Anda di halaman 1dari 41

PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 1



BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kejenuhan dan kelelahan berkendaraan baik mobil pribadi maupun umum
akibat kondisi macet lalu lintas atau menempuh perjalanan jauh harus diatasi
dengan membuat suasana dalam kenderaan menyenangkan. Salah satu
solusinya adalah menyediakan peralatan sound system atau audio-video di
dalam kendaraan tersebut. Peralatan sound system atau audio video yang
dipasang pada kendaraan tergantung pada keinginan pemilik kendaraan dan
kenyamanan penumpang.
Tingginya tingkat pertambahan kenderaan terutama mobil pribadi berdampak
meningkatnya penggunaan peralatan sound system atau audio video mobil
baik yang berkualitas rendah, sedang maupun tinggi.yang dipasang di dalam
mobil. Peluang ini merupakan lapangan pekerjaan bagi instalator audio-video
system dan hal ini cocok diintegrasikan ke dalam kurikulum SMK Tekonologi
pada Program Keahlian Tekonik Audio Video.
Berdasarkan hal di atas pemerintah sebelumnya dalam hal ini Departemen
Pendidikan Nasional telah melakukan revisi kurikulum mengadopsi
perubahan/perkembangan teknologi tersebut dengan memasukan
keterampilan Penginstalasi Peralatan Audio Video Mobil kedalam muatan
kurikulum SMK Teknologi Jurusan Elektronika untuk Program Keahlian
Teknik Video.
Sulitnya memperoleh sumber bacaan dan keterbatasan atau ketidakadaan
peralatan prakek di sekolah menyebabkan guru kesulitan melaksanakan
mata pelajaran ini. Berdasarkan permasalah ini Pusat Pengembangan dan
Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Medan dalam hal
ini Depatemen Teknik Elektronika berusaha menjawab kesulitan guru melalui
membuat program diklat tentang Penginstalasian Sistem Audio Mobil Mobil
dan Home Theater
B. Deskripsi Singkat
Modul ini berjudul Project Work merupakan salah satu dari empat modul
yang akan disajikan pada diklat. Kegiatan dalam modul ini lebih
PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 2

memfokuskan padabagaimana memasang peralatan audio video mobil
langsung dipasang di mobil. Dalam hal ini hanya dibatasi pada mobil sedan
atau mini bus seperti mobil kijang Avanza, Inova dan lain-lain.
C. Prasyarat
Sebelum mengerjakan modul ini anda sudah memiliki pengetahuan dan
keterampilan sebagai berikut :
Dasar Elektronika
Dasar Audio Video
Sistem Kelistrikan Mobil
D. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta mampu memasang peralatan audio video mobil pada mobil sedan
atau mini bus sesuai Standar Procedur Operasional (SOP)
2. Peserta mampu mengoperasikan peralatan audio video mobil
menghasilkan kualitas suara dan nada sesuai standar.
E. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok
Materi Pokok 1. Pengenalan Sistem Audio Video Mobil
A. Sejarah Perkembangan Audio dan Video Mobil
B. Jenis Peralatan Audio Video Mobil
C. Aliran Modifikasi Audio Mobil
D. Praktek
E. Rangkuman
F. Evaluasi Materi Pokok 1
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Materi Pokok 2. Prosedur Memilih Peralatan Audio Video Mobil
A. Pertimbangan Sebelum Memasang Peralatan Audio Video Mobil
B. Memilih Head Unit
C. Memilih dan Mementukan Profil Audio Amplifier
D. Memilih Loud Speaker
E. Memilih Subwoofer
F. Latihan
PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 3

G. Rangkuman
H. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Materi Pokok 3. Membangun Sistem Audio Video Mobil
A. Perncanaan Sistem Audio
B. Penempatan Peralatan Audio Video
C. Penginstalasian Peralatan Audio Video Mobil
D. Memasang Peredam Suara Pada Mobil
E. Praktek
F. Rangkuman
G. Evaluasi Materi Pokok 3
H. Umpan Balik dan Tindak aLnjut















PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 4

BAB II. MATERI POKOK 1
PENGENALAN SISTEM AUDIO VIDEO MOBIL


.


A. Sejarah Perkembangan Audio Video Mobil
Mobil zaman sekarang kurang lengkap bahkan tidak nyaman jika tanpa
hiburan sama sekali terpasang di dalamnya. Perkembangan audio dan video
mobil dari tahun 1950 hingga sekarang adalah sebagai berikut :
Tahun 50 dan 60 an ada radio gelombang SW ( short wave ) terpasang di
dashboard saja sudah mewah.
Tahun 70 an dengan memiliki radio tape ( radio AM dan tape ) dengan
kualitas suara seadanya ( kebanyakan mono ) sudah cukup menghibur
pengemudi dan penumpang.
Era 80 an mulai mewabah radio tape ( car cassete audio ) dengan fitur
radio AM / FM dan pemutar kaset dengan kualitas suara stereo disertai
pengatur nada komplit plus tampilan digital.
Generasi 90 an car audio mulai muncul pemutar format audio cd atau
populer dengan sebutan cd saja dengan kualitas suara surround dan
serba digital.
Zaman milenium sekarang ini tidak hanya audio saja sebagai hiburan
perjalanan tetapi juga visual lewat munculnya car home theatre, kualitas
suara pun full digital
B. Jenis Peralatan Audio Video Mobil
Bila dilihat perkembangan sistem audio video mobil sekarang jenis peralatan
audio video yang digunakan terdiri dari :
1. HeadUnit
Head Unit adalah sebutan populer untuk perangkat utama audio, yang
Indikator Keberhasilan
1. Peserta mampu menjelaskan sejarah perkembangan audio video
mobil dengan benar
2. Peserta mengenal jenis peralatan audio video mobil dengan benar
3. Peserta mampu menjelaskan aliaran modefikasi audio mobil dengan
benar

PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 5

bisa saja berupa gabungan dari DVD player, radio, perlengkapan
komunikasi, dan fungsi lainnya. Pendeknya sistem ICE (In Car
Entertainment) tak bakal berjalan bila tak memiliki peranti ini. Pada head
unit ini pula biasanya sejumlah fungsi dapat diperintahkan untuk bekerja
mulai dari mengaktifkan fungsi audio-visual, menyimpan memori, hingga
mengatur alur suara, semuanya dikendalikan dari piranti ini.
Head unit adalah otak dari sistem audio yang biasanya terletak di
dashboard.
Dalam head unit umumnya terdapat fasilitas auto blank skip (pencacari
gelombang, trek CD, atau program lainnya), automatic volume control
(panel volume), autostore the radio (penyimpan frekuensi radio), balance
control dan lain-lainnya
2.Monitor
Tambahan perangkat monitor ada banyak jenis monitor yang bisa
SO'mers dapatkan di workshop audio, mulai dari monitor headrest,
monitor visor, dan roof monitor hingga aplikasi TV plasma di dalam kabin.
Selama sesuai dengan kabutuhan, perangkat kebutuhan tersebut bisa
digunakan.
3.Processor
Merupakan peranti yang berfungsi sebagai jembatan antara head unit
dengan fungsi lainnya, khususnya speaker. Processor memberikan
kemudahan untuk membuat sistem audio sesuai dengan keinginan
So'mers. Sebagai contoh untuk mensetting speaker antara kanan-kiri
biasanya agar ketepatan suara menjadi sesuai, disinilah peran processor.
Sinyal suara, frekuensi gelombang, pembagian channel, hingga
penyebaran suara dilakukan oleh piranti ini.
Di dalam sebuah prosessor terdapat fitur-fitur seperti time correction,
cross over active, equalizer dan lain-lain. Dengan adanya fungsi-fungsi ini
maka akan sangat memudahkan pada saat tuning system audio video
4.Power Amplifier
Power amplifier berfungsi memperkuat sinyal yang keluar dari head unit .
Di dalam ststem audio mobil, power amplifier dibagi dalam beberapa kelas
yaitu kelas A, B, AB dan D. Masing-masing kelas memiliki keunggulan
PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 6

