Anda di halaman 1dari 42

LAPORAN AKHIR

PRAKTIKUM FARMAKOTERAPI III


HIPERTENSI KRONIS SI PREEKLAMPSIA BERAT
Disusun Oleh :
KELOMPOK 3 KELAS B
YESSY KHOIRIYANI G1F01000
!ANES"A K# GINTING G1F010010
AL$IAN SAPUTRA G1F01001%
MAYANI G1F0100&'
(IMALA PERMATASARI G1F01003&
DEDY ISKANDAR G1F01003'
OKTY FITRIA I# )# G1F0100*'
NUR ALFIAH G1F0100%0
DEANTARI KARLIANA G1F0100%'
YOGA RI)KI P# G1F0100%%
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNI$ERSITAS !ENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU+ILMU KESEHATAN
!URUSAN FARMASI
PUR(OKERTO
&013
ISI
1# D,s,- Te.-i
P,/.0isi.l.1i
Pre-eklamsia adalah perkembangan hipertensi, protein pada urin dan
pembengkakan , dibarengi dengan perubahan pada refleks (Curtis, 1999).
Tanda dan gejala timbul hanya selama hamil dan menghilang dengan epat
setelah janin dan plaenta lahir. Tidak ada profil tertentu yang mengidentifikasi
!anita yang akan menderita pre eklamsia. "kan tetapi, ada beberapa faktor
resiko tertentu yang berkaitan dengan perkembangan penyakit, salah satunya
seperti yang dialami pasien, yaitu janin besar. Pada ibu yang mengalami
hipertensi kronis atau penyakit ginjal, insiden dapat menapai #$%. Pre
eklamsia tidak terpisahkan dari preeklamsia ringan sampai berat, &'((P
sindrom atau eklamsia ()obak dkk, #**+).
Preeklamsia berat merupakan pre eklamsia dengan tekanan sistolik
,1-* mm&g dan tekanan darah sistolik ,11* mm&g disertai proteinuria lebih
dari $ g . #/ jam (Pra!irohardjo, #**0). Patofisiologi preeklamsia-eklamsia
setidaknya berkaitan dengan fisiologis kehamilan. "daptasi fisiologis normal
pada kehamilan meliputi peningkatan 1olume plasma darah , 1asodilatasi,
penurunan resistensi 1askuler sistemik (234), peningakatan urah jantung dan
penurunan tekanan osmotik koloid. Pada pre eklamsia 1olume plasma yang
beredar menurun, sehingga terjadi hemokonsentrasi dan peningkatan
hematokrit maternal. Perubahan ini membuat perfusi organ maternal menurun,
termasuk perfusi ke unit janin-utero plaenta. 3asospasme sikliklebih lanjut
menurunkan perfusi organ dengan menghanurkan sel-sel darah
merah,sehingga kapasitas oksigen maternal menurun. 3asospasme merupakan
sebagian mekanisme dasar tanda dan gejala yang menyertai pre eklamsia.
3asospasme merupakan akibat peningkatan sensiti1itas terhadap tekanan
peredaran darah, seperti angiotensin 55 dan kemungkinan suatu
ketidaksembarangan antara protasiklik, prostaglandin dan tromboksan "#.
2elain kerusakan endotermal, spasme arterial turut menyebabkan peningkatan
permeabilitas kapiler. 6eadaan ini meningkatkan oedema dan lebih lanjut
menurunkan 1olume intra1askuler, mempredisposisi untuk mudah terkena
oedema paru ()obak dkk, #**$). Pasien menunjukkann tekanan darah yang
tinggi di tanggal +* "gustus 7 1 2eptember. Pasien mengalami &'((P dan
oedema.
Sin2-.3 HELLP
&'((P adalah suatu keadaan hemolisis, kelainan tes fungsi hati dan
jumlah trombosit yang rendah sudah sejak lama dikenal sebagai komplikasi
dari preeklamsi dan eklamsi. Pada penderita preeklamsia, sindrom &'((P
merupakan suatu gambaran adanya hemolisis, peningkatan en8im hati
(ele1ated (i1er 'n8ym-'() dan trombositopenia (lo! platelets-(P). 2indrom
&'((P dapat timbul pada pertengahan kehamilan trisemester dua sampai
beberapa hari setelah melahirkan.
Patogenesis sindrom &'((P sampai sekarang belum jelas. 2indrom ini
kelihatannya merupakan akhir dari kelainan yang menyebabkan kerusakan
endotel mikro1askuler dan akti1itas trombosit intra1askuler, akibatnya terjadi
1asospasme, aglutinasi dan agregasi trombosit dan selanjutnya terjadi di
kerusakan endotel. &emolisis yang didefinisikan sebagai enemi hemolitik
mikroangiopati merupakan tanda khas. Pada sindrom &'((P , peningkatan
kadar en8im hati merupakan akibat sekunder akibat obstruksi aliran darah hati
oleh deposit fibrin di sinusoid. 9bstruksi ini menyebabkan nekrosis periportal
intrahepatik, hematom subkapsular atau ruptur hati ("2T , )il diret ). :adi
doketr mendiagnosis sindrom &'((P karena pasien mengalami penurunan
trombosit dan kadar "2T nya juga tinggi, terjadi penurunan albumin juga
sehingga tekanan osmotik sel juga terganggu sehingga terjadi oedem.
6erusakan endotelial akibat gejala preeklamsia juga menyebabkan oedem.
6ondisi pre eklamsia ditandai dengan kejadian hipertensi seperti yang dialami
pasien dan tidak dapat dipisahkan dari sindrom &'((P.
Preeklampsia merupakan suatu gangguan multisistem idiopatik yang
spesifik pada kehamilan dan nifas. Pada keadaan khusus, preeklampsia juga
didapati pada kelainan perkembangan plasenta, dimana digambarkan disuatu
kehamilan hanya terdapat trofoblas namun tidak terdapat jaringan fetus
(kehamilan mola komplit). ;eskipun patofisiologi preeklampsia kurang
dimengerti, jelas bah!a tanda perkembangan ini tampak pada a!al kehamilan.
Telah dinyatakan bah!a pathologic hallmark adalah suatu kegagalan total atau
parsial dari fase kedua in1asi trofoblas saat kehamilan 1--#* minggu
kehamilan, hal ini pada kehamilan normal bertanggung ja!ab dalam in1asi
trofoblas ke lapisan otot arteri spiralis. 2eiring dengan kemajuan kehamilan,
kebutuhan metabolik fetoplasenta makin meningkat. )agaimanapun, karena
in1asi abnormal yang luas dari plasenta, arteri spiralis tidak dapat berdilatasi
untuk mengakomodasi kebutuhan yang makin meningkat tersebut, hasil dari
disfungsi plasenta inilah yang tampak seara klinis sebagai preeklampsia.
;eskipun menarik, hipotesis ini tetap perlu ditinjau kembali (Cunningham,
#**+).
Preeklampsia merupakan suatu diagnosis klinis. <efinisi klasik
preeklampsia meliputi + elemen, yaitu onset baru hipertensi (didefinisikan
sebagai suatu tekanan darah yang menetap = 1/*.9* mm&g pada !anita yang
sebelumnya normotensif), onset baru proteinuria ( didefinisikan sebagai > +**
mg.#/ jam atau = ?# pada urinalisis bersih tanpa infeksi traktus urinarius), dan
onset baru edema yang bermakna. Pada beberapa konsensus terakhir
dilaporkan bah!a edema tidak lagi dimasukkan sebagai kriteria diagnosis
(Cunningham, #**+).
Pada preeklampsia yang berat dan eklampsia dapat terjadi perburukan
patologis pada sejumlah organ dan sistem yang kemungkinan diakibatkan oleh
1asospasme dan iskemia (Cunningham, #**+). @anita dengan hipertensi pada
kehamilan dapat mengalami peningkatan respon terhadap berbagai substansi
endogen (seperti prostaglandin, tromboAan) yang dapat menyebabkan
1asospasme dan agregasi platelet. Penumpukan trombus dan pendarahan dapat
mempengaruhi sistem saraf pusat yang ditandai dengan sakit kepala dan defisit
saraf lokal dan kejang. Bekrosis ginjal dapat menyebabkan penurunan laju
filtrasi glomerulus dan proteinuria. 6erusakan hepar dari nekrosis
hepatoseluler menyebabkan nyeri epigastrium dan peningkatan tes fungsi hati.
;anifestasi terhadap kardio1askuler meliputi penurunan 1olume
intra1askular, meningkatnya ardia output dan peningkatan tahanan
pembuluh perifer. Peningkatan hemolisis miroangiopati menyebabkan
anemia dan trombositopeni. 5nfark plasenta dan obstruksi plasenta
menyebabkan pertumbuhan janin terhambat bahkan kematian janin dalam
rahim (;ihael, #**C).
Pe-u4,h,n 5,2, .-1,n+.-1,n:
1) Perubahan kardio1askuler.
Dangguan fungsi kardio1askuler yang parah sering terjadi pada
preelampsia dan eklampsia. )erbagai gangguan tersebut pada dasarnya
berkaitan dengan peningkatan afterload jantung akibat hipertensi, preload
jantung yang seara nyata dipengaruhi oleh berkurangnya seara patologis
hiper1olemia kehamilan atau yang seara iatrogeni ditingkatkan oleh
larutan onkotik atau kristaloid intra1ena, dan akti1asi endotel disertai
ekstra1asasi ke dalam ruang ektra1askular terutama paru (Cunningham,
#**+).
