Anda di halaman 1dari 5

NAMA

; RIKI ANGGA FEBRIAWAN

NPM

; 11130210016

FAK/JUR/KLS

; EKONOMI/MANAJEMEN/A

SMSTER

; 6

MENDESAIN MODEL BISNIS YANG KOMPETITIF DAN MENYUSUN


RENCANA STRATEGI YANG SOLID
Beberapa kegiatan dalam kehidupan perusahaan sama pentingnya atau sama diabaikannya
dengan kegiatan membangun sebuah strategi untuk mencapai sukses. Sangat sering terjadi,
wirausahawan yang sangat optimis dan antusias dalam meluncurkan perusaahaan ditakdirkan
gagal karena mereka tidak pernah meluangkan waktu untuk menetapkan strategi yang dapat
membedakan mereka dari pesaingnya. Oleh karena cenderung menjadi orang-orang yang
suka mengambil tindakan, wirausahawan sering merasa bahwa proses penyusunan strategi
menjadi hal yang membosankan dan tak berguna. Kecenderungan mereka adalah langsung
memulai bisnis, mencoba beberapa pendekatan, dan melihat mana yang berhasil. Akan
tetapi, tanpa rencana tindakan yang terpadu, kesempatan untuk mencapai sukses bagi
wirausahawan ini bisa diibaratkan sebagai kontraktor yang ingin membangun pesawat jet
tanpa cetak biru. Perusahaan yang tidak singkat, tetapi bila persaingan meningkat atau bila
timbul ancaman yang tidak terduga, biasanya perusahaan itu akan membentur dinding dan
bangkrut. Tanpa memiliki dasar untuk membedakan diri sendiri dari sekumpulan pesaing
serupa, perusahaan tersebut hanya bisa diharapkan menjadi perusahaan yang sedang-sedang
saja di dalam pasarnya.
Perubahan besar yang dihadapi oleh wirausahaan saat ini mulai terbentang: pergeseran
perekonomian dunia dari model berbasis finansial ke model berbasis intelektual. Pengetahuan
tidak lagi semata-mata menjadi faktor produksi yang menentukan kesuksesan. Saat ini, modal
intelektual perusahaan semakin menjadi sumber keunggulan kompetitif di pasar. Modal
intelektual (intellectual capital) terdiri dari tiga komponen :
1.Modal manusia (human capital): bakat, kreativitas, ketrampilan dan kemampuan tenaga
kerja perusahaan, yang terlihat pada strategi, rencana dan proses inovatif yang dikembangkan
dan dengan semangat berusaha dicapai oleh orang-orang dalam perusahaan.
2. Model struktual (structual capital): akumulasi pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki
oleh perusahaan. Bentuk modal ini bisa mencakup pemrosesan, peranti lunak, hak paten, hak
cipta dan mungkin yang terpenting, pengetahuan dan pengalaman orang-orang dalam
perusahaan.
3.Modal pelanggan (customer capital): basis pelanggan yang mapan, reputasi
positif,hubungan yang terus-menerus dan goodwill yang dibangun oleh perusahaan sepanjang
waktudengan pelanggannya.
1

