Anda di halaman 1dari 22

Skenario

Laki-laki usia 80 tahun datang ke UGD dengan keluhan mata kanan merah buram
tiba-tiba disertai rasa sakit hebat. Yang sangat dirasakan penderita adalah rasa sakit yang
hebat, mata terasa mau copot, kepala disekitar mata berdenyut hebat. Kedua mata tidak dapat
melihat elas seak ! tahun lalu, mata kanan lebih berat. "emeriksaan# $D %&0'(0, nadi
8)*'menit, ++ ,,'menit, a-ebris. .-talmologis# /isus .D %'&00, $0. 1222'palpasi, ineksi
siliar 324, kornea agak sedikit keruh, samar-samar 5.6 dalam dengan cairan keputihan di
seluruh 5.6, pupil samar-samar tampak, diameter 7 mm, lensa keputihan, o-talmoskopi
tidak tembus. .8 /isus !')0, lensa agak keruh, o-talmoskopi samar-samar kesan baik.
Pendahuluan
Katarak merupakan setiap kekeruhan yang teradi pada lensa karena hidrasi lensa,
denaturasi protein lensa, ataupun kedua-duanya. "enyakit ini biasanya mengenai kedua mata
dan beralan progresi- ataupun tidak mengalami perubahan dalam 9aktu yang lama. Katarak
merupakan penyakit pada usia lanut'senilis 3sesudah usia :0 tahun4 namun dapat uga
congenital 3teradi sebelum usia % tahun4 atau u/enile 3teradi sesudah usia % tahun4, maupun
penyulit penyakit mata lokal menahun, dan dapat berhubungan dengan penyakit intraocular
lainnya.
%
"ada makalah ini akan dibahas mengenai katarak senilis. 8alah satu komplikasi
dari katarak senilis adalah glaukoma -akolitik
Glaukoma -akolitik teradi pada onset glaukoma sudut terbuka karena adanya
kebocoran pada katarak matur atau hipermatur 3arang pada katarak immatur4
Glaukoma -akolitik pertama kali dikenali oleh ;locks et al pada tahun %(::.
;rekuensi teradinya glaukoma -akolitik arang ditemukan di negara-negara mau, hal ini
karena banyaknya pusat pelayanan kesehatan mata dan adanya kesadaran dari penderita
terhadap penyakit ini. Glaukoma -akolitik lebih sering teradi di negara-negara berkembang,
termasuk 0ndonesia, dimana penanganan katarak sering terlambat sampai pada stadium
hipermatur yang belum ditangani. "ada sebuah studi di 0ndia dilaporkan %%: kasus glaukoma
-akolitik dari ,7.07& penderita dengan katarak.
Anamnesis
"endekatan 8ecara Umum
Keluhan utama digolongkan menurut lama, -rekuensi, intermitensinya, dan cepat
timbulnya. Lokasi, berat, dan keadaan lingkungan saat timbulnya uga penting demikian uga
setiap geala tambahan. .bat-obat mata yang digunakan sekarang dan penyakit- penyakit
1
yang lalu maupun sekarang, dicatat. Dibuat ringkasan semua geala mata yang berhubungan
dengan lainnya.
+i9ayat kesehatan lalu berpusat pada keadaan kesehatan umum dan bila ada, penyakit
sistemik penting. Gangguan /askuler yang biasa menyertai mani-estasi mata, seperti diabetes
dan hipertensi harus ditanyakan secara spesi-ik. 8eperti halnya ri9ayat medik umum harus
mencakup obat-obat mata yang sedang dipakai. +i9ayat mata harus mencantumkan obat-obat
sistemik pasien ini menunukkan keadaan kesehatan umum. Dan dapat mencakup obat-obat
yang mempengaruhi kesehatan mata, seperti kortikosteroid. 8etiap alergi obat harus dicatat.
+i9ayat keluarga berhubungan dengan gangguan mata seperti strabismus, ambliopia,
glaukoma,katarak, dan masalah retina seperti ablatio retina, atau degenerasi makula. "enyakit
medik seperti diabetes uga rele/an.
"emahaman dasar tentang simtomatologi mata diperlukan agar dapat melakukan
pemeriksaan mata dengan benar. Geala mata dapat dibagi menadi tiga kategori dasar#
kelainan pengliihatan, kelainan penampilan dan kelainan sensasi mata seperti nyri dan sakit.
Geala dan keluhan harus selalu terinci lengkap apakah a9al penyakit berlangsung
berangsur,cepat atau asimptomatik< =isalnya apakah kabur pada mata sebelah tidak
diketahui sampai mata sebelahnya tanpa sengaa ditutup< 6pakah durasinya singkat atau
menetap hingga kunungan kali ini< >ika gealanya hilang timbul berapa sering< 6pakah
lokasinya setempat atau di-us, apakah unilateral atau bilateral. 6khirnya apakah deraat geala
pada pasien ringan, sedang, ataupun berat<
"erlu pula ditetapkan tindakan pengobatan apa yang telah dialankan dan apa
hasilnya. 6pakah pasien menyebut keadaan yang memicu atau memperberat geala itu<
6pakah keadaan serupa pernah teradi sebelumnya dan apakah ada geala tambahan lainnya<
6namnesis yang teliti sangat penting dalam menentukan perkembangan dan gangguan
-ungsional dalam penglihatan akibat katarak dan dalam mengidenti-ikasi kemungkinan
penyebab lain untuk opasiti lensa. 8eorang pasien dengan katarak senilis sering menyaikan
dengan ri9ayat kerusakan progresi- bertahap dan gangguan penglihatan. "enyimpangan
/isual seperti ber/ariasi tergantung pada enis ini katarak pada pasien. ?iasanya pasien
mengeluhkan penglihatannya dihalangi oleh kabut asap.
