus SD RSBI yang ditetapkan oleh untuk digunakan Menteri Pendidikan Nasional. Sekolah telah memiliki ruang sebagai ruang multi media pembelajaran

a. Bantuan multimedia SD RSBI adalah bantuan keuangan yang

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

15

3) Sekolah belum memiliki perangkat multimedia yang memadai sesuai kebutuhan jumlah rombongan belajar. c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan index bantuan keuangan senilai Rp. 100.000.000,persekolah, dengan ruang lingkup penggunaan bantuan multimedia, meliputi : 1) Perangkat Komputer (Personal Computer) Multi Media Branded; 2) Printer; 3) Scanner/Pemindai; 4) Kamera Digital; 5) Instalasi Local Area Network (LAN) dan akses internet; 6) LCD Projector; 7) CD/DVD Player; 8) Film Pembelajaran Multimedia (dalam bentuk CD/DVD); 9) Ensiklopedia Elektronik. 10) pengadaan perangkar lunak (software) multi media pembelajaran d. Indikator Keberhasilan

1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan multimedia sesuai spesifikasi yang ditentukan Pemerintah Kabupaten/Kota dan dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. 3. Buku Perpustakaan SD RSBI

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

16

a. Bantuan

buku

perpustakaan

SD

RSBI

adalah

bantuan

keuangan bantuan keuangan yang dialokasikan dalam rangka memenuhi kebutuhan buku pelajaran dan bacaan pada perpustakaan SD RSBI sebagai sumber belajar.

b. Kriteria Penerima Bantuan 1) Sekolah berstatus SD RSBI yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional. 2) Memiliki ruang perpustakaan sekolah yang respresentatif sebagai sumber belajar siswa dan guru. c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Indeks bantuan sebesar Rp. 100.000.000,- persekolah dengan ruang lingkup penggunaan bantuan adalah pengadaan/pembelian buku-buku referensi dalam rangka penguatan mata pelajaran SD, diantaranya : 1) buku sains dan teknologi, 2) buku ilmu pengetahuan ekonomi, sejarah, sosial-budaya dan agama. 3) buku ensiklopedi, kamus bahasa, peta, 4) buku bacaan umum dan fiksi ilmiah. d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan/pembelian buku perpustakaan sesuai dengan kriteria buku bacaan yang baik dan dapat digunakan sebagai pelengkap penyelenggaraan belajar mengajar.

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

17

4.

Pembuatan Alat Peraga PAKEM SD BI

a. Bantuan pembuatan alat peraga PAKEM SD BI adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai pembuatan alat peraga pembelajaran yang mendukung implementasi pendekatan PAKEM pada SD BI. b. Kriteria Penerima Bantuan Kriteria penerima bantuan keuangan pembuatan alat peraga PAKEM SD BI adalah Sekolah Dasar yang telah berstatus SD BI yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional. c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Indeks bantuan keuangan ruang sebesar lingkup Rp. 20.000.000,dana persekolah, bantuan : 1) membiayai pembuatan alat peraga pada 5 (lima) mata pelajaran 2) masing-masing mata pelajaran minimal 4 (empat) jenis alat peraga d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pembuatan alat peraga sesuai dengan mata pelajaran dan dapat digunakan sebagai pelengkap penyelenggaraan pembelajaran berbasis PAKEM. 5. Alat Laboratorium SD-BI dengan penggunaan

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

18

a. Bantuan keuangan alat laboratorium SD-BI adalah bantuan keuangan yang dialokasikan kepada SD BI untuk membiayai pengadaan alat laboratorium pada SD-BI. b. Kriteria Penerima Bantuan Kriteria penerima bantuan alat laboratorium SD BI adalah Sekolah Dasar yang telah berstatus SD BI yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional.

c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Indeks bantuan sebesar Rp. 100.000.000,persekolah, dengan ruang lingkup penggunaan bantuan adalah untuk pengadaan/pembelian 1) 2) 3) 4) Alat Laboratorium IPA Alat Laboratorium Matematika Alat Laboratorium Bahasa Alat Laboratorium Keterampilan

d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan/pembelian alat laboratorium sesuai ketentuan teknis yang dan dapat digunakan sebagai penunjang penyelenggaraan pembelajaran SD-BI. 6. Pengadaan Buku Pelajaran SD-BI a. Bantuan keuangan pengadaan buku pelajaran SD-BI adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk pengadaan/pembelian buku-buku mata pelajaran SD dalam

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

19

rangka memenuni rasio ideal jumlah buku dengan jumlah siswa. b. Kriteria Penerima Bantuan Kriteria penerima bantuan keuangan pengadaan buku pelajaran SD-BI adalah Sekolah Dasar yang telah berstatus SD BI yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional. c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Indeks bantuan sebesar Rp. 100.000.000,- persekolah, dengan ruang lingkup penggunaan dana bantuan untuk pengadaan/pembelian buku teks pelajaran SD SBI. d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan/pembelian buku pelajaran SD sesuai dengan ketentuan teknis yang ditetapkan pemerintah Kabupaten/Kota sertadapat digunakan sebagai penunjang penyelenggaraan pembelajaran SD-BI. 7. Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris bagi Pendidik SD-BI a. Bantuan peningkatan kemampuan bahasa inggris bagi pendidik SD-BI adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai peningkatan kemampuan berbahasa inggris dalam melaksanakan tugas mengajar. b. Kriteria Penerima Bantuan Kriteria penerima bantuan kemampuan bahasa inggris bagi pendidik SD-BI adalah Sekolah Dasar yang telah berstatus SD BI yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional. c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

20

Indeks bantuan sebesar Rp. 50.000.000,- persekolah, dengan ruang lingkup penggunaan dana bantuan untuk membiayai Kursus Bahasa Inggris para guru pada kompetensi minimal intermediate. d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik peningkatan kemampuan bahasa inggris bagi

pendidik SD-BI adalah sertifikat kursus bahasa Inggris para guru pada strata intermediate. 8. Pengembangan SD-BI yang dialokasikan untuk membiayai pencapaian ISO a. Bantuan pengembangan SD-BI adalah bantuan keuangan manajemen 9001-2008 dan pengembangan ICT di sekolah serta sister school SD BI. b. Kriteria Penerima Bantuan Kriteria penerima bantuan keuangan pengadaan buku pelajaran SD-BI adalah Sekolah Dasar yang telah c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Indeks bantuan sebesar Rp. 150.000.000,persekolah, dengan ruang lingkup penggunaan dana bantuan untuk membiayai : 1) penerapan ISO manajemen 9001-2008 2) pengembangan ICT 3) kemitraan (sister school) dalam maupun luar negeri d. Indikator Keberhasilan berstatus

SD BI yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional.

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

21

1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik a) SD BI memperoleh ISO manajemen 9001-2008 b) SD BI menerapkan ICT c) SD BI memperoleh mitra dari dalam dan luar negeri. D. SMP/MTS 1. Rehabilitasi Ruang Kelas Rusak Sedang SMP/MTs

a. Bantuan Rehabilitasi Ruang Kelas Rusak Sedang SMP/MTs adalah bantuan keuangan yang dialokasikan dalam rangka merehabilitasi ruang kelas SMP/MTs Negeri dengan kondisi rusak > 40% dan < 75% menjadi ruang kelas sesuai standar. b. Kriteria Sekolah Penerima Bantuan 1) Merupakan sekolah yang berpotensi untuk

berkembang dengan indikator jumlah siswa yang semakin meningkat atau stabil (minimal 3 rombel dengan siswa perrombel minimal 30 siswa). 2) Sekolah berdiri di atas lahan milik sendiri yang dibuktikan dengan bukti kepemilikan berupa sertifikat atau surat kepemilikan berwenang; 3) Ruang yang akan direhabilitasi adalah ruang kelas yang masih dimanfaatkan atau ruang lain yang akan dimanfaatkan untuk ruang kelas, dengan kondisi fisik ruang kelas/ruang lain sebagaimana dimaksud mengalami kerusakan berkisar antara 40 % - 75 %. 4) Sekolah sanggup melaksanakan dan menyelesaikan lain yang disahkan oleh pejabat yang

pembangunan rehabilitasi ruang kelas sesuai dengan
Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

22

usulan yang diajukan kepada pemerintah Kabupaten/Kota setempat. c. Ruang lingkup penggunaan Bantuan Index biaya rehabilitasi per ruang kelas rusak sedang SMP/MTs adalah sebesar Rp. 30.000.000,- dengan ruang lingkup penggunaan rehabilitasi ruang kelas dengan ukuran 7 m x 8 m.

d. Indikator Keberhasilan 1) Bantuan dengan keuangan kriteria tersalur kepada SMP/MTs sesuai

sebagaimana

ditetapkan

pemerintah

Kabupaten/Kota dan dana bantuan diterima oleh sekolah secara tepat waktu; 2) Hasil fisik pembangunan rehabilitasi ruang kelas sesuai dengan qualifikasi yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten/Kota setempat, sehingga dapat dioperasikan dan dimanfaatkan sesuai fungsinya. 2. Pembangunan Ruang Perpustakaan SMP/MTs

a. Bantuan pembangunan Ruang Perpustakaan SMP/MTs adalah bantuan keuangan yang dialokasikan dalam rangka memenuhi kebutuhan ruang perpustakaan SMP/MTs sebagai sumber belajar. b. Kriteria Penerima Bantuan Sekolah penerima bantuan keuangan adalah Sekolah yang memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1) Sekolah berdiri di atas lahan milik sendiri yang dibuktikan dengan bukti kepemilikan berupa sertifikat atau surat

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

23

kepemilikan berwenang;

lain

yang

disahkan

oleh

pejabat

yang

2) Sekolah memiliki lahan kosong yang mencukupi di lokasi sekolah untuk pembangunan ruang perpustakaan dengan mempertimbangkan jarak antar bangunan atau terdapat lantai tingkat yang diatasnya siap dibangun ruang perpustakaan dengan ukuran 9 m x 15 m (ukuran ruang perpustakaan 7 m x 15 m dan ukuran selasar 2 m x 15 m). 3) Sekolah belum memiliki ruang perpustakaan atau memiliki ruang perpustakaan yang tidak memadai atau darurat dan tidak sesuai dengan pembakuan bangunan dan perabot sekolah sesuai standar. 4) Sekolah sanggup melaksanakan dan menyelesaikan

pembangunan sesuai dengan usulan yang diajukan kepada pemerintah Kabupaten/Kota setempat.

c. Ruang lingkup penggunaan Bantuan Index biaya pembangunan ruang perpustakaan SMP/MTs adalah sebesar Rp. 100.000.000,- dengan dengan ruang lingkup penggunaan dana sebagai berikut : 1) Pembangunan Gedung Perpustakaan Luas Ruang 7 m x 15 m= 105 m², meliputi : Ruang Baca, Ruang Arsip dan Ruang SirKulasi. 2) Pengadaan Mebelair: : : : : 1 buah 1 buah 4 buah 1 buah 24

Meja Kerja/Sirkulasi Kursi Kerja Rak Buku Rak Majalah

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

-

Rak Surat Kabar Kursi Baca Meja Baca Papan Display/Pengumuman Lemari Katalog Lemari

: : : : : :

1 buah 15 buah 15 buah 1 buah 1 buah 1 buah

3) pengadaan Peralatan TV Edukasi Pesawat Televisi 21” DVD Player : : 1 buah 1 buah 1 set

Antena Parabola + Resiever :

d. Indikator Keberhasilan 1) Bantuan dengan keuangan kriteria tersalur kepada SMP/MTs sesuai

sebagaimana

ditetapkan

pemerintah

Kabupaten/Kota dan dana bantuan diterima oleh sekolah secara tepat waktu; 2) Hasil fisik pembangunan ruang perpustakaan sesuai

dengan

qualifikasi

yang

ditetapkan

Pemerintah

Kabupaten/Kota setempat, sehingga dapat dioperasikan dan dimanfaatkan sesuai fungsinya. 3. Pengadaan Alat Laboratorium IPA SMP/MTs

a. Bantuan Alat Laboratorium IPA SMP/MTs adalah bantuan keuangan sekolah yang dialokasikan memenuhi dalam standar rangka memenuhi minimal kebutuhan peralatan laboratorium IPA SMP/MTs, sehingga mampu pelayanan pembelajaran IPA sesuai tuntutan kurikulum yang berlaku. b. Kriteria Penerima Bantuan

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

25

Sekolah penerima bantuan keuangan untuk pengadaan alat laboratorium IPA SMP/MTs adalah Sekolah yang memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1) Sekolah sudah memiliki ruang laboratorium IPA atau sedang membangun ruang laboratorium IPA, yang dapat menampung minimal satu rombongan belajar dan memiliki rasio luas ruang laboratorium minimal 2,4m2/peserta didik; 2) Ruang laboratorium IPA yang ada atau sedang dibangun dilengkapi dengan fasilitas untuk memberi pencahayaan secara memadai untuk membaca buku obyek percobaan; 3) Ruang laboratorium IPA yang ada atau sedang dibangun dilengkapi dengan ketersediaan air bersih, daya listrik secara memadai serta sarana/prasarana lainnya; 4) Sekolah sanggup melaksanakan dan menyelesaikan dan mengamati

mekanisme pengadaan peralatan laboratorium IPA sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, termasuk kesesuaian dengan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten/Kota setempat; 5) Sekolah telah memiliki petugas khusus laboratorium atau sanggup menempatkan petugas dimaksud, untuk mengelola laboratorium IPA secara memadai. c. Ruang lingkup penggunaan Bantuan Index biaya pengadaan peralatan laboratorium IPA SMP/MTs adalah sebesar Rp. 75.000.000,- dengan lingkup penggunaan dana sebagai berikut : 1) Peralatan Fisika, yang terdiri atas : Kit Mekanika, Kit Optika, Kit Listrik dan Magnet, Kit Panas dan Hidrostatika, serta alat umum penunjang;

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

26

2)

Peralatan Biologi, yang terdiri atas : Alat, Bahan,

Mikroskop, Model Anatomi dan Peraga Charta. d. Indikator Keberhasilan 1) Bantuan dengan keuangan kriteria tersalur kepada SMP/MTs sesuai sebagaimana ditetapkan pemerintah

Kabupaten/Kota dan dana bantuan diterima oleh sekolah secara tepat waktu; 2) Hasil pengadaan peralatan laboratorium IPA sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten/Kota setempat, sehingga dapat dioperasikan dan dimanfaatkan sesuai fungsinya.

