Anda di halaman 1dari 50

PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER

DI RSUD PADANG PANJANG


CASE REPORT STUDY
BANGSAL INTERNE
UTI + CKD + HHD + Candidiasis oral
OLEH:
Maulina, S. Far !"#$"%"&""%'
Y()i )i)*a, S. Far !"#$"%"&"#+'

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER
FAKULTAS FARMASI
UNI,ERSITAS ANDALAS
PADANG
&%"$
BAB I
TINJAUAN PENYAKIT
URINARY TRACT INFECTION !UTI'
D-.-ni)i :
Urinary Tract Infection atau Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi
akibat terbentuknya koloni kuman di saluran kemih. Kuman mencapai saluran
kemih melalui cara hematogen dan asending (Standar pelayanan medis RSUD
adang an!ang" #$$%)
&danya bakteri dalam urin disebut bakteriuria. bakteriuria bermakna
menun!ukkan pertumbuhan mikroorganisme murni lebih dari '$
(
colony
forming unit ()*U) pada biakan urin.bakteriuria bermakna tanpa disertai
manifestasi klinis ISK disebut bakteriuria simptomatik.infeksi saluran kemih
dibagi berdasarkan lokasinya yaitu saluran kemih atas dan ba+ah.
E/i(l(0i :
Umumnya ISK disebabkan oleh:
Escherichia coli merupakan mikroorganisme yang paling sering diisolasi
dari pasien ISK
,ikroorganisme lain yang sering ditemukan adalah Proteus sp,
klebsiella sp dan stafilokokus dengan koagulase negatif
Infeksi yang disebabkan oleh pseudomonas !arang ditemukan kecuali
pasca katerisasi
Pa/(0-n-)i) 1a/(0-n urin 1a2a ISK:
elekatan patogenesis bakteri meliputi peranan pelekatan bakteri pada
mukosa dan peranan faktor -irulensi lainnya seperti toksin .scherichia
coli dan fimbriae
eranan status kesehatan pasien meliputi faktor presdiposisi dan status
imunologi dari pasien
2
Ga3ar ". Infeksi saluran kemih ()or+in" .li/abeth 0." #$$%).
Fa*/(r r-)i*( :
Kerusakan atau kelainan anatomi saluran kemih berupa obstruksi internal
oleh !aringan parut"endapan obat intratubular"instrumentasi salura kemih"
kontriksi-ena1arteri" hipertensi" analgetik gin!al poligistik" kehamilan"
D," atau pengaruh obat1obat estrogen.
ISK sederhana2tak terkomplikasi :
ISK yang ter!adi pada perempuan yang tidak hamil dan tidak terdapat
disfungsi struktural ataupun gin!al.
ISK terkomplikasi :
ISK yang berlokasi selain -esika arunaria"ISK pada anak1anak"laki1laki
atau ibu hamil.
Dia0n()i):
&namnesis : ISK ba+ah frekuensi disuria terminal" polakisuria" nyeri
suprapubik" ISK atas : nyeri pinggang" demam" menggigil" mual dan
muntah" hematuria
emeriksaan fisik : febril" nyeri tekan suprapubik" nyeri ketok sudut"
kosto-ertebra.
3
3aboratorium : leukositosis"leukosituria"kultur urin (4)"bakteruria 5
'$
(
2ml urin
P--ri*)aan P-nun4an0:
Urinalisis"kultur urin"dan tes resistesi kuman"tes fungsi gin!al"gula
darah"foto 678" I9" US: gin!al
T-ra1i :
N(n .ara*(l(0i) :
6anyak minum bila fungsi gin!al masih baik
,en!aga hegiene genitalia ekstema
Fara*(l(0i):
&ntimikroba berdasarkan pola kuman yang ada"bila hasil tes resistensi
kuman sudah ada"pemberian antimikroba disesuaikan.
;abel '. &ntimikroba pada ISK ba+ah tak terkomplikasi (standar pelayanan
medis RSUD adang an!ang" #$$%)
&ntimikroba dosis 3ama terapi
;rimetropin 1
sulfametoksa/ol
# < '=$2>$$ mg ? hari
;rimetropin # < '$$ mg ? hari
Siprofloksasin # < '$$1#($ mg ? hari
3e-ofloksasin # < #($ mg ? hari
Sefiksim '< @$$ mg ? hari
Sefpodoksim proksetil # < '$$ mg ? hari
7itrofurantoin makrokristal @ < ($ mg A hari
7itrofurantoin monohidrat # < '$$ mg A hari
,akrokristal
&moksisilin2kla-ulanat # < ($$ mg A hari
;abel #. 8bat parenteral pada ISK atas akut berkomplikasi
4
antimikroba dosis 3ama terapi
Sefepim ' gram '# !am
Siprofloksasin @$$ mg '# !am
3e-ofloksasin ($$ mg #@ !am
8flofloksasin @$$ mg '# !am
:entamisin (4 ampisilin ?1( mg2kg 66
' mg2kg 66
#@ !am
> !am
&mpisilin (4 gentamisin) '1# g = !am
;ikarsilin1kla-ulanat ?.# g > !am
iperasilin Bla/obaktam ?.?A( g #1> !am
Impenem1silastin #($1($$ g =1> !am
HIPERTENSI HEART DISEASE !HHD'
D-.ini)i:
Cipertensi Ceart Disease (CCD) atau penyakit !antung hipertensi
5
merupakan istilah yang diterapkan untuk menyebutkan penyakit !antung
secara keseluruhan" mulai dari left -entricle hiperthrophy (39C)" aritmia
!antung" penyakit !antung koroner dan penyakit !antung kronis yang
disebabkan karena peningkatan tekanan darah baik secara langsung maupun
tidak langsung.
enyakit !antung hipertensi adalah suatu penyakit yang berkaitan dengan
dampak sekunder pada !antung karena hipertensi sistemik yang lama dan
berkepan!angan. Sampai saat ini pre-alensi hipertensi di Indonesia berkisar
antara (1'$D. Se!umlah >(1%$D hipertensi tidak diketahui penyebabnya atau
disebut sebagai hipertensi primer (hipertensi esensial atau idiopatik).
Se!umlah >(1%$ D hipertensi tidak diketahui penyebabnya atau disebut
sebagai hipertensi primer (hipertensi esensial atau Idiopatik). Canya sebagian
kecil hipertensi yang dapat ditetapkan penyebabnya (hipertensi sekunder).
;idak ada data akurat mengenai pre-alensi hipertensi sekunder dan
sangat tergantung di mana angka itu diteliti. Diperkirakan terdapat sekitar =D
pasien hipertensi sekunder sedangkan di pusat ru!ukan dapat mencapai sekitar
?(D. Campir semua hipertensi sekunder didasarkan pada # mekanisme yaitu
gangguan sekresi hormon dan gangguan fungsi gin!al. asien hipertensi
sering meninggal dini karena komplikasi !antung (yang disebut sebagai
penyakit !antung hipertensi). 0uga dapat menyebabkan strok" gagal gin!al"
atau gangguan retina mata.
E/i(l(0i
;ekanan darah tinggi meningkatkan beban ker!a !antung" dan seiring
dengan ber!alannya +aktu hal ini dapat menyebabkan penebalan otot !antung.
Karena !antung memompa darah mela+an tekanan yang meningkat pada
pembuluh darah yang meningkat" -entrikel kiri membesar dan !umlah darah
yang dipompa !antung setiap menitnya (cardiac output) berkurang. ;anpa
terapi" ge!ala gagal !antung akan makin terlihat.;ekanan darah tinggi adalah
faktor resiko utama bagi penyakit !antung dan stroke. ;ekanan darah tinggi
dapat menyebabkan penyakit !antung iskemik ( menurunnya suplai darah
untuk otot !antung sehingga menyebabkan nyeri dada atau angina dan
6
serangan !antung) dari peningkatan suplai oksigen yang dibutuhkan oleh otot
!antung yang menebal.
;ekanan darah tinggi !uga berpengaruh terhadap penebalan dinding
pembuluh darah yang akan mendorong ter!adinya aterosklerosis (peningkatan
kolesterol yang akan terakumulasi pada dinding pembuluh darah). Cal ini
!uga meningkatkan resiko seangan !antung dan stroke. enyakit !antung
hipertensi adalah penyebab utama penyakit dan kematian akibat hipertensi.
Cal ini ter!adi pada sekitar A dari '$$$ orang.
Pa/(.i)i(l(0i
atofisiologi dari penyakit !antung hipertensi adalah satu hal komplek
yang melibatkan banyak faktor yang saling mempengaruhi" yaitu
hemodinamik" struktural" neuroendokrin" seluler" dan faktor molekuler. Di
satu sisi" faktor1faktor ini memegang peranan dalam perkembangan hipertensi
dan komplikasinya" di sisi lain peningkatan tekanan darah itu sendiri dapat
memodulasi faktor1faktor tersebut. eningkatan tekanan darah menyebabkan
perubahan yang merugikan pada struktur dan fungsi !antung melalui # cara:
secara langsung melalui peningkatan afterload dan secara tidak langsung
melalui neuro1hormonal terkait dan perubahan -askular. eningkatan
perubahan tekanan darah dan tekanan darah malam hari dalam #@ !am telah
dibuktikan sebagai faktor yang paling berhubungan dengan berbagai !enis
patologi !antung" terutama bagi masyarakat &frika1&merika.
7
Ga3ar &. Cipertensi Ceart Disease
PENATALAKSANAAN
engobatan pasien dengan penyakit !antung hipertensi terbagi dalam dua
kategori pengobatan dan pencegahan tekanan darah tinggi dan pengobatan
penyakit !antung hipertensi.;ekanan darah ideal adalah kurang dari '@$2%$ mmCg
pada pasien tanpa penyakit diabetes dan penyakit gin!al kronik dan kurang dari
'?$2%$ mmCg pada pasien dengan penyakit diatas !antung hipertensi.