#) ;etabolisme air dan elektrolit
&emokonsentrasi yang menyerupai preeklampsia dan eklampsia
tidak diketahui penyebabnya. :umlah air dan natrium dalam tubuh lebih
banyak pada penderita preeklampsia dan eklampsia daripada pada !anita
hamil biasa atau penderita dengan hipertensi kronik. Penderita
preeklampsia tidak dapat mengeluarkan dengan sempurna air dan garam
yang diberikan. &al ini disebabkan oleh filtrasi glomerulus menurun,
sedangkan penyerapan kembali tubulus tidak berubah. 'lektrolit, kristaloid,
dan protein tidak menunjukkan perubahan yang nyata pada preeklampsia.
6onsentrasi kalium, natrium, dan klorida dalam serum biasanya dalam batas
normal (2imanjuntak, 1999).
+) ;ata
<apat dijumpai adanya edema retina dan spasme pembuluh darah.
2elain itu dapat terjadi ablasio retina yang disebabkan oleh edema intra-
okuler dan merupakan salah satu indikasi untuk melakukan terminasi
kehamilan. Dejala lain yang menunjukan tanda preeklampsia berat yang
mengarah pada eklampsia adalah adanya skotoma, diplopia, dan
ambliopia. &al ini disebabkan oleh adanya perubahan preedaran darah
dalam pusat penglihatan di korteks serebri atau di dalam retina (2imanjuntak,
1999).
/) 9tak
Pada penyakit yang belum berlanjut hanya ditemukan edema dan
anemia pada korteks serebri, pada keadaan yang berlanjut dapat ditemukan
perdarahan (2imanjuntak, 1999).
$) Eterus
"liran darah ke plasenta menurun dan menyebabkan gangguan pada
plasenta, sehingga terjadi gangguan pertumbuhan janin dan karena
kekurangan oksigen terjadi ga!at janin. Pada preeklampsia dan
eklampsia Fsering terjadi ningkatan tonus rahim dan kepekaan terhadap
rangsangan, sehingga terjadi partus premature (2imanjuntak, 1999).
-) Paru-paru
6ematian ibu pada preeklampsia dan eklampsia biasanya
disebabkan oleh edema paru yang menimbulkan dekompensasi kordis. )isa
juga karena terjadinya aspirasi pneumonia, atau abses paru (2imanjuntak,
1999).
G,34,-,n Klinis P-ee6l,35si,
1# Ge7,l, su47e6/i0
Pada preeklampsia didapatkan sakit kepala di daerah frontal,
skotoma, diplopia, penglihatan kabur, nyeri di daerah epigastrium, mual
atau muntah-muntah. Dejala-gejala ini sering ditemukan pada
preeklampsia yang meningkat dan merupakan petunjuk bah!a eklampsia
akan timbul. Tekanan darah pun akan meningkat lebih tinggi, edema dan
proteinuria bertambah meningkat (2imanjuntak, 1999).
&# Pe3e-i6s,,n 0isi6
Pada pemeriksaan fisik yang dapat ditemukan meliputiF
peningkatan tekanan sistolik +*mm&g dan diastolik 1$ mm&g atau tekanan
darah meningkat lebih dari 1/*.9*mm&g. Tekanan darah pada preeklampsia
berat meningkat lebih dari 1-*.11* mm&g dan disertai kerusakan beberapa
organ. 2elain itu kita juga akan menemukan takikardia, takipnu, edema
paru, perubahan kesadaran, hipertensi ensefalopati, hiperefleksia,
pendarahan otak (;ihael, #**C)#
Di,1n.sis P-ee6l,35si,
<iagnosis preeklampsia dapat ditegakkan dari gambaran klinik dan
pemeriksaan laboratorium. <ari hasil diagnosis, maka preeklampsia dapat
diklasifikasikan menjadi dua golongan yaituF
1) Preeklampsia ringan, bila disertai keadaan sebagai berikutG
HTekanan darah 1/*.9* mm&g, atau kenaikan diastolik 1$ mm&g atau
lebih, atau kenaikan sistolik +* mm&g atau lebih setelah #* minggu
kehamilan dengan ri!ayat tekanan darah normal.
H Proteinuria kuantitatif *,+ gr perliter atau kualitatif 1? atau #? pada urine kateter
atau midstream.
#) Preeklampsia berat, bila disertai keadaan sebagai berikutG
H Tekanan darah 1-*.11* mm&g atau lebih.
H Proteinuria $ gr atau lebih perliter dalam #/ jam atau kualitatif +? atau /?.
H 9ligouri, yaitu jumlah urine kurang dari $** per #/ jam.
H"danya gangguan serebral, gangguan penglihatan, dan rasa nyeri di
epigastrium.
H Terdapat edema paru dan sianosis
H Trombositopeni
H Dangguan fungsi hati
H Pertumbuhan janin terhambat (@iknjosastro, 1999).
E/i.l.1i
'tiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan
pasti. )anyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang menoba
menerangkan penyebabnya, oleh karena itu disebut Ipenyakit teoriIF
namun belum ada yang memberikan ja!aban yang memuaskan. Teori
sekarang yang dipakai sebagai penyebab preeklampsia adalah teori
Iiskemia plasentaI. Bamun teori ini belum dapat menerangkan semua hal
yang berkaitan dengan penyakit ini. "dapun teori-teori tersebut adalah G
1# Pe-,n P-.s/,si6lin 2,n T-.34.6s,n
Pada preeklampsia dan eklampsia didapatkan kerusakan pada
endotel 1askuler, sehingga sekresi 1asodilatator prostasiklin oleh sel-sel
endotelial plasenta berkurang, sedangkan pada kehamilan normal,
prostasiklin meningkat. 2ekresi tromboksan oleh trombosit bertambah
sehingga timbul 1asokonstriksi generalisata dan sekresi aldosteron menurun.
"kibat perubahan ini menyebabkan pengurangan perfusi plasenta sebanyak
$*%, hipertensi dan penurunan 1olume plasma ("hmed, #**0).
&# Pe-,n F,6/.- I3un.l.1is
Preeklampsia sering terjadi pada kehamilan pertama karena pada
kehamilan pertama terjadi pembentukan blocking antibodies terhadap
antigen plasenta tidak sempurna. Pada preeklampsia terjadi kompleks imun
humoral dan akti1asi komplemen. &al ini dapat diikuti dengan terjadinya
pembentukan proteinuria ("hmed, #**0).
3# Pe-,n F,6/.- Gene/i6
Preeklampsia hanya terjadi pada manusia. Preeklampsia meningkat
pada anak dari ibu yang menderita preeklampsia("hmed, #**0).
'# Is6e3i6 2,-i u/e-us#
Terjadi karena penurunan aliran darah di uterus ("hmed, #**0).
*# De0isiensi 6,lsiu3#
<iketahui bah!a kalsium berfungsi membantu mempertahankan
1asodilatasi dari pembuluh darah ("hmed, #**0).
%# Dis0un1si 2,n ,6/i8,si 2,-i en2./eli,l#
6erusakan sel endotel 1askuler maternal memiliki peranan penting
dalam pathogenesis terjadinya preeklampsia. Jibronektin dilepaskan oleh
sel endotel yang mengalami kerusakan dan meningkat seara signifikan
dalam darah !anita hamil dengan preeklampsia. 6enaikan kadar fibronektin
sudah dimulai pada trimester pertama kehamilan dan kadar fibronektin akan
meningkat sesuai dengan kemajuan kehamilan ("hmed, #**0).
Gui2eline Te-,5i
Al1.-i/3,
Tujuan utama dari manajemen pada !anita dengan kehamilan
hipertensi preeklampsia harus selalu keselamatan ibu dan kemudian
pengiriman yang matang bayi baru lahir yang tidak akan memerlukan intensif
dan berkepanjangan pera!atan neonatal. Tujuan ini dapat diapai dengan
merumuskan renana pengelolaan yang memperhitungkan satu atau lebih hal
berikutG tingkat keparahan penyakit proses, janin usia kehamilan, ibu dan status
janin di saat e1aluasi a!al, kehadiran tenaga kerja, ser1iks 2kor )ishop, dan
keinginan si ibu (2ibai,#**+).
Pera!atan yang optimal pada !anita yang menderita hipertensi
gestasional dan preelampsia sebelum usia kehamilan +C minggu masih
diperdebatkan. ;asih adanya ketidak sepakatan mengenai manfaat ra!at inap,
istirahat penuh, dan penggunaan obat antihipertensi (2ibai, #**+).
Penanganan konser1atif bila kehamilan K+$ minggu tanpa disertai
tanda-tanda impending eklampsia dan keadaan janin baik. Prinsip terapi serupa
dengan yang aktif, hanya tidak dilakukan terminasi kehamilan. Pemberian
;g29
/
# mg dilanjutkan # g.jam dalam drip infus dekstrose $% $** m(.- jam
dapat dihentikan bila ibu sudah menapai tanda-tanda preelampsia ringan,
selambat-lambatnya dalam !aktu #/ jam. )ila tidak ada perbaikan atau bila
dalam - jam selama pengobatan terdapat peningkatan tekanan darah, terapi
dianggap gagal dan dilakukan terminasi kehamilan (;ansjoer,#**1).
