Anda di halaman 1dari 11

kandungan QS.

Al-alaq 1-5






Artinya :
dengan menyebut nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah dan Tuhanmulah yang maha pemurah.
4. Yang mengajar manusia dengan perantaraan qalam (tulis baca)
5. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak di ketahuinya.
kandungannya menurut qu:

1. Allah maha pemurah dan penyayang, Allah menciptakan manusia mengurus manusia dan
menyempurnakan manusia, terhadap orang yang tidak percaya akan adanya Allah juga, Allah tetap
memberinya rejeki. Sering kali kita salah paham terhadap Allah kita merasa Allah mempersulit jalan
kita dengan membuat kita gagal tes atau sebagainya, padahal dengan gagal tes tersebut kita
nantinya mendapatkan sesuatu yang lebih baik, kita tidak pantas menyalahkan Alllah harusnya kita
bersyukur atas segala yang kita terima dan evaluasi diri jika ada kegagalan.

2. Perintah membaca Al-quran
Karena Al- qur-an adalah buku petunjuk bagaiman kita hidup didunia, tentang bersosialisasi, tetang
ilmu pengetahuan, tentang ketenangan hati tentang masa depan, tentang kisah2 masa lalu yang
menjadi pelajaran dan masih banyak ilmu-ilmu dalam Al- quran yang masi belum di telusuri.
pelajarilah Al-quran dan Al-quran akan mengajari kalian semuanya

3. kita harus membaca
Kita harus membacanya (alquran, ayat ini dan ayat2 yang di turunkan sesudah ayat ini) supaya kita
tahu dan mengambil pelajaran atasnya

4. lakukanlah semuanya (semua pekerjaan kita) dengan menyebut nama Allah. supaya kita tidak lupa
daratan Jika kita sudah kaya, atau jika kita sudah mendapatkan sesuatu yang menjadi keinginan kita
dan menjadi kebanggaan kita, karena semuanya tidak akan terwujud jika tidak mendapat ridho Allah,
dan supaya kita beruntung (dalam Qs. Al-jumuah:10 tentang orang-orang yang selalu mengingat
Allah) dan di permudah jalan kita dalam kehidupan kita.

5. Tulis baca adalah kunci ilmu pengetahuan
Jika kita ingin mendapat pengetahuan, rajin-rajinlah membaca, terutama Al-quran, atau buku,
membaca keadaan alam, membaca karakter manusia dll. menulis adalah proses memngeluarkan
sesuatu yang kita baca. supaya orang lain bisa membaca apa yang sudah kita baca.

6. Pada awalnya manusia tidak tahu apa-apa
karena manusia di anugrahkan akal, manusia jadi mengetahui sesuatu yang belum pernah tahu
sebelumnya.

7. Manusia berasal dari segumpal darah
Ini adalah salah satu ilmu pengetahuan yang di tulis di dalam Al-quran tentang salah satu asal-usul
manusia. pada dasarnya, dulu manusia tidak tahu dari apa dia diciptakan maka Allah memberikan
pengetahuan akan itu, karakter manusia juga bisa dilihat dari darah.

Begitulah kandungan al-alaq 1-5 menrut saya, jika ada saran atau kritik terhadap tulisan tersebut
kirimkan saran atau kritik anda lewat komentar anda.
terimakasih ^_^

















Hari ini aku lihat kembali
Wajah-wajah halus yang keras
Yang berbicara tentang kemerdekaaan Dan demokrasi
Dan bercita-cita Menggulingkan tiran
Aku mengenali mereka yang tanpa tentara mau berperang melawan diktator
dan yang tanpa uang mau memberantas korupsi
Kawan-kawan Kuberikan padamu cintaku
Dan maukah kau berjabat tangan
Selalu dalam hidup ini?


PIKIR DAN DZIKIR


Assalamu'alaykum Wr. Wb

Pikir dan Dzikir, adakah hubungannya dalam beramal ?
Menurut saya, berpikir artinya memberikan peranan kepada akal agar menemukan jalan
keluar dari suatu permasalahan, sedangkan berdzikir artinya memberikan peranan
kepada akal untuk mengingat hasil pikir yang dia lakukan.

Pikir dan dzikir adalah suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam hidup dan
kehidupan ini, seorang siswa yang belajar bisa disebut juga sedang melakukan pikir dan
dzikir, dalam hal ini memikirkan dan mengingat semua pelajaran yang ia terima.
Demikian pula misalnya saat kita mengendarai kendaraan dijalan raya yang ramai,
maka kita dituntut untuk berpikir bagaimana caranya agar tidak celaka atau salah jalan
sehingga mencelakakan diri kita sendiri, dan dalam saat bersamaan kitapun dituntut
untuk melakukan dzikir atau mengingat mana yang harus dilakukan saat itu.

Dari analogi diatas, menurut saya adalah jelas sekali hubungannya antara pikir dan
dzikir dalam beramal. Sebab bila kita salah dalam berpikir, maka bisa dipastikan juga
kitapun akan salah dalam berdzikir, dan amalnyapun akan salah atau sia-sia.
Wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad adalah perintah agar berpikir dan
berdzikir.

Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia ciptakan manusia dari
segumpal darah. Bacalah karena Tuhanmu itu sangat mulia; Yang mengajar dengan
Qalam. Dia mengajar manusia apa yang mereka tidak tahuQs. 96 al-alaq : 1 - 5

Perintah membaca pada ayat diatas, bukan hanya dalam konteks dimana Nabi disuruh
oleh malaikat Jibril membaca saat turun wahyu pertama saja, akan tetapi bisa kita
tafsirkan secara luas dalam konteks masa kini. Dimana membaca adalah awal dari
berpikir. Awal dari mencari tahu dan melakukan penyelidikan, awal dari menganalisa
serta awal dari suatu pemahaman ataupun kesimpulan.

Dari surah diatas kita bisa belajar banyak hal, bahwa Tuhan sendiri sejak awal tidak
menyuruh manusia untuk mematikan rasio atau kemampuan intelegensianya,
sebaliknya manusia disuruh untuk membaca kekuasaan Tuhannya, mewajibkan
manusia menganalisa melalui ilmu kedokteran untuk mencari tahu bagaimana proses
awal dari kelahiran manusia itu sendiri sehingga diharapkan manusia itu menjadi sadar
betapa kompleks dan rapinya karya Tuhan dalam penciptaan, karena itu secara sadar
dan logis kitapun diharapkan untuk memuliakan-Nya.

Menarik memang, bahwa ayat pertama yang turun justru memerintahkan kepada
manusia agar berpikir dan berdzikir, bukan sebaliknya berdzikir baru berpikir.

Ini artinya Tuhan ingin kita ini cerdas dan berilmu, bukan menjadi sampah masyarakat,
menjadi orang bodoh ataupun yang menurut istilah Aa Gym (K.H. Abdullah Gymnastiar)
menjadi orang yang kehadirannya tidak membawa pengaruh bagi orang lain dan ketidak
hadirannya justru disyukuri oleh lingkungannya.

Dalam konteks agama, berdzikir sering di-identikkan dengan dzikrullah atau mengingat
ALLAH yang secara khusus diterapkan dalam sholat atau bacaan-bacaan seperti tasbih,
tahmid, tahlil, istighfar dan sebagainya. Jika kita kembalikan makna dzikrullah ini pada
analogi sebelumnya, maka dzikrullah pun harus didahului dengan tindakan pikir, yaitu
menganalisa apa saja yang akan dilafaskan atau diperbuatnya dalam kerangka
dzikrullah.

Dengan pengertian lain, bahwa untuk berdzikir kepada ALLAH juga memerlukan ilmu
atau pengetahuan yang cukup agar dzikir yang dilakukan menjadi benar dan amalnya
tidak sia-sia.

Nabi bersabda dalam 4 hadistnya :
Barangsiapa orang berbuat suatu amalan yang tidak ada perintah dari kami, maka
perbuatannya itu ditolak - Hadist Riwayat Muslim

Barangsiapa yang mengada-adakan dalam ajaran Islam ini yang tidak ada sumbernya
dari Islam, maka urusan itu ditolak Hadist Riwayat Bukhari-Muslim

Berhati-hatilah dari perbuatan yang berlebihan dalam Islam Karena sesungguhnya
kehancuran umat-umat dimasa lalu Diakibatkan perbuatan yang berlebihan (dalam
agamanya) Hadist Riwayat Ahmad dari Ibnu Abbas

Tiap-tiap sesuatu yang dibuat tanpa ada petunjuknya (Bidah) adalah sesat ; Dan tiap-
tiap kesesatan itu dineraka Hadist Riwayat Muslim

Dengan demikian, pikir sebelum dzikir dalam urusan agama, memiliki hubungan yang
sangat erat karena menentukan amalan yang dihasilkan dari dzikir tadi apakah diterima
atau justru ditolak oleh ALLAH sebagaimana firman-Nya juga :
orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang
mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya Qs. 18 al-kahfi : 104

Berdzikrullah tidak hanya habis dengan sholat, membaca tasbih, tahlil dan tahmid
ataupun istighfar saja, sebab jika konteks mengingat Tuhan dibatasi seperti ini,maka
akan berlawanan dengan banyak ayat al-Quran lainnya serta bertentangan dengan
pemikiran yang wajar.

Ingat kepada Tuhan (dzikrullah) secara luas bisa dilakukan dengan melakukan
observasi atau penelitian terhadap alam semesta yang disebut sebagai Arsy
(singgasana) ALLAH yang terbentang luas dihadapan kita, karenanya Tuhan berfirman
:

Sungguh, dalam penciptaan langit dan bumi dan terjadinya malam dan siang,terdapat
tanda-tanda bagi orang yang memiliki pikiran (yaitu) yang mengingat ALLAH sambil
berdiri dan sambil duduk dan sambil berbaring - Qs. 3 ali imron : 190 - 191

Jelas secara logika sehat, tidaklah mungkin kita mampu melafaskan kalimat tasbih, tahlil
atau tahmid dalam setiap waktu seperti isi lahiriah dari ayat tersebut, karena jika
demikian adanya maka tidak akan ada satupun pekerjaan lain yang bisa diselesaikan
akibat ketiadaan waktu karena dihabiskan hanya untuk dzikrullah tersebut padahal
dalam firman sebelumnya ALLAH justru mengajak kita agar menggunakan akal pikiran
dalam memahami penciptaan langit dan bumi serta malam dan siang.

Saya memahami ayat ini dengan kewajiban manusia (bahkan Jin) melakukan
penggalian ilmu secara simultan atau terus-menerus mulai dari pagi hingga petang, baik
ketika sedang berdiri atau duduk dalam melakukan penelitian maupun dalam waktu
istirahatnya (di-istilahkan dengan berbaring) guna menyibak rahasia alam semesta
dengan cara menemukan teknologi modern sehingga tersibaklah kebesaran sang maha
pencipta yang menjadikan semuanya tanpa sia-sia.

Hai masyarakat jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus penjuru langit dan
bumi, maka lakukanlah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan
Qs. 55 ar-rahman : 33

Kekuatan disini merupakan terjemahan dari kata Sulton, dan saya cenderung setuju
dengan penafsiran kata tersebut sebagai teknologi canggih sebagaimana penafsiran
sejumlah ilmuwan Islam masa kini.
Jadi, kesimpulan akhir dari tulisan ini adalah hendak memberikan teguran bagi kita
semua untuk mau berpikir, mencari ilmu didalam beribadah agar apa yang dilakukan
memang berguna dan mendatangkan amal disisi Tuhan.

Baik belum tentu benar, sedangkan benar pastilah baik. Sholat subuh 2 rakaat, jika kita
tambah 2 rakaat lagi tentu secara logika baik sekali, namun perbuatan itu justru menjadi
sia-sia, karena tidak ada tuntunannya dari Nabi.Dzikir itu baik, namun jika dzikir yang
dilakukan tidak sesuai dengan tuntunan dari ALLAH atau Nabi-Nya, maka dzikirnya
akan nol. Bisa saja kamu membenci sesuatu padahal sesuatu itu baik untukmu, dan
bisa saja kamu menyukai sesuatu padahal sesuatu itu buruk untukmu, karena ALLAH
itu mengetahui sementara kamu tidak tahu apa-apa - Qs. 2 al-baqarah : 216

Hai orang-orang beriman, ikutilah seruan Allah dan ikutilah seruan Rasul apabila ia
menyeru kamu Qs. 8 al-anfal : 24

apakah mereka tidak berjalan di muka bumi ?
padahal mereka mempunyai hati yang dengan hati itu mereka dapat memahami atau
mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar Karena sesungguhnya
bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. - Qs. 22
al-Hajj : 46

Jangan kamu mengikuti apa yang kamu tidak ada ilmu didalamnya
sungguh pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan
jawabnya - Qs. 17 al-israa : 36

Referensi :
1. Bidah-bidah di Indonesia, Drs. KH. Badruddin Hsubky, Gema Insani Press 1994
2. Soal Jawab masalah agama 3 4, A. Hassan, Penerbit Persatuan
3. Tafsir al-furqon, A. Hassan, 1956


























Tafsir Surah Al-'alaq ayat 1-5......


Surat Al-Alaq
Surat Al-alaq adalah surat Makkiyah (Surat yang diturunkan dimekkah) Jumlahnya 19 ayat. Dalam
surat inilah ayat yang pertama diwahyukan Allah SWT melalui malaikat Jibril as kepada Nabi
Muhammad SAW.
Hubungan surat Al-Alaq dengan surat sebelumnya adalah dalam ayat sebelumnya dijelaskan
tentang penciptaan Manusia Secara sempurna yang berbunyi

dan dalam
surat ini ada juga ayat tentang ciptaan manusia juga yang berbunyi

sampai diakhir
surat ini dijelaskan tentang sesuatu yang akan terjadi diakhirat nanti.

1.


2.


3.


4.


5.



Lima ayat ini adalah ayat-ayat Al-Quran yang pertama diturunkan Allah SWT, dikatakan oleh para
Mufassir bahwa Malaikat Jibril AS Turun dengan ayat ini kepada nabi Muhammad SAW, ketika beliau
berada didalam Gua Hira, malaikat Jibril AS Mengajarkan lima ayat diatas. Menurut satu cerita ayat
yang pertama diturunkan adalah ayat

seperti yang dikatakan oleh Jabir bin Abdullah ,


sedangkan Abu Maisarah Al-hamdani mengatakan surat Al-fatihah merupakan ayat pertama yang
ditunkan, kemudian Ali bin Abi Thalib R.a mengatakan ayat Al-Quran yang pertama diturunkan
adalah

. Dari beberapa pendapat diatas, yang Shahih adalah pendapat yang


pertama yang didukung dengan ungkapan Siti Aisyah yang diriwayat oleh Imam Bukhari dan Muslim
bahwa Malaikat Jibril AS. Datang kepada Nabi Muhammad SAW, dengan menyampaikan lima ayat
diatas. Yaitu ketika Nabi Muhammad berada didalam Gua hira berkhalwat karena mendapatkan
mimpi yang seperti keajaiban diwaktu subuh kebenarannya kemudian beliau memili menyepi diGua
hira beberapa hari sampai datangnya kebenaran yang sesungguhnya yaitu datangnya Wahyu, bahwa
malaikat Jibril AS datang kepada beliau dan berkata:

bacalah. Beliau menjawab: apa yang harus


saya baca, Malaikat Jibril AS mengulanginya Sampai tiga kali seraya merankulnya, dengan membaca
lima ayat diatas . Aisyah juga berkata bahwa ayat setelah aayat diatas adalah surah Nun
kemudian Surah Al-Mudatssir kemudian Ad-Duhaa. Dan disebutkan oleh Al-Mawardii dari Az-Zuhri
lima ayat diataslah yang disampaikan oleh malaikat Jibril AS dan mengakan Engkan adalah Nabi
kemudian Nabi Muhammad SAW Pulang ke Siti Khadijah dan berkata Zammiluunii 2X, riwayat lain
Datstsiruuni yang artinya Selimutilah badanku maka Siti Khadijah menyelimuti sampai kondisi
Nabi pulih kembali, kemudian Nabi Muhammad SAW menceritakan apa yang terjadi kepadanya,
sesungguhnya saya sangat khawatir kepada diriku, Khadijah berkata bukankah itu adalah sesuatu
kegembiraan, maka demi Allah janganlah bersedih. Kemudia muka khadijah berseri-seri sehingga
datanglah Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul-uzzi (Sepupu Khadijah) dan mengatakan bahwa
kejadian itu sudah tertulis dalam kitab Injil dengan bahasa Ibrani.
Berdasarkan keterangan diatas kita tahu bahwa lima ayat inilah, ayat yang pertama diturunkan dari
Allah SWT Sehingga dinamakan Al-Quran Al-Karim, dan rahmat pertama dari ibadah Nabi.
Kemudian ayat selanjutnya diturunkan setelah kabar status Nabi menjadi Rasulullah terkenal dan
diikuti dengan berimannya sebagian Qaum Quraisy kepada Nabi Muhammad SAW.
Penjelasan Makna Tentang lima ayat diatas:
1.


(Bacalah dengan Nama tuhanmu yang menciptakanmu) bacalah Al-Quran dengan diawali dengan
menyebut Nama tuhanmu, yaitu dengan membaca Bismillah disetiap awal surah-surah dalam Al-
Quran, maka Ba dalam kata

dibaca nasb karena menjadi Hal, ada yang mengatakan


bermakna alaa, dan juga dikatakan artinya sama dengan Bismillah, yaitu bacalah Al-Quran dengan
diawali bacaan Bismillah. Artinya dalam ayat pertama ini ada penegasan kepada sang pembaca
(Nabi pada saat itu) , bacalah dengan kuasa tuhanmu, meskipun kenyataannya pada saat itu Nabi
Muhammad tidak bisa membaca dan menulis, maka perintah ini datang dari Allah Supaya beliau
membaca meskipun tidak bisa menulis. Ukurannya adalah Allah bisa menjadikan Nabi Muhammad
sebagai Pembaca menkipun sebelumnya tidak ada tentang pengajaran tentang itu.
Kemudian disambunglah dengan ayat berikutnya yaitu tentang penciptaan manusia.
2.


Dia telah menciptakan Manusia dari segumpal darah Al-alaq makna aslinya adalah Dam Al-
Jamid yang berarti darah yang keras, dan darah yang mengalir dalam bahasa Arab dikatakan Al-
Masfuh. Maka dalam ayat ini kata Alaq berbentuk kata yang Jama karena disini ada tujuan kepada
kata Al-Insan yang berarti Manusia, jadi semua manusia keturunan Adam diciptakan dari Segumpal
darah secara sempurna. Tidak lain hanya karena kekuasaan Allah SWT untuk menciptakan Insan
Kamil menjadikannya mulia dan menjadi Hamba dibawah perintahnya seperti Nabi Muhammad SAW
sebagai Pembaca Meskipun Sebelumnya tidak pengajaran. Kesimpulannya Sesungguhnya Allah yang
maha kuasa menciptakan Manusia dari segumpal darah sebagai manusia yang hidup, bisa berbicara
dan memuliakan manusia dengan mengangkat derajatnya. Maka Allah juga berkuasa menjadikan
Nabi Muhammad SAW Sebagai Qori atas ayat-ayatnya meskipun Beliau sebagai seorang Ummi (tidak
bisa membaca dan menulis).
3.


Bacalah dan Tuhanmu Yang Pemurah kata Iqra diulang kembali sebagai penegasan kedua kalinya,
Pengulangan perintah ini karena bacaan itu tidak akan bisa diingat kecuali dengan diulang dan juga
untuk menghindari kebiasaan lupa yang biasa terjadi pada manusia selain Nabi, maka pengulangan
perintah ini menjadi tetap dalam maqam Tikrar (Pengulangan) dan jadilah kebiasaan menbaca pada
Nabi Muhammad SAW. Sesuai dengan ayat

(kami akan membacakan kepadamu, maka


kamu tidak akan lupa) . Diceritakan kemudian Nabi Muhammad menjerit kepada Jibril AS ketika
berkata Iqra untuk kesekian kalinya dan Nabi Muhammad berkata apa yang bisa saya baca
sesengguhnya saya adalah Ummi. Kemudian dilanjutkan oleh Jibril dengan

(dan tuhanmu
yang maha pemurah) ini adalah kalimat Ibtida maksudnya kalimat sebelumnya sudah dianggap
selesai dalam pembentukan kalimat bukan berarti tidak hubungan. Yang artinya: Allah maha
pemurah kepada Semua manusia yang mengharap Nikmatnya. Maka dalam hal ini nikmat-Nya telah
dilimpahkan kepada Nabi, yaitu Nikmatul-Qiraah (nikmat bacaan). Dan juga merupakan suatu
kemuliaan kepada Nabi Muhammad SAW. Kemudian Allah SWT menambahkan ayat selanjutnya
karena untuk menenangkan hati Nabi dengan Adanya Anugrah ini (Turunnya ayat pertama).
4.


(Yang Mengajar Manusia dengan Qalam) Yaitu Qalam untuk menulis, maksudnya Allah SWT mengajar
manusia untuk menulis dengan perantara Qalam. Tafsir Pertama: Said meriwayatkan dari Qatadah:
Bahwa Qalam adalah merupakan Nikmat dari Allah SWT yang maha Agung, karena seandainya tidak
ada maka Agama berdiri, dan tidak akan ada perdamaian dalam kehidupan, maka hal ini
menunjukkan betapa sempurnanya kemuliaan Allah SWT, mengajarkan hambanya terhadap apa
yang tidak mereka ketahui sebelumnya, dan membalikkan keadaan yang yang gelap karena
kebodahan menjadi keadaan yang penuh dengan cahaya keilmuan. Dan Allah juga mengingatkan
dalam ayat ini terhadap Karunianya pada ilmu tulisan dengan keagungan manfaatnya yang mana
ilmu Tulisan itu tidak akan diketahui kecuali dengan Qalam. Tafsir Kedua: hadist Qudsi yang Shahih
dari Nabi dari hadistnya Abu Hurairah, Allah berkata: Ketika Allah Menciptakan makhluknya, ia
telah menulisnya dalam kitab-Nya yaitu diatas Arsy, Bahwa Rahmatku Bisa mengalahkan murkaku.
Dan dalam Nabi menetapkannya dan berkata: Pertama yang diciptakan Allah SWT adalah Qalam
dimana Allah memerintahkan Qalamnya: Tulislah maka Qalam itu menulis apa-apa yang terjadi
sampai hari Qiamat, itu semua terjadi diArsynya
(Singgasana). Tafsir Ketiga: Para Ulama berkata bahwa dulu masyarakat tidak begitu tahu tentang
ilmu penulisan, dan sedikit sekali orang Arab mengetahui Nabi Muhammad SAW memalingkan
ilmunya (tentang menulis dan membaca) supaya tetap dalam kemujizatan dan untuk memperkuat
tentang hujjah kenabiyannya.
Tafsir lain menjelaskan Bahwa: Allah SWT menyifati pada dzat-Nya sendiri sesungguhnya Allah
Menciptakan Manusia dari segumpal darah, dan memberitahunya tentang Qalam, supaya jelas
keadaan manusia dan juga menciptakan Manusia dari sesuatu yang paling hina yaitu segumpal
darah, akan tetapi dengan kealiman dan ketaatannya kepada Allah manusia bisa mencapai derajat
kemuliaan disisinya. Maka seolah-olah dalam ayat diatas tersirat: wahai manusia, ingatlah bahwa
kamu semua diangkat oleh Allah dari derajat paling rendah dan hina kepada derajat paling tinggi
dan paling sempurna ciptaan-Nya yang tidak karena kekuasaan-Nya.
Selanjutnya Allah menambahkan perintah-Nya beserta nimat-Nya. Maka Allah Bersabda:
5.


(Allah Mengajarkan Manusia apa yang tidak diketahuinya)
Sesungguhnya inti perintah-Nya adalah Supaya Rasulullah SAW menjadi Pembaca, yaitu Allah-lah
yang mengajarkan Manusia terhadap segala hal dari ilmu pengetahuan dan mencerdaskannya dari
makhluk lainnya yaitu hewan. Karena memang dalam perintah kepada Nabi dalam ayat sebelumnya,
Nabi tidak mengetahui apa-apa. Ini adalah anugrah Allah SWT memberitahukan beberapa
kekuasaan-Nya yaitu Perintah Membaca, pengetahuan tentang penulisan dan pengetahuan
mengenai sesuatu.
Ada yang mengatakan bahwa: kata Al-Insan dalam ayat ini maksudnya adalah Nabi Adam AS jadi
artinya: Allah mengajarkan Adam AS nama segala sesuatu dengan berbagai gaya bahasa, dan Adam
memperaktekkan kepada Malaikat seperti yang diajarkan Allah SAW. Maka jelaslah karunia dan
kekuasaan-Nya.
Kesimpulannya: Dari semua keterangan diatas menegaskan bahwa Allah SWT menciptakan Manusia
Sebagai makhluk hidup yang sempurna dari apa-apa/sesuatu/benda-benda yang tidak mempunyai
kehidupan, tidak bisa berbicara, dan tidak berbentuk utuh. Tapi Allah SWT jadikan Semua benda-
benda itu menjadi Makhluk yang sempurna yang bisa berbicara sehingga dengan karunia-Nya
diajarkanlah ilmu tentang tulisan dan pengetahuan.

Referensi:
Muhammad, Abi Abdullah Al-Anshory Jaami Li-Ahkaamil-Quran (Tafsir Al-Qurthubi)
Musthafa, Ahmad Tafsir Al-Muraghi Daar Al-fikr. Libanun.
http//www.opi.110mb.com/











Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang
terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (3: 190)

Salah satu kekhususan al-Quran adalah mengajak Muslimin berpikir dan merenungkan
ciptaan Tuhan. Meskipun setiap orang menyakini al-Quran pada hakikatnya ia menerima
keberadaan Tuhan, namun keimanan akan bernilai apabila disertai makrifat dan pengetahuan.

Seorang muslim bukan hanya mesti melihat ke tanah dan bawah kakinya, melainkan ia mesti
melihat juga ke langit dan atas kepalanya lalu memikirkan struktur alam yang menakjubkan.
Fenomena alam yang paling sederhana dan terulang-ulang bahkan bergantinya siang dan
malam di sepanjang tahun dan perputaran keduanya secara teratur, tidak semestinya dibiarkan
begitu saja. Tapi harus dijadikan pelajaran. Melalui cara ini ia dapat menyedari kekuasaan
mutlak Tuhan dan juga memahami bahwa selain Tuhan, tidak seorangpun yang berkuasa di
alam semesta.







TADABUR SURAT ALI IMRAN 190-191
SURAT AL- MUMINUUN 1 11
1. Surat Ali Imaran 190-191
Artinya:
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang
terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah
sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang
penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini
dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Hikmah dari ayat tersebut:
1. Langit sebagai naungan kita.
Hanya allah yang tahu berapa lapis langit itu. Manusia tidak akan mengetahuinya.
2. Allah mengatur pergantian siang dan malam.
Allah melakukannya supaya seimbang bumi ini dan manusia dpata bekerja pada siang hari dan
beristirahat pada malam hari.
Dari ayat diatas juga, memberikan pengertian:
1. Allah memberi akal
fungsinya untuk mengenal dan mengingat Allah.
2. Allah menciptakan ciptaannya.
Sebagai sarana berfikir manusia akan allah.
Perbedaan dzikir dan fakir:




alladziina yadzkuruuna allaaha qiyaaman waqu'uudan wa'alaa junuubihim
wayatafakkaruuna fii khalqi alssamaawaati waal-ardhi rabbanaa maa khalaqta
haadzaa baathilan subhaanaka faqinaa 'adzaaba alnnaari

Download mp3
191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan
berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya
Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka
peliharalah kami dari siksa neraka.

Dari ayat tadi terdapat tiga poin pelajaran yang dapat dipetik
1. Tanda ketinggian akal adalah mengingat Tuhan di semua tempat. Sejatinya, ahli pikir juga
ahli zikir.
2. Iman akan bernilai bila berlandaskan pikiran. Zikir juga demikian menjadi bernilai dengan
disertai pemikiran.
3. Alam semesta berlandaskan tujuan dan tujuan finalnya mendekatkan
diri kepada Allah. Semakin kita jauh dari tujuan ini, kita akan lebih dekat dengan neraka.