6erbagai macam strategi pengobatan penyakit !antung hipertensi:
engaturan diet
8lahraga teratur
enurunan berat badan
8bat1obatan untuk hipertensi"gagal !antung sekunder karena disfungsi
diastolik dan sistolik"corony artery sisease"dan aritmia.
engaturan diet
6erbagai studi menun!ukkan bah+a diet dan pola hidup sehat atau dengan
obat1obatan yang menurunkan tekanan darah dapat menurunkan ge!ala gagal
!antung dan dapat memperbaiki keadaan 39C.
8
6eberapa diet yang dian!urkan:
Rendah garam"dengan pengurangan konsumsi garam dapat mengurangi
stimulasi sistem renin1angiotensin sehingga sangat berpotensi sebagai anti
hipertensi. 0umlah intake sodium yang dian!urkan ($1'$$ mmol atau
setara dengan ?1= gram per hari
Diet tinggi pottasium
Diet kaya buah dan sayur mayur
Diet rendah kolesterol"sebagai pencegah ter!adinya penyakit !antung
koroner
;idak mengkonsumsi alkohol
8lahraga teratur
;erapi farmakologi
emilihan obat tergantung pada dera!at meningkatnya tekanan darah dan
keberadaan compelling indications
Kebanyakan penderita hipertensi tahap ' sebaiknya terapi dia+ali dengan
diuretik thia/ide. enderita hipertensi tahap # pada umumnya diberikan
terapi kombinasi"salah satu obatnya diuretik thia/ide kecuali terdapat
kontraindikasi.
&da = compelling indications yang spesifik dengan obat antihipertensi
(diuretik" E1bloker"&). inhibitor" &R6"dan ))6 merupakan agen primer
berdasarkan pada data kerusakan organ target atau morbiditas dan
kematian kardio-askular
F bloker"F# agonis sentral"inhibitor adrenergik" dan -asodilator merupakan
alternatif yang dapat digunakan penderita setelah mendapatkan obat
pilihan pertama.
9
Ga3ar #. &lgoritma penanganan hipertensi secara farmakologi ( Dipiro et all."
#$$()
10
8bat pilihan ertama
;anpa compelling
indications
Dengan compelling
indications
Cipertensi tahap '
(;DS '@$1'(% atau
;DD %$1%%
mmCg)
Cipertensi tahap #
(;DS5'=$ atau
8bat yang spesifik
untuk compelling
indications.obat
antihipertensi
(diuretik" inhibitor
&)." &R6 " E 1bloker
Diuretik thia/ida
umumnya dapat
dipertimbangkan
inhibitor
&)."&R6"E1
bloker"))62kombi
nasi
Kombinasi # obat
pada
umumnya"biasanya
diuretik tia/ida
dengan inhibitor &).
atau &R6 atau E1
bloker
C5r(ni6 Ki2n-7 Di)-a)- !CKD'
D-.-ni)i:
Suatu keadaan yang dikaitkan dengan mundurnya faal gin!al (Unit nefron) yang
sifatnya progresif atau menetap yang mengakibatkan penumpukan sisa metabolit
(toksin uremik) (Dipiro et.,all.#$$()
;abel ?. Kriteria enyakit :in!al Kronik
'. Kerusakan gin!al yang ter!adi 5? bulan" berupa kelainan
struktural atau fungsional" dengan atau tanpa penurunan la!u
filtrasi glomerulus (3*:)" dengan manifestasi:
a. kelainan patologis
b.terdapat tanda kelainan gin!al" termasuk kelainan dalam
komposisi darah atau urin"atau kelainan dalam tes pencitraan
#. 3*: G=$ml2mnt2'"A?m# selama ? bulan" dengan atau tanpa
kerusakan gin!al
E/i(l(0i CKD
enyabab utama di &merika Serikat '%%( B '%%%
Di Indonesia berdasarkan erhimpunan 7efrologi Indonesia (ernefri) tahun
#$$$" penyebab gagal gin!al tersering glomerulonefritis" D," obstruksi dan
infeksi" hipertensi" sebab lain.
11
Pa/(.i)i(l(0i:
pengurangan massa gin!al hipertrofi struktural dan fungsional nefron
sbg kompensasi (diperantarai sitokin 4 gro+th factor)peningkatan akti-itas
renin1angiotensin1aldosteron intrarenal hiperfiltrasipeningkatan tekanan
kapiler dan aliran darah glomerulusadaptasi maladaptasisklerosis nefron
penurunan fungsi nefron progresif. Cal lain yang berperan dalam progresifitas
)KD : albuminuria" hipertensi" hiperglikemia" dislipidemia.
Stadium dini te!adi kehilangan daya cadang gin!al (3*: normal 2
meningkat) penurunan fungsi nefron progresif (peningkatan urea dan kreatinin
serum ) 3*: =$D (asimtomatik) 3*: ?$D keluhan nokturia" lemah" mual"
nafsu makan turun" 66 turun 3*: G ?$D ge!ala dan tanda uremia nyata :
anemia" peningkatan ;D" gangguan metabolisme fosfor H kalsium" pruritus" mual"
muntah" mudah terkena infeksi" gangguan keseimbangan air (hipo2hiper-olemia)"
gangguan keseimbangan elektrolit (natriumHkalium) 3*: G '(D ge!ala
komplikasi serius" perlu terapi pengganti gin!al (dialisis atau transplantasi gin!al )"
pada keadaan ini stadium gagal gin!al.
Kla)i.i*a)i P-n7a*i/ Gin4al Kr(ni*
:K diklasifikasikan atas dua hal yaitu" atas dasar dera!at penyakit dan atas
dasar diagnosis etiologi. Klasifikasi atas dasar dera!at penyakit" dibuat atas dasar
3*:" yang dihitung dengan mempergunakan rumus Kockcroft1:ault sebagai
berikut:
3*: (ml2mnt2'"A?m#) I ('@$ 1umur) < berat badan J)
A# < kreatinin plasma (mg2dl)
J) pada perempuan dikalikan $">(
12
Klasifikasi tersebut tampak pada
Ta3-l 8. Kla)i.i*a)i P-n7a*i/ Gin4al Kr(ni* a/a) Da)ar D-ra4a/ P-n7a*i/
Dera!at en!elasan 3*: (ml2mnt2'"A?m#)
' Kerusakan gin!al dengan 3*: normal atau K L %$
# Kerusakan gin!al dengan 3*: M ringan =$1>%
? Kerusakan gin!al dengan 3*:M sedang ?$1(%
@ Kerusakan gin!al dengan 3*:M berat '(1#%
( :agal gin!al G'( atau dialisis
Ga3ar $. Interaksi atofisiologi antara !antung dan gin!al pada sindrom
renokardiak kronis (Ronco ) et all" #$$>)
13
Mani.-)/a)i *lini*
erkembangan dan kema!uan )KD tidak dapat diprediksi. asien dengan
kondisi )KD tahap ' atau # umumnya tidak mengalami ge!ala atau
gangguan metabolik yang umumnya dialami pasien )KD tahap ? sampai
(" yakni anemia" hiperparatiroid sekunder" gangguan kardio-askular"
malanutrisi" serta abnormalitas cairan dan elektrolit yang merupakan
pertanda kerusakan fungsi gin!al
:e!ala uremik (kelelahan" lemas" nafas pendek2tersengal1sengal" gangguan
mental" mual" muntah" pendarahan dan anoreksia ) umumnya tidak muncul
pada tahap ' dan #" ter!adi minimal pada tahap ? dan @ serta umum ter!adi
pada pasien )KD tahap ( yang !uga biasanya gatal di kulit" intoleransi
cuaca dingin" kenaikan berat badan" dan neuropati periferal.
:e!ala dan tanda uremia adalah dasar penentuan pemberian terapi
penggantian gin!al (RR;2Renal replacement therapy.
P-na/ala*)anaan P-n7a*i/ Gin4al Kr(ni* ! Di1ir( et all., &%%8'
T-ra1i N(n Fara*(l(0i
Diet rendah protein ($.=1$.A( g2kg2hari) dapat membantu memperlambat
perkembangan )KD pada pasien dengan atau tanpa diabetes" meskipun efeknya
cenderung kecil.
T-ra1i Fara*(l(0i
:ambar ( :
&lgoritma magemen hipertensi pada pasien gagal gin!al kronik. enyesuaian dosis
sebaiknya dilakukan tiap # sampai @ minggu sesuai keperluan.dosis suatu obat
harus dimaksimalkan sebelum penambahan obat lain (&).I"inhibitor
angiotensin-converting enymeN &R6" angiotensin receptor blockerN ;D" tekanan
darahN ))6" calcium channel blockerN )l
cr
" klirens kreatininN :*R"la!u filtrasi
glomerulusN S
cr"
kreatinin serum).
14
ada penderita hipertensi 4 gagal gin!al :
Ga3ar 8. &lgoritma magemen hipertensi pada pasien gagal gin!al kronik
15
;ekanan darah 5 '?$2>$ mmCg
&pabila ;D5'(1#$2'$ mmCg melebihi tu!uan"kombinasi tahap ' dan #
;u!uan ;DIG'?$2>$ mmCg atau '#(2A( mmCg untuk pasien dengan
proteinuria
Ta5a1 "
,ulai dengan inhibitor
&). atau &R6
)ek kembali S
cr
dan K
4
dalam '
minggu"apabila S
cr
atau K
4 K
5 ?$D.hentikan
penggunaan
;u!uan ;D tetap tidak tercapai
G'?$2>$ mmCg atau G '#(2A( mmCg untuk pasien proteinuria
&pabila )l
cr
L?$ m32menit
;ambahkan diuretik tia/ida
&pabila )l
cr
G?$ m32menit
;ambahkan diuretik loop
;ahap #
;ambahkan diuretik
;u!uan ;D tetap tidak tercapai
6aseline pulse L >@ 6aseline pulse G >@
;ahap ?