Perlakuan yang dilakukan saat penderita preelampsia berat masuk rumah sakit
adalah diberi 53 ;g29
/
untuk menegah kejang dan obat antihipertensi untuk
menurunkan tekanan darah (tekanan darah sistol = 1-* mm&g dan diastole 11*
mm&g). Tujuan terapi antihipertensi adalah untuk menjaga tekanan darah sistol
antara 1/*-1$$ mm&g dan diastole antara 9* dan 1*$ mm&g. 2elama
dilakuakan penanganan, diamati kondisi ibu dan janin sehingga dapat diketahui
kapan janin dilahirkan. Entuk !anita dengan usia kehamilan #/-+/ minggu
diberikan kortikosteroid untuk memperepat kematangan paru janin, dua
suntikan harus diberikan #/ jam terpisah, dan manfaat penuh dari pengobatan
terjadi /0 jam setelah injeksi pertama. Pasien dengan usia kehamilan di ba!ah
#+ minggu yang dita!arkan penghentian kehamilan. Pasien pada usia
kehamilan #+-+# minggu menerima pera!atan indi1idual berdasarkan respon
klinik selama obser1asi #/ jam. :ika tekanan darah memadai tes ontrol dan
janin meyakinkan, maka penggunaan magnesium sulfat dihentikan. 6emudian
diamati resiko tinggi antepartum sampai kehamilan +/ minggu atau
pengembangan kematangan janin untuk dilahirkan. 2elama ra!at inap mereka
menerima obat antihipertensi, biasanya nifedipin oral (/*-1#* mg per hari)
ditambah labetalol (-**-#/** mg per hari) untuk menjaga tekanan sistol 1/*-
1$$ mm&g dan tekanan diastole 9*-1*$ mm&g. 6ebanyakan pasien akan
melahirkan dalam !aktu # minggu, tetapi beberapa pasien tetap
&# P,5,-,n K,sus
A# D,/, B,se P,sien 9Su47e6/i0:
- 5nisial Pasien G By. 2@B
- Emur G +C tahun
- :enis kelamin G perempuan
- )).T) G -1 kg . 1C* m
- 6eluhan utama G # minggu terakhir pasien mengeluhkan sesak
nafas, terutama saat pasien tidak jalan-jalan di pagi hari, gangguan pada
penglihatannya yang terlihat kabur
- <iagnosa G D+P1"1 +/ minggu ? &T kronis 25 P') ? ):
10** gram (pera!atan konser1atif) ? sesak nafas
- 4i!ayat Penyakit G &T sejak $ tahun yang lalu, D+P1"1
B# Te-,5i ;,n1 Di4e-i6,n D.6/e-
Bo 9bat 4egimen <osis #0.0 #9.0 +*.0 +1.0 1.9 #.9 +.9 /.9 $.9 -.9 C.9
1 Bifedipin po +A1* mg 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
# 9ksigen 0 lpm 3
+ 2; #*% / g 53 3 ..
/ 2; /*% 1* g 53 3 3 ..
$ 5nj. <eAamethason #A1- mg.#/ jam 3 3
- 53J< 4<-$ $** .#/ jam 3 1*** 3 ..
C ;ethyldopa P9 +A#$* mg 3 3 3 3 3 3 3 3 ..
0 4obb (2J) 1A1 tab 3 3 3 3 3
9 Jolamil P9 3
1* Jurosemid P9 3
11 9bimin P9 1A1 tab V
1# Calitab (al) 1A1 tab V
"# O47e6/i0
Data Klinik
<ata
klinik
Bilai
norm
al
tanggal
(yang
pentin
g)
#0.0 #9.0 +*.0 +1.0 1.9 #.9 +.9 /.9 $.9 -.9 C.9
6ondi
si
umum
baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik
&4 -*-
1**
dyt.
mnt
00 00 00 0/ 00 00 9* 0/ 0# 0/ 0/-00
suhu +--
+C
*
C
+C +C +-,$ +-,$ +C +-,$ +C +C +C +C +-,$
44 1--
#*
+C #0 #C #C #C #$ #- #$ ## ## 10
T< K1#*
.0*
1-*.
1**
1$*.
9*
1-*.
1**
1/*.
1**
1$*.
0*
1/*.
9*
1/*.
1**
1$*.
9*
1+*.
9*
1+*.
9*
1+*.9
*
DC2 /$- /$- /$- /$- /$- /$- /$- /$-
'dema
kaki
?.? ?.? ?.? ?.? ?.? ?.? ?.? ?.? ?.? ?.? ?.?
;ual.
munta
h
-.- -.- -.- -.- -.- -.- -.- -.- -.- -.-
)"6 C**-
#***
ml.hr
+**
ml
0$*
ml
-$*
ml
C$*
ml
Derak
janin
? ? ? ? ? ? ? ? ? ?
Data Laboratorium
Bo
<"T" (")94"T945E;
(yang penting)
Bilai Bormal
Tanggal
#0.0 +*.0 +.9 -.9
1 D<" (Dula <arah "ak) K 1** mg.d( 0+ 1*+ C#
# "2T 1$ - +C E.( 1- 1C
1+
+ "(T * 7 /$ E.( 0 1# 9
/ Creatinin *,- 7 1,+ mg.d( *,-0 *,0 *,9
$ )EB 1* 7 #* mg.d(
/,+ C -
- Cl 90 7 1*C mmol.( 1*+
1*0
1*-
C 6 +,$ 7 $,1 mmol.( +,C /,* +,9
0 Ba 1+- 7 1/$
mmol.(
1#+ 1+/ 1/9
9 @)C /,$ 7 1*,$ A
1*
+
.Ll
C.C 9,+0 C,-1
1* 4)C / 7 - A 1*
-
.Ll
+,C- +,99 +,C
11 &) 11 7 10 g.d( 11,- 1#,# 11,/
1# &CT +$ 7 -*%
+#,0 +/,/ ++,*
1+ ;C3 01,1 7 9- f( 0C,+ 0-,+ 09,1
M1
/
;C& #C 7 +1,# pg +*,9 +*,- +*,0
1$ ;C&C +1,0 7 +$,/ g.d( +$,/ +$,/ +/,-
1- 4<@ 11,$ 7 1/,$ % 1#,#
11,1 11,/
1C P(T 1$* 7 /$* A
1*
+
.Ll
#*C #/+ ##+
10 ;P3 (;ean Platelet 3olume) -,9 7 1*,- f( C,9 0,+$ 0,--
19 "lbumin +,/ 7 $ g.d(
#,0- +,+ +,1
#* "sam urat
#1 (<& #/* 7 /0* E.( /$1
## Protein Erin +-1* mg.d( (-) (?) /-$
(?) #$
#+ Protein (esbah) *-* *,*$ g.#/ jam
D# Asses3en/ 2,n Pl,n
Bo Problem Paparan Problem 4ekomendasi
1. <osis berlebih <osis 2; /*% berlebih <osis 2; /*% yang
tadinya 1*g 53 diturunkan
menjadi /g dan
pemberiannya diubah
menjadi 5; ,karena dosis
pemeliharaan pada P')
diberikan dengan 2; /*%
/g dan diberikan seara
5; dan pemberiannya
tidak boleh lebih dari +
hari (;arnoto,#***).
#. <osis tidak tepat <osis inj. <eAamethason
tidak tepat
<eAamethason dosis
dirubah menjadi / A - mg.
1# jam dan digunakan
selama /0 jam pertama
(Committee opinion,
#*11) untuk
meningkatkan upaya
pematangan janin
((e1eno, #**+)
+. Terapi kurang
tepat
4obb dan folamil tidak
digunakan
4obb dan folamil tidak
digunakan dan diganti
dengan hemobion karena
kandungan hemobion
lebih lengkap. 6ompisisi
hemobion adalah G ferros,
1it )1#, asam folat, dan
asam askorbat.
E# Te-,5i ;,n1 2i-e6.3en2,si6,n
Bo 9bat 4egimen <osis #0.0 #9.0 +*.0 +1.0 1.9 #.9 +.9 /.9 $.9 -.9 C.9
1 Bifedipin po +A1* mg 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
# 9ksigen 0 lpm 3
+ 2; #*% / g 53 3 ..
/ 2; /*% / g 53 3 3 ..
$ 5nj. <eAamethason /A- mg.1# jam 3 3
- 53J< 4<-$ $** .#/ jam 3 1*** 3 ..
C ;ethyldopa P9 +A#$* mg 3 3 3 3 3 3 3 3 ..
