Anda di halaman 1dari 99

Teknologi Dan Rekayasa

KK.1
Memahami Dasar Dasar
Elektronika

Tujuan Pembelajaran:
1. Memahami konsep dasar elektronika
2. Memahami simbol komponen elektronika
3. Memahami sifat-sifat komponen elektronika pasif
4. Menggambar karakteristik komponen elektronika.
Teknologi dan Rekayasa
Pendahuluan
Penggunaan komponen elektronika sangat luas ,
bahkan pada sistem pengendali statis semi konduktor
sebagai bagian dari elektronika akan menggantikan
peranan kendali mekanik, keuntungan lain dapat
berfungsi rangkap, sebagai rangkaian elektronik dan
pengendali statis
Penggunaan semikonduktor sebagai relay memiliki
kelebihan tertentu lebih cepat dan teliti dibanding
relay mekanik.
Transistor dan thyristor dapat digunakan sebagai
switch untuk memutus atau menyambungkan
hubungan antara sumber dengan beban.
Teknologi dan Rekayasa
Semi Konduktor

Bahan semikonduktor adalah suatu bahan yang
memiliki tahanan jenis yang berada diantara bahan
isolator dan bahan konduktor
Tabel Tahanan Jenis Bahan





No Jenis bahan Tahanan jenis
1. Jenis isolator 10
7
s/d 10
23
m
2. Jenis semikonduktor 10
-6
s/d 10
7
m
3. Jenis konduktor 10
-8
s/d 10
-6
m
Semi Konduktor
Bahan semikonduktor lainnya yang dapat dipergunakan
dalam komponen photo elektris antara lain adalah
1. Atom silikon dan atom germanium
Susunan suatu atom terdiri dari sejumlah elektron
yang bergerak beredar mengelilingi inti atom
menurut garis peredaran atau orbit tertentu. Setiap
garis orbit membentuk suatu lapangan (kulit atom)
dengan jumlah elektron sesuai aturan 2 n
2
, n adalah
nomor kulit atom. Valensi adalah elektron yang
berada pada bagian paling luar dari susunan atom.
dalah elektron yang berada pada bagian paling
luar dari susunan atom
Teknologi dan Rekayasa
Semi Konduktor
Silikon (Si) memiliki 14 elektron, 2 elektron kulit
pertama dan 8 elektron kulit kedua dan sisanya 4
elektron. Germanium (Ge) memiliki 32 elektron,
kulit pertama 2 elektron, kulit kedua 8 elektron,
kulit ketiga 18 elektron dan sisanya 4 elektron. Atom
Si dan Ge memiliki valensi 4 (elemen tetravalent).
a. Atom
germanium
b. Atom silikon






Teknologi dan Rekayasa
Semi konduktor
Struktur kristal semikonduktor
Ikatan kovalen
Contoh, dua buah atom hidrogen memiliki sebuah
elektron valensi, maka kedua atom tersebut
membuat satu ikatan kovalen
Kristal semikonduktor
Jika sejumlah atom tetravalent, maka setiap satu
atom mengadakan ikatan kovalen dengan empat
atom disekelilingnya, melalui empat ikatan kovalen
dari elektron valensi

Teknologi dan Rekayasa
Semi konduktor
Kristal tipe N
Kemampuan untuk menghantarkan arus listrik
pada kristal semikonduktor murni dapat
dilakukan dengan menambah (doping) sejumlah
kecil unsur lain kedalam kristal murni, sehingga
dihasilkan kristal semikonduktor extrinsic. Kristal
yang terbentuk disebut kristal tipe N. Sedangkan
atom pentavalent yang berfungsi pendoping
disebut atom donor
Teknologi dan Rekayasa
Semi konduktor
Semi konduktor








Gambar Struktur Kristal Tipe N
Teknologi dan Rekayasa
Semi konduktor
Kristal tipe P
Atom trivalent sebagai pendoping disebut atom
akseptor dan kristal yang terbentuk disebut
kristal tipe P





Gambar Struktur Kristal Tipe P
Teknologi dan Rekayasa
Semi konduktor
PN Junction Semikonduktor
Jika dua kristal semikonduktor tipe P dan
N dibentuk dala satu lapisan, maka terjadi
gabungan dan disebut PN junction

Selanjutnya terjadi peristiwa difusi
elektron bebas pada daerah transisi kristal
N ke transisi P

Teknologi dan Rekayasa
Semi konduktor








Gambar Gambar
Difusi Elektron dari N menuju P Deplection Region PN J unction


Teknologi dan Rekayasa
Komponen-Komponen
Elektronika
Dioda semikonduktor
Dioda, semikonduktor adalah
suatu PN junction yang memiliki
dua elektroda yang dihubungkan
dengan masing-masing lapis
kristal P dan N.
Pada PN junction elektroda yang
tersambung dengan krital N
disebut kathoda (K) dan
elektroda yang tersambung
dengan kristal P disebut anoda
(A).
Teknologi dan Rekayasa
N P
Bentuk fisis PN junction
dioda semikonduktor
Komponen-Komponen
Elektronika
Dioda semikonduktor
Prategangan maju (forward bias)
Rangkaian forward bias dioda ditunjukkan pada
gambar, terjadi jika Anoda (kristal P) mendapat
potensial + terhadap kathoda (kristal N) atau
dengan kata lain jika Anoda (A) dihubungkan
pada kutub + baterai dan Kathoda (K) disambung
dengan kutub baterai
Teknologi dan Rekayasa
Komponen-Komponen
Elektronika








