Anda di halaman 1dari 6

ANALISIS PUTUSAN

Nomor : 1346/PID.B/2013/PN.BDG

I Data Umum
Tanggal pendaftaran : Rabu, 13 November 2013
Jenis perkara : Pencurian
No. urut : 44
Nomor perkara : 1346/PID.B/2013/PN.BDG
Jaksa Penuntut Umum : Melur K,SH
Terdakwa : 1. Aris Susanto Bin Toto
Jl. Terusan PSM Kp. Lemah Hegar No. 45 Rt 07 Rw.04 Kel.
Sukapura Kec. Kiara Condong Kota Bandung
2. Rian Permana Bin Yanto Sadar
Jl. terusan PSM Kp. Lemah hegar No. 45 Rt.07 Rw.04 Kel.
Sukapura kec. Kiara Condong Kota Bandung
Petitum : Bahwa para terdakwa hari Selasa tgl. 03 September 2013 di Jl.
Lengkong Besar Kel. Paledang kec. Lengkong Kota Bandung.
Melakukan tindak pidana pencurian
Primair : Ps. 365 ayat 2 ke-2 KUHP Jo Ps. 53 KUHP
Subsidair : Ps. 363 ayat 1 Ke-3,4,5 KUHP Jo Ps. 53 KUHP
II Penetapan
Tanggal penetapan Majelis Hakim : Rabu, 13 November 2013
Majelis Hakim : Hakim Ketua : PINTA ULI BR TARIGAN
Hakim Anggota 1 : DWI SUDARYONO.
Hakim Anggota 2 : DJOKO INDARTO
Panitera Pengganti : YUSUF






III Jadwal Sidang


IV Putusan Akhir
Tanggal putusan : Senin, 23 Desember 2013
Status Putusan : Terdakwa 1 Aris Susanto Bin Toto
Terdakwa 2 Rian Permana Bin Yanto Sadar
Dipidana Penjara (8 bulan)
Amar Putusan :
MENGADILI
1. Menyatakan para Terdakwa I. Aris Susanto Bin Toto dan Terdakwa II. Rian Permana Bin
Yanto Sadar, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah mekalukan tindak pidana
"Percobaan pencurian dengan kekerasan atau ancaman kekerasan yang dilakukan oleh dua
orang atau lebih dengan bersekutu" ;
2. Menjatuhkan pidana terhadap para Terdakwa tersebut dengan pidana penjara masing -
masing selama 8 (delapan) Bulan. ;
3. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh para Terdakwa dikurangkan
seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. ;
4. Memerintahkan agar para Terdakwa tetap berada dalam tahanan ;
5. Memerintahkan barang bukti berupa :
1 (satu) unit sepedah motor Yamaha warna biru putih Nomor polisi D-4864-DO
beserta surat tanda Nomor Kendaraan, dikembalikan kepada pemiliknya yaitu Toto
(Ayah kandungt Terdakwa I) melalui Terdakwa I.
No Tanggal Jam Agenda Ruangan Alasan Ditunda Keterangan
1 25/11/2013 09:00 Dakwaan Dan Saksi Ruang Sidang V Untuk Pemeriksaan
Terdakwa