Keluhan yang paling umun yang dapat diperoleh dari anamnesis adalah penurunan
ketaaman penglihatan. Keluhan silau atau glare termasuk seluruh spectrum dari penurunan
sensiti/itas kontras terhadap cahaya terang lingkungan atau silau pada siang hari hingga silau
ketika mendekat ke lampu pada malam hari. =yopic shi-t yang teradi seiring dengan
perkembangan katarak dapat meningkatkan daya diopteric yang menimbulkan miopia deraat
2
sedang hingga berat. 8ebagai akibatnya, pasien presbiop melaporkan peningkatan penglihatan
dekat mereka dan kurang membutuhkan kaca mata baca. "adangan ganda 3bayangan sekilas
atau bayangan hantu4 uga sering dilaporkan pada pasien katarak. Ukuran kacamata yang
sering berubah uga merupakan temuan yang penting pada anamnesis.
$erkadang, perubahan nuklir terkonsentrasi di lapisan dalam lensa, dihasilkan di
daerah re-ractile di tengah lensa, yang sering dipandang terbaik dalam re-leks merah oleh
retinoscopy atau o-talmoskopi langsung.
,
"asien dengan glaukoma phacolytic biasanya memiliki ri9ayat kehilangan
penglihatan lambat selama berbulan-bulan atau tahun sebelum onset akut rasa sakit,
kemerahan, dan kadang-kadang lebih lanut penurunan /isus. "ersepsi cahaya tidak akurat
karena densitas katarak. Gealanya sama dengan glaukoma sudut tertutup akut. +i9ayat
kehilangan penglihatan perlahan karena katarak yang telah lanut, sebelum adanya onset
geala akut.
Pemeriksaan fisik
Katarak
Untuk katarak, pemeriksaan -isik yang dilakukan adalah#
8istemik
5arilah kelainan sistemik yang mungkin mempengaruhi mata dan
perkembangan katarak.
=ata
@arus diketahui bah9a berdasarkan posisi anatomis kelainan opasitas,
katarak senilis dibedakan menadi#
Kortikal 3gambar %a, b, dan c4
Dapat melibatkan korteks anterior, posterior, maupuan ekuatorial.
.pasitas dimulai sebagai celah dan /akuola diantara serat-serat lensa
akibat hidrasi korteks. ?ila berlanut dapat membentuk kunei-orm
3wedge-shaped4 atau spikula 3radial spoke-like/club shape), yang
sering pada kuadran in-eronasal. ?iasanya bilateral namun dapat uga
3
unilateral.
:
Keluhan yang sering adalah silau karena adanya di/ergensi
cahaya.
)
1ukleus 3gambar %d4
Dimulai sebagai perubahan berlebih dari degenerasi akibat penuaan
yang biasanya, dan meliputi nukleus lensa. 8ering dikaitkan dengan
myopia akibat peningkatan indeks bias nukleus serta dengan
meningkatnya aberasi s-eris. .rangtua dapat mengalami -enomena
second sight. 8klerosis nukleus pada tahap a9al ditandai dengan
adanya pe9arnaan kuning akibat deposisi urokrom yang bila lanut
nukleus akan ber9arna coklat. Kelainan ini lebih bagus dilihat dengan
biomikroskopi slitlamp oblik dan bukan transiluminasi.
8ubkapsular 3gambar %e4
Katarak subkapsular anterior terletak persis di belakang kapsul lensa
dan berhubungan dengan metaplasia -ibrosa dari epitel lensa. .pasitas
subkapsular posterior terletah persis di depan kapsul posterior dan
memiliki gambaran /akuola, granula, atau plak pada pemeriksaan
biomikroskopi slitlamp oblik dan nampak hitam pada transiluminasi.
.pasitas subkapsular posterior memiliki e-ek yang lebih menonol
pada penglihatan daripada katarak nukleus atau kortikal yang
sederaat.
)
?iasanya menimbulkan gangguan penglihatan pada stadium
a9al karena melibatkan aksis /isual.
:
Gangguan penglihatan arak
dekat lebih sering teradi daripada arak auh dan biasanya pasien tidak
kuat menerima cahaya yang terang 3karena menyebabkan pupil miosis4
misalnya cahaya dari lampu mobil dan sinar matahari.
)
Keadaan ini
dapat disebabkan uga karena trauma, kortikosteroid 3topical'sistemik4,
in-lamasi, atau paparan ionizing radiation.
:
4
Untuk menentukan penyakit katarak. harus dilakukan pemeriksaan mata secara lengkap
"emeriksaan /isus
8ebaiknya dilakukan paling pertama, guna mengui penglihatan arak dekat dan auh
serta melihat apakah kekeruhan sebanding dengan turunnya /isus. "ada katarak
kortikal posterior, teradi penurunan /isus yang akan membaik bila berada di tempat
gelap.
%
"emeriksaan sinar celah 3slitlamp4, oblique penlight
5
Gambar 1. Pembagian katarak senilis berdasarkan posisi anatomis kelainan opasitas
Sumber: Vaughan & Asbur!s general ophthalmolog" 1#
th
ed
"emeriksaan sinar secara oblik akan terlihat pupil yang ber9arna putih atau abu-abu
dan bukan hitam.
7
;unduskopi pada kedua mata 3bila mungkin4
.pasitas lensa akan terlihat sebagai 9arna hitam pada re-leks -undus 3gambar ,4,
paling elas terlihat pada arak %: cm.
7
1er/us optikus dan retina mungkin dapat
ditemukan sebagai penyebab gangguan penglihatan yang dialami pasien.
$onometri
"emeriksaan tanometri dilakukan untuk mengetahui tekanan intraokuler,
tekanan intraokuler yang tinggi merupakan salah satu tanda teradinya glaukoma.
