Anda di halaman 1dari 93

Indonesia Australia Partnership for Skills Development

Batam Institutional Development Project


Paket Pembelajaran dan Penilaian
Kode Unit : BSDC!"#$
%&K'IK (AB)IKASI*
+Fabrication Technique-1,
+ April $!!$ ,
Daftar Isi
BAB * P&'-A'%A)......................................................................................................... *
Selamat Berjumpa di Buku Pedoman ini !..................................................................1
Persyaratan Minimal Kemampuan Membaca, Menulis & Berhitung...........................1
e!inisi....................................................................................................................... 1
Berapa "ama Mencapai Kompetensi #.......................................................................$
Simbol........................................................................................................................ $
%erminologi................................................................................................................. $
BAB $ A)A/A' BA-I P&0A%I/ .....................................................................................#
Peran Pelatih.............................................................................................................. &
Strategi Penyajian...................................................................................................... &
'lat Bantu yang ibutuhkan untuk Menyajikan Kompetensi (ni..................................&
Peraturan.................................................................................................................... )
Sumber*sumber untuk Mendapatkan (n!ormasi %ambahan........................................)
BAB 1 S%A'DA) K23P&%&'SI..................................................................................... "
+udul ,nit................................................................................................................... -
eskripsi ,nit ............................................................................................................ -
Kemampuan '.al ..................................................................................................... -
Kompetensi dan Kriteria ,njuk Kerja .........................................................................-
/ariabel...................................................................................................................... 0
Pengetahuan dan Keterampilan Pokok......................................................................1
Konteks Penilaian..................................................................................................... 12
'spek Penting Penilaian........................................................................................... 12
Keterkaitan dengan ,nit "ain...................................................................................12
Kompetensi Kunci yang akan idemonstrasikan dalam ,nit (ni...............................12
%ingkat Kemampuan yang 3arus itunjukkan dalam Menguasai Kompetensi ini. . . .12
BAB 4 S%)A%&-I P&'5A6IA' .....................................................................................**
' 4encana Materi................................................................................................. 11
B 5ara Mengajarkan Standar Kompetensi ..........................................................16
5 Materi Pendukung untuk Pelatih........................................................................1)
"embar (n!ormasi......................................................................................... 1-
%ugas........................................................................................................... 71
%ransparansi................................................................................................ )7
BAB # CA)A 3&'I0AI U'I% I'I......................................................................................7!
'pa yang imaksud dengan Penilaian #..................................................................02
'pa yang imaksud dengan Kompeten#.................................................................02
Pengakuan Kompetensi yang imiliki.......................................................................02
Kuali!ikasi Penilai..................................................................................................... 02
,jian yang isarankan............................................................................................. 01
5hecklist yang isarankan Bagi Penilai...................................................................12
"embar Penilaian .................................................................................................... 11
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 1 Pengantar
BAB * P&'-A'%A)
Selamat Berjumpa di Buku Pedoman ini 8
Buku Paket Pembelajaran dan Penilaian ini menggunakan sistem pelatihan berdasarkan
kompetensi untuk mengajarkan keterampilan ditempat kerja, yakni suatu cara yang secara
nasional sudah disepakati untuk penyampaian keterampilan, sikap dan pengetahuan yang
dibutuhkan dalam suatu proses pembelajaran. Penekanan utamanya adalah tentang apa
yang dapat dilakukan seseorang setelah mengikuti pelatihan. Salah satu karakteristik yang
paling penting dari pelatihan yang berdasarkan kompetensi adalah penguasaan indi8idu
secara aktual di tempat kerja.
Pelatih harus menyusun sesi*sesi kegiatannya sesuai dengan 9
kebutuhan peserta pelatihan
persyaratan*persyaratan organisasi
.aktu yang tersedia untuk pelatihan
situasi pelatihan.
Strategi penyampaian dan perencanaan sudah dipersiapkan oleh pelatih untuk peserta
pelatihan. Masalah yang disarankan akan memberikan suatu indikasi tentang apa yang
harus dicantumkan dalam program tersebut untuk memenuhi:mencapai standar
kompetensi.
Strategi pembelajaran dan penilaian yang dipersiapkan dalam unit ini tidaklah bersi!at .ajib
namun digunakan sebagai pedoman. Peserta pelatihan didorong untuk meman!aatkan
pengetahuan dan pengalaman industri mereka. 5ontoh*contoh produk industri lokal atau
hasil pengembangan sumber*sumber yang mereka miliki, dapat membantu dalam
menyesuaikan materi dan memastikan rele8ansi pelatihan.
Pers9aratan 3inimal Kemampuan 3embaca: 3enulis ; Berhitun<
,ntuk melaksanakan pelatihan secara e!ekti! dan agar dapat mencapai standar kompetensi
diperlukan tingkat kemampuan minimal dalam membaca, menulis dan menghitung berikut9
Kemampuan
membaca
dan menulis
Kemampuan baca, interpretasi dan membuat teks.
Kemampuan menggabungkan in!ormasi untuk dapat mena!sirkan
suatu pengertian
Kemampuan
menghitung
Kemampuan minimal untuk menggunakan matematika dan simbol
teknik, diagram dan terminologi dalam konteks umum dan yang
dapat diprediksi serta dimungkinkan untuk mengkomunikasikan
keduanya yaitu antara matematik dan teknik.
Definisi
Seseorang yang berkeinginan untuk memperoleh kompetensi seharusnya berkenan
menamakan dirinya sebagai peserta latih. alam situasi pelatihan, anda dapat ditempatkan
sebagai peserta, pelajar atau sebagai peserta, sehingga seorang pengajar kompetensi ini
adalah sebagai pelatih. Sebaliknya, dalam situasi pelatihan anda juga dapat ditempatkan
sebagai guru, mentor, !asilitator atau sebagai super8isor.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 1
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 1 Pengantar
Berapa 0ama 3encapai Kompetensi =
alam sistem pelatihan berdasarkan kompetensi, !okusnya harus tertuju kepada
pencapaian suatu kompeterisi:keahlian, bukan pencapaian pada pemenuhan .aktu tertentu;
dengan demikian dimungkinkan peserta pelatihan yang berbeda memerlukan .aktu yang
berbeda pula untuk mencapai suatu kompetensi tertentu.
Simbol
alam keseluruhan paket pelatihan akan kita lihat beberapa simbol. Berikut penjelasan
tentang simbol 9
Simbol Keteran<an
/2
3andout < Pegangan Peserta =
2/%
>8erhead %ransparansi yang dapat digunakan
dalam penyampaian materi pelatihan
Penilaian
Penilaian kompetensi yang harus dikuasai
%u<as
%ugas : kegiatan atau akti8itas yang harus
diselesaikan.
%erminolo<i
Akses dan Keadilan
Mengacu kepada !akta bah.a pelatihan harus dapat diakses oleh setiap orang tanpa
memandang umur, jenis kelamin, sosial, kultur, agama atau latar belakang pendidikan.
Penilaian
Proses !ormal yang memastikan pelatihan memenuhi standar*standar yang dibutuhkan oleh
industri. Proses ini dilaksanakan oleh seorang penilai yang memenuhi syarat <cakap dan
berkualitas= dalam kerangka kerja yang sudah disetujui secara ?asional.
Penilai
Seseorang yang telah diakui:ditunjuk oleh industri untuk menilai:menguji para tenaga kerja
di suatu area tertentu.
Kompeten
Mampu melakukan pekerjaan dan memiliki keterampilan, pengetahuan dan sikap yang
diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara e!ekti! ditempat kerja serta sesuai dengan
standar yang sudah ditetapkan.
Pelatihan Berdasarkan Kompetensi
Pelatihan yang berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menguasai suatu
kompetensi: keahlian secara terukur dan mengacu pada standar yang sudah ditetapkan.
Aspek Pentin< Penilaian
Menerangkan !okus penilaian dan poin*poin utama yang mendasari suatu penilaian.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page $
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 1 Pengantar
Konteks Penilaian
Menetapkan dimana, bagaimana dan dengan metode apa penilaian akan dilaksanakan.
&lemen Kompetensi
@lemen atau Sub*Kompetensi adalah keterampilan*keterampilan yang membangun suatu
unit kompetensi.
Acuan Penilaian
'cuan penilaian adalah garis pedoman tentang bagaimana sebuah unit kompetensi harus
dinilai.
Adil
%idak merugikan para peserta tertentu.
(leksibel
%idak ada pendekatan tunggal terhadap penyampaian dan penilaian unjuk kerja dalam
sistem pelatihan berdasarkan kompetensi.
Penilaian (ormatif
Kegiatan penilaian berskala kecil yang dilakukan selama pelatihan, yaitu untuk membantu
dalam memastikan bah.a pelajaran dilaksanakan secara baik dan adanya umpan balik
kepada peserta tentang kemajuan yang mereka capai.
Kompetensi Kunci
Kompetensi yang menopang seluruh unjuk kerja dalam suatu pekerjaan. (ni meliputi9
mengumpulkan, menganalisis, mengorganisasikan dan mengkomunikasikan ide*ide dan
in!ormasi, merencanakan dan mengorganisasikan akti!itas, bekerja dengan orang lain dalam
sebuah tim, memecahkan masalah penggunaan teknologi, menggunakan ide*ide teknik*
matematis .
Kompetensi*kompetensi ini digolongkan ke dalam tingkat yang berbeda sebagai berikut9
Strate<i Pen9ajian
Strategi panyajian adalah dengan menyediakan in!ormasi yang diperlukan tentang
bagaimana melaksanakan pelatihan berdasarkan program yang dilaksanakan di tempat
kerja dan:atau di tempat pelatihan: organisasi yang bersangkutan.
Keterkaitan den<an Unit 0ain
Menerangkan peran suatu unit dan tempatnya dalam susunan kompetensi yang ditetapkan
oleh industri. 3al ini juga memberikan pedoman tentang unit lain yang dapat dinilai bersama.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 6
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
%in<kat kemampuan 9an< harus ditunjukkan dalam men<uasai
kompetensi ini
%in<kat Karakteristik
1 %ugas*tugas rutin dalam prosedur sudah tercapai dan secara periodik
kemajuannya diperiksa oleh super8isor.
$ %ugas*tugas yang (ebih luas dan lebih kompleks dengan peningkatan
kemampuan diri untuk menangani pekerjaan secara otonomi. Super8isor
melakukan pengecekan*pengecekan atas penyelesaian pekerjaan.
6 Bertanggung ja.ab atas akti!itas*akti!itas yang kompleks dan non*rutin yang
diarahkan dan bertanggung ja.ab atas pekerjaan orang lain.
Bab 1 Pengantar
Standar Kompetensi 'asional
Kompetensi*kompetensi yang sudah disepakati secara nasional dan standar*standar
penampilan kerja yang dijadikan acuan oleh segala !ihak dalam melakukan suatu pekerjaan.
Kriteria Unjuk kerja
Kriteria*kriteria atau patokan yang digunakan untuk menilai apakah seseorang sudah
mencapai suatu kompetensi dalam suatu unit kompetensi.
>ariabel
Penjelasan tentang rincian tempat pelatihan dengan perbedaan konteks yang mungkin
dapat diterapkan pada suatu unit kompetensi tertentu.
)eliabel
Menggunakan metode*rnetode dan prosedur*prosedur yang menguatkan terhadap standar
kompetensi dan tingkatannya diinterpretasikan serta diterapkan secara konsisten kepada
seluruh konteks dan seluruh peserta pelatihan.
>alid
PenilAian terhadap !akta*!akta dan kriteria unjuk kerja yang sama akan menghasilkan hasil
akhir penilaian yang sama dari penilai yang berbeda.
Pen<akuan Kemampuan 9an< Dimiliki +RCC- Recognition of Current Competence,
Pengakuan akan keterampilan, pengetahuan dan kemampuan sesseorang yang telah
dicapainya. <lihat 4P"=
Pen<akuan %erhadap Pen<alaman Belajar +RPL- Recognition of Prior Learning,
Pengakuan terhadap hasil belajar sebelum mempelajari suatu unit kompetensi untuk
mendukung pencapaian unit kompetensi tersebut. 3al tersebut biasanya adalah kompetensi
yang berkaitan dengan standar kompetensi industi dan juga berkaitan dengan pembelajaran
dan pelatihan sebelumnya. <lihat 455=
Penilaian Sumatif
Penilaian ini dilakukan setetah pelatihan unit kompetensi selesai, yakni untuk memastikan
bah.a peserta pelatihan sudah mencapai kriteria unjuk kerja.
Peserta
>rang yang menerima : mengikuti pelatihan.
Pelatih
>rang yang memberikan pelatihan.
Pen<etahuan dan Keterampilan Pokok
e!inisi atau uraian tentang keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk
mencapai suatu keahlian:keterampilan pada tingkat yang telah ditetapkan
Deskripsi Unit
Bambaran umum tentang program pembelajaran: kompetensi yang hendak dicapai.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 7
