Anda di halaman 1dari 99

Analisis Jender

dalam
Kesehatan(1)



Analisis situasi

Pengertian Analisis Situasi:
Proses sistematis untuk melihat fakta,
data atau kondisi yang ada dalam
suatu lingkup wilayah yang berisikan
orang, lokasi dan dimensi waktu.
Tujuan
Untuk mengenali:
Kelompok mana yang paling terkena
masalah dan kenapa masalah
tersebut mengenai mereka
Hambatan paling serius dalam
mengembangkan program
Peluang paling menjanjikan dalam
mengembangkan program
Mengapa perlu analisis situasi?
Masalah tidak vakum, dipengaruhi
oleh sosekbud yang bervariasi dari
satu tempat ke tempat lain.
Pemahaman situasi, membantu
perencanaan mengenali area
penting(situasi spesifik)untuk
action(prioritas)

Mengapa perlu analisis situasi?
Sebagai titik tolakperubahan dari
situasi saat ini ke situasi yang
diinginkan.
Analisis Posisi Perempuan
Data menunjukkan bahwa:
65% anak tidak sekolah adalah
perempuan. Hanya 0,4% perempuan
yang memimpin usaha,
4,5%perempuan yang memimpin
eselonI, 3,4% perempuan yang
menjadi kepala desa.
Analisis Posisi Perempuan
Sebanyak 37,3% perempuan yang
melakukan pekerjaan dan tidak
dibayar
Perempuan bekerja sebagai buruh
migran, 92,3%
Kesehatan perempuan Indonesia
mepunyai tingkat yang renda, 307
kematian ibu per 100.000 kelahiran
Analisis Posisi Perempuan
Posisi perempuan yang rendah dalam
kehidupan domestik maupun publik
menyebabkan perempuan tidak banyak
dilibatkan dalam dunia publik.
Kepemimpinan perempuan juga rendah
karena dianggap tidak cakap memimpin.
Penafsiran Agama perempuan tidak berhak
memimpin bahkan untuk wilayah domestik
Analisis Posisi Perempuan
Partisipasi politik perempuan rendah
baik ditingkat publik maupun
domestik
Di tingkat publik posisi perempuan
dalam parlemen 1,3% dari total
keseluruhananggota dewan baik DPD
maupun MPR/DPR
Analisis Posisi Perempuan
Jumlah buruh migran yang banyak
dianggap sebagai komoditas,
pemerintah daerah mengambil
keuntungan dari hal ini.
Perda hanya mengeksploitasi
keberadaan buruh migran
didaerahnya.
Analisis Posisi Perempuan
Perdagangan perempuan menjadi isu besar
dan sangat perlu ditindaklanjuti, berkedok
perekrutan buruh migran perempuan
terjebak dalam sindikat perdagangan
perempuan yang amat merugikan.
Pemerintah tidak melihat modus-modus
operandi yang mengarah pada
perdagangan perempuan sebagai
kejahatan.
Analisis Posisi Perempuan
Rendahnya posisi perempuan
mengarah pada tingginya kekerasan
terhadap perempuan baik di ranah
publik maupun ranah domestik,
wlaupun sudah dibuat program Zero
Tolerance
Kondisi Kesehatan Reproduksi di
Indonesia
Kondisi Kesehatan Reproduksi Indonesia
berada di urutan 154 dari 191
negara(WHO,1997)
1. Sosek
2. Kondisi geografi
3. Kebijakan pemerintah fokus pada
tindakan promotif
4.Konsep dan strategi kebijakan
pelayanan kesehatanfokus pada
program kesehatan, masalah-masalah
rieel kurang prioritas
Analisis Jender
Agar pelayanan kesehatan yang sesuai dan
efektif maka perlu:
Mempertimbangkan pengaruh sosial-budaya,
ekonomi, agama, lingkungan, dan psikologi
tentang risiko penyakit dan prosesnya.
Menghadapi suatu penyakit dengan melakukan
pengkajian, analisis dan berbagai tindakan yang
mempengaruhi kesehatan, termasuk faktor
biologis dan genetik.