yang dapat disesuaikan kegunaannya dengan kebutuhan dalam
membangun sebuah sound sistem audio mobil.
Disamping pembagian kelas, pembagian power amplifier juga dibagi
berdasarkan banyaknya kanal (channel) dan besarnya daya yang
dihasilkan. Power amplifier untuk ICE menggunakan power yang
berkekuatan antara 2500 5000 watt tergantung dari kualitas power itu
sendiri. Jika ingin menghemat jumlah amplifier, kini sudah banyak
dijumpai amplifier dengan jumlah kanal lebih banyak, seperti amplifier 5
channel. Sehingga support tenaga lebih lengkap dan irit biaya driver
amplifier. Sementara untuk pilihan lain seperti subwoofer bisa memilih
amplifier monoblock, yang mampu memberikan stabilitas tenaga dengan
watt besar untuk subwoofer.
5.Speaker
Speaker berfungsi untuk mengeluarkan suara atau nada yang berasal dari
head unit pada sistem audio mobil. Speaker itu sendiri adalah suatu alat
electromechanical transducel yang merubah energi listrik menjadi mekanik
hingga menjadi sebuah energi bunyi atau suara.
Rentang frekuensi suara yang mampu dihasilkan sistem speaker adalah
diantara 20 Hz 20 Khz dan itu adalah sesuai dengan rentang fekuensi
pada pendengaran manusia. Berdasarkan rentang frekuensi itulah,
speaker terbagi lagi dalam beberapa jenis. Jenis-jenis speaker itu di
antaranya adalah :
a. Tweeter
Tweeter adalah speaker yang biasanya berukuran kecil 0,5 inci, paling
besarpun berukuran 4 inci, tergantung merk dan kemampuan cakupan
frekuensinya. Fungsi tweeter adalah untuk mereproduksi frekuensi
tinggi yang cakupannya pada rentang 3500 Hz hingga 20 Khz. Contoh
suara frekuensi tinggi ini antara lain adalah seperti suara vokal, cymbal
drum dan suara dentingan alat musik lainnya. Tweeter pun juga ada
yang dikenal dengan sebutan super tweeter / ribbon tweeter. Jenis ini
memiliki bentuk yang berbeda dari tweeter biasa, biasanya persegi
panjang dibentuk plat tipis dan mampu menghasilkan suara high
frekuensi yang tidak dapat dijangkau oleh tweeter biasa, yaitu pada
rentang 5 23 Khz.
PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 7

b. Midrange
Midrange adalah speaker yang umumnya berukuran sekitar 3-4 inci
yang memiliki cakupan frekuensi 350-4500Hz. Midrange ini biasanya
diikutsertakan pada 1 set sistem 3 way car audio. Tugasnya untuk
membantu menyempurnakan high frekuensi atau mengakomodasi
vokal yang terdengar agar lebih fokus dan jelas.
c. Midbass
Midbass adalah jenis speaker yang juga biasa disebut midwoofer,
fungsinya untuk menghasilkan suara berfrekuensi dengan rentang 80-
350 Hz. Suara yang dihasilkan midbass lebih didominasi pada suara
rendah. Biasanya midbass memiliki diameter 5-7 inci.
d. Subwoofer / woofer
Fungsi (subwoofer /woofer) speaker yang satu ini adalah untuk
menghantarkan suara berfrekuensi rendah atau suara bass. Untuk
woofer dibatasi pada rentang frekuensi 100 Hz atau dibawahnya,
namun woofer yang mampu menyemburkan suara pada rentang
frekuensi 40 Hz dan dibawahnya bisa disebut sebagai sebuah
subwoofer. Pada umumnya subwoofer memiliki ukuran 12, 15, 18 inci
sedangkan woofer sekitar 8-10 inci.
Jenis speaker itu sendiri dapat dibagi lagi dalam 3 jenis berdasarkan
kelompok besarnya, yaitu :
1). Speaker Dual Cone
Jenis speaker ini memiliki kualitas suara yang sangat standar,
bentuknya dilengkapi dengan dua buah konus. Biasanya speaker
jenis ini sudah digunakan sebagai speaker standar pabrikan untuk
tiap mobil. Speaker jenis ini juga bisa disebut sebagai speaker full
range karena memang mampu menghasilkan rentang frekuensi
yang luas, namun tidak maksimal, terutama untuk speaker OEM
mobil.
2). Speaker Coaxial
Speaker jenis ini memiliki desain dengan posisi woofer, midrange
ataupun tweeter yang menyatu dalam satu poros. Speaker coaxial
pun memiliki jenis 2 way (tweeter , woofer), 3 Way (tweeter,
PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 8

midrange, woofer) dan ada juga yang 4 way (2 tweeter, midrange,
woofer)
3). Speaker Split / Speaker Component
Jenis speaker ini dilengkapi dengan midbass, midrange, tweeter
yang terpisah-pisah untuk dijadikan dalam satu set sistem speaker.
1 set speaker split juga dilengkapi dengan perangkat elektronik
bernama crossover passive yang berfungsi untuk memila-milah
atau membagi frekuensi suara agar tweeter, midrange dan midbass
mendapat frekuensi yang sesuai dengan kemampuannya. Jenis ini
dapat terbagi lagi dalam 1 set jenis 2 way (Midbass, Tweeter), 3
Way (Midbass, Midrange, Tweeter). Jenis ini adalah yang paling
baik untuk mendapatkan kualitas suara paling bagus untuk sistem
audio mobil, karena posisinya yang juga dapat diposisikan secara
terpisah-pisah.
4). Speaker full range
Dari banyaknya jenis perangkat car audio yang termasuk ke dalam
golongan speaker inilah sebuah sistem instalasi audio mobil dapat
terangkai oleh tangan seorang instalatur audio dengan speaker
sistem 2 way ataupun 3 way dengan berbagai desain dan tuning
yang berbeda-beda. Setelah mengenalkan jenis speaker ini
Agar speaker dapat bekerja dengan baik sesuai dengan fungsi masing-
masingnya diperlukan rangkaian elektronik yang berfungsi sebagai filter
yang disebut dengan rangkaian cross over. Rangkaian cross over
berfungsi sebagai pembagi frekuensi nada rendah ke woofer, nada
sedang ke mid range dan nada tinggi ke twetter..
Untuk pendukung sistem car theater, biasanya ditambahkan driver
speaker, yakni speaker center yang berada dipasang dibagian depan,
sementara dibagian belakang juga turut ditambahkan speaker
surround. Skematik speaker harus disesuaikan dengan sistem tata
suara 5.1 -speaker depan : Kiri, kanan dan tengah dan speaker
belakang : kanan dan kiri serta subwoofer-.
7.CapasitorBank
Berfungsi untuk menstabilkan sistem kelistrikan dalam mobil agar tidak
drop..Kelistrikan dalam dunia car audio memang memiliki peran yang
PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 9

sangat penting. Kurang pasokan listrik sedikit saja, suara yang dihasilkan
pasti tidak akan maksimal. Untuk itulah diperlukan kapasitor yang
berfungsi sebagai penyimpanan arus listrik. Untuk audio ICE, penggunaan
kapasitor bank cukup yang berkapasitas 12,5 Farad. Tetapi besarnya
kapasitor bank ini tergantung daya power audio.
Teorinya seperti ini, aki sebagai sumber listrik mobil terletak di depan.
Sedangkan perangkat audio seperti power amplifier berada di bagasi
belakang, sehingga arus listrik pasti akan terlambat masuk karena listrik
harus melalui kabel yang panjang. Untuk mengakalinya diperlukan
kapasitor yang bersifat menyimpan arus. Sehingga ketika power amplifier
membutuhkan arus yang besar, daya listrik dapat diambil dari kapasitor

