Anda di halaman 1dari 24

1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Ikatan perkawinan tidak menjamin bahwa sebuah keluarga akan mendapatkan
kebahagiaan. Adakalanya perkawinan memicu pertengkaran antara suami isteri karena
berbagai sebab dan alasan. Perkawinan terkadang berakhir dengan perceraian atau
putusnya ikatan perkawinan. Karena itu, perkawinan dalam Islam tidaklah semata-mata
hubungan kontrak sehingga perlu diatur dengan persyaratan dan rukun tertentu yang harus
dipenuhi agar tujuan disyariatkannya pernikahan dapat tercapai.
Dalam sebuah pernikahan, hadirnya dua orang saksi adalah rukun yang harus
dipenuhi.
1
Karena aad nikah adalah rangkaian ijab yang diucapkan oleh wali dan abul
yang diucapkan oleh mempelai pria yang disaksikan oleh dua orang saksi. Kehadiran saksi
pada saat akad nikah amat penting keberadaannya. Karena menyangkut kepentingan
kerukunan berumah tangga, terutama menyangkut kepentingan istri dan anak, sehingga
tidak ada kemungkinan suami mengingkari anaknya yang lahir dari istrinya itu.
!
"uga
supaya suami tidak menyia-nyiakan keturunannya #nasabnya$ dan tidak kalah pentingnya
adalah menghindari %itnah dan tuhmah #persangkaan jelek$, seperti kumpul kebo.
Kehadiran saksi dalam akad nikah, adalah sebagai penentu sah akad nikah itu.
Dalam dinamika fiqh, terhadap persoalan persaksian nikah terdapat beberapa
perbendaan pendapat. Di kalangan jumhur ulama, pemikiran tersebut didasarkan pada
perbedaan pendapat yang berkenaan dengan masalah furu> #cabang$, baik mengenai
ibadah, muamalah, dan lain-lain. &ehubungan dengan persaksian dalam akad nikah ada
1
&oemiyati, Hukum Perkawinan Islam dan Undang-Undang Perkawinan,
#'ogyakarta( )iberty, 1*+,$, h. -!.
2
Drs. .. Anshoruddin, &., /A., Hukum Pembuktian menurut Hukum Acara Islam
dan Hukum Positif, #'ogyakarta( Pustaka Pelajar, !001$, h. 2!.
1
perbedaan pemikiran terhadap hukum menyaksikan akad nikah, syarat-syarat saksi dan
waktu penyaksian.
/enurut ma3hab &ya%i4iyah, .ambali dan .ana%i, persaksian nikah merupakan
syarat sah sebuah aad nikah. 5erbeda dengan ma3hab /aliki yang mewajibkan adanya
pengumuman pernikahan.
2
Dengan demikian, jika terjadi akad nikah secara rahasia dan
disyaratkan itu diumumkan, maka pernikahan tersebut menjadi batal. Dalam hal ini,
menurut .ana%i, &ya%i4i, dan .ambali, syarat tidak diumumkan tidak merusak pernikahan
tersebut asalkan akad nikah disaksikan oleh dua orang saksi.
Inilah pandangan tentang persyaratan saksi yang umum ditemui dalam kitab-kitab
%ikih, terutama dikalangan /a3hab &ya%i4iyyah. 5erbeda dengan ketentuan hukum yang
berlaku dewasa ini, seperti di Indonesia, ketentuan ini bahkan diberlakukan sangat ketat,
selalu mengsyaratkan jumlah, agama, jenis kelamin, status merdeka atau budak, dan
kualitas-kualitas yang lain.
1
Karenanya, persoalan saksi nikah di Indonesia telah diatur
dalam Kompilasi .ukum Islam dalam 5uku I yang membahas regulasi seputar .ukum
Perkawinan di Indonesia.
-

/akalah ini akan mem%okuskan pembahasan pada masalah kedudukan saksi nikah
menurut %uaha dalam perkembangan %ikih sedangkan dalam dinamika %ikih di Indonesia,
persoalan saksi nikah mengacu pada pembahasan Kompilasi .ukum Islam di Indonesia.
/akalah ini juga akan menyinggung kedudukan kehadiran saksi nikah yang sangat urgen
pada sah atau tidaknya sebuah aad nikah.
3
/uhamamad 'u6su% /u6sa, Ahka>m Ahwa>l asy-Syakshiyyah fi al-iqh al-
Isla>mi, #7et. II8 /esir( Dar al-Kitab al-9Arabi, 1*-,$, h. :.
4
)ia Aliyah al-.immah, !esaksian Perem"uan# $enarkah Se"aruh %aki-
%aki&' #"akarta( ;ahima, !00+$, h. 1:.
5
Departemen Agama ;I, Instruksi Presiden (I )omor * +ahun *,,*- !om"ilasi
Hukum Islam di Indonesia, #"akarta( Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, 1***$, h.
!.
!
B. Rumusan Masalah
5erdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka penulis akan
membahas hal-hal berkaitan dengan topik tersebut, sebagai berikut (
1. 5agaimana pengertian, dasar hukum dan urgensi saksi nikah<
!. 5agaimanakah persaksian nikah menurut =lama uqaha6<
2. 5agaimanakah persaksian nikah menurut Kompilasi .ukum Islam di Indonesia<
2
C. Kerangka Teori
5ila sejarah dijadikan sebagai sesuatu pendekatan untuk mempelajari
agama, maka sudut pandangnya akan dapat membidik berbagai peristiwa masa
lampau. &ebab, sejarah sebagai suatu metodologi menekankan perhatiannya
kepada pemahaman berbagai gejala dalam dimensi waktu dan tempat kejadian.
Aspek kronologis sesuatu gejala, termasuk gejala agama atau keagamaan,
merupakan ciri khas di dalam pendekatan
1
Inti aaran Islam a!alah memelihara dien, nafs "i#a$ nasl "keturunan$% mal
"harta$% !an aql "akal$. &ehingga% kerusakan terha!a' salah satun(a harus
!ihin!arkan
C. Tuuan Penelitian
5ila sejarah dijadikan sebagai sesuatu pendekatan untuk mempelajari
agama, maka sudut pandangnya akan dapat membidik berbagai peristiwa masa
lampau. &ebab, sejarah sebagai suatu metodologi menekankan perhatiannya
kepada pemahaman berbagai gejala dalam dimensi waktu dan tempat kejadian.