"emeriksaan prabedah
"emeriksaan prabedah pada kutub posterior guna menentukan adanya patologi
sangat menentukan prognosis pasca bedah 3misalnya edema macula, degenerasi
macula akibat usia4. 8elain itu, pemeriksaan re-raksi perlu dilakukan pada kedua mata
bila direncanakan akan dipasang lensa intraocular 3intraocular lense'0.L4, dimana
kekuatan lensa 0.L harus kompatibel dengan gangguan re-raksi mata sebelahnya
guna menghindari komplikasi seperti anisometropi post-operati-.
0ntergritas kornea 3terutama lapisan endotel4 perlu ditelusuri baik-baik melalui
pachymetry dan specular microscopy guna memperkirakan morbiditas kornea pasca
pembedahan serta untuk mempertimbangkan untung-ruginya prosedur ekstraksi
katarak.
&
Glaukoma -akolitik
$
Gambar 2. %e&leks &undus pada katarak" terdapat opasitas
'arna hitam pada lensa
Sumber: Sumber: A (lini(al te)tbook o& ophthalmolog: a
pra(ti(al guide to disorders o& the ees and their
8edangkan pemeriksaan yang dilakukan pada kasus glaucoma -akolitik adalah
$onometri
$0. biasanya meningkat drastic.
),8
Slitlamp
Didapat edema kornea dengan mikrokista, dan pada 5.6 didapat flare
yang menonol, makro-ag, agregat material putih 3gambar &4 yang dapat
menadi pseudohipopion, dan partikel-partikel iridescent atau
hyperrefringent. Dapat diperoleh kristal kalsium oksalat dan kolesterol
yang dikeluarkan dari lensa yang berdegenerasi katarak.
!,)
$idak
ditemukan adanya presipitat keratik tipikal. >uga ditemukan katarak
hipermatur dengan 5.6 yang dalam.
!
Dapat diperoleh ineksi siliar.
8
"emeriksaan kapsul anterior
Kapsul anterior lensa biasanya berbintik-bintik putih yang halus 3diduga
merupakan agregat sel lensa yang tak larut4, di mana kapsul lensa secara
kasar tetap intak.
!,8
?intik serupa dapat ditemukan uga pada akueus.
8
Gonioskopi
"ada gonioskopi dapat ditemukan sudut iridokorneal yang terbuka, di
mana dapat terlihat keseluruhan dari trabecular meshwork, sclera spur,
dan prosesus iris. 8edangkan bila yang terlihat hanya garis 8ch9albe atau
hanya bagian kecil dari trabecular meshwork berarti sudutnya sempit, dan
bila garis 8ch9albe pun tak terlihat berarti sudutnya tertutup.
:
#
Gambar 3 . Glaukoma &akolitik pada katarak hipermatur
dengan makro&ag pemakan protein lensa ang mengapung di
akueus
;unduskopi
"ada glaucoma pada umumnya, teradi kerusakan sara- optic yang berupa
atro-i papil sara- optic, disebabkan karena berkurangnya serabut sara- optic
yang menyusun optic rim sehingga optic rim mengecil. 8elain itu
didapatkan pula 5D ratio 0,) 3normalnya 0,,-0,:4. Kerusakan sara- optic
ini menyebabkan gangguan lapang pandang dan beralan secara perlahan
sampai akhirnya teradi kebutaan total.
,
"erimetri
?erguna untuk mengukur lapang pandang pasien, dan bersama dengan
penampilan dari optic disc merupakan metode utama guna mengetahui
kerusakan ner/us optikus akibat glaucoma guna untuk tuuan diagnosis
maupun untuk follow-up.
7
Pemeriksaan Penujang
"emeriksaan penunang untuk katarak pada umumnya dilakukan untuk persiapan bedah agar
pembedahan dapat beralan dengan baik tanpa adanya komplikasi pasca bedah. ?eberapa
pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah#
"emeriksaan laboratorium
"emeriksaan ini dituukan sebagai persiapan prabedah guna melihat adanya penyakit lain
seperti D=, kelainan antung, hipertensi, dll. 6danya trombositopenia prabedah dapat
meningkatkan resiko pendarahan saat pembedahan sehingga harus diketahui sebelum
pembedahan.
"emeriksaan radiologi
"encitraan mata 3misalnya U8G, 5$, =+04 digunakan untuk mengetahui adanya kelainan
kutub posterior bola mata yang sulit dilihat pada -unduskopi akibat terhalang kekeruhan
lensa. "emeriksaan ini penting guna mengatur perencanaan operasi dan mendapatkan
gambaran prognosis pasca pembedahan yang lebih baik.
*
8edangkan untuk pemeriksaan pada glaukoma -akolitik adalah "emeriksaan
histologis# diagnostik parasentesis menunukkan adanya makro-ag yang bengkak dengan
materi lensa di dalamnya.
&

Gambar !# =icroscopy o- the aspirate at the time o- cataract e*traction o- a patient 9ith phacolytic glaucoma sho9s round, regular cells
9ith -oamy cytoplasm consistent 9ith macrophages 3A4. 6 leukocyte 39hite arro94 and an erythrocyte 3black arro94 also are seen 3B%)04.
+eproduced -rom > Korean .phthalmol 8oc ,000 8epC!%3(4# 5opyright D ,000, Korean .phthalmological 8ociety. 6ll rights reser/ed.
8umber# http:++emedi(ine.meds(ape.(om+arti(le+12,4*14-'orkup
Diagnosis Banding
Glaukoma sudut tertutup
Glaukoma sudut tertutup teradi apabila terbentuk iris bombe yang menyebabkan
sumbatan sudut kamera anterior oleh iris peri-er. @al ini menymbat aliran humor
akueus dan tekanan intraocular meningkat dengan cepat, meimbulkan nyeri hebat,
kemerahan, dan kekaburan penglihatan. Glaucoma sudut tertutup teradi pada mata
yang sudah mengalami penyempitan anatomic sudut kamera anterior 3diumpai
terutama pada hipermetrop4.
