Anda di halaman 1dari 11

NAMA

; RIKI ANGGA FEBRIAWAN

NPM

; 11130210016

FAK/JUR/KLS

; EKONOMI/MANAJEMEN/A

SMSTER

; 6

Melakukan Analisis Kelayakan dan Menyusun Rencana


Bisnis yang Unggul
Bagi kebanyakan wirausahawan,bagian paling mudah untuk meluncurkan suatu
bisnis adalah mendapatkan ide sebuah konsep atau pedekatan bisnis baru.Para
wirausahawan tidak kekurangan kreativitas dan berkontribusi atasbeberapa
inovasi yang paling penting di seluruh dunia.Akan tetapi,kesuksesan usaha
membutuhkan lebih daripada sekedar ide baru yang bagus.Jika para
wirausahawan sudah mengembangkan suatu ide bisnis,langkah berikutnya adalah
melakukan analisis kelayakan untuk menentukan apakah mereka dapat mengubah
ide tersebut menjadi usaha yang dapat bertahan.Analisis kelayakan adalah proses
menentukan apakah ide seorang wirausahawan merupakan dasar yang bisa
bertahan untuk membentuk sebuah usaha yang sukses.Tujuannya adalah untuk
menentukan apakah suatu ide bisnis layak diwujudkan.Jika ide tersebut lolos
dari analisis kelayakan maka langkah berikutnya adalah membangun rencana
bisnis yang solid untuk mengeksploitasi ide tersebut.Jika ide tersebut tidak lolos
dari saringan ini,wirausawan tersebut harus melupakannya dan berpindah ke
peluang selanjutnya. mengikat berbagai sumber daya yang dibutuhkan untuk
membangun sebuah rencana bisnis.
Fungsi utama studi kelayakan adalah sebagai alat penyelidikan. Studi ini
didesain untuk memberi gambaran kepada seorang wirausahawan mengenai
potensi pasar, penjualan, dan laba suatu ide bisnis tertentu.Di pihak lain,rencana
bisnis adalah alat perencanaan untuk mengubah suatu ide menjadi kenyataan.
Rencana ini dibangun berdasarkan studi kelayakan, tetapi memberikan analisi
yang lebih komprehensif dibandingkan studi kelayakan. Rencana ini berfungsi
sebagai alat perencanaan, dengan mengambil ide yang lolos dari studi kelayakan
serta menjelaskan cara untuk mengubahnya menjadi suatu usaha yang sukses.
Tujuan utamanya adalah untuk membimbing para wirausahawan meluncurkan
dan mengoperasikan usahanya serta membantu mereka memperoleh pembiyaan
yang dibutuhkan untuk meluncurkannya.Studi kelayakan secara khusus sangat

berguna ketika para wirausahawan telah menghasilkan banyak ide untuk


berbagai konsep bisnis dan harus membuat pilihan hingga ke ide yang terbaik.
Studi kelayakan membuat para wirausahawan dapat dengan cepat mengeksplorasi
sisi praktis dari tiap jalur yang berpotensi mengubah menjadi suatu usaha yang
sukses.Kadang-kadang, hasil dari studi kelayakan adalah kenyataan bahwa ide
tersebut tidak akan mengarah pada usaha yang dapat dijalankan, dikelola seperti
apapun ide tersebut. Pada kasus lain, suatu studi kelayakan menunjukkan kepada
seorang wirausahawan bahwa ide bisnisnya sangat bagus, tetapi harus dikelola dalam cara
yang berbeda agar dapat menguntungkan.