Analisis Sosial
Definisi Analisis Sosial
Usaha memperoleh gambaran yang lebih
lengkap tentang sebuah situasi sosial
dengan menggali hubungan-hubungan
historis dan strukturalnya.
Serangkaian kegiatan membedah suatu
masalah dari berbagai sudut pandanga,
memetakan situasi berhubungan dengan
masalah, dan selanjutnya
mengidentifikasi dasar-dasar
penyelesaian masalah.
Analisis Sosial-Jender dalam
kesehatan masyarakat
Kompetensi yang dibutuhkan
1. Mampu melaksanakan manajemen
pelayanan kesehatan masyarakat.
2. Mampu dan trampil memfasilitasi
pemberdayaan dan pengorganisasian
masyarakat melalui kerjasama dengan
multi pihak
3.Paham tentang kebijakan pembangunan
kesehatan, khususnyakesehatan ibu dan
anak.
Analisis Sosial-Jender dalam
kesehatan masyarakat
4. Paham tentang jender dalam
menjalankan kesehatan masyarakat
5. Trampil menggunakan alat analisis
sosial, media atau teknik-teknik
pemberdayaan masyarakat dalam
setiap permasalahan kesehatan
masyarakat
Kerangka Kerja Analisis Sosial
1. Identifikasi dan perumusan
masalah
2. Identifikasi dan perumusan faktor
penyebab
Strategi penyelesaian masalah.
Kerangka Kerja Analisis Sosial
1. Mendeskripsikan situasi yakni
menggambarkan, menguraikan
menuturkan fakta-fakta yang ada;
2. Fakta-fakta setelah digambarkan,
diuraikan, dituturkan kemudian dianalisis.
Yang dimaksud analisis adalah
membandingkan fakta-fakta itu dengan
teori sehingga diperoleh gambaran-
gambaran, uaraian-uaraian, tuturan baru.
Kerangka Kerja Analisis Sosial
Kerangka Kerja Analisis Sosial
2. Setelah dianalisis kemudian
disimpulkan yakni menyatakan
tentang temuan-temuan tentang
permasalahan-permasalah
mendasarnya atau gagasangagasan
baru penyelesaian masalah.