Teknologi dan Rekayasa
Gambar Forward Bias Pada Dioda Semikonduktor
Komponen-Komponen
Elektronika

Prategangan balik (reverse bias)
Jika tegangan atau potensial kathoda (kristal N)
lebih positif terhadap anoda (kristal P) atau A
mendapat tegangan negatif () baterai dan K
mendapat tegangan positif (+) baterai, maka
terjadi reverse bias dioda. Gambar menunjukkan
rangkaian reverse bias dioda
Teknologi dan Rekayasa
Komponen-Komponen
Elektronika








Gambar Rangkaian Dioda Reverse Bias

Teknologi dan Rekayasa
Komponen-Komponen
Elektronika
Karakteristik dioda
Pada bias forward terdapat
tegangan konduk (turn on
voltage)
untuk dioda germaium
kurang lebih 0,2 volt dan 0,6
volt untuk dioda silikon


Teknologi dan Rekayasa
Komponen-Komponen
Elektronika
Mengenal kode atau simbol dioda
Pada sistem pengkodean dioda di Eropa, terdiri
dari dua atau tiga huruf diikuti oleh suatu nomor
seri
a. Huruf pertama
Menyatakan bahan untuk membuat dioda A:
germanium dan B : silikon
b. Huruf kedua
Menyatakan fungsinya, A: dioda umum atau
biasa dan B: dioda daya

Teknologi dan Rekayasa
Komponen-Komponen
Elektronika
c. Huruf ketiga
Menyatakan dioda tipe industri, yaitu tipe-tipe
yang memenuhi syarat lebih tinggi, sedangkan
nomor serinya tidak memiliki arti teknis
Contoh:
BY 127, artinya dioda terbuat dari silikon dan
fungsinya sebagai dioda daya

Teknologi dan Rekayasa
Komponen-Komponen
Elektronika
Percobaan dioda untuk penyearah setengah
gelombang
a. Peralatan dan bahan yang digunakan
Peralatan yang digunakan pada percobaan
adalah: Voltmeter DC, Voltmeter AC, dan
Osciloscope.
Bahan yang digunakan adalah dioda, tahanan,
transformator step down, dan kabel penghubung
Teknologi dan Rekayasa
Komponen-Komponen
Elektronika
Dioda Zener







Simbol dan Karakteristik Zener Dioda



Teknologi dan Rekayasa
Simbol
K
A
Karakteristik
Komponen-Komponen
Elektronika
Prinsip Kerja Dioda Zener
Jika tegangan reverse dihubungkan pada PN junction, deplection layer
bertambah lebar karena elektron dan hole ditolak junction.
Lebar deplection layer bergantung kadar doping, jika digunakan silikon
dengan doping tinggi, maka dihasilkan deplection layer yang sempit. Jika
tegangan reverse dihubungkan menimbulkan medan listrik yang kuat
pada dioda dan jika tegangan reverse mencapai tegangan zener U
z
, maka
medan listrik yang dibangkitkan sangat kuat sehingga banyak elektron
akan terlepas dari daya tarik intinya disertai dengan kenaikan arus
reverse secara mendadak. Keadaan ini disebut dengan zener break down.
Sebelum terjadi zener break down, elektron-elektron dari minority
carrier memperolah tenaga kinetik yang besar sehingga pada saat
menabrak atom akan menimbulkan ionisasi dan menimbulkan elektron
baru, semakin banyak elektron yang dihasilkan dan arus reverse naik
dengan cepat. Peristiwa semacam ini disebut avalence break down.
Teknologi dan Rekayasa
Komponen-Komponen
Elektronika
Dioda zener dioda sebagai penstabil tegangan







Gambar penstabil Tegangan
dengan Dioda Zener


Teknologi dan Rekayasa
Misal tegangan input U
i

berasal dari output sebuah
perata arus dan tegangannya
tidak stabil dan beban R
L

berubah-ubah. Padahal yang
dikehendaki tegangan di
antara ujung-ujung R
L
stabil
maka dipasang dioda zener
dan tahanan R
1
yang dipilih
sehingga tegangan pada
zener sama dengan U
z
.

Komponen-Komponen
Elektronika
Penstabil tegangan pada beban bervariasi
Jika tegangan turun karena R
l
yang berubah besar (naik), maka I
1

turun sehingga U
z
naik sehingga I
z
naik, I
T
.R
1
naik dan U
z
turun
lagi ke harga semula.
Sebaliknya, jika beban berubah turun, maka I
L
naik, I
T
naik dan
U
z
turun sehingga I
z
turun, I
T
turun dan I
T
.R
1
turun dan U
z

akhirnya naik lagi ke harga semula.
Berdasarkan dua kondisi tersebut, walaupun beban (I
L
) berubah-
ubah maka tegangan pada beban tetap stabil, demikian juga U
z

dan yang selalu berubah adalah I
z
mengikuti perubahan arus
beban (I
L
), Jika I
L
sama dengan nol, maka arus maksimum yang
mengalir pada zener tidak boleh melebihi I
z
maksimum yang
diijinkan

Teknologi dan Rekayasa
Percobaan dioda zener
Alat dan bahan yang digunakan:
U
s
= Regulated power supply 0 30 VDC
V
1
= Voltmeter 0-5 Volt DC
V
2
= Voltmeter 0-10 volt DC
Osc = Osiloscope
mA = mili amperemeter
0-50 mA
R
p
= Potentiometer
T = Transformator step
down 220V/6V
D
2
= Dioda zener
R
1
= 100
R
2
= 200
Kabel penghubung, secukupnya

