Anda di halaman 1dari 4

Makalah Perencanaan Pembangunan Daerah

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Didalam melakukan pembangunan, setiap Pemerintaah Daerah memerlukan perencanaan yang akurat serta
diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap pembangunan yang dilakukannya. Seiring dengan semakin
pesatnya pembangunan bidang ekonomi, maka terjadi peningkatan permintaan data dan indikator-indikator yang
menghendaki ketersediaan data sampai tingkat Kabupaten/ Kota. Data dan indikator-indikator pembangunan
yang diperlukan adalah yang sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
Struktur perencanaan pembangunan di Indonesia berdasarkan hirarki dimensi aktunya berdasarkan !ndang-
!ndang "omor #$ %ahun #&&' tentang Sistem Perencanaan Pembangunan "asional dibagi menjadi
perencanaan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek (tahunan), sehingga dengan !ndang-
!ndang ini kita mengenal satu bagian penting dari perencanaan ilayah yaitu apa yang disebut sebagai rencana
pembangunan daerah, yaitu *encana Pembangunan +angka Panjang Daerah (*P+P-D), *encana
Pembangunan +angka ,enengah Daerah (*P+,-D) dan *encana Kerja Pemerintah Daerah (*KPD) serta
*encana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (*enstra-SKPD) dan *encana Kerja Satuan Kerja Perangkat
Daerah (*enja-SKPD) sebagai kelengkapannya.
Perencanaan pembangunan daerah seperti diamanatkan oleh !ndang-!ndang "omor #$ %ahun #&&' tentang
SPP", meajibkan daerah untuk menyusun *encana Pembangunan +angka Panjang yang berdurasi aktu #&
(dua puluh) tahun yang berisi tentang visi, misi dan arah pembangunan daerah. Perencanaan ini kemudian
dijabarkan dalam *encana Pembangunan +angka ,enengah Daerah yang berdurasi aktu $ (lima) tahun, yang
memuat kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan daerah, kebijakan umum, program SKPD dan lintas
SKPD, program keilayahan disertai dengan rencana-rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka
pendanaan yang bersi-at indikati-. Selanjutnya *P+, Daerah dijabarkan dalam perencanaan berdurasi tahunan
yang disebut sebagai *encana Kerja Pemerintah Daerah (*KPD) yang memuat rancangan kerangka ekonomi
daerah, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja, dan pendanaannya, baik yang dilaksanakan langsung
oleh pemerintah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Perencanaan Pembangunan
,enghadapi realitas kehidupan yang menunjukkan adanya kesenjangan kesejahteraan mengakibatkan adanya
pekerjaan berat kepada para ahli pembangunan termasuk di dalamnya para pembuat kebijakan. Ini dimaksudkan
untuk mengatasi berbagai persoalan yang muncul akibat kesenjangan kesejahteraan, perlu dilakukan upaya
pembangunan yang terencana.
!paya pembangunan yang terencana dapat dilakukan untuk mencapai tujuan pembangunan yang dilakukan.
.ebih jauh lagi berarti perencanaan yang tepat sesuai dengan kondisi di suatu ilayah menjadi syarat mutlak
dilakukannya usaha pembangunan.
Perencanaan ada sebagai upaya untuk mengantisipasi ketidakseimbangan yang terjadi yang bersi-at akumulati-.
/rtinya perubahan pada suatu keseimbangan aal dapat mengakibatkan perubahan pada sistem sosial yang
akhirnya membaa sistem yang ada menjauhi keseimbangan aal. Perencanaan sebagai bagian daripada
-ungsi manajemen yang bila ditempatkan pada pembangunan daerah akan berperan sebagai arahan bagi proses
pembangunan berjalan menuju tujuan di samping itu menjadi tolok ukur keberhasilan proses pembangunan yang
dilaksanakan.
,enurut %jokroamidjojo (011#), perencanaan dalam arti seluas-luasnya tidak lain adalah suatu proses
mempersiapkan secara sistematis kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai sesuatu tujuan
tertentu. Perencanaan adalah suatu cara bagaimana mencapai tujuan sebaik-baiknya dengan sumber-sumber
yang ada supaya lebih e-isien dan e-ekti-.
2,elihat ke depan dengan mengambil pilihan berbagai alternative dari kegiatan untuk mencapai tujuan masa
depan tersebut dengan terus mengikuti supaya pelaksanaan tidak menyimpang tujuan3, /lbert 4aterston
mende-inisikan perencanaan pembangunan seperti demikian.
5erbagai ahli memberikan de-inisi perencanaan. 5ahkan ada yang memberikan pengertian lebih luas contohnya
Pro-. +an %inbergen mengemukakan lebih kepada kebijaksanaan pembangunan (development policy) bukan
hanya perencanaan (plans) semata.