0 &emobion 1A1 tab 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
9 Jurosemid P9 3
1* 9bimin P9 1A1 tab V
11 Calitab (al) 1A1 tab V
F# M.ni/.-in1
Parameter Bilai Bormal :ad!al ;onitoring
T< 1+*.9* mm&g 2ekali sehari
'lektrolitG
Ba 1+--1/$ mmol.( + hari sekali
Cl +,$-$,1 mmol.( + hari sekali
6 90-1*C mmol.( + hari sekali
)"6 K +** m( 2etiap hari
'dema 2etiap hari
Derak :anin ? 2etiap hari
3# Pe34,h,s,n
Ke/e-,n1,n D,/, Klini6
- T< pada hari pertama menapai 1-*.1** mm&g menunjukkan bah!a ibu
tersebut mengalami preeklampsia berat. 2edangkan hari berikutnya tekanan
darah turun menjadi 1$*.9* mm&g menunjukkan bah!a keadaan ibu
preeklampsia ringan, tetapi tekanan darah ibu masih naik turun dan masih
mengalami preeklampsia berat (;ansjoer, #**1).
- 'dema terjadi karena Perubahan pada komposisi darah menyebabkan airan
menyelinap ke dalam jaringan lebih banyak. 2elain itu, rahim yang sedang
membesar akan menekan pembuluh darah 1ena di daerah panggul dan
pembuluh 1ena utama di tubuh bagian kanan. Tekanan tersebut
menyebabkan kembalinya darah dari kaki ke jantung menjadi lebih lambat,
sehingga memaksa airan dari 1ena masuk ke jaringan otot di pergelangan
dan telapak kaki, maka terjadilah edema.
- 44 mengalami kenaikan. Peningkatan respiration rate pada !anita hamil
adalah normal. &al ini dikarenakan untuk memenuhi kebutuhan oksigen
yang meningkat pada !anita hamil. 2elain itu pada !anita hamil juga terjadi
peningkatan 1olume tidal untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang
bertambah pada !anita hamil.
- suhu ibu hamil akan meningkat karena metabolisme yang meningkat
sehingga panas yang terbentuk akan meningkat. Bamun tubuh akan
berusaha mengeluarkan panas tersebut le!at 1asodilatasi pembuluh darah
dan radiasi le!at pori-pori.
- )"6 ibu hamil = +** mg menunjukkan bah!a ibu tersebut mengalami
preeklampsia berat (;ansjoer, #**1).
Ke/e-,n1,n D,/, L,4.-,/.-iu3
ALBUMIN
Jungsi utama albumin dalah pemeliharaan tekanan osmotik koloid
dalam ruang pembuluh darah dan ekstra1askuler (misalnya, urine, airan
serebrospinal, dan airan omnioti). "lbumin merupakan sumber nutrisi dan
juga merupakan bagian dari sistem penyangga yang kompleks. "lbumin
digunakan untuk menge1aluasi status gi8i, kehilangan albumin dalam
penyakit akut, penyakit hati dan penyakit ginjal dengan proteinuria,
perdarahan, luka bakar, eksudat atau kebooran di saluran penernaan, dan
penyakit kronis lainnya (Jishbah, #**+).
Jaktor yg berhubungan dg penurunan "lbumin terjadi pada G
- 6ehamilan ( trimester terakhir, karena meningkatnya 1olume plasma )
- 9ral kontrasepsi (estrogen) dan obat lain
- Prolonged bed rest
- Cairan 53, hidrasi epat, o1erhidrasi (Jishbah, #**+).
<alam kasus ini penurunan albumin karena pasien tengah
mengalami kehamilan trimester akhir (++ minggu) karena meningkatnya
1olume plasma.
BUN
)ersama dengan C9
#
, )EB merupakan produk akhir dari
metabolisme protein. :umlah urea dikeluarkan ber1ariasi seara langsung
dengan asupan protein, meningkatnya ekskresi pada demam, diabetes, dan
peningkatan akti1itas kelenjar adrenal (Jishbah, #**+).
Tes untuk )EB, yang mengukur bagian nitrogen urea, digunakan
sebagai indeks fungsi glomerulus dalam produksi dan ekskresi urea.
6atabolisme protein yang epat dan gangguan fungsi ginjal akan
menghasilkan tingkat )EB tinggi. )EB meningkat dipengaruhi oleh tingkat
nekrosis jaringan, katabolisme protein, dan tingkat di mana ginjal
mengekskresikan urea nitrogen. Pada penyakit ginjal kronis, tingkat )EB
berhubungan baik dengan gejala uremia daripada kreatinin serum
(Jishbah, #**+).
Bilai )EB mengalami penurunan biasanya terjadi pada akhir kehamilan
karena peningkatan 1olume plasma ( hydremia fisiologis ) (Jishbah,
#**+).
AST
"spartat transaminase ("2T) adalah en8im yg ditemukan dalam
jaringan dengan akti1itas metabolisme yang tinggi, konsentrasi penurunan
"2T ditemukan di jantung, hati, otot rangka, ginjal, otak, pankreas, limpa,
dan paru-paru. 'n8im dilepaskan ke dalam sirkulasi setelah edera atau
kematian sel. :umlah "2T dalam darah seara langsung berkaitan dengan
jumlah sel yang mengalami kerusakan. 2etelah kerusakan sel yang parah,
tingkat "2T darah akan meningkat dalam 1# jam dan tetap tinggi selama
sekitar $ hari (Jishbah, #**+).
Penurunan "2T bisa terjadi antara lain G
2edikit penurunan terjadi selama kehamilan, ketika ada metabolisme
piridoksin yg abnormal (Jishbah, #**+).
PROTEIN URIN
"danya peningkatan jumlah protein dalam urin dapat menjadi
indikator penting dari penyakit ginjal. 5ni mungkin merupakan tanda
pertama dari masalah serius dan dapat munul sebelum gejala klinis lainnya.
Bamun, ada kondisi fisiologis lainnya (misalnya, latihan, demam) yang
dapat menyebabkan ekskresi protein dalam urin meningkat. :uga, ada
beberapa gangguan ginjal di mana tidak ada proteinuria (Jishbah, #**+).
Protein Erin merupakan tanda khas dari P').
H"T
&ematokrit kata berarti Idarah yang terpisah,I yang menggaris
ba!ahi mekanisme tes karena plasma dan sel darah dipisahkan dengan
sentrifugasi (Jishbah, #**+).
Tes &t merupakan bagian dari C)C. Tes ini seara tidak langsung
mengukur massa 4)C. &asilnya dinyatakan sebagai persentase 1olume sel
darah merah dikemas dalam darah utuh (PC3). 5ni merupakan ukuran
penting dalam penentuan anemia atau polisitemia (Jishbah, #**+).
Biasanya, Hct yang sedikit menurun di hydremia fisiologis kehamilan
(Jishbah, #**+).
RB"
Jungsi utama dari sel darah merah (4)C atau eritrosit) yaitu untuk
memba!a oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh dan untuk mentransfer
karbon dioksida dari jaringan ke paru-paru. Proses ini diapai dengan ara
&b dalam sel darah merah, yang berikatan dengan mudah dengan oksigen
dan karbon dioksida dan memberikan darah arteri ber!arna merah erah.
4)C berbentuk seperti disk ekung ganda, ini memberikan luas permukaan
lebih untuk &b berikatan dengan oksigen (Jishbah, #**+).
Tes 4)C, ukuran penting dalam e1aluasi anemia atau polisitemia,
menentukan jumlah eritrosit dalam mikroliter (milimeter kubik) darah.
"nemia, suatu kondisi di mana terjadi penurunan jumlah eritrosit yang
beredar, jumlah &b, atau 1olume sel dikemas (&t). "nemia dikaitkan
dengan kerusakan sel, kehilangan darah, atau insufisiensi diet besi atau
1itamin tertentu yang penting dalam produksi sel darah merah (Jishbah,
#**+).
Faktor yg berhubungan dg penurunan RBC :
6ehamilanG terjadi penurunan relatif dalam 4)C ketika airan tubuh
meningkat pada kehamilan, dengan jumlah normal eritrosit menjadi lebih
ener (Jishbah, #**+).
Re2 "ell Si<e Dis/-i4u/i.n (i2/h 9RD(:
;etode pengukuran otomatis sangat membantu dalam penyelidikan
beberapa gangguan hematologi dan memantau respon terhadap terapi. 4<@
pada dasarnya merupakan indikasi dari tingkat anisoytosis (1ariasi normal
dalam ukuran sel darah merah). 2el darah merah yang normal memiliki
derajat sedikit 1ariasi (Jishbah, #**+).
Tes 4<@ ini tidak membantu untuk orang-orang yang tidak
memiliki anemia, dan tidak diketahui penyebab turunnya 4<@. 4<@
biasanya meningkat jika terjadi defisiensi besi, defisiensi 1it. )1# dan asam
folat (Jishbah, #**+).
N,
=
2odium adalah kation paling banyak (9*% dari airan elektrolit) dan
basis kepala darah. Jungsi utamanya dalam tubuh adalah untuk menjaga
tekanan osmotik kimia dan keseimbangan asam-basa dan mengirimkan
impuls saraf. Tubuh memiliki keenderungan kuat untuk mempertahankan
isi dasar total, dan hanya sedikit perubahan yang ditemukan bahkan di
ba!ah kondisi patologis. ;ekanisme untuk mempertahankan kadar natrium
konstan dalam plasma dan airan ekstraselular termasuk aliran darah ginjal,
akti1itas en8im karbonik anhidrase, aldosteron, aksi steroid lain yang tingkat
plasma dikendalikan oleh kelenjar hipofisis anterior, renin sekresi en8im,
"<&, dan sekresi 1asopresin (Jishbah, #**+).