Semakin lama para wirausahawan semakin menyadari bahwa modal yang tersimpan dalam
tiga bidang ini menjadi landasan bagi kemampuan mereka untuk bersaing secara efektif dan
bahwa mereka harus mengelola modala tak berwujud ini secara hati-hati.Pergeseran
pengethauan ini akan menciptakan perbuahan sistem bisnis dunia seperti Revolusi Industri
mengubah perekonomian berbasis pertanian pada tahun 1800-an. Revolusi Pengetahuan ini
akan menimbulkan peluang yang besar bagi para wirausahawan yang memi strategi
mengeksploitasi peluang ini.Aturan main dalam persaingan bisnis terus berubah. Agar dapat
sukses, wirausahawan tidak lagi dapat bertindak dalam cara-cara yang dulu biasa mereka
lakukan. Untungnya,wirausahawan yang sukses memiliki senjata andal untuk mengatasi
lingkungan yang tidak ramah dan selalu berubah: proses manajemen startegis. Manajemen
strategis (strategis management) meliputi pengembangan rencana bisnis sebagai penuntun
perusahaan sewaktu berjuang mencapai visi, misi, sasaran dan tujuan serta untuk
mempertahankan arah tujuan yang diinginkan.
Membangun Keunggulan Kompetitif
Tujuan pengembangan rencana strategis adalah untuk menciptakan keunggulan
kompetitif/competitive advantage yang merupakan sekumpulan faktor yang membedakan
perusahaan kecil dari para pesaingnya dan memberikannya posisi unik di pasar sehingga
lebih unggul dari para pesaingnya. Dari perspektif strategis, kunci bagi kesuksesan bisnis
adalah pengembangan keunggulan kompetitif yang unik, yaitu keunggulan yang menciptakan
nilai bagi para pelanggan dan sukar ditiru oleh para pesaing. Perusahaan yang memiliki
keunggulan kompetitif akan menjadi pemimpin dalam pasarnya serta dapat mencapai labalaba di atas rata-rata.
Untuk menjadi sukses, kuncinya adalah membangun keunggulan yang kompetitif yang
berkelanjutan (sustainable). Dalam jangka panjang, perusahaan memperoleh keunggulan
kompetitif yang berkelanjutan melalui kemampuannya mengembangkan seperangkat
kompetensi inti sehingga perusahaan tersebut mampu emlayani pelanggan sasarannya dengan
lebih baik dibandingkan dengan pesaingnya.Kompetensi inti/core competencies adalah
serangkaian kemampuan unik yang dikembangkan oleh perusahaan dalam bidang-bidang
operasional utama, yang memungkinkannya untuk melebihi pesaingnya. Agar efektif,
kompetensi inti haruslah sukar ditiru oleh pesaing, dan harus menyediakan manfaat yang
dirasa penting bagi pelanggan. Kompetensi inti perusahaan kecil sering kali berkaitan dengan
keunggulan di bidang ukuran perusahaan, misalnya kelincahan, kecepatan, kedekatan dengan
pelanggan, pelayanan yang lebih baik dan kemampuan berinovasi.
Proses Manajemen Strategis
Manajemen strategis adalah proses berkelanjutan yang terdiri dari atas sembilan langkah, yaitu;
Langkah 1. Mengembangkan Visi yang Jelas dan Menerjemahkannya menjadi Pernyataan Misi
yang bermakna

Visi adalah hasil dari impian wirausahawan atas sesuatu yang belum terwujud dan
kemampuan melukiskan impian yang menarik tersebut agar bisa dilihat orang lain. Visi yang
didefinisikan secara jelas memabntu perusahaan dalam tiga cara:
1. Visi memberikan arah.Wirausahawan yang menetapkan visi perusahaan mereka
memfokuskan perhatian setiap orang ke masa depan dan menentukan jalan yang akan diambil
perusahaan tersebut untuk meraihnya.
2. Visi menentukan keputusan.Visi memengaruhi keputusan, tak peduli masalah besar atau
masalah kecil,yang dibuat oleh para pemilik,manajer dan karyawan setiap harinya dalam
perusahaan. Pengaruh ini dapat menjadi positif atau negatif, bergantung pada seberapa jelas
visi itu ditetapkan.
3. Visi memotivasi orang-orang.Visi yang jelas menyenangkan dan memberi semangat pada
orang-orang untuk segera bertindak. Orang ingin bekerja pada perusahaan yang menetapkan
pandangannya setinggi mungkin.
Langkah 2. Menilai Kekuatan dan Kelemahan Perusahaan
Setelah menetapkan visi dan pernyataan misi yang bermakna, wirausahawan dapat
mengalihkan perhatiannya untuk menilai kekuatan dan kelemahan perusahaan. Kekuatan
adalah faktor-faktor internal positif yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mencapai
misi, sasaran dan tujuannya yang mencakup ketrampilan atau pengetahuan, citra publik yang
positif, dll. Kelemahan adalah faktor-faktor internal negatif yang menghalangi kemampuan
perusahaan untuk mencapai misi, sasaran dan tujuannya seperti kekurangan
modal,kekurangan pkerja terampil dll. Mengidentifikasikan kekuatan dan kelemahan
perusahaan membantu pemilik memahami perusahaannya sebagai perusahaan yang telah ada
atau yang baru ada. Kunci dalam menyusun strategi yang sukses adalah menggunakan
kekuatan perusahaan sebagai landasan dan menggunakan kekuatan tersebut untuk
menghadapi kelemahan pesaing.
Langkah 3. Mengamati Lingkungan Sekitar untuk Mengetahui Peluang dan Ancaman Penting
yang Dihadapi Perusahaan