Ada 3 peta berfikir :
1. Menganggap bahwa kemisikinan
dan ketidakadilan yang dialami
perempuan merupakan sebuah nasib
atau takdir
2. Menganggap bahwa kemiskinan
dan ketidakadilan yang dialami
perempuan disebabkan kurang atau
lemahnya akses terhadap berbagai
hal seperti pendidikan, kesehatan dll.
Ada 3 peta berfikir
3. Menganggap bahwa kemiskinan
dan ketidakadilan yang dialami
perempuan disebabkan oleh tatanan
(sistimdan struktur ) ekonomi, sosial,
politik yang terbentuk dan atau yang
dibentuk.
Upaya mengatasai kemiskinan:
(1)Pemberikan santunan-santunan dan
himbauan-himbauan supaya orang tersebut
bisa berubah dan ini biasanya dilakukan
oleh orang-orang yang tradisi berpikirnya
seperti yang disebutkan poin 1
sebelumnya.
(2) Memperbesar akses pendidikan,
pekerjaan, dll
Mis :Pemberian kursus pengembangan
keterampilan
Upaya mengatasai kemiskinan:
3 Menumbuhkan dan
mengembangkan inisiatif swadaya
kaum misikn dan perempuan agar
dapat melawan dan mengubah situasi
/tatanan yang mengakibatkan
mereka misikn dan mengalami
ketidakadilan.
WAWASAN PEMIKIRAN
Peminggiran perempuan umumnya
dibentuk oleh berbagai faktor sosial budaya
serta kebijakan yang sangat patriarkis.
Kondisi ini membuat kaum perempuan
menyadari bahwa rakyat (laki-laki dan
perempuan) selalu berada dalam posisi
miskin/marginal karena ia ditinggalkan
oleh pembangunan
WAWASAN PEMIKIRAN
Berbagai prakarsa atau swadaya
mereka sangat lemah dibandingkan
dengan kekuatan pembangunan
Diperlukan posisi perempuan secara
sosial dan politik yang kuat agar
prakarsa dan swadaya tersebut
menjadi lebih kuat, sehingga dapat
mengatasai permasalahan mereka
sendiri.
WAWASAN PEMIKIRAN
Posisi perempuan yang kuat secara sosial
dan politik akhirnya akan membuat
perempuan atau rakyat memiliki kekuatan
yang memadai dalam melawan dan
mengubah situasi negatif yang
melingkarinya
Perempuan akhirnya dapat melakukan
pembelaan dan perlindungan terhadap
kepentingan dan kebutuhannya.
WAWASAN PEMIKIRAN
Untuk membangun kekuatan itu,
diperlukan perangkat/ metode/ teknik
pemahaman situasi perempuan dalam
tatanan sosial budaya di suatu
masyarakat
Hal tersebut memudahkan kita
merancang startegi aksi secara
bersama-sama dengan rakyat itu
sendiri.
WAWASAN PEMIKIRAN
Alat yang digunakan untuk memahami
permasalahan tersebut, tidak hanya
menjelaskan situasi perempuan dalam
konteks hubungan laki-laki dan perempuan
tetapi juga melihat secar tajam berbagai
faktor yang mempengaruhinya
Hal ini akan berguna jika akan
merencanakan /merancang berbagai
bentuk program pemberdayaan perempuan
menjadi lebih bermakna
Alat ini merupakan alat penyadaran
bersama.
WAWASAN PEMIKIRAN
Penyadaran bersama ini penting agar tidak
mengulang kesalahan yang sama.yakni
melahirkan penindasan baru terhadap
perempuan dan ketergantungan rakyat
Kapasitas yang ditumbuhkan untuk
penyadaran bersama ini adalah keberanian
dan kemampuan membongkar berbagai
hubungan kekuasaan yang
termanifestasikan melalui bentuk-bentuk
analisis selam ini.
WAWASAN PEMIKIRAN
Penekanan anlisis sosial-jender tidak hanya
sebuah metode atau teknik akan tetapi
merupakan sistem berfikir dan
berkeyakinan, bahwa perubahan situasi
menjadi adil , tidak bisa dilakukan tanpa
kebersamaan langsung dengan pihak-
piahak yang mengalami ketidakadilan
Penekanan analisa jender adalah pada
tingkat orientasi dasar pemikirannya.
Analisa sosial yang digunakan
hendaknya :
Memihak pada masyarakat miskin
dan perempuan (korban ketidak
adilan)
Analisis dilakukan bersama-sama
dengan berbagai pihak yang terlibat
dalam proses pemberdayaan (LSM-
KSM-dengan mitra dampingan)
Relasi dalam analisa adalah relasi
yang adil
Analisa sosial yang digunakan
hendaknya :
Analisis mesti mendorong tumbuhnya
kesadaran pada kedua belah pihak
Analisis yang digunakan mesti
mendorong terjadinya partisipasi

Anggapan-anggapan yang kurang pas
tentang analisis sosial-jender antara
lain:

1, Belumdipahaminya Ansos-jender
sebagai orientasi dasar berfikir
Persyaratan dasar harus mampu
memahami peta sosial atau pola relasi
kekuasaan yang ada sehingga ktidakadilan
terjadi.
Belum ada pengkajian yang tajam tentang
apa, siapa, dan atas relasi kekuasaan
seperti apa yang menjadi penyebab
kemiskinan masyarakat dan yang membuat
posisi perempuan termarginalkan
2. Ansos-jender masih dipahami
hanya sebagai pengumpulan data.
Beberapa pengalaman dengan anlaisa
sosial, dat kependudukan/demografi
dapat digali cukup lengkap.
Data lingkungan dapat teramati akan
tetapi data kuantitatif penunjang
untuk mengatakan bahwa suatu desa
miskin dan dimiskinkan masih tidak
digarap secar detail dengan ansos
tsb.
3. Ada anggapan ansos jender
seperti penelitian.
Dari pengalaman, para praktikan
mengumpulkan data melalui
kuesioner dalam pertemuan dengan
mitra dampingannya, bahkan ada
yang hanya melakukan onservasi
lapangan bersama kepala desa untuk
mendapatkan data-data.
4. Bias fasilitator dalam
menjalankan Ansos-Jender
Fasilitator sering menempatkan diri
sebagai orang yang sedang
memfasilitasi agar mitra dampingan
memahami seperti apa yang
dikehendaki.Dengan demikian
fasilitator tidak memberikan jalan
agar masyarakat menemukan sendiri
apa yang mereka inginkansehingga
proses pembelajaran dan penyadaran
bagi kedua belah pihak tidak terjadi.
Sebagai fasilitator menjaga jarak dengan
komunitasnya, padahal kegiatan
pengembangan kapasitas ini justru bukan
semata-mata untuk komunitasnya
dampingannya semata-mata melainkan
juga untuk kepentingan dirinya dan
organisasinya.
Jangan terlarut dalam komunitasnya untuk
menganalisa faktor dan aktor penyebab
kemiskinan dan atas konstruksi budaya/
kekuatan apa eksploitasi kaum perempuan
terjadi (hanya bersifat untuk memfasilitasi)
5. Metode yang dipakai masih
terbatas pada pertemuan.
Metode tersebut akan mengalami
kesulitan agar masyarakat mampu
memahami posisinya, dan dapat
menemukan apa penyebab
kemiskinan, selain itu keterwakilan
antara peserta laki-laki dan
perempuan kurang
Pada peretemuan tersebut ada yang
menggunakan alat kuesioner,
observasi lapangan, diskusi kelompok
terarah, diskusi dibantu dengan
metaplan, batu, simbul warna untuk
melihat strata kaya dan miskin.
Media kreatif lain fot, poster film,
permainan, role play.
Relevansi Ansos-Jender dalam
pekerjaan sehari-hari.
Membantu merumuskan masalah-
masalah dasar yang ada dalam
masyarakat.
Menumbuhkan kesadaran baru,
memberikan wawasan baru dalam
menangkap peristiwa yang menjadi
bagian dalam realitas sosial sehari-
hari
Relevansi Ansos-Jender dalam
pekerjaan sehari-hari.
Membantu untuk membangun relasi
setara baik dalam keluarga maupun
dalam masyaraka, dampingan,
terutama relasi laki-laki
perempuan.
Membantuuntuk melakukan untuk
melakukan pendekatan secara
partisipatif ( masyarakatsebagai
subjek, bukan objek)
Relevansi Ansos-Jender dalam
pekerjaan sehari-hari
Memudahkan untuk mendesain program
pemberdayaan yang berwawasan jender
mulai dari penjajakan, perencanaan sampai
pada implementasi program.
Mendorong untuk selalu belajar dan
merefleksikan kembali kehidupan sehari-
hari, baik di lembaga maupun di
masyarakat.
Sebelumnya hanya mengikuti perintah,
sekarang jadi merefleksikan apa yang
sebenarnya terjadi.
Manfaat dan keuntungan lainnya.

Dapat membantu penjajakan dan
perencanaan program mulai dari
menggali informasi, analisis penyeba-
penyebab kemiskinan,hingga
menyusun perencanaan bersama
masyarakat.
Membantu dalam menyusun strategi
penanganan konflik sumberdaya
alam.
Manfaat dan keuntungan lainnya.

Membantu mengetahui masalah-masalah
spesifik yang terjadi di perempuan dan laki-
laki yang menyebabkan kemiskinan dan
ketidakadilan jender
Memperjelas keberpihakan kita kepada
orang misik dan ketidakadilan
Menemukan pendekatan yang sesuai, yang
memungkinkan tiap orang (laki-perempuan
miskin) untuk berpartisipasi .
Manfaat dan keuntungan lainnya
Keberpihakan jelas selam ini secar
sadar maupun tidak, ikut
melanggengkan relasi kuasa yang
tidak adil. Selama ini kurang berpihak
pada perempuan miskin, bahkan
tidak melihat adanya dominasi
perempuan tertentu karena struktur
sosial masyarakat.

Manfaat dan keuntungan lainnya
Di tingkat massyarakat :
keberpihakan lebih terfokus pada
masyarakat miskin laki- perempuan
korban ketidakadilan.
Siklus Analisis Sosial


Menentukan
situasi
ipoleksosbud
Menentukan
Masalah
sosial
Menentukan
Akar
masalah
strategi
Aksi
Refleksi
Pengalaman
Cara pandang
/teori
Fungsi Analisis Sosial dalam
Program Kesehatan Masyarakat
Analisis sosial digunakan untuk
mengiddentifikasi persoalan
persoalan kesehatan ibu dan Anak di
komunitas, mencari akar masalah,
dan mencari solusi yang tepat dengan
dukungan multi pihak secar
partisipatif

