Anda di halaman 1dari 5

1. Apa cahaya itu?

Cahaya merupakan sejenis energi berbentuk gelombang elekromagnetik


yang bisa dilihat dengan mata. Gelombang elektromagnetik adalah gelombang
yang tidak memerlukan medium untuk merambat. Sehingga cahaya dapat
merambat tanpa memerlukan medium. Oleh karena itu, cahaya matahari dapat
sampai ke bumi dan memberi kehidupan di dalamnya. Cahaya merambat dengan
sangat cepat, yaitu dengan kecepatan 3 10
8
m/s, artinya dalam waktu satu sekon
cahaya dapat menempuh jarak 300.000.000 m atau 300.000 km. Sifat-sifat cahaya
ialah, cahaya bergerak lurus ke semua arah. Buktinya adalah kita dapat melihat
sebuah lampu yang menyala dari segala penjuru dalam sebuah ruang gelap.
Apabila cahaya terhalang, bayangan yang dihasilkan disebabkan cahaya yang
bergerak lurus tidak dapat berbelok. Namun cahaya dapat dipantulkan
Sumber : http://pustakafisika.wordpress.com/2011/10/13/cahaya-sebagai-
gelombang-elektromagnetik/
2. Jelaskan sifat dualism dari cahaya?
Sifat dualisme cahaya dalam kaitannya dengan persamaan hukum
pembiasan cahaya. Persamaan hukum pembiasan cahaya telah diturunkan dalam
fisika klasik dengan menganggap cahaya sebagai gelombang. Berdasarkan teori
dualisme cahaya, penurunan hukum pembiasan yang diperoleh dari fisika klasik
dapat pula diperoleh dari fisika kuantum yang menganggap cahaya sebagai
partikel. Cahaya sebagai paritkel dikemukakan oleh Max Planck pada tahun 1901
dalam hipotesisnya yang menyatakan bahwa cahaya merupakan gelombang
electromagnet yang terpancar berupa paket-paket energy yang disebut foton.
Cahaya sebagai gelombang dijelaskan oleh Louis de Broglie pada tahun 1924
dalam hipotesisnya yang menerangkan hubungan antara panjang gelombang
dengan momentum (p).
Cahaya memiliki sifat kembar (DUALISME), pada kondisi tertentu cahaya
dapat memiliki sifat partikel dan pada kondisi tertentu juga cahaya dapat memiliki
sifat gelombang. Sebuah cahaya hanya dapat memiliki satu sifat, artinya walaupun
cahaya bersifat dualisme tidak berarti cahaya bisa memiliki sifat keduanya secara
bersamaan. Jika dalam suatu kondisi tertentu cahaya berupa partikel maka cahaya
tersebut tidak akan memiliki sifat dualisme nya sebagai gelombang, cahaya
memang memiliki kedua sifat tersebut tetapi kedua sifat tersebut tidak akan bisa
muncul secara bersamaan.
Untuk lebih jelasnya untuk membedakan cahaya sebagai gelombang dan
kondisi tertentu sebagai partikel adalah ketika cahaya di katan sebagai gelombang
karena didasarkan atas sifat-sifat cahaya, sedangkan cahaya sebagai partikel
didasarkan atas perilaku cahaya sebagai paket energi sebesar nhf. Paket energi
inilah jika mengenai katoda dalam solar cell dimana frekuensi datangnya lebih
besar dari frekuensi ambang bahan katoda, maka akan mengeluarkan elektron
yang akan bergerak menuju anoda. Aliran elektron inilah yang dikatakan ada arus
listrik. Peristiwa ini akan nampak pada efek fotolistrik. Hal ini tidak dapat bisa
dijelaskan kalau cahaya dianggap sebagai gelombang.
Sumber : http://setyadisutris.wordpress.com/2012/12/10/dualisme-cahaya/
http://edingulik.wordpress.com/2009/10/31/dualisme-cahaya/

3. Apa yang dimaksud dengan radiasi benda hitam?
Benda hitam merupakan suatu objek yang memiliki kemampuan untuk menyerap
semua cahaya (berbagai macam panjang gelombang) yang mengenainya pada
berbagai variasi temperature. Laju pembentukan energi dari permukaan demikian
bergantung pada suhu, sifat dan luas permukaan. Suatu permukaan yang hitam
kusam meradiasi lebih banyak energi per detik dari pada suatu permukaan yang
dipolis dengan luas dan suhu yang sama. Semakin hitam permukaannya semakin
besar pula radiasinya, sehingga radiasi maksimum pada suhu tertentu aka
dihasilkan oleh suatu permukaan yang hitam sempurna. Radiasi demikian disebut
radiasi benda hitam.
Sumber : modul Ikatan dan Struktur Molekul
4. Jelaskan tentang teori Max Plank ?
Max Planck, ahli fisika dari Jerman, pada tahun 1900 mengemukakan teori
kuantum. Planck menyimpulkan bahwa atom-atom dan molekul dapat
memancarkan atau menyerap energi hanya dalam jumlah tertentu. Jumlah atau
paket energi terkecil yang dapat dipancarkan atau diserap oleh atom atau molekul
dalam bentuk radiasi elektromagnetik disebut kuantum. Planck menemukan
bahwa energi foton (kuantum) berbanding lurus dengan frekuensi cahaya.

dengan

Salah satu fakta yang mendukung kebenaran dari teori kuantum Max Planck
adalah efek fotolistrik, yang dikemukakan oleh Albert Einsteinpada tahun
1905. Efek fotolistrik adalah keadaan di mana cahaya mampu mengeluarkan
elektron dari permukaan beberapa logam (yang paling terlihat adalah logam
alkali) (James E. Brady, 1990).
Susunan alat yang dapat menunjukkan efek fotolistrik ada pada gambar 1.1.
Elektrode negatif (katode) yang ditempatkan dalam tabung vakum terbuat dari
suatu logam murni, misalnya sesium. Cahaya dengan energi yang cukup dapat
menyebabkan elektron terlempar dari permukaan logam.
Elektron tersebut akan tertarik ke kutub positif (anode) dan menyebabkan aliran
listrik melalui rangkaian tersebut.

Percobaan Efek Fotolistrik Memperlihatkan susunan alat yang menunjukkan efek
fotolistrik, Seberkas cahaya yang ditembakkan pada permukaan pelat logam akan
menyebabkan logam tersebut melepaskan elektronnya.Elektron tersebut akan
tertarik ke kutub positif dan menyebabkan aliran listrik melalui rangkaian
tersebut. Sumber: General Chemistry, Principles & Structure, James E. Brady, 5th
ed, 1990.
Einstein menerangkan bahwa cahaya terdiri dari partikel-partikel foton yang
energinya sebanding dengan frekuensi cahaya. Jika frekuensinya rendah, setiap
foton mempunyai jumlah energi yang sangat sedikit dan tidak mampu memukul
elektron agar dapat keluar dari permukaan logam. Jika frekuensi (dan energi)
bertambah, maka foton memperoleh energi yang cukup untuk melepaskan
elektron (James E. Brady, 1990). Hal ini menyebabkan kuat arus juga akan
meningkat. Energi foton bergantung pada frekuensinya.

dengan:
h = tetapan Planck (6,626 10
34
J dt)
c = kecepatan cahaya dalam vakum (3 108 m det
1
)
= panjang gelombang (m)

sumber : http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_sma1/kelas-2/teori-
kuantum-max-planck/