!
Gambar :# Glaukoma sudut
tertutup
8umber #
http:++medi(astore.(om+penakit+$$+Glaukoma.html
.
Gambar )# Glaukoma sudut tertutup
sumber# http#''999.aa-p.org'a-p',00&0:0%'%(&7.html
Glaukoma -akomor-ik
=erupakan glaucoma sudut tertutup sekunder akut yang dicetuskan oleh lensa yang
mengalami katarak intumescent, di mana Eonula Finn sudah melemah akibat
pertumbuhan lensa secara ekuatorial 3yang diakibatkan penuaan4 menyebabkan
1,
peningkatan kontak iridolentikular sehingga teradi blockade pupil'iris bomb.
=ekanisme ini menyebabkan penyempitan sudut bilik anterior dan peningkatan
tekanan intraokuler. Gambaran klinis meliputi katarak asimetris dengan mata yang
berla9anan menunukkan sudut bilik anterior yang dalam.
Lens-induced uveitis'glaukoma -akoana-ilaktik
Disebabkan adanya pembentukan antibody terhadap protein lensa setelah cairan lensa
bocor ke 5.6, di mana keadaan ini uga mungkin merupakan suatu komplikasi dari
glaucoma -akolitik, atau teradi setelah trauma penetrans atau ekstraksi katarak.
!,8
8ecara histopatologi, terdapat in-lamasi granular pada lensa dengan adanya "=1,
lim-osit, sel epiteloid, dan sel raksasa, di mana peradangan akan melibatkan trabecular
mesh9ork dan menyebabkan peningkatan $0..
8
?erbeda dengan glaucoma -akolitik,
pada glaucoma ini terdapat presipitat keratik dan kapsul lensa tidak intak.
!
$erapi
yang dilakukan adalah dengan mengendalikan $0. dengan diuretik osmotic 3misalnya
diamo*, manitol4, kortikosteroid untuk menangani u/eitisnya, dan ekstraksi lensa.
7
Diagnosis Kerja
Diagnosis kera dari pasien pada scenario ini adalah glaucoma -akolitik 3et causa
katarak senilis4 pada oculo de*tra dan katarak imatur pada oculo sinistra, di mana diagnosis
ini dibuat berdasarkan geala dan hasil pemeriksaan -isik mata yang ditemukan, dan tidak
semata-mata terpatok oleh adanya suatu kriteria diagnosis. Geala serta penemuan -isik mata
yang mengarah kepada diagnosis glaucoma -akolitik pada oculo de*tra adalah adanya mata
merah, rasa sakit hebat serasa mau copot, buram tiba-tiba, dan kepala sekitar mata berdenyut
hebat, mata tidak dapat melihat elas seak ! tahun lalu, /isus %'&00, $0. 1222, ineksi siliar,
kornea agak keruh, 5.6 dan lensa keputihan, o-talmoskopi tidak tembus. Glaukoma
-akolitik pada kasus ini kemungkinan disebabkan oleh katarak hipermatur karena sudah
terlihat adanya kebocoran lensa yang ditandai dengan 5.6 yang samar-samar putih namun
belum ditemukan adanya subluksasi atau doislokasi lensa. 8edangkan pada oculo sinistra,
adanya penglihatan yang tidak elas seak ! tahun lalu serta didapatnya penurunan /isus dan
lensa yang agak keruh menandakan bah9a lensa belum sepenuhnya opak, sehingga
kemungkinan mengarah pada diagnosis katarak senilis imatur.
(
11
Patofisiologi
Glaukoma -akolitik paling sering di sebabkan oleh katarak senilis yang tidak di
tangani secara tepat dan cepat.
"ato-isiologi teradinya katarak senilis cukup rumit dan belum sepenuhnya dipahami.
1amun kemungkinan, patogenesis penyakit ini melibatkan banyak -aktor. 8emakin
bertambah usia lensa, maka akan semakin tebal dan berat sementara daya akomodasinya
semakin melemah. Ketika lapisan kortikal bertambah dalam pola yang konsentris, nukleus
sentral tertekan dan mengeras, disebut nuklear sklerosis. 6da banyak mekanisme yang
memberi kontribusi dalam progresi-itas kekeruhan lensa. Gpitel lensa berubah seiring
bertambahnya usia, terutama dalam hal penurunan densitas 3kepadatan4 sel epitelial dan
penyimpangan di-erensiasi sel serat lensa 3 lens -iber cells4. Halaupun epitel lensa yang
mengalami katarak menunukkan angka kematian apoptotik yang rendah, akumulasi
akumulasi dari serpihan-serpihan kecil epitelial dapat menyebabkan gangguan pembentukan
serat lensa dan homeostasis dan akhirnya mengakibatkan hilangnya keernihan lensa. Lebih
auh lagi, dengan bertambahnya usia lensa, penurunan rasio air dan mungkin metabolit larut
air dengan berat molekul rendah dapat memasuki sel pada nukleus lensa melalui epitelium
dan korteks yang teradi dengan penurunan transport air, nutrien dan antioksidan. Kemudian,
kerusakan oksidati- pada lensa akibat pertambahan usia mengarahkan pada teradinya katarak
senilis. =ekanisme lainnya yang terlibat adalah kon/ersi sitoplasmik lensa dengan berat
molekul rendah yang larut air menadi agregat berat molekul tinggi larut air, -ase tak larut air
dan matriks protein membran tak larut air. @asil perubahan protein menyebabkan -luktuasi
yang tiba-tiba pada indeks re-raksi lensa, menyebarkan aras-aras cahaya dan menurunkan
keernihan.