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab $ 'rahan Bagi Pelatih
BAB $ A)A/A' BA-I P&0A%I/
Peran Pelatih
Salah satu peran anda sebagai pelatih atau guru adalah memastikan standar pelayanan
yang tinggi melalui pelatihan yang e!ekti!. ,ntuk memastikan bah.a anda siap bekerja pada
kompetensi ini dengan peserta pelatihan, pertimbangkanlah pertanyaan*pertanyaan berikut
ini9
Seberapa yakin anda tentang pengetahuan dan ketrampilah anda sendiri
yang dibutuhkan untuk menyampaikan setiap elemen#
'pakah ada in!ormasi atau peraturan baru yang mungkin anda butuhkan
untuk diakses sebelum anda memulai pelatihan#
'pakah anda merasa yakin untuk mendemonstrasikan tugas*tugas praktik#
'pakah anda akan sanggup menerangkan secara jelas tentang pengetahuan
pendukung yang dibutuhkan oleh peserta pelatihan untuk melakukan
pekerjaan mereka secara tepat#
'pakah anda menyadari ruang (ingkupan situasi industri dimana kompetensi
ini mungkin diterapkan#
'pakah anda menyadari tentang bahasa, kemampuan membaca dan menulis
serta keterampilan memahami dan menggunakan matematika peserta
pelatihan yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan kompetensi dalam
standar kompetensi ini #
'pakah anda menyadari tentang kemampuan membaca gambar peserta
pelatihan yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan kompetensi dalam
standar kompetensi ini #
Sudahkah anda pertimbangkan isu*isu yang .ajar dan dapat diterima dalam
merencanakan penyampaian program pelatihan ini#
Strate<i Pen9ajian
/ariasi kegiatan pelatihan yang disarankan untuk penyampaian kompetensi ini meliputi 9
pengajaran < tatap muka =
tugas*tugas praktik
melalui media <8ideo, re!erensi, dll =
kerja kelompok
kunjungan: kerja industri
Pelatih harus memilih strategi pelatihan yang (ayak untuk kompetensi yang sedang
diberikan, baik situasi maupun kebutuhan pesertanya. 5ontohnya, jika praktik industri atau
magang tidak memungkinkan, beragam simulasi, demonstrasi dan penggunaan multi media
mungkin cukup memadai.
Alat Bantu 9an< Dibutuhkan untuk 3en9ajikan Kompetensi Ini
4uang kelas atau ruang belajar memenuhi syarat minimum untuk penyampaian teori kepada
peserta pelatihan, papan tulis, >3P dan kelengkapannya, flip chart dan kelengkapannya,
dan alat*alat lain yang diperlukan.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page &
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab $ 'rahan Bagi Pelatih
Peraturan
Perhatikan peraturan*peraturan atau hukum yang rele8an serta panduan yang dapat
mempengaruhi kegiatan anda, dan yakinkan bah.a peserta pelatihan anda mengikutinya.
Sumbersumber untuk 3endapatkan Informasi %ambahan
Sumber*sumber in!ormasi meliputi beberapa kategori berikut ini 9
Sumber bacaan 9an< dapat di<unakan :
+udul9 Sheet Metal Technologi
Pengarang9 BudCik, 4ichard s.
Penerbit9 Bobbs*Merrill @ducation Publishing (ndianapolis
%ahun %erbit9 1102
+udul9 Fabrication Techniques
Pengarang9 epartement o! @ducation and %raining
%'D@ * ?SE
Penerbit9 Manu!acturing and @ngineering @ducation Ser8ices
e8ision
Southern Sydney (nstitute ?SE
%ahun %erbit9 111-
+udul9 Kerja Pelat 1
Pengarang9 rs. 4iCal Sani
Penerbit9 PPPB %eknologi Bandung
%ahun %erbit9 111-
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page )
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 6 Standar Kompetensi
BAB 1 S%A'DA) K23P&%&'SI
alam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan dapat menjadi panduan bagi
peserta pelatihan atau peserta untuk dapat 9
mengidenti!ikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan
mengidenti!ikasikan apa yang telah dikerjakan peserta pelatihan
memeriksa kemajuan peserta pelatihan
meyakinkan bah.a semua elemen < Sub*Kompetensi = dan kriteria unjuk
kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.
6udul Unit
%eknik Dabrikasi*1
Deskripsi Unit
,nit ini merupakan unit dasar yang bertujuan untuk mempersiapkan seorang teknisi di
bidang !abrikasi logam agar memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja tentang
persiapan pekerjaan !abrikasi, penggunaan alat*alat potong, bahan*bahan !abrikasi dan
metode*metode penyambungan serta mesin*mesin yang digunakan pada pekerjaan
!abrikasi serta penerapannya di industri.
Kemampuan A?al
Menggambar %eknik Mesin
Peralatan %angan dan Mesin*mesin 4ingan
Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja
Sub Kompetensi / Elemen Kriteria Unjuk Kerja
1.0 Menjelaskan proses-
proses persiapan
perjaan fabrikasi .
1.1 ,rutan proses produksi dan keterampilan*keterampilan yang
diperlukan untuk pekerjaan !abrikasi dijelaskan.
1.$ Proses*proses persiapan pekerjaan !abrikasi dan
penggunaan alat*alatnya dijelaskan dan diterapkan.
2.0 Menjelaskan an
!enggunakan alat-alat
potong "ang igunakan
paa pekerjaan
fabrikasi.
$.1 Penggunaan dan pemilihan daun gergaji tangan serta
keselamatan penggunaannya diuraikan.
$.$ Penggunaan macam*macam gunting serta keselamatan
penggunaannya diuraikan dan diterapkan.
$.6 Penggunaan macam*macam kikir dan pahat serta
keselamatan penggunaannya diuraikan.
#.0 Menjelaskan bahan-
bahan "ang ipakai
paa pekerjaan
fabrikasi.
6.1 Macam*macam bahan: logam ferro dan non-ferro
diidenti!ikasi
6.$ Spesi!ikasi dan penggunaan bahan untuk pekerjaan !abrikasi
dijelaskan.
$.0 Menjelaskan an
!enerapkan !etoe-
!etoe pen"a!bungan
paa pekerjaan
7.1 Metode*metode penyambungan pada pekerjaan !abrikasi
logam dijelaskan.
7.$ %eknik*teknik penyambungan yang rele8an dengan
pekerjaan !abrikasi logam didemonstrasikan dan diterapkan.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page -
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 6 Standar Kompetensi
Sub Kompetensi / Elemen Kriteria Unjuk Kerja
fabrikasi.
%.0 Menjelaskan an
!enerapkan
penggunaan !esin-
!esin "ang ipakai
paa pekerjaan
fabrikasi.
&.1 Mesin*mesin yang digunakan pada pekerjaan !abrikasi
logam diidenti!ikasi dan dijelaskan.
&.$ Pengoperasian mesin*mesin yang rele8an dengan pekerjaan
!abrikasi logam didemonstrasikan dan diterapkan.
>ariabel
,nit ini bermaksud memberikan pengetahuan, sikap kerja serta keterampilan untuk
keahlian teknik !abrikasi .
a. Sasarannya adalah berbagai produk !abrikasi yang secara luas digunakan di
bengkel pada industri*industri manu!aktur di linkungan Pulau Batam dan
Bintan serta (ndonesia umumnya.
b. Penekanan dari unit ini adalah hal*hal yang mendasari pengetahuan dan
keterampilan tentang penggunaan berbagai alat dan mesin untuk keperluan
pekerjaan !abrikasi di dunia industri: manu!aktur.
c. Pelatihan dapat dilaksanakan di ruang kelas dan: atau bengkel atau di industri
: lembaga diklat yang rele8an dengan persyaratan ;
%ersedia ruang kelas dan bengkel kerja pelat dan ruang guru yang
sebaiknya saling berdekatan.
%ersedia alat*alat tangan dan mesin*mesin !abrikasi.
%ersedia sumber*sumber belajar dan media pembelajaran.
"ingkungan belajar yang sehat dan aman dengan 8entilasi: sirkulasi udara
yang memadai.
Pencahayaan yang cukup.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 0
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 6 Standar Kompetensi
Pen<etahuan dan Keterampilan Pokok
Pokok*pokok pengetahuan dan keterampilan yang harus dinilai penguasaan dan
penampilannya adalah sebagai berikut 9
Prosesproses persiapan pekerjaan fabrikasi :
* membaca gambar teknik
* merancang pekerjaan
* menghitung penggunaan bahan
* menerapkan teknik*teknik melukis: menandai
* membuat pola: mal
Penerapan@ latihan membuat pola
Alatalat poton< :
* gergaji tangan
* gunting
* kikir
* pahat
Penerapan @ latihan pen<<unaan alatalat poton<
Bahanbahan fabrikasi :
* ferro
* non ferro
Spesifikasi dan pen<<unaan bahan
3etodemetode pen9ambun<an :
* sambungan keling
* sambungan sekrup
* self tapping dan self rilling
* sambungan baut*mur
* sambungan lipat
* sambungan las
Penerapan@ latihan pe9ambun<an
3esinmesin fabrikasi :
* mesin potong < guillotine =
* mesin pelubang dan potong uni8ersal
* mesin nibler
- gergaji bundar dan grinda potong
- gergaji mesin
* mesin pres
* mesin bor
* mesin lipat
* mesin rol
Penerapan@ latihan pen<operasian mesinmesin fabrikasi
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 1
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 6 Standar Kompetensi
Konteks Penilaian
,nit ini dapat dilakukan penilaiannya oleh lembaga pelatihan, asosiasi atau industri
tempat bekerja. Penilaian seharusnya meliputi penilaian pokok*pokok pengetahuan dan
keterampilan serta penilaian kemampuan unjuk kerja dengan beberapa metoda
penilaian.
Aspek Pentin< Penilaian
Dokus penilaian unit ini akan tergantung pada kebutuhan sektor industri yang mencakup
dalam program pelatihan, yaitu 9
'danya integrasi antara teori*praktik.
Penekanan pelatihan adalah pemahaman secara utuh terhadap materi
serta pengaplikasiannya dalam pekerjaan pelat.
Metode*metode penilain sebaiknya terdiri dari proses dan penerapan.
'plikasi seharusnya berhubungan dengan kegiatan penganalisaan suaru
pekerjaan konstruksi las dan !abrikasi logam.
Keterkaitan den<an Unit 0ain
,nit ini merupakan unit dasar yang membekali pengetahuan untuk memudahkan
pemahaman pada unit*unit lain atau yang akan dipelajari pada tingkat berikutnya.
Kondisi unjuk kerja akan membantu memenuhi maksud ini. Sedangkan untuk
penyelenggaraan pelatihan bagi industri yang khusus, perlu diupayakan pelatihan khusus
juga agar apa yang dibutuhkan industri tersebut dapat dipenuhi.
Kompetensi Kunci 9an< akan Didemonstrasikan dalam Unit Ini
Kompetensi Umum dalam Unit Ini %in<kat Kompetensi Umum dalam Unit Ini %in<kat
Mengumpulkan, Mengelola dan
Menganalisa (n!ormasi
1 Menggunakan (de*ide dan %eknik
Matematika
$
Mengkomunikasikan (de*ide dan
(n!orrnasi
1 Memecahkan Masalah $
Merencanakan dan Mengorganisir
'kti!itas*akti!itas
$ Menggunakan %eknologi 1
Bekerja dengan >rang "ain dan
Kelompok
$
%in<kat Kemampuan 9an< /arus Ditunjukkan dalam 3en<uasai
Kompetensi ini
%in<kat Karakteristik
1 Melakukan tugas*tugas rutin berdasarkan prosedur yang baku dan tunduk pada
pemeriksaan kemajuannya oleh super8isor.
$ Melakukan tugas*tugas yang (ebih luas dan lebih kompleks dengan peningkatan
kemampuan untuk pekeijaan yang dilakukan secara otonom. Super8isor melakukan
pengecekan*pengecekan atas penyelesaian pekerjaan.
6 Melakukan akti!itas*akti!itas yang kompleks dan non*rutin, yang diatur sendiri dan
bertanggung ja.ab atas pekerjaan orang lain.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 12
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian ' 4encana Materi
BAB 4 S%)A%&-I P&'5A6IA'
A )encana 3ateri
Catatan: 1. Penyajian bahan, pengajar, peserta dan penilai harus yakin dapat memenuhi seluruh rincian yang tertuang dalam standar
kompetensi.
$. (si perencanaan merupakan kaitan antara kriteria unjuk kerja dengan pokok*pokok keterampilan dan pengetahuan .
&lemen Kriteria Unjuk Kerja %opik Pelatihan Ke<iatan %ampilan
1.0 Menjelaskan proses-proses
persiapan perjaan fabrikasi .
1.1 ,rutan proses produksi dan
keterampilan*keterampilan yang
diperlukan untuk pekerjaan
!abrikasi dijelaskan.
1.$ Proses*proses persiapan
pekerjaan !abrikasi dan
penggunaan alat*alatnya
dijelaskan dan diterapkan.
Prosesproses persiapan
pekerjaan fabrikasi :
* membaca gambar teknik
* merancang pekerjaan
* menghitung penggunaan bahan
* menerapkan teknik*teknik melukis:
menandai
* membuat pola: mal
Penerapan@ latihan membuat pola
Penyajian
%anya*ja.ab
"atihan
3andout
>3%
%ugas
2.0 Menjelaskan an !enggunakan
alat-alat potong "ang igunakan
paa pekerjaan fabrikasi.
$.1 Penggunaan dan pemilihan daun
gergaji tangan serta
keselamatan penggunaannya
diuraikan.
$.$ Penggunaan macam*macam
gunting serta keselamatan
penggunaannya diuraikan dan
diterapkan.
$.6 Penggunaan macam*macam
kikir dan pahat serta
keselamatan penggunaannya
diuraikan.
Pen<<unaan alatalat poton< :
* gergaji tangan
* gunting
* kikir
* pahat
Penerapan @ latihan pen<<unaan
alatalat poton<
Penyajian
%anya ja.ab
emonstrasi
"atihan
3andout
>3%
%ugas
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 11
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian ' 4encana Materi
&lemen Kriteria Unjuk Kerja %opik Pelatihan Ke<iatan %ampilan
#.0 Menjelaskan bahan-bahan "ang
ipakai paa pekerjaan
fabrikasi.
6.1 Macam*macam bahan: logam
ferro dan non-ferro diidenti!ikasi
6.$ Spesi!ikasi dan penggunaan
bahan untuk pekerjaan !abrikasi
dijelaskan.
Bahanbahan fabrikasi :
* ferro
* non ferro
Spesifikasi dan pen<<unaan
bahan
Penyajian
%anya ja.ab
iskusi
3andout
>3%
$.0 Menjelaskan an !enerapkan
!etoe-!etoe pen"a!bungan
paa pekerjaan fabrikasi.
7.1 Metode*metode penyambungan
pada pekerjaan !abrikasi logam
dijelaskan.
7.$ %eknik*teknik penyambungan
yang rele8an dengan pekerjaan
!abrikasi logam
didemonstrasikan dan
diterapkan.
3etodemetode pen9ambun<an :
* sambungan keling
* sambungan sekrup
* self tapping dan self rilling
* sambungan baut*mur
* sambungan lipat
* sambungan las
Penerapan@ latihan pe9ambun<an
Penyajian
%anya ja.ab i
emonstras
"atihan
3andout
>3%
%ugas
%.0 Menjelaskan an !enerapkan
penggunaan !esin-!esin "ang
ipakai paa pekerjaan
fabrikasi.
&.1 Mesin*mesin yang digunakan
pada pekerjaan !abrikasi logam
diidenti!ikasi dan dijelaskan.
&.$ Pengoperasian mesin*mesin
yang rele8an dengan pekerjaan
!abrikasi logam
didemonstrasikan dan
diterapkan.
3esinmesin fabrikasi :
* mesin potong < guillotine =
* mesin pelubang dan potong
uni8ersal
* mesin nibler
- gergaji bundar dan grinda potong
- gergaji mesin
* mesin pres
* mesin bor
* mesin lipat
Penerapan@ latihan pen<operasian
mesinmesin fabrikasi
Penyajian
%anya ja.ab i
emonstras
"atihan
3andout
>3%
%ugas
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 1$
