Anda di halaman 1dari 17

TEKNIK RESERVOIR NO : TR 04.

03

JUDUL : PRAKIRAAN KINERJA
RESERVOIR
SUB JUDUL : Reservoir Berdaya Dorong Depletion

Halaman : 1 / 17
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003



Manajemen Produksi Hulu
RESERVOIR BERDAYA DORONG DEPLETION


1. TUJUAN

Menentukan kinerja (performance) reservoir minyak berdaya dorong depletion di kemudian hari.


2. METODE DAN PERSYARATAN
2.1. METODE
Penentuan kinerja reservoir jenis depletion dalam bentuk besaran produksi (N
p
, R, q
o
) dan
tekanan (P) sebagai fungsi dari waktu berdasarkan persamaan kesetimbangan materi (material
balance). Peramalan kinerja reservoir didahului oleh matching data produksi dengan hasil
perhitungan kesetimbangan materi. Peramalan di bawah tekanan jenuh menggunakan metode
Tracy.

2.2. PERSYARATAN
Tersedia data produksi (N
p
, R) serta tekanan reservoir (P) sampai peramalan dimulai, data PVT
(B
o
, B
g
, R
s
, !
o
,
g
), data petrofisik (
ro
rg
k
k
, k
o
), volume minyak awal di tempat (N) dan indeks
produktivitas awal (J
i
). Reservoir sudah dikembangkan secara penuh dan diproduksikan melalui
sejumlah titik serap.


3. LANGKAH PEKERJAAN

Data produksi terakhir serta tekanan reservoir yang sesuai akan menentukan saat peramalan dimulai,
yaitu pada saat tekanan reservoir lebih besar atau lebih kecil dari tekanan jenuh minyak..



TEKNIK RESERVOIR NO : TR 04.03

JUDUL : PRAKIRAAN KINERJA
RESERVOIR
SUB JUDUL : Reservoir Berdaya Dorong Depletion

Halaman : 2 / 17
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003



Manajemen Produksi Hulu
3.1. PERAMALAN DIMULAI PADA TEKANAN P > P
b

Siapkan data pendukung sesuai dengan kebutuhan yang meliputi kelompok data sebagai berikut :
1. Data Produksi :
a. Produksi minyak kumulatif (N
p
), STB
b. Perbandingan gas-minyak sesaat (R), SCF/STB
2. Data PVT :
a. Faktor volume formasi minyak (B
o
), bbl/STB
b. Faktor volume formasi gas (B
g
), bbl/SCF
c. Faktor kelarutan gas (R
s
), SCF/STB
d. Viskositas minyak (
o
), cp
e. Viskositas gas (
g
), cp
3. Data Petrofisik :
a. Permeabilitas minyak relatif (k
ro
)
b. Perbandingan permeabilitas relatif gas terhadap minyak (k
rg
/k
ro
)
c. Saturasi air rata-rata (S
wi
)
4. Jumlah sumur (X
n
) yang digunakan sebagai titik serap
5. Volume minyak awal di tempat (N), STB
6. Indeks produktivitas awal rata-rata (J
i
), STB/hari/psi

3.1.1. Peramalan Sampai P
b

3.1.1.1. Matching Data Produksi
1. Siapkan tabulasi data tekanan (P), produksi minyak kumulatif (N
p
),
permeabilitas minyak efektif (k
o
) dan viskositas minyak.
2. Dari data produksi, tekanan dan PVT yang tersedia hitung
o
B
P "
untuk setiap
harga tekanan :
o
B
P "
=
o
i
B
P P ) ( #
(1)
3. Plot N
p
terhadap
o
B
P "
pada kertas grafik kartesian.
TEKNIK RESERVOIR NO : TR 04.03

JUDUL : PRAKIRAAN KINERJA
RESERVOIR
SUB JUDUL : Reservoir Berdaya Dorong Depletion

Halaman : 3 / 17
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003



Manajemen Produksi Hulu
4. Kemiringan garis lurus yang ditarik dari titik (0,0) melalui titik yang diplot
pada butir 3 adalah :
! = NB
oi

ce
(2)

3.1.1.2. Peramalan
1. Bagi selang tekanan reservoir dari tekanan awal peramalan sampai tekanan
jenuh atas kelipatan tekanan sebesar 100 - 200 psi.
2. Untuk setiap tekanan reservoir (P) lebih kecil dari tekanan awal peramalan
hitung peramalan berikut ini :
a. N
*
1 $ pj
= !
o
j i
B
P P ) (
1 $
#
(3)
b. (J)
j+1
= J
i