Melakukan Analisis Kelayakan Bisnis


Analisis kelayakan adalah proses menentukan apakah ide seseorang
wirausahawan merupakan dasar yang bisa bertahan untuk membuat suatu usaha
sukses.Study kelayakan berperan penting yaitu sebagai penyaring, memeriksa
berbagai ide yang kurang berpotensi membangun usaha yang sukses, sebelum
wirausahaan mengikat berbagai sumber daya yang di butuhkan untuk membangun
sebuah rencana bisnis.Fungsi utama study kelayakan bisnis juga yaitu sebagai
alat penyelidikan.Ini dilakukan untuk memberikan gambaran kepada seseorang
mengenai potensi pasar, pemjualan dan laba suatu ide bisnis tertentu. Secara
khusus studi kelayakan bisnis berguna ketika para wirausahawan telah
melakukan banyak ide untuk berbagai konsep bisnis dan harus membuat pilihan
hingga ke ide yang terbaik. Studi ini juga membuat para wirausahawan dapat
dengan cepat mengeksplorasi sisi praktis dari tiap jalur yang berpotensi
mengubah suatu ide menjadi suatu usaha yang sukses.Kadang studi kelayakan
adalah kenyataan bahwa ide tersebut tidak akan mengarah pada usaha yang dapat
dijalankan,dikelola seperti apa pun ide tersebut.Pada sisi lain studi kelayakan
bisnis ini meninjukan kepada seseorang wirausahaan bahwa ide bisnisnya sangat
bagus, tetapi harus di kelola dalam cara yang berbeda agar dapat
menguntungkan.
Analisis kelayakan bisnis terdiri dari tiga komponene yang saling berkaitan yaitu analisis
kelayakan industri dan pasar, analisis kelayakan produk atau jasa, dan analisis kelayakan
keuangan.

A.Analisis Kelayakan Industri dan Pasar


Ketika mengevaluasi kelayakan suatu ide bisnis, para wirausahawan akan
mendapati bahwa analisis dasar atas industri dan segmen pasasr sasarannya
sebagai awal yang bagus. Fokus dari tahap ini ada 2 hal:

1. Menentukan sebagai menarik suatu industri secara keseluruhan sebagai


rumah usaha baru tersebut, dan
2. Mengidentifikasi berbagai potensi ceruk yang dapat ditempati suatu
usaha kecil secara menguntungkan.Salah satu alat yang berguna untuk
menganalisis daya tarik suatu industri adalah model lima kekuatan yaitu:
1. Persaingan Antarperusahaan yang Bersaing dalam Industri yang Sama.
Tekanan yang paling besar dari kelima tekanan tersebut di kebanyakan industri
adalah persaingan yang ada di antara perusahaan yang bersaing dalam sebuah
pasar tertentu.Ketika suatu perusahaan menciptakan sebuah inovasi atau
mengembangkan suatu strategi yang unik dan yang mengubah pasar, perusahaan
pesaingannya harus beradapatsi serta menghadapi risiko terlempar keluar dari
bisnisnya.Tekanan ini membuat pasar sebagai tempat yang sangat dinamis dan
kompetetif. Umumnya, suatu industri akan lebih menarik jika terdapat kondisi
konsisi berikut:
- Jumlah pesaing besar atau, di sisi ekstrem lainnya, sangat sedikit (kurang dari
lima)
- Para pesaing memiliki ukuran dan kemampuan yang berbeda
- Industri terkait tumbuh dengan sangat cepat
- Ada peluang untuk menjual suatu produk atau jasa yang terdiferensi.
2. Daya Tawar Pemasok Industri
Semakin besar daya tawar (leverage) yang dimiliki para pemasok bahan mentah
penting,semakin rendah daya tarik industri tersebur.Umumnya, sebuah industri
akan menarik jika ada kondisi-konsisi:
- Ada banyak pemasok yang menjual suatu komoditas produk ke berbagai
perusaan di dalam industri tersebut.
- Ada produksi-produksi substitusi yang tersedia untuk berbagai barang yang
disediakan oleh pemasok.
- Perusahaan-perusahaan dalam industri tersebut merasa mudah untuk berpindah
dari satu pemasok ke pemasok lainnya atau untuk melakukan substitusi produk
(dengan kata lain, biaya peralihan (switching cost) rendah).

- Barang-barang yang disediakan pemasok industri tersebut memakan porsi biaya


yang relative kecil dari seluruh biaya barang jadi dalam industri tersebut.

