Anda di halaman 1dari 7

A.

Pendahuluan
Mycoplasma adalah organisme yang tidak memiliki dinding sel, tetapi tertutup oleh
membran lipid bilayer. Bakteri ini membentuk koloni pada selaput mukus saluran
pernapasan, saluran genital, dan sel-sel darah merah. Bakteri ini ditemukan di banyak
hewan dan manusia. Mycoplasma sp. tidak bisa diklasifikasikan sebagai virus maupun
bakteri, meski memiliki karakteristik keduanya. Mikoplasma bukan jamur karena tidak
mempunyai membran inti, tidak memiliki hifa, tidak menghasilkan spora. Jamur
merupakan kelompok eukariotik dan umumnya multiseluler dengan struktur sel lebih
lengkap. Sampai saat ini, terdapat 1 spesies Mycoplasma yang telah diisolasi atau
terdeteksi pada ku!ing, misalnya Acholeplasma laidlawii, Mycoplasma arginini,
Mycoplasma bovigenitalium, Mycoplasma canis, Mycoplasma cynos, Mycoplasma felis,
Mycoplasma feliminutum, Mycoplasma gateae, Mycoplasma haemocanis, Mycoplasma
edwardii, Mycoplasma molare, Mycoplasma maculosum, Mycoplasma opalescens,
Mycoplasma spumans dan Ureaplasma canigenitalium "#halker, $%%&'.
(ada ku!ing, Mycoplasma dianggap bagian dari flora normal dalam saluran
pernapasan bagian atas, tetapi ada laporan yang bertentangan tentang pernyataan
keberadaan Mycoplasma pada saluran pernapasan bagian bawah ku!ing yang sehat.
)andolph et al. "1**+' menemukan bahwa sebanyak $, - di paru-paru ku!ing yang
sehat ditemukan koloni Mycoplasma. .ari spesies yang ter!antum di atas, Mycoplasma
bovigenitalium, Mycoplasma canis, Mycoplasma cynos, Mycoplasma edwardii,
Mycoplasma feliminutum, Mycoplasma gateae, dan Mycoplasma spumans berhasil
diisolasi dari ku!ing yang mengalami penyakit pernapasan. (neumonia pada ku!ing
berhasil dibuat dengan !ara menginokulasikan Mycoplasma cynos melalui endobronkial
yang telah diisolasi dari ku!ing yang mengalami pneumonia. Selain itu beberapa kasus
telah menjelaskan dimana Mycoplasma telah berhasil diisolasi dari ku!ing yang
mengalami penyakit pernafasan, namun belum diteliti mengenai spesies Mycoplasma
tersebut "/row, et al., $%%0'.
1ksperimental inokulasi endobronkial ku!ing dengan Mycoplasma cynos telah
terbukti menghasilkan pneumonia lokal dengan ditandai adanya kerusakan dan
hilangnya silia epitel bronkus dan infiltrasi alveolar oleh neutrofil dan makrofag
Mycoplasma cynos dapat bertahan dalam paru-paru sampai + minggu setelah infeksi.
kemmpuan Mycoplasma cynos untuk bertahan dalam lingkungan tidak diketahui, tetapi
spesies Mycoplasma lain bisa bertahan selama berminggu-minggu sampai berbulan-
bulan di luar tubuh dan di lingkungan sehingga dapat menjadi sumber infeksi hewan
lainnya "#halker, $%%&'.
1
B. Kasus
Signalment 2
3ama pasien 2 -
4mur 2 + tahun
Jenis hewan 2 5u!ing
)as atau breed 2 Domestic shorthair
Jenis kelamin 2 Betina
Bobot badan 2 &,+ kg
6namnesa 2
Batuk sejak $ hari yang lalu
.irumah terdapat hewan lain, yaitu lima ekor ku!ing dan satu ekor kelin!i
5u!ing ini tidak menampakkan gejala penyakit infeksi saluran pernapasan
bagian atas
Sudah vaksin terhadap feline rhinotra!heitis, virus !ali!i dan virus panleukopenia
setahun yang lalu
(ernah dilakukan tes feline leukemia dan immunodefi!ien!y viruses dan hasilnya
negatif
7ejala 5linis 2
Mulut terbuka saat bernafas
8ipotermia "+,*
%
#'.