Peluang adalah opsi-opsi eksternal positif yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk
mencapai misi, sasaran dan tujuannya. Ketika mengidentifikasi peluang, pemilik harus
dengan cermat memperhatikan potensi pasar yang baru seperti apakah pesaing mengabaikan
ceruk pasar ini?. Kuncinya adalah berfokus pada peluang yang paling menjanjikan, yang
paling sesuai dengan kekuatan dan kompetensi inti perusahaan.
Langkah 4. Mengidentifikasi Faktor-faktor Kesuksesan Utama Perusahaan
Faktor-faktor kesuksesan utama muncul dalam berbagai bentuk yang berbeda, bergantung
pada industrinya. Sederhananya, faktor-faktor ini merupakan merupakan faktor-faktor yang
menentukan kemampuan perusahaan untuk memenangkan persaingan dalam suatu
industri.Setiap perusahaan dalam suatu industri harus memahami KSF (key success factors)
3

yang menggerakan industri, jika tidak mereka cenderung menjadi industri yang tertinggal.
Dengan mengetahui KSF dalam suatu industri, para wirausahawan bisa menentukan dimana
mereka harus memfokuskan sumber-sumber daya perusahaan secara strategis.
Langkah 5. Menganalisis Persaingan
Memperkirakan tingkat persaingan akan membuat para pemilik perusahaan akan lebih
realistis dalam memandang pasar dan posisi mereka di dalamnya. Para pesaing langsung
menawarkan produk dan jasa yang sama, dan pelanggan sering membandingkan harga, fitur
dan perlakuan dari para pesaing ini ketika mereka berbelanja. Sedangkan para pesaing tak
langsung menawarkan hanya sedikit produk atau jasa yang sama, tetapi pelanggan sasaran
mereka jarang bersinggungan. Oleh karena itu, kita perlu menganalisis persaingan di dalam
pasar agar kita dapat menghadapi pesaing-pesaing kita.
Langkah 6. Menyusun Sasaran dan Tujuan Perusahaan
Sasaran adalah atribut-atribut jangka panjang dan luas yang berusaha dicapai oleh perusahaan
yang cenderung bersifat umum dan kadang-kadang bahkan abstrak. Sasaran sebagai dasar
bertindak manajer tidak perlu terlalu spesifik, melainkan sekedar menyatakan tingkat
pencapaian umum yang ingin diraih seperti apakah anda ingin meningkatkan pangsa pasar?
peneliti Jim Collins dan Jerry Porras mempelajari berbagai perusahaan dan menemukan
bahwa salah satu faktor yang membedakan perusahaan yang sukses dari perusahaan yang
tidak sukses adalah perumusan sasaran jangka panjang yang sangat ambisius, jelas dan
membangkitkan semangat.Tujuan adalah target kinerja yang lebih spesifik. Tujuan umumnya
menyangkut produktivitas, pertumbuhan, efisiensi, pasar dll. Oleh karena tujuan yang satu
dengan yang lain mungkin berbenturan, manajer harus menetapkan prioritas.
Langkah 7. Merumuskan Opsi-opsi Strategis dan Memilih Strategis yang Tepat
Langkah selanjutnya adalah menilai opsi-opsi strategis dan kemudian mempersiapkan
rencana permainan yang dirancang untuk mencapai misi, sasaran dan tujuan yang telah
ditetapkan. Strategi adalah peta jalan tindakan-tindakan yang disusun oleh wirausahawan
untuk mencapai misi, sasaran dan tujuan perusahaan. Dengan kata lain, misi, sasaran dan
tujuan menyatakan tujuan yang hendak dicapai, sedangkan strategi menjelaskan proses untuk
mencapai tujuan tersebut. Wirausahawan harus menyusun strategi yang kuat berdasarkan
langkah sebelumnya yang menggunakan kompetensi inti dan kekuatan perusahaan sebagai
batu loncatan menuju kesuksesan.Strategi yang sukses bersifat komprehensif dan terintegrasi
dengan baik.
Strategi harus berfokus pada penetapan Faktor-faktor Kesuksesan Utama seperti
diidentifikasi oleh manajer pada langkah ke-4. Ada 3 opsi strategis dasar dalam buku
kalsiknya Competitive Strategy, Michael Porter yaitu KEPEMIMPINAN BIAYA,
DIFERENSIASI, FOKUS
Langkah 8. Menerjemahkan Rencana Strategis ke Dalam Rencana Aksi
4

