Anda di halaman 1dari 10

MASALAH NILAI AWAL DAN SYARAT BATAS

PERSAMAAN PANAS
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas
Dosen Pengampu Kus Prihantoso Krisnawan, M.Si









Disusun oleh:
Ratnasari Dwi Ambarwati 10305141004
Istri Rumi Andriyani 10305141021
Ericolion Maubrani 10305141031






Program Studi Matematika Jurusan Pendidikan Matematika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Yogyakarta
2013

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Difusi adalah proses mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dari bagian
berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi
yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi. Proses difusi minimal
melibatkan dua zat, salah satu zat berkonsentrasi lebih tinggi daripada zat lainnya atau
dapat dikatakan dalam kondisi belum setimbang. Keadaan ini dapat menjadi driving
force dari proses difusi. Difusi akan terus terjadi hingga seluruh partikel tersebar luas
secara merata atau mencapai keadaan kesetimbangan dimana perpindahan molekul tetap
terjadi walaupun tidak ada perbedaan konsentrasi. Contoh yang sederhana adalah
pemberian gula pada cairan teh tawar, lambat laun cairan menjadi manis. Contoh lain
adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara. Difusi yang paling sering terjadi
adalah difusi molekuler. Difusi ini terjadi jika terbentuk perpindahan dari sebuah
lapisan (layer) molekul yang diam dari solid atau fluida.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi, yaitu:
1. Ukuran partikel
Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak, sehingga
kecepatan difusi semakin tinggi,
2. Ketebalan membran
Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
3. Luas suatu area
Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya,
4. Jarak
Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya,
5. Suhu
Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih
cepat, maka semakin cepat pula kecepatan difusinya.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat ditentukan rumusan masalah
sebagai berikut,
1. Bagaimana pembentukan model dari persamaan difusi?
2. Bagaimana solusi dari persamaan difusi?

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka dapat tujuan yang diharapkan
adalah,
1. Mengetahui pembentukan model persamaan difusi
2. Mengetahui solusi dari persamaan difusi

BAB II
DASAR TEORI

A. Persamaan Panas
Difusi merupakan proses perpindahan atau pergerakan molekul zat atau gas
dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Proses difusi terjadi karena adanya
perpindahan massa suatu zat dimana massa dapat berpindah dari kondisi dengan
konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Perpindahan massa dapat terjadi dalam fasa
gas maupun cair. Peristiwa difusi berakhir jika telah mencapai keadaan setimbang antara
dua keadaan (pada keadaan sebelumnya terdapat perbedaan konsentrasi sehingga keadaan
belum setimbang). Proses difusi dapat terus-menerus berlangsung jika perbedaan
konsentrasi antara dua kondisi dipertahankan. Hal ini dapat dilakukan dengan
mengalirkan fluida yang merupakan tempat akan berdifusinya suatu molekul secara
terus menerus. Proses difusi akan berhenti jika kondisi dari dua fluida sudah sama
atau setimbang.
Pada umumnya difusi terjadi karena gradien konsentrasi, tetapi difusi
dapat juga terjadi karena gradien tekanan, gradien suhu, atau medan gaya yang
diterapkan dari luar seperti pada pemisah sentrifugal. Difusi molekuler yang terjadi
karena gradien tekanan (bukan tekanan parsial) disebut difusi tekanan ( pressure
diffusion), difusi yang terjadi karena gradien suhu disebut difusi termal (thermal
diffusion), sedangkan difusi yang disebabkan oleh medan gaya dari luar disebut difusi
paksa (forced diffusion).
Persamaan difusi adalah persamaan diferensial parsial yang menggambarkan
dinamika kepadatan dalam material yang mengalami difusi. Persamaan tersebut juga
digunakan untuk menggambarkan proses difusi, misalnya 'difusi' alel dalam suatu
populasi dalam genetika populasi.
Bentuk dari persamaan panas atau persamaan difusi dimensi satu yaitu:


dimana ( ) adalah fungsi dua variabel x dan t.
B. Hukum Fick

Membahas sekilas apa itu hukum fick dan apa hubungannya dengan
persamaan difusi, dikait kaitkan nek iso. Nek raiso yo waton wae, sak isone, hukum
fick ki opo

BAB III
PEMBAHASAN

A. Pembentukan Model
Sebuah cairan bergerak secara perlahan mengisi sebuah pipa lurus dan sebuah
zat menyebar pada cairan tersebut pada selang [x
0
, x
1
]. Peristiwa ini merupakan awal dari
masalah untuk mendapatkan model dari persamaan difusi. Zat tersebut menyebar melalui
cairan tersebut dengan pergerakan dari konsentrasi tinggi menuju ke konsentrasi yang
lebih rendah. Menurut Ficks law of diffusion, gerak rata rata sebanding dengan
gradient konsentrasi.

