Anda di halaman 1dari 5

Nama: Risa Nanda Yusar

Kelas : XII IPA 1



PRAKTIKUM KIMIA
LARUTAN ELEKTROLIT DAN LARUTAN NON ELEKTROLIT

A. DASAR TEORI

1. Larutan elektrolit dan nonelektrolit.
Untuk menyederhanakan pengkajian senyawa, diinginkan pengelompokan menjadi grup atau
subgrup sehingga senyawa yang sifatnya mirip dapat dipelajari bersama-sama. Salah satu pengelompokan
larutan yaitu berdasarkan kemampuan suatu larutan untuk menghantarkan aliran listrik.
Senyawaan lelehan atau larutannya itu menghantarkan arus listrik, maka senyawa itu disebut elektrolit,
jika senyawa itu tidak dapat menghantarkan arus listrik disebut nonelekrolit. Air murni merupakan larutan
nonelektrolit, sedangkan larutan elektrolit adalah Natrium Klorida, Hidrogen Klorida, Hidrogen Nitrat,
Natrium Hidroksida, dll.
Disini, penting untuk mencatat bahwa semua senyawa ion yang melarut ke dalam air akan membentuk
larutan elektrolit, sedangkan senyawaan yang larut dalam air ada yang termasuk larutan elektrolit dan ada
pula yang merupakan larutan nonelektrolit.
Suatu senyawa dapat menghantarkan listrik jika berbentuk suatu larutan atau lelehan karena terdapat
kecenderungan kuat bagi senyawa nopolar untuk larut ke dalam pelarut nonpolar dan bagi senyawa polar
atau senyawa ion untuk larutan kedalam pelarut polar. Dengan kata lain, sejenis melarutkan sejenis.
Hal lain yang dapat diamati untuk membedakan larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit adalah ada
tidaknya gelembung udara yang terbentuk. Larutan elektrolit dapat menghasilkan gelembung sedangkan
larutan nonelektrolit tidak menghasilkan gelembung untuk menghantarkan arus listrik tersebut.
2. Penyebab larutan elektrolit dapat menghantarkan aliran listrik.
Dalam suatu percobaan pembuktian larutan elektrolit, misalnya saja pada larutan tembaga klorida
( CuCl
2
), bila arus dialirkan, aliran muatan lewat rangkaian akan ditujukkan melalui menyalanya bola
lampu. Akan tampak pula klor, suatu gas kuning kehijauan akan bergelembung ke luar dari larutan pada
elektrode positif ( anode ) dan bahwa tenaga logam mulai menyalut elektrode negatif ( katode ). Bila
baterai diputuskan hubungannya, perubahan kimia itu berhenti. Bila baterai dihubungkan kembali, akan
tampak salutan termbaga tambahan dan lebih banyak gelembung klor. Jika baterai dibiarkan terhubung
untuk waktu yang lama, kalau perlu sel yang habis diganti dengan yang baru, nyala lampu akan semakin
redup dan akhirnya akan mati. Jika sekarang larutan itu diperiksa, maka ternyata tak tersisa lagi tembaga
klorida itu. Reaksi yang utama terjadi adalah elektrolisis.
Selain itu terjadi reaksi ionisasi yang terjadi di dalam larutan, reaksi ini akan menguraikan senyawa-
senyawa tersebut menjadi elektron-elektron arus ( kation-kation ). Terjadi reduksi pada katode. Elektron
meninggalkan larutan pada anode. Bila semua ion yang semula berasa dalam larutan telah diubah menjadi
partikel netral, tak ada lagi partikel negatif maupun partikel positif untuk memberikan maupun menerima
elektron. Arus tidak dapat mengalir.