Perencanaan dapat dilakukan dalam berbagai bidang. "amun tidak semua rencana merupakan perencanaan
pembangunan %erkait dengan kebijaksanaan pembangunan maka pemerintah berperan sebagai pendorong
pembangunan (agent o- development), ini terkait dengan de-inisi perencanaan yang merupakan upaya institusi
public untuk membuat arah kebijakan pembangunan yang harus dilakukan di sebuah ilayah baik negara
maupun di daerah dengan didasarkan keunggulan dan kelemahan yang dimiliki oleh ilayah tersebut.
Perencanaan pembangunan memiliki ciri khusus yang bersi-at usaha pencapaian tujuan pembangunan tertentu.
/dapun ciri dimaksud antara lain6
0. Perencanaan yang isinya upaya-upaya untuk mencapai perkembangan ekonomi yang kuat dapat
tercermin dengan terjadinya pertumbuhan ekonomi positi-.
#. /da upaya untuk meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat.
7. 5erisi upaya melakukan struktur perekonomian
'. ,empunyai tujuan meningkatkan kesempatan kerja.
$. /danya pemerataan pembangunan.
Dalam prakteknya pelaksanaan pembangunaan akan menemui hambatan baik dari sisi pelaksana, masyarakat
yang menjadi obyek pembangunan maupun dari sisi luar semua itu. .ebih rinci alasan diperlukannya
perencanaan dalam proses pembangunan sebagai berikut6
0. Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan memberikan perubahan yang sangat cepat dalam
masyarakat.
#. Perencanaan merupakan tahap yang penting apabila dilihat dari dampak pembangunan yang akan
muncul setelah proses pembangunan selesai.
7. Proses pembangunan yang dilakukan tentu saja memiliki keterbatasan aktu pelaksanaan, biaya serta
ruang lingkup pelaksanaannya.
'. Perencanaan juga dapat berperan sebagai tolok ukur keberhasilan pelaksanaan pembangunan
sehingga proses pembangunan yang dilakukan dapat dimonitor oleh pihak-pihak terkait tanpa terkecuali
masyarakat.
Perencanaan yang baik seperti sebuah perjalanan yang sudah meleati separo jalan, karena sisanya hanyalah
tinggal melaksanakan dan mengendalikan. /pabila dalam pelaksanaannya konsisten, pengendalian yang e-ekti-,
dan -aktor--aktor pengganggu sedikit atau tidak memberi pembiasan pelaksanaan pembangunan, maka
pembangunan dapat dikatakan tinggal menanti aktu untuk mencapai tujuan.
"egara besar sekalipun tetap menghadapi berbagai masalah pembangunan yang bertahap harus diselesaikan.
/da berbagai alasan sebagai pendorong untuk melakukan perencanaan seperti menonjolnya kemiskinan,
adanya perbedaan kepentingan, keterbatasan sumber daya, sistem ekonomi pasar dan adanya tujuan tertentu
yang ditetapkan. +adi Perencanaan pembangunan menjadi prioritas utama.
dalam pembanguna itu sendiri.
B. Aspek Legal Perencanaa Pembangunan
Implementasi otonomi daerah dan desentralisasi di Indonesia menuntut perubahan paradigma perencanaan dan
keuangan daerah yang bersi-at komprehensi- mengarah kepada transparansi, akuntabilitas, demokratisasi,
desentralisasi dan partisipasi masyarakat. ,erujuk pada !ndang-!ndang "omor #$ %ahun #&&' tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan "asional, perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa
depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Pembangunan
dalam !! ini Pembangunan "asional dimaksud upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam
rangka mencapai tujuan bernegara.
Sistem Perencanaan Pembangunan "asional (SPP") itu sendiri adalah satu kesatuan tata cara perencanaan
pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah,
dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat pusat dan daerah.
%ujuan perencanaan pembangunan nasional menurut !ndang-!ndang "omor #$ %ahun #&&', antara lain6
0. ,endukung koordinasi antarpelaku pembangunan
#. ,enjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar-daerah, antar-ruang, antar-aktu,
antar--ungsi pemerintah maupun antara Pusat dan Daerah
7. ,enjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan
pengaasan ,engoptimalkan partisipasi masyarakat dan menjamin tercapainya penggunaan
sumberdaya secara e-isien, e-ekti-, berkeadilan dan berkelanjutan
.ebih lanjut proses perencanaan menurut !! "omor #$ %ahun #&&1, yakni6
0. Proses Politik6 Pemilihan langsung Presiden dan Kepala Daerah menghasilkan rencana pembangunan
hasil proses (publik choice theory o- planning) Khususnya penjabaran 8isi dan ,isi dalam *P+,
#. Proses %eknokratik6 Perencanaan yang dilakukan oleh perencana pro-esional, atau oleh lembaga/unit
organisasi yang secara -ungsional melakukan perencanaan khususnya dalam pemantapan peran,
-ungsi dan kompetensi lembaga perencana
7. Proses partisipati-6 perencanaan yang melibatkan masyarakat (stakeholders) antara lain melalui
pelaksanaan ,usrenbang
'. Proses 5ottom-!p dan %op-Don6 Perencanaan yang aliran prosesnya dari atas ke baah atau dari
baah ke atas dalam hierarki pemerintahan.
