Anda di halaman 1dari 2

A.

Avulsi
Avulsi merupakan keadaan trauma gigi ketika gigi terlepas dari tempatnya
(soketnya) secara utuh dan menghasilkan luka kompleks, serta mempengaruhi
jaringan pendukung gigi. Ada berbagai macam penyebab avulsi utamanya yaitu
dikarenakan trauma gigi, seperti:
1. Aktivitas diluar rumah
2. Kecelakaan lalu lintas
3. Kecelakaan kerja, dll. (Welbury RR.2003).
Manifestasi klinis yang dapat dilihat dari keadaan avulsi ini yaitu sebagai berikut:
1. Tampak gigi keluar dari soket dilihat secara klinis maupun radiografis.
2. Terkadang ditemukan pembekuan darah didalam soket.
3. Dapat disertai luka laserasi atau hematom di sekitar area gusi gigi.
4. Ligamen periodontal putus dilihat secara radiografis.
5. Dapat disertai fraktur alveolar.
Keadaan avulsi ini biasanya diikuti dengan perawatan utamanya yaitu
replantasi gigi kedalam soketnya segera setelah kejadian cedera, oleh sebab itu avulsi
memiliki golden period sebagai penentu keberhasilan perawatan yaitu selama 2 jam
pasca terlepasnya gigi dari soket. Jika direplantasi lebih dari 2 jam maka gigi mungkin
akan menjadi non vital sehingga gigi memerlukan perawatan perawatan endodontik
pasca fiksasi, atau malah jika sudah tidak dimungkinkan dalam rentang golden period
sebaiknya jangan diberikan perawatan replantasi dengan fiksasi dikarenakan
prognosis nya buruk. (Ram D.2004). Tindakan replantasi ini sebenarnya berkaitan
dengan perlindungan terhadap ligamen periodontal, dikarenakan ligamen periodontal
memiliki fungsi yang penting didalam rongga mulu yaitu sebagai berikut:
1. Mempertahankan gigi didalam soket gigi
2. Menahan tekanan pengunyahan
3. Melindungi pembuluh darah, limfe dan saraf yang mensuplai gigi
4. Membantu menahan gigi agar tidak miring/berputar. (Welbury RR.2003)




DAFTAR PUSTAKA
Ram D, Cobenca N. Treatment for avulsed permanent teeth: review and clinical
update. Pediatric Dent J. 2004. 26:251-5.

Welburry RR. Traumatic injuries to the teeth. In: Welburry RR, eds. Pediatric
dentistry. 2nd ed. New York. Oxford University Press, 2003. 243-4, 264-4.