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian B 5ara Mengajarkan Standar Kompetensi
B Cara 3en<ajarkan Standar Kompetensi
Sesi ini menunjukkan hand*out, tugas : praktik dan transparansi yang cocok:sesuai dengan standar kompetensi.
Keterampilan: pen<etahuan dan sikap
seperti apakah 9an< sa9a in<inkan untuk
dimiliki peserta.=
Ba<aimana sa9a akan men9ampaikan pen<etahuan: keterampilan dan sikap kepada
peserta=
1.1 ,rutan proses produksi dan keterampilan*
keterampilan yang diperlukan untuk
pekerjaan !abrikasi dijelaskan.
Pelatih: instruktor menjelaskan tentang urutan proses produksi dan keterampilan*
keterampilan yang diperlukan untuk pekerjaan !abrikasi, mulai dari membaca gambar
teknik sampai dengan membuat pola..
/2 $
2/% * s.d. A
1.$ Proses*proses persiapan pekerjaan
!abrikasi dan penggunaan alat*alatnya
dijelaskan dan diterapkan.
Pelatih: instruktor menerangkan dan memberi tugas*tugas tentang proses*proses
persiapan pekerjaan !abrikasi dan penggunaan alat*alatnya, a.l. 9 aplikasi gambar
konstruksi dan membuat pola.
/2 $ s.d. B
%u<as * ; $
2/% * s.d. A
$.1 Penggunaan dan pemilihan daun gergaji
tangan serta keselamatan penggunaannya
diuraikan.
Pelatih: instruktor menerangkan, mendemonstrasikan dan memberi tugas tentang
penggunaan dan pemilihan daun gergaji tangan serta keselamatan penggunaannya.
/2 *! s.d. **
%u<as 4 s.d. A
2/% "
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 16
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian B 5ara Mengajarkan Standar Kompetensi
Keterampilan: pen<etahuan dan sikap
seperti apakah 9an< sa9a in<inkan untuk
dimiliki peserta.=
Ba<aimana sa9a akan men9ampaikan pen<etahuan: keterampilan dan sikap kepada
peserta=
$.$ Penggunaan macam*macam gunting
serta keselamatan penggunaannya
diuraikan dan diterapkan.
Pelatih: instruktor menerangkan, mendemonstrasikan dan memberi tugas tentang
penggunaan macam*macam gunting serta keselamatan penggunaannya
/2 ** s.d. *1
%u<as 4
2/% "
$.6 Penggunaan macam*macam kikir dan
pahat serta keselamatan penggunaannya
diuraikan.
Pelatih: instruktor menjelaskan tentang penggunaan macam*macam kikir dan pahat serta
keselamatan penggunaannya
/2 *1 s.d. *#
%u<as 1 s.d. A
2/% "
6.1 Macam*macam bahan: logam ferro dan
non-ferro diidenti!ikasi
Pelatih: instruktor menerangkan tentang macam*macam bahan: logam ferro dan non-ferro
yang dipakai pada pekerjaan !abrikasi.
/2 *A
2/% 7
6.$ Spesi!ikasi dan penggunaan bahan untuk
pekerjaan !abrikasi dijelaskan.
Pelatih: instruktor menerangkan tentang spesi!ikasi dan penggunaan bahan untuk
pekerjaan !abrikasi.
/2 *A s.d *7
2/% 7 ; B
7.1 Metode*metode penyambungan pada Pelatih: instruktor menerangkan tentang berbagai metode penyambungan pada pekerjaan
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 17
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian B 5ara Mengajarkan Standar Kompetensi
Keterampilan: pen<etahuan dan sikap
seperti apakah 9an< sa9a in<inkan untuk
dimiliki peserta.=
Ba<aimana sa9a akan men9ampaikan pen<etahuan: keterampilan dan sikap kepada
peserta=
pekerjaan !abrikasi logam dijelaskan. !abrikasi logam.
/2 *B s.d. $1
2/% *!
7.$ %eknik*teknik penyambungan yang
rele8an dengan pekerjaan !abrikasi logam
didemonstrasikan dan diterapkan.
Pelatih: instruktor mendemonstrasikan dan memberi tugas*tugas tentang aplikasi
penggunaan sambungan pada pekerjaan !abrikasi logam.
%u<as 1 s.d. A
&.1 Mesin*mesin yang digunakan pada
pekerjaan !abrikasi logam diidenti!ikasi
dan dijelaskan.
Pelatih: instruktor menerangkan tentang mesin*mesin yang digunakan pada pekerjaan
!abrikasi logam.
/2 $4 s.d. 1$
2/% ** s.d. *A
&.$ Pengoperasian mesin*mesin yang rele8an
dengan pekerjaan !abrikasi logam
didemonstrasikan dan diterapkan.
Pelatih: instruktor mendemonstrasikan dan memberi tugas*tugas tentang pengoperasian
mesin*mesin yang rele8an dengan pekerjaan !abrikasi logam
%u<as 1 s.d. A
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 1&
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian 5 Materi Pendukung untuk Pelatih
C 3ateri Pendukun< untuk Pelatih
Materi pendukung bagi guru dibagi dalam tiga hal, yaitu9
1. 0embar Informasi &'anout( 9 Merupakan pegangan peserta pelatihan yang
berisi materi:teori penunjang dan in!ormasi yang sesuai dengan kriteria unjuk
kerja yang melingkupinya.
$. %u<as 9 Merupakan latihan keterampilan praktik yang harus dicapai
berkenaan dengan kemampuan yang sesuai dengan rincian kompetensi pada
deskripsi unit.
6. %ransparansi &)*erhea Transparanc" +)'T( 9 (sinya melingkupi setiap
kriteria unjuk kerja yang dilengkapi dengan pokok*pokok sajian dan: atau
gambar*gambar yang diperlukan untuk penyampaian materi.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 1)
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
Lembar nformasi
/2 *
%&K'IK (AB)IKASI*
+Fabrication Technique-1,
BSDC!"#$
'ama Peserta : CCCCCCCC
'o. Identitas : CCC..C
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 1-
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
/2 $
*. P)2S&SP)2S&S P&)SIAPA' P&K&)6AA' (AB)IKASI
Pada industri !abrikasi logam, baik pekerjaan !abrikasi ringan ataupun pekerjaan !abrikasi
berat <light an hea*" fabrication= secara umum adalah sama, di mana jenis bahan, alat*alat
tangan dan mesin*mesin yang digunakan relati! sama. ?amun demikian, perbedaan yang
spesi!ik dapat dilihat dari penggunaan bahan dan kapasitas: kemampuan mesin.
(ndustri yang melakukan pekerjaan !abrikasi ringan menggunakan bahan dengan ketebalan
sampai 6mm, sedang pada pekerjaan !abrikasi berat menggunakan tebal bahan di atas 6mm.
'dapun penggunaan mesin*mesin pada keduanya sepintas adalah sama, tetapi kapasitas
dan teknik*teknik pengaturannya berbeda.
'dapun proses*proses persiapan pekerjaan !abrikasi < produksi = dan keterampilan*
keterampilan yang dibutuhkan di industri*industri di bidang !abrikasi secara umum meliputi 9
Membaca gambar teknik
Merancang pekerjaan
Menghitung penggunaan bahan yang akan dipotong
Menerapkan teknik*teknik melukis: menandai
Membuat pola: mal
a! "embaca #ambar Te$ni$
Semua pekerjaan pada pekerjaan !abrikasi dimulai dari gambar. Bambar tersebut dapat
berupa gambar kerja lengkap ataupun hanya gambar sket saja yang mengin!ormasikan
segala sesuatu tentang pekerjaan yang akan dikerjakan, antara lain 9
imensi ukuran
+enis dan ukuran bahan serta bagian*bagian
Spesi!ikasi dan toleransi
Finishing
Standar gambar
Kemungkinan penggantian: perubahan gambar
b! "erancang Pe$er%aan
,ntuk mengerjakan suatu pekerjaan !abrikasi, hal*hal yang perlu dilakukan adalah sebagai
berikut 9
Membaca gambar kerja
Mengidenti!ikasi pekerjaan*pekerjaan yang akan dilakukan
Mengatur penggunaan perlengkapan kerja, alat*alat tangan dan bahan
Menentukan urutan pekerjaan
Membuat gambar kerja atau model
Membuat mal atau pola
/2 1
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 10
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
c! "enghitung Penggunaan &ahan 'ang a$an (ipotong
'da tiga metode yang dipakai dalam menghitung penggunaan bahan yang akan dipotong 9
,kuran keseluruhan atau ukuran luar
,kuran dalam
,kuran nominal
engan dasar, bah.a semua pekerjaan !abrikasi harus dibuat dengan mengacu pada
spesi!ikasi dan sesuai dengan toleransi yang ditentukan, maka harus diyakinkan hal*hal
berikut ini 9
Kesesuaian dengan disaian: gambar kerja
%iap*tiap bagian yang dikerjakan cocok satu sama lainnya secara akurat.
Kemudahan dalam memasang dan merakit.
Sedangkan pada spesi!ikasi pekerjaan, perlu dijelaskan tentang apa yang harus dikerjakan,
antara lain 9
Kualitas hasil pekerjaan yang dibutuhkan.
Kualitas pengecatan < jika perlu =
Kualitas pengelasan yang diperlukan
Pengujian yang diperlukan.
'dapun penerapan toleransi pada pekerjaan !abrikasi sangat beragam, sehingga harus
mengacu pada spesi!ikasi yang telah ditentukan. Sebagai contoh 9 jika ukuran akhir sebuah
komponen 10&2 mm dan toleransinya adalah 1mm, maka ukuran yang diperbolehkan
pada komponen tersebut adalah antara 1071 F 10&1 mm.
)! "enerap$an Te$ni$-te$ni$ "elu$is/ "enan)ai
Semua alat ukur yang digunakan dalam melukis atau menandai pada bahan harus alat*alat
ukur yang mempunyai akurasi tinggi dan sesuai dengan spesi!ikasi yang diminta. 3al ini
akan sangat berpengaruh terhadap hasil pengukuran itu sendiri dan hasil benda kerja
secara keseluruhan.
Pengaruh yang sama juga dapat terjadi karena penyimpangan: ketepatan < keakurasian =
dalam melukis garis sumbu, penggunaan siku pada sudut bahan atau dalam menentukan
garis dasar pengukuran, penempatan bahan atau komponen, penyimpangan pemotongan
dan lain*lain.
,ntuk menghindari kesalahan*kesalahan dalam menerapkan teknik*teknik melukis:
menandai, maka dapat diterapkan metode*metode pengukuran, antara lain adalah
pengukuran dengan satu patokan < atu! point = dan penerapan teknik*teknik konstruksi
geometris.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 11
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
/2 4
#ambar 1 * Contoh +pli$asi Pengu$uran
e! "embuat Pola/ "al
Pembuatan pola: mal pada pekerjaan !abrikasi sangat diperlukan untuk membuat berbagai
bentuk komponen. Penerapan teknik*teknik gambar bentangan digunakan, baik pada
!abrikasi ringan maupun pada !abrikasi berat. Metode*metode pembuatan gambar
bentangan yang biasa digunakan pada pekerjaan !abrikasi adalah 9
Metode garis paralel
Metode garis radial
Metode segi tiga.
< ,ebih lanjut tentang -a!bar .entangan apat ilihat+ipelajari paa /nit .S01-02%1=
'dapun penerapan pembuatan pola pada pekerjaan !abrikasi < benda kerja = adalah
dengan menggunakan alat*alat lukis: penanda yang sesuai dengan jenis bahan yang akan
dibuat.
*. Pen<<ores
a, Pen<<unaan pen<<ores :
Penggores adalah salah satu alat lukis garis untuk benda kerja: pelat yang hasil
goresannya bersi!at permanen.
Penggores
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page $2
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
/2 #
Pen<<unaan 9an< salah Pen<<unaan 9an< benar
#ambar , * Penggores )an Contoh Penggunaan
b, Keterbatasan pen<<unaan pen<<ores :
* Sulit terlihat, bila untuk pekerjaan pemotongan dengan gas.
* Perlu pengecatan ulang pada permukaan benda kerja, bila terjadi kesalahan garis.
* apat menimbul karat, .alaupun pada bahan berlapis stainless steel.
* 3anya disarankan untuk digunakan pada bahan ferro
$. Kapur %eknik + Engineers Chal$ ,
Kapur teknik adalah jenis kapur yang relati! keras dan dapat diruncing ulang serta hasil
goresannya bersi!at non*permanen < dapat dihapus =. 3ampir semua jenis bahan dapat
dilukis dengan kapur teknik ini, termasuk untuk garis potong pada pemotongan dengan
gas.
#ambar - * Kapur Te$ni$ )an Penggunaann'a
/2 A
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page $1
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
penggores
penggores penggores
bagian yang
runcing
ukuran
mistar baja
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
Keterbatasan pen<<unaan kapur teknik :
* %idak permanen < dapat terhapus se.aktu*.aktu =
* %erhapus oleh air
* Sulit terlihat pada beberapa bahan non-ferro.
1. Penitik
Penitik terbuat dari bahan baja perkakas yang sebelum dilakukan perlakuan panas
dibentuk: dibuat dengan mesin*mesin perkakas < mis. mesin bubut atau !rais = dengan
ukuran berkisar antara & F 16 mm dan bentuk penampang yang beragam, spt. bulat, segi
empat atau segi enam.
Pada pekerjaan !abrikasi, penitik dipakai untuk 9 menandai dan membuat titik pusat.
#ambar . * Peniti$
4. -aris Kapur
Baris kapur adalah salah satu cara cepat untuk membuat garis lurus yang panjang pada
bahan yang tidak dicat < berlapis = atau pada lantai.
5aranya adalah dengan mengikat: klem salah satu ujung benang yang telah diberi kapur
kemudian diangkat benang tersebut secara 8ertikal sebelum dilepas secara kejut. 3asil
garis akan terlihat pada bekat benturan benang.
#ambar / * Penggunaan #aris Kapur
/2 "
Keterbatasan pen<<unaan <aris kapur :
* %idak permanen < dapat terhapus se.aktu*.aktu =
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page $$
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
benang
siku
pengikat
gulungan
benang
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
* Baris yang terbentuk bisa lebar atau ganda
* Kurang akurat, jika kurang terlatih atau terlalu panjang
* 3anya dapat diterapkan pada bahan yang rata
* Sulit terlihat pada beberapa bahan non-ferro
Berikut ini adalah alat*alat yang dipergunakan untuk melukis pada benda kerja dan
membuat pola: mal 9
'A3A A0A% P&'--U'AA'
Mistar Baja Mengukur dan menarik garis
Mistar "ipat Mungukur dan memindahkan sudut
Mistar Bulung Mengukur benda kerja yang panjang dan
radius: lingkaran
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page $6
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
poros
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
/2 7
'A3A A0A% P&'--U'AA'
+angka Kaki * Melukis garis lengkung dan lingkaran
* Memindahkan ukuran dan sudut
* Melukis konstruksi geometrik
+angka %ongkat * Konstruksi dan lingkaran yang besar
* Memindahkan ukuran dan sudut
* Melukis konstruksi geometrik
Siku Blok Menyikukan benda kerja dan memeriksa
kerataan benda kerja serta menarik garis
siku.
Siku Pelat Menyikukan benda kerja dan menarik
garis siku.
/2 B
'A3A A0A% P&'--U'AA'
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page $7
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
pegangan
pegas
poros
baut pengatur
ujung jangka
yang dikeraskan
dan te!pere
baut pengikat
balok kayu
baut pengatur
penggores
sudut bilah
lurus dan
sejajar
sudut bilah lurus
dan sejajar
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
Siku Be8el Memindahkan sudut
Palu Konde * Membentuk paku keling
* Memukul < secara umum =
Palu Pen * Memukul < secara umum =