&iponatremia (penurunan kadar natrium) menerminkan kelebihan
relatif airan tubuh daripada natrium (Jishbah, #**+).
"l
+
6lorida, elektrolit darah, adalah anion yang ada terutama di ruang
ekstraselular sebagai bagian dari natrium klorida atau asam klorida. 6lorida
mempertahankan integritas selular melalui pengaruhnya terhadap tekanan
osmotik dan asam-basa dan keseimbangan air. 5a memiliki kekuatan timbal
balik dari peningkatan atau penurunan konsentrasi dalam menanggapi
konsentrasi anion lainnya. Pada asidosis metabolik, ada kenaikan timbal
balik dalam konsentrasi klorida jika konsentrasi bikarbonat turun. <emikian
pula, ketika aldosteron seara langsung menyebabkan peningkatan
reabsorpsi natrium (ion positif), efek tidak langsung adalah peningkatan
penyerapan klorida (ion negatif) (Jishbah, #**+).
NST /es/
&asil tes B2T menerminkan fungsi batang otak janin, sistem saraf
otonom, dan hati (Jishbah, #**+).
"merian College of 9bstetriians and Dyneologists
("C9D)menyatakan kriteria untuk B2T reaktif (dengan atau tanpa
rangsangan)G dua atau lebih perepatan J&4, memunak setidaknya 1$
denyut . menit di atas J&4 dasar dan berlangsung setidaknya 1$ detik dari
a!al sampai a!al, dalam !aktu #* menit (Jishbah, #**+).
2uatu B2T nonreaktif (tes positif) terdiri dari kurang dari dua
perepatan J&4 (kriteria "C9D). :ika janin tidak bereaksi dalam #* menit
pertama, rangsangan harus diberikan. Tes ini dianggap reaktif jika setelah
perpanjangan sampai /* menit, kriteria "C9D tidak terpenuhi. Perpanjang
ini meminimalkan kemungkinan kurangnya akti1itas tidur karena janin. :ika
pola J&4 tidak jelas, tes ini dianggap tidak meyakinkan atau tidak
memuaskan (Jishbah, #**+).
2uatu hasil positif palsu dapat disebabkan oleh janin yg tidur,
kehamilan prematur, merokok sebelum B2T, kelainan kongenital, atau
menggunakan ibu obat-obatan seperti depresan sistem saraf pusat atau beta
bloker (Jishbah, #**+).
Te-,5i F,-3,6.l.1i
1. 2; #*% /g 53
6omposisi
/gram magnesium sulfat
5ndikasi
Pre eklamsia berat
Cara Pemberian
dosis a!al / gram magnesium sulfat, (#*% dalam #* ml) intra1ena
sebanyak 1 g.menit kemasan #*% dalam #$ larutan ;g29/ (dalam +-$
menit)
"lasan Pemilihan
pasien diberikan ;g29
/
#*% karena pasien didiagnosa mengalami pre
eklamsia berat , pemberian ;g29
/
#*% aman untuk ibu hamil karena
masuk kelas ) sehingga aman untuk ibu hamil (;arnoto,#***)
#. 2; /*% /g 5;
6omposisi
/ gram magnesium sulfat
5ndikasi
Pre eklamsia berat
Cara pemberian
<iberikan / gram intramuskuler, setelah - jam pemberian dosis a!al,
selanjutnya diberikan / gram intramuskuler setiap - jam (pemberian
;g29/ tidak melebihi #-+ hari)
"lasan Pemilihan
pasien diberikan magnesium sulfat /*% seara 5; sebagai terapi
pemeliharaan untuk menghilangkan pre eklamsia beratnya . Pemberian
hanya dilakukan # hari dan diberikan seara 5; karena untuk pera!atan
kenser1atif dan untuk terapi pemeliharaan sebaiknya diberikan seara 5;
(;arnoto,#***).
+. Jolamil P9
5ndikasi
;ulti1itamin dan mineral selama masa kehamilan dan masa menyusui yang
mengandung <&" untuk nutrisi otak.
6andungan
beta-karoten 1**** iu, 6alsium (aktat #$* mg, 6alsium Pantotenat C,$ mg,
Tembaga 2ulfat *,1 mg, "sam Jolat 1 mg, Je Jumarat 9* mg, Bikotinamida
#* mg, 6alium 5odida 1** Lg, Batrium Jluorida 1 mg, 3itamin )1
monohidrat 1* mg, 3itamin )1# / Lg, 3itamin )# #,$ mg, 3itamin )- &Cl
1$ mg, 3itamin C 1** mg, 3itamin < /** iu.
<osis
@anita hamil dan menyusuiG 1 kapsul lunak per hari setelah makan.
6ontra 5ndikasi
&ipersensiti1itas ke salah satu dari komponen Jolamil.
'fek 2amping
)elum ada keluhan efek samping yang serius pada penggunaan kapsul lunak
J9(";5( D'B59 pada dosis la8im yang direkomendasikan.
/. 4obb (2J)
5ndikasi
9bat ini merupakan suplemen besi yang digunakan untuk mengobati atau
menegah kadar rendah 8at besi (misalnya, untuk anemia atau selama
kehamilan). )esi adalah mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk
memproduksi sel darah merah dan menjaga "nda dalam kesehatan yang
baik.
<osis
+#$ mg oral sekali sehari.. anemia selama kehamilan sebagai konsentrasi
hemoglobin kurang dari 1** g . ( selama trimester pertama dan ketiga dan
kurang dari 1*$ g . ( selama trimester kedua atau nilai hematokrit kurang
dari +#%.
'fek 2amping
2embelit, diare, kram perut, atau sakit perut mungkin terjadi. 'fek ini
biasanya bersifat sementara dan akan hilang karena tubuh "nda
menyesuaikan obat ini.. )esi dapat menyebabkan tinja "nda berubah
menjadi hitam, efek yang tidak berbahaya.
$. Jurosemide
5ndikasi 9bat G
Penanganan edema yang berhubungan dengan gagal jantung koroner dan
penyakit hati, diberikan tunggal atau dalam kombinasi dengan antihipertensi
pada penanganan hipertensi ((ay et al,#**-)
<osis 9bat G #*-/* mg . dose, diberikan 1 A #*mg melalui 53 ((ay et
al,#**-)
6ontraindikasi
&ipersensitif terhadap furosemid, atau komponen lain dalam sediaan atau
sulfonil urea, anuria, pasien koma hepatik atau keadaan penurunan elektrolit
parah sampai keadaannya membaik.
'fek samping G
'fek samping yang sering munul, atau yang sering terjadi adalah
hipokalemia
;ekanisme "ksi
5nhibisi reabsorpsi natrium dan klorida pada lengkung &enle menaik dan
tubulus ginjal distal, mempengaruhi sistem o-transpor ikatan klorida,
selanjutnya meningkatkan ekskresi air, natrium, klorida magnesium dan
kalsium ((ay et al,#**-)
"lasan pemilihan G
Entuk menangani udem, penggunaan furosemid sangat bisa membantu
mengatasi udem pasien, !alaupun obat ini termasuk obat faktor C, tetapi
lebih dipikirkan risk and benefit nya.
5ndeks 6eamanan Pada @anita &amil
CG Penelitian pada he!an menunjukkan efek samping pada janin
(teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang
terkendali pada !anita atau penelitian pada !anita dan he!an belum
tersedia. 9bat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial
memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
Penggunaan furosemide, diuretik loop, pada kehamilan adalah
terbatas pada !anita dengan komplikasi edema paru, jantung penyakit,
retensi airan yang berlebihan, atau penyakit ginjal. Jurosemid juga
memiliki peran dalam pengelolaan hipertensi dalam periode setelah
melahirkan. Jurosemide lebih sering digunakan daripada thia8ide diuretik.
)eberapa penulis juga menyatakan bah!a diureti dapat mempersulit
anestesi (6hedun, 199C).
Jurosemide digunakan hari terakhir karena 5ndeks 6eamanan Pada
@anita &amil termasuk dalam golongan C sehingga tidak digunakan setiap
hari. Penelitian pada he!an menunjukkan efek samping pada janin
( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang
terkendali pada !anita atau penelitian pada !anita dan he!an belum
tersedia. 9bat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial
memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin (@&9,#*11).
-. 9bimin
6andungan
3it " -,*** u, 1it )1 1* mg, 1it )# #.$ mg, 1it )- 1$ mg, 1it )1# / mg,
1it C 1** mg, 1it < /** u, niainamide #* mg, Ca pantothenate C.$ mg,
foli aid 1 mg, Je fumarate 9* mg, Ca latate #$* mg, opper *.1 mg,
iodine *.1 mg, Ba fluoride 1 mg
5ndikasi
9bimin-"J adalah 1itamin N mineral yang dibutuhkan selama masa
kehamilan N menyusui. ;embantu metabolisme 8at-8at yang diperlukan
tubuh dalam sel-sel jaringan N membantu pembentukan darah. Entuk
Pengobatan N penegahan defisiensi 1itamin N mineral, seperti selama
masa kehamilan N menyusui.
6ontra 5ndikasi
Penderita yang hipersensitif terhadap salah satu komponen obat ini.