8tadium katarak senilis dapat dielaskan sebagai berikut #
Katarak insipien
"ada stadium ini kekeruhan mulai dari tepi ekuator berbentuk gerigi menuu korteks
anterior dan posterior 3katarak kortikal4. Katarak subkapsular posterior, dimana kekeruhan
mulai terlihat anterior subkapsular posterior, celah terbentuk antara serat lensa dan korteks
aringan berisi aringan degenerati- 3benda morgagni4 pada katarak insipien. Kekeruhan ini
dapat menimbulkan poliopia oleh karena indeks re-raksi yang tidak sama pada semua bagian
12
lensa. ?entuk ini kadang-kadang menetap dalam 9aktu yang lama. "emeriksaan shado9 test
negati-.
Katarak intumesen
Kekeruhan lensa disertai pembengkakan lensa akibat lensa yang degenerati-
menyerap air. =asuknya air ke dalam celah lensa mengaakibatkan lensa menadi bengkak
dan besar yang akan mendorong iris sehingga bilik mata menadi dangkal dibanding dengan
keadaan normal. "encembungan lensa ini akan dapat memberikan penyulit glukoma. Katarak
intumesen biasanya teradi pada katarak yang beralan cepat dan mengakibatkan miopia
lentikuler. "ada keadaan ini dapat teradi hidrasi korteks hingga lensa akan mencembung dan
daya biasnya akan bertambah, sehingga memberikan miopisasi. "ada pemeriksan slit lamp
terlihat /akuol pada lensa disertai peregangan arak lamel serat lensa.
Katarak imatur
Kekeruhan belum mengenai seluruh lapisan lensa. Iolume lensa bertambah akibat
meningkatnya tekanan osmotik bahan lensa yang degenerati-. "ada keadaan lensa
mencembung akan dapat menimbulkan hambatan pupil sehingga teradi glaukoma sekunder.
"emeriksaan shado9 test positi-.
Katarak matur
"ada katarak matur, kekeruhan telah mengenai seluruh massa lensa. Kekeruhan ini
teradi akibat deposit ion 5a yang menyeluruh. 5airan lensa akan keluar sehingga lensa
kembali pada ukuran yang normal. 6kan teradi kekeruhan seluruh lensa yang bila lama akan
mengakibatkan kalsi-ikasi lensa. ?ilik mata depan akan berukuran normal kembali.
"emeriksaan shado9 test negati-.
Katarak hipermatur
8tadium ini telah mengalami proses degenerasi lanut, dapat menadi keras atau
lembek dan mencair. =assa lensa yang berdegenerasi keluar dari kapsul lensa sehingga lensa
menadi mengecil, ber9arna kuning dan kering. "ada pemeriksaan dengan slit lamp terlihat
bilik mata dalam dan adanya lipatan kapsul lensa. ?ila proses katarak progresi- disertai
dengan kapsul lensa yang tebal maka korteks yang berdegenerasi dan cair tidak dapat keluar,
maka korteks akan memperlihatkan bentuk seperti kantong susu disertai dengan nukleus yang
13
terbenam di dalam korteks lensa karena lebih berat. Keadaan ini disebut sebagai katarak
morgagni.
Katarak hipermatur merupakan stadium lanut katarak senilis. "ada katarak tersebut
teradi pencairan korteks lensa dan pengerutan kapsul lensa, dan bilik mata depan menadi
dalam. "ada keadaan ini dapat teradi kebocoran material korteks ke luar kapsul sehingga
menyebabkan teradinya proses in-lamasi segmen anterior mata yang berakibat teradinya
glaucoma akut yang dikenal sebagai glaucoma -akolitik.
8ebagian katarak stadium lanut dapat megalami kebocoran kapsul lensa anterior,
sehingga protein-protein lensa yang mencair masuk ke kamera anterior. >alinan trabekular
menadi edematosa dan tersumbat oleh protein-protein lensa dan menimbulkan penginkatan
mendadak tekanan intraocular ekstraksi lensa adalah terapi de-initi/e setelah tekanan
intraocular terkontrol secara medis, termasuk steroid topical intensi-.
Etiologi
Katarak dapat disebabkan atau memiliki -aktor resiko sbb#
- ;isik, misalnya bahan toksis khusus
- Kimia, misalnya keracunan obat 3eserin, kortikosteroid, ergot, antikolinesterase topical4,
merokok, radiasi sinar UI-?, kekurangan antioksidan 3/itamin G, ribo-la/in4, peminum
alkohol, paparan ioniEing radiation 3B-ray, terapi radiasi kanker4
- "enyakit predisposisi, misalnya diabetes mellitus, hipertensi, obesitas, peningkatan asam
urat serum, miopi tinggi, glaucoma, ablasi, u/eitis, dan retinitis pigmentosa
- Genetik dan gangguan perkembangan
- 0n-eksi /irus di masa pertumbuhan anin
- Usia, merupakan suatu penyakit degenerasi
- +i9ayat in-lamasi atau trauma mata
- +i9ayat pembedahan mata
- Harna iris yang gelap.
%-&,%0
14
;aktor resiko glaucoma -akolitik adalah ri9ayat menderita katarak senilis 3terutama
hipermatur, tapi dapat uga matur, =orgagnian, dan yang sangat arang adalah imatur
yang mengalami likue-aksi4. 1amun selain itu dapat pula disebabkan karena dislokasi
lensa ke /itreus.
8
Manifestasi Klinis
- Katarak
"ada usia tua, lensa mata akan bertambah berat dan tebal serta berkurang
akomodasinya. Lapisan korteks baru akan terus bertambah dengan pola konsentris dan
menyebabkan nukleus sentral terkompresi dan mengeras 3nuclear sclerosis4. Geala yang
paling a9al mungkin adalah membaiknya penglihatan arak dekat tanpa kacamata
3Jsecond sight4 akibat meningkatnya kekuatan -okus nukleus sentral, yang kemudian
akan menghilang seiring beralannya perburukan lensa.