Aspek kronologis sesuatu gejala, termasuk gejala agama atau keagamaan,
merupakan ciri khas di dalam pendekatan s

-
II. &E)ARAH TIMBUL ALIRAN MU*TA+ILAH
/enurut Ahmad Amin, istilah /u9ta3ilah sudah dikenal sejak kurang lebih
100 tahun sebelum .asan al-5asri.
,
Istilah ini digunakan untuk para sahabat yang
memisahkan diri atau netral dalam peristiwa-peristiwa politik yang terjadi setelah
9=sman bin 9A%%an wa%at pada perang "amal yaitu perang antara 9Aisyah, >halhah dan
?ubayr melawan Ali bin Abi >halib dengan /uawiyah.
:
Akan tetapi, latar belakang
munculnya /u9ta3ilah sebagai aliran teologi bersamaan dengan hangatnya diskursus
tentang dosa besar dan pembuat dosa besar, yang terjadi pada abad kedua .ijriah.
&alah satu ulama besar yang terlibat dalam diskursus tersebut adalah .asan al-
5ashri #,*!-:!+ /$ sebagai guru dan @ashil bin Atha4 #,**-:1+ /$ sebagai murid.
Dalam suatu kesempatan, muncullah pertanyaan8 bagaimana status orang mu4min yang
berbuat dosa< &ebelum sang guru #.asan al-5ashri$ menjawab, maka tiba-tiba sang murid
#@ashil bin Atha4$ menjawab ( Apembuat dosa besar tidak mukmin dan tidak pula ka%irB.
Kemudian ia meninggalkan majelis gurunya dan membentuk majelis sendiri untuk
mengembangkan pendapatnya.
+
Aksi inilah yang menimbulkan lahirnya /u9ta3ilah yang
pada awalnya lahir sebagai reaksi terhadap paham-paham teologi yang dilontarkan oleh
6
Ahmad Amin, a.r al-Islam #7et. CI8 t.tp., 1*:-$, h. !*0. )ihat pula, Pro%. Dr. .arun Dasution,
o"/cit' h.10.
7
Ibid/
8
)ihat Ero%. Dr. Imam /uhammad Abu ?ahrah, +arikh al-0ad1ahib al-Islamiyyah'
diterjemahkan oleh Abd. ;ahman Dahlan dan Ahmad Farib dengan "udul 2Aliran Politik dan Aqidah
dalam Islam' #7et. I8 "akarta &elatan ( )ogos8 Publishing .ouse, 1**,$, h. 11*.
,
golongan Khawarij dan /urji9ah.
Dama /u4ta3ilah yang diberikan kepada mereka berasal dari kata A

A
yang berarti Amengasingkan diriB.
*
/enurut suatu riwayat, nama itu diberikan atas dasar
ucapan .asan al-5ashri setelah melihat @ashil bin Atha4 memisahkan diri dari majelis
gurunya. 5eliau berkata ( 23ashil sudah melarikan diri dari kita4 5Ita1ala
6an-na7.
10
Karena itu, orang-orang yang mengasingkan diri disebut /u4ta3ilah, yakni
mengasingkan diri dari majelis pengajian .asan al-5ashri, atau mengasingkan diri dari
pendapat /urji4ah dan Khawarij.
11
&eorang orientalis Itali yakni 7.A. Dallino memiliki pendapat yang serupa
dengan Ahmad Amin. Ia berpendapat bahwa nama /u4ta3ilah sebenarnya tidak
mengandung arti Amemisahkan diri dari umat Islam lainnyaB, namun nama itu diberikan
kepada mereka, karena mereka merupakan golongan yang berdiri netral di antara
Khawarij, yang memandang =sman, Ali, /u4awiyah dan orang berdosa besar lainnya
ka%ir, dan /urji4ah yang memandang mereka tetap mukmin.
1!
/enurut Ahmad Amin yang dikutip oleh Ahmad .ana%i, berpendapat bahwa
yang mula-mula memberikan nama A/u4ta3ilahB adalah orang-orang 'ahudi. &eperti
diketahui, sepulang mereka dari tawanan di &iria #Perang /eccabea melawan Antiochus
IG, raja &iria, abad IG atau III sebelum lahir Isa$ timbul di antara mereka golongan
'ahudi 2Pharisee4 yang artinya Amemisahkan diriB. /aksud sebutan ini tepat sekali
dipakai untuk orang-orang /u4ta3ilah. &elain itu pula pendapat golongan 'ahudi
9
Pro%. Drr. .. /ahmud 'unus, !amus Arab-Indonesia'#"akarta ( P>. /ahmud 'unus
@ad3uryah, 1*:!$, h. 11.
10
.assan Ibrahim .assan, Islamic History and 8ulture' diterjemahkan oleh Djahdan
.umam dengan "udul Se.arah dan !ebudayaan Islam' #7et.I, Hd.I8 'ogyakarta ( Kota
Kembang, 1*+*$, h. 1*-.
11
)ihat, htt"#99ragab:;</word"ress/com9=;;,9;=9;>9muta1ilah-asal-usul-dan-ide-ide-
"okok9 5ebruari >' =;;,?,#<@7
12
Pro%. Dr. .arun Dasution, loc/ cit. )ihat Pula,
htt"#99ragab:;</word"ress/com9=;;,9;=9;>9muta1ilah-asal-usul-dan-ide-ide-"okok9
:
Pharisee mirip dengan golongan /u4ta3ilah, yakni semua perbuatan bukan >uhan yang
mengadakannya.
12
Damun, pendapat ini dianggap kurang tepat, karena moti% berdirinya
golongan Pharisee berlainan dengan moti% berdirinya golongan /u4ta3ilah.