Contoh peralatan audio video mobil
Peralatan Head Unit


Car Receivers

Car DVD Player dengan Monitor

PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 10



Processor

Cross Over dan Equalizer

Power Amplifier

Speaker



PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 11

Subwoofer


Kapasitor Bank

C. Aliran Modifikasi Audio
Hingga saat ini ada empat aliran besar di dunia modifikasi audio. Masing-
masing memiliki kelebihan baik dalam hal kualitas suara maupun sesuai
dengan anggaran yang dimiliki calon pembeli. Mana yang dipilih sesuai
dengan dana yang tersedia dan jenis mobilnya.
Keempat aliran modifikasi audio tersebut adalah sebagai berikut
1. Sound Pressure Level (SPL)
SPL merupakan aliran modifikasi yang mengutamakan suara bass yang
besar dan kencang. Sistem ini hanya membutuhkan sedikit subwoofer,
maksimal dua buah. Namun, membutuhkan kotak subwoofer yang besar
guna memantulkan nada bas dan vokal . Selain itu, tidak memerlukan
aksesoris tambahan. Oleh karena itu proses pengerjaannya terbilang
paling mudah dan biayanya cukup murah.
PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 12

Aliran ini cocok digunakan di mobil kecil misalnya Kia Picanto, Suzuki
Splash, Karimun, Katana, Hyundai i10, Hyundai i20, Kia Visto, Atoz dan
lain-lain. Aliran music yang cocok diputar dengan menggunakan audio ini
antara lain hip-hop atau afro music, regae atau music rastafara.
2. Sound Quality Loud (SQL)
Aliran ini biasanya digunakan oleh anak-anak muda atau pecinta
modifikasi untuk pameran. Bahkan, tak jarang saat mereka kumpul-
kumpul, para anggota komunitas modifikasi itu memerkan kreatifitas
mereka.
SQL membutuhkan speaker dan subwoofer dalam jumlah banyak. Kotak
subwoofer yang dibutuhkan tidak terlalu besar, namun membutuhkan
beberapa tambahan aksesori guna menunjang tampilan dan kualitas
suara yang dihasilkan. Oleh karena itu, biaya yang dibutuhkan untuk
mendapatkan hasil modifdikasi yang prima juga lumayan besar. Proses
pengerjaannya pun cukup rumit.
Selain cocok untuk musik hip hop, black music, reggae atau rastafara,
sistem ini juga cocok untuk memutar musik jazz fushion, pop alternatif,
bahkan klasik. Mobil yang cocok dipasangi audio beraliran SQL antara lain
mobil MPV, SUV dan hatchback seperti Honda Jazz, Toyota Yarus, Swift,
VW Golf, Beetle, dan lain-lain.
3. Sound Quality (SQ)
SQ merupakan aliran modifikasi audio yang mengutamakan detil suara.
Sistem ini membutuhkan perangkat yang lebih banyak agar frekuensi,
nada instrument
musik, hingga vokal terurai dan terdengar secara rinci, jernih, dan jelas.
Umumnya, SQ menggunakan speaker three way berkualitas tinggi. Selain
itu digunakan processor khusus untuk mengatur time alignment agar
suara yang dihasilkan oleh head unit seolah-olah terpusat di tengah-
tengah mobil. Bahkan, agar kualitas suara yang dihasilkan jernih dan
bagus dibutuhkan subwoofer berkualitas serta tambahan aksesoris lain.
Tentu, biaya yang dibutuhkan juga tidak kecil. Proses pengerjaannya pun
cukup rumit.
Sistem audio aliran ini sangat cocok untuk memutar music jenis Jazz
Fushion atau Swing, Rock Klasik, Audiophile, Orchestra, Simphoni, hip-
PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 13

hop, tecno music dan lain-lain. Adapun mobil yang cocok untuk dipasangi
hampir setiap jenis mobil, mulai dari mobil MPv, wagon, shingga
hatchback.
Welly menyebut, Suzuki Aerio, Toyota Avanza, Suzuki APV, juga bisa
menggunakan auidio ini. Tetapi yang paling pas adalah MPV yang
panjang seperti Alphard, Elgrand, Grandis, VW Touran, Kijang Innova,
Hyundai H-1, Hyundai Trajet, VW Transporter, VW Caravelle, dan lain-
lain.
4. Car theatre
Sistem hiburan mobil ini umumnya digunakan oleh mobil yang biasa
digunakan untuk seluruh keluarga. Aliran ini menggunakan sejumlah
perangkat audio dan video seperti televisi, pemutar DVD, head unit, centre
speaker untuk mendukung surround system, dan tambahan perangkat
lainnya sesuai keinginan.
Keuntungannya, sistem ini bisa dipasang di semua jenis mobil. Hanya,
proses pengerjaannya lebih rumit dan biaya yang dibutuhkan juga tidak
kecil dengan kualitas suara dan gambar yang bagus dengan perangkat
lengkap.
Sistem audio aliran ini sangat cocok untuk memutar music yang bersifat
live concert. Jenis musiknya mulai dari pop, keroncong, hingga jazz swing
maupun rock heavy metal bisa nyaman didengarkan melalui sistem audio
beraliran ini.
Nah, itulah empat aliran modifikasi sistem hiburan di mobil. Bila Anda
masih penasaran dan tergolong sebagai pemula, tidak ada salahnya
memilih aliran SPL.
Untuk mobil jenis low MPV seperti Toyota Avanza, Xenia, Suzuki APV
atau sedan dengan anggaran Rp 5 Rp 5,5 juta sudah mendapatkan
hasil yang bagus.
D. Praktek
1. Persiapan Praktek
Sebelum praktek dilakukan, siapkan peralatan sebagai berikut.
Car DVD Player + User Manual
Car DVD Multi Media Player + User Manual
TFT LCD TV Monitor Car + User Manual
PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 14

Power Audio + User Manual
Loud speaker
2. Langkah Kerja
Ambil satu persatu peralatan di atas kemudian amati dan identifikasi
bagian-bagian peralatan sesuai dengan kontruksi dan fasilitasnya.dengan
mempedomani buku user manual di mulai dari :
a. Car DVD Player
b. Car DVD Multi Media Player
c. TFT LCD TV Monitor Car
d. Power Audio
e. Loud Speaker

E. Rangkuman
Sistem audio mobil sudah ada pada abad ke 19 dan hingga sekarang terus
berkembang berupa car theater berupa sound system yang berkualitas
ditamba tampilan video seakan akan kita berada di ruang bioskop.
Peralatan audio video terdiri bagian heat unit, prosessor, power audio, loud
speaker dan subwoofer
Aliran modifikasi audio mobil dibedakan atas : 1. Sound Pressure Leve SPL)
2. Sound Quality Loud (SQL) 3. Sound Quality (SQ),dan 4. Car Theater
F. Evaluasi Materi Pokok 1
1. Jelaskan perkembangan system sudio mobil hingga sekarang
2. Sebutkan jenis peralatan system audio mobil dan fungsinya
2. Jelaskan dengan singkat empat aliran modifikasi mobil
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
1.. Apa yang anda sudah pahami setelah mempelajari materi ini ?
2. Pengalaman apa yang anda peroleh dari materi ini ?
3. Apakah materi ini mendukung tugas anda di sekolah ?
4. Apa rencana anda nantinya di sekolah setelah memperoleh materi ini ?
5. Apa kritik dan saran anda terhadap isi materi ini dan pengembangannya ?

PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 15

BAB III. MATERI POKOK 2
PROSEDUR MEMILIH PERALATAN AUDIO VIDEO MOBIL





A. Pertimbangan Sebelum Memasang Peralatan Audio Video Mobil
Bila anda ingin memasang peralatan audio video di mobil anda terlebih
dahulu diidentifikasi hal-hal sebagai berikut :
1. Kebutuhannnya apakah untuk kendaraan pribadi atau umum
2. Berapa budget yang tersedia untuk pemasangan audio mobil anda (
sistem audio yg baik tidak harus selalu mahal yg terpenting adalah ada
sistem audio yang matching )
3. Kenali profil music anda sendiri ( apakah anda penggemar music classic,
music pop atau rock & roll ) dan bila kendaraan umum pastikan profil
music yang cocok bagi penumpang.
4. Kenali jenis mobil anda seperti mini bus, sedan atau pick up dan lain-lain
5. Sesuaikan peranti dengan kapasitas ruang kabin
6. Kondisi mobil anda
7. Tahun pembuatan mobil anda
Kebutuhan sebuah sistem car theatre meliputi:
Sebuah main unit DVD player
Satu set speaker depan yang terdiri dari mid bass 6 inci dansepasang
tweeter
Satu set speaker belakang coaxial (sesumbu) atau terpisah,berukuran 5
atau 6 inci.
Satu unit centre channel
Satu atau dua unit subwoofer
Satu atau dua unit power amplifier yang sudah mendukung system
surround DTS 5.1
Beberapa TV monitor.
Indikator Keberhasilan
1. Peserta mampu menjelaskan pertimbangan sebelum
memasangan peralatan audio video di mobil
2. Peserta mampu menjelaskan memilih head unit, audio amplifier,
loud speaker dan subwoofer

PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 16

Dan yang paling penting tentu pemasangan dan penempatan dari perangkat-
perangkat tersebut, karena berbeda dengan penempatan untuk sistem SQ
dan SPL. Centre channel bisa ditempatkan di atas dashboard atau di atas
TV monitor. Dan untuk speaker depan bisa dipasang pada panel pintu
bagian paling depan atas. Sementara untukspeaker belakang, sudut paling
atas di bagian mobil bisa jadi pilihan.
Khusus untuk subwoofer, bagian depan kabin mobil merupakan tempat yang
paling ideal. Namun, sehubungan dengan penempatan di bagian tersebut
cukup menyulitkan, maka menempatkan subwoofer di bagian belakang mobil
kerap menjadi pilihan yang sulit untuk ditolak lagi.Pemasangan benar
menjadi keutamaan agar subwoofer di belakangtidak menjadi masalah.
Penggunaan TV monitor, hendaknya cukup dipakai beberapa saja
disesuaikan dengan kebutuhan. Begitu pula dengan pemakaian power
amplifier dan subwoofer. cukup masing-masing satu unit. asalkan sanggup
mendukung dan memenuhi kebutuhan, efisiensi ruang mobil akan lebih
mudah diwujudkan. Selain itu, dalam segi pemeliharaan, jumlah perangkat
yang lebih sedikit tentu perawatannya akan lebihefektif.
B. Memilih Head Unit
Umumnya semua mobil memiliki tape standard saat anda membelinya. Bila
anda menginginkan sound system yang lebih baik, maka dibutuhkan
penggantian tape standard dengan head unit yang lebih baik kualitasnya.
Anda perlu mempelajari terlebih dahulu ukuran chassis dashboard agar head
unit yang baru pas dengan chassis dashboard. Saat anda memilih head unit
baru, ukuran adalah hal yang terpenting yang harus anda putuskan, dimana
umumnya terdapat 3 jenis ukuran yaitu kecil, sedang, besar. Head unit yang
berukuran kecil di sebut "DIN" dan yang sedang disebut "1,5 DIN", dan yang
paling besar di sebut "Double DIN (2 DIN)". Setelah menentukan ukuran,
perlu anda ketahui feature apa aja yang dimiliki oleh head unit tersebut,
seperti : Tape, CD, DVD, Video Screen, Equalizer, MP3, MP4, DivX, dan lain
sebagainya. Agar anda tidak menyesal dikemudian hari, dikarenakan tidak
mengetahui feature-feature dari head unit tersebut.

PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 17

C. Memilih dan Menentukan Profil Audio Amplifier
Dalam bidang audio, khususnya Audio Mobil (Car Audio), amplifier biasa
dikenal juga dengan sebutan power. Penggunaan amplifier dalam sistem
Audio Mobil bertujuan untuk dapat menguatkan signal suara yang berasal
dari main source atau head unit yang kemudian akan dialirkan ke speaker.
Jadi amplifier bertugas menerima sinyal suara dari source dan mengolahnya
agar sinyal suara memiliki tenaga yang lebih besar dan kuat sehingga
speaker mampu mengeluarkan suara yang maksimal karena mendapatkan
asupan tenaga yang dibutuhkannya dalam mengeluarkan gelombang suara.
Amplifier untuk penggunaan Car Audio, secara umum dikenal dengan jenis
multi channel dan monoblock. Amplifier multi channel umumnya digunakan
untuk menguatkan keluaran (output) sinyal Sound Audio dalam bentuk arus
listrik ke speaker (Tweeter, Midrange, Midbass ataupun speaker Coaxial),
sedangkan untuk yang jenis monoblock, biasa digunakan khusus untuk
menguatkan sinyal yang akan dialirkan ke Subwoofer yang sangat
membutuhkan daya yang besar (Audio Sound).
Sedangkan secara khususnya, Menurut Johny, instalatur dari Mega Audio, di
bilangan Jakarta Barat, amplifier dikenal juga dengan beberapa jenis
amplifier(Audio Sound), yaitu jenis kelas (Class) A, B, AB, D, Hybrid, Tube
(Tabung) dan masing-masing jenis memiliki karakter, daya output yang
berbeda-beda, yaitu :
1. Class A
Memiliki kualitas yang paling baik untuk menghasilkan kualitas suara,
namun sangat boros tenaga dan lebih cepat panas. Harga untuk jenis ini
umumnya dibanderol dengan harga yang sangat mahal, umumnya bisa
lebih dari 20 juta rupiah per unitnya, akan tetapi itupun tergantung dari
merk-nya.
2. Class B
Tidak cepat panas dan tidak boros tenaga, memiliki kualitas dalam
menghasilkan suara yang cukup baik.
3. Class AB
Adalah yang paling banyak digunakan oleh pemain car audio, karena
karakternya merupakan gabungan dari amplifier class A dan B, sehingga
PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 18

dapat lebih efisien dan fleksibel untuk digunakan dalam car audio system
dan memiliki kualitas lebih baik dari kelas B.
4. Class D
Jenis ini paling banyak dipakai untuk men-drive subwoofer dan digunakan
untuk konsep SPL (Sound Pressure Level) karena amplifier class D
memiliki daya (Watt) yang besar dan mampu dibebani hingga dibawah 1
Ohm, sehingga mampu menghasilkan suara bass yang lebih dynamic dan
biasanya jenis class D itu adalah monoblock amplifier.
5. Hybrid
Jenis amplifier ini adalah yang komponennya elektronik menggunakan
transistor dan juga tube (tabung). Penggabungan kedua komponen ini
membuat amplifier jenis ini mampu menghasilkan kualitas suara yang
berkarakter cukup tebal dengan tonal akurasi yang baik layaknya amplifier
full tabung, namun tetap dapat dimiliki dengan harga yang masih
terjangkau. Biasanya amplifier jenis Hybrid memiliki harga 4 juta-an
*(tergantung merk) Tube (Tabung)
Kalangan penggila car audio mengenal amplifier jenis ini lebih bisa
menghasilkan suara yang berkualitas dengan karakter suara vokal yang
lebih natural, tebal dan tidak kaku / kering, namun amplifier jenis tabung,
umumnya memiliki harga yang sangat mahal untuk dimiliki, kisaran
harganya bisa diatas 40 juta rupiah.
Dengan adanya perbedaan kualitas, karakter dan komponen dari tiap
jenis amplifier, membuktikan bahwa kualitas amplifier juga dapat
menentukan karakter serta kualitas suara yang dihasilkan dalam sebuah
sistem Audio Sound mobil. Untuk itu sebelum membeli amplifier harus
banyak yang dipertimbangkan agar tidak salah pilih.
Berikut beberapa tips memilih amplifier :
Pilih amplifier dengan nilai RMS (watt) yang besar dan THD-nya yang
kecil.
Desain dan kualitas bahan juga tetap harus diperhatikan.
Sesuaikan daya / RMS amplifier dengan kebutuhan speaker yang akan
digunakan.
Daya amplifier harus sesuai atau lebih besar dari yang dibutuhkan
speaker, karena apabila dayanya lebih kecil dari kebutuhan speaker
PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 19