&,:
Geala lain dapat berupa
memburuknya /isus dan diplopia monocular yang tidak membaik dengan pemakaian
kacamata 3akibat opasitas lensa atau karena adanya perubahan indeks bias lensa secara
ireguler sehingga menyebabkan astigmat irregular4, mudah merasa silau, serta penurunan
sensiti/itas dan diskriminasi 9arna.
:,7
Katarak nukleus kebanyakan bersi-at bilateral
namun dapat uga asimetris.
:
8edangkan tanda klinis yang dapat ditemukan adalah berupa gambaran -undus
yang kabur pada pemeriksaan o-talmoskopi langsung 3menandakan adanya katarak
signi-ikan4, adanya opasitas abu keputihan pada iluminasi oblik menggunakan senter
atau slitlamp, serta adanya area gelap pada re-leks -undus di area pupil saat dilihat
dengan o-talmoskop pada arak %: cm. .pasitas uga dapat dilihat saat retinoskopi.
7
- Glaukoma -akolitik
"resentasi klinisnya menyerupai glaucoma sudut tertutup akut, dan terdapat nyeri
pada mata monokular, dengan penglihatan yang sudah memburuk akibat katarak dan
15
mungkin menadi semakin memburuk.
!,),8
>uga ditemukan kemerahan, di mana kesemua
geala ini bersi-at akut.
%0
Epidemiologi
- Katarak
>umlah penderita katarak senilis semakin meningkat seiring bertambahnya usia K
biasanya di atas !0 tahun - di mana yang paling banyak didapat adalah tipe nukleus.
Katarak senilis sendiri merupakan penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan
di dunia, di mana di negara 0ndia bahkan mencapai 8),,L. "enelitian menyebutkan
bah9a katarak yang tidak dioperasi dapat menyebabkan kebutaan lebih banyak pada
kulit hitam daripada kulit putih. "re/alensi & tipe opasitas lensa katarak senilis lebih
banyak teradi pada 9anita.
&
- Glaukoma -akolitik
Glaukoma -akolitik arang didapat di negara mau dan lebih banyak pada negara
berkembang, serta lebih banyak teradi pada orang tua, dengan usia termuda yang
dilaporkan adalah &: tahun.
!
Penatalaksanaan
1on medikamentosa
Katarak
"ada mulanya, pencahayaan yang lebih kuat dan kacamata dapat membantu
memperbaiki penglihatan pada pasien katarak, namun apabila gangguan penglihatan
menyebabkan gangguan -ungsi sehari-hari, maka perlu dilakukan pembedahan.
&
8elain
itu, perlu uga diketahui mengenai gaya hidup dan kebutuhan /isual pasien guna
mendapatkan hasil yang terbaik menurut kebutuhan pasien.
7
1$
Gkstraksi katarak dilakukan dengan mikroskop operasi, baik dengan metode
ekstrakapsular (extracapsular cataract extraction/ECCE) maupun intrakapsular
(intracapsular cataract extraction/ICCE). =etode ekstrakapsular yaitu dengan
mengangkat kapsul anterior sentral lensa dan dengan memasukkan lensa implant pada
5." yang dipertahankan oleh Eonula Finn dan kapsula posterior lensa. Kerugian dari
metode ini adalah kemungkinan adanya opasi-ikasi pada kapsul posterior lensa sehingga
memerlukan insisi dengan arum, kapsulektomi posterior, atau dengan menggunakan
laser energi tinggi. 8edangkan metode intrakapsular yaitu dengan mengangkat seluruh
lensa beserta kapsulnya, dengan resiko dapat teradinya kehilangan /itreus. 8ebagai
tambahan, terdapat uga implant yang dipasang pada 5.6, namun lebih ra9an
menimbulkan komplikasi dan tidak dapat dibandingkan dengan implant yang dipasang di
5.".
"ada metode ekstrakapsular 3gambar )4, kapsula anterior lensa bagian sentral diambil
setelah sebelumnya dilakukan insisi di sekitar daerah limbus. Kemudian substansi lensa
dipisahkan dari kapsul yang tersisa dengan menggunakan ineksi larutan garam
3hidrodiseksi4. 1amun apabila nukleus lensa keras, digunakan teknik fakoemulsifikasi
yang menggunakan gelombang ultrasonic untuk mengemulsi-ikasi nukleus untuk
kemudian dikeluarkan. 8isa substansi lensa yang lunak kemudian diaspirasi
menggunakan arum khusus guna mencegah perlukaan kapsula posterior lensa. 0mplan
lensa yang terbuat dari silicon atau akrilik kemudian dimasukkan ke dalam JkantongM
lensa dan dipertahankan oleh penahan lensa yang -leksibel. 8ebelum operasi dilakukan,
kebanyakan ahli bedah mengineksikan cairan /isko-elastis ke dalam 5.6 guna
melindungi endotel kornea dan iris dan membuat prosedur ekstraksi menadi lebih
mudah. 5airan ini kemudian uga akan diaspirasi.
7
Dengan metode seperti ini, tidak
banyak teradi trauma pada endotel kornea, tidak teradi komplikasi penempelan /itreus
ke kornea dan iris, letak lensa implant yang lebih stabil dalam kapsula posterior,
mencegah pertukaran molekul akueus dan /itreus, mengurangi angka keadian ablasi
retina dan edema kornea, serta pencegahan masuknya mikroorganisme dari 5.6 menuu
rongga /itreus 3yang dapat menyebabkan endo-talmitis4 karena tertahan kapsula
posterior.