) (
) (
o o
oi oi
B
B
!
!
(4)
c. q
o j+1
= (J)
j
(P
j+1
# P
wf
) (5)
d. !t =
o n
p
q X
N
) (
*
"
(6)
e. t = % "t (7)
dimana :
"N
*
p
= N
*
1 $ pj
# N
*
pj
(8)
"t = (t
j+1
# t
j
) (9)
o
q = 0.5 (q
o

j+1
+ q
o j
) (10)
Catatan :
Tekanan alir dasar sumur P
wf
harus ditentukan lebih dahulu sesuai dengan
metode produksi yang akan digunakan.


3.1.2. Peramalan Mulai P
b


1. Bagi selang tekanan reservoir dari tekanan P
b
, sampai tekanan abandonment (P
a
) atas
kelipatan tekanan, sebesar 100 - 200 psi.
2. Untuk setiap tekanan reservoir (P
j
) yang diperoleh dari butir 1 hitung "
nj
dan "
gj
:
TEKNIK RESERVOIR NO : TR 04.03

JUDUL : PRAKIRAAN KINERJA
RESERVOIR
SUB JUDUL : Reservoir Berdaya Dorong Depletion

Halaman : 4 / 17
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003



Manajemen Produksi Hulu

gj sj si ob oj
gj sj oj
nj
B R R B B
B B B
) ( ) (
) (
# $ #
#
& ' (11)

gj sj i s ob oj
gj
gj
B R R B B
B
) ( ) ( # $ #
& ' (12)

3. Peramalan dimulai dari tekanan P
b
sampai tekanan berikutnya (untuk memudahkan
penulisan sebut P
b
= P
j
dan tekanan berikutnya adalah P
j+1
, di mana P
j+1
< P
j
).
4. Anggaplah harga R
j+1
.
5. Hitung R :

2
1 j j
R R
R
$
&
$
(13)
Catatan:
a. Untuk selang tekanan pertama dalam peramalan, dimana P
j
= P
b
, maka R
j
= R
si
.
Sedangkan R
sj+1
dapat digunakan untuk anggapan R
j+1
.
b. Untuk selang tekanan yang lain R
j
adalah hasil hitungan dari selang tekanan
sebelumnya. Sedangkan harga R
j+1
diperkirakan dari ekstrapolasi plot R terhadap
P hasil perhitungan sebelumnya.
6. Hitung "n berdasarkan persamaan Tracy :

1 1
1 1
1
$ $
$ $
' $ '
' # ' #
& "
gj nj
gj j nj j
R
g n
n (14)
dimana :
n
j
=
*) (
pb
pj
N N
N
#
(15)
g
j
=
(
" &
#
R n
N N
G
pb
pj
*) (
(16)
n
j+1
= n
j
+ "n (17)

Catatan :
a. Untuk selang tekanan pertama dalam peramalan, dimana P
j
= P
b
, berlaku :
n
j
= 0
TEKNIK RESERVOIR NO : TR 04.03

JUDUL : PRAKIRAAN KINERJA
RESERVOIR
SUB JUDUL : Reservoir Berdaya Dorong Depletion

Halaman : 5 / 17
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003



Manajemen Produksi Hulu
g
j
= 0
b. Untuk selang tekanan yang lain n
j
dan g
j
diperoleh dari hasil perhitungan.
Sedangkan harga n
j+1
dan g
j+1
adalah :
n
j+1
= n
j
+ "n (17)
g
j+1
= g
j
+ n R" (18)
7. Hitung saturasi minyak (S
o
) pada P
j+1
dengan menggunakan persamaan berikut :
) 1 ( ) 1 (
1
1 1 wi
ob
oj
j oj
S
B
B
n S # # &
$
$ $
(19)
8. Berdasarkan harga saturasi minyak dari langkah (7) tentukan k
rg
/k
ro
(data petrofisik).
Bila data petrofisik tidak tersedia persamaan empiris berikut ini dapat digunakan :

4
2 2
) 1 )( 1 (
S
S S
k
k
ro
rg
# #
& (20)
dimana :

