Anda di halaman 1dari 4

PENGARUH BAHAYA PENYAKIT HIV/AIDS TERHADAP

KESEHATAN MASYARAKAT DI JAKARTA SELATAN


Tugas
Untuk Memenuhi Nilai Mata KuliahBahasa Indonesia












Dibuat oleh:
Nurhayati (2014120027)
Rismaya Angeliya (2014120634)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PAMULANG
Jl. Surya kencana No. 1


BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
1.1.1 Kebijakan
Disub direktorat pemberantasan penyakit kelamin dan prambosia, di
rektorat PPMI, direktorat jendral P2MPLP(Pemberantasan penyakit
menular dan pembina lingkungan pemukiman), kemnterian kesehatan RI.
1.1.2 Referensi
Diambil dari buku tentang kesehatan masyarakat pengarang
Prof.Dr.Soekidjo Notoatmojo (2007:312), AIDS (Acquired immuno
deficiency syndrome), merupakan penyakit menular yang disesabkan virus
HIV (Human immuno deficiency virus)
1.1.3 Permasalahan
Penyakit AIDS pertama kali ditemukan pada tahun 1981 di Amerika
Serikat mencapai 48.139 orang jumlah kasus AIDS di Amerika Serikat
latin dilaporkan 7.215 kasus AIDS melanda kaum muda berusia 20-49
tahun yang sebagian besar adalah kaum homo seksual dan pengguna obat-
obat suntik ke pembuluh darah, berdasarkan informasi kesehatan yang
terbatas di negara-negara Asia tercatat beberapa manifestasi klinis paling
umum pada pasien AIDS di Asia meliputi (Pneumonia).
WHO memperkirakan sekurangnya terdapat 4,5 juta orang di dunia, dan
98% TBC secara bersamaan,
Riset terbaru menunjukan bahwa bakteri TBC dapat mengaktifkan HIV
tahap inten yang ada dalam sel-sel yang telah terinfeksi (world AIDS 24
November 1992).
1.2 Identifikasi masalah
1.2.1 Sejarah HIV?AIDS
Pertama kali kasus AIDS dilaporkan oleh Centre For Disease Control
(CDC) di Amerika serikat pada sekelompok kaum homoseks di California
dan New York pada tahun 1981, pada mereka ditemukan adanya sarkoma
kaposis dan pneumania pneumocystis carinii dan beberapa gejala klinis yang
jarang muncul, gejala penyakit tersebut semakin jelas diketahui sebagai
akibat adanya kegagalan sistem imun dan disebut dengan AIDS.
1.2.2 Penularan HIV/AIDS
Virus AIDS atau HIV terdapat dalam darah dan cairan tubuh seseorang yang
telah tertular, walaupun orang tersebut belum menunjukan keluhan atau
gejala penyakit, HIV hanya dapat ditular bila terjadi kontak langsung dengan
cairan tubuh atau darah.
1.2.3 Perjalanan penyakit
Sesudah HIV memasuki tubuh manusia, vartikel tubuh tersebut bergabung
debgan DNA sel penderita, seumur hidup akan terinfeksi, sehingga
akibatnya satu kali seseorang terinfeksi HIV seumr hidup ia akan tetap
terinfeksi.
1.2.4 Epidemiologi AIDS
Dewasa ini dunia tengah mengalami pandemi virus HIV pandami ini
tidak hanya menimbulkan dampak negarif dibidang kesehatan, tetapi juga
dibidang sosial,ekonomi dan politik, berdasarkan profil kesehatan indonesia,
kementerian kesehatan RI pada akhir tahun 2003 prevalensi HIV/AIDS
berkisar antara 0%-26,5%, provinsi Papua menduduki peringkat tertinggi
untuk HIV/AIDS saat ini, selanjutnya berdasarkan laporan yang sama dari
32 provinsi yang ada sampai dengan tahun 2003, 22 provinsi yang telah
mempunyai kasus HIV/AIDS.
1.2.5 Program penanggulangan HIV/AIDS
Program penanggulangan HIV/AIDS berada di Sub Direktorato Pemberantas
Penyakit Kelamin dan Frambosia, Direktorat PPML, Direktorat Jendral
P2MPLP (Pemberantas Penyakit Menular dan Pembinaan Lingkungan
Pemukiman), Kementerian Kesehatan RI, dan tujuan jangan panjang untuk
mencegah terjadinya penularan dan memberantas PMS (penyakit menular
seksual), termaksud infeksi HIV/AIDS serta mengurangi dampak sosial dan
ekonomi dari PMS ter,aksud infeksi HIV/AIDS sehingga tidak menjadi
masalah bagi kesehatan masyarakat, dan tujuan jangka pendek mencegah
peningkatan prevalensi infeksi HIV pada kelompok perilaku berisiko tinggi
tidak melebihi dari 1%.

1.3 Pembatasan masalah
HIV (Human ImmunoDevesiensi) adalah virus yang hanya hidup dalam
tubuh manusia, yang dapat merusak daya kekebalan tubuh manusia. AIDS
(Acguired ImmunoDeviensi Syndromer) adalah kumpulan gejala
menurunnya gejala kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit dari luar.
Tanda dan Gejala Penyakit AIDS seseorang yang terkena virus HIV pada
awal permulaan umumnya tidak memberikan tanda dan gejala yang khas,
penderita hanya mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung
daya tahan tubuh saat mendapat kontak virus HIV tersebut.
Hingga saat ini penyakit AIDS tidak ada obatnya termasuk serum maupun
vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab
penyakit AIDS yang ada hanyalah pencegahannya saja