Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Mineral merupakan padatan homogen yang tersusun oleh bahan-bahan
inorganik, terbentuk secara alami, memiliki sifat fisika yang khas dan struktur
atom yang teratur. Sebagaimana kita ketahui bahwa penyebaran mineral sangat
melimpah mulai dari kerak bumi hingga mantel. Mineral-mineral penyusun kulit
bumi ada berbagai golongan, mulai dari golongan oksida-hidroksida, sulfat,
posfat, halida, sulfide, karbonat, native elements dan silikat.
Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas tentang mineral halida dan
mineral hidroksida
Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian mineral kelompok halida
2. Untuk mengetahui contoh-contoh dari mineral kelompok halida
3. Untuk mendeskripsikan mineral-mineral dari kelompok halida
4. Untuk mengetahui pengertian mineral kelompok hidroksida
5. Untuk mengetahui contoh-contoh dari kelompok mineral hidroksida
6. Untuk mendeskripsikan mineral-mineral dari kelompok hidroksida
Manfaat
1. Mahasiswa dapat menjelaskan kelompok mineral halida dan contoh-contoh
mineralnya
2. Mahasiswa dapat membedakan mineral kelompok halida dengan mineral kelompok
lainnya
3. Mahasiswa dapat mendeskripsikan mineral-mineral dari kelompok halida dengan
baik
4. Mahasiswa dapat menjelaskan kelompok mineral hidroksida dan contoh-contoh
mineralnya

5. Mahasiswa dapat membedakan mineral kelompok hidroksida dengan mineral
kelompok lainnya
6. Mahasiswa dapat mendeskripsikan mineral-mineral dari kelompok hidroksida dengan
baik




BAB II
PEMBAHASAN
1. Mineral Halida
Mineral halida adalah persenyawaan kimiawi dimana unsur - unsur logam
bersenyawa dengan unsur - unsur yang halogen. Dalam golongan ini dicirikan
adanya dominasi dari ion-ion halogen elektronegatif, seperti: F
-
, Cl
-
, Br
-
, I
-
.
Pada umumnya memiliki Berat Jenis yang rendah (< 5). Halida cenderung
memiliki strukur yang rapi dan simetri yang baik. Contoh mineral dari
golongan halida :
a. Fluorit

Nama Mineral : Fluorit
Rumus Kimia : CaF
2

Sistem Kristal : Isometrik
Belahan : Sempurna
Pecahan : Choncoidal
Kekerasan : 4
Kilap : Kaca
Warna : Ungu sampai biru, hijau-biru, dan hijau
Gores : Putih
Keterdapatan : Sebagai mineral pengiring dalam formasi
hidrotermal akhir dari granit. Banyak sebagai
urat mineral khusus dalam mesotermal urat-urat
timbale-perak, bilamana ia mungkin sebagai
mineral gang
Berat Jenis : 3,18




b. Halit

Nama Mineral : Halit
Rumus Kimia : NaCl
Sistem Kristal : Isometrik
Belahan : Sempurna
Pecahan : Uneven - Choncoidal
Kekerasan : 2,5
Kilap : Kaca
Warna : Bening, kekuningan, kemerahan, biru sampai
keunguan
Gores : Bening-putih
Keterdapatan : Dalam sedimentasi yang tebal berubah bentuk
oleh evaporit dari air laut yang tertutup lagun-
lagun. Karateristik mineral-mineral asosiasinya
adalah dolomite basal, anhidrit, gypsum,
polihalit
Berat Jenis : 2,16


c. Silvit

Nama Mineral : Silvit
Rumus Kimia : KCl
Sistem Kristal : Isometrik
Belahan : Sempurna
Kekerasan : 2
Kilap : Kaca
Warna : Bening, putih, keabu-abuan, kebiruan sampai
merah
Keterdapatan : Sebagai dari halit tapi banyak yang tidak sama
hanya lapisan paling atas dari bagian garam
bilamana air garam memiliki konsenrasi <
1,57% dari volumenya
Berat Jenis : 1,9

2. Mineral Hidroksida
Mineral hidroksida terbentuk akibat pencampuran atau persenyawaan unsur-
unsur tertentu dengan hidroksida (OH). Reaksi pembentukannya dapat juga
terkait dengan pengikatan dengan air. Sama seperti oksida, pada mineral
hidroksida, unsur utamanya pada umumnya adalah unsur-unsur logam.
Contoh-contoh mineral hidroksida adalah :

a. Goetit


Nama Mineral : Goetit
Rumus Kimia : FeOOH
Sistem Kristal : Ortorombik
Belahan : Sempurna
Kekerasan : 5 - 5,5
Kilap : Intan
Warna : Kekuningan sampai kemerah-merahan sampai
coklat tua
Keterdapatan : Ditemukan pada lingkungan pengendapan
bersuhu rendah
Berat Jenis : 3,3 - 4,3

b. Manganit


Nama Mineral : Manganit
Rumus Kimia : MnO (OH)
Sistem Kristal : Monoklin
Belahan : Sempurna
Kekerasan : 4
Kilap : Sublogam
Warna : Abu-abu gelap sampai hitam
Keterdapatan : Sebagai urat mineral dengan barit, kalsit, dan
sinderit pada temperatur rendah. Ditemukan
berasosiasi dengan oksida mangan lainnya
dalam endapan-endapan yang dibentuk oleh air
meteoric
Berat Jenis : 4,38

c. Gibsit

Nama Mineral : Gibsit
Rumus Kimia : Al (OH)
3

Sistem Kristal : Monoklin
Pecahan : Uneven
Kekerasan : 2,5 - 3,5
Kilap : Kaca
Cerat : Putih
Warna : Putih, abu-abu, tidak berwarna, hijau muda,
hijau, biru kehijauan, kekuningan-coklat, coklat-
kemerahan
Keterdapatan : Mineral sekunder yang terbentuk dari hasil
pelapukan dan endapan lempung, batuan beku
dan pegmatit
Berat Jenis : 2,4
Tenacity : Britel

d. Diaspore

Nama Mineral : Diaspore
Rumus Kimia : AlO (OH)
Sistem Kristal : Ortorombik
Pecahan : Concoidal - Uneven
Kekerasan : 6,5 7
Kilap : Kaca, mutiara
Cerat : Putih
Warna : Tidak berwarna, putih, abu-abu, lampu hijau
zaitun, cahaya kekuningan-hijau, kuning, coklat,
oranye terang, pink, ungu, dan merah
Keterdapatan : Mineral sekunder yang terbentuk dari hasil
pelapukan dan endapan lempung, dalam bauan
metamorf
Berat Jenis : 3,3 3,5


BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
1. Mineral halida adalah persenyawaan kimiawi dimana unsur - unsur logam
bersenyawa dengan unsur - unsur yang halogen.
2. Mineral hidroksida terbentuk akibat pencampuran atau persenyawaan unsur-
unsur tertentu dengan hidroksida (OH).

DAFTAR PUSTAKA
Graha, Doddy Setia.1987. Batuan dan Mineral. Bandung : Nova
http://www.minerals.net/mineral/Gibbsite.aspx di akses pada 21 April 2014 pukul
19.00 WITA
http://www.mineral.net/mineral/diaspore.aspx di akses pada 21 April 2014 pukul
19.17 WITA
http://www.scribd.com/document_downloads/direct/182976089?extension=docx
&ft=1397963013&lt=1397966623&user_id=252610636&uahk=J9FgX5n59gQZn
IkrLJ0JDZqtwqw di akses pada 20 April 2014 pukul 15.00 WITA

Anda mungkin juga menyukai