Analisis Sosial berperspektif
Keadilan gender
Mempertanyakan hubungan kekuasaan
laki-laki dan perempuan
Memetakan masalah-masalah sosial dalam
ruang lingkup domestik dan publik
Memperlakukan pengalaman perempuan
sebagai basis analisis
Mendengarkan suara-suara kaum yang
terpinggirkan
Melibatkan perempuan secar aktif dalam
proses analisis sosial
Teori-teori untuk analisis sosial

Teori-teori Tradisional
Teori-teori Liberal
Teori-teori Radikal
Model Tradisional
Secara historis model tradisional
untuk menafsirkan perubahan sosial
atau dinamika masyarakat telah
menjadi model yang dominan.
Model ini menganggap bahwa
perubahan hanya merupakan
pengulangak hal yang sudah pernah
ada atau merupakan sebuah siklus
saja
Model Tradisional
Dengan kata lain karena mengikuti siklus
arti sebenarnya tidak ada perubahan.
Ruang sosial diatur menurut keentingn dan
kebaikan umum, prinsipnya otoritarian dan
hirarkis
Masyarakat dipandang sebagai piramida
sosial yang dikendalikan dari puncak oleh
segelinir orang.
Mereka yang berkuasa menentukan proses
sosial: bagaiman masyarakat berfungsi,
merumuskan tata tertib, dan bagaiman
kesejahteraan umum terjamin.
Model Liberal
Merupakan kebalikan dari model tradisional
Model ini akrab dengan perubahan dan
berorientasi kedepan.
Model ini menganggap perubahan
merupakan suatu keniscayaan, secara
otomatis peristiwa akan terus menerus
mempengaruhi tata sosial.
Meskipun demikian perubahantidak
mempengaruhi struktur yang ada.

Model Liberal
Mode ini memiliki ciri evolusioner,
pluralistik, dan manajeria. Menurut model
ini perubahan sosial bersifat linier dan
evolusioner
Perubahan dipandang sebagai
kemajemukan.
Gerak sejarah bukan siklis tapi progresif
Ruang sosia merupakan ruang terpisah
satu sama lain dan merupakan kumpulan
majemuk.
Model Liberal
Tugas manajemen untuk mengendalikan
gerakan bagian yang terlalu ekstrem
seperti anarki atau otoritarianisme.
Tugas manajeman yang lain menjaga
semua pergerakan sosial untuk tetap
sinergi.
Aliran ini telah menghasilkan tata car
pengelolaan konflik untuk mengelola
kekuatan-kekuatan yang saling beradu
agar tetap berguna.
Model Radikal
Menurut perspektif radikal , masyarakat
berggerak melalui kurun sejarah seperti
gelombang-gelombang dengan bentuk-
bentuk baru yang muncul dari kontradiksi-
kontradiksi bentuk lam.
Bentuk lama hilang dan tidak muncul lagi
Transformasi sistem yang mendasar
terjadi.
Model radikal berciri transformatif,
independen dan partisipatif . Model ini
menganggap ruang dan waktu bersifat
transformatif

Perbedaan ke 3 model teori
perubahan pada masyarakat.
Model tradisional menganggap tidak
ada perubahan, model liberal
menganggap ada perubahan pada
masyarakat tetapi struktur tidak
berubah. Tetapi pada model radikal
transformasi mendasar justru pada
strukturnya.
Perbedaan ke 3 model teori
perubahan pada masyarakat.
Dalam menafsirkan perubahan, model
radikal memandang seluruh bagian
masyarakat dihubungkan dengan
bagian lain. Akibatnya keputusan
untuk satu bagian memberikan
implikasi pada bagian lainnya. Prinsip
yang berpengaruh pada model radikal
adalah partisipasi.