Teknologi dan Rekayasa
Buat rangkaian percobaan dengan menggunakan
bahan dan peralatan untuk percobaan rangkaian
forward bias seperti ditunjukkan Gambar
Hidupkan sumber dan siapkan tegangan U
s

sebesar 4 Volt
Atur potensiometer pelan-pelan, sehingga
tegangan pada dioda zener naik dengan
perubahan tegangan 0,1 volt tiap tahap (dari
penunjukan voltmeter
Teknologi dan Rekayasa
Pada setiap tahap, catat besarnya arus yang
mengalir = I
z
dengan membaca mA, masukkan
pada Tabel
Dari hasil pengamatan anda, buat grafik
karakteristik dioda zener pada tempat yang
disediakan (Gambar )
Amati bagaimana pengaruh perubahan panas
terhadap dioda zener di dalam rangkaian,
tetapkan besar arus tertentu dan panaskan dioda
zener dengan solder dan amati penunjukan mili
amperemeter

Teknologi dan Rekayasa
Teknologi dan Rekayasa
Tabel
Hasil Percobaan Forward Bias
Zener Dioda

Gambar
Grafik Hubungan Tegangan dan
Arus Forward Bias Zener Diode
Transistor
Konstruksi dasar
Transistor memiliki dua buah junction yang terdiri dari
bahan NPN (transistor NPN) dan bahan PNP (transistor
PNP).
Transistor memiliki tiga buah elektroda, yaitu Emitor (E),
Basis atau Base (B) dan Kolektor atau Colector (C), lihat
simbol transistor pada gambar.
Pada transistor NPN, arah panah dari base menuju ke
emitor, arah panah tersebut menunjukkan arah arus
listrik melalui transistor. Pada transistor PNP, arah panah
pada emiter ke base dan kebalikan pada transistor NPN.

Teknologi dan Rekayasa
Gambar Susunan Fisis dan
Simbol Transistor NPN
Teknologi dan Rekayasa
a. bentuk fisis b. simbol
(susunan kristal) NPN
a. bentuk fisis b. simbol
(susunan kristal) PNP
PRINSIP KERJA TRANSISTOR
Teknologi dan Rekayasa
Prinsip kerja transistor NPN
Agar transistor dapat bekerja di
daerah aktif, diperlukan
tegangan awal forward pada
junction emiter (J E) dan
tegangan awal reverse pada
junction kolektor (J C).
Emiter merupakan common
input dan output, misal
tegangan pada emiter nol,
dengan anggapan tahanan
dalam emiter (penukaran arus)
nol. Misalkan junction base-
emiter (JE) diberi tegangan awal
forward 0,6 volt, tegangan
kolektor (terhadap emiter) 6
volt, maka besar junction base
colector J C diberi tegangan
awal reverse sebesar (6-0,6) =
5,4 volt.

PRINSIP KERJA TRANSISTOR
Cara kerja transistor PNP
Tegangan forward diberikan pada
junction emiter base dan
tegangan awal reverse
diberikan pada junction
colector base.
Tegangan awal forward yang
diperlukan pada junction
emiter base, untuk transistor
germanium lebih rendah
daripada untuk transistor
silikon.
Teknologi dan Rekayasa
P
RANGKAIAN DASAR TRANSISTOR
Rangkaian dasar transistor
Terdapat tiga macam rangkaian dasar
transistor, yaitu:
1. Rangkaian common emiter, emiter merupakan
common (gabungan) untuk input dan output.
Rangkaian ini paling banyak dipergunakan;
2. Rangkaian common base, basis sebagai gabungan;
dan
3. Rangkaian common collector,: kolektor sebagai
gabungan.
Teknologi dan Rekayasa
Salah satu pertimbangan dalam memilih rangkaian
adalah besar impedansi input dan output.
Teknologi dan Rekayasa
Sifat-sifat
Rangkaian
Common Base
Common
Emiter
Common
collector
Penguatan arus
1 tinggi Tinggi
Penguatan
tegangan
Tinggi Tinggi 1
Impedansi input
Rendah Sedang Tinggi
Impedansi output
Tinggi Sedang Rendah
Penguatan daya
Sedang Tinggi Rendah
Beda phasa 180
o

Antara sinyal out &
input
Tidak ada Ada Ada
Pengetahuan praktis tentang transistor
a. Kaki emitor yang paling dekat
dengan bibir dari selubung
logam. Jika diputar searah jarum
jam, sesudah kaki emitor adalah
kaki basis dan selanjutnya kaki
kolektor.

b. Kaki kolektor disambung
dengan selubung.

c. Transistor dengan selubung
plastik,
Teknologi dan Rekayasa
Kode transistor
Huruf pertama pada kode menunjukkan bahan baku untuk
membuat transistor.
A = germanium
B = silikon
Huruf kedua yang ada pada transistor menunjukkan
penggunaan atau penerapannya. Beberapa hal yang perlu
diperhatikan antara lain adalah:
C = Transistor untuk p berfrekuensi rendah
D = Transistor daya untuk penerapan berfrekuensi
rendah
F = Transistor untuk frekuensi tinggi
S = Transistor saklar
U = Transistor saklar daya
I = Transistor daya untuk frekuensi tinggi
Teknologi dan Rekayasa
TRANSISTOR SEBAGAI SAKLAR
Pemanfaatan transistor sebagai switch
Kondisi cut off
Rangkaian transistor common
emitor, tahanan beban RL
dianggap terhubung seri
UCC = UCE + IC .RL
Jika basis memperoleh bias
negatif (reverse) besar dapat
memutuskan (cut-off) arus
kolektor sama dengan nol.
Jika transistor dianggap
sebagai switch, maka switch
pada keadaan terbuka (Off).
Teknologi dan Rekayasa
TRANSISTOR SEBAGAI SAKLAR
Kondisi saturasi transistor
Jika basis diberi bias arah maju (forward) sampai
seluruh tegangan UCC muncul sebagai drop
tegangan pada RL,
Jika IC diperbesar pada suatu titik pada kondisi
seluruh tegangan UCC terjadi pada RL, maka
tidak tersisa tegangan pada kolektor. Kondisi
ini disebut kondisi saturasi (jenuh) dari
transistor tersebut. Jika transistor dianggap
sebagai saklar (switch), maka berada pada
kondisi tertutup (ON).
Teknologi dan Rekayasa
HUBUNGAN DARLINGTON
Dasar latching
Dua buah transistor tipe PNP dan
NPN dikatakan komplementer jika
memiliki karakteristik serupa. Cara
menghubungkan transistor
komplementer membentuk
cascade,
Teknologi dan Rekayasa
HUBUNGANDARLINGTON