* Peregangan
Siku Kombinasi Melukis berbagai ukuran sudut dan
menentukan titik pusat suatu benda kerja
yang berpenampang bulat: linkaran.
Keselamatan $er%a pa)a penggunaan alat-alat untu$ mempola *
1. +aga agar alat*alat selalu dalam keadaan tajam
$. Buang bagian yang rusak pada kepala penitik dan pahat
6. +angan menyimpang penggores di dalam kantong
7. +angan meletakkan alat*alat di atas kursi: bangku tempat duduk
&. +aga agar tangkai paku selalu terpasang secara kuat.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page $&
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
baut pengatur
protractor
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
/2 *!
$. A0A%A0A% P2%2'-
Secara umum alat*alat potong pada pekerjaan !abrikasi ringan dan berat adalah sama, hanya
berbeda pada kapasitas atau kemampuannya saja.
a! #enga%i Tangan 0 1ac$sa2 3
Bergaji tangan digunakan untuk memotong benda*benda konstruksi logam kecil seperti
besi pro!il, pipa bulat atau segi empat dan besi plat.
#ambar 4 * #erga%i Tangan
Keselamatan kerja pada pen<<unaan <er<aji tan<an :
1. +angan menekan dan mendorong terlalu kuat karena akan menyebabkan patahnya
mata gergaji dan berbahaya.
$. Bunakan kaca mata untuk melindungi kalau mata gergaji patah
6. Banjal bahan yang dipotong supaya mata gergaji tidak terjepit.
7. 3ati*hati sisi bekas gergaji yang tajam
&. +angan menggosokkan tangan ke mata gergaji
Pemilihan daun <er<aji :
aun gergaji dibuat dalam berbagai ukuran dan jumlah rigi: gigi. Khusus untuk gergaji
tangan, ukuran gergaji ditentukan oleh berapa banyak gigi per inchi < $&,7 mm =. ,ntuk
pemakaian umum digunakan daun gergaji dengan jumlah 10 gigi per inchi.
3u!lah gigi per inchi & 2%4$ !! (
#ambar 5 * #igi #erga%i
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page $)
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
/2 **
'dapun penggunaan daun gergaji untuk bermacam*macam bahan adalah sbb 9
BA/A' BA/A'
*. Besi@ profil baja lunak :
igunakan 9 17 gigi: inchi
$. Baja perkakas pipa baja: besi siku:
iguinakan 9 10 gigi: inchi
1. %emba<a: kunin<an: pipa medium :
igunakan 9 $7 gigi: inchi
4. %emba<a: kunin<an: pipa medium :
igunakan 9 6$ gigi: inchi
b! #unting
Bunting adalah alat potong yang digunakan untuk memotong pelat, terutama pelat baja
lunak, seng, pelat lapis timah, pelat tembaga. %erbuat dari bahan baja tempa atau baja
perkakas; diperlukan terutama karena bentuk, konstruksi, posisi, serta kedudukan benda
kerja kadang*kadang tidak dapat dipotong menggunakan mesin potong.
Berbagai bentuk:tipe dari gunting yang kesemuanya bertujuan untuk lebih memudahkan
dan tidak melelahkan dalam pengerjaan. Secara umum gunting dibedakan atas dua !ungsi,
yaitu 9 untuk menggunting lurus dan menggunting lengkung.
,ntuk menggunting lurus digunakan gunting lurus, gunting kombinasi: uni8ersal,
sedangkan untuk menggunting lengkung diantaranya digunakan 9 gunting lingkaran dan
gunting dirgantara.
*. -untin< 0urus*
Bunting lurus digunakan untuk menggunting
lurus. Bunting ini mempunyai rahang lurus
yang panjangnya antara $ sampai 7GH,
sedangkan panjang seluruhnya adalah antara
- sampai 1& 6:7H.
Bunting lurus dalam penggunaannya dapat
digunakan dengan tangan kanan dan tangan
kiri.
#ambar 6 * #unting Lurus
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page $-
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
/2 *$
$. -untin< Kombinasi@ Universal
Bunting kombinasi mempunyai ukuran yang
sama dengan gunting lurus. Beda antara
gunting kombinasi dan gunting lurus adalah
pada penampang potongnya; kalau pada
gunting lurus berpenampang lurus, maka
pada gunting kombinasi berpenampang
sedikit lengkung <cur*a=. isamping itu juga
bisa digunakan untuk memotong bentuk*
bentuk yang tidak teratur.
#ambar 7 * #unting Kombinasi
1. -untin< 0in<karan@ 0en<kun<
Bunting lingkaran: lengkung digunakan
untuk pemotong lengkung, karena sisi
potongnya berbentuk lengkung. alam
pemakaiannya dapat digunakan dengan
tangan ataupun tangan kiri. ,kuran dari
gunting lingkaran ini adalah sama dengan
gunting lurus, yaitu panjang seluruhnya
adalah - sampai 1&IH dan rahang $ sampai
7 GH.
#ambar 18 * #unting Leng$ung
4. -untin< Dir<antara
Bunting dirgantara <a*iation atau airplane snip= terdiri atas tiga bentuk, yaitu 9 digunakan
dengan tangan kiri dan kanan serta lurus dengan panjangnya sekitar 12 inchi <$&2 mm=
dengan panjang rahang $ inchi. Sisi potong agak bergerigi dan dikeraskan, sehingga dapat
memotong pelat yang relati! tebal < 2,0 mm =
Membedakan antara gunting kanan dan kiri adalah dengan melihat sisi potong dan .arna
tangkainya. Sisi potong atas dari gunting kanan terletak sebelah kanan, demikian pula
sebaliknya; sisi potong atas gunting kiri terletak sebelah kiri.
Penggunaan gunting kanan adalah untuk pemotongan arah kiri, sedang gunting kiri adalah
untuk pemotongan arah kanan.
Tangan Kiri Tangan Kanan ,urus
#ambar 11 * #unting (irgantara
Keselamatan kerja bila men<<unakan <untin< :
1. Bunakan gunting sesuai kemampuan gunting. +angan memotong bukan pelat.
$. +aga agar hasil potongan < yang tajam = jauh dari tubuh
/2 *1
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page $0
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
6. +angan menggunakan mata potong gunting yang rusak, karena akan menyebabkan
hasil potong juga rusak.
7. +aga tangkai gunting < hanle = tidak menjepit tangan.
c! Ki$ir
Kikir terdapat beberapa jenis yang sesuai dengan hasil kekasaran permukaan yang
dihasilkan. Kikir kasar <bastar= digunakan untuk pengasaran, hasil pengikiran adalah
kasar. Kikir sedang <secoun cut= ini digunakan untuk pengiriman secara umum dan
menghasilkan permukaan cukup bagus. Sedangkan kikir halus <smooth atau dead= untuk
mendapat permukaan yang halus.
Kikir dibersihkan dengan menggunakan sikat baja <5ire brush=. engan cara
pembersihan harus searah dengan alur kikir.
#ambar 1, * Ki$ir
Keselamatan kerja bila men<<unakan kikir :
1. +angan menggunakan kikir yang tidak mempunyai tangkai
$. "akukan pengikiran dengan cara yang benar
6. 3ati*hati tangan jangan sampai terjepit dan tidak menyentuh bendah kerja
7. Berdirilah dengan sempurna
&. +angan mengikir secara terburu*buru
)! Pahat
'da 7 jenis mata pahat adalah 9
- 4ata :lebar <flat=
- 4ata pendek <crosscut=
- 4adius <roun nose=
- Berujung runcing <ia!on point=
*. Pahat )ata @ 0ebar + Flat ,
Pahat rata: lebar ini digunakan untuk membersihkan gerigi las, memahat alur dangkal,
membersihkan sisa pengerjaan dan memotong paku keling serta baut.
/2 *4
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page $1
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
ujung
tangkai
panjang kikir
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
#ambar 1- * Pahat Rata
$. Pahat )ata Pendek + Crosscut 3
Pahat rata pendek digunakan untuk memahat alur tegak lurus atau segi empat dan
membersihkan bahan pada bagian yang sempit.
#ambar 1. * Pahat Rata Pen)e$
1. Pahat )adius.
Pahat radius digunakan untuk memahat alur radius, memperbesar lubang dan
mensenterkan kembali lubang bor yang telah terlanjur tidak senter.
#ambar 1/ * Pahat Ra)ius
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 62
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
ujung potong
ujung potong
ujung potong
raius
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
/2 *#
4. Pahat Berujun< )uncin<@ (iamon) + (iamon) Point Chisel ,
Pahat ini digunakan untuk pemahatan pengerjaan akhir sudut bagian dalam, membuat
alur / pada retak rigi las yang perlu perbaikan dan membuat celah pada pelat dan pipa
supaya mudah dipatahkan.
#ambar 14 * Pahat (iamon)
Keselamatan kerja pada pen<<unaan pahat :
1. +angan gunakan pahat dengan kepala yang telah kembang: rusak
$. Pakai kaca mata bila sedang memahat.
6. Pastikan bah.a pahat diasah dengan benar.
7. Bunakan pahat yang sesuai dengan jenis pekerjaan
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 61
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
/2 *A
1. BA/A'BA/A' (AB)IKASI
Baik !abrikasi ringan ataupun !abrikasi berat, secara umum menggunakan bahan yang sama;
hanya berbeda bentuk dan ukurannya saja. Bahan*bahan !abrikasi dibagi atas dua jenis, yaitu
bahan metalik dan non*metalik. Bahan metalik terdiri dari dua kelompok, yakni 9 logam ferro
dan non*ferro. "ogam*logam ferro mengandung besi dan biasanya bersi!at magnetik dan
logam non*ferro tidak mengandung besi.
Sedangkan bahan non*metalik atau plastik secara umum adalah pol"*inilchlorie < P/5 =.
Berikut ini adalah bahan*bahan yang biasa dipakai pada pekerjaan !abrikasi dan
spesi!ikasinya 9
a! Logam Ferro )an 9on-Ferro
*. 0o<am Ferro :
Pelat baja hitam < hot rolle steel =
Pelat baja putih < col rolle steel =
Bahan gal8anis
Pelat seng
6eriscla
Pelat timah
Bahan tahan karat < Stainless steel =, dll
$. 0o<am 9on-Ferro :
'luminium
%embaga
Kuningan
Suasa < bron7e =
%imah hitam, dll
b! Spesifi$asi )an Penggunaan &ahan
alam perdagangan, bahan*bahan !abrikasi tersedia dalam beberapa spesi!ikasi < ukuran
dan pro!il: bentuk =, yaitu 9
Pelat tipis
Pelat tebal
Pelat strip atau batangan
Siku < besi siku =
Besi beton
Pipa: baja pro!il
*. Pelat %ipis + Sheetmetal ,
Pelat tipis biasanya tersedia dalam bentuk lembaran dan gulungan < rol = dengan ketebalan
antara 2,$& F 6,2 mm dan lebar antara 1&2 F 1&22 mm. ,ntuk pasar (ndonesia yang umum
tersedia adalah dengan lebar 122, 1222 dan 1$$2 mm.
/2 *"
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 6$
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
Pelat tipis yang diperdagangkan terdiri dari beberapa pilihan, di mana tersedia pelat tipis
tanpa lapis tahan karat dan berlapis tahan karat, yaitu 9
- "apis organik < P61 fil! = yang biasa disebut *eriscla
- "apis metalik < !etallic coatings =, antara lain 9 gal8anis < gal*abon =, 7incafor! dan
8inc-'i-Ten & 8'T=.
- "apis seng: aluminium, disebut 9 8incalu!e
- "apis seng: besi, disebut 9 8incanneal
- "apis timah hitam: putih, disebut 9 Terne
- 9lectro-8inc, disebut 9 8incseal
- 4ol dingin < col rolle =
- 4ol panas <hot rolle (
$. Pelat %ebal
Pelat tebal tersedia dengan ketebalan antara 6,2 F 102 mm dengan lebar yang ber8ariasi,
yaitu antara 122 mm F 6222 mm.
1. Pelat Strip@ Batan<an
Pelat strip tidak selebar pelat tipis : tebal, tetapi tersedia dengan sudut : sisi yang siku dan
ridius dengan lebar antara 12 F 622 mm serta tebal antara 6 F 1$ mm.
#ambar 15 * Pelat Strip
4. Besi Siku
Besi siku adalah baja pro!il yang dibentuk melalui proses pengerolan. alam perdagangan
tersedia besi siku dengan lebar kedua sisi siku yang sama dan ada yang tidak sama.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 66
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
tebal
bahan
panjang
lebar
lebar
panjang
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
/2 *7
#ambar 16 * &esi Si$u
#. Besi Beton + Roun) &ar ,
Besi beton dalam perdagangan dapat berupa ka.at sampai dengan batangan yang
berdiameter yang besar.
A. Pipa @ Baja Profil
Pipa : baja pro!il dibuat melalui proses rol dan tarik untuk dibentuk menjadi berpenampang
segi empat, segi panjang dan pipa bulat dengan panjang yang beragam, a.l 9 7 meter dan )
meter.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 67
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
lebar sisi
berbeda
lebar sisi
sama
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
/2 *B
4. 3&%2D&3&%2D& P&'5A3BU'-A'
3ampir semua pekerjaan: produk !abrikasi membutuhkan penerapan berbagai metode
penyambungan atau pengikatan: pengancingan. Pemilihan metode penyambungan tertsebut
ditentukan oleh beberapa !aktor, antara lain 9
Kualitas atau hasil akhir produk yang akan disambung
Kekuatan, !leksibelitas, kemudahan bongkar*pasang, ketahanan terhadap panas, dll
?ilai ekonomi pruduk itu sendiri, dampak lingkungan, dll
Kemungkinan penerapan penggunaan jenis*jenis sambungan, spt. las, baut*mur, dll.
+enis*jenis sambungan dan pengikatan yang banyak diterapkan pada pekerjaan !abrikasi
adalah sbb. 9
a! Sambungan Keling
Menyambung pelat dengan menggunakan paku keling < sambungan keling = masih banyak
digunakan pada konstruksi pelat tipis, karena dapat dilakukan dengan mudah dan relati!
kuat, .alaupun tidak begitu kedap.
+enis paku keling cukup beragam, sehingga dilakukan dengan cara atau alat yang beragam
pula, namun yang banyak dipakai pada pekerjaan !abrikasi adalah sbb 9
*. Ri:et set
Sambungan keling dengan menggunakan
ri*et set adalah dengan menggunakan paku
keling pejal yang terbuat dari bahan
aluminium, duraluminium, baja lunak, dll.
#ambar 17 * Pa$u Keling Pe%al
#ambar ,8 * Penggunaan Ri:et Set
$. Pen<elin< Pop + &lint Ri:eter,
#ambar ,1 * Pengeling Pop )an Pa$u Keling Pop
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 6&
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
(ahulu$an
$e)ua u%ung
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
/2 $!
Cara kerja pen<elin< pop :
%empatkan: masukkan paku keling pop ke lubang sambungan keling dan
pasangkan pengeling pop sampai rapat dengan permukaan paku kelin.
%ekan tuas pengeling pop beberapa kali sambil pengeling ditekan sampai paku
penariknya putus.
%arik tuas pengeling dan keluarkan paku penarik yang telah putus..
/2 $*
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 6)
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
b! Sambungan Se$rup
Sambungan sekrup pada pengerjaan !abrikasi digunakan secara luas, karena mudah
digunakan, dan dapat dibongkar*pasang serta dapat diganti jika rusak.
Sesuai dengan kebutuhan konstruksi maka sekrup telah dibuat dengan berbagai ukuran
dan bentuk. Berikut ini adalah macam*macam bentuk kepala sekrup yang dapat diperoleh
dipasaran: dalam perdagangan 9