Dengan munculnya /u9ta3ilah ini, umat Islam telah mengalami perkembangan
pesat bersamaan dengan kian meluasnya wilayah kekuasaannya sehingga menyebabkan
terjadinya persentuhan dengan kebudayaan luar yang lebih dahulu maju seperti
5i3antium, Persia dan 'unani. Ini menjadikan /u9ta3ilah banyak menggunakan %ilsa%at
'unani dalam landasan mereka, oleh karena mereka menemukan keserasiannya dengan
kecenderungan pikirannya. Di sisi lain mereka juga mempergunakan %ilsa%at 'unani
untuk mengalahkan %iloso% dan pihak luar yang berusaha untuk meruntuhkan dasar-dasar
ajaran Islam dengan argumentasi logika.
11
)angkah yang ditempuh oleh /u9ta3ilah telah
memberikan keuntungan kepada umat Islam karena mereka akan cepat memahami
agama dengan pemahaman yang sempurna sebab menguraikan hakekat atau inti dari
ajaran agama itu sendiri, dan sesuai dengan kenyataan dan berdasarkan pikiran manusia.
Ini berarti bahwa /u9ta3ilah telah berjasa besar terhadap perkembangan agama Islam
karena mampu memperkenalkan bahwa dalam Islam terdapat %ilsa%at yang lebih hebat
dari %ilsa%at 'unani dan Persia, sehingga menunjukkan bahwa Islam selalu siap dengan
perkembangan 3aman dalam berbagai segi.
Dengan demikian, golongan /u9ta3ilah pertama mempunyai corak politik.
Dalam pendapat Ahmad Amin, /u9ta3ilah kedua yaitu golongan yang ditimbulkan
oleh @ashil bin Atha4, juga membahas praktek-praktek politik yang dilakukan
=sman, Ali dan /u9awiyah. Perbedaan di antara keduanya adalah /u9ta3ilah kedua
13
Ahmad .ana%i, +heology Islam 5Ilmu !alam7'#7et.GI8 "akarta ( P>. 5ulan 5intang,
1*++$, h. 10.
14
"alaluddin ;ahman, !onse" Perbuatan 0anusia 0enurut Alquran #"akarta( 5ulan
5intang, 1**!$, h. -.
+
menambahkan persoalan-persoalan teologi dan %ilsa%at ke dalam ajaran-ajaran dan
pemikirannya.
=ntuk mengetahui asal-usul /u9ta3ilah sebenarnya memang sulit, berbagai
pendapat diajukan belum ada kata sepakat.
1-
'ang jelas nama /u9ta3ilah sebagai aliran
rasional dan liberal dalam Islam timbul sesudah peristiwa @ashil bin Atha4 dan .asan al-
5asri di 5asrah.
1,
&elanjutnya siapa yang memberikan nama /u9ta3ilah kepada @ashil dan
pengikut-pengikutnya tidak jelas pula. Ada yang mengatakan golongan lawannya yang
memberikan nama /u9ta3ilah, tetapi kalau dikembalikan kepada ucapan-ucapan kaum
/u9ta3ilah sendiri akan dijumpai keterangan yang dapat memberikan kesimpulan bahwa
mereka sendiri senang dipanggil Ahl al-6Adl wa al-+auhid- golongan yang
mempertahankan keadilan >uhan dan keesaan murni.
1:
Asumsi-asumsi di atas, memberikan indikasi bahwa telah terjadi polemik di
kalangan ilmuan tentang sejarah timbulnya aliran /u4ta3ilah. Ada kalangan yang
megaitkan dengan peristiwa pertikaian politik dan ada yang mengaitkan dengan
peristiwa @ashil bin Atha4 dengan .asan al-5ashri. Ilehnya itu, dalam pandangan
penulis, /u4ta3ilah harus dilihat dari dua sudut tinjauan, yaitu /u4ta3ilah sebagai
gerakan atau sikap politik dan /u4ta3ilah sebagai paham teologi.
15
>im Penyusun, Ancyclo"edia of (eligion' #t.7et 8 Dew 'ork ( >he =nited &tates o%
America, 1**-$. h. !!0.
16
Pro%. Dr. .arun Dasution, o"/cit/ h. 2+.
17
.arun Dasution, +eologi Islam #7et. G8 "akarta( =I-Press, 1*+,$, h. 1!.
*
III. MEN,ENAL -A&HIL BIN ATHA. DAN A)ARANN/A
@ashil bin Atha4 dilahirkan pada tahun +0 . di /adinah dan meninggal pada
tahun 121 . di 5ashrah. @ashil bin Atha4 dinamakan juga Abu .u3ay%ah dan diberi
gelar al-Ja33al.
1+

@ashil bin Atha4 adalah merupakan seorang pemikir Islam peletak dasar
/u4talilah yang merupakan salah satu aliran theology.
1*
Ia banyak menimba ilmu dari ulama sala% dan tabiin di kota /adinah. Di kota /adinah
ia belajar dan mengkaji al-Furan dan hadis sehingga dapat mengembangkan dirinya,
ke%asihannya dalam berbahasa menyebabkannya ahli di bidang puisi dan sastra dan
mempunyai kemampuan berdebat.
!0
.al ini dibuktikan sewaktu ia mengkaji Islam di
bawah asuhan ulama ia seringkali memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan
pendapat gurunya. &eiring dengan hal itu pula ia, sering kali tidak sejalan dengan
pandagan gurunya, terutama masalah iman dan ku%ur.
!1
Ia tidak puas terhadap
pengetahuan yang diperoleh di /adinah sehingga mengembara di kota 5ashrah.
@ashil bin Atha4 adalah murid yang cerdas dan berani mengemukakan pendapatnya
kepada siapapun sekalipun di hadapan gurunya #.asan al-5ashri$ dan akhirnya berpisah
dengan gurunya karena berbeda pendapat tentang pelaku dosa besar lalu membentuk aliran
baru yakni /u9ta3ilah yang beliau sendiri pemimpin utamanya.
!!
&ejak berpisah dengan gurunya #.asan al-5ashri$ ia membentuk pengajian
sendiri. /adrasah ini dibinanya dengan sungguh-sungguh dan telah menelorkan kader-
18
/ahmud al-5asyisyis, Al-iraq al-Islamiyah #7et. I8 /eKir( al-;ahmaniyah, t.th.$, h.1-.