4.

Pengadaan Buku Mulok Bahasa Jawa SMP/MTs

a. Bantuan Pengadaan Buku Muatan Lokal Bahasa Jawa SMP/MTs adalah bantuan keuangan yang dialokasikan dalam rangka memenuhi kebutuhan buku teks mata pelajaran muatan lokal Bahasa Jawa SMP/MTs, sehingga sekolah mampu memenuhi standar pelayanan minimal pembelajaran Muatan Lokal Bahasa Jawa sesuai tuntutan kurikulum yang berlaku. b. Kriteria Penerima Bantuan Sekolah penerima bantuan keuangan untuk pengadaan buku muatan lokal Bahasa Jawa SMP/MTs adalah Sekolah yang memenuhi kriteria : 1) Sekolah memiliki rasio buku pelajaran muatan lokal Bahasa Jawa kurang dari 1 untuk tiap peserta didik; 2) Sekolah sanggup melaksanakan pengadaan buku pelajaran Muatan Lokal Bahasa Jawa sesuai dengan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 423.5/5/2007 Tahun 2007

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

27

tentang Penetapan Buku Pelajaran Bahasa Jawa Yang Memenuhi Tengah; 3) Sekolah sanggup melaksanakan pengadaan buku pelajaran muatan lokal Bahasa Jawa dengan mempertimbangkan mutu cetakan yang baik dan kesesuaiannya dengan standar nasional pendidikan. c. Ruang Lingkup Penggunaan Bantuan Index biaya pengadaan buku pelajaran Muatan Lokal Bahasa Jawa SMP/MTs adalah sebesar Rp. 7.500.000,-, dengan lingkup penggunaan dana bantuan untuk pembelian buku pelajaran Muatan Lokal Bahasa Jawa dan buku bacaan bahasa jawa bagi siswa SMP/MTs. d. Indikator Keberhasilan 1) Bantuan dengan keuangan kriteria tersalur kepada SMP/MTs sesuai Standar Kelayakan Dalam Proses Belajar Mengajar Tingkat SD/MI dan SMP/MTS di Provinsi Jawa

sebagaimana

ditetapkan

pemerintah

Kabupaten/Kota dan dana bantuan diterima oleh sekolah secara tepat waktu; 2) Kualitas buku pelajaran muatan lokal Bahasa Jawa sesuai dengan Keputusan Tahun Gubernur 2007 Jawa Tengah Penetapan Nomor Buku 423.5/5/2007 tentang

Pelajaran Bahasa Jawa Yang Memenuhi Standar Kelayakan Dalam Proses Belajar Mengajar Tingkat SD/MI dan SMP/MTS di Provinsi Jawa Tengah. 3) Buku pelajaran muatan lokal Bahasa Jawa dapat digunakan untuk penyelenggaraan pembelajaran Bahasa Jawa SMP/MTs sesuai tuntutan kurikulum yang berlaku. 5. Bantuan Imersi SMP 28

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

a. Bantuan

Imersi

SMP

adalah

bantuan

keuangan

yang

dialokasikan untuk sekolah-sekolah yang telah ditetapkan sebagai penyelenggara kelas imersi (kelas dengan 2 (dua) bahasa pengantar, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia). b. Kriteria Penerima Bantuan Sekolah penerima bantuan keuangan untuk penyelenggaraan program kelas imersi SMP adalah Sekolah yang memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1) Sekolah yang telah ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten/Kota sebagai penyelenggara Program Imersi; 2) Sekolah dipersiapkan Internasional; 3) Sekolah IPA-Biologi, yang sanggup untuk menyelenggarakan IPS-Sejarah, IPSStandar menjadi Nasional Rintisan yang dibina untuk Bertaraf

Sekolah

program kelas Imersi pada 7 (tujuh) mata pelajaran, yaitu : IPA-Fisika, Matematika, Geografi, IPS Ekonomi dan Kertangkes. c. Ruang Lingkup Penggunaan Bantuan Index untuk : 1) Penyelenggaraan In House Training Bahasa Inggris bagi guru-guru mata pelajaran program Imersi; 2) Pengadaan Buku-buku referensi untuk mata pelajaran Imersi dalam bahasa inggris; biaya bantuan Imersi SMP adalah sebesar Rp.

50.000.000,-, dengan lingkup penggunaan dana bantuan

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

29

3) Pengadaan

alat-alat

pembelajaran

lainnya

guna

mendukung penyelenggaraan kelas Imersi d. Indikator Keberhasilan

1) Bantuan keuangan tersalur kepada SMP penyelenggara Program Imersi sebagaimana ditetapkan pemerintah Kabupaten/Kota dan dana bantuan diterima oleh sekolah secara tepat waktu; 2) Buku-buku referensi dan alat-alat pembelajaran hasil pengadaan bantuan Imersi SMP memiliki kualitas baik, sehingga pendidikan; 3) Bantuan kelas Imersi SMP mampu mendukung potensi sekolah untuk dikembangkan sebagai RSBI-SMP. mampu kelas mendukung Imersi sesuai terselenggaranya standar nasional pembelajaran

6.

Bantuan REDIP (Regional Education Development and

Improvement Program) Pengembangan a. Bantuan REDIP Pengembangan adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk mengembangkan konsep Pendidikan Berbasis Masyarakat model REDIP dari (JICA) oleh Tim yang Pengembangan Kecamatan (TPK) Kecamatan

ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Semarang, Kabupaten Tegal, Kabupaten Blora, Kabupaten Rembang dan Kabupaten Sragen (Kabupaten pengembangan REDIP). b. Kriteria Penerima Bantuan

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

30

Kecamatan

penerima program

bantuan REDIP

keuangan Pengembangan

untuk yang

penyelenggaraan

memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1. Masing-masing dari 5 (lima) Kabupaten tersebut di atas, sebagai penyelenggara Program Bantuan REDIP Pengembangan menetapkan 4 (empat) kecamatan yang memiliki kesanggupan menyelenggarakan kegiatan REDIP Pengembangan; 2. Setiap unsur di Pemangku wilayah Kepentingan Kecamatan (Stake kegiatan holder) memiliki REDIP

Pendidikan komitmen

terpilih

untuk

menyelenggarakan

Pengembangan; c. Ruang Lingkup Penggunaan Bantuan Index biaya bantuan REDIP Pengembangan adalah sebesar Rp. 30.000.000,-, dengan lingkup penggunaan dana bantuan untuk : 1) Penyelenggaraan Kecamatan setempat; 2) Penyelenggaraan kegiatan Musyawarah Guru Mata kegiatan kesiswaan pada jenjang

SMP/MTs yang melibatkan semua peserta didik di wilayah

Pelajaran (MGMP) SMP/MTs di tingkat Kecamatan; 3) Penyelenggaraan kegiatan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs di tingkat Kecamatan; 4) Kegiatan-kegiatan tingkat Kecamatan. d. Indikator Keberhasilan lain yang berorientasi pada

penuntasan dan pemantapan Wajar Dikdas 9 Tahun di

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

31

1) Bantuan

keuangan

tersalur

kepada

Kecamatan

penyelenggara dana bantuan

Program diterima

REDIP oleh Tim

Pengembangan Pengembangan

sebagaimana ditetapkan pemerintah Kabupaten/Kota dan Kecamatan secara tepat waktu; 2) Bantuan REDIP Pengembangan mampu mendukung

peningkatan mutu pendidikan di tingkat Kecamatan. 7. Bantuan Pengembangan REDIP (Regional Education

Development and Improvement Program) untuk SMP/MTs a. Bantuan Pengembangan REDIP untuk SMP/MTs adalah

bantuan keuangan yang dialokasikan untuk mengembangkan konsep Manajemen Berbasis Sekolah model REDIP (JICA). b. Kriteria Penerima Bantuan Penerima bantuan keuangan untuk melaksanakan program pengembangan REDIP model JICA di Sekolah yang memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1) SMP/MTs model REDIP; 2) SMP/MTs yang ditetapkan berdasarkan qualifikasi oleh pemerintah Kabupaten/Kota setempat; 3) SMP/MTs yang memiliki kesanggupan untuk mengelola bantuan sebagaimana dimaksud secara transparan dan akuntabel kepada masyarakat setempat. c. Ruang Lingkup Penggunaan Bantuan Index biaya bantuan REDIP Pengembangan adalah sebesar Rp. 15.000.000,-, dengan lingkup penggunaan dana bantuan untuk :
Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

yang

memiliki

kesanggupan

menyelenggarakan kegiatan Manajemen Berbasis Sekolah

32

1) Penyelenggaraan tingkat sekolah; 2) Penyelenggaraan

kegiatan

kesiswaan

SMP/MTs

di

kegiatan

Musyawarah

Guru

Mata

Pelajaran (MGMP) SMP/MTs di tingkat Sekolah; 3) Kegiatan-kegiatan pembelajaran di kelas lainnya yang berorientasi Sekolah. Indikator Keberhasilan 1) Bantuan keuangan tersalur kepada SMP/MTs pada implementasi Manajemen Berbasis

penyelenggara Program Pengembangan REDIP model JICA sebagaimana ditetapkan pemerintah Kabupaten/Kota dan dana bantuan diterima oleh Komite Sekolah secara tepat waktu; 2) Bantuan REDIP Pengembangan mampu mendukung

peningkatan mutu pembelajaran di sekolah. E. SMP RSBI 1. Multimedia SMP RSBI dialokasikan dapat untuk kegiatan untuk pengadaan sekumpulan penciptaan, a. Bantuan Multimedia SMP-RSBI adalah bantuan keuangan yang perangkat dan sumber daya teknologi (multimedia) yang digunakan berkomunikasi, penyebaran, penyimpanan dan pengelolaan informasi untuk kegiatan fasilitas pembelajaran di sekolah. b. Kriteria Penerima Bantuan 1) Sekolah berstatus SMP RSBI yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional. 2) Sekolah memiliki ruang untuk digunakan sebagai ruang multi media pembelajaran.

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

33

3) Sekolah

belum

memiliki perangkat multimedia standar

yang memadai sesuai dengan jumlah rombongan belajar. c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan index bantuan keuangan senilai Rp. 100.000.000,persekolah, dengan ruang lingkup penggunaan bantuan untuk membiaya pengadaan alat multimedia, meliputi : 1) Perangkat Komputer (Personal Computer) Multi Media Branded; 2) Printer; 3) Scanner/Pemindai; 4) Kamera Digital; 5) Instalasi Local Area Network (LAN) dan akses internet; 6) LCD Projector; 7) CD/DVD Player; 8) Film Pembelajaran Multimedia (dalam bentuk CD/DVD); 9) Ensiklopedia Elektronik. 10) pengadaan perangkat lunak (software) multi media pembelajaran d. Indikator Keberhasilan bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan multimedia sesuai spesifikasi yang ditentukan Pemerintah Kabupaten/Kota dan dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. 2. Buku Perpustakaan SMP RSBI

1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima

a. Bantuan buku perpustakaan SMP RSBI adalah bantuan keuangan bantuan bantuan keuangan keuangan yang yang dialokasikan untuk adalah kegiatan dialokasikan

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

34

pengadaan sekumpulan buku-buku referensi, ensiklopedia dan buku-buku sumber lainnya belajar di perpustakaan sekolah b. Kriteria Penerima Bantuan 1) Sekolah berstatus SMP RSBI yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional. 2) Memiliki ruang perpustakaan sekolah yang respresentatif sebagai sumber belajar siswa dan guru. c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Indeks bantuan sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) persekolah dengan ruang lingkup penggunaan bantuan adalah pengadaan/pembelian buku-buku referensi dalam rangka penguatan mata pelajaran SMP, diantaranya : 1) buku sains dan teknologi, 2) buku ilmu pengetahuan ekonomi, sejarah, sosial-budaya dan agama. 3) buku ensiklopedi, kamus bahasa, sastra, peta, 4) buku bacaan umum dan fiksi ilmiah. d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan/pembelian buku perpustakaan sesuai dengan kriteria buku bacaan yang baik dan dapat digunakan sebagai pelengkap penyelenggaraan belajar mengajar. 3. Pembuatan Alat Peraga PAKEM SMP BI sebagai pelengkap sumber

a. Bantuan pembuatan alat peraga PAKEM SMP BI adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

35

pembuatan alat peraga pembelajaran yang mendukung implementasi pendekatan PAKEM pada SMP BI. b. Kriteria Penerima Bantuan Kriteria penerima bantuan keuangan pembuatan alat peraga PAKEM SMP BI adalah Sekolah Menengah Pertama yang telah berstatus SMP BI yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional. c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Indeks bantuan keuangan sebesar Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) persekolah, dengan ruang lingkup penggunaan dana bantuan : 1) membiayai pembuatan alat peraga pada 5 (lima) mata pelajaran 2) masing-masing mata pelajaran minimal 4 (empat) jenis alat peraga d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pembuatan alat peraga sesuai dengan mata pelajaran 4. dan dapat digunakan sebagai pelengkap penyelenggaraan pembelajaran berbasis PAKEM. Alat Laboratorium SMP-BI a. Bantuan keuangan alat laboratorium SMP-BI adalah

bantuan keuangan yang dialokasikan kepada SMP BI untuk membiayai mendanai pengadaan Alat Laboratorium IPA pada RSBI-SMP sesuai Standar yang telah ditetapkan Depdiknas. b. Kriteria Penerima Bantuan

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

36

Kriteria penerima bantuan alat laboratorium SMP BI adalah Sekolah Menengah Pertama yang telah berstatus SMP BI

yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional. c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Indeks bantuan sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) persekolah, dengan ruang lingkup penggunaan

bantuan adalah untuk pengadaan/pembelian 1) Peralatan Fisika, terdiri atas : Kit Mekanika, Kit

Optika, Kit Listrik dan Magnet, Kit Panas dan Hidrostatika serta Alat Penunjang Umum Lainnya; 2) Peralatan Biologi, terdiri atas : Alat dan Bahan, Model

dan Charta. d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan/pembelian alat laboratorium sesuai ketentuan teknis yang dan dapat digunakan sebagai penunjang penyelenggaraan pembelajaran SMP-BI.