) 1 (
wi
o
S
S
S
#
& (21)
9. Hitung R* pada P
j+1
dengan menggunakan persamaan :
1
1
*
$
$
)
)
*
+
,
,
-
.
$ &
j
g
o
g
o
ro
rg
sj
B
B
k
k
R R
!
!
(22)
10. Bandingkan kedua faktor perbandingan gas-minyak sesaat yang berasal dari
anggapan (butir 4) dan hasil hitungan (butir 9) dengan menggunakan persamaan :
*
*
1
R
R R
j $
#
< / (23)

Untuk / dapat digunakan angka 0.01 - 0.5.
Bila persamaan (23) tidak terpenuhi ulang langkah perhitungan mulai butir (4)
dengan menggunakan anggapan baru.
R
j+1
= R* (24)
Bila persamaan (23) terpenuhi, maka anggapan untuk R
j+1
adalah benar dan lanjutkan
dengan langkah perhitungan berikut ini.

TEKNIK RESERVOIR NO : TR 04.03

JUDUL : PRAKIRAAN KINERJA
RESERVOIR
SUB JUDUL : Reservoir Berdaya Dorong Depletion

Halaman : 6 / 17
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003



Manajemen Produksi Hulu
11. Hitung produksi gas kumulatif pada P
j+1
dengan menggunakan persamaan (18) :
g
j+1
= g
j
+ n R" (18)
12. Dengan menggunakan saturasi minyak butir (7) tentukan k
o
dari data petrofisik.
13. Hitung indeks produktivitas sumur (J) :

i
o o
o
j
o o
o
i j
B
k
B
k
J J
)
)
*
+
,
,
-
.
)
)
*
+
,
,
-
.
&
$
$
! !
1
1
(25)
14. Hitung laju produksi minyak tiap sumur :
q
oj+1
= J
j+1
(P
j+1
P
wf
) (5)
15. Hitung laju produksi minyak rata-rata tiap sumur untuk selang tekanan P
j
sampai P
j+1

:
2
1 $
$
&
oj oj
o
q q
q (10)
16. Hitung lama waktu produksi untuk selang tekanan P
j
sampai P
j +1
:
o n
b p
q X
N N n
t
) (
*
,
# "
& " (26)
17. Hitung produksi kumulatif dari tekanan jenuh sampai P
j+1
:
0 1
*
,
1
b p
P
P
p
N N n N
j
b
#
)
)
*
+
,
,
-
.
" &
(
$
(27)
18. Hitung produksi minyak kumulatif sejak reservoir diproduksikan :
N
pT
= N
p
+
*
,b p
N (28)
19. Hitung produksi gas kumulatif sejak reservoir diproduksikan :
G
pT
=
*
,b p
N R
si
+ g
j

+

1
(N #
*
,b p
N ) (29)
20. Hitung faktor perbandingan gas -minyak kumulatif :

pT
pT
p
N
G
R & (30)
21. Lanjutkan perhitungan untuk selang berikutnya sampai tekanan abandonment.
22. Plot N
p
, G
p
, R, q
o
, P terhadap waktu pada kertas grafik kartesian.


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 04.03

JUDUL : PRAKIRAAN KINERJA
RESERVOIR
SUB JUDUL : Reservoir Berdaya Dorong Depletion

Halaman : 7 / 17
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003



Manajemen Produksi Hulu
3.2. PERAMALAN DIMULAI PADA P < P
b

Siapkan data pendukung sesuai dengan kebutuhan yang meliputi kelompok data sebagai
tercantum pada butir (3. l).
3.2.1. Matching Data Produksi
Dalam matching ini diusahakan agar R hasil hitungan tidak berbeda dengan R dari data
produksi. Hal ini dilaksanakan dengan mengubah kurva k
r
/k
ro
terhadap S
o
.
l. Bagi selang tekanan dari tekanan jenuh reservoir (P
b
) sampai tekanan awal
peramalan atas kelipatan tekanan sebesar 50 - 100 psi.
2. Untuk setiap harga tekanan seperti yang dimaksud pada butir 1, tentukan beberapa
parameter produksi dan PVT seperti berikut
a. Produksi minyak kumulatif (N
*
p
), STB
b. Produksi gas kumulatif (G
*
p
), SCF
c. Faktor perbandingan gas-minyak sesaat (R), SCF/STB
d. Faktor volume formasi minyak (B
o
), bbl/STB
e. Faktor volume formasi gas (B
g
), bbl/SCF
f. Viskositas minyak (!
o
), cp
g. Viskositas gas (!
g
), cp
h. Faktor kelarutan gas (R
s
), SCF/STB
Catatan:
Pada tekanan reservoir P = P
b
, maka R = R
si
.
3. Buat tabulasi harga parameter dari butir (2) sebagai fungsi dari tekanan.
4. Untuk setiap harga tekanan dihitung :
a.
) (
) (
*
,
*
,
*
b p
b p p
N N
N N
n
#
#
& (31)
b. ) 1 ( ) 1 (
wi
ob
o
o
S
B
B
n S # # & (32)
c.
)
)
*
+
,
,
-
.
# &
g
o
o
g
s
ro
rg
B
B
R R
k
k
!
!
) ( (33)
5. Plot k
rg
/k
ro
terhadap S
o
pada kertas grafik semi-log dengan mencantumkan k
rg
/k
ro

