Anda di halaman 1dari 3

KELUARGA BERENCANA (KB)

DEMOGRAFI PENDUDUK INDONESIA


Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan hasil sensus pada tahun 2010 adalah 237.641.326 jiwa,
dan diperkirakan jumlahnya mencapai 250 juta jiwa pada tahun 2013.

Pertumbuhan penduduk yang besar ini didukung oleh tingginya angka kelahiran bayi di
Indonesia, yakni 4.5 juta bayi setiap tahun.

Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator
mortalitas yang berguna untuk memonitor kinerja pemerintah suatu negara dalam peningkatan
kesejahteraan masyarakat.

Angka Kematian Bayi (AKB) adalah banyaknya kematian bayi berusia dibawah satu tahun, per
1000 kelahiran hidup pada satu tahun tertentu. Berdasarkan hasil survei demografi dan
kesehatan tahun 2012, angka kematian bayi di Indonesia mencapai 32 kematian per 1000
kelahiran.

Angka Kematian Ibu (AKI) adalah banyaknya kematian perempuan pada saat hamil atau selama
42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lama dan tempat persalinan, yang
disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, dan bukan karena sebab-sebab lain, per
100.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Ibu pada tahun 2012 mencapai 359 kematian per
100.000 kelahiran hidup.

KELUARGA BERENCANA
Definisi menurut WHO
Tindakan yang membantu individu atau pasangan suami-istri untuk:
(1) Menghindari kehamilan yang tidak diinginkan
(2) Mendapatkan kehamilan yang diinginkan
(3) Mengatur interval antar kehamilan
(4) Mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri
(5) Menentukan jumlah anak dalam keluarga

Tujuan KB adalah untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk melalui usaha penurunan
tingkat kelahiran.

Jenis-jenis alat kontrasepsi:

Jangka Pendek Jangka Sedang Jangka Panjang
KB Alamiah (Metode Ovulasi
Billings, Sistem Kalender,
Metode Suhu Basal)
Sanggama Terputus
Metode Barier
Metode Amenorea Laktasi
Kontrasepsi Kombinasi
Kontrasepsi Progestin
AKDR
Kontrasepsi Mantap

Hormonal Non-hormonal
Kombinasi (pil, suntikan)
Progestin (pil, suntikan, implant, AKDR dengan
progestin)
KB Alamiah
Sanggama Terputus
Metode Amenorea Laktasi
Metode Barier
AKDR
Kontrasepsi Mantap

Kontraindikasi:
o Hamil atau dicurigai hamil
o Perdarahan pervaginam yang belum diketahui penyebabnya
o Penyakit sistemik (penyakit hati, jantung, stroke, hipertensi, gangguan pembekuan
darah, diabetes mellitus)
o Riwayat kanker atau dicurigai kanker payudara
o Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid, terutama amenorea
o Kelainan uterus
o Sedang menderita infeksi alat genital (untuk penggunaan AKDR)

Efek Samping:
o Gangguan haid (amenorea, spotting)
o Perdarahan vagina
o Infeksi (pada AKDR, kontrasepsi mantap)
o Mual, pusing, atau muntah
o Nyeri payudara
o Penambahan berat badan
o Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan
o Resiko kehamilan ektopik
o Perubahan mood atau gelisah
o Efektivitas menurun bila digunakan bersama obat tuberkulosis (pada kontrasepsi pil)

Efektivitas
Jenis Kontrasepsi Efektivitas
Metode Amenorea Laktasi (MAL) Keberhasilan 98% pada 6 bulan pasca salin
KB Alamiah 9-20 kehamilan per 100 perempuan
Sanggama Terputus 4-27 kehamilan per 100 perempuan
Metode Barrier Kegagalan 10-15%
Pil Kombinasi 1 kehamilan per 1000 perempuan (bila
digunakan setiap hari) pada setahun pertama
penggunaan
Suntikan Kombinasi 0.1-0.4 kehamilan per 100 perempuan pada
satu tahun pertama penggunaan
Suntikan Progestin 0.3 kehamilan per 100 perempuan (bila
pemakaian sesuai jadwal)
Pil Progestin (Minipil) 98.5% efektif
Implan 0.2-1 kehamilan per 100 perempuan
AKDR dengan progestin 0.5-1 kehamilan per 100 perempuan
AKDR 0.6-0.8 kehamilan per 100 perempuan dalam
setahun pertama
Kontrasepsi Mantap 0.5 kehamilan per 100 perempuan dalam
setahun pertama