19
>heology terdiri dari kat A>heosB artinya >uhan dan A)ogosB yang berarti Ilmu, jadi >heology
adalah ilmu yang membicarakan tentang >uhan dan hubungannya dengan manusia, berdasarkan kebenaran
wahyu, berdasarkan akal murni, )ihat, A. .ana%i, Pengantar +heology Islam #"akarta ( Djayamurni,
1*,:$, h. 11-1!.
20
/ahmud al-5asyisyis, loc/cit/
21
>im Penyusun Hnsiklopedia Dasional Indonesia, loc/cit/
22
A. .ana%i, Pengantar +eologi Islam #7et. II8 "akarta( Pustaka al-.usna, 1*+*$, h. :.
10
kader yang siap dikirim ke daerah-daerah untuk menyampaikan dakwah Islamiyah dan
ajaran /u9ta3iah, sekaligus menjadi bukti betapa gigihnya @ashil bin Atha4 sekalipun
mendapat hambatan di tengah-tengah masyarakat awam, karena sulit menerima ajaran
yang bersi%at rasional. Damun tatkala memperoleh dukungan dari kalangan intelektual dan
terutama pada masa pemerintahan al-/akmun penguasa 9Abbasiyah #1*+-!1+$ dan
dinyatakan bahwa /u9ta3ilah adalah aliran teologi resmi negara.
!2
Damun kemudian
dihapus oleh Khali%ah Al-/utawakkil karena dianggap pahamnya melemah dengan
berkembangnya paham Asy-ariyah.
!1
Ajaran @ashil bin Atha4, pada garis besarnya ada tiga, yakni8
*/ al-0an1ilah bayn al-0an1ilatayn- posisi di antara dua posisi dalam arti posisi
menengah. /enurutnya, orang yang berdosa besar bukan ka%ir, sebagai disebut kaum
khawarij, dan bukan pula mukmin sebagai dikatakan /urji4ah, tetapi fasiq yang
menduduki posisi di antara posisi mukmin dan posisi ka%ir. Kata mukmin dalam
pendapat @ashil, merupakan si%at baik dan nama pujian yang tak dapat diberikan
kepada fasiq, dengan dosa besarnya. >etapi predikat ka%ir tak pula dapat diberikan
kepadanya, karena dibalik dosa besarnya, ia masih mengucapkan syahadat dan
mengerjakan perbuatan-perbuatan baik. Irang seperti ini, kalau meninggal dunia tanpa
tobat, akan kekal dalam neraka8 hanya siksaan yang diterimanya lebih ringan dari
siksaan yang diterima oleh orang ka%ir.
!-
Dengan demikian ia berada dalam posisi
menengah. Ea3lur ;ahman mengistilahkannya dengan Akedudukan di tengah-tengahB.
/enurutnya ini merupakan gerakan baru untuk nama teknis /u4ta3ilah yakni
23
7yril Jlasse, Ansiklo"edi Islam 5(ingkas7' #7et. II 8 "akarta ( P>. ;aja Jra%indo
Persada, 1***$, h. !*!.
24
Drs. .. Kasim 'ahiji, /.Ag, Pendidikan Islam dalam Pandangan # Badariyah'
Cabariyah dan Asyariyah' dalam "urnal Pendidikan Islam I%rani, #Pencerahan =nutk
Peradaban$ Hdisi 1 "uni !00+, h. 21.
25
Pro%. Dr. .arun Dasution, o"/cit/ h. 12.
11
AnetralisB.
!,
!. /eniadakan si%at >uhan8 yang menurutnya bahwa si%at >uhan tidak ada, karena
>uhan itu /aha /ulia, /aha Kuasa, /aha /engetahui. Kalau dikatakan >uhan
mempunyai si%at maka dalam diri >uhan terdapat unsur-unsur yang banyak yaitu
unsur-unsur disi%ati dan unsur-unsur si%at yang melekat kepada 3at. Ilehnya itu,
untuk mengatasi paham syirik, @ashil menyatakan >uhan tidak mempunyai si%at,
bagi mereka, >uhan mengetahui bukan dari si%at pengetahuan tetapi melalui 3at-
Dya.
!:
2. Kebebasan berbuat8 yang menurutnya bahwa tidak mungkin >uhan menghendaki
sesuatu yang bertentangan dengan perintahnya8 manusialah yang mewujudkan
perbuatannya yang baik atau yang buruk dan dari perbuatannya ini, ia memperoleh
balasan. Dengan kata lain, >uhan menghendaki agar manusia sendirilah yang
melakukan perbuatan. Artinya, kehendak dan daya dalam mewujudkan perbuatan
haruslah kehendak dan daya manusia itu sendiri, hal ini bertujuan untuk
mempertahankan kemahaadilan >uhan.
!+
.al ini sejalan dengan pendapat /uhammad
Abduh yang mengatakan bahwa dengan akal manusia mampu ber%ikir serta
mempunyai kebebasan memilih yang merupakan si%at dasar alami yang mesti ada
dalam diri manusia itu sendiri.
!*
Demikian tiga pemikiran @ashil bin Atha4 yang kemudian dikembangkan oleh
murid-muridnya seperti Abu al-.u3ail al-9Alla% #12--!2- .$ yang berpendapat bahwa
manusia cukup kuat untuk mengetahui adanya >uhan dan untuk mengetahui kewajiban,
26
Ea3lur ;ahman, Islam' #7et.II 8 "akarta ( P>. 5umi Aksara, 1**!$, h. 12:.
27
Ibid/
28
Ibid/
29
Pro%. Dr. .arun Dasution, 0uhammad Abduh dan +eologi (asional 0uta1ilah'
#7et. I8 "akarta ( =niLersitas Indonesia Press, 1*+:$, h. ,-.