dapat menyebabkan kerusakan pada speaker yang digunakan, karena
adanya signal clipping.
Pilih merk amplifier yang memiliki garansi resmi dari pihak emegang
merk
Cari informasi dari berbagai media atau tanyakan kepada instalatur car
audio yang dipercaya sebelum membeli amplifier.
Jangan membiarkan sebuah amplifier (Audio Car ) tidak terpakai dalam
jangka waktu yang cukup lama, karena dapat menyebabkan komponen
elektroniknya rusak.
Cara Membaca Spesifikasi dari power
Power Amplifier dibuat dengan berbagai jumlah channel, 2 channel stereo,
4 channel, 5 dan 6 channel ( 4 channel identik dan 1-2 channel dengan
watt lebih besar untuk subwoofer), 5 channel dengan daya yang identik
biasanya ditujukan untuk pemakaian sistem car theatre 5.1, channel ke 5
ditujukan untuk center channel, dan power monoblock class D.
Spesifikasi biasanya disertakan dalam spec sheet, sederhananya adalah
daya (watts), pilihlah daya yang sesuai dengan power handling dari
speaker anda. Sebaiknya sesuaikan watt power agar tidak terjadi
underpowered atau overpowered.Pilih juga karakteristik suara yang sesuai
dengan keperluan sistem anda, apakah Sound Quality (SQ), Sound
Pressure Level(SPL) atau Car Theatre.
D. Memilih Loud Speaker
Speaker adalah komponen dasar dari sound system dan hal utama yang
perlu diperhatikan. Ada beberapa hal yang harus anda pertimbangkan saat
membeli
dan memasang loud speaker yaitu :
jenis loud speaker,
ukuran loud speaker
bentuk loud speaker
di mana akan dipasang
berapa daya yang dibutuhkan agar beroperasi dengan baik.
Hal pertama-tama yang harus anda lakukan adalah memeriksa model
speaker apakah compatible dengan mobil anda, karena tidak semuanya
PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 20

compatible. Jika anda ingin "The Best Quality of Sound" dan "Surround
Sound", anda perlu mengadakan speaker-speaker yang akan dipasang dari
di bagian depan, tengah, dan belakang
E. Memilih Subwoofer
Sub-woofer membutuhkan daya lebih besar dari pada speaker lainnya,
Semakin besar ukuran subwoofer semakin besar watt yang dibutuhkan. Hal
ini kerap menjadi penyebab melemahnya sistem kelistrikan mobil sehingga
mengganggu kinerja electric bagian lain. Sebelum anda menginstalasi sub-
woofer, sebaiknya anda mempelajari terlebih dahulu sistem kelistrikan mobil
agar keberadaan sound sistem di mobil anda tidak berpengaruh negatif
kepada electrical yg lain. Pada umumnya sub-woofer diletakan di bagian
belakang/bagasi kendaraan, dengan diameter yg bervariasi yaitu dari 8 inci
hingga 12 inci, dan lebih besar lagi jika anda menginginkan.
Ada beberapa jenis subwoofer yang saat ini sering digunakan oleh para
modifikator. Namun, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
Agar mendapatkan suara yang pas, sebaiknya konsultasikan dengan
installer, mana yang paling sesuai dengan jenis mobil anda, kata Rico.
a. Sealed Box
Subwoofer ini menggunakan perhitungan volume untuk membantu
mengurangi atau mengontrol perubahan. Selain memiliki kotak kecil,
tenaga yang dikeluarkan besar, respons tepat, serta gampang
membuatnya.
b. Vented
Kotaknya menggunakan lubang yang berfungsi untuk menambah output
frekuensi rendah, sehingga distorsi suara sangat kecil. Hanya, tidak ada
kontrol tuning frequency dan pembuatan boksnya sulit.
c. Infinite Baffle
Jenis ini menempel pada permukaan dengan memisahkan gelombang
depan dengan bagian belakang sehingga tidak memerlukan ukuran yang
besar. Hanya, suara yang dihasilkan terbatas, sehingga sulit memperkuat
gelombang depan dari belakang. Peranti ini cocok untuk mobil sedan.
d. Isobaric
Subwoofer ini terdiri dari dua subwoofer dan dua amplifier yang menem-
PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 21

pel dengan kabel yang berlawanan. Kelebihannya, ukuran kecil sehingga
distorsi suara rendah. Namun, efisiensi rendah karena harus
menggabungan dua subwoofer.
e. Refleks bandpass
Subwoofer ini mirip dengan sealed box. Peranti ini terdiri dari single reflex
bandpass dan dual reflex bandpass. Namun, distorsi suara tinggi,
gampang rusak dan proses pembuatannya
F. Latihan
1. Sebutkan beberapa pertimbangan sebelum memasang peralatan audio
video mobil
2. Sebutkan beberapa pertimbangan dalam memilih head unit
3. Sebutkan beberapa pertimbangan dalam memilih power audio
4. Sebutkan beberapa pertimbangan dalam memilih loud speaker
5. Sebutkan beberapa pertimbangan dalam memilih suwoofer
G. Rangkuman
Memasang peralatan audio video mobil di mobil perlu beberapa
pertimbangan agar kualitas suara yang dihasilkan enak di dengar yaitu :
Pertimbangan sebelum memasang audio mobil di mobil
Memilih head unit
Memilih audio amplifier
Memilih loud speaker
Memilih subwooerf
H. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
1. Apa yang anda sudah pahami setelah mempelajari materi ini ?
2. Pengalaman apa yang anda peroleh dari materi ini ?
3. Apakah materi ini mendukung tugas anda di sekolah ?
4. Apa rencana anda nantinya di sekolah setelah memperoleh materi ini ?
5. Apa kritik dan saran anda terhadap isi materi ini dan pengembangannya



PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 22

BAB IV. MATERI POKOK 3
MEMBANGUN SISTEM AUDIO VIDEO MOBIL







A. Perencanaan Sistem Audio Mobil
Sebelum memulai membangun sistem audio video pada mobil tertelebih
dahulu direncanakan untuk memilih atau menetapka hal-hal sebagai berikut :
1. Peralatan audio video yang akan dipasang pada head unit. Gambaran
kasarnya membangun sebuah sistem audio yaitu 30 % anggaran yang
dibutuhkan untuk produk audio, sedangkan 70% anggaran dibutuhkan
dalam proses instalasi.
2. Aliran modifikasi audio yang diinginkan apakah SPL, SQL, SQ atau Car
Theater
3. SIstem speaker yang diterapkan apakah system 2 way atau 3 way
Speaker Sistem 2 Way
Speaker sistem 2 way didukung driver tweeter dan midbass. Umumnya
tweeter diposisikan di atas dashboard di pilar A, sedangkan midbass
diletakkan dibawah pada doortrim atau panel pintu karena ukurannya
yang cukup besar.
Indikator Keberhasilan:
1. Peserta mampu merencanakan pemasangan system audi video mobil
dengan benar
2. Peserta mampu measang peralatan audio video mobil dengan tepat
dan benar
3. Peserta mampu memasang instalasi peralatan audio mobil dengan
dengan
4. peserta mampu memasang peredam audio video mobil dengan
kualitas baik

PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 23


Kelebihan
- Penempatan tweeter pada pilar A tidak memakan tempat di dashboard
dan relatif tidak mengganggu pandangan.
- Sistem ini paling umum digunakan, karena sistem ini paling sederhana.
umumnya harga speaker 2 way lebih murah dari yang sistem 3 way dan
banyak pilihan, itupun juga tergantung dari merk dan type.
- Amplifier yang digunakan akan bekerja dengan lebih ringan jadi tidak
memerlukan jumlah lebih dari satu
Kekurangan
- Suara vokal atau frekuensi tinggi akan terdengar kurang tebal, karena
midbass yang terletak dibawah tidak maksimal untuk mengisi beberapa
nilai frekuensi tinggi yang hilang.
- Memerlukan dudukan midbass pada doortrim yang dicustom agar posisi
anglenya lebih keatas. Hal ini dimaksudkan supaya frekuensi dari
midbass dapat ketemu dengan frekuensi dari tweeter. Penempatan
midbass dengan angle keatas dibuat untuk mendapatkan kualitas suara
jernih atau imaging yang bagus. Walaupun begitu bukan berarti dudukan
midbass untuk sistem 2
way harus di custom anglenya, namun jika tidak gelombang suara akan
terasa kurang menyatu.


PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 24

Speaker Sistem 3 Way
Speaker dengan sistem 3 way tetap terdiri dari driver tweeter dan
midbass, namun aplikasinya ditambahkan lagi dengan driver bernama
midrange yang berguna untuk membuat karakter frekuensi tinggi atau
vokal terdengar lebih fokus dan tebal, hal ini karena midrange mampu
mengisi frekuensi tinggi yang hilang akibat keterbatasan kemampuan
tweeter dan midbass




PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 25

Kelebihan
- Speaker jenis ini dapat menghasilkan kualitas suara dengan imaging
yang lebih baik dari sistem 2 way meskipun hanya menggunakan
dudukan midbass dengan angle original, dengan begini mudah untuk
merombak kembali sistem audio menjadi standar lagi.Driver Midbass
dapat lebih focus dan solid
- Suara vokal atau frekuensi tinggi lebih terdengar tebal akibat adanya
Tweeter dan midrange yang diletakkan diatas dashboard pada pilar A.
Kekurangan
- Speaker sistem 3 way cenderung sedikit dapat mengganggu
pandangan depan pengemudi, karena umumnya di Indonesia,
penempatan driver tweeter dan midrange pasti selalu diatas dashboard
pada pilar A karena bertujuan untuk mengeluarkan frekuensi tinggi
atau vokal yang lebih tebal ke posisi pendengar
- Rangkaian dari sistem 3 way lebih rumit dan butuh proses pengerjaan
Yang ebih lama.
- Harga speaker sistem 3 way umumnya lebih mahal dibanding sistem 2
way. Dalam proses aplikasinya, speaker depan sistem 2 way ataupun 3
way juga harus memperhatikan beberapa faktor dari jenis mobil atau
keadaan akustik kabin agar dapat meminimalisasi kekurangannya
masing-masing. Berikut beberapa tips agar mobil apapun dapat dijejali
instalasi 3 way ataupun 2 way dengan kualitas suara dan kenyamanan
yang tetap maksimal :
- Jika mobil memiliki kabin luas dan dashboard yang lebar serta dalam,
seperti varian MPV ataupun SUV masih dapat di jejali dengan speaker
depan jenis 2 way ataupun 3 way, namun tetap saja placementnya
harus diperhatikan.
- Buat mobil mungil jenis city car, sebaiknya menggunakan yang berjenis
2 way, hal ini dimaksudkan agar dashboard yang sempit tidak
termakan, dengan begitu pandangan pengemudi juga tidak akan
terganggu akibat adanya placement speaker pada pilar A. Jika tetap
ingin dijejali sistem 3 way, sebaiknya pilih driver tweeter dan midrange
yang berukuran paling kecil.
PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 26

- Penggunaan head unit yang memiliki fitur lengkap dengan 3 RCA
output sangat diperlukan sebelum menjejali sistem 2 way ataupun 3
way, karena umumnya head unit OEM tidak memiliki RCA.
- Jika telah memasang midbass pada doortrim, maka panel pintu perlu
ditambahkan peredam suara yang dapat menekan vibrasi akibat dari
getaran midbass.
- Apapun mobil dan speaker depan yang dijejali didalamnya tetap tidak
akan maksimal menghasilkan suara jika tidak didukung placement dari
speaker itu sendiri dan pastinya perangkat pendukung lainnya seperti
subwoofer dan amplifier. Sistem 2 way maupun 3 way, masing-masing
memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika dilihat dari segi kualitas suara,
walaupun sistem 3 way memang lebih unggul, karena sempurna dalam
pembagian frekuensi suara. Namun semua kembali kepada kualitas
speaker, penempatan dan tuning sistem audio mobil tersebut, jadi
sistem 2 way tentunya juga dapat mereproduksi suara yang berkualitas
prima.
4. Kabel Instalasi
Kabel RCA (Radio Corporation of America) atau yang bisa disebut juga
kabel audio interconnect adalah salah satu kabel yang berperanan penting
dalam sebuah sistem audio mobil. Fungsinya kabel ini adalah sebagai
penghubung head unit dengan amplifier, processor ataupun crossover
aktif (EQ). Melalui kabel RCA inilah sinyal musik berupa arus elektrik
dialirkan ke amplifier ataupun processor yang kemudian akan diteruskan
melalui kabel speaker sehingga sampai ke speaker ataupun subwoofer
menjadi berupa gelombang suara.
Untuk jalur perkabelan harus diperhatikan dari karakteristik kabel yang
akan digunakan baik itu jenis maupun ukuran kabel. Karena jenis maupun
ukuran kabel akan mempengaruhi komponen yang lain jika difungsikan
secara maksimal baik itu head unit, speaker maupun amplifier. Dimana
kabel RCA maupun kabel speaker mempunyai karakter yang berbeda
untuk dimatchingkan dengan perangkat audio lainnya. Ada sebagian
produk kabel yang bagus kabelnya tetapi kualitas jack kabelnya kurang
bagus dan juga sebaliknya, jack kabelnya bagus tetapi kabelnya kurang
bagus. Sehingga arus yang akan menuju ke komponen audio melalui
PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 27