pada sumbu log. Ekstrapolasi kurva untuk harga S
o
yang lain dilakukan dengan
TEKNIK RESERVOIR NO : TR 04.03

JUDUL : PRAKIRAAN KINERJA
RESERVOIR
SUB JUDUL : Reservoir Berdaya Dorong Depletion

Halaman : 8 / 17
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003



Manajemen Produksi Hulu
memperhatikan arah kecenderungan plot k
rg
/k
ro
terhadap S
o
yang berasal dari data
petrofisik, bila ada. Kurva k
rg
/k
ro
ini digunakan dalam peramalan kinerja reservoir.
Catatan :
Ketelitian ekstrapolasi kurva k
rg
/k
ro
terhadap S
o
tergantung pada lama produksi sejak
tekanan reservoir sama dengan P
b
.

3.2.2. Peramalan Kinerja Dimulai Pada P < P
b

1. Bagi selang tekanan reservoir awal peramalan sampai tekanan abandonment (P
a
)
atas kelipatan tekanan sebesar 100 - 200 psi.
2. Untuk setiap tekanan reservoir (P
j
) yang diperoleh dari butir 1, hitung "
nj
dan "
gj

berdasarkan persamaan (11) dan (12) :
gj sj si ob oj
gj sj oj
nj
B R R B B
B R B
) ( ) (
) (
# $ #
#
& ' (11)
gj sj i s ob oj
gj
gj
B R R B B
B
) ( ) ( # $ #
& ' (12)
3. Peramalan dimulai dari tekanan awal peramalan (P
j
) sampai P
j+1
. Harga parameter
produksi (N
*
p
, R, q
o
) pada P
j
diketahui dan berasal dari data produksi.
4. Anggaplah suatu harga untuk R
j+1
. Perkiraan R
j+1
ini dapat diperoleh dari
ekstrapolasi plot R terhadap P dimulai dari tekanan jenuh.
5. Hitung faktor perbandingan gas-minyak sesaat rata-rata 0 1 R untuk selang tekanan P
j
sampai P
j+1
:

2
1 $
$
&
j j
R R
R (13)
Catatan :
Secara umum dapat dikatakan R
j
diperoleh dari hasil hitungan untuk selang tekanan
sebelumnya.
6. Hitung pertambahan produksi "n berdasarkan persamaan Tracy :

1 1
1 1
1
$ $
$ $
' $ '
' # ' #
& "
gj nj
gj j nj j
R
g n
n (14)
dimana :
TEKNIK RESERVOIR NO : TR 04.03

JUDUL : PRAKIRAAN KINERJA
RESERVOIR
SUB JUDUL : Reservoir Berdaya Dorong Depletion

Halaman : 9 / 17
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003



Manajemen Produksi Hulu
N
j
=
) (
*
,b p
pj
N N
N
#
(15)
N
pj
= (N
*
p
#
*
,b p
N ) (34)
g
j
=
) (
*
,b p
pj
N N
G
#
(16)
G
pj
= (G
*
pj
#
*
,b p
G ) (35)
n
j+1
= n
j
+ "n (17)

7. Hitung saturasi minyak (S
o
) pada P
j+1
dengan menggunakan persamaan (19) :
) 1 ( ) 1 (
1
1 1 wi
ob
oj
j oj
S
B
B
n S # # &
$
$ $
(19)
8. Berdasarkan harga saturasi minyak dari butir (7) tentukan k
rg
/k
ro
dari plot
ro
rg
k
k

terhadap S
o
pada butir

(5).
9. Hitung faktor perbandingan gas-minyak (R
*
) pada P
j+1
dengan menggunakan
persamaan (22) :