1!
meninggalkan perbuatan-perbuatan jahat dan kewajiban mengerjakan perbuatan-perbuatan
baik. selanjutnya ia membawa %aham al-Salah wa al-Ashal' yaitu >uhan mewujudkan
yang baik bahkan yang terbaik untuk maslahat manusia. Kemudian apa yang dimaksud
dengan peniadaan si%at-si%at >uhan 5nafy al-sifat7 dijelaskan lebih lanjut oleh Abu al-
.u3ail. Pemberian si%at kepada >uhan akan membawa %aham syirik atau politeisme, karena
dengan demikian yang bersi%at qadim #tidak bermula$ akan banyak. =ntuk memelihara
murninya tauhid atau kemahaesaan >uhan, tidak boleh dikatakan bahwa >uhan mempunyai
si%at. >uhan tetap mengetahui, berkuasa, pemurah dan sebagainya tetapi semua itu bukanlah
si%at malahan esensi >uhan. &ebagaimana kata Abu al-.u3ail, >uhan berkuasa melalui
kekuasaan dan kekuasaan itu adalah esensinya #

$. Kemudian al-Da33am #1+--!!1$, menonjolkan %aham keadilan >uhan dengan


mengatakan bahwa >uhan tidak berkuasa untuk 3alim. Perbuatan 3alim timbul hanya dari
yang mempunyai cacat, dan >uhan maha sempurna tidak mempunyai cacat. Dari >uhan
timbul hanya perbuatan-perbuatan baik. &elanjutnya al-Da33am mengatakan bahwa !alam
Allah atau sabda >uhan tidak adim, tetapi diciptakan. Dan masih banyak tokoh-tokoh lain
yang kemudian mengembangkan pemikiran tokoh-tokoh sebelumnya seperti 8 al-"ahi3 #@.
!-, .$, al-"ubbai #@. !*- .$, Abu .asyim #@. 2!1 .$, al-/urdad #@. !!, .$, al-Khayyat
#@. 200 .$ dan lain-lain. Kesemuanya membawa pemikiran-pemikiran rasional dalam
membahas teologi mereka.
20

I0. AL-USHUL AL-KHAMSAH
Pokok ajaran /u9ta3ilah dalam Ilmu +eologi disebut al-Ushul
al-!hamsah/ Kata al-=shul Al-Khamsah terdiri dari dua kata, yaitu ushul dan
30
Pro%. Dr. .arun Dasution, Islam ditin.au dari $erbagai As"eknya' #7et. G( "akarta (
=niLersitas Indonesia #=I-Press, 1*+-$, h. 2+ - 2*.
12
khamsa. =shul adalah bentuk jamak dari ashl # $ berarti akar
21

yang dapat disinonimkan dengan : !" yang berarti dasar, asas,
pondamen.
2!
&edangkan kata khamsah ##$%&$ bentuk muannats artinya lima.
22
"adi al-=shul al-Khamsah adalah lima prinsip dasar aliran /u4ta3ilah yang mereka
perpegangi.
5erangkat dari permasalahan pembuat dosa besar, pendapat mereka
berkembang kepada masalah-masalah lain yang berbeda dengan pendapat golongan
lainnya terutama dalam masalah al- +auhid' al-6Adl' al-3ad wa al-3aid' al-
0an1ilah bain al-0an1ilatain dan al-Amru bi al-0aruf wa al-)ahy an
al-0ungkar. Kelima permasalahan ini oleh golongan /u4ta3ilah dijadikan ajaran
pokok mereka yang terkenal dengan 2al-Ushul al-!hamsah4
:<
yang oleh .arun
Dasution dipakai istilah 2Panca 0uta1ilah4.
2-
&eorang dapat mengklaim dirinya
sebagai penganut /u9ta3ilah jika ia meyakini doktrin /u9ta3ilah tentang lima persolan,
yakni 8
1. Al-+auhid
5agi /u9ta3ilah perinsip tauhid adalah doktrin terpenting sebab secara
tegas menekankan ke Hsaan Allah sehingga dari perinsip ini lahir (
a. Peniadaan si%at >uhan, jika >uhan mempunyai si%at berarti ada dua yang
qadim yaitu 3at dan si%at, sementara yang qadim hanyalah Allah. Ini tidak
berarti bahwa >uhan tidak diberi si%at oleh kaum /u4ta3ilah. >uhan bagi
31
Adib 5isri dan /unawwir AE, !amus Indonesia- Arab Arab-Indonesia Al-$isri'
#7et. I8 &urabaya ( Pustaka Progressi%, 1***$, h.11.
32
Ibid' h. ,0-.
33
Ibid' h. 1:,.
34
Ahmad Amin, Dhuha Islam' "u3 III #7et. GIII8 Kairo ( /aktabah an-Dahdat al-
/isriyyah,1*:2$, h. !!.
35
Pro%. Dr. .arun Dasution, o"/cit/ h. 1-.
11
mereka tetap /ahatahu, /ahakuasa, /ahamendegar, /ahamelihat dan
sebagainya, tetapi semuanya ini tidak dapat dipisahkan dari 3at >uhan, atau
dengan kata lain si%at-si%at itu merupakan esensi >uhan.
2,
b. Al-Fur4an adalah makhluk, olehnya itu ia bersi%at baru tidak qadim. /ereka
meyakini bahwa Al-Fur4an adalah makhluk dan merupakan kalam >uhan.
Pokok pikiran mereka adalah, bahwa jika Al-Furan menjadi kata yang tidak
diciptakan, akan bersi%at paralel kepada >uhan dan itu merupakan syirik.
2:
c. >uhan tidak dapat dilihat di hari kemudian secara lahiriah. /ereka memandang
bahwa pendapat yang mengatakan Allah dapat dilihat dengan mata kepala
diakhirat membawa pada ide yang sangat bertentangan dengan >auhid yaitu
tasybih, menyamakan Allah &wt. dengan makhluk. Karena menurut mereka,
ruyah #pandangan$ adalah kontak sinar antara Ayang melihatB dengan Ayang
dilihatB. &uatu pandangan atau penglihatan itu bisa terjadi jika ada tempatMmedia.
Dan penglihatan pasti berhubungan dengan benda nyata #mau.ud$. &ementara
Allah &wt. tidaklah demikian. Ileh sebab itu mereka mengatakan mustahil terjadi
pada Allah.