5.

Pengadaan Buku Pelajaran SMP-BI

a. Bantuan keuangan pengadaan buku pelajaran SMP-BI adalah bantuan keuangan yang kegiatan dialokasikan pengadaan untuk buku-buku pengadaan/pembelian peserta didik di sekolah.

pelajaran bilingual dalam rangka memenuhi rasio kebutuhan

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

37

b. Kriteria Penerima Bantuan Kriteria telah penerima berstatus bantuan SMP BI keuangan pengadaan buku

pelajaran SMP-BI adalah Sekolah Menengah Pertama yang yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional. c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Indeks bantuan sebesar Rp. 100.000.000,persekolah,

dengan ruang lingkup penggunaan dana bantuan untuk pengadaan/pembelian buku teks pelajaran billingual SMP SBI. d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan/pembelian buku pelajaran SMP sesuai dengan ketentuan teknis yang ditetapkan pemerintah Kabupaten/Kota sertadapat digunakan sebagai penunjang penyelenggaraan pembelajaran SMP-BI.

6. BI a.

Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris bagi Pendidik SMP-

Bantuan peningkatan kemampuan bahasa inggris pendidik SMP-BI adalah bantuan keuangan yang untuk membiayai peningkatan kemampuan

bagi

dialokasikan

berbahasa inggris dalam melaksanakan tugas mengajar. b. Kriteria Penerima Bantuan

Kriteria penerima bantuan kemampuan bahasa inggris bagi pendidik SMP-BI adalah Sekolah Menengah Pertama yang telah berstatus SMP BI yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional.

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

38

c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Indeks bantuan sebesar Rp. 50.000.000,- persekolah, dengan ruang lingkup penggunaan dana bantuan untuk membiayai Kursus Bahasa Inggris para guru pada kompetensi minimal TOEFL 450. d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik peningkatan kemampuan bahasa inggris bagi

pendidik SMP-BI adalah sertifikat kursus bahasa Inggris para guru pada strata TOEFL 450.

7.

Pengembangan SMP-BI

a. Bantuan pengembangan SMPI adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang bertujuan meningkatkan kinerja manajemen kelembagaan sekolah menjadi bertaraf internasional. b. Kriteria Penerima Bantuan Kriteria telah penerima berstatus bantuan SMP BI keuangan pengadaan buku

pelajaran SMP BI adalah Sekolah Menengah Pertama yang yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional. c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

39

Indeks

bantuan

sebesar

Rp.

150.000.000,-

persekolah,

dengan ruang lingkup penggunaan dana bantuan untuk membiayai : 1) penerapan ISO manajemen 9001-2008 2) pengembangan ICT 3) kemitraan (sister school) dalam maupun luar negeri d. Indikator Keberhasilan bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik a) SMP BI memperoleh ISO manajemen 9001-2008 b) SMP BI menerapkan ICT c) SMP BI memperoleh mitra dari dalam dan luar negeri. F. PENDIDIKAN KHUSUS 1. Pengadaan Alat Bantu Ketrampilan SDLB/SLB a. Bantuan pengadaan Alat Bantu Ketrampilan SDLB/SLB adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai pengadaan/pembelian alat bantu ketrampilan pada SDLB/SLB. b. Kriteria Penerima Bantuan Peneriman bantuan pengadaan Alat Bantu Ketrampilan SDLB/SLB adalah satuan pendidikan SDLB atau SLB yang memenuhi kriteria : 1) Satuan pendidikan SDLB/SLB di wilayah Kabupaten/Kota yang memiliki ijin operasional dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota 2) Satuan yang menyelenggarakan SDLB/SLB aktif pendidikan ketunaan B, C, C1, D, D1. pendidikan melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima

40

3)

Hasil akreditasi sekolah tahun terakhir minimal B.

c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Index biaya Pengadaan alat bantu keterampilan SDLB/SLB sebesar ruang Rp. 25.000.000,- per lingkup penggunaan satuan pendidikan, dengan dana bantuan untuk

pengadaan/pembelian alat bantu keterampilan SDLB/SLB sesuai kebutuhan sekolah dengan mengacu Permendiknas Nomor 33 tahun 2008 tentang Standar Sarana Prasarana untuk SDLB, SMPLB dan SMALB. d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik SDLB/SLB pengadaan/pembelian alat bantu ketrampilan sesuai ketentuan dan dapat digunakan

mendukung proses pembelajaran. 2. Penyediaan Alat Bantu Pendidikan SDLB/SLB a. Bantuan penyediaan Alat Bantu Pendidikan SDLB/SLB adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai pengadaan/pembelian alat bantu pendidikan pada SDLB/SLB. b. Kriteria Penerima Bantuan Peneriman bantuan pengadaan Alat Bantu pendidikan SDLB/SLB adalah satuan pendidikan SDLB atau SLB yang memenuhi kriteria : 1) Satuan pendidikan SDLB/SLB di wilayah Kabupaten/Kota yang memiliki ijin operasional dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

41

2) 3)

Satuan

pendidikan

SDLB/SLB

aktif

melaksanakan

kegiatan belajar mengajar Hasil akreditasi sekolah tahun terakhir minimal B

c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Index biaya Pengadaan alat bantu pendidikan SDLB/SLB sebesar Rp. 5.000.000,- per satuan pendidikan dengan ruang lingkup penggunaan bantuan untuk pengadaan/pembelian alat bantu pendidikan SDLB/SLB sesuai kebutuhan sekolah dengan mengacu Permendiknas Nomor 33 tahun 2008 tentang Standar Sarana Prasarana untuk SDLB, SMPLB dan SMALB. d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik SDLB/SLB pengadaan/pembelian alat bantu pendidikan sesuai ketentuan dan dapat digunakan

mendukung proses pembelajaran. 3. Pengadaan Perabot Perpustakaan SDLB/SLB a. Bantuan pengadaan Perabot perpustakaan SDLB/SLB adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai pengadaan/pembelian perabot perpustakaan pada SDLB/SLB. b. Kriteria Penerima Bantuan Peneriman bantuan pengadaan perabot perpustakaan SDLB/SLB adalah satuan pendidikan SDLB atau SLB yang memenuhi kriteria : 1) Satuan pendidikan SDLB/SLB di wilayah Kabupaten/Kota yang memiliki ijin operasional dari

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

42

Pemerintah D, D1. 2) 3)

Daerah

Kabupaten/Kota

yang

menyelenggarakan pendidikan khusus ketunaan B, C, C1, Satuan pendidikan SDLB/SLB aktif Hasil akreditasi sekolah tahun

melaksanakan kegiatan belajar mengajar. terakhir minimal B. c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Index biaya Pengadaan Perabot-perabot perpustakaan sekolah SDLB/SLB sebesar Rp. 10.000.000,- per satuan pendidikan, dengan ruang lingkup penggunaan bantuan untuk pengadaan/pembelian SDLB/SLB sesuai Perabot perpustakaan dengan sekolah mengacu kebutuhan sekolah

Permendiknas Nomor 33 tahun 2008 tentang Standar Sarana Prasarana untuk SDLB, SMPLB dan SMALB. d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik SDLB/SLB pengadaan/pembelian perabot perpustakaan sesuai ketentuan dan dapat digunakan

mendukung proses pembelajaran SDLB/SLB. 4. Pembangunan RKB SDLB/SLB a. Bantuan pembangunan RKB SDLB/SLB adalah bantuan

keuangan yang dialokasikan untuk membiayai pembangunan Ruang Kelas Baru pada SDLB/SLB guna meningkatkan daya tampung peserta didik. b. Kriteria Penerima Bantuan

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

43

Peneriman

bantuan

pembangunan

Ruang

Kelas

Baru

SDLB/SLB adalah satuan pendidikan SDLB atau SLB yang memenuhi kriteria : 1) Satuan pendidikan SDLB/SLB di wilayah Kabupaten/Kota yang memiliki ijin operasional dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. 2) Status kepemilikan lahan sekolah milik sendiri atau pinjam/sewa sekurang-kurangnya 20 tahun terhitung sejak ditetapkan sebagai sekolah penerima Bantuan Keuangan. 3) Lahan sekolah masih memungkinkan untuk penambahan ruang kelas. c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Index biaya Pembangunan RKB SDLB/SLB 90.000.000,untuk Pembangunan Ruang SDLB/SLB dengan peruntukan dana : 1) Biaya Pembangunan RKB (minimal 85 %) 2) Biaya Pengadaan Mebelair ( maksimal 10 %) 3) Biaya Perencanaan/pengawasan (maksimal 3%) 4) Biaya Operasional Pelaksana Teknis Tingkat Sekolah (2 %) d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pembangunan ruang kelas baru SDLB/SLB sesuai ketentuan teknis yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dan dapat digunakan mendukung proses pembelajaran SDLB/SLB. 5. Pembangunan Ruang Sarana SDLB/SLB a. Bantuan bantuan pembangunan keuangan Ruang sarana SDLB/SLB untuk adalah sebesar Rp. Kelas Baru

yang

dialokasikan

membiayai

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

44

pembangunan Ruang sarana penunjang pembelajaran pada SDLB/SLB, sehingga meningkatkan mutu layanan pendidikan. b. Kriteria Penerima Bantuan Peneriman bantuan pembangunan Ruang sarana prasarana SDLB/SLB adalah satuan pendidikan SDLB atau SLB yang memenuhi kriteria : 1) Satuan pendidikan SDLB/SLB di wilayah Kabupaten/Kota yang memiliki ijin operasional dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. 2) Status kepemilikan lahan sekolah milik sendiri atau pinjam/sewa sekurang-kurangnya 20 tahun terhitung sejak ditetapkan sebagai sekolah penerima bantuan keuangan. 3) Belum memiliki ruang sarana prasarana sesuai standar. bantuan Pembangunan Ruang Sarana SDLB/SLB c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Index sebesar Rp. 90.000.000,- per satuan pendidikan, dengan ruang lingkup penggunaan bantuan : 1) Biaya Pembangunan R Sarana (minimal 85 %). 2) Biaya Pengadaan Mebelair (maksimal 10 %). 3) Biaya Perencanaan/pengawasan (maksimal 3%). 4) Biaya Operasional Pelaksana Teknis Tingkat Sekolah %). d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik ketentuan pembangunan ruang sarana SDLB/SLB sesuai teknis yang ditetapkan oleh Pemerintah (2

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

45

Kabupaten/Kota dan dapat digunakan mendukung proses pembelajaran SDLB/SLB. 6. Rehabilitasi Ruang Kelas Rusak Sedang Gedung SDLB/SLB a. Bantuan Rehabilitasi Ruang Kelas Rusak Sedang Gedung SDLB/SLB adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai rehabilitasi Ruang Kelas Rusak Sedang menjadi ruang standar bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan pada SDLB/SLB. b. Kriteria Penerima Bantuan Peneriman bantuan rehabilitasi Ruang kelas rusak ringan SDLB/SLB adalah satuan pendidikan SDLB atau SLB yang memenuhi kriteria : 1) Satuan pendidikan SDLB/SLB di wilayah Kabupaten/Kota yang memiliki ijin operasional dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. 2) Satuan pendidikan SDLB/SLB aktif melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi ruang kelas rusak sedang. 3) Status kepemilikan lahan sekolah milik sendiri atau pinjam/sewa sekurang-kurangnya 20 tahun terhitung sejak ditetapkan sebagai sekolah penerima Bantuan Keuangan. c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Index biaya rehabilitasi per ruang kelas rusak sedang SD/MI sebesar Rp. 35.000.000,- per satuan pendidikan, dengan ruang lingkup penggunaan dana bantuan ruang kelas rusak sedang SDLB/SLB. d. Indikator Keberhasilan
Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

untuk rehabilitasi

46

1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik Pemerintah pembangunan ruang kelas rusak sedang Kabupaten/Kota dan dapat digunakan

SDLB/SLB sesuai ketentuan teknis yang ditetapkan oleh mendukung proses pembelajaran SDLB/SLB. 7. Pengadaan Alat Bantu Ketrampilan SMPLB a. Bantuan pengadaan alat bantu ketrampilan SMPLB adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai pengadaan/pembelian alat bantu ketrampilan SMPLB guna meningkatkan layanan pendidikan pada SMPLB. b. Kriteria Penerima Bantuan Peneriman bantuan pengadaan Alat Bantu Ketrampilan SDLB/SLB adalah satuan pendidikan SDLB atau SLB yang memenuhi kriteria : 1) Satuan pendidikan yang SDLB/SLB ijin di wilayah dari Kabupaten/Kota memiliki operasional

Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang melaksanakan pendidikan khusus ketunaan B, C, C1, D, D1. 2) Satuan pendidikan SDLB/SLB aktif melaksanakan kegiatan belajar mengajar. c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Index bantuan pengadaan alat bantu keterampilan SMPLB sebesar ruang Rp. 25.000.000,- per satuan pendidian, dengan lingkup penggunaan alat bantuan bantu untuk keterampilan

pengadaan/pembelian

SDLB/SLB/SMPLB sesuai kebutuhan sekolah dengan mengacu

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

47

Permendiknas Nomor 33 tahun 2008 tentang Standar Sarana Prasarana untuk SDLB, SMPLB dan SMALB. d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan/pembelian alat bantu ketrampilan SMPLB sesuai ketentuan dan dapat digunakan mendukung proses pembelajaran. 8. Penyediaan Alat Bantu Pendidikan SMPLB a. Bantuan penyediaan Alat Bantu Pendidikan SMPLB adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai pengadaan/pembelian alat bantu pendidikan pada SMPLB. b. Kriteria Penerima Bantuan Peneriman bantuan pengadaan Alat Bantu pendidikan SDLB/SLB adalah satuan pendidikan SDLB atau SLB yang memenuhi kriteria : 1) Satuan pendidikan yang SDLB/SLB ijin di wilayah dari Kabupaten/Kota 2) memiliki operasional

Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Satuan pendidikan SDLB/SLB aktif melaksanakan kegiatan belajar mengajar. c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Index bantuan Pengadaan sebesar Rp. alat bantu pendidikan per satuan SDLB/SLB/SMPLB 5.000.000,-

pendidikan, dengan ruang lingkup penggunaan bantuan untuk pengadaan/pembelian alat bantu pendidikan SMPLB sesuai kebutuhan sekolah dengan mengacu Permendiknas Nomor 33

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

48

tahun 2008 tentang Standar Sarana Prasarana untuk SDLB, SMPLB dan SMALB. d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan/pembelian alat bantu pendidikan

SMPLB sesuai ketentuan dan dapat digunakan mendukung proses pembelajaran. 9. Pengadaan Buku Pelajaran Siswa SDLB/SLB a. Bantuan pengadaan buku pelajaran siswa SDLB/SLB adalah bantuan keuangan yang dialokasikan pelajaran untuk sesuai membiayai kurikulum pengadaan/pembelian buku

pendidikan bagi siswa SDLB/SLB. b. Kriteria Penerima Bantuan Peneriman bantuan pengadaan Alat Bantu Ketrampilan SDLB/SLB adalah satuan pendidikan SDLB atau SLB yang memenuhi kriteria : 1) Satuan pendidikan SDLB/SLB di wilayah Kabupaten/Kota yang memiliki ijin operasional dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. 2) 3) Satuan pendidikan SDLB/SLB aktif melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Terakreditasi minimal B

c. Ruang lingkup pengggunaan dana bantuan Index biaya Pengadaan Buku Pelajaran Siswa SDLB/SLB, sebesar Rp. 25.000.000,- per satuan pendidikan, dengan

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

49

ruang

lingkup

penggunaan

bantuan

untuk

pengadaan/pembelian Buku Pelajaran Siswa SDLB/SLB. d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan/pembelian buku pelajaran SDLB/SLB sesuai ketentuan dan dapat digunakan mendukung proses pembelajaran. 10. Pengadaan Kisi-kisi Naskah Soal SMPLB/SMALB dan Hasil

Advokasi KTSP a. Bantuan pengadaan kisis-kisi naskah soal SMPLB/SMALB dan advokasi KTSP adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai pengadaan kisi-kisi naskah soal Ujian SMPLB/SMALB serta pembiayaan advokasi hasil KTSP pada SMPLB/SMALB. b. Kriteria Penerima Bantuan Peneriman kriteria : 1) Satuan pendidikan SDLB/SLB di wilayah Kabupaten/Kota yang memiliki ijin operasional dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. 2) Ditetapkan sebagai penyelenggara Ujian Nasioonal bantuan Pengadaan Kisi-kisi Naskah Soal SMPLB/SMALB dan Hasil Advokasi KTSP harus memenuhi

SMPLB/ SMALB;Tahun pelajaran 2008/2009 3) Sekolah yang sudah menerapkan KTSP. 4) Terakreditasi minimal B.

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

50

c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Index biaya penggandaan Kisi-Kisi SDLB Naskah soal SMPLB, SMALB dan advokasi hasil KTSP sebesar Rp. 25.000.000,- per satuan pendidikian dengan ruang lingkup penggunaan dana bantuan untuk membiayai penggandaan Kisi-Kisi SDLB Naskah soal SMPLB, SMALB dan advokasi hasil KTSP pada

masing-masing satuan pendidikan. d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan kisi-kisi naskah soal SMPLB ujian dan

SMPLB/SMALB sesuai ketentuan dan dapat digunakan mendukung penyelenggaraan Ujian pada SMALB. 11. Pengadaan Alat Bantu Ketrampilan SMALB a. Bantuan pengadaan alat bantu nketrampilan SMALB adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai pengadaan/pembelian alat bantu ketrampilan SMALB guna meningkatkan layanan pendidikan pada SMALB. b. Kriteria Penerima Bantuan Penerima bantuan Pengadaan Alat Bantu Ketrampilan SMALB harus memenuhi kriteria : 1) Pemerintah D, D1. Satuan Daerah pendidikan SMALB di wilayah Kabupaten/Kota yang memiliki ijin operasional dari Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan pendidikan khusus ketunaan B, C, C1,

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

51

2) 3) 4) ketrampilan

Satuan pendidikan SMSLB aktif Terakreditasi minimal B. Belum memiliki alat bantu

melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Index bantuan pengadaan alat bantu keterampilan SMALB sebesar Rp. 25.000.000,- persatuan pendidikan, dengan ruang lingkup penggunaan bantuan untuk pembelian langsung alat bantu keterampilan SMALB sesuai kebutuhan sekolah dengan mengacu Permendiknas Nomor 33 tahun 2008 tentang Standar Sarana Prasarana untuk SDLB, SMPLB dan SMALB. d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan/pembelian alat bantu ketrampilan SMALB sesuai ketentuan dan dapat digunakan mendukung proses pembelajaran.

12. Penyediaan Alat Bantu Pendidikan SMALB a. Bantuan pengadaan alat bantu pendidikan SMALB adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai pengadaan/pembelian alat bantu ketrampilan SMALB guna meningkatkan layanan pendidikan pada SMALB. b. Kriteria Penerima Bantuan Penerima bantuan Pengadaan Alat Bantu Ketrampilan SMALB harus memenuhi kriteria :

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

52

1) Pemerintah D, D1. 2)

Satuan Daerah

pendidikan

SMALB

di

wilayah Kabupaten/Kota yang memiliki ijin operasional dari Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan pendidikan khusus ketunaan B, C, C1, Satuan pendidikan SMSLB aktif

melaksanakan kegiatan belajar mengajar tetapi belum memiliki alat bantu pendidikan 3) Terakreditasi minimal B. c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Index bantuan Pengadaan alat bantu pendidikan SMALB sebesar Rp. 5.000.000,- per satuan pendidikan dengan ruang lingkup penggunaan bantuan untuk pengadaan/pembelian alat bantu pendidikan SMALB. d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada sekolah penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan/pembelian alat bantu pendidikan

SMALB sesuai ketentuan dan dapat digunakan mendukung proses pembelajaran.

Semarang, 27 April 2009 Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

53

Drs. SUTIKNO, M.Si Pembina TK. I NIP. 130 788 426

BAB III BANTUAN KEUANGAN PROGRAM PENDIDIKAN MENENGAH A. Bantuan SMA 1. a. Fasilitasi Kelas Imersi SMA Fasilitasi Kelas Imersi SMA adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk memperkuat upaya pengembangan SMA menuju Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dengan menetapkan satu atau lebih Rombongan Belajar dengan bahasa pengantar bahasa Inggris. b. kriteria 1) 2) 3) 4) c. Sekolah Kategori Mandiri. Sekolah terakreditasi A. Ditetapkan sebagai sekolah penyelenggara kelas Imersi oleh Kabupaten/Kota. Bukan sebagai RSBI. Ruang Lingkup Penggunaan Bantuan Kriteria Penerima Bantuan

Penerima bantuan fasilitasi kelas Imersi SMA harus memenuhi

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

54

Indeks bantuan Fasilitasi Kelas Imersi SMA sebesar Rp. 50.000.000,- (Lima puluh juta rupiah) per sekolah, dengan ruang lingkup penggunaan bantuan untuk pengadaan sarana multi media pembelajaran. d. Indikator Keberhasilan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan sarana multimedia dan jaringan terpenuhi sesuai ketentuan teknis yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten/Kota dan dapat digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar. B. Bantuan SMK 1. a. Pembangunan USB SMK Pembangunan Unit Sekolah Baru Sekolah Menengah Kejuruan (USB SMK) adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk pembangunan USB SMK sebagai dana pendampingan atas dana pembangunan USB SMK yang telah dialokasikan APBN. b. 2) 3) 4) 5) Memiliki lahan Kriteria Penerima Bantuan minimal seluas 1,5 ha dan telah

1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada penerima bantuan

1) Telah memiiki ijin operasional bersertifikat Memiliki 2 program keahlian yang dibuka Berstatus USB SMK Negeri Ditetapkan sebagai penerima bantuan pembangunan USB SMK oleh Departemen Pendidikan Nasional. c. Bantuan Ruang Lingkup Penggunaan

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

55

Dana

Bantuan

Pembangunan

USB

SMK

sebesar

Rp.

250.000.000,- (Dua ratus lima puluh juta rupiah), dengan ruang lingkup penggunaan bantuan untuk : 1) 2) d. 1) Dana bantuan pembangunan 3 (tiga) ruang kelas baru (RKB) atau ruang bengkel/workshop. Pengadaan mebelair ruang kelas Indikator Keberhasilan keuangan tersalur kepada penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pembangunan ruang kelas dan/atau ruang bengkel/workshop terpenuhi sesuai ketentuan teknis yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten/Kota dan dapat digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar. 3) Meningkatkan daya tampung sekolah. 2. a. bantuan keuangan Bisnis Centre SMK Bantuan yang Bisnis Centre SMK adalah

dialokasikan

untuk

pengadaan

peralatan pendukung dan membantu modal usaha sekolah sebagai wahana pengembangan kompetensi kewirausahaan siswa SMK kelompok bisnis manajemen, pariwisata atau pertanian sekaligus pengembangan unit usaha sekolah. b. 1) 2) 3) 4) 5) Kriteria Penerima Bantuan Memiliki Program unggulan yag dapat dikembangkan Telah memiliki/mengimplementasikan sistem dalam usaha barang dan jasa; manajemen mutu yang terstandar; Memiliki komitmen yang tinggi bagi pengembangan Telah terakreditasi dengan peringkat minimal B; Memiliki siswa ≥ 200 siswa. 56 wirausaha sekolah;

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

c. Unit Cost dana

Ruang Lingkup Penggunaan Bantuan bantuan Bisnis Centre sebesar Rp.

200.000.000,- (Dua ratus juta rupiah) per sekolah, dengan ruang lingkup penggunaan bantuan : 1) 2) 3) d. 1) Dana bantuan modal kerja usaha Manajemen pengelolaan Indikator Keberhasilan keuangan tersalur kepada penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan peralatan pendukung dan unit usaha pada sekolah penerima bantuan sesuai dengan ketentuan teknis yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten/Kota dapat digunakan sebagai wahana praktek bisnis cetre. 3. Teaching Factory SMK a. Bantuan Teaching Factory SMK adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai pengadaan peralatan pendukung dan modal pengembangan produksi rekayasa teknologi sebagai wahana pengembangkan kompetensi siswa SMK dan unit produksi SMK kelompok teknologi industri. b. Kriteria Penerima Bantuan 1) Memiliki program produk keahlian yang diutamakan mampu untuk sistem menghasilkan 2) 3) 4) c. Telah unggulan, : 75 % : 10 % Pengadaan peralatan dan perabot : 15 %

kelompok teknologi industri memiliki/mengimplementasikan manajemen mutu yang terstandar; Telah terakreditasi dengan peringkat minimal B; Memiliki siswa ≥ 300 siswa.

Ruang Lingkup Penggunaan Bantuan
Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

57

Dana

Bantuan

Teaching

Factory

adalah

sebesar

Rp.

300.000.000,1) 2) 3)

(Tiga ratus juta rupiah) per sekolah dengan : 75 % : 10 %

ruang lingkup penggunaan bantuan modal kerja usaha Manajemen pengelolaan Pengadaan peralatan dan perabot : 15 %

d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan peralatan dan unit usaha pada sekolah penerima bantuan sesuai dengan ketentuan teknis yang 4. a. yang dialokasikan ditetapkan Pemerintah Kabupaten/Kota dapat digunakan sebagai wahana praktek bisnis cetre. Praktek Kerja Industri SMK Bantuan Praktek Kerja Industri Sekolah untuk membiayai praktek kerja

Menengah Kejuruan (Prakerin SMK) adalah bantuan keuangan industri/magang siswa SMK melalui pelaksanaan praktek kerja ke beberapa ke beberapa industri di luar pulau jawa atau ke luar negeri. b. Kriteria Penerima Bantuan

1) Sekolah yang telah menjalin kerjasama dengan DU/DI yang relevan; 2) Sekolah memiliki program praktek kerja industri di luar pulau Jawa dan diutamakan ke Luar Negeri; 3) Telah terakreditasi dengan peringkat minimal B. c. Ruang Lingkup Penggunaan Bantuan

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

58

Indeks Bantuan Prakerin SMK sebesar Rp. 10.000.000,(Sepuluh juta rupiah) per siswa, dengan ruang lingkup penggunaan bantuan : 1) 2) 3) 4) d. 1) Dana bantuan biaya pelatihan praktek kerja industri/magang biaya transport peserta, akomodasi dan konsumsi biaya administrasi dan pelaporan praktek kerja industri biaya monitoring pendamping peserta. Indikator Keberhasilan keuangan tersalur kepada penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pelaksanaan praktek kerja industri (prakerin) siswa SMK terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku dan siswa memperoleh sertifikat kerja industri dan diutamakan bertaraf internasional. 5. a. adalah bantuan Pengadaan Alat Bengkel SMK Bantuan Pengadaan Alat Bengkel SMK keuangan yang dialokasikan untuk yang relevan

membiayai pengadaan alat bengkel SMK guna menunjang peningkatan kompetensi teknis siswa SMK. b. 1) 2) 3) c. yang memadai; Terakreditasi dengan peringkat minimal B; Memiliki siswa ≥ 200 siswa. Ruang Lingkup Penggunaan Bantuan Kriteria Penerima Bantuan Sekolah telah mempunyai ruang praktek/Bengkel

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

59

Indeks

Bantuan

Pengadaan

Alat

Bengkel

SMK

Rp.