Perhatian
Penambahan fluorida tidak dianjurkan pada daerah dimana air minum telah
mengandung fluorida , *,C bagian . 1 juta.
Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan
6emungkinan timbulnya feses ber!arna hitam
)ila terlihat noda pada gigi, pengobatan dihentikan.
<osis
1 tablet sehari atau sesuai petunjuk dokter
Penyajian
<ikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak
C. Calitab (C"(C)
6andungan
Per tablet G <ibasi Ca phosphate #** mg, Ca latate 1** mg, 1it C #$ mg,
1it <+ 1** iu.
5ndikasi
Tambahan 6alsium saat hamil, menyusui, dan untuk anak yang sedang
dalam masa pertumbuhan.
6ontra 5ndikasi
&iperkalsemia dan hiperkalsiuria, batu ginjal, gagal ginjal berat.
Perhatian
Pada dosis besar, a!asi kadar 6alsium dalam serum N fungsi ginjal,
gangguan fungsi ginjal, ri!ayat batu ginjal, tumor yang bergantung pada
folat, hiperoksaluria.
5nteraksi obat G
- mempertinggi efek glikosida <igitalis pada jantung.
- menghambat penyerapan Tetrasiklin.
'fek 2amping
2embelit.susah buang air besar, hiperkalsemia, dan hiperkalsiuria.
6emasan
Tablet salut gula 1** biji.
<osis
<e!asa G + kali sehari 1-# tablet.
Penyajian
<ikonsumsi bersamaan dengan makanan
0. <eAamethason
5ndikasi obat G
;emperepat pematangan paru janin dan menstabilkan sindrom &'((P.
Pada pre-eklampsia berat kortikosteroid hanya diberikan pada
kehamilan pr et er m K +/ mi nggu dengan t uj uan unt uk
memat angkan par u j ani n. 2emua kehamilan O +/ minggu yang akan
diakhiri diberikan kortikosteroid dalam bentuk deAamethasone atau
betamethasone.
<osis G
Bat i onal 5 ns t i t ut e of &eal t h ( B5 &, #***) menganj ur kan
pember i an kortikosteroid pada semua !anita dengan usia
kehamilan #/-+/ minggu yang berisiko melahirkan preterm, termasuk
penderita pre-eklampsia berat. Pemberian deAamethasone - mg intra-1ena
empat dosis dengan inter1al 1# jam. <ua suntikan harus diberikan #/ jam
terpisah, dan manfaat penuh dari pengobatan terjadi /0 jam setelah injeksi
pertama.
6ontraindikasiG
&ipersensitif terhadap deksametason atau komponen lain dalam formulasiF
infeksi jamur sistemik, erebral malariaF jamur, atau penggunaan pada mata
dengan infeksi 1irus (ati1e oular herpes simpleA) ((ay et al,#**-)
'fek samping G
Penimbunan garam, air dan kehilangan potassium jarang terjadi bila
dibandingkan dengan beberapa gluoortioid lainnya.
Penambahan nafsu makan dan berat badan lebbih sering terjadi
;ekanisme "ksi :
;ekanisme kerja kortikosteroid pada persalinan preterm adalah sebagai
berikut G
1. Pengaruh secara fisiologis G efek fisiologi glukokortikoid pada
perkembangan paru adalah meningkatkan surfraktan paru. Penelitian
a!al yang dilakukan terhadap kelini dan domba menunjukkan bah!a
glukokortikoid merangsang pembentukan struktur paru dan mulai timbul
produksi surfraktan paru. 2eara histology dapat diamati sebagai
pendataran epitel, penipisan septum al1eolus, peningkatan diferensiasi
sel. 2elain itu efek terhadap surfraktan, glukokortikoid meningkatkan
compliance paru dan 1olume maksimal paru. Pemberian glukokortikoid
janin juga mengurangi kebooran protein dan pembuluh pulmoner ke
ruang udara dan meningkatkan clearance airan paru sebelum kelahiran
(Cunningham JD, et al, #**C)
#. Pengaruh secara biokomiaG mekanisme deAamethason lainnya yaitu
meningkatkan kandungan protein surfraktan ",)C,<, sambil merangsang
aktifitas semua en8im penting untuk biosintesis fosfolipid. 6arena itu,
konsentrasi fosfatidilkolin yang larut meningkat. Pada gilirannya hal ini
merangsang perkembangan badan-badan lamellar yang kemudian
disekresikan kedalam lumen ruang udara. Dlukokortikoid mempunyai
efek-efek tambahan yang membantu pernafasan, dengan ara
meningkatkan aktifitas en8im anti oksidan dan menginduksi protein yang
terlibat dalam learane airan paru janin dan berlanjut dengan
memfasilitasi transisi dalam pernafasan setelah kelahiran (Cunningham et
al, #**C).
"lasan Pemilihan 9bat G
9bat ini merupakan obat 6ategori C, 9bat ini dipilih karena melihat kondisi
pasien yang telah mengalami P') dan kondisi usia kandungan yang belum
ukup sehingga tujuan terapi adalah untuk mematangkan paru dari janin.
9. 53J< 4<-$
2uatu larutan jernih, tidak ber!arna, steril dan bebas pirogen. 6omposisi
setiap liter larutan mengandung $$ g glukosa anhidrat, 0,- g natrium
klorida, *,+ g kalium klorida dan *,/0 g kalsium klorida heksahidrat.
<igunakan sebagai penambah airan dan elektrolit, serta sekaligus sebagai
sumber kalori atau dipakai untuk menambah 1olume airan darah pada
keadaan dehidrasi, shok dan hemoragi. <osis 1*-#* ml A )) #
"lasan pemilihanG
;emperbaiki keadaan umum ibu dapat menggunakan 5nfus 4<$% .
<eAtran karena keluhan utama pasien adalah banyak keluar airan sehingga
penggunaan infus rd $ ini untuk menambah airan serta elektrolit yang
terkandung didalamnya
1*. 9ksigen
Terapi 9# merupakan salah satu dari terapi pernafasan dalam
mempertahankan okasigenasi jaringan yang adekuat. 2eara klinis tujuan
utama pemberian 9
#
adalah (1) untuk mengatasi keadaan &ipoksemia
sesuai dengan hasil "nalisa Das <arah, (#) untuk menurunkan kerja nafas
dan menurunkan kerja miokard ()lak, 1999).
5ndikasi
)erdasarkan tujuan terapi pemberian 9
#
yang telah disebutkan, maka
adapun indikasi utama pemberian 9
#
ini adalah sebagai berikut G (1) 6lien
dengan kadar 9
#
arteri rendah dari hasil analisa gas darah, (#) 6lien
dengan peningkatan kerja nafas, dimana tubuh berespon terhadap keadaan
hipoksemia melalui peningkatan laju dan dalamnya pernafasan serta
adanya kerja otot-otot tambahan pernafasan, (+) 6lien dengan peningkatan
kerja miokard, dimana jantung berusaha untuk mengatasi gangguan 9
#
melalui peningkatan laju pompa jantung yang adekuat.
)erdasarkan indikasi utama diatas maka terapi pemberian 9
#
dindikasikan
kepada klien dengan gejal G (1) sianosis, (#) hipo1olemi, (+) perdarahan,
(/) anemia berat, ($) keraunan C9, (-) asidosis, (C) selama dan sesudah
pembedahan, (0) klien dengan keadaan tidak sadar ()lak, 1999).
'fek 2amping
<epresi 3entilasi, Pemberian 9
#
yang tidak dimonitor dengan konsentrasi
dan aliran yang tepat pada klien dengan retensi C9
#
dapat menekan
1entilasi
6eraunan 9
#
<apat terjadi bila terapi 9
#
yang diberikan dengan konsentrasi tinggi dalam
!aktu relatif lama. 6eadaan ini dapat merusak struktur jaringan paru
seperti atelektasi dan kerusakan surfaktan. "kibatnya proses difusi di paru
akan terganggu
11. Bifedipine
5ndikasiG
Pengobatan dan penegahan insufisiensi koroner (terutama angina pektoris
setelah infark jantung) dan sebagai terapi tambahan pada hipertensi.
6ontra 5ndikasiG
- &ipersensiti1itas terhadap nifedipine.
- 6arena pengalaman yang terbatas, pemberian nifedipine pada !anita
hamil hanya dilakukan dengan pertimbangan yang hati-hati.
6omposisiG
Tiap tablet selaput mengandungG Nifedipine 1* mg
JarmakologiG
Nifedipine merupakan antagonis kalsium (calcium channel
blocker) yang berefek mengurangi konsumsi oksigen jantung,
memperbaiki toleransi latihan pada pasien angina pektoris, mengurangi
kebutuhan nitrogliserin dan mengurangi perubahan iskemik jantung saat
beristirahat dan berakti1itas. Pada perobaan terhadap he!an,
menunjukkan perbaikan perfusi pada miokardium yang iskemik. Pada
angina Printmetal dimana nyeri dada disebabkan oleh spasme koroner,
nifedipine terbukti merupakan terapi yang efektif. Nifedipine merupakan
anti hipertensi poten, dimana responnya lebih bermakna pada tekanan
darah inisial yang lebih tinggi. Pada indi1idu dengan normotensif, tekanan
darahnya hampir tidak turun sama sekali. Pada pasien hipertensi,
nifedipine menurunkan resistensi perifer serta tekanan darah sistolik dan
diastolik, meningkatkan 1olume per menit dan keepatan jantung, dan juga
mengurangi resistensi koroner, meningkatkan aliran koroner dan
menurunkan konsumsi oksigen jantung. 'fek antihipertensi dari nifedipine
dalam dosis tunggal oral memberi onset sangat epat dalam !aktu 1$ - +*
menit dan berlangsung selama - - 1# jam. Nifedipine ook untuk terapi
hipertensi ringan, sedang dan berat. Terapi dapat dikombinasi dengan
betha-bloker, diuretik, metildopa atau klonidin. Pada kasus resistensi pada
betha-bloker atau terapi kombinasi betha-bloker dan diuretik, respon
positif dapat diperoleh dengan penambahan nifedipine dalam terapi.