kabel bisa terkorupsi, akibatnya komponen audio tidak bisa bekerja
maksimal karena asupan daya yang didapat tidak sesuai dengan yang
dibutuhkan.
Dalam memilih kabel RCA atau Interconnect perhatikan hal-hal berikut,
1. Bahan pelapis atau pelindung luar kabelnya (Shielding), karena
Semakin baik shielding nya, maka sinyal yang mengalir di dalamnya
tidak akan terpengaruh oleh gelombang elektromagnetik atau Radio
Frequency yang berasal dari luar, seperti mesin atau kabel strum,
sehingga noisenya pun akan semakin diminimalisir.
2. Bahan Konduktor. Menurut Thomas dari Level Audioworkshop di Mega
Glodok Kemayoran, konduktor kabel RCA berbahan Silver atau Perak
lebih punya karakter untuk high frekuensi yang lebih open atau lepas,
sedangkan yang berbahan Copper atau Tembaga lebih kuat untuk
mengeluarkan dominasi suara vokal. Untuk itu pilihlah kabel RCA yang
sesuai dengan karakter suara yang diinginkan.
3. Jack atau Connector. Perhatikan juga kualitas dari kepala connector
kabel RCA tersebut, pilih yang bentuknya rigid atau kuat sehingga tidak
mudah rusak atau pecah, serta tidak mudah lepas atau kendor setelah
dihubungkan ke head unit dan amplifier atau processor.
4. Selain dari memilih kabel, instalasi juga menentukan kualitas suara.
Jalur kabel RCA harus menjauhi kabel lainnya yang mengandung arus
listrik yang kuat, seperti kabel strum. Panjang bentangan kabel juga
turut menentukan kualitas; semakin pendek bentangan kabel semakin
baik kualitas suara yang dihasilkan karna sedikitnya faktor hambatan
pada kabel yang dilalui signal. Akan tetapi kualitas perangkat audio
sistem lainnya yang terpasang juga tetap mempengaruhi kualitas suara
secara keseluruhan.
5. Peredam suara/kebisingan
Sumber suara penggangu atau kebisingan dapat bersumber dari luar
Seperti suara kenderaan atau klakson dan dari mobil sendiri yaitu suara
mesin. Tanpa peredam sebagus apapun sound system mobil akan
tidak/kurang terasa nikmatnya. Peredam sebaiknya dipasang di pintu,
PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 28

plafon maupun lantai kabin mobil. Pemilihan peredam, dan juga cara
pemasangannya yang tepat, walaupun terlihat sepele tetapi peredam
memiliki fungsi yang cukup besar dalam instalasi car audio.
B. Penempatan Peralatan Audio Video
1. Penempatan peralatan head unit
Peralatan head unit dapat berupa radio receiver, tape, DVD player,, Car
DVD Multimedia Payer, LCD TV Monitoror
Model penempatan perlatan audio video dan tv monitor






PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 29

2. Penempatan loud speaker







PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 30

C. Penginstalasian Peralatan Audio Video Mobil
1. Skema Instalasi Sistem Audio Mobil

PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 31


Spesifika Kabel yang Digunakan
- Kabel RCA (Radio Corporation of America) atau yang bisa disebut juga
kabel audio interconnect adalah salah satu kabel yang berperanan
penting dalam sebuah sistem audio mobil. Fungsinya kabel ini adalah
sebagai penghubung head unit dengan amplifier, processor ataupun
crossover aktif (EQ).
- Kabel16 AWG.untuk twetter
- Kabel 14 AWG untuk midrange dan untuk power amplifier 100 W
- Kabel 12 AWG untuk subwoofer dan untuk power amplifier 150 W
- Kabel 10 AWG untuk power amplifier 250 W
- Kabel listrik disebut juga kabel power, fungsinyanya menyuplai arus
listrik dari aki menuju power amplifier. Kualitas bahan pun harus
diperhatikan. Seperti pembungkus yang harus lebih kenyal saat ditekuk.
Umumnya, material kabel dibuat dari tembaga atau logam campuran

2. Teknik Penginstalasian
a. Seperti yang kita ketahui bahwa power amplifier menghasilkan panas,
dan udara panas mengalir keatas, umur power dapat menjadi pendek
PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 32

bila terjadi overheat dalam jangka waktu yang lama. Maka cara
pemasangan yang benar adalah vertikal atau horizontal dengan muka
heatsink tidak terhalang oleh apapun.Tidak disarankan untuk
menginstall power dengan heatsink menghadap kebawah.Bila
impedansi speaker yang dipakai rendah, misal 2 ohm atau kurang,
atau memakai tutup dari akrilik untuk cosmetic use, disarankan
memakai exhaust fan sebagai pendingin tambahan.Carilah tempat
dengan clearance yang sesuai, karena power dimensi nya harus
ditambah dengan perkabelan, tempatkan power agar kabel2 tidak
terganggu dan terlipat.
b. Tariklah kabel power DC + dari accu positive, pasanglah sekring
dengan jarak max 40 cm dari kepala accu, pasang terminal dengan
ketat, berilah pelindung memakai heatshrink, dan pasanglah pula
pelindung kabel yang berupa selang, untuk menghindari tergeseknya
kabel tersebut di dalam engine compartement. Masukkan kabel
tersebut melalui grommet karet pada firewall, dan periksa apakah
terjadi kebocoran atau tidak.
c. Masukkan kabel RCA dan atur agar jaraknya sejauh mungkin dengan
kabel speaker, kabel DC + dan wiring standar mobil. Bila berdekatan
akan dapat menimbulkan alternator whine/noise, karena kabel RCA ini
rentan induksi karena kabel yang berarus besar.
d. Carilah titik ground, carilah titik yang paling dekat dengan chassis, bila
memungkinkan atur jarak agar panjang kabel ground tidak melebihi 40
cm. Periksa pula apakah titik ground yang anda pilih beda
potensialnya paling besar dengan ground. Dan patut diperhatikan
bahwa besar kabel ground harus sama dengan kabel DC + nya.
e. Periksalah semua sambungan kabel, dan periksa kembali polaritas.
Bila semua sudah sesuai, pasangkan kabel RCA.
f. Atur gain power ke posisi paling minimal, kemudian nyalakan HU dan
atur volume sampai dengan 75 persen dari volume max. Kemudian
atur gain power supaya terjadi kompromi antara noise, dan sinyal
musik. Langkah ini sangat penting dalam penyetelan gain secara
sederhana. Dinamakan Gain Matching. Maksudnya agar supaya
terjadi keseimbangan antara sinyal output dan input.
PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 33

Struktur dari power Amplifier ini biasanya terdiri dari:
a. Casing, Fungsi dari Casing ini adalah untuk menyerap dan membuang
panas yang dihasilkan oleh transistor.Bahan pembuat dari Casing ini
umumnya adalah aluminium cor atau kadang2 digunakan pula
tembaga.
b. DC Connector Terminals section.Pada sebagian besar Amplifier
terdapat beberapa terminal untuk menyambung power input yaitu DC
+ konstan langsung dari terminal + ( positive dari Accu),Ground or
Negative (-) yang biasanya disambungkan dengan chassis
mobil.Remote turn on/off berfungsi sebagai kabel kontrol untuk
mematikan dan menyalakan power, yang dikontrol dari Casing.
c. RCA atau High Level terminal Input.Fungsi dari terminal ini adalah
sebagai penghantar sinyal audio dari Casing ke Amplifier. Biasanya
melalui kabel interconnect atau RCA.Kualitas dari kabel ini sangat
penting, karena kabel yang baik dapat menghantarkan sinyal suara
dengan baik, sebaliknya kabel yang kurang baik akan merusak suara
juga.High Input speaker terminal dipergunakan apabila tidak terdapat
output RCA (low level ) pada HU anda.
d. Speaker Output.Terminal ini adalah sebagai terminal keluarnya sinyal
yang telah diperkuat.Biasanya terdiri dari terminal dengan tanda plus+
dan minus-.Ada pula petunjuk khusus untuk membuat power bekerja
dengan kondisi mono (bridged).
c. Crossover section.Banyak power amplifier dewasa ini telah
diperlengkapi dengan crossover aktif.Jadi amp tersebut dapat
dipergunakan denagn beberapa konfigurasi, untuk amplifier subwoofer
(LPF) ,full range ( filter/tapis tidak dipergunakan) dan untuk midbass(
HPF).
f. Gain sectionFungsi dari gain tersebut adalah mengatur agar sinyal
yang masuk sesuai dengan input sensitivity dari Power Amplifier
tersebut.Biasanya range sensitivity dari power amp sewasa ini adalah
dari 2 -5 volts.Biasa disebut juga dengan Output sensitivity.
g. FuseAmplifier yang baik harus diperlengkapi dengan sekring. Ampere
sekring disesuaikan dengan daya max yang dapat
dikeluarkan.Setelah mengenal struktur luar dari Amp.
PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 34

