Anda di halaman 1dari 29

HEPATITIS

PENDAHULUAN
Hepatitis adalah penyakit infeksi oleh virus yang
menyerang organ hati dan ersifat akut !tia"tia#$ Paling
sedikit ada % &enis virus penyea hepatitis dan masing"
masing menyeakan tipe hepatitis yang ereda yaitu
virus hepatitis A' (' )' D' E dan *$ +ang umum
menyerang anak"anak adalah hepatitis &enis A' (' dan )$
Penyakit akiat virus yang merusak hati ini ditularkan
melalui eragai ,ara$ Pada hepatitis A' penularan yang
utama melalui fekal oral !kotoran# akiat kontak erat
individu dan melalui makanan serta minuman yang
terkontaminasi$ -isal' dari makanan yang sudah ter,emar
oleh virus$
-engingat anak alita' sudah mulai ersosialisasi dan
,enderung &a&an semarangan' maka mereka erisiko
esar tertular hepatitis A$ Tapi usia . sampai / tahun'
risikonya masih ke,il karena anak elum mulai &a&an$ (ayi'
apalagi' sangat &arang terkena hepatitis A karena masih
memiliki kekealan dari iu$
Pada hepatitis (' penularannya lain lagi yaitu melalui
transfusi darah dan &arum suntik$ Disamping' isa karena
transmisi vertikal !dari iu# dan kontak erat antar anggota
keluarga' sehingga perlu dilakukan usaha untuk
memutuskan rangkai penularan sedini mungkin dengan
,ara vaksinasi$
Sementara hepatitis )' penularannya sama seperti
hepatitis"(' yang utama &uga melalui &arum suntik atau
transfusi darah$ -alah' 01 persen pasien dengan hepatitis
kronis pas,a transfusi' penyeanya adalah hepatitis )$
Hampir setiap anak yang mendapat transfusi darah atau
produk darah dari donor yang mengandung anti hepatitis
) akan terinfeksi$
Selain itu' hepatitis ) &uga isa ditularkan melalui
transplantasi organ' transmisi intrafamilial !penularan yang
ter&adi dalam keluarga yang salah satu anggota
keluarganya menderita hepatitis )#' dan le2at transmisi
perinatal dari iu ke anak$ 3.4 3/4
.
ETI5L5*I
Hepatitis A
Hepatitis A diseakan oleh virus hepatitis A yang
menular dengan kontak langsung misalnya dari tangan
yang kotor dan dikeluarkan melalui tin&a sehingga ila
terkontaminasi pada makanan dan menyear ke orang
lain$
Hepatitis (
Hepatitis ini diseakan oleh virus hepatitis ( yang
anyak ditularkan melalui &arum suntik atau dari seorang
iu kepada ayinya yang dilahirkannya$ 6irus hepatitis (
dapat ditemukan pada hampir semua ,airan tuuh seperti
air ludah' air mata' ,airan semen' ,airan otak ahkan Air
Susu Iu$
Hepatitis )
Hepatitis ini diseakan oleh virus hepatitis ) yang
ditularkan melalui transplantasi organ atau huungan
seksual' atau kontak yang erat dengan penderita$3/4374
*amar . 8 Patofisiologi Hepatitis$ !*amar dikutip dari
kepustakaan 9#
/
:A;T5< <ESI;5
Hepatitis A
;e&adian teranyak menyerang usia =".9 tahun yang
anyak ter&adi di perkotaan dan menyerang sekelompok
orang misalnya sekeluarga$ Penyakit ini merupakan
endemis pada negara"negara dengan higiene dan sanitasi
yang dia2ah standar$ ;elompok yang tergolong resiko
tinggi meliputi anak' tenaga medis' staf peker&a tempat
penitipan anak' peker&a &asa oga' homoseksual dan
penderita yang harus menggunakan oat yang
disuntikkan ke pemuluh darah' sedangkan mereka yang
tergolong kelompok rentan adalah kelompok sosial
ekonomi yang tinggi$ 3=4
Hepatitis (
-ereka yang mempunyai resiko esar untuk terkena
adalah mereka yang kontak antar individu dengan
penderita yang sangat erat dan lama' erhuungan
seksual dengan penderita ataupenggunaan &arum suntik
ersam seperti pada penyalahgunaan oat dan narkoa
3=4
Hepatitis )
5rang yang eresiko untuk terkena terutama ayi yang
dikandung oleh iu yang menderita hepatitis ) atau
mereka yang mendapatkan transfusi darah atau
transplantasi organ yang terkontaminasi$ 3943=4
*E>ALA ;LINIS
Umum
Pada ayi dan anak ke,il' umumnya tidak terdapat ge&ala
yang &elas namun pada orang de2asa terdapat keluhan
a2al seperti tidak nafsu makan' mual' muntah' sakit
kepala' lemah adan' nyeri sendi dan otot' dan
memungkinkan nyeri perut kanan atas karena
pemesaran hati$ *e&ala ini dapat ter&adi pada ."/ minggu
pertama seelum akhirnya mun,ul ge&ala hepatitis yang
khas yaitu peruahan 2arna urine !men&adi er2arna
gelap seperti air teh# dan feses seperti 2arna tanah atau
dempul$ Selain itu 2arna pada mata dan kulit men&adi
kekuningan menyolok dan disertai rasa gatal pada kulit$
3%4
7
Hepatitis A
Sama dengan ge&ala hepatitis pada umumnya yang
disertai panas adan' ? 7@A)$ penyakit ini iasanya
semuh sendiri$ Barna kuningCikterik akan menghilang
dan 2arna tin&a akan normal dalm 9 minggu se&ak mun,ul
ge&ala klinis$
D -asa inkuasi dari 2aktu terpapar hepatitis A virus
!HA6# sehingga mun,ulnya ge&ala adalah sekitar /0 hari
!erkisar / minggu sampai % ulan#$
D *e&ala a2al pasien selama periode prodromal
termasuk demam ringan' mual' muntah' penurunan nafsu
makan' dan sakit perut$
D anak"anak yang leih tua dan orang de2asa leih
mungkin ter&adi nyeri di kuadran kanan atas$
D Diare dapat ter&adi pada anak"anak' sedangkan
konstipasi leih sering ter&adi pada orang de2asa$
D >ika ada' urin kuning' gelap' dan tin&a er2arna terang
ter&adi eerapa hari sampai seminggu setelah timulnya
ge&ala"ge&ala sistemik$ 3%4
:ISI;
D ;eadaan umum adalah dari penyakit ringan sampai
sedang$ Seorang pasien yang sakit parah ,enderung
memiliki penyea hepatitis lain atau kausa atipikal$
D Hepatomegali ringan dan nyeri perut kuadran atas
kanan mungkin ada$
D ikterus klinis hadir dalam dua pertiga dari pasien
erge&ala$
D Splenomegali mungkin ter&adi pada .1"/1E pasien$3%4
*amar / 8 Hati yang rusak akiat penyakit hepatitis
! gamar dikutip dari kepustakaan %#
9
Hepatitis (
Dalam anamnesis perlu ditanyakan tentang asal etnik'
kontak dengan ikterus' kun&ungan 2isata' suntikan'
pera2atan gigi' tranfusi' dan homoseksualitas
Balaupun pasien Non"ikterik' tetapi menun&ukkan ge&ala
gastrointestinal dan mirif influenFa$Pasien demikian
iasanya tidak terdiagnosis' ke,uali ada ri2ayat yang &elas
suatu penularan atau pasien memang diikuti sehais
tranfusi darah' lalu di&umpai keadaan"keadaan yang leih
parah dari ge&ala ikterus sampai Hepatitis viral yang
fulminan dan fatal$
Serangan ikterus iasanya dimulai dengan masa
prodromal kurang leih 7"9 hari sampai /"7 minggu'
dimana pasien umumnya merasa tidak enak adan'
anoreksia' dan nausea' dan kemudian ada panas adan
ringan' nyeri diadomen kanan atas' yang ertamah
parah pada setiap gun,angan$ -asa prodormal diikuti
2arna urin ertamah gelap dan 2arna tin&a men&adi
pu,atG keadan demikian menandakan timulnya ikterus
dan erkurangnya ge&ala$ Pasien merasa leih sehat
selama eerapahari' 2alaupun ikterik memuruk$
(ukti klinis pertama infeksi H(6 adalah kenaikan !ALT'
S*PT#' yang mulai naik tepat seelum perkemangan
kelesuan !letargi#' anoreksia dan malaise' sekitar %"H
minggu sesudah pema&anan$ Penyakitnya mungkin
didahului pada eerapa anak dengan prodormal seperti
penyakit serum termasuk artritis atau lesi kulit' termasuk
urtikaria' ruam purpura' makular atau makulopapular$
Akrodermatitis papular' sindrom *ianotti")rosti' &uga
dapat ter&adi$ ;eadaan"keadaan ekstrahepatik lain yang
disertai dengan infeksi H(6 termasuk polioarteritis'
glomerulonefritis' dan anemia aplastik$ Pada per&alanan
penyemuhan infeksi H(6 yang iasa' ge&ala"ge&ala
mun,ul selama %"0 minggu$
Pada pemeriksaan fisik' kulit dan memrana mukosa
tampak ikterik' terutama sklera dan mukosa di a2ah
lidah$ Hepar iasanya memesar dan nyeri pada palpasi$
(ila hati tidak dapat teraa dia2ah tepi kosta' nyeri dapat
diperagakan dengan memukul iga dengan lemut diatas
hepar dengan tin&u menggenggam$ Sering ada
splenomegali dan limfadenopati$3/4394
=
Hepatitis )
Sama dengan ge&ala hepatitis pada umumnya namun
pada hepatitis ) kemungkinan untuk men&adi hepatitis
kronis leih esar sehingga tidak mustahil erpuluh tahun
kemudian penderita dapat men&adi penderita sirosis atau
menderita kanker hati$ 3H4304
PAT5L5*I
Lesi morfologik khas pada hepatitis A'(' )' D dan E
seringkali sama dan terdiri atas infiltrasi panlouler
dengan sel mononukleus' nekrosis sel hati' hiperplasia sel
kupffer' dan eragai ma,am dera&at kolestatis$ Terdapat
regenerasi sel hati' seperti yang diuktikan oleh
anyaknya gamaran mitosis' sel multinukleus' dan
pementukan IrosetteJCIpseudoasinerJ$ Infiltrasi
mononukleus terutama terdiri atas limfosit ke,il' meskipun
sel plasma dan eosinofil kadang"kadang tampak$
;erusakan sel hati terdiri atas degenerasi sel hati' dan
nekrosis' ,ell dropout' sel alon' dan degenerasi asidofilik
hepatosit' Hepatosit esar dengan gamaran ground
glass pada sitoplasma mungkin ditemukan pada infeksi
H(6 kronik ukan akut8 sel ini telah terukti mengandung
H(sAg dan dapat diidentifikasi se,ara histokimia dengan
or,ein atau fu,hsin aldehid$ 3%4 3H4
PAT5*ENESIS
Hepatitis A
Seringkali infeksi hepatitis A pada anak"anak tidak
menimulkan ge&ala' sedangkan pada orang de2asa
menyeakan ge&ala mirip flu' rasa lelah' demam' diare'
mual' nyeri perut' mata kuning dan hilangnya nafsu
makan$ *e&ala hilang sama sekali setelah %"./ minggu$
5rang yang terinfeksi hepatitis A akan keal terhadap
penyakit terseut$ (ereda dengan hepatitis ( dan )'
infeksi hepatitis A tidak erlan&ut ke hepatitis kronik$
-asa inkuasi 71 hari$Penularan melalui makanan atau
minuman yang terkontaminasi fe,es pasien' misalnya
makan uah"uahan' sayur yang tidak dimasak atau
makan kerang yang setengah matang$Saat ini sudah ada
vaksin hepatitis A' memerikan kekealan selama 9
minggu setelah suntikan pertama' untuk kekealan yang
pan&ang diperlukan suntikan vaksin eerapa kali$
Pe,andu narkotika dan huungan seks anal' termasuk
homoseks merupakan risiko tinggi tertular hepatitis A$3/4
3H4
%
Hepatitis (
Proses per&alanan infeksi 6H( tergantung pada aktivitas
terpadu sistem pertahanan tuuh yang terdiri dari 8
D Interferon
D <espon imun
;alau aktivitas sistem pertahanan ini aik' infeksi H6(
akut akan ter&adi penyemuhan' sealiknya kalau salah
satu sistem pertahanan ini terganggu akan ter&adi proses
infeksi H6( kronik$
-ekanisme ter&adinya H6( akut 8
Pada infeksi H6( akut reaksi imunologi di dalam tuuh
dapat ersifat humoral maupun seluler$ <eaksi humural
dapat dilihat dengan timulnya anti H(, dan anti H(e$
<eaksi seluler ditandai dengan aktivasi sel sitotoksi yang
dapat menghan,urkan H(,Ag atau H(sAg yang terdapat
pada dinding sel hati yang telah dikenal dengan antuan
-H) kelas I ! -ayor Histo
)omtaility #
Pada infeksi akut' sel hati memproduksi -H) dalam
&umlah anyak ersamaan dengan produksi alfa interform
!K I:N# Interform dapat mengaktifkan ensim /"= asam
oligoadenilat yang mempunyai peran menghamat sintesa
protein' virus dan diduga melindungi sel hati yang masih
sehat terhadap 6H($ Sel hati yang terinfeksi 6H(
memproduksi protein LSP ! Liver Spe,ifi, Protein # yang
ersifat antigenik$ LSP menempel pada dinding sel hati
dan dapat erperan seagai antigen sasaran !target
antigen # oleh sel T"sitotoksik$3943=4
H
*amar 7 8 Patogenesis Hepatitis ( Akut !*amar dikutip
dari kepustakaan 9#
0
Hepatitis )
)ara penularan
" Parenteral 8 transfusi darah !darah' komponen darah#'
hemodialisa' oat"oat i$v ' peker&a medis$
" ;ontak personal !elum &elas# 8 sikat gigi' alat ,ukur
" Seksual
" Neonatal
" Saliva
DIA*N5SIS
Diagnosis hepatitis ditegakkan dari ge&ala klinis'
pemeriksaan fisik' dan pemeriksaan penun&ang
! pemeriksaan laoratoriumCserologi' patologi anatomi#
Untuk pemeriksaan penyaring yang paling diperlukan
adalah enFim S*PT' *amma *T dan )HE$ S*PT
digunakan untuk melihat adanya kerusakan sel' gamma
*T untuk melihat adanya kolestasis dan )HE untuk
melihat gangguan fungsi sintesis hati$ Pada keadaan
infeksi akut yang terlihat men,olok adalah peninggian
S*PT dari pada S*5T$ Apaila ter&adi kerusakan
mitokondria atau kerusakan parenkim sel maka yang
terlihat meninggi adalah S*5T' dimana S*5T leih
meningkat daripada S*PT$
Pada hepatitis kronis persisten iasanya peninggian
S*5T dan S*PT meningkat sampai /"7 nilai normal'
gamma *T leih ke,il dari S*5T' *LDH' )HE dan enFim
koagulasi masih dalam atas normal$prognosis penyakit
ini iasanya aik$ Pada hepatitis kronis aktif S*5T dan
S*PT dapat meningkat sampai = kali atau .1 kali diatas
nilai normal$$
Pola serologis untuk H(6 leih kompleks daripada untuk
HA6 dan ereda tergantung pada apakah penyakit akut'
suklinis atau kronis$ Skrining untuk hepatitis ( rutin
memerlukan assay sekurang"kurangnya dua pertanda
serologis$304
@
PENATALA;SANAAN
Tu&uan
" -engurangi angka kematian
" -enghilangkan keluhan dan ge&ala klinik
" -emperpendek per&alanan penyakit
" -en,egah ter&adinya komplikasiCmen,egah
perkemangan kearah penyakit hati kronis
Pada dasarnya ada 7 ,ara untuk Hepatitis 6irus akut 8
.$ Tirah aring
/$ Diet 8 71"7= kaloriCkg ((' protein . grCkg ((
7$ oat"oatan 8
a$ ;ortikosteroit 8 penyakit hati yang klasik seaiknya
&angan dierikan' ahkan erahaya sea dapat
menyeakan8
" masa prodromal yg pan&ang
" leih anyak kamuh
" menyeakan komplikasi erat
" dapat erkemang men&adi kronik
$ Imunomudulator 8 elum terukti khasiatnya
,$ 5at"oat non spesifik 8 -ethi,ol' -ethioson' Lesi,hol'
Lipofood' )ursil' )ur,uma' Urdafalk' dapat memerikan
rasa enak' serta penurunan tes faal hati
d$ 5at"oat simptomatik menghilangkan ge&ala dan
keluhan penderita' misalnya sistanol' oat"oat yang
memperaiki motilitas lamung 3%43H4
.1
Hepatitis A
" Tidak ada terapi spesifik
" Terapi simptomatik
Hepatitis (
Tu&uan 8 penyemuhan total' menghilangkan virus
.$ -en,egah replikasi virus Canti virus 8 I:N' A,y,lovir'
<iavirin' Adenin Arainos7
/$ -odulasi' sistem imun !imunomodulasi#8 Levamisole'
Imune <NA
7$ (iologi,al <esponse -odifiers 8 Thymosin alfa 3%43H4
Hepatitis )
" Terapi anti virus dierikan ila S*PT L / M N
" ;ominasi I:N dan <iafirin selama ./ ulan
" <iafirin dierikan tiap hari' tergantung erat adan
N == kg O 011 mgChr
=% P H= kg O .111 mgChr
L H= kg O ./11 mgChr 3%4
..
;5-PLI;ASI
Hepatitis A
" 5struksi iliari
" Hepatitis :ulminant !&arang#
Hepatitis (
" Hepatitis kronis
" Sirosis
" ;anker hepar
" *agal hepar
" Infeksi hepatitis D
" *angguan gin&al
" 6as,ulitis
Hepatitis )
" Sirosis hepatis
" Liver ,an,er
" *agal hepar 3%4
./
P<5*N5SIS
Hepatitis A
6irus hepatitis A tidak tinggal di dalam tuuh setelah
erlalunya infeksi$ Leih dari 0=E pasien dengan hepatitis
A semuh dalam &angka 2aktu 7 ulan dan hamper
kesemuanya memaik dalam % ulan$
Hepatitis (
Prognosis pengidap kronik H(sAg sangat tergantung dari
kelainan histologis yang didapatkan pada &aringan hati$
Semakin lama seorang pengidap kronik mengidap infeksi
H(6 maka semakin esar kemungkinan untuk menderita
penyakit hati kronik akiat infeksi H(6 terseut$ Penelitian
menun&ukkan ah2a 91E pengidap infeksi H(6 kronik
yang men,apai usia de2asa akan meninggal akiat
penyakit hati kronik misalnya sirosis atau ;HP$ Disamping
itu seorang pengidap kronik dapat men&adi H(sAg negatif
2alaupun &arang$ Hal ini ter&adi pada .E dari pengidap
kronik setiap tahunnya$
Hepatitis )
;eanyakan pasien dengan infeksi hepatitis )
erkemungkinan adalah ersifat kronis$ Hepatitis ) yang
tidak dioati sering menimulkan komplikasi sirosis pada
/1"71E pasien$ <esiko kanker hepatoseluler &uga
meningkat pada pasien dengan hepatitis )$
.7
DA:TA< PUSTA;A
.$ S D <yder' I > (e,kingham$ A,ute Hepatitis$ In 8
(e,khingham I>' Editor$ A() of Liver'Pan,reas' and
*allladder$ .st Edition$ London 8 (-> PulishingG /11.$
p$/1"9
/$ Bilson S$ 6iral Heaptitis Update$ In 8 La2ren,e
L'-al,olm L' -ary < $ Paediatri, at a *lan,e$ .st Edition$
5Mford 8 (la,k2ell S,ien,e Ltd G /117 p$.%0'7//
7$ ;arla L$ DelmarQs Pediatri, Nursing )are Plans " 7rd
Ed$ Ne2 +ork8 Thomson Delmar LearningG /11=$ p$/@7"7
9$ -ayo )lini, staff$ /110 3..C.1C/1.14$ Availale from 8
http8CC222$mayo,lini,$,omChealthChepatitisCDS110/1
=$ Dos P$ *astrointestinal and Hepati, Disorders$ In 8
Dos P' Sta,k ) *' Editor$ Essential of Paediatri,
Intensive )are$ .st Edition$ )amridge8 )amridge
University PressG /119$ p$%="0
%$ Asaad <' /110"/11@$ Availale from8 (ahan ;uliah
:akultas ;edokteran Unhas$
H$ Samy A$A' /1.1 3.@C1=C/1.14$ Availale from 8
http8CC222$emedi,ine$meds,ape$,omCarti,leC.H=/90"
overvie2
0$ <onald *$ ImmuniFation$$ In 8 Biliam :' Editor$
Eviden,e (ased Paediatri,$ /nd Edition$ )anada8 ()
De,ker In,G /111$ p$%/"9
HEPATITIS A
ETIOLOGI
Hepatitis A disebabkan oleh virus HAV. Virus hepatitis A merupakan virus RNA
dalam famili
Picornaviridae. Virus hepatitis A (HAV) menginfeksi hati, infeksi ini dapat
menyebabkan ikterik
maupun non-ikterik. Ada tidaknya tanda klinis ikterik tergantung oleh usia pasien
yang
mengalami hepatitis A. Pada anak berusia kurang dari 6 tahun, lebih dari 90 % yang
menderita
infeksi HAV bersifat asimtomatik. Kontrasnya, lebih dari dua pertiga anak yang lebih
besar dan
orang dewasa mengalami tanda klinis ikterik setelah infeksi HAV (Committee on
Infectious
Disease Pediatrics, 2007).
Beberapa karakteristik HAV diantaranya:


RNA virus


Dikenal sebagai enterovirus 72, namun sekarang digolongkan menjadi heptovirus


Hanya memiliki 1 serotif


S
usah dikultur


E
mpat genotif


T
ransmisi melalui Close personal contact, kontaminasi air dan makanan (fecal oral),
darah
(jarang)
(Committee on Infectious Disease Pediatrics, 2007).
F
AKTOR RESIKO & PATOGENESIS

F
aktor resiko penularan HAV yaitu:
-

S
anitasi yang buruk
-

Daerah padat seperti poliknik dan rumah sakit jiwa
-

Jasa boga terinfeksi
-

Pekerja layanan kesehatan
-

Wisatawan internasional
-

Pengguna obat
-

Hubungan seksual dengan orang terinfeksi

-

Daerah endemis (seperti suku bangsa Indian Amerika atau pedesaan asli Alaska)
beresiko
tinggi
(Price&Wilson, 2006).
Pada wanita di Amerika
S
erikat, kehamilan bukan merupakan faktor risiko terjadinya infeksi
HAV yang lebih berat. Walaupun transmisi ke fetus tidak biasanya terjadi, telah ada 2
laporan
kasus dimana ibu yang mengalami hepatitis A selama trimester pertama kehamilan,
anak dalam
kandungannya dapat mengalami peritonitis mekonium. Risiko transmisi dari ibu yang
mengalami hepatitis A selama trimester ketiga ke janin umumnya rendah (Committee
on
Infectious Disease Pediatrics, 2007).
T
ransmisi HAV terbanyak melalui fecal oral. Pada anak-anak penyebaran virus yang
banyak
terjadi lewat close contact dan kontaminasi makanan dan minuman yang mengandung
HAV.
Virus ini merupakan RNA virus.
F
eses dari anak yang terinfeksi hepatitis A virus sangat
infeksius dari 14-21 sebelum dan 8 hari setelah munculnya ikterus (Committee on
Infectious
Disease Pediatrics, 2007).

Masa inkubasi hepatitis A berkisar antara 15-45 hari, atau rata-rata 30 hari. Masa
penularan
tertinggi adalah pada minggu kedua segera setelah timbulnya ikterus (Price& Wilson,
2006).
Pada
M
ANI
F
ESTASI KLINIS

S
ecara umum, gejala hepatitis akut terbagi dalam 4 tahap yaitu:
Fase
Inkub
asi

Merupakan waktu antara masuknya virus dan timbulnya gejala atau ikterus.
F
ase ini pada
hepatitis A berkisar antara 15-50 hari (rata-rata: 30 hari), dan berbeda-beda lamanya
untuk tiap
virus hepatitis. Panjang fase ini tergantung pada dosis inokulum yang ditularkan dan
jalur
penularan, makin besar dosis inokulum, makin pendek fase inkubasi ini.
Fase
Prodrom
al
(Pr
a
Ikt
e
r
i
k)
F
ase diantara timbulnya keluhan-keluhan pertama dan timbulnya gejala ikterus.
Awitannya dapat
singkat atau
insidious
ditandai dengan malaise umum, mialgia, atralgia, mudah lelah, gejala
saluran napas atas, dan anoreksia. Mual, muntah dan anoreksia berhubungan dengan
perubahan

penghidu dan rasa kecap. Diare atau konstipasi dapat terjadi. Demam derajat rendah
umumnya
terjadi pada hepatitis A akut. Nyeri abdomen biasanya ringan dan menetap di kuadran
kanan atas
atau epigastrium, kadang diperberat dengan aktivitas akan tetapi jarang menimbulkan
kolesistitis.
Fase
Ikt
e
ru
s

Ikterus muncul setelah 5-10 hari, tetapi dapat juga muncul bersamaan dengan
munculnya gejala.
Pada banyak kasus fase ini tidak terdeteksi.
S
etelah timbul ikterus jarang terjadi perburukan
gejala prodromal, tetapi justru terjadi perbaikan klinis yang nyata.
Fase
Konv
alese
n (p
e
ny
e
mbuh
a
n)
Diawali dengan menghilangnya ikterus dan keluhan lain, tetapi hepatomegali dan
abnormalitas
fungsi hati tetap ada. Muncul perasaan sudah lebih sehat dan kembalinya nafsu
makan. Keadaan
akut biasanya akan membaik dalam 2-3 minggu. Pada hepatitis A perbaikan klinis dan
laboratorium lengkap terjadi dalam 9 minggu dan 16 minggu untuk hepatitis B. pada
5-10%
kasus perjalanan klinisnya mungkin lebih sulit ditangani, hanya <1% yang menjadi
fulminan
(
S
udoyo, 2006).
HAV resisten terhadap asam, sehingga memungkinkan virus ini untuk bisa melewati
lambung
dan masuk ke dalam usus halus.
S
etelah masa inkubasi selama 28 hari (antara 15-50 hari), orang
yang terinfeksi dapat mengalami
vag
ue
dan gejala-gejala non-spesifik.
S
alah satu gejala awal
yang sering menjadi perhatian medis yaitu terlihatnya urine yang berwarna gelap,
yang biasanya
didahului oleh penyakit prodromal ringan selama 1-7 hari, yaitu meliputi anoreksia,
malaise,
demam, mual, dan muntah. Dalam beberapa hari setelah onset bilirubinemia, feses
mulai
cl
ay
colored
, dan sklera, kulit, serta membran mukosa mulai menjadi jaundice (kuning).
Hepatomegali dapat ditemukan dalam pemeriksaan fisik.
T
idak adanya pewarnaan feses dapat
kembali normal dalam 2 hingga 3 minggu, yang sering mengindikasikan adanya
perbaikan dari
penyakit. Pruritus jarang terjadi. Durasi penyakit bervariasi, tetapi sebagian besar
pasien secara
signifikan membaik dalam 3 hingga 4 minggu, termasuk perbaikan dari
meningkantnya
konsentrasi enzim-enzim hepatoseluler (Committee on Infectious Disease Pediatrics,
2007).

E
fek patologik hepatitis A terhadap hati terbatas.
S
aat HAV bereplikasi dalam sel-sel hati,
virions dilepaskan ke dalam sinusoid hepatik dan kanalikuli bilier, kemudian menuju
ke usus dan
diekskresikan ke dalam feses. Puncak infektivitas terjadi selama 2 minggu sebelum
onset

jaundice atau peningkatan kadar enzim-enzim hepar dalam serum. Viremia terjadi
segera setelah
infeksi terjadi dan muncul selama periode meningkatnya konsentrasi enzim
hepatoseluler, tetapi
konsentrasi virus dalam darah lebih sedikit dibandingkan yang berada dalam feses
(Committee
on Infectious Disease Pediatrics, 2007).

Infeksi Hepatitis A selama masa kanak-kanak sebagian besar asimptomatik dan
menimbulkan
imunitas seumur hidup, sedangkan infeksi setelah masa kanak-kanak akan disertai
dengan
peningkatan keparahan dari gejala dan dapat menimbulkan kematian (Committee on
Infectious
Disease Pediatrics, 2007).
PE
M
ERIKSAAN PENUNJANG

T
es
S
erologi untuk mengetahui kadar immunoglobulin M
H
ep
at
i
t
is-A
V
irus
(IgM HAV)
dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya infeksi virus hepatitis A serta untuk
menentukan
apakah infeksi terjadi akut atau tidak.
T
es
S
erologi ini penting untuk screening anak-anak yang
rentan terkena penyakit ini. Para penulis jurnal menyatakan biaya vaksinasi dengan
screening 3
kali lebih murah dibandingkan biaya vaksinasi tanpa adanya screening dan
menyarankan pula
bahwa screening sebelum vaksinasi lebih murah, aman, dan rasional (Roohi, 2010).
Diagnosis hepatitis A ditegakkan dengan tes darah.
T
es darah ini mencari dua jenis antibodi
terhadap virus, yang disebut sebagai IgM dan IgG . Pertama, dicari antibodi IgM,
yang dibuat
oleh sistem kekebalan tubuh lima sampai sepuluh hari sebelum gejala muncul, dan
biasanya
hilang dalam enam bulan.
T
es juga mencari antibodi IgG, yang menggantikan antibodi IgM dan
untuk seterusnya melindungi terhadap infeksi HAV.
y

Bila tes darah menunjukkan negatif untuk antibodi IgM dan IgG, kita kemungkinan
tidak
pernah terinfeksi HAV, dan sebaiknya mempertimbangkan untuk divaksinasi terhadap
HAV.
y

Bila tes menunjukkan positif untuk antibodi IgM dan negative untuk IgG, kita
kemungkinan tertular HAV dalam enam bulan terakhir ini, dan sistem kekebalan
sedang
mengeluarkan virus atau infeksi menjadi semakin parah.

y

Bila tes menunjukkan negatif untuk antibodi IgM dan positif untuk antibodi IgG, kita
mungkin terinfeksi HAV pada suatu waktu sebelumnya, atau kita sudah
divaksinasikan
terhadap HAV. Kita sekarang kebal terhadap HAV.
Peneliti menyatakan screening infeksi HAV secara dini pada anak-anak (adopsi)
memberikan
kesempatan untuk mengidentifikasi anak dengan IgM HAV positif sehingga status
kekebalan
dari anggota keluarganya dan adanya kontak langsung lainnya dapat diketahui. Jika
anak
dinyatakan IgM HAV positif, anggota keluarga yang tanpa riwayat imunisasi
sebelumnya harus
di vaksinasi. Akan terdapat beberapa anak tidak melakukan test IgM, karena anak
tersebut
dalam masa periode inkubasi sehingga belum menampakan hasil test IgM yang positif
(Roohi,
2010).
TERAPI
T
idak ada terapi yang spesifik yang dapat meringankan penyakit pada hepatitis A. Bed
rest atau
tirah baring mungkin dapat membantu meringankan. Jika pasien mengalami vomiting
yang
frekuent, perlu diperhatikan bila ada gejala dehidrasi (
F
antry, 2001).

Pasien harus menghindari alcohol dan obat-obatan yang dimetabolisme di hepar atau
dapat
memperparah hepar. Untuk itu, aspirin dapat digunakan sebagai alternative untuk
demam

daripada acetamenofen, tetapi aspirin tidak dapat diberikan pada anak kurang dari 18
tahun yang
beresiko terkena reye syndrome (
F
antry, 2001).

PENCEGAHAN
V
a
k
si
n H
e
p
a
t
i
t
is
A
Vaksin Hepatitis A yang dilisensi di Amerika
S
erikat tidak aktif,
wh
ole-cell

v
irus
va
ccine

yang
diproduksi dari virus hepatitis A tumbuh dalam
h
um
a
n

diploid
f
ibrobl
a
s
t
cells
.
T
erdapat 2
sin
g
le-
a
n
t
i
g
en
va
ccines
, Vaqta dan Havrix, dan
a
combined

h
ep
at
i
t
is

A/
h
ep
at
i
t
is
B va
ccine
,
T
winrix
(Glaxo
S
mithKline) (Committee on Infectious Disease Pediatrics, 2007).


E
fikasi &
E
fektivitas

Dua penelitian besar telah dilakukan untuk mengevaluasi efikasi dari vaksin hepatitis
A pada
anak-anak.
S
atu penelitian, yang dilaksanakan di
T
hailand, melibatkan 38.000 anak berumur
1 sampai 16 tahun yang secara acak dipilih untuk menerima 2 dosis dengan jarak 1
bulan
baik dengan vaksin hepatitis A atau vaksin hepatitis B.
E
fikasinya telah dikalkulasi dimana
terjadi peningkatan antibodi hepatitis A lebih dari 21 hari setelah menerima vaksin.
97%
anak mengalami titer protektif dalam 1 bulan selama imunisasi, dan efikasinya
melebihi
periode 1 tahun observasi setelah imunisasi terhitung 94%. Penelitian lain telah
dilakukan
pada 1037 anak berusia 2 sampai 16 tahun yang tinggal di area New York dengan
sejarah
adanya
h
i
g
h

r
at
es
transmisi hepatitis A. Partisipasi penelitian yang diimunisasi dengan 1
dosis Vaqta, dan selama periode observasi, efikasi vaksin dikalkulasi sebesar 100%.
Walaupun penilaian jangka panjang terhadap efikasi vaksin diperlukan,
m
at
h
em
at
ic
a
l

models

telah memprediksikan bahwa konsentrasi protektif antibodi akan tetap ada lebih dari
25 tahun setelah melengkapi rekomendasi serial 2 dosis (Committee on Infectious
Disease
Pediatrics, 2007).


Keamanan
Vaksin Hepatitis A telah terbukti sangat aman. Pada
clinic
a
l
t
ri
a
ls

terhadap vaksin Havrix
dan Vaqta, efek samping tidak umum terjadi dan ringan jika ada, dengan perbaikan
terjadi
kurang dari 1 hari.
E
fek samping yang paling umum terjadi, dilaporkan pada 10-15% subjek,

yaitu nyeri, kemerahan dan bengkak pada tempat injeksi (Committee on Infectious
Disease
Pediatrics, 2007).


Rekomendasi Jadwal (Buti, 2008)


Daftar Pustaka:
Buti, et all. 2008.
Prevalence of Hepatitis E Virus Infection in Children in the Northeast of
Spain
. Vol. 15, No.4. DOI:10.1128/CVI.00014-08/Clinical and Vaccine immunology,
Apr.2008,p.732-734. American
S
ociety
F
or Microbiology.
Committee on Infectious Disease Pediatrics. 2007.
Hepatitis A Vaccine Recommendations
,
DOI: 10.1542/peds.2007-1088 2007; 120; 189-199. Pediatrics,

Official Journal of the American
Academy of Pediatrics. Available at:
http://pediatrics.aappublications.org/cgi/reprint/120/1/189

[Accessed on November, 1, 2010]
F
antry, Lory. 2001.
H
ep
at
i
t
is

A
.
T
he Health Care of Homeless Persons. Available at:
www.nhchc.org/
H
e
p
a
t
i
t
is
A.pdf
.

Accessed at: November 01 2010.
Price & Wilson, 2006.
Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit
,

Volume 2,
E
disi 6.

Jakarta :
E
GC.
Roohi Y. Abdulla, Marilyn A. Rice,
S
tephanie Donauer, Kelly R. Hicks, Dustin Poore and Mary
Allen
S
taat. 2010.
Hepatitis A in Internationally Adopted Children: Screening for Acute and
Previous Infections
.
2010;126;e1039-e1044; originally published online Oct 11, 2010;
www.pediatric.org

S
udoyo, A. W.,
S
etiyohadi, B., Alwi, I.,
S
imadibrata, M.,
S
etiati,
S
. 2006.
B
uku Ajar: Ilmu
Penyakit Dalam, Jilid I, Edisi IV
.
F
akultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta

PENDAHULUAN
Jenis hepatitis A sangat menular dan biasanya ditularkan melalui rute fekal-oral. Namun juga
dapat ditularkan secara parenteral. Penyakit hepatitis biasanya didapat karena seseorang telah
mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi, susu, atau air. Pada tahun 2001, ada lebih dari
10.000 kasus infeksi hepatitis akutA dilaporkan di AS (Anonim, 2010)
Hepatitis adalah istilah umum yang berarti radang hati dan dapat disebabkan oleh beberapa
mekanisme, termasuk agen infeksius. Virus hepatitis dapat disebabkan oleh berbagai macam
virus yang berbeda seperti virus hepatitis A, B, C, D dan E. Penyakit kuning adalah ciri
karakteristik penyakit hati dan bukan hanya karena virus hepatitis, diagnosis yang benar hanya
dapat dilakukan dengan pengujian SERA pada pasien untuk mendeteksi adanya antivirus pada
antibodi. Sebagian besar kasus terkait hepatitis karena transfusi disebabkan oleh hepatitis Avirus
(HAV) atau virus hepatitis B (HBV), kedua hanya dikenal hepatitis manusia, virus ini dikenal
pada tahun 1975. Pada waktu itu, Hepatitis C sudah ada, tapi dikenal dengan sebutan hepatitis
non A non B (NANB). Pada tahun 1989 virushepatitis non A-B diidentifikasi dan dikloning,
kemudian dinamai virus hepatitisC (HCV) (WHO, 2010).
HEPATITIS A
Penyakit hepatitis A masih endemis di negara berkembang,terutama karena keadaan lingkungan
yang masih buruk.
Cara penularan yang umum adalah melalui kontaminasi makanan dan air minum oleh tinja
penderita. Terakhir dilaporkan gejala penyakit hepatitis A lebih berat di negara Thailand dan
Indonesia, karena keadaan lingkungan sudah membaik dan lebih banyak menyerang penderita
umur lebih dewasa.Hepatitis A dapat didiagnosis dengan salah satu cara sbb.:
1) Isolasi partikel virus atau antigen virus HAV (Hepatitis AVirus) dalam tinja penderita.
2) Kenaikan titer anti-HAV
3) Kenaikan titer IgM anti-HAV.
Cara yang terbaik adalah cara ke tiga karena kenaikan anti- bodi yang pertama kali terjadi pada
kasus akut adalah kelas IgM dan IgM ini tidak lama kemudian akan menghilang. Keduates
lainnya memerlukan pemrosesan tinja yang makan waktudan tenaga lebih banyak atau
memerlukan jumlah serum yanglebih banyak.Pada tahun 1986, P.J. Provost dkk telah
menemukan Live Attenuated vaksin hepatitis A, dari strain CR326F yang berasaldari tinja
penderita hepatitis A, di Costa Rica.
Virus hepatitis A ini telah mengalami beberapa kali pasase pada jaringan fetal rhesus monkey
kidney (FRhK6). Human Diploid Lung (MRCS) yang akhirnya dapat menurunkan faktor-faktor
patogennya dan dapat digunakan untuk manusia sebagai vaksin dengan hasilyang baik

5 macam gejala klinis :


Hepatitis A Klasik : timbul secara mendadak didahului gejala prodromal sekitar 1 minggu
sebelum jaundice.


Hepatitis A relaps : Timbul 6-10 minggu setelah sebelumnya dinyatakan sembuh secara
klinis. Kebanyakan terjadi pada umur 20-40 tahun.Gejala relaps lebih ringan daripada
bentuk pertama.


Hepatitis A kolestatik : Terjadi pada 10%penderita simtomatis. Ditandai dengan
pemanjangan gejala hepatitis dalam beberapa bulan disertai panas, gatal-gatal dan
jaundice


Hepatitis A protracted : Pada biopsi hepar ditemukan adanya inflamasi portal dengan
piecemeal necrosis, periportal fibrosis, dan lobular hepatitis.


Hepatitis A fulminan : paling berat dan dapat menyebabkan kematian, ditandai dengan
memberatnya ikterus, ensefalopati, dan pemanjangan waktu protrombin.
DEFINISI
Istilah Hepatitis berasal dari bahasa Yunani kuno hepar, dengan akar kata hepat
yang berarti
hati (liver), dan akhiran itis yang berarti peradangan. Hepatitis adalah Suatu peradangan pada
hati yang terjadi karena toksin seperti; kimia atau obat atau agen penyakit infeksi. Hepatitis
adalah keadaan radang/cedera pada hati, sebagai reaksi terhadap virus, obat atau alkohol.
ETIOLOGI
Hepatitis A disebabkan oleh virus HAV (Hepatitis A Virus). Virus ini adalah anggota terpisah
dari famili picornavirus. HAV merupakan partikel bulat 27-32 nm dengan simetri kubus,
mengandung genom RNA untai tunggal yang lurus berukuran 7,5 kb. HAV memiliki sifat stabil
pada pemberian ether 20%,asam (pH 1,0 selama 2 jam), dan panas (60C selama 1 jam). Virus
dapat dihancurkan dengan merebus dalam air selama 5 menit, dengan pemanasan kering (180C
selama 1 jam), radiasi ultraviolet, formalin, dan klorin. Memanaskan makanan pada suhu > 85C
selama 1 menit sangat penting untuk inaktivasi HAV.
Virus hepatitis A (HAV) terdiri dari RNA berbentuk bulat tidak berselubung berukuran 27 nm.
Ditularkan melalui jalur fekal

oral, sanitasi yang jelek,kontak antara manusia, dibawah oleh air
dan makanan.Masa inkubasinya 15

49 hari dengan rata

rata 30 hari.Infeksi ini mudah terjadi
didalam lingkungan dengan higiene dan sanitasi yang buruk dengan penduduk yang sangat
padat.
MANIFESTASI KLINIS
Kadang bisa saja seorang yang terinfeksi HAV tidak menunjukkan gejala yang berarti, namun
walaupun ditemukan kejadian seperti ini feses dari orang tersebut tetaplah infeksius. Gejala yang

biasanya diderita adalah: meriang / tidak enak badan, nausea, vomiting, dan diare, kehilangan
nafsu makann sehingga berat badan turun, ikterik, kulit gatal, sakit di bagian abdominal. Masa
infeksi biasanya berakhir dalam dua bulan, tetapi kadang-kadang menjadi lebih lama pada
sebagian orang. Sekali terinfeksi dan tubuh dapat mengalahkan virus maka tubuh akan memiliki
kekebalan.
Keluhan dan GejalaPeriode inkubasi infeksi virus hepatitis A antara 10-50 hari (rata-rata 25
hari), biasanya diikuti dengan demam, kurang nafsu makan, mual, nyeri pada kuadrankanan atas
perut, dan dalam waktu beberapa hari kemudian timbul sakit kuning.Urin penderita biasanya
berwarna kuning gelap yang terjadi 1-5 hari sebelumtimbulnya penyakit kuning. Terjadi
pembesaran pada organ hati dan terasaempuk. Banyak orang yang mempunyai bukti serologi
infeksi akut hapatitis Atidak menunjukkan gejala atau hanya sedikit sakit, tanpa ikterus (anicteric
hepatitis A). Infeksi penyakit tergantung pada usia, lebih sering dijumpai padaanak-anak.
Sebagian besar (99%) dari kasus hepatitis A adalah sembuh sendiri(Wilson, 2001).HAV
ditularkan dari orang ke orang melalui mekanisme fekal-oral. HAVdiekskresi dalam tinja, dan
dapat bertahan di lingkungan untuk jangka waktulama. Orang bisa tertular apabila
mengkonsumsi makanan dan minuman yangterkontaminasi oleh HAV dari tinja. Kadang-
kadang, HAV juga diperoleh melaluihubungan seksual (anal-oral) dan transfusi darah (WHO,
2010).Hepatitis akut A dapat dibagi menjadi empat fase klinis:

inkubasi atau periode preklinik, 10 sampai 50 hari, di mana pasien tetapasimtomatik meskipun
terjadi replikasi aktif virus.

fase prodromal atau preicteric, mulai dari beberapa hari sampai lebih dariseminggu, ditandai
dengan munculnya gejala seperti kehilangan nafsu makan,kelelahan, sakit perut, mual dan
muntah, demam, diare, urin gelap dan tinjayang pucat.

fase icteric, di mana penyakit kuning berkembang di tingkat bilirubin totalmelebihi 20 - 40


mg/l. Pasien sering minta bantuan medis pada tahap penyakit mereka. Fase icteric biasanya
dimulai dalam waktu 10 hari gejalaawal. Demam biasanya membaik setelah beberapa hari
pertama penyakitkuning. Viremia berakhir tak lama setelah mengembangkan hepatitis,meskipun
tinja tetap menular selama 1 - 2 minggu. Tingkat kematian rendah(0,2% dari kasus icteric) dan
penyakit akhirnya sembuh sendiri. Kadang-kadang, nekrosis hati meluas terjadi selama 6
pertama - 8 minggu pada masasakit. Dalam hal ini, demam tinggi, ditandai nyeri perut, muntah,
penyakitkuning dan pengembangan ensefalopati hati terkait dengan koma dan kejang,ini adalah
tanda-tanda hepatitis fulminan, menyebabkan kematian pada tahun70 - 90% dari pasien. Dalam
kasus-kasus kematian sangat tinggi berhubungandengan bertambahnya usia, dan kelangsungan
hidup ini jarang terjadi lebihdari 50 tahun.

masa penyembuhan, berjalan lambat, tetapi pemulihan pasien lancar danlengkap. Kejadian
kambuh hepatitis terjadi dalam 3 - 20% dari pasien, sekitar 4-15 minggu setelah gejala awal telah
sembuh (WHO, 2010).