2+

d. /enolak si%at yang mengandung kesan penjasmanian >uhan. >uhan tidak bersi%at
materi dan tidak layak mempunyai si%at jasmani. /ereka berpendapat bahwa
si%at-si%at yang ada pada manusia tidak dapat diberikan kepada >uhan, demikian
pendapat "ahm. Karena menurutnya hal itu akan membawa kepada
anthro"omor"hisme #menggambarkan >uhan hampir menyerupai
36
Pro%. Dr. &unarji Dahri >iam, $erkenalan dengan ilsafat Islam' #7et.I8 "akarta (
P>. 5ulan 5intang, !001$. h. ,--,,. 5andingkan dengan, Pro%. Dr. A. &yalabi, Attarikhul Islami
3alhadharatul Islamiyah' diterjemahkan oleh Pro%. Dr. .. /ukhta 'ahya dan Drs. /. &anusi
)atie%, dengan judul, Se.arah dan !ebidayaan islam' #7et.C8 "akarta ( P>. Pustaka Al-.usna
5aru, !002$, h.20*.
37
Pro%. /asudul .asan, History Ef Islam 58lassical Period >F*-*=>G 8/A7'
#>.7et.8 Delhi ( Adam Publisher N Distributers, &handor /arket, 7itli$, h.,1*.
38
)ihat, ;uwai%i4 bin &ulaiman, loc/cit/
1-
makhluknya$, yang dalam istilah Arab disebut al-ta.assum atau al-tasybih.
2*

&ehingga menurut mereka, ayat yang memberi kesan penjasmanian >uhan harus
di-takwil-kan, misalnya tangan diartikan kekuasaan, muka diartikan esensi, mata
diartikan pengetahuan.
&alah satu contoh ayat anthro"omor"hisme yang diinterpretasi oleh
/u4ta3ilah ialah %irman Allah &wt. (
o e_c_ q_ :_ q_c__
+er.emahnya # 25yaitu7 +uhan Hang 0aha Pemurah' Hang
bersemayam di atas 6Arasy. 5BS/ +haahaa I=;J # >7/
10
!. Al-6Adl
/u4ta3ilah berpendapat bahwa Allah /aha adil dan wajib berbuat adil.
>iada takdir buta tanpa ikhtiar manusia. >uhan tidak mengendaki keburukan, tidak
menciptakan perbuatan manusia, manusia bisa mengerjakan perintah-perintah-Dya
dan sebaliknya bisa meninggalkan larangan-larangan-Dya, karena kodrat yang
dijadikan >uhan kepada diri mereka. Dan Ia tidak melarang kecuali terhadap apa
yang tidak dikehendaki-Dya. Ia hanya mengusai kebaikan-kebaikan yang
diperintahkan-Dya dan tidak tahu menahu terhadap keburukan-keburukan yang
dilarang-Dya.
Dampaknya kaum /u4ta3ilah menentang paham "abariyah, sebab tidak
sesuai dengan paham keadilan >uhan. Ilehnya itu kaum /u4ta3ilah mengambil
paham Fadariyah, sebab menurut mereka paham inilah yang dianggap sesuai
dengan paham keadilan >uhan.
11
39
)ihat, Pro%. Dr. .arun Dasution, o"/cit., h. 11
40
Departemen Agama ;I, al-Buran dan +er.emahnya, #"akarta ( 'ayasan
PenyelenggaraanMPena%siran al-Fur4an, 1*:1$, h.1:,.
41
)ihat, Pro%. Dr. &unarji Dahri >iam, o"/cit' h.,,-,:. )ihat juga, Ahmad .ana%i,
+eologi Islam 5Ilmu !alam7'o"/cit/ h.1:-1+.
1,
2. Al-3a6d wa al-3aid
Dalam soal janji dan ancaman terdapat paham kewajiban terhadap >uhan.
>uhan wajib memberi pahala kepada orang yang taat dan berbuat baik sebagaimana
telah dijanjikan-Dya, dan merupakan keharusan bagi-Dya untuk memberi hukuman
kepada orang yang jahat dan durhaka sebagaimana telah diancamkan-Dya. Dalam Al-
Fur4an, >uhan menjanjikan hal yang demikian, tidak adil kalau >uhan memasukan
orang yang berbuat baik ke dalam neraka atau memasukkan orang yang berbuat jahat
ke dalam surga. "ika >uhan tidak menepati janji dan ancamannya berarti >uhan
berdusta. Karena sumber laporan itu adalah Allah sendiri.
1!
&eperti yang dapat kita lihat
di dalam Al-Fur4an berikut (
o_x __ _:_ __xo
+er.emahnya # 2dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka
berada dalam neraka 5BS/ Al-Infitar IG=J # *<7/
<:
o:_: :___ _: e: o: q___ o__x :___ _:
_e: q___
+er.emahnya # 2$arangsia"a yang menger.akan kebaikan seberat
1arrah"un' niscaya dia akan melihat 5balasan7nya/ Dan $arangsia"a
yang menger.akan ke.ahatan seberat 1arrah"un' niscaya dia akan
melihat 5balasan7nya "ula/ 5BS/ Al-Kal1alah I,,J # F-G7/
<<
1. Al-0an1ila $ayn al-0an1ilatayn
&atu statemen yang jelas mengenai posisi /u4ta3ilah disampaikan oleh Al-
Khayyat. .al ini dikaitkan dengan konsepsi /u4ta3ilah mengenai al-man1ila bayn
al-man1ilatayn. Di mana Khawarij mengatakan bahwa seorang yang berdosa besar
bukanlah orang yang beriman #kafir$, .asan Al- 5ashri mengatakan bahwa seorang
42
>im Penerjemah /i3an, Ansiklo"edi +ematis ilsafat Islam' diterjemahkan dari
History of Islamic Philoso"hy' #7et. I8 5andung ( /i3an, !002$, h. 1-!.
43
Departemen Agama ;I, o"/cit' h.1022.
44
Ibid' h.10+:.
1:
yang berdosa besar adalah seorang hy"okrit #0unafiq$ dan /urji4ah berpendapat
bahwa orang tersebut adalah orang yang beriman #mumin$, sementara itu /u4ta3ilah
berpendapat bahwa orang tersebut bukan mukmin, ka%ir atau muna%i, akan tetapi ia
berada pada posisi tengah.