1
1
*
$
$
)
)
*
+
,
,
-
.
$ &
j
g
o
g
o
ro
rg
sj
B
B
k
k
R R
!
!
(22)
10. Bandingkan kedua faktor perbandingan gas-minyak sesaat yang berasal dari
anggapan (butir 4) dan hasil hitungan (butir 9) dengan menggunakan rumus (23) :

*
*
1
R
R R
j $
#
< / (23)
Untuk / dapat digunakan angka 0.01 - 0.05.
Bila persamaan (23) tidak terpenuhi, ulang langkah perhitungan mulai butir (4)
dengan menggunakan anggapan baru :
R
j+l
= R
*
(24)
Bila persamaan (23) terpenuhi maka anggapan untuk R
j+1
adalah benar dan lanjutkan
dengan langkah perhitungan berikut ini.

TEKNIK RESERVOIR NO : TR 04.03

JUDUL : PRAKIRAAN KINERJA
RESERVOIR
SUB JUDUL : Reservoir Berdaya Dorong Depletion

Halaman : 10 / 17
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003



Manajemen Produksi Hulu
11. Hitung produksi gas kumulatif pada P
j+1
dengan menggunakan persamaan :
g
j+l
= g
j
+ n R" (18)
12. Dengan menggunakan saturasi minyak hasil hitungan pada butir (7) tentukan k
o
dari
data petrofisik.
13. Hitung indeks produktivitas sumur (J) :

i
o o
o
j
o o
o
i j
B
k
B
k
J J
)
)
*
+
,
,
-
.
)
)
*
+
,
,
-
.
&
$
$
! !
1
1
(25)
14. Hitung laju produksi minyak tiap sumur :
q
o j+1
= J
j+1
(P
j+1
# P
wf
) (5)
15. Hitung laju produksi minyak rata-rata tiap sumur untuk selang tekanan P
j
sampai
P
j+1
:

o
q =
2
1 $
$
oj oj
q q
(10)
16. Hitung lama waktu produksi untuk selang tekanan P
j
sampai P
j+1
:
o n
b p
q X
N N n
t
) (
*
,
# "
& " (26)
17. Hitung produksi minyak kumulatif sejak awal produksi reservoir :

(
$
" # $ &
1
1
*
,
*
) (
j
b p p pT
n N N N N (36)
18. Hitung produksi gas kumulatif sejak awal produksi reservoir :
(
" # $ & n R N N G G
b p p pT
) (
*
,
*
(37)
19. Hitung faktor perbandingan gas-minyak kumulatif :

pT
pT
p
N
G
R & (38)
20. Lanjutkan perhitungan untuk selang berikutnya sampai tekanan abandonment.
21. Plot N
p
, G
p
, q
o
, P terhadap waktu pada kertas grafik kartesian.




TEKNIK RESERVOIR NO : TR 04.03

JUDUL : PRAKIRAAN KINERJA
RESERVOIR
SUB JUDUL : Reservoir Berdaya Dorong Depletion

Halaman : 11 / 17
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003



Manajemen Produksi Hulu
4. DAFTAR PUSTAKA

1. Craft, B. C. dan Hawkins, M. F. : "Applied Petroleum Reservoir Engineering", Prentice-Hall,
Inc., N. J., 1959.
2. Dake, L. P. : "Fundamentals of Reservoir Engineering", Elsevier Publ. Co., New York, 1978.



























TEKNIK RESERVOIR NO : TR 04.03

JUDUL : PRAKIRAAN KINERJA
RESERVOIR
SUB JUDUL : Reservoir Berdaya Dorong Depletion