Berdasarkan foto radiograf thora9 menunjukkan adanya diffuse brochial pattern
dan tampak interstitial berwarna ha:y "samar-samar'. 6lveolus terlihat samar-
samar dilihat dari ventral pada lobus kiri bagian kaudal paru-paru.
Saat diauskultasi, terdengar adanya suara bron!hovesi!ular, crackles, dan
wheezes.
(ada pemeriksaan #/, ditemukan bakteri pneumonia atipikal. (neumonia
atipikal biasanya disebabkan karena infeksi Mycoplasma, sp
.iagnosa 2 Pneumonia Mycoplasma
.iagnosa banding 2Acute espiratory Distress !yndrome, /uber!ulosis
(rognosa 2 ;austa
/indakan medis 2 6ntibiotik golongan makrolida dan tetrasiklin

Gambar 1. "6' )ight lateral radiograph. "B' <entrodorsal thora!i! radiograph
2
C. Pembahasan
Berdasarkan gejala klinis dan anamnesa yang didapat menunjukkan bahwa ku!ing
menderita pneumonia atipikal. (neumonia atipikal adalah pneumonia yang disebabkan
oleh mikroorganisme yang tidak dapat diidentifikasi dengan teknik diagnostik standar
pneumonia pada umumnya "penge!atan gram, biakan darah, dan pemeriksaan sputum'
dan tidak menunjukkan respon terhadap antibiotik b-laktam. Mikroorganisme patogen
penyebab pneumonia atipikal pada umumnya adalah Mycoplasma pneumonia.
7ejala klinis pneumonia my!oplasma yang ditemukan dalam kasus ini adalah batuk,
mulut terbuka saat bernafas, foto radiograf thora9 menunjukkan adanya diffuse brochial
pattern dan tampak interstitial berwarna hazy "samar-samar', alveolus terlihat samar-
samar dilihat dari ventral pada lobus kiri bagian kaudal paru-paru, terdengar adanya
suara bron!hovesi!ular, !ra!kles "suara ronkhi basah' atau whee:es "suara yang
bernada tinggi yang terjadi akibat aliran udara yang melalui saluran napas yang sempit'.
Diffuse brochial pattern, interstitial berwarna ha:y, dan alveolus terlihat samar-samar
menunjukkan bahwa daerah bronkus dan sampai alveolus mengalami peradangan.
Suara bron!hovesi!ular menunjukkan pergerakan udara dari bronkus ke bronkiolus.
Suara bron!hovesi!ular ini biasanya menunjukkan daerah konsolidasi "daerah masuknya
!airan peradangan'. Suara !ra!kles "suara ron!hi basah' menunjukkan bahwa udara
melewati !airan atau sekresi pada saluran pernafasan. =hee:es menunjukkan suara
yang terus menerus dan berhubungan dengan aliran udara melalui saluran nafas yang
menyempit.
Mycoplasma pneumoniae merupakan organisme yang paling ke!il selain virus,
se!ara taksonomi bukan bakteri tetapi masuk ke dalam kelas Molli!utes. Bakteri ini
memiliki sifat-sifat sebagai berikut 2 "1' unit reproduktif yang terke!il berukuran 1$-$%
nm. "$' My!oplasma sangat pleomorfik karena tidak memiliki dinding sel yang keras dan
sebagai gantinya diselaputi oleh >unit selaput> berlapis tiga yang berisi sterol
"My!oplasma sp. memerlukan sterol untuk pertumbuhannya'. "+' Bakteri ini sama sekali
resisten terhadap penisilin karena tidak memiliki struktur dinding sel tempat penisilin
bekerja, tetapi dihambat oleh tetrasiklin dan eritromisin. "&' Bakteri ini dapat berkembang
biak dalam perbenihan tanpa sel dan pada agar, pusat koloni se!ara khas tertanam di
bawah permukaan. "' (ertumbuhan dihambat oleh antibodi spesifik. "?' My!oplasma
mempunyai afinitas terhadap selaput sel mamalia. ",' My!oplasma mempunyai berbagai
ma!am bentuk seperti !o!!us, spiral, filament dan !in!in, tetapi semua dapat di!irikan
berdasarkan pertumbuhan mikrokoninya yaitu seperti telur mata sapi "Brooks, et al.,
$%%,'.