Analisis Jender dalam
Kesehatan (2)
Analisis Jender
Membantu melihat dengan cermat
hal-hal yang mempengaruhi
kesehatan laki-laki dan perempuan.
Anak laki-laki dan anak perempuan
tidak sama dengan laki-laki dan
perempuan dewasa.
Mereka dibedakan karena usia,
pendidikan, status sosioekonomi,
budaya, lingkungan dan sebagainya
Analisis Jender
Membantu mempertimbangkan
perbedaan antara laki-laki dan
perempuan dan cara pemenuhan
kebutuhannya.
Analisis jender merupakan dasar
yang kokoh terhadap rencana
pelayanan kesehatan yang sensitif
jender.
Analisis Jender
Hal-hal yang perlu diketahui sebelum
melakukan analisis jender:
Perlu mengetahui informasi mengenai jumlah
anak laki-laki dan perempuan, laki-laki dan
perempuan dewasa yang datang ke sarana
kesehatan. Dengan informasi tersebut kita dapat
melihat adanya kesenjangan jender.
Sex-disaggregated data: merupakan informasi
atau data terpilah berdasarkan jenis kelamin.
Pencatatan ini penting karena sering merupakan
data pembuka wawasan mengenai masalah
kesenjangan jender dalam kesehatan.
Analisis Jender
Membantu mengidentifikasi
Siapa yang menerita penyakit (pola penyakit)
Mengapa kelompok tertentu menderita penyakit
(faktor-faktor yang mempengaruhi siap yang
menderita penyakit)
Bagaimana baik laki-laki maupun perempuan
menanggapi penyakit yang disebabkan oleh
peran jender(faktor-faktor yang mempengaruhi
respon terhadap penyakit.
Jenis Alat Analisis Jender
Ada 4 jenis alat analisis jender:
1.Alat analisis Harvard
2.Alat analisis Moser
3. Matriks analisis jender
4. Kerangaka pemberdayaan
perempuan.
Alat Analisis Harvard
Dipakai untuk melihat relasi
perempuan dan laki-laki berdasarkan
pembagian waktu kerja
Dikembangkan di Harvard Institute
Amerika asumsinya ada hubungan
ekonomi dalam alokasi sumberdaya
alam dengan pembagian peran kerja
antara perempuan dan laki-laki
Alat Analisis Harvard
Tujuannya membantu perencana dlm
merancang proyek yang efisien dan
meningkatkan produktifitas secara
menyeluruh melalui pemetaan kerja antara
laki-laki dan perempuan.
4 Komponen utama Harvard Analytical
Framework:
1. Profil kegiatan : mengidentifikasi tugas2
produktif dan reproduktif terkait,
menggunakan pertanyaan siapa melakukan
apa
Alat Analisis Harvard
2.Profil akses dan kontrol terhadap
sumberdaya; mengidentifikasi siapa yang
memiliki akses ke sumber daya dan
mengontrol penggunaannya (ekonomi,
waktu, politis)
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi
diferensiasi jender (pemberian
kesempatan/hambatan yang berbeda)
seperti: norma masyarakat dan hirarki
sosial, birokrasi, ekonomi, politik, hukum
dan sikap masyarakat terhadap proyek.
Alat Analisis Harvard
4. Analisis siklus proyek: disebut
profil kegiatan/alokasi waktu laki-laki
dan perempuan dalam keluarga. Profil
kegiatan ini memperhatikan beban
ganda yang ditumpukan kepada
perempuan yang diwariskan secara
turun temurun sehingga dianggap
kelaziman dan tidak bernilai
ekonomis.
waktu Kegia-
tan
Laki-
laki
perem
puan
Anak
laki-
laki
Anak
perem
puan
Produk
tif
Repro
duktif
Sosial
05.00 Bang-
un
X X x
05.30 mema
sak
X X
x
06.00 mencu
ci
X
x
06.30 Sara-
pan
X X X X X
x
07.00 Ke
kebun
X

dst
Framework ini menarik karena:
a) Praktis
b) Memberi gambaran yang jelas dan
sederhana ttg siapa melakukan apa,
kapan dan dengan cara apa.
c) Membedakan antara aksen dan kontrol
sumberdaya.
d) Dapat dengan mudah diadaptasi
e) Netral secara jender berdasarkan
kenyataan

Keterbatasan Kerangka Harvard
a). Ipengaruhi oleh pemikiran WID yang
tidak memperhatikan hubungan jender
yang tidak adil dalam masyarakat.
b).Dapat mengarah pada 1 pendekatan
saja
c).Dapat menjadi alat perencanaan yang
bersifat top down
d).Penekanan pada pemisahan daripada
pengkaitan


Keterbatasan Kerangka Harvard
e). Tidak memperdulikan
ketidaksetaraan yang mendasar
f). Terlalu teknis
Alat Analisis Moser