Tidak ada rencana strategis yang dapat dikatakan selesai sampai rencana itu
dilaksanakan.Merencanakan strategi perusahaan dan mengimplementasikannya merupakan
dua hal yang harus dilaksanakan berdampingan. Para wirausahawan harus telah mengubah
rencana strategis menjadi rencana operasional yang dapat membimbing usaha mereka setiap
harinya dan menjadikannya sebagai bagian yang nyata serta aktif dalam perusahaan.
Sehingga strategi yang bagus sekalipun, jika tidak diimplementasikan dengan baik, tidak
akan sukses.Mengimplementasikan Strategi. Agar suatu strategi berhasil diimplementasikan,
dibutuhkan suatu proses yang sesuai dengan budaya perusahaan serta orang-orang yang tepat
dan berkomitmen untuk membuat proses tersebut terlaksana.Ketika para wirausahawan telah
menetapkan prioritas atas berbagai proyek, mereka dapat mulai mengimplementasikan
rencana strategis. Melibatkan para karyawan dan mendelegasikan kewenangan yang memadai
kepada mereka merupakan hal yang penting karena berbagai proyek ini hampir secara
langsung memengaruhi mereka. Jika karyawan dalam suatu perusahaan telah dilibatkan
dalam proses manajemen strategis hingga tahap ini, mereka akan lebih memahami berbagai
langkah yang harus mereka lakukan untuk dapat mecapai tujuan perusahaan serta tujuan
profesional mereka. Komitmen untuk mencapai tujuan perusahaan meruapakan dorongan
yang besar, tetapi keterlibatan merupakan faktor utama untuk mencap komitmen total para
karyawan. Tanpa tim yang berkomitmen dan karyawan yang berdedikasi, strategi perusahaan,
bagaimanapun bagusnya direncanakan, biasanya akan gagal.
Langkah 9. Menentukan Pengendalian yang Tepat
Wirausahawan menyadari perlunya mengendalikan hasil yang menyimpang dari rencana
semula. Perencanaan tanpa pengendalian memiliki milai operasional yang kecil. Oleh karena
itu, pelaksanaan program perencanaan yang baik membutuhkan proses pengendalian.Rencana
yang disusun dalam proses perencanaan strategis ini menjadi standar yang akan mengukur
kinerja yang sesungguhnya. Semua orang dalam organisasai perlu memahami dan terlibat
dalam proses perencanaan dan pengendalian.Indikator-indikator yang paling banyak
digunakan untuk kinerja perusahaan adalah ukuran keuangan, akan tetapi menilai kinerja
suatu perusahaan hanya dari ukuran keuangannya dapat mengarah pada distorsi strategis.
Untuk menilai efektivitas strategi, banyak perusahaan mengembangkan sebuah balanced
scorecard yang merupakan serangkaian ukuran multidimensional yang unik untuk suatu
perusahaan dan yang menggabungkan berbagai ukuran keuangan dengan operasional untuk
memberikan gambaran yang ringkas, tetapi komprehensif atas kinerja keseluruhan
perusahaan kepada para manajer. Akan tetapi,walaupun balanced scorecard adalah alat yang
sangat penting untuk membantu para manajer menjaga perusahaan tetap pada jalurnya,
mengubah perilaku dalam perusahaan dan menjaga agar semua orang tetap fokus pada hal-hal
yang benar-benar penting juga merupakan hal yang tidak boleh diabaikan.