2 02/12/2013 09:00 Pemeriksaan Terdakwa Ruang Sidang V Untuk Tuntutan
3 09/12/2013 09:00 Tuntutan Ruang Sidang V Untuk Putusan
4 16/12/2013 09:00 Putusan Ruang Sidang V Untuk Putusan
5 23/12/2013 09:00 Putusan Ruang Sidang V Putus
1 (satu) obeng gagang warna kuning.
1 (satu) buah Handphone merk Samsung galaxy ace 1, dikembalikan kepada
pemiliknya An. Saksi korban Hendro suyadi
6. Menghukum para Terdakwa untuk membayar biaya perkara masing - masing sebesar Rp.
3000,- (tiga ribu rupiah) ;
Pasal 363 KUHP
Bunyi Pasal : (1) Diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun:
ke-1. pencurian ternak;
ke-2. pencurian pada waktu ada kebakaran, letusan banjir, gempa bumi, atau gempa laut,
gunung meletus, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara,
pemberontakan atau bahaya perang;
ke-3. pencurian di waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada
rumahnya, yang dilakukan oleh orang yang adanya di situ tidak diketahui atau tidak di
kehendaki oleh yang berhak;
ke-4. pencurian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu;
ke-5. pencurian yang untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan, atau untuk sampai pada
barang yang diambilnya, dilakukan dengan merusak, memotong atau memanjat atau dengan
memakai anak kunci palsu. perintah palsu atau pakaian jabatan palsu.
(2) Jika pencurian yang diterangkan dalam ke-3 disertai dengan salah satu tersebut ke-4
dan 5, maka dikenakan pidana penjara paling lama sembilan tahun.
Pasal 365 KUHP
Bunyi Pasal : (1) Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun, pencurian
yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, terhadap
orang, dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pencurian, atau dalam hal
tertangkap tangan, untuk memungkinkan melarikan diri atau peserta lainnya, atau untuk tetap
menguasai barang yang dicurinya.
(2) Diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun:
Ke-1 jika perbuatan dilakukan pada waktu malam dalam sebuah
rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya, di jalan umum, atau dlam kereta
apinatau trem yang sedang berjalan;
Ke-2 jika perbuatan dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu;
Ke-3 jika masuknya ke tempat melakukan kejahatan, dengan merusak atau memanjat atau
dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu;
Ke-4 jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat.
(3) Jika perbuatan mengakibatkan mati, maka dikenakan pidana penjara paling lama lima
belas tahun.
(4) Diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu
tertentu paling lama dua puluh tahun, jika perbuatan mengakibatkan luka berat atau mati dan
dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu, pula disertai oleh salah satu hal yang
diterangkan dalam no.1 dan 3.
Unsur-unsur yang terdapat pada pasal-pasal tersebut antara lain :
Unsur Objektif

1. Unsur perbuatan mengambil (wegnemen)
Dari adanya unsur perbuatan yang dilarang mengambil ini menunjukkan bahwa pencurian
adalah berupa tindak pidana formil. Mengambil adalah suatu tingkah laku positif/perbuatan
materiil, yang dilakukan dengan gerakan - gerakan otot yang disengaja yang pada umumnya
dengan menggunakan jari - jari dan tangan yang kemudian diarahkan pada suatu benda,
menyentuhnya, memegangnya, dan mengangkatnya lalu membawa dan memindahkannya ke
tempat lain atau ke dalam kekuasaannya. Berdasarkan hal tersebut, maka mengambil dapat
dirumuskan sebagai melakukan perbuatan terhadap suatu benda dengan membawa benda
tersebut ke dalam kekuasaannya secara nyata dan mutlak (Lamintang, 1979:79-80).
Unsur berpindahnya kekuasaan benda secara mutlak dan nyata adalah merupakan syarat
untuk selesainya perbuatan mengambil, yang artinya juga merupakan syarat untuk menjadi
selesainya suatu pencurian secara sempurna.Sebagai ternyata dari Arrest Hoge Raad (HR)
tanggal 12 Nopember 1894 yang menyatakan bahwa "perbuatan mengambil telah selesai, jika
benda berada pada pelaku, sekalipun ia kemudian melepaskannya karena diketahui".

2. Unsur Benda
Pada mulanya benda - benda yang menjadi objek pencurian ini sesuai dengan keterangan
dalam Memorie van Toelichting (MvT) mengenai pembentukan pasal 362 KUHP adalah
terbatas pada benda - benda bergerak (roerend goed). Benda - benda tidak bergerak, baru
dapat menjadi objek pencurian apabila telah terlepas dari benda tetap dan menjadi benda
bergerak, misalnya sebatang pohon yang telah ditebang atau daun pintu rumah yang telah
terlepas/dilepas.
Benda bergerak adalah setiap benda yang berwujud dan bergerak ini sesuai dengan unsur
perbuatan mengambil.Benda yang kekuasaannya dapat dipindahkan secara mutlak dan nyata
adalah terhadap benda yang bergerak dan berwujud saja.Benda bergerak adalah setiap benda
yang menurut sifatnya dapat berpindah sendiri atau dapat dipindahkan (pasal 509
KUHPerdata).Sedangkan benda yang tidak bergerak adalah benda - benda yang karena
sifatnya tidak dapat berpindah atau dipindahkan, suatu pengertian lawan dari benda bergerak.