Beberapa peneliti per!aya Mycoplasma sp. hanya berkolonisasi, menyebabkan
radang atau menginfeksi pada saluran pernafasan bagian bawah, sementara yang lain
per!aya bahwa Mycoplasma sp. mampu menjadi penyebab utama pneumonia pada
ku!ing. Sel bersilia dari epitel saluran pernapasan merupakan target utama dari infeksi
Mycoplasma pneumoniae. @rganisme ini memanjang seperti bentuk ular "snake like'
dengan perlekatan yang mempunyai karakteristik electron"dense core dan tiga lapis
membran luar. (erlekatan ini diperantarai oleh protein aksesorius adhesi dan adherence
di mana protein ini berkerja sama se!ara struktural dan fungsional untuk menggerakkan
dan menyebabkan perlekatan serta menyebabkan Mycoplasma pneumonia dapat
berkolonisasi di membran mukosa. Mycoplasma pneumonia bisa menginvasi ke dalam
sel dan bertahan di dalam sitoplasma atau kawasan perinuklear untuk satu jangka waktu
yang lama. Mycoplasma pneumonia ekstrapulmoner sudah pernah dideteksi dengan
menggunakan Polymerase"#hain"eaction "(#)'. Mekanisme yang mungkin terjadi
pada Mycoplasma pneumonia ini adalah mengeluarkan berbagai sitokin yang bersifat
pro-inflamasi dan anti-inflamasi. Mycoplasma pneumonia bisa menginduksi keluarnya
berbagai interleukin, interferon, tumor ne!rosis fa!tor "/3;', dan sitokin yang lain.
3
Mycoplasma pneumoniae mempunyai afinitas selektif untuk sel epitel saluran napas
misalnya bronkus, bronkiolus, dan alveoli yang akan menghasilkan hidrogen peroksida
"8$@$'. /erbentuknya 8$@$ pada metabolismenya menyebabkan kerusakan pada lapisan
mukosa saluran napas, misalnya terjadi deskuamasi "pengelupasan' dan ulserasi lapisan
mukosa, edema pada dinding bronkus dan timbulnya sekret yang memenuhi saluran
napas dan alveoli. 8$@$ juga menyebabkan kerusakan pada membran eritrosit. Sel epitel
bersilia saluran napas merupakan sel target infeksi Mycoplasma pneumoniae,
mempunyai struktur memanjang seperti ular dengan ujung tempat perlekatan dengan sel
epitel bersilia. (rotein bekerjasama se!ara struktur dan fungsional memobilisasi
perlekatan ujung bakteri dan memungkinkan koloni Mycoplasma sp. pada membran
mukosa berkembang. (neumonia akibat mycoplasma sp. umumnya lebih ringan dan
ditandai dengan perjalanan penyakit yang lebih berlarut A larut atau berkepanjangan.
6ngka kematian sangat rendah, bahkan juga pada yang tidak diobati. "3yoman, dkk,
$%%,'.
7ejala klinis dari infeksi Mycoplasma pneumonia biasanya non spesifik. Suhu tubuh
ku!ing biasanya jarang men!apai lebih dari +0
o
#. 1%% persen dari penderita (neumonia
My!oplasma ini ditandai dengan gejala batuk. (ada pemeriksaan fisik biasanya
ditemukan crackles "suara ronkhi basah' dan wheezes "mengi' "3yoman, dkk, $%%,'.
