Anda di halaman 1dari 10

Viskositas Cairan

2014

Laporan Praktikum Kimia Fisika II Page 1

VISKOSITAS CAIRAN
Selasa, 13 Mei 2014
Raisa Soraya* (1112016200038), Siti Masitoh, M.Ikhwan Fillah
Jurusan Pendidikan Imu Pengetahuan Alam
Program Studi Pendidikan Kimia
Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta
2014
ABSTRAK
Pada zat cair, ukuran partikel menetukan tingkat kekentalan (viskositas) dari cairan itu
sendiri. Viskositas merupakan sifat friksi atau sifat tahanan di pedalaman fluida terhadap
tegangan geser yang diterapkan pada fuida tersebut. Perbedaan viskositas pada zat cair
menunjukkan fungsi zat cair tersebut. Contohnya saja viskositas air lebih rendah daripada oli,
hal ini menyebabkan air dapat dikomsumsi oleh makhluk hidup sedangkan oli tidak. Masing-
masing oli juga mempunyai viskositas yang berbeda-beda sesuai dengan fungsi oli. Tujuan
utama dari praktikum ini adalah untuk mengetahui karakteristik viskositas oli, minyak tanah,
dan air. Oli yang digunakan adalah oli bekas yang diperoleh dari sisa-sisa pemakaian oli
mesin. Cara menentukan viskositas suatu zat adalah dengan menggunakan alat yang
dinamakan viskometer. Terdapat beberapa macam tipe viskometer yang biasa digunakan
antara lain: viskometer kapiler(Ostwald), viskometer Hoppler, viskometer Cup and Bob, dan
viskometer Cone and Plate.
Kata kunci: viskositas, partikel, dan viskometer.

INTRODUCTION
Viskositas (kekentalan) berasal dari perkataan Viscous (Soedojo, 1986) (Dalam Jurnal
Metode Penentuan Koefisien Kekentalan Zat Cair dengan Menggunakan Regresi Linear
Hukum Stokes, 2008). Zemansky mengatakan viskositas dapat dianggap sebagai gerakan di
Viskositas Cairan
2014

Laporan Praktikum Kimia Fisika II Page 2

bagian dalam(internal) suatu fuida (Jurnal Rizky Hardiyatul Maulida dkk, 2010). Viskositas
terdapat pada zat cair maupun gas dan pada intinya merupakan gaya gesekan antara lapisan-
lapisan yang bersisian pada fluida saat lapisan-lapisan tersebut begerak melewati satu sama
lainnya. Pada zat cair, viskositas terutama disebabkan oleh gaya kohesi antara molekul.
Sedangkan pada gas, viskositas muncul dari tumbukan antar molekul. Fluida yang berbeda
memiliki besar viskositas yang berbeda dan zat cair pada umumnya jauh lebih kental
daripada gas (Jurnal Rizky Hardiyatul Maulida dkk, 2010).
Perrbedaan zat cair salah satunya adalah perbedaan terhadap tingkat kekentalan dari zat
cair tersebut. Kekentalan atau disebut juga viskositas merupakan besar kecilnya gesekan di
dalam fluida,(Maria Yeni Hermawati.2013)
Makin besar viskositas, makin lambat aliran cairan. Viskositas cairan biasanya turun
dengan meningkatnya suhu, dapat dianalogikan dengan sirup gula panas mengalir lebih cepat
dari pada sirup gula dingin. Cairan yang mempunyai gaya antarmolekul yang kuat memiliki
viskositas yang lebih besar dibandingkan cairan yang memiliki gaya antarmolekul yang
lemah. Air memiliki viskositas lebih besar dibandingkan kebanyakan cairan karena
kemampuannya untuk membentuk ikatan hidrogen. Yang menarik, viskositas gliserol jauh
lebih besar daripada semua cairan (Raymond Chang, 2005: 375).
Viskositas adalah suatu sifat yang dipakai sebagai pengukur besarnya daya yang
diperlukan untuk memisahkan molekul-molekul air agar dapat dilewati, (Eko Budi
Kuncoro.2004).
Viskositas (kekentalan) fluida menggambarkan ketahanan fluida terhadap regangan
geser. Dalam fluida Newtonian, gaya viskos sebanding dengan laju regangan. Bila fluida
mengalir dalam sebuah pipa silinder yang berjari-jari dalam R dan L, laju volume total
diberikan oleh persamaan Poiseuille.
Sebuah benda bulat dengan jari-jari rbergerak dengan laju v melalui fluida dengan
viskositas phi, mengalai gaya tahanan viskos F yang diberikan oeh hukum stoke,(Hugh.D
Young.2002).
Hukum Stokes pada prisipnya adalah Suatu bahan apabila dipanaskan sebelum menjadi
cair terlebih dulu menjadi viscous yaitu menjadi lunak dan dapat mengalir pelan-pelan. Jika
sebuah benda berbentuk bola dijatuhkan ke dalam fluida kental, misalnya kelereng dijatuhkan
ke dalam kolam renang yang airnya cukup dalam, nampak mula-mula kelereng bergerak
dipercepat. Tetapi beberapa saat setelah menempuh jarak cukup jauh, nampak kelereng
bergerak dengan kecepatan konstan (bergerak lurus beraturan). Ini berarti bahwa di samping
Viskositas Cairan
2014

Laporan Praktikum Kimia Fisika II Page 3

gaya berat dan gaya apung zat cair masih ada gaya lain yang bekerja pada kelereng tersebut.
Gaya ketiga ini adalah gaya gesekan yang disebabkan oleh kekentalan fluida.
Khusus untuk benda berbentuk bola, gaya gesekan fluida secara empiris dirumuskan
sebagai Persamaan (1) (Sears, 1984).
Fs= 6rv (1)
dengan menyatakan koefisien kekentalan, r adalah jari-jari bola kelereng, dan v
kecepatan relatif bola terhadap fluida.Persamaan (1) pertama kali dijabarkan oleh Sir George
Stokes tahun 1845, sehingga disebut Hukum Stokes.
Dalam pemakaian eksperimen harus diperhitungkan beberapa syarat antara lain :
1. Ruang tempat fluida jauh lebih luas dibanding ukuran bola.
2. Tidak terjadi aliran turbulen dalam fluida.
3. Kecepatan v tidak terlalu besar sehingga aliran fluida masih bersifat laminer.
Sebuah bola padat memiliki rapat massa
b
dan berjari-jari r dijatuhkan tanpa
kecepatanawal ke dalam fluida kental memiliki rapat massa
f
, di mana
b
>
f
. Telah
diketahui bahwa bola mula-mula mendapat percepatan gravitasi, namun beberapa saat setelah
bergerak cukup jauh bola akan bergerak dengan kecepatan konstan. Kecepatan yang tetap ini
disebut kecepatan akhir V
T
atau kecepatan terminal yaitu pada saat gaya berat bola sama
dengan gaya apung ditambah gaya gesekan fluida (Anwar Budianto.2008).

MATERIAL AND METHOD
Cara Ostwald
Alat Bahan
Viskometer Aquades
Gelas
Kimia
Etanol
Stopwatch Minyak tanah/kerosin
Mistar Oli
Bulp


Cara Falling Ball
Alat Bahan
Viskositas Cairan
2014

Laporan Praktikum Kimia Fisika II Page 4

Kelereng Aquades
Gelas
Kimia
Etanol
Stopwatch Minyak tanah/kerosin
Mistar Oli

Pengukuran massa jenis
Alat Bahan
Picknometer
Aquades
Etanol
neraca
ohauss
Minyak tanah/kerosin
Oli
- Memasukkan air ke dalam picknometer.
- Kemudian menimbang picknometer berisi sampel tersebut di neraca ohauss.
- Ulangi dengan mengganti sampel dengan etanol, minyak, dan oli.
Metode Ostwald
- Membersihkan viskometer dengan menggunakan pelarut yang sesuai (bisa dengan
etanol).
- Mengukur larutan air sebanyak 40 ml kemudian masukkan ke dalam viskometer.
- Menandai tinggi larutan pada A dan B.
Viskositas Cairan
2014

Laporan Praktikum Kimia Fisika II Page 5

- Menyedot air menggunakan bulp yang diletakkan pada pipa B (selama proses
penyedotan pipa B, tutup pipa A).
- Melepas bulp pada pipa B sehingga air kembali ke posisi semula, mencatat waktu
yang dibutuhkan air sampai ke posisi semula.
- Mengulangi langkah 1-5 dengan sampel etanol, minyak, dan oli.
Metode Falling Ball
- Mrngukur panjang gelas kimia.
- Mengukur jari-jari kelereng.
- Memasukkan air ke dalam gelas kimia ukuran 100 ml (usahakan agar air penuh).
- Memasukkan kelereng ke dalam gelas kimia tersebut.
- Memutar gelas kimia 180 sehingga kelereng bergeser.
- Mencatat waktu yang dibutuhkan kelereng jatuh ketika gelas kimia diputar 180.

RESULT AND DISCUSSION

Sampel
picknometer
kosong (gram)
picknometer+sampe
l (gram)
volume (ml)
massa jenis
(gr/ml)
Aquades 21,35 45,71 24,9 0,97
Minyak
tanah/kerosi
n
21,35 42,66 24,9 0,85
Oli 21,35 41,94 24,9 0,82

volume
massa

9 , 24
35 , 21 71 , 45

aquades

= 0,97 gr/ml
9 , 24
35 , 21 66 , 42
min

yak

Viskositas Cairan
2014

Laporan Praktikum Kimia Fisika II Page 6

= 0,85 gr/ml
9 , 24
35 , 21 94 , 41

oli

= 0,82 gr/ml
Metode Ostwald
Sampel
Volume
sampel (L)
jari-jari pipa
(cm)
panjang
pipa (cm)
waktu
(sekon)
waktu
(sekon)
waktu
(sekon)
Aquades 0,04 0,85 11,6 1,7 1,8 2,2
Minyak
tanah/kerosin
0,04 0,85 11,6 2,8
2,78 2,68
Oli 0,04 0,85 11,6 48,16 47,61 45,08



=koefisien viskositas
R = jari-jari pipa (cm)
t = waktu (detik)
g = gravitasi (m/s
2
)
V= volume (liter)
L= panjang pipa (cm)
P = tekanan (dyne/cm
2
)


gVL
t R P
aquades
aquades
4




) 6 , 11 )( 04 , 0 ( 10
9 , 1 85 , 0
7
22
4
P
= 0,67 N s/m
2


gVL
t R P
Oli
yak min
4




gVL
t R P
4

Viskositas Cairan
2014

Laporan Praktikum Kimia Fisika II Page 7



) 6 , 11 )( 04 , 0 ( 10
95 , 46 85 , 0
7
22
4
P
= 16,58 N s/m
2

gVL
t R P
yak
oli
4
min





) 6 , 11 )( 04 , 0 ( 10
75 , 2 85 , 0
7
22
4
P
= 0,97 N s/m
2


Metode Falling Ball
Sampel
jari-jari kelereng
(cm)
tinggi tabung
(m)
waktu
(sekon)
waktu
(sekon)
waktu
(sekon)
Aquades 1,5 0,162 1,3 1,5 1,3
Minyak
tanah/kerosin
1,5 0,162 1,2
1,1 1,08
Oli 1,5 0,162 2,28 1,85 2,23


v = kecepatan (cm/sekon)
l = jarak (cm)
t = waktu (detik)


367 , 1
162 , 0
Aquades
v = 0,118 m/s
1267 , 1
162 , 0
sin Tanah/Kero Minyak
v = 0,1437 m/s
873 , 4
162 , 0
Oli
v = 0,033 m/s
t
l
v
Viskositas Cairan
2014

Laporan Praktikum Kimia Fisika II Page 8

3
3
4
r v
kelereng


3
) 5 , 1 .(
7
22
.
3
4

= 14,142857 cm
3

kelereng
= 0,9 gr/m
3
v
g d d r
b b
9
) ( 2
2



) 345323 , 8 ( 9
) 97 , 0 ( ) 5 , 1 ( 2
2

kelereng
aquades

= - 0,004193 N s/m
2
) 345323 , 8 ( 9
) 85 , 0 ( ) 5 , 1 ( 2
2
min

kelereng
yak

= 0,002 N s/m
2
) 345323 , 8 ( 9
) 82 , 0 ( ) 5 , 1 ( 2
2

kelereng
aquades

= 0,0054 N s/m
2

Viskositas (kekentalan) berasal dari perkataan Viscous (Soedojo, 1986) (Dalam Jurnal
Metode Penentuan Koefisien Kekentalan Zat Cair dengan Menggunakan Regresi Linear
Hukum Stokes, 2008). Viskositas terdapat pada zat cair maupun gas dan pada intinya
merupakan gaya gesekan antara lapisan-lapisan yang bersisian pada fluida saat lapisan-
lapisan tersebut begerak melewati satu sama lainnya. Pada zat cair, viskositas terutama
disebabkan oleh gaya kohesi antara molekul. Sedangkan pada gas, viskositas muncul dari
tumbukan antar molekul. Fluida yang berbeda memiliki besar viskositas yang berbeda dan zat
cair pada umumnya jauh lebih kental daripada gas.
Makin besar viskositas, makin lambat aliran cairan. Viskositas cairan biasanya turun
dengan meningkatnya suhu, dapat dianalogikan dengan sirup gula panas mengalir lebih cepat
dari pada sirup gula dingin. Cairan yang mempunyai gaya antarmolekul yang kuat memiliki
viskositas yang lebih besar dibandingkan cairan yang memiliki gaya antarmolekul yang
lemah. Air memiliki viskositas lebih besar dibandingkan kebanyakan cairan karena
kemampuannya untuk membentuk ikatan hidrogen. Yang menarik, viskositas gliserol jauh
lebih besar daripada semua cairan (Raymond Chang, 2005: 375). Besaran gesekan
antarmolekul ini biasanya juga disebut derajat kekentalan zat cair. Pada percobaan viskositas
dengan metode Ostwald, viskositas aquades yang didapat dari perhitungan, yaitu 0,67 N s/m
2
.
Viskositas minyak yang didapat dari perhitungan, yaitu 0,97 N s/m
2
. Viskositas oli yang
Viskositas Cairan
2014

Laporan Praktikum Kimia Fisika II Page 9

didapat dari perhitungan, yaitu 16,58 N s/m
2
. Semakin tinggi viskositas, semakin sulit suatu
jenis cairan mengalir, semakin rendah viskositas, semakin mudah suatu jenis cairan mengalir.
Oli dan minyak merupakan aliran laminar atau aliran kental karena laju aliran kecil melalui
sebuah pipa dengan garis tengah kecil, sedangkan air merupakan aliran turbulen karena laju
aliran yang melalui pipa lebih besar dari laju aliran pada aliran laminar. Pada metode ini,
tinggi pipa sukar dihitung. Hal ini menyebabkan tinggi pada pipa kurang teliti, pun juga
mempengaruhi harga viskositasnya.
Pada percobaan metode bola jatuh, metode ini dipengaruhi oleh adanya gravitasi pada
kelereng. Kelereng yang telah dimasukkan ke dalam gelas kimia mengalami gaya gravitasi
akibat gelas kimia diputar 180. Metode ini kurang tepat digunakan untuk menghitung nilai
viskositas. Hal ini karena alat dan bahan sederhana yang digunakan pada metode ini
menyebabkan nilai viskositas yang akan dicari kurang teliti, selain itu waktu yang dihitung
selama kelereng jatuh akan tidak tepat. Oleh karena itu diperlukan pencatatan waktu otomatis
yang akan mencatat waktu yang diperlukan kelereng untuk jatuh ketika diputar 180. Agar
nilai viskositas cairan (ketika menggunakan metode bola jatuh) dapat diketahui, diperlukan
massa jenis kelereng, massa jenis zat cairan serta jari-jari kelereng yang digunakan.
Pada metode bola jatuh, nilai viskositas yang didapat dari aquades, yaitu -0,004193 N
s/m
2
. Minyak, yaitu 0,002 N s/m
2
. Oli, yaitu 0,0054 N s/m
2
. Hasil ini tidak valid karena
berberda dengan ada pada literatur. Dalam buku Raymond Chang menyatakan bahwa
viskositas dari air (H
2
O) adalah 0,00101 N s/m
2
(2005; 376). Perbedaan yang terjadi karena
kurang ketelitian praktikan dalam mengamati percobaan dalam praktikum viskositas cairan
ini.

CONCLUSION
Berdasarkan data hasil percobaan dan tujuan praktikum maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Viskositas fluida (zat cair) adalah gesekan yang ditimbulkan oleh fluida yang
bergerak atau benda padat yang bergerak di dalam fluida.
2. Terdapat beberapa macam tipe viskometer yang biasa digunakan antara lain:
viskometer kapiler (Ostwald), viskometer Hoppler, viskometer Cup and Bob, dan
viskometer Cone and Plate.
3. Pada percobaan viskositas dengan metode Ostwald, viskositas aquades yang didapat
dari perhitungan, yaitu 0,67 N s/m
2
. Viskositas minyak yang didapat dari perhitungan,
yaitu 0,97 N s/m
2
. Viskositas oli yang didapat dari perhitungan, yaitu 16,58 N s/m
2
.
Viskositas Cairan
2014

Laporan Praktikum Kimia Fisika II Page 10

4. Pada metode bola jatuh, nilai viskositas yang didapat dari aquades, yaitu -0,0029 N
s/m
2
. Etanol, yaitu 0,0072 N s/m
2
. Minyak, yaitu 0,002 N s/m
2
. Oli, yaitu 0,0054 N
s/m
2
. Dalam buku Raymond Chang menyatakan bahwa viskositas dari air (H
2
O)
adalah 0,00101 N s/m
2
, sedangkan viskositas dari etanol (C
2
H
5
OH) adalah 0,0012 N
s/m
2
(2005; 376).
REFERENCE LIST
Chang, Raymond. 2003. Kimia Dasar Konsep-konsep Inti Edisi Ketiga Jilid 2. Jakarta:
Erlangga.
Budi Kuncoro, Eko. 2004. Akuarium Laut. Yogyakarta : Kanisius
Young, Hugh. D. 2002. Fisika Universitas Edisi Kesepuluh Jilid 1. Jakarta : Erlangga
Budianto, Anwar. 2008. Metode Penentuan Koefisien Kekentalan Zat Cair dengan
Menggunakan Regresi Linear Hukum Stokes. http://jurnal.sttn-batan.ac.id/wp-
content/uploads/2008/12/12-anwar157-166.pdf diakses pada tanggal 20 Mei 2014.
Yeni Hermawati, Maria. 2013. Uji Viskositas Fluida Menggunakan Transduser
Ultrasonik Sebagai Fungsi Temperatur Dan Akuisisinya Pada Komputer Menggunakan
Universal Serial Bus(USB). http://jurnal.fmipa.unila.ac.id. diakses pada tanggal 20 Mei
2014.
Maulida, Rizky. H dan Erika Rani. 2010. Analisis Karakteristik Pengaruh Suhu Dan
Kontaminan Terhadap Viskositas Oli Menggunakan Rotary Viscometer. ejournal.uin-
malang.ac.id/index.php/NEUTRINO/article/download/.../pd... diakses pada20 Mei 2014.