3. Unsur sebagian maupun seluruhnya milik orang lain
Benda tersebut tidak perlu seluruhnya milik orang lain , cukup sebagian saja, sedangkan yang
sebagian milik petindak itu sendiri. Seperti sebuah sepeda milik A dan B, yang kemudian A
mengambilnya dari kekuasaan B lalu menjualnya. Akan tetapi bila semula sepeda tersebut
telah berada dalam kekuasaannya kemudian menjualnya, maka bukan pencurian yang terjadi
melainkan penggelapan (pasal 372). Siapakah yang diartikan dengan orang lain dalam unsur
sebagian atau seluruhnya milik orang lain? Orang lain ini harus diartikan sebagai bukan si
petindak. Dengan demikian maka pencurian dapat pula terjadi terhadap benda - benda milik
suatu badan misalnya milik negara.Jadi benda yang dapat menjadi objek pencurian ini
haruslah benda - benda yang ada pemiliknya. Benda - benda yang tidak ada pemiliknya tidak
dapat menjadi objek pencurian.

Unsur Subjektif

1. Maksud untuk memiliki
Maksud untuk memiliki terdiri dari dua unsur, yakni pertama unsur maksud (kesengajaan
sebagai maksud atau opzet als oogmerk), berupa unsur kesalahan dalam pencurian, dan kedua
unsur memiliki.Dua unsur itu dapat dibedakan dan tidak terpisahkan. Maksud dari perbuatan
mengambil barang milik orang lain itu harus ditujukan untuk memilikinya.Dari gabungan dua
unsur itulah yang menunjukkan bahwa dalam tindak pidana pencurian, pengertian memiliki
tidak mensyaratkan beralihnya hak milik atas barang yang dicuri ke tangan petindak, dengan
alasan, pertama tidak dapat mengalihkan hak milik dengan perbuatan yang melanggar
hukum, dan kedua yang menjadi unsur pencurian ini adalah maksudnya (subjektif) saja.
Sebagai suatu unsur subjektif, memiliki adalah untuk memiliki bagi diri sendiri atau untuk
dijadikan sebagai barang miliknya. Apabila dihubung kan dengan unsur maksud, berarti
sebelum melakukan per buatan mengambil dalam diri petindak sudah terkandung suatu
kehendak (sikap batin) terhadap barang itu untuk dijadikan sebagai miliknya.

2. Melawan hukum
Maksud memiliki dengan melawan hukum atau maksud memiliki itu ditujukan pada melawan
hukum, artinya ialah sebelum bertindak melakukan perbuatan mengambil benda, ia sudah
mengetahui, sudah sadar memiliki benda orang lain (dengan cara yang demikian) itu adalah
bertentangan dengan hukum. Berhubung dengan alasan inilah, maka unsur melawan hukum
dalam pencurian digolongkan ke dalam unsur melawan hukum subjektif.

Pencurian dalam tindak pidana pencurian dengan unsur memberatkan mempunyai arti
yang sama dengan pencurian dalam bentuk pokok, akan tetapi pencurian itu ditambah unsur
lain yang telah tercantum pada pasal 363 KUHP yang bersifat memberatkan pelaku, sehingga
ancaman pidananya lebih berat dari pidana pencurian dalam bentuk pokok, yaitu pidana
penjara selama-lamanya tujuh tahun. Dari ketentuan pasal 363 KUHP ini dapat dilihat,
Ahmad juga melanggar ketentuan pasal 363 ayat (3) KUHP, yang berbungi :
pencurian pada waktu malam hari dalam sebuah rumah atau perkarangan tertutup yang ada
rumahnya, yang dilakukan oleh orang yang ada disitu tidak diketahui atau tidak dikehendaki
oleh yang berhak.
B. LOCUS DELICTI
Locus delicti ini berkaitan dengan hukum pidana mana yang diberlakukan serta kompetensi
relatif pengadilan. Hukum pidana yang diberlakukan adalah hukum pidana Indonesia, sebab
peristiwa pidana ini terjadi di wilayah Indonesia. Hal ini berkaitan dengan asas teritorial.
Sedangkan kompetensi relatif pengadilan berkaitan dengan pengadilan mana yang berhak
mengadili kasus ini. Untuk kasus tersebut, dengan menggunakan teori perbuatan fisik, maka
pencurian tersebut berhak diadili oleh Pengadilan Negeri Bogor, karena pada kasus ini yang
terjadi adalah delik formil, yaitu pencurian, di mana delik dikatakan selesai terjadi pada saat
pencurian tersebut selesai dilakukan.
C. TEMPUS DELICTI
Peristiwa pidana ini menggunakan teori perbuatan fisik karena merupakan delik formil yang
merumuskan tentang perbuatan, terjadi pada hari Selasa tgl. 03 September 2013 pada
pukul 21.40 WIB.