.iagnosis pneumonia atipikal dapat ditegakkan berdasarkan riwayat penyakit,
manifestasi klinik, kultur, serologis, (#) dan radiologi. Seperti telah disebutkan
sebelumnya bahwa untuk mengidentifikasi penyebab pneumonia atipikal tidak bisa
menggunakan teknik diagnostik standar seperti pada pneumonia tipikal pada umumnya.
(emeriksaan kultur membutuhkan waktu yang !ukup lama, yaitu beberapa hari sampai
mingguan. Bahan yang diambil dapat dari swab, !airan, ataupun jaringan. Media untuk
kultur ini adalah media khusus yakni 1nri!hed S(-& "My!otrim )S Biphasi! SystemBS(&
broth agar lyophili:ed' dimana tidak semua laboratorium memilikinya. Beberapa !ara
pemeriksaan serologi untuk mendeteksi Mycoplasma pneumoniae meliputi !omplement
fi9ation test, 1CDS6, !old aglutinin,dan rapid mi!roagglutinin. Selain itu dapat dilakukan
pemeriksaan polymerase !hain rea!tion "(#)' untuk mengidentifikasi beberapa
organisme atipikal seperti Mycoplasma pneumoniae, namun memerlukan biaya yang
!ukup mahal "#halker, et al., $%%&'. 8al ini sesuai dengan pernyataan /row et al. "$%%0'
yang menyatakan bahwa teknik (#) "Polymerase #hain eaction' dapat digunakan
untuk teknik diagnosa pneumonia my!oplasma. Spesimen untuk pemeriksaan (#)
dapat diperoleh dari swab tenggorokan atau bahan klinik lainnya yang dapat
didiagnostik. (ada pemeriksaan foto thoraks dapat ditemukan gambaran infeksi
Mycoplasma penumoniae yaitu keterlibatan kedua bagian paru yang bersifat multifokal
atau difus dan bisa terdapat retikular infiltrate.
.iagnosa banding dari (neumonia my!oplasma adalah Acute espiratory Distress
!yndrome. 5edua penyakit ini memiliki foto radiograf thora9 yang sama, yaitu
menunjukkan adanya warna ha:y pada paru-paru "berawan', serta menunjukkan suara
crackles dan wheezes saat dilakukan auskultasi. 3amun biasanya Acute espiratory
Distress !yndrome terjadi karena fa!tor indire!t seperti syok dan trauma atau fa!tor
dire!t seperti adanya kontusi, aspirasi, dan infeksi "bakteri atau virus'. Acute espiratory
Distress !yndrome merupakan gangguan respirasi karena gagalnya pertukaran oksigen
dan karbondioksida pada alveolus karena adanya inflamasi dan terbentuk jaringan
hyaline pada alveolus. (ada pneumonia my!oplasma, terjadi inflamasi pada lapisan
mukosa saluran pernafasan sehingga terjadi deskuamasi "pengelupasan' dan ulserasi
pada lapisan mukosa, edema dinding-dinding bronkus dan produksi sekret yang
memenuhi saluran pernafasan dan alveoli. (neumonia my!oplasma memiliki gejala klinis
yang mirip dengan penyakit tuber!ulosis paru. 3amun diagnosa Mycobacterium
tuberculosis dapat dilakukan kultur bakteri dan Mycoplasma pneumonia tidak dapat
dilakukan kultur bakteri.
Se!ara umum prognosis pneumonia atipikal adalah baik. Sebagian besar pasien
akan sembuh tanpa komplikasi dan jarang terjadi infeksi yang bersifat fatal. (rognosis
4
tergantung pada penyakit dasar dan lama penyakit berlangsung sebelum mendapatkan
terapi yang sesuai "3yoman, dkk., $%%,'.