#ambar ,,* &entu$-bentu$Kepala Se$rup
c! Self Tapping )an Self (rilling
Sekrup self tapping adalah salah satu jenis sekrup yang dapat mengulir sendiri sehingga
dapat mengikat secara cepat tanpa perlu ada persiapan ulir pada benda kerja yang akan
disambung, tapi cukup berupa lubang yang ukurannya maksimum sama dengan diameter
dalam ulir sekrup.
Sedang sekrup self rilling mempunyai ujung yang memungkinkan untuk membuat lubang
sebagai a.al penguliran dan kemudian dengan cara yang sama dengan self tapping dapat
mengulir sendiri.
#ambar ,- * Self Tapping )an Self (rilling
)! Sambungan &aut-"ur
Sambungan baut*mur digunakan secara luas untuk menyambung: mengikat pelat pada
pekerjaan !abrikasi logam dan lebih banyak dipakai pada konstruksi pelat tebal.
'dapun bentuk*bentuk baut yang tersedia dalam perdagangan untuk pekerjaan !abrikasi
adalah sbb 9
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 6-
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
/2 $$


#ambar ,. * &entu$-bentu$ &aut
e! Sambungan Lipat
Sambungan lipat hanya diterapkan pada konstruksi pelat yang relati! tipis ; dapat dikerjakan
secara manual, di mana hanya dengan menggunakan alat*alat tangan, seperti palu, perapat
< han groo*er = serta landasan atau dengan menggunakan mesin*mesin khusus untuk
sambungan lipat, misalnya untuk sambungan lipat pitttsburgh.
'da beberapa macam sambungan lipat, antara lain 9
/2 $1
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 60
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
*.
$. 1.
4.
#. A.
". 7. B.
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
Keterangan *
1. Sambungan lipat tunggal < groo*e sea! =
$. Sambungan lipat pitttsburgh
6. Sambungan lipat tegak
7. Sambungan lipat tegak ganda
&. Sambungan lipat sudut tunggal
). Sambungan lipat sudut < ganda =
-. Sambungan lipat kotak
0. Sambungan lipat sudut*bilah
1. Sambungan lipat bilah < slie sea! =
f! Sambungan Las
Semua proses las digunakan pada pekerjaan !abrikasi, terutama untuk pengerjaan !abrikasi
berat. Proses*proses las yang banyak dipakai adalah sbb 9
"as busur Manual < SM'E:MM'E =
"as >ksi*asetilin
"as M(B:M'B < BM'E = dan flu: core
"as %(B < B%'E =
"as Busur 4endam < S'E =
Khusus untu$ materi tentang las tersebut )i atas )ibahas pa)a unit-unit lain 'ang
rele:an!
"as %ahanan
Salah satu jenis las tahanan yang sering dipakai pada pekerjaan !abrikasi,
khususnya untuk !abrikasi ringan adalah 9 las titik < spot 5eling =, di mana jenis las
ini dapat bekerja secara cepat dan e!isien tanpa membutuhkan bahan tambah:
pengisi.
#ambar ,/ * Las Titi$
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 61
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
elektroda
elektroda
benda kerja
hasil las
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
/2 $4
#. 3&SI'3&SI' (AB)IKASI
a! "esin Potong 0 #uillotines 3
Mesin potong digunakan untuk memotong lurus pelat yang panjang khusunya untuk
pemotongan yang berulang*ulang. (ni dapat dilakukan karena pada belakang terdapat
pembatasan sehingga pemotongan akan selalu sama dan tidak perlu pengukuran setiap
kali pemotongan. Keuntungan penggunaan mesin potong ini adalah lebih cepat dan
presisi sedangkan kerugiannya keterbatasan panjang pemotongan sangat tergantung
pada ukuran mesin dan hanya dapat memotong pelat.
#ambar ,4 * "esin Potong
Keselamatan Kerja Pen<<unaan 3esin Poton<. :
1. +angan menjalankan mesin kalau ada orang di belakang mesin.
$. +aga tangan terhadap pisau potong dan klem bahan.
6. 3ati*hati terhadap hasil potong < yang tajam = atau tertimpa oleh pelat hang dipotong
7. +angan memasukkan bahan dari arah belakang
&. +angan mengoperasikan tanpa sekat pengaman.
). Pastikan lokasi tombol keadaan darurat.
b! "esin Pelubang )an Potong ;ni:ersal 0Punch an) Shear3
Mesin ini digunakan untuk pemotongan, pengguntingan, dan pelubang pelat, pro!il sudut,
besi batangan <segi empat, bulat atau bujur sangkar=. Mesin ini dapat bekerja secara
cepat, presisi dan akurat tetapi kemampuannya sangat terbatas sesuai dengan ukuran
dan kemampuan potong, tebal bahan dan hasilnya sedikit akan terjadi perubahan bentuk
pada pinggir pemotongan.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 72
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
/2 $#
#ambar ,5 * "esin Pelubang )an Potong ;ni:ersal
Keselamatan Kerja Pen<<unaan 3esin Peluban< dan Poton< Universal :
1. 3ati*hati jari tangan terhadap mata potong
$. 3ati*hati tangan terhadap sisi tajam bekas pemotongan
6. Jakinkan seluruh pelindung:pengaman terpasang dengan benar
c! "esin 9ibler
Mesin ini digunakan untuk memotong atau melubangi benda kerja pada posisi*posisi
yang sulit. Mesin ini dapat memotong lurus dan juga berliku*lliku
#ambar ,6 * "esin 9ibler
Keselamatan Kerja Pen<<unaan 3esin 9ibler *
1. Bunakan sarung tangan pada saat pengoperasian mesin
$. 3ati*hati tangan terhadap pisau potong .
6. +aga badan agar terhindar dari bekas pemotongan.
/2 $A
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 71
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
)! #erga%i &un)ar )an #rin)a Potong 0 Col) Cut-<ff Sa2
an) +brasi:e Cut-<ff Sa2 3
Bergaji bundar dengan mata potong gergaji ini berputar dengan kecepatan rendah.
Sedangkan dengan gerinda potong berputar dengan kecepatan tinggi. Kedua alat potong
iini digunakan untuk pemotongan ringan baik padat maupun berongga. Kemampuan
potong sangat terbatas tergantung pada posisi penjepitan benda kerja dan diameter mata
gergaji atau diameter batu gerinda.
#ambar ,7 * #erga%i &un)ar )an #rin)a Potong
Keselamatan Kerja Pen<<unaan -er<aji Bundar dan -rinda Poton< :
1. +aga penutup mata gergaji atau gerinda selalu pada posisinya
$. +angan terlalu kuat menekan pada saat penggergajian
6. Pakai pelindung telinga dan mata
7. Jakinkan bah.a benda kerja dijepit dengan kuat
&. +aga selalu tempat pemotongan bersih dari bekas pemotongan.
e! #erga%i "esin 0 Po2er 1ac$sa2s 3
Bergaji ini digunakan untuk memotong bahan padat: pejal atau pipa tebal < bahan
berongga =. Ealau kecepatan potongnya lebih lambat tetapi dapat memotong lebih besar
dari gergaji bundar.
#ambar -8 * #erga%i "esin
/2 $"
Keselamatan Kerja Pen<<unaan -er<a<i 3esin :
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 7$
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
1. Penjepitan benda kerja harus benar*benar kuat.
$. 3ati*hati tangan terhadap mata gergaji
6. 3ati*hati terhadap jatuhnya benda kerja hasil gergaji
f! #erga%i Pita =erti$al 0=ertical &an) sa23
Pada umumnya mesin ini digunakan untuk memotong aluminium dan pelat tipis; dapat
memotong lurus dan lengkung. (ni adalah mesin potong yang paling lambat dan mata
gergaji harus selalu disesuaikan dengan jenis yang dipotong.
#ambar -1 * #erga%i Pita =erti$al
Keselamatan Kerja Pen<<unaan -er<aji Pita >ertikal :
1. 3ati*hati tangan terhadap mata gergaji
$. Bunakan kayu untuk membantu mengarahkan benda kerja yang kecil dekat mata
gergaji.
6. Periksa ketegangan dan kondisi mata gergaji sebelum digunakan
7. Bunakan kacamata pengaman.
g! "esin Pres 0 Press &ra$e 3
Mesin pres ini digunakan untuk membengkokkan: menekuk pelat*pelat yang relati! tebal ,
membentuk radius, pelengkungan a.al sebelum dirol, dan pembentukan kerucut serta
pengerjaan sulit lainnya. Pengerjaan pembentukan silinder dan kerucut hanya setengah
bagian saja dan kemudian baru disambungkan.
Panjang langkah dapat disetel sehingga dalam pengepressan akan sama sehingga hasil
bengkokan: tekukan akan selalu sama.
/2 $7
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 76
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
#ambar -, * "esin Pres
Keselamatan Kerja Pen<<unaan 3esin Pres :
1. Dahami penggunaan mesin sebelum mengoperasikannya.
$. 3ati*hati tangan terhadap sepatu tekuk pada saat proses penekukan.
6. Sesuaikan tekanan mesin dengan tebal bahan dan ukuran: lebar /*blok < bening
bea! (.
h! "esin &or
*. Bor %an<an + Portable (rill ,
Bor ini digunakan untuk membuat lubang yang relati! kecil < maks. 16mm =, mengebor
arah samping, rea!er lubang untuk konstruksi baja dan pengerjaan pelat ringan.
Bor tangan ini dapat digerakkan dengan listrik atau udara bertekanan dan juga terdapat
tingkatan kecepatan, kejut dan putar balik. Bor dengan penggerak listrik dapat
dipasangkan dudukan magnit untuk menetapkan mesin bor pada permukaan logam yang
datar. Pemakanan bor tangan ini diatur secara manual.
#ambar -- * &or Tangan
/2 $B
$. 3esin Bor Ban<ku
Mesin bor bangku digunakan untuk mengebor lubang*lubang pada benda kerja kecil
misalnya pada pro!il sudut, pipa bulat dan segi empat serta pelat dengan ukuran yang
sesuai.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 77
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
ru!ah !otor
an belt
tuas penekan
kunci!beja
!eja
spinle
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
#ambar -. * "esin &or &ang$u
Kelemahan mesin bor ban<ku :
Besar benda kerja sangat terbatas
Besar lubang yang dibor terbatas oleh ukuran cekam bor dan batasan kecepatan
Pemakanan pengeboran harus dilakukan secara manual satu arah dan putaran juga
satu arah.
1. 3esin Bor )adial
Mesin bor ini digunakan untuk mengebor benda kerja yang lebih besar dari benda kerja
yang tidak dapat dibor pada mesin bor bangku.
Panjang langkah dapat dilakukan antara )22 mm sampai 6)22 mm. Kepala bor dapat
diturunkan dan dinaikkan sepanjang tiang penyangga dan dapat diputar 6)2
o
Posisi bor dapat terkunci dengan baik disegala posisi disepanjang tiang penyangga dan
bila diperlukan benda kerja dapat diikatkan dilantai. ,kuran mata bor dan batasan
kecepatan tersedia lebih banyak. Mesin ini dapat dimakankan secara manual atau
atomatis serta dapat bergerak mundur sehingga memungkin untuk melaksanakan
mengetap ulir pada lubang yang baru selesai di bor.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 7&
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
/2 1!
#ambar -/* "esin &or Ra)ial
Keselamatan Kerja Pen<<unaan 3esin Bor :
1. +angan memakai pakaian yang longgar pada saat mengebor.
$. Pakailah sepatu kerja dan kaca mata pengaman selama bekerja.
6. "indungi rambut dari putaran bor; jika berambut panjang, maka ikat rambut
kebelakang dan : atau pakailah topi pengaman.
7. Pasang mata bor dengan cukup kuat
&. Sesuaikan kecepatan potong bor dengan ukuran mata bor.
). Bunakan sikat untuk membersihkan KtatalL dari meja bor.
i! "esin Lipat
Penggunaan mesin lipat : tekuk pelat adalah untuk mempercepat suatu proses penekukan
dan untuk mencapai tingkat ketelitian tertentu. Sesuai dengan perkembangan ilmu dan
teknologi; mesin tekuk telah berkembang sedemikian rupa, mulai dari yang dioperasikan
secara manual sampai dengan yang dioperasikan secara otomatis. 'da tiga tipe mesin lipat
yang umum dipakai pada pekerjaan !abrikasi, yaitu 9
*. 3esin 0ipat Ban<ku@ %erbatas+ Bench @ Adjustable (older ,
Mesin lipat terbatas: bangku digunakan untuk melipat pelat*pelat tipis secara cepat dan
presisi. Mesin ini bekerja secara serentak antara menjepit benda kerja dan melipat. 5ocok
untuk pelipatan tunggal dan ganda, termasuk untuk membuat bentuk K , K.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 7)
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
/2 1*
#ambar -4 * "esin Te$u$ Terbatas
$. 3esin 0ipat Universal + Cramp Fol)er ,
Mesin lipat tipe ini mampu melipat antara 1 F $,7 meter dengan ketebalan 2,7 F $,2 mm
serta dengan sudut tekuk mencapai 16&.
#ambar -5 * "esin Te$u$ ;ni:ersal
1. 3esin %ekuk Kotak + BoD and Pan Brake ,
Prinsip penggunaan mesin lipat kotak relati! sama dengan mesin lipat uni8ersal. Mesin lipat
kotak mempunyai sepatu tekuk dengan berbagai ukuran dan dapat dipasang sesuai dengan
kebutuhan atau ukuran kotak yang akan dibuat.
#ambar -6 * "esin Te$u$ Kota$
/2 1$
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 7-
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian "embar (n!ormasi
%! "esin Rol
Mesin rol digunakan untuk mengerol silinder, kerucut, dan membentuk ka.at. 'da
beberapa tipe mesin rol yang digunakan pada pekerjaan !abrikasi, yaitu 9
Mesin rol bangku, yakni untuk mengerol pelat*pelat tipis dan untuk kerajinan:
membuat perhiasan.
Mesin rol standar < slip roller =, dipakai untuk penggunaan umum, spt. mengerol
pelat dan membentuk ka.at. Kemampuan mesin rol ini terbatas sampai dengan
ketebalan pelat 6 mm, karena mesin rol ini digerakkan secara manual <diputar
dengan tangan =
Mesin rol motor < listrik : po5er roller =, digunakan untuk mengerol pelat diatas
ketebalan 6 mm < sesuai kemampuan mesin =.
#ambar -7 * "esin Rol Stan)ar )an Po2er Roller
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 70
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
tuas pengatur
tekanan
tuas pelepas rol
baut pengatur pe!utar
kaki
Bab 7 Strategi Penyajian %ugas
Tugas
%u<as *
"enggambar Konstru$si #eometris
Petunjuk Umum :
1. Siapkan kertas gambar ukuran '7 serta alat*alat gambar, spt. mistar segi tiga, pensil,
dan jangka =
$. Buatlah gambar konstruksi geometris sesuai metode yang ditentukan dengan
penyimpangan maksimaum 2,& mm.
6. Periksakan tiap gambar yang dibuat kepada pembimbing: instruktor sebelum
melanjutkan ke gambar berikutnya.
7. Bertanyalah pada pembimbing jika ada teknik*teknik atau metode menggambar yang
kurang di!ahami !
0en<kapi <ambar sebelah kanan berdasarkan <ambar sebelah kiri 8
Latihan 1 * "embagi garis
"eto)e *
1. Buka jangka lebih dari setengah panjang 'B
$. ari titik ' dan B buat garis silang M dan J
6. 3ubungkan M dan J
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 71
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian %ugas
Latihan , * "embagi su)ut
"eto)e *
1. ari B sebagai titik pusat, buat garis @
$. ari titik @ dan D sebagai titik pusat, buat
garis silang D
6. 3ubungkan B dan D sehingga 'BD N 5BD
Latihan - * "embentu$ su)ut -8 )an 48
"eto)e *
1. ari ' sebagai titik pusat, buat radius 5
memotong 'B
$. ari titik 5 sebagai titik pusat dan radius '5
buat garis potong pada titik @
6. Buat garis D dengan memotong titik @, maka
D'B N )2
7. ,ntuk membuat sudut 62, bagi dua sudut
D'B seperti metode pada latihan $, maka
B'B dan B'D N 62,
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page &2
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian %ugas
Latihan . * "embuat su)ut 78
"eto)e *
1. ari > sebagai titik pusat, buat garis
lengkung yang berpotongan pada titik ' dan
B pada garis MJ
$. ari titik ' dan B sebagai titik pusat dan
radius >' atau >B, buat garis potong 5 dan