;ambahkan ))6 ker!a lama"dapat !uga dipertimbangkan penambahan 61bloker dosis rendah dibandingkan ))6
apabila pasien membutuhkan dan mengalami angina"gagal !antung atau aritmia
;u!uan ;D tetap tidak tercapai
;&C& @
;ambahkan E1bloker dosis rendah atau F2E1blocker
(bila belum digunakan) catatan : penggunaan E bloker
dan nonhidropiridin ))6 perlu dihindari pada lansia
dan mereka dengan abnormalitas konduksi
;&C& @
;ambahkan sub grup calsium chanel bloker (seperti
dihidropiridin ))6 apabila nonhidropiridin sedang digunakan)
catatan : penggunaan E bloker dan nonhidropiridin ))6 perlu
dihindari pada lansia dan mereka dengan abnormalitas
konduksi
;u!uan ;D tetap tidak tercapai
;&C& (
;ambahkan F 1bloker ker!a lama"agonis F sentral"atau
-asodilator 78;.: agonis F sentral (klonidin) !angan digunakan
bersamaan dengan E1bloker karena risiko tinggi ter!adinya
bradikardi parah
Can2i2ia)i) Oral
D-.-ni)i :
Kandidiasis oral merupakan salah satu penyakit pada rongga mulut berupa lesi
merah dan lesi putih yang disebabkan oleh !amur !enis Kandida sp" dimana Kandida
albikan merupakan !enis !amur yang men!adi penyebab utama. Kandidiasis oral
pertama sekali dikenalkan oleh Cipocrates pada tahun ?AA S," yang melaporkan
adanya lesi oral yang kemungkinan disebabkan oleh genus Kandida.'' ;erdapat '($
!enis !amur dalam famili !eutromycetes" dan tu!uh diantaranya ( ".albicans, ".
tropicalis, ". parapsilosi, ". krusei, ". kefyr, ". glabrata, dan ". guilliermondii ) dapat
men!adi patogen" dan ". albican merupakan !amur terbanyak yang terisolasi dari tubuh
manusia sebagai flora normal dan penyebab infeksi oportunistik..;erdapat sekitar ?$1
@$D Kandida albikan pada rongga mulut orang de+asa sehat" @(D pada neonatus" @(1
=(D pada anak1anak sehat" ($1=(D pada pasien yang memakai gigi palsu lepasan" =(1
>>D pada orang yang mengkonsumsi obat1obatan !angka pan!ang" %$D pada pasien
leukemia akut yang men!alani kemoterapi" dan %(D pada pasien CI92&IDS #
Kandidiasis oral dapat menyerang semua umur" baik pria maupun +anita.
,eningkatnya pre-alensi infeksi Kandida albikan ini dihubungkan dengan kelompok
penderita CI92&IDS" penderita yang men!alani transplantasi dan kemoterapi
maligna. 8dds dkk ( '%%$ ) dalam penelitiannya mengemukakan bah+a dari =.(@(
penderita CI92&IDS" sekitar @@.>D adalah penderita kandidiasis.
Fa*/(r r-)i*(
ada orang yang sehat" Kandida albikan umumnya tidak menyebabkan masalah
apapun dalam rongga mulut" namun karena berbagai faktor" !amur tersebut dapat
tumbuh secara berlebihan dan menginfeksi rongga mulut. *aktor1faktor tersebut
dibagi men!adi dua" yaitu :
a. atogenitas !amur
6eberapa faktor yang berpengaruh pada patogenitas dan proses infeksi Kandida
adalah adhesi" perubahan dari bentuk ragi ke bentuk hifa" dan produksi en/im
ekstraseluler. &dhesi merupakan proses melekatnya sel Kandida ke dinding sel epitel
16
host. erubahan bentuk dari ragi ke hifa diketahui berhubungan dengan patogenitas
dan proses penyerangan Kandida terhadap sel host. roduksi en/im hidrolitik
ekstraseluler seperti aspartyc proteinase !uga sering dihubungkan dengan patogenitas
Kandida albikan.
b. *aktor $ost
*aktor host dapat dibedakan men!adi dua" yaitu faktor lokal dan faktor sistemik.
;ermasuk faktor lokal adalah adanya gangguan fungsi kelen!ar ludah yang dapat
menurunkan !umlah sali-a. Sali-a penting dalam mencegah timbulnya kandidiasis
oral karena efek pembilasan dan antimikrobial protein yang terkandung dalam sali-a
dapat mencegah pertumbuhan berlebih dari Kandida" itu sebabnya kandidiasis oral
dapat ter!adi pada kondisi %&ogren syndrome" radioterapi kepala dan leher" dan obat1
obatan yang dapat mengurangi sekresi sali-a. emakaian gigi tiruan lepasan !uga
dapat men!adi faktor resiko timbulnya kandidiasis oral. Sebanyak =(D orang tua
yang menggunakan gigi tiruan penuh rahang atas menderita infeksi Kandida" hal ini
dikarenakan pC yang rendah" lingkungan anaerob dan oksigen yang sedikit
mengakibatkan Kandida tumbuh pesat.Selain dikarenakan faktor lokal" kandidiasis
!uga dapat dihubungkan dengan keadaan sistemik" yaitu usia" penyakit sistemik
seperti diabetes" kondisi imunodefisiensi seperti CI9" keganasan seperti leukemia"
defisiensi nutrisi" dan pemakaian obat1obatan seperti antibiotik spektrum luas dalam
!angka +aktu lama" kortikosteroid" dan kemoterapi.
Mani.-)/a)i Klini)
:e!ala yang timbul adalah adanya bercak putih pada lidah dan sekitar mulut dan
sering menimbulkan nyeri.
Infeksi mulut oleh spesies candida biasanya memunculkan kumpulan lapisan kental
ber+arna putih atau krem pada membran mukosa (dinding mulut dalam). ada
mukosa mulut yang terinfeksi mungkin muncul radang ber+arna merah" nyeri" dan
terasa seperti terbakar.
17
Pa/(.i)i(l(0i
Kandidiasis oral ini sering disebabkan oleh candida albicans" atau kadang oleh
candida glabrata dan candida tropicalis. 0amur candida albicans umumnya memang
terdapat di dalam rongga mulut sebagai saprofit sampai ter!adi perubahan
keseimbangan flora mulut atau perubahan mekanisme pertahanan lokal dan sistemik"
yang menurunkan daya tahan tubuh. 6aru pada keadaan ini !amur akan berproliferasi
dan menyerang !aringan. Cal ini merupakan infeksi !amur rongga mulut yang paling
sering ditemukan.
enyakit yang disebabkan !amur candida albicans ini yang pertumbuhannya
dipelihara diba+ah pengaturan keseimbangan bakteri yang normal. ;idak
terkontrolnya pertumbuhan candida karena penggunaan kortikosteroid dalam !angka
+aktu yang lama dan penggunaan obat1obatan yang menekan sistem imun serta
penyakit yang menyerang sistem imun seperti &Ouired Immunodeficiency Sindrome
(&IDS). 7amun bisa !uga karena gangguan keseimbangan mikroorganisme dalam
mulut yang biasanya dihubungkan dengan penggunaan antibiotik yang tidak
terkontrol. Sehingga" ketika pertahanan tubuh2antibodi dalam keadaan lemah" !amur
candida albicans yang dalam keadaan normal tidak memberikan reaksi apapun pada
tubuh berubah tumbuh tak terkontrol dan menyerang sistem imun manusia itu sendiri
yang menimbulkan penyakit disebut candidiasis oral atau moniliasis.
P-na/ala*)anaan
ada pasien yang kesehatan tubuhnya normal" seperti perokok dan pemakai gigi
tiruan" pera+atan kandidiasis oral relatif mudah dan efektif" namun pasien yang
mengkonsumsi antibiotik !angka pan!ang" dan pasien dengan sistem imun tubuh rendah
yang mendapat pera+atan kemoterapi dimana infeksi !amur mau tidak mau akan timbul"
maka pera+atan kandidiasisnya lebih spesifik. &dapun pera+atan kandidiasis oral yaitu
dengan men!aga kebersihan rongga mulut" memberi obat1 obatan antifungal baik lokal
maupun sistemik" dan berusaha menanggulangi faktor predisposisi" sehingga infeksi
!amur dapat dikurangi.
18
emberian obat1obatan antifungal !uga efektif dalam mengobati infeksi !amur.
;erdapat dua !enis obat antifungal" yaitu pemberian obat antifungal secara topikal dan
sistemik. engobatan antifungal topikal pada a+al abad #$ yaitu dengan menggunakan
gentian -iolet" namun karena perkembangan resisten dan adanya efek samping seperti
meninggalkan stain pada mukosa oral" sehingga obat itu diganti dengan 'ystatin yang
ditemukan pada tahun '%(' dan (mphotericin ) pada tahun '%(=. 8bat1obat tersebut
beker!a dengan mengikat sterol pada membran sel !amur" dan mengubah permeabilitas
membran sel. 'ystatin merupakan obat antifungal yang paling banyak digunakan. 8bat
antifungal sistemik digunakan pada pasien yang tidak mempan terhadap obat antifungal
topikal dan pada pasien dengan resiko tinggi menderita infeksi sistemik.
Selain men!aga kebersihan rongga mulut dan memberi obat1obatan antifungal pada
pasien" faktor predisposisi !uga harus ditanggulangi.enanggulangan faktor predisposisi
meliputi pembersihan dan penyikatan gigi tiruan secara rutin dengan menggunakan cairan
pembersih" seperti Klorheksidin" mengurangi rokok dan konsumsi karbohidrat"
mengunyah permen karet bebas gula untuk merangsang pengeluaran sali-a" menunda
pemberian antibiotik dan kortikosteroid" menangani penyakit yang dapat memicu
kemunculan kandidiasis seperti penanggulangan penyakit diabetes" CI9" dan leukemia.