Halaman : 12 / 17
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003



Manajemen Produksi Hulu
5. DAFTAR SIMBOL

B
g
= faktor volume formasi gas, bbl/SCF
B
o
= faktor volume formasi minyak, bbl/STB
c
e
= kompresibilitas efektif, psi
-1

d = faktor ketelitian, fraksi
g = kemiringan kurva
G
p
= produksi gas kumulatif, SCF
G
p
* = produksi gas kumulatif sesuai dengan data produksi, SCF
J = indeks produksi, STB/hari/psi
k
rg
= permeabilitas relatif gas, fraksi
k
ro
= permeabilitas relatif minyak, fraksi
k
o
= permeabilitas efektif minyak, mD
N = isi minyak awal di tempat, STB
N
p
= produksi minyak kumulatif, STB
N
p
* = produksi minyak kumulatif sesuai dengan data produksi, STB
P = tekanan reservoir, psia
P
wf
= tekanan alir dasar sumur, psia
q
o
= laju produksi minyak, STB/hari
R = faktor perbandingan gas-minyak sesaat, SCF/STB
R
p
= faktor perbandingan gas-minyak kumulatif, SCF/STB
R* = faktor perbandingan gas-minyak sesaat hasil hitungan, SCF/STB
R
s
= faktor kelarutan gas dalam minyak, SCF/STB
S
w
= saturasi air, fraksi
S
o
= saturasi minyak, fraksi
t = waktu, hari
X
n
= jumlah sumur

Subskrip :
b = titik jenuh
g = fasa gas
i = keadaan awal
TEKNIK RESERVOIR NO : TR 04.03

JUDUL : PRAKIRAAN KINERJA
RESERVOIR
SUB JUDUL : Reservoir Berdaya Dorong Depletion

Halaman : 13 / 17
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003



Manajemen Produksi Hulu
o = fasa minyak
w = fasa air






























TEKNIK RESERVOIR NO : TR 04.03

JUDUL : PRAKIRAAN KINERJA
RESERVOIR
SUB JUDUL : Reservoir Berdaya Dorong Depletion

Halaman : 14 / 17
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003



Manajemen Produksi Hulu
6. LAMPIRAN
6.1. LATAR BELAKANG
Persamaan kesetimbangan materi yang digunakan dalam penentuan kinerja reservoir
berdaya dorong depletion di kemudian hari diperoleh dari keseimbangan volume yang terjadi
dalam model reservoir berbentuk tanki. Keseimbangan volume ini meliputi produksi fluida
kumulatif dan volume ekspansi fluida reservoir sebagai hasil penurunan tekanan. Persamaan
ini memiliki beberapa anggapan / penyederhanaan, yaitu :
a. berdimensi nol
b. setiap perubahan tekanan di suatu titik dalam reservoir akan tersebar merata keseluruhan
reservoir
dan bentuk persamaan umumnya adalah :
2 3
4
5
6
7
8
9
#
#
$
$
# $ #
& # $ ) (
1
) ( ) (
) ( P P
S
c S c
B
B R R B B
NB B R R B N
i
wi
f wi w
oi
g s si oi o
oi g s p o p
(39)

Peramalan kinerja reservoir yang tidak jenuh (undersaturated reservoir) dibagi atas dua
tahap, dari tekanan awal (P
i
) sampai tekanan jenuh (P
b
) dan dari tekanan jenuh sampai tekanan
abandonment (P
a
). Persamaan (39) dapat disederhanakan sesuai dengan tahapan produksi. Pada
P # P
b
, berlaku R
p
= R
si
= R
s
, sehingga persamaan keseimbangan materi menjadi :


4
5
6
7
8
9
#
#
$
$
#
& ) (
1
) (
P P
S
c S c
B
B B
NB B N
i
wi
f wi w
oi
oi o
oi o p


4
5
6
7
8
9
#
$
$
$ & ) (
1
P P
S
c S c
c NB
i
wi
f wi w
o oi

= NB
oi
c
e
(P
i
P) (40)
dimana :

wi
f wi w oi o
e
S
c S c S c
c
#
$ $
&
1
(41)
Persamaan (40) dapat disederhanakan menjadi :

o
i
p
B
P P
N
) ( #
& : (42)
TEKNIK RESERVOIR NO : TR 04.03

JUDUL : PRAKIRAAN KINERJA
RESERVOIR
SUB JUDUL : Reservoir Berdaya Dorong Depletion

Halaman : 15 / 17
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003



Manajemen Produksi Hulu
: = NB
oi
c
e
(2)
Hubungan N
p
terhadap
o
i
B
P P ) ( #
adalah linier dan plot N
p
terhadap
o
i
B
P P #
dari data
produksi dan tekanan memberikan kemiringan garis linier : yang digunakan untuk meramalkan
N
p
di kemudian hari, asalkan tekanan reservoir P ; P
b
.
Hasil peramalan langsung dan persamaan keseimbangan materi menghasilkan hubungan N
p