50.000.000,- (Lima puluh juta rupiah) per sekolah, dengan ruang lingkup penggunaan bantuan alat-alat bengkel SMK. d. 1) Dana bantuan Indikator Keberhasilan keuangan tersalur kepada penerima pengadaan/pembelian

bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan/pembelian sesuai ketentuan alat bengkel SMK

terpenuhi

teknis

yang

ditetapkan

Pemerintah Kabupaten/Kota dan dapat digunakan untuk kegiatan praktek siswa. 6. a. bantuan keuangan Pengadaan Mesin CNC (Computer Numerical Control) Bantuan Pengadaan Mesin CNC adalah yang dialokasikan untuk membiayai

pengadaan/pembelian mesin CNC pada SMK sebagai alat praktek siswa.

b. 1) 2) 3) 4) 5) c. Telah Memiliki

Kriteria Penerima Bantuan memiliki/mengimplementasikan program keahlian sistem manajemen mutu yang terstandar; permesinan/mesin industri; Telah terakreditasi dengan peringkat minimal B; Memilki daya listrik yang cukup dan mampu

menyediakan fasilitas ruang yang representatif; Memiliki siswa ≥ 500 siswa. Ruang Lingkup Penggunaan Bantuan

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

60

Dana Bantuan untuk Pengadaan Mesin CNC SMK sebesar Rp. 350.000.000,- (Tiga ratus lima puluh juta rupiah) per sekolah, dengan ruang lingkup penggunaan bantuan untuk pengadaan/pembelian mesin CNC. d. 1) Dana bantuan Indikator Keberhasilan keuangan tersalur kepada penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan/pembelian mesin CNC SMK sesuai ketentuan teknis yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten/Kota dan dapat digunakan untuk kegiatan praktek siswa. 7. a. membiayai kejuruan Pengembangan Career Centre SMK Bantuan pengembangan Career Centre penyelenggaraan kepada latihan ketrampilan lulusan teknis SMA SMK adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk masyarakat, khususnya

dan/atau sederajat sebagai bekal memasuki dunia kerja. b. memenuhi kriteria : 1) Sekolah yang telah menyelenggarakan Career Center maupun yang akan menyelenggarakan Career Center. 2) Telah mempunyai jalinan kerjasama dengan DU/DI, baik sebagai sarana tempat praktek siswa maupun untuk penyerapan lulusan 3) Mempunyai dukungan peralatan yang lengkap tenaga pengajar yang kompeten Kriteria Penerima Bantuan

Penerima bantuan pengembangan career centre SMK harus

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

61

4) 5) 6)

Pembukaan

kompetensi

keahlian

yang

sangat

diminati/dibutuhkan masyarakat Telah terakreditasi dengan peringkat minimal B Mempunyai proram unggulan yang dapat

dikembangkan dalam melaksanakan Career Centre c. Ruang Lingkup Penggunaan Bantuan

Indeks bantuan Pengembangan Career Center SMK Rp. 50.000.000,- (Lima puluh juta rupiah) per sekolah, dengan ruang lingkup penggunaan bantuan : 1) 2) 3) 4) d. 1) Dana bantuan Biaya operasional pelatihan Biaya modal usaha peserta Biaya pengadaan/pembelian alat pendukung Biaya manajemen kegiatan. Indikator Keberhasilan keuangan tersalur kepada penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik a). Career Centre (CC) SMK terselenggara sesuai ketentuan yang berlaku. b). Lulusan program CC dapat bekerja sesuai kompetensi di dunia usaha dan/atau wirausaha mandiri. 8. a. adalah bantuan membiayai Tempat Uji Kompetensi SMK Bantuan Tempat Uji Kompetensi SMK keuangan yang SMK dialokasikan sebagai untuk Uji pengembangan Tempat

Kompetensi (TUK) oleh satuan pendidikan SMK dengan sasaran siswa dan masyarakat.

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

62

b. 1) 2) 3) 4) 5) 6) c.

Kriteria Penerima Bantuan Telah mendapatkan pengakuan sebagai Tempat Uji Telah memiliki/mengimplementasikan sistem

Kompetensi dari lembaga yang berwenang; manajemen mutu yang terstandar; Memiliki tenaga guru sebagai assesor ; Telah terakreditasi dengan peringkat minimal B; Memiliki sarana /workshop yang representatif sebaga Memiliki siswa ≥ 500 siswa. Ruang Lingkup Penggunaan Bantuan

tempat uji kompetensi;

Indeks Bantuan Tempat Uji Kompetensi SMK sebesar Rp. 500.000.000,- (Lima ratus juta rupiah) per sekolah, dengan ruang lingkup penggunaan bantuan : 1) 2) 3) d. 1) Dana bantuan Biaya Diklat Biaya Pengadaan fasilitas peralatan Manajemen pengelolaan Indikator Keberhasilan keuangan tersalur kepada penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik a). Penyelenggaraan pada berlaku. SMK Tempat Uji Kompetensi (TUK) terselenggara sesuai ketentuan yang : 10 % : 80 % : 10 %

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

63

b). Pengadaan peralatan TUK SMK sesuai ketentuan teknis yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten/Kota dan dapat digunakan mendukung penyelenggaraan TUK. C. Bantuan SMA/SMK 1. a. Communication bantuan peningkatan keuangan sarana Fasilitasi ICT Base SMA/SMK Bantuan Teknologi yang (ICT) Fasilitasi Base proses dialokasikan untuk belajar Information adalah membiayai mengajar SMA/SMK

prasarana

berbasis teknologi informasi dan komunikasi. b. Kriteria Penerima Bantuan Mandiri (SKM) atau Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) oleh Dirjen Mandikdasmen 2) Telah memiliki/mengimplementasikan sistem manajemen mutu yang terstandar 3) Telah terakreditasi dengan peringkat minimal B c. Ruang Lingkup Penggunaan Bantuan

1) Sekolah yang telah ditetapkan sebagai Sekolah Kategori

Indeks bantuan Fasilitasi ICT Base SMA/SMK sebesar Rp. 50.000.000,- (Lima puluh juta rupiah) per sekolah, dengan ruang lingkup penggunaan bantuan untuk : 1) 2) Pengadaan atau pemeliharaan jaringan internet Pengadaan pembelajaran. d. Indikator Keberhasilan sarana multi media untuk proses

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

64

1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan sarana multimedia dan jaringan terpenuhi sesuai ketentuan teknis yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten/Kota dan dapat digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar. 3) Meningkatkan mutu pembelajaran siswa dengan berbasis teknologi informasi dan komunikasi. 2. a. Pembangunan RKB SMA/SMK Bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMA/SMK adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai peningkatan jumlah ruang kelas pada SMA/SMK, sehingga menambah daya tampung peserta didik. b. 1) 2) 3) 4) c. Indek dengan biaya Kriteria Penerima Bantuan Jumlah rombongan belajarnya lebih besar dari ruang kelas yang tersedia; Memiliki lahan siap bangun; Memiliki sertifikat minimal hak pakai. Memiliki ijin operasional Ruang Lingkup Penggunaan Bantuan pembangunan lingkup RKB SMA/SMK sebesar Rp.

90.000.000,- (sembilan puluh juta rupiah) per ruang kelas, ruang penggunaan bantuan untuk pembiayaan : 1) Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) sesuai standar teknis dengan ukuran 8 X 9 m = 72 m2. 2) Pengadaan mebeler ruang kelas yang terdiri dari :

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

65

1. 2. lemari kelas, dan 3. d.

40 unit meja/kursi siswa 1 unit meja/kursi guru dan 1 buah papan tulis Indikator Keberhasilan

1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pembangunan ruang kelas dan pengadaan mebelair ditetapkan terpenuhi sesuai ketentuan teknis dan yang dapat Pemerintah Kabupaten/Kota

digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar. 3. a. Rehabilitasi Gedung SMA/SMK Bantuan Rehabilitasi Gedung SMA/SMK adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiyai rehabilitasi ruang kelas SMA/SMK dengan kondisi rusak berat dan rusak sedang menjadi ruang kelas sesuai standar. b. Kriteria Penerima Bantuan mengalami rusak sedang ; 2) Sekolah Kategori Mandiri (SKM) atau Sekolah Standard yang mengalami rusak berat. c. Ruang Lingkup Penggunaan Bantuan

1) Sekolah Kategori Mandiri (SKM) atau Sekolah Standar yang

Indek bantuan rehabilitasi gedung SMA/SMK sebesar Rp. 60.000.000,- (Enam puluh juta rupiah) per ruang kelas, dengan ruang lingkup penggunaan bantuan untuk pembiayaan rehabilitasi ruang kelas.

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

66

d. 1) Dana bantuan

Indikator Keberhasilan keuangan tersalur kepada penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna.

2) Hasil Fisik rehabilitasi ruang kelas sesuai ketentuan teknis yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten/Kota dan dapat digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar 4. a. adalah bantuan Pengadaan Buku Penunjang Pelajaran/Referensi (Muatan Bantuan keuangan Pengadaan yang Buku Penunjang untuk

Lokal Bahasa Jawa) SMA/SMK Pelajaran/Referensi (Muatan Lokal Bahasa Jawa) SMA/SMK dialokasikan membiayai pengadaan/pembelian buku bahasa jawa bagi siswa SMA/SMK. b. meningkat/stabil. 2) Mempunyai program mulok Bahasa Jawa (intrakurikuler) mulai kelas X s.d kelas XII. 3) Mempunyai guru Bahasa Jawa dari alumni pendidikan Bahasa Jawa/Bahasa Nusantara (khusus dari UGM). c. Indeks bantuan Ruang Lingkup Penggunaan Bantuan pengadaan buku penunjang sebesar Kriteria Penerima Bantuan

1) Sekolah yang tiga tahun terakhir animo jumlah murid

pelajaran/referensi SMA/SMK (Mulok Bahasa Jawa)

Rp. 25.000.000,- (Dua puluh lima juta rupiah) per sekolah, dengan ruang lingkup penggunaan bantuan untuk pembelian buku-buku bacaan berbahasa jawa sebagai penunjang pembelajaran Mulok bahasa Jawa.

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

67

d. 1) Dana 2) Hasil dengan bantuan Fisik

Indikator Keberhasilan keuangan tersalur kepada buku penerima penunjang Pemerinta

bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. pengadaan/pembelian teknis yang pelajaran/ referensi SMA/SMK (Mulok Bahasa Jawa) sesuai ketentuan ditetapkan Kabupaten/Kota dan dapat digunakan sebagai pendukung pelajaran bahasa jawa. 5. a. komputer dialokasikan Pengadaan Alat Laboratorium Komputer SMA/SMK Bantuan Pengadaan alat laboratorium SMA/SMK untuk adalah bantuan keuangan yang membiayai pengadaan/pembelian

perangkan komputer pada SMA/SMK. b. Kriteria Penerima Bantuan

1) Sekolah Kategori Mandiri (SKM) atau Sekolah Standard yang belum memiliki Komputer dan perangkatnya; 2) Sekolah Kategori Mandiri (SKM) atau Sekolah Standard yang perangkat Komputernya belum lengkap; 3) Telah memiliki ruangan yang siap untuk digunakan sebagai ruang laboratorium Komputer. c. SMA/SMK bantuan : Ruang Lingkup Penggunaan Bantuan sebesar Rp. 65.000.000,- (Enam puluh lima juta

Indeks bantuan pengadaan alat Laboratorium Komputer rupiah) per sekolah dengan ruang lingkup penggunaan

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

68

1) 2)

Pengadaan/pembelian (hardware)

perangkat

keras

komputer

Pengadaan/pembelian perangkan lunak (software).

d. 1) Dana 2) Hasil bantuan Fisik

Indikator Keberhasilan keuangan tersalur alat kepada penerima komputer ditetapkan bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. pengadaan laboratorium teknis yang SMA/SMK sesuai ketentuan

Pemerintah Kabupaten/Kota dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran. 6. a. Pembangunan Ruang Laboratorium IPA SMA/SMK Bantuan Pembangunan laboratorium IPA SMA/SMK adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai pengadaan/ pembangunan ruang labiratorium IPA SMA/SMK. b. Kriteria Penerima Bantuan yang belum memiliki laboratorium Fisika, Kimia, Biologi; 2) Sekolah Kategori Mandiri (SKM) atau Sekolah Standard yang memiliki lahan siap bangun; 3) Memiliki sertifikat minimal hak pakai c. Indeks bantuan Ruang Lingkup Penggunaan Bantuan pembangunan Ruang Laboratorium IPA

1) Sekolah Kategori Mandiri (SKM) atau Sekolah Standard

SMA/SMK sebesar Rp. 140.000.000,- (Seratus empat puluh juta rupiah) per sekolah, dengan ruang lingkup penggunaan bantuan :
Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

69

1) 2) d.

Pembangunan ruang laboratorium Pengadaan/pembelian peralatan laboratorium IPA . Indikator Keberhasilan bantuan Fisik keuangan tersalur ruang bahan teknis kepada penerima dan IPA bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna.