19
BAB II
ILUSTRASI KASUS
A. IDENTITAS PASIEN
Da/a Uu
7o ,R : '@%A$?$( Ruangan : Interne
7ama asien : 7y.R Dokter mera+at : dr. D
&lamat : singgalang
&gama : Islam
0enis Kelamin : perempuan
Umur : ($ tahun
B. RI9AYAT PENYAKIT SEKARANG
asien datang ke rumah sakit pada tanggal '# &pril #$'@ pukul $>.($ PI6 melalui
I:D"dengan keluhan :
Sakit perut se!ak # hari yang lalu
,untah 4 mual 4
,akan
ost dira+at di 6K; '( hari yang lalu
6&6 (4) tadi pagi
6&K nyeri
7yeri pada ari1ari
Ri+ayat )C*
Diagnosa pasien di I:D adalah kolic abdomen e.c susp dyspepsia4lo+ intake
4hipertensi urgensi 4 )C* fs grade II dan susp )KD
;ekanan darah : #$$2'?$ mmCg
7adi : '$$ < 2 menit
Suhu : af Q)
ernafasan : #= < 2 menit
20
Kemudian pasien diberikan tindakan2terapi berupa :
8ksigen ? 32menit
I9*D R3 #@ !am 2 Kolf
R2 In!eksi ranitidin #( mg # < ' ampul
R2 In!eksi cefota<ime #<' g
R2 3ansopra/ole '< ' tab
R2 9it 6.comp ?<' tab
R2 ); ?< ($$ mg
R2 9alsartan '< >$ mg
R2 Sukralfat ?< ($$ mg
Ra+at interne
C. PEMERIKSAAN
". P--ri*)aan Fi)i*
Kesadaran : ),)
7adi : '$$ < 2 menit
ernafasan : #=< 2 menit
66 : @( kg
,ata : Kon!ungti-a anemis (1)
Sklera ikterik (1)
;hora< : )ordio irama murni"bising (1)
ulmo : -esikuler Rh 121" Ph 121
&bdomen : destensi (1)" 7; (4) epigastrium"7; abdomen kiri (4)"6u (4)
normal"nyeri pada ari1ari
.kstremitar : &kral hangat"oedem 121
21
&. Ha)il la3(ra/(riu
Data lab '# &pril #$'@ '% &pril #$'@ 7ilai normal
P--ri*)aan *iia
*lini*
:ula darah random '?% mg2d3 G #$$ mgD
:ula darah nuchter A( B ''( mgD
:ula darah # !am pp G '($ mgD
Ureum %= mg2d3 ''@ mg2d3 #$1@$ mgD
Kreatinin ?.$? mg2d3 #.> mg2d3 $"=1'"' mgD
P--ri*)aan 5-a/(l(0i
3eukosit #'$$$2R3 ($$$1'$.$$$
Cematokrit ?A D 3k : @$1@> r: ?A1@?
;rombosit '=#$$$2R3 '($1@$$ < '$
?
Cemoglobin ''.A g2d3 '#1'= g2d3
P--ri*)aan urinali)a
60 '.$#$ '$$?1'$?$
pC ="$ @"=1>"(
3eukosit 5#$ G(
.ritrosit 5#$
Slinder 1
Kristal 1
.pitel 4
rotein 4#
:lukosa 1 1
6ilirubin 1
Urobinogen S S
6enda keton 4 1
;es darah samar 4 1
22
#. M(ni/(rin0 :i/al )i0n
T0l;3ln TD
!H0'
N
!<;-ni/'
P
!<;-ni/'
S
!
%
C'
agi Sore ,alam agi Sore ,alam agi Sore ,alam agi Sore ,alam
"&;$ #$$2'?$ ''$2A$ %$2A$ '$$ =# => #= 1 1 af ?="( ?="A
"#;$ '$$2A$ '$$2A$ %$2A$ =@ =( 1 1 1 1 ?( ?("( 1
"$;$ ''$2=$ ''$2=$ '@$2>$ A$ =$ =@ 1 1 1 ?A ?="# ?=
"8;$ ''$2>$ ''$2=$ ''$2A$ A$ A? => 1 1 1 ?= ?="# ?="(
"=;$ ''$2A$ '$$2=$ '$$2=$ (@ (( (# 1 1 1 ?= ?="( ?=
">;$ '#$2A$ ''$2A$ '#$2=$ =$ A> (A 1 1 1 ?= ?="> ?=
"?;$ ''$2=$ ''$2A$ ''$2=$ (A >$ A' 1 1 1 ?A ?="# ?("(
"+;$ '$$2>$ 1 1 >$ 1 1 1 1 1 ?= 1 1
&%;$ ''$2%$ ''$2%$ '$$2=$ =% =( ># 1 1 1 ?= ?="( ?="(
&";$ ''$2%$ 1 1 A% 1 1 1 1 1 ?A 1 1
23
$. P-r4alanan P-n7a*i/
24
25
7o ;anggal Keterangan
' '# &pril
$>.($
PI6
(I:D)
diruangan
Sakit perut se!ak # hari yll",untah 4"mual 4" makan M"pasien pernah
dira+at di 6K; '( hari yll" 6&6 4 tadi pagi" 6&K nyeri"nyeri pada ari1
ari"ri+ayat )C* dan Susp.)KD
;D :#$$2'?$ mmCg 7 :'$$< 2 menit
RR : #=<2 menit S : af
$
)
,ata : )& 121 SI 121"Dada cor : irama murni"bising (1)
ulmo : -esikuler"RC 121"PC 121
&bd : destensi (1)"7; (4) epigastrium"7; abdomen kiri (4)"6U (4)
normal"nyeri pada ari1ari
.<t : akral hangat"oedem 121
8bat : 8ksigen ? 32menit
I9*D R3 #@ !am 2 Kolf
R2 In!eksi ranitidin #( mg # < ' ampul
R2 In!eksi cefota<ime #<' g
R2 3ansopra/ole '< ' tab
R2 9it 6.comp ?<' tab
R2 ); ?< ($$ mg
R2 9alsartan '< >$ mg
R2 Sukralfat ?< ($$ mg
Ra+at interne
PD2 U;I
)KD
CCD
terapi:
easphrimer : R3 I #:'
R2 amlodipin '< '$
R2clonidin ?< $.'(
R2ceftria<on '< #g hari '
R2ceftria<on #< ' g hari #
26
8. P-3-rian O3a/ B-r)aaan
N(. Naa O3a/ D()i) Tan00al 1-3-rian
"&;$
IGD
"&;$
in/
"#;$ "$;$ "8;$ "=;$ ">;$ "?;$ "+;$ &%;$ &";$
' 8ksigen ?32menit @ A A A A A A A A A A
# I9*D R3 #@ !am2kolf @ A A A A A A A A A A
? .as frimmer :
R3 I #:'
'# !am2kolf A @ @ @ @ @ @ @ @ @ @
@ In!. ranitidin # < ' amp @ @ @ @ @ @ @ @ @ @ @
( In!.cefota<ime #<' g @ A.. A A A A A A A A A
= In!.ceftria<on '< # g A @ A A A A A A A A A
A In!.ceftria<on #<' g A A @ @ @ @ @ @ @ @ @
> 3ansopra/ole ' < ' tab @ @ @ @ @ @ @ @ @ @ @
% 9it 6 comp ? < ' tab @ @ @ @ @ @ @ @ @ @ @
'$ ); ? < ' tab @ @ @ @ @ @ @ @ @ @ @
'' 9alsartan '< >$ mg @ @ @ @ @ @ @ @ @ @ @
'# Sukralfat
(ulside<)
?< ($$ mg @ @ @ @ @ @ @ @ @ @ @
'? )lonidine ? < $.'( mg A @ @ @ @ @ @ @ @ @ @
'@ &mlodipin ' < '$ mg A @ @ @ @ @ @ @ @ @ @
'( Urinter # < ' A A A @ @ @ @ @ @ @ @
'= )andistatin
drop
@< $.( cc A A A A @ @ @ @ @ @ @
'A Dulcola< supp '<' A A A A A @ A A A A A
27
=. Ma)ala5 T-r*ai/ O3a/ !DRP'
J-ni) DRP T0l;3ln K-/ R-*(-n2a)i
"&;$ "#;$ "$;$ "8;$ "=;$ ">;$ "?;$ "+;$ &%;$ &";$
In2i*a)i /i2a*
2i/-ra1i
A A A A A A A A A A
T-ra1i /an1a
in2i*a)i
@ @ @ @ @ @ @ @ @ @ );
?<($$ mg
arasetamol seharusnya tidak perlu
diberikan karena pasien tidak
mengeluh demam atau nyeri"suhu
pasien af Q)
D()i) *uran0 A A A A A A A A A A
D()i) 3-rl-3i5 A A A A A A A A A 1
Ga0al
-n2a1a/*an
(3a/
A A A A A A A A A A
Pili5an (3a/
*uran0 /-1a/
A A A A A A A A A 1 )lonidine
(obat yang
diba+a
pulang
pasien)
)lonidine tidak perlu diberikan
karena tekanan darah pasien sudah
normal cukup pemberian satu atau
dua obat antihipertensi
ESO A A A A A A A A A A
In/-ra*)i (3a/ A A A A A A A A A A
28
BAB III
TINJAUAN OBAT
". In.u) Rin0-r La*/a/ !BNF, &%%+B MIMS, &%"#'
K(1()i)i: 7a laktat ?.' g" 7a)3 = g" K)3 $.? g" )a)3# $.# g" air untuk
in! ad '$$$ ml
In2i*a)i: mengembalikan cairan elektrolit pada dehidrasi
D()i): ($$1'$$$ m3. )ara pemberian: Intra-ena" disesuaikan dengan
kondisi penderita
K(n/ra In2i*a)i: hipematremia" kelainan gin!al" kerusakan sel hati" laktat
asidosis
E.-* Sa1in0: panas" infeksi pada tempat penyuntikan" trombosis -ena
tau flebitis yang meluas dari tempat penyuntikan"ekstra-asasi"
In/-ra*)i O3a/ : larutan yang mengandung fosfat
M-*ani)- *-r4a:
,erupakan larutan isotonik natrium klorida" kalium klorida" kalsium
klorida" dan natrium laktat yang komposisinya mirip dengan cairan ektra
seluler.