Salah satu cara untuk menutup
latch dilakukan dengan sistem
penyulutan (triggering) pada
elektroda basis dari salah satu
transistor tersebut. Misal trigger
positip diberikan pada basis dari Q2,
emiter basis Q2 memperoleh forward
bias dan Q2 mulai menghantar.
Karena kolektor Q2 dihubungkan langsung
dengan basis Q1, maka Q1 memperoleh
input dan selanjutnya akan memberikan penguatan sehingga
timbul IC pada Q1 dan arus ini merupakan input bagi Q2 dan akan
diperkuat lagi oleh Q2.



Untuk membuka latch dapat dilakukan dengan
cara:
1. Mengurangi tegangan catu UCC sehingga
arus beban berkurang,
2. Memperbesar nilai RL atau sama sekali
mencabutnya,
3. Memberikan reverse bias trigger pada
basis satu transistor tersebut.
KOMPONEN DIODA 4 LAPIS
Dioda 4 Lapis
Susunan fisis dan prinsip kerja
Dioda 4 lapis merupakan dasar dari
SCR, DIAC, TRIAC dan lain-lain.
Dioda 4 lapis memiliki 2 sifat, pada
saat tertentu memiliki nilai tahanan
tinggi dan pada saat tertentu
memiliki nilai tahanan rendah.
Peralihan dari tahanan tinggi ke
tahanan rendah terjadi jika dioda
diberi tegangan yang melebihi
tegangan break over (UBO), sebaliknya peralihan
dari nilai tahanan rendah menjadi nilai tahanan
tinggi terjadi jika arus yang melalui dioda menjadi
lebih kecil dari arus penahan (holding current = Ih).

PRINSIP KERJA DIODA 4
LAPISkomponen
Pada saat sumber tegangan Us
diberikan pada rangkaian, pada
dioda tidak mengAlirkan arus karena
Us masih di bawah tegangan break
over dan dioda yang ditengah pada
posisi reverse. Jika tegangan US
dinaikkan sampai 20V (tegangan
break over dioda), maka dioda yang
ditengah itu konduk dan arus
mengalir, arusnya dibatasi oleh
hambatan seri RS dan tegangan
drop pada dioda turun sampai satu
volt, sehingga arus yang mengalir
10V:2k = 9,2 mA.
Untuk memadamkan dioda, arus pada rangkaian harus lebih
kecil dari arus penahan (Ih) dengan cara US harus dikurangi
sampai 3 volt, sehingga tegangan drop pada RS, URS = 1mA
x 2k = 2 volt.
KOMPONEN SCR
Silikon controlled rectifier (SCR) atau thyristor
SCR banyak digunakan untuk switching daya listrik
besar, untuk mengendalikan pengaturan kecepatan
putaran motor listrik, pengaturan alat pemanas
listrik, pengaturan cahaya lampu penerangan, relay
dan alat-alat alarm yang peka, dan pada industri-
industri SCR sebagai sarana pelengkap sistem
otomatis.

Simbol dan Jenis Lain SCR
KOMPONEN DIAC DAN TRIAC DAN
QUADRAC
Diac, Triac dan Quadrac
Diac, triac dan quadrac bekerja berdasarkan prinsip
kerja dioda 4 lapis dan SCR.
Diac adalah dua buah dioda 4 lapis
yang digabung secara paralel
terbalik seperti ditunjukkan Gambar
atau susunan dua buah latch.
Jika tegangan yang diberikan pada
diac menyamai atau melewati
tegangan break overnya, maka latch
sebelah kiri menutup dan arus
mengalir demikian jika sebaiknya,
maka latch yang sebelah kanan
menutup.
Untuk membuka kembali lacth dengan mengurangi arus
latch sehingga di bawah nilai holding currentnya
(Ih).

KOMPONEN TRIAC
Triac adalah gabungan dari dua buah SCR yang
dipasang secara paralel terbalik.
Triac dapat ditrigger dengan
memberikan arus gate positif atau
negatif.
Efek dari arus gate pada tegangan
break over triac sama seperti pada
SCR. Rangkaian pengendali dengan
triac lebih ekonomis dan
menguntungkan untuk pengaturan
daya arus bolak-balik. Dengan
mengatur arus gate, maka daya ac
pada beban dapat diatur besar kecilnya dan tidak
perlu disearahkan terlebih dahulu sehingga
rangkaian lebih sederhana dibandingkan dengan
SCR.
KOMPONEN QUADRAC

Quadrac
Quadrac adalah gabungan triac dan diac yang dibuat
dalam satu chip dan memiliki
tiga buah terminal, yaitu
main terminal 1, main
terminal 2 dan gate sehingga
lebih efisien dalam
penggunanya.