&
8edangkan pada metode intrakapsular, lensa dan kapsulanya diangkat setelah
sebelumnya merupturkan aringan penyangga lensa. >ika berhasil, metode ini dapat
memberikan perbaikan /isual yang lebih baik daripada metode ekstrakapsular.
7
1amun,
1#
karena pada teknik ini memerlukan insisi limbus yang lebih besar, menyebabkan
penyembuhannya tertunda, dapat teradi astigmat, kebocoran luka pasca operasi, dan
robekan pada iris dan /itreus serta edema kornea. Dan karena kapsula posterior lensa
tidak intak, implant lensa intraocular harus diletakkan di 5.6 atau diahit di 5.", di
mana keduanya sulit dilakukan dan berhubungan dengan komplikasi pasca
pembedahan.Kontraindikasi absolute metode ini adalah bila pasien masih anak-anak atau
berusia muda, dan pada kasus rupture kapsul akibat trauma, sedangkan kontraindikasi
relati-nya adalah myopia tinggi, sindrom =ar-an, katarak =orgagnian, dan /itreus yang
berada di 5.6.
&

"ada pasien yang tidak memungkinkan untuk dilakukan implant lensa, kelainan
hipermetropi yang dialami akibat pengangkatan lensa dapat diperbaiki dengan
menggunakan kacamata lensa kon/eks dengan kekuatan lensa yang tinggi, namun
kerugiannya adalah adanya aberasi optic berat yang dapat mempengaruhi lapang
pandang. 6-akia unilateral tidak dapat diperbaiki dengan menggunakan kacamata untuk
mengembalikan pandangan binocular, hal ini disebabkan karena adanya perbedaan yang
besar dalam ukuran gambar pada kedua mata. "ada kasus seperti ini, aniseikonia dapat
dikurangi dengan penggunaan lensa kontak.
7
8etelah operasi, pasien tidak dianurkan untuk melakukan akti/itas berat yang dapat
meningkatkan $0., misalnya mengangkat barang-barang berat, batuk kronis yang berat.
&
Glaukoma -akolitik
$erapi de-initi-nya adalah dengan mengekstraksi kataraknya, biasanya dengan metode
intrakapsular namun ada uga yang menggunakan metode ekstrakapsular. >ika glaucoma
-akolitik disebabkan oleh dislokasi lensa, lensa harus diangkat dengan instrument
/itrektomi, dapat uga diapungkan dengan cairan irigasi ke 5.6 untuk kemudian
diambil melalui insisi limbus. "ada kasus yang arang misalnya yang disebabkan oleh
katarak imatur dan /isus masih bagus, usaha yang perlu dilakukan adalah mengendalikan
$0. dan in-lamasi secara -armakologis, dan ika gagal maka lensa harus diangkat.
8
8ecara giEi, instruksikan pasien untuk tidak makan dan minum ika sedang dalam
pertimbangan untuk diadakan ekstraksi katarak darurat.
!
1*
=edikamentosa
Katarak
8ampai saat ini belum ada obat yang de-initi/e dapat digunakan untuk menghambat,
mencegah, maupun mengobati katarak. "enelitian menunukkan hasil yang cukup
menanikan pada penggunaan penghambat aldose reduktase guna mencegah katarak
gula pada he9an. "engobatan antikatarak lain yang masih dalam penelitian adalah agen
penurun sorbitol, aspirin, agen peningkat glutation, dan antioksidan /itamin 5 dan G.
.bat yang mungkin digunakan pada katarak adalah midriatikum 3guna melebarkan pupil
pra pembedahan4, kortikosteroid 3guna mengendalikan in-lamasi pasca pembedahan4,
antimikroba topical spectrum luas 3guna pro-ilaksis periode sesaat pasca operasi4
&
Glaukoma -akolitik
8ebelum operasi, $0. dan in-lamasinya perlu diturunkan dengan agen hiperosmotik,
adrenergic topical, penghambat karbonik anhidrase, sikloplegik, dan kortikosteroid
topical.
8
Komplikasi
Katarak
Komplikasi operati- yang mungkin teradi adalah#
Kebocoran /itreus, yang menyebabkan penempelan /itreus pada tepi luka dan retina,
dapat meningkatkan resiko u/eitis, edema macula, dan ablasio retina. 6dhesi /itreus
diantara iris dan luka uga dapat berkontraksi, menyebabkan iris tertarik ke arah luka,
menyebabkan glaucoma sekunder. Komplikasi lain yaitu adanya kontak /itreus dengan
kornea yang menyebabkan edema kornea.
1.
"erdarahan ke 5.6, di mana bila perdarahannya sangat banyak dan teradi perdarahan
akut ke koroid dapat sangat berbahaya. Darah ini bertekanan tinggi dan dapat memaksa
seluruh isi mata keluar melalui insisi sehingga teradi kebutaan total.
0n-eksi berat berupa endo-talmitis, sangat arang dan biasanya teradi dalam !8 am pasca
operasi
"eningkatan $0. transien, yang biasanya dapat dikendalikan dengan asetaEolamid oral
atau 0I atau tetes mata beta bloker dan membaik dalam beberapa hari. "erlekatan iris
dan /itreus dapat menghambat aliran dari 5." ke 5.6 sehingga dapat menyebabkan
lensa dan iris terdorong ke depan sehingga 5.6 menadi datar 3glaucoma maligna4.
"enanganannya adalah dengan midriatikum, /itreoktomi, atau iridektomi.
Choroid detachment, di mana terdapat cairan diantara koroid dan sklera, terlihat sebagai
balon tepat di belakang iris. 5.6 menadi sangat dangkal. ?iasanya sembuh sendiri
namun dapat uga menadi iritis dan peningkatan $0. sehingga perlu didrainase.
Gdema macula, dapat teradi beberapa hari pertama setelah operasi, dan biasanya sembuh
spontan.
6blasio retina, dapat teradi dalam %, bulan setelah pembedahan.