,erupakan cairan pada pengganti pada kasus1kasus kehilangan cairan
ektraseluler.
,erupakan larutan non koloid mengandung ion1ion yang terdistribusi
kedalam cairan intra-askuler dan intersisial
&. Ea) P.ri-r !MIMS, &%"#'
K(1()i)i: per 3 asam amino essensial"histidine
In2i*a)i :
a/otemia"gagal gin!al akut"insufiensi gin!al kronik tahap lan!ut"diberikan
setelah dilakukan dialisis untuk menggantikan asam amino yang hilang
karena dialisis
D()i): #($ m32hr"kecepatan infus maks #$ tetes2menit
K(n/ra In2i*a)i: .&S frimmer kontraindikasi dengan pasien yang
terganggu metabolisme asam amino spesifik yang mengandung preparat
ini
E.-* )a1in0 : !ika larutan infus terlalu cepat"ketidaksesuaian reaksi
seperti mual dan kemerahan mungkin ter!adi.
#. In4-*)i Rani/i2in !BNF, &%%+B MIMS, &%"#'
K(1()i)i : tiap m3 in!eksi mengandung ranitidine C)3 setara dengan #(
mg ranitidine base
D()i)
Ranitidin in!eksi
In!eksi i- : intermittent
Intermittent bolus: ($ mg (#m3) tiap = sampai > !am)"encerkan in!eksi
($ mg dalam latutan 7a)3 $.% % atau larutan in!eksi i- lain yang
cocok sampai diperoleh konsentrasi tidak lebih dari #.( mg2m3 (total
-olume #$ m3).kecepatan in!eksi tidak lebih dari @ m32menit (dengan
+aktu ( menit)
Intermittent infusion: ($ mg (#m3) tiap = sampai > !am)"encerkan
in!eksi ($ mg dalam latutan dekstrose (% atau larutan in!eksi i- lain
yang cocok sampai diperoleh konsentrasi tidak lebih dari $.( mg2m3
(total -olume '$$ m3).
Kecepatan infus tidak lebih dari (1A m32menit (dengan +aktu '(1#$
menit)
Infus kontinyu : '($ mg ranitidin diencerkan dalam #($ m3 dekstrose
atau larutan i- lain yang cocok dan dinfuskan dengan kecepatan =.#(
mg2!am selama #@ !am.untuk penderita sindrom /ollinger .llison atau
hipersekretori lain"ranitidin harus diencerkan dengan larutan dekstrose
( D atau larutan i.- lain yang cocok sehingga diperoleh konsentrasi
tidak lebih dari #.( mg2m3"kecepatan infus dimulai ' mg2kg 662!am
dan harus disesuaikan dengan keadaan penderita.
E.-* )a1in0 :
Kadang1kadang ter!adi nyeri kepala"malaise"mialgia"mual dan
30
pruiritus
Konstipasi"pusing"sakit perut
Rasa terbakar pada pemberian secara i-
Kontraindikasi : hipersensitif terhadap ranitidin
eringatan dan perhatian :
Keamanan pemakaian pada +anita hamil dan menyusui belum dapat
dipastikan
emberian harus hati1hati pada pasien dengan gangguan fungsi hati
dan gin!al
Cindari penggunaan pada penderita yang memiliki ri+ayat porfiria
akut.
In/-ra*)i (3a/:
emakaian antasida lokal bersama1sama dengan ranitidin dapat
menurunkan absorpsi ranitidine" penderita yang diberi ranitidine
!angan diberi antasida lain selama ' !am setelah pemberian ranitidine.
emberian bersama +arfarin dapat meningkatkan atau menurunkan
+aktu protrombin.
Fara*(l(0i: Ranitidine adalah antihistamin penghambat reseptor C#
(&C#).perangsangan reseptor C akan merangsang sekresi asam
lambung.dalam menghambat reseptor C# ranitidin beker!a
cepat"spesifik"dan re-ersibel melalui pengurangan -olume dan ion hidrogen
cairan lambung. Ranitidin !uga meningkatkan penghambatan sekresi asam
lambung akibat perangsangan obat muskarinik atau gastrin.ada pemberian
oral ranitidin diabsorpsi dengan cepat dan lengkap tetapi sedikit berkurang
dengan adanya makanan atau antasida.pemberian dosis tunggal '($ mg
ranitidin"kadar puncak dalam darah akan tercapai '1# !am setelah
pemberian"+aktu paruh kira1kira ? !am dan lama ker!a sampai '#
!am.ranitidin diekresikan terutama bersama urin dalam bentuk utuh (?$D)
dan metabolitnya"serta sebagian kecil bersama feses.
$. In4-*)i C-.(/a<i !BNF, &%%+B MIMS, &%"#'
31
K(1()i)i : )efota<im ' g" tiap -ial mengandung cefota<im sodium
setara dengan cefota<ime 'g
In2i*a)i : Infeksi1infeksi yang disebabkan oleh kuman yang sensitif
terhadap cefota<ime antara lain:
1 Infeksi saluran pernapasan ba+ah (termasuk pneumonia)
1 Infeksi kulit dan struktur kulit
1 Infeksi tulang dan sendi
1 Infeksi intra abdominal
1 Infeksi saluran kemih
1 Infeksi pada alat kelamin +anita
1 ,eningtis
1 Septikemia
1 6akteremia
1 6elum terdapat data klinis yang cukup umtuk mendukung pengobatan
terhadap infeksi yang disebabkan oleh salmonella typhi dan infeksi
paratyphi & dan 6
1 ;idak efektif terhadap treponema pallidum dan clostridium dificile.
K(n/rain2i*a)i:
penderita yang hipersensitif terhadap antibiotika sefalosporin.pada
penderita yang hipersensitif terhadap penisilin"kemungkinan ter!adinya
reaksi silang harus dipikirkan.
D()i):
1 Kecuali dinyatakan lain dosis untuk orang de+asa dan anak diatas '#
tahun adalah ' g setiap '# !am
1 ada infeksi sedang sampai berat: '1# g setiap =1> !am
1 ada infeksi berat atau membahayakan diperlukan # g setiap @ !am
1 Dosis maksimum yang dian!urkan adalah '# g per hari
1 Untuk pencegahan infeksi yang ter!adi setelah operasi ' g I, atau I9
?$1%$ menit sebelum pembedahan
E.-* Sa1in0:
1 gangguan saluran cerna
1 erubahan hematologi
32
1 &gar dilakukan terhadap blood count untuk pengobatan lebih dari '$
hari
1 Reaksi hipersensitif
P-rin0a/an 2an 1-r5a/ian :
1 ada pengobatan dengan cefota<ime seperti &6 sefalosporin
lainnya"reaksi alergi tidak dapat dihindarkan
1 ada penderita dengan ri+ayat penyakit saluran cerna cefota<ime dapat
menyebabkan kolitis
1 Keamanan penggunaan cefota<ime selama masa kehamilan belum
dibuktikan penggunaannya hanya bila sangat diperlukan
1 Karena cefota<ime didistribusikan ke dalam air susu ibu sebaiknya hati1
hati bila obat ini digunakan pada +anita yang sedang menyusui
1 0ika dikombinasikan dengan &6 gol.aminoglokosida agar dilakukan
pemeriksaan fungsi gin!al.
1 0ika dibutuhkan dosis yang lebih besar gunakan sediaan serbuk kering
in!eksi # g sedangkan untuk bayi dan bayi prematur serta anak1anak
digunakan sediaan $.( g
In/-ra*)i (3a/:
emberian bersama1sama dengan probenesid akan meningkatkan
konsentrasi cefota<ime dalam serum
Fara*(l(0i :
)efota<ime merupakan antibiotika golongan sefalosporin yang
mempunyai akti-itas menghambat sintesis mukopeptida dalam dinding sel
bakteri.
8. In4-*)i C-./ria<(n !BNF, &%%+B MIMS, &%"#'
K(1()i)i : tiap -ial mengandung ceftria<on disodium setara dengan
ceftria<on ' g
In2i*a)i: Infeksi1infeksi yang disebabkan oleh patogen yang sensitif
terhadap ceftria<one seperti saluran napas" infeksi ;C;" infeksi saluran
kemih" sepsis" meningitis" infeksi tulang" sendi dan !aringan lunak" infeksi
intra abdominal" infeksi genital (termasuk gonore)" dan infeksi pada pasien
33
dengan gangguan pertahanan tubuh.
K(n/ra In2i*a)i :
Cipersensitif terhadap sefalosporin
ada pasien yang hipersensitif terhadap penisilin"kemungkinan ter!adinya
reaksi alergi silang harus diperhitungkan.
P-rin0a/an 2an P-r5a/ian:
ada pasien dengan gangguan fungsi gin!al dan hati yang berat"kadar
plasma obat perlu dipantau
Sebaiknya tidak digunakan pada +anita hamil (khususnya trisemester I)
;idak boleh diberikan pada neonatus (terutama prematur) yang
mempunyai resiko pembentukan enselophalopati bilirubin.
ada penggunaan !amgka +aktu yang lama profil darah harus dicek secara
teratur.