(a) simbol quadrac (b)contoh quadrac
KOMPONEN UJT
Uni junction transistor (UJT)
Sebatang bahan semi
konduktor silikon didrop
ringan dengan unsur
dari golongan 5 sehingga
menjadi tipe N. Ujung
batang menjadi
B1 dan B2 dengan nilai
resistansi cukup besar
kira- kira 10k.
(a) simbol UJT(b) konstruksi UJT Pada bagian tengah antara
batang B1 dan B 2 diberi dope agak berat dari
unsur golongan 3 sehingga terbentuk tipe P
yang berfungsi sebagai emiter (E).

Frekuensi dari oscilator
bergantung pada
konstanta waktu CE, RE
dan karakteristik UJT.
Jika R1 100 ohm, maka
perioda dari oscilator T
dapat ditentukan
pendekatan rumus:

1
1
. .
1
n C R
f
T E E

1
1
. .
1
n C R
f
T E E
E E C R
f UJT Ro
.
1

E E C R T . . 60 , 0
Pengendalian SCR dengan UJT
Photo electric semikonduktor
Cahaya adalah radiasi gelombang elektromagnetik
yang memiliki panjang gelombang sekitar 0,02 m
sampai 100 mm. Radiasi energi cahaya merambat
dalam bentuk paket, setiap paket dinamakan
photon dan energi pembawanya dinamakan
kuantum.
Solar cell
Salah satu pembangkit tenaga listrik adalah solar
cell, prinsip kerjanya adalah mengubah energi sinar
matahari menjadi energi listrik secara langsung
dengan menggunakan komponen solar cell sehingga
tidak menimbulkan polusi.
Konstruksi Dasar Solar Cell
Sebelum dikenai cahaya pada
daerah junction telah terdapat
elektron bebas dan hole yang
menimbulkan barrier, dengan
adanya cahaya photon maka
menyebabkan bertambah
banyaknya pembawa muatan di
sekitar junction sehingga
potensial serinya juga bertambah
besar. Karena lapisan cahaya
cuprox sangat tipis, maka pada daerah junction terjadi
kejenuhan pembawa muatan, kemudiaan timbul suatu
perbedaan tegangan di antara kedua jenis material
tersebut.
A
Light dependent resistor (LDR)
Light dependent resistor (LDR) atau
photoresistive cell dibuat dari
lapisan thin semi-konduktor
seperti silikon, selenium,
cadmium sulfida atau
elemensejenisnya. Lapisan semi
konduktiv tertutup dalam tempat
yang kokoh jendela kaca,
sehingga memungkinkan
cahaya jatuh pada bagian aktif
dari sel.
Jika tidak ada cahaya
mengenai LDR, maka tahanan
pada LDR tinggi sehingga arus
yang mengalir besar dan
sebaliknya jika LDR diberi
kuat cahaya maka nilai
tahanannya menjadi kecil
sehingga arus yang mengalir
dan tegangan pada resistor
naik. Rangkaian pembagi
tegangan menggunakan LDR
dapat digunakan untuk bias
transistor, sehingga kondisi
on/off transistor dikendali
oleh cahaya.
R
mA
Photo dioda
Photo dioda secara umum sama
dengan germanium dan 1 A pada
dioda yang terbuat dari bahan silikon
dan illuminasi cahaya akan menaikkan
arus bocor tersebut.
Perubahan tegangan reverse tidak
berpengaruh terhadap besarnya arus
reverse dan besarnya arus reverse
bergantung pada intensitas cahaya yang
mengenai junction. Kelebihan photo dioda
dapat bekerja dan berhenti dalam waktu yang relatif
cepat jika dibandingkan LDR.
Rangkaian
sederhana
Photo transistor
Photo transistor merupakan susunan 2 buah dioda emiter dan
dioda koletor. Dioda emiter pada saat bekerja normal deberi
bias maju sedangkan dioda kolektor diberi bias terbalik dan dari
reverse bias menimbulkan arus bocor dari basis ke kolektor
(IBCO).
Pada penggunaan photo
transistor, rangkaian basis selalu
terbuka untuk memperoleh
sensititas cahaya yang lebih
besar, photo transistor dapat
dirangkai dengan sebuah transistor
bipolar (darlington circuits) seperti
ditunjukkan pada Gambar supaya
diperoleh sensititas cahaya yang
lebih besar.
I
CBO

+
R
Light emiting dioda (LED)
Jika light emiting dioda (LED) diberi tegangan forward,
maka elektron bebas daerah N akan menembus junction
dan saling mempengaruhi dengan hole di daerah P.




(a) simbol LED (b) contoh bentuk LED c. Seven segmen

Gas memancarkan cahaya infra merah, GaAsP
memancarkan cahaya merah atau kuning dan GaP
memancarkan cahaya merah atau hijau.
Penggunaan LED antara lain adalah:
Sebagai indikator menggantikan fungsi lampu neon
kecil untuk menyatakan angka dan huruf-huruf,
Untuk transmisi signal cahaya yang dimodullasikan
dalam suatu jarak tertentu, dan
Sebagai penggandeng atau kopling
LED dapat bekerja cukup aman sampai arus
maksimum antara 30 sampai 40 mA. Jika LED
digunakan untuk menyatakan huruf-huruf atau
angka-angka (alphanumeric display), maka
diperlukan 7 buah LED yang tersusun sedemikian
rupa seperti ditunjukkan Gambar
Resistor
Resistor atau tahanan adalah komponen elektronika yang
berfungsi untuk mengatur kuat arus yang mengalir. Lambang
untuk Resistor dengan huruf R, nilainya dinyatakan dengan
cincin-cincin berwarna dalam OHM ()
Resistor tetap (fixed resistor)

Tabel Kode Warna Resistor
Resistor tidak tetap atau variabel resistor (potentio)
Resistor tidak tetap atau variabel adalah resistor yang
lainnya dapat diubah dengan cara menggeser atau
memutar tuas yang terpasang pada komponen.



