Anda di halaman 1dari 10

TUGAS

MAKALAH KONSERVASI LINGKUNGAN




Oleh :
KELOMPOK 3

Reinald Carlson (Ketua)
Akmal Abbas
Muh.Ilwanto
Muh.Akmal Pratama
Suci Rahmawati
Nurul Intan

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya, saya dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul Kondisi dan Masalah Lingkungan Hidup di
Indonesia tepat pada waktunya.Makalah ini merupakan inovasi pembelajaran untuk
memahami penelitian secara mendalam, semoga makalah ini dapat berguna untuk siswa
pada umumnya.Kami juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu saya sangat membutuhkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dan pada
intinya untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan agar dimasa yang akan datang lebih
baik lagi.Penulis
DAFTAR ISI
KataPengantar
Daftar isi
BAB 1. PENDAHULUAN.
1 Latar Belakang.
2 Perumusan Masalah
3 Tujuan

BAB 2. LANDASANTEORI
1 Identifikasi kualitas lingkungan hidup
2 Keterbatasan Ekologi dalam Pembangunan










BAB 3. ISI
1.Analisa Lingkungan Hidup..
2.Masalah Masalah Pada Lingkungan Hidup
3.Penyebab & Damapk Masalah Lingkungan Hidup
4.Upaya Upaya Mengatasi Masalah Lingkunagan Hidup
A. Usaha mengatasi berbagai masalah lingkungan hidup.
B. Pengelolaan sumber daya alam berwawasan lingkungan hidup
C. Pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan
D. Pengelolaan daur ulang sumber daya alam
E. Pelestarian flora dan fauna

BAB 4. PENUTUP.
1. Kesimpulan..................................................................
2. Saran............................................................................
3. Daftar Pustaka.............................................................


















BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada umumnya manusia bergantung pada keadaan lingkungan disekitarnya yaitu
berupa sumber daya alam yang dapat menunjang kehidupan sehari-hari. Sumber daya alam
yang utama bagi manusia adalah tanah, air, dan udara. Tanah merupakan tempat manusia
untuk melakukan berbagai kegiatan. Air sangat diperlukan oleh manusia sebagai komponen
terbesar dari tubuh manusia. Untuk menjaga keseimbangan, air sangat dibutuhkan dengan
jumlah yang cukup banyak dan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, udara merupakan
sumber oksigen yang alami bagi pernafasan manusia. Lingkungan yang sehat akan
terwujud apabila manusia dan lingkungannya dalam kondisi yang baik.Lingkungan hidup
di Indonesia perlu ditangani dikarenakan adanya beberapa faktor yang mempengaruhinya,
salah satunya yaitu adanya masalah mengenai keadaan lingkungan hidup seperti
kemerosotan atau degradasi yang terjadi di berbagai daerah. Secara garis besar komponen
lingkungan dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok biotik (flora darat dan air,
fauna darat dan air), kelompok abiotik ( sawah, air dan udara) dan kelompok kultur
(ekonomi, sosial, budaya serta kesehatan masyarakat).


1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang yang telas dijelaskan, maka dapat dibuat
perumusan masalah sebagai berikut:
A. Masalah apa saja yang terjadi pada lingkungan hidup?
B.Apa penyebab dan dampak yang ditimbulkan dari masalah lingkungan hidup?
C. Bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah lingkungan
hidup?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan yang dari penulisan makalah ini yaitu dapat mengetahui masalah-
masalah yang terjadi pada lingkungan hidup serta upaya yang dapat dilakukan untuk
mengatasi masalah tersebut.




BAB 2
LANDASAN TEORI

2.1 Identifikasi Kualitas Lingkungan Hidup
Lingkungan biotik adalah segala makhluk hidup mulai dari organisme yang tidak
kasat mata sampai pada hewan dan vegetasi raksasa yang terdapat dipermukaan
bumi.Sedangkan lingkungan abiotik merupakan segala segala sesuatu yang ada di
sekitar makhluk hidup yang bukan berupa organisme.Adanya keinginan untuk mencapai
sasaran pembangunan yang ideal ialah membntuk manusia Indonesia seutuhnya secara
material dan spiritual. Setiap pembangunan perlumengkaji komponen yang meliputi
komponen biotik, abiotik dan kultur yaitu sebagai berikut:

1. Pembangunan berwawasan lingkunganMerupakan pengelolaan sumber daya sebaik
mungkin dengan pembangunan yang berkesinambungan serta peningkatan terhadap mutu
hidup masyarakat. Sasaran pembangunan yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. Kegiatan pembangunan dapat menimbulkan pengaruh yang cukup besar
terhadap lingkungan.Kegiatan tersebut dapat bersifat secara alamiah, kimia maupun secara
fisik.

2. Kualitas Lingkungan hidupYaitu dengan memperhatikan kondisi lingkungan hidup
sekitar yang berhubungan dengan mutu hidup. Kualitas hidup dapat ditentukan oleh tiga
komponen utama yaitu terpenuhinya kebutuhan untuk kelangsungan hidup hayati,
terpenuhinya kebutuhan untuk kelangsungan hidup manusiawi dan terpenuhinya
kebebasan untuk memilih. Lingkungan harus dijaga agar dapat mendukung terhadap
kualitas berupa tingkat hidup masyarakat yang lebih tinggi. Lingkungan mempunyai
kemampuan untuk menghasilkan sumber daya serta mengurangi zat pencemaran dan
ketegangan sosial terbatas. Batas kemampuan itu disebut daya dukung. Dalam Undang-
Undang Lingkungan Hidup, daya dukung lingkungan ialah kemampuan suatu lingkungan
untuk mendukung peri kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya

2.2 Keterbatasan Ekologi dalam Pembangunan Biolog
lingkungan atau yang biasa dikenal dengan ekologi adalah bagian dari
ilmu pengetahuan yang mempunyai hubungan erat dengan lingkungan. Ekologi berasal
darikata oikos yang berarti rumah tangga dan logos yang mempunyai arti ilmu
pengetahuan.Jadi, ekologi dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang hubungan
timbal balik antara makhluk hidup dengan keadaan lingkungannya yang bersifat dinamis.
Hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya sangat terbatas terhadap
lingkungan yang bersangkutan, hubungan inilah yang disebut dengan keterbatasan ekologi.
Dalam keterbatasan ekologi terjadi degradasi ekosistem yang disebabkan oleh dua hal
yaitu peristiwa alami dan kegiatan manusia. Secara alami merupakan peristiwa yang
terjadi bukan karena disebabkan oleh perilaku manusia. Sedangkan yang disebabkan oleh
kegitan manusia yaitu degradasi ekosistem yang dapat terjadi diberbagai bidang
meliputi bidang pertanian, pertambangan, kehutanan, konstruksi jalan raya, pengembangan
sumber daya air dan adanya urbanisasi.








BAB III
ISI

3.1 Masalah Masalah Pada Lingkungan Hidup
Berdasarkan pada data yang diperoleh, Indonesia mempunyai hutan tropis dunia
sebesar 10 persen. Sekitar 12% keadaan hutan di Indonesia yang merupakan bagian dari
jumlah binatang yang tergolong jenis mamalia, 16% persen merupakan bagian dari spesies
amphibi dan binatang sejenis reptil dan 25% dari bagian spesies sejenis burung dansekitar
1.519 merupakan bagian dari spesies burung. Sisanya merupakan endemik yanghanya
dapat ditemui didaerah tersebut.Penyusutan luas hutan alam yang merupakan asli
Indonesia mengalami kecepatan menurunan yang cukup memprihatinkan. Menurut World
Resource Institute (1997),hingga saat ini hutan asli Indonesia. Selama periode 1985-1997
kerusakan hutan mencapai 1,6 juta hektar per tahun. Pada periode 1997-2000 bertambah
menjadi 3,8 jutahektar per tahun. Berdasarkan pada hasil penelitian citra landsat pada tahun
2000 terdapat101,73 juta hektar hutan dan lahan mengalami kerusakan yang cukup serius.
Diantaranya,hutan seluas 59,62 juta hektar berada dalam kawasan hutan [Badan
PlanologiDephut,2003]. Menurut data yang diperoleh dari Bakornas Penanggulangan
Bencana pada tahun 2003, bencana yang terjadi selama tahun 1998 hingga pertengahan 2003
datayang didapat menunjukan telah terjadi 647 bencana dengan 2022 korban jiwa
danmengalami kerugian milyaran rupiah dengan 85% merupakan bencana banjir
danlongsor.
Dalam lingkungan hidup di Indonesia, banyak terjadi permasalahan di sungai, laut,
tanahdan hutan yaitu sebagai berikut:
1. Pencemaran Sungai dan laut
Sungai dan laut dapat tercemar dari kegiatan manusia seperti penggunaan bahan
logam berat, pembuangan limbah cair kapal dan pemanfaatan air panas. Secara biologis,
fisik dan kimia senyawa seperti logam tidak dapat dihancurkan. Di berbagai sektor
industridan rumah tangga seperti pemakaian bahan-bahan dari plastik.
2. Pencemaran Tanah
Tanah bisa dapat tercemar apabila penggunaan secara berlebihan terhadap pupuk
dan bahan pestisida. Pencemaran tanah mempunyai ciri yaitu adanya perubahan
tanahmenjadi kering dan keras, hal ini disebabkan oleh jumlah kandungan garam yang
sangat besar yang terdapat di dalam tanah. Selain itu, pencemara tanah juga dapat
disebabkan oleh sampah plastik karena pada umumnya sampah plastik tidak mengalami
proses penghancuran secara sempurna.
3. Pencemaran Hutan
Hutan juga bisa mengalami kerusakan apabila dalam pemanfaatannya tidak
terkendali dengan baik. Hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat
diperbaharui.Salah satu contoh pencemaran atau kerusakan hutan adalah adanya
penebangan secara liar. Jika kegiatan tersebut dilakukan secara terus-menerus maka dapat
mengakibatkan penggundulan hutan.



3.2 Penyebab & Dampak Masalah Lingkungan Hidup
Perubahan ekosistem lingkungan yang paling utama disebabkan oleh perilaku
masyarakatyang kurang baik dalam pemanfaatan sumber-sumber daya dalam rangka
memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal inilah yang menyebabkan adanya perubahan
ekosistem.Perubahan ekosistem suatu lingkungan terjadi dengan adanya kegiatan
masyarakat seperti pemanfaatan lahan yang dijadikan sebagai daerah pertanian sehingga
dapat mengurangiluas lahan lainnya. Adanya pertambahan jumlah penduduk dalam
memanfaatkan lingkungan akan membawa dampak bagi mata rantai yang ada dalam suatu
ekosistem.Selain itu kerusakan hutan yang terjadi karena adanya penebangan dan
kebakaran hutandapat mengakibatkan banyak hewan dan tumbuhan yang punah. Padahal
hutan merupakan sumber kehidupan bagi sebagian masyarakat yang berfungsi
sebagai penghasil oksigen, tempat penyedia makanan dan obat-obatan.Jumlah kerusakan
flora dan fauna akan terus bertambah dan berlangsung lama jika dalam penggunaannya
masyarakat tidak memperhatikan keseimbangan terhadap ekosistem lingkungan. Dampak
dari perubahan ekosistem akan berkurang jika masyarakatmengetahui dan memahami
fungsi dari suatu ekosistem tersebut. Kerusakan ekosistem membawa dampak bukan hanya
pada keanekaragaman terhadap flora dan fauna jugadapat membawa pengaruh lain
terhadap masyarakat itu sendiri seperti longsor, banjir danerosi. Selain itu kerusakan
lingkungan bisa di sebabkan oleh sampah. Sampah yangsemakin banyak dapat
menimbulkan penguapan sungai dan kehabisan zat asam yang sangat dibutuhkan bagi
mikroorganisme yang hidup di sungai. Serta dapat puladisebabkan dari pembuangan
limbah cair dari kapal dan pemanfaatan terhadap penggunaan air panas yang dapat
menimbulkan laut menjadi tercemar.


3.3 Upaya Upaya Mengatasi Masalah Lingkungan Hidup
A. Usaha Mengatasi berbagai Masalah Lingkungan Hidup
Pada umumnya permasalahan yang terjadi dapat diatasi dengan cara-cara sebagai
berikut:
1. Menerapkan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan pada pengelolaan
sumber daya alam baik yang dapat maupun yang tidak dapat diperbaharui dengan
memperhatikandaya dukung dan daya tampungnya.
2. Untuk menghindari terjadinya pencemaran lingkungan dan kerusakan sumber dayaalam
maka diperlukan penegakan hokum secara adil dan konsisten.
3. Memberikan kewenangan dan tanggung jawab secara bertahap terhadap
pengelolaansumber daya alam dan lingkungan hidup.
4. Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara bertahap dapat
dilakukandengan cara membudayakan masyarakat dan kekuatan ekonomi.
5. Untuk mengetahui keberhasilan dari pengelolaan sumber daya alam dan
lingkunganhidup dengan penggunaan indicator harus diterapkan secara efektif.
6. Penetapan konservasi yang baru dengan memelihara keragaman konservasi yang
sudahada sebelumnya.
7. Mengikutsertakan masyarakat dalam rangka menanggulangi permasalahan lingkungan
global.
B. Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan Hidup Dan Berkelanjutan
Untuk menanggulangi masalah kerusakan yang terjadi pada lingkungan perlu
diadakan konservasi. Konservasi dapat diartikan sebagai upaya untuk memelihara
lingkungan mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat sampai bangsa.Pengelolaan
sumber daya alam merupakan usaha secara sadar dengan cara menggali sumber daya alam,
tetapi tidak merusak sumber daya alam lainnya sehingga dalam penggunaannya harus
memperhatikan pemeliharaan dan perbaikan kualitas dari sumber daya alam tersebut.
Adanya peningkatan perkembangan kemajuan di bidang produksitidak perlu
mengorbankan lingkungan yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan.Apabila
lingkungan tercemar maka akan berdampak buruk bagi kelanjutan dari keberadaan sumber
daya alam yang akhirnya dapat menurunkan kehidupan masyarakat.Dalam pengelolaan
sumber daya alam perlu diperhatikan keserasiannya denganlingkungan. Keserasian
lingkungan merupakan proses pembentukan lingkungan yang sifatnya relatif sama dengan
pembentukan lingkungan. Pengelolaan sumber daya alam agar berkelanjutan perlu di
adakannya pelestarian terhadap lingkungan tanpa menghambat kemajuan.


C. Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan
Dalam pengelolaan sumber daya alam agar tetap lestari maka dapat dilakukan
uasaha atau upaya sebagai berikut:
1. Menjaga kawasan tangkapan hujan seperti kawasan pegunungan yang harus selalu hijau
karena daerah pegunungan merupakan sumber bagi perairan di darat.
2. Untuk mengurangi aliran permukaan serta untuk meningkatkan resapan air sebagia
air tanah, maka diperlukan pembuatan lahan dan sumur resapan.
3. Reboisasi di daerah pegunungan, dimana daerah tersebut berfungsi sebagai reservoir air,
tata air, peresapan air, dan keseimbangan lingkungan.
4. Adanya pengaturan terhadap penggunaan air bersih oleh pemerintah.
5. Sebelum melakukan pengolahan diperlukan adanya pencegahan terhadap pembuangan
air limbah yang banyak dibuang secara langsung ke sungai.
6.Adanya kegiatan penghijauan di setiap tepi jalan raya, pemukiman
penduduk, perkantoran, dan pusat-pusat kegiatan lain.
7. Adanya pengendalian terhadap kendaraan bermotor yang memiliki tingkat
pencemarantinggi sehingga menimbulkan polusi.
8. Memperbanyak penggunaan pupuk kandang dan organik dibandingkan
dengan penggunaan pupuk buatan sehinnga tidak terjadi kerusakan pada tanah.
9. Melakukan reboisasi terhadap lahan yang kritis sebagai suatu bentuk usaha pengendalian
agar memiliki nilai yang ekonomis.
10. Pembuatan sengkedan, guludan, dan sasag yang betujuan untuk mengurangi laju erosi.
11. Adanya pengendalian terhadap penggunan sumber daya alam secara berlebihan.
12. Untuk menambah nilai ekonomis maka penggunaan bahan mentah perlu
dikurangikarena dianggap kurang efisien.
13. Reklamasi lahan pada daerah yang sebelumnya dijadikan sebagai daerah penggalian.


D. Pengelolaan Daur Ulang Sumber Daya Alam
Tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan dapat dikurangi dengan cara
melakukan pengembangan usaha seperti mendaur ulang bahan-bahan yang sebagian besar
orang menganggap sampah, sebenarnya dapat dijadikan barang lain yang bisa bermanfaat
dantentunya dengan pengolahan yang baik. Pengelolaan limbah sangat efisien dalam
upayauntuk mengatasi masalah lingkungan. Langkah-langkah yang dapat dilakukan
dalam pengelolaan limbah dengan menggunakan konsep daur ulang adalah sebagai
berikut:

1. Melakukan pengelompokan dan pemisahan limbah terlebih dahulu.
2. Pengelolaan limbah menjadi barang yang bermanfaat serta memilki nilai ekonomis.
3. Dalam pengolahan limbah juga harus mengembangkan penggunaan teknologi


E. Pelestarian Flora Dan Fauna
Untuk menjaga kelestarian flora dan fauna, upaya yang dapat dilakukan adalah
mendirikan tempat atau daerah dengan memberikan perlindungan khusus yaitu
sebagai berikut:
1. Hutan Suaka Alam merupakan daerah khusus yang diperuntukan untuk melindungialam
hayati.
2. Suaka Marga Satwa merupakan salah satu dari daerah hutan suaka alam yang tujuannya
sebagai tempat perlindungan untuk hewan-hewan langka agar tidak punah.
3. Taman Nasional yaitu daerah yang cukup luas yang tujuannya sebagai
tempat perlindungan alam dan bukan sebagai tempat tinggal melainkan sebagai tempat
rekreasi.
4. Cagar alam merupakan daerah dari hutan suaka alam yang dijadikan sebagai
tempat perlindungan untuk keadaan alam yang mempunyai ciri khusus termasuk di
dalamnya meliputi flora dan fauna serta lingkungan abiotiknya yang berfungsi untuk
kepentingn kebudayaan dan ilmu pengetahuan.















BAB 4
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Penyebab terjadinya masalah lingkungan hidup adalah adanya kegiatan
masyarakatseperti pembuangan limbah pabrik, sampah dari rumah tangga, penebangan
dankebakaran hutan yang dapat menimbulkan pencemaran terhadap sungai dan laut,
tanah,hutan sehingga banyak flora dan fauna yang punah

4.2 SARAN
Masyarakat harus menjaga kelestarian lingkungan hidup. Dalam pemanfaatan
sumber daya harus memperhatikan dampak yang timbul dari penggunaan sumber daya
tersebutterhadap lingkungan sekitar agar tidak terjadi pencemaran atau kerusakan
lingkunganhidup.

4.3 DAFTAR PUSTAKA
1. Dr.H. Totok Gunawan, M.S.,dkk. 2004. Fakta dan Konsep Geografi. Jakarta:
GanecaExact
2. Sugandi, Dede. 2005. Geografi. Bandung: Regina