1) Dana 2) Hasil

pembangunan peralatan dan ketentuan

laboratorium laboratorium yang

pengadaan SMA/SMK

sesuai

ditetapkan

Pemerintah Kabupaten/Kota dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran SMA/SMK. 7. a. Pembangunan Ruang Perpustakaan SMA/SMK Bantuan Pembangunan Ruang Perpustakaan SMA/SMK adalah bantuan keuangan yang

dialokasikan untuk membiayai pengadaan/ pembangunan ruang perpustakaan SMA/SMK sebagai sumber belajar. b. Kriteria Penerima Bantuan yang belum memiliki ruang perpustakaan; 2) Sekolah Kategori Mandiri (SKM) atau Sekolah Standard yang ruang perpustakaannya belum memenuhi standart perpustakaan; 3) Memiliki lahan siap bangun. c. sebesar Ruang Lingkup Penggunaan Bantuan Rp. 120.000.000,- (seratus dua puluh juta rupiah)

1) Sekolah Kategori Mandiri (SKM) atau Sekolah Standard

Index biaya Pembangunan ruang perpustakaan SMA/SMK dengan ruang lingkup penggunaan bantuan sebagai berikut : 1) Pembangunan Gedung Perpustakaan
Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

70

Luas Ruang 8 m x 9 m=72m² (Ruang Baca, Ruang Arsip, dan Ruang SirKulasi) 2) Pengadaan Mebelair: : : : : : : 1 buah : 2 buah 2 buah 4 buah : 1 buah 1 buah 1 buah : 2 buah 4 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 set Meja Conter/Sirkulasi Meja Belajar/Studi Carrel Meja Baca Rak Buku Rak Majalah Rak Surat Khabar Kursi Kerja Kursi Belajar kursi Baca Papan Display/Pengumuman : Pesawat Televisi 21” DVD Player : :

3) pengadaan Peralatan TV Edukasi

Antena Parabola + Resiever :

e. Indikator Keberhasilan 1) Dana 2) Hasil bantuan Fisik keuangan tersalur ruang kepada penerima dan yang dapat bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. pembangunan mebelair sesuai Pemerintah perpustakaan teknis dan pengadaan ditetapkan ketentuan

Kabupaten/Kota

digunakan sebagai sumber belajar siswa SMA/SMK. 8. a. Pengembangan Kantin Kejujuran SMA/SMK Bantuan Pengembangan Kantin Kejujuran SMA/SMK adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai penyelenggaraan kantin kejujuran pada SMA/SMK.

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

71

b. 1) SMA/SMK yang

Kriteria Penerima Bantuan belum mengembangkan dan/atau menyelenggarakan kantin kejujuran;

2) Ditetapkan oleh Bupati/Walikota sebagai sekolah pengelola Kantin Kejujuran; 3) Memiliki c. ruangan khusus yang disediakan untuk pengelolaan kantin kejujuran; Ruang Lingkup Penggunaan Bantuan Indeks bantuan Pengembangan Kantin Kejujuran Pendidikan Menengah sebesar Rp. 7.500.000,- (Tujuh juta lima ratus ribu rupiah) per sekolah, dengan ruang lingkup penggunaan bantuan : 1) 2) d. 1) Dana bantuan Pembelian peralatan pendukung penyelenggaraan kantin kejujuran Biaya modal penyelenggaraan kantin kejujuran Indikator Keberhasilan keuangan tersalur kepada penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengembangan kantin kejujuran SMA/SMK terpenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. D. Bantuan SMA/SMK RSBI 1. Faslitasi Pengembangan SMA/SMK RSBI bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai proses peningkatan status dari RSBI menjadi SBI. b. Kriteria Penerima Bantuan Kriteria sekolah penerima penerima bantuan adalah SMA/SMK RSBI yang telah ditetapkan sebagai satuan pendidikan RSBI oleh Menteri Pendidikan Nasional. a. Bantuan fasilitasi pengembangan SMA/SMK RSBI adalah

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

72

c. Ruang lingkup penggunaan Bantuan Indeks bantuan fasilitasi pengembangan SMA/SMK RSBI sebesar Rp. 150.000.000,- (Seratus lima puluh juta rupiah) per sekolah dan SMA/SMK RSBI sebesar Rp. 200.000.000,(dua ratus juta rupiah). Ruang lingkup penggunaan bantuan: 1) Pembiayaan penguatan manajemen sekolah guna memperleh sertifikat ISO manajemen 9001 – 2008 2) Pembiayaan penyediaan fasilitas implementasi ICT. 3) Pembiayaan kemitraan dan sister school dengan sekolah dari dalam dan luar negeri. 4) Pembiayaan peningkatan kompetensi guru. d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengembangan SMA/SMK RSBI a) Diperoleh sertifikat ISO manajemen 9001-2008 b) Implementasi ICT c) diperolehnya MoU sister school d) meningkatnya kompetensi guru 2. a. adalah bantuan membiayai Multimedia SMA/SMK SBI Bantuan keuangan multimedia yang SMA/SMK RSBI untuk

dialokasikan sarana

pengadaan/pembelian

prasarana

multimedia berbasis teknologi informasi dan komunikasi sebagai pendukung pembelajaran pada SMA/SMK RSBI. b. Kriteria Penerima Bantuan Kriteria sekolah penerima penerima bantuan adalah SMA/SMK adalah :

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

73

1)

SMA/SMK

yang

telah

ditetapkan

sebagai

satuan

pendidikan RSBI oleh Menteri Pendidikan Nasional. 2) belum memiliki sarana multimedia 3) memiliki ruang khusus yang disediakan sebagai ruang multimedia c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Indeks bantuan multimedia SMA/SMK SBI ruang lingkup penggunaan dana bantuan untuk : 1) Pengadaan/pembelian hardware (perangkat keras) multi media 2) Pengadaan/pembelian software (perangkat lunak) multi media d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan/pembelian multimedia SMA/SMK RSBI sesuai ketentuan yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten/Kota dan dapat digunakan sebagai sarana pendukung pembelejaran berbasis ICT. 3. Pengadaan Alat Praktek IPA SMA/SMK RSBI bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai sebesar Rp. 100.000.000,- (Seratus juta rupiah) per sekolah, dengan

a. Bantuan pengadaan alat praktek IPA SMA/SMK RSBI adalah pengadaan/pembelian alat praktek IPA pada SMA/SMK RSBI. b. Kriteria Penerima Bantuan Kriteria sekolah penerima penerima bantuan adalah SMA/SMK adalah :

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

74

1)

SMA/SMK

yang

telah

ditetapkan

sebagai

satuan

pendidikan RSBI oleh Menteri Pendidikan Nasional. 2) belum memiliki sarana alat praktek IPA atau memiliki tetapi belum mencukupi kebutuhan praktek siswa. c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Indeks bantuan pengadaan alat praktek IPA SMA/SMK RSBI sebesar Rp. 50.000.000,- (Lima puluh juta rupiah) per sekolah, dengan ruang lingkup penggunaan bantuan untuk pembiayaan pengadaan/pembelian alat-alat labiratorium IPA. d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengadaan/pembelian alat praktek IPA SMA/SMK RSBI sesuai ketentuan yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten/Kota dan dapat digunakan sebagai sarana pendukung pembelajaran Fisika, Biologi dan Kimia. 4. Pengadaan Ruang Laboratorium IPA SMA/SMK RSBI adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk

a. Bantuan pengadaan ruang laboratorium IPA SMA/SMK RSBI membiayai pembangunan ruang laboratorium IPA. b. Kriteria Penerima Bantuan Kriteria sekolah penerima penerima bantuan adalah SMA/SMK adalah : 1) SMA/SMK yang telah ditetapkan sebagai satuan pendidikan RSBI oleh Menteri Pendidikan Nasional. 2) belum memiliki ruang laboratorium IPA atau memiliki tetapi tidak mencukupi untuk kebutuhan praktek siswa. 3) Memiliki lahan siap bangun.

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

75

c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Indeks puluh bantuan juta pembangunan per Ruang Laboratorium ruang IPA SMA/SMK RSBI sebesar Rp. 140.000.000,- (Seratus empat sekolah dengan lingkup pembangunan ruang

rupiah)

penggunaan bantuan untu membiayai laboratorium IPA. d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur

kepada

penerima

bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pembangunan ruang laboratorium IPA SMA/SMK RSBI sesuai ketentuan dan yang ditetapkan Pemerintah ruang Kabupaten/Kota 5. dapat digunakan sebagai

praktikum pembelajaran Fisika, Biologi dan Kimia. Pengadaan Buku Pelajaran SMA/SMK RSBI bantuan keuangan yang dialokasikan teks untuk membiayai pokok pada a. Bantuan pengadaan buku pelajaran SMA/SMK RSBI adalah pengadaan/pembelian buku pelajaran

SMA/SMK, diutamakan buku teks berbahasa Asing. b. Kriteria Penerima Bantuan Kriteria sekolah penerima bantuan adalah : 1) SMA/SMK yang telah ditetapkan sebagai satuan pendidikan RSBI oleh Menteri Pendidikan Nasional. 2) Jumlah buku mata pelajaran belum memenuhi rasio ideal jumlah buku dibanding dengan jumlah siswa (rasio = 1 : 1). c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Indeks bantuan pengadaan buku pelajaran SMA/SMK RSBI sebesar Rp. 50.000.000,- (Lima puluh juta rupiah) per sekolah, dengan ruang lingkup penggunaan dana bantuan

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

76

untuk pengadaan/pembelian buku pelajaran sesuai jumlah mata pelajaran yang diatur dengan kurikulum pendidikan. d. Indikator Keberhasilan 1) Dana 2) Hasil bantuan Fisik keuangan tersalur kepada penerima mata bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. pengadaan/pembelian ketentuan teknis buku-buku yang pelajaran sesuai ditetapkan

Pemerintah Kabupaten/Kota dan dapat digunakan sebagai bahan belajar peserta didik. 6. Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris bagi Pendidik peningkatan kemampuan bahasa Inggris bagi

SMA/SMK SBI a. Bantuan Pendidikan SMA/SMK RSBI adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai kursus bahasa Inggris bagi para guru pada SMA/SMK SBI untuk mencapai TOEFL 450. b. Kriteria Penerima Bantuan Kriteria penerima bantuan kemampuan bahasa inggris bagi pendidik SMA/SMK RSBI adalah satuan pendidikan SMA dan SMK yang telah berstatus sebagai rintisan sekolah bertaraf internasional Nasional. c. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Indeks rupiah) bantuan per peningkatan bahasa Inggris bagi guru SMA/SMK RSBI sebesar Rp. 50.000.000,- (Lima puluh juta pendidikan, dengan ruang lingkup yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan

satuan

penggunaan bantuan untuk membiayai penyelenggaraan kursus bahasa inggris bagi para guru pada sekolah penerima bantuan.

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

77

d. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik penyelenggaraan kursus adalah diperolehnya sertifikat TOEFL para guru SMA/SMK RSBI. 7. a. Pembangunan RKB SMA Moving Classs RSBI Bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru adalah bantuan keuangan yang (RKB) SMA moving class

dialokasikan untuk membiayai pembangunan ruang kelas baru SMA guna menunjang implementasi model pendidikan moving class. b. 1) Kriteria Penerima Bantuan Sekolah katagori mandiri (SKM) atau sekolah RSBI yang jumlah rombongan belajar lebih besar dari ruang kelas yang tersedia 2) 3) pakai. 4) c. Memiliki ijin operasional Ruang Lingkup Penggunaan Bantuan memiliki lahan siap bangun; Memiliki sertifikat minimal hak

Indek biaya pembangunan RKB SMA sebesar Rp. 75.000.000,(tujuh puluh lima juta rupiah) per ruang kelas, dengan ruang lingkup penggunaan bantuan untuk pembiayaan Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) sesuai standar teknis dengan ukuran 8 X 9 m = 72 m2. d. Indikator Keberhasilan

1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna.

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

78

2) Hasil Fisik pembangunan ruang kelas terpenuhi sesuai ketentuan teknis yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten/Kota dan dapat digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar.