(engobatan antibiotik yang tepat untuk ku!ing dengan di!urigai pneumonia harus
men!akup antibiotik untuk spesies My!oplasma. Misalnya Makrolid, a:alides,
lin!osamides, tetrasiklin, kloramfenikol dan fluoroEuinolones dianggap sesuai untuk
digunakan dalam pengobatan empiris yang di!urigai My!oplasma infeksi spesies. /erapi
empiris adalah terapi yang diberikan berdasarkan diagnosa klinis dengan pendekatan
ilmiah dari klinisi. Mycoplasma pneumoniae tidak memiliki dinding sel peptidogly!an, oleh
karena itu pemberian antibiotik golongan beta laktam tidak efektif karena beta laktam
bekerja dengan !ara menghan!urkan dinding sel bakteri. Menurut 3yoman, dkk. "$%%,',
antibiotik harus diberikan untuk setiap kasus pneumonia. Setiap pasien yang mengalami
pneumonia mempunyai risiko yang sama untuk terinfeksi patogen tipikal maupun atipikal.
Dnsidensi pneumonia atipikal pada pneumonia !ukup tinggi dan tidak setiap laboratorium
yang ada memiliki fasilitas untuk diagnostik khusus bagi patogen atipikal. (ara ahli
mempertimbangkan pemberian antibiotik se!ara empiris kepada setiap pasien
pneumonia yang masih bisa diterapi sebagai kemungkinan pneumonia atipikal. /erdapat
dua kelas antibiotik empiris untuk pneumonia atipikal yaitu golongan makrolid dan
tetrasiklin. 6:itromisin dan eritromisin pada tiga penelitian pneumonia atipikal pada
manusia menunjukkan hasil yang memuaskan. $he %ritish $horacic !ociety
merekomendasikan semua golongan antibiotik makrolid untuk pengobatan pneumonia
atipikal. /idak ada !ara spesifik untuk men!egah pertumbuhan pneumonia my!oplasma
ini. #ara yang dapat ditempuh hanya berupa menjaga kebersihan kandang, serta
menghindari kontak langsung dengan ku!ing lain yang terinfeksi.
5
D. Kesimpulan
(neumonia my!oplasma adalah kondisi inflamasi pada paru-paru yang disebabkan
oleh Mycoplasma sp. Mycoplasma sp. merupakan organisme yang paling ke!il selain
virus, se!ara taksonomi bukan bakteri tetapi masuk ke dalam kelas Molli!utes. .iagnosis
pneumonia atipikal dapat ditegakkan berdasarkan riwayat penyakit, manifestasi klinik,
kultur, serologis, (#) dan radiologi. (engobatan antibiotik yang tepat untuk ku!ing
dengan di!urigai pneumonia harus men!akup antibiotik untuk spesies My!oplasma,
misalnya makrolida, a:alides, lin!osamides, tetrasiklin, kloramfenikol dan
fluoroEuinolones dianggap sesuai untuk digunakan dalam pengobatan empiris yang
di!urigai infeksi Mycoplasma sp.

6
DAFTAR PUSTAKA
Brooks, 7. ;., Butel, J. S., Morse, S. 6., and #arroll, 5. #. $%%,. Mycoplasma & #ell
'all"Defective %acteria ( Mycoplasma Pneumoniae & Atypical Pneumonias Dn2
Jawet:, Melni!k, F 6delbergGs Medi!al Mi!robiology, Cange Medi!al BookBM!7raw-
8ill. Dn!. 4S6
#halker, <. J., @wen, =. 6., (aterson, #., Barker, 1., Brooks, 8., )y!roft, 6. 3., and
Brownlie, J. $%%&. Mycoplasmas associated with canine infectious respiratory
disease. http2BBmi!.sgmjournals.orgB
3yoman, B. D., (utu, S. (., dan Bagus, S. D. $%%,. Pneumonia Atipikal. Sari (ediatri, <ol.
* 3o. $
/row, 6. <., )o:anki, 1.6., and /idwell, 6. S. $%%0. Primary mycoplasma pneumonia
associated with reversible respiratory failure in a cat. 1lsevier Ctd. 4nited States
7