Anda di halaman 1dari 16

SEJARAH PERKEMBANGAN

BAHASA INDONESIA
1. Bahasa Melayu sebagai Dasar Pembentukan
Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia yang sekarang sebagai bahasa persatuan
dan bahasa Negara secara historis berasal dari bahasa
Melayu. Awalnya bahasa Melayu dipakai di daerah Riau dan
sekitarnya. Selanjutnya meluas ke seluruh pelosok
Nusantara. Meluasnya bahasa Melayu disebabkan oleh
status bahasa pada zaman Kerajaan Sriwijaya yang
menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi kerajaan.
Selain itu, jasa pedagang dan pelaut yang menggunakan
bahasa Melayu sebagai alat komunikasi antarsuku,
antarbudaya, dan antarpulau. Sejak saat itu bahasa Melayu
menjadi Lingua Franca.



Alasan Pemilihan Bahasa Melayu sebagai Dasar
Pembentukan Bahasa Indonesia
a. Dibanding dengan bahasa Jawa, walaupun pemakai
bahasa Jawa lebih banyak tetapi bukanlah bahasa
Jawa yang dipilih sebagai dasar pembentukan bahasa
Indonesia.
Hal itu disebabkan karena penutur bahasa Jawa hanya
terkonsentrasi di Pulau Jawa saja, berbeda dengan
bahasa Melayu yang dipakai tersebar di seluruh
pelosok Nusantara, terutama di daerah pantai
berdekatan dengan pelabuhan. Dengan dipilihnya
bahasa Melayu sebagai dasar pembentukan bahasa
Indonesia, maka upaya untuk menasionalkan bahasa
Melayu lebih mudah dan praktis.
b. Bahasa Melayu memiliki sifat kedemokratisan bahasa
Hal itu ditandai dengan tidak adanya tingkatan-
tingkatan/jenjang dalam pemakaian bahasa (unggah-
ungguh). Hal tersebut sangat cocok dengan
kecenderungan masyarakat Indonesia yang bercorak tidak
menonjolkan tingkatan/kasta.

C. Bahasa Melayu lebih terbuka dan mudah disesuaikan
dengan perkembangan zaman dan pengaruh dari luar.
2. Kelahiran Bahasa Indonesia
Kelahiran secara Politis
Bahasa Melayu semakin lama semakin kaya dengan adanya
pengaruh dari berbagai bahasa lain sampai menjelang
akhir tahun 1928 secara resmi masih tetap bernama
bahasa Melayu, walaupun dari segi fungsinya sudah tidak
lagi mencerminkan sebagai bahasa daerah.
Atas dasar kesadaran para pemuda akan pentingnya
bahasa sebagai alat pemersatu bangsa, maka dalam
Kongres Pemuda di Jakarta tanggal 28 Oktober 1928
dicetuskan ikrar politik yang disebut Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa
yang satoe bangsa Indonesia
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe bertanah air
yang satu tanah air Indonesia
Kami poetra dan poetri Indonesia menjoenjoeng bahasa
persatoean bahasa Indonesia
Sejak diikrarkannya Sumpah Pemuda tersebut berarti
secara resmi bahasa Indonesia terlahir. Namun demikian,
karena kelahiran itu terwujud dalam rangka ikrar politis,
maka kelahiran tersebut juga disebut kelahiran secara
politis
Kelahiran Bahasa Indonesia secara Yuridis
Upaya pemuda mengusir penjajah dengan modal
semangat persatuan akhirnya membuahkan hasil berupa
kemerdekaan bangsa Indonesia yang diproklamasikan
oleh Bung Karno dan Bung Hatta (atas nama bangsa
Indonesia) tanggal 17 Agustus 1945. sehari kemudian,
tanggal 18 Agustus 1945 (UUD 45) diundangkan, yang
salah satu pasalnya, yakni Bab XV pasal 36 Berbunyi:
Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia. Dengan
demikian, bahasa Indonesia secara resmi, secara yuridis,
telah dinyatakan sebagai bahasa Negara dan bahasa
Resmi.
3. Bahasa yang Mempengaruhi Bahasa Indonesia
a. Bahasa Sansekerta
Bahasa Sansekerta masuk ke Indonesia bersamaan dengan
masuknya budaya dan agama Hindu ke Indonesia yang
terjadi pada abad ke-5 dan mencapai puncak kejayaannya
pada abad ke-7. Kata-kata bahasa Indonesia yang berasal
dari bahasa Sansekerta berkaitan dengan agama, budaya,
nama-nama yang bersifat monumental, semboyan, ajaran,
dan sebagainya.
Contoh: negara, raja, bangsa, permaisuri, singgasana,
agama, dewa, pujangga, sorga, dll.
Pengaruh bahasa Sansekerta yang masih dipakai adalah
akhiran wan, -man, dan wati (budayawan, seniman,
seniwati, karyawati).
b. Bahasa Arab
Masuknya bahasa Arab bersamaan masuknya budaya dan
agama Islam yang dibawa oleh pedagang bangsa Arab,
baik berasal dari Hadramaut maupun Persi pada akhir abad
ke-15. kata-kata bahasa Arab kebanyakan berkaitan
dengan kehidupan keagamaan Islam.
Contoh: akhlak, akhir, azab, akhirat, khotbah, zakat,
sholat, dll.
c. Bahasa Belanda
Masuknya bahasa Belanda bersamaan dengan masuknya
bangsa Belanda ke Indonesia mulai abad ke-17.
kedatangan mereka awalnya bertujuan mencari rempah-
rempah kemudian meluas memonopoli perdagangan, dan
akhirnya menguasai wilayah kita sebagai daerah jajahan.
Contoh: atret, asisten, amtenar, advokat, arsip, abonemen,
gubernur, residen, provinsi, kondektur, masinis, sopir,
sepur, bangku, buku, lampu, sekolah, resep, prangko,
wesel, eksemplar, rusak, sakelar, bolam, blangko, tas,
handok, potlot, grip, dll.
D. Bahasa Inggris
Pengaruh bahasa Inggris terjadi setelah bahasa Melayu
menjadi bahasa Indonesia. Pada saat masih bernama
bahasa Melayu pengaruh itu tidak terjadi, karena bangsa
Inggris tidak pernah berkuasa di Indonesia, kecuali di
daerah Bengkulu. Berbeda dengan bahasa Sansekerta,
bahasa Arab, dan bahasa Belanda yang masuk ke bahasa
Melayu lewat kontak budaya, agama, politik penjajahan,
maka bahasa Inggris masuk ke bahasa Indonesia melalui
jalur ilmu pengetahuan dan teknologi. Contohnya analisis,
tesis, sintesis, hipotesis, struktural, ideal, instruksional,
manajemen, akuntan, dll.
E. Bahasa Asing Lain
Bahasa Portugis : lentera, bendera, jendela, lemari, dll.
Bahasa Tamil : logam, mempelam, pualam, gembala
Bahasa Perancis : trotoar, abator, urinoar, salut
Bahasa Parsi : pasar, kenduri, peduli
Bahasa China : bakmi, bakso, bakwan, capjae, taoge
Bahasa Jepang : kimono, judo, taiso, karate, samurai
F. Bahasa Daerah
Bahasa Jawa : bisa, lestari, rampung, lugu, tempe
Bahasa Sunda : nyahok, oncom
Bahasa Banjar : gambut
Bahasa Irian : koteka
Bahasa Batak : horas
Bahasa Minang : rendang, inang, datuk
Bahasa Palembang: mpek-mpek

Anda mungkin juga menyukai