Anda di halaman 1dari 1

BAB 2

SKENARIO

2.1 Skenario
Tuti berusia 14 tahun datang bersama ibunya datang menemui drg. Indah
di klinik ortodonti Tuti ingin sekali merapikan gigi-gigi depan atas dan bawah
yang tidak teratu, kedua gigi taring pada rahang atas gingsul dan gigi sebelahnya
masuk ke belakang. Ibunya mengatakan pada waktu kecil gigi depan Tuti gigis
dan Tuti tidak mau ke doktergigi, sehingga pada saat gigib susunya goyang tidak
mau dicabut akibatnya banyak giginya yang kesundulan. Selain itu ibunya
mengatakan bahwa susunan geligi Tuti sama dengan ayahnya.
Untuk menegakkan diagnosis, drg. Indah melakukan pemeriksaan yang
dicatat dalam rekam medik ortodontik. Selain itu, untuk membantu dalam
menegakkan diagnosa, drg. Indah melakukan pencetakan untuk dibuatkan model
studi dan juga fotorontgenologis yang kemudianmodel dan foto tersebut dianalisa.
Berdasarkan pemeriksaan klinis, didapatkan BB/TB 38kg/150cm, pasien
mempunyai kebiasaan bernadasmelalui mulut, tipe profil lurus, tipe kepala
mesosefalik serta freewayspace dan path of closure dalam batas normal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan diperoleh diagnosis maloklusi Angle kls1 disertai
berdesakan anterior rahang atas dan bawah.
2.2 Kata Kunci
BB/TB 38kg/150cm, maloklusi Angle kelas 1 disertai berdesakan anterior
rahang atas dan rahang bawah.
2.3 Learning Issue
1. Definisi maloklusi
2. Etiologi maloklusi
3. Klasifikasi maloklusi
4. Prosedur diagnosa ortodontik