Semarang, 27 April 2009 Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah

Drs. NUR HADI AMIYANTO, M.Ed. Pembina Tk. I NIP. 131 611 835

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

79

BAB IV BANTUAN KEUANGAN PROGRAM PENDIDIKAN NON FORMAL DAN PERGURUAN TINGGI A. 1. Bantuan Bantuan Pengarusutamaan Pengarusutamaan Gender gender (PUG) (PUG) Bidang bidang

Pendidikan. pendidikan adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai program pengembangan Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kabupaten/Kota. 2. Kriteria Penerima Bantuan bantuan Pengarusutamaan Gender (PUG) bidang adalah pemerintah Kabupaten/Kota yang telah

Penerima pendidikan

dan/atau akan membentuk kelompok kerja (Pokja) Program Pengarusutamaan Gender (PUG) di wilayah masing-masing dengan ketentuan memenuhi persyaratan : a. Memiliki struktur organisasi kelompok kerja (pokja) PUG tingkat Kabupaten/Kota yang diketuai Kepala Dinas Kabupaten/Kota dan disahkan oleh Bupati/Walikota b. c. d. khusus. 3. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Memiliki dokumen program kerja PUG bidang pendidikan di wilayah Kabupaten/Kota. Memiliki Vocal Point (tenaga penyuluh) PUG bidang pendidikan. Ditetapkan sebagai wilayah pengembangan model PUG tingkat Kabupaten/Kota untuk memperoleh bantuan

Indeks bantuan sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah) untuk 31 Kabupaten/Kota dan khusus Kabupaten Kendal, Pati,

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

80

Klaten, Kota Magelang bantuan sebesar Rp. 150.000.000,(seratus lima puluh juta rupiah), untuk dengan ruang lingkup kapasitas penggunaan kegiatan : a) b) c) d) Sosialiasasi, Advokasi, RTD, FGD Kebijakan PUG Pelatihan fasilitator/vocal point/Perencana Pendidikan Pengembangan Model PUG Pada Satuan Pendidikan Administrasi dan Monitoring dan evaluasi serta dana bantuan peningkatan

kelembagaan PUG di wilayah Kabupaten/Kota, dengan bentuk

Formal dan Non Formal. pelaporan. 4. Indikator Keberhasilan 1) Dana bantuan keuangan tersalur kepada penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. 2) Hasil Fisik pengelolaan bantuan program PUG a) Jumlah vocal point PUG bidang pendidikan di tingkat Kabupaten/Kota bertambah b) Implementasi model percontohan program Pengarusutamaan Gender Bidang Pendidikan

Semarang, 27 April 2009 Kepala Bidang PNF-PT Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah

Drs. SATOTO RAHARDJO, MM. Pembina Tk. I NIP. 500 073 129

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

81

BAB V BANTUAN KEUANGAN PROGRAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

A. Bantuan Kesejahteraan Guru Wiyata Bhakti 1. Bantuan kesejahteraan guru wiyata bhakti adalah bantuan

keuangan yang dialokasikan untuk membiayai peningkatan kesejahteraan guru wiyata bhakti pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah di Jawa Tengah yang berwujud pemberian subsidi selama 13 bulan per tahun. 2. Kriteria Penerima Bantuan

Kriteria penerima bantuan kesejahteraan guru wiyata bhakti adalah berstatus sebagai guru wiyata bhakti pada satuan pendidikan TK/RA/BA/TKLB, yang SD/MI/SDLB, SMP/M.Ts./SMPLB, oleh SMA/MA/SMK/SMALB a. 1) 2) 3) 4) ditetapkan/disahkan

Bupati/Walikota, dan memenuhi persyaratan sebagai berikut : Persyaratan Umum. Terdaftar dalam laporan pendataan Guru Wiyata Bhakti Tahun 2005. Masih aktif mengajar minimal 18 Jam/Minggu yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Kepala Sekolah. Bertugas pada satuan pendidikan Dasar dan Menengah di daerah terpencil. Bagi guru yang tidak memenuhi kriteria angka 3 (tiga) ditetapkan berdasar rangking masa bhakti, berijazah Keguruan/ Kependidikan/memiliki akta mengajar. 5) 6) Tidak ditetapkan sebagai penerima Tunjangan sejenis. Dusulkan oleh Bupati/Walikota sesuai dengan alokasi/kuota.
Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

77

b. Persyaratan Khusus Persyaratan khusus berupa persyaratan administrasi yang harus dipenuhi sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) 5) Foto Copy Surat Tugas Surat Pernyataan masih aktif mengajar dari Kepala Sekolah Daftar Formasi Guru di Sekolah Jadwal Mengajar Surat Keterangan/ijin belajar dari Kepala Sekolah (bagi Guru Wiyata Bakti yang sedang menempuh pendidikan di LPTK ) 6) 3. Foto Copy STTB / Ijazah terakhir. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan

Ruang lingkup penggunaan dana bantuan kesejahteraan guru wiyata bhakti sejumlah Rp. 91.650.000.000,- adalah untuk membiayai pemberian subsidi kesejahteraan guru wiyata bhakti dengan indeks Rp. 1.950.000,- per orang per tahun dikenakan pajak 5% bagi 47.000 orang guru. 4. Indikator Keberhasilan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. b. Pemberian bantuan kesejahteraan SD/MI/SDLB, guru wiyata bhakti TK/RA/BA/TKLB, tugas guru. B. Bantuan peningkatan Kualifikasi Pendidikan Pendidik dan Tutor SMP/M.Ts./SMPLB,

a. Dana bantuan keuangan tersalur kepada penerima bantuan

SMA/MA/SMK/SMALB meningkatkan komitmen pelaksanaan

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

78

1.

Bantuan kualifikasi pendidikan pendidik dan tutor

adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai subsidi biaya studi lanjut guru pada pendidikan formal dan tutor pada pendidikan non formal yang sedang menempuh studi lanjut ke S.1/D.4 guna memenuhi tuntutan Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional yaitu berkualifikasi S.1/D.4. 2. Kriteria Penerima Bantuan Kriteria penerima bantuan peningkatan kualifikasi pendidikan guru pada satuan pendidikan formal dan tutor pada pendidikan non formal ke S.1/D.4 adalah Guru dan tutor yang memenuhi persyaratan umum dan administrasi : a. 1) pendidikan Persyaratan Umum PNS dan Non PNS (GTT dan GTY) pada satuan TK/TKLB, SD/SDLB, SMP/SMPLB,

SMA/SMK/SMALB dan Tutor Pendidikan Non Formal yang mendapat ijin operasional dari Pemerintah/ Pemerintah Daerah di bawah binaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. 2) a) Diprioritaskan kepada : Guru yang sedang/telah menempuh studi lanjut Strata I/Diploma IV sesuai bidang tugas yang diampu secara swadana. b) Apabila kuota yang ditetapkan telah memenuhi kriteria angka 2) huruf b) dapat diberikan kepada guru yang sedang mendaftar kuliah ke Strata I/Diploma IV, dengan skala prioritas 1)) Guru aktif mengajar minimal 24 jam per minggu. 2)) Kepala Sekolah minimal mengajar 6 jam per minggu 3)) Wakil Kepala Sekolah minimal mengajar 12 jam per minggu. 3) Belum berkualifikasi Strata 1/Diploma IV. 79

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

4) 5) lain. 6) 7) 8)

Sehat jasmani dan rohani yang di buktikan dengan Tidak sedang memperoleh beasiswa/bantuan

Surat Keterangan Dokter. pendidikan peningkatan kualifikasi dari lembaga/instansi Tidak sedang menjalani hukuman disiplin. Tidak sedang menjalani hukuman perdata maupun Program studi yang ditempuh sesuai dengan tugas

pidana. yang diampu dan/atau sesuai dengan latar belakang pendidikan sebelumnya. Persyaratan Administrasi Persyaratan administrasi yang harus dipenuhi calon penerima bantuan kualifikasi ke S.1/D4 bagi guru dan tutor adalah : 1) Foto Copy SK PNS dan SK terakhir bagi PNS (dilegalisir); 2) Foto copy SK Yayasan bagi guru Non-PNS (dilegalisir); 3) Surat Pernyataan masih aktif mengajar dari Kepala Sekolah; 4) Foto copy Kartu Mahasiswa; 5) Kartu Rencana Studi; 6) Surat Keterangan/ijin belajar dari Kepala Sekolah; 7) Foto Copy STTB / Ijazah terakhir. 3. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan

Ruang lingkup penggunaan bantuan kualifikasi guru dan tutor ke S.1/D4 dengan jumlah total Rp. 7.352.000.000,- (tujuh milyar tiga ratus lima puluh dua juta rupiah) digunakan untuk membiayai subsidi studi lanjut guru dan tutor dengan indeks Rp. 2.500.000,- per orang per tahun bagi 2.941 orang guru dan tutor, dengan proporsi :
Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

80

a.

2.680 orang Guru pada jenjang pendidikan

dasar dengan nilai total sebesar Rp. 6.700.000.000,- (enam milyar tujuh ratus juta rupiah) b. ratus juta rupiah) c. 141 orang Tutor pendidikan non formal Rp. 352.000.000,- (tiga ratus dengan nilai total sebesar lima puluh dua juta rupiah) 4. Indikator Keberhasilan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. b. Hasil fisik pemberian bantuan kualifikasi guru dan tutor ke S.1/D4 diperolehnya ijazah S.1/D4 guru dan tutor penerima bantuan, sehingga jumlah guru dan tutor berkualifikasi S.1/D4 meningkat. C. Bantuan Penguatan Guru Mata Pelajaran yang ditetapkan sebagai materi Ujian Nasional 1. tetapkan Bantuan penguatan guru mata pelajaran yang di sebagai materi Ujian Nasional adalah bantuan 120 orang Guru pada jenjang pendidikan menengah dengan nilai total sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga

a. Dana bantuan keuangan tersalur kepada penerima bantuan

keuangan yang dialokasikan untuk membiayai peningkatan kompetensi akademis guru mata pelajaran tertentu pada satuan pendidikan SMP/MTS dan SMA/SMK/MA guna meningkatkan capaian hasil Ujian Nasional dan tingkat kelulusan peserta didik. 2. Kriteria Penerima Bantuan

Kriteria penerima bantuan penguatan guru mata pelajaran yang di tetapkan sebagai materi Ujian Nasionaladalah :

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

81

a. Pemerintah Kabupaten/Kota mengajukan usulan kegiatan workshop/ TOT bagi guru Mata Pelajaran yang di ujikan secara nasional melalui pemberdayaan MGMP/Guru Inti/Instruktur. b. Rencana kegiatan terstruktur pada semua mata pelajaran yang diujikan secara nasional dan menjangkau seluruh wilayah. c. Pemerintah Kabupaten/Kota bersedia mengalokasikan dana pendampingan bagi pelaksanaan kegiatan. d. Alokasi anggaran dalam Rencana Kegiatan Anggaran berdasar kegiatan standarisasi yang indek harga satuan barang dan ditetapkan Pemerintah kabupaten/Kota.

Apabila tidak ditetapkan dapat menggunakan harga pasar. 3. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan

Indek bantuan kegiatan Pelatihan Guru Mata pelajaran yang diujikan secara nasional (Ujian Nasional) Rp. 375.000.000,- (tiga ratus tujuh puluh lima juta rupiah) per Kabupaten/Kota, dengan ruang lingkup penggunaan dana bantuan untuk membiayai penyelenggaraan 4. workshop/pelatihan guru mata pelajaran, khusus yang diujikan secara nasional. Indikator Keberhasilan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. b. Hasil fisik pemberian bantuan kegiatan Pelatihan Guru Mata pelajaran yang diujikan secara nasional (Ujian Nasional) adalah diperolehnya sertifikat oleh peserta pelatihan, dokumen pengayaan mata pelajaran, kisi-kisi dan bank soal pada masing-masing mata pelajaran. c. Nilai rata-rata Ujian Nasional SMP/MTS dan SMA/SMK/MA meningkat sejalan dengan peningkatan prosentase kelulusan peserta didik.
Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

a. Dana bantuan keuangan tersalur kepada penerima bantuan

82

D. Bantuan Transport Tutor PAUD Non Formal 1. bantuan Bantuan transport tutor PAUD non formal adalah keuangan yang dialokasikan untuk membiayai

pemberian tunjangan transport kepada para tutor PAUD non formal, sehingga mampu meningkatkan pada gilirannya mendorong kinerja. 2. adalah : a) Telah Kriteria Penerima Bantuan kesejahteraan yang

Kriteria penerima bantuan transport tutor PAUD non formal

melaksanakan tugas sebagai Tenaga Pendidik PAUD pada Lembaga PAUD Non Formal, minimal 1 (satu) tahun secara terus menerus dari oleh yang Dinas disahkan/dibuktikan PAUD tempat dan Pendidikan dengan bertugas Surat dan Keterangan diketahui Lembaga

Ketua

HIMPAUDI

Kabupaten/Kota. b) daerah terpencil dan tertinggal. c) Membuat surat Tenaga

Pendidik PAUD Non Formal diutamakan yang berdomisili di

pernyataan kesanggupan menjadi tenaga pendidik secara aktif (minimal 2 tahun) yang diketahui oleh Lembaga tempat bertugas dan HIMPAUDI Kecamatan atau Kabupaten/Kota. d) dengan alokasi/kuota. Penerima

bantuan ditetapkan dan diusulkan oleh Bupati/Walikota sesuai

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

83

3.

Ruang lingkup penggunaan dana bantuan rupiah), adalah

Ruang lingkup penggunaan dana bantuan transport tutor PAUD non Formal Rp. 6.000.000.000,- (enam milyar untuk membiayai pemberian subsidi transport tutor PAUD non Formal dengan indeks Rp. 1.200.000,- per orang per tahun dikenakan pajak 5% bagi 5.000 orang tutor. 4. Indikator Keberhasilan

a. Dana bantuan keuangan tersalur kepada penerima bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. b. Pemberian bantuan transport tutor PAUD non Formal

meningkatkan komitmen pelaksanaan tugas guru. Semarang, 27 April 2009 Plt. Kepala Bidang PPTK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah

Drs. SUNARTO, M.Pd Pembina TK. I NIP. 131 126 228

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

84

BAB VI BANTUAN KEUANGAN PROGRAM MANAJEMEN PENDIDIKAN

A.

Bantuan

Pengumpulan

dan

Pengolahan

Database

Pendidikan Sekolah 1. Bantuan Pengumpulan dan Pengolahan Database Pendidikan Sekolah adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai pengolahan dan pengiriman data dari sekolah ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se Jawa Tengah. 2. Kriteria Penerima Bantuan Kriteria penerima bantuan pengumpulan dan pengolahan database pendidikan adalah sebagai berikut : a. TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, dan SLB baik

negeri maupun swasta yang telah memiliki ijin operasional dari Pemerintah Kabupaten/Kota. b. c. Memiliki siswa dan tenaga kependidikan. Bersedia melaksanakan pengumpulan dan pengolahan

data sesuai dengan format dan software yang disusun oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. 3. Ruang Lingkup penggunaan dana Bantuan Indeks bantuan sejumlah Rp. 100.000,- per sekolah per tahun, diperuntukan membiayai pengumpulan dan pengolahan data serta pengiriman data dari sekolah ke Kabupaten/Kota. 4. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan dari bantuan pendataan ini adalah sebagai berikut :

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

84

a.

Dana bantuan keuangan tersalur kepada penerima

bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. b. Tersusunnya data individu sekolah sesuai format

dan software yang dikembangkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. c. Tersedianya database online yang up to date.

B.