Gdema kornea, teradi akibat trauma pada endotel kornea, dan dapat uga karena kontak
/itreo-kornea. Komplikasi ini mungkin akan memerlukan cangkok kornea.
.pasi-ikasi kapsul posterior, teradi pada &0L pasien pada %8 bulan pertama setelah
operasi ekstrakapsular. >ika menyebabkan gangguan penglihatan yang bermakna, atau
di/ergensi cahaya dan rasa silau yang berlebih, dapat ditangani dengan laser Y6G.
Glaukoma -akolitik
Komplikasi yang mungkin teradi adalah hilangnya penglihatan akibat glaucoma yang tidak
terkendali dan'atau edema kornea yang persisten. Komplikasi pembedahan meliputi
perdarahan suprakoroid, rupture kapsul, trauma kornea, dan prolaps /itreus.
Pencegahan
2,
"encegahan untuk katarak hampir tidak dapat dilakukan, sedangkan untuk glaukoma -akolitik
pencegahannya dapat dilakukan dengan penanganan sedini mungkin katarak senilis.
Prognosis
Katarak
>ika tidak ada penyakit mata lain yang mempengaruhi penglihatan sebelum operasi 3misalnya
degenerasi macula atau atro-i ner/us optikus4, metode ekstrakapsular standar tanpa
komplikasi memberikan prognosis yang baik, mungkin dapat membaik , baris pada 8nellen.
;aktor mayor yang mempengaruhi prognosis /isual adalah adanya D= dan retinopati
diabetic.
&
Glaukoma -akolitik
=etode apapun yang digunakan, kebanyakan pasien memiliki /isus yang baik pasca operasi
dan teradi remisi total dari glaukomanya.
8
"enanganan yang terlambat mungkin memiliki
prognosis yang buruk. 8elain itu, penderita glaucoma -akolitik mungkin memiliki prognosis
yang lebih buruk daripada pasien dengan glaucoma -akomor-ik.
!
Penutup
Glaukoma -akolitik adalah suatu glaukoma sekunder sudut terbuka, uga suatu
inflammatory glaucoma, yang teradi pada katarak stadium matur atau hipermatur. Glaukoma
ini sering disebut uga sebagai suatu komplikasi dari katarak stadium matur atau hipermatur.
@al ini disebabkan oleh karena obstruksi trabekular oleh suatu high molecular weight soluble
protein yang bocor melalui kapsul lensa yang intak dan masuk ke dalam akuos humor.
Gambaran klinis biasanya ditemukan pada penderita katarak yang terlambat ditangani,
dimana sebelumnya terdapat keluhan taam penglihatan yang memburuk perlahan. "asien
biasa datang berobat dengan keluhan nyeri dan mata merah sebagai keluhan utama. "ada
pemeriksaan terdapat peningkatan tekanan intra okular, hiperemi konungti/a, edema kornea,
terdapat sel dan -lare pada ?=D, sudut bilik mata yang dalam.
"ada gonioskopi menunukan suatu sudut terbuka. "emeriksaan slitlamp
menunukkan suatu katarak matur-hipermatur. "ada katarak stadium lanut teradi pengerutan
kapsul lensa anterior oleh karena /olume yang berkurang akibat keluarnya material lensa.
21
"enanganan a9al yang dilakukan adalah dengan memberikan obat K obat
antiglaukoma yang dituukan untuk menurunkan tekanan intra okular, kortikosteroid topikal
untuk mengatasi in-lamasi yang teradi, kemudian dilakukan tindakan operati- ekstraksi lensa
ekstra kapsuler yang bila perlu dapat dilakukan implantasi lensa intra okular."ada kondisi
adanya katarak dan glaukoma dibutuhkan suatu penanganan pendekatan terapi bedah.
Daftar Pustaka
%. Iaugan GD, 6sbury $, G/a +". ftalmologi umum! Gdisi %7. >akarta# GG5C ,00(.h.&0.
,. 0lyas @8, Yulianti 8+. 0lmu penyakit mata. Gdisi ke-!. >akarta# ?adan "enerbit ;KU0C ,0%%. @. ,0!-:,
,%0-,.
&. =orosidi 86, "aliyama =;. 0lmu penyakit mata. >akarta# UK+0D6C ,0%%. @. :&-!, )0.
!. Yi Kayoung. "hacolytic glaucoma. ,0%, Ndisitasi %% =aret ,0%,O. Diunduh dari#
http#''emedicine.medscape.com'article'%,0!8%!-o/er/ie9
:. .campo IID. 8enile cataract. %8 1o/ember ,0%%. Diunduh dari#
http#''emedicine.medscape.com'article'%,%0(%!-o/er/ie9, %0 =aret ,0%,.
). G/a "+. Hhitcher >". Iaughan P 6sburyQs general ophthalmology. Gdisi ke-%7. >akarta# GG5C ,00(.
@.%)(-70, ,,)-7.
7. Lang, Gerhard K. .pthalmology! 1e9 York# $hieme 8tuttgartC ,000.h.%:8-70.
8. Kanksi >>, ?o9ling ?, 1ischal K, "earson 6. 5linical ophthalmology# a systematic approach. 7th ed.
5hina# Glse/ier 8aundersC ,0%%. ". ,70-,, &!8-:&.
(. 5rick +", Kha9 "$. 6 clinical te*tbook o- ophthalmology# a practical guide to disorders o- the eyes
and their management. &rd ed. 8ingapore# Horld 8cienti-icC ,00&. ". 88, (!-), %0&, %0)-8, %8), !(:-8,
:::.
%0. 8tamper +L, Lieberman =;, Drake =I. ?ecker-8ha--erQs diagnosis and therapy o- the glaucomas. 7th
ed. 5hina# Glse/ier =osbyC ,00(.".,7,-&
22