P. Mengubah hubungan ini menjadi fungsi waktu membutuhkan indeks produktivitas sumur
rata-rata (J) sesaat :

i o o o
o o o
i
B k
B k
J J
) / (
) / (
!
!
& (43)
Atas dasar harga indeks produksi sumur ini dihitung laju produksi bila tekanan alir dasar sumur
(P
wf
) diketahui
q
o
= J (P P
wf
) (44)
Selang waktu "t yang diperlukan dalam memproduksi minyak "N
p
melalui sejumlah sumur
produksi (X
n
) sehingga tekanan reservoir berubah dari P
j
menjadi P
j+l
adalah :

n o
p
X q
N
t
"
& " (45)
dimana :

2
1 $
$
&
oj oj
o
q q
q (10)
Peramalan kinerja reservoir dari tekanan P
b
sampai tekanan abandonment (P
a
)
menggunakan persamaan keseimbangan materi yang telah disederhanakan dengan menganggap
kompresibilitas air dan batuan berpori dapat diabaikan.
2 3 2 3
g s p o p g s si oi o
B R R B N B R R B B N ) ( ) ( ) ( # $ & # $ # (46)
Penyelesaian dengan metode Tracy didasarkan pada persamaan (46) yang telah disederhanakan
dengan mendefinisikan :
N
N
n
p
&
N
R N
g
p p
&
TEKNIK RESERVOIR NO : TR 04.03

JUDUL : PRAKIRAAN KINERJA
RESERVOIR
SUB JUDUL : Reservoir Berdaya Dorong Depletion

Halaman : 16 / 17
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003



Manajemen Produksi Hulu
sehingga diperoleh persamaan (47) :
i = n '
n
+ g '
g
(47)
dimana :

g s si oi o
g s o
n
B R R B B
B R B
) ( ) (
) (
# $ #
#
& ' (48)

g s si oi o
g
g
B R R B B
B
) ( ) ( # $ #
& ' (49)
Dari persamaan (47) ini dijabarkan persamaan untuk menghitung produksi minyak "n dari
selang tekanan P
j
sampal P
j+1
:

1 1
1 1
1
$ $
$ $
' $ '
' # ' #
& "
gj nj
gj j nj j
R
g n
n (14)

dimana :
g
j+1
= g
j
+ n R" (15)
2
1 $
$
&
j j
R R
R (13)
Dari persamaan (14) ini terlihat bahwa "n baru dapat dihitung bila faktor perbandingan gas-
minyak sesaat rata-rata ( R ) diketahui. Faktor ini dihitung berdasarkan persamaan :

g
o
g
o
o
g
s
B
B
k
k
R R
!
!
$ & (50)
Penentuan R pada P
j+1
membutuhkan
o
g
k
k
yang baru diperoleh bila harga saturasi minyak pada
tekanan itu diketahui dengan menggunakan persamaan :
) 1 ( ) 1 (
1
1 1 wi
ob
oj
j oj
S
B
B
n S # # &
$
$ $
(19)

Akan tetapi n
j+1
belum diketahui atau variabel inilah yang perlu dihitung. Hal inilah yang
menyebabkan penentuan "n didasarkan pada uji tebak (trial and error) dengan menggunakan
TEKNIK RESERVOIR NO : TR 04.03

JUDUL : PRAKIRAAN KINERJA
RESERVOIR
SUB JUDUL : Reservoir Berdaya Dorong Depletion

Halaman : 17 / 17
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003



Manajemen Produksi Hulu
faktor perbandingan gas-minyak sesaat anggapan (R) dan hasil hitungan (R*) sebagai tolok ukur
jawaban yang tepat :
*
*
R
R R #
< / (51)
Untuk / ini dapat digunakan harga 0.01.
Persamaan keseimbangan materi (46) yang digunakan dalam persamaan kinerja reservoir mulai
dari tekanan jenuh P
b
mempunyai pengertian khusus, yaitu :
l. Volume minyak di tempat yang digunakan dalam persamaan adalah volume minyak yang ada
pada tekanan jenuh P
b
.
2. Produksi minyak kumulatif hasil peramalan adalah volume minyak yang diperoleh sejak
tekanan jenuh P
b
, sehingga perlu ditambah dengan produksi minyak kumulatif hingga P
b
bila
ingin menghitung produksi minyak kumulatif sejak reservoir diproduksikan.