1-
-. Al-Amr bi al-0aruf wa al-)ahy 6an al-0unkar/
Dalam prinsip ini /u4ta3ilah menolak teokrasi dan menegaskan tabiat
moral dan sosial. Perintah berbuat baik dan larangan berbuat jahat dianggap sebagai
kewajiban bukan saja oleh kaum /u4ta3ilah, tetapi juga oleh golongan umat Islam
lainnya. Perbedaanya terletak dalam pelaksanaannya. Dalam hal ini kaum Khawarij
memandang perlu untuk menggunakan kekerasan, tetapi kaum /u4ta3ilah
berpendapat bahwa kalau bisa dengan penjelasan dan kekerasan.
1,
Dalam persoalan
politik sekalipun prinsip al-amr bi al-maruf wa al-nahy 6an al-munkar tetap
dilaksanakan. /ereka melakukan perlawanan atau pemberontakan terhadap
pemerintahan yang menyimpang dari keadilan, karena hal ini menurut mereka adalah
wajib.
1:
&ejarah menunjukkan betapa hebatnya golongan /u4ta3ilah mempertahankan
Islam terhadap kesesatan-kesesatan yang tersebar luas pada permulaan masa Abbasiy,
yang hendak menghancurkan kebenaran-kebenaran Islam, bahkan tidak segan-
segannya menggunakan kekerasan dalam melaksanakan prinsipnya.
1+
Ajaran-ajaran /u9ta3ilah yang diuraikan di atas mencerminkan bentuk
45
@./ontgomery @att, +he ormatiLe Periodof Islamic +hought' diterjemahkan oleh
&ukoyo, et.al dengan judul, Studi Islam !lasik # 3acana !ritik Se.arah' #7et. I8 'ogyakarta ( P>.
>iara @acana 'ogya, 1***$, h. 1,-. )ihat pula, >oshihiko I3utsu, +he 8once"t of $elief in Islamic
+heology # A semantical Analysis of Iman and Islam' diterjemahkan oleh Agus Eahri .usein
dengan judul, !onse" !e"ercayaan dalam +eologi Islam # Analisis Simantik Iman dan
Islam' #7et.I8 'ogyakarta ( P>. >iara @acana 'ogya, 1**1$, h. -2.
46
Pro%. Dr. &unarji Dahri >iam, o"/cit/h. ,*.
47
Abul A4la al-/aududi, Al-!hilafah wa Al-0ulk' diterjemahkan oleh /uhammad Al-
5ais dengan judul, !hilafah dan !era.aan' #7et.GI8 5andung ( /i3an, 1**,$, h. !+!.
48
Ahmad .ana%i, /A, o"/cit/, h.-0.
1+
rasionalisme, yang tidak menentang dan menolak agama serta tidak percaya kepada
kebenaran dan keabsahan wahyu. 5ahkan dengan ajaran-ajaran /u9ta3ilah yang
rasionalisme tersebut tetap tunduk dan menyesuaikan diri dengan kebenaran wahyu.
0. KE&IMPULAN
5erdasarkan uraian di atas, maka dapatlah dirumuskan beberapa kesimpulan
sebagai berikut (
1. /u9ta3ilah harus dilihat dalam dua perspekti%, yakni /u9ta3ilah sebagai gerakan
atau sikap politik dan /u4ta3ilah sebagai paham teologi. /u4ta3ilah sebagai
gerakan atau sikap politik muncul ketika terjadi pertikaian politik antara =sman
bin 9A%%an dan 9Ali bin Abi >halib. &edangkan /u4ta3ilah sebagai paham teologi
muncul pada abad kedua .ijriah yang berangkat dari pertanyaan tentang pelaku
dosa besar.
!. @ashil bin Atha4 adalah tokoh yang mempelopori lahirnya /u9ta3ilah sebagai
aliran teologi. Ajaran yang dikemukakannya terdiri atas tiga hal yakni, al-
0an1ila bayn al-0an1ilatayn' meniadakan si%at >uhan8 dan bebebasan
berbuat bagi manusia.
2. Dama /u9ta3ilah bukanlah ciptaan orang-orang /u9ta3ilah sendiri, tetapi
penamaan itu diberikan oleh orang lain. Irang /u9ta3ilah menamakan dirinya
sebagai al-Ahl 6Adl wa al-+auhid/ >eologi /u9ta3ilah adalah sebuah hasil
ijitihad yang patut dihargai tidaklah harus diperdebatkan lebih jauh, keberanian
intelektual dengan penggunaan akal sebagai paradigma adalah hasanah yang sangat
berharga dan releLan dengan konteks kekinian.
1. Pokok ajaran /u9ta3ilah dalam Ilmu +eologi disebut al-Ushul al-!hamsah
merupakan lima prinsip dasar yang mereka perpegangi, yakni ( al- +auhid'
1*
al-6Adl' al-3ad wa al-3aid' al-0an1ilah bain al-0an1ilatayn dan al-
Amru bi al-0aruf wa al-)ahy an al-0ungkar/
DA1TAR PU&TAKA
A. .ana%i, Pengantar +eologi Islam' 7et. II8 "akarta( Pustaka al-.usna, 1*+*.
-------, Pengantar +heology Islam' "akarta ( Djayamurni, 1*,:.
A. &yalabi, Pro%. Dr., Attarikhul Islami 3alhadharatul Islamiyah' diterjemahkan
oleh Pro%. Dr. .. /ukhta 'ahya dan Drs. /. &anusi )atie%, dengan judul,
Se.arah dan !ebidayaan islam' 7et.C8 "akarta ( P>. Pustaka Al-.usna
5aru, !002.
Abu ?ahrah, Imam /uhammad, Pro%. Dr., +arikh al-0ad1ahib al-Islamiyyah'
diterjemahkan oleh Abd. ;ahman Dahlan dan Ahmad Farib dengan "udul
2Aliran Politik dan Aqidah dalam Islam' 7et. I8 "akarta &elatan ( )ogos8
Publishing .ouse, 1**,.
!0
Abul A4la al-/aududi, Al-!hilafah wa Al-0ulk' diterjemahkan oleh /uhammad Al-
5ais dengan judul, !hilafah dan !era.aan' 7et.GI8 5andung ( /i3an,
1**,.