3. Elektrolit kuat dan elektrolit lemah
larutan yang dapat menghantarkan listrik dengan sangat baik dan dapat berperan sebagi konduktor yang
baik juga disebut elekrolit kuat. Sedangkan zat-zat yang hanya sebagian kecil molekulnya yang larut
bereaksi dengan air untuk membentuk ion disebut elektrolit lemah.
Beberapa jenis asam, basa dan garam termasuk ke dalam larutan elektrolit jika senyawaan tersebut berupa
larutan atau lelehan. Yang termasuk ke dalam larutan elektrolit kuat adalah asam kuat, basa kuat, garam
dari asam kuat dan basa kuat, garam dari asam lemah dan basa lemah, dan garam dari asam kuat dan basa
lemah. Sedangkan yang termasuk ke dalam elektrolit lemah adalah asam lemah, basa lemah dan garam
dari asam lemah dam basa lemah.
4. Larutan elektrolit
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, untuk mempermudah dalam mempelajari larutan dilakukan
klasifikasi terhadapnya, salah satunya berdasarkan pada kemampuan larutan tersebut untuk
menghantarkan listrik, menjadi larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit. Larutan elektrolit adalah
larutan yang dapat menghantarkan aliran listrik. Suatu larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik
karena terjadi ionisasi yang berlangsung ketika aliran listrik melalui larutan tersebut. Reaksi ionisasi
adalah reaksi menguraikan senyawa-senyawa tersebut menjadi ion-ion, ion negatif dan ion positif.
Dengan begitu terjadi beda potensial yang menyebabkan arus listrik itu mengalir. Contoh :
CuCl
2
Cu
2-
+ 2Cl
-

HCl H
+
+ Cl
-

Suatu larutan elektrolit mengandung ion-ion yang menarik ataupun melepaskan elektron-elektron. Arus (
aliran elekron ) memasuki larutan pada katode. Elektron yang masuk itu diambil dari ion-ion positif (
kation-kation ). Terjadi reduksi pada katode. Ion positif menerima elektron yang dilepas oleh ion-ion
negatif. Pada aliran elektron itu terjadi pula aliran listrik. Dalam percobaan, larutan ini dapat dibuktikan
menghantarkan listrik karena bola lampu menyala dan timbulnya gelembung udara pada batang karbon.
1. Elektrolit kuat.
Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang daya hantar listriknya baik. Reaksi ionisasi yang
terjadi di dalam larutan terjadi secara sempurna sehingga aliran elektron mengalir dengan lancar.
Zat-zat tersebut dapat larut secara menyeluruh dalam air ( zat pelarut ).
Berikut adalah contoh elektrolit kuat beserta contohnya :
Senyawa asam kuat. Seperti HCl, HBr, HI, HNO
3
, H
2
SO
4
.
Senyawa basa kuat. Seperti LiOH, NaOH, KOH, RbOH, Ca(OH)
2
, Sr(OH)
2
, dan Ba(OH)
2
.
Senyawa garam
Garam dari asam kuat dan basa kuat.
HCl + NaOH NaCl + H
2
O
Garam dari asam lemah dan basa kuat.
HF + KOH KF + H
2
O
Garam dari asam kuat dan basa lemah
H
2
SO
4
+ NH
4
OH (NH
4
)
2
SO
4
+ H
2
O
2. Elektrolit lemah.
Elektrolit lemah adalah larutan yang kemampuan menghantarkan aliran listriknya buruk, bukan
berarti tidak dapat menghantarkan listrik sama sekali. Ionisasi yang terjadi di dalam larutan hanya
terjadi sebagian atau hanya bagian kecil molekul yang terionisasi, dengan kata lain tidak terjadi
ionisasi sempurna.
Berikut adalah elektrolit lemah beserta contohnya :
Senyawa asam lemah. Seperti CH
3
COOH, H
2
CO
3
, H
2
S, HCN.
Senyawa basa lemah. Seperti NH
3
, NH
4
OH,CH
3
OH.
Senyawa garam dari asam lemah dan basa lemah. Seperti :
HF + NH
4
OH NH
4
F + H
2
O
2. Asam, Basa dan Garam
1. asam
Asam adalah senyawa yang memiliki ion H di dalamnya. Larutan asam mempunyai rasa masam dan
bersifat korosit. Zat elektrolit yang mengion sebagian besar kita sebut elektrolit kuat, sedangkan yang
mengion sebagian kecil disebut elektrolit lemah. Kekuatan asam dan basa akan dinyatakan dalam
besaran derajat ionisasi. Derajat ionisasi adalah perbandingan antara jumlah zat yang mengion denan
jumlah zat mula-mula. Seperti yang dijelaskan sebelumnya larutan dapat menghantarkan arus listrik
karena terjadi reaksi ionsasi di dalamnya. Zat mengion sempurna jika derajat ionisasinya adalah 1,
tidak mengion jika derajat ionisasinya adalah 0, jadi batas-batas harga derajat ionisasi adalah 0 < <>
2. Basa
Basa adalah senyawa yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida (OH). Senyawa basa
memiliki rasa yang pahit dan bersifat kaustik. Sama seperti halnya asam kuat dan asam lemah, basa
kuat terionisasi sempurna sehingga merupakan elektrolit kuat sedangkan basa lemah terionisasi
sebagian sehingga merupakan elektrolit lemah.
3. Garam
Garam merupakan produk dari reaksi antara asam dan basa. Sebenarnya reaksi tersebut menghasilkan
garam dan air. Reaksi ini juga disebut reaksi penetralan, asam mengandung atom H
+
dan basa
mengandung atom OH
-
, atom-atom tersebut membawa sifatnya masing-masing dan bereaksi dan
menghasilkan air, dan air bersifat netral. Atom-atom reaksi yang tersisa kemudian bereaksi dan
menghasilkan garam. Jika garam tersebut dilarutkan dalam air, maka garam itu akan mengion dan
dapat menghantarkan listrik.
5. Larutan nonelektrolit.
Jenis larutan yang kedua adalah larutan nonelektrolit, larutan ini sama sekali tidak dapat
menghantarka aliran listrik. Karena tidak terjadi reaksi ionisasi di dalam larutan itu. Biasanya larutan ini,
zat terlarutnya merupakan senyawa alam, senyawa yang sudah terbentuk dengan sendirinya di alam ini.
Di dalam percobaan, larutan ini tidak dapat menghantarkan aliran listrik ditandai dengan bola lampu yang
tetap mati dan tidak adanya gelembung udara yang timbul.
Berikut adalah contoh senyawa yang jika dilarutkan dalam air merupakan laruan nonelektrolit :
C
6
H
12
O
6
( Glugosa )
C
12
H
22
O
11
( Sukrosa )
CCl
4
( Tetraklorometana )
CO(NH
2
)
2
( Urea )