E.-* Sa1in0:
:astro intestinal : feses encer2diare"mual"muntah"stomatitis dan glositis
Kulit N pruritus"urtikaria"dermatitis allergika"udema"eksantem"eritema
multiforma
Cematologi :
esinofilia"hematema2perdarahan"trombositopenia"leukopenia"anemia
hemolitik
3ain1lain : sakit kepala"pusing"reaksi anafilaktik"nyeri di tempat suntik
(im)"flebitis (i-)
34
.fek samping tersebut bersifat re-ersibel
In/-ra*)i (3a/:
Kombinasi dengan aminoglikosida dapat menghasilkan efek aditif atau
sinergis"khususnya pada infeksi berat yang disebabkan oleh P.aeruginosa
dan %treptococcus faecalis
D()i) :
De+asa dan anak 5 '# tahun : '1# gram satu kali sehari
ada infeksi berat atau kasus berat yang disebabkan organisme yang
moderat sensitif"dosis dapat dinaikkan sampai @ gram satu kali sehari
6ayi '@ hari : sekali sehari #$1($ mg2kg 66
&nak1anak dengan berat badan ($ kg atau lebih : dapat digunakan dosis
de+asa
Dosis i- ($ mg2kg 66 atau lebih harus diberikan melalui infus paling
sedikit ?$ menit
Fara*(l(0i :
)eftria<one merupakan sefalosporin ke ? dengan spektrum akti-itas
antibakteri yang luas dan masa ker!a yang pan!ang.Spektrum akti-itasnya
mencakup bakteri gram negatif dan gram positif"dengan pemberian secara
parenteral ceftria<one cepat berdifusi ke dalam !aringan dan cairan
tubuh"dimana kadar bakterisidal obat akan bertahan selama #@ !am.ikatan
proteinnya adalah >$1%(D.ceftria<one dapat menembus sa+ar darah otak
sehingga dapat dicapai kadar obat yang cukup tinggi dalam cairan
cerebrospinal.ekskresinya dalam bentuk aktif melalui gin!al (=$D) dan
hati (@$D)"+aktu paruh eliminasinya adalah > !am.
35
=. Lan)(1raC(l- !IONI, &%%? BMIMS, &%"#'
K(1()i)i: lansopra/ole ?$ mg.
In2i*a)i: engobatan !angan pendek pada ulkus duodenum" 6enign ulkus
gaster dan refluks esofagitis.
K(n/rain2i*a)i: penderita hipersensitif terhadap lansopra/ole.
D()i) :
Ulkus duodenum: ?$mg sekali sehari selama @ minggu
6eningn ulkus gastrik: ?$ mg sekali sehari selam ( minggu.
Refluks esofagitis: ?$ mg sekali sehari selama @ minggu.
P-rin0a/an 2an 1-r5a/ian:
Seperti umumnya terapi anti ulkus" kemungkinan keganasan harus
disingkirkan apabila dicurigai menderita ulkus gastrik" karena pemberian
obat akan meredakan ge!ala dan memperlambat diagnosa.
enggunaan lansopra/ole pada +anita hamil" +anita menyusui dan anak1
anak sebaiknya dihindari karena belum ada data yang cukup.
E.-* )a1in0:
Selama pemberian klinis dilaporkan kadang1kadang ter!adi efek samping
seperti sakit kepala" diare" nyeri abdomen" dispepsia" mual" muntah" mulut
kering" sembelit" kembung" pusing" lelah" ruam kulit" urtikaria" dan
pruritus.
In/-ra*)i (3a/:
lansopra/ole dimetabolisme di hati dan merupakan penginduksi lemah dari
sitokrom p1@($. Interaksi dengan obat1obat lain yang dimetabolisme dihati
kemungkinan dapat ter!adi. &ntasid dan sukralfat dapat menurunkan
bioa-abilitas lansopra/ole" oleh karena itu pemberian antasid dan sukralfat
diberikan ' !am setelah pemberian lansopra/ole.
Fara*(l(0i:
lansopra/ole adalah penghambat sekresi asam lambung yang secara
spesifik menghambat C
4
2K
4
1&; ase (pompa proton) dari sel parietal
mukosa lambung. 3ansopra/ole secara cepat diabsorpsi" kadar serum
36
maksimum dicapai '"A !am setelah pemberian obat. 6ioa-abilitas
lansopra/ole >$1%$D pada dosis a+al" sehingga efekti-itas penghambatan
sekresi asam lambung cepat dicapai.
>. Su*ral.a/ !IONI, &%%? BMIMS, &%"#'
K(1()i)i : tiap tablet mengandung sucralfate (aluminium sukrosa sulfat
basa) ($$ mg
In2i*a)i :
;ukak lambung dan usus (pada nyeri hebat karena tukak lambung"dapat
ditambahkan antasida)
KI :
Sebaiknya tidak diberikan pada ibu hamil atau menyusui dan kepada bayi
D()i) :
De+asa : # tablet T($$ mg ?1@ kali sehari pada saat lambung kosong
(satu !am sebelum makan dan saat sebelum tidur) Upengobatan !angka
pendek (sampai > minggu)
E.-* Sa1in0: konstipasi (!arang)
P-rin0a/an 2an 1-r5a/ian:
6agi +anita hamil"ibu menyusui"bagi anak1anak"hati1hati penggunaan
pada penderita kelainan fungsi gin!al"bila diperlukan untuk digunakan
bersama antasid"agar diberikan dengan !arak +aktu antara '1# !am.
Fara*(l(0i:
,embentuk kompleks protein dengan albumin dan mucin yang cenderung
terlokalisasi pada bagian tukak dan membentuk lapisan yang tahan asam.
?. ,i/ain B K(1l-*) !PIO, &%%>'
K(1()i)i: 9itamin 6
'
# mg" -it 6
#
# mg
"
-it 6
=
# mg"nikotinamida #$
mg"kalsium pantotenat '$ mg
In2i*a)i: untuk pengobatan kekurangan 9itamin 6

dan mempercepat
proses penyembuhan setelah pengobatan dengan antibiotika dan
sulfonamida.
37
E.-* )a1in0: sindrom neuropatik (dosis besar dan penggunaan !angka
lama)
D()i) : pencegahan : sehari satu kali '1# tablet"pengobatan : sehari tiga
kali '1# tablet
In/-ra*)i (3a/ : menurunkan efek le-odopa
+. Para)-/a(l !MIMS, &%"#BPIO, &%%>'
K(1()i)i: paracetamol ($$ mg
In2i*a)i:
7yeri ringan sampai sedang (termasuk sakit kepala"mialgia"keluhan
sesudah imunisasi) serta menurunkan demam yang menyertai infeksi
bakteri dan -irus
D()i):
De+asa ?1@<2hr" anak =1'# tahun V atau ' tab tiap @1= !am" #1( tahun W1
'2# tab tiap @1= !am.
K(n/ra in2i*a)i:
asien dengan penyakit hati atau ikterus
E.-* )a1in0:
Reaksi hematologi"erupsi kulit"mual"muntah"gangguan hati"iritasi lambung
In/-ra*)i (3a/:
&ntikoagulan"antidiabetik"antiaritmia"gout.
Fara*(l(0i :
aracetamol adalah deri-at p1aminofenol yang mempunyai sifat
antipiretik2analgesik. Sifat antipiretik disebabkan oleh gugus aminoben/en
38
dan mekanismenya diduga berdasarkan efek sentral. Sifat analgesik
paracetamol dapat menghilangkan rasa nyeri ringan sampai sedang. Sifat
antiinflamasinya sangat lemah hingga tidak digunakan sebagai
antiremetik. ada penggunaannya per oral paracetamol diserap dengan
cepat melalui saluran cerna. Kadar maksimum dalam plasma dicapai
dalam +aktu ?$ menit sampai =$ menit setelah pemberian. aracetamol
diekskresikan melalui gin!al"kurang dari (D tanpa mengalami perubahan
dan sebagian besar dalam bentuk terkon!ugasi.
"%. ,al)ar/an !IONI &%%? BMIMS, &%"# '
K(1()i)i: -alsartan >$ mg
In2i*a)i : hipertensi
D()i):
Cipertensi : >$ mg sekali sehari"dapat dinaikkan sampai '=$ mg2hari
*ansia + ,- tahun : dosis a+al @$ mg sekali sehari
Pasien dengan gangguan fungsi gin&al.
ada pasien dengan bersihan kreatinin #$1($ m32menit tidak diperlukan
penyesuaian dosis"pada pasien dengan nilai bersihan kreatinin G #$
ml2menit atau pasien1pasien dialisa"dian!urkan dosis a+al lebih rendah
yaitu @$ mg sekali sehari
K(n/ra in2i*a)i:
Cipersensitifitas"kehamilan.laktasi"gangguan fungsi hati berat"sirosis
hati"obstruksi bilier.
E.-* )a1in0:
Rasa lelah"sakit kepala"pusing"infeksi saluran napas atas
P-r5a/ian:
asien1pasien dengan kekurangan -olume cairan dan 2natrium"stenosis
arteri renalis"gangguan fungsi hati.
In/-ra*)i O3a/:
39
8bat antihipertensi lain"diuretik hemat kalium"obat1obat
antidiabetika"simetidin"kortikosteroid"obat1obat anti gout.
Fara*(l(0i :
&ntihipertensi yang beker!a dengan cara menurunkan tekanan darah
dengan menghambat angiotensin II yang berikatan dengan reseptornya1
-asodilatasi
"". Cl(ni2in- ! IONI, &%%?B MIMS, &%"#'
K(1()i)i: klonidin C)l $"'( mg
In2i*a)i: pengobatan hipertensi ringan hingga sedang" bisa digunakan
sebagai obat tunggal ataupun kombinasi dengan obat antihipertensi lain.
K(n/ra in2i*a)i: Ri+ayat depresi mental.