Bantuan Manajemen Pendataan Pendidikan Kecamatan

1. Bantuan manajemen pendataan Pendidikan Kecamatan adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membiayai peninglkatan sarana prasarana pendataan di tingkat kecamatan berbasis ICT yang bersumber dari data pendidikan sekolah. 2. Kriteria Penerima Bantuan Kriteria penerima bantuan manajemen pendataan Kecamatan adalah pemerintah Kecamatan yang telah memiliki sarana dan prasana dan sumber daya pengelolaan pendataan berbasis ICT yang terkoneksi dengan Jaringan Pendidikan Nasional di Kabupaten/Kota. a. Mempunyai tenaga pengelola pendataan

pendidikan dan jaringan internet. b.

sarana prasarana pendataan termasuk

tim pendataan aktif melakukan updating data

yang dipantau melalui aktivasi dan up-load melalui jaringan internet oleh tim pendataan Kabupaten/Kota. c. Pengelolaan data memperoleh dukungan anggaran dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam pengelolaan database pendidikan di tingkat Kecamatan.

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

85

3. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Indeks bantuan Rp. 5.000.000,- (lima juta) per kecamatan, dengan ruang lingkup penggunaan dana bantuan untuk membiyaai pengadaan/ pembelian sarana prasarana pendataan berbasis ICT. 4. Indikator Keberhasilan Indikator a. b. c. keberhasilan dari bantuan pendataan ini adalah sebagai berikut : Dana bantuan keuangan tersalur kepada penerima Hasil fisik bantuan manajemen adalah tersedianya Proses updateing data di tingkat kecamatan berjalan bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. data base pendidikan yang up to date. dengan lancar. C. Bantuan Manajemen Pendataan Pendidikan Kab/Kota

1. Bantuan manajemen pendataan Pendidikan Kabupaten/Kota adalah bantuan keuangan yang dialokasikan untuk membantu pembiyaan manajemen pendataan pendidikan berbasis ICT di tingkat Kabupaten/Kota se Jawa Tengah. 2. Kriteria Penerima Bantuan Kriteria penerima bantuan manajemen pendataan Kabupaten/Kota adalah pemerintah Kabupaten/Kota yang telah memiliki sarana dan prasana dan sumber daya pengelolaan

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

86

pendataan a. b. internet. c.

berbasis

ICT

yang

terkoneksi

dengan

Jaringan

Pendidikan Nasional. Mempunyai tenaga pengelola pendataan pendidikan dan tim pendataan aktif melakukan updating data sarana prasarana pendataan termasuk jaringan internet. yang dipantau melalui aktivasi dan up-load melalui jaringan Pengelolaan data memperoleh dukungan

anggaran dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam pengelolaan database pendidikan. 3. Ruang lingkup penggunaan dana bantuan Indeks bantuan sebesar Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah), per Kabupaten/Kota, dengan ruang lingkup penggunaan dana bantuan untu membiayai : a. Pengadaan sarana prasarana pendataan b. Bahan penunjang pendataan berupa ATK c. honor dan transport. 4. Indikator Keberhasilan Indikator a. b. c. keberhasilan dari bantuan pendataan ini adalah sebagai berikut : Dana bantuan keuangan tersalur kepada penerima Hasil fisik bantuan manajemen adalah tersedianya Deperolehnya data pendidikan provinsi yang up to bantuan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. data base pendidikan Kabupaten/Kota yang up to date. date berdasar up dating tim pendataan Kabupaten/Kota. Semarang, 27 April 2009

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

87

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah

Drs. SUNARTO, M.Pd Pembina TK. I Nip. 131126228

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

88

BAB VII MEKANISME PENETAPAN, PENCAIRAN DAN PENYALUR BANTUAN A. Mekanisme Penetapan Penerima Bantuan 1. Pemerintah Provinsi Jawa

Tengah menetapkan jenis bantuan keuangan bidang pendidikan kepada pemerintah Kabupaten/Kota berdasar kewenangan, data dan kebutuhan peningkatan layanan pendidikan serta Indikator Kinerja Kunci Pembangunan Pendidikan. 2. Tengah penerima menetapkan bantuan kriteria keuangan Pemerintah dan Provinsi Jawa kuota kepada

mengalokasikan pendidikan

bidang

Pemerintah Kabupaten/Kota se Jawa Tengah. 3. Bantuan keuangan bidang

pendidikan diperuntukan membiayai pembangunan pendidikan di Kabupaten/Kota pada komponen kelembagaan, sarana

prasarana, kesejahteraan,

pengembangan kualifikasi dan

kurikulum, kompetensi

peningkatan pendidik serta

peningkatan potensi peserta didik. 4. Bupati/Walikota menugaskan

unit pelaksana teknis tingkat Kabupaten/Kota (dalam hal ini Dinas Pendidikan) untuk mengindentifikasi dan mengajukan data calon penerima bantuan keuangan bidang pendidikan sesuai jenis bantuan. 5. tim pelaksana teknis Bupati/Walikota menugaskan tingkat Kabupaten/Kota untuk

melaksanakan verifikasi terhadap usulan unit Pelaksana Teknis

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

89

Tingkat Kabupaten/Kota merujuk pada kriteria penerima bantuan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 6. Kabupaten/Kota penerima Tim merekomendasikan keuangan hasil Teknis verifikasi tingkat calon kepada

bantuan

bidang

pendidikan

Bupati/Walikota. 7. Berdasarkan hasil verifikasi

Tim Teknis tingkat Kabupaten/Kota, Bupati/Walikota menerbitkan Surat Keputusan Bupati/Walikota tentang penetapan penerima bantuan keuangan bidang pendidikan sesuai kuota yang

ditetapkan Pemerintah Provinsi.

2.

Syarat Pencairan Bantuan

Persyaratan yang harus dilengkapi dalam pencairan dana bantuan keuangan adalah sebagai berikut : 1. Surat permohonan pencairan dana ditandatangani oleh atau Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota

Bupati/Walikota

ditujukan kepada Gubernur Jawa Tengah cq. Kepala Biro Keuangan Setda Provinsi Jawa Tengah dengan tembusan kepada Kepala BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah Setda Provinsi Jawa Tengah. 2. Surat Pernyataan kesanggupan ditandatangani oleh

Bupati/Walikota atau Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota 3. Kwitansi bermaterai cukup masing-masing kegiatan

(rangkap 6) 4. Foto copy Nomor Rekening Kas Daerah Kabupaten/Kota.

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

90

5.

Rencana

Penggunaan

Anggaran

dan

Jadwal/schedule

(Proposal) 6. 7. SK Penetapan Penerima Bantuan dari Bupati/Walikota Surat Rekomendasi dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi

Jawa Tengah.

3. Proses Penyaluran Bantuan 1. Pemerintah dana Kabupaten/Kota bantuan kepada mengajukan Gubernur permohonan Jawa Tengah

pencairan

dilengkapi proposal dan persyaratan lainnya melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. 2. Dinas Pendidikan dan Provinsi Jawa usulan Tengah mengadakan beserta

penelitian

klarifikasi

proposal

kelengkapannya. 3. Dinas Setelah diadakan penelitian oleh Tim Verifikasi Bantuan Pendidikan Provinsi Jawa Tengah segera membuat Biro

Keuangan Bidang Pendidikan dan dinyatakan memenuhi syarat, Rekomendasi Pencairan Dana yang ditujukan Kepala

Keuangan Setda Provinsi Jawa Tengah. 4. Apabila persyaratan telah dinyatakan lengkap, Kepala Biro

Keuangan Setda Provinsi Jawa Tengah segera menetapkan SP2D dan memerintahkan Kas Daerah Provinsi Jawa Tengah untuk mentransfer setempat. D. Pengelolaan Dana Bantuan.
Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

dana

bantuan

keuangan

kepada

Pemerintah

Kabupaten/Kota melalui rekening Kas Daerah Kabupaten/Kota

91

1.

Pemerintah Kabupaten/Kota membentuk Tim Teknis/Koordinasi pengelolaan bantuan keuangan bidang pendidikan yang diketuai oleh pimpinan SKPD teknis dan beranggotakan unsur SKPD teknis terkait dilingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota dan organisasi/lembaga non pemerintah diwilayah setempat.

2.

Tim Teknis/Koordinasi pengeloaan bantuan keuangan bidang pendidikan mempunyai tugas pokok dan fungsi mengendalikan dan mengkoordinasikan pemanfaatan dana bantuan keuangan bidang pendidikan.

3.

Tim Teknis/Koordinasi menyusun Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan sesuai jenis bantuan dengan memperhatikan a. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13

tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. b. tanggal 31 Surat Oktober Edaran 2008 Gubernur Jawa Tengah perihal

nomor

978.3/18489

Pedoman Bantuan Keuangan kepada Kabupaten/Kota tahun anggaran 2009 dan c. Provinsi Jawa Surat Tengah Edaran tanggal Kepala 11 Dinas Mei Pendidikan nomor

2009

045.2/09010 perihal Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. 4. Tim Teknis/Koordinasi memberikan bimbingan/pendampingan teknis kepada penerima bantuan keuangan bidang pendidikan

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

92

dalam menyusun perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan penggunaan dana bantuan. 5. Tim Teknis/Koordinasi melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan bantuan keuangan bidang pendidikan pada penerima bantuan berdasar petunjuk teknis yang telah disusun. 6. Tim Teknis/Koordinasi menyusun analisis dan laporan hasil pelaksanaan bantuan keuangan kepada Bupati/Walikota.

BAB VIII PERTANGGUNGJAWABAN DANA BANTUAN A. Pertanggungjawaban Kegiatan 1. Penerima dana bantuan wajib menyusun laporan pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap pelaksanaan kegiatan yang dibiayai melalui dana bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 2. Pelaksanaan kegiatan harus sesuai dengan proposal kegiatan yang diajukan. 3. Dalam hal pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan usulan, maka penerima dana bantuan terlebih dahulu harus mendapatkan perubahan persetujuan telah dari Bupati/Walikota persetujuan dan atas yang mendapatkan tersebut, 93

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah dengan tembusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. B. Pertanggungjawaban Keuangan keuangan merupakan bentuk

1. Pertanggungjawaban

pertanggungjawaban penerima dana bantuan dana bantuan keuangan. 2. Penerima bantuan keuangan wajib

keuangan wajin

menyusun pertanggungjawaban administratif atas pelaksanaan

menyusun

dan

menyampaikan Surat Pertanggungjawaban Keuangan (SPJ) yang dilengkapi bukti-bukti pengeluaran yang sah sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3. Penerima dana bantuan wajib menyampaikan laporan

pertanggungjawaban keuangan paling lambat 1 (satu) bulan setelah kegiatan selesai. 4. Surat Pertanggungjawaban Keuangan dibuat dalam rangka 2

(dua) dikirimkan kepada Gubernur Jawa Tengah u,p. Kepala Biro Keuangan Setda Provinsi Jawa Tengah dengan tembusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. 5. Penggunaan dana bantuan keuangan dimaksud, kaidah pengelolaan keuangan negara. sepenuhnya

menjadi tanggungjawab penerima bantuan berpedoman pada

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

94

BAB IX MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN A. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Bantuan Tim Teknis/Koordinasi Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan tingkat Kabupaten/Kota wajib melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap pengelolaan dana bantuan keuangan, dengan tujuan : 1. mengidentifikasi masalah, kendala dan hambatan pada aspek administratif maupun teknis pengelolaan bantuan. 2. memberikan advis, penjelasan dan sumbang saran kepada penerima bantuan keuangan terhadap permasalahan maupun kendala yang dihadapi. 3. menyusun rekomendasi hasil monitoring dan evaluasi sebagai dokumen peningkatan kinerja tahun berikutnya. Pemerintah Provinsi melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dalam rangka pengendalian dana alokasi bantuan. B. Pelaporan 1. Bupati/Walikota wajib menyampaikan laporan administrasi

pelaksanaan kegiatan bantuan

keuangan paling lambat tanggal

5 bulan berikutnya kepada Gubernur Cq. Biro Keuangan dan Biro Administrasi Pembangunan Daerah Setda Provinsi Jawa Tengah dengan tembusan disampaikan kepada : a. Bappeda Provinsi Jawa Tengah, b. Inspektorat Provinsi Jawa Tengah c. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

95

2. Pelaporan masing-masing Kabupaten/Kota oleh instansi teknis pelaksanaan kegiatan untuk menyampaikan kegiatan pertriwulan perkembangan kegiatan (progress report) kepada Gubernur c.q. Biro Administrasi Pembangunan Daerah Setda Provinsi Jawa Tengah, Bappeda, Inspektorat, Dinas Pendidikan dan Biro Keuangan Setda Provinsi Jawa Tengah.; 3. Pada akhir tahun anggaran Bupati/Walikota wajib menyampaikan laporan akhir tahun sebagai bahan penyusunan laporan keterangan pertanggung jawaban Gubernur;

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

96

BAB X PENUTUP Bantuan keuangan bidang pendidikan kepada pemerintah

Kabupaten/Kota diarahkan kepada upaya pemenuhan standar nasional pendidikan, sehingga jenis dan ragam bantuan keuangan terfokus pada beberapa komponen elementer penyelenggaraan pendidikan. Bantuan keuangan bidang pendidikan merupakan salah satu strategi pembiayaan pembangunan pendidikan yang bermuara pada peningkatan dan penjaminan layanan dasar masyarakat yaitu pelayanan pendidikan. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten/Kota

selaku pemangku kewenangan pengelolaan pendidikan diharapkan memiliki komitmen yang seimbang dalam mengatasi permasalahan pendidikan. Hal-hal yang belum diatur dalam Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan ketentuan Bidang di Pendidikan dan/atau bertentangan dengan atasnya, maka Pemerintah Kabupaten/Kota

mempedomani ketentuan yang lebih tinggi. Kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan

petunjuk operasional pedoman bantuan keuangan bidang pendidikan tahun 2009 kami sampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Semoga petunjuk operasional bantuan keuangan bidang

pendidikan tahun 2009 ini bermanfaat bagi semua pihak yang berkepntingan dengan peningkatan mutu pendidikan di Jawa Tengah.

Petunjuk Operasional Bantuan Keuangan Bidang Pendidikan Tahun 2009

97

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->