NO LARUTAN
GELEMBUNG UDARA NYALA LAMPU
KETERANGAN
Banyak Sedikit
Tidak
ada Terang Redup Mati
1 Air - - - - nonelektrolit
2
Garam
dapur - - - - elektrolit kuat
3 Gula - - - - nonelektrolit
4 Urea - - - - nonelektrolit
5 Air sabun - - - - elektrolit kuat
6 Air jeruk - - - - elektrolit lemah
7 HCl - - - - elektrolit kuat
8 KOH - - - - elektrolit kuat






B. Kegiatan Praktikum

Percobaan dilaksanakan :
Tempat : Laboratorium Kimia, SMA Negeri 3 Batam
Hari, tanggal : Senin, 19 Maret 2012
Pembimbing : Bapak Adi Saputra M.Pd

Alat dan Bahan:
1. Alat yang digunakan
o Gelas Kimia
o 2 batang karbon sebagai electrode
o Kabel secukupnya
o Bolam 2,5 V
o Batu baterai 6 V
o Tissue
o Sakelar
o Gunting
o Isolasi
o Obeng
2. Bahan
Bahan yang digunakan berupa larutan-larutan yang akan diuji.

Langkah Kerja:
Rangkai kabel, bolam dan batu baterai menjadi rangkaian listrik dengan 2 batang karbon sebagai
elektrode-elektrodenya dan tidak bersentuhan.
Siapkan larutan yang akan diuji ke dalam gelas kimia.
Celupkan batang karbon ke dalam gelas kimia.
Sambungkan rangkaian listrik.
Amatilah, apakah bola lampu menyala dan yang terjadi pada batang karbon.
Ambil batang karbon dan bersihkan dengan tissue.
Celupkan lagi batang karbon ke dalam larutan yang berbeda dan ulangi percobaan tersebut.

Hasil Pengamatan:

No. Nama Larutan Volume Nyala Lampu Gelembung Gas Kesimpulan
Terang Redup Tidak Nyala Ada Tidak Ada
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.