Gambar 3.1 Sebuah cairan mengisi pipa dan sebuah zat menyebar
melalui cairan tersebut

Jika ( ) menyatakan konsentrasi (massa per satuan panjang) dari zat dengan
posisi x pada waktu t. Maka massa zat pada selang

diperoleh dari integral


konsentrasi u(x,t) yaitu ( )

sehingga,

( )

( )

( )

3.1

Perubahan massa pada selang tersebut tergantung pada zat masuk dan zat keluar
pada selang tersebut. Hukum Fick mengatakan

,
sehingga perubahan massa pada selang tersebut dapat diperoleh dari,

) 3.2
dengan k adalah konstanta pembanding.

Dari persamaan 3.1 dan 3.2 maka

( )

( )

( )


Dengan demikian diperoleh persamaan panas



B. Solusi Persamaan Panas
Sebelum menentukan solusi persamaan panas pada daerah dan
, akan ditinjau terlebih dahulu solusi persamaan panas dalam bentuk khusus yaitu
( ) () dengan


Akan dibentuk persamaan Q(x,t) kedalam persamaan panas yang telah kita tentukan pada
pembahasan diatas.
a. Turunan pertama Q(u,t) terhadap t adalah

()
b. Turunan pertama Q(x,t) terhadap x adalah

(), sehingga
turunan kedua dari Q(x,t) adalah

())

()

()
Sehingga persamaan panas yang dapat dibentuk adalah,

() [

()]

()

()

()

()

()

()
(


Misalkan

maka (

) , sehingga diperoleh persamaan diferensial


homogen orde pertama

. Selanjutnya akan ditentukan solusi dari


persamaan differensial orde pertama tersbut.


Integral dari kedua ruas tersebut menghasilkan,


Sehingga diperoleh


Selanjutnya subtitusikan pada


dengan demikian diperoleh
( )


Persamaan diatas hanya dapat dipenuhi saat t> 0, sedangkan konstanta

dan


diperoleh dengan menggunakan syarat awal khusus, yang diberikan dalam bentuk
( ) {



Selanjutnya akan dicari nilai

dan

,
pada kasus maka

( )


Karena dalam menghitung integral tak wajar digunkan distribusi normal berbentuk

maka


sehingga diperoleh

3.3


Pada kasus maka,

( )


Jadi didapat persamaan

3.4

Dari persamaan 3.3 dan 3.4 dapat diperoleh nilai

dan


Maka dapat ditentukan persamaan ( )

untuk

Selanjutnya akan dicari solusi dari u terkait dengan Q, berdasar sifat jika
memenuhi persamaan

maka

juga memenuhi persamaan


tersebut. Akan ditunjukkan bahwa memenuhi persamaan tersebut.


Selanjutnya akan diselidiki apakah v memenuhi persamaan difusi,


dengan demikian memenuhi persamaan difusi.
merupakan solusi persamaan panas dengan ( )

dan s
maka ( )

solusi persamaan panas. Berdasarkan inverence properties


persamaan difusi maka
( ) ( )()


untuk sebarang () integral konvergen dan .
Selanjutnya akan ditunjukkan apakah memenuhi kondisi awal ( ) ().
( )

( )()


( )

( )()


karena

( )

( )
maka
( ) [()( ) |

( )()

]
Diasumsikan untuk || maka
( ) ( )()


dengan ( ) untuk ( )
dan ( ) untuk
Maka ( ) ()

(), dengan demikian u memenuhi kondisi


awal. Sehingga solusi umum untuk persamaan difusi u
t
= ku
xx
yang diperoleh adalah,
( )

()

()
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Pembentukan model persamaan difusi
Model dari persamaan difusi diperoleh dengan menerapkan hukum Fick
???
2. Solusi dari persamaan difusi

3. Saran
DAFTAR PUSTAKA
http://en.wikipedia.org/wiki/Diffusion. Senin, 14 Oktober 2013 19.00.
http://www.scribd.com/doc/105549972/Teori-Dasar-Difusi. Published by: Shinta Leonita on Sep 11,
2012