Dipakai untuk melihat relasi
perempuan dan laki-laki berdasarkan
kerja produktif, reproduktif dan kerja
kemasyarakatan.
Dikembangkan ole Caroline Moser
untuk agenda pemberdayaan
perempuan dengan cara menyusun
perencanaan berbasis perspektif
jender

Alat Analisis Moser
Konsep kerangka Moser:
3 peran
Kebutuhan jender strategis dan praktis
Pendekatan jender dan pembangunan.
Tujuan kerangka Moser:
Identifikasi peran2 gender(pemetaan pembagian
kerja)
Siapa melakukan apa
Kerja produktif
Pekerjaan kemasyarakatan:
Pekerjaan pengaturan kemasyarakatan
Pekerjaan politik kemasyarakatan

Tujuan Kerangka Moser
2. Pengujian kebutuhan jender
Kebutuhan perempuan berbeda dengan laki-
laki, tidak hanya disebabkan oleh peran
mereka tetapi juga oleh posisi yang dianggap
lebih rendah dari laki-laki
Ada 2 jenis kebutuhan jender:
Kebutuhan jender praktis
kebutuhan yang bersifat praktis dan
seringkaliberhubungan dengan ketidakcukupan
persyaratan hidup.
Tujuan Kerangka Moser
Kebutuhan-kebutuhan jender
strategis.
Untuk mengubah pola hubungan
kekuasaan yang tidak adil antara laki-
laki dan perempuan
3. Data terpilah di tingkat RT
Siapa mengontrol apa, siapa
menentukan apa, bagaimana
caranya?
4. Matriks kebijakan WID/GAD

Suatu cara untuk mendukung pemikiran
melalui bagaiman suatu cara intervensi
perencanaan yang berbeda mengubah
posisi subordinat perempuan dengan
cara memenuhi kebutuhan-kebutuhan
jender strategis dan praktis dengan
pendekatan :kesejahteraan, anti
kemiskinan, pemberdayaan,
keadilan/persamaan,efisiensi.
Tujuan Kerangka Moser
5. Menyeimbangkan ketiga peran
Perempuan mengalami kebutuhan
kebutuhan yang saling berlawanan
antara tanggung jawab dan produktif,
reproduktif dan kemasyarakatan.
Kebutuhan untuk menyeimbangkan
peran-peran ini sangat membatasi
perempuan untuk berkembang d
masing-masing peran tersebut.
Tujuan Kerangka Moser
6. Kerjasama diantara perempuan ,
organisasi berperspektif keadilan
jender dan para perencana program.

Kelebihan kerangka Moser
1. Tidak terjebak hal-hal teknis
2. Menentang ketidakadilan jender
3. Satu alat yang baik untuk mengukur
dampak dari intervensi
4. Membuat semua kerja terlihat (
produktif, reproduktif, kemasyarakatan.
5. Mengenal adanya ketahanan poitis
6 Mengkatagorikan pendekatan-pendekatan
kebijakan.
Keterbatasan Moser
1.Peran jender tidak menggugat hubungan
jender
2.Mengakibatkan peran ganda
3.Tidak mengungkapkan kebutuhan jender
strategis laki-laki.
4. Tidak mencakup ketidakadilan yang
berhubungan dengan ras dan kelas.
5. Statis
6. Pendekatan-pendekatan kebijakan.
Penggunaan kerangka Moser
Untuk perencanaan di semua tingkatan
Digunakan bersama Harvard framework.
Gender Analysis Matrix
Digunakan utuk mengukur dampak
program terhadap laki-laki dan
perempuan sehingga terlihat hasil
dari sebuah pembangunan
GAM dikembangkan oleh Rani Parker
pada tahun199, analisis ini diciptakan
untuk sekelompok praktisi
pembangunan di Tim-tim yang
bekerja untuk LSM
Gender Analysis Matrix
Tujuan kerangka GAM : membantu
dampakdampak yang berbeda-beda dan
intervensi- intervensi pembangunan
terhadap perempuan dan laki-laki
Memberi suatu teknik basismasyarakat
untuk identifikasi dan analisis perbedaan
jender guna menguji pengaruh yang
berbeda intervensi-intervensi
pembangunan terhadap masing-masing
jender.
Gender Analysis Matrix
Mengajukan suatau proses analisis
yang mengidentifikasi dan menentang
asumsi-asumsi tentang peran jender
di masyarakat dengan cara
konstruktif/membangun.
4 tingkat analisis jender
Perempuan
Laki-laki
Rumahtangga
Masyarakat
4 Katagori Analisis:

Pekerjaan
Waktu
Sumberdaya
Faktor-faktor budaya.
Prinsip-prinsip matriks anlisis
gender
Semua pengetahuan yang diperlukan
untuk analisis jender terdapat
diantara orang-orang yang diteliti
Analisisjender tidak memerlukan ahli
dari luar masyarakat kecuali
fasilitator.
Analisis jender tidak dapat diubah
jika analisis tidak dilakukan oleh
orang orang yang dianalisis.


Contoh Gender Analysis Matrix
Tenaga Waktu Sumber
daya
Budaya
Perem
puan
+perempu
an tdk lagi hrs
meng
ambil air
+ hemat
waktu
+ Ada wak
tu luang
+ air lebih
mudah ter-
sedia
+ Ada iri-gasi
untk ke kebun
Inter-aksi
sos di sumber
air
Mengura-ngi
mobilitas
Laki2 + Mendpt
kan keahli-an
membangun
Dan merawat
sis-tem
pengairan
RT +pengamanan
jaringan
/menambah
pekerjaan
Masyarakat Komisi
masyarakat
terlatih untuk
perawatan
Aturan Penggunaan GAM
Jumlah perempuan dan laki-laki sama
/ hampir sama
Analisis harus dikaji ulang dan
direvisi 1x sebulan selama 3 bulan
pertama dan 1x alam 3 bulan setelah
itu.
Setiap kota harus diverifikasi setiap
kali dilakukan kaji ulang GAM

Aturan Penggunaan GAM
Hasil yang tidak ditambahkan harus
ditambahkan ke matrix
GAM harus harus digunakan dengan
alat analisis standar lain, seperti alat-
alat monitoring, pengujian-pengujian
kebutuhan dll.

Kelebihan dan keuntungan alat
analisis ini:
1. Sederhana
2. Memenuhi tuntutan kenyataan
3.Melibatkan rakyat secara penuh
4.Membuka peluang masyarakat untuk
mengungkapkan kebutuhan mereka
5. Membicarakan juga masalah sosial
politik
6. Memberikan gambaran positif dan
negatif hasil proyek

Kelemahan Alat Analisis GAM
Membutuhkan seorang fasilitataor yang
baik.
Membutuhkan pengulangan seanjang
waktu
Tidak memperlihatkan posisi subordinasi
perempuan
Bisa mengarah ke konsensus palsu bahwa
perempuan memiliki bagian dan peran yang
sama dalam masyarakat.

Kerangka Pemberdayaan
Perempuan
Digunakan untuk mengukur keberdayaan
perempuan didasarkan pada 5 tingkata yaitu
kesejahteraan , akses, keyakinan, partisipasi,
kontrol
Dikembangkan untuk mendefinisikan
kemungkinan apakah seseorang memiliki hak
atas hidupnya sendiri
Tujuannya untuk memungkinkan perempuan
memiliki kesetaraan dengan laki-laki dan
berpartisipasi secara sama dalam proses
pembangunan guna meraih kontrol atas faktor-
faktor produksi yang sam dengan lakilaki
Rumusan Konsep Kembar Yang
Berhubungan Dengan
Pemberdayaan Perempuan
1. Masalah-masalah perempuan
berhubungan dengan persamaan
antar perempuan dengan laki- laki
dalam setiap peran sosial dan
ekonomi dalam setiap tingkat
2. Urusan perempuan berkaitan
dengan peran jender /stereotipe yang
ditentukan secar seksual.
Kelebihan alat analisis KPP:
1. Karena lebih luas dari kebutuhan
jender praktis dan strategis, maka
alat ini memungkinkan untuk
melakukan pengujian terhadap
keuntungan dari pembangunan
perempuan dan rekomendasi
2. Mempunai perspektif yang kuat
dalam mengatasi kesenjangan antara
laki-laki dan perempuan
Keterbatasan alat analisis KPP:
1. Memiliki tingkatan hirarki yang
sudah banyak dipertanyakan karena
tidak selalu benar
2. Hanya dapat menjadi bagian dari
alat untuk perencanaan.