C. Sistem Perencanaan Pembangunan
*e-ormasi yang dimulai pada tahun 0119 telah memberikan pengaruh pada pergeseran nilai, pembangunan di
seluruh ilayah Indonesia. Perubahan nilai yang terjadi setelah re-ormasi meliputi pergeseran dari sentralistik
menjadi desentralistik, dari pendekatan top don menjadi bottom up sudah jelas dampak langsungnya adalah
diberikannya keenangan yang lebih besar kepada daerah untuk mengurus rumah tangganya sendiri.
Keenangan tersebut dijamin dengan lahirnya !ndang-undang "omor ## %ahun 0111 tentang Pemerintahan
Daerah, yang diikuti oleh !ndang-undang "omor #$ %ahun 0111 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan
Daerah. Selanjutnya kedua !ndang-undang tersebut disempurnakan menjadi !ndang-!ndang "omor 7# %ahun
#&&' tentang Pemerintahan Daerah dan diikuti !ndang-!ndang "omor 77 tahun #&&' tentang Perimbangan
Keuangan Pusat dan Daerah.
Sejak diterbitkannya !ndang-undang "omor #$ %ahun #&&' tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
"asional (SPP") dan !ndang-undang "omor 7# %ahun #&&' tentang Pemerintahan Daerah, maka substansi
dan esensi dari sistem perencanaan pembangunan di tingkat nasional dan daerah menjadi semakin perlu untuk
dimantapkan dan disempurnakan, guna lebih menjamin penyelenggaraan pembangunan di pusat dan daerah
yang lebih berhasil guna dan berdayaguna.
!ndang-!ndang "o. #$ %ahun #&&' tentang Sistem Perencanaan Pembangunan "asional mengamanatkan
baha setiap daerah harus menyusun rencana pembangunan daerah secara sistematis, terarah, terpadu dan
tanggap terhadap perubahan (Pasal # ayat #), dengan jenjang perencanaan jangka panjang (#$ tahun), jangka
menengah ($ tahun) maupun jangka pendek atau tahunan (0 tahun). Setiap daerah (propinsi/kabupaten/kota)
harus menetapkan *encana Pembangunan +angka Panjang Daerah (*P+PD), *encana Pembangunan +angka
,enengah Daerah (*P+,D) dan *encana Kerja Pemerintah Daerah (*KPD).
Dalam !ndang-!ndang Sistem Perencanaan Pembangunan "asional, juga dinyatakan baha rencana
pembangunan adalah penjabaran dari agenda-agenda pembangunan yang ditaarkan presiden/kepala daerah
pada saat kampanye ke dalam *encana Pembangunan +angka ,enengah "asional/Daerah, yang
penyusunannya dengan mengacu pada dokumen *encana Pembangunan +angka Panjang "asional/Daerah.
BAB III
PENUUP
A. !esimpulan
Didalam melakukan pembangunan, setiap Pemerintaah Daerah memerlukan perencanaan yang akurat serta
diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap pembangunan yang dilakukannya. Seiring dengan semakin
pesatnya pembangunan bidang ekonomi, maka terjadi peningkatan permintaan data dan indikator-indikator yang
menghendaki ketersediaan data sampai tingkat Kabupaten/ Kota. Data dan indikator-indikator pembangunan
yang diperlukan adalah yang sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
,enghadapi realitas kehidupan yang menunjukkan adanya kesenjangan kesejahteraan mengakibatkan adanya
pekerjaan berat kepada para ahli pembangunan termasuk di dalamnya para pembuat kebijakan. Ini dimaksudkan
untuk mengatasi berbagai persoalan yang muncul akibat kesenjangan kesejahteraan, perlu dilakukan upaya
pembangunan yang terencana.
!paya pembangunan yang terencana dapat dilakukan untuk mencapai tujuan pembangunan yang dilakukan.
.ebih jauh lagi berarti perencanaan yang tepat sesuai dengan kondisi di suatu ilayah menjadi syarat mutlak
dilakukannya usaha pembangunan.
Perencanaan pembangunan memiliki ciri khusus yang bersi-at usaha pencapaian tujuan pembangunan tertentu.
/dapun ciri dimaksud antara lain6
0. Perencanaan yang isinya upaya-upaya untuk mencapai perkembangan ekonomi yang kuat dapat
tercermin dengan terjadinya pertumbuhan ekonomi positi-.
#. /da upaya untuk meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat.
7. 5erisi upaya melakukan struktur perekonomian
'. ,empunyai tujuan meningkatkan kesempatan kerja.
$. /danya pemerataan pembangunan.