Simbol-Simbol Variabel Resistor Contoh Model atau Bentuk Variabel Resistor




Nilai hambatan atau tahanan pada trimpot dapat diubah-ubah
dengan cara memutar atau mentrim. Pada radio dan
televisi, trimpot digunakan untuk mengatur besaran arus
pada rangkaian oscilator atau rangkaian driver.
Gambar simbol dan Contoh Bentuk Trimpot
Resistor tidak linier
Nilai hambatan tidak linier dipengaruhi oleh faktor lingkungan,
misalnya suhu dan cahaya. Contohnya adalah thermistor
dan ligth dependent resistor (LDR).
Positive temperatur coefisien (PTC) tidak terbuat dari
bahan semi konduktor, sehingga semakin tinggi
suhunya semakin besar nilai hambatannya.
Negative temperatur coefisien (NTC) terbuat dari bahan
semikonduktor, sehingga semakin tinggi suhunya
semakin kecil nilai hambatannya .
Simbol dan Bentuk PTC Simbol dan Bentuk NTC
Light Dependen Resistor (LDR)
Nilai hambatan LDR
tergantung dari intensitas
cahaya yang diterimanya.
Semakin besar intensitas
cahaya yang diterima, nilai
hambatan LDR semakin kecil.


Kondensator atau kapasitor ( C )
Kondensator atau kapasitor adalah komponen pasif, berfungsi
untuk menyimpan energi listrik dalam bentuk muatan
listrik (banyaknya muatan listrik perdetik) dalam satuan
Coulomb (C).
Kemampuan kondensator atau kapasitor dalam menyimpan
muatan disebut kapasitansi yang satuannya adalah Farad
(F), 1 Farad = 1.000.000 F baca (mikro farad), 1 F =
1.000 nF baca (nano Farad) dan 1 nF = 1.000 pF baca (piko
Farad).
Pada prinsipnya kondensator terdiri dari dua keping
konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat yang
disebut bahan dielektrik, fungsi zat dielektrik adalah untuk
memperbesar kapasitansi kondensator diantaranya adalah:
keramik; kertas; kaca; mika; polyester dan elektrolit
tertentu.

Simbol dan Contoh Bentuk Kondensator
Memiliki Kutub (Polar)
Simbol dan Contoh Bentuk Kapasitor
Tak memiliki kutub (Non Polar)
Berdasarkan
kegunaannya,
kondensator dibagi
menjadi 3 macam, yaitu:
(a) kondensator tetap,
(b) kondensator elektrolit
(electrolite
condenser:elco), dan (c)
Kondensator variabel.
Kondensator tetap
Kondensator tetap adalah suatu kondensator yang nilainya
konstan dan tidak berubah-ubah. Meliputi: Kondensator
keramik , Kondensator polyester, Kondensator kertas
Kondensator elektrolit adalah kondensator yang biasanya
berbentuk tabung, memiliki dua kutub kaki berpolaritas
positif dan negatif, ditandai oleh kaki yang panjang positif
sedangkan yang pendek negatif atau yang dekat tanda
minus (-) adalah kaki negatif. Nilai kapasitasnya dari 0,47
F (mikro Farad) sampai ribuan mikroFarad dengan voltase
kerja dari beberapa volt hingga ribuan volt.
Kondensator variabel
Kondensator variabel dan trimer adalah jenis kondensator
yang kapasitasnya bisa diubah-ubah. Kondensator variabel
terbuat dari logam, memiliki kapasitas maksimum sekitar
100 pF (piko Farad) sampai 500 pF (100 pF = 0.0001F).


Kondensator trimer dipasang paralel dengan kondensator variabel
berfungsi untuk menempatkan pemilihan gelombang frekuensi.
Kondensator trimer memiliki kapasitas di bawah 100 pF (piko
Farad).






Gambar simbol dan Bentuk
Kondensator Variabel
Gambar Simbol dan Bentuk
Kondensator Trimer
Contoh membaca nilai-nilai kondensator

Jika pada kondensator keramik tertulis
104/25V, maka kapasitas kondensator
adalah:
1 x 104 pF = 100.000 pF = 100 nF = 0.1
F/25 V
Jadi kapasitasnya hdala 100 nF atau 0.1
F dengan tegangan kerja 25 Volt.

Switch Statis
Salah satu penggunaan komponen-komponen dasar
yang telah dipelajari, transisstor, SCR, triac dan lainnya
adalah untuk swicth (saklar) statis atau relay statis
karena memiliki kondisi on dan kondisi off. Swtch statis
menunjukkan bahwa saklar tidak memiliki titik kontak
atau contact point atau dapat terhubung dan terputus
tanpa gerakan mekanik.
Starting motor dengan menggunakan switch statis
Motor induksi 1 phasa memiliki kumparan bantu yang
hanya diperlukan pada saat sampai putaran mencapai
harga tertentu, kira-kira 75% dari putaran nominal.


Pada saat S
1
ditutup,
arus start mengalir
melalui kumparan
utama, arus start sangat
besar dan besarnya
lebih kurang 5 kali dari
arus pada saat bekerja
(arus nominal).