6. ari titik 5 dan , buat garis potong @.


7. %arik garis dari > melalui titik @, maka sudut
@>J dan @>M keduanya adalah 12
Latihan / * "embuat su)ut 78 men<<unakan perbandin<an se<i ti<a +1: 4: #,
"eto)e *
1. "ukis garis 'B dengan 7 bagian: unit yang
sama panjang.
$. ari titik ' sebagai titik pusat dan radius
satu unit, buat garis lengkung yang
berpotongan di titik M
6. ari titik ' sebagai titik pusat dan radius 6
unit, buat garis lengkung.
7. ari titik B sebagai titik pusat dan radius &
unit < BM =, buat garis lengkung yang
berpotongan pada titik 5.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page &1
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian %ugas
&. 3ubungkan titik 5 dan '.
%u<as $
"enggambar Pola
Petunjuk Umum :
1. Siapkan $ lembar pelat baja lunak ukuran 122 O 122 mm
$. "abur pelat tersebut dengan kapur atau cat tembok secara merata.
6. Siapkan alat*alat lukis pelat, spt. mistar baja, penggores, siku, dll.
7. "etakkan pelat di atas meja kerja sehingga memudahkan dalam melukis.
&. Kerjakan gambar secara benar dengan penyimpangan maksimum 2,& mm.
). Bertanyalah pada pembimbing jika ada teknik*teknik atau metode menggambar pola
yang kurang di!ahami !
Kerjakan <ambar<ambar berikut pada pelat 9an< telah disediakan 8
Latihan 1 * "embagi bi)ang
Latihan , * "embuat su)ut 78 )an ra)ius
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page &$
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian %ugas
Latihan - * "elu$is garis )an ling$aran
& 3ika pelat tiak !encukupi4 !aka labur ulang pelat "ang telah iperiksa (
a.
b.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page &6
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
tekuk arah
ba?ah B!
tekuk arah atas *1#
# D 1$
A D 1:#
A D 1:#
%ebal bahan E $mm
Bab 7 Strategi Penyajian %ugas
%u<as 1
"emotong> "ene$u$ )an "en'ambung
Petunjuk Umum :
1. Siapkan alat*alat: mesin kerja dan perlengkapan keselamatan kerja yang diperlukan.
$. Dahami gambar kerja sebelum memulai bekerja.
6. Pakailah alat*alat keselamatan kerja yang sesuai.
7. Bertanyalah pada pembimbing jika ada hal*hal yang kurang di!ahami !
-ambar Kerja :
0an<kah Kerja :
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page &7
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian %ugas
1. Potong dua buah bahan sesuai dengan gambar kerja dengan menggunakan mesin
potong < guillotine =
$. "ukis dan tandai bagian*bagian yang akan dilubang dan ditekuk dengan
menggunakan penggores dan penitik.
6. Bor kedua benda kerja dengan menggunakan bor tangan < portable =.
7. Bersihkan benda kerja dengan grinda dan: atau kikir.
&. %ekuk kedua benda kerja sesuai sudut dan arah tekukan yang ditentukan dengan
menggunakan mesin tekuk.
). Sambungkan kedua pelat dengan menggunakan paku keling pop < blin ri*et =
-. Periksakan hasil kerja pada pembimbing: instruktor.
0&3BA) P&'I0AIA' P)AK%IK
'2
ASP&K 5A'-
DI'I0AI
K)I%&)IA
Chec$list
)&K23&'DASI
0 %0
1.
$.
6.
7.
,kuran benda
kerja
3asil sambungan
keling
3asil tekukan
Kerapian
pekerjaan
* Sesuai dengan gambar
kerja, tol. . 2,&mm
* & dari ) paku keling tidak
rusak: pecah dan terpasang
lurus dan rapat.
* 12 dan 16&, 6
* %idak ada sisi yang tajam
* 12P permukaan pelat tidak
rusak
0 E 0ulus %0 E %idak 0ulus
Penilai:

(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page &&


Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
%ebal bahan E * mm
Bab 7 Strategi Penyajian %ugas
%u<as 4
"embuat Tempat Kertas
Petunjuk Umum :
1. Siapkan alat*alat: mesin kerja dan perlengkapan keselamatan kerja yang diperlukan.
$. Dahami gambar kerja sebelum memulai bekerja.
6. Pakailah alat*alat keselamatan kerja yang sesuai.
7. Bertanyalah pada pembimbing jika ada hal*hal yang kurang di!ahami !
-ambar Kerja :
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page &)
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian %ugas
Bentan<an :
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page &-
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Pelat *
Pelat $
) #!
Bab 7 Strategi Penyajian %ugas
0an<kah Kerja :
1. Potong dua buah bahan sesuai dengan gambar kerja dengan menggunakan mesin
potong < guillotine =
$. "ukislah kedua pelat tersebut sesuai gambar kerja .
6. Bentuk pelat 1 dengan menggunakan mesin coak < notcher = atau gergaji tangan:
gunting, kemudian haluskan dengan grinda dan kikir < 4 &2 =.
7. Buat lubang untuk sambungan keling pada pelat $ dengan dengan bor 6,& mm.
&. %ekuk pelat 1 dan $ menggunakan mesin lipat kotak.
). %entukan posisi pemasangan pelat $ pada pelat 1 dan tandai lubang sambungan
keling dengan menggunakan penitik.
-. Bor pelat 1 dengan diameter bor yang sama dengan pelat $.
0. Sambungkan kedua pelat dengan menggunakan paku keling pejal < aluminium =
kepala rata.
1. Periksakan hasil kerja pada pembimbing: instruktor.
0&3BA) P&'I0AIA' P)AK%IK
'2
ASP&K 5A'-
DI'I0AI
K)I%&)IA
Chec$list
)&K23&'DASI
0 %0
1.
$.
6.
7.
,kuran benda
kerja
3asil sambungan
keling
3asil tekukan
Kerapian
pekerjaan
* Sesuai dengan gambar
kerja, tol. . 2,&mm
* 11 dari 1$ paku keling tidak
rusak: pecah dan terpasang
lurus dan rapat.
* %ol. 6
* %idak ada sisi yang tajam
* 12P permukaan pelat tidak
rusak
0 E 0ulus %0 E %idak 0ulus
Penilai:

(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page &0


Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian %ugas
%u<as #
Sambungan &aut pa)a &esi Si$u
Petunjuk Umum :
1. Siapkan alat*alat: mesin kerja dan perlengkapan keselamatan kerja yang diperlukan.
$. Dahami gambar kerja sebelum memulai bekerja.
6. Pakailah alat*alat keselamatan kerja yang sesuai.
7. Bertanyalah pada pembimbing jika ada hal*hal yang kurang di!ahami !
-ambar Kerja :
0an<kah Kerja :
1. Potong dua buah besi siku ukuran 7& O 7& O 6 mm sesuai dengan gambar kerja
menggunakan gergaji tangan atau mesin gergaji < cut off sa5 =
$. %andai dan lubangi : bor ke dua benda kerja menggunakan bor 1 mm sesuai
gambar kerja.
6. Bersihkan benda kerja dengan menggunakan grinda dan kikir.
7. 4akit kedua benda kerja menggunakan baut M0 O 1) mm.
&. 4apikan benda kerja, dan serahkan kepada pembimbing: instruktor untuk diperiksa.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page &1
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian %ugas
0&3BA) P&'I0AIA' P)AK%IK
'2
ASP&K 5A'-
DI'I0AI
K)I%&)IA
Chec$list
)&K23&'DASI
0 %0
1.
$.
6.
7.
,kuran benda
kerja
"ubang bor
3asil sambungan
baut
Kerapian
pekerjaan
* Sesuai dengan gambar
kerja, tol. . 2,&mm
* Posisi lubang sesuai gambar
kerja , tol. . 2,&mm
* %erpasang lurus dan rapat.
* %idak ada sisi yang tajam
0 E 0ulus %0 E %idak 0ulus
Penilai:

(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page )2


Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian %ugas
%u<as A
"embuat Persambungan Su)ut pa)a &esi Si$u
Petunjuk Umum :
1. Siapkan alat*alat: mesin kerja dan perlengkapan keselamatan kerja yang diperlukan.
$. Dahami gambar kerja sebelum memulai bekerja.
6. Pakailah alat*alat keselamatan kerja yang sesuai.
7. Bertanyalah pada pembimbing jika ada hal*hal yang kurang di!ahami !
-ambar Kerja :
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page )1
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
*#!
*#!
4#
*47
4
#
Bab 7 Strategi Penyajian %ugas
-ambar Ba<ian :
Ba<. * :
Ba<. $ :
Ba<. 1 :
0an<kah Kerja :
1. Potong dua buah besi siku ukuran 7& O 7& O 6 mm sesuai dengan gambar kerja
<panjang 1&2 mm=
$. %andai sudut yang akan dipotong miring 7& < bagian 1 dan $ =
6. Potong kedua besi siku < sudut 7& = dengan menggunakan grinda potong < cut off
sa5 = atau dengan mesin gergaji secara cermat.
7. Potong pelat strip tebal 6 mm sesuai gambar kerja < ukuran 170 O 7& mm dengan
kedua ujung sudut 7& =.
&. Bersihkan hasil potongan dengan menggunakan grinda dan: atau kikir.
). 4akit konsrtruksi persambungan sudut besi siku < jika perlu boleh dilas catat dengan
menggunakan las busur manual atau BM'E =
-. 4apikan benda kerja, dan serahkan kepada pembimbing: instruktor untuk diperiksa.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page )$
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian %ugas
0&3BA) P&'I0AIA' P)AK%IK
'2
ASP&K 5A'-
DI'I0AI
K)I%&)IA
Chec$list
)&K23&'DASI
0 %0
1.
$.
6.
.
,kuran benda
kerja
Sudut potongan
Kerapian
pekerjaan
* Sesuai dengan gambar
kerja, tol. . 2,&mm
* 7&, tol. 1
* %idak ada sisi yang tajam
0 E 0ulus %0 E %idak 0ulus
Penilai:

(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page )6


Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian %ransparansi
2/% *
Transparansi
Persiapan (abrikasi
Dimensi ukuran
6enis dan ukuran bahan
serta ba<ianba<ian
Spesifikasi dan toleransi
Finishing
Standar <ambar
Kemun<kinan
pen<<antian@ perubahan
<ambar
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page )7
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
P)2S&S
3erancan< Pekerjaan :
3en<hitun< Bahan
3embaca -ambar
3embaca <ambar kerja
3en<identifikasi pekerjaan
pekerjaan 9an< akan dilakukan
3en<atur pen<<unaan
perlen<kapan kerja: alatalat
tan<an dan bahan
3enentukan urutan pekerjaan
3embuat <ambar kerja atau model
3embuat mal atau pola
Kesesuaian den<an disaian@
<ambar kerja
%iaptiap ba<ian 9an< dikerjakan
cocok satu sama lainn9a secara
akurat.
Kemudahan dalam memasan<
dan merakit.
3elukis@ 3enandai
Kesesuaian den<an disaian@
<ambar kerja
%iaptiap ba<ian 9an< dikerjakan
cocok satu sama lainn9a secara
akurat.
Kemudahan dalam memasan<
dan merakit.
)atum point
penerapan teknik
teknik konstruksi
<eometris.
3embuat Pola
3etode <aris paralel
3etode <aris radial
3etode se<i ti<a.
Bab 7 Strategi Penyajian %ransparansi
2/% $
Alat-alat untuk membuat Pola :
*. Pen<<ores :
Pen<<unaan 9an< salah Pen<<unaan 9an< benar
$. Kapur %eknik :
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page )&
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
penggores
penggores penggores
bagian yang
runcing
ukuran
mistar baja
Bab 7 Strategi Penyajian %ransparansi
2/% 1
1. Penitik :
4. -aris Kapur :
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page ))
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
benang
siku
pengikat
gulungan
benang
Bab 7 Strategi Penyajian %ransparansi
2/% 4
A0A%A0A% 0UKIS @ -A3BA) P20A
'A3A A0A% P&'--U'AA'
3istar Baja 3en<ukur dan menarik <aris
3istar 0ipat 3un<ukur dan memindahkan sudut
3istar -ulun< 3en<ukur benda kerja 9an< panjan<
dan radius@ lin<karan
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page )-
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
poros
Bab 7 Strategi Penyajian %ransparansi
2/% #
'A3A A0A% P&'--U'AA'
6an<ka Kaki 3elukis <aris len<kun< dan lin<karan
3emindahkan ukuran dan sudut
3elukis konstruksi <eometrik
6an<ka %on<kat Konstruksi dan lin<karan 9an< besar
3emindahkan ukuran dan sudut
3elukis konstruksi <eometrik
Siku Blok 3en9ikukan benda kerja dan
memeriksa kerataan benda kerja serta
menarik <aris siku.
Siku Pelat 3en9ikukan benda kerja dan menarik
<aris siku.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page )0
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
pegangan
pegas
poros
baut pengatur
ujung jangka
yang dikeraskan
dan te!pere
baut pengikat
balok kayu
baut pengatur
penggores
sudut bilah
lurus dan
sejajar
sudut bilah lurus
dan sejajar
Bab 7 Strategi Penyajian %ransparansi
2/% A
'A3A A0A% P&'--U'AA'
Siku Bevel 3emindahkan sudut
Palu Konde 3embentuk paku kelin<
3emukul + secara umum ,
Palu Pen 3emukul + secara umum ,
Pere<an<an
Siku Kombinasi 3elukis berba<ai ukuran sudut dan
menentukan titik pusat suatu benda
kerja 9an< berpenampan< bulat@
linkaran.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page )1
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
baut pengatur
protractor
Bab 7 Strategi Penyajian %ransparansi
2/% "
-&)-A6I
*. Besi@ profil baja lunak : Di<unakan : *4 <i<i@ inchi
$. Baja perkakas pipa baja: besi siku: Di<uinakan : *7 <i<i@
inchi
1. %emba<a: kunin<an: pipa medium : Di<unakan : $4 <i<i@ inchi
4. %emba<a: kunin<an: pipa medium : Di<unakan : 1$ <i<i@ inchi
-U'%I'-
1! #unting Lurus
,! #unting ;ni:ersal
-! #unting Leng$ung
.! #unting (irgantara
0 Tangan Kiri> Tangan Kanan> Lurus 3
KIKI)
PA/A%
)ata
Crosscut
)adius
(iamon)
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page -2
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
A0A%A0A%
P2%2'-
Bab 7 Strategi Penyajian %ransparansi
2/% 7
BA/A'BA/A' (AB)IKASI
Dalam perda<an<an bahanbahan fabrikasi
tersedia dalam beberapa spesifikasi + ukuran dan
profil@ bentuk ,: 9aitu :
*. Pelat tipis 9an< diperda<an<kan terdiri dari beberapa pilihan: di
mana tersedia pelat tipis tanpa lapis tahan karat dan berlapis
tahan karat: 9aitu :
- "apis organik < P61 fil! = yang biasa disebut *eriscla
- "apis metalik < !etallic coatings =, antara lain 9 gal8anis
<gal*abon=, 7incafor! dan 8inc-'i-Ten & 8'T=.
- "apis seng: aluminium, disebut 9 8incalu!e
- "apis seng: besi, disebut 9 8incanneal
- "apis timah hitam: putih, disebut 9 Terne
- 9lectro-8inc, disebut 9 8incseal
- 4ol dingin < col rolle =
- 4ol panas <hot rolle (
$. Pelat tebal tersedia den<an ketebalan antara 1:! F *7! mm
den<an lebar 9an< bervariasi: 9aitu antara B!! mm F 1!!!
mm.
1. Pelat strip tidak selebar pelat tipis @ tebal: tetapi tersedia
den<an sudut @ sisi 9an< siku dan ridius den<an lebar antara
*! F 1!! mm serta tebal antara 1 F *$ mm.
4. Besi Siku: dalam perda<an<an tersedia besi siku den<an
lebar kedua sisi siku 9an< sama dan ada 9an< tidak sama
#. Besi beton dalam perda<an<an dapat berupa ka?at sampai
den<an batan<an 9an< berdiameter 9an< besar.
A. Pipa @ baja profil dibuat melalui proses rol dan tarik untuk
dibentuk menjadi berpenampan< se<i empat: se<i panjan<
dan pipa bulat den<an panjan< 9an< bera<am: a.l : 4 meter
dan A meter.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page -1
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian %ransparansi
2/% B
Pelat Strip :
&esi Si$u :
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page -$
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
tebal
bahan
panjang
lebar
lebar
panjang
lebar sisi
berbeda
lebar sisi
sama
Bab 7 Strategi Penyajian %ransparansi
2/% *!
Sambun<an Kelin< :
- Ri:et set
- Pengeling Pop 0 &lint Ri:eter3
Sambun<an Sekrup:
- (apat )ibong$ar-pasang
- ;$uran ber:ariasi
Self %appin< ; Drillin<:
- (apat )ibong$ar-pasang
- "engulir sen)iri
- ;$uran ber:ariasi
Sambun<an 3urBaut :
- (apat )ibong$ar-pasang
- ;$uran ber:ariasi
Sambun<an 0ipat:
- Sambungan Lipat tunggal ?
- Sambungan Tega$
- Sambungan &ilah
- Sambungan Su)ut> )ll
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page -6
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
3&%2D&
P&'5A3BU'-A'



Bab 7 Strategi Penyajian %ransparansi
2/% **
3&SI'3&SI' (AB)IKASI
a! "esin Potong 0 #uillotines 3
b! "esin Pelubang )an Potong ;ni:ersal 0Punch an) Shear3
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page -7
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian %ransparansi
2/% *$
c! "esin 9ibler
)! #erga%i &un)ar )an #rin)a Potong 0 Col) Cut-
<ff Sa2 an) +brasi:e Cut-<ff Sa2 3
e! #erga%i "esin 0 Po2er 1ac$sa2s 3
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page -&
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian %ransparansi
2/% *1
f! #erga%i Pita =erti$al 0=ertical &an) sa23
g! "esin Pres 0 Press &ra$e 3
h! "esin &or
*. Bor %an<an + Portable (rill ,
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page -)
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian %ransparansi
2/% *4
$. 3esin Bor Ban<ku
1. 3esin Bor )adial
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page --
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
ru!ah !otor
an belt
tuas penekan
kunci!beja
!eja
spinle
Bab 7 Strategi Penyajian %ransparansi
2/% *#
i! "esin Lipat
*. 3esin 0ipat Ban<ku@ %erbatas+ Bench @ Adjustable (older ,
$. 3esin 0ipat Universal + Cramp Fol)er ,
1. 3esin %ekuk Kotak + BoD and Pan Brake ,
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page -0
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab 7 Strategi Penyajian %ransparansi
2/% *A
%! "esin Rol
*. Slip Roller
$! Po2er Roller
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page -1
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
tuas pengatur
tekanan
tuas pelepas rol
baut pengatur pe!utar
kaki
Bab & 5ara Menilai ,nit (ni
BAB # CA)A 3&'I0AI U'I% I'I
Apa 9an< Dimaksud den<an Penilaian =
Penilaian adalah proses pengumpulan bukti*bukti hasil ujian:pekerjaan dan pemberian nilai
atas kemajuan peserta pelatihan dalam mencapai kriteria unjuk kerja seperti yang
dimaksud dalam Standar Kompetensi. Bila pada nilai yang ditetapkan telah tercapai, maka
dinyatakan bah.a kompetensi sudah dicapai . Penilaian lebih untuk mengidenti!ikasi
pencapaian dan penguasaan kompetensi peserta pelatihan dari pada hanya untuk
membandingkan prestasi peserta terhadap peserta lain.
Apa 9an< Dimaksud den<an Kompeten=
%anyakan pada diri 'nda sendiri 9 KKemampuan kerja apa yang benar*benar dibutuhkan
oleh peserta pelatihanL#
+a.aban terhadap pertanyaan ini akan mengatakan kepada 'nda tentang apa yang kita
maksud dengan kata KkompetenL. ,ntuk menjadi kompeten dalam suatu pekerjaan yang
berkaitan dengan keterampilan berarti bah.a orang tersebut harus mampu untuk 9
menampilkan unjuk kerja pada le8el <tingkat= yang dapat diterima
mengorganisikan tugas*tugas yang dibutuhkan.
merespon dan bereaksi secara layak bila sesuatu salah
memenuhi suatu peranan dalam sesuatu rangkaian tugas*tugas pada
pekerjaan
mentrans!er:mengimplementasikan keterampilan dan pengetahuan pada
situasi baru.
Bila 'nda menilai kompetensi ini 'nda harus mempertimbangkan seluruh issue-issue di atas
untuk mencerminkan si!at kerja yang nyata .
Pen<akuan Kompetensi 9an< Dimiliki
Prinsip penilaian terpadu memberikan pengakuan terhadap kompetensi yang ada tanpa
memandang dari mana kompetensi tersebut diperoleh. Penilai mengakui bah.a indi8idu*
indi8idu dapat mencapai kompetensi dalam berbagai cara9
kuali!ikasi terdahulu
belajar secara in!ormal.
Pengakuan terhadap kompetensi yang ada dengan mengumpulkan bukti*bukti kemampuan
untuk dinilai apakah seseorang telah memenuhi standar kompetensi, baik memenuhi
standar kompetensi untuk suatu pekerjaan maupun untuk kuali!ikasi !ormal.
Kualifikasi Penilai
alam kondisi (ingkungan kerja, seorang peni(ai industri yang diakui akan menentukan
apakah seorang pekerja mampu melakukan tugas yang terdapat dalam unit kompetensi ini .
,ntuk menilai unit ini mungkin 'nda akan memilih metode yang dita.arkan dalam pedoman
ini, atau mengembangkan metode 'nda sendiri untuk melakukan penilaian. Para penilai
harus memperhatikan petunjuk penilaian dalam standar kompetensi sebelum memutuskan
metode penilaian yang akan dipakai.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 02
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab & 5ara Menilai ,nit (ni
Ujian 9an< Disarankan
Umum
,nit Kompetensi ini, secara umum mengikuti !ormat berikut9
<a= Menampilkan pokok pengetahuan untuk setiap sub*kompetensi:kriteria unjuk
kerja.
<b= Berhubungan dengan sesi tugas untuk memperkuat teori
3al ini penting sekali, di mana peserta dinilai <penilaian !ormati!= pada setiap elemen
kompetensi. Mereka tidak boleh melanjutkan unit berikutnya sebelum mereka benar*benar
menguasai <kompeten= pada materi yang sedang dilatihkan .
Sebagai patokan disini seharusnya paling sedikit satu penilaian tugas untuk pengetahuan
pokok pada setiap elemen kompetensi. Setiap sesi tugas seharusnya dinilai secara indi8idu
untuk tiap Sub*Kompetensi.
%es pengetahuan pokok biasanya digunakan tes obyekti!. Sebagai contoh, pilihan ganda,
komparasi, mengisi:melengkapi kalimat. %es essay dapat juga digunakan dengan soal*soal
atau pertanyaan yang rele8an dengan unit ini.
Penilaian untuk unit ini, berdasar pada dua hal yaitu9
pengetahuan dan keterampilan pokok
hubungan dengan tugas.
,ntuk penilaian unit K Te$ni$ Fabri$asi-1 K disarankan hal*hal sebagai berikut 99
Penilaian Pen<etahuan Pokok
Penilaian %eori
Elemen 1 * Proses-proses Persiapan Pe$er%aan Fabri$asi
%es berdasarkan pada soal*soal berikut 9
@a2ablah pertan'an-pertan'an beri$ut secara sing$at )an tepat A
1. %uliskan minimum 7 keterampilan yang perlu dikuasai seseoramg yang bekerja di
bidang !abrikasi.
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQ
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQ
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQ
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQ
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQ
$. %uliskan minimum 7 hal yang dapat diin!ormasikan oleh gambar !abrikasi yang
dijadikan dasar untuk bekerja.
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQ
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQ
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQ
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQ
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQ
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 01
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab & 5ara Menilai ,nit (ni
6. %uliskan empat hal yang harus dijelaskan pada spesi!ikasi pekerjaan !
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQ
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQ
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQ
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQ
7. Pada penerapan pembuatan pola untuk pekerjaan !abrikasi digunakan metode*metode
gambar bentangan. %uliskan tiga metode gambar bentangan tersebut !
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
&. Bambarkan posisi penggunaan penggores yang salah dan yang benar !
&enar Salah
). +elaskan kelemahan: keterbatasan penggunaan kapur teknik !
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
-. %uliskan nama dan penggunaan alat*alat berikut ini !
'ama 9 QQQQQQQQQQQ.. Pen<<unaan 9
- QQQQQQQQQQQQ.
- QQQQQQQQQQQQ..
- QQQQQQQQQQQQQ
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 0$
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab & 5ara Menilai ,nit (ni
'ama 9 QQQQQQQQQQQ.. Pen<<unaan 9
- QQQQQQQQQQQQ.
- QQQQQQQQQQQQ..
'ama 9 QQQQQQQQQQQ.. Pen<<unaan 9
- QQQQQQQQQQQQ.
- QQQQQQQQQQQQ..
'ama 9 QQQQQQQQQQQ.. Pen<<unaan 9
QQQQQQQQQQQQQQQQ.
QQQQQQQQQQQQQQQQ..
QQQQQQQQQQQQQQQQ..
Elemen , * +lat-alat Potong
%es berdasarkan pada soal*soal berikut 9
@a2ablah pertan'an-pertan'an beri$ut secara sing$at )an tepat A
1. aun gergaji dibuat dalam berbagai ukuran dan jumlah rigi: gigi. +elaskan
penggunaan daun gergaji dengan jumlah gigi 17, 10 dan 6$.
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
$. +elaskan penggunaan 9 a= gunting lurus, b= gunting lengkung, c= gunting dirgantara,
d=.pahat rata pendek <crosscut (4 e= pahat radius.
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQQQ QQQQQQQQ..
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 06
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab & 5ara Menilai ,nit (ni
6. ,raikan minimum < masing*masing = $ upaya keselamatan kerja penggunaan alat*alat
berikut ini 9
a. Bergaji
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQQQ QQQQQQQQ..
b. Bunting
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQQQ QQQQQQQQ..
c. Pahat
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ.. QQQQQQQ QQQQQQQQ..
Elemen - * &ahan-bahan Fabri$asi
%es berdasarkan pada soal*soal berikut 9
@a2ablah pertan'an-pertan'an beri$ut secara sing$at )an tepat A
1. %uliskan & logam ferro yang digunakan pada pekerjaan !abrikasi !
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
$. %uliskan 6 logam non-ferro yang digunakan pada pekerjaan !abrikasi !
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
6. Pelat tipis yang diperdagangkan terdiri dari beberapa pilihan, di mana tersedia pelat
tipis tanpa lapis tahan karat dan berlapis tahan karat. %uliskan & macam bahan yang
banyak dipakai dalam pekerjaan !abrikasi logam.
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 07
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab & 5ara Menilai ,nit (ni
Elemen . * "eto)e-meto)e Pen'ambungan
%es berdasarkan pada soal*soal berikut 9
@a2ablah pertan'an-pertan'an beri$ut secara sing$at )an tepat A
1. Pemilihan metode penyambungan pada pekerjaan !abrikasi ditentukan oleh beberapa
!aktor. %uliskan !aktor*!aktor tersebut !
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
QQQQQQQ QQQQQQQQ..
$. %uliskan dan jelaskan penggunaan alat pengikat: penyambung berikut ini !
a. ?ama 9 QQQQQQQQQQQQQQQ
Penggunaan 9 QQQQQQQQQQQQ
b. ?ama 9 QQQQQQQQQQQQQQQ
Penggunaan 9 QQQQQQQQQQQQ
c. ?ama 9 QQQQQQQQQQQQQQQ
Penggunaan 9 QQQQQQQQQQQQ
d. ?ama 9 QQQQQQQQQQQQQQQ
Penggunaan 9 QQQQQQQQQQQQ
e. ?ama 9 QQQQQQQQQQQQQQQ
Penggunaan 9 QQQQQQQQQQQQ
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 0&
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
a.
b.
c. d.
e.
Bab & 5ara Menilai ,nit (ni
6. %uliskan nama*nama sambungan lipat berikut ini !
a. QQQQQQQQQQQQQ..
b. QQQQQQQQQQQQQQ.
c QQQQQQQQQQQQQQ.
Elemen / * "esin-mesin Fabri$asi
%es berdasarkan pada soal*soal berikut 9
@a2ablah pertan'an-pertan'an beri$ut secara sing$at )an tepat A
1. %uliskan dua tipe mesin bor yang dipakai pada pekerjaan !abrikasi logam.
QQQQQQQQ.. QQQQQQ.. QQQQQ
QQQQQQQQ.. QQQQQQ.. QQQQQ
$. %uliskan nama dan penggunaan serta < minimum = satu upaya keselamatan kerja
penggunaan mesin*mesin berikut ini 9
a.
?ama 9 QQQQQQQQQQQQ
Penggunaan 9 QQQQQQQQQ. QQQQQQ. QQQQQQQ Q..QQQ
,paya keselamatan kerja 9 QQQQQQQQQQQQQ. QQQQQQQ QQQ.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 0)
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab & 5ara Menilai ,nit (ni
b.
?ama 9 QQQQQQQQQQQQ
Penggunaan 9 QQQQQQQQQ. QQQQQQ. QQQQQQQ Q..QQQ
,paya keselamatan kerja 9 QQQQQQQQQQQQQ. QQQQQQQ QQQ.
c.
?ama 9 QQQQQQQQQQQQ
Penggunaan 9 QQQQQQQQQ. QQQQQQ. QQQQQQQ Q..QQQ
,paya keselamatan kerja 9 QQQQQQQQQQQQQ. QQQQQQQ QQQ.
d.
?ama 9 QQQQQQQQQQQQ
Penggunaan 9 QQQQQQQQQ. QQQQQQ. QQQQQQQ Q..QQQ
,paya keselamatan kerja 9 QQQQQQQQQQQQQ. QQQQQQQ QQQ.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 0-
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab & 5ara Menilai ,nit (ni
e.
?ama 9 QQQQQQQQQQQQ
Penggunaan 9 QQQQQQQQQ. QQQQQQ. QQQQQQQ Q..QQQ
,paya keselamatan kerja 9 QQQQQQQQQQQQQ. QQQQQQQ QQQ.
6. 'da tiga tipe mesin lipat yang sering dipakai pada pekerjaan !abrikasi. %uliskan namanya
dan jelaskan penggunaannya.
1. ?ama 9 QQQQQQ. QQQQQQQQQQQQ.
Penggunaan 9 QQQ.QQQQQQQQQQQ. QQQQQQQQQQQQ.
$. ?ama 9 QQQQQQ. QQQQQQQQQQQQ.
Penggunaan 9 QQQ.QQQQQQQQQQQ. QQQQQQQQQQQQ.
6. ?ama 9 QQQQQQ. QQQQQQQQQQQQ.
Penggunaan 9 QQQ.QQQQQQQQQQQ. QQQQQQQQQQQQ.
7. +elaskan penggunaan dari mesin rol standar < slip roller = dan mesin rol bangku !
QQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQ.
QQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQ
QQQQQQQQQQQQ.. QQQQQQQQQQQQ
QQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQ
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 00
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab & 5ara Menilai ,nit (ni
)in<kasan Penilaian Pen<etahuan dan Keterampilan
Bunakan tugas*tugas ini untuk menetapkan apakah peserta pelatihan telah menguasai
pokok*pokok pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan.
Pokokpokok
Pen<etahuan dan
Keterampilan
%u<astu<as Penilaian
5a %idak
Perlu
0atihan
0anjutan
1.0 Menjelaskan
proses-proses
persiapan perjaan
fabrikasi .
1.1 ,rutan proses produksi dan
keterampilan*keterampilan yang
diperlukan untuk pekerjaan !abrikasi
dijelaskan.
1.$ Proses*proses persiapan pekerjaan
!abrikasi dan penggunaan alat*
alatnya dijelaskan dan diterapkan.
2.0 Menjelaskan an
!enggunakan alat-
alat potong "ang
igunakan paa
pekerjaan
fabrikasi.
$.1 Penggunaan dan pemilihan daun
gergaji tangan serta keselamatan
penggunaannya diuraikan.
$.$ Penggunaan macam*macam gunting
serta keselamatan penggunaannya
diuraikan dan diterapkan.
$.6 Penggunaan macam*macam kikir
dan pahat serta keselamatan
penggunaannya diuraikan.
#.0 Menjelaskan
bahan-bahan "ang
ipakai paa
pekerjaan
fabrikasi.
6.1 Macam*macam bahan: logam ferro
dan non-ferro diidenti!ikasi
6.$ Spesi!ikasi dan penggunaan bahan
untuk pekerjaan !abrikasi dijelaskan.
$.0 Menjelaskan an
!enerapkan
!etoe-!etoe
pen"a!bungan
paa pekerjaan
fabrikasi.
7.1 Metode*metode penyambungan pada
pekerjaan !abrikasi logam dijelaskan.
7.$ %eknik*teknik penyambungan yang
rele8an dengan pekerjaan !abrikasi
logam didemonstrasikan dan
diterapkan.
%.0 Menjelaskan an
!enerapkan
penggunaan
!esin-!esin "ang
ipakai paa
pekerjaan
fabrikasi.
&.1 Mesin*mesin yang digunakan pada
pekerjaan !abrikasi logam
diidenti!ikasi dan dijelaskan.
&.$ Pengoperasian mesin*mesin yang
rele8an dengan pekerjaan !abrikasi
logam didemonstrasikan dan
diterapkan.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 01
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab & 5ara Menilai ,nit (ni
Chec$list 9an< Disarankan Ba<i Penilai
3odul : %eknik (abrikasi*
'ama Peserta : 'ama Penilai :
Apakah telah memberikan buktibukti 9an< cukup 9an<
menunjukkan bah?a peserta dapat :
Catatan
Prosesproses persiapan pekerjaan fabrikasi :
* membaca gambar teknik
* merancang pekerjaan
* menghitung penggunaan bahan
* menerapkan teknik*teknik melukis: menandai
* membuat pola: mal
Penerapan@ latihan membuat pola
Q.
Q.
Q.
Q.
Q.
Q.
Alatalat poton< :
* gergaji tangan
* gunting
* kikir
* pahat
Penerapan @ latihan pen<<unaan alatalat poton<
Q.
Q.
Q.
Q.
Q.
Bahanbahan fabrikasi :
* ferro
* non ferro
Spesifikasi dan pen<<unaan bahan
Q.
Q.
Q.
3etodemetode pen9ambun<an :
* sambungan keling
* sambungan sekrup
* self tapping dan self rilling
* sambungan baut*mur
* sambungan lipat
* sambungan las
Penerapan@ latihan pe9ambun<an
Q.
Q.
Q.
Q.
Q.
Q.
Q.
3esinmesin fabrikasi :
* mesin potong < guillotine =
* mesin pelubang dan potong uni8ersal
* mesin nibler
- gergaji bundar dan grinda potong
- gergaji mesin
* mesin pres
* mesin bor
* mesin lipat
* mesin rol
Penerapan@ latihan pen<operasian mesinmesin
fabrikasi
Q.
Q.
Q.
Q.
Q.
Q.
Q.
Q.
Q.
Q.
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 12
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc
Bab & 5ara Menilai ,nit (ni
0embar Penilaian
Unit : BSDC !"#$ @ %eknik (abrikasi*
'ama Perserta Pelatihan : CCCCCCCCCCCCCC
'ama Penilai : CCCC.CCCCCC..CCC.
Peserta 9an< Dinilai : Kompeten
Kompetensi 9an< Dicapai
Umpan balik untuk Peserta:
%anda tan<an
Peserta sudah diberitahu tentan< hasil
penilaian dan alasanalasan men<ambil
keputusan
%anda tan<an Penilai:
%an<<al:
SA5A SUDA/ DIB&)I%A/U %&'%A'-
/ASI0 P&'I0AIA' DA' A0ASA'
3&'-A3BI0 K&PU%USA' %&)S&BU%.
%anda tan<an Peserta Pelatihan:
%an<<al:
(ndonesia 'ustralia Partnership !or Skills e8elopment Page 11
Batam (nstitutional e8elopment Project
$$1&&021-.doc