D. Memasang Peredam Suara Pada Mobil
1. Bagian Mobil yang Perlu Dipasang Peredam
Setiap mobil memiliki sistem peredaman dengan tingkat kesenyapan yang
berbeda-beda, terutama antara mobil premium class dengan yang entry
level class. Semakin tinggi tingkat kesenyapan ruang kabin berarti
semakin minimal suara bising yang masuk kedalam mobil.
Hampir semua mobil memiliki sistem peredaman yang sangat kurang,
terutama untuk yang berkelas entry level. Kebanyakan suara bising yang
berasal dari luar, seperti suara mesin kendaraan lain, gemuruh putaran
ban, gemericik air hujan diatap (roof) bahkan sampai suara mesin mobil
itu sendiri masih sangat terdengar dari dalam kabin.
Tentunya semua kebisingan tersebut dapat mengurangi rasa nyaman dan
mengganggu konsentrasi ketika kita berada didalam kabin mobil, namun
semua kebisingan itu dapat diatasi dengan cara ditambahkan lembaran-
lembaran peredam yang dibuat khusus untuk memaksimalkan peredaman
ruang kabin mobil agar tingkat kebisingan berkurang.
Agar dapat peredam berfungsi baik, pemasangan peredam harus pada
titik yang dibutuhkan pada body mobil, seperti pada :
1. Pintu / Doortrim : Untuk meredam resonansi pada plat body, biasanya
pemasangan peredam dititik ini lebih mengarah untuk keperluan audio,
agar suara midbass dapat terdengar lebih deep (jelas dan bulat).
2. Dinding Pembatas Mesin dan Kabin (Firewall) : Untuk meredam
masuknya suara mesin ke dalam kabin.
3. Bagian Dalam Spakbor (Ruang Roda) : Untuk meredam suara gemuruh
putaran ban (Road Noise) saat mobil melaju.
4. Kap Mesin (Engine Hood) : Dapat mengurangi noise dari mesin dan
menahan panas agar cat kap mesin tidak lekas pudar.
5. Lantai Kabin (Floor) : Dapat memaksimalkan peredaman untuk suara
bising, seperti dari ban dan gardan maupun panas yang berasal dari
bawah mobil.
6. Atap (Plafon) : Dapat membuat kabin lebih meredam panas dan
meminimalkan suara air hujan yang terkena atap.
2. Jenis dan Bahan Peredam
Banyak merk dan jenis peredam yang bisa didapatkan dipasaran, masing-
PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 35

masing memiliki kualitas bahan dan kemampuan sampai ketebalan yang
berbeda. Peredam itu sendiri ada yang mempunyai ketebalan 2 mm dan 3
mm. Soal jenisnya dan bahannya, hampir tiap produsen peredam
membuat berbagai jenis peredam yang dibuat sesuai fungsinya untuk
dipasang pada bagian tertentu, tiap titik pemasangan memiliki jenis dan
bahan peredam yang berbeda, terutama antara kap mesin dan doortrim

Tahapan pekerjaa memasang perdam suara

PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 36

PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 37







PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 38

3. Tips untuk mengaplikasikan peredam
Pasang peredam seperlunya saja, jadi kita harus mengetahui dan
menyesuaikanaplikasi peredam. Apakah itu hanya untuk sebatas
keperluan tambahan saja atau memang kebutuhan, seperti halnya untuk
penghobi car audio
Ketahui dulu apa yang jadi faktor dominan penyebab berisik di mobil kita
yang masuk kedalam kabin.
E. PRAKTEK
1. Persiapan Praktek
Sebelum pekerjaan dilakukan terlebih dahul dipersiapkan alat dan bahan
sebagai berikut :
Peralatan audio video 1 set
Loud speaker 1 set
Kaabel instalasi 1 set
Toolset 1 set
Kunci kunci 1 set
Tang pengupas kabel 1 buah
Tang potong 1 set
Isolasi ban buah
Bahan peredam sesuai kebutuhan
2. Praktek
Tahap ke-1. Merencanakan fasilitas audio video yang akan dipasang
Langkah kerja :
a. Pastikan mobil yang akan dipasang peralatan audio video dan
identifikasi system kelistikan mobil.
b. Rencanakanlah fasilitas audio dan video yang akan dipasang serta
komponen pendukung yang akan digunakan
c. Tentukan tempat pemasangan peralatan audio video
d. Rencanakan kebutuhan kabel instalasi
e. Rencanakan kebutuhan bahan perdam audio
Tahap Ke-2 : Memasang Peralatan audio dan video
Langkah kerja
PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 39

a. Mulailah memasang peralatan audio video pada heat unit
b. Pasanglah loud speaker seperti tweeter, midbass, midrange dan
subwoofer
c. Pasanglah Power Audio sebagaimana sudah direncanakan
Tahap Ke- 3 : Memasang Instalasi
Langkah kerja:
a. Tarik kabel untuk saluran sumber tegangan/arus listrik untuk peralatan
audio dan video
b. Tarik dan sambungkan kabel saluran sinyal audio dari head unit ke
power amplier
c. Tarik dan sambungkan kabel sinyal audio dari power amplifier ke loud
speker dan subwoofer
d. Uji cobalah sound system yang telah dirakit dan lakukan pengaturan
untuk mendapat hasil yang memuaskan.
Tahap 3. Memasang Peredam suara
Langkah Kerja
a. Buka bagaian kabin mobil untuk memasang bahan perdam
b. Lakukan pemasangan bahan peredan dengan baik dan benar
F. Rangkuman
Membangun sistem audio video mobil harus memlalui tahapan pekerjaan
yaitu :
- Merencanakan peralatan audio video yang akan dipasang dan
peralatan/komponen pendukung yang digunakan
- Memasang peralatan audio video pada tempat yang sudah direncanakan
- Memasang instalasi kelistrikan dan audio dan video
- Memasang peredam suara
- Menguji coba hasil pekerjaan
G. Evaluasi Materi Pokok 3.
Jelaskan langkah-langkah dalam membangun system audio video mobil ?
H. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
1. Apa yang anda sudah pahami setelah mempelajari materi ini ?
PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 40

2. Pengalaman apa yang anda peroleh dari materi ini ?
3. Apakah materi ini mendukung tugas anda di sekolah ?
4. Apa rencana anda nantinya di sekolah setelah memperoleh materi ini ?
5. Apa kritik dan saran anda terhadap isi materi ini dan pengembangannya ?





























PPPPTK BBL Medan

PROJECT WORK Page 41

BAB V. PENUTUP
A. Evaluasi Kegiatan Belajar
1. Jelaskan perkembangan system sudio mobil hingga sekarang
2. Sebutkan jenis peralatan system audio mobil dan fungsinya
3. Jelaskan dengan singkat empat aliran modifikasi mobil
4. Sebutkan beberapa pertimbangan sebelum memasang peralatan audio
video mobil
5. Sebutkan beberapa pertimbangan dalam memilih head unit
6. Sebutkan beberapa pertimbangan dalam memilih power audio
7. Sebutkan beberapa pertimbangan dalam memilih loud speaker
8. Sebutkan beberapa pertimbangan dalam memilih suwoofer
9. Jelaskan langkah-langkah dalam membangun system audio video mobil ?

B. Umpan Balik
1. Setelah anda mempelajari dan melakukan kegiatan dalam modul ini, apa
pendapat dan saran anda untuk kesempurnaan modul ini
2. Apa kesulitan anda dalam menerapkan materi-materi dalam modul ini di
bidang tugas anda di sekolah. Apa solusi anda

C. Tindak Lanjut
Apa rencana anda setelah mendapatkan pengetahuan dan keterampilan
dalam modul ini di sekolah.