Anda di halaman 1dari 3

Empty

Suatu hari,
aku pernah bermimpi..

Saat tiada mata untuk melihat segala kemunafikan dan
kepalsuan..
saat tiada telinga untuk mendengar segala tipu daya dan
kalimat yg mematahkan semangat,,
saat tiada kaki-kaki yg membawaku ke jalan menuju jurang
kematian..
saat tiada lengan yg menggenggam asa yg hampir pupus..
saat tiada hati untuk merasa..
saat tiada pikiran untuk merunut logika..

saat..
semuanya tiada..

apa yg terjadi?

aku butuh tempat untuk pulang..
tempat dimana aku tidak perlu takut untuk bermimpi buruk,
karena aku tahu itu hanyalah mimpi yg akan hilang saat aku
terjaga..

aku pernah bermimpi..
aku akan menemukan lengan tempatku pulang..

Deja Vu
Wednesday, May 7, 2014

Tak pernah kusangka..
aku akan kembali ke tempat ini..
kukira aku akan melupakan tempat ini selamanya..

ceruk-ceruknya yang tajam,
jurang gelap tak berujung..
jalannya yang gersang dan berkerikil..
dengan sebuah tembok hitam legam yg kokoh berdiri di
tengahnya..
yang hingga kini tak kuketahui mengapa harus ada disana..
semuanya terlihat suram dan menyedihkan..

tapi.. kali ini aku dapat merasakan keindahannya..
dalam gelap yg memelukku, ada tenang yang terselip..
yang membuatku ingin.. tinggal..

namun aku tersadar, aku tidak mungkin dapat hidup disana..
tanpa adanya air dan roti kehidupan bagi jiwaku..
aku akan binasa selamanya..

kupaksakan kakiku melangkah menjauh..
dari penjara ini, tempatku sebelumnya..
kukenakan topeng bahagia semu yg selama ini menemaniku,
yg selalu ingin kumusnahkan tapi tak bisa..
mungkin harus tangan orang lain yg dapat
memusnahkannya..

kini aku melangkah.. dengan sebuah bekal kehidupan baru..
setiap keindahan yg ada terkadang akan indah jika kita
melihatnya saja tanpa harus menyentuh atau memilikinya..
seperti bias pelangi dari gelembung sabun yg tertimpa sinar
mentari..
yg segera sirna saat kita menyentuhnya..

aku memutuskan untuk pindah..
dan mencoba meyakini..
ada 'indah' di setiap 'pindah'..

Untitled
Thursday, May 8, 2014

Hampa..

Rasa dan asa..
benarkah ia ada?
atau hanya ilusi dari khayalan otak?

Kecanduan akan kesendirian ini ternyata beracun..
membunuh diriku yg sebenarnya, yang terlalu rapuh untuk
berdiri..
mencoba menengadah, mencari bayangannya yg bertualang
meninggalkannya..

sendiri..

tak perlu takut akan tersakitinya hati,
tak perlu takut menyakiti,
tak perlu peduli..
tak perlu berpikir,
tak perlu merasa..

sampai akhirnya..
tak perlu hidup..

namun.. Tuhan terlalu baik, bahkan untuk seorang jalang
sepertiku..
Dia terlalu suci, memikirkannya pun aku takut terbakar oleh
kenajisanku..
Dia.. Dialah yang tak jemu-jemunya memanggilku, untuk
mencurahkan kasihNya yg terlalu melimpah..
bahkan cukup untuk seluruh makhluk di semesta ini..

Aku menjadi baru.. Kepompongku sudah terlepas..
Sayap-sayap lembut nan indah telah menggantikannya..
Aku menemukan makna dalam kehampaan..
Menemukan Dia yg dapat mengisi kehampaanku selama ini..

Kini.. hanya satu pintaku..
Ajari aku untuk berjalan dalam jalanMu, bukan jalanku
melakukan kehendakMu, bukan kehendakku..
Aku ingin mengenalMu dan mencintaiMu.. sepenuhnya..
lebih dari segala yang ada..

Mampukan aku.....