3. Daya Tawar Para Pembeli


Sama halnya dengan para pemasok dalam suatu industri dapat menjadi sumber
tekanan, para pembeli juga berpotensi menggunakan kekuasaan penting mereka
atas suatu usaha, sehingga membuat usaha tersebut kurang menarik. Jika jumlah
pelanggan kesil dan biaya peralihan ke produk pesaing rendah, pengaruh para
pembeli atas perusahaan akan tinggi. Pada umumnya, suatu industri akan lebih
menarik jika ada kondisi-kondisi berikut ini:
- biaya peralihan para pelanggan industri tersebut ko produk pesaing atau
prosuk substitusi relatif tinggi.
- Jumlah pembeli dalam industri tersebut besar.
- Para pelanggan menginginkan berbagai produk diferensiasi, bukan membeli
produk komoditas yang bisa mereka dapat dari pemasok mana pun (dan akhirnya
yang dapat menjepit posisi suatu perusahaan lainnya hingga terpaksa
menurunkan harga).
- Para pelanggannya sulit mengumpulkan informasi mengenai biaya, harga, dan
berbagai fitur produk pemasok suatu hal yang menjadi jauh lebih mudah untuk
dilakukan para pelanggan dalam banyak industridengan menggunakan world
wide web.
- Berbagai barang yang dijual oleh perusahaan dalam industri tersebut
merupakan bagian yang relatif kecil dari biaya total barang jadi para pelanggan
meraka.
4. Ancaman Masuknya Pemain Baru ke dalam Industri yang Sama.
Semakin besar kumpulan calon pemain baru dalam suatu industri, semakin besar
pula ancamannya bagi perusaan yang telah ada di dalam industri tersebut.
Kondisi akan berlaku dalam industri di mana hambatan untuk masuk, seperti
persayaratan permodalan, pengetahuan khusus, akses ke jalur distribusi, dan

lain-lainnya, rendah. Pada umumnya, suatu industri akan dianggap lebih menarik
bagi pemain baru jika ada kondisi-kondisi berikut ini:
- Keuntungan dari skala ekonomis tidak ada. Skala ekonomis ada jika
perusahaan-perusahaan dalam suatu industri mencapai biaya rata-rata yang
rendah dengan menghasilkan produknya dalam volume yang sangat tinggi.
- Persyaratan permodalan untuk memasuki industri tersebut rendah.
- Keuntungan biaya tidak berhubungan dengan ukuran perusahaan.
- Para pembeli tidak terlalu setia pada suatu merek, hingga mempermudah
pemain baru untu menarik pelanggan dari perusahaan yang telah ada.
- Pemarintah, melalui kebijakan perdagangan internasional dan peraturan
dagangnya, tidak membatasi perusahaan baru memasuki industri tersebut.
5. Ancaman Produk atau Jasa Substitusi.
Produk jasa substitusi dapat mengubah keseluruhan industri. Pada umumnya,
suatu industry akan lebih menarik jika ada kondisi-kondisi berikut ini;
- Produk-produk substitusi yang berkualitas tidak langsung tersedia.
- Harga produk subsistusi tidak terlalu murah dibanding harga produk indistri
- Biaya peralihan para pembeli ke produk subsistusi tinggi.
Setelah menyurvei sebarapa kuat kelima hal di atas memberikan tekanan kepada
suatu industri, para wirausahwan dapt mengevaluasi potensi perusahaan mereka
dalam menghasilkan penjualan dan laba yang wajar di suatu industri tertentu.

B. Analisis kelayakan Produk dan Jasa


Ketika para wirausahawan telah menemukan bahwa ide produk atau jasa mereka
memiliki potensi pasar yang cukup luas, kadang-kadang mereka menjadi begitu
terburu-buru karena antusiasme mereka untuk meluncurkan usaha tanpa benarbenar mempertimbangkan apaka mereka untuk meluncurkan usaha tanpa benarbenar mempertimbangkan apakah mereka dapat benar-benar menghasilkan
produk tersebut atau memberikan jasa tersebut dengan biaya yang wajar.Analisis
kelayakan produk atau jasa ialah menentikan daya tarik ide suatu produk atau
jasa bagi para calon pelanggan dan mengidentifikasi berbagai sumber daya yang
dibutuhkan untuk menghasilkan produk atau jasa tersebut.Proses mendapat

umpan balik dapat di lakukan dengan penelitian primer seperti survey pelanggan
dan kelompaok fokus, mengumpulkan riset pelanggan sekunder, membuat
prototipe,dan melakukan percobaan dirumah. Penelitian primer ialah informasi
yang di kumpulkan para wirausahawan secara langsung dan untuk dianalisis
lebih lanjut.Penelitian sekunder ialah informsi yang telah dikumpulkan pihak
lain dan yang tersedia untuk digunkana, serinbgkali dengan membayar biaya
yang sangat wajar dan besarnya atau kadang tanpa biaya.Keduan jenis penelitian
ini, baik informasi kuantitatif maupun informasi kualitatif keduanya sama
penting sebagai dasar untuk menarik kesimpulan.

C. Analisis Kelayakan Keuangan


Komponen terakhir dari analisis kelayakan keuangan adalah penilaian kelayakan
keuangan suatu proposal usaha. Pada tahap ini, analisis keuangan umum sudah
mencukupi. Jika konsep usaha tersebut lolos dari seluruh analisis kelayakan,
seorang wirausahawan harus melakukan analisis keuangan secara lebih
mendalam jika ingin membentuk rencana bisnis yang lebih baik.Barbagai elemen
utama yang harus dimasukkan dalam analisis kelayakan keuangna meliputi
kebutuhan modal awal, perkiraan pendapatan, dan pengembalaian atas investasi
yang dihasilkan.

Mengembangkan Rencana Bisnis


Setiap wirausahawan yang sudah membuka usaha atau yang akan meluncurkan
suatu usaha,butuhkan sebuah rencana bisnis yang dibuat dengan baik dan yang
berdasarkan fakta, untuk dapat meningkatkan peluang keberhasilan usahannya.
Salama berpuluh-puluh tahun, penelitian telah membuktikan bahwa perusahaan
yang melakukan perencanaan bisnis akan mengalahkan perusahaan yang tidak
melakukannya.Rencana bisnis adalah ringkasan tertulis mengenai usulan
pendiriran perusahaan oleh wirausahawan yang berisi detil kegiatan operasi dan
rencana keuangan, peluang dan strategi pemasaran, serta keterampilan dan
kemampuan manajer.Tidak ada pengganti untuk rencana bisnis yang di usulkan
dan disiapkan dengan baik dan tidak ada jalan pintas untuk membuat rencana
bisnis ini. Rencana ini berguna sebagai peta jalan bagi wirausahawan dalam
perjalanannya menuju pembangunan bisnis yang sukses.Rencana bisnis
menguraikan arah perusahaan, tujuan, tempat yang ingin dituju, dan cara
mencapainya.rencana merupakan bukti tetulis bahwa wirausahawan telah

melakukan penelitian yang di perlukan, mempelajari peluang bisnis secara


pandai, dan siap untuk melaksanakannya dengan sebuah modal bisnis.
Singkatnya rencana bisnis merupakan asuransi terbaik wirausahawan untuk
mencegah mendirikan perusahaan yang ditakdirkan gagal atau salah mengelola
perusahaan yang berpotensi sukses.

Elemen-elemen dalam Rencana Bisnis


Wirausahawan yang cerdik menyadari bahwa setiap rencana bisnis bersifat unik
dan harus dibuat khusu. Mereka menghindari rencana yang disusun dengan
pendekatan siap pakai yang menghasilkan rencana standar. Elemen-elemen
dari rencana bisnis mungkin sudah standar, tetapi cara wirausahawan
mengemukakannya harus dengan cara unik dan mencerminkan antusiasme
pribadinya mengenai perusahaan barunya. Bila baru pertama kali menulis
rencana bisnis, akan sangat bermanfgaat bila wirausahawan meminta saran dari
orang lain yang memiliki pengalaman dalam proses membuat rencana bisnis.
Akuntan, dosen manajemen, penasihat hukum, dan para konsultan dengan Pusatpusat Pengembangan Bisnis Kecil merupakan sumber yang sangat baik untuk
mendapatkan saran dalam menyusun rencana Anda. Paket prencanaan ini
membantu para wirausahawan mengorganisasi materi yang telah mereka teliti
dan kumpulkan, serta memberikan tips yang berguna dalam penulisan
perencanaan ini dan berbagai pola (template) untuk menyusun laporan keuangan.
Paket-paket perencanaan ini menghasilkan rencana bisnis yang terlihat
profesional, tetapi para wirausahawan yang menggunakannya menghadapi satu
kelemahan: rencaa yang mereka hasilkan kadang-kadang terlihat sama, seperti
berasal dari cetakan yang sama. Indakan tersebut dapat menurunkan minat
investor profsional, yang melihat ratusan rencabna bisnis setiap
tahunnya.Awalnya, prospek menulis rencana bisnis tampak menakjubkan.
Banyak wirausahawan lebih suka langsung meluncurkan perusahaan dan melihat
apa yang terjadi daripada menginvestasikan waktu dan tenaganya untuk
menentukan dan meliti target pasar,menentukan strategi, dan merencanakan
keuangannya. Di atas semua itu , menyusun sebuah rencana memang merupakan
sebuah kerja keras! Namun demikian, itu merupakan kerja keras yang
memberikan banyak manfaat, sekalipun tidak semuanya tampak dengan
segera.Para wirausahawan yang menginvestasikan waktu dan tenaga mereka
untuk menyusun rencanabisnis akanlebih siap menghadapi lingkungan yang tidak
ramah tempat perusahaan mereka akan bersaing, dibandingkan dengan para
wirausahawan yang tidak memiliki rencana bisnis. Sebelumnya, kita sudah

bicarakan bahwa rencana bisnis seperti peta jalan yang memberi petunjuk
wirausahawan dalam perjalanan menuju kesuksesan bisnisnya. Bila anda
melakukan perjalanan dengan tujuan tertentu melalui wilayah yang asing, keras,
dan berbahaya, apakah anda lebih suka menumpang pada seseorang yang
memiliki peta jalan dan rencana perjalanan, atau kepada oranglain yang tidak
meyakini perlunya peta jalan,atau rencana perjalanan, tujuan, dan persinggahan?
Meskipun menyusun rencana bisnis tidak menjamin kesuksesan, rencana bisnis
ini akan meningkatka peluang untuk meraih kesuksesan dalam bisnis pbagi para
wirausahawan.

Format rencana bisnis


Rencana bisnis biasanya tersusun antara 25 sampai 40 halaman. Rencana bisnis
yang lebih pendek biasanuya terlalu sederhana untuk menjadi rencana yang
cukup bernilai, tetapi bila terlalu panjang memiliki kemungkinan tidak pernah
digunakan atau dibaca! Bagian ini akan menjelaskan elemen-elemen umum
dalam rencana bisnis. Meskipun demikian, wirausahawan harus menyadari bahwa
sebagaimana usaha bisnis, rencana bisnis selalu unik. Wirausahawan harus
melihat elemen-elemen berikut sebagai titik awal untk menyusun rencana dan
harus memodifikasinya sesuai dengan kebutuhannya, sehingga daat
mengemukakan keadaan perusahaan barunya dengan lebih baik.
1. Halaman Judul dan Daftar Isi
Rencana bisnis adalah dokumen profesional dan harus berisi satu halaman judul
yang menampilkan nama, logo, dan alamat perusahaan serta berbagai informasi
nama dan kontak para pendiri perusahaan. Banyak wirausahawan yang juga
memasukkan dalam halaman judul itu jumlah kopi rencana tersebut dan tanggal
dikeluarkannya.
2. Ringkasan Eksekutif
Untuk meringkas presentsi rencana bisnis pada masing-masing lembaga
keuangan atau investor, wirausahawan harus menulis ringkasan eksekutif .
ringkasan ini harus singkat maksimum dua halaman dan harus meringkas semua
butir-butir yang relavan degan perusahaan. Ringkasan eksekutif adalah ikhtisar
keseluruhan rencana, menyajikan inti rencana secara singkat. Ringkasan
eksekutif harus secara singkat menjelaskan mengenai berbagai hal berikut:model
usaha perusahaan dan dasar daya saingnya,target pasar perusahaan dan manfaat
dari berbagai produk atau jasanya yang akan diberikan,kepada

pelanggan,kualifikasi para pendiri dan karyawan utamanya,sorotan mengenai


aspek keuangan yang penting.
3. Pernyataan Visi dan Misi
Pernyataan misi mengungkapkan dalam kata-kata visi wirausahawan tentang
seperti apa dan akan menjadi apa perusahaannya. Peryataan misi ini merupakan
ungkapan paling luas mengenai tujuan perusahaan dan menjelaskan arah
perusahaan itu. Pernyataan misi melabuhkan perusahaan dalam realitas dan
berfungsi sebagai pernyataan tesis untuk keseluruhan rencana bisnis. Setiap
rencana yang bagus menangkap gaira visi seorang wirausahawan atas usaha
tersebut, dabpernyataan misi adalh tempat yang ideal untuk
mengekspresikannya.
4. Sejarah Perusahaan
Pemilik dari bisnis kecil yang sedang membuat rencana bisnis harus menyiapkan
sejarah singkat dari operasi, yang menekankan pada peristiwa keuangan dan
operasional yang signifikan dalam kehidupan perusahaan. Bagian ini harus
mendeskripsikan kapan dan mengapa perusahaan dibentuk, bagaimana
perusahaan berkembang sepanjang waktu, dan apa yang diimpikan oleh
pemiliknya dimasa depan. Bagian ini harus menekankan pencapaian yang sukses
atas tujuan-tujuan dimasa lalu seperti pengembangan prototipe, perolehan hak
paten, pencapaian sasaran pangsa pasar, atau perolehan kontrak pelanggan
jangka panjang.Bagian ini harus mendeskripsikan citra perusahaan saat ini di
pasar.
5. Profil Usaha dan Industri
Untuk memperkenalkan industri tempat perusahaan bersaing kepada pemberi
pinjaman dan investor, wirausahawan harus menguraikannya dalam rencana
bisnis. Bagian ini seharusnya memberikan para pembacanya gambaran umum
industri atau segemn pasar terkait dimana perusahaan baru tersebut akan
beroperasi. Data industri, seperti ukuran pasar, trend pertumbuhan, dan kekuatan
kompetitif dan ekonomi relatif berbagai perusahaan besar dalam industri
perusahaan tersebut, semuanya akan membentuk dasar untuk pemahaman yang
lebih baik mengenai kelayakan produk atau jasa baru tersebut. Berbagai
persoalan strategis seperti kemudahan mamasuki dan keluar dari pasar,
kemampuan untuk mencapai wilayah atau skala ekonomis, dan keberadaan trend
ekonomi siklis atau musiman, akan membantu lebih lanjut para pembacanya

dalam mengevalusi usaha baru tersebut. Bagian dari rencana ini juga
harusmenjelaskan berbagai trend industri yang signifikan serta berbagai faktor
keberhasilan utama serta gambaran keseluruhan masa depannya.
6. Strategi Bisnis
Bagian yang jauh lebih penting dalam rencana bisnis adalah pandangan pemilik
terhadap stategi yang akan diambil untuk menghadapi dan memenangkan
persaingan. Bagian ini membahas cara mencapai tujuan tersebut dengan strategi
bisnis.Disini,wirausahawan harus menguraikan cara ia meraih keunggualn
bersaing dipasar dan apa yang menyebabkan bisnisnya berbeda dari pesaingnya.
Ia juga harus menerangkan cara mencapai sasaran tujuan bisnis dalam
menghadapi persaingan dan peraturan pemerintah serta harus menunjukan citra
perusahaan yang diinginkannya. Tema penting dalam bagian ini adalah apakah
yang akan membuat perusahaan tampil unik dimata pelanggannya. Salahsatu cara
yang paling cepat membawa keruntuhan perusahaan adalah mencoba menjual
produk dan jasa tiruan yang tidak menawarkan hal-hal yang baru, lebih baik,
lebih besar, lebih cepat, lebih nyama, atau berbeda dari produk dan jasa yang
ada kepada pelanggan.

7. Deskripsi Produk atau Jasa Perusahaan


Wirausahawan harus mendeskripsikan keseluruhan lini produk perusahaan,
memberikan ringkasan cara pelanggan menggunakan barang atau jasanya.
Gambar, diagram, dan ilustrasi mungkin diperlukan untuk produk yang sangat
teknis. Wirausahawan harus memberikan informasi singkat tentang hak paten,
merek dagang, atau hak cipta yang melindungi produk atau jasanya dari
pelanggan pesaing.
8. Strategi Pemasaran
Salah satuperhatian penting wirausahaan serta calon pemberi pinjaman dan
investor yang membiayai keuangan perusahaan adalah ada atau tidak adanya
pasar nyata untuk barang atau jasa yang dihasilkan. Oleh karena itu,
wirausahawan harus menguraikan target pasar perusahaan dan karakteristiknya.