Karena arus start tinggi, maka drop atau penurunan tegangan pada
R
1
yang terpasang seri dengan kumparan utama cukup mampu
untuk memberi sinyal picu pada gate triac dan triac konduk (on) dan
kumparan mula juga tersambung dengan sumber listrik sehingga
kopel mula (start) tetap ada seperti jika menggunakan saklar
centrifugal.

Setelah rotor berputar, arus yang mengalir pada
kumparan utama semakin kecil dan drop tegangan
pada R
1
juga semakin rendah, sampai pada suatu
putaran tertentu untuk besar arus pada kumparan
utama tertentu maka drop tegangan pada R
1
(U
R1
)
tidak mampu lagi memberikan sinyal picu yang
diperlukan triac sehingga triac off.
Dengan triac off, maka kumparan mula (start)
terlepas dari sumber setelah putaran mula dicapai
seperti pada saat menggunakan saklar centrifugal.
Pada gambar tersebut untuk motor HP dapat
digunakan R
1
= 0,05/3 Watt.
Rangkaian seri R
2
-C
2
berfungsi sebagai pengaman
triac dari adanya tegangan spike yang terjadi pada
saat peralihan interval positif negatif.

Triac untuk mengurangi bunga api pada relay
Masalah umum pada kontak switch untuk daya
dengan arus besar adalah terjadinya bunga api pada
permukaan kontak switch, akibatnya terjadi percikan
atau panas, erosi maupun tekanan mekanis yang
kurang sempurna pada saat peralihan on atau off.
Untuk mengatasi kejadian di atas
dapat memanfaatkan switch
statis dengan rangkaian
sederhana seperti ditunjukkan
pada Gambar. Rangkaian pada
gambar tersebut mampu untuk
mencegah arus percikan di atas
50 ampere.

Inverter
Pengaturan kecepatan motor dengan efisiensi tinggi
dapat dilaksanakan dengan pengaturan tegangan
dan pengaturan frekuensi. Rangkaian kendali
elektronik yang dapat memenuhi keperluan tersebut
adalah inverter yang berfungsi untuk mengubah
tegangan DC menjadi tegangan AC.
Komponen semi konduktor yang digunakan dalam
rangkaian utama inverter adalah transistor atau
thyristor (SCR). Walaupun di dalam suatu rangkaian
inverter kedua-duanya digunakan tetapi salah satu
diantaranya merupakan komponen utama.

Inverter SCR komutasi seri Us

Prinsip kerja rangkaian inverter
SCR komutasi seri ditunjukkan
Gambar. Kapasitor C
1
dan C
2

sama besar kapasitas dan
tegangannya. Induktor L yang
digunakan memiliki center tap
dan resistor R
L
merupakan
beban yang dialiri arus AC
inverter.
Inverter SCR
komutasi paralel
Pasangan SCR
1
dan SCR
2

dipicu secara bergantian
dengan pasangan SCR
3
dan
SCR
4
untuk menghasilkan
arus bolak-balik yang
mengalir pada tahanan
beban (R
L
).


Dasar Operator Logik
Penandaan kondisi logika membentuk operasi logik
dengan menggunakan kode biner angka (digit) 1 atau 0.
Saklar membuka dan lampu tidak menyala dinyatakan
memiliki nilai kenyataan logik 0 dan saklar menutup
atau lampu menyala adalah logik 1.
Ada tiga operator logik dasar, yaitu:
1. Logika penjumlahan , disebut operator OR,
2. Logika perkalian, disebut operator AND, dan
3. Logika inversi (pembalikan), disebut operator NOT.
Pada percobaan dapat digunakan variabel masukan A,
B, C dan lainnya, masing-masing variabel dapat
dinyatakan dengan nilai logik 1, misalnya A = 0, B = 0,
dan C = 1.


Operator logik OR
Operator OR disusun dalam rangkaian logik dengan
variabel input dua buah atau lebih serta menghasilkan
output satu.
Operator OR atau OR gate diberi simbol atau tanda (+),
yang merupakan suatu pernyataan OR pada rangkaian
logik yang diparalel.
Penyataan aljabar Boole memberikan
Z = A + B untuk dua input.
Lampu akan menyala jika salah satu
saklar A atau B menutup, keadaan
saklar menutup dinyatakan logik 1 dan
saklar membuka logik 0. Keadaan
lampu menyala dinyatakan logik 1 dan
lampu tidak menyala logik 0.

Tabel
Kenyataan
(Truth Table)
Operator OR

Gerbang OR dengan 3 in put
Z = A + B + C
Percobaan operator logik dapat dilakukan dengan menggunakan
dioda, transistor dan Intergrated Circuits (IC).
Percobaan dengan Diode.
Langkah percobaan:
1. Buat rangkaian seperti
Gambar
2. Jika A atau B dihubungkan ke
sumber +5V dinyatakan logik
1 dan jika A atau B
dihubungkan ke ground
dinyatakan logik 0, output
LED menyala = 1 dan LED
tidak menyala = 0
3. Hubungkan A dan B ke
ground, amati keadaan
output dan catat pada
Tabel
4. Hubungkan A ke ground
dan B +5V, catat keadaan
output.
5. Hubungkan A ke +5 V dan
B ke ground, catat keadaan
output
6. Hubungkan A dan B ke +5V,
catat keadaan output.