D()i) :
Dosis a+al sehari: # < V tablet
Dosis pemeliharaan: '1( tablet dalam dosis terbagi.
&nak: hipertensi: dosis a+al (1'$ mcg2Kg2hari terbagi setiap >1'# !am
tingkatkan secara perlahan pada inter-al hari ke ( dan ke A men!adi #(
mcg2Kg2hari dalam dosis terbagi setiap = !am" maksimum $"% mg2hari.
De+asa: hipertensi akut: dosis a+al $"'1$"# mg dapat diikuti dengan
penggunaan dosis $"' mg 2 !am. 0ika diperlukan dinaikkan sampai dosis
maksimum $"= mg.
S3 clonidin: $"'1$"# mg # kali sehari" efektif untuk pasien yang tidak bisa
menggunakan obat oral.
E.-* )a1in0: 7gantuk" sedasi" mulut kering" konstipasi" nyeri kepala.
P-rin0a/an 2an P-r5a/ian:
enghentian obat harus dilakukan bertahap (dalam +aktu lebih dari '
minggu)
Sebaiknya tidak men!alankan kendaraan bermotor atau mesin.
Klonidin dapat menimbulkan toleransi akibat retensi 7a dan air" untuk
mencegahnya dian!urkan pemberian diuretik oral sebelum dan bersamaan
obat ini.
40
Sebagai antihipertensi harus berhati1hati pada insufisiensi koroner berat"
infrak miokard yang baru" penyakit serebro-askuler" gagal gin!al kronik.
ada penggunaan !angka pan!ang" harus periksa mata secara berkala.
In/-ra*)i (3a/:
senya+a ini dapat meningkatkan efek depresi susunan saraf pusat oleh
alkohol" barbiturat dan sedatif lain" !uga meningkatkan efek digitalis pada
kondisi &9.
Kombinasi dengan beta bloker:
Kadang menimbulkan hipertensi paradoks (akibat akti-asi reseptor alfa1'
diperifer)
,emperberat hipertensi UreboundX bila klonidin dihentikan mendadak.
Fara*(l(0i:
Klonidin merupakan adrenolitik sentral yang digunakan sebagai
antihipertensi tahap kedua"bila tekanan darah tidak dapat dikontrol
dengan diuretik sa!a.senya+a ini beker!a melalui perangsangan
adrenoreseptor alfa dua di susunan syaraf pusat"sehingga menghambat
pelepasan norepinefrin sehubungan dengan penurunan resistensi
pembuluh darah perifer dan sedikit penurunan denyut !antung.
"&. Al(2i1in !IONI, &%%?BMIMS, &%"#'
K(1()i)i:
;iap tablet amlodipin ( mengandung:
&mlodipin besylate =.%? mg setara dengan amlodipin ( mg
;iap tablet amlodipin '$ mengandung:
&mlodipin besylate '?.% mg setara dengan amlodipin '$ mg
In2i*a)i :
digunakan untuk pengobatan hipertensi"angina stabil kronik"angina
-ariant"amlodipin dapat diberikan sebagai terapi tunggal ataupun
dikombinasikan dengan obat antihipertensi dan antiangina lain.
41
D()i) 2an 6ara 1-3-rian:
Dosis a+al yang dian!urkan adalah ( mg satu kali sehari"dengan dosis
maksimum '$ mg satu kali sehari.pada pasien usia lan!ut atau dengan
kelainan fungsi hati"dosis yang dian!urkan pada a+al terapi #.( mg satu
kali sehari.bila amlodipin diberikan dalam kombinasi dengan
antihipertensi lain"dosis a+al yang digunakan adalah #.( mg.dosis yang
direkomendasikan untuk angina stabil kronik ataupun angina -asopastik
adalah (1'$ mg"dengan penyesuaian dosis pada pasien usia lan!ut dan
kelainan fungsi hati.amlodipin dapat diberikan dalam pemberian bersama
obat1obatan golongan thia/ide"&). inhibitor"beta blocker"nitrate"dan
nitroglycerine sublingual.
K(n/ra In2i*a)i : amlodipine tidak boleh diberikan pada pasien yang
hipersensitif terhadap amlodipine dan golongan dihydropirydine lainnya.
E.-* )a1in0 :
Secara umum fatigue"nyeri"peningkatan atau penurunan berat badan
P-rin0a/an 2an 1-r5a/ian:
asien dengan gangguan fungsi hati
Paktu paruh amlodipine men!adi lebih pan!ang"sehingga perlu
penga+asan
asien gangguan !antung kongestif
Secara umum obat golongan antagonis calcium harus diberikan secara
hati1hati pada pasien gagal !antung.
asien usia lan!ut:
Paktu yang diperlukan untuk mencapai kadar puncak dalam plasma
serupa pada pasien muda maupun usia lan!ut.amlodipine dalam
penggunaan dosis yang serupa baik pada pasien muda maupun tua"dapat
ditoleransi dengan baik.amlodipin dapat diberikan pada pasien usia lan!ut
dengan dosis yang umum digunakan.
In/-ra*)i (3a/:
amlodipin dapat diberikan pada +anita hamil sehingga penggunaan
42
diuretik golongan thia/ide"alpha blocker"&).
Inhibitor"nitrate"nitrogliserin S3"antiinflamasi non steroid"&6"serta obat
hipoglikemik oral.emberian bersama digo<in tidak mengubah kadar
digo<in serum ataupun bersihan gin!al digo<in pada pasien
normal.&mlodipin tidak mempunyai efek terhadap ikatan protein dari
obat1obat: digo<in" phenytoin" +arfarin dan indomethacin.emberian
bersama cimetidin atau antasid tidak mengubah farmakokinetik amlodipin.
Fara*(l(0i:
&mlodipin merupakan antagonis calcium golongan dihydropirydine
(antagonis ion kalsium)yang menghambat influks ion calcium melalui
membran ke dalam otot polos -askular dan otot !antung sehingga
mempengaruhi kontraksi otot polos -askular dan otot !antung.amlodipin
menghambat influks ion )a selektif"efek antihipertensi amlodipine adalah
dengan beker!a langsung sebagai -asodilator arteri perifer dan dapat
menyebabkan penurunan resistensi -askular serta penurunan tekanan darah
"#. Urin/-r !MIMS, &%"#'
K(1()i)i:
;iap kapsul mengandung: ipemidic acid trihydrate setara dengan
pipemidic acid @$$mg.
In2i*a)i:
efektif untuk mengobati infeksi saluran kemih akut dan kronis yang
disebabkan oleh bakteri :ram1negatif yang sensitif terhadap obat ini.
K(n/ra in2i*a)i:
penderita yang hipersensitif terhadap asam pipemidat" anak G'# tahun
D()i):
De+asa: ' kapsul (sama dengan @$$ mg pipemidic acid) # < sehari" pagi
dan malam" selama A 1 '$ hari. Diberikan sesudah makan.
E.-* )a1in0: Rasa mual" muntah diare" kadang ter!adi reaksi alergi"
kemungkinan bisa ter!adi kelemahan otot.
Fara*(l(0i:
&sam pipemidic yang merupakan deri-at Ouinolon generasi kedua dan
43
bersifat bakterisidal dengan ker!a menghambat sintesa D7& kuman
"$. Can2i)/a/in 2r(1 !MIMS, &%"#'
K(1()i)i : tiap ml drops mengandung nystatin '$$.$$$ IU
In2i*a)i:
engobatan kandidiasis pada rongga mulut"oesophagus dan intestinal dan
untuk mencegah kandidiasis rongga mulut pada bayi yang lahir dari ibu
beri+ayat kandidiasis vagina
D()i):
6ayi dan anak1anak
Untuk kandidiasis intestinal dan mulut : dosis yang dian!urkan '1# ml
('$$.$$$1#$$.$$$ IU) @ kali sehari
Untuk pencegahan pada neonatus dari ibu yang menderita kandidiasis
-agina: dosis ml diteteskan ke mulut"' kali sehari
De+asa:
Untuk kandidiasis intestinal dan mulut : dosis yang dian!urkan ( ml @ kali
sehari.lama pemberian sampai '@ hari !ika diperlukan
Cipersensitif terhadap nystatin
E.-* Sa1in0:
ada umumnya dapat ditoleransi dengan baik.pada dosis besar kadang1
kadang dapat di!umpai efek samping seperti diare"mual"muntah"dan
gangguan :I"!arang ter!adi ruam"termasuk urtikaria dan sangat !arang
sekali ditemukan %teven /ohnson %yndome.
P-rin0a/an 2an 1-r5a/ian:
Dian!urkan untuk melakukan K8C smear"kultur atau metoda diagnosa
lainnya untuk menegakkan diagnosa kandidiasis dan bukannya infeksi
karena patogen lainnya
Palaupun sudah ter!adi perbaikan ge!ala pada a+al
pengobatan"pengobatan harus tetap diteruskan sesuai dosis yang
dian!urkan
0angan digunakan untuk pengobatan mikosis sistemik
44
emberian pada +anita hamil dilakukan dengan mempertimbangkan
manfaat dan resikonya terhadap !anin
Cati1hati bila diberikan pada +anita menyusui
"8. Dul6(la< )u11 !MIMS, &%"#'
K(1()i)i : bisacodyl
In2i*a)i :
Segala bentuk konstipasi meringankan e-akuasi pada keadaan1keadaan
nyeri seperti hemoroid"pre dan pasca bedah"persiapan barium
enema"rectosigmoidoskopi
D()i) :
;ablet : de+asa # tablet dapat ditambah sampai @ tablet
&nak.5 @ tahun : ' tablet
Suppositoria de+asa:
De+asa ' suppositoria
Suppositoria anak :' suppositoria
KI : ileus"obstruksi usus"bedah abdomen akut"dehidrasi berat
erhatian : anak1anak"bumil
ES : !arang"rasa tidak nyaman pada perut"diare
Fara*(l(0i:
6isacodyl adalah laksatif stimulan yang beker!a lokal dari kelompok
turunan difenil metan.sebagai laksatif dulcola< merangsang peristaltik
usus besar setelah hidrolisis dalam usus besar"dan meningkatkan
akumulasi air dan elektrolit dalam lumen usus besar. 8bat di metabolisme
di hati dan diekskresikan melalui urine dan atau didistribusikan ke dalam
&SI.Setelah pemberian dosis terapi oral turunan difenilmetan"
pengosongan kolon tercapai dalam +aktu =1> !am. emberian rektal
menyebabkan pengosongan kolon dalam +aktu '( menit sampai ' !am.
BAB I,
PEMBAHASAN
asien masuk RSUD adang an!ang" tanggal '# &pril #$'@ pada
pukul $>.($ PI6" melalui I:D" dengan keluhanN sakit perut" muntah" mual" nafsu
45
makan menurun" 6&K nyeri" nyeri di ari1ari" dan mengaku memiliki ri+ayat )C*
dan pernah dira+at di RS 6ukittinggi '( hari yang lalu. ada saat di I:D pasien
didiagnosa kolik abdomen e.c susp dispepsia 4 lo+ intake 4 hipertensi urgensi 4
)C* fs grade II dan susp )KD.
Kemudian pasien dilakukan pemeriksaan darah rutin dan urinalisa.
6erdasarkan hasil data laboratorium" :DS pasien normal G#$$ mgD" ureum dan
kreatinin pasien tinggi (ureum I %= mg2d3" kreatininI ?.$? mg2d3)" menandakan
adanya gangguan fungsi gin!al" pemeriksaan hematologi leukosit pasien tinggi
menun!ukkan adanya infeksi" hematokrit" trombosit dan hemoglobin pasien !uga
normal"namun pada pemeriksaan urinalisa pasien didapatkan leukosit 5 #$"
normalnya harus G ( ini !uga menandakan adanya infeksi pada saluran urin
pasien"selain itu protein 4 #" benda keton 4" tes darah samar 4 !uga ditemukan.
Cal inilah yang menandakan adanya penyakit gagal gin!al serta infeksi pada
saluran urinalisa pasien. ada tanggal '% &pril #$'@ dilakukan kembali
pemeriksaan kreatinin dan ureum pasien (ureum I ''@ mg2d3" kreatininI #.>
mg2d3).
ada saat masuk rumah sakit tekanan darah 7y.R adalah #$$2'?$
mmCg"ini menandakan pasien mengalami hipertensi krisis" namun dari hari ke
hari tekanan darah pasien naik turun setiap harinya"didukung !uga ri+ayat
penyakit terdahulu" pasien mula1mula mengalami tekanan darah tinggi 2 hipertensi
yang tidak terkontrol selama S? tahun yang lalu. Cal ini mendukung bah+asanya
pasien sudah mengalami penyakit Cipertensi Ceart Disease (CCD)" pada tanggal
'( &pril pasien mengeluh nyeri menelan"oral trush. &dapun diagnosa terakhir dari
pasien ini adalah U;I 4 )KD4CCD4 )andidiasis oral.
Dalam per!alanan pengobatan penyakit pasien ini" mulai dari saat
masuk RS sampai sekarang pasien sudah mendapatkan terapi '( macam obat
diantaranya: I9*D R3" .as frimmer" In!.Ranitidin" In!.cefota<im"In!.ceftria<on"
lansopra/ole" 9it 6 comp" );" -alsartan" ulside<" clonidine" amlodipin" urinter"
candistatin drop" dan dulcola< supp.
46
&dapun DR (drug related problem) pada kasus ini yaitu" &namnesa
data rekam medik pasien tidak mengeluh demam"nyeri dan suhu tubuh normal
(af )
o
) mulai a+al masuk RS sampai sebelum pasien pulang" akan tetapi pada
terapi diberikan paracetamol" !adi pemberian paracetamol disini yaitu terapi tanpa
indikasi. emberian ceftria<one untuk pengobatan U;I sudah tepat" sebagai
antibakteri yang luas dan masa ker!a yang pan!ang.Spektrum akti-itasnya
mencakup bakteri gram negatif dan gram positif"dengan pemberian secara
parenteral ceftria<one cepat berdifusi ke dalam !aringan dan cairan tubuh"dimana
kadar bakterisidal obat akan bertahan selama #@ !am"Urinter !uga ditambahkan
pada pengobatan Urinary ;ract Infection yang merupakan kiner!a obat yang
sinergis dalam terapi infeksi saluran kemih.
Untuk pengobatan CCD pasien diberikan obat 9alsartan" amlodipin dan
clonidin. Kombinasi pengobatan ini sudah tepat dengan mempertimbangkan
tekanan darah pasien #$$2'?$ mmCg sudah krisis hipertensi namum disini perlu
!uga pemantauan terhadap kreatinin klirens pasien. 0ika )rcl G'$ m32menit maka
perlu penyesuaian dosis" sedangkan )r)l 5'$ m32menit tidak dibutuhkan
penyesuaian dosis (&C*S" #$'').
6erdasarkan data laboratorium kreatin serum"dapat dihitung tingkat
fungsi gin!al pasien dengan menggunakan rumus Rumus cocroft n gault
CrCl
-)/
!1a)i-n' I $.>( ('@$1umur)6P
A# < S
cr

I $.>( ('@$1($)@(
A#< ?.$?
I ?@@#.(
#'>.'=
D "8,>? L;-ni/
CrCl
-)/
!n(ral' I $.>( ('@$1umur)6P
47
A# < S
cr

I $.>( ('@$1($)@(
A#< '.(
I ?@@#.(
'$>
D #",?>8 L;-ni/
0adi" berdasarkan hasil perhitungan kreatinin kliren pasien ini
diklasifikasikan dalam kategori empat" Kerusakan gin!al dengan 3*:M berat.
Kemudian DR ditemukan pada obat yang diba+a pasien pulang"
tekanan darah pasien sebelum pulang sudah normal yaitu ''$2%$ mmCg" tetapi
masih diberi kombinasi ? obat antihipertensi" sebaiknya untuk men!aga dan
mengontrol tekanan darah cukup diberi satu obat hipertensi sa!a atau dua tapi
berbeda golongan" mengingat clonidin !ika tetap diberikan kepada pasien se+aktu
menghentikan pengobatan perlu diberi peringatan untuk melakukan penurunan
dosis bertahap.pasien harus diberitahu tentang efek penghentian mendadak
menyebabkankan peningkatan tekanan darah secara cepat dan ge!ala o-er akti-itas
simpatetik.
BAB ,
KESIMPULAN DAN SARAN
48
8." KESIMPULAN
;erapi yang diberikan untuk pengobatan pasien ada '( macam obat
diantaranya: I9*D R3".as frimmer" In!.Ranitidin"
In!.cefota<im"In!.ceftria<on" lansopra/ole" 9it 6 comp" );" -alsartan"
ulside<" clonidine" amlodipin" urinter" candistatin drop" dan dulcola<
supp.
)r)l
est
(pasien)I '("A> m32menit" termasuk klasifikasi kerusakan gin!al
dengan 3*:M berat.
Diemukan DR terapi tanpa indikasi yaitu paracetamol.
DR pemilihan obat kurang tepat yaitu clonidine ( obat yang diba+a
pasien pulang).
8.& SARAN
:unakan obat hanya !ika secara !elas diindikasikan bagi penderita.
6agi pasien )KD pilih obat dengan efek nefrotoksik minimal dan hindari
obat yang berpotensi nefrotoksik atau yang memiliki indeks terapi
sempit.
emakaian obat antibiotika dan antifungal sebaiknya dilan!utkan hingga
@> !am setelah ge!ala1ge!ala menghilang dan kultur normal kembali.
Diet rendah protein ($.=1$.A( g2kg2hari) dapat membantu memperlambat
perkembangan )KD pada pasien. Untuk pasien CCD pengaturan diet"
olahraga teratur" hindari faktor resiko serta kontrol tekanan darah.
0aga selalu kebersihan mulut serta lingkungan tempat tinggal.
49
DAFTAR PUSTAKA
&merican Society of Cealth1System harmacists. #$''. ($0% !RU1
I'02R3(TI2' E%%E'TI(*%. 6ethesda" ,aryland.
68," #$$>. Informasi 2bat 'asional Indonesia 4I2'I#. 0akarta: )9. Sagung
Seto.
6uku Saku atofisiologi" .d.?. )or+in" .li/abeth 0." #$$%. hal. A'>1A'%
Departemen Kesehatan RI. #$$A. Pelayanan Informasi 2bat. 0akarta.
Departemen Kesehatan RI. #$$A. Pharmaceutical "are untuk Penyakit
$ipertensi. 0akarta.
Dipiro" 0oseph" ;. #$$(. Pharmacotherapy. ( Pathophysiologic (pproach, %i5th
Edition. ;he ,c:ra+1Cill )ompanies" Inc.
I&I. #$''.IS8 0armakoterapi 6.;.I&I enerbitan : 0akarta.
IS*I. #$$>. I%2 0armakoterapi. ;. IS*I enerbitan : 0akarta.
3I3%. #$$A. ;. 3abi 3aboratories )ikande : 0akarta.
,utschler" ernest. '%%'. !inamika 2bat. 0armakologi dan Toksikologi. .disi 9.
6andung : enerbit .rlangga I;6.
Ronco )" Caapio ," Couse &&" &na-ekar 7" and 6ellomo R. #$$>. "ardiorenal
syndrome. 0 &m )oll )ardiolN(#('%):'(#A1?%. doi:
'$.'$'=2!.!acc.#$$>.$A.$('..
Standar pelayanan ,edis" S,* enyakit dalam RSUD adang an!ang" #$$%.
50