Adib 5isri dan /unawwir AE, !amus Indonesia- Arab Arab-Indonesia Al-
$isri'7et. I8 &urabaya ( Pustaka Progressi%, 1***.
Ahmad Amin, Dhuha Islam' "u3 III,7et. GIII8 Kairo ( /aktabah an-Dahdat al-
/isriyyah, 1*:2.
-------, a.r al-Islam' 7et. CI8 t.tp., 1*:-.
Ahmad .ana%i, +heology Islam 5Ilmu !alam7'8et/MI- Cakarta # P+/ $ulan
$intang' 1*++/
7yril Jlasse, Ansiklo"edi Islam 5(ingkas7' 7et. II 8 "akarta ( P>. ;aja Jra%indo
Persada, 1***.
Departemen Agama ;I, al-Fur4an dan >erjemahnya, "akarta ( 'ayasan
PenyelenggaraanMPena%siran al-Fur4an, 1*:1.
Ea3lur ;ahman, Islam' 7et.II 8 "akarta ( P>. 5umi Aksara, 1**!.
.arun Dasution Pro%. Dr., Islam ditin.au dari $erbagai As"eknya' 7et. G( "akarta (
=niLersitas Indonesia #=I-Press$, 1*+-.
-------, 0uhammad Abduh dan +eologi (asional 0uta1ilah' 7et. I8 "akarta (
=niLersitas Indonesia Press, 1*+:.
-------, +eologi Islam 5Aliran-Aliran' Se.arah' Analisa Perbandingan7,7et. II8
"akarta ( =niLersitas Indonesia, 1*:!.
-------, +eologi Islam' 7et. G8 "akarta( =I-Press, 1*+,.
.assan Ibrahim .assan, Islamic History and 8ulture' diterjemahkan oleh Djahdan
.umam dengan "udul Se.arah dan !ebudayaan Islam' 7et.I, Hd.I8
'ogyakarta ( Kota Kembang, 1*+*.
htt"#99ragab:;</word"ress/com9=;;,9;=9;>9muta1ilah-asal-usul-dan-ide-
ide-"okok9 5ebruari >' =;;,?,#<@7
"alaluddin ;ahman, !onse" Perbuatan 0anusia 0enurut Alquran' "akarta(
5ulan 5intang, 1**!.
Kasim 'ahiji, Drs. .., /.Ag, Pendidikan Islam dalam Pandangan # Badariyah'
Cabariyah dan Asyariyah' dalam "urnal Pendidikan Islam I%rani,
#Pencerahan =nutk Peradaban$ Hdisi 1 "uni !00+.
/ahmud al-5asyisyis, Al-iraq al-Islamiyah' 7et. I8 /esir( al-;ahmaniyah, t.th.
!1
/ahmud 'unus, .. Pro%. Dr., !amus Arab-Indonesia' "akarta ( P>. /ahmud 'unus
@ad3uryah, 1*:!.
/asudul .asan Pro%., History Ef Islam 58lassical Period >F*-*=>G 8/A7' >.7et.8
Delhi ( Adam Publisher N Distributers, &handor /arket, 7itli.
;uwai%i4 bin &ulaiman, Se.arah 0unculnya 0uta1ilah/
http(MMmu%aih.multiply.comMjournalMitemM11. !: Iktober !00*.
&unarji Dahri >iam, Pro%. Dr., $erkenalan dengan ilsafat Islam' 7et.I8 "akarta (
P>. 5ulan 5intang, !001.
>im Penerjemah /i3an, Ansiklo"edi +ematis ilsafat Islam' diterjemahkan dari
History of Islamic Philoso"hy' 7et. I8 5andung ( /i3an, !002.
>im Penyusun Hnsiklopedia Dasional Indonesia, Ansiklo"edi )asional Indonesia,
7et. III8 5ekasi ( P>. Delta Pamungkas, 1**:.
>im Penyusun, Ancyclo"edia of (eligion' t.7et 8 Dew 'ork ( >he =nited &tates o%
America, 1**-.
>oshihiko I3utsu, +he 8once"t of $elief in Islamic +heology # A semantical
Analysis of Iman and Islam' diterjemahkan oleh Agus Eahri .usein
dengan judul, !onse" !e"ercayaan dalam +eologi Islam # Analisis
Simantik Iman dan Islam' 7et.I8 'ogyakarta ( P>. >iara @acana 'ogya,
1**1.
@./ontgomery @att, +he ormatiLe Periodof Islamic +hought' diterjemahkan
oleh &ukoyo, et.al dengan judul, Studi Islam !lasik # 3acana !ritik
Se.arah' 7et. I8 'ogyakarta ( P>. >iara @acana 'ogya, 1***.
AL2MU.TA+ILAH
(Sejarah Timbul, Washil bin Atha dan Ajaran-Ajarannya
Serta Al-Ushul Al-Khamsah
!!
0akalah !e"isi telah Di"resentasikan dalam Seminar !elas
0ata !uliah Se.arah Pemikiran Islam Semester I
Program Pascasar.ana UI) Alauddin 0akassar
+ahun Akademik =;;,9=;*;
Ileh (
ABDURAHIM RIDUAN,
DosenMPemandu (
#r$f% &r% 'asim Mathar, MA
&r% H% Kamaluddin Abuna(as, M%A)%
#!*+!AM #AS,ASA!-A.A
U./01!S/TAS /SLAM .1+1!/ ALAU&&/.
MAKASSA!
3454
KATA PEN,ANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah &wt. atas segala rahmat dan nikmat
yang telah diberikan-Dya kepada kita semu. Dan shalawat dan salam semoga
tercurahkan keharibaan Dabi /uhammad &aw.
/akalah dengan judul /=4>A?I)A. #&ejarah >imbul, @ashil bin Atha4
!2
dan Ajaran-Ajarannya serta Al-=shul Al-Khamsah$ kami sajikan sebagai wujud
penyelesaian amanah dan tanggung jawab sebagai /ahasiswa dengan tujuan dapat
mengantar para pembaca memenuhi hasrat dan kebutuhan akan pengetahuan
sekilas dan sangat terbatas.
Kami menyadari
!1