Tabel Kebenaaran
Lakukan percobaan
dengan langkah yang
sama (3,4,5,6) seperti
percobaan sebelumnya
dengan:
Transistor


IC OR Gate 7432
Operator logik AND
Operator AND disusun dalam rangkaian logik dengan variabel input
dua buah atau lebih serta menghasilkan output satu.
Operator AND atau AND gate diberi simbol atau tanda (o), yang
merupakan suatu pernyataan AND pada rangkaian logik yang diseri.
Penyataan aljabar Boole memberikan
Z = A . B untuk dua input.
Lampu akan menyala jika ke dua saklar
A dan B menutup, keadaan saklar
menutup dinyatakan logik 1 dan saklar
membuka logik 0. Keadaan lampu
menyala dinyatakan logik 1 dan lampu
tidak menyala logik 0.

Percobaan operator logik dapat dilakukan dengan menggunakan
dioda, transistor dan Intergrated Circuits (IC).
Percobaan dengan Diode.
Langkah percobaan:
1. Buat rangkaian seperti
Gambar
2. Jika A atau B dihubungkan ke
sumber +5V dinyatakan logik
1 dan jika A atau B
dihubungkan ke ground
dinyatakan logik 0, output
LED menyala = 1 dan LED
tidak menyala = 0
3. Hubungkan A dan B ke
ground, amati keadaan
output dan catat pada
Tabel
4. Hubungkan A ke ground
dan B +5V, catat keadaan
output.
5. Hubungkan A ke +5 V dan
B ke ground, catat keadaan
output
6. Hubungkan A dan B ke +5V,
catat keadaan output.

Tabel Kebenaaran
Lakukan percobaan
dengan langkah yang
sama (3,4,5,6) seperti
percobaan sebelumnya
dengan:
Transistor


IC AND Gate 7408
Operator Logik NOT
Operator logik NOT atau pembalik adalah suatu
pernyataan menjadi keadaan sebaliknya. Hasil
pembalikan logik 1 adalah 0 dan pembalikan logik 0
adalah 1. Jika pernyatan adalah A maka outputnya
adalah bukan A atau ditulis A dan T = 0, 0 = 1

Simbol dan Blok Diagram NOT Gate Tabel Kebenaran
Output yang ditunjukkan
merupakan kebalikan dari
input, jika A dihubungkan
ke +5V (logik 1), maka
output Z = A = 1 = 0. Jika
A dihubungkan pada logik
0, maka outputnya adalah
logik 1.

Contoh IC tipe NOT Gate
adalah DM 7404, memiliki
6 gate (gambar disamping)
Operator Logik NAND Gate
Operator logik NAND adalah kombinasi dari operator
logik AND dan NOT (NOT AND atau NAND Gate).

Simbol NAND Gate





Tabel Kebenaran

Rangkaian IC NAND Gate, IC 7400 2 Input NAND Gate

Operator Logik NOR
Operator logik NOR adalah kombinasi dari operator
logik OR dan NOT (NOT OR atau NOR Gate).
Simbol Logik NOR




Tabel Kebenaran












Rangkaian IC NOR Gate, IC 7402 2 Input NOR Gate
Penguat operasional
Penguat operasional atau opperational amplifier (Op-
Amp) adalah penguat yang memiliki fungsi luas. Op
Amp dapat menguatkan sinyal DC.
Op-Amp harus penguat dengan gandengan langsung,
yaitu dari tingkat penguat pertama ke penguat
selanjutnya tidak menggunakan kapasitor.
Op-Amp merupakan penguat diferensial
yang memiliki 2 buah input, yaitu input
inverting dan non inverting yang berfungsi
membandingkan 2 buah sinyal yang
masuk ke inputnya.

Sinyal yang keluar akan dibandingkan dengan
perbedaan antra kedua sinyal yang masuk.
Jika kedua sinyal nol, maka output nol; jika kedua
sinyal sephasa atau memiliki polaritas sama, maka
sinyal output sebanding dengan selisih kedua
sinyal tersebut; jika kedua sinyal berlawanan
phasa, maka outputnya sebanding dengan
jumlahnya; dan jika jumlah satu input nol output
sebanding dengan sinyal yang dimasukkan satu
input. Contoh:



Input (+)= + 6 mV
Input (-) = + 3 mV
Output = A x (6-3) mV
= A x 3mV
A merupakan faktor penguat (gain)

Input (+)= + 3 mV
Input (-) = - 2 mV
Input = A ( 3 + 2 ) mV
= A x 5mV
Op-Amp dapat memperbesar sinyal melalui 2 cara:
1. Mode inverting
Sinyal masuk ke input inverting dan sinyal dibalik
phasanya, input non inverting dihubungkan ke
ground.
2. Mode non inverting
Sinyal masuk ke input non inverting, dan input
inverting dihubungkan ke titik netral. Sinyal output
yang terjadi memiliki phasa atau polaritas sama
dengan sinyal input.

Rangkaian Op-
Amp Tanpa
Feedback

Faktor penguat rangkaian terbuka Op-Amp kira-kira
100.000 kali, tetapi pada kenyataannya tidak sebesar itu
yang digunakan karena timbul noise dan bekerjanya tidak
stabil.
Cara menurunkan faktor penguat Op-Amp memberi
umpan balik negatif (negatif feedback), menghubungkan
output dan input inverting selalu berlawanan phasa
dengan output dan non inverting selalu sephasa.
Jika output dihubungkan ke input inverting maka
input menerima feedback yang sama polaritasnya dengan
sinyal yang masuk ke input non inverting. Sinyal output
menurun sesuai dengan feedback yang masuk ke input
inverting. Faktor penguatan akibat adanya rangkaian
feedback disebut faktor penguat rangkaian tertutup (close
loop gain)
Thanks
Good Luck