Anda di halaman 1dari 244

Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
PEDEK!T!, MET"D"#"$% D!
P&"$&!M KE&'!
E.(. PEDEK!T! TEK%S
).(. UMUM
Pekerjaan Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri,
secara umum dilakukan untuk menjamin agar penyelesaian pembangunan
Bendungan Pidekso ini selesai tepat pada waktunya, sesuai dengan mutu yang
disyaratkan, serta tidak menyimpang dari spesifikasi yang telah ditetapkan.
Pekerjaan pembangunan Bendungan Pidekso meliputi pembangunan
a. Pemindahan !alan
b. Bangunan Pengelak
c. Bendungan Pengelak "Cofferdam#
d. $ubuh Bendungan %tama
e. Pemasangan &nstrumentasi
f. Bangunan Pelimpah
g. Bangunan Pengambilan'(enara Sadap
)engan mempertimbangkan waktu pelaksanaan yang relatif singkat maka
agar pekerjaan ini dapat disetesaikan dengan tepat waktu serta dengan mutu
yang dapat dipertanggungjawabkan maka diperlukan personil pelaksana yang
sudah berpengalaman dalam bidang supervisi konstruksi bendungan.
)alam bab ini akan diuraikan usulan metode pendekatan pelaksanaan
pekerjaan Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri,
berdasarkan pengalaman dan pengetahuan Konsultan Supervisi dalam
menangani proyek*proyek sejenis.
BAGIAN
E
Pendekatan metodologi ini merupakan program kerja Konsultan Supervisi dalam rangka
melakukan apresiasi dalam pelaksanaan kegiatan nanti. Pendekatan teknis, metodologi dan
program kerja adalah kriteria pokok dari Penawaran Teknis. Yang disampaikan dalam
metodologi ini adalah Pendekatan Teknis dan Metodologi, Program Kerja, dan Organisasi
dan Personil.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
).*. PET%$+! KETE&#%B!T! K"SU#T! SUPE&,%S% %D"ES%!
UTUK K"MPETES% B%D!$ W!DUK
)i &ndonesia, pembangunan waduk'bendungan sudah dilaksanakan dalam
beberapa dekade terakhir, baik itu bendungan kecil, menengah sampai dengan
bendungan besar dengan tingkat kesulitan yang cukup besar.
Pada hampir semua bendungan menengah sampai besar yang sudah
dilaksanakan di &ndonesia, umumnya pelaksanaan supervisi pembangunan
bendungan dilakukan dengan Konsultan Supervisi utama dari Konsultan Supervisi
asing dengan pendamping Konsultan Supervisi lokal dengan kemampuan yang
bisa dibilang setara, disertai dengan alih'transfer pengetahuan selama proses
konstruksi berlangsung.
)engan makin maraknya kompetensi keahlian, dimana keahlian,
kompetensi dan kemampuan tenaga Konsultan Supervisi &ndonesia dan tenaga
Konsultan Supervisi asing sudah setara, maka sudah saatnya pelaksanaan
Pembangunan Bendungan Pidekso ini diserahkan kepada putera*putera terbaik
&ndonesia yang sudah mempunyai kompetensi, kemampuan dan keahlian yang
cukup memadai, sehingga tenaga*tenaga Konsultan Supervisi &ndonesia akan
bisa lebih berkibar dan bisa lebih bersaing di dunia konstruksi internasional
).-. PEDEK!T! "PE&!S%"!#
%ntuk pelaksanaan pekerjaan Supervisi +anjutan Pembangunan
Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri ini P$. W,-,., K/&), K0.S%+&.)0 dan
akan melibatkan tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan
proyek perencanaan dan pelaksanaan bendungan, sesuai dengan ketetapan
personil pada Kerangka ,cuan Kerja. %ntuk mempertancar tugas, pelaksanaan
pekerjaan akan didukung oleh fasilitas penunjang berupa peralatan yang
memadai dan sistem kerja yang seefisien mungkin.
).-.(. Peman.aatan Pengalaman Pekerjaan Sejenis
P$. W,-,., K/&), K0.S%+&.)0 telah berpengalaman cukup dalam
proyek waduk'bendungan di &ndonesia, baik untuk skala kecil, sedang maupun
besar, untuk berbagai tahapan proyek sejak dari studi kelayakan, detail desain
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
sampai dengan pengawasan konstruksi. %raian detail atas pengalaman
perusahaan dalam pekerjaan yang sejenis dengan proyek pembangunan
Bendungan Pidekso ini dapat dilihat pada Bab B 1 )aftar Pengalaman Kerja
Sejenis.
,kumulasi pengalaman para Konsultan Supervisi nasional ini, sangat
bermanfaat dalam penyusunan strategi pendekatan dan metodologi penanganan
Pekerjaan Supervisi Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Bendungan Pidekso.
Pengendalian pekerjaan akan dapat berjalan dengan lancar karena konsep
pengendalian, metode kerja, konsep alur koordinasi, dan format*format
pengendalian setiap tahapan pekerjaan, telah dimiliki oleh Konsultan Supervisi
berdasarkan akumulasi pengalaman tersebut, seperti akan diuraikan dalam
subbab*subbab berikut.
).-.*. Koordinasi
)alam pelaksanaan pekerjaan ini, P$. W,-,., K/&), K0.S%+&.)0
akan selalu berhubungan dengan )ireksi Pekerjaan Pekerjaan, )ireksi Pekerjaan
+apangan dan Kontraktor Pelaksana sebagai Pelaksana Pekerjaan Konstruksi.
Kordinasi dengan pihak*pihak yang terkait akan sangat diperlukan demi
kelancaran pelaksanaan pekerjaan, mulai dari tahap Pra Konstruksi, Pelaksanaan
Konstruksi maupun Pasca Konstruksi.
).-.-. Tenaga !/li 0ang sesuai
$enaga ,hli merupakan unsur utama dalam pekerjaan Supervisi
Pembangunan Bendungan Pidekso. ,gar diperoleh hasil kerja yang baik P$.
W,-,., K/&), K0.S%+&.)0 akan menempatkan tenaga ahli dari berbagai
disiplin ilmu sesuai dengan kerangka acuan kerja dan yang sudah berpengalaman
dalam menangani proyek*proyek bendungan yang sejenis. %ntuk menangani
pekerjaan ini P$. W,-,., K/&), K0.S%+&.)0 memilih tenaga ahli yang
memenuhi kriteria sebagai berikut
(empunyai latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang
tugasnya,
mempunyai kemampuan yang baik terhadap bidang tugasnya,
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
mempunyai latar belakang pengalaman kerja bidang bendunganan,
bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan kewajiban. $enaga ,hli
yang akan ditugaskan untuk menangani proyek ini akan dipimpin oleh seorang
Pimpinan $im "$eam +eader# yang akan membawahi sejumlah tenaga ahli,
asisten tenaga ahli dan tenaga pendukung.
).-.1. Sistem Manajemen Pro0ek
Pekerjaan konstruksi pembangunan Bendungan Pidekso akan
dilaksanakan dalam 2 "satu# paket pekerjaan besar dengan berbagai pekerjaan
yang akan dilaksanakan oleh Kontraktor Pelaksana .asional. -ubungan
interkoneksi antara satu pihak'pekerjaan dengan yang lainnya yang sangat
kompleks dimana target waktu penyelesaian suatu pekerjaan dapat
mempengaruhi sebagian atau seluruh target yang telah ditetapkan menjadi dasar
pemikiran pentingnya menetapkan suatu Sistem (anajemen Proyek yang
komprehensif.
Sistem (anajemen Proyek harus dibentuk sebagai sarana pencapaian
target pelaksanaan pembangunan Bendungan Pidekso yaitu mendapatkan suatu
produk yang memenuhi kualitas, tepat waktu, dan tepat biaya "ekonomis#. %ntuk
itu sistem manajemen proyek yang telah ditetapkan harus diterapkan secara
tegas dan konsekwen.
%ntuk menjaga agar progres kerja tetap dalam schedule dalam keadaan
mutu terkendali, selamat dan ekonomis, dan untuk mengatur progress dan
schedule pekerjaan yang terkait, suatu manajemen proyek yang baik harus dipilih
dengan memperhatikan program kerja, monitoring progres'pekerjaan,
melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh pihak, kontrol pekerjaan tambah,
kontrol potensi klaim, dan memberikan rekomendasi teknis yang cepat dan tepat
terhadap permasalahan lapangan yang timbul.
(anajemen proyek selama proses supervisi dan konstruksi merupakan fungsi dari
pada monitoring, perencanaan dan kontrol dari Proyek, sehingga proyek dapat
selesai dengan kualitas yang memadai, tepat waktu dan tepat biaya.
Kendali mutu akan diwujudkan melalui memeriksa dan menyetujui 3ambar
Konstruksi, 3ambar Kerja dan Shop )rawing yang diajukan oleh Kontraktor
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Pelaksana Pelaksana, inspeksi harian dan supervisi terhadap kegiatan konstruksi
melalui kendali pekerjaan yang akan dicapai dengan perantara Spesifikasi, proses
pengujian'testing'start*up'pengoperasian awal peralatan. (etode pengendalian
mutu akan dijelaskan dalam pasal pasal selanjutnya.
Kendali waktu akan diwujudkan dalam bentuk kendali rencana'program konstruksi
yang diajukan Kontraktor Pelaksana Pelaksana, pengajuan gambar Konstruksi
oleh 4ngineer, rencana waktu kerja yang diajukan Kontraktor Pelaksana
Pelaksana yang kemudian akan direview oleh Konsultan Supervisi Supervisi dan
rekomendasi teknis selama proses konstruksi, review metode konstruksi dan
manajemen harian melalui inspeksi harian dan supervise pekerjaan, yang akan
diuraikan lebih lanjut dalam pasal berikut.
Kontrol terhadap biaya konstruksi akan diwujudkan melalui pengechekan
dan pengukuran harian terhadap semua dimensi sebagaimana yang tertera pada
3ambar Konstruksi dengan dasar Spesifikasi $eknis, pencatatan yang baik
terhadap progress pembayaran dan proses surat menyurat, pemahaman'
interpretasi yang benar terhadap item pembayaran sebagaimana tercantum dalam
)okumen Kontrak. -al*hal tersebut akan dikemukakan lebih lanjut dalam pasal
berikut.
Sistem (anajemen Proyek yang akan diterapkan adalah yang berbasis
komputer "Computer Based Project Management Sistem# untuk memenuhi
berbagai keperluan sebagaimana diuraikan diatas. dan akan terdiri antara lain
)ata base korespondensi, )atabase 3ambar*3ambar, Sistem (onitoring
Kemajuan Pekerjaan, dan Sistem Kontrol Biaya, dan lain*lain.
2. )atabase korespondensi
Sistem ini akan dioperasikan dengan software yang umum terdapat,
denganfungsi utama
memonitor tanggapan dari waktu ke waktu yang memeriukan tanggapan
dari 4ngineer,
untuk mengurut korespodensi berdasarkan kategori, nomor surat, judul,
atau sumbemya,
mempersiapkan list korespodensi yang dilampirkan pada progress kerja,
5. )atabase 3ambar*3ambar
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Sistem ini, akan dioperasikan dengan software yang umum, dengan
fungsiutama antara lain
%ntuk mengidentifikasikan status 3ambar*3ambar "construction
drawing'shop drawing'fabrication drawing, as built drawing# mulai dari
penerimaan, persetujuan, pengiriman kembali, perbaikan, untuk
memonitor proses antara persiapan dan kelengkapan gambar
%ntuk membuat urutan sesuai dengan kategori, tanggal dan judul.
6. Sistem (onitoring Kemaiuan Pekerjaan
Sistem ini, bisa mempergunakan program yang umum dipakai mulai dari
47cel,(icrosoft Project, $imeline, Primavera atau program lain yang
sejenis, dengan tujuan
%ntuk menganalisa dan memonitor kemajuan pekerjaan Kontraktor
Pelaksana Pelaksana yang dibuat dalam bentuk 8P( maupun Bar
8hart,
%ntuk mempersiapkan dan memonitor rencana kerja secara
keseluruhan dan dikombinasikan dengan schedule dengan skala yang
lebih detail.
9. Sistem Kontrol Biaya
Sistem ini bisa diperasikan dengan (icrosoft 47cel atau program
sederhana lainnya dengan tujuan
%ntuk membuat database mengenai volume pekerjaan dan progress
kemajuan konstruksi yang meliputi biaya untuk perlode waktu bulanan
dengan jumlah yang diakumulasikan sesuai dengan yang tertera dalam
Bill of :uantity,
%ntuk mempersiapkan besaran progres biaya konstruksi yang sudah
dicapai oleh Kontraktor Pelaksana Pelaksana dan membandingkannya
dengan volume awal yang tertera pada B0:,
%ntuk mempersiapkan besaran volume pekerjaan tambah "apabila ada#
untuk mempersiapkan backup untuk keperluan klaim dari Kontraktor
Pelaksana Pelaksana.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Konsultan Supervisi Supervisi akan merencanakan, mempersiapkan dan
menerapkan Sistem (anajemen Proyek sejak tahap awal pekerjaan. %ntuk dapat
menerapkan sistem manajemen proyek ini, harus dibentuk struktur organisasi dan
diadakan rapat*rapat koordinasi gabungan seperti akan dijelaskan dalam sub bab
di bawah ini.
).-.). &apat2rapat Koordinasi
%ntuk memfasilitasi manajemen proyek, rapat*rapat koordinasi akan dilaksanakan
antara Konsultan Supervisi Supervisi, P% BBWS Bengawan Solo, Kontraktor
Pelaksana Pelaksana dan berbagai pihak'instansi lain yang terkait dan sesuai
keperluan, dengan berbagai tujuan rapat.
(. &apat Kemajuan Pekerjaan
/apat Kemajuan Pekerjaan diselenggarakan mingguan, 5*mingguan atau
bulanan sesuai yang tercantum dalam )okumen Kontrak atau sesuai
dengan kesepakatan antara P%, Konsultan Supervisi Supervisi dan
Kontraktor Pelaksana Pelaksana untuk membahas semua item pekerjaan,
dan akan membahas semua permasalahan yang mungkin timbul selama
proses pelaksanaan konstruksi pembangunan Bendungan Pidekso.
*. &apat internal PU 2 Konsultan Supervisi
/apat ini diwacanakan untuk membahas hal*hal yang bersifat internal pihak
P% dan atau Konsultan Supervisi Supervisi terutama untuk membahas
laporan dan mendiskusikan masalah di lapangan dan alternatif solusi yang
diperlukan, waktu demi waktu, termasuk yang menyangkut potensi klaim
oleh Kontraktor Pelaksana Pelaksana. /apat ini dapat diselenggarakan
secara rutin atau diadakan sesuai kebutuhan dan perkembangan
pekerjaan.
-. &apat internal Konsultan Supervisi
/apat internal Konsultan Supervisi Supervisi direncanakan akan
diselenggarakan setiap minggu untuk membahas kemajuan pekerjaan,
permasalahan ekstemal maupun internal yang dihadapi Konsultan
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Supervisi, dan lebih memastikan tetap terjaganya koordinasi antar tenaga
ahli Konsultan Supervisi sendiri.
).1. T!3!P PE#!KS!!! PEKE&'!!
$ahap pelaksanaan pekerjaan pembangunan Bendungan Pidekso di Kab.
Wonogiri ini secara keseluruhan adalah
(. T!3!P (
Pada tahap ini pekerjaan yang bisa ditangani untuk kegiatan dari
Konsultan Supervisi Supervisi adalah
2. Pekerjaan )esign, diantaranya
2. Pengukuran daerah genangan ; tapak bendungan "seting out #
Kegiatan pengukuran ; setting out dilakukan untuk mendapatkan
gambaran detail kondisi awal tapak bangunan bendungan dan
daerah genangan, sehingga dapat diketahui apabila terjadi
perubahan antara design konstruksi dengan kondisi eksisting
site. Selain itu gambaran kondisi awal tersebut juga digunakan
untuk estimasi volume konstruksi yang akan dilaksanakan serta
estimasi perilaku daerah genangan berkaitan dengan proses
sediment transport di waduk Bendungan Pidekso.
Kegiatan ini secara langsung dilaksanakan dan dibiayai oleh
Konsultan Supervisi Supervisi di bawah tanggung jawab $eam
leader dan $enaga ,hli 3eodesi. Pelaksanaan. kegiatan ini
waktunya bisa di*overlap*kan dengan kegiatan review desain
dan kegiatan investigasi geoteknik.
5. /eview )esain
Kegiatan investigasi geologi diperlukan untuk cek ulang terakhir
kondisi geologi tapak bangunan sebelum dilakukan pelaksanaan
konstruksi. Sehingga bisa diketahui apabila terjadi perbedaan
dengan desain. &nvestigasi geologi dilakukan pada tapak
konstruksi diversion dan konstruksi lokasi tapak spillway. Selain
pengeboran inti, investigasi geologi juga akan melakukan uji test
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
pit untuk mencari material borrow area untuk timbunan tubuh
bendungan.
Kegiatan ini secara langsung dilaksanakan dan dibiayai oleh
Konsultan Supervisi Supervisi di bawah tanggung jawab $eam
+eader, $enaga ,hli 3eologi dan $enaga ,hli (ekanika $anah.
6. Pengadaan peta Quickbird tahun 5<26.
Kegiatan pengadaan ini adalah satu upaya untuk mengetahui
potret detail terhadap kondisi ),S Pidekso dan terutama kondisi
site rencana bendungan saat sebelum ada proyek. -al ini
dilakukan untuk antisipasi apabila di daerah ),S terdapat
kondisi yang segera perlu ditangani berkaitan dengan konservasi
),S untuk menjaga sumber air.
Pengadaan peta Quickbird tahun 5<26 akan dibeli langsung
setelah SP(K keluar.
5. Pengawasan pekerjaan fisik awal, diantaranya
2. Pembuatan !alan ,kses
!alan akses merupakan sarana penunjang utama kegiatan
konstruksi bendungan, sehingga kendala kendala yang mungkin
terjadi pada mobilisasi proyek bisa diminimalkan untuk
meningkatkan produktifitas proyek. !alan akses yaitu jalan yang
menghubungkan antara wilayah di luar lokasi proyek dengan lokasi
proyek, sedangkan jalan kerja merupakan akses mobilitas alat kerja
pada saat masa konstruksi, direncanakan di lokasi site bendungan.
Pengawasan pada pekerjaan ini dilakukan oleh $enaga ,hli
Konstruksi beserta Pengawas Pekerjaan.
Pembuatan jalan akses yang dilakukan bisa segera dilaksanakan
setelah SP(K diturunkan, dan overlap dengan kegiatan pengukuran
dan kegiatan iinvestigasi. Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan
mendatangkan alat dan bahan yang diperlukan untuk kegiatan awal
yaitu clearing dan pembuatan konstruksi diversion.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
5. Konstruksi )iversion
Konstruksi )iversion adalah konstruksi yang dibuat untuk
mengelakkan aliran sungai sementara selama masa konstruksi
bendungan. $enaga ,hli Bendungan akan dibantu dengan $enaga
,hli Kontruksi dalam pengawasan pelaksanaan konstruksi diversion
tersebut.
Pelaksanaan konstruksi diversion, akan berjalan setelah pekerjaan
jalan akses dilaksanakan dan bisa dilakukan bersamaan dengan
kegiatan tersebut.
*. T!3!P *
Pekerjaan pada tahap dua ini yaitu lanjutan pekerjaan fisik dimulai dari
konstruksi cofferdam, pekerjaan pondasi, instrumentasi, galian dan
timbunan.
Pengawasan pekerjaan fisik yang dilakukan adalah
2. +anjutan konstruksi diversion
Pekerjaan konstruksi diversion pada $ahap && ini merupakan lanjutan
pelaksanaa dari $ahap &.
$enaga ,hli Bendungan akan dibantu dengan $enaga ,hli Kontruksi
dalam pengawasan pelaksanaan konstruksi diversion tersebut.
5. 8learing tapak bendungan
Kegiatan ini merupakan pembersihan tapak lokasi bendungan utama
termasuk dengan cofferdam. Pembersihan ini dilakukan untuk
menghilangkan top soil eksisting di tapak konstruksi terutama dari
material organik yang ada.
6. 3alian pondasi tubuh bendungan
3alian pondasi yang dimaksud adalah galian untuk menyiapakan
konstruksi pondasi tubuh bendungan termasuk kontruksi cofferdam.
/encana galian pondasi dilaksanakan sesuai dengan design
termasuk pelaksanaan perbaikan pondasi dengan mengganti tanah
galian dengan timbunan material pilihan "selected material# yang
menjadi pondasi dari tubuh bendungan.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
$enaga ,hli Bendungan dibantu dengan Pengawas Pekerjaan :uality
akan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan galian pondasi dan
perbaikan tanah pondasi tubuh bendungan tersebut.
9. Konstruksi hori=ontal drain
(erupakan fasilitas dalam tubuh bendungan untuk mematuskan aliran
seepage "rembesan#. Konstruksi hori=ontal drain merupakan hamparan
material yang mempunyai nilai permeabilitas cukup besar "maksimal 2<
*
6
#, dalam hal ini adalah material pasir atau kerikil.
$enaga ,hli Bendungan dibantu dengan Pengawas Pekerjaan :uality
akan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
>. Konstruksi cofferdam
Kontruksi cofferdam merupakan satu kesatuan sistem fungsi dengan
konstruksi diversion, dimana konstruksi cofferdam yang dibuat dari
timbunan tanah homogen fungsinya adalah untuk menahan serta
melindungi area lokasi tubuh bendungan dan mengarahkan aliran
sungai eksisting menuju ke saluran diversion. /encananya sesuai
dengan design, konstruksi cofferdam dibuat menyatu dengan konstruksi
tubuh bendungan sehingga proses dan metode pelaksanaannya harus
sesuai dengan kriteria pelaksanaan konstruksi tubuh bendungan.
)alam pelaksanaan ini $enaga ,hli Bendungan bertanggung jawab
terhadap kuantitas, kualitas dan waktu konstruksi yang dilaksanakaan
oleh Kontraktor Pelaksana Pelaksana.
?. Pemasangan instrumentasi di pondasi bendungan
,dapun beberapa peralatan instrumentasi yang akan dipasang setelah
palaksanaan perbaikan pondasi tubuh bendungan dan hori=ontal drain,
sesuai dengan kebutuhan adalah
* &nstrument pie=ometer untuk pondasi, untuk mengetahui tekanan air
pori di pondasi tubuh bendungan mengingat kondisi geologi eksisting
adalah soft soil. $ujuannya pembacaan tekan air pori tersebut "pure
water pressure# guna menentukan proses penimbunan bertahap
"stagging process#
* &nklinometer multilayer, untuk mengetahui pergerakan hori=ontal
tubuh bendungan.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
* Settlement plate, untuk mengetahui besar penurunan selama masa
konstruksi yang berkaitan dengan volume material timbunan
terpasang.
Pelaksanaan pekerjaan pemasangan instrument ini secara langsung
akan diawasi oleh $, instrumentasi dibantu oleh $, geologi
@. $imbunan tubuh bendungan
Konstruksi tubuh bendungan merupakan kegiatan yang cukup kompleks
dalam proses pelaksanaannya yang melibatkan banyak kegiatan dan
banyak personil, dimana di dalam kegiatan tersebut termasuk di
dalammnya adalah
* kegiatan pemilihan dan pengambilan material timbunan dari borrow
area ke lokasi tapak tubuh bendungan.
* Proses penghamparan material timbunan
* Proses pemadatan material tubuh bendungan per layer
* &nspeksi kepadatan timbunan "sandcone test#
Kegiatan ini diawasi $enaga ,hli Bendungan dibantu oleh :uality
4ngineer khusus untuk timbunan tubuh bendungan.
A. Konstruksi beton spillway termasuk galian pondasi
Konstruksi spillway merupakan bagian penting dari sistem bendungan,
yang berfungsi untuk melimpaskan debit banjir yang masuk dalam
waduk.
Bangunan spillway dibuat dari konstruksi beton dengan karakteristik
tertentu. Pada tahap ke && ini, pelaksanaan pekerjaan konstruksi spillway
di mulai dari bagian hulu, yaitu lantai apron dinding spillway dan
spillway.
(etode dan tahapan pekerjaan konstruksi spillway adalah
* 3alian pondasi sesuai dengan peil rencana serta perbaikan struktur
tanah pondasi apabila diperlukan
* Pemasangan under drain "perforated drain# untuk minimalisasi gaya
uplift
* Konstruksi lantai kerja "beton mutu B*<#
* Pembesian beton dan pemasangan bekisting
* Pengecoran atau pembetonan
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
$enaga ,hli Konstruksi di bantu dengan Pengawas Pekerjaan dan
:uality 4nginner akan bertanggung jawab terhadap pengawasan
pelaksanaan konstruksi spillway.
-. T!3!P -
Pekerjaan pada tahap &&& ini, yaitu lanjutan pekerjaan fisik dari tahap &&,
dimulai dari timbunan tubuh bendungan, intake, bangunan pelimpah,
instrumentasi, dan bangunan fasilitas lainya.
Pengawasan pekerjaan fisik yang dilakukan adalah
2. $imbunan tubuh bendungan
Pada tahap &&& pelaksanaan pekerjaan timbunan tubuh bendungan
merupakan lanjutan dari pekerjaan pada tahap &&. ,dapun proses
dan tahapan pekerjaan sama dengan pada tahap &&
5. Pembetonan spillway
Pada tahap &&& konstruksi spillway merupakan lanjutan dari pekerjaan
konstruksi spillway sebelumnya, pada tahap ini akan dilaksanakan
konstruksi pada salauran transisi, saluran peluncur dan kolam olak
termasuk saluran outlet'tailrace. Proses dan tahapan pelaksanaan
pekerjaan sama dengan kegiatan konstruksi spillway pada tahap ke
&&.
)iharapkan sesuai dengan jadwal pelaksanaan konstruksi pelaksanaan
pekerjaan spillway sudah bisa diselesaikan 2<<B pada tahap ke &&& ini.
6. Konstruksi &ntake
Konstruksi intake merupakan bangunan pengambilan air dari waduk,
konstruksi ini direncanakan dari konstruksi beton. Proses dan
pelaksanaan pekerjaan ini sama dengan pekerjaan pada konstruksi
spillway.
9. Pipa &ntake
&nstalasi pipa intake merupakan bagian dari bangunan intake, namun
pada konstruksi ini material yang akan dipasang adalah pipa galvanis
lengkap dengan aksesorisnya termasuk pintu'gate yang diperlukan.
$enaga ,hli Konstruksi dan (echanical 4ngineer akan bertanggung
jawab terhadap pengawasan pada pekerjaan tersebut.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
>. Bangunan Casilitas Bendungan
Dang dimaksud dengan bangunan pelengkap bendungan antara lain
adalah
* Bangunan /umah )inas
* Bangunan /umah !aga
* Bangunan (enara Sadap "&ntake $ower#
* /umah Pintu Katup
* 3ardu Pandang
* Kantor Pengelola dan lainnya
)imana bangunan*bangunan seperti tersebut di atas akan dilaksanakan
sesuai dengan design dan akan langsung diawasi oleh Konsultan
Supervisi.
1. T!3!P 1
Pekerjaan pada tahap empat ini, yaitu lanjutan pekerjaan fisik dari tahap
tiga, dimulai pekerjaan dari timbunan tubuh bendungan, intake,
bangunan pelimpah, instrumentasi, dan bangunan fasilitas lainya.
)iharapkan pada tahap terakhir ini > bulan sebelum kontrak berakhir
pekerjaan kegiatan konstruksi sudah selesai dilaksanakan, sehingga
Konsultan Supervisi Supervisi bisa membuat +aporan (8*2<< ke
Pengguna !asa untuk serah terima pekerjaan.
Pengawasan pekerjaan fisik yang dilakukan adalah
2. Pengukuran genangan dan tapak bendungan
Pekerjaan ini bersifat kontrol terhadap tapak lokasi bangunan*
bangunan yang telah dilaksanakan
5. Pengadaan Euickbird
Pengadaan foto udara pada lokasi bendungan sesaat setelah di
konstruksi
6. &nstrumentasi
Pemasangan instrumentasi yang dilaksanakan setelah tubuh
bendungan selesai dilaksanakan adalah
* &nstrument standpipe pie=ometer, untuk mengetahui ketinggian
aliran rembesan di dalam tubuh bendungan. )ipasang di bagian
lereng hulu dan bagian lereng hilir tubuh bendungan.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
* Patok geser tubuh bendungan
$enaga ,hli &nstrumentasi akan bertanggung jawab terhadap
pengawasan dan pemasangan instrumentasi tersebut,
9. Pekerjaan tubuh bendungan
Pada tahap &F ini pelaksanaan pekerjaan tubuh bendungan bersifat
bangunan*bangunan pelengkap, seperti pemasangan blok beton untuk
rip rap di bagian lereng tubuh bendungan bagian hulu, gebalan rumput
di lereng sebelah hilir, saluran F* .otch dan lain*lain.
>. &ntake dan pipa intake
Pekerjaan ini merupakan lanjutan dari pekerjaan system intake yang
dilakukan pada tahap ke &&&
?. Pembuatan (anual 0P dan &mponding
Pembuatan +aporan (anual 0;P merupakan bagian dari pelaksanaan
pengawasan kegiatan konstruksi bendungan setelah pelaksanaan
selesai. Selain membuat laporan terhadap konstruksi yang telah dibuat,
pada kegiatan ini juga akan mengumpulkan data*data dan laporan hasil
bacaan instrumentasi yang telah dipasang pada awal konstruksi. -al
tersebut dilakukan untuk mengetahui perilaku tubuh bendungan setelah
konstruksi selesai dilaksanakan berkaitan dengan kondisi tanah
pondasi "penurunan# dan rembesan.
Konsultan Supervisi Supervisi selaku perwakilan )ireksi Pekerjaan di
lapangan berkewajiban untuk melakukan pengawasan dan pengujian
kuantitas dan kualitas konstruksi dengan berpedoman kepada spesifikasi
teknis yang telah ditetapkan pada saat tahap perencanaan detail
Bendungan Pidekso.
).). PEDEK!T! TEK%S
).).(. &evie4 Data 5 #aporan dan $ambar Desain 0ang ada
Segera setelah memobilisasi personil, Konsultan Supervisi Supervisi akan
melakukan pengenalan kondisi lokasi pekerjaan untuk mendapatkan gambaran
umum akan kondisi topografi, lingkungan area kerja dan lainnya yang dapat
membantu Konsultan Supervisi memahami karakteristik proyek.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Selanjutnya Konsultan Supervisi Supervisi akan melakukan review atas semua
data, laporan perencanaan terakhir, dan gambar*gambar desain yang ada. -al ini
akan mutlak dilakukan agar para tenaga ahli dari Konsultan Supervisi Supervisi
yang terlibat dapat memahami secara teknis pekerjaan yang akan dihadapi.
Kontrak konstruksi dengan Kontraktor Pelaksana Pelaksana juga akan segera
dipelajari untuk dapat mengerti persyaratan dan kondisi kontrak konstruksi yang
berlaku pada proyek ini.
)ari hasil review ini juga Konsultan Supervisi Supervisi akan memberG
rekomendasi pekerjaan tambahan "jika ada# yang pengadaannya mungkin akan
dilakukan secara sublet seperti disyaratkan dalam K,K.
).).*. Memeriksa dan Men0etujui 'ad4al Pelaksanaan
)engan mempertimbangkan karakteristik, skala dan lingkup pekerjaan maka
dibutuhkan suatu metode monitoring jadwal yang sistematik dan menguraikan
inter*relasi antar kegiatan pekerjaan'aktifitas sehingga dimungkinkan diambil
langkah langkah pencegahan'koreksi untuk menjaga kemajuan pekerjaan secara
keseluruhan. %ntuk kepertuan ini, metode Critical Path Method Network "8P(
.etwork# adalah metode yang paling sesuai dalam menyusun jadwal
pelaksanaan.
Berdasarkan 8ondition of Particular ,pplication, maka dalam waktu ?< "enam
puluh# hari Kontraktor Pelaksana Pelaksana wajib menyerahkan !adwal
Pelaksanaan menyeluruh atas semua pekerjaan yang harus dilaksanakan dalam
pembangunan Bendungan Pidekso ini. Konsultan Supervisi Supervisi akan
memeriksa secara detail ketepatan, kebenaran inter*relasi setiap aktifitas
pekerjaan, dan jalur*jalur kritis "critical path# yang terjadi selama berlangsungnya
pekerjaan.
!adwal pelaksanaan akan didiskusikan dalam suatu rapat yang harus dihadiri oleh
Pemberi $ugas, Kontraktor Pelaksana Pelaksana dan Konsultan Supervisi
Supervisi dan pihak*pihak lain yang berkepentingan. Selanjutnya akan ditetapkan
Kedates ! milestone atas pekerjaan*pekerjaan utama. %ntuk pembangunan
Bendungan Pidekso ini yang merupakan pekerjaan yang berjangka waktu
panjang, sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca atau banyak peraiatan'eEuipment
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
dari pekerjaan -ydromechanical yang perlu pemesanan dan fabrikasi dalam
waktu lama, maka penetapan keydates'milestone sebagai sasaran antara
berguna untuk mengontrol kepastian ketepatan jadwal pelaksanaan keseluruhan.
Keydates'milestone untuk pekerjaan pembangunan Bendungan Pidekso dapat
berupa penetapan
$anggal mulai dan penyelesaian pekerjaan saluran pengelak "diversion
channel#,
$anggal mulai dan penyelesaian pekerjaan bendungan utama "main
dam#,
Pekerjaan*pekerjaan penting lainnya
!adwal pelaksanaan secara keseluruhan beserta kedates!milestone selanjutnya
akan dituangkan dalam sebuah Berita ,cara dan mengikat pihak Pemberi $ugas
dan Kontraktor Pelaksana Pelaksana. Selanjutnya monitoring dan pengendalian
kemajuan pekerjaan Kontraktor Pelaksana Pelaksana dilakukan berdasarkan
jadwal pelaksanaan tersebut. Penilaian kemajuan pekerjaan Kontraktor Pelaksana
Pelaksana berikut konsekwensinya "denda, pengalihan pekerjaan, pemutusan
kontrak, dll# seperti diurai dalam Condition of Particular "pplicationdan #eneral
Condition dapat dilakukan berdasarkan keydates'milestone yang telah disepakati.
Kondisi perkembangan pekerjaan sepanjang waktu pelaksanaan dapat berubah
akibat perubahan atau variasi pekerjaan atau akibat situasi lainnya. -al ini
mengakibatkan 8P( network haruslah selalu diperbaharui dan dipertahankan up*
to*date, sesuai dengan perkembangan atau kondisi pekerjaan yang ada agar
selalu dapat menjadi sarana pengendalian kemajuan pekerjaan.
Selanjutnya, Kontraktor Pelaksana Pelaksana juga harus menyerahkan dokumen*
dokumen sebagai berikut
2. Program kerja detail untuk 6 "tiga# bulan ke depan dalam bentuk bar chart
5. Construction method secara detail
6. )aftar construction plant yang akan didirikan dan skedulnya
9. 4stimasi kebutuhan total tenaga kerja "labour# yang dibutuhkan
>. Struktur 0rganisasi Kontraktor Pelaksana Pelaksana
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Berdasarkan 8P( network yang telah disetujui, Konsultan Supervisi Supervisi
akan memeriksa ketepatan dokumen*dokumen tersebut.
).).-. Pengadaan Pekerjaan Subkontrak
Sesuai K,K, maka Konsultan Supervisi Supervisi setelah mendapat persetujuan
Pemilik Proyek, menyelenggarakan kegiatan subletting meliputi
Survey dan investigasi tambahan
Pengadaan panel ahli bendungan .asional dan &ntemasional
Casilitasi proses penyelenggaraan sertifikasi impounding.
Kebutuhan pekerjaan tambahan atas survey dan investigasi "misalnya geologi,
topografi, dll# akan diketahui setelah Konsultan Supervisi Supervisi mempelajari
data*data dan hasil desain yang ada.
Konsultan Supervisi Supervisi akan membantu Pemberi $ugas dalam
melaksanakan kegiatan sublet tersebut dengan tetap mengacu pada peraturan
pengadaan barang dan jasa yang berlaku.
).).1. Pembuatan Prosedur2Prosedur Kerja
Konsultan Supervisi Supervisi akan mempersiapkan prosedur*prosedur kerja
untuk mempermudah pengawasan, kontrol dan pengendalian seluruh pekerjaan.
Konsultan Supervisi Supervisi akan memastikan bahwa semua tenaga personil
Konsultan Supervisi Supervisi, Kontraktor Pelaksana Pelaksana dan Pemberi
$ugas paham atas semua prosedur kerja tersebut sehingga manajemen
pengendalian proyek dapat berjalan dengan baik.
Beberapa prosedur kerja yang telah dipersiapkan oleh Konsultan Supervisi adalah
seperti tabel berikut.
Tabel ).(6 Da.tar Prosedur Kerja
.o. Prosedur
2 Prosedur Pemeriksaan 3ambar*gambar
5 Prosedur Percobaan $imbunan "$rial %mbankment#
6 Prosedur $eknis Percobaan $imbunan "$rial %mbankment#
9 Prosedur &ensit $est b 'n(situ Method
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
> Prosedur Kendali (utu Pekerjaan Beton
? )iagram ,lir untuk &nspeksi Pekerjaan Beton
@ )iagram ,lir Penentuan -asil $est
A )iagram ,lir Kontrol Progres Pekerjaan
H Bagan ,lir Persetujuan Pekerjaan
2< Bagan ,lir (utual 8heck sebagai dasar pembayaran
22 Proses %mum Klaim
25 Prosedur &nspeksi untuk Penyerahan Penyelesaian Pekerjaan
"P-0#
Sesuai kebutuhan pekerjaan, Konsultan Supervisi Supervisi akan membuat
prosedur*prosedur kerja lainnya yang dirasa perlu nantinya.
Konsultan Supervisi Supervisi akan menjelaskan prosedur*prosedur yang ada
kepada semua pihak yang terlibat dalam semua proses pekerjaan. )engan
adanya kesamaan pemahaman atas prosedur tersebut akan sangat membantu
kelancaran pekerjaan, mencegah terjadinya kesalahpahaman, yang dapat
berujung pada perselisihan "disputes#.
Bagan alir dari proses*proses tersebut diatas dapat dilihat pada +ampiran Bab >
pada akhir bab ini.
).).). Pembuatan 7ormat2.ormat Penga4asan
Sebagai panduan setiap tenaga ahli, asisten tenaga ahli dan para Pengawas
Pekerjaan'surveyor dari Konsultan Supervisi Supervisi, maka akan dibuat format*
format pengawasan yang akan dipakai oleh setiap personil Konsultan Supervisi
Supervisi dalam meiaksanakan pengawasan nantinya.
Cormat*format tersebut dibuat berdasarkan pengalaman Konsultan Supervisi
Supervisi atas pekerjaan*pekerjaan sejenis sehingga sudah teruji kegunaannya.
Kemungkinan nantinya akan dilakukan beberapa penyesuaian dalam format*
format tersebut sehubungan dengan persyaratan dalam Spesifikasi $eknis.
)aftar format*format pengawasan pekerjaan dan sebagian contoh format dapat
dilihat pada +ampiran Bab >.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
).).8. Memeriksa $ambar2gambar Kontraktor Pelaksana Pelaksana
Sesuai dengan tahapan pekerjaan, Kontraktor Pelaksana Pelaksana harus
menyerahkan antara lain
2. 8onstruction drawing, berdasarkan gambar*gambar detail desain yang
telah ada dalam dokumen lelang serta hasil detail desain atas beberapa
bagjan pekerjaan seperti saluran pengelak, bendungan, irrigation outlet dan
bagian pekerjaan lain.
5. Shop drawing, sebagai pengembangan construction drawing yang telah
disesuaikan dengan kondisi lokasi pekerjaan dan menggambarkan secara
detail bagian*bagian pekerjaan seperti steel bar bending, dll.
6. Cabrication drawing, terutama untuk peralatan*pertatan yang harus
difabrikasi di pabrik untuk selanjutnya dibawa dan dipasang di lokasi
pekerjaan.
9. ,s built drawing, yang merupakan gambar terpasang atas semua
pekerjaan yang telah dilakukan oleh Kontraktor Pelaksana Pelaksana.
>. 3ambar*gambar lain yang dipertukan untuk menjelaskan misalnya metode
kerja yang diusulkan, perubahan*perubahan yang harus dilakukan akibat
kondisi lapangan dan lain*lain.
Konsultan Supervisi Supervisi akan memeriksa keakuratan, kelengkapan,
kejelasan atas semua gambar*gambar yang diserahkan oleh Kontraktor
Pelaksana Pelaksana. Penyerahan gambar, komentar koreksi dari Konsultan
Supervisi Supervisi, persetujuan dan penyimpanan gambar*gambar dalam suatu
sistem arsip akan sesuai dengan prosedur alur pemeriksaan gambar*gambar
seperti telah diuraikan dalam subbab sebelumnya.
).).9. Pengendalian Mutu
Seperti umumnya proyek konstruksi maka sasaran yang hendak dicapai dalam
pengawasan pembangunan Bendungan Pidekso ini adalah tercapainya sasaran
biaya, mutu, dan waktu dengan pengendalian atau meminimalkan dampak
lingkungan yang merugikan.
%ntuk mencapai sasaran tersebut, perlu dibuat suatu prosedur dan tata cara
pelaksanaan pekerjaan dan adanya pemahaman bersama atas lingkup pekerjaan,
prosedur, tata cara, kondisi kondisi dalam kontrak, dan semua aspek yang dapat
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
berpengaruh terhadap pencapaian sasaran proyek tersebut. %ntuk itu dalam
tahap awal harus dilaksanakan Pre(Construction Meeting "P8(# yang bertujuan
terjadinya pemahaman yang sama atas semua aspek di atas.
Salah satu aspek yang akan dibahas dalam P8( adalah pengendalian mutu yang
akan diterapkan. Semua prosedur, tata cara, format*format pengawasan yang
telah dijelaskan dalam subbab di atas adalah sebagian cara Konsultan Supervisi
Supervisi dalam pengendalian mutu pekerjaan. Sistem pengendalian mutu yang
akan diterapkan oleh Konsultan Supervisi Supervisi sesungguhnya mengarah
kepada Euality assurance yang sangat memperhatikan dan pengendalian pada
aspek proses kerja. )engan sistem ini suatu pekerjaan dikendalikan berdasarkan
proses kerja yang harus dilalui seperti
2. Pengendalian terhadap material dasar,
5. Pengendalian terhadap pencampuran berbagai material dasar "mi7 design#
6. Pengendalian terhadap produksi bahan kerja seperti beton, material
timbunan dan lain*lain,
9. Pengendalian terhadap pekerjaan*pekerjaan persiapan yang diperlukan
seperti pembuatan acuan kerja, form work, dan lain*lain,
>. Pengendalian selama proses pekerjaan itu sendiri seperti pekerjaan
pengecoran, pemadatan, dan tain*lain,
%ntuk memenuhi itu semua, pengawasan mutu ini dapat terdiri dari beberapa
urutan pekerjaan, antara lain
Kontraktor Pelaksana Pelaksana harus mengajukan perrnintaan "reEuest#
untuk mulai sesuatu pekerjaan. Pekerjaan tidak dapat dimulai sebelum
persetujuan diberikan oleh Konsultan Supervisi Supervisi. )alam pengajuan
tersebut Kontraktor Pelaksana Pelaksana harus menjelaskan lokasi pekerjaan,
jenis pekerjaan, peralatan yang digunakan, pekerjaan yang diperlukan dan
perkiraan selesai suatu tahap serta perkiraan volume pekerjaan.
Pengajuan untuk memeriksa pemasangan profil atau patok. Pekerjaan tidak
dapat dimulai sebelum pemasangan profit atau patok mendapat persetujuan
dari Konsultan Supervisi Supervisi.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Pengajuan persetujuan terhadap campuran bahan. Sebelum melakukan
pekerjaan yang memeriukan campuran bahan, maka Kontraktor Pelaksana
Pelaksana harus mengajukan permintaan persetujuan atas campuran yang
diinginkan, dalam bentuk pemeriksaan visual maupun pemeriksaan
laboratorium.
Pengajuan terhadap hasil pemadatan
Setiap suatu lapisan yang telah dipadatkan Kontraktor Pelaksana Pelaksana
harus mengajukan persetujuan terhadap kepadatan yang telah dilakukan
tersebut.
Setiap hari Kontraktor Pelaksana Pelaksana bersama*sama dengan Konsultan
Supervisi Supervisi membuat laporan mengenai kegiatan yang dilakukan
termasuk pencatatan terhadap kemajuan dan kejadian*kejadian penting
fainnya.
Konsultan Supervisi Supervisi menyelesaikan pemeriksaan pengujian yang
dilakukan oleh Kontraktor Pelaksana Pelaksana dan uji coba material untuk
memastikan kesesuaian dengan spesifikasi yang ada dalam dokumen kontrak.
Konsultan Supervisi Supervisi akan meninjau ulang pengujian*pengujian yang
ada dalam spesifikasi dan prosedur test yang diajukan oleh Kontraktor
Pelaksana Pelaksana dan merekomendasikan untuk perubahan jika perlu.
Pada dasarya Kontraktor Pelaksana Pelaksana adalah pelaku utama dalam
proyek konstruksi seperti pembangunan Bendungan Pidekso ini. %ntuk itu
pencapaian mutu akan sangat tergantung pada sistem pengendalian mutu dari
Kontraktor Pelaksana Pelaksana itu sendiri. Konsultan Supervisi Supervisi akan
memastikan bahwa Kontraktor Pelaksana Pelaksana mempunyai etiket dalam
melaksanakan sistem kendali mutu mereka selama pelaksanaan pekerjaan.
).).:. Pengendalian Kemajuan Pekerjaan
Sarana utama dalam pengendalian kemajuan pekerjaan adalah !adwal
Pelaksanaan yang telah dibuat dengan sistem 8ritical Path (ethod, dan jadwal
pelaksanaan dalam bentuk bar chart yang dibuat berdasarkan 8P( tersebut.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Secara kontinyu Konsultan Supervisi Supervisi akan memeriksa kemajuan
pekerjaan terhadap waktu dan membandingkannya dengan rencana dalam jadwai
pelaksanaan. Setiap penyimpangan terutama tidak tercapainya target kemajuan
pekerjaan harus diteliti penyebabnya dan dicari pemecahannya. Keterlambatan
pekerjaan harus dikendalikan dan diambil langkah penanggulangannya karena
suatu keterlambatan pada suatu bagian pekerjaan dapat bersifat progresif dan
berkembang lebih buruk, terlebih banyaknya jenis pekerjaan pada pekerjaan
Bendungan Pidekso ini yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca.
Sesuai prioritasnya, pengendalian terhadap pekerjaan*pekerjaan yang berada
dalam jalur kritis akan menjadi perhatian utama karena keterlambatan pada
pekerjaan tersebut akan berdampak langsung terhadap penyelesaian proyek
secara keseluruhan apabila tidak dilakukan langkah*langkah penanggulangannya.
(eskipun demikian pekerjaan*pekerjaan yang berada pada jalur non kritis tidak
boleh diabaikan karena bila keterlambatan pekerjaan pada jalur non kritis juga
dapat berubah menjadi kritis apabila dibiarkan tidak terkendali.
)alam membantu pihak Pemberi $ugas mengendalikan kemajuan pekerjaan,
Konsultan Supervisi Supervisi akan selalu bekerja proaktif, mengantisipasi segala
potensi permasalahan yang dapat mengakibatkan terjadinya keterlambatan.
,pabila berdasarkan analisa Konsultan Supervisi Supervisi telah timbul potensi
permasalahan maka Konsultan Supervisi Supervisi akan segera memberitahu
pihak Kontraktor Pelaksana Pelaksana dan bila perlu akan dibahas dalam rapat
yang dihadiri oleh semua pihak.
,pabila telah terjadi keterlambatan, Konsultan Supervisi Supervisi akan memberG
rekomendasi kepada Pemberi $ugas "%ngineer# langkah*langkah yang harus
diambil untuk segera mengejar keterlambatan tersebut. Selanjutnya akan diberi
instruksi tertulis kepada Kontraktor Pelaksana Pelaksana untuk mengatasinya
antara lain dengan menambah jam kerja, tenaga kerja, peralatan, atau
meningkatkan metode kerja.
).).;. Pengendalian Bia0a Konstruksi
Kontrol atas semua biaya "cost control# dengan melakukan penghitungan
"measurement# dan pembayaran atas dokumen pembayaran yang diajukan oleh
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Kontraktor Pelaksana Pelaksana merupakan suatu proses yang sangat penting
sepanjang pelaksanaan proyek ini.
8ost 8ontrol mempunyai dua aspek yaitu "2# untuk mengontrol prosedur
pembayaran dan menjaga akurasi dan kelancaran pembayaran kepada
Kontraktor Pelaksana Pelaksana dan "5# menjamin biaya terjaga tetap minimal
sehingga proyek dapat diselesaikan dengan cara ekonomis.
%ntuk melaksanakan cost control tersebut Konsultan Supervisi Supervisi akan
membantu Pemberi $ugas dalam hal Survey hasil pekerjaan, Cinancial status dan
8ost 8ontrol, Kontrol Kuantitas dan Penghitungan Pembayaran, dan persiapan
serfifikat pembayaran.
2. Survey hasil pekerjaan
Konsultan Supervisi Supervisi akan melakukan survey dan verifikasi atas hasil
pekerjaan Kontraktor Pelaksana Pelaksana yang sesuai dengan gambar
desain dan spesifikasi teknis yang disyaratkan.
5. Cinancial status dan 8ost 8ontrol
Konsultan Supervisi Supervisi secara berkala akan memberikan rekomendasi
sehubungan dengan kemungkinan dalam pengurangan pembiayaan
"e7penditure# baik terhadap Pemberi $ugas maupun kepada pihak Kontraktor
Pelaksana Pelaksana.
Secara berkala Konsultan Supervisi Supervisi akan melaporkan financial
status dari proyek, perkiraan kebutuhan pembayaran mendatang, dan
menjaga up to date atas payment account terhadap Kontraktor Pelaksana
Pelaksana.
6. Kontrol Kuantitas dan Penghitungan Pembayaran
Secara berkala Konsultan Supervisi Supervisi akan melakukan check atas
kuantitas pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh Kontraktor Pelaksana
Pelaksana dan membuat ringkasan "summary# secara mingguan. 8hecking
kuantitas yang dilakukan secara berkala ini akan sangat membantu dalam
proses perhitungan untuk pembayaran kemajuan pekerjaan.
9. Persiapan Sertifikat Pembayaran
Konsultan Supervisi Supervisi akan mempersiapkan sertifikat pembayaran
berkala sesuai dengan perjanjian kontrak antara Pemberi $ugas dan
Kontraktor Pelaksana Pelaksana, dengan memperhatikan total kemajuan
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
pekerjaan pada periode tertentu, pengembalian uang muka, potongan
sehubungan dengan denda "bila ada#, retensi, dan lain*lain.
).).(<. Kontrol Keselamatan Kerja
Keselamatan dianggap sesuatu yang utama pada semua jenis pekerjaan
konstruksi terutama untuk pekerjaan Bendungan Pidekso ini. Konsultan Supervisi
Supervisi akan mengharuskan Kontraktor Pelaksana Pelaksana untuk mengambil
semua tindakan yang mungkin untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja
maupun kejahatan*kejahatan terhadap areal pekerjaan, peralatan dan material,
dan seluruh pekerja.
Kendali keselamatan pada masa konstruksi terdiri dari beberapa unsur kegiatan
sebagai berikut
0rganisasi Pengendalian Keselamatan "Safety 8omitte#
/apat 0rganisasi Pengendalian Keselamatan
Program Pengendalian Keselamatan
2. 0rganisasi Pengendalian Keselamatan
Kontraktor Pelaksana Pelaksana diwajibkan membentuk 0rganisasi Pengendalian
Keselamatan yang terdiri dari unsur 0toritas Keamanan, Pemilik Proyek,
Konsultan Supervisi Supervisi dan Kontraktor Pelaksana Pelaksana. Kontraktor
Pelaksana Pelaksana juga harus menugaskan pelaksana senior mereka sebagai
petugas pengendali keselamatan. Pelaksana senior tersebut bertanggung jawab
terhadap keselamatan semua personil yang ada di lapangan.
Kontraktor Pelaksana Pelaksana akan menyampaikan bagan organisasi
pengendalian keselamatan dan merinci program keselamatan kerja kepada pihak
pemilik proyek untuk dievaluasi.
5. /apat 0rganisasi Pengendalian Keselamatan
Segera setelah pembentukan organisasi pengendalian keselamatan, Konsultan
Supervisi Supervisi akan melaksanakan rapat organisasi yang dihadiri semua
unsur terkait di atas. )alam rapat tersebut diuraikan kondisi'infonmasi yang ada di
lingkungan pekerjaan, sistem transportasi pelaksanaan pekerjaan, prinsip pokok
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
metode pelaksanaan pekerjaan Kontraktor Pelaksana dan keselamatan.
Pengendali Keselamatan dari pihak Kontraktor Pelaksana wajib menyampaikan
ketersediaan perangkat yang menunjang program keselamatan sesuai peraturan
yang berlaku di &ndonesia.
6. Program Pengendalian Keselamatan
Program Pengendalian Keselamatan akan ditinjau oleh Konsultan Supervisi
Supervisi. Program pengendalian keselamatan akan meliputi tetapi tidak terbatas
pada
Sarana transportasi menuju jalan umum
Pengendalian lalulintas di lokasi pekerjaan
Stabilitas alam dan lereng hasil galian
Pekerjaan konstruksi ditempat yang tinggi
Pekerjaan konstruksi di'dalam air
Pekerjaan Pengelasan
Pekerjaan 3alian dengan Peledakan
+ampu kerja di malam hari
Pengendalian untuk meminimalkan dampak lingkungan sepanjang masa
pekerjaan konstruksi merupakan tujuan utama.
).).((. !dministrasi Kontrak
!. Pema/aman Dokumen Kontrak Konstruksi
Konsultan Supervisi Supervisi akan segera mempelajari dan mendalami semua
dokumen kontrak konstruksi untuk dapat melakukan administrasi kontrak untuk
kelancaran dan ketertiban administrasi proyek. $ujuan mempelajari semua
dokumen tersebut adalah untuk mendapatkan gambaran atas prosedur, aspek
hukum dan jaminan*jaminan, aspek pembayaran dan masalah administrasi
kontrak lainnya. -al penting yang juga akan dipelajari adalah kemungkinan
adanya kontradiksi antara pasal*pasal dalam suatu dokumen dengan dokumen
lainnya. )alam hai ini hirarki dokumen kontrak akan menjadi patokan dalam
menentukan pasal mana yang beriaku. Sesuai C&)&8 2HA@ maka hirarki dokumen
yang berlaku adalah
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
2. Surat Perjanjian "Contract "greement#
5. Surat Penunjukan Pemenang ")etter of "cceptance#
6. )okumen $ender "$ender &ocument#
9. Syarat Khusus Kontrak "Condition of Particular "pplication#
>. Syarat %mum Kontrak "#eneral Condition of Contract#
?. )okumen lain yang menjadi bagian dan kontrak
Pemahaman atas dokumen kontrak dan mempelajari kemungkinan adanya
kontradiksi antar pasal dalam dokumen*dokumen tersebut adalah sangat penting
karena ketidak sesuaian tersebut dapat menjadi sumber perselisihan "disputes#
nantinya. Konsultan Supervisi Supervisi akan segera menginformasikan pihak
Pemberi $ugas apabila mengetahui adanya ketidaksesuaian tersebut, berikut
rekomendasi pemecahan masalahnya. ,pabila ketidak sesuaian itu dapat
mengakibatkan kerugian'ketidak*adilan pada salah satu pihak, Konsultan
Supervisi Supervisi akan merekomendasikan pemecahan yang adil untuk
mencegah terjadinya perselisihan nantinya.
B. Surat2surat 'aminan dan !suransi
Sesuai kontrak, Kontraktor Pelaksana Pelaksana harus menyerahkan surat*surat
jaminan antara lain
2. Surat !aminan Pelaksanaan
5. Surat !aminan %ang (uka
6. Surat !aminan Pemeliharaan
9. ,suransi Pekerjaan, Peralatan, $enaga Kerja, Pihak Ketiga.
>. !aminan dan'atau ,suransi lain yang disyaratkan
Konsultan Supervisi Supervisi akan memeriksa kelengkapan, keakuratan,
kebenaran isi, dan ketepatan tanggal dalam setiap surat*surat jaminan yang harus
diserahkan oleh Kontraktor Pelaksana Pelaksana sesuai yang dipersyaratkan
dalam Kontrak, dan memberi rekomendasi kepada Pemberi $ugas atas segala hal
yang berkaitan dengan surat*surat tersebut.
=. Peruba/an Kontrak
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Konsultan Supervisi Supervisi akan memproses semua perubahan atas bentuk,
kualitas atau kuantitas, jenis pekerjaan yang dibutuhkan selama periode kontrak
konstruksi Pembangunan Bendungan Pidekso.
Sesuai dengan kebutuhan pekerjaan, perubahan*perubahan ini dapat meliputi
2. Penambahan atau pengurangan kuantitas pekerjaan di dalam Kontrak
5. Penghapusan suatu jenis pekerjaan
6. Perubahan karakteristik atau kualitas suatu jenis pekerjaan
9. Perubahan atas elevasi, jalur, posisi dan dimensi dari suatu
bagianpekerjaan
>. Penambahan suatu pekerjaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
proyek
?. Perubahan atas urutan kerja atau waktu pelaksanaan suatu bagian
pekerjaan
Sebagaimana dengan pengalaman Konsultan Supervisi Supervisi dalam
pelaksanaan kegiatan supervisi konstruksi, hasil pekerjaan )4) dapat
mengakibatkan terjadinya Contract Change *rder dan atau Fariation 0rder. %ntuk
itu Konsultan Supervisi Supervisi akan terus berkoordinasi dengan Pemberi
$ugas atas langkah yang akan diambil seperti optimasi desain sesuai anggaran
biaya yang ada, pembuatan perubahan kontrak yang dibutuhkan, dan lain*lain.
D. Klaim dan Perselisi/an
Konsultan Supervisi Supervisi berpendapat bahwa klaim dan perselisihan dapat
ditekan seminimal mungkin atau bila mungkin dihindari sama sekali, bila terdapat
koordinasi yang harmonis antara Pemberi $ugas, Kontraktor Pelaksana
Pelaksana, dan Konsultan Supervisi Supervisi sepanjang pelaksanaan kontrak.
Pemahaman atas semua dokumen kontrak konstruksi seperti diuraikan dalam
bagian , di atas, juga sangat bermanfaat untuk mengantisipasi dan mencegah
terjadinya klaim dan perselisihan.
(eskipun demikian, apabila terjadi klaim dan perselisihan maka Konsultan
Supervisi Supervisi akan membantu dalam penyelesaian perselisihan dan
memberi rekomendasi pemecahannya.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Secara garis besar Konsultan Supervisi Supervisi akan membantu penyelesaian
klaim dan perselisihan dengan cara sebagai berikut
2# /eview Klaim dan )ata Pendukung
!ika Kontraktor Pelaksana Pelaksana mengajukan klaim maka Konsultan
Supervisi Supervisi akan melakukan evaluasi dan mengikuti semua prosedur yang
ditetapkan dalam Syarat Khusus Kontrak"Condition of Particular "pplication# dan
Syarat %mum Kontrak "#eneralCondition of Contract# . 4valuasi akan dilakukan
dengan mempelajari dengan teliti atas isi klaim dan data pendukungnya.
Konsultan Supervisi Suprvisi akan mempelajari kebenaran dan klaim Kontraktor
Pelaksana Pelaksana tersebut, dan bilamana perlu akan meminta Kontraktor
Pelaksana Pelaksana untuk melengkapi data*data pendukung yang dibutuhkan.
)ata yang dapat menjadi referensi dalam klaim adalah data resmi proyek antara
lain korespondensi, records, laporan, hasil test'laboratorium,data survey, berita
acara, jadwal, laporan resmi cuaca, sertifikat pembayaran,photo*photo, dan
dokumen lain yang merupakan dokumen resmi dalam proyek
5# +aporan 4valuasi
Berdasarkan semua data yang ada, Konsultan Supervisi Supervisi akan
membantu Pemberi $ugas dalam mengevaluasi secara menyeluruh atas klaim
tersebut berdasarkan ketentuan yang berlaku dalam syarat khusus dan umum
kontrak dan memeriksa kebenaran dan ketepatan data*data pendukung.
Berdasarkan evaluasi tersebut Konsultan Supervisi Supervisi akan memberG
rekomendasi keputusan "determination# atas klaim tersebut.
Selanjutnya Konsultan Supervisi Supervisi akan membantu dalam penyusunan
laporan lengkap atas klaim meliputi temuan fakta "fact*findings# yang didapat,
data pendukung, konsekwensi biaya dan'atau jadwal, dan rekomendasi
penyelesaiannya.
6# Penyelesaian Klaim
Setelah Pemberi $ugas menetapkan keputusan untuk menerima'menerima
sebagian'menolak klaim yang diajukan Kontraktor Pelaksana Pelaksana, maka
Konsultan Supervisi Supervisi akan membantu dalam melengkapi semua data
yang mendasari keputusan tersebut.
9# Penyelesaian Perselisihan
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
!ika terjadi perselisihan, maka Konsultan Supervisi Supervisi akan membantu
penyelesaian perselisihan dengan mengacu pada panduan yang telah disepakati
dalam Syarat Khusus dan'atau Syarat %mum Kontrak.
Penyelesaian secara musyawarah menjadi cara pertama dalam menyelesaikan
perselisihan. ,pabila tidak dicapai kesepakatan maka tahapan selanjutnya seperti
arbitrase menjadi sarana penyelesaian perselisihan yang terjadi.
Selama terjadi proses klaim dan perselisihan, Kontraktor Pelaksana Pelaksana
wajib tetap melaksanakan pekerjaan kecuali kontrak sudah dinyatakan berhenti
"terminate#.
).).(*. Panel !/li Bendungan
Pemberi $ugas sebagai pemilik bendungan dapat menunjuk Panel ,hli Bebas
atas prakarsa sendiri atau atas permintaan Komisi Keamanan Bendungan untuk
kegiatan keamanan bendungan. Panel ,hli Bebas dapat ditunjuk pada tahap
desain'review desain, pelaksanaan konstruksi, pengisian waduk pertama, serta
operasi dan pemeliharaan.
Panel ,hli Bebas berfungsi memberikan pertimbangan teknis yang mendalam dan
profesional mengenai keamanan bendungan terutama yang berhubungan
dengan
2. Penerapan teknologi
5. Kriteria perencanaan, standar dan kelayakan teknis
6. Permasalahan teknis yang komplek
9. Klasifikasi bahaya bendungan
>. (etoda pelaksanaan konstaiksi
?. Pengamatan dan pemantauan keamanan bendungan
@. Pengoperasian dan pemeliharaan
Sesuai dengan tahapan pekerjaan, panel ini dapat dilaksanakan beberapa kali
dan terdiri dari ahli bendungan yang sesuai dengan permasalahan yang hendak
didiskusikan. Panel dapat berupa para ahli .asional dan &ntemasional.
)engan diundangnya Panel ,hli Bendungan, maka Panel ,hli Bendungan akan
memberikan masukan yang dapat merupakan laporan tertulis berisikan saran
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
teknis atau bisa berbentuk diadakannya workshop apabila dipandang perlu oleh
Pemilik Proyek.
%ntuk hal*hal yang bersifat regular dan umum, maka pengadaan Panel ,hli
Bendungan adaiah sebatas masukan teknis terhadap kondisi teknis di lapangan.
Sedangkan untuk masalah teknis yang tidak umum dan sangat jarang dilakukan
pada konstruksi proyek sejenis di &ndonesia, maka diadakannya +orkshop akan
menjadi suatu masukan yang penting bagi banyak pihak, mulai dari ketiga belah
pihak yang terlibat pada konstruksi pembanguan Bendungan Pidekso, maupun
pihak*pihak lain yang ingin mendapatan informasi baru mengenai suatu jenis
konstruksi atau metode konstuksi .
).).(-. Dokumen "perasi dan Pemeli/araan
)okumen 0perasi dan Pemeliharaan "0P# merupakan salah satu dokumen yang
sangat penting, karena dalam dokumen ini akan menjadi manual dan petunjuk'
guidance bagi pelaksana setelah Bendungan Pidekso ini beroperasi.
)alam dokumen 0P ini tidak saja menjelaskan tentang bagaimana
mengoperasikan suatu perangkat yang harus dioperasikan tetapi juga
menjelaskan wadah' lembaga' unit siapa yang mengoperasikan, siapa yang
bertanggungjawab serta kepada siapa hasil operasi tersebut digunakan. Sehingga
selain petugas operasional juga calon pengguna air dari pengoperasian ini juga
dijelaskan dalam dokumen 0P ini. Bahkan sampai biaya*biaya yang diperlukan
dalam operasi dan pemeliharaan ini item*item yang diperlukan dalam perhitungan
biaya.
Pada dasarnya dokumen 0P ini dilandasi pada alokasi pemanfaatan air waduk,
baik itu untuk pengendali banjir, pemeliharaan sungai, air baku, dan lain*lain.
0perasi ini menjadi penting karena harus melayani berbagai kepentingan
pengguna air tersebut di atas, dan untuk kelangsungan pelayanan ini hingga
bermanfaat secara optimal dan menerus "continue# tetap terjaga.
Secara umum tujuan dari dibuatnya )okumen 0P ini adalah memanfaatkan air
secara optimal dengan cara mengalokasikan secara proposional sedemikian
sehingga tidak terjadi konflik antar kepentingan dan pengendali banjir di musim
hujan.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Pola operasi waduk biasanya terdiri dari 5 "dua# pola yartu pola pengisian dan
pola pengoperasian, yang biasanya didasarkan pada musim hujan dan musim
kemarau. Sehingga pengoperasiannya harus selalu berfungsi baik di kedua
musim di atas.
)alam hal*hal terdapat kerusakan dan kurang berfungsinya suatu perangkat yang
dioperasikan, maka dalam dokumen ini akan menjelaskan segala yang diperlukan
dalam perbaikan, rehabilitasi, rekondisi, bahkan kemungkinan konservasi
lingkungan.
)alam dokumen 0P ini juga, akan menjelaskan bila terjadi kegagalan operasi
akibat suatu masalah, maka apa saja resiko*resikonya, sehingga bila diperlukan
antisipasi, maka persiapannya akan lebih cepat dan lebih baik, termasuk
tindakan*tindakan daruratnya.
Pemeliharaan waduk dan kelengkapan bangunan lainnya, akan menjadi sangat
penting untuk kelangsungan operasi dan pemanfaat air waduk ini, oleh karena itu
baik operasi maupun usaha pemeliharaannya harus dilakukan dengan
dokumentasi dan tercatat "record# dan harus selalu dilaporkan.
).).(1. Serti.ikasi Pengisian Waduk
Setelah Konsultan Supervisi Supervisi yang menangani desain dan'atau
pelaksanaan telah menyatakan bahwa pelaksanaan pembangunan
bendungan'waduk telah memenuhi syarat untuk pengisian, maka pemilik
bendungan diwajibkan mengajukan permohonan persetujuan pengisian waduk
kepada Komisi dengan tembusan kepada Balai disertai dokumen dokumen yang
wajib disediakan.
Pengisian waduk tidak boleh dilaksanakan sebelum ada inspeksi dari Balai dan
Komisi Bendungan yang akan memberikan rekomendasi kepada (enteri untuk
menerbitkan sertifikat persetujuan pengisian waduk.
Persiapan pengisian pertama waduk meliputi perencanaan, pelaksanaan,
pemantauan, pengawasan dan pengendalian yang mencakup kegiatan inspeksi
selesainya semua bangunan dibawah rencana muka air, pembersihan lahan
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
genangan termasuk pemusnahan limbah, pemindahan penduduk, penyelamatan
benda sejarah dan pemindahan satwa "angka dari daerah genangan#.
Persyaratan pengisian pertama waduk harus sesuai dengan persyaratan teknis
dan ketentuan pelaksanaan yang disetujui oleh (enteri Pekerjaan %mum, dan
selama pengisian Pemilik wajib melakukan evaluasi perilaku bendungan.
,dapun dokumen*dokumen yang wajib disiapkan dalam pengajuan persetujuan
pengisian pertama tersebut adalah "rangkap tiga#
2. +aporan 3eologi $eknik rinci, mencakup bore log serta hasil e7plorasi
lainnya dan peta 3eoteknik $apak Bendungan dari investigasi galian
"pondasi# dan investigasi tambahan "kalau ada# serta laporan lengkap
mengenai perbaikan pondasi.
5. +aporan perubahan desain "kalau ada# disertai alasan pendukung dan
perhitungannya.
6. +aporan pengendalian mutu pekerjaan ",ualit control# dan pelaksanaan
konstruksi berikut kendala dan cara mengatasinya.
9. -asil Pemeriksaan peralatan hidromekanik di pabrik maupun di lapangan
serta hasil uji kering dan basah "harus ada#.
>. +aporan Penyelesaian Proyek "Project Completion -eport#. Bila butir*2
sampai dengan butir*> sudah tercakup dalam laporan ini, maka laporan
secara terpisah tidak dipersatukan lagi.
?. Surveillance Programme "Program Pengamatan'Pemantauan# +aporan
pembacaan instrumentasi selama pelaksanaan konstruksi serta anaiisanya.
@. /eservoir 0peration /ule*/encana $indak )arurat "/$)# termasuk sistem
peringatan banjir "flood warning sstem# dan laporan sosialisasinya.
A. /encana kegiatan pengisian awal waduk, termasuk petugas*petugas yang
teriibat dan tanggung jawab masing*masing.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
H. Buku Pedoman 0perasi dan Pemeliharaan "0;P# Bendungan secara
menyeluruh dan Petunjuk Khusus 0perasi dan Pemeliharaan peralatan
hidromekanik.
2<. 0rganisasi pelaksana 0;P lengkap dengan
a. Bagan organisasi
b. %raian tugas beserta kualifikasi personilnya.
22. +aporan pelatihan petugas 0;P untuk kondisi 0peasi .ormal dan 0perasi
)arurat
25. %raian ringkas mengenai hal*hal yang berkaitan dengan pelaksanaan
konstruksi mencakup table'matriks perbandingan kondisi'parameter
desaindengan hasil pelaksanaan di lapangan serta mencakup uraian dan
butir*butir serta tercantum pada )aftar Simak.
26. 3ambar )esain, ukuran ,2 dan ,6.
29. 3ambar Konstruksi, ukuran ,2 dan ,6.
2>. 3ambar PurnaKonstruksi "as built drawing#, ukuran ,2 dan ,6.
2?. )ata teknis bendungan sesuai format baku yang telah dimuktahirkan
2@. Cotofoto saat konstruksi dan setelah selesai dibangun.
Konsultan Supervisi akan membantu Pemberi $ugas dalam semua aspek yang
ada dalam proses sertifikasi pengisian awal waduk. Konsultan Supervisi akan
merekomendasikan jadwal yang tepat untuk memulai pekerjaan ,nalisa
Keruntuhan Bendungan "&am Break "nalsis# yang kemungkinan akan dilakukan
oleh Konsultan Supervisi lain yang. Berdasarkan analisa keruntuhan ini akan
disusun /encana $indak )arurat yang juga merupakan salah satu persyaratan
yang harus dilengkapi dalam pengajuan ijin pengisian awal waduk.
,pabila pekerjaan yang diperlukan dalam rangka memenuhi semua persyaratan
dalam proses pengisian awal waduk ini merupakan pekerjaan yang harus di
subkontrakkan, maka Konsultan Supervisi akan membantu Pemberi $ugas dalam
menyiapkan data*data selama pelaksanaan fisik sebagai persyaratan untuk
keperluan sertifikasi imponding.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
T!BE# ).* 6 D!7T!& S%M!K
) I Kajian )esain Bendungan
K I Kajian Pelaksanaan konstruksi bendungan untuk persetujuan pengisian awal waduk
0 I Kajian Pelaksanaan Pengisian untuk persetujuan 0perasi dan pemeliharaan
bendungan'waduk
- I Peng*-apus*an bendungan
J I Perlu kajian
P0K0K * P0K0K K,!&,. ) K < -
2.340+03& $4K.&K
2 .2 (etode dan 8akupan Survai dan &nvestigasi J
2.5 Peta 3eologi $eknikK Stratigrafi, Struktur 3eologi J J
2.6 -idrogeoiogi J J J J
2 .9 3alian Condasi dan Perbaikan Condasi J J
2.> (asalah J J J J
5 )4S,&. -&)/0+03&
5.2 (etoda dan kriteria desain J J
5.5 Karakteristik hidrologi, pola banjir, kondisi limpasan "/un J J J J
5.6 off# dan atau angkutan sedimen layang
5.9 -ambatan operasi J
5.> Keadaan muka air bun "tail race# J J
5.? -ambatan aliran banjir di hilir bendungan J J
5.@ (anajemen sungai dan )PS J J J
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
6 )4S,&. B,.3%.,. ),. S&C,$ B,.3%.,.
6.2 (etoda dan kriteria desain J J J J
6.5 Kondisi pembebanan dan faktor keamanan J J J J
6.6 Stabilitasfondasi J J J J
6.9 )eformasi bangunan J J J J
6.> Kemerosotan mutu J J J
6.? /embesan dan gaya angkat J J J
6.@ /espon akth'itas seismak J J J
6.A Peralatan hkjromekanikal J J
9 &.S$/%(4.$,S&
9.2 Sistem observasi hidrologi J J J
9.5 Pemantauan bendungan L J J J
9.6 Pemantauan seismak J J J
9.9 Pemantauan perilaku tumpuan "abutment# J J J
9.> Pemantauan sedimentasi J J
9.? Pemantauan kolam olak pelimpah "stiling basin# J J
> 0P4/,S& W,)%K
>.2 )ebit banjir dan operasi pelimpah J J
>.5 Stabilitas tebing waduk J J
>.6 ,spek lingkungan J J J J
>.9 Peringatan banjir J J J
) I Kajian )esain Bendungan
K I Kajian Pelaksanaan konstruksi bendungan untuk persetujuan pengisian awal waduk
0 I Kajian Pelaksanaan Pengisian untuk persetujuan 0perasi dan pemeliharaan
bendungan'waduk
J I Perlu kajian
P0K0K * P0K0K K,!&,. ) K < -
? &.SP4KS&
?.2 &nspekstur dan inspeksi J J J J
?.5 !adual inspeksi dan pokok inspeksi J J J
?.6 (etode inspeksi dan kegiatan rutin J J J J
?.9 Pemrosesan dan evaluasi J J
?.> ,lur data, laporan dan pelaporan J J
?.? Prosedur dan proses Pembuatan Keputusan J J
@ )0K%(4. ),. ,/S&P
@.2 8atalan dan pengarsipan J J J
@.5 Ketersediaan dan aksesibilitas data J J J J
A P/0S4)%/ ),. /4.8,., $&.),K ),/%/,$ "/$)#
A.2 Kelas Bahaya Bendungan J
A.5 /encana $indak )arurat J J J
A.6 Sistem Peringatan )arurat J J J
A.9 Sistem Komunikasi )arurat J J
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
A.> Proses dan Prosedur Keputusan )arurat J J
A.? Pelatihan 0perasi )arurat J J
H ,SP4K K-%S%S B4/K,&$,. )4.3,. S%.3,&
P4/B,$,S,.
H.2 Keamanan bendungan J J
H.5 Pengendalian banjir dan debit pengeluaran J J J
H.6 Kerjasama operasi dan pengelotaan )PS J J J
H.9 Peringatan )arurat J J J
2< K+,S&C&K,S& $&.3K,$ B,-,D, B4.)%.3,.
2<.2 Kriteria Klasifikasi J J
2 <.5 Cleksibiiitas dan perubahan klasifikasi J
22 (%S&B,-, K484+,K,,. ),. K4!,)&,. +%,/ B&,S,
22.2 &nvestigasi dan evaluasi J J
2 2 .5 Perbaikan * perbaikan J
2 2 .6 Pencegahan terulangnya kecelakaan J J J
25 P4(B&,D,,.
25.2 Perkiraan biaya J
25.5 Pendanaan J J
).).(). Sera/ Terima Pertama
,pabila seluruh pekerjaan atau seluruh pekerjaan utama sebagaimana diatur
dalam kontrak, telah selesai maka Kontraktor Pelaksana dapat mengajukan
permohonan untuk serah terima pertama pekerjaan.
%ntuk dapat dilakukan serah terima pertama maka Kontraktor Pelaksana
mempunyai kewajiban untuk melakukan %ji ,khir "$est on completion#
sebagaimana diatur dalam Syarat %mum Kontrak "#eneral Condition#. Konsultan
Supervisi akan membantu Pemilik Proyek untuk melakukan pemeriksaan dan
persetujuan prosedur pengujian awal "start(up andcommissioning test# yang
dilakukan oleh Kontraktor Pelaksana atas perintah Pemilik Proyek, dan akan
mengkoordinasikan dan mengawasi semua pengujian untuk memenuhi standar
dan kriteria yang tercantum dalam )okumen Spesifikasi $eknik.
!ika pada saat pengujian, hasil uji gagal memenuhi standar pada )okumen
Spesifikasi, maka Konsulan atas persetujuan Pemilik Proyek akan
(elakukan pengulangan Pengujian ' $est.
(enolak hasil pekerjaan, atau
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
(engeluarkan Sertifikat pengambil*alihan, jika Pihak Pemilik Proyek
menghendaki, dengan memperhatikan bahwa pekerjaan dianggap tidak
lengkap, sehingga -arga Progress Kerja yang akan dibayar akan dikurangi
sebesar suatu angka yang disetujui oleh Pihak Pemilik Proyek dan
Kontraktor Pelaksana, dan ' atau jika tidak ada kata sepakat, maka besaran
angka pengurangan akan ditetapkan seperti yang diatur dalam Syarat
%mum Kontrak.
Konsultan Supervisi akan memeriksa +aporan Pengujian 8omissioning yang
dipersiapkan dan dikirim oleh Kontraktor Pelaksana. Ketika hasil pengujian telah
lengkap dan lotos semua pengujian untuk memenuhi spesifikasi yang disyaratkan,
Konsultan Supervisi, dengan persetujuan Pemilik Proyek akan menyiapkan Berita
,cara Serah $erima Pertama untuk semua pekerjaan dalam kontrak.
)alam hal dari hasil pengujian*pengujian tersebut konsuttan berkesimpulan hasil
kerja tidak sesuai desain dan spesifikasi teknis yang berlaku maka Kontraktor
Pelaksana wajib melakukan pekerjaan*pekerjaan perbaikan atas bagian yang
tidak memenuhi syarat tersebut sampai test*test lanjutan yang dilakukan
membuktikan bahwa semua persyaratan terpenuhi.
).).(8. Masa Pemeli/araan
(asa pemeliharaan adalah masa yang dimulai dari saat Provisional .and *ver
"P-0# untuk seluruh pekerjaan oleh Kontraktor Pelaksana kepada Pemberi
$ugas' Pemilik Proyek sampai dengan dilakukannya Cinal -and 0ver "C-0#.
Selama masa pemeliharaan ini Kontraktor Pelaksana akan meiakukan
penjaminan atas semua pekerjaan yang telah diselesaikan sudah sesuai dengan
semua syarat*syarat dan spesifikasi yang ada mulai bahan' material yang
digunakan, hingga dimensi serta tata letaknya.
!ika dalam masa pemeliharaani ini terjadi kekurangan, cacat, ketidak sesuaian
dan hal hal lain yang tidak tepat, maka Kontraktor Pelaksana harus meiakukan
perbaikan, perubahan, pembongkaran, pemindahan atas ketidaksesuaiannya
termasuk juga bila terdapat material yang tidak memenuhi syarat, maka harus
diganti.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
)alam masa pemeliharaan ini Konsultan Supervisi akan selalu mendampingi
"assist# pemberi tugas dalam meiakukan inspeksi semua bangunan dan
peralatan*peralatan' perangkat yang harus bisa beroperasi dengan baik. Selain itu
Konsultan Supervisi akan memberi rekomendasi kepada pemberi tugas bila ada
beberapa hal yang periu dilakukan pekerjaan perbaikan dan meminta untuk
segera menginstruksikan Kontraktor Pelaksana meiakukan pekerjaan tersebut.
Bila masa pemeliharaan telah selesai, maka Kontraktor Pelaksana harus
memenuhi kewajibannya sesuai kontrak, untuk meiakukan inspeksi bersama*
sama termasuk Konsultan Supervisi ke lapangan, hingga mendapatkan
persetujuan dari pemberi tugas yang berupa sertifikat' surat keterangan
kesesuaian " bebas dari kekurangan' cacat' ketidak sesuaian lainnya#.
).).(9. !S Built Dra4ing
,s built drawing adalah gambar bangunan setelah dinyatakan selesai 2<<B
"mutual check 2<<B#, gambar ini disiapkan oleh Kontraktor Pelaksana dengan
acuan dan ukuran sesuai dengan hasil pemeriksaan di lapangan. 3ambar yang di
buat secara detail ini harus diserahkan Kontraktor Pelaksana kepada pemberi
tugas, yang kemudian atas prosedur harus dilakukan pemeriksaan oleh Konsultan
Supervisi terlebihdahulu, dan bila terdapat keraguan maka harus dilakukan
pengechekan kembali dilapangan. )an bila memang ada ketidak sesuaian, maka
Kontraktor Pelaksana harus memperbaikinya. "s Built drawing ini tidak saja
menunjukkan gambar yang tampak tetapi juga harus menunjukkan bangunan
substructure "bangunan bawah tanah' tertanam#. "s Built drawing ini harus
diserahkan sebelum Provisional hand over "P-0#.
(anfaat "s built drawing ini adalah bila setelah /inal .and *ver "C-0# pada
bangunan tersebut memerlukan perubahan' rehabilitasi' renovasi, maka dengan
adanya as built drawing ini akan lebih memudahkan dalam menentukan jenis'
bentuk perubahannya dan akan sangat membantu bila disuatu saat akan ada
bangunan baru di sekitamya, maka akan lebih mudah untuk diketahui
stabilitasnya akan terganggu apa tidak. 0leh karena itu as built drawing ini harus
tersimpan dengan baik.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
).).(:. Sera/ Terima Terak/ir
/inal .and *ver "C-0# adalah serah terima pekerjaan terakhir, yang
menunjukkan bahwa tidak saja semua pekerjaan sudah selesai tetapi juga telah
dilakukan uji, percobaan operasi, evaluasi dan dinyatakan bahwa semua hasil
pekerjaan Kontraktor Pelaksana sudah berfungsi sesuai dengan target yang
direncanakan.
%ntuk C-0 ini Kontraktor Pelaksana akan mengajukan pemeriksaan bangunan di
lapangan bersama*sama pemberi Kontraktor Pelaksana dan Konsultan Supervisi
dengan jadual dan lokasi yang telah disetujui pemberi tugas. Sebelum
mengajukan pemeriksaan tersebut, Kontraktor Pelaksana harus sudah
menyelesaikan semua pekerjaan perbaikan di masa pemeliharaan "bila ada# dan
sudah dinyatakan selesai oleh pemberi tugas.
Bila dalam pemeriksaan masih ada ketidak sesuaian maka acara C-0 ditunda
hingga sudah benar*benar sudah sesuai dengan rencana dan target serta
ketentuan* ketentuan yang ada.
Setelah diterimanya sertifikat C-0 oleh Kontraktor Pelaksana dari pemberi tugas
maka segala ikatan Kontraktor Pelaksana kepada pemberi tugas atas pekerjaan
Bendungan Pidekso tersebut dinyatakan berakhir.
).).(;. !li/ Pengeta/uan
Salah satu tugas pokok Konsultan Supervisi adalah melaksanakan alih
pengetahuan "transfer of knowledge# kepada tenaga engineer muda Balai
Wilayah Sungai Bengawan Solo, baik melalui on the job training maupun
pelatihan yang diselenggarakan khusus untuk itu.
Konsultan Supervisi akan berkoordinasi dengan pihak Pemberi $ugas untuk
menetapkan materi pelatihan yang dibutuhkan dan jadwal pelaksanaannya.
$ergantung materi pelatihan yang diberikan, tenaga ahli Konsultan Supervisi
dapat merupakan tenaga ahli &ndonesia maupun asing, yang didatangkan
sehubungan dengan keperluan proyek nantinya.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
$opik utama yang dapat menjadi bahan pelatihan dalam rangka alih pengetahuan
antara lain
M Perencanaan dengan metode networking "CPM network# K
M Qualit control 0
M Cost control 0
1 Safet control 0
1 Construction method dengan teknologi khusus'terbaru K
M %valuasi claims K
M 0perasi dan Pemeliharaan K
M dan lain*lain.
).).*<. !spek #ingkungan
Salah satu tingkat kesuksesan kegiatan 0perasi dan pemeliharaan proyek
pembangunan Bendungan Pidekso adalah memonitoring aspek lingkungan yang
meliputi kontrol terhadap banjir, penggunaan air dan kualitas air. Parameter utama
kegiatan pengawasan terhadap aspek lingkungan sebagai berikut
Pemindahan Bangunan, Penduduk, dan Sarana %mum yang terkena
dampak pembangunan waduk.
Kumpulan data yang diperlukan untuk studi.
Polusi air saat dan sebelum adanya proyek.
Perubahan fungsi lahan pertanian.
Pengendalian Banjir.
+ingkungan sosial dan ekonomi
Persiapan program monitoring.
Pengambilan sample air dan pengujiannya, tingkat kebisingan, perubahan
vegetasi tergantung dan ketersediaan data yang ada, dimana dikerjakan oleh
pihak sub*Konsultan Supervisi &ingkungan.
Konsultan Supervisi akan membantu pihak Pemilik Proyek dalam mengawasi
pekerjaan yang mempunyai potensi dampak &ingkungan sekrtar area pekerjaan.
Konsultan Supervisi melalui tenaga ahli lingkungannya membantu mengevaluasi
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
kegiatan yang sesuai dengan dokumen kontrak yang dilakukan sub*Konsultan
Supervisi "jika ada# untuk dampak &ingkungan yang dituangkan dalam suatu
laporan rutin. Selanjutnya dampak yang terjadi dapat mempengaruhi bebarapa
aspek ruang, ekonomi, dan budaya.
)ampak &ingkungan yang terjadi secara bertahap terjadi pada masa pra
konstruksi, saat konstruksi dan paska konstruksi, yang terdiri dan beberapa hat
sebagai berikut
2. (asa Pra Konstruksi, beberapa kegiatan seperti survey awal, pembebasan
lahan, pemindahan bangunan umum, penduduk dan mobilisasi tenaga kerja
mempunyai dampak terhadap beberapa perubahan tata guna lahan,
kecemburuan sosial terhadap fasilitas irigasi dan keresahan penduduk,
kecemburuan sosial di masyarakat local, yang jika tidak diantispasi tentunya
mengakibatkan adanya hambatan*hambatan dalam memulai pekerjaan.
,spek*aspek yang akan berubah adalah ruang, ekonomi, hidrologi, dan
budaya di sekitar lokasi pekerjaan.
5. (asa Konstruksi, pada periode ini secara umum akan memberikan dampak
terhadap &ingkungan secara nyata baik dari sisi kerugian ataupun sisi
keuntungannya. Pengerjaan fisik waduk dapat menurunkan kualitas dibagian
hilir, gangguan aliran air, gangguan aktifrtas di sungai yang akan
memberikan dampak kerugian antara lain gangguan rantai makanan di
sungai, penurunan populasi ikan bahkan dapat menghilangkan jenis ikan
tertentu. Sedangkan dampak keuntungan pada masa ini antara lain
peningkatan kesejahteraan di desa sekitra waduk, peningkatan produktifitas
penduduk, peluang terciptanya peluang keragaman jenis usaha di
perdesaan.
6. (asa Pasca Konstruksi, periode ini memberikan suatu dampak yang tidak
hanya secara langsung merugikan tetapi secara perlahan dapat
meningkatkan pengembangan ekonomi perdesaan "multiplier effects#.
)ampak secara langsung akibat P-K "pemutusan hubungan kerja#
memunculkan permasalahan produktifitas masyarakat sekitar lokasi.
)ampak lain dengan beroperasinya waduk adalah penyimpangan
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
penggunaan air dan lahan, disamping mempercepat pengembangan wilayah
dan peningkatan produktivitas lahan serta peningkatan kuantitas sumber
daya manusia yang berkualitas.
$im Konsultan Supervisi akan melakukan pengawasan sesuai dengan peraturan*
peraturan pemerintah yang berlaku, dan untuk memenuhi tujuan studi dampak
lingkungan ini maka pihak sub*Konsultan Supervisi diharuskan melakukan
investigasi antara lain
(enjelaskan detail dampak lingkungan.
(engumpulkan data yang berhubungan dengan dampak lingkungan.
Survey dan identifikasi lapangan.
(enjelaskan kondisi dampak lingkungan yang terjadi disekitar proyek.
,nalisa aspek terhadap tujuan proyek.
/angkuman laporan dampak lingkungan dan rekomendasi untuk studi yang
akan datang.
).8. MET"DE PE#!KS!!! PEKE&'!!
).8.(. Pekerjaan Persiapan
%ntuk memperoleh hasil kerja yang optimal dalam pekerjaan pengawasan
pembangunan bendungan diperlukan suatu metode pelaksanaan pekerjaan yang
sistematis ditunjang kerjasama atau koordinasi yang baik dengan pihak'instansi
terkait. %ntuk itu harus dilakukan kegiatan persiapan yang mencakup sub tahap
sebagai berikut
a. Kegiatan Mobilisasi
Kegiatan mobilisasi yang dilakukan mencakup mobilisasi alat, bahan dan tenaga
Konsultan Supervisi yang terlibat dalam pekerjaan ini beserta demobilisasinya.
b. Kegiatan Perijinan
Konsultan Supervisi bersama dengan Kontraktor Pelaksana harus menghubungi
lebih dahulu kepala desa atau aparat setempat lainnya yang berwenang dari
wilayah kerjanya untuk memberitahukan kehadiran dan menjelaskan semua
rencana kerjanya di daerah tersebut. Pada tahap ini ketua tim bersama dengan
)ireksi Pekerjaan pekerjaan dan kepala proyek Kontraktor Pelaksana harus hadir.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
>.Penga4asan Pembuatan Kantor Direksi Pekerjaan ?Direksi Pekerjaan Keet@
Kantor )ireksi Pekerjaan dibangun dengan memepertimbangakan jumlah orang
yang akan berkantor di situ. Kantor ini harus merupakan bangunan permanen,
yang sesudah proyek ini selesai akan menjadi milik pengguna jasa untuk dijadikan
/umah !aga Pintu ,ir. ,hli Kontruksi harus melakukan pengecekan spesifikasi
teknis. Sementara itu inspector struktur membantu ,hli Kontruksi dalam
pengawasan pelaksanaan konstruksi.
Kelengkapan )ireksi Pekerjaan keet adalah sebagai berikut
- 2 "satu# set meja kursi tamu.
- 9 "empat# set meja kursi tulis
- 2 "satu# set papan tulis.
- 2 "satu# set alat tulis "buku tamu, penggaris segi tiga, kertas, buku laporan
harian dan buku catatan yang lain#.
- Papan dalam jumlah secukupnya untuk menempel gambar*gambar rencana
dan foto*foto kemajuan fisik pekerjaan.
- 2 "satu# tempat obat*obatan dengan isinya untuk pertolongan pertama pada
kecelakaan.
d. Penga4asan Pembuatan Barak Pekerja dan $udang
Barak digunakan sebagai tempat beristirahat untuk para pekerja yang akan
melaksanakan pekerjaan tersebut. )i samping itu, harus juga dibangun gudang
yang baik bagi penyimpanan material sehingga tidak rusak karena hujan atau
cuaca. Pada tahap ini ahli konstruksi bersama dengan inspector konstruksi harus
mengawasi spesifikasi teknis konstruksi
e. Penga4asan Pembuatan #aboratorium #apangan
+aboratorium lapangan bertujuan sebagai tempat pengujian bahan dan peralatan
konstruksi. Selain itu juga sebagai tempat penyimpanan benda uji sebelum dibawa
ke laboratorium permanen. Pada tahap ini ahli konstruksi bersama dengan
inspector konstruksi harus mengawasi spesifikasi teknis konstruksi.
.. Penga4asan Pengukuran dan Pematokan serta Mutual =/e>k ?M=2< A @
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Pekerjaan pengawasan ini merupakan pekerjaan yang esensi dari tahap
persiapan. Pekerjaan ini melibatkan ahli konstruksi dan inspector pengukuran di
bawah koordinasi ketua tim.
,lat yang dipakai dalam pengukuran ini minimal adalah waterpass dan theodolite
$*<. Pengikatan dalam pengukuran ini dilakukan terhadap patok*patok tertentu
yang berfungsi sebagai titik tetap ' bench mark "B(#.
Selain adanya titik tetap, juga perlu titik tambahan lainnya sedemikian sehingga
jarak 5 titik tetap tidak lebih dari 2 kilometer.
Ketelitian pengukuran harus selalu dalam batas*batas keseksamaan sebagai
berikut
$itik*titik untuk tampang melintang, boleh terletak kurang dari 5 cm dari posisi
yang ditentukan, baik dalam arah vertikal maupun hori=ontal.
Pengukuran titik tinggi harus diselesaikan pada sebuah titik tetap atau dibawa
kembali ke titik pertama. Kesalahan penutupan harus kurang dari 2< + mm,
dimana + adalah panjang atau jarak sirkuit pengukuran dalam km
Patok*patok yang menunjukkan tinggi akhir dari pekerjaan tanah harus
dipasang dengan tidak melewati <,5> cm dari titik tinggi yang benar.
3aris singgung dan lengkung, perbedaannya dengan yang benar harus kurang
dari 5 cm terhadap posisi yang benar. $itik untuk bangunan harus terletak tidak
lebih dari <,5> cm dari kedudukan yang sebenarnya, kecuali pada
pemasangan pekerjaan baja dan peralatannya memerlukan yang lebih tinggi.
Konsultan Supervisi harus memeriksa hasil pengukuran. -asil pengukuran uit=et
akan dipakai sebagai dasar dan kondisi awal sebelum pekerjaan utama
dilaksanakan. 0leh karena itu Kontraktor Pelaksana tidak diperbolehkan memulai
suatu pekerjaan saluran'bangunan sebelum posisi, ukuran*ukurannya, dan
ketinggian*ketinggiannya disetujui oleh Konsultan Supervisi..
Pematokan pada as trase saluran dalam pengukuran ini, dilakukan pada setiap
interval >< m dan pada setiap belokan dengan menggunakan patok kayu.
Pematokan pada lokasi bangunan*bangunan air harus dilakukan dengan
menggunakan patok beton.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Pada setiap patok yang dipasang agar dicantumkan nomor urut dan elevasi hasil
pengukuran.
!ika pada waktu pengukuran'uit=et trase bangunan pelimpah dijumpai ketidak*
sesuaian antara gambar dengan keadaan lapangan, maka Konsultan Supervisi
harus meminta laporan pihak Kontraktor Pelaksana.
g. Penga4asan Pemasangan Pro.il (Bouwplank)
Pada setiap pembuatan saluran dan bangunan, Konsultan Supervisi harus
mengawasi Kontraktor Pelaksana dalam memasang bouwplank/profil dan
menentunkan elevasi serta nama bangunannya.
Pemasangan bouwplank'profil harus berdasarkan peil elevasi ketinggian dari
patok pengukuran dan Konsultan Supervisi harus memeriksa bowplank sebelum
dilakukan pemasangan. Bouwplank harus dibuat dari papan kayu kelas &&& yang
lurus dan rata. pemasangan bouwplank harus didahului dengan pengukuran yang
menggunakan alat ukur. Pemasangannya harus cukup kuat menghadapi kendala
di lapangan.
Konsultan Supervisi harus memeriksa kebenaran dari pemasangan bouwplank.
Setelah pemeriksaan ini selesai dan hasilnya benar, barulah pekerjaan dapat
dimulai.
/.Penga4asanPengendalian !ir (Dewatering)
Konsultan Supervisi harus mengawasi Kontraktor Pelaksana dalam mendesain,
membangun dan merawat semua pekerjaan sementara untuk mengendaiikan air
dan pengeringan 2dewatering3 serta menyediakan, memasang, mengoperasikan
dan merawat peralatan pemompaan dan perlengkapan lain untuk mengalihkan air
dari daerah kerja sehingga pekerjaan bisa dilaksanakan dengan baik.
i. Penga4asan Perbaikan 'alan Masuk dan 'alan !ngkut
Konsultan Supervisi harus mengawasi Kontraktor Pelaksana dalam memperbaiki
dan merawat semua jalan masuk dan jalan angkut yang diperlukan untuk
melaksanakan pekerjaan termasuk drainase, jembatan, gorong*gorong dan
sejenisnya yang berhubungan dengannya.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
!alan*jalan masuk sementara yang perlu dibangun harus memenuhi kemiringan
dan lebarnya cukup sehingga bisa dilalui dengan leluasa oleh kendaraan proyek.
)alam waktu tidak lebih dari 6< hari sebelum Kontraktor Pelaksana bermaksud
mulai membangun jalan masuk sementara atau jalan angkut sementara atau
bagian dari padanya Konsultan Supervisi perencana harus meminta rencana
pembangunan dengan kriteria yang mencakup
i. +okasi, tata letak dan lintasan jalan*jalan tersebut.
ii. /incian desain jalan termasuk, lebar, kemiringan dan lain*lain dan rincian dari
semua drainase dan fasilitas penyeberangan yang berkaitan.
iii. Bahan untuk membangun jalan dan dari mana asalnya.
iv. (etode kerja dan jadwal pekerjaan membangun jalan.
).8.*. Pembersi/an, Pen>ongkelan dan Pengupasan ?#and =learing@
a. Pembersi/an
Konsultan Supervisi harus mengawasi Kontraktor Pelaksana dalam melakukan
pembersihan terdiri atas menyingkirkan, mengangkut dan mengumpulkan di suatu
tempat atau membuang semua pohon, semak, batang kayu, seresah, bangunan,
pagar dan sebagainya. Pohon "diameter batang lebih dari H< cm# harus dipotong
tidak lebih dari >< cm di atas tanah. Semak dan tumbuhan lain harus dipotong
tidak lebih dari 5< cm di atas tanah.
b. Pen>ongkelan
Konsultan Supervisi harus mengawasi Kontraktor Pelaksana dalam melakukan
pencongkelan. Pencongkelan berupa menggali, memindahkan dan mengangkut
dan membuang semua rumput, bonggol dan batang kayu yang terpendam dan
sejenisnya dari daerah yang sudah dibersihkan dan fondasi bangunan.
>. Pengupasan
Konsultan Supervisi harus mengawasi Kontraktor Pelaksana dalam melakukan
pengupasan. Pengupasan meliputi menggali, menyingkirkan dan mengangkut ke
tempat pengumpulan atau pembuangan yang ditentukan Konsultan Supervisi
semua tumbuhan, akar dan bahan organik, humus dan sejenisnya dan semua
jenis tanah penutup.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
d. Pen0ingkiran dan Pembuangan Ba/an
Konsultan Supervisi harus mengawasi Kontraktor Pelaksana dalam melakukan
penyingkiran dan pembuangan bahan. Semua bahan hasil pekerjaan
pembersihan, pendongkelan dan pengupasan yang bisa dimanfaatkan menjadi
milik Pimpinan Proyek dan harus dikumpulkan di tempat yang ditentukan )ireksi
Pekerjaan.
Bahan hasil pembersihan dan sebagainya yang tidak bisa digunakan harus
langsung dibawa ke tempat pembuangan dan dibakar atau dikubur atau dibuang
dengan cara lain seperti diperintahkan atau disetujui oleh )ireksi Pekerjaan.
Pembakaran bahan hasil pembersihan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga
tidak menimbulkan kebakaran.
).8.-. Penggalian Buka2Potong ?"pen2=ut EB>avation@
a. Pelaksanaan $alian
Konsultan Supervisi harus mengawasi Kontraktor Pelaksana dalam melakukan
galian buka1potong. Semua galian jenis ini harus dilakukan sesuai dengan
gambar yang ditentukan dalam Syarat*syarat $eknik ini atau seperti diperintahkan
oleh )ireksi Pekerjaan. Selama pekerjaan berlangsung Konsultan Supervisi
mungkin mengubah lereng. Kemiringan atau dimensi galian karena sesuatu
sebab. Kontraktor Pelaksana tidak akan mendapatkan biaya tambahan akibat
perubahan semacam itu. 3alian lain yang dilakukan oleh Kontraktor Pelaksana
untuk keperluannya sendiri seperti untuk jalan masuk atau untuk mengangkut
bahan hasil galian harus mendapat persetujuan Konsultan Supervisi dan atas
biaya Kontraktor Pelaksana dan tidak dapat dibebankan kepada Pimpinan Proyek.
Kontraktor Pelaksana harus selalu berusaha agar tanah'batuan di bawah galian
berada dalam kondisi tidak terganggu. Semua penggalian yang melebihi batas
yang ditentukan oleh Konsultan Supervisi dianggap tidak sah dan tidak dapat
dibebankan kepada Pimpinan Proyek.
Kecuali apabila Konsultan Supervisi memerintahkan lain, semua galian*&ebih
harus ditimbun kembali dengan tanah, tanah dipadatkan, beton atau bahan lain
yang ditentukan oleh Konsultan Supervisi atas biaya Kontraktor Pelaksana.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
.amun demikian apabila galian lebih terjadi akibat keadaan geologi yang tidak
menguntungkan dan bukan karena kelalaian Kontraktor Pelaksana, maka
Kontraktor Pelaksana berhak atas suatu pembayaran untuk mengisi kembali
galian*&ebih tersebut. Pembayarannya berdasarkan harga satuan yang sesuai
dengan bahan yang digunakan dan harga satuannya sudah ada dalam Kontrak.
Semua pekerjaan peledakan dan penanganan bahan peledak harus memenuhi
ketentuan yang tercantum untuk pekerjaan tersebut dalam Spesifikasi $eknis ini.
Kontraktor Pelaksana harus mengambil semua tindakan guna melindungi lereng
galian terhadap erosi atau degradasi selama pekerjaan berlangsung. Biaya untuk
pekerjaan ini harus dimasukkan dalam harga satuan pekerjaan yang berkaitan
dengan penggalian.
b. Pengukuran Penggalian Buka2Potong
(. Pekerjaan Penggalian
Pengukuran dan pembayaran untuk setiap jenis bahan galian dilakukan atas
dasar volume galian berdasarkan ketentuan dalam gambar atau seperti
diperintahkan )ireksi Pekerjaan. Pengukuran dimulai dari permukaan tanah yang
sudah dibersihkan, kecuali apabila permukaan tanah tidak perlu dibersihkan.
3olongan bahan yang digali ditentukan oleh Konsultan Supervisi berdasar
klasifikasi yang berlaku dalam Spesifikasi $eknis ini.
Sebelum pekerjaan dimulai dan segera setelah pekerjaan selesai harus dilakukan
pengukuran volume galian. Kontraktor Pelaksana harus memasang tanda*tanda di
lapangan sehingga kondisi sebelum dan setelah penggalian dapat diketahui guna
menghitung volume galian. Kemudian hasil pengukuran Kontraktor Pelaksana
akan diperiksa ulang oleh )ireksi Pekerjaan. Paling lambat @ hari sebelum mulai
pekerjaan pengukuran Kontraktor Pelaksana harus menyerahkan kepada
Konsultan Supervisi suatu rencana yang menunjukkan tata*&etak semua patok,
garis referensi, profil dan rincian metode pengukuran yang akan digunakan untuk
menghitung volume4 3aris referensi dan patak harus dipasang di lapangan paling
lambat 59 jam sebelum pengukuran dimulai dan memberitahukan hal itu kepada
)ireksi Pekerjaan. Semua jenis referensi dan patok harus tetap berada di
tempatnya dalam kondisi baik sampai waktu yang ditentukan oleh Konsultan
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Supervisi untuk memungkinkan Konsultan Supervisi dapat melakukan pengukuran
ulang. Semua catatan lapangan pengukuran dan penghitungan volume galian
harus diserahkan kepada )ireksi Pekerjaan.
Semua pengukuran untuk menghitung volume yang akan dipakai dasar untuk
mengajukan pembayaran tambahan harus dilakukan dengan kehadiran )ireksi
Pekerjaan. Kontraktor Pelaksana harus memberitahukan Konsultan Supervisi
sebelumnya sehingga pengukuran bersama bisa dilakukan tanpa mempengaruhi
kemajuan pekerjaan penggalian.
*. 'arak Pengangkutan2lebi/
Karena suatu hal mungkin hasil galian harus dibuang ke tempat yang lebih jauh
dari tempat yang sudah ditentukan dalam gambar. %ntuk menghitung volume
pekerjaan*&ebih akan diadakan klasifikasi jarak sebagai berikut
- !arak tambahan lebih dari 2,< km dan kurang dari 2,> km,
- !arak tambahan lebih dari 2,> km dan kurang dari 5,< km
- !arak tambahan lebih dari 5,< km dan kurang dari 5,> km.
Pengukuran jarak adalah jarak lurus antara tempat penggalian dan tempat
pembuangan akhir. Semua perhitungan pengangkutan*lebih harus dilakukan
dengan persetujuan Konsultan Supervisi dan dihitung berdasar hitungan volume
muatan yang bersangkutan atau cara lain yang disetujui bersama antara
Konsultan Supervisi dan Kontraktor Pelaksana.
-. Penimbunan Sementara
Penimbunan sementara dari bahan bangunan yang akan digunakan dan bahan
galian yang harus dibuang bilamana akan dilakukan dan prosesnya akan
dimintakan pembayaran maka kegiatan tersebut harus mendapat persetujuan
)ireksi Pekerjaan. Semua perhitungan untuk pembayaran penimbunan sementara
harus atas persetujuan Konsultan Supervisi dan dilakukan dengan cara yang
disetujui bersama antara Konsultan Supervisi dan Kontraktor Pelaksana.
1. Pekerjaan Pendukung untuk Penggalian
Semua pekerjaan pendukung untuk melaksanakan penggalian harus sudah
diperhitungkan dalam harga satuan pekerjaan ini. ,pabila pekerjaan pendukung
akan dimintakan pembayarannya maka jenis pekerjaan tersebut harus dinyatakan
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
terpisah dalam rencana anggaran biaya dan penggunaannya harus mendapat
persetujuan )ireksi Pekerjaan.
).8.1. Pekerjaan Beton
).8.1.(. Ba/an
!. Pengujian ba/an
a# Pengawas +apangan berhak memerintahkan diadakan pengujian pada setiap
bahan yang digunakan pada pelaksanaan konstruksi beton untuk menentukan
apakah bahan tersebut mempunyai mutu sesuai dengan mutu yang telah
ditetapkan.
b# Pengujian bahan dan beton harus dibuat sesuai dengan tata cara yang terdapat
pada Kutipan tata cara
c# +aporan lengkap pengujian bahan dan beton harus tersedia untuk pemeriksaan
selama pekerjaan berlangsung dan pada masa 5 tahun setelah selesainya
pembangunan.
B. Semen
a# Semen harus memenuhi salah satu dari ketentuan berikut
a. S.& 2>*5<9H*2HH9 Semen Portland.
b. NSpesifikasi Semen Blended -idrolisO ",S$( 8 >H> #, kecuali $ype S dan
S, yang tidak diperuntukkan sebagai unsur pengikat utama struktur beton.
c. PSpesifikasi Semen -idrolis 4kspansifP ",S$( 8 A9>#.
b# Semen yang digunakan pada pekerjaan konstruksi harus sesuai dengan
semen yang digunakan pada perancangan proporsi campuran. +ihat bab
pemilihan proporsi beton.
=. !gregat
a# ,gregat untuk beton harus memenuhi salah satu dari ketentuan berikut
a. NSpesifikasi ,gregat untuk BetonO",S$( 8 66#.
b. S.&*<6*59?2*2HH2 Spesifikasi ,gregat /ingan untuk Beton Struktur.
b# %kuran maksimum nominal agregat kasar harus tidak melebihi
a. 2'> jarak terkecil antara sisi*sisi cetakan, ataupun
b. 2'6 ketebalan pelat lantai, ataupun
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
c. 6'9 jarak bersih minimum antara tulangan*tulangan atau kawat*kawat,
bundel tulangan, atau tendon*tendon pratekan atau selongsong*
selongsong.
D. ! i r
a# ,ir yang digunakan pada campuran beton harus bersih dan bebas dari bahan*
bahan merusak yang mengandung oli, asam, alkali, garam, bahan organik, atau
bahan*bahan lainnya yang merugikan terhadap beton atau tulangan.
b# ,ir pencampur yang digunakan pada beton pratekan atau pada beton yang di
dalamnya tertanam logam aluminium, termasuk air bebas yang terkandung
dalam agregat, tidak boleh mengandung ion klorida dalam jumlah yang
membahayakan.
c# ,ir yang tidak dapat diminum tidak boleh digunakan pada beton, kecuali
ketentuan berikut terpenuhi
a. Pemilihan proporsi campuran beton harus didasarkan pada campuran
beton yang menggunakan air dari sumber yang sama.
b. -asil pengujian pada umur @ dan 5A hari pada kubus uji yang dibuat dari
adukan dengan air yang tidak dapat diminum harus mempunyai kekuatan
sekurang*kurangnya sama dengan H<B dari kekuatan benda uji yang
dibuat dengan air yang dapat diminum. Perbandingan uji kekuatan tersebut
harus dilakukan pada adukan serupa, terkecuali pada air pencampur, yang
dibuat dan diuji sesuai dengan N(etode uji kuat tekan untuk mortar semen
hidrolis "(enggunakan spesimen kubus dengan ukuran sisi >< mm#O",S$(
8 2<H #.
E. Baja tulangan
a# Baja tulangan yang digunakan harus tulangan ulir, kecuali baja polos
diperkenankan untuk tulangan spiral atau tendon. $ulangan yang terdiri dari
profil baja struktural, pipa baja, atau tabung baja dapat digunakan sesuai
dengan persyaratan pada tata cara ini.
b# Pengelasan baja tulangan harus memenuhi NStructural Welding 8ode 1
/einforcing SteelO ,.S&',WS )2.9 dari ,merican Welding Society. !enis dan
lokasi sambungan las tumpuk dan persyaratan pengelasan lainnya harus
ditunjukkan pada gambar rencana atau spesifikasi.
c# Baja tulangan ulir "B!$)#
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
a. Baja tulangan ulir harus memenuhi salah satu ketentuan berikut
i. NSpecification for )eformed and Plain Billet*Steel Bars for 8oncrete
/einforcementO",S$( , ?2>(#.
ii. NSpecification for ,7le*Steel )eformed and Plain Bars for 8oncrete
/einforcementO",S$( , ?2@(#.
iii. NSpecification for +ow*,lloy Steel )eformed and Plain Bars for
8oncrete /einforcementO ",S$( ,@<?(#.
b. Baja tulangan ulir dengan spesifikasi kuat leleh
y
f
melebihi 9<< (Pa oleh
digunakan, selama
y
f
adalah nilai tegangan pada regangan <,6> B.
c. ,nyaman batang baja untuk penulangan beton harus memenuhi
NSpesifikasi untuk anyaman batang baja ulir yang di fabrikasi untuk
tulangan beton bertulangO ",S$( , 2A9(#.
d. Kawat ulir untuk penulangan beton harus memenuhi N Spesifikasi untuk
kawat baja ulir untuk tulangan beton O",S$( , 9H?#, kecuali bahwa kawat
tidak boleh lebih kecil dari ukuran )9 dan untuk kawat dengan spesifikasi
kuat leleh
y
f
melebihi 9<< (Pa, maka
y
f
harus diambil sama dengan
nilai tegangan pada regangan <,6>B bilamana kuat leleh yang disyaratkan
dalam perencanaan melampaui 9<< (Pa.
e. !aring kawat polos las untuk penulangan beton harus memenuhi
NSpesifikasi untuk !aring Kawat Baja Polos untuk Penulangan BetonO
",S$( ,2A>#, kecuali bahwa untuk tulangan dengan spesifikasi kuat leleh
melebihi 9<< (Pa, maka
y
f
diambil sama dengan nilai tegangan pada
regangan <,6> B, bilamana kuat leleh yang disyaratkan dalam
perencanaan melampaui 9<< (Pa. !arak antara titik*titik persilangan yang
dilas tidak boleh lebih dari 6<< mm pada arah tegangan yang ditinjau,
kecuali untuk jaring kawat yang digunakan sebagai sengkang sesuai
dengan penyaluran tulangan badan.
f. !aring kawat ulir las untuk penulangan beton harus memenuhi NSpesifikasi
!aring Kawat +as %lir untuk Penulangan BetonO ",S$( , 9H@(#, kecuali
bahwa untuk kawat dengan spesifikasi kuat leleh
y
f
melebihi 9<< (Pa,
maka
y
f
harus diambil sama dengan nilai tegangan pada regangan <,6>
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
B, bilamana kuat leleh yang disyaratkan dalam perencanaan melampaui
9<< (Pa. !arak antara titik*titik persilangan yang dilas tidak boleh lebih dari
6<< mm pada arah tegangan yang ditinjau, kecuali untuk jaring kawat yang
digunakan sebagai sengkang sesuai dengan Butir penyaluran tulangan
badan.
g. Baja tulangan yang di galvanis harus memenuhi NSpesifikasi baja tulangan
berlapis seng "galvanis# untuk penulangan betonP ",S$( ,@?@(#. Baja
tulangan berlapis epoksi harus memenuhi persyaratan OSpesifikasi untuk
$ulangan Pelapis 4poksi P ",S$( , @@>(# atau dengan NSpesifikasi untuk
+apisan 4poksi pada Baja $ulangan yang )iprefabrikasiO, ",S$( , H69(#.
$ulangan berlapis epoksi atau galvanis harus memenuhi salah satu dari
spesifikasi yang terdapat pada Butir baja tulangan ulir "B!$)#.
h. Kawat dan jaring kawat las yang dilapisi epoksi harus memenuhi
NSpesifikasi untuk Kawat Baja dan !aring Kawat +as Berlapis 4poksi untuk
$ulanganO",S$( , AA9(#. Kawat yang akan dilapisi epoksi harus
memenuhi ketentuan Spesifikasi untuk kawat baja ulir untuk tulangan beton
O",S$( , 9H?#, dan jaring kawat las yang akan dilapisi epoksi harus
memenuhi ketentuan Butir Spesifikasi !aring Kawat +as %lir untuk
Penulangan BetonO ",S$( , 9H@(#.
d# Baja tulangan polos
a. $ulangan polos untuk tulangan spiral harus memenuhi persyaratan salah
satu ketentuan berikut.
i. NSpecification for )eformed and Plain Billet*Steel Bars for 8oncrete
/einforcementO",S$( , ?2>(#.
ii. NSpecification for ,7le*Steel )eformed and Plain Bars for 8oncrete
/einforcementO",S$( , ?2@(#.
iii. NSpecification for +ow*,lloy Steel )eformed and Plain Bars for
8oncrete /einforcementO ",S$( ,@<?(#.
b. Kawat polos untuk tulangan spiral harus memenuhi PSpesifikasi untuk
Kawat $ulangan Polos untuk Penulangan BetonO ",S$( , A5#, kecuali
bahwa untuk kawat dengan spesifikasi kuat leleh
y
f
yang melebihi 9<<
(Pa, maka
y
f
harus diambil sama dengan nilai tegangan pada regangan
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
<,6>B, bilamana kuat leleh yang disyaratkan dalam perencanaan
melampaui 9<< (Pa.
e# $endon Pra $ekan
a. $endon untuk tulangan pratekan harus memenuhi salah satu dari
spesifikasi berikut
i. Kawat yang memenuhi NSpecification for %ncoated Stress*/elieved
Steel for Prestressed 8oncreteO ",S$( , 952#.
ii. Kawat dengan relaksasi rendah, yang memenuhi NSpecification for
%ncoated Stress*/elieved Steel Wire for Prestressed 8oncreteO
termasuk suplemen NKawat dengan relaksasi rendahO ",S$( , 952#.
iii. Strand yang sesuai dengan NSpesifikasi untuk Strand Baja, $ujuh
Kawat $anpa +apisan untuk Beton PratekanO ",S$( , 92?(#.
iv. $ulangan, yang sesuai NSpesifikasi untuk Baja tulangan mutu tinggi
tanpa lapisan untuk beton pratekanO ",S$( ,@55#.
b. Kawat, strand5 dan batang tulangan yang tidak secara khusus tercakup
dalam ,S$( ,952, , 92?(, atau , @55, diperkenankan untuk digunakan
bila tulangan*tulangan tersebut memenuhi persyaratan minimum dari
spesifikasi tersebut di atas dan tidak mempunyai sifat yang membuatnya
kurang baik dibandingkan dengan sifat*sifat seperti yang terdapat pada
,S$( , 952, , 92?, atau , @55.
f# Baja profil, pipa, atau tabung baja
a. Baja profil yang digunakan dengan tulangan beton pada komponen tekan
komposit yang memenuhi persyaratan Butir 2<.2?"@# atau 2<.2?"A# harus
memenuhi salah satu dari spesifikasi berikut
i. NSpesifikasi untuk baja karbon strukturalO",S$( , 6?(#.
ii. NSpesifikasi untuk Baja Struktural campuran rendah mutu
tinggi.O",S$( ,595(#.
iii. NSpesifikasi untuk Baja Struktural (utu $inggi 8ampuran
8olumbium*FanadiumO",S$( , >@5(#.
iv. NSpesifikasi untuk Baja Struktural 8ampuran /endah (utu $inggi
dengan kuat +eleh (inimum 69> (Pa pada Ketebalan 2<< mmO.
",S$( ,>AA(#
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
b. Pipa atau tabung baja untuk komponen struktur komposit tekan yang terdiri
dari inti beton berselubung baja sesuai persyaratan 2<.2?"?# harus
memenuhi persyaratan berikut
i. (utu B dari NSpecification for Pipe, Steel, Black and -ot )ipped,
Qinc*8oated Welded and SeamlessO ",S$( , >6#.
ii. NSpecification for 8old*Cormed Welded and Seamless 8arbon Steel
Structural $ubing in /ounds and ShapesO ",S$( , ><<#.
iii. NSpecification for -ot*Cormed Welded and Seamless 8arbon Steel
Structural $ubingO",S$( , ><2#.
7. Ba/an tamba/an
a# Bahan tambahan yang digunakan pada beton harus mendapat persetujuan
terlebih dahulu dari Pengawas +apangan.
b# %ntuk keseluruhan pekerjaan, bahan tambahan yang digunakan harus mampu
secara konsisten menghasilkan komposisi dan kinerja yang sama dengan
yang dihasilkan oleh produk yang digunakan dalam menentukan proporsi
campuran beton sesuai dengan bab pemilihan proporsi beton.
c# Kalsium klorida atau bahan tambahan yang mengandung klorida tidak boleh
digunakan pada beton pratekan, pada beton dengan aluminium tertanam, atau
pada beton yang dicor dengan menggunakan bekisting baja galvanis.
d# Bahan tambahan pembentuk udara harus memenuhi S.& <6*59H?*2HH2
Spesifikasi Bahan $ambahan Pembentuk 3elembung %ntuk Beton.
e# Bahan tambahan pengurang air, penghambat reaksi hidrasi beton, pemercepat
reaksi hidrasi beton, gabungan pengurang air dan penghambat reaksi hidrasi
beton dan gabungan pengurang air dan pemercepat reaksi hidrasi beton harus
memenuhi NSpesifikasi bahan tambahan kimiawi untuk betonO ",S$( 8 9H9#
atau NSpesifikasi untuk Bahan $ambahan Kimiawi untuk (enghasilkan Beton
dengan Kelacakan yang $inggi ",S$( 8 2<2@#.
f# ,bu terbang atau bahan po==olan lainnya yang digunakan sebagai bahan
tambahan harus memenuhi NSpesifikasi untuk abu terbang dan po==olan alami
murni atau terkalsinasi untuk digunakan sebagai bahan tambahan mineral
pada beton semen portlandO ",S$( 8 ?2A#.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
g# Slag tungku pijar yang diperhalus yang digunakan sebagai bahan tambahan
harus memenuhi NSpesifikasi untuk Slag tungku pijar yang diperhalus untuk
digunakan pada beton dan mortarO",S$( 8 HAH#.
h# Bahan tambahan yang digunakan pada beton yang mengandung semen
ekpansif 8A9> harus cocok dengan semen yang digunakan tersebut dan
menghasilkan pengaruh yang tidak merugikan.
i# Silica fume yang digunakan sebagai bahan tambahan harus sesuai dengan
NSpesifikasi untuk silica fume untuk digunakan pada beton dan mortar semen*
hidrolisO",S$( 8 259<#.
$. Pen0impanan ba/an2ba/an
a# Bahan semen dan agregat harus disimpan sedemikian rupa untuk mencegah
kerusakan, atau intrusi bahan yang mengganggu.
b# Setiap bahan yang telah terganggu atau terkontaminasi tidak boleh digunakan
untuk pembuatan beton.
3. &e.erensi Peraturan 0ang Digunakan
a# Standar*standar .asional &ndonesia dan ,S$( ""merican Societ for $esting
and Materials# yang dirujuk pada tata cara ini diberikan pada daftar berikut
dengan nomor serinya, dan dinyatakan sebagai bagian dari tata cara ini.
Bilamana standar*standar tersebut diperbaharui, maka yang berlaku adalah
standar*standar yang terkini.
SK S.& S*<>*2HAH*C Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian B
"Bahan Bangunan dari Besi'baja#,
S.& <@*<<>5*2HA@ Baja Kanal Bertepi Bulat 8anai Panas,
(utu dan 8ara %ji,
S.& <@*<<?A*2HA@ Pipa Baja Karbon untuk Konstruksi
%mum, (utu dan 8ara %ji,
S.& <@*<@55*2HAH Baja 8anai Panas untuk Konstruksi
%mum,
S.& <@*6<29*2HH5 Baja untuk Keperluan /ekayasa %mum,
S.& <@*6<2>*2HH5 Baja 8anai Panas untuk Konstruksi
dengan Pengelasan,
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
S.& <6*5A69*2HH5 $ata 8ara Pembuatan /encana
8ampuran Beton .ormal,
S.& <6*2@5?*2HAH $ata 8ara Perencanaan Ketahanan
3empa untuk /umah dan 3edung,
,S$( , 6?(*H9 Standar spesifikasi untuk baja
Struktural,
,S$( , >6*H6a Standar spesifikasi untuk pipa,
baja, black and hot dipped, =inc coated
welded and seamles,
,S$( , A5*H9 Standar spesifikasi untuk jaring
kawat baja untuk beton bertulang,
,S$( , 2A9(*H< Standar spesifikasi untuk anyaman baja
ulir untuk beton bertulang,
,S$( , 2A>*H9 Standar spesifikasi untuk serat baja las
polos, untuk beton bertulang,
,S$( , 595(1H6a Standar spesifikasi untuk baja campuran
rendah berkekuatan tinggi,
,S$( , 92?*H9 Standar spesifikasi untuk baja strand,
tujuh kawat tidak berlapis untuk beton
pratekan,
,S$( , 952*H2 Standar spesifikasi untuk kawat baja
penulangan 1tegangan tanpa pelapis
untuk beton pratekan,
,S$( , 9H?*H9 Standar spesifikasi untuk kawat baja
untuk beton bertulang,
,S$( , 9H@*H9a Standar spesifikasi untuk jaring kawat las
deform untuk beton bertulang,
,S$( , ><<*H6 Standar spesifikasi untuk 8old*Cormed
Welded and Seamless 8arbon Steel
Structural $ubing in /ounds and Shapes,
,S$( , ><2*H6 Standar spesifikasi untuk -ot*Cormed
Welded and Seamless 8arbon Steel
Structural $ubing,
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
,S$( , >@5(*H9b Standar spesifikasi untuk -igh Strength
+ow*alloy 8olumbium 1Fanadium of
structural Euality,
,S$( , >AA(*H9 Standar spesifikasi untuk -igh Strength
+ow*alloy Structural Steel with >< ksi "69>
(pa# (inimum Dield Point $o 9 in. "2<<
mm# $hick,
,S$( , ?2>(*H?a Standar spesifikasi untuk )eformed and
Plain Billet 1Steel Bars for 8oncrete
/einforcement,
,S$( ,?2?(*H?a Standar spesifikasi untuk /ail*Steel
)eformed and Plain Bars for
/einforcement, including Supplementary
/eEuirement S2,
,S$( ,?2@(*H?a Standar spesifikasi untuk ,7le*Steel
)eformed and Plain Bars for 8oncrete
/einforcement,
,S$( ,@<?(*H?a Standar spesifikasi untuk +ow*,lloy Steel
)eformed and Plain Bars for 8oncrete
/einforcement,
,S$( ,@<?(*H?a Standar spesifikasi untuk %ncoated -igh
Strength Steel Bars for Prestressing
8oncrete,
,S$( ,@?@(*H< Standar spesifikasi untuk Qinc*coated
"3alvani=ed# Steel Bars for 8oncrete
/einforcement,
,S$( ,@@>(*H9d Standar spesifikasi untuk 4poksi*coated
/einforcing Steel Bars,
,S$( ,AA9(*H9a Standar spesifikasi untuk 4poksi*coated
Steel Wire and Welded Wire Cabric for
/einforcement,
,S$( ,H69(*H> Standar spesifikasi untuk 4poksi*coated
Prefabricated for Steel /einforcing Bars,
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
,S$( 8 62*H2 Standar praktis untuk pembuatan dan
pemeliharaan benda uji beton di
lapangan,
,S$( 8 66*H6 Standar spesifikasi untuk agregat beton,
,S$( 8 6H*H6a Standar (etode uji untuk kuat
tekan benda uji silinder beton,
,S$( 8 95*H< Standar (etode pengambilan dan uji
beton inti dan pemotongan balok beton,
,S$( 8 H9*H9 Standar spesifikasi untuk beton jadi,
,S$( 8 2<H*H6 Standar metode uji kuat tekan
mortar semen hidraulis "menggunakan
benda uji kubus >< mm#,
b# NPeraturan las struktural*Baja tulanganO ",.S&',WS )2.9*H5# dari ,merican
Welding Society.
).8.1.*. Pers0aratan Kea4etan Beton
!. &asio air 2 semen
/asio air*semen yang disyaratkan pada $abel 9.5 dan 9.6 harus dihitung
menggunakan berat semen, sesuai dengan ,S$( 8 2><, 8>H> (, atau 8
A9>, ditambah dengan berat abu terbang dan bahan po=olan lainnya
sesuai dengan ,S$( 8 ?2A, slag sesuai dengan ,S$( 8 HAH, dan silica
fume sesuai dengan ,S$( 8 259<, bilamana digunakan.
B. Pengaru/ lingkungan
Beton yang akan mengalami pengaruh lingkungan seperti yang diberikan
pada $abel >.6 harus memenuhi rasio air*semen dan persyaratan kuat
tekan karakteristik beton yang ditetapkan pada tabel tersebut
Tabel ).- Persyaratan untuk pengaruh lingkungan khusus
Kondisi lingkungan
&asio air 2
semen
Maksimum
(
'
c
f min
*
,
MPa
Beton dengan permeabilitas rendah
yang terkena pengaruh lingkungan
<.>< 5A
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
air
%ntuk perlindungan tulangan
terhadap korosi pada beton yang
terpengaruh lingkungan yang
mengandung klorida dari garam,
atau air laut
<.9< 6>
2
)ihitung terhadap berat dan berlaku untuk beton normal
5
%ntuk beton berat normal dan beton berat ringan
=. Pengaru/ lingkungan 0ang mengandung sul.at
Beton yang dipengaruhi oleh lingkungan yang mengandung sulfat yang
terdapat dalam larutan atau tanah harus memenuhi persyaratan pada
$abel >.5, atau harus terbuat dari semen tahan sulfat dan mempunyai rasio
air*semen maksimum dan kuat tekan minimum sesuai dengan $abel >.9.
Tabel ).1Persyaratan untuk beton yang dipengaruhi oleh lingkungan
yang mengandung sulfat
#ingkungan
Sul.at
Sul.at ?S<1@
dalam tana/
0ang dapat
larut dalam
air, persen
ter/adap
berat
Sul.at ?S"1@
dalam air,
ppm
'enis
semen
&asio air2
semen
maksimum
dalam berat
?beton berat
normal@
'
c
f min,
MPa
?beton
berat
normal
dan
ringan@
/ingan <,<< 1 <,2< < * 2>< * * *
Sedang <,2< 1 <,5< 2><*2><< &&,&P"(S#,
&S"(S#,
P"(S#,&"P(
#"(S#,&"S(#
"(S#R
<,>< 5A
Berat <,5< 1 5,<< 2><< 1
2<.<<<
F <,9> 62
Sangat Berat L 5,<< L2<.<<< F S
po=olan
<,9> 62
R semen campuran sesuai ketentuan ,S$( 8 .>H>
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Kalsium klorida sebagai bahan tambahan tidak boleh digunakan pada
beton yang dipengaruhi oleh lingkungan sulfat yang bersifat berat hingga
sangat berat, seperti yang ditetapkan pada $abel >.5.
D. Perlindungan tulangan ter/adap korosi
%ntuk perlindungan tulangan di dalam beton terhadap korosi, konsentrasi
ion klorida maksimum yang dapat larut dalam air pada beton keras umur
5A hingga 95 hari tidak boleh melebihi batasan yang diberikan pada $abel
>.>. Bila dilakukan pengujian untuk menentukan kandungan ion klorida
yang dapat larut dalam air, prosedur uji harus sesuai dengan ,S$(
8252A.
Tabel ).).Kandungan ion klorida maksimum untuk perlindungan baja
tulangan terhadap korosi
'enis komponen struktur
%on klorida terlarut ?
2
= @ pada
beton, persen ter/adap berat semen
Beton prategang
<,<?
Beton bertulang yang terpengaruh
klorida selama masa layannya
<,2>
Beton bertulang yang mungkin
kering atau terlindung dari air
selama masa layannya
2,<<
Konstruksi beton bertulang lainnya <,6<
Persyaratan nilai rasio air*semen dan kuat tekan beton pada $abel >.5,
dan persyaratan tebal selimut beton pada sub bab pelindung beton untuk
tulangan harus dipenuhi apabila beton bertulang akan berada pada
lingkungan yang mengandung klorida dari air garam, air laut, atau
cipratan dari sumber garam tersebut.
).8.1.-. Tata =ara Pengadukan Penge>oran Beton
!. Umum
Dang dimaksud dengan
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
2# Beton adalah campuran antara semen portland atau semen hidraulik
yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa
bahan campuran tambahan membentuk masa padatK
5# Pengaduk beton adalah mesin pengaduk yang digerakkan dengan
tenaga penggerak, digunakan untuk mengaduk campuran betonK
6# Segregasi adalah peristiwa terpisahnya antara pasta semen dan agregat
dalam suatu adukanK
9# Bliding adalah peristiwa terpisahnya air dari adukanK
># Beton segar adalah campuran beton yang telah selesai diaduk sampai
beberapa saat, karakteristiknya tidak berubah "masih plastis dan belum
terjadi pengikatan#K
?# Beton keras adalah campuran beton yang telah mengerasK
@# ,gregat halus adalah pasir alam sebagai hasil desintegrasi secara alami
dari batu atai pasir yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan
mempunyai ukuran butiran terbesar >,< mmK
A# ,gregat kasar adalah kerikil sebagai hasil desintegrasi alam dari batu
atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan
mempunyai ukuran butir antara > 1 9< mmK
H# Beton normal adalah beton yang mempunyai berat isi 55<<*5><< kg'm
6
menggunakan agregat alam yang dipecah atau tanpa dipecahK
2<# Slump adalah ukuran dari kekentalan adukan betonK
22# $remie adalah pipa berdiameter antara 2><*6<< mm, yang ujungnya
dilengkapi corong.
B. Ba/an
Semua jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan beton harus
dilengkapi dengan
2# Sertifikat mutu dari produsen, atauK
5# !ika tidak terdapat sertifikat mutu, harus tersedia data hasil uji dari
laboratorium yang diakui, kecualiK
6# !ika tidak dilengkapi dengan sertifikat mutu atau data hasil uji, harus
berdasarkan bukti hasil pengujian khusus atau pemakai nyata yang
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
dapat menghasilkan beton yang kekuatan, ketahanan dan keawetannya
memenuhi syarat.
=. Peralatan
Semua peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini harus memenuhi
persyaratan alat kerja.
D. Pelaksanaan
Pelaksanan pekerjaan beton harus memenuhi persyaratan kerja berikut
2# Persyaratan administratif yang dinyatakan didalam rencana kerja dan
syarat*syarat "/KS# harus diikutiK
5# -arus tersedia rencana beton dan rencana pelaksanaan pengecoran.
E. Spesi.ikasi Ba/an
2# ,ir
,ir harus memenuhi SK S.& S*<9*2HAH*C tentang Spesifikasi ,ir
sebagai Bahan Bangunan.
5# Semen
Semen harus memenuhi SK S.& S*<9*2HAH*C tentang Spesifikasi
Bahan Perekat -idrolis sebagai Bahan Bangunan.
6# ,gregat
,gregat harus memenuhi SK S.& S*<9*2HAH*C tentang Spesifikasi
,gregat sebagai Bahan Bangunan.
9# Bahan $ambahan untuk Beton
Bahan tambahan untuk beton harus memenuhi SK S.& S*2A*2HH<*<6
tentang Spesifikasi Bahan $ambahan untuk Beton.
># Bahan $ambahan Pembentukan 3elembung %dara untuk Beton
Bahan tambahan pembentukan gelembung udara untuk beton harus
memenuhi SK S.& S*2H*2HH<*<6 tentang Spesifikasi Bahan $ambahan
3elembung %dara untuk Bahan Bangunan.
7. Peralatan
Peralatan yang digunakan harus memenuhi ketentuan berikut
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
2# Semua peralatan untuk penakaran, pengadukan dan pengangkutan
beton harus dalam keadaan baik dan bersihK
5# (esin pengaduk harus pada kecepatan yang direkomendasikan oleh
pabrik pembuat mesin tersebutK
6# ,lat angkut yang digunakan dari tempat pengadukan ke tempat
pengecoran harus mampu menyediakan beton "di tempat penyimpanan
akhir# dengan lancar tanpa mengakibatkan terjadinya segregasi dan
tanpa hambatan yang dapat mengakibatkan hilangnya plastisitas beton
antara pengangkutan yang berurutanK
9# ,lat pemadat yang digunakan harus disesuaikan dengan bentuk dan
jenis pekerjaan.
$. Pelaksanaan
2# Persiapan
Sebelum pengecoran beton dilaksanakan, harus dilakukan pekerjaan
persiapan yang mencakup hal berikut
i. Semua ruang yang akan diisi adukan beton harus bebas dari
kotoranK
ii. Semua kotoran, serpihan beton dan material lain yang menempel
pada permukaan beton yang telah mengeras harus dibuang sebelum
beton yang baru dituangkan pada permukaan beton yang telah
mengeras tersebutK
iii. Bidang*bidang beton lama yang akan berhubungan dengan beton
baru, harus dikasarkan dan dibasahi terlebih dahulu sebelum beton
baru dicorkanK
iv. Pasangan dinding bata yang akan berhubungan dengan beton baru,
harus dibasahi dengan air sampai jenuhK
v. %ntuk memudahkan pembukaan acuan, permukaan dalam dari
acuan boleh dilapisi dengan bahan khusus, misalnya lapisan tipis
minyak mineral, lapisan bahan kimia, lembaran plastik, atau bahan
lain yang disetujui oleh pengawas bangunanK
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
vi. $ulangan harus dalam keadaan bersih dan bebas dari segala
lapisan penutup yang dapat merusak beton atau mengurangi lekatan
antara beton dan tulanganK
vii. ,ir yang terdapat pada semua ruang yang akan diisi adukan beton
harus dibuang, kecuali apabila pengecoran tremie atau bila diijinkan
oleh pengawas bangunan.
3. Penakaran
Penakaran bahan yang akan digunakan harus berdasarkan perbandingan
campuran yang direncanakan, dan memenuhi ketentuan sebagai berikut
i. %ntuk beton dengan fTc lebih besar atau sama dengan 5< (Pa,
proporsi campuran harus didasarkan pada teknik penakaran beratK
ii. %ntuk beton dengan nilai fc lebih kecil dari 5< (Pa, pelaksanaannya
boleh menggunakan teknik penakaran volume. $eknik penakaran
volume ini harus berdasarkan pada perhitungan proporsi campuran
dalam berat yang dikonversikan ke dalam volume melalui
perhitungan berat satuan volume dari masing*masing bahan.
%. Pengadukan
Pengadukan beton di lapangan harus memenuhi ketentuan berikut
i. Beton harus diaduk sedemikian hingga tercapai penyebaran bahan
yang merata dan semua hasil adukannya harus dikeluarkan sebelum
mesin pengaduk diisi kembaliK
ii. Pengadukan harus dilakukan tidak kurang dari 2 U menit untuk
setiap lebih kecil atau sama dengan 2 m
6
adukan. Waktu
pengadukan harus ditambah U menit untuk setiap penambahan
kapasitas 2 m
6
adukanK
iii. Pengadukan harus dilanjutkan minimal 2 U menit setelah semua
bahan dimasukkan ke dalam mesin pengaduk "atau sesuai dengan
spesifikasi alat pengaduk#K
iv. Selama pengadukan berlangsung, kekentalan adukan beton harus
diawasi terus menerus dengan jalan memeriksa slump pada setiap
campuran beton yang baruK
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
v. Kekentalan beton harus disesuaikan dengan jarak pengangkutanK
vi. Bila produksi beton dilakukan oleh perusahaan beton siap pakai,
maka keseragaman pengadukan harus mengikuti ketentuan yang
berlakuK
vii. Perekaman data yang rinci harus dilakukan terhadap
Waktu dan tanggal pengadukan dan pengecoranK
Proporsi bahan yang digunakanK
!umlah batch*adukan yang dihasilkanK
+okasi pengecoran akhir pada struktur.
'. Pengangkutan
Pengangkutan harus memenuhi ketentuan berikut
i. Pengangkutan beton dari tempat pengadukan hingga ke tempat
penyimpanan akhir sebelum di cor, harus sedemikian hingga dapat
mencegah terjadinya segregasi atau kehilangan bahanK
ii. Pengangkutan harus dilakukan sedemikian hingga tidak
mengakibatkan perubahan sifat beton yang telah direncanakan, yaitu
perbandingan air semen, slump, dan keseragaman adukanK
iii. Pengangkutan harus berlangsung dalam waktu tidakmelebihi dari 6<
menit. Bila pengangkutan dilakukan dengan truk pengangkut beton
waktu pengangkutan tidak boleh lebih dari 2 U jam. ,pabila
diperlukan jangka waktu yang lebih panjang lagi, maka harus dipakai
bahan penghambat pengikatan.
K. Penge>oran dan Pemadatan
Pengecoran dan pemadatan beton harus mengikuti ketentuan berikut
i. Beton yang akan dicorkan harus pada posisi sedekat mungkin
dengan acuan untuk mencegah terjadinya segregasi yang
disebabkan pemuatan kembali atau dapat mengisi dengan mudah ke
seluruh acuanK
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
ii. $ingkat kecepatan pengecoran beton harus diatur agar beton selalu
dalam keadaan plastis dan dapat mengisi dengan mudah ke dalam
sela*sela diantara tulanganK
iii. Beton yang telah mengeras sebagian atau yang seluruhnya tidak
boleh dipergunakan untuk pengecoranK
iv. Beton yang telah terkotori oleh bahan lain tidak boleh dituangkan ke
dalam strukturK
v. Pengecoran beton harus dilaksanakan secara terus menerus tanpa
berhenti hingga selesainya pengecoran suatu panel atau
penampang yang dibentuk oleh batas*batas elemennya atau batas
penghentian pengecoran yang ditentukan untuk siar pelaksanaanK
vi. Beton yang dicorkan harus dipadatkan secara sempurna dengan alat
yang tepat agar dapat mengisi sepenuhnya daerah sekitar tulangan,
alat konstruksi dan alat instalasi yang akan tertanam dalam beton
dan daerah sudut acuanK
vii. )alam hal pemadatan beton dilakukan dengan alat penggetar
+ama penggetaran untuk setiap titik harus dilakukan sekurang*
kurangnya > detik, maksimal 2> detikK
Batang penggetar tidak boleh mengenai cetakan atau bagian
beton yang sudah mengeras dan tidka boleh dipasang lebih
dekat 2<< mm dari cetakan atau dari beton yang sudah
mengeras serta diusahakan agar tulangan tidak terkena oleh
batang penggetarK
+apisan yang digetarkan tidak boleh lebih tebal dari panjang
batang penggetar dan tidak boleh lebih dari ><< mm. %ntuk
bagian konstruksi yang sangat tebal harus dilakukan lapis demi
lapis.
viii.)alam hal pengecoran yang menggunakan sistem cetakan'acuan
yang digeser ke atas permukaan atas besi acuan harus terisi rataK
i7. Bila diperlukan adanya siar pelaksanaan, siar tersebut harus dibaut
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
#. Pera4atan
Perawatan beton di lapangan harus memenuhi ketentuan berikut
i. Beton harus dipertahankan dalam kondisi lembab selama paling
sedikit @ hari setelah pengecoranK
ii. Beton berkekuatan awal tinggi harus dipertahankan dalam kondisi
lembab selama paling sedikit 6 hari pertamaK
iii. Bila diperlukan uji kuat tambahan harus diikuti ketentuan berikut
%ntuk memeriksa tingkat pelaksanaan perawatan dan
perlindungan dari beton dalam struktur di lapangan, pengawas
dapat meminta agar dilakukan uji tekan atas benda uji yang
dirawat di lapanganK
Silinder yang dirawat di lapangan harus dirawat sesuai dengan
kondisi di lapangan berdasarkan SK S.& (*?5*2HH<*<6 tentang
(etode Pembuatan dan Perawatan Benda %ji Beton di
+aboratorium menurut ketentuan yang berlakuK
Benda uji silinder yang dirawat di lapangan harus dicetak pada
saat yang bersamaan dan diambil dari contoh yang sama dengan
benda uji silinder yang akan dirawat di laboratoriumK
8ara untuk melindungi dan merawat beton harus ditingkatkan bila
kekuatan dari silinder yang dirawat di lapangan pada umur uji
yang telah ditetapkan kurang dari A,>B dari kekuatan pasangan
silinder yang dirawat di laboratorium untuk penentuan kekuatan
fTc.
M. Pemeriksaan
Pengambilan contoh uji beton segar untuk pemeriksaan mutu beton "slump,
berat isi, analisa# harus dilakukan pada saat selesai pengadukan tepi
sebelum dicorkan, sesuai dengan SK S.& (*5?*2HH<*<6 tentang (etode
Pengambilan 8ontoh untuk 8ampuran Beton Segar.
. =ara Pengerjaan
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
+angkah*langkah pengadukan dan pengecoran beton adalah sebagai
berikut
i. $akar bahan*bahan yang akan digunakan untuk pembuatan beton,
sebagai berikut
Bila penakaran dilakukan dalam perbandingan berat
a# $akar airK
b# $akar semen dengan ketelitian 2BK
c# $akar agregat halus dan kasar dengan ketelitian 5B
d# $akar bahan tambahan bila diperlukan dengan ketelitian 6B.
Bila penakaran dilakukan dengan perbandingan volume
a# $akar airK
b# $akar semen dengan ketelitian 5BK
c# $akar bahan tambahan dengan ketelitian 5BK
d# $akar agregat halus dan kasar dengan alat takar yang
berbeda untuk masing*masing agregat halus dan agregat
kasar atau fraksi dari agregat kasar dengan ketelitian 5B.
ii. (asukkan bahan*bahan pada waktu mesin sedang berputar dengan
urutan berikut
(asukkan agregat kasar dan sejumlah air adukan ke dalam
mesin adukK
(asukkan agregat halus dan semen serta seluruh sisa air
adukan. ,tau disesuaikan dengan tipe mesin pengaduk.
iii. Bila digunakan bahan tambahan
8ampurkan terlebih dahulu pada air adukan bahan tambahan
berupa cairan. Selanjutnya lakukan sesuai dengan butir iiK
8ampurkan semen dengan bahan tambahan berupa bubuk.
Selanjutnya lakukan sesuai dengan butir ii. ,tau disesuaikan
dengan petunjuk penggunaan.
iv. +anjutkan pengadukan sekurang*kurangnya 2 U menit atau sampai
diperoleh adukan yang seragamK
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
v. +akukan pemeriksaan slump paling lama > menit setelah
pengadukan dan ambil beton segar untuk pembuatan benda uji bila
diperlukan paling lama 2> menit setelah pengadukanK
vi. Bersihkan ruang yang akan diisi adukan dari kotoran atau serpihan
dan serbuk gergaji kayu dengan tiupan udara atau semprotan airK
vii. Bersihkan baja tulangan dari minyak dan lemak yang menempelK
viii. Keluarkan beton segar dari mesin pengaduk lalu angkut ke tempat
pengecoran dengan peralatan baik secara manual maupun mekanis
yang jenisnya disesuaikan dengan sifat dan kondisi pengecoran,
agar campuran tetap seragam, tidak mengalami segregasi dan
bliding "lihat 3ambar >.5 dan >.6.#K
i7. 8orkan adukan beton sebagai berikut
,tur sedekat mungkin jarak antara awal tumpahan dari posisi
tumpahan tersebut sedemikian hingga tidak terjadi segregasi
"lihat 3ambar*gambar berikut ini#K
$ambar ).-. Kontrol $erjadinya segregasi
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
$ambar ).1. Pengisian adukan beton dan pencurahannya
Keterangan
a ,dukan beton yang dituangkan harus jatuh di tengah talang
penyalur, gerobak angkut, truk atau bejana penampangK
b,c (asing*masing cara penuangan mencegah terjadinya segregasi
tidak peduli berapa panjangnya saluran atau ban berjalan, apakah
adukan beton itu tercurah ke talang penyalur, gerobak angkut, truk
atau bejana penampung.
Pengisian adukan beton ke bejana penampung atau talang penyalur
d (enjatuhkan adukan beton ke sisi bejana penampang yang miringK
e (enjatuhkan adukan beton langsung ke tengah mulut'corongK
Pencurahan adukan beton dari corong penampung untuk dimuatkan ke
sarana pengangkut
f (ulut corong penampang yang bersisi miring berlaku sebagai
pelepas tanpa kontrol di ujungnya sehingga menyebabkan
segregasi adukan yang tidak boleh terjadi pada pengisian sarana
pengangkutK
g Pencurahan dari tengah mulut corong agar jatuhnya adukan beton
tegak lurus ke tengah sarana pengangkut.
,tur tingkat kecepatan pengecoran sedemikian agar seluruh adukan
beton tetap dalam keadaan plastis, sehingga dapat mengisi dengan
mudah ke seluruh acuanK
,tur pengecoran agar berlangsung terus menerus dan hentikan
pengecoran hanya pada batas penghentian yang telah ditentukan.
7. Padatkan beton dengan alat penggetar atau alat pemadat lainnya
yang jenisnya disesuaikan dengan bentuk dan jenis pekerjaan. Bila
pemadatan dilakukan dengan alat penggetar
Sesuaikan lama penggetaran dengan kekentalan beton, jenis,
frekwensi dan amplitudo dari alat penggetar, menurut petunjuk dari
pabrik pembuat alat penggetarK
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
(asukkan pelan*pelan alat penggetar pada tiap jarak ><< mm
secara tegak lurus dan jagalah sehingga jarak dari ujung batang
penggetar dan cetakan tidak kurang dari 2<< mmK
$arik batang penggetar dari adukan apabila adukan mulai nampak
mengkilapK
$ambar ).). Pengisian adukan beton dan pencurahannya
7i. /awat beton yang sudah dipadatkan agar tetap dalam kondisi
lembab dengan salah satu cara berikut
Basahi permukaan bidang beton dengan penyiraman secara periodik
dan terus menerusK
$utup dengan lembaran plastik atau lembaran lain yang dapat
mencegah penguapan airK
Semprot dan labur permukaan beton dengan baan kimia pembentuk
lapisan membran yang dapat mencegah penguapan airK
Perendaman.
).8.1.1. DET!%# PEU#!$!
!. Kait standar
Pembengkokan tulangan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut
2# Bengkokan 2A<*derajat ditambah perpanjangan 1d
b
dengan
minimum ?< mm pada ujung bebas kait.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
5# Bengkokan H<*derajat ditambah perpanjangan (*d
b
pada ujung
bebas kait.
%ntuk sengkang dan kait pengikat

#
2# Batang )*2? dan yang lebih kecil, bengkokan H<*derajat ditambah
perpanjangan 8d
b
pada ujung bebas kait, atau
5# Batang )*2H5 )*55, dan )*5>, bengkokan H<*derajat ditambah
perpanjangan (*d
b
pada ujung bebas kait, atau
6# Batang )*5> dan yang lebih kecil, bengkokan 26>*derajat
ditambah perpanjangan 8d
b
pada ujung bebas kait.
%ntuk kait gempa adalah sebagaimana yang didefinisikan pada Butir
penyaluran tulangan umum.
B. Diameter bengkokan minimum
)iameter bengkokan yang diukur pada bagian dalam batang tulangan tidak
boleh kurang dari nilai dalam $abel >.9. Ketentuan ini tidak berlaku untuk
sengkang dan sengkang ikat dengan ukuran )*2< hingga )*2?.
)iameter dalam dari bengkokan untuk sengkang dan sengkang ikat tidak
boleh kurang dari 9d
b
untuk batang )*2? dan yang lebih kecil. %ntuk batang
yang lebih besar daripada )*2?, diameter bengkokan harus memenuhi
$abel >.9.
)iameter dalam untuk bengkokan jaring kawat baja las "polos atau ulir#
yang digunakan untuk sengkang dan sengkang ikat tidak boleh kurang dari
9d
b
untuk kawat ulir yang lebih besar dari )? dan 5db untuk kawat lainnya.
Bengkokan dengan diameter dalam kurang dari Ad
b
tidak boleh kurang dari
9d
b
dari persilangan las yang terdekat.
Tabel ).8 )iameter bengkokan minimum
Ukuran tulangan Diameter
V )
Untuk sengkang pengikat tertutup yang didefinisikan sebagai sengkang tertutup
pada Butir 21, suatu bengkokan 135-derajat ditambah dengan suatu perpanjangan
paling sedikit 6d
b
namun tidak kurang daripada 75 mm
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Minimum
)*2< sampai dengan )*5> 8d
b
)*5H, )*65, dan )*6? :d
b
)*99 dan )*>? (<d
b
=. =ara pembengkokan
Semua tulangan harus dibengkokkan dalam keadaan dingin, kecuali bila
dii=inkan lain oleh Pengawas +apangan.
$ulangan yang sebagian sudah tertanam di dalam beton tidak boleh
dibengkokkan di lapangan, kecuali seperti yang ditentukan pada gambar
rencana, atau dii=inkan oleh Pengawas +apangan.
D. Kondisi permukaan baja tulangan
Pada saat beton dicor, tulangan harus bebas dari lumpur, minyak, atau
segala jenis =at pelapis bukan logam yang dapat mengurangi kapasitas
lekatan. Pelapis epoksi yang sesuai dengan acuan baku pada Butir baja
tulangan boleh digunakan.
Kecuali tendon pratekan, tulangan yang mengandung karat, kulit giling "mill
scale#, atau gabungan keduanya, boleh dipergunakan selama dimensi
minimum "termasuk tinggi ulir# dan berat benda uji yang telah dibersihkan
menggunakan sikat baja tidak lebih kecil dari ketentuan yang berlaku "lihat
Butir baja tulangan#.
$endon pratekan harus bersih dan bebas dari minyak, kotoran, kulit giling,
cacat permukaan dan karat yang berlebihan. $endon yang teroksidasi
boleh sedikit boleh digunakan.
E. Penempatan tulangan
$ulangan, tendon pratekan, dan selongsong pratekan harus ditempatkan
secara akurat dan didukung secukupnya sebelum beton dicor, dan harus
dijaga agar tidak tergeser melebihi toleransi yang dii=inkan dalam butir
penempatan tulangan.
Bila tidak ditentukan lain oleh Pengawas +apangan, tulangan, tendon
pratekan, dan selongsong pratekan harus ditempatkan dengan toleransi
berikut
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
$oleransi untuk tinggi d, dan selimut beton minimum dalam komponen
struktur lentur, dinding dan komponen struktur tekan harus memenuhi
ketentuan berikut
Tabel ).9. $oleransi untuk tinggi d, dan selimut beton minimum
Toleransi
untuk d
Toleransi untuk selimut
beton minimum
d 5<< mm
dL 5<< mm
S 2< mm
S 25 mm
* 2< mm
* 25 mm
kecuali bahwa ketentuan toleransi untuk jarak bersih terhadap sis*dalam
cetakan harus sebesar minus ? mm dan toleransi untuk selimut beton tidak
boleh melampaui minus 2'6 selimut beton minimum yang diperlukan dalam
gambar rencana atau spesifikasi.
$oleransi letak longitudinal dari bengkokan dan ujung akhir tulangan harus
sebesar t >< mm kecuali pada ujung tidak menerus dari komponen struktur
di mana toleransinya harus sebesar t 25 mm.
!aring kawat las "dengan ukuran kawat yang tidak melampaui W? atau )?#
yang digunakan dalam pelat dengan bentang yang tidak melampaui 6 m
boleh dilengkungkan mulai dari titik dekat sisi atas pelat di atas tumpuan
hingga suatu titik dekat sisi bawah pelat pada tengah bentang, asalkan
tulangan tersebut menerus atau diangkur dengan baik di daerah tumpuan.
Pemasangan batang tulangan yang bersilangan dengan pengelasan tidak
diperkenankan kecuali bila dii=inkan oleh Pengawas +apangan.
7. Batasan spasi tulangan
!arak bersih antara tulangan sejajar dalam lapis yang sama, tidak boleh
kurang dari db ataupun 5> mm. +ihat juga ketentuan %kuran maksimum
nominal agregat kasar.
Bila tulangan sejajar tersebut diletakkan dalam dua lapis atau lebih,
tulangan pada lapis atas harus diletakkan tepat di atas tulangan di
bawahnya dengan spasi bersih antar lapisan tidak boleh kurang dari 5>
mm.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Pada komponen struktur tekan yang diperkuat dengan tulangan spiral atau
sengkang pengikat, jarak bersih antar tulangan longitudinal tidak boleh
kurang dari 2,>d
b
ataupun 9< mm.
Pembatasan jarak bersih antar batang tulangan ini juga berlaku untuk jarak
bersih antara suatu sambungan lewatan dengan sambungan lewatan
lainnya atau batang tulangan yang berdekatan.
Pada dinding dan pelat lantai, selain konstruksi pelat rusuk, tulangan lentur
utama harus berjarak tidak lebih dari tiga kali tebal dinding atau pelat lantai,
ataupun ><< mm.
Bundel tulangan
a# Kumpulan dari tulangan sejajar yang diikat dalam satu bundel
sehingga bekerja dalam satu kesatuan tidak boleh terdiri lebih dari
empat tulangan per bundel.
b# Bundel tulangan harus diletakkan di dalam sengkang atau
pengikat.
c# Pada balok, tulangan yang lebih besar dari )*6? tidak boleh
dibundel.
d# (asing*masing batang tulangan yang terdapat dalam satu bundel
tulangan yang berakhir dalam bentang komponen struktur lentur
harus diakhiri pada titik*titik yang berlainan, paling sedikit dengan
jarak 9<d
b
secara berselang.
e# !ika pembatasan jarak dan selimut beton minimum didasarkan
pada diameter tulangan db, maka satu unit bundel tulangan harus
diperhitungkan sebagai tulangan tunggal dengan diameter yang
didapat dari luas ekuivalen penampang gabungan.
f# $endon dan selongsong pratekan
Spasi sumbu*ke*sumbu antar tendon pratekan pada tiap
ujung suatu komponen struktur tidak boleh kurang dari 1d
b
untuk kawat untai "strand#, atau )d
b
untuk kawat tunggal,
kecuali bahwa jika kuat tekan beton minimum pada saat
transfer prategang, f
ci
, adalah 5A (Pa, maka spasi sumbu*ke*
sumbu minimum dari strand haruslah 9> mm untuk strand
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
berdiameter 25,@ mm atau lebih kecil, dan >< mm untuk
strand berdiameter 2>,5 mm. +ihat juga butir %kuran
maksimum nominal agregat kasar. Pengaturan spasi vertikal
yang lebih rapat dan pembundelan tendon dapat dii=inkan
pada daerah lapangan dari suatu bentang.
Selongsong yang digunakan pada sistem pasca tarik boleh
dibundelkan bila dapat diperlihatkan bahwa beton dapat dicor
dengan sempurna dan bila telah dilakukan pengamanan
untuk mencegah pecahnya selongsong pada saat penarikan
tendon.
$. Pelindung beton untuk tulangan
2# %ntuk beton bertulang, tebal selimut beton minimum yang harus
disediakan untuk tulangan harus memenuhi ketentuan berikut
$ebal
selimut
minimum,
"mm#
2# Beton yang dicor langsung di atas tanah dan selalu
berhubungan dengan tanah @<
Beton yang berhubungan dengan tanahataucuaca
batang )*2H hingga )*>? ><
batang )*2?, jaring kawat polos atau ulir
W2? dan yang lebih kecil 9<
5# Beton yang tidak langsung berhubungan dengan cuaca
atau tanah
Pelat, dinding, pelat berusuk
batang )*99 dan )*>? WWWWWWWWWW 9<
batang )*6? dan yang lebih kecil WWWWW. 5<
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Balok, kolom
tulangan utama, pengikat, sengkang, lilitan
spiralWWWWWWWWWWWWWWWWWW 9<
Komponen struktur cangkang, pelat lipat
batang )*2H dan yang lebih besarWWWWW 5<
batang )*2?, jaring kawat polos atau ulir
W2? dan yang lebih kecilWWWWWWW.. 2>
5# %ntuk beton pracetak "dibuat dengan mengikuti proses
pengawasan pabrik#, tebal minimum selimut beton berikut harus
disediakan untuk tulangan
6# Beton yang berhubungan dengan tanah atau cuaca
Panel dinding
batang )*99 dan )*>? 9<
batang )*6? dan yang lebih kecil 5<
Komponen struktur lainnya
batang )*99 dan )*>? ><
batang )*2H sampai )*6? 9<
batang )*2?, jaring kawat polos atau ulir W2? dan yang
lebih kecil 6<
6# Beton yang tidak langsung berhubungan dengan cuaca
atau tanah
Pelat, dinding, pelat berusuk
batang )*99 dan )*>? 6<
batang )*6? dan yang lebih kecil 2>
Balok, kolom
tulangan utamad
b
"tetapi tidak kurang dari 2> dan tidak
perlu
lebih dari 9<#pengikat, sengkang, lilitan spiral 2<
Komponen cangkang, pelat lipat
batang )*2H dan yang lebih besar 2>
batang )*2?, jaring kawat polos atau ulir W2? dan
yang lebih kecil 2<
9# Beton pratekan
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
$ebal penutup beton minimum berikut harus disediakan untuk
tulangan pratekan ataupun non*pratekan, selongsong, dan penutup*
ujung, kecuali untuk kondisi yang dicantumkan dalam butir pelindung
beton untuk tulangan.
a# Beton yang dicor langsung di atas
tanah dan selalu berhubungan dengan tanah @>
b# Beton yang berhubungan dengan tanah
atau cuaca dinding panel, slab, balok berusuk 6<
komponen struktur lain 9<
Beton yang tidak langsung berhubungan dengan
cuaca atau tanah
pelat, dinding, pelat berusuk 5<
Balok, kolom
$ulangan utama 9<
Pengikat, sengkang, lilitan spiral 5>
Komponen struktur cangkang, pelat lipat
Batang )*2?, jaring kawat polos atau ulir W2? dan
yang lebih kecil 2<
$ulangan lainnya d
b
"tetapi tidak kurang dari 5< #
># %ntuk komponen struktur beton pratekan yang berhubungan dengan
tanah, cuaca, atau lingkungan yang korosif, dan di mana tegangan tarik
i=in yang ditetapkan dilampaui, maka tebal selimut beton minimum harus
dinaikkan >< persen.
?# %ntuk komponen struktur beton pratekan yang dibuat di bawah kondisi
pengawasan pabrik, tebal penutup beton minimum untuk tulangan non*
pratekan harus diambil seperti yang tercantum dalam butir pelindung
tulangan untuk beton pracetak.
@# Bundel tulangan.
%ntuk bundel tulangan, tebal selimut beton minimum harus diambil sama
dengan diameter ekivalen bundel yang bersangkutan, tetapi tidak perlu
lebih besar dari >< mmK kecuali untuk beton yang dicor langsung di atas
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
tanah dan selalu berhubungan dengan tanah di mana tebal penutup
minimum harus diambil sebesar @> mm.
A# +ingkungan korosif.
)i dalam lingkungan yang korosif atau lingkungan lain yang merusak,
tebal selimut beton harus ditingkatkan secukupnya, dan kepadatan serta
kekedapan selimut beton harus diperhatikan, atau harus diadakan
bentuk perlindungan yang lain.
H# Perluasan di kemudian hari.
%ntuk tulangan dan bagian sambungan yang terbuka, yang khusus
disediakan untuk sambungan lekatan di kemudian hari, harus dilindungi
terhadap kemungkinan korosi.
2<# Perlindungan terhadap kebakaran.
Bila tebal selimut beton dipersyaratkan lebih daripada yang ditetapkan
dalam butir pelindung beton untuk tulangan oleh peraturan lainnya, maka
ketentuan tersebut harus diikuti.
3. Detail tulangan k/usus untuk kolom
2# Batang tulangan pada daerah hubungan balok*kolom
Batang tulangan longitudinal yang dibengkokkan pada daerah
hubungan balok*kolom harus memenuhi ketentuan sebagai berikut
a# Kemiringan dari bagian bengkokan pada sebuah batang
tulangan tersebut terhadap sumbu kolom tidak boleh melebihi
2?.
b# Bagian dari batang tulangan yang terletak di atas dan di
bawah daerah hubungan harus sejajar dengan sumbu kolom.
c# Kekangan hori=ontal pada bengkokan tulangan hubungan
tersebut harus disediakan oleh ikatan*ikatan lateral, spiral,
atau bagian dari konstruksi lantai. Kekangan hori=ontal
tersebut harus direncanakan mampu memikul 2,> kali
komponen hori=ontal dari gaya yang bekerja pada bagian
tersebut. &katan lateral atau spiral, jika digunakan, harus
diletakkan tidak lebih dari 2>< mm dari titik bengkokan.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
d# Batang tulangan hubungan tersebut harus dibengkokkan
sebelum dipasang dalam acuan.
e# Bila muka kolom mempunyai pergeseran A< mm atau lebih,
maka tulangan longitudinal tidak boleh dibengkokkan. )alam
hal ini harus disediakan pasak khusus yang dipasang
menggunakan sambungan lewatan terhadap tulangan longitu*
dinal yang berada di samping sisi kolom dengan bengkokan
tersebut. Sambungan lewatan ini harus memenuhi ketentuan
khusus untuk sambungan pada kolom.
5# &nti baja.
Penyaluran beban dalam struktur inti baja dari komponen struktur
tekan komposit harus dilakukan sebagai berikut
a# Permukaan ujung komponen baja dari struktur inti baja harus
diratakan secara cermat untuk memungkinkan penyambungan inti
baja secara konsentrik, sehingga pertemuan tersebut mampu
berfungsi sebagai sambungan tumpu.
b# Pada sambungan tumpu tersebut di atas, gaya hanya dapat di
anggap efektif menyalurkan tidak lebih dari >< persen gaya tekan
total yang bekerja pada komponen inti baja.
c# Penyaluran gaya antara alas kolom dan fondasi harus
direncanakan sesuai dengan ketentuan Butir Penyaluran gaya*
gaya pada dasar kolom, dinding, atau pedestal bertulang.
d# Penampang alas kolom struktur baja harus direncanakan mampu
menyalurkan beban total dari seluruh komponen struktur komposit
ke fondasiK atau, penampang alas tersebut boleh juga
direncanakan hanya untuk menyalurkan beban dari inti baja saja,
asalkan luas beton pada penampang komposit tersebut lebih dari
cukup untuk menyalurkan bagian dari beban total yang dipikul
oleh bagian beton bertulang ke fondasi sebagai gaya tekan pada
beton dan tulangan.
%. Sambungan
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Pada pertemuan dari komponen*komponen rangka utama "misalnya
pertemuan balok dan kolom#, sambungan lewatan tulangan yang menerus
dan pengangkuran tulangan yang berakhir pada pertemuan itu harus
dilindungi dengan pengikat yang baik.
Pengikat pada pertemuan tersebut di atas, dapat berupa beton eksternal
atau sengkang pengikat tertutup internal, spiral atau sengkang.
'. Tulangan Tulangan lateral pada komponen struktur tekan
2# $ulangan lateral pada komponen struktur tekan harus memenuhi
ketentuan pada butir pembahasan sub bab ini, dan pada tempat di
mana dibutuhkan tulangan geser atau torsi juga harus memenuhi
ketentuan tulangan geser.
5# Ketentuan untuk tulangan lateral pada komponen struktur tekan
komposit harus memenuhi butir yang terkait. Ketentuan mengenai
tulangan lateral pada komponen struktur pratekan harus memenuhi
ketentuan yang berlaku.
6# Ketentuan tulangan lateral pada Butir tulangan lateral pada
komponen struktur tekan dan butir peraturan yang terkait boleh tidak
diikuti, jika hasil pengujian dan analisis struktur menunjukkan
kekuatan yang cukup dan konstruksinya dapat dilaksanakan.
9# Spiral.
$ulangan spiral pada komponen struktur tekan harus memenuhi
ketentuan berikut
a# komposit tidak boleh kurang dari <,<2 ataupun lebih dari <,<A kali
luas bruto penampang
g
A
.
b# !umlah minimum batang tulangan longitudinal pada komponen
struktur tekan adalah 9 untuk batang tulangan di dalam sengkang
pengikat segi empat atau lingkaran, 6 untuk batang tulangan di
dalam sengkang pengikat segi tiga, dan ? untuk batang tulangan
yang dilingkupi oleh spiral.
c# /asio tulangan spiral
s
tidak boleh kurang dari nilai yang
diberikan oleh persamaan
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
y
'
c
c
g
s
f
f
A
A
,

,
_

( 1) <
dengan y
f
adalah kuat leleh tulangan spiral, tapi tidak boleh
diambil lebih dari 9<< (Pa.
d# Spiral harus terdiri dari batang tulangan yang menerus atau kawat
dengan ukuran yang sedemikian dan dipasang dengan spasi yang
sama sehingga dapat diangkat dan diletakkan tanpa menimbulkan
penyimpangan dari ukuran yang telah direncanakan.
e# %ntuk konstruksi yang dicor ditempat, ukuran diameter batang
spiral tidak boleh kurang dari 2< mm.
f# !arak bersih antar tulangan spiral tidak boleh melebihi @> mm,
dan juga tidak kurang dari 5> mm.
g# Penjangkaran tulangan atau kawat spiral harus disediakan
dengan memberikan 2U lilitan ekstra pada tiap ujung dari unit
spiral.
Penyambungan spiral harus dilakukan dengan menggunakan salah
satu dari beberapa metode di bawah ini
a# Sambungan lewatan yang tidak kurang dari pada nilai
terbesar dari 6<< mm dan panjang yang dihasilkan dari
salah satu ketentuan*ketentuan berikut ini
!1) Batang atau kawat ulir tanpa lapisan............1:d
b
!2) Batang atau kawat polos tanpa lapisan .. ...
9*d
b
!3) Batang atau kawat ulir berlapis
epoksi.....................................................9*d
b
!") Batang atau kawat polos tanpa lapisan dengan
kait standar atau kait pengikat pada ujung*ujung tulangan spiral yang
disambung lewatkan. Kait*kait tersebut harus tertanam di dalam inti beton
yang terkekang oleh tulangan spiral yang dimaksud.........................1:d
b
!5) Batang atau kawat ulir berlapis epoksi dengan
sengkang atau kait pengikat standar pada ujung*ujung tulangan spiral yang
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
disambung lewatkan. Kait tersebut harus tertanam di dalam inti beton yang
terkekang oleh tulangan spiral yang dimaksud..................................1:d
b
b# Sambungan mekanis dan las penuh yang sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
h# $ulangan spiral harus menerus mulai dari puncak fondasi atau
pelat pada setiap tingkat bangunan hingga ketinggian dari
tulangan hori=ontal terendah dari komponen struktur yang
ditumpu di atasnya.
i# )i mana tidak terdapat balok atau konsol pendek yang menyatu
pada semua sisi kolom, sengkang ikat harus menerus mulai dari
atas pengakhiran spiral hingga batas bawah pelat atau penebalan
panel.
j# Pada kolom dengan kepala kolom, tulangan spiral harus
mencapai ketinggian di mana diameter atau lebar kepala kolom
adalah dua kali diameter atau lebar kolom tersebut
k# Spiral harus diikat dengan baik di tempatnya, dan betul*betul
terletak pada garisnya dengan menggunakan pengatur jarak
vertikal.
l# %ntuk batang tulangan atau kawat spiral yang diameternya kurang
dari 2? mm, minimum dibutuhkan dua pengatur jarak untuk
diameter lingkaran spiral kurang dari ><< mm, tiga pengatur jarak
untuk diameter lingkaran spiral ><< sampai A<< mm, dan empat
pengatur jarak untuk diameter lingkaran spiral lebih dari A<< mm.
># Sengkang.
Penulangan sengkang untuk komponen struktur tekan harus
memenuhi ketentuan berikut 3ambar 9
a# Semua batang tulangan non*pratekan harus diikat dengan
sengkang dan sengkang ikat lateral, paling sedikit ukuran )*
2<untuk tulangan longitudinal lebih kecil dari )*65, dan paling
tidak )*26 untuk tulangan )*6?, )*99, )*>?, dan bundel tulangan
longitudinal. Sebagai alternatif boleh juga digunakan kawat ulir
atau jaringan kawat las dengan luas penampang ekivalen.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
b# Spasi vertikal sengkang dan sengkang ikat tidak boleh melebihi
2? kali diameter tulangan longitudinal, 9A kali diameter batang
atau kawat sengkang dan kait ikat, atau ukuran terkecil dari
komponen struktur tekan tersebut.
c# Sengkang dan kait ikat harus diatur sedemikian hingga setiap
sudut dan tulangan longitudinal yang berselang harus mempunyai
dukungan lateral yang didapat dari sudut sebuah sengkang atau
kait ikat yang sudut dalamnya tidak lebih dari 26> derajat, dan
tidak boleh ada batang tulangan yang jarak bersihnya lebih dari
2>< mm pada tiap sisi sepanjang sengkang atau sengkang ikat
terhadap batang tulangan yang didukung secara lateral. !ika
tulangan longitudinal terletak di sekeliling perimeter suatu
lingkaran, maka sengkang berbentuk lingkaran penuh dapat
dipergunakan.
d# Sengkang dan sengkang ikat di atas fondasi atau lantai pada tiap
tingkat harus diletakkan secara vertikal tidak lebih dari 2'5 jarak
spasi sengkang dan sengkang ikat, sedangkan di bawah tulangan
hori=ontal terbawah dari panel atau drop panel yang berada di
atas harus berjarak tidak lebih dari 2'5 jarak spasi sengkang.
$ambar ).8.Spasi antara tulangan*tulangan longitudinal kolom
2><
mm
boleh lebih dari 2><
mm
2><
mm
maksimum
26> derajat
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
e# !ika terdapat balok atau konsol pendek yang menyatu pada
keempat sisi suatu kolom, sengkang dan kait ikat boleh dihentikan
tidak lebih dari @> mm di bawah tulangan terbawah dari balok atau
konsol pendek yang paling kecil dimensi vertikalnya.
K. Penulangan lateral untuk komponen struktur lentur
2# $ulangan tekan balok harus diikat dengan sengkang atau kait ikat yang
memenuhi ketentuan ukuran dan jarak spasi atau dengan jaringan
kawat las yang mempunyai luas penampang ekivalen. Sengkang atau
kait ikat tersebut harus disediakan di sepanjang daerah yang
membutuhkan tulangan tekan.
5# $ulangan lateral untuk komponen struktur lentur yang menyatu kedalam
struktur kerangka yang menerima tegangan bolak*balik atau yang
mengalami torsi pada perletakan harus terdiri dari sengkang tertutup,
kait ikat tertutup, atau tulangan spiral yang menerus di sekeliling
tulangan lentur.
6# Sengkang atau kait tertutup boleh dibentuk dalam satu unit dengan
cara menumpang*tindihkan sengkang standar atau ujung kait yang
tertekuk mengelilingi tulangan longitudinal, atau terbuat dari satu atau
dua unit yang disambung lewatkan dengan sambungan lewatan
sepanjang 2,6l
d
.
#. Tulangan susut dan su/u
2# Pada pelat struktural di mana tulangan lenturnya terpasang dalam satu
arah saja, harus disediakan tulangan susut dan suhu yang arahnya
tegak lurus terhadap tulangan lentur.
a# $ulangan susut dan suhu harus disediakan berdasarkan
ketentuan pada butir penyaluran tulangan momen negatif atau
butir tulangan ulir yang digunakan sebagai tulangan susut dan
suhu.
b# Bila pergerakan akibat susut dan suhu cukup terkekang, maka
persyaratan pada butir pembebanan
5# $ulangan ulir yang digunakan sebagai tulangan susut dan suhu harus
memenuhi ketentuan berikut
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
a# $ulangan susut dan suhu harus paling sedikit memiliki rasio luas
tulangan terhadap luas bruto penampang beton sebagai berikut,
tetapi tidak kurang dari <,<<29
Pelat yang menggunakan batang tulangan ulir mutu 6<<
<,<<5<
Pelat yang menggunakan batang tulangan ulir atau jaring
kawat las "polos atau ulir# mutu 9<< <,<<2A
Pelat yang menggunakan tulangan dengan tegangan leleh
melebihi 9<< (Pa yang diukur pada regangan leleh sebesar
<,6>B <,<<2A79<<'fy
b# $ulangan susut dan suhu harus dipasang dengan jarak tidak lebih
dari lima kali tebal pelat, atau ><< mm.
c# Bila diperlukan, tulangan susut dan suhu pada semua penampang
harus mampu mengembangkan kuat leleh tarik fy sesuai dengan
ketentuan pada Butir penyaluran dan penyambungan tulangan.
6# $endon pratekan sesuai butir tendon pratekan yang digunakan sebagai
tulangan susut dan suhu harus mengikuti ketentuan berikut
a# $endon harus diproporsikan untuk memberikan suatu tegangan
tekan rata*rata sebesar 2,< (Pa pada luas penampang beton
bruto dengan menggunakan pratekan efektif, setelah kehilangan
tegangan, sesuai dengan ketentuan butir kehilangan pratekan.
b# Spasi tendon tidak boleh lebih dari 5 m.
c# Bila spasi antar tendon lebih dari 2,9 m, di antara tendon*tendon
yang terletak pada tepi pelat harus disediakan tambahan tulangan
non*pratekan yang memenuhi butir tulangan ulir yang dipasang
sebagai tulagnn suhu dan susut yang dipasang pada daerah dari
tepi pelat sampai sejauh jarak spasi tendon.
9# -al*hal berikut ini merupakan syarat minimum untuk konstruksi beton
cor setempat
M. Tulangan k/usus untuk integritas struktur
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
2# )alam pendetailan penulangan dan sambungan*sambungan,
komponen*komponen struktur harus dihubungkan atau diikat secara
efektif menjadi satu kesatuan untuk meningkatkan integritas struktur
secara menyeluruh.
a# Pada konstruksi balok berusuk, paling tidak terdapat satu batang
tulangan bawah yang menerus atau harus disambung lewat di
atas tumpuan dengan menggunakan teknik sambungan lewatan
tarik sepanjang (,<l
d
dan pada tumpuan yang tidak menerus
diangkurkan dengan suatu kait standar.
b# Balok yang berada pada perimeter struktur harus memiliki paling
tidak seperenam dari tulangan tarik yang diperlukan untuk momen
negatif pada tumpuan dan seperempat dari tulangan momen
positif yang diperlukan ditengah bentang diteruskan sekeliling
perimeter dan diikat dengan sengkang tertutup, atau sengkang
yang diangkurkan di sekitar tulangan momen negatif dengan kait
yang memiliki tekukan paling tidak 26>
o
. Sengkang tidak perlu
diteruskan ke daerah join. Bila diperlukan sambungan lewatan,
kebutuhan kontinuitas dapat diberikan melalui penempatan
sambungan lewatan tulangan atas pada tengah bentang dan
sambungan lewatan tulangan bawah dekat atau pada tumpuan
dengan sambungan lewatan sepanjang 2,<l
d
.
c# Pada balok yang bukan balok perimeter, bila tidak menggunakan
sengkang tertutup, paling tidak seperempat dari luas tulangan
bawah harus menerus atau disambung lewat di atas tumpuan
dengan menggunakan teknik sambungan lewatan tarik sepanjang
2,<l
d
dan pada tumpuan yang tidak menerus diangkur dengan
suatu kait standar.
5# %ntuk konstruksi beton pracetak, ikatan tarik harus dipasang pada arah
tegak, memanjang, melintang, dan di sekeliling perimeter struktur,
untuk mengikat elemen*elemen pracetak secara efektif. )alam hal ini,
ketentuan pada butir inegritas struktur harus dipenuhi.
6# %ntuk konstruksi pelat angkat lihat butir detail tulangan tanpa balok dan
butir sistem plat.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
).8.1.). Pemasangan ruji, batang pengikat dan tulangan pelat
!. &uji ?Do4el@
/uji harus terbuat dari batang baja polos dan memenuhi spesifikasi untuk
batang polos ,,S-$0 ( 62*A2, ,,S-$0 ( 95*A2 atau ,,S-$0 ( 62*A2.
/uji harus polos, tidak kasar atau tidak memiliki tonjolan sehingga tidak
mengurangi kebebasan pergerakan ruji dalam beton. ,pabila digunakan
topi pelindung muai yang terbuat dari logam "metal e6pansion cap
pelindung tersebut harus menutupi bagian ujung ruji dengan jarak > cm * @
cm. Pelindung harus memberikan ruang pemuaian yang cukup, dan harus
cukup kaku sehingga pada waktu pelaksanaan tidak rusak.
Batang ruji harus ditempatkan di tengah ketebalan pelat. Kepadatan beton
di sekeliling ruji harus baik agar ruji bisa berfungsi secara sempurna.
Bagian batang ruji yang bisa bergerak bebas, harus dilapisi dengan bahan
pencegah karat. Sesudah bahan pencegah karat kering, maka bagian ini
harus dilapisi dengan dengan cat atau diolesi dengan bahan anti lengket
sebelum ruji dipasang pelindung muai. %jung batang ruji yang dapat
bergerak bebas harus dilengkapi dengan tupi'penutup topi pelindung muai.
Pelapis ruji dari jenis plastik atau jenis lain dapat digunakan sebagai
pengganti bahan anti lengket.
/uji atau batang pengikat dan komponen perlengkapan ruji seperti dudukan
untuk penyangga tulangan, yang diletakkan pada pondasi bawah harus
cukup kuat untuk menahan pergeseran atau deformasi sebelum dan
selama pelaksanaan.
B. Pemasangan dudukan ruji
)udukan ruji harus ditempatkan pada lapis pondasi bawah atau tanah
dasar yang sudah dipersiapkan. Perlengkapan ruji harus ditempatkan tegak
lurus sumbu jalan, kecuali ditentukan lain pada 3ambar /encana. /uji
harus ditempatkan dengan kuat pada posisi yang telah ditetapkan sehingga
tekanan beton tidak akan mengganggu kedudukannya. Pada tikungan yang
diperlebar, sambungan memanjang pada sumbu bangunan harus diatur
sedemikian rupa sehingga mempunyai jarak sama dari tepi*tepi pelat.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Susunan batang ruji dan dudukannya harus dipasang pada garis dan
elevasi yang diperlukan dan harus dipegang kuat pada posisinya dengan
menggunakan patok*patok. ,pabila susunan batang ruji dan dudukannya
dibuat secara bagian demi bagian maka susunan tersebut harus
merupakan satu kesatuan.
=. Batang pengikat ?Tie Bars@
Batang pengikat harus terbuat dari batang baja ulir yang memenuhi
spesifikasi untuk batang tulangan, mutu minimum B!$%*59 dan
berdiameter minimum 2? mm. ,pabila digunakan batang pengikat dari jenis
baja lain, maka baja tersebut harus dapat dibengkokkan dan diluruskan
kembali tanpa mengalami kerusakan.
D. Tulangan
Baja tulangan harus bebas dari kotoran, minyak, lemak atau bahan*bahan
organik lainnya yang bisa mengurangi lekatan dengan beton atau yang
dapat menimbulkan kerugian lainnya. Pengaruh karat, kerak, atau
gabungan dari keduanya terhadap ukuran, berat minimum, serta sifat*sifat
fisik yang dihasilkan melalui pengujian benda uji dengan sikat kawat, tidak
memberikan nilai yang lebih kecil dari yang disyaratkan.
2# Persyaratan bahan
!enis baja tulangan dan perlengkapannya harus sesuai dengan
spesifikasi sebagai berikut
a# Baja tulangan berbentuk anyaman dari kawat yang memenuhi
persyaratan ,,S-$0 ( 6>*A2, atau ,,S-$0 ( 552*A2 untuk
tulangan dari kawat baja berulirK
b# ,nyaman batang baja yang memenuhi ,,S-$0 ( >9*A2K
c# Batang tulangan harus memenuhi persyaratan ,,S-$0 ( 95*A2
dan ,,S-$0 ( >6*A2.
5# Pemasangan tulangan
Beberapa hal yang harus diperhatikan pada pemasangan tulangan
adalah sebagai berikut
a# Pada perkerasan beton semen bersambung dengan tulangan,
tulangan harus terdiri atas anyaman kawat di las atau anyaman
batang bajaK +ebar dan panjang anyaman kawat atau anyaman
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
batang baja harus diatur sedemikian rupa, sehingga pada waktu
anyaman tersebut dipasang, kawat'batang baja yang paling luar
terletak @,> cm dari tepi'sambungan pelat.
b# Batang*batang baja pada setiap persilangan harus diikat kuat.
Batang*batang baja yang disambung, bagian ujung*ujungnya harus
berimpit dengan panjang tidak kurang dari 6< kali diameternya.
c# ,nyaman batang baja yang dibuat di pabrik dengan cara mengelas
pada tiap persilangan batang*batang tersebut, bagian ujung*ujung
batang memanjang harus berimpit dengan panjang minimal 6< kali
diameternyaK Pola anyaman harus sedemikian rupa sehingga
batang*batang baja harus mempunyai jarak tidak kurang dari > cm.
d# %jung lembar anyaman kawat baja harus ditumpang tindihkan
sebagaimana yang tercantum pada 3ambar /encana. +embar
anyaman harus diikat kuat untuk mencegah pergeseranK
e# ,pabila pelat "slab# dibuat dengan dua kali mengecor, maka
permukaan lapis pertamaharus rata dan terletak pada kedalaman
tidak kurang dari > cm di bawah permukaan akhir pelat. $ulangan
ditempatkan di atas lapis pertama pengecoranK Penghamparan
lapisan pertama harus mencakup seluruh lebar pengecoran dengan
panjang yang cukup untuk memungkinkan agar anyaman dapat
digelar pada posisi akhir tanpa terjadi kelebihan penulangan yang
terlalu jauh. %ntuk mencegah pergeseran, anyaman tulangan yang
berdampingan harus diikatK )alam pengecoran lapisan berikutnya,
adukan dituangkan di atas tulangan. %ntuk jangka waktu tertentu
permukaan beton lapis pertama tidak boleh dibiarkan terbuka lebih
dari 6< menit, terutama pada keadaan cuaca panas atau berangin.
Selama penghamparan pemasangan tulangan harus selalu diperiksa
dan apabila dipandang perlu harus dilakukan perbaikan.
f# Pada perkerasan beton semen menerus dengan tulangan, maka
tulangan harus dipasang sedemikian dengan kedalaman selimut
beton adalah X tebal pelat S 5,> cm dan tulangan melintangnya tidak
boleh terletak di bawah tengah*tengah tebal pelat. Pada beton
dengan penghamparan satu lapis, tulangan harus diletakkan pada
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
dudukan agar pada saat pengecoran tulangan tersebut dapat
ditahan pada posisi yang telah ditentukanK
Bahaya kerusakan sambungan tulangan pada umur muda dapat dikurangi
dengan cara mengatur pola sambungan secara miring atau bertangga dari
satu tepi perkerasan ketepi lainnya seperti terlihat pada 3ambar >.
Batang baja yang disambung, bagian ujungnya harus berimpit satu sama
lainnya dengan panjang minimum 6< kali diameternya, tetapi tidak boleh
kurang dari 9< cm.
$ambar ).9. Pola Sambungan
).8.1.8. Prosedur Penga4asan Pekerjaan Pembetonan
Beton yang dihasilkan harus memenuhi kekuatan sesuai dengan yang ditentukan
dalam perencanaan. Kandungan udara harus masih dalam batas yang dianjurkan
sesuai dengan ukuran agregat dan daerah di mana beton akan digunakan. Beton
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
harus mempunyai faktor air semen yang tidak lebih besar dari yang dianjurkan
untuk mengatasi kondisi lingkungan yang mungkin terjadi.
!. Si.at2si.at beton semen
8ampuran beton yang dibuat untuk perkerasan beton semen harus memiliki
kelecakan yang baik agar memberikan kemudahan dalam pengerjaaan tanpa
terjadi segregasi atau bliding dan setelah beton mengeras memenuhi kriteria
kekuatan, keawetan, kedap air dan keselamatan berkendaraan.
a# kadar air dan kandungan udaraK
Kadar air harus dijaga serendah mungkin "dalam batas kemudahan kerja# untuk
mendapatkan beton yang padat dan awet dengan kandungan udara yang sesuai
dengan persyaratan.
b# mutu agregatK
%ntuk mendapatkan kualitas beton yang diinginkan mutu agregat harus tetap
dijaga.
c# bahan tambah ",dmi7tures#K
Bahan tambah baru boleh digunakan hanya apabila sudah dilakukan penilaian
dan pengujian lapangan yang teliti.
d# kekesatan.
Caktor air semen yang rendah sangat membantu dalam mempertahankan
kekesatan permukaan perkerasan beton.
B. Ba/an beton semen
a# Sumber bahan
Bahan yang digunakan harus berasal dari sumber yang telah diketahui dan
dibuktikan telah memenuhi persyaratan dan ketentuan dalam pedoman ini, baik
mutu maupun jumlahnya. Bila kondisi setempat tidak memungkinkan, maka dapat
dilakukan perubahan'penyesuaian terhadap persyaratan tersebut tanpa
mengurangi mutu hasil pekerjaan.
b# ,gregat
Persyaratan mutu
,gregat yang digunakan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut
a# mutu agregat sesuai SK S.& S*<9*2HAH*CK
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
b# ukuran maksimum agregat harus Y 2'6 tebal pelat atau Y Z jarak bersih
minimum antar tulangan.
8ara pengelolaan
agregat harus dikelola untuk mencegah pemisahan butir, penurunan mutu,
pengotoran atau pencampuran antar fraksi dari jenis yang berbeda. Bila
bahan mengalami pemisahan butir, penurunan mutu atau pengotoran, maka
sebelum digunakan harus diperbaiki dengan cara pencampuran dan
penyaringan ulang, pencucian atau cara*cara lainnya
agregat harus dibentuk lapis demi lapis dengan ketebalan maksimum 2,< m.
(asing*masing lapis agar ditumpuk dan dibentuk sedemikian rupa dan
penumpukan lapisan berikutnya dilakukan setelah lapisan sebelumnya selesai
dan dijaga agar tidak membentuk kerucut
agregat yang berbeda sumber dan ukuran serta gradasinya tidak boleh di
satukan
semua agregat yang dicuci harus didiamkan terlebih dahulu minimum 25 jam
sebelum digunakan
waktu penumpukan lebih dari 25 jam harus dilakukan untuk agregat yang
berkadar air tinggi atau kadar air yang tidak seragam
pada waktu agregat dimasukkan ke dalam mesin pengaduk, agregat tersebut
harus mempunyai kadar air yang seragam
agregat halus'pasir harus diperiksa kadar airnya. Folume agregat yang
mempunyai kadar air bervariasi lebih dari >B, harus dikoreksi. Pada
penakaran dengan berat, banyaknya agregat setiap fraksi harus ditimbang
terpisah. ,gregat harus diperiksa kadar airnya, berat agregat yang mempunyai
kadar air bervariasi lebih dari 6B harus dikoreksi.
Semen
Semen yang akan digunakan untuk pekerjaan beton semen harus sesuai
dengan S.& 2>*5<9H*2HH9. Semen harus dipilih dan diperhatikaan sesuai
lingkungan dimana perkerasan digunakan serta kekuatan awalnya harus cukup
untuk pemotongan sambungan dan ketahanan abrasi permukaan.
8ara penyimpanan semen harus mengikuti ketentuan sebagai berikut
i. semen disimpan di ruangan yang kering dan tertutup rapat
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
ii. semen ditumpuk dengan jarak setinggi minimum <,6< meter dari lantai
ruangan, tidak menempel 'melekat pada dinding ruangan dan
maksimum setinggi 2< =ak semen
iii. tumpukan =ak semen disusun sedemikian rupa sehingga tidak terjadi
perputaran udara di antaranya dan mudah untuk diperiksa
iv. semen dari berbagai jenis'merk harus disimpan secara terpisah
sehingga tidak mungkin tertukar dengan jenis'merek yang lain
v. semen yang baru datang tidak boleh ditimbun di atas timbunan semen
yang sudah ada dan penggunaannya harus dilakukan menurut urutan
pengiriman
vi. apabila mutu semen diragukan atau telah disimpan lebih dari 5 bulan
maka sebelum digunakan harus diperiksa terlebih dahulu bahwa semen
tersebut memenuhi syarat
vii. pada penggunaan semen curah, suhu semen harus kurang dari @<
<
8
Semen produksi pabrik dalam kantong yang telah diketahui beratnya tidak
perlu ditimbang ulang. Semua semen curah harus diukur dalam berat.
$ambar ).:.. 3udang Penyimpanan Semen
,ir
,ir yang digunakan untuk campuran atau perawatan harus bersih dan bebas
dari minyak, garam, asam, bahan nabati, lanau, lumpur atau bahan*bahan lain
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
yang dalam jumlah tertentu dapat membahayakan. ,ir harus berasal dari
sumber yang telah terbukti baik dan memenuhi persyaratan sesuai SK S.& S*
<9*2HAH*C.
,ir harus diukur dalam volume atau berat dengan alat ukur yang mempunyai
akurasi 5B.
,kurasi alat ukur harus diperiksa setiap hari.
Bahan tambah ",dmi7tures#
Penggunaan bahan tambah dapat dilakukan untuk maksud
i. kemudahan pekerjaan "workability# yang lebih tinggi, atau
ii. pengikatan beton yang lebih cepat, agar penyelesaian akhir "finishing#,
pembukaan acuan dan pembukaan jalur lalu*lintas dapat dipercepat,
atau
iii. pengikatan yang lebih lambat, misalnya pada pembetonan yang lebih
jauh
Proporsi bahan tambah dalam campuran harus didasarkan atas hasil
percobaan.
Setiap bahan tambah yang digunakan harus memenuhi spesifikasi sebagai
berikut
a# S.& <6*59H> 12HH2 Bahan tambah untuk betonK
b# S.& <6*59H?*2HH2 Spesifikasi bahan tambah pembentukan gelembung
udaraK
c# ,S$( 8*?2A Spesifikasi untuk Cly ,sh atau 8alcined .atural Po==olan
yang digunakan dalam Beton Semen PortlandK
d# ,,S-$0 ( 299*@A Spesifikasi untuk 8alcium 8hloride.
Beberapa jenis bahan tambah dan kegunaannya seperti diperlihatkan pada $abel
>.A.
$abel >.A !enis dan kegunaan bahan tambah
o 'enis Kegunaan Maksud
2 ,ir 4ntrainment Kemudahan pengerjaan
kedap air dan keawetan.
(emasukkan gelembung
udara "<,<6 *
<,<A mm# secara merata ke
dalam beton.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
o 'enis Kegunaan Maksud
5 Water /educer (empertahankan slump
dan kemudahan
pengerjaan
(engurangi penggunaan air
dan semen.
6 /etarder (enyesuaikan waktu
pelaksanaan pembetonan.
(emperlambat waktu
pengikatan.
9 ,ccelerator Kuat awal tinggi dalam
waktu relatip singkat.
$idak boleh digunakan
bersamaan dengan N ,ir
4ntrainmentO.
Sering mengandung
8alcium
8hlorida yang
menimbulkan korosi dan
reaksi alkali*agregat.
8atatan
+ebih aman bila digunakan

* Semen kuat awal tinggi.
* Beton mutu tinggi.
* Pemanasan uap.
(empercepat waktu
pengikatan.
> Plastici=er (eningkatkan kemudahan
dan mutu pengerjaan
"workability#.
Bila proporsi campuran dan
bentuk agregat kurang baik,
adukan kurang N workableO.
Bila jarak tulangan rapat.
? +ain*lain Po=olan (engendalikan suhu
dalam beton dan
mencegah reaksi alkali*
agregat.
Beton masif "mutu dan cara uji
semen
po=olan sesuai dengan S&&
<265*@>#.
=. Penentuan proporsi >ampuran beton semen
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Penentuan proporsi campuran awal diperoleh berdasarkan perhitungan rancangan
dan percobaan campuran di laboratorium. Proporsi rencana campuran akhir harus
didasarkan pada percobaan penakaran skala penuh pada awal pekerjaan.
,pabila ketentuan kadar semen minimum diterapkan, maka disarankan untuk
menggunakan semen minimum 66> kg'm
6
, kecuali bila pengalaman setempat
menunjukkan bahwa nilai tersebut dapat diturunkan.
)isarankan kuat tarik lentur beton yang ditentukan untuk tujuan perencanaan dan
keawetan pada umur 5A hari tidak boleh lebih kecil dari 9 (Pa "9< kg'cm
5
#.
Bila dalam perencanaan dimasukkan parameter lain dari beton, maka kebutuhan
semen per m
6
beton berdasarkan metoda semen minimum, harus dinaikkan atau
diturunkan berdasarkan pengalaman. )alam hal apapun kadar semen tidak boleh
lebih kecil dari 5A< kg'm
6
D. Pengadukan beton semen
%nit penakaran "Batching Plant#
%nit penakaran terdiri atas bak*bak atau ruangan*ruangan terpisah untuk
setiap fraksi agregat dan semen curah. ,lat ini harus dilengkapi dengan
bak penimbang "weighting hoppers#, timbangan "scales# dan pengontrol
takaran "batching controls#.
Semen curah harus ditimbang pada bak penimbang yang terpisah, dan
tidak boleh ditimbang kumulatif dengan agregat.
$imbangan harus cukup mampu untuk menimbang bahan satu adukan
dengan sekali menimbang.
,lat penimbang harus dapat menimbang semua bahan secara teliti.
Ketelitian timbangan harus diperiksa sebelum digunakan dan secara
berkala selama
pelaksanaan.
Pengukuran dan penanganan bahan
Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut
a# semen curah maupun semen kemasan dapat digunakan, asalkan
menggunakan cara penakaran yang sama. Semen yang berbeda
merek tidak boleh digunakan pada pencampuran yang bersamaan.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Semen harus ditimbang dengan penyimpangan maksimum 2B.
,pabila digunakan semen kemasan, maka jumlah semen dalam satu
adukan beton harus merupakan bilangan bulat dalam =akK
b# agregat ditimbang dengan penyimpangan maksimum 5 BK
c# air pencampur dapat ditakar berdasarkan volume atau berat.
$oleransi penakaran maksimum 2BK
d# bahan tambah yang digunakan harus dicampur ke dalam air sebelum
dituangkan ke dalam mesin pengaduk. Bahan tambah dapat ditakar
dalam berat atau volume, dengan toleransi penakaran maksimum 6B.
Bila digunakan bahan tambah pembentuk udara "air entraining
admi7ture# bersamaan dengan bahan kimia, maka masing*masing
bahan tambah harus ditakar dan ditambahkan kedalam adukan
secara terpisahK
e# abu terbang "fly ash# atau po=olan lainnya harus ditakar dalam berat
dengan batas ketelitian 6 B.
8ara pengadukan beton semen
Pengadukan beton semen merupakan bagian paling penting dari tahapan*
tahapan, harus menghasilkan beton semen yang homogen, seragam dan
ekonomis. %ntuk memperoleh hasil yang seperti itu, pemilihan tipe alat dan
pengoperasiannya harus dilakukan secara tepat, demikian juga
penempatan alat pengaduk dan material bahan campuran beton.
Bahan tambah yang berupa cairan harus dicampur ke dalam air sebelum
dituangkan ke dalam mesin pengaduk. Seluruh air campuran harus sudah
dimasukkan ke dalam mesin pengaduk sebelum seperempat masa
pengadukan selesai.
+ama waktu pencampuran "mi7ing time# yang diperlukan ditetapkan dari
hasil percobaan campuran. Waktu pencampuran tidak boleh kurang dari @>
detik, kecuali ada data untuk mencampur minimum ?< detik.
,pabila digunakan beton siap campur "/eady*mi7ed 8oncrete#,
pelaksanaan pencampuran beton harus sesuai dengan persyaratan Pd. S*
<5*2HH?*<6.
a# 8ara masinal
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
)alam mengerjakan pengadukan beton sebaiknya digunakan peralatan
yang telah memenuhi semua persyaratan yang bisa dikendalikan secara
otomatis, baik dalam hal penimbangan atau penakaran material maupun
pengadukannya.
(esin pengaduk harus dilengkapi dengan petunjuk dari pabrik yang
menyatakan kapasitas dan jumlah putaran per menit yang dianjurkan.
b# 8ara semi masinal
,pabila cara masinal tidak bisa dilaksanakan sepenuhnya, pengadukan
beton dapat dikerjakan dengan cara semi masinal, yaitu dengan
peralatan atau mesin yang tidak sepenuhnya bisa dikendalikan secara
otomatis "beton molen#. Kondisi pelaksanaan seperti ini harus disertai
dengan pengawasan yang lebih baik.
c# 8ara manual
%ntuk pekerjaan bagian*bagian tertentu dengan jumlah kecil atau dalam
hal kondisi darurat, pengadukan dengan tangan "hand mi7ing#
menggunakan sekop dan cangkul boleh dilakukan.
E. Pengangkutan adukan beton
Pengangkutan adukan beton ke lokasi pengecoran dapat menggunakan
antara lain tipping trucks, truck mi7ers atau agitators, sesuai dengan
pertimbangan ekonomis dan jumlahnya beton yang diangkut. Pengangkutan
harus dapat menjaga campuran beton tetap homogen, tidak segregasi, dan
tidak menyebabkan perubahan konsistensi beton.
,pabila beton diangkut dengan peralatan yang tidak bergerak "non*agitating#,
rentang waktu terhitung mulai semen dimasukkan ke dalam mesin pengaduk
hingga selesai pengangkutan ke lokasi tidak boleh melebihi 9> menit untuk
beton normal dan tidak boleh melebihi 6< menit.
untuk beton yang memiliki sifat mengeras lebih cepat atau temperatur beton [
6<\ 8. ,pabila digunakan truck mi7ers atau truck agitators, rentang waktu
pengangkutan dapat diijinkan hingga ?< menit untuk beton normal tetapi harus
lebih pendek lagi jika untuk beton yang mengeras lebih cepat atau temperatur
beton [ 6<\ 8.
7. Penge>oran, peng/amparan, dan pemadatan
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Pengecoran
Pengecoran beton harus dilakukan secara hati*hati agar tidak terjadi
segregasi. $inggi jatuh adukan beton harus diperhatikan antara <,H< m 1
2,>< m tergantung dari konsistensi adukan.
,pabila dalam pengecoran digunakan mesin pengaduk di tempat,
penuangan adukan beton dapat dilakukan menggunakan baket "bucket#
dan talang. %ntuk beton tanpa tulangan adukan beton dapat dituangkan di
atas permukaan yang telah disiapkan di depan mesin penghampar. -arus
diusahakan agar penumpahan adukan beton dari satu adukan ke adukan
berikutnya berlangsung secara berkesinambungan sebelum terjadi
pengikatan akhir "final setting#.
Pengecoran pada cuaca panas
Bila pelaksanaan perkerasan dilakukan pada cuaca panas dan bila
temperatur beton basah "fresh concrete# di atas 59
<
8, pencegahan
penguapan harus dilakukan. ,ir harus dilindungi dari panas sinar matahari,
dengan cara melakukan pengecatan tanki air dengan warna putih dan
mengubur pipa penyaluran atau dengan cara lain yang sesuai. $emperatur
agregat kasar diturunkan dengan menyemprotkan air. Pengecoran beton
harus dihentikan bila temperatur beton pada saat dituangkan lebih dari 65
<
8.
Kehilangan kadar air yang cepat dari permukaan perkerasan akan
menghasilkan kekakuan yang lebih awal dan mengurangi waktu yang
tersedia untuk menyelesaikan pekerjaan akhir.
)alam keadaan seperti ini tidak diperbolehkan menambahkan air ke
permukaan pelat. Pada kondisi yang sangat terpaksa berkurangnya kadar
air bisa diimbangi dengan melakukan pengkabutan.
Penghamparan
,da dua metoda penghamparan beton semen.
a# metoda menerusK
Pada metoda ini beton dicor secara menerus. Sambungan*sambungan
melintang dapat dibuat ketika beton masih basah atau dengan cara
digergaji sebelum retak susut terjadi.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
b# metoda panel*berselang.
Pada metoda ini beton dicor dengan sistem panel*panel berselang.
Panel*panel yang kosong di antara panel*panel yang sudah dicor,
pengecorannya dikerjakan setelah 9 1 @ hari berikutnya.
Pada pekerjaan besar harus disediakan penghampar jenis dayung
"paddle# atau ulir "auger#, atau ban berjalan, maupun jenis wadah
"hopper# dan ulir, kecuali apabila digunakan penghampar acuan
gelincir. Pada mesin penghampar acuan gelincir, peralatan
penghampar biasanya sudah menyatu. Semua peralatan harus
dioperasikan secara seksama. Pada pekerjaan yang lebih kecil,
penghamparan dapat dilakukan dengan cara manual.
Beton harus dihampar dengan ketebalan yang sesuai dengan tipe dan
kapasitas alat pemadat.
,pabila perkerasan beton menggunakan tulangan, pemasangan
tulangan harus diperkuat oleh dudukan kemudian beton dicor dan
dipadatkan dari atas.
Pemadatan
,dukan beton harus dipadatkan dengan sebaik*baiknya. ,da dua metoda
untuk memadatkan beton yaitu pemadatan dengan tangan dan
pemadatan dengan getaran.
a# pemadatan dengan tangan "hand tamping#K
,lat ini biasanya digunakan untuk pekerjaan*pekerjaan kecil. ,lat ini
dapat dibuat dari balok kayu berukuran 55,> 7 @,> mm
5
dengan panjang
sesuai lebar jalur yang dicor.
Bagian bawah tepi balok kayu diperkuat dengan pelat besi tebal > mm
seperti diperlihatkan pada 3ambar >.H.
%ntuk memadatkan beton, mula*mula alat ini dipasang mendatar di
atas permukaan beton, kemudian diangkat dan dijatuhkan secara
berulang*ulang. Setelah pemadatan selesai, alat ini bisa sekaligus
dipakai untuk meratakan dan merapikan permukaan beton.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
$ambar ).;. $ipikal ,lat Pemadat $angan ".and $amping#
b# pemadatan dengan getaran yang dioperasikan dengan tangan "-and*
operated vibrating beam#.
,lat ini berupa balok yang bertumpu di atas acuan*acuan samping.
Kepadatan beton
dicapai dengan menggetarkan satu unit balok penggetar yang
dioperasikan secara
manual seperti diperlihatkan pada $ambar ).(<.
Sebagai tambahan untuk pemadatan bagian*bagian tepi atau sudut,
dapat digunakan
alat pemadat yang dibenamkan ke dalam beton "immersion vibrator#.
Pemadatan beton
harus dihentikan sebelum terjadi bliding "bleeding# pada permukaan
beton, dan harus
sudah selesai sebelum pengikatan awal terjadi.
%ntuk daerah di sekitar ruji dan dudukan, pada tepi*tepi dan sudut*sudut
sekitar fasilitas
drainase, dan pada pelat*pelat tidak beraturan, pada jalan masuk dan
persimpangan,
diperlukan penanganan khusus untuk mencapai kepadatan yang baik.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
$ambar ).(<.Pemadatan dengan getaran yang dioperasikan dengan tangan
".and 7 *perated 8ibrating Beam#
).8.1.9. Prosedur Perlindungan dan Pera4atan Beton
!. Perlindungan
Setelah beton dicor dan dipadatkan, hingga berumur beberapa hari, beton
harus dilindungi terhadap kerusakan yang disebabkan oleh faktor
lingkungan.
a# pencegahan retak susut plastisK
/etak susut plastis adalah retak yang terjadi pada permukaan beton
basah dan pada saat masih plastis.
Penyebab utama dari retak tipe ini adalah pengeringan permukaan beton
yang terlalu cepat yang dipengaruhi oleh kelembaban relatif, temperatur
beton dan udara serta kecepatan angin.
$ingkat penguapan akan sangat tinggi bila kelembaban relatif kecil,
temperatur beton lebih tinggi dari temperatur udara, dan bila angin
bertiup pada permukaan beton.
Bilamana terjadi kombinasi panas, cuaca kering dan angin yang kencang
akan mengakibatkan hilangnya kelembaban yang lebih cepat
dibandingkan dengan pengisian kembali rongga oleh proses aliran air.
Pengeringan yang cepat juga terjadi pada cuaca dingin, jika temperatur
beton pada saat pengecoran adalah lebih tinggi dari pada temperatur
udara.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
!ika laju penguapan air lebih dari 2,< kg'm
5
per jam, pencegahan harus
dilakukan untuk menghindari terjadinya retak susut plastis. Besarnya laju
penguapan dapat diestimasi dengan menggunakan nomogram seperti
diperlihatkan pada 3ambar >.22.
Prosedur untuk meminimalkan retak akibat susut plastis
buat pelindung angin untuk mengurangi pengaruh angin dan atau
sinar matahari terhadap permukaan beton semen
kendalikan perbedaan temperatur yang berlebihan antara beton dan
udara baik cuaca panas maupun dingin
hindari keterlambatan penyelesaian akhir setelah pengecoran beton
rencanakan waktu antara pengecoran dan permulaan perawatan
dengan memperhatikan prosedur pelaksanaan, apabila terjadi
keterlambatan, lindungi beton dengan penutup sementara
lindungi beton selama beberapa jam pertama setelah pengecoran
dan pembuatan tekstur permukaan untuk meminimalkan penguapan
b# perlindungan terhadap hujanK
%ntuk melindungi beton belum berusia 25 jam, harus ditutup dengan
bahan seperti plastik, terpal atau bahan lain yang sesuai.
c# perlindungan terhadap kerusakan permukaan.
Perkerasan harus dilindungi terhadap lalu*lintas umum dan proyek,
dengan pemasangan rambu lalu*lintas, penerangan lampu, penghalang,
dan lain sebagainya.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
$ambar ).((. .omogram penentuan besar laju penguapan
B. Pera4atan
Perawatan perlu dilakukan dengan seksama karena sangat menentukan
mutu akhir beton.
Setelah pelaksanaan akhir dan pengteksturan seluruh permukaan beton
harus dirawat.
Salah satu perawatan yang baik adalah dengan cara penyemprotan bahan
larutan yang sesuai, seperti pigmen putih "white*pigmented#, bahan dasar
resin "resin*based# atau bahan dasar karet klorinat "chlorinated*rubber*
base#, selaput kompon yang sesuai dengan ,S$( 86<H. Kompon harus
disemprotkan dengan jumlah <,6 ltr'm
5
"6,@> m
5
'ltr# untuk tebal pelat [ 25,>
cm dan <,5 ltr'm
5
"5,> m
5
'ltr# untuk tebal pelat ] 25,> cm.
Bidang*bidang tepi perkerasan harus segera dilapisi paling lambat ?< menit
setelah acuan dibongkar. ,pabila pada masa perawatan terjadi kerusakan
lapisan perawatan, maka lapisan perawatan tersebut harus segera
diperbaiki.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
(etoda perawatan yang lain seperti dengan lembaran plastik putih dapat
dilakukan bilamana perawatan dengan selaput kompon tidak
memungkinkan.
Penempatan lembaran plastik putih harus dilaksanakan pada saat
permukaan beton masih basah. !ika permukaan terlihat kering sebelum
beton mengeras, harus dibasahi dengan cara pengkabutan sebelum
lembaran plastik tersebut dipasang. Sambungan lembaran penutup harus
dipasang tumpang tindih selebar >< cm dan harus dibebani sedemikian
rupa sehingga tetap lekat dengan permukaan perkerasan beton. +embaran
penutup harus dilebihkan pada tepi perkerasan beton dengan lebar yang
cukup sehingga dapat menutup sisi samping dari permukaan pelat beton
setelah acuan samping dibuka. +embaran tersebut hendaknya masih
berada pada tempatnya selama waktu perawatan.
Penggunaan karung goni yang lembab untuk menutup permukaan beton
dapat dipergunakan, lembar penutup harus diletakkan sedemikian rupa
sehingga menempel pada permukaan beton, tetapi tidak boleh diletakkan
sebelum beton cukup mengeras guna mencegah pelekatan. Penutup harus
dipertahankan dalam keadaan basah dan pada tempatnya selama minimal
@ hari.
=. Kelandaian 0ang >uram
Pada kelandaian yang curam "L ?B# diperlukan alur yang lebih dalam
untuk memberikan kekesatan yang lebih tinggi.
Prosedur pelaksanaan harus memperhatikan hal*hal sebagai berikut
a# arah penghamparan perkerasan harus selalu dimulai dari bagian yang
rendahK
b# pada sambungan melintang lidah alur, balok pembuat alur harus
dipasang pada acuan tepi atas dari panel bagian bawah. Balok pembuat
alur terlebih dahulu harus dicabut sebelum panel atasnya dicor, untuk
mendapatkan sambungan yang kuatK
c# harus dibuat angker panel "3ambar 25# dan angker blok "3ambar 26#
sesuai keperluanK
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
d# kelecakan dari campuran beton harus disesuaikan dengan kemiringan
untuk mengurangi campuran beton mengalir kebawah selama
pemadatan.
Penggunaan adukan beton yang kental memerlukan balok penggetar untuk
memadatkannya, atau dengan menggunakan pemadat tangan, namun
memerlukan usaha yang lebih keras.
Penggunaan metoda panel berselang memungkinkan aliran beton bisa
terjadi yang akan menyebabkan naiknya ketinggian pada sambungan
dengan pelat sebelumnya. -al ini bisa diatasi dengan melakukan perataan
kembali dari beton yang masih plastis disekitar sambungan dalam waktu 6<
menit sejak penyelesasian akhir.
$ambar ).(*. ,ngker panel $ambar ).(-. ,ngker blok
).8.1.:. Prosedur Pengendalian Mutu
A. Kegiatan pengontrolan yang harus dilakukan selama pelaksanaan
-al*hal utama yang harus dilakukan dalam pengawasan selama
pelaksanaan perkerasan beton semen sebagai berikut
a# pekerjaan awalK
mempelajari gambar rencana dan spesifikasi
pemahaman lebih dalam terhadap lokasi proyek, lajur dan
kemiringan
peralatan dan 0rganisasi Kontraktor Pelaksana
penentuan tugas dan tanggung jawab
menentukan pengujian, pencacatan dan laporan yang diperlukan
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
peralatan dan fasilitas untuk pemeriksaan, pengujian dan
pengendalian
b# bahanK
Semua bahan harus diidentifikasi mengenai sumber, jumlah dan
kesesuaian dengan persyaratan, penanganan, penimbangan dan
pembuangan bahan yang ditolak. Bahan tersebut meliputi
semen
agregat
air
bahan tambah
tulangan, ruji, dan bahan pengikat
material perawatan beton
bahan sambungan
c# perbandingan campuranK
pengujian agregat meliputi gradasi, berat jenis, penyerapan, kadar
lempung
data perencanaan campuran meliputi kadar semen, proporsi
agregat, air, rongga udara, kelecakan dan kekuatan
volume takaran meliputi ukuran takaran, berat material dalam
takaran dan koreksi kadar air agregat
d# unit penakar ' penimbang meliputiK
pemeriksaan peralatan untuk menimbang dan mengukur semen,
agregat, air dan bahan tambah
pemeriksaan peralatan untuk penanganan material, pengangkutan
dan skala timbangan
e# unit pencampur K
Pemeriksaan peralatan pencampur, lama waktu pencampuran, alat
pengatur waktu dan penghitungan jumlah takaran sebelum pengecoran
beton semen K
acuan kecocokan acuan, alinemen, kemiringan dan ruji
tanah dasar kerataan, pemeriksaan permukaan akhir dan kadar air
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
sambungan muai bahan sambungan, lokasi, alinemen, dudukan
dan ruji
f# pembetonan K
persiapan bahan, perlengkapan peralatan, tenaga kerja dan bahan
pelindung cuaca
pencampuran jenis peralatan, konsistensi, kadar udara, pemisahan
butir "segregasi# dan keterlambatan
pengangkutan batas waktu, pengecekan pemisahan butir dan
perubahan konsistensi
pengecoran penempatan adukan, pemisahan butir, tinggi jatuh,
penyebaran, pemadatan, penggetaran, penempatan sambungan dan
pemeriksaan sambungan
penyelesaian akhir melintang dan memanjang, kelurusan dan
kerataan, lingkungan, pengteksturan dan perapihan tepi
pembentukan sambungan susut pembentukan sambungan,
alinemen, perapihan tepi dan pemeriksaan permukaan sambungan
g# setelah pembetonan K
waktu pembongkaran acuan kerusakan agar dihindari
perawatan metoda, peralatan dan bahan, keseragaman, waktu
mulai perawatan dan lama waktu perawatan
perlindungan beton basah, hujan, lalu*lintas, cuaca dingin, cuaca
panas dan pencatatan temperatur
sambungan yang digergaji peralatan, waktu penggergajian dan
pelebaran bagian atas pada sambungan
penutup sambungan peralatan, temperatur, bahan penutup,
pembersihan sambungan dan penutupan
pemeriksaan permukaan kelurusan dan kerataan, perbaikan atau
penggantian
h# pengujian beton semen.
campuran beton basah pengujian kelecakan "dengan slump# dan
kadar udara.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
pengujian kekuatan pengambilan contoh, pembuatan benda uji,
penyimpanan dan perawatan benda uji, pengujian kuat tekan,
pengujian kuat tarik lentur, pengambilan contoh inti dan
penggergajian perkerasan untuk pengujian kuat tarik lentur.
B. oleransi penyimpangan
a# kerataan permukaan baik melintang atau memanjangK
Penyimpangan kerataan permukaan, dari garis lurus bisa ditentukan
dengan menggunakan mistar perata "straight edge# dengan panjang 6
meter. $oleransi permukaan pada jalan dengan volume lalu lintas
ringan untuk jalan perkotaan dengan kecepatan rendah ialah ? mm,
sedangkan untuk kecepatan tinggi 6 mm dengan menggunakan mistar
perata 6 meter.
b# ketebalan.
Perkerasan beton harus dilaksanakan sesuai tebal yang diinginkan.
!ika dipandang perlu untuk menentukan ketebalan perkerasan setelah
penghamparan, bisa dilakukan dengan mengukur contoh inti " core
drill# dari perkerasan. Satu bor inti harus diambil dari setiap 29< m
5
perkerasan yang dihamparkan pada setiap lajur. (asing masing hasil
pengeboran harus diukur sesuai dengan ,S$( 8 2@9. Penerimaan
pekerjaan harus didasarkan pada hasil pengujian contoh inti yang
diambil dari pekerjaan yang telah selesai.
Bilamana hasil pengukuran bor inti meragukan diperlukan dua contoh
inti tambahan yang diambil dengan jarak 2< meter "satu sebelumnya
dan satu lagi sesudahnya# dari lokasi pengambilan bor inti yang
pertama, lubang bekas pengeboran harus ditutup kembali dengan
sempurna. Pertimbangan yang diperlukan sebagai dasar penerimaan
pekerjaan sehubungan dengan toleransi tebal, sesuai dengan
spesifikasi yang berlaku.
).8.). Pasangan Batu
a. Umum
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Pasangan batu akan digunakan dalam pembangunan berbagai
bangunan dan pendukungnya yang mencakup namun tidak terbatas
kepada, bangunan hidraulik, pelapis saluran dan bangunan pelindung,
saluran drainase, dinding penahan 2retaining walls35 penahan lereng,
pondasi untuk bangunan, pembatas jalan, dan lain sebagainya. Semua
pekerjaan pasangan batu harus dilaksanakan berdasarkan persyaratan
yang tersebut dalam bab ini, dan juga kepada persyaratan garis, level,
gradasi dan dimensi sebagaimana yang ditentukan dalam 3ambar
maupun yang disyaratkan oleh )ireksi Pekerjaan.
Bahan dan metode konstruksi untuk pasangan batu harus memenuhi
standar yang disebutkan dalam bab Spesifrkasi %mum. Peraturan
&ndonesia yang berlaku untuk material adalah P%B&*2HA5 "Peraturan
%mum Baran Bangunan di &ndonesia#. Selain itu spesifikasi juga harus
mengacu kepada Standar Perencanaan &rigasi yang diterbitkan oleh
)irjen Pengairan, )epartemen Pemukiman dan Pengembangan
Prasarana Wilayah, /epublik &ndonesia.
b. Material Pasangan Batu
(aterial yang harus digunakan dalam pasangan batu adalah sebagai
berikut
2. Batu
Batu pasangan berasal batuan sungai maupun hasil pemecahan
sebagaimana yang disetujuil oleh )ireksi Pekerjaan, tidak saling
melekat satu sama lainnya dan tidak memiliki cacat lainnya.
Batu harus memiliki spesific gravit tidak kurang dari 5,>.
Batu pasangan harus terdiri dari ukuran yang beragam, dipasang
dengan batuan pemukulan dengan palu sehinggga saling berdekatan
dan tidak ada siar besar diantaranya. Setiap batu harus memiliki berat
antara ? hingga 5> kg. Batu yang lebih kecil dapat digunakan, namun
harus memperoleh persetujuan dari )ireksi Pekerjaan terlebih dahulu.
%kuran maksimum batu harus dibatasi hingga 5'6 ketebalan plat atau
dinding yang akan dibangun, atau tidak boleh lebih besar dari pada 6<
cm. Kecuali diijinkan oleh )ireksi Pekerjaan, penggunaan batu bulat,
hanya diijinkan dalam jumlah yang terbatas dengan pencampuran
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
dengan batu bersudut, dan tidak boleh digunakan untuk dinding dengan
ketebalan kurang dari 9< cm.
Batu pasangan yang disimpan di lokasi proyek harus dijaga agar pada
saat akan dipasang berada dalam keadaan basah.
2. ,dukan semen untuk perekat
,dukan semen untuk perekat pasangan batu harus terdiri dari
campuran semen Portland dan agregat'pasir halus yang sesuai
dengan persyaratan bahan. $iga jenis adukan yang akan digunakan
sebagaimana tercantum dalam gambar maupun atas arahan )ireksi
Pekerjaan, adalah seperti berikut
- 2 bagian semen dengan 5 bagian agregat'pasir halus untuk
bangunan berkekuatan tinggi,
- 2 bagian semen dengan 6 bagian agregat'pasir halus untuk
pasangan batu yang terkena aliran air,
- 2 bagian semen dengan 9 bagian agregat'pasir halus untuk
pasangan batu pondasi dan bangunan yang tidak terkena
aliran air.
,dukan harus dicampur dengan air secukupnya hingga menghasilkan
adukan yang konsisten.
>. Pemasangan Dan Pen0usunan Batu
Sebelum dipasang, batu harus dibersihkan secara menyeluruh terhadap
kotoran tanah, pasir, dan kotoran lainnya. Selain itu batu juga harus
dipasang dalam keadaan basah.
)alam pemasangan, batu harus ditata dengan tangan sebagian rupa
sehingga permukaan rata dari batu, tegak lurus terhadap arah tegangan
utama dan seluruh adukan semen melekat di seluruh pertemuan
permukaan batu. Penataan lebih lanjut dilakukan dengan pemukulan
palu baja. ,pabila pemukulan ini menimbulkan kerusakan pada batu,
maka batu tersebut harus diambil, dibersihkan, dan dipasang kembali
dengan adukan semen baru. Setiap celah pertemuan batu harus
dipenuhi dengan adukan. -arus diyakinkan pula bahwa seluruh
permukaan batu terlapisi oleh adukan semen.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
!arak siar antar batu tidak boleh kurang dari 2< kilometer dan tidak
boleh lebih dari >< milimeter dan tidak diperbolehkan adanya
permukaan batu yang bersentuhan langsung dengan batu lainnya.
%kuran dan distribusi batu harus sedemikian rupa sehingga dapat
diperoleh penyediaan volume adukan semen yang sedikit mungkin.
Pemasangan batu harus dilakukan berselang*seling sehingga setiap titik
pertemuan batu memiliki arah vertikal dan hori=ontal. -arus dihindarkan
pula adanya bidang pertemuan batu yang lurus hori=ontal dan sambung
menyambung.
d. Sambungan Kontraksi dan Sambungan Sendi ?!ontraction
"oint dan #alse "oint@
1. Sambungan Kontraksi
Sambungan kontraksi harus dipasang pada dinding batu,
struktur penahanan dan pelapis saluran, sebagaimana
ditentukan dalam gambar atau yang ditentukan oleh )ireksi
Pekerjaan, atau pada interval tidak lebih dari 5< meter. Kecuali
ditentukan lain oleh )ireksi Pekerjaan, sambungan kontraksi
pada pasangan batu harus dibuat sebagaimana sambungan
kontraksi pada struktur beton, sebagaimana dalam bab
pekerjaan Beton pada Spesifikasi $eknis ini. Sambungan
kontraksi pada pasangan batu dan struktur penahan harus
berupa bidang vertikal atau tegak lurus terhadap arah aliran,
sejauh memungkinkan dan disetujui oleh )ireksi Pekerjaan.
Sambungan kontraksi pada permukaan hori=ontal dan lantai
struktur batu harus tegak lurus dan'atau sejajar dengan dimensi
utama dari struktur atau dengan arah aliran sejauh
memungkinkan dan disetujui oleh )ireksi Pekerjaan.
2. Sambungan Sendi
Sambungan sendi harus dipasang pada batu yang bukan
merupakan struktur penahan air sebagaimana ditunjukkan
dalam gambar atau yang ditunjukkan oleh )ireksi Pekerjaan.
Sambungan sendi harus dipasang pada setiap bagian struktur
yang mengalami perubahan dimensi secara brsar atau secara
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
tiba*tiba, atau pada bagian dimana perbedaan penurunan
diramalkan akan terjadi.
Sambungan sendi dibuat dengan menata batu sedemikian rupa
sehingga adukan semen akan membentuk bidang datar
bersambung sepanjang tinggi pasangan batu tersebut, termasuk
batu mukanya. !ika diperlukan, semacam bekisting sementara
dapat dipergunakan selama pekerjaan pasangan batu untuk
mengendalikan lokasi dan sambungan dari sambungan sendi.
3. Cilter )rainase Sambungan
)i balik seluruh jenis sambungan pada pekerjaan pasangan
batu, termasuk sambungan kontraksi dan sambungan sendi,
harus dipasang batu pecah yang bergradasi atau filter kerikil
sepanjang tinggi sambungan. Cilter yang bergradasi ini harus
terdiri dari batu pecah pilihan dan krilil dan gradasi yang baik
untuk mencegah teralirkannya material filter dan'atau material
pondasi dan harus dilapisi lagi dengan lapisan filter
geotekstilsintetis seperti dalam gambar atau yang ditunjukkan
oleh )ireksi Pekerjaan. Penggunaan ijuk dan material organik
yang dapat melapuk lainnya tidak diijinkan kecuali mendapatkan
ijin khusus dari )ireksi Pekerjaan.
e. Pekerjaan Pasangan Batu Muka dan Siar Pasangan Batu Muka
Kecuali gambar atau )ireksi Pekerjaan menunjukkan lain, batu*batu
muka pada pasangan batu yang biasa harus terdiri dari batu yang
berukuran acak dengan penempatan batu header "bond stone# paling
sedikit sebuah tiap satu meter persegi. Batu header harus masuk pada
kedalaman paling sedikit dua kali ketebalan pasangan batu muka ke
arah pasangan batu belakang. Batu muka harus dipilih dan ditata
dengan baik sehingga permukaan luarnya membentuk bidang rata dan
permukaan luar antar batu tersebut berjarak sedekat mungkin tapi tidak
kurang dari 2< milimeter dan tidak melebihi 5< milimeter, dan titik
pertemuan terbagi ke arah vertikal dan hori=ontal. Pada sudut dan tepi
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
luar dinding pasangan harus dipasang batu yang telah dibentuk kotak
dan membentuk garis tepi sudut.
)istribusi jenis batu dan ukuran batu pada muka pasangan harus
sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil permukaan pasangan batu
yang rapi, rata dan memiliki penanpilan seragam, tanpa adanya daerah
dengan permukaan batu*batu muka berukuran jauh lebih besar atau
jauh lebih kecil dari daerah*daerah lainnya, ataupun berbeda warna dan
teksturnya.
Pada pekerjaan*pekerjaan khusus yang ditunjukkan oleh 3ambar atau
)ireksi Pekerjaan, muka pasangan batu harus dibuat dari batu segi
enam atau dari batu candi.
Pasangan batu muka harus sedemikian supa sehingga penaikan*nya
bersamaan dengan penaikan batu belakang sehingga batu header
dapat dipasang dengan baik dan menghasilkan sambungan adukan
semen antara pasangan batu muka dan batu belakang yang baik dan
kuat.
Semua batu yang terbuka harus diberikan siar muka pasangan.
Sebelum pemberian siar muka pasangan "pointing#, adukan semen
pada sambungan batu harus dikorek sedalam 6< milimeter atau
potongan "chiselled out# pada sambungan lamanya, kemudian
sambungan itu harus dibersihkan dari pasir dengan sikat kawat hingga
bersih, kemudian adukan semen dibasahkan.
Pasangan siar muka pasangan dapat berupa
Siar muka pasangan cekung berupa pengisian muka sambungan
dengan adukan semen hingga kedalaman kurang lebih 2< milimeter
ke arah dalam dari permukaan batu muka,
Siar muka pasangan rata berupa pengisian muka sambungan
dengan adukan semen rata dengan permukaan batu muka,
Siar muka pasangan cembung berupa pengisian muka sambungan
dengan adukan semen kurang lebih 2< milimeter ke arah luar
permukaan batu muka.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Kecuali ditentukan oleh gambar atau )ireksi Pekerjaan, semua
pasangan siar muka pasangan harus berjenis siar adukan semen rata.
,dukan semua untuk siar ini harus memiliki perbandingan 26, kecuali
ditentukan lain oleh gambar atau )ireksi Pekerjaan.
Permukaan batu muka harus dibersihkan dengan baik dari kelebihan
adukan semen setelah pekerjaan pemasangan siar muka pasangan
selesai.
.. #ubang Drainase ?Drainage $oles@ dan #ubang Buangan !ir
?%heep $oles@
Kecuali ditentukan lain oleh gambar atau )ireksi Pekerjaan, bagian
miring atau vertikal dari pasangan dinding penahan, pelapis saluran,
saluran buang, dan pasangan pengukuh dan pelindung lereng, harus
diberikan lubang drainase atau kubang buangan air pada interval satu
setiap 9 meter persegi dari permukaan pasangan yang terbuka atau
yang ditentukan oleh )ireksi Pekerjaan.
Kecuali ditentukan lain oleh gambar atau )ireksi Pekerjaan, lubang
drainase dan lubang buangan air harus dibuat dari pipa PF8 ><
milimeter. Pada lubang drainase dan lubang buangan air pada
pasangan penahan air harus dipasang katup bola "ball valves# atau
katup buka tutup "flap valves# yang memenuhi persyaratan
sebagaimana yang ditunjukkan oleh gambar atau )ireksi Pekerjaan.
(. Plesteran
Plesteran pasangan batu harus dipasang pada dinding, lantai, pelapis
saluran, dan pasangan batu lainnya sebagaimana yang ditunjukkan
pada gambar atau oleh )ireksi Pekerjaan dengan mengikuti aturan
sebagai berikut
*. Permukaan terbuka
Kecuali ditentukan lain oleh gambar atau )ireksi Pekerjaan,
plesteran harus dipasang pada permukaan atas seluruh struktur
pasangan batu seperti dinding, pilar, tumpuan dan lain*lain dan
pada 2< centimeter dibawah permukaan atas dari struktur*struktur
tersebut dan mernbentuk tudung.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Plesteran harus menggunakan adukan semen dengan
perbandingan 2 bagian pasir dalam besaran volume.
Sebelum plesteran, adukan semen pada sambungan batu harus
dikerok atau dipotong sedalam 6< millimeter, kemudian permukaan
pasangan batu dan sambungannya harus dibersihkan dari semua
kotoran adukan semen atau kotoran lainnya dengan sikat kawat dan
dibasahi sebelum dipasang plester.
Plester harus dipasang dalarn dua lapis dengan ketebalan total
kurang leblh 5< millimeter dan harus diselesaikan dengan sendok
tembok baja untuk mendapatkan hasil akhir yang bersesuaian
dengan hasil akhir beton dengan kelas %6 seperti yang tersebut
pada bab Pekerjaan Beton.
-. Urugan di Belakang pasangan Batu
Kecuali ditunjukkan lain oleh gambar atau hal lainnya yang telah
disetujui oleh )ireksi Pekerjaan, sebelum pengurugan bagian
belakang pasangan batu yang tidak akan terlihat dari luar,
pasangan batu harus diberi plester kasar dengan campuran adukan
semen 2 bagian semen dan 9 bagian pasir dalam besaran volume
dengan ketebalan 5< millimeter.
-arus diperhatikan agar plesteran kasar tersebut tidak menutupi
atau buangan air lubang drainase dan dinding lainnya yang telah
dlbuat pada pekerjaan pasangan batu, dan pengurugan tidak boleh
dimulai sebelum perneriksaan pemberian persetujuan oleh )ireksl
pada saat pekerjaan pasangan batu dan plesteran selesai
dilaksanakan.
1. Perlindungan dan Pera4atan
%ntuk melaksanakan pekerjaan pasangan batu pada cuaca yang
tldak baik, dan perlindungan dan perawatan pekerjaan yang telah
selesaiKontraktor Pelaksana harus merujuk kepada kondisi yang
sama untuk pekerjaan beton.
Pekerjaan pasangan batu tidak boleh dilakukan pada kondisi hujan
yang lebat atau lama yang akan sanggup melarutkan adukan
semen dari pasangan batu. ,dukan semen yang telah terpasang
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
dan terlarut oleh hujan harus diambil kembali dan diganti sebelum
pekerjaan diteruskan.
Para pekerja, peralatan konstruksi, atau lalu lintas konstruksi tidak
diperbolehkan melintasi pasangan batu sebelum terpasang dengan
sempurna dan telah mencapai kekuatan penuhnya, dan jika ada
pasangan batu yang rusak akibat hal tersebut di atas, harus
dibongkar dan diganti sebagai tanggungan Kontraktor Pelaksana.
Pasangan batu harus dilindungi dari sinar matahari dan harus dijaga
agar selalu dalam keadaan basah selama kurang lebih tiga "6# hari
atau selama waktu sesuai petunjuk )ireksi Pekerjaan, setelah
pekerjaan pasangan batu selesai.
).8.8. Pekerjaan Timbunan Tana/
).8.8.(. Umum
!. =akupan Pekerjaan
Pekerjaan yang tercakup dalam kegiatan ini dengan judul di atas
meliputi semua pekerjaan tanah dan pekerjaan yang terkait yang
merupakan permanen atau diperlukan dalam kaitannya dengan
pekerjaan permanen yang tidak secara khusus diuraikan pada sub bab
sebelumnya.
Pekerjaan ini meliputi
Penimbunan dan pemadatan tubuh bendungan dan cutoff,
Penimbunan kembali bangunan,
Pekerjaan restorasi termasuk penggalian dan atau penimbunan,
pemasangan tanah penutup 2topsoiling3 dan penanaman rumput
Pembuatan dan pemeliharaan tempat penimbunan dan tempat
pembuangan sisa galian
Pekerjaan tanah lain seperti ditunjukkan dalam gambar atau
diperintahkan )ireksi Pekerjaan.
B. Ba/an
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Bahan untuk pekerjaan tanah umum berasal dari hasil galian dari
berbagai bagian pekerjaan permanen, tempat pengambilan tanah
2borrow area35 tanah residual, endapan aluvium dan koluvium, atau
kombinasinya.
Klasifikasi tingkat pelapukan batuan dan klasifikasi penggalian yang
dipakai dalam Bab ini harus mengikuti klasifikasi yang berlaku dalam
Spesifikasi $eknis ini.
=. Pekerjaan Sampai $aris, Permukaan dan Elevasi 0ang
Ditentukan
Kontraktor Pelaksana harus mengerjakan semua pekerjaan tanah
sampai mencapai garis, permukaan, elevasi atau dimensi yang
ditunjukkan dalam gambar atau seperti diperintahkan atau disetujui
)ireksi Pekerjaan.
/incian pekerjaan ini tidak selalu ditunjukkan secara lengkap dalam
gambar Kontrak, dalam hal itu rinciannya harus mengikuti perintah
)ireksi Pekerjaan dalam bentuk gambar Kerja $ambahan atau perintah
tertulis di lapangan sesuai dengan ketentuan dan Spesifikasi %mum dan
Syarat*syarat KontrakK atau sesuai dengan usulan Kontraktor Pelaksana
yang disampaikan kepada )ireksi Pekerjaan untuk disetujui berupa
gambar rinci atau spesifikasi tertulis, sesuai dengan Spesifikasi %mum
dan Syarat*Syarat Kontrak, dan disetujui )ireksi Pekerjaan, dan bisa
diubah atau dimodifikasi bilamana perlu menurut pendapat )ireksi
Pekerjaan.
D. Pengukuran dan Pemba0aran
Pengukuran untuk pembayaran butir*butir dari pekerjaan tanah dan
penimbunan kembali dilakukan dengan cara dan dalam satuan
pengukuran seperti ditentukan dalam berbagai butir yang akan diuraikan
di bawah ini atau seperti ditentukan )ireksi Pekerjaan. Pembayaran
untuk butir*butir dari pekerjaan tanah dan penimbunan kembali
dilakukan berdasar harga satuan yang relevan atau sebagai harga
jumlah bulat 2lump sum3 seperti ditetapkan atau disetujui )ireksi
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam Syarat*syarat
Kontrak Kerja.
).8.8.*. Ba/an Timbunan Tana/
!. 'enis Tana/
Dang dimaksud dengan timbunan tanah adalah semua timbunan tanah
baik untuk tubuh bendungan,maupun di luar timbunan untuk
bendungan, termasuk cutoff.
$imbunan tanah terdiri dari bahan aluvium, bahan batuan lapuk residual
dari galian, tanah dari tempat pengambilan tanah atau kupasan tanah
penutup.
3radasi $anah $imbunan harus bergradasi baik 2well graded3 dalam
batas*batas berikut
$idak mengandung butiran berukuran > cm, kecuali kalau ditentukan
lain,
Bahan harus mengandung bagian yang lolos Saringan .o. 5<<
"<,<@9 mm# tidak kurang dari 9<B,
Bahan harus mengandung butiran berukuran lempung "<,<<5 mm#
tidak kurang dari 6<B.
&ndeks Plastisitas "P&# bahan yang ditentukan dengan ,S$( Standards
) 956 dan ) 959, tidak kurang dari 5>B. Berdasarkan pengujian
konsistensi ,tterberg, tanah material urugan embung tersebut dapat
diklasifikasikan sebagai 8- * (-, yaitu lanau lempungan, plastisitas
sedang*tinggi, warna coklat kekuningan. (aterial ini dijumpai di Borrow
"rea pada kedalaman antara 2 m sampai dengan 5 m, dibawahnya
jenis tanah berubah menjadi lanau pasiran yang lebih porus. %ntuk itu,
Kontraktor Pelaksana harus hati*hati untuk menggalinya dan harus
dipandu oleh teknisi lapangan yang berpengalaman dalam bidang
mekanika tanah.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
B. Pen0iapan Pondasi
Kecuali bila ditentukan lain dalam gambar atau diperintahkan oleh
)ireksi Pekerjaan, pondasi pekerjaan urugan 2embankment3 atau
timbunan harus dibersihkan, dibongkar dan dikupas sesuai dengan
ketentuan mengenai pekerjaan tersebut yang ditentukan dalam
Spesifikasi ini.
Semua bagian ketidak*teraturan, dan rongga di pondasi dan bekas*
bekas sumuran uji atau galian lain yang lebih dalam dari galian yang
ditunjukkan gambar, harus ditimbun kembali sesuai perintah )ireksi
Pekerjaan dengan bahan yang sama dengan timbunan di atasnya, dan
dipadatkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk timbunan yang
bersangkutan .
(enjelang penghamparan lapisan pertama bahan timbunan, permukaan
pondasi harus dibersihkan dari semua tanah yang mengandung
gambut'humus, bahan*bahan lepas dan benda*benda lain yang tidak
pada tempatnya. Semua air yang ada di tempat tersebut harus
disingkirkan dengan cara yang disetujui )ireksi Pekerjaan. ,pabila
perlu, permukaan pondasi harus dibasahi sebelum ditimbun untuk
memperoleh ikatan yang baik dengan lapisan timbunan pertama.
Berdasarkan hasil analisa design timbunan tubuh bendungan Pidekso,
mengingat kondisi tanah pondasi tapak bendungan yang berupa soft soil
maka proses penimbunan tubuh bendungan dilakukan secara bertahap
"staging fill embankment# dengan ketinggian timbunan yang
dilaksanakan pertahapnya dilakukan berdasarkan simulasi kekuatan
tekanan air pori tanah di tapak tubuh bendungan.
Setiap pekerjaan penimbunan untuk pekerjaan permanen hanya boleh
dimulai setelah mendapat persetujuan )ireksi Pekerjaan.
=. Kontrol Kandungan !ir dan Kepadatan
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Kandungan air bahan timbunan sebelum dan selama pemadatan harus
seragam untuk setiap lapisan. Kecuali biGa ditentukan lain oleh )ireksi
Pekerjaan kandungan air bahan timbunan menurut ,S$( Standard )
552? harus dalam kisaran minus *A ?2*A@ dan plus *A ?C*A@ dari
Kandungan !ir "ptimum ?"m>@ yang diperoleh dari %ji Pemadatan
Standar 2Standard Compaction $est3 menurut ,S$( Standard^ ) ?HA.
K/usus untuk lapisan >uto.. /ulu dan selimut lempung /ulu,
kadar air /arus lebi/ basa/ 1A sampai dengan )A di atas
"M=, untuk memperole/ si.at 0ang kedap air.
Penyiapan kandungan air bahan timbunan untuk. mencapai kandungan
air yang ditentukan, harus dilakukan sebelum pengangkutan ke tempat
penimbunan yaitu di tempat pengambilan bahan timbunan, di tempat
pengumpulan atau tempat lain. (etode untuk mencapai kandungan air
yang ditentukan, menjadi tanggung jawab Kontraktor Pelaksana dan
harus mendapat persetujuan )ireksi Pekerjaan. Penambahan air
mungkin perlu dilakukan di tempat penimbunan. $etapi hal ini hanya
boleh dilakukan atas persetujuan )ireksi Pekerjaan, dan
pelaksanaannya harus menggunakan alat atau dengan cara yang
disetujui )ireksi Pekerjaan.
Kecuali ada ketentuan lain atau diperintahkan lain oleh )ireksi
Pekerjaan, kepadatan kering 2dr densit3 bahan timbunan setelah
pemadatan tidak kurang dari ;<A dari Kepadatan Kering
Maksimum (&a'imum Dry Density) kalau diuji dengan prosedur
,S$( Standard Proctor4
Kandungan air harus diuji langsung di lapangan menggunakan alat yang
dengan cepat dapat mengetahui kadar air lapangan, misalnya speed
moisture tester4 Dang secara berkala di chek dengan menggunakan
metode oven di laboratorium lapangan. Kepadatan Kering tanah yang
dipadatkan juga akan diperiksa oleh )ireksi Pekerjaan secara berkala
dengan uji kontrol lapangan dan laboratorium terhadap contoh yang
diambil secara acak. ,pabila kandungan air atau kepadatan kering
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
tanah yang telah dipadatkan temyata tidak masuk dalam kisaran yang
ditentukan, )ireksi Pekerjaan akan memerintahkan Kontraktor
Pelaksana membongkar bahan tersebut, atau mengolahnya kembali
sedemikian rupa sehingga kandungan air dan kepadatannya mencapai
syarat*syarat yang yang ditentukan yang dibuktikan dengan
serangkaian pengujian.
Pengambilan dan penentuan uji kepadatan di lapangan dilakukan pada
setiap 2<< m
5
atau setiap lapis pemadatan atau kapan dan dimana
seperti yang diminta oleh )ireksi Pekerjaan.
)ireksi Pekerjaan berhak merubah batas*batas kandungan air dan
kepadatan timbunan setiap waktu selama pelaksanaan, dan perubahan
semacam itu tidak merubah harga satuan untuk pembayaran.
D. Penempatan
Pemilihan, penempatan dan penghamparan bahan timbunan harus
sedemikian rupa sehingga sebaran 2distribution3 dan gradasinya di
seluruh timbunan bebas dari lensa, kantong atau lapisan bahan yang
tekstur, gradasi, kandungan air atau kepadatannya sangat berbeda
dengan bahan di sekitarnya.
Penempatan bahan timbunan harus sedemikian rupa sehingga
sebarannya bisa sebaik mungkin dan harus disetujui )ireksi Pekerjaan,
dan bilamana perlu untuk mencapai tujuan ini )ireksi Pekerjaan dapat
menentukan tempat penempatan bahan timbunan.
,pabila menurut pendapat )ireksi Pekerjaan, permukaan pondasi atau
permukaan yang dipadatkan dari salah satu lapisan terlalu kering atau
terlalu licin sehingga tidak bisa terjadi ikatan dengan lapisan berikutnya,
maka permukaan tersebut harus dikasarkan dengan alat sampai
kedalaman tertentu sehingga terbentuk permukaan ikatan yang baik
sebelum timbunan berikutnya ditempatkan.
Bahan timbunan harus ditempatkan di urugan atau di timbunan berupa
lapisan menerus yang hori=ontal, dengan ketebalan sedemikian rupa
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
sehingga bisa dicapai kepadatan yang direncanakan sesuai dengan
cara pemadatan yang dituangkan dalam dokumen spesifikasi teknis di
samping itu tebal lapisan sebelum dipadatkan tidak boleh lebih dari 6<
cm, kecuali bila ditentukan atau disetujui lain oleh )ireksi Pekerjaan.
Semua permukaan lapisan harus miring 26< untuk keperluan drainase
mengalirkan air permukaan.
)ireksi Pekerjaan berhak merubah ketebalan timbunan berdasar
informasi dari hasil pengujianK perubahan yang ditimbulkannya tidak
merubah harga satuan untuk pembayaran.
E. Pemadatan Tana/
Segera setelah penempatan setiap lapisan, timbunan harus dipadatkan
menggunakan 99selfpropelled tamping roller:atau sheepfoot roller atau
alat sepadan sehingga menjadi lapisan yang seragam kepadatannya.
!umlah &intasan alat pemadat akan ditentukan )ireksi Pekerjaan
berdasarkan hasil percobaan timbunan 2trial embankment34 .amun
demikian, )ireksi Pekerjaan tetap berhak merubah jumlah &intasan alat
pemadat setiap saat selama konstruksi, tergantung hasil uji kontrol.
$idak akan ada penyesuaian pembayaran untuk bahan kalau )ireksi
Pekerjaan memerintahkan penambahan atau pengurangan jumlah
lintasan.
!enis alat pemadat yang akan dipakai Kontraktor Pelaksana harus
disetujui )ireksi Pekerjaan, beban, operasi dan kecepatan alat tersebut
harus dapat mencapai tingkat keseragaman dan kepadatan sesuai
ketentuan )ireksi Pekerjaan.
,pabila digunakan lebih dari satu alat pemadat, maka alat pemadat
yang dipakai harus sejenis dengan berat, dimensi dan ciri operasi yang
sarna.
!ika pekerjaan penimbunan diberhentikan karena akan turun hujan,
permukaan timbunan atau urugan harus dimiringkan dan dihaluskan
untuk melancarkan drainase. Sebelum penempatan dan pemadatan
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
lapisan selanjutnya, permukaannya harus digaru dan diatur kandungan
airnya sesuai ketentuan yang berlaku.
7. Per>obaan Timbunan ?rial (mbankment@
Sebelum melakukan pekerjaan penimbunan dan pemadatan, khusus
untuk tubuh embung, Kontraktor Pelaksana harus melaksanakan
percobaan penimbunan dan pemadatan langsung di lapangan di tempat
yang akan dilakukan penimbunan tubuh embung. +uas daerah
percobaan minimal > m 7 2< m atau ditentukan bersama*sama dengan
tim supervisi dan )ireksi Pekerjaan. Sebelumnya, Kontraktor Pelaksana
harus menyiapkan tanah bahan urugan, peralatan penghampar dan
pemadat yang akan digunakan, serta alat*alat pengujian kadar air dan
kepadatan langsung di lapangan.
Setelah tanah yang kadar airnya telah diperiksa mendekati 0(8 sesuai
dengan persyaratan dihampar dengan ketebalan 6< cm, tanah
dipadatkan dengan alat pemadat sheepfoot roller tanpa digetarkan.
)engan banyak lintasan 5 7, 9 7, ? 7, A 7, dan 2< kali, dilakukan
pengujian.
Kepadatan tanah menggunakan drive clinder yang telah disetujui
)ireksi Pekerjaan. Pada setiap banyak &intasan tersebut dihitung
kepadatan tanah dan tingkat kepadatan tanahnya, hasilnya kemudian
dibuat grafik hubungan antara kepadatan kering dengan banyak
lintasan. 3rafik tersebut kemudian dianalisisoleh tim supervisi dan
)ireksi Pekerjaan untuk menentukan banyak lintasan yang akan
digunakan sebagai pedomandalam pelaksanaan timbunan tubuh
embung selanjutnya.
$. Pengukuran dan Pemba0aran
Pengukuran untuk pembayaran bahan timbunan tanah atau pekerjaan
timbunan dilakukan berdasar volume dalam meter kubik bahan
terpadatkan di urugan atau timbunan yang telah selesai sampai garis,
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
permukaan atau ketinggian yang ditunjukkan dalam gambar atau seperti
diperintahkan oleh )ireksi Pekerjaan.
Pembayaran untuk bahan timbunan tanah di pekerjaan urugan atau
timbunan dilakukan menurut harga satuan per meter Kubik seperti
ditetapkan dalam syarat*syarat Kontrak.
).8.8.-. Timbunan Kembali
!. Umum
Dang dimaksud timbunan disini adalah timbunan kembali 2backfill34
Kontraktor Pelaksana harus menimbun macam*macam bangunan baik
bangunan permanen maupun pekerjaan lain seperti ditunjukkan dalam
gambar atau seperti diperintahkan )ireksi Pekerjaan.
Penimbunan kembali dilakukan dengan bahan yang bisa dibagi dalam 5
"dua# jenis tergantung lokasi, jenis fungsi bangunan atau pekerjaan
yaitu
2. $imbunan ,cak 2-andom Backfill0 *rdinar Backfill35
5. $imbunan +ulus ,ir 2/ree &raining Backfill34
Bahan timbunan harus dari jenis, dan dengan permukaan dan dimensi
seperti ditunjukkan dalam gambar atau seperti diperintahkan )ireksi
Pekerjaan sesuai dengan ketentuan berikut.
,pabila jenis bahan timbunan tertentu tidak ditentukan dalam 3ambar
atau bahannya hanya ditentukan sebagai P$imbunanP atau P$imbunan
BiasaP maka bahan seperti itu harus diartikan sebagai $imbunan ,cak
seperti ditentukan berikut.
B. Ba/an2ba/an
Persyaratan bahan harus memenuhi ketentuan berikut, kecuali apabila
ditentukan lain oleh )ireksi Pekerjaan
(. Timbunan !>ak
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
$lmbunan ,cak terdiri atas bahan yang sesuai dengan persyaratan
untuk timbunan tanah, yaitu mempunyai ukuran maksimum > cm,
tanah granular berupa pasir lanauan lempungan campur kerikil
berupa tanah bekas galian intake dan spillway. !enis tanah ini dapat
digunakan sebagai tanah backfill4
*. Timbunan lulus !ir
$imbunan +ulus air harus diseleksi dari bahan tanah granular yang
bisa didapat dari kerikil sungai yang bersih atau hancuran batu dari
lombong, dicuci dan diayak bila perlu, sampai bergradasi baik
dengan batas ukuran butir berikut
%kuran butir maksimum 2> cm,
Bagian yang lolos dari Saringan .o.9 "9,@? mm# tidak kurang dari
2>B dan tidak lebih dari @>B,
Bagian yang lolos dari Saringan .o. 5<< "<,<@9 mm# tidak lebih
dari >B
Bahan ini harus bebas dari lempung dan hanya digunakan di
daerah di luar embung atas perintah )ireksi Pekerjaan.
=. Kontrol Kandungan !ir dan Kepadatan
(. Timbunan !>ak
Persyaratan kandungan air dan kepadatan bahan ini harus sama
dengan ketentuan dalam Sub*Bab 9.5.9
*. Timbunan lulus !ir
$imbunan lulus air tidak terikat ketentuan kandungan air tertentu,
namun demikian bahan ini harus ditempatkan dalam keadaan
terbasahi seluruhnya sesuai persetujuan )ireksi Pekerjaan.
Pembasahan bahan timbunan jenis ini bertujuan untuk
meningkatkan mutu pemadatannya.
Kecuali ditentukan atau diperintahkan lain oleh )ireksi Pekerjaan,
$imbunan +ulus ,ir harus dipadatkan sampai mencapai Kepadatan
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
/elatif sekurang*kurangnya @<B kalau ditentukan menurut "S$M
Standard & ;<=> atau ?SB- %arth Manual $est &esignation % @;4
Kandungan air bahan timbunan yang telah dihampar di lapangan
harus diperiksa langsung di lapangan menggunakan alat yang
dengan cepat dapat mengetahui kandungan airnya. ,lat ini secara
berkala harus di chek dan dibandingkan dengan hasil pengujian di
laboratorium lapangan dengan cara oven4
Kepadatan kering dari tanah yang telah dipadatkan dilakukan dengan
menggunakan alat sand replacement atau drive clinder langsung di
site, sehingga pada waktu itu juga dapat diperoleh tingkat kepadatan
tanah yang dicapai. -asil pengujian tersebut dapat digunakan sebagai
pedoman dalam menilai kualitas dari pemadatan tanah yang telah
dilakukan, apakah telah memenuhi persyaratan.
D. Penempatan dan Pemadatan
Pemilihan, penempatan dan penyebaran bahan timbunan harus
sedemikian rupa sehingga penyebaran dan gradasi timbunan
seluruhnya tidak mengandung lensa, kantong atau lapisan yang terdiri
atas bahan yang tekstur, gradasi, kandungan air atau kepadatannya
sangat berbeda dengan bahan di sekitarnya.
$imbunan harus dipadatkan dengan menggunakan alat yang sesuai
dengan ruang kerja yang tersedia dan alat yang digunakan harus
mendapat persetujuan )ireksi Pekerjaan.
Bahan timbunan harus ditempatkan secara menerus, kurang lebih
hori=ontal dengan ketebalan yang memungkinkan tercapainya
kepadatan di seluruh lapisan. Ketebalan lapisan sebelum dipadatkan
tidak boleh lebih dari 6> cm, kecuali ditentukan lain oleh )ireksi
Pekerjaan.
E. Pengukuran dan Pemba0aran
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Pengukuran untuk pembayaran bahan timbunan dilakukan berdasar
volume dalam meter kubik bahan terpadatkan di tempat timbunan
sesuai garis, permukaan dan elevasi yang ditunjukkan dalam 3ambar
atau seperti diperintahkan )ireksi Pekerjaan.
Pembayaran bahan timbunan dilakukan dengan harga satuan dalam
meter kubik yang ditentukan sesuai dengan syarat*syarat Kontrak.
).8.8.1. #antai Kerja
!. Umum
Kontraktor Pelaksana harus memasang lantai kerja untuk pekerjaan
beton, pasangan batu kali, pasangan batu kosong, bronjong kawat,
bantalan, pekerjaan pipa atau pekerjaan lain seperti ditunjukkan dalam
gambar sesuai Spesifikasi, atau seperti diperintahkan )ireksi Pekerjaan.
Bahan lantai kerja bisa dibagi dalam 9 "empat# macam tergantung
lokasi, jenis dan fungsi dari bangunan atau pekerjaan yaitu
2. Pecahan Batu,
5. Pasir,
6. Cilter Kasar,
9. Cilter -alus.
+antai kerja dari pecahan batu dan pasir digunakan di bangunan atau
pekerjaan dimana aliran air*tanah akibat rembesan dan'atau drainase
bisa diabaikan.
+antai kerja filter kasar dan halus dipasang di bawah bangunan air atau
pekerjaan drainase atau pekerjaan lain di atas urugan tanah atau
batuan lapuk yang perlu drainase, dan dimana aliran air*tanah akibat
rembesan dan'atau drainase diperkirakan cukup besar sehingga ada
potensi erosi dan kehilangan butiran halus dari bahan pondasi atau
urugan.
Bahan lantai kerja harus dari jenis dan dipasang dan dipadatkan
menurut garis, permukaan, elevasi dan dimensi yang ditunjukkan dalam
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
gambar atau seperti diperintahkan )ireksi Pekerjaan sesuai ketentuan
berikut.
B. Ba/an2Ba/an
Bahan*bahan lantai kerja harus terdiri atas campuran kerikil dan pasir
atau pecahan batu bergradasi baik yang bebas dari bahan organik,
lempung atau bahan merusak lainnya.
Persyaratan ukuran butir dan gradasi untuk bermacam jenis bahan
lantai kerja adalah sebagai berikut, kecuali ditentukan lain oleh )ireksi
Pekerjaan
(. #antai Kerja 3an>uran Batu
+antai kerja hancuran batu terdiri atas hancuran batu bergradasi baik
dari mesin pemecah batu 2crusher935 dengan ukuran butir maksimum
@> mm dan butiran yang lebih lolos dari Saringan .o. 2? "2,2H mm#
tidak lebih dari 5<B.
*. #antai Kerja Pasir
+antai Kerja pasir terdiri atas pasir alam bersih atau hasil mesin
pemecah batu dengan ukuran butir maksimum > mm dan butiran
yang lebih halus dari Saringan .o. 5<< "<,<@9 mm# tidak lebih dari
5<B.
-. #antai Kerja 7ilter Kasar
+antai kerja filter kasar terdiri atas campuran pasir dan kerikil atau
hasil pecahan mesin pemecah batu dengan ketentuan berikut
%kuran butir maksimum >< mm,
Bagian yang lolos Saringan 2H,9 mm tidak kurang dari @<B
sampai 2<<B,
Bagian yang lolos Saringan .0.9 "9,@> mm# tidak kurang dar
5<B dan tidak lebih dari ?>B,
Bagian yang lolos Saringan .o. 2? "2,2H mm# tidak lebih dari
5<B
1. #antai Kerja 7ilter 3alus
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
+antai kerja filter halus terdiri atas pasir atau pecahan batu dari
mesin pemecah batu dengan ketentuan berikut
%kuran butir maksimum > mm,
Bagian yang lolos Saringan .o. 2? "2,2H mm# tidak kurang dari
?<B sampai 2<<B,
Bagian yang lolos Saringan .o. >< "<,6 mm# tidak kurang dari
5<B dan tidak lebih dari ?>B,
Bagian yang lolos Saringan .o. 5<< "<,<@9 mm# tidak lebih dari
5<B.
=. Kontrol Kandungan !ir dan Kepadatan
$idak ada persyaratan khusus mengenai kandungan air bahan lantai
kerja ini, tetapi bahan ini harus dibasahi secara merata sebelum
dipasang atas persetujuan )ireksi Pekerjaan, agar pemadatannya
sempurna.
Kecuali ditentukan lain oleh )ireksi Pekerjaan, bahan ini dipadatkan
sampai mencapai Kepadatan /elatif tidak kurang dari @<B kalau diukur
menurut "S$M Standard & ;<=> atau ?SB- %arth Manual $est
&esignation % @;4
D. Penempatan dan Pemadatan
Pemilihan, penempatan dan penyebaran bahan lantai kerja ini harus
sedemikian rupa sehingga sebaran dan distribusinya di seluruh lapisan
bebas dari lensa, kantong, atau lapisan yang mempunyai tekstur,
gradasi, kandungan air atau kepadatan yang sangat berbeda dengan
bahan sekitarnya.
Bahan lantai kerja harus dipadatkan dengan alat yang sesuai dengan
kondisi tempatnya. !enis alat yang digunakan harus mendapat
persetujuan )ireksi Pekerjaan.
Bahan lantai kerja harus ditempatkan secara menerus menjadi lapisan
hori=ontal dengan ketebalan yang memungkinkan pemadatannya
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
mencapai kepadatan sesuai dengan ketentuan Sub*Bab 9.9.6 dari Bab
ini di seluruh lapisan, disamping itu ketebalan lapisan sebelum
dipadatkan tidak lebih dari 2> cm, kecuali kalau diperintahkan atau
disetujui lain oleh )ireksi Pekerjaan.
E. Pengukuran dan Pemba0aran
Pengukuran untuk pembayaran bahan lantai kerja ini dilakukan
berdasar volume dalam meter Kubik bahan terpadatkan sesuai
dengan garis, permukaan dan elevasiyang ditunjukkan dalam
gambar atau seperti diperintahkan )ireksi Pekerjaan.
Pembayaran bahan lantai kerja dilakukan menurut harga satuan
dalam meter kubik sesuai ketentuan dalam Sub*Bab 9.2.9.
).8.8.). Pekerjaan Pen0impanan Sementara dan Pembuangan
!. Umum
Kontraktor Pelaksana harus mengelola tempat*tempat pembuangan dan
penyimpanan sementara untuk bahan galian yang tidak bisa dipakai yang
berasal dari penggalian, tempat pengambilan tanah atau lombong batu atau
tempat untuk menyimpan sementara bahan galian yang akan dipakai untuk
pekerjaan yang tidak dapat secara spesifik dimasukkan dalam pekerjaan
tertentu. $empat dan luas daerah pembuangan dan penyimpanan
sementara tersebut harus seperti ditunjukkan dalam gambar atau seperti
diperintahkan atau disetujui )ireksi Pekerjaan.
$empat pembuangan atau penyimpanan sementara yang ditunjukkan
dalam 3ambar atau diperintahkan )ireksi Pekerjaan harus dibersihkan dari
tanaman dan tanah penutup dengan cara yang berlaku dalam Spesifikasi
$eknik ini.
Pengupasan hanya per&u dilakukan apabila dianggap perlu oleh Kontraktor
Pelaksana, atau diperintahkan )ireksi Pekerjaan untuk mencegah
kontaminasi terhadap bahan atau untuk menjamin stabilitas buangan
dan'atau simpanan sementara. ,pabila diperlukan, pengupasan harus
dilakukan sesuai dengan ketentuan mengenai pengupasan yang berlaku
dalam Spesifikasi $eknik ini.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
)aerah pembuangan dan penyimpanan umumnya harus diratakan dan
dipotong sehingga terbentuk permukaan yang teratur sesuai dengan
ketentuan )ireksi Pekerjaan.
Bahan buangan atau simpanan harus diletakkan sedemikian rupa sehingga
terbentuk timbunan yang rapih dan teratur yang tidak mengganggu
kegiatan atau fasilitas pekerjaan lain.
Bahan buangan atau simpanan harus diletakkan dan dilindungi sedemikian
rupa sehingga tidak tererosi hujan atau aliran permukaan.
Buangan atau simpanan sementara di dekat sungai, alur
f
saluran atau
bangunan drainase permanen harus terlindung dari erosi oleh aliran sungai
atau air permukaan, disamping itu harus disediakan sarana untuk mengatur
atau membelokkan aliran untuk mencegah kontaminasi di jalan air tersebut.
Pekerjaan itu meliputi tetapi tidak terbatas pada pembuatan saluran
gendong 2catch drain35 saluran elak, mulut saluran*buang 2outfall3 talang
dan gorong*gorong untuk drainase di sekitar atau melalui daerah
pembuangan dan penyimpanan.
Bangunan pelindung erosi di tempat pembuangan permanen harus
berupa bangunan permanen.
$empat buangan harus dibangun sesuai gambar atau seperti perintah
)ireksi Pekerjaan. ,pabila ditentukan, ditunjukkan dalam gambar atau
diperintahkan )ireksi Pekerjaan bahan buangan harus ditempatkan
secara berlapis*&apis secara teratur dan dipadatkan dengan alat
pemadat atau dengan cara yang diperintahkan atau disetujui )ireksi
Pekerjaan.
Permukaan buangan permanen yang sudah selesai diurug harus rata
dan rapih dan harus dimiringkan untuk drainase sesuai perintah atau
persetujuan )ireksi PekerjaanK dan harus dirawat agar rapih dan teratur,
serasi dengan bentang alam sekitarnya.
,pabila ditunjukkan dalam gambar atau diperintahkan )ireksi
Pekerjaan, tempat buangan permanen harus ditutupi tanah penutup dan
ditanam rumput, semak atau pohon
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
B. Pengukuran dan Pemba0aran
Kecuali apabila ditentukan secara spesifik dalam Spesifikasi dan
dimasukkan dalam )aftar Folume Pekerjaan, tidak ada pembayaran
khusus untuk penyiapan, drainase, perawatan dan rehabilitasi daerah*
daerah buangan dan simpanan sementara. Semua biaya yang terkait
dianggap sudah termasuk dalam harga satuan dan harga jumlah bulat
2lump sum3 yang terkait seperti tercantum dalam )aftar Folume
Pekerjaan untuk beraneka*macam butir pekerjaan galian dan urugan.
).8.8.8. &e/abilitasi Daera/ Kerja
!. Umum
Setelah pekerjaan selesai, tempat kerja dan tempat pengambilan bahan
galian 2borrow area35 lombong batu, tempat pembuangan dan
pengumpulan, jalan hantar sementara dan semua daerah kerja lainnya
yang ditunjukkan dalam gambar atau diperintahkan )ireksi Pekerjaan,
kecuali daerah yang akan terendam air waduk, harus direhabilitasi
sesuai perintah )ireksi Pekerjaan. $empat*tempat tersebut harus
bersih, rapih, ber*drainase baik dengan lereng galian yang stabil,
sehingga bisa diterima )ireksi Pekerjaan.
,pabila )ireksi Pekerjaan memandang perlu, Kontraktor Pelaksana
harus melandaikan lereng buangan 2spoilbank35 permukaan bahan
timbunan, dan galian sementara menjadi sekurang*kurangnya vertikal
hori=ontal I 2 5,> K dan'atau menstabilkannya dengan cara*cara lainK
dan'atau membuat drainase permanen tambahan yang mungkin
diperlukan.
)i tempat yang ditunjukkan dalam 3ambar atau diperintahkan )ireksi
Pekerjaan, Kontraktor Pelaksana harus memasang kembali tanah
penutup yang dikupas pada waktu mulai pekerjaan atau pengambilan
bahan galian dan'atau menyebar campuran benih rumput yang disetujui
)ireksi Pekerjaan. $anah penutup harus dihamparkan menjadi lapisan*
&apisan yang ketebalan dan pengerjaannya menggunakan alat yang
sesuai dengan perintah )ireksi Pekerjaan.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
B. Pengukuran dan Pemba0aran
Kecuali apabila secara spesifik ditentukan dalam Spesifikasi dan
dicantumkan dalam )aftar Folume Pekerjaan, tidak ada pembayaran
khusus untuk pekerjaan yang termasuk dalam Pasal ini. Semua biaya yang
terkait harus dianggap sudah dimasukkan dalam harga satuan dan harga
jumlah bulat untuk butir*butir pekerjaan konstruksi yang tercantum dalam
)aftar Folume Pekerjaan.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
$ambar ).(1. Bagan ,lir Kegiatan Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
$ambar ).(). )iagram ,lir Pengawasan Pekerjaan Saluran Pengelak
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
$ambar ).(8. )iagram ,lir Pengawasan Pekerjaan 8learing
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
$ambar ).(9. )etail Bagan ,lir Pengawasan Pekerjaan Saluran Pengelak
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
$ambar ).(:. )etail Bagan ,lir Pengawasan Pekerjaan $ubuh Bendungan
$ambar ).(;. )etail Bagan ,lir Pengawasan Pekerjaan &nstrumentasi
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
$ambar ).*<. )iagram ,lir Pengawasan Pekerjaan Bangunan Pelimpah
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
$ambar ).*(. )etail Bagan ,lir Pengawasan Pekerjaan &ntake
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
).9. K&%TE&%! PE&E=!!!
).9.(. &en>ana Teknis Bangunan Pelimpa/
!. Pun>ak Pelimpa/ ?!rest )pillway@
Kriteria dasar desain penampang pelimpah adalah untuk mendapatkan
koefisien debit yang besar dan menghindari tekanan negatif sewaktu aliran
melimpas bebas pada permukaan mercu pelimpah.
Profil permukaan pelimpah direncanakan memakai tipe *#%%, dengan
kemiringan hulu adalah tegak. (etode yang dipakai untuk menentukan bentuk
penampang sebelah hilir dari titik tertinggi mercu pelimpah adalah lengkung
."-*)& yang dinyatakan dengan persamaan
D
(,:)
E * B 3d
<,:)
B +
dengan
-d I tinggi tekan rencana "m#
J I jarak horisontal dari titik tertinggi mercu ke titik permukaan mercu
sebelah hilir.
D I jarak vertikal dan titik tertinggi mercu ke titik permukaan mercu
sebelah hilir.
Sedang bentuk profil bagian hulu diperoleh dengan persamaan
J2 I <,5A5 7 -d
J5 I <,2@> 7 -d
/2 I <,> 7 -d
/5 I <,5 7 -d
$ambar ).**. Pelimpah $ipe *#%%
J
2.A>
I5.<
-d
<.A>
D
/5 I <.5
-d /2 I <.> -d
d2 I <.2@>
-d
d5 I <.5A5
-d
Koordinat
J

D
-
d
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
.amun demikian hasil analisis di atas perlu dikontrol dengan kondisi debit
banjir abnormal ":
P(C
# yang mungkin terjadi. Bila terjadi :
P(C
tidak
diperkenankan terjadi over topping, namun bila ini terjadi, maka perlu
dipertimbangkan dimensi pelimpah yang lebih memadai.
Beberapa kegiatan yang dilakukan sehubungan dengan bangunan pelimpah
adalah
* Penelusuran Banjir (elalui Pelimpah
Pada prinsipnya penelusuran banjir pada Bendungan didasarkan pada
persamaan kontinuitas sebagai berikut
ds 5 dt E % F "
Bila dinyatakan dalam finite interval waktu
S
t2(
2S
t
E ?(5*@G?%
t
C %
tC(
@Gt 2 ?(5*@G?"
t
2 "
t2(
@Gt
atau dengan,
&
t
I ,liran masuk waduk pada permulaan waktu t
&
tS2
I ,liran masuk waduk pada akhir waktu t
0
t
I ,liran keluar dari waduk pada permulaan waktu t
0
tS2
I ,liran keluar dari waduk pada akhir waktu t
S
tS2
I $ampungan waduk pada akhir waktu t
Persamaan di atas dikembangkan oleh +.3. Puls dari ?S "rm Corps of
%ngineers.
Persamaan *utflow melalui pelimpah bebas, dirumuskan sebagai berikut
H E = G B G 3
-5*
dengan
8 I Koefisien limpahan "2,@ _ 5,5 m
2'5
'det#
B I +ebar efektif pelimpah
I +T * 5R"nRKp S Ka#R-
+T I +ebar kotor mercu pelimpah
. I !umlah pilar
Kp I Koefisien kontraksi pada pilar
Ka I Koefisien kontraksi pada dinding samping
2 2 2
1 1 1 + + +
+

+
+
t t t t t
O
t
S Ot
t
S I I
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
- I $inggi energi di atas ambang pelimpah
I h Sv
5
'5g
h I $inggi air di atas pelimpah "m#
I Koefisien pembagian kecepatan aliran
v I Kecepatan aliran rerata di muka ambang pelimpah "m'det#
g I Percepatan grafitasi I H,A2 m'detik
5
B. Saluran Pengara/
Saluran pengarah aliran berfungsi sebagai penuntun dan pengarah aliran agar
aliran tersebut senantiasa dalam kondisi hidrolik yang baik. Pada saluran
pengarah aliran ini, kecepatan masuknya aliran air supaya tidak melebihi 9
m'detik dan lebar saluran makin mengecil ke arah hilir. ,pabila kecepatan
tersebut melebihi 9 m'detik, maka aliran akan bersifat helisoidal dan kapasitas
pengalirannya akan menurun. )i samping itu aliran helisoidal tersebut akan
meningkatkan beban hidrodinamis pada bangunan pelimpah.
Kedalaman dasar saluran pengarah aliran biasanya diambil lebih besar dari
2'> 7 tinggi rencana limpasan di atas mercu ambang pelimpah. Selain
didasarkan pada kedua persyaratan tersebut, bentuk dan dimensi saluran
pengarah aliran biasanya disesuaikan dengan kondisi topografi setempat
serta dengan persyaratan aliran hidrolis yang baik.
Persyaratan hidrolik pada saluran pengarah adalah
P 35)
, 1m5det
dengan
- I tinggi rencana limpasan di atas mercu ambang pelimpah "m#
P I kedalaman dasar saluran pengarah aliran "m#
F I kecepatan masuknya aliran air "m'det#
,gar terbentuk aliran yang tenang dengan fluktuasi muka air kecil, angka
froudenya <,9<.
=. Saluran Transisi
/encana teknis saluran transisi tersebut didasarkan pada perhitungan*
perhitungan hidrolika, untuk memperoleh profil muka air pada saluran tersebut
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
maka akan ditinjau debit*debit tertentu yaitu debit banjir rencana :
2<<<
dan
:
P(C
sebagai kontrol. (etode analisis untuk menggambarkan profil muka air
pada saluran tersebut didasarkan pada persamaan 4nergi Spesifik. Saluran
transisi direncanakan agar debit banjir rencana yang akan disalurkan tidak
menimbulkan air balik "back water# di bagian hilir saluran samping dan
memberikan kondisi yang paling menguntungkan, baik pada aliran di dalam
saluran transisi tersebut maupun pada aliran permukaan yang akan menuju
saluran peluncur.
%ntuk menjaga agar air dari saluran transisi yang akan mengalir ke saluran
peluncur dalam kondisi hidraulik yang baik, maka pada hilir saluran transisi
direncanakan terjadi aliran kritis. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk
mendapatkan kondisi aliran yang baik pada saluran peluncur maka di bagian
akhir dari saluran transisi ditempatkan suatu konstruksi pelimpah "sill# sebagai
kontrol hidraulik seperti pada $ambar ).(). di bawah ini.
$ambar ).*-. Penampang Memanjang Saluran Transisi
)iantara titik 6 dan 5 terjadi kehilangan tinggi tekan yang diakibatkan oleh
kontraksi, sehingga persamaan Bernoulli yang berlaku adalah
e
c
c c
h
g
v
y z
g
v
y z + + + + +
2
cos
2
cos
2 2
2
2 2

h
e
adalah kehilangan tinggi tekan akibat kontraksi vertikal, dengan persamaan

g
v
f h
c
e
2
.
2

f adalah koefisien akibat kontraksi vertikal "<.2>#


Sedangkan pada penampang 6 dapat dihitung ketinggian air kritis dengan
persamaan
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
3
2
g
q
y
c

%ntuk mendapatkan kedalaman air pada saluran transisi yang merupakan
saluran terbuka maka dalam hal ini berlaku persamaan aliran tidak seragam
"non uniform flow#. Kemiringan dasar saluran transisi yang kecil sekali
sehingga digunakan persamaan
f
h
g
v
y z
g
v
y z + + + + +
2 2
2
1
1 1
2
2
2 2

dengan
y
2
I kedalaman aliran masuk ke dalam saluran transisi "m#
y
5
I kedalaman aliran pada hilir saluran transisi "m#
v
2
I kecepatan aliran masuk ke dalam saluran transisi "m'dt#
v
5
I kecepatan aliran pada hilir saluran transisi "m'dt#
I koefisien aliran "Coriolis#
= I ketinggian dasar saluran terhadap garis datum "m#
h
f
I
3
4
2
2
.
rerata
rerata
R
v n L
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa saluran transisi
direncanakan agar dapat mengalirkan debit banjir rencana dalam kondisi
hidraulik yang baik pada saat didalam saluran transisi maupun yang akan
menuju saluran peluncur. %ntuk menjaga agar aliran dalam kondisi hidraulik
yang baik di hilir saluran direncanakan terjadi aliran kritis atau angka Croude
2.
D. Saluran Pelun>ur
Saluran peluncur ini diusahakan memiliki trase yang lurus. Perhitungan profil
muka air pada saluran peluncur ini pada dasarnya sama dengan perhitungan
pada saluran transisi, hanya saja dalam hal ini kehilangan tinggi tekan akibat
turbulensi diabaikan mengingat bentuk salurannya yang prismatis.
)alam merencanakan saluran peluncur harus memenuhi persyaratan berikut
"Suyono S., 2HAH 5<>#
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
,gar air yang melimpah dari saluran pengatur mengalir dengan lancar tanpa
hambatan*hambatan hidraulik
,gar konstruksi saluran peluncur cukup kokoh dan stabil dalam menampung
semua beban yang timbul
,gar biaya konstruksinya diusahakan seekonomis mungkin.
(. Pro.il Muka !ir Saluran Pelun>ur
)alam kajian ini perhitungan garis permukaan aliran di dalam saluran
peluncur digunakan persamaan*persamaan sebagai berikut "Suyono
Sosrodarsono, 2HAH5<A#
f
h
g
v
y z
g
v
y z + + + + +
2 2
2
2
2 2
2
1
1 1

v
h y H + + saluran dasar el.
f v
h h y H + +
1 1 1 1
saluran dasar el.
1 2 2 2
saluran dasar el. H h y h
v e
+ +
L
R
v n
h
rerata
rerata
f

3
4
2
2
dengan
y
2
I kedalaman air pada potongan 2 "m#
y
5
I kedalaman air pada potongan 5 "m#
= I tinggi dasar saluran dari garis persamaan "m#
v
2
I kecepatan aliran pada potongan 2 "m'dt#
v
5
I kecepatan aliran pada potongan 5 "m'dt#
+ I jarak horisontal pada titik yang ditinjau "m#
I sudut kemiringan dasar saluran
h
f
I kehilangan tinggi tekan "m#
h
e
I perbedaan elevasi muka air potongan 2 dan 5
n I koefisien kekasaran (anning
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
$ambar ).*1. Skema aliran air pada saluran pelun>ur
(. #ree Board ?Tinggi 'agaan@
$inggi jagaan pada saluran peluncur ditentukan berdasarkan persamaan
sebagai berikut "Bendungan %rugan, Suyono Sosrodarsono, 2HA2#
Cb I <.? S <.<6@ R F R d
2'6
)imana
Cb I tinggi jagaan "m#
F I kecepatan aliran "m'detik#
d I kedalaman air "m#
*. Kontrol Stabilitas !liran
Sebagai kontrol stabilitas aliran pada pelimpah dan saluran peluncur
dapat dianalisa menggunakan persamaan sebagai berikut "/eff. KP 1
<6, paragraf >.A.6#
,ngka Fendernikov " F# 5 R b R F
6 R P g . d R cos
,ngka (ontuary " (
5
# F
g R & R +R cos
dimana
b I lebar saluran "m#
v I kecepatan saluran "m'detik#
P I perimeter basah saluran "m#
g I kecepatan gravitasi " I H.A2 m'detik
5
#
d I kedalaman air rata*rata "m#
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
I gradien garis energi rata*rata "rad#
& I tan
+ I panjang saluran peluncur "m#
E. Peredam Energi
Sebelum aliran air yang melintasi bangunan pelimpah dikembalikan ke dalam
sungai, maka aliran dengan kecepatan yang tinggi dalam kondisi superkritis
tersebut harus diperlambat dan dirubah pada kondisi aliran sub kritis. -al ini
untuk mengurangi besarnya energi gerusan yang tinggi dalam aliran tersebut
hingga mencapai tingkat yang normal, sehingga aliran tersebut tidak
membahayakan kestabilan alur sungai. %ntuk mengurangi energi tersebut,
maka di ujung hilir saluran peluncur biasanya dibuat suatu bangunan yang
disebut peredam energi pencegah gerusan.
Berdasarkan dengan tipe Bendungan urugan dan kondisi topografi serta sistim
kerjanya maka peredam energi mempunyai berbagai tipe, antara lain
$ipe +oncatan
Peredam energi loncatan biasanya dibuat untuk sungai*sungai yang
dangkal "dengan kedalaman yang lebih kecil dibandingkan kedalaman
loncatan hidrolis aliran di ujung udik peredam energi#. $etapi tipe ini hanya
cocok untuk sungai dengan dasar alur yang kokoh.
$ipe Kolam 0lakan "Stilling Basin#
Secara umum tipe kolam olakan dibedakan menjadi 6 tipe utama
2. Kolam olakan datar
5. Kolam olakan miring ke hilir
6. Kolam olakan miring ke hulu
,kan tetapi yang paling umum dipergunakan adalah kolam olakan datar.
Selanjutnya kolam olakan datar dibedakan menjadi 9 macam, yang
dibedakan oleh re=im hidrolika alirannya dan kondisi konstruksinya.
a. Kolam 0lakan )atar $ipe &
$ipe ini digunakan untuk debit yang kecil dengan kapasitas peredaman
energi yang kecil pula dan kolam olakannya berdimensi kecil. $ipe ini
biasanya dibangun untuk suatu kondisi yang tidak memungkinkan
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
pembuatan perlengkapan*perlengkapan lainnya pada kolam olakan
tersebut.
b. Kolam 0lakan )atar $ipe &&
Kolam olakan ini dilengkapi dengan gigi*gigi pemencar aliran di pinggir
hulu dasar kolam dan ambang bergerigi di pinggir hilirnya. Kolam
olakan tipe ini digunakan untuk aliran dengan tekanan hidrostatis yang
tinggi dan dengan debit yang besar "E I 9> m
6
'dt'm, tekanan hidrostatis
L ?< m dan bilangan froude L 9.>#
3igi*gigi pemencar aliran berfungsi untuk untuk lebih meningkatkan
efektifitas peredaman, sedangkan ambang bergerigi berfungsi untuk
menstabilkan loncatan hidrolis dalam kolam olakan tersebut. Kolam
olakan tipe ini sangat sesuai untuk Bendungan tipe urugan dan
penggunaanya cukup luas.
$ambar ).*). (odel Kolam 0lakan $ipe &&
c. Kolam 0lakan )atar $ipe &&&
Pada hakekatnya prinsip kerja kolam olakan ini sangat mirip dengan
sistem kerja kolam olakan datar tipe &&, akan tetapi lebih sesuai untuk
mengalirkan air dengan tekanan hidrostatis yang rendah dan debit yang
agak kecil "E ] 2A.> m6'dt'm, F ] 2A m'dt dan bilangan froude L 9.>#.
%ntuk mengurangi panjang kolam olakan, biasanya dibuatkan gigi*gigi
pemencar aliran di tepi hulu dasar kolam, gigi*gigi penghadang aliran
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
dapa dasar kolam olakan. Kolam olakan tipe ini biasanya untuk
bangunan pelimpah pada Bendungan urugan yang rendah.
$ambar ).*8. (odel Kolam 0lakan $ipe &&&
d. Kolam 0lakan )atar $ipe &F
Sistem kerja kolam olakan tipe ini sama dengan sistem kerja kolam
olakan tipe &&&, tetapi penggunaannya yang cocok adalah untuk aliran
dengan tekanan hidrostatis yang rendah dan debit yang besar per unit
lebar, yaitu untuk aliran dalam kondisi super kritis dengan bilangan
froude antar 5.> s'd 9.>. Biasanya kolam olakan ini digunakan pada
bangunan pelimpah suatu Bendungan urugan yang sangat rendah.
$ambar ).*9. (odel Kolam 0lakan $ipe &F
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
$ipe Bak Pusaran
* Kolam 0lakan $ipe Bak Pusaran "-oller Bucket#
Peredam energi tipe bak pusaran adalah bangunan peredam energi
yang terdapat di dalam aliran air dengan proses pergesekan antara
molekul*molekul air akibat adanya pusaran vertikal di dalam kolam.
Biasanya bak pusaran ini membutuhkan pondasi batuan yang kukuh
dan air yang terdapat di hilirnya cukup dalam.
Bak pusaran ini mempunyai bentuk serta modifikasi yang beraneka
ragam, disesuaikan dengan kondisi topografi dan geologi tempat
kedudukannya serta kondisi fluktuasi permukaan air di hilir kolam
tersebut.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
$ambar ).*:. Kolam "lak Tipe Bak Pusaran
).9.*. &en>ana Teknis Bangunan Pengambilan ?%ntake@
Sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai penyadap aliran sungai, mengatur
pemasukan air dan sedimen serta menghindarkan sedimen dasar sungai dan
sampah masuk ke intake, maka dalam perencanaannya harus memperhatikan
hal*hal sebagai berikut
!. Tata #etak
$ata letak intake diatur sedemikian rupa sehingga memenuhi fungsinya dan
biasanya diatur sebagai berikut
sedekat mungkin dengan bangunan pembilas.
merupakan satu kesatuan dengan pembilas.
tidak menimbulkan pengendapan sedimen dan turbulensi aliran udik
intake.
B. Bentuk dan Ukuran 3idraulik
2. +antai &ntake
Ketinggian lantai intake bila intake ditempatkan pada bangunan pembilas
dengan underslice
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
sama tinggi dengan plat lantai underslice
sampai dengan <.>< m di atas plat underslice
tergantung kepada keaadan
Bila intake ditempatkan pada bangunan pembilas tanpa underslice, maka
ketinggiannya di atas lantai udik Bendungan
<.>< m, jika sungai mengangkat lanau.
2,<< m jika sungai mengangkut pasir dan kerikil
2,>< m jika sungai mengangkut kerakal dan bongkah
tergantung keadaan
5. +ebar dan tinggi lubang
+ebar lubang intake dapat dihitung dengan berbagai rumus pengaliran,
diantaranya
Hi E > B b B /
(5*
atau
Hi E B b B a I*gJ
dimana
:i I debit intake, m
6
'det
c dan I koefisien pengaliran
a I tinggi bukaan lubang, m
g I percepatan gravitasi
= I kehilangan tinggi energi, m
$inggi pintu atau h berbanding dengan lebar pintu "b#, dapat diambil
dengan perbandingan sebagai berikut
b h I 2 2
b h I 2,> 2 atau
b h I 5 2
).9.-. !nalisis 3idrolika
,nalisa hidrolika merupakan kegiatan analisa teknis yang bertujuan untuk
mengetahui apakah dimensi konstruksi bangunan yang direncanakan tersebut
sudah sesuai perilaku hidrolis aliran yang direncanakan akan melewatinya.
)engan adanya analisa ini kemungkinan terjadinya over desain terhadap
bangunan yang direncanakan dapat dihindari seoptimal mungkin. Beberapa hal
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
yang harus diperhatikan sehubungan dengan perencanaan hidrolis saluran antara
lain
(. &umus !liran
%ntuk merencanakan desain saluran pengelak, saluran tailrace, peluncur
maupun bangunan pelengkap lainnya perlu diketahui nilai debit yang
direncanakan akan melewatinya. ,dapun persamaan yang digunakan adalah
sebagai berikut
Persamaan (anning dan Strikcler
, E (5n . &
*5-
. %
(5*
atau , E K . &
*5-
. %
(5*
H E ! . ,
dimana
F I kecepatan "m'detiik#
/ I radius hidrolik I ,'P "m#
P I perimeter basah "m#
& I kemiringan saluran'sungai
, I luas basah "m
5
#
: I debit "m
6
'detik#
n I koefisien kekasaran (anning
k I koefisien kekasaran Strickler
*. Koe.isien Kekasaran
.ilai koefisien kekasaran dijelaskan pada tabel di bawah ini
Tabel ).;. Koe.isien Kekasaran
Material
Koe.isien Kekasaran
k
Pasangan Beton
Pasangan $anah
Pasangan batu bata
Sungai
<.<29
<.<55 1 <.<5A
<.<2@
<.<9>
@<
6> 1 9<
?<
55
-. !nalisa Ke/ilangan Energi Untuk Saluran Terbuka
a. Ke/ilangan Karena 7aktor $esekan
hf I f R + R F5 I & R +
/ 5g
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
f I 5 g n
5
/
2'5
dimana
hf I kehilangan karena gesekan "m#
f I koefisien gesekan
g I kecepatan gravitasi " I H.A2 m'detik
5
#
+ I panjang "m#
F I kecepatan "m'detik#
& I kemiringan hidrolis
/ I radius hidrolis "m#
b. Ke/ilangan Total Tinggi Energi
2. Kehilangan total tinggi energi di saluran atau saluran tertutup.
3 E 3
masuk
C 3
.r
C 3
b
C 3
keluar
dimana
-
masuk,keluar
I kehilangan tinggi energi masuk dan keluar "m#
-
fr
I kehilangan tinggi energi akibat gesekan disepanjang
pipa atau saluran
-
b
I kehilangan tinggi energi pada tikungan "m#
Kehilangan tinggi energi masuk dan keluar dinyatakan dengan rumus
sebagai berikut
3
masuk
6
masuk
?,a F ,@
*.
.............. persamaan "2#
*g
3
keluar
6
keluar
?,a F ,@
*
.............. persamaan "5#
*g
dimana
-
masuk,keluar
tinggi energi masuk dan keluar "m#

masuk,keluar
6 kefisien kehilangan tinggi energi masuk dan keluar
Fa kecepatan rata*rata yang dipercepat dalam
bangunan "m'detik#
F kecepatan rata*rata dibagian hulu atau hilir "m'detik#
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
$ambar ).-<. 3arga2/arga Koe.isien Ke/ilangan Tinggi Energi
Masuk dan Keluar
5. Kehilangan tinggi energi pada siku dan tikungan saluran tertutup
Perubahan arah aliran dan sebaran kecepatannya memerlukan
kehilangan air ekstra. Kehilangan tinggi energi pada siku dan tikungan
dapat dinyatakan sebagai berikut
3
B
E K
B
.,a
*

*g
dimana
K
B
I koefisien kehilangan tinggi energi untuk siku dan tikungan saluran
tertutup
Tabel ).(<. 3arga2/arga K
B
Untuk Siku
Pro.il
Sudut ?derajat@
)
<
(<
<
()
<
**.)
<
-<
<
1)
<
8<
<
9<
<
;<
<
Bulat <.<5 <.<6 <.<9 <.<> <.22 <.59 <.9@ <.A< 2.2<
Segi
4mpat
<.<5 <.<9 <.<> <.<? <.29 <.6< <.?< 2.<< 2.9<
>. Ke/ilangan Energi Pada Pipa
$otal kehilangan energi pada sistem saluran tertutup "pipa# dapat
dinyatakan sebagai berikut ")esign of Small )am, hal 9>> * 9?<#
3
T
E /
#
C 3
v
3
#
E /
t
C /
e
C /
b
C /
.
C /
eB
C /
>
C /
g
dimana,
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
-
$
total kehilangan energi "m#
h
+
komulatif kehilangan pada Sistem "m#
h
F
kehilangan kecepatan pada valve "m#
h
t
kehilangan pada rak sampah "m#
h
e
kehilangan masuk "m#
h
b
kehilangan belokan "m#
h
f
kehilangan friksi "m#
h
e7
kehilangan perluasan "m#
h
c
kehilangan penyempitan "m#
h
g
kehilangan di pintu atau di valve "m#
h
v
kehilangan kecepan keluar di outlet
2. Kehilangan pada penyaring "trashrack#
/t E Kt
g
Vn
2
2
E Kt
2
1
1
]
1

an
a
1
]
1

g
V
2
12
Selanjutnya,
Kt E (,1) F <,1)
ag
an
2
2
1
]
1

ag
an
dimana,
K
t
Koef kehilangan penyaring'trashrack "empiris#
a
n
+uas bersih "netto# yang melewati rak jeruji
"ambil <,A> a
g
#"m
5
#
a
g
+uas kotor "gross# rak jeruji dan pendukung "m
5
#
F
n
Kecepatan yang melewati penyaring'trashrack "m'det#
F
2
Kecepatan yang melewati valve atau pintu "m'det#
a
2
+uas aliran
5. Kehilangan di pintu masuk
he I Ke
g
Ve
2
2
I Ke
2
1
1
]
1

ae
a
1
]
1

g
V
2
12
Ke I
1
]
1

1
2
1
C
dimana,
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
K
e
Koefisien kehilangan masuk
a
e
+uas aliran section masuk "m
5
#
8 Koefisien debit
a
2
+uas aliran "m
5
#
F
eS
F
2
Kecepatan secara berurutan yang melewati daerah masuk
"m'det#
6. Kehilangan di belokan
/b E Kb
g
Vb
2
2
E Kb
2
1
1
]
1

ae
a
1
]
1

g
V
2
12
dimana,
K
b
koefisien kehilangan di belokan
a
bS
a
2
luas aliran pada belokan "m
5
#
F
eS
F
2
Kecepatan aliran secara berurutan yang melewati belokan
"m'det#
9. Kehilangan friksi
a. Section Bulat
/. E
g
V
D
L f
2
2
*
*
. E
3 / 4
2 5 , 124
D
n
dimana,
h
f
koefisien gesek
n koefisien kekasaran manning "untuk beton dapat dipakai n
I <,<<A samapai <,<29#
) diameter pipa "m#
F kecepatan rata*rata yang melewati section "m'det#
b. Bentuk tapak rumah sisi vertikal
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
/. E
g
V
R
L f
2
2
*
'*
. KE
3 / 4
2 2
D
gn
& E
r H B
r BH

+ +
+
2
5 , 0
dimana,
h
f
Koefisien gesek
n Koef kekasaran manning "untuk beton dapat dipakai n I
<,<<A sampai <,<29#
/ /adius hidraulik pada saluran "m#
- $inggi sisi vertikal saluran "m#
B +ebar saluran "m#
/ /adius tapak saluran "m#
F Kecepatan rata*rata "m'det#
>. Kehilangan friksi
/
eB
E K
eB
G
1
]
1

g
V
g
V
2
22
2
12
dimana,
K
e7
Koef kehilangan perluasan
F2 Kecepatan perluasan pada upstream "m'det#
F5 Kecepatan perluasan pada downstream "m'det#
?. Kehilangan pada penyempitan
3
>
E K
>
G
1
]
1

g
V
g
V
2
12
2
22
dimana,
K
c
Koefisien kehilangan penyempitan "I<,2< untuk
penyempitan yang berangsur*angsur dan <,>< untuk
penyempitan mendadak, lihat )esign of Small )am, hal.
9>A#
F2 Kecepatan penyempitan pada upstream "m'det#
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
F5 Kecepatan penyempitan pada downstream "m'det#
@. Kehilangan akibat pintu air
/g E Kg
g
Vg
2
2
E Kg
2
1
]
1

a
a
1
]
1

g
V
2
12
dimana,
K
g
Koef kehilangan di pintu air
,
gS
a
5
luas aliran pada pintu "m
5
#
F
gS
F
2
Kecepatan yang melewati pintu "m'det#
A. Kehilangan keluar
/v E Kv
g
Vv
2
2
E Kv
2
1
1
]
1

ag
a
1
]
1

g
V
2
12
dimana,
K
v
Koef kecepatan energi keluar "I<,2<, lihat )esign of Small
)am, hal 9?<#
,
vS
a
2
luas aliran pada daerah keluar "m
5
#
F
vS
F
2
Kecepatan yang melewati daerah keluar "m'det#
).:. 3"&%S"T!# D&!%
)ibuat untuk mengurangi tekanan air tanah pada badan lereng di daerah
keruntuhan. )engan menggunakan metode ini, beban akan berkurang
serta akan meningkatkan kestabilan lereng. )iameter lubang drainase
adalah AHmm * 2><mm. Panjang pengeboran dilakukan untuk mencapai
seberang daerah keruntuhan. Kemiringan pengeboran sekitar 2< derajat ke
atas, sehingga aliran air dalam pipa drainase terjadi secara gravitasi. Pipa
PF8 dapat digunakan sebagai jalur drainase. Pipa PF8 dibuat berlubang
dengan diameter Amm yang disusun 6 baris dengan jarak 2<<mm pada
daerah serapan air. )aerah pipa berlubang di bungkus dengan geotekstil
non*woven untuk menjaga filtrasi sehingga butiran tanah tidak masuk ke
dalam pipa. )i ujung atas pipa di grout.
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
$ambar ).-). Dokumentasi 3oriJontal Drain
-ori=ontal )rain bo7 merupakan teknologi terbaru untuk drainase yang
efektif dan ekonomis bunker pasir lapangan golf. $he -)B terdiri dari kotak
drain polietilen dilengkapi dengan layar terjepit di antara dua penggarang
dukungan fiberglass dilepas.
)esain inovatif ini memungkinkan untuk tidak hanya membersihkan layar,
tetapi untuk inspeksi dan pembilasan dari struktur menyediakan sistem
bunker drainase benar*benar berguna.
Kotak tersebut kemudian dihubungkan dengan pipa polyethylene ,)S
bergelombang untuk memindahkan air dari bunker ke dalam sistem
drainase kursus itu. -)Bs sekarang digunakan di lebih dari 9<< program di
,merika Serikat.
%kuran 25 ` 2? ` 9A inci, -)B menyediakan area drainase >5 kaki pipa
berlubang 9*inci dan dapat mudah digunakan dalam konstruksi baru dan
mudah ditambahkan ke bunker yang ada. )ua fiberglass tungku terbuka,
dalam hubungannya dengan mesh kontrol debu, filter debu dan tanah liat
dan mudah diperbaiki.
E.*. P&"$&!M KE&'!
).;. UMUM
&engan terdapatna constraint waktu ang disediakan untuk Pekerjaan
Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso5 Kab4 +onogiri aitu selama
AB 2tiga puluh tujuh3 bulan5 maka Konsultan Supervisi akan berusaha
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
menusun program kerja seefektif mungkin agar pekerjaan dapat
diselesaikan dengan baik dan tepat waktu4
?ntuk itu perlu dibuat rencana dan jadual pelaksanaan pekerjaan ang
mantap4 Pada paragraf berikut ini dapat diikuti penjelasan mengenai
rencana dan jadwal pelaksanaan pekerjaan4
).(<. PE&S%!P! K"ST&UKS%
#ambar ang tercantum pada dokumen penawaran5 akan menjadi gambar
kontrak ang mencerminkan gambaran pekerjaan ang akan dilaksanakan
oleh Kontraktor Pelaksana untuk konstruksi pembangunan Bendungan
Pidekso4 #ambar ang ada akan menjadi dasar untuk mengestimasi biaa
penawaran ang akan menjadi dasar Kontraktor Pelaksana untuk
menentukan rencana program kerja5 rencana asal material konstruksi5 dan
hal(hal lain ang berkartan dengan jasa konstruksi4
Pemeriksaan #ambar &isain akan menjadi hal ang perlu disiapkan oleh
Konsultan Supervisi dalam $ahap Persiapan Konstruksi ini4 Pemeriksaan
#ambar &isain /inal dalam kaitanna dengan #ambar Konstruksi ang
akan dipersiapkan oleh Kontraktor Pelaksana untuk kemudahan dan
kecepatan rencana kerja akan menjadi bantuan kepada pihak Proek agar
pekerjaan konstruksi pembangunan Bendungan Pidekso dapat
diselesaikan tepat waktu5 mutu tercapai5 dan biaa konstruksi ang
terkendali4
).((. PEKE&'!! SUPE&,%S% K"ST&UKS%
).((.(. Umum
Konsultan Supervisi pada pekerjaan supervisi dengan pemahaman
terhadap K"K sebagai telah diuraikan sebelumna5 akan bertindak sebagai
+akil dari %ngineer 2%ngineer -epresentative3 sebagaimana disebutkan
dalam &okumen Kontrak5 sehingga jasa konsultasi ang akan dilakukan
oleh Konsultan Supervisi pada tahap konstruksi ini adalah merupakan
asisten konsep dengan tugas utama adalah membantu sepenuhna pihak
Pemilik Proek dan akan melakukan pengambilan keputusan melalui
diskusi dengan pihak Pemilik Proek4
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Konsultan Supervisi akan melaksanakan aktivitas ang berkaitan dengan
supervisi pekerjaan sipil dengan gambaran pekerjaan sebagai berikutC
/inalisasi #ambar &isain dan persiapan #ambar Kerja
-eview dan persetujuan program kerja Kontraktor Pelaksana
Modifikasi #ambar kerja
Supervisi dan kontrol progress5 kualitas dan program keselamatan
Pengawasan dan %valuasi Pekerjaan 'nvestigasi tambahan
'nspeksi5 $esting5 dan Kontrol Pengiriman selama proses /abrikasi
Sertifikat Pembaaran
Mempersiapkan )aporan Pemeriksaan5 Pengujian5 dan aktivitas
lapangan
Commissioning5 dan Penerimaan hasil test
Pekerjaan Sub(Kontrak
Bantuan dalam aspek )ingkungan
Sstem Pelaporan
*perasional dan Pemeliharaan
).((.*. Evaluasi Program Kerja Kontraktor Pelaksana
&engan memperhatikan kondisi pada suatu saat dan kinerja progress
ang sedang berlangsung5 maka sangat penting untuk membuat suatu
sistematika untuk monitor schedule beserta variasi aktivitas kerja lapangan5
sehingga progress pekerjaan bisa dijaga dengan baik4
?ntuk keperluan ini5 sstem scheduling dengan metode Network
Planning dalam hal ini CPM akan menjadi salah satu metode ang paling
mudah dikontrol untuk memonitor jadwal konstruksi beserta keterkaitan
kerja dan lintasan kritis untuk setiap item pekerjaan4
&alam waktu tidak lebih dan enampuluh 2D<3 hari sejak Surat Perintah
Kerja5 Kontraktor Pelaksana harus mengirim bagan alir Network Planning
ang mengimplementasikan seluruh rencana kerja konstruksi4 Konsultan
Supervisi akan mengevaluasi5 merevisi dan menetujui5 sesegera mungkin5
program kerja detail Network Planning untuk masing(masing pekerjaan(
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
pekerjaan utama4 Program Network Planning ini harus dengan teliti
menjelaskan hubungan dan keterkaitan aktivitas kerja beserta lintasan kritis
ang menertai masing(masing pekerjaan dan perkiraan rencana lamana
kegiatan masing(masing pekerjaan4
)ebih lanjut5 Konsultan Supervisi akan memonitor progres kerja dalam
kaitanna dengan schedule konstruksi ang telah disetujui dan akan
mengevaluasi dan merevisi untuk setiap urutan komponen kerja ang
merupakan progress4
Sebagai tambahan5 Kontraktor Pelaksana akan mengirim ! mengajukan
dokumen(dokumen berikut dengan batasan waktu untuk memonitor
progress pekerjaanC
@4 -encana dalam bentuk barchart angakan menjelaskan rencana
kerja dalam waktu D bulan mendatang5
;4 &okumen ang menjelaskan Metode Pelaksanaan Konstruksi5
A4 &aftar ! )ist peralatan konstruksi5
=4 Prediksi kebutuhan tenaga kerja5
E4 Bagan *rganisasi Manajemen di )apangan ! Site5 dan
D4 Kebutuhan akan tenaga ahli4
Konsultan Supervisi akan mengevaluasi dan mengirim jawaban
terhadap dokumen Kontraktor Pelaksana berdasarkan rencana
Network Planning ang disetujui4
).((.-. Memeriksa $ambar Konstruksi 0ang dipersiapkan ole/ Kontraktor
Pelaksana
Konsultan Supervisi akan mempersiapkan #ambar &isain ang sesuai
dengan perhitungan dan meliputi #ambar Kontrak4
Konsultan Supervisi akan melakukan koordinasi pekerjaan memeriksa
#ambar Konstruksi dengan memperhatikan item(item sebagai berikutC
Kondisi aktual topografi dan kondisi geologi ang berbeda dengan
kondisi pada tahap disain4
Dokumen Usulan Teknis

Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, Metodologi dan Program Kerja
Metode konstruksi5 ,ualit assurance dan program keselamatan ang
direncanakan oleh Kontraktor Pelaksana
-encana fabrikasi5 testing dan pengiriman pekerjaan instrumentasi5
dan lain(lain ang juga akan meliputi hal(hal sebagai berikut
Konsultan Supervisi akan secara menerus memeriksa #ambar Konstruksi
dan apabila dianggap perlu akan membuat gambar disain ang lebih rinci
sesuai dengan kondisi lapangan ang sejalan dengan konsep untuk
keperiuan koordinasi pekerjaan ang baik5 cepat dan efisien4
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
).((.1. Supervisi dan kontrol progres, kualitas dan program keselamatan
?ntuk menjamin agar pekerjaan supervisi konstruksi pembangunan
bendungan inF dapat diselesaikan dengan mutu seperti ang disaratkan5
Konsultan Supervisi dalam melaksanakan Pekerjan Pengawasan !
Supervisi Konstruksi Berupa Supervisi Pembangunan Bendungan Pidekso
di Kab4 +onogiri5 Kalimantan $imur ini akan membagi kegiatan sebagai
berikut C
).((.1.(. Kegiatan Sebelum Pelaksanaan Konstruksi
Kegiatan ini adalah merupakan kegiatan awal ang sangat penting bagi
suksesna pelaksanaan konstruksi karena pada periode ini segala
sesuatu ang berhubungan dengan evaluasi desain maupun persiapan
Kontraktor Pelaksana5 akan dilakukan secara detail5 diantarana
adalahC
PPre 8onstruction (eetingP, berupa pertemuan antara Pemimpin
Proyek, Konsultan Supervisi danKontraktor Pelaksana.
)alam pertemuan ini akan dibahas bersama mengenai dokumen
kontrak pelaksanaanpekerjaan. -al*hal penting yarig dapat
menimbulkan perbedaan penafsiran akandibahas secara lebih
seksama untuk mendapatkan kesamaan persepsi, supaya
tidakmenimbulkan masalah di kemudian hari.
4valuasi 3ambar /encana dan Spesifikasi $eknis.
3ambar /encana yang telah dibuat perlu dicek kembali sebelum
pekerjaan Konstruksi dilaksanakan, sehingga beberapa bagian dari
3ambar /encana yang mungkin tidak sesuai dengan keadaan saat
ini dapat dilakukan dievaluasi dan perbaikan teriebih dahulu. )alam
Spesifikasi $eknis juga kadang*kadang dijumpai pasal*pasal yang
tidak mungkin untuk dilaksanakan dengan kondisi setempat, karena
itu perlu diadakan evaiuasi.
4valuasi terhadap Program (obilisasi Kontraktor Pelaksana
4 * 2@6
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
%mumnya, pada saat pelelangan Kontraktor Pelaksana memberikan
program yang sangat baik, akan tetapi pada saat pelaksanaan akan
berusaha membuat perubahan yang kadang*kadang jauh berbeda.
4valuasi ini akan meliputi
4valuasi terhadap Base 8amp, Kantor, +aboratorium.
Peralatan yang dimiliki atau disewa.
!adwal Pelaksanaan Pekerjaan.
)aftar Personil yang akan ditempatkan di Proyek.
4valuasi terhadap /encana Kerja Kontraktor Pelaksana.
4valuasi ini dimaksudkan untuk menentukan penjelasan dari
Kontraktor Pelaksana terhadap -encana Kerjana dalam
melaksanakan pekerjaan konstruksi5 diantarana adalahC
Metoda Pelaksanaan ang dilakukan4
.asil $est mutu bahan ang dipergunakan4
Prosedur permintaan persetujuan pekerjaan4
Sistem pelaporan4
-apat Koordinasi4
Perlu adana koordinasi antara Pemimpin Satuan Kerja5 Konsultan
Supervisi Supervisi dan Kontraktor Pelaksana datam melaksanakan
pekerjaan akan memberikan hasil ang baik4 -apat koordinasi
diharapkan rutin 2secara mingguan atau bulanan3 selama
pekerjaan konstruksi4
4 * 2@9
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
4 * 2@>
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
Survai +apanganK Konsultan Supervisi bersama*sama dengan Kontraktor
Pelaksana melaksanakan peninjauan untuk menentukan lingkup pekerjaan4
Selanjutna menentukan titik referensi ang akan digunakan dalam waktu
pelaksanaan4 apabila masih terdapat perbedaan dari hasil evaluasi5 maka
pada saat itu dibuat perbaikan seperluna dan menghitung kembali volume
pekerjaan ang sebenarna akan dilaksanakan4 Selanjutna apabila
terdapat perbedaan volume maka akan dibuatkan &okumen Perubahan
8olume 2"ddendum34
4 * 2@?
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja

4 * 2@@
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
Penelitian Bahan Dang )igunakanK %ntuk mendapatkan hasil yang
maksimal dan sesuai dengan )okumen Kontrak, maka penelitian
terhadap bahan yang akan digunakan dalam pekerjaan ini sangat
penting mengingat bahan tersebut akan permanen dan tidak akan
dibongkar lagi. Bahan yang perlu mendapat penelitian lebih awal
ialah bahan timbunan, besi beton, semen, mortar, pasir, batu pecah
"split#, batu, pintu air dan sebagainya. ,pabila diperlukan Konsultan
Supervisi akan meninjau pabrik pembuat fasilitas hidromekanik4
&ata(data hasil penelitian ini akan merupakan dasar pengawasan
pekerjaan selanjutna4 Semua penelitian tersebut hams dilakukan
oleh Kontraktor Pelaksana dan mengajukan permintaan persetujuan
kepada Pemimpin Satuan Kerja melalui Konsultan Supervisi4
Konsultan Supervisi menyelesaikan pemeriksaan pengujian yang
dilakukan oleh Kontraktor Pelaksana dan uji coba material untuk
memastikan keseuaian dengan spesifikasi yang ada dalam dokumen
kontrak. Konsultan Supervisi akan meninjau ulang pengujian*
pengujian yang ada dalam spesifikasi dan prosedur test yang
diajukan oleh Kontraktor Pelaksana dan merekomendasikan untuk
perubahan jika perlu4
4 * 2@A
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
4 * 2@H
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
).((.1.*. Kegiatan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan
&alam periode pelaksanaan ini kegiatan pengawasan meliputi kegiatan
rutin ang ditentukan dalam &okumen Kontrak4 "pabila tahap kegiatan
sebelum pelaksanaan telah diselesaikan dengan baik5 maka tahap waktu
pelaksanaan ini tidak menemui kesulitan ang berarti4 Pekerjaan pokok
pada waktu pelaksanaan pekerjaan adalah meliputi pekerjaan
pengawasan sebagai berikutC
Kegiatan Pengawasan0 Pengawasan pelaksanaan pekerjaan fisik
merupakan tugas rutin dan KonsuKan sebagai pembantu Pemimpin
Proek4 Pengawasan terbagi atasC
a4 Pengawasan Pelaksananan konstruksi
b4 Pengawasan +aktu Pelaksanaan
c4 Pengawasan Mutu Pekerjaan
d4 Pengawasan Biaa Proek
e4 Pengawasan "dministrasi
a4 Pengawasan +aktu Pelaksanaan Pekerjaan
+aktu pelaksanaan perlu pengawasan ang ketat agar supaa tidak
kemunduran waktu polaksanaan4 ?ntuk melaksanakan pengawasan ini
Konsultan Supervisi akan selalu mengacu kepada program kerja ang
telah disusun oleh Kontraktor Pelaksana dan telah mendapatkan
persetujuan dari Pemimpin Proek4 Konsultan Supervisi akan selalu
mengingatkan dan mencarikan jalan keluar apabila pelaksanaan
pekerjaan mengaiami keterlambatan4
b4 Pengawasan Mutu Pekerjaan
Pengawasan mutu ini terdiri dari beberapa urutan pekerjaan5 antara lainC
Kontraktor Pelaksana harus mengajukan permintaan 2re,uest3 untuk
mulai sesuatu pekerjaan4 Pekerjaan tidak dapat dimulai sebelum
persetujuan diberikan oleh Konsultan Supervisi4 &alam pengajuan
tersebut Kontraktor Pelaksana harus menjelaskan lokasi pekerjaan5
4 * 2A<
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
jenis pekerjaan5 peralatan ang digunakan5 pekerjaan ang diperlukan
dan perkiraan selesai suatu tahap serta perkiraan volume pekerjaan4
Pengajuan untuk memeriksa pemasangan profit atau patok4 Pekerjaan
tidak dapat dimulai sebelum pemasangan profit atau patok mendapat
persetujuan dari Konsultan Supervisi4
Pengajuan persetujuan terhadap campuran bahan4 Sebelum
melakukan pekerjaan ang memerlukan campuran bahan5 maka
Kontraktor Pelaksana harus mengajukan permintaan persetujuan atas
campuran ang diinginkan5 dalam bentuk pemeriksaan visual maupun
pemeriksaan laboratorium4
Pengajuan terhadap hasil pemadatan
Setiap suatu lapisan ang telah dipadatkan Kontraktor Pelaksana
harus mengajukan persetujuan terhadap kepadatan ang telah
dilakukan tersebut4
Setiap hari Kontraktor Pelaksana bersama(sama dengan Konsultan
Supervisi membuat laporan mengenai kegiatan ang dilakukan
termasuk pencatatan terhadap kemajuan dan kejadian(kejadian
panting lainna4
Konsultan Supervisi menelesaikan pemeriksaan pengujian ang
dilakukan oleh Kontraktor Pelaksana dan uji coba material untuk
memastikan keseuaian dengan spesifikasi ang ada dalam dokumen
kontrak4 Konsultan Supervisi akan meninjau ulang pengujian(
pengujian ang ada dalam spesifikasi dan prosedur test ang diajukan
oleh Kontraktor Pelaksana dan merekomendasikan untuk perubahan
jika perlu4
c4 Pengawasan Biaa Proek
&isadari sepenuhna pentingna pengendalian semua biaa ang
berhubungan dengan proek5 untuk itu konsuttan akan berusaha
sepenuhna dalam hat pengendalian biaa proek mulai dari permulaan
pekerjaan sampai akhir tahap konstruksi4
Berkaitan dengan hat tersebut akan diusahakan agar tidak terjadi
keterlambatan pekerjaan5 mempertahankan pekerjaan tambah kurang
4 * 2A2
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
seminimal mungkin dan menjamin prosedur konstruksi ang seefisien
mungkin4
d4 Pengawasan "dministrasi
Pengawasan administrasi ang akan dilakukan antara lain
Semua data lapangan tersebut disimpan oleh Konsultan Supervisi dan
dikirimkan secara berkala kepada Pemimpin Satuan Kerja4
Setiap bulan Konsultan Supervisi memeriksa surat penagihan dari
Kontraktor Pelaksana untuk pembaaran dan apabila tidak sesuai
dengan data ang akan disampaikan kepada Pemimpin Satuan Kerja
untuk ditinjau kernbali5 selanjutna Pemimpin Satuan Kerja akan
memproses pembaaran kepada Kontraktor Pelaksana4
"pabila selama pelaksanaan proek terdapat hal(hal ang menurut
pertimbangan Pemimpin Proek perlu diubah atau disesuaikan5 maka
Konsultan Supervisi akan mengevaluasi perubahan tersebut dan
mengusulkan ke Pemimpin Satuan Kerja4
Pembuatan &okumen Perubahan 2Change *rder3 untuk disetujui oleh
Pemimpin Satuan Kerja dan Kontraktor Pelaksana4
).((.1.-. Kegiatan Setela/ Pelaksanaan
Setelah selesaina penerahan pekerjaan kepada Pemimpin Satuan
Kerja maka Konsultan Supervisi akan mdakukan kegiatan(kegiatan
antara lain4
Mengumpulkan semua gambar pelaksanaan ang telah selesai
dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana4 Selanjutna
mengevaluasi!memeriksa ulang gambar tersebut dan akhima dijilid
merupakan :"s built drawing:4
Mengevaluasi perhitungan volume akhir dari pekerjaan4
4 * 2A5
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
).((.1.1. &en>ana Pelaksanaan Penga4asan
Konsultan Supervisi akan mempersiapkan dengan baik rencana
pengawasan teknik dengan maksud agar pelaksanaan pekerjaan fisik
dan Kontraktor Pelaksana dapat terlaksana dengan baik4
Secara garis besar kegiatan pelaksanaan supervisi konstruksi
pembangunanbendungan terdiri atas tiga tahapan kegiatan menurut
waktu sebagai berikutC
a4 Prakonstruksi
b4 Pelaksanaan Konstruksi
c4 Pasca konstruksi
"gar tercapai kriteria desain seperti ang terdapat dalam gambar
pelaksanaan dan spesifikasi teknis perlu adana Pengawasan $eknis dan
Pengawasan "dministrasi4
(@ Periode Prakonstruksi 5 Mobilisasi Kontraktor *elaksana
%ntuk proyek*proyek pada umumnya periode mobilisasi akan
berlangsung sekitar satu bulan. Selain kegiatan mobilisasi pada periode
ini Kontraktor Pelaksana akan melakukan kegiatan persiapan dan
kegiatarvkegiatan tambahan yang diperlukan sebelum dimulainya
pelaksanaan konstruksi. Kegiatan Konsultan Supervisi dalam rangka
penggawasan terhadap pekerjaan Kontraktor Pelaksana dapat diuraikan
sebagai berikut a. (engevaluasi Program kerja yang diajukan oleh
Kontraktor Pelaksana yang terdiri dari
4valuasi dan Pemeriksaan Program (obilisasi Kontraktor Pelaksana
4valuasi program kerja Kontraktor Pelaksana, berdasarkan
i. peralatan, personil danketersediaan material dari Kontraktor
Pelaksana.
ii. Pertemuan dan konsuitasi dengan &nstans(nstansi yang ada
kaitannya denganpelaksanaan dan kelancaran pekerjaan.
iii. (engevaluasi dan memberG saran tentang rencana persiapan
teknis lapangandan metode yang harus dilaksanakan oleh
Kontraktor Pelaksana4
4 * 2A6
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
iv. Merekomendasikan dan mengawasi inspeksi khusus5 serta
pengetesan angdiperlukan untuk menunjang agar
spesifikasi dapat dicapai seperti angdisaratkan4
v. &alam rangka pelaksanaan survai lapangan dan
review design5 akandilaksanakan kegiatan(kegiatan
sebagai berikutC
Menentukan 'bkasi patok BM ang akan digunakan
sebagai titik kontrol pada pengukuran4
Mengawasi pelaksanaan pekerjaan pengukuran untuk
surve lokasi detail dan potongan metintang4
Mengawasi pelaksanaan investigasi geologi untuk
menentukan lokasi pengambilan material timbunan
Mengawasi pelaksanaan pengumpulan data lapangan4
Mengumpulkan kriteria perencanaan awal untuk
mengantisipasi kemungkinan adana perubahan(
perubahan ang harus dilakukan5 sepertiC &ata koefisien
gempa ang digunakan4 &ata parameter tanah dan bahan
ang digunakan4 &ata lainna ang dianggap panting4
*@ Periode Pelaksanaan Konstruksi
Kegiatan yang akan dilaksanakan pada periode pelaksanaan konstruksi
adalah
membantu Pemilik Proyek dalam
a. Pengawasan dan pengendalian mutu dan progress pelaksanaan
pekerjaan, tenaga kerja, biaya dan keamanan petaksanaan
pekerjaan termasuk pekerjaan pengujian baik pengujian laboratorium
dan lapangan.
b. (emeriksa, menganalisa dan memberikan saran untuk persetujuan
atas usulanKontraktor Pelaksana meliputi antara lain program,
metode pelaksanaan, jadwalpelaksanaan, usulan bahan'material
yang akan digunakan, gambar* gambar desain yang dibuat oleh
Kontraktor Pelaksana'suplier.
4 * 2A9
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
c. (engkaji dan saran persetujuan terhadap gambar*gambar
peiaksanaan semuabangunan dan fasilitas*fasilitasnya, gambar*
gambar kerja, gambar*gambarpabrikasi, program dan jadwal
pelaksanaan dan lairvlain yang dibuat olehKontraktor Pelaksana '
suplier.
d. (engevaluasi hasil perhitungan ulang Kontraktor Pelaksana terhadap
peralatan konstruksimeliputi, jumlah, kualitas, kapasitas peralatan
konstruksi.
e. (elakukan inspeksi, pengujian dan PWitnessingP pada pengujian di
bengkel 'pabrik dari Kontraktor Pelaksana ' supplier sebelum
diangkat ke lokasi pekerjaan danmenerbitkan sertrfikat pengujian, jika
diminta oleh pengguna jasa.
f. Bersama pengguna jasa atau pejabat yang ditunjuk, meneliti untuk
disetujuipengguna jasa gambar kerja, gambar pabrikan,
program dan jadwalpelaksanaan yang disampaikan oleh
Kontraktor Pelaksana ' supplier,
g. (elakukan inspeksi ' pengawasan pekerjaan selama pelaksanaan
pekerjaan
h. (embuat analisa kualitas pelaksanaan pekerjaan secara rutin
berdasarkanlaporan dari pengawas lapangan, teknisi laboratorium
dan surveyor untukmenciptakan manajemen supervisi yang lebih baik
dan melakukan langkahlangkah perbaikan jika diperlukan.
i. (engevaluasi diagram pelaksanaan pekerjaan dari Kontraktor
Pelaksana, yang berisi datamengenai lokasi pekerjaan, kuantitas
pekerjaan, kualitas pekerjaan, terutamauntuk pekerjaan utama "major
works#,
j. (encatat aktifitas pelaksanaan dan progres pekerjaan untuk
penyiapan laporanpenyelesaian pekerjaan.
k. (eneliti volume, progres pekerjaan sebagai bahan dan sertifikat
pembayarankepada Kontraktor Pelaksana.
l. (elakukan inspeksi dan pengujian akhir pada saat pekerjaan selesai.
4 * 2A>
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
m. (embuat laporan penyelesaian pekerjaan untuk seluruh pekerjaan
bangunan termasuk gambar pada bangunan seluruh bangunan
dan fasilitas pelengkapnya.
n. (embantu pengguna jasa dalam pelaksanaan admininstrasi kontrak.
o. (elakukan tambahan survey dan investigasi apabila diperlukan.
p. (embantu pengguna jasa dalam penyelesaian terjadinya klaim dan
perselisihanyang mungkin terjadi antara pengguna jasa dan
Kontraktor Pelaksana4
E. Mengevaluasi hasil pekerjaan dalam kelaakan fungsi
sebagian ataukeseluruhan konstruksi4
r. Memberikan tuntunan petugas pemberi jasa untuk
pengoperasian danpelaporan peralatan tertentu ang terkait dengan
konstruksi bendungan4
-@ Periode Paska Konstruksi
a. Segera setelah selesainya pekerjaan, akan diadakan pemeriksaan
lapangan, untuk memeriksa jika ada beberapa pekerjaan pelengkap
yang belum dapat diselesaikan atau kemungkinan adanya
penambahan pekerjaan tambahan.
b. (elaksanakan perhitungan kuantttas pekerjaan terlaksana untuk
setiap jenis pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan dan dapat
diterima.
c. (embantu penyiapan N,sBuilt )rawingP
d. (empersiapkan data untuk serah terima sementara pekerjaan.
e. (embantu membuat sertifikat pembayaran bulanan untuk Kontraktor
Pelaksana yang menyatakan kuantitas, kualitas dan biaya bahan*
bahan. (embuat rekomendasi bahwa peiaksanaan pekerjaan tidak
menyimpang dari syarat yang ditentukan.
f. (eninjau kembali dan mengevaluasi permintaan pembayaran
tagihan oleh Kontraktor Pelaksana.
g. (embuat arsip secara sistematis terhadap laporan hasil peninjauan,
data*data lapangan, evaluasi terhadap perfomance Kontraktor
Pelaksana dan pencapaian target kerja, persiapan rutin untuk data*
data sertifikat pembayaran bulanan
4 * 2A?
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
h. (engadakan evaluasi terhadap manajemen konktraktor khususnya
yang berhubungan dengan penyediaan tenaga kerja, peralatan serta
material dalam usaha mencapai target kuantitas pekerjaan. Segera
akan dilaporkan kepada Pemimpin Proyek jika terjadi penyimpangan
yang akan mengganggu peiaksanaan pekerjaan.
i. (engadakan peninjauan atau perhitungan terhadap kuantitas setiap
mata pekerjaan sehubungan dengan adanya perubahan akaibat
kondisi lapangan serta membuat usulan kepada Pemimpin Proyek
untuk membuat daftar perubahan kuantitas "880#.
j. (embantu menyelesaikan perselisihan antara Kontraktor Pelaksana
dengan Pemilik Proyek.
k. (empersiapkan data untuk serah terima sementara, meliputi
)ata pemeriksaan lapangan "meliputi catatan harian seluruh staf
supervisi#
Sertifikat bulanan beserta data pendukungiiya,
)ata mengenai pengujian rutin yang dilaksanakan.
(asa pembayaran mobilisasi serta statusnya.
,rsip surat menyurat $eam +eader
Coto*foto peiaksanaan konstruksi.
3ambar pekerjaan terpasang serta kuantitas terpasang.
%sulan untuk Kontraktor Pelaksana mengenai pemeliharaan
pekerjaan selama masa pemeliharaan4
&aftar peralatan Kontraktor Pelaksana dan rencana
demobilisasina4
l. (emberikan informasi kepada Pemimpin Proyek mengenai
perkiraan waktu penyelesaian pekerjaan 2<<B.
m. Selalu berhubungan dengan Pemilik Proyek pada setiap langkah
dari semuaaktivitas pekerjaan.
).((.1.). Ta/apan Pelaksanaan Penga4asan Konstruksi Bendungan
Pekerjaan*pekerjaan yang akan dilakukan Kontraktor Pelaksana selama
masa konstruksi dan akan dilakukan pengawasan oleh Konsultan Supervisi
diantaranya adalah sebagai berikut
!. Pekerjaan Persiapan
4 * 2A@
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
Pekerjaan persiapan ini adalah kegiatan yang menjadi penunjang awal
untuk nantinya akan menjadi suport dalam pekerjaan utama. Pekerjaan*
pekerjaan persiapan tersebut diantaranya adalah seperti
(obilisasi ; demobilisasi
Pembuatan dan pemeliharaan jalan kerja
Penyediaan air bersih
Penyediaan sarana listrik
Penyediaan sarana telekomunikasi
Pembuatan Kantor )ireksi, Konsultan, Kontraktor dan Barak Kerja
termasuk perlengkapannya
Pembuatan 3edung +aboratorium
Pembuatan 3udang (aterial
Pengadaan alat*alat laboratorium
:uality 8ontrol
)okumentasi Coto dan Cilm Pelaksanaan Pekerjaan
Pembuatan +aporan Pelaksanaan Pekerjaan
Survey Pengukuran, 3ambar Kerja dan 3ambar Purna +aksana
atau ,s Build )rawing
Pengamanan lokasi dan pelaksanaan K6
Program pencegahan -&F ,&)S
(onitoring +ingkungan
Penyelidikan geologi teknik dan mekanika tanah
)engan dipimpin oleh $eam +eader, pada tahapan ini tenaga ahli dari
Konsultan Supervisi yang akan banyak berperan dalam pengawasan
pekerjaan seperti tersebut di atas adalah $, 3eologi, $, 3eodesi, $,
Konstruksi, $, Supervisor Konstruksi, Pengawas dan $, +ingkungan.
B. Pekerjaan =o..erdam
4 * 2AA
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
-al pertama kali dalam pelaksanaan pekerjaan untuk pembuatan
cofferdam ini adalah pembuatan kistdam, yaitu suatu konstruksi
timbunan yang berfungsi sebagai pengelakan sungai.
Sedikit demi sedikit badan sungai yang ada diberi material timbunan
sembarang untuk bisa mengelakan sungai dan aliran sugai yang ada
diarahkan menuju ke Saluran Pengelak. )engan memakai pompa yang
sesuai dengan kapasitas volume air yang ada diadakan pekerjaan
dewatering.
Selanjutnya adalah dilakukan pekerjaan land clearing ; grubbing dari
lokasi yang akan dijadikan konstruksi cofferdam. Pekerjaan galian tanah
dan galian batu akan dilakukan di lokasi ini. %ntuk cofferdam ini
memakai timbunan inti "=ona*2# sebagai lapisan impermeabel, dan
kombinasi dengan material random "=ona*9# dan rip*rap "=ona*>#.
7oto (. Pembuatan =o..erdam di bagian /ulu dari tubu/ bendungan
utama.
)engan dipimpin oleh $eam +eader pada tahapan pekerjaan
pelaksanaan cofferdam ini, tenaga ahli yang akan banyak melakukan
4 * 2AH
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
pengawasan antara lain $, Bendungan, $, 3eologi, $, Konstruksi, $,
3eodesi, Supervisor Konstruksi dan para Pengawas Pekerjaan.
=. Pekerjaan Saluran Pengelak
Saluran Pengelak memakai konstruksi beton bertulang dengan mutu
beton K*55>. $otal panjang dari Saluran Pengelak adalah 5<5,9< m
dengan bentuk semi lingkaran dia. 5,>< m. &nlet dari Saluran Pengelak
ini dilengkapi Pintu Stoplog ukuran 5,> m 7 5,> m. Pada Saluran
Pengelak ini nantinya akan di*plugging concrete pada dua bagian, yaitu
di bagian hulu dari percabangan antara Saluran Pengelak dan Saluran
Sadap dan yang kedua pada bagian bawah dari as tubuh bendungan.
%ntuk perkuatan tebing pada bagian hulu dari Saluran Pengelak akan
dipasang konstruksi bronjong pada sisi kanan dan kiri dari Saluran
Pengelak.
7oto *. %nspeksi pembesian, bekisting dan asesorisn0a sebelum
dilakukan pekerjaan penge>oran dari konstruksi Saluran
Pengelak5=onduit.
4 * 2H<
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
)engan dipimpin oleh $eam +eader pada pelaksanaan pekerjaan
Saluran Pengelak ini beberapa tenaga ahli yang akan melakukan
pengawasan secara berkesinambungan antara lain adalah $, 3eologi,
$, 3eodesi, $, Konstruksi, $, Supervisor Konstruksi, $, :uality
8ontrol dan Pengawas Pekerjaan.
7oto -. Pelaksanaan konstruksi Saluran Pengelak bagian /ilir5lokasi
&uma/ Katup5&uma/ %ntake.
D. Pekerjaan %ntake
Pekerjaan ini pada dasarnya adalah gabungan dari dua konstruksi yaitu
Bangunan Sadap dan /umah Katup. Pada Bangunan Sadap memakai
konstruksi beton bertulang dengan mutu beton K*55>. Penyadapan
disalurkan dengan pipa baja dia. 2,> m. %ntuk antisipasi pembuangan
udara yang terjebak pada saat setelah diadakan concrete plugging pada
bagin hulu, dipasang pipa aerasi dia. 9O . Bangunan Sadap ini dilengkapi
4 * 2H2
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
trash rack atau saringan sampah di bagian hulunya. (enara Bangunan
Sadap ini mempunyai ketinggian >,5< m dari dasar bangunan tersebut.
%ntuk di bagian hilir, dibuatkan /umah Katup'/umah &ntake. Bangunan
ini dibagi menjadi dua bagian yaitu sub structure dan upper structure
dan merupakan konstruksi beton bertulang.
7oto 1. Konstruksi dari Menara &uma/ Sadap5%ntake dengan 'embatan
Peng/ubung.
)engan dipimpin oleh $eam +eader pada pelaksanaan pekerjaan &ntake
ini beberapa tenaga ahli yang akan melakukan pengawasan secara
berkesinambungan antara lain adalah $, 3eologi, $, 3eodesi, $,
Konstruksi, $, Supervisor Konstruksi, $, :uality 8ontrol dan
Pengawas Pekerjaan.
E. Pekerjaan Bendungan
E.( Pekerjaan Perbaikan Pondasi
%ntuk pekerjaan perbaikan pondasi dari Bendungan Pidekso ini
direncanakan akan memakai dua cara, yaitu
(. Dental =on>rete
4 * 2H5
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
!ika kondisi pondasi terjadi retak*retak atau terjadi undulasi'tidak
beraturan sebagai akibat dilakukannya kegiatan pada saat
penggalian, maka perbaikan pondasi bisa dilakukan dengan
meratakan permukaan pondasi dengan memakai material beton
dengan mutu K*25>. Perbaikan seperti ini akan dilakukan hanya
pada lokasi yang nanti masuk dalam area =ona inti.
7oto ). Pekerjaan perbaikan pondasi dengan >ara Dental =on>rete
dengan mutu beton K2(*).
4 * 2H6
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
7oto 8. Kondisi permukaan pondasi setela/ dilakukan perbaikan
pondasi dengan >ara diberi Dental =on>rete.
*. $routing5Sementasi
Pelaksanaan grouting atau sementasi akan dibedakan menjadi dua
bagian, yaitu sementasi tirai "curtain grouting# dan sementasi selimut
"blanket grouting#. !ika dirasa dalam pelaksanaan diperlukan
tambahan, maka akan dilaksanakan juga sementasi sub*tirai "sub
curtain grouting#.
%ntuk curtain grouting akan dilaksanakan dengan ketentuan
kedalaman + I 2> _ 6< m, jarak a 2,> m, untuk sub curtain grouting
dengan kedalaman + I 2< m, jarak a 2,> m dan untuk blaket
grouting dengan kedalaman + I > m dan jarak a 2,> m. Setelah
dilaksanakan grouting, permukaan pondasi akan diberi capping
beton dengan mutu K*25>. Pelaksanaan grouting ini dilaksanakan
pada lokasi di as bendungan sepanjang pondasi tubuh bendungan di
bawah =ona*2.
4 * 2H9
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
7oto 9. Kegiatan pengeboran pondasi dengan memakai rotar0 drill pada
pondasi di ba4a/ ren>ana timbunan Jona2(.
7oto :. Pelaksanaan pengeboran pada posisi abutment 0ang
mempun0ai kemiringan, dibantu dengan peran>a/.
4 * 2H>
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
7oto ;. Peralatan grouting plant di lokasi kerja.
)engan dipimpin oleh $eam +eader pada pelaksanaan pekerjaan
perbaikan pondasi ini beberapa tenaga ahli yang akan melakukan
pengawasan secara berkesinambungan antara lain adalah $,
Bendungan, $, 3eologi, $, 3eodesi, $, Konstruksi, $, Supervisor
Konstruksi, $, :uality 8ontrol dan Pengawas Pekerjaan.
7.* Pekerjaan Tubu/ Bendungan
Setelah pekerjaan grouting selesai dilaksanakan, maka tahapan
selanjutnya adalah pekerjaan utama yaitu penimbunan material untuk
tubuh bendungan. Bendungan Pidekso merupakan bendungan dengan
tipe urugan batu dengan inti tegak. (aterial timbunan terdiri dari ? =ona,
diantaranya adalah
Qona*2 &nti Kedap ,ir
Qona*5 Cilter
4 * 2H?
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
Qona*6 $ransisi
Qona*9 %rugan /andom $anah dari Borrow ,rea
Qona*9/ %rugan /andom $anah dari hasil galian
Qona*> /ip*rap
Sebelum dilaksanakan timbunan untuk =ona*2, permukaan pondasi
harus dibersihkan dari semua kotoran yang ada. Pembersihan dengan
menggunakan air dan angin "water jet pump# adalah sangat
direkomendasikan untuk lokasi ini. Seterlah lokasi bersih, maka langkah
pertama adalah permukaan pondasi disiram slurry yang berfungsi
sebagai pengikat atau OlemO antara material inti contact clay dengan
permukaan pondasi batuan yang ada.
Slurry ini adalah terbuat dari semen, tanah liat "clay# pilihan dan air
dengan kekentalan secukupnya. 8ontact slay ditempatkan pada
permukaan pondasi yang telah diberi slurry dengan cara dipukul*pukul
memakai palu kayu agar bisa mengisi semua celah*celah dari
permukaan pondasi. Ketebalan dari contact clay tidak lebih dari 2>*5<
cm saja. Setelah material contact clay merata di seluruh pondasi, maka
timbunan untuk =ona*2 bisa dilanjutkan dengan ketebalan sekitar 6< _
>< cm per lapisan timbunannya.
%ntuk timbunan filter "=ona*5# pelaksanaannya harus lebih tinggi dari
progres timbunan material =ona*2. -al ini dilakukan untuk melindungi
timbunan material inti "=ona*2#, utamanya pada saat terjadi hujan.
Pelaksanaan timbunan material =ona*5 ini dilakukan dengan cara
menghamparkan material tersebut dengan bantuan )o=er atau
47cavator. Pemadatan dilakukan dengan memakai /oller compactor.
%ntuk timbunan =ona*9 cara pelaksanaannya dilakukan dengan
bantuan )o=er untuk meratakan tersebar ke semua area
peruntukannya. Pemadatan dilakukan dengan /oller 8ompactor.
!umlah lintasan tergantung dari hasil trail embankment yang ada.
%ntuk penimbunan transisi dan rip*rap pelaksanaannya dilakukan
dengan bantuan 47cavator dan dibantu dengan tenaga manusia.
4 * 2H@
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
7oto (<. Pelaksanaan pemberian slurr0 di atas permukaan pondasi
sebelum diberi timbunan spe>ial >onta>t >la0.
4 * 2HA
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
7oto ((. Tampak material slurr0 setela/ disebarkan ke seluru/
permukaan pondasi 0ang mau ditimbun material Jona2(.
7oto (*. Material inti5spe>ial >onta>t >la0 ditimbunkan di atas slurr0 dan
dibantu dengan >ara dipukul2pukul memakai palu ka0u.
4 * 2HH
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
7oto (-. Pelaksanaan timbunan material Jona2( di tubu/ bendungan
utama, tiap la0er tidak bole/ lebi/ dari )< >m.
7oto (1. Pelaksanaan timbunan material Jona2* 7ilter.
4 * 5<<
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
7oto (). Pelaksanaan timbunan Jona21 material random tana/ dari
borro4 area.
7oto (8. Pelaksanaan timbunan Jona2) &ip2rap, dengan memakai
eB>avator dengan dibantu tenaga manusia.
4 * 5<2
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
7oto (9. Pemasangan pervorated drain pipe untuk menangkap air
rembesan dan dialirkankan ke ,2ot>/.
7.*.( Trial Embankment5Per>obaan Penimbunan
$elah diketahui bersama bahwa pada proyek bangunan air, pekerjaan
uji lapangan merupakan salah satu syarat untuk dapat dimulainya
pekerjaan. -al ini dilakukan agar mutu pekerjaanya benar*benar dapat
dijamin, sebab kerusakan pada bangunan air utamanya bendungan
memerlukan biaya perbaikan yang cukup besar.
Secara umum pekerjaan percobaan timbunan terdiri dari
2. %ji +apangan
5. %ji $imbunan
6. -asil dan 4valuasi
9. %sulan Pelaksanaan $imbunan
>. Pedoman Pelaksanaan $imbunan "4mbankment 8riteria#
7.*.(.( Uji #apangan
%ji +apangan adalah simulasi pekerjaan timbunan dengan maksud
a. (enguji kecocokan metoda "Suitable# pengolahan material di Borrow
,rea.
4 * 5<5
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
b. (enguji kecocokan metoda penyimpanan material "Stock Pilling#.
c. (engetahui pengaruh ketebalan lapisan, jumlah lintasan dan jenis
alat terhadap )erajat Kepadatan ")egree of 8ompaction# dan
$ingkat Kelolosan ,ir "Permeability#.
Secara umum Bagan ,lir "Clow chart# uji lapangan adalah sebagai
berikut
PERSIAPAN LOKASI
ZONE 2 ZONE 1 ZONE 3 and ZONE 4
Pengolahan Material Pengolahan Material Pengolahan Material
GENENRAL . . A ORRO! AREA "#AR$ AREA
SCREEN
%&L'ER (LAN' AREA
STOCK PILLING & LOADING
)'*O*+ (&LE AREA
Penghamparan & Pemadatan
, Lo-as. #/. '.01unan 2
Ui Lapangan
, Lo-as. #/. '.01unan 2
LA! TEST
LA )&'E
AGAN AL&R #3& LA(ANGAN
Persiapan #okasi 6
Persiapan lokasi adalah persiapan tempat percobaan sehingga lokasi
layak dipakai untuk uji lapangan. Biasanya pekerjaan persiapan meliputi
pembersihan "cleaning, striping dan leveling#, pemadatan kembali "re*
4 * 5<6
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
compaction#, penentuan batas*batas percobaan "marking#, dan
drainage "bila diperlukan#, dan peralatan yang digunakan.
Perlatan pemadatan untuk trial embankment 0ang dipakai 6
1. 47cavator P8 5<< 2 unit
2. Bulldo=er tipe )?> 2 unit
3. Smooth Fibrating /oller 25 $on "2> $on getar# 2 unit
4. Self Propeled Static /oller " 55.> ton # 2 unit
5. )ump $ruck kapasitas 9 m6 ? unit
4. $angki air kapasitas 2 m6 2 unit
5. Peralatan laboratorium 2 set
Pengola/an Material 6
Daitu suatu proses penyediaan material "di area tempat pengambilan#
sedemikian rupa sehingga material siap dipakai untuk uji lapangan.
Pengolahan material secara umum dapat dibedakan menjadi 6 yaitu
2. Pengolahan material untuk Qone 2 "Soil#
5. Pengolahan material untuk Cilter Qone "3ravel#
6. Pengolahan material untuk /ock Qone "/ock#
2. Qone 2
Pekerjaan pengolahan =one 2 meliputi
Pengupasan "striping# dengan Bulldo=er setebal b 6< cm
Pencampuran dan penyeleksian material N0ver Si=eO dengan
Bulldo=er, 47cavator ; tenaga manusia.
5. Cilter Qone
Pekerjaan pengolahan material filter =one meliputi
Penggalian material di N/iver )epositO "3eneral Borrow ,rea#
(emisahkan material N0ver Si=eO dengan N3ri==lyO
(emisahkan material sesuai dengan fraksinya dengan NScreen
PlantO
4 * 5<9
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
(endatangkan material kekurangan dari river deposit
(encampur material sesuai dengan proporsinya
6. /ock Qone
Pekerjaan pengolahan untuk rock =one meliputi
Pengupasan "sampai dengan permukaan batu#
Blasting "$rial Blasting#
(emisahkan material berdiameter diatas 2 m.
Sto>k Pilling dan #oading 6
Dang dimaksud dengan NStock PillingO adalah memelihara material yang
siap pakai sehingga tidak mangalami gangguan, terutama gangguan
cuaca. Sedangkan N+oadingO adalah cara pengambilan material
sehingga material dapat tercampur dengan baik. Seperti halnya
pengolahan material, Stock Pilling berbeda untuk masing*masing =one
yaitu
Qone 2 dan Cilter =one, "untuk =one 6 tidak perlu dipelihara#
Qone 2
(aterial dibentuk limas terpancung.
)ibuat drainage disekelilingnya "jika perlu# dan ditutup dengan terpal
plastic'disiram dengan air.
Cilter Qone
)ibuat limas terpancung.
)ibuat drainage.
(enempatkan material bergradasi besar ke kecil dari bawah ke atas.
Peng/amparan dan Pemadatan 6
Dang dimaksud dengan penghamparan ialah menghamparkan material,
sehingga material dapat terhampar dengan rata "level#. Penghamparan
4 * 5<>
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
dilakukan dengan Bulldo=er untuk Qone 2 dan Qone 9, sedangkan untuk
Qone 5 dan Qone 6 dengan menggunakan e7cavator karena lebarnya
relatif lebih sempit.
Pada %ji +apangan penghamparan dilakukan dengan membuat
ketebalan tiap layer. Penentuan ketebalan harus disesuaikan dengan
Spesifikasi $eknis, misalnya untuk Qone 2 dengan ketebalan 6< cm,
untuk lebih jelasnya variasi ketebalan hamparan dapat dilihat pada
$abel .o. 2< Fariasi ,lat, dan !umlah +intasan pada 3ambar .o. ? +ay
0ut $est Cill ,rea.
Fariasi ini juga dilakukan terhadap jumlah lintasan pemadatan, sehingga
diharapkan dapat diketahui karakteristik derajat kepadatan dan
permeabilitas material.
Pelaksanaan $rial
!alur Qone 5 dan Qone 9 berdampingan atau saling menempel,
sesuai rencana pelaksanaan pada penimbunan nantinya.
$ebal layer b @< cm sebelum dipadatkan.
+intasan 9, ? dan A kali.
Berat alat pemadat b 2< ton, lebar drum I 5,2A m.
7.*.(.* Uji Timbunan
%ji $imbunan adalah serangkaian kegiatan pengujian yang dilakukan di
area uji timbunan untuk mengetahui )erajat Kepadatan dan $ingkat
Kelolosan ,ir dan kadang*kadang juga dikontrol penurunannya
"settlement#.
Biasanya setiap satu variasi "jenis alat, ketebalan dan jumlah lintasan#
dilakukan satu set pengujian terdiri dari tiga lubang uji )ensity dan
Permeability serta 2 lubang "biasanya yang di tengah#, diteruskan
dengan tes karakteristik material, posisi lubang uji dan metoda
pembuatan lubang ujinya disajikan pada 3ambar .o. 6.2 Plan of $est
Cills.
4 * 5<?
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
+aboratorium $est adalah pengujian karakteristik material yang
dilakukan di laboratorium sebagai kelanjutan dari uji lapangan. %ji lab
ini dilakukan dengan maksud mengetahui maksud karakteristik material
setelah material tersebut mengalami proses penimbunan.
8ontoh /angkuman $es -asil $rial 4mbankment untuk Qone*2 seperti
tampak pada tabel di bawah ini.
t W8 d 8)
"t'm
6
# "B# "t'm
6
# "B# "cm'det# "cm# "B#
2
2.@@5 6?.@5 2.5H? H?.@5 6,5< 7 2<
*?
9.< 26 Standart +aborat
9 Pass 5
2.@@@ 6?.A5 2.5HH H?.H9 6,<? 7 2<
*?
>.@ 2H d I 2.69< t'm
6
6
2.@>9 6?.H5 2.5A< H>.>5 >.@ 2H 0(8 I 6?.< B
2.@?A 6?.A5 2.5H5 H?.6H 6,26 7 2<
*?
>.26 2@ B K I 9.< 7 2<
*?
cm'det
2
2.A<< 6?.@@ 2.62? HA.52 5,?A 7 2<
*?
>.? 2H 8ompactor
? Pass 5
2.A26 6?.@H 2.65> HA.AA 5,2> 7 2<
*?
?.? 55 * Pad Coot double drum
6
2.A2@ 6?.A6 2.65A HH.2< @.9 5> * Berat _ 55 ton
2.A2< 6?.A< 2.656 HA.@6 5,92 7 2<
*?
?.>6 55 B * $ebal layer 6< cm sebelum dikompak
2 2.A<< 6?.A> 2.65A HH.2< 2,H5 7 2<
*?
2<.A 6?
* +intasan yang direkomendasikan I ? Pass
A Pass 5 2.A2@ 6?.@A 2.62? HA.52 5,<A 7 2<
*?
2<.@ 6?
6 2.A25 6?.@< 2.65> HA.AH H.> 65
2.A2< 6?.@A 2.656 HA.@6 5,6? 7 2<
*?
2<.66 69B
/ata*/ata
/ata*/ata
&!$KUM! TEST 3!S%# T&%!# EMB!KMET L"E ( ?="&E@
(( Mei *<<:
Keterangan &tem
S
/ata*/ata
4 * 5<@
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
"t W= "d e. DR K S
?t5m
-
@ ?A@ ?t5m
-
@ ?A@ ?>m5det@ ?>m@
Pass 9 2 5.56@ 2<.>< 5.<59 <.5>6 HA.96 5.<6 7 2<
*6
A.5< Dang direkomen*
0k 5 5.56> 2<.@< 5.<2H <.5>? H?.A? 5.H2 7 2<
*6
dasikan.
6 5.56< 22.<< 5.<<H <.5?5 H6.@5
standard test laboratorium
Pass ? 2 5.59A 2<.55 5.<9< <.596 2<6.?? A.6@ 7 2<
*9
H.9< 6d 0a7 8 2.029 :/0
3
5 5.56A H.H9 5.<6? <.59> 2<5.?2 6d 0.n 8 1.540 :/0
3
6 5.55H H.HA 5.<5@ <.5>2 HH.9A 3s I 5.>6?
e. ma7 I <.992
Pass A 2 5.5>2 H.A@ 5.<9H <.56A 2<?.5< @.6@ 7 2<
*9
22.<< e. min I <.5><
5 5.59 H.AH 5.<6A <.599 2<6.29 e ma7*e min I <.2H2
6 5.55@ H.?< 5.<65 <.59A 2<2.<>
"t W= "d e. DR K S
?t5m
-
@ ?A@ ?t5m
-
@ ?A@ ?>m5det@ ?>m@
Pass 9 2 5.6<A A.H< 5.22H <.52? H5.92 @.AA 7 2<
*6
@.2< Dang direkomen*
0k 5 5.5A? H.<< 5.<H@ <.55A H<.>H dasikan.
6 5.5>@ A.A> 5.<@6 <.596 AA.62
Pass ? 2 5.69@ H.<< 5.26> <.2H? H>.9> 9.@6 7 2<
*6
H.9< standard test laboratorium
5 5.69< H.<H 5.25? <.522 H6.2@ 6d 0a7 8 2.304 :/0
3
6 5.6<< H.<> 5.2<H <.552 H2.?> 6d 0.n 8 1.950 :/0
3
3s I 5.>@?
Pass A 2 5.9<< A.5H 5.529 <.2?6 2<<.9> 9.A? 7 2<
*6
2<.5< e. ma7 I <.652
5 5.6@< A.52 5.2H< <.2@? HA.9A e. min I <.225
6 5.66A A.2< 5.2?5 <.2H2 H?.52 e ma7*e min I <.5<H
=atatan 6
* $ebal +ayer b @< cm sebelum dikompak
* Kompaktor Fibration Smoot )rum /oller
Berat ,lat b 2< ton
+ebar )rum /oller b 5.2A m
M!% D!M
Lone *
Keterangan
&angkuman 3asil Trial Embankment Lone * dan Lone -
Lone -
Keterangan
4 * 5<A
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
9
?
A
3/,C&K $4S$ $&(B%.,. Q0.4 2 "80/4#
%.$%K (,&. ),(, 22 (4& 5<<A
H?.9
HA.@
HA.@
H<
H>
2<<
2<>
9 ? A
Derajat Kepadatan
=D ?A@
#intasan % Passing
>.2
?.>
2<.6
<
>
2<
2>
9 ? A
Settlement
S ?>m@
#intasan % Passing
6.264*<?
5.924*<?
5.6?4*<?
2.4*<@
2.4*<?
2.4*<>
9 ? A
Koe.. Permeabilit0
K.?>m5det@
#intasan % Passing
4 * 5<H
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
7.*.(.- 3asil dan Evaluasi
-asil %ji $imbunan adalah penyajian data berdasarkan hasil uji
timbunan. -asil uji yang terpenting adalah )erajat Kepadatan dan
Permeabilitas +apangan "Cield Permeability#.
Secara umum hasil uji lapangan menunjukkan bahwa
+)emakin banyak ,umlah lintasan dan semakin tipis ketebalan
lapisan, maka Dera,at Kepadatan akan semakin besar, sedangkan
*ermeabilitasnya semakin kecil-
Walaupun demikian pada beberapa kasus hal ini tidak berlaku. (isalnya
untuk uji timbunan =one 2 dengan alat $amping /ammer, maka
kecenderungan tersebut tidak berlaku. Pada kasus lain terjadi juga
kebalikan dari hasil uji lapangan secara umum, misalnya pada =one 2
dengan jenis alat pemadat Padfoot )rum /oller )ynaPack 8, 5?2 P),
dengan ketebalan 6< cm. Pada lintasan 9 ke ?, )erajat Kepadatan naik
"dari H@.2 ke 2<<.@ B#, tetapi pada lintasan A kembali turun "HH.>B#,
peristiwa inilah yang disebut dengan +./er !ompaction-. Keadaan ini
tidak boleh terjadi karena dapat menimbulkan +!rack-. -al inilah yang
menyebabkan alat berat ' )ump $ruck dilarang melintas di area
timbunan =one 2 atau cross way.
7.*.(.1 Usulan Pelaksanaan Penimbunan
Setelah diketahui hasil uji timbunan dan dievaluasi, maka tahap
berikutnya adalah membuat usulan kepada )ireksi Pekerjaan, dalam
membuat usulan harus dipertimbangkan segi teknis dan ekonomisnya.
Segi teknis misalnya
Kecenderungan "trend# )erajat Kepadatan
Karakteristik (aterial
,ngka Permeabilitas
Kemudahan kontrol kualitas
4 * 52<
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
Segi 4konomis misalnya
4fesiensi alat, pada umumnya Kontraktor Pelaksana lebih menyukai
kriteria timbunan dengan ketebalan lebih tinggi walaupun jumlah
lintasannya lebih banyak.
Kemudahan pengerjaan.
7.*.(.) Pedoman Pelaksanaan Timbunan ?PPT@
Pedoman Pelaksanaan $imbunan adalah suatu ketentuan'aturan
pelaksanaan timbunan yang telah disetujui oleh 4ngineer, yang meliputi
jenis alat, ketebalan lapisan, dan jumlah lintasan untuk masing*masing
=one yang harus dipatuhi dalam melaksanakan pekerjaan timbunan,
sehingga diharapkan hasil pekerjaannya sama dengan uji lapangan
"$rial 4mbankment#. )i bawah ini disajikan contoh ketentuan'pedoman
pelaksanaan timbunan di sebuah bendungan di Bali.
Pada pedoman pelaksanaan timbunan ini dicantumkan pula target mutu
yang harus dipenuhi sehingga memudahkan pelaksana dan petugas lab
dalam melakukan kerja sama di lapangan.
4 * 522
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
"cm# "kali# "mm# "B# "cm' det# "B# "buah#
2 8ontack 8lay 2_5 * * Plastic 8lay * * S 25 *
5 Special 8ore 6 _ > * $angan dan Palu Kayu 2< 2<
*>
0(8 _ S6 6' S$,
min H>
/ata
5
HA
min H>
/ata
5
HA
Fibration /oller min @<
Bomag BW 52?*5*) /ata
5
A<
Fibration /oller min @<
Bomag BW 52?*5*) /ata
5
A<
Fibration /oller min @<
Bomag BW 52?*5*) /ata
5
A<
6' S$, 0(8 _ S6 2<
*>
2< $amping /ammer
2' S$, * 2<
*6
><
2' S$, *2 _ S6 2<
*>
5<
*
2<
*2
25><
2<<<
2' S$, * 2<
*5
6<<
*
*
2<< _ 2><
9<
9<
*
2' +ayer
*
*
*
6<
*
2<
?
9
?
9
>
?
@ >
9
6
5
/embesan
"Permeability
# " K #
Kontrol
Kadar ,ir
+apangan
Qone .o.
Ketebalan
+apisan
!umlah
+intasan
)iameter
ma7. Butiran
!umlah $est
!enis ,lat Pemadat
)eraj at
Kepadatan
")/#
.o.
Self Propelled Static
/oller
P4)0(,. P4+,KS,.,,. $& (B%.,.
B4.)%.3,. B4.4+ K,B%P,$4. !4(B/,.,
6 Special 8ore
6 2
2<
=onto/ Bagan !lir Persiapan #a/an Untuk Timbunan
B!$! !#%& PE&S%!P! #!3!
UTUK T%MBU!

4 * 525
PEKE&'!! $&"UT%$
S4+4S,&
DEW!TE&%$
"!&K, )&P4/+%K,.#
=%PP%$ !D =#E!%$
" hanya untuk Qone 2#
"2#
"6#
"5#
D,
D,
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
4 * 526
7"UD!T%"
=3E=K
M"%STE%$
"-anya berlaku untuk =one 2#
M!&K%$
EMB!KMET ST!&T
">#
"9#
"@#
"?#
D,
D,
D,
$&),K
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
, Penelitian Borrow ,rea +apangan
,PP/0F4) BD $-4 4.3&.44/
+aboratory B Pemberitahuan ke 4arth Section Konsltn Supervisi,
Section mengenai persetujuan Borrow ,rea
8 Kadar ,ir, /apid 8ompaction +ab. Specialist
dan atau 3radasi
) @6<K 29<<K 2H<< (aterial 8ontrol
+aboratory !oint &nspection antara Konsltn Supervisi,
dan +ab. Section dan 4mbank. Section )ireksi P%
4mbankment Keputusan Penggunaan (aterial
$eam yang dapat dipakai timbunan
"$o be name#
!!
4 Pemindahan (aterial ke Konsltn Supervisi,
4(B,.K(4.$, S$08K, SP0&+ "$o be .ame#
C Penghamparan Konsltn Supervisi,
"$o be .ame#
3 Konsltn Supervisi,
8heck Ketebalan +apisan "$o be .ame#
4mbankment
Section
- Konsltn Supervisi,
8heck !umlah +intasan "$o be .ame#
& Siap untuk $est ",kan memulai $imbunan# Konsltn Supervisi,
(inimum area >< m * ?< m "$o be .ame#
Bebas dari pengoperasian alat
BB
! Pemberitahuan ke +ab. %ntuk $est )ireksi P%
Pemberitahuan dengan radio pada siang hari Konsltn Supervisi,
dan dengan mobil pada malam hari "$o be .ame#
(
Bagan ,lir Sistem Pengendalian Pelaksanaan $imbunan
4 * 529
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja

K
+aboratory
dan
4arth Section
8heck 4levasi +,B. $4S$
per titik $est "$o be .ame#
.ame
Da
+
(
.
P
$idak Da
0
/4*80(P,8$&0.
)& B0.3K,/
&nstruksi 0leh 4ngineer
)ireksi P%
80.S4/F,S& (,$4/&,+'$&(B%.,.
)engan Scarif ying, Spraying, dll
"$o be .ame#
/4*80(P,8$&0.
Pekerjaan $imbunan
$idak
Berhenti %ntuk Sementara
8heck 0leh +ab. Section
Fisual 8heck
$o be .ame
+ab. ,kan memberitahukan
ke 4.S. hasil $estnya
melalui radio ke Supervisi
"$o be .ame#
"antara 2 * 5 jