Anda di halaman 1dari 12

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Salah satu komoditas perikanan yang cukup popular di masyarakat adalah lele dumbo
( Clarias gariepinus ). Ikan ini berasal dari benua Afrika dan pertama kali didatangkan ke
Indonesia pada tahun 198. !arena memiliki berbagai kelebihan" menyebabkan" lele dumbo
termasuk ikan yang paling mudah diterima masyarakat. !elebihan tersebut diantaranya adalah
pertumbuhannya cepat" memiliki kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan tinggi" rasanya
enak dan kandungan gi#i serta protein he$ani yang cukup tinggi. %aka tak heran banyak
permintaan ukuran konsumsi di kalangan masyarakat" sehingga memungkinkan minat
masyarakat untuk membudidayakan lele dumbo sangat besar.
Ikan lele merupakan salah satu &enis ikan air ta$ar yang sudah dibudidayakan secara
komersial oleh masyarakat Indonesia . 'abitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan" ra$a"
telaga" $aduk" sa$ah yang tergenang air. Ikan lele bersifat noktural" yaitu aktif bergerak mencari
makanan pada malam hari. (ada siang hari" ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat)
tempat gelap. *i alam ikan lele memi&ah pada musim penghu&an.
(engembangan usaha budidaya ikan ini semakin meningkat setelah masuknya &enis ikan
lele dumbo ke Indonesia pada tahun 198+ (Sunarma" ,--). (eningkatan tersebut dapat ter&adi
karena ikan lele dumbo dapat dibudidayakan pada lahan dan sumber air yang terbatas dengan
padat tebar yang tinggi. (engembangan usaha perikanan budidaya sangat tergantung pada
ketersediaan induk dan benih unggul" karena induk dan benih merupakan salah satu sarana
produksi yang mutlak dan akan menentukan keberhasilan usaha budidaya. (roses penyediaan
dan distribusi benih unggul harus memenuhi kriteria tu&uh tepat seperti yang dipersyaratkan"
yakni tepat &enis" $aktu" mutu" &umlah" tempat" ukuran dan tepat harga.
.ingkat konsumsi ikan yang semakin meningkat merupakan suatu peluang yang bagus
untuk usaha perikanan" termasuk usaha ikan lele dumbo. Selain itu lele dumbo merupakan salah
satu &enis ikan ta$ar dengan daging yang enak dan gurih dengan tekstur empuk dan memiliki
kandungan gi#i yang dibutuhkan oleh tubuh. /erdasarkan hasil penelitian" Setiap 1-- gram
dagingnya mengandung 18", gram protein. *engan begitu" +-- gram lele dumbo berukuran kecil
(kira)kira ekor) mengandung 1, gram protein" energi 19 kalori" lemak 8" gram" dan
karbohidrat 0" gram (!hairuman dan Amri" ,--8).
.ekologi pembenihan merupakan faktor penting dalam penyediaan benih ikan lele
dumbo. !ualitas benih sangat ditentukan oleh kualitas induk" pakan" kemampuan pengelolaan
lingkungan dan teknik pemi&ahannya (Sunarma" ,--). .eknik (emi&ahan ikan lele dibagi tiga
cara yaitu pemi&ahan alami (natural spawning)" pemi&ahan semi alami (induced spawning) dan
pemi&ahan buatan (induced/artificial breeding). (emi&ahan alami dilakukan dengan cara memilih
induk &antan dan betina yang benar)benar matang gonad kemudian dipi&ahkansecara alami di
bak1$adah pemi&ahan dengan pemberian kakaban. (emi&ahan semi alami dilakukan dengan cara
merangsang induk betina dengan penyuntikan hormon perangsang kemudian dipi&ahkan secara
alami. (emi&ahan buatan dilakukan dengan cara merangsang induk betina dengan penyuntikan
hormon perangsang kemudian dipi&ahkan secara buatan
(emi&ahan secara buatan memiliki kelebihan dibandingkan dengan cara alami atau semi
alami yaitu2 1) tingkat pembuahan dan penetasan yang lebih tinggi" ,) terhindar dari perubahan
faktor lingkungan yang tidak optimal" 3) pertumbuhan dan sintasan yang lebih optimal" dan )
pengendalian penyakit lebih mudah dilakukan (4bah et.al." ,-11).
,. Tujuan
) %engetahui teknik pembenihan lele dumbo dengan pemi&ahan buatan
) %engetahui mana&emen produksi pembenihan produksi
) %engetahui analisa produksi dan pemasaran
PEMBAHASAN
1. Manajemen Produksi
(elaksanaan usaha pembenihan ikan lele dumbo meliputi 5 (ersiapan kolam" persiapan
pemi&ahan dan pemi&ahan (fase persiapan pemi&ahan" fase pera$atan telur" fase pera$atan lar6a"
dan fase pemanenan)" pemberian pakan" penyeleksian benih menurut ukuran" serta pemasaran
benih. Alat)alat yang digunakan dalam usaha pembenihan ikan lele dumbo ini yaitu antara lain 5
serok induk" serok lar6a" serok benih" happa (&aring untuk panen benih)" kakaban (&aring untuk
menempelnya telur)" pompa air" selang" sikat kolam" pipa paralon" bak plastik" alat seleksi benih.
!olam yang digunakan dalam pembenihan yaitu antara lain 5 kolam induk" bak pemi&ahan
sekaligus pemeliharaan lar6a" bak1kolam pendederan" bak penampungan benih" dan bak pakan
alami
A. Persiapan Bak / Kolam
*alam usaha pembenihan lele dumbo" langkah yang pertama yaitu mempersiapkan
$adah berupa bak penetasan telur. (ersiapan $adah perlu dilakukan sebelum kegiatan pemi&ahan
dilakukan" sebelum $adah digunakan untuk penetasan telur $adah tersebut harus dibersihkan
terlebih dahulu dengan cara mengeringkan air yang ada di bak tersebut setelah dikeringkan
barulah menyikat kotoran)kotoran atau lumut)lumut yang ada di bak tersebut yang bertu&uan
untuk menghilangkan bibit penyakit yang ada setelah disikat barulah bak tersbut dibilas dengan
air bersih agar kotoran)kotoran dan lumut terbuang atau terba$a air ke saluran pembuangan.
(embersihan bak harus benar)benar bersih karena kebersihan bak berpengaruh terhadap
keseterilan kualitas air" sehingga tidak menggangu dalam proses penetasan telur. setelah dibilas
bak dikeringkan kemudian diisi air setinggi 3- cm. Setelah diisi air barulah pemasangan happa
dilakukan" happa di pasang dengan cara mengikat pada keempat sudutnya ke kayu yang terdapat
di sudut bak. happa yang digunakan berukuran , m 7 1 m dan kemudian memastikan sirkulasi air
ber&alan lancar untuk penetasan telur.
/. Pematangan onad
(ematangan gonad dilakukan di kolam seluas +- s1d ,-- m, dengan kepadatan , s1d
kg1m
,
. Induk lele *umbo sebaiknya dipelihara secara terpisah dalam kolam tanah atau bak
tembok dan dengan air mengalir ataupun air diam. Setiap hari diberi pakan tambahan berupa
pellet sebanyak 3 persen perhari dari berat tubuhnya.
C. Seleksi !nduk
(ersyaratan reproduksi induk betina ikan lele *umbo antara lain5 umur minimal
dipi&ahkan 1 tahun" berat -"8- 9 1"- kg dan pan&ang standar ,+ 9 3- cm. Sedangkan induk &antan
antara lain5 umur 1 tahun" berat -"+ 9 -"8+ kg dan pan&ang standar 3- 9 3+ cm (Sunarma" ,--).
Induk betina yang siap dipi&ahkan adalah induk yang sudah matang gonad. Secara fisik"
hal ini ditandai dengan perut yang membesar dan lembek. Secara praktis hal ini dapat diamati
dengan cara meletakkan induk pada lantai yang rata dan dengan perabaan pada bagian perut.
Sedangkan induk &antan ditandai dengan $arna alat kelamin yang ber$arna kemerahan .
:umlah induk &antan dan induk betina tergantung pada rencana produksi dan sistem
pemi&ahan yang digunakan. (ada sistem pemi&ahan buatan diperlukan banyak &antan sedangkan
pada pemi&ahan alami dan semi alami &umlah &antan dan betina dapat berimbang.
*. Pem"erokan
(emberokan atau memuasakan ikan dilakukan setelah seleksi induk. Induk &antan dan
betina yang memenuhi persyaratan" kemudian dimasukkan ke dalam bak pemberokan dengan
luas s1d 0m dan tinggi 1m secara terpisah dan pemberokan dilakukan selama 1), hari. .u&uan
dari pemberokan ini adalah mengurangi lemak pada tubuh induknya agar telur mudah
dikeluarkan dan membersihkan saluran pencernaan atau isi perut.
;. Penim"angan !nduk
(enimbangan induk dilakukan untuk mengetahui berat induk sebagai penentu kebutuhan
banyaknya o6aprim yang akan disuntikkan pada induk lele.
<. #$aprim / Kelenjar Hipo%isa
!elen&ar hipofisa banyak sekali mengandung hormon terutama hormon yang
berhubungan dengan perkembangan dan pematangan gonad. 'ormon tersebut diantaranya adalah
Gonadotropin yaitu =.' I dan =.' II" sehingga ekstrak kelen&ar hipofisa sering digunakan
sebagai perangsang pematangan gonad (=usrina" ,--8). !elen&ar hipofisa banyak mengandung
kelemahan diantaranya adalah5
(1) hilangnya ikan donor karena diambil kelen&ar hipofisanya. (,) standarisasi ekstrak kelen&ar
hipofisa ikan sebagai bahan suntikan untuk induksi pematangan akhir sel telur dan sel sperma
tidak tepat. (3) belum diketahui dengan pasti hormon mana yang sebenarnya berpotensi untuk
o6ulasi dan kematangan gonad. () penyakit mudah menular( 'ard&amulia. 198-).
>6aprim adalah campuran analog salmon =n?' dan Anti dopamine dinyatakan bah$a
setiap 1 ml o6aprim mengandung ,- ug s=n?'a ( *)Arg0).rp8" @cu8" (ro9)A;.) 9 @'?' dan
1- mg anti dopamine(=ambar 1). >6aprim &uga berperan dalam memacu ter&adinya o6ulasi.
(ada proses pematangan gonad =n?' analog yang terkandung didalamnya berperan merangsang
hipofisa untuk melepaskan gonadotropin. Sedangkan sekresi gonadotropin akan dihambat oleh
dopamine. /ila dopamine dihalangi dengan antagonisnya maka peran dopamine akan terhenti"
sehingga sekresi gonadotropin akan meningkat (=usrina" ,--8).
*ari kedua macam hormon yang dapat digunakan untuk melakukan pemi&ahan ikan
seperti yang telah di&elaskan" maka pemilihan hormone yang akan digunakan sangat bergantung
pada &enis ikan yang akan dibudidayakan" harga ekonomis dan efisiensi dalam penggunaannya.
(erbandingan penggunaan kelen&ar hypofisa dan o6aprim telah diteliti oleh %ore et.al
(,-1-) yang mendapatkan persentase pembuahan dan daya tetas telur pada o6aprim yaitu 88.11)
98.9B dan 8.8)9+)9,. Sedangkan peda kelen&er hypofisa persentase pembuahan dan daya
tetas telur masing +3.19 ) 8+.8B dan 0- ) +8.8,B.
>6aprim yang akan disuntikkan terlebih dahulu ditentukan dosisnya" yaitu -",)-"+ ml1kg
berat induk" &ika menggunakan kelen&ar hipofisa ikan mas1donor sebanyak , dosis ( 1 kg induk
membutuhkan , kg ikan mas ). Setelah diketahui &umlah o6aprim yang dibutuhkan" maka
dilakukan pengenceran menggunakan aCuades1aCuabides hingga 6olume larutan mencapai -"+
ml.
=. Pen&untikan !nduk
Induk lele yang akan disuntik sebaiknya ditutup kepalanya dengan kain lap basah agar
tidak stress. (enyuntikan dilakukan pada induk betina maupun induk &antan secara intramuskuler
yaitu pada otot punggung dengan kemiringan spuit + dera&at.
'. !nku"asi !nduk
Setelah penyuntikan induk ikan" tahap selan&utnya menginkubasi induk" agar hormon
dapat beker&a optimal. Inkubasi ini dilakukan pada $adah atau bak penyimpanan yang telah
tersedia selama 8 9 1- &am. Dadah sebaiknya ditutup agar induk lele tidak meloncat selama
proses inkubasi.
I. Pemija'an
(ada pemi&ahan secara buatan @angkah pertama adalah menyiapkan larutan sperma .
(ada beberapa &enis ikan" pengambilan sperma dapat dilakukan dengan striping" namun pada
ikan lele dumbo (Clarias gariepinus)" pengambilan sperma dengan cara tersebut tidak bisa
dilakukan karena kantong sperma1 gonad ikan lele berbentuk spiral" sehingga" pengambilannya
dengan cara membedahnya. @angkah)langkah pengambilan kantong sperma5
) Induk &antan dibunuh terlebih dahulu.
) Induk &antan diletakan di atas talenan pada posisi terlentang" kemudian di belah pada
bagian perut" dari anal ke arah kepala dengan menggunakan gunting bedah secara hati)
hati.
) !eluarkan isi perut ikan" sehingga gonad1 kantong sperma terlihat
) !antong sperma diambil dan dibersihkan dari darah dan lemak menggunakan larutan
AaCl fisiologis (cairan infus) sampai benar)benar bersih" dan dikeringkan menggunakan
tisu.
) Setelah kantong sperma dibersihkan dan dikeringkan menggunakan tisu" kantong sperma
dimasukkan ke dalam $adah berisi larutan fisiologis1 cairan infus kemudian kantong
sperma tersebut digunting agar sperma keluar seluruhnya. (engenceran sperma
menggunakan larutan AaCl fisiologis tersebut bertu&uan agar telur yang dibuahi lebih
banyak dan memperpan&ang umur sperma. /anyaknya larutan AaCl fisiologis yang
digunakan ditentukan dengan perbandingan berat induk &antan" untuk satu kg induk
&antan" larutan AaCl fisiologis yang diperlukan +-)1-- ml.
Striping pada induk betina merupakan proses pengeluaran telur dengan cara mengurut
perut induk betina ke arah lubang genital. @angkah)langkah melakukan striping adalah sebagai
beriut 5
) .imbang induk terlebih dahulu sebelum distriping untuk mengetahui berat gonad.
) !epala induk betina ditutupi dengan kain lap dan dipegang untuk menghindari ikan
memberontak dan &atuh yang akan menimbulkan stress.
) Induk betina diurut bagian perutnya ke arah lubang genitalnya dengan hati)hati untuk
mengeluarkan telur" telur tersebut ditampung dalam $adah berupa mangkok besar1
baskom.
) Induk betina setelah distriping ditimbang kembali.
(encampuran telur dengan sperma bertu&uan untuk ter&adinya pembuahan eksternal.
(embuahan eksternal adalah proses bertemunya sel telur dengan diluar tubuh ikan. (embuahan
eksternal dilakukan dengan cara 5
) .elur yang ditampung di dalam mangkok selan&utnya dicampur dengan sperma yang
sudah diencerkan dengan larutan fisiologis.
) Aduk menggunakan bulu ayam yang sudah disterilkan dan kering hingga merata.
:. Pene"aran Telur
.elur yang telah dibuahi" ditebar dalam kolam yang berisi air dengan ketinggian 1+ 9 ,-
cm secara merata" adapun langkah)langkahnya adalah5
) %ematikan aerasi dengan mengangkat selang aerasi dari dalam akuarium.
) Campuran telur dan sperma dituangkan sedikit demi sedikit ke dalam air dan dilakukan
pengipasan bulu ayam atau tangan sehingga telur dapat tersebar merata didasar akuarium.
) *iamkan beberapa saat hingga telur melekat di dasar $adah.
) @angkah terakhir yaitu menyalakan aerasi kembali.
!. Penetasan telur
Setelah proses pembuahan selesai langkah selan&utnya adalah penetasan telur. (enetasan
telur dilakukan pada happa. (enetasan telur berlangsung selama 3 hari terhitung se&ak
pembuahan dari $adah penetasan. Santoso (1993)" yang menyatakan bah$a telur ikan lele
menetas semua dalam tempo ,)3 hari. Cepat lambatnya penetasan dipengaruhi oleh suhu air.
Semakin tinggi suhu air maka semakin lambat $aktu penetasan. Sebaliknya semakin rendah
suhu air maka semakin cepat $aktu penetasan. (ada suhu ,3),0 EC telur ikan lele menetas
dalam , hari" sedangkan pada suhu ,8)3- EC" telur menetas dalam 3 hari.
Sebelum telur menetas terlebih dahulu telur tersebut akan dibuahi. 4ntuk membedakan
telur yang terbuahi dengan telur yang tidak terbuahi dapat dilihat dari $arna telurnya" biasanya
telur yang terbuahi akan ber$arna bening dan transparan sedangkan untuk telur yang tidak
terbuahi yaitu be$arna putih susu dan ber&amur. :umlah telur yang dibuahi tidak dapat diketahui
secara pasti karena sifat telur ikan lele yang menempel (adesif) sehingga penghitungan
menggunakan metode sampling tidak memungkinkan dilakukan.
*alam kegiatan praktek" tempat penetasan telur merupakan $adah yang &uga digunakan
untuk pemeliharaan lar6a. 'al ini sesuai dengan pendapat Santoso (1993)" yang menyatakan
bah$a happa penetasan sekaligus digunakan sebagai bak pemeliharaan lar6a.
(enetasan telur dilakukan pada happa yang berukuran , m 7 1 m dengan ketinggian air
3- cm. .elur ditebar kedalam happa dengan hati)hati saat penebaran tangan sudah harus berada
di air untuk menggusar telur agar telur tidak mengumpal.
@. Pemeli'araan Lar$a
!olam atau tempat penetasan telur biasanya sekaligus di&adikan sebagai tempat
pemeliharaan lar6a" agar kegiatan pembenihan dapat berhasil sesuai dengan yang diharapkan"
benih)benih lele dumbo yang baru menetas harus dira$at atau dipelihara dengan baik. .elur yang
menetas men&adi lar6a dibiarkan lar6a di bak penetasan selama 3 hari lar6a tersebut belum diberi
pakan karena masih mempunyai kuning telur Santoso (,--8)" menyatakan bah$a sampai hari ke
3 lar6a lele belum membutuhkan pakan tambahan karena masih mempunyai cadangan makanan
berupa kantong kuning telur setelah berumur )0 hari lar6a harus diberi pakan tambahan berupa
kuning telur karena kuning telur yang men&adi makanannya sudah habis. (ada fase ini lar6a
sangat rentan akan sifat kanibal" dengan demikian untuk meminimalisir tingkat kanibalisme
tersebut lar6a harus diberi pakan yang cukup. *ilapangan pakan lar6a yang diberikan yaitu
tepung udang. (akan diberikan , kali sehari yaitu pada pukul 8.-- dan sore pada pukul 18.--
dengan cara pakan tepung udang tersebut dituangkan kedalam serok untuk diberikan yang
halusnya sa&a sehinga pakan yang kasar tersaring kemudian ditebar dari bagian piggir hingga
merata. /eberapa faktor yang perlu diperhatikan selama pemeliharaan lar6a" yakni kualitas air
dan pemberian pakan yang berkualitas.
%. Pem"erian pakan
@ar6a yang baru menetas sekitar umur 1 9 , hari tidak perlu diberi pakan karena masih
mempunyai cadangan makanan (yolk sack). @ar6a yang berumur 3 9 hari cadangan makanan
telah habis" segera disuplai makanan yang bergi#i yang sesuai bukaan mulutnya. (ada tahap a$al
lar6a dapat diberi pakan berupa suspensi kuning telur atau #ooplankton. Fooplankton dapat
berupa Artemia" *aphnia" %oina. (emberian pakan alami berupa #ooplankton tersebut
diperlukan sekitar 391- hari sa&a" selan&utnya bisa diberikan pakan berupa cacing .ubife7.
A. Kualitas air
Ikan @ele (C. gariepinus) terekenal sebagai ikan yang sangat tahan terhadap perubahan
lingkungan hidup. Ikan @ele (C. gariepinus) dapat hidup di lingkungan air ta$ar. Ailai p' air
tempat hidup Ikan @ele (C. Gariepinus) berkisar antara 0"+ 9 8 namun pertumbuhan optimal
ter&adi p' 8 9 8 (!hairuman dan Amri" ,--8). Ikan @ele (C. gariepinus) dapat hidup di perairan
yang dalam dan luas maupun di kolam yang sempit dan dangkal. Suhu optimal untuk Ikan @ele
(C. Gariepinus) antara ,, 9 3 G C. >leh karena itu cocok dipelihara di dataran rendah sampai
agak tinggi 1 m 9 8-- dpl (@esmana" ,--8).
(ada pemeliharaan ikan lele oksigen yang dihasilkan dari proses fotosintesis harus lebih
banyak dari pada oksigen yang digunakan. !andungan oksigen yang baik untuk budidaya ikan
lele sebanyak 3 mg 1 liter air (Aoga" 1990).
,. Analisis Usa'a
Modal Tetap Tetap
*apat dikatakan bah$a modal tetap yang dimiliki oleh petani pembenih ikan @ele
*umbo terdiri dari5 biaya pembuatan kolam pemeliharaan induk" bak pembenihan" hapa"
pembelian induk" kakaban" serok induk" serok benih" aerator" hapa" suntik" aCuades" o6aprim"
pompa air" timbangan" instalasi air dan alat pelengkap lainnya ( selang" lampu penerangan" sikat
ember" baskom sortiran" dsb ).
Modal Kerja
%odal ker&a yang digunakan oleh petani pembenih ikan @ele *umbo terdiri dari pakan
induk" pakan benih" plastik packing" karet" listrik" upah tenaga ker&a" anti &amur" transportasi dan
penun&ang lainnya &ika tersedia.
Pemasaran
/enih yang telah mencapai ukuran tertentu telah dapat dipanen dan di&ual oleh petani
pembenih ke petani pembesaran lokal maupun luar daerah serta agen) agen pemasaran benih lele.
'arga &ual benih ditentukan berdasarkan ukurannya. /enih yang berukuran ,)3 cm di&ual oleh
petani seharga ?p 8+") benih yang berukuran 3) cm di&ual dengan harga ?p 1--") dan benih
yang berukuran +)0 cm di&ual dengan harga ?p 1,+"). Aamun harga tersebut tidak tetap"
tergantung ta$ar mena$ar antara petani dengan pembeli. 4kuran benih yang sering diminta oleh
petani pembesaran dan agen adalah benih lele berukuran ,)3 cm" 3) cm" )+ cm" +)8 cm.
PENUTUP
Kesimpulan
*ari kegiatan pembenihan ikan lele dumbo dapat disimpulkan bah$a 5
) .eknik pemi&ahan dilakukan dengan secara buatan (induseed breeding)" dimana induk betina
disuntik dengan hormone o6aprime.
) (era$atan lar6a dengan memberi pakan berupa pakan tepung udang setelah lar6a berumur
hari atau sudah habis kuning telurnya kemudian selan&utnya diberi makan cacing tubife7
) Analisa produksi yaitu terdapat modal tetap dan modal ker&a. Sementara pemasaran mengikuti
kesepakatan pembeli
Saran
*alam usaha pembenihan lele sering petani mengalami berbagai masalah seperti5
kesulitan petani untuk memperoleh cacing sutera sebagai pakan benih yang &umlahnya cukup
besar. /erdasarkan $a$ancara dengan petani pembenih" diketahui bah$a petani pembenih
belum mampu membudidayakan cacing sutera. Selama ini petani pembenih hanya memperoleh
cacing sutera dari hasi tangkapan di alam. Sehingga diharapkan lembaga dinas daerah melakukan
penyuluhan akan budidaya pakan alami tersebut.
DA(TA) PUSTAKA
=usrina." ,--8. /udaya Ikan 4ntuk Smk. *iterbitkan oleh *irektorat (embinaan Sekolah
%enengah !e&uruan *epartemen (endidikan Aasional .ahun ,--8
'ard&amulia. 198-. (embenihan dan .eknik 'ipofisasi. //A." Sukabumi
!hairuman dan Amri" !" ,--8. Buku Pintar Budidaya 15 Ikan Konsumsi. (.. Agromedi (ustaka
@esmana *.S." ,--8. ?eproduksi dan pembenihan ikan hias air ta$ar. @oka ?iset /udidaya Ikan
'ias Air .a$ar (usat ?iset (erikanan /udidaya /?!( :akarta
%ore.(.?." ?.H. /handare" S.;. Shinde"..S. (athan and *.@. Sona$ane. ,-1-. Comparati6e
Study of Synthetic 'ormones >6aprim and Carp (ituitary ;7tract 4sed in Induced
/reeding of Indian %a&or Carps. @ibyan Agriculture ?esearch Center :ournal Internation 1
(+)5 ,88),9+
Aoga" ;. :. 1990. is! "isease "iagnosis and #reatment. %osby. St. @ouis. Deisbaden
Santoso" 'eru. ,--,. #eknik Kawin $untik Ikan %konomis. (enebar S$adaya. :akarta.
Sunarma" A." ,--. (eningkatan (roduktifitas 4saha @ele Sangkuriang (Clarias sp.).
*epartemen !elautan dan (erikanan *irektorat :enderal (erikanan /udidaya /alai
/udidaya Air .a$ar Sukabumi
4bah" S.A."%.A. >gunbodede dan S. %ailafia." ,-11. Selection of /roodstocks and management
of fingerlings of Clarias Gariepinus under *ark and @ight ;n6iroment &ournal >f
Agriculture and 6eterinary sciences. Iol 3. %arch ,-11.
TUAS MAKALAH MANA*EMEN AKUAKULTU) TA+A)
PEMBEN!HAN LELE DUMB# , -larias gariepinus . dengan
TEKN!K PEM!*AHAN !NDU-E B)EED!N
>leh5
%uhamad Akbar 'akim ?
111318181(A11,80
*U)USAN PE)!KANAN (AKULTAS PE)TAN!AN
UN!/E)S!TAS AD*AH MADA
0#0AKA)TA
1234

Anda mungkin juga menyukai