Penambahan nifedipine seara oral pada krisis hipertensi akan
menurunkan tekanan darah dengan epat dan efektif. Nifedipine juga
digunakan untuk terapi hipertensi nefrogenik, hiperaldosteronisme dan
feokromositoma. )erbeda dengan betha-bloker, nifedipine dapat
digunakan untuk pasien penderita asma karena tidak meningkatkan
disposisi obstruksi bronkial, juga tidak mengganggu sirkulasi prifer tetapi
sebaliknya memiliki aksi 1asodilatasi. Nifedipine juga ook digunakan
untuk pasien dengan klaudikasi atau sindrom 4enaud yang diperburuk
oleh betha-bloker. Nifedipine tidak memberi efek ntiaritmia.
Pemberian nifedipine seara oral akan diabsorbsi dengan baik, 9# -
90% terikat oleh protein plasma dan diekskresi dalam bentuk metabolit
tidak aktif melalui urin. Nifedipine dalam dosis tunggal diekskresi sebesar
0*% dalam !aktu #/ jam. 5nsufisiensi ginjal tidak berpengaruh seara
signifikan terhadap farmakokinetik nifedipine.
<osisG
- <osis tunggalG $ - 1* mg.
- <osis rata-rataG $ - 1* mg, + kali sehari.
5nter1al di antara # dosis pemberian tidak kurang dari # jam.
'fek 2ampingG
- !ose dependent disebabkan oleh dilatasi 1askular sepertiG sakit kepala
atau perasaan tertekan di kepala, flushing, pusing, gangguan lambung,
mual, lemas, palpitasi, hipotensi, hipertensi ortostatik, edema tungkai,
tremor, kram pada tungkai, kongesti nasal, takikardia, tinitus, reaksi
dermatologi.
- 2angat jarang terjadi, dilaporkan pada pemakaian nifedipine jangka
panjang terjadi hiperplasia gusi dan segera kembali ketika pemakaian
nifedipine dihentikan.
- 'fek samping berat yang memerlukan penghentian pengobatan relatif
jarang terjadi. 5nteraksi 9batG
- Penggunaan nifedipine bersamaan dengan betha-bloker mempotensi efek
antihipertensi nifedipine.
- Penggunaan nifedipine bersamaan dengan betha-bloker pada pasien
dengan insufisiensi jantung, terapi harus dimulai dengan dosis keil dan
pasien harus dimonitor dengan sangat hati-hati.
- Penggunaan nifedipine bersamaan dengansimetidin (tidak pada ranitidin)
meningkatkan konsentrasi plasma dan efek antihipertensi nifedipine.
1#. ;etildopa
5ndikasi
&ipertensi sedang sampai berat.
6ontra 5ndikasi
Jeokromositoma, penyakit hati aktif, diskrasia darah.
Perhatian
6erusakan hati atau ginjal, ri!ayat penyakit hati atau depresi mental,
menyusui.
(akukan hitung darah dan tes fungsi hati selama --1# minggu pertama jika
terjadi demam yang tidak diketahui penyebabnya.
)isa mempengaruhi kemampuan untuk mengendarai atau mengoperasikan
mesin.
"nteraksi obat G
- efek hipotensi dihilangkan oleh simpatomimetik, antidepresan trisiklik,
deri1at Jenotia8in, obat-obat penghambat mono amin oksidase dan
dipertinggi oleh diuretika Tia8ida, (e1odopa, 1asodilator, alkohol.
- bisa mempotensiasi aksi hipoglikemik Tolbutamida.
'fek 2amping
;engantuk, sedasi, sakit kepala, mulut kering, berat badan meningkat,
hidung tersumbat, mual, kelainan fungsi seksual.
5ndeks 6eamanan Pada @anita &amil
)G )aik penelitian reproduksi he!an tidak menunjukkan risiko pada janin
maupun penelitian terkendali pada !anita hamil atau he!an oba tidak
memperlihatkan efek merugikan (keuali penurunan kesuburan) dimana
tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada !anita
hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester
selanjutnya).
<osis
+ kali sehari 1 tablet (#$* mg).
"lasan penggunaan obat
;etildopa digunakan dengan dikombinasikan dengan nifedipine, hal ini
dilakukan karena tekanan darah yang tetap tinggi !alau sudah diberi
nifedipine yang kerjanya menurunkan tekanan darah dengan epat dan
efektif.
1#. &emobion
6omposisi
2etiap kapsul mengandungGJerrous Jumarate +-* mg, "sam Jolat 1,$ mg,
1itamin )1# 1$ meg, Calium Carbonat #** mg, Cholealiferol /** ;i,
"sam askorbat C$ mg ("nonim, #*1*).
5ndikasi
"nemia pada kehamilan dan menyusui, !anita hamil, anemia karena
kehilangan darah
"lasan
Pasien mengalami pendarahan sehingga anemia maka diobati hemobion
<osis obat
1** mg.hari
'fek samping
;ual, muntah, pusing.
"turan pemakaian
1A1 tablet, p.o, sesudah makan
;ekanisme
"nemia sering sekali dijumpai pada !anita hamil &asil terbaik pada
pengobatan diperoleh bila diberikan 8at besi, foli aid, dan 1itamin )1#.
&emobion mengandung ferrous fumarate, foli aid dan 1itamin )1# yang
sangat penting untuk pembentukan sel darah merah. 6ebutuhan alium
meningkat pada masa kehamilan dan defisiensi alium sering dijumpai
pada bayi yang baru lahir. Calium arbonate diubah menjadi bentuk yang
mudah larut di dalam usus sehingga mudah diabsorbsi. 2elain itu
&emobion mengandung holealiferol untuk meningkatkan absorbsi
alium dari usus. <engan demikian jumlah alium ukup tersedia untuk
memenuhi kebutuhan yang meningkat darijanin dan kemudian pada bayi.
"sorbi aid membantu mempertahankan 8at besi dalam bentuk ferro
yang lebih mudah diabsorbsi dari saluran penernaan "sorbi aid juga
memperbaiki metabolisme, menjamin pertumbuhan yang baik dari tulang
dan gigi, serta meningkatkan daya tahan tubuh. 9leh sebab itu da pat
meningkatkan daya tahan tubuh pada pasienyang lemah.
Te-,5i N.n F,-3,6.l.1i
1. <iet albumin. 6onsumsi putih telur dan makanan lain yang mengandung
albumin.
#. Jokus pada pelarangan berakti1itas berat
+. ;emberi moti1asi pada pasien
/. )ed rest (<ipiro, #**$).
MONITORING > KIE
;onitoring yang dilakukan menurut ;anuaba (1990) berupa G
1. ;elakukan pemeriksaan tekanan darah seara rutin pada saat pemeriksaan
kehamilan (antenatal are).
2. Pemeriksaan tinggi fundus uteri.
+. Pemeriksaan laboratorium rutin dianjurkan untuk menge1aluasi perubahan
kondisi hematologi, ginjal dan hati yang berpengaruh terhadap prognosis
dan hasil akhir kehamilan baik pada ibu maupun janin.
/. Pemeriksaan kenaikan berat badan atau edema.
$. Pemeriksaan protein urin.
6. Control perkembangan bayi melalui E2D juga perlu dilakukan untuk
memastikan pertumbuhan bayi tidak terhambat.
C. ;elakukan pemeriksaan ultrasonografi.
0. )ila keadaan ibu sudah membaik dan stabil, tetapkan suatu keputusan
apakah akan dilakukan terminasi kehamilan atau tindakan konser1atif
dengan mempertimbangan usia kehamilan dan keadaan janin.
KIE 9K.3uni6,si? In0.-3,si? 2,n E2u6,si:
6omunikasi, informasi, dan edukasi yang diberikan menurut ;Carthy (#**9)
yaitu G
1. ;enghindari stress dan menenangkan diri.
#. ;enghindari konsumsi garam dan dianjurkan memakan makanan bergi8i.
+. ;emberikan support mental pada pasien.
/. '1aluasi dari kontrol hipertensi untuk menapai hasil yang optimal.
$. 'dukasi mengenai peningkatan resiko preeklampsia, perubahan renana
obat dan gaya hidup.
-. Penjelasan mengenai efek pada target organ pasien yang sudah mengalami
kerusakan target organ.
'# H,sil Dis6usi
1. 6ombinasi nifedipine dan methyldopaP ;engapa nifedipine dipakai
padahal dia golongan CP
;enurut @&9 (#*11) nifedipine mempunyai efek menurunkan tekanan
darah lebih tinggi dibandingkan dengan hydrala8ine dan methyldopa.
;enurut jurnal dari #merican Heart #ssociation , penggunaan nifedipine
dapat dikombinasikan dengan methyldopa, selain dapat menurunan tekanan
darah juga mempunyai efek yang menguntungkan pada jantung, '6D, dan
fundus (Dua88i et all, #***).
#. Penggunaan <eAamethasoneP
;enurut 2ibai (#**+) penggunaan steroid yaitu deAamethasone untuk
!anita dengan usia kehamilan #/-+/ minggu diberikan kortikosteroid untuk
memperepat kematangan paru janin, dua suntikan harus diberikan #/ jam
terpisah, dan manfaat penuh dari pengobatan terjadi /0 jam setelah injeksi
pertama.
+. 6apan bayi dilahirkanP "pakah perlu dilakukan terminasi kehamilanP
;enurut @&9 (#*11) !anita dengan preelampsia berat, janin yang
masih hidup, dan umur kehamilan K +/ minggu, rekomendasi untuk
dilahirkan sangat rendah, keuali jika hipertensinya tidak terkendali,
meningkatnya disfungsi organ atau gerak janin sudah tidak ada.
:ika janin kurang dari +/ minggu kehamilan dan persalinan dapat
ditangguhkan, kortikosteroid harus diberikan, meskipun setelah #/ jam
pera!atan konser1atif harus difikirkan ulang. ;anajemen konser1atif pada
kehamilan sangat a!al dapat meningkatkan hasil perinatal tetapi harus hati-
hati dengan keselamatan ibu. 6elahiran harus ditentukan setelah
mempertimbangkan keadaan janin dan kondisi janin, bersama dengan
kemungkinan keberhasilan induksi persalinan setelah penilaian ser1iks.
Tahap ketiga harus dikelola dengan $ unit intramuskular 2yntoinon Q
("lliane) atau $ unit 2yntoinon intra1ena diberikan perlahan-lahan.
'rgometrine atau syntometrine Q ("liansi) tidak boleh diberikan untuk
penegahan perdarahan, karena hal ini dapat lebih meningkatkan tekanan
darah. Persalinan harus direnanakan dengan baik, dilakukan pada hari
terbaik, yang dilakukan di tempat yang terbaik, dengan rute terbaik dan
dengan dukungan tim terbaik. Penundaan )eberapa jam Rdalam persalinan
dapat membantu jika memungkinkan neonatal menjadi lebih teratur atau
untuk memba!a ibu ke tempat persalinan. &al ini dimaksudkan agar ibu
stabil sebelum persalinan.
)ayi direkommendasikan dilahirkan jika usia kehamilan ibu lebih dari
+/ minggu setelah keadaan ibu stabil dari preeklamsia. :ika kehamilan
kurang dari +/ minggu maka dapat diperpanjang sampai #/ jam, steroid
dapat diberikan untuk membantu pematangan pernafasan (paru) bayi
(4C9D, #**-).
/. 6enapa digunakan 2; #*% dan /* %P
6arena 2; #*% digunakan untuk dosis a!al diberikan seara 53 selama +-
$ menit, kemudian setelah - jam diberikan 2; /*% sebagai dosis
pemeliharaan, diberikan setiap - jam dan pemberian tidak boleh lebih dari
+ hari (;artono, #***).
$. 6enapa terjadi edemaP
'dema terjadi karena perubahan pada komposisi darah menyebabkan airan
menyelinap ke dalam jaringan lebih banyak. 2elain itu 4ahim yang sedang
membesar akan menekan pembuluh darah 1ena di daerah panggul dan
pembuluh 1ena utama di tubuh bagian kanan. Tekanan ini menyebabkan
kembalinya darah dari kaki ke jantung menjadi lebih lambat, sehingga
memakda airan dari 1ena masuk ke jaringan oto di pergelangan dan
telapak kaki.
-. 6enapa furosemide diberikan diakhir sajaP
Jurosemide digunakan hari terakhir karena 5ndeks 6eamanan Pada @anita
&amil termasuk dalam golongan C sehingga tidak digunakan setiap hari.
Penelitian pada he!an menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik
atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali
pada !anita atau penelitian pada !anita dan he!an belum tersedia. 9bat
seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan
terhadap bahaya potensial pada janin (@&9,#*11).
D,0/,- Pus/,6,
"hmed ;, #**0. Recent $rends in %anagement of Preeklampsia, Jaulty of
mediine "in 2hams Eni1ersity.
"nonim. #*1*. %"%& "ndonesia Petun'uk (onsultasi )disi *. PT )uana 5lmu
Populer. :akarta.
)lak, :oye ;. %edical &urgical Nursing + Clinical %anagement For Continuity
,f Care. @.) 2unders Company. 1999.
)obak, dkk. #**$. Buku #'ar (epera-atan %aternitas. 'DC. :akarta.
Committee 9pinion. #*11. #ntenatal Corticosteroid $herapy for Fetal
%aturation. The "merian Collage of 9bstetriians and Dyneologists.
@ashington. Committee 9pinion Bo. /C$.
Cunningham JC, Dant BJ, (ene1o 6:, Dilstrap (C, &auth :C, Hypertensi.e
disorders in pregnancy. 5n G @illiam 9bstetriks ##
nd
ed, Be! SorkG
;Dra! &illG #**$ G $-C--10.
<ipiro, :oseph T. et all. #**$. Pharmacoterapy+ # Phatophysiologic #pproach
&i/th )dition. ; Dro! &ill. Be! Sork.
Jishbah, Jranes. #**+. # %anual of 0aboratory and !iagnostic $ests 1
th
)ditio. (ippinott @illiams N @ilkins Publishers. Philadelphia.
Dua88i, ;. <. et all. &hort2and 0ong2$erm )fficacy of a Calcium2#ntagonistic
#gent 3Nifedipine4 Combined 5ith %ethyldopa in the $reatment of &e.ere
Hypertension. "merian &eart "ssoiation, C#C# Dreen1ille "1enue,
<allas.
6hedun, 2 ;., ;oodley, :., Baiker, T, and ;aharaj, ). 199C. !rug %anagement
of Hypertensi.e !isorders of Pregnancy. Eni1ersuty of Batal ;edial
2hool, <urban, 2outh "fria. Pharmaol. Ther. 3ol. C/, Bo. # pp. ##1-
#$0.
(ay, CJ, "mstrong ((. Doldman ;P. (ane ((.#**-. !rug "nformation
Handbook.67 edition, (eAi omp. Borth "meria.
(e1eno, 6enneth :., et all. #**+. ,bstetri 5illiams Panduan Ringkas. 'DC.
:akarta.
;ansjoer, ". #**1. (apita &elekta (edokteran. ;edia "esulapius. :akarta.
;anuaba, 5da )agus Dede. 1990. "lmu (ebidanan, Penyakit kandungan 8
(eluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan, 'ditorG 2eria!an, 'd. 5.
'DC. :akarta.
;arnoto, )@. #***. %asalah Bayi dari "bu Penderita 9estosis. dalam:
Pusponegoro $. )PH 9estosis. Enit Perinatologi-"nak.42") &arapan
6ita. :akarta.
;Carthy JD, 6enny (C, &mCarthy JD, 6enny (C. #**9. Hypertension in
Pregnancy. Current ,tretrics 8 9ynaecologyF 1-(+) G +1$ -+#*.
;ihael, Coppage 6, 2ibai ), %anagement of se.ere preeklampsia, in
Preeklampsia )tiology and Clinical Practise editor (yall J, )elford ;,
Cambridge Eni1ersity Press, #**C. (yall, JionaF and )elfort,. Pre-
elampsia. Cambridge Eni1ersity Press, #**1. Cambridge )ooks 9nline.
Cambridge Eni1ersity Press. *C "pril #*1+.
httpG..dA.doi.org.1*.1*1C.C)99C0*$11$/$-+/
Pra!irohardjo, 2. #**0. "lmu (ebidanan )disi (eempat. S)P-2P. :akarta.
4oyal Collage of 9bstetriians and Dynaeologist. #**-. $he %anagement of
&e.ere Pre2clampsia:)clampsia. 2etting 2tandart to 5mpro1e @omenTs
&ealth. Duidlile no. 1* (").
2ibai, )aha ;. #**+. !iagnosis and %anagement of 9estasional Hypertension
and Preeclampsia. The "merian College of 9bstetriians and
Dyneologists.. 1*#(1)G100.
2imanjuntak :4, ).aluasi (ematian %aternal Penderita Preeklampsia Berat di
R&;! !r.Pirngadi %edan tahun 6**<26**1 %edan, Jakultas
6edoketeran Eni1ersitas 2umatera Etara. Tesis. 1999.
@&9. #*11. 5H, Recommendations for Pre.ention and $reatment of Pre2
eclampsia and )clampsia. @orld &ealth 9rgani8ation "1enue "ppia #*,
C&-1#11 Dene1a #C, 2!it8erland.
@iknjosastro, &. 1999. Pre2eklampsi Berat. "lmu (andungan edisi ketiga.
Sayasan )ina Pustaka 2ar!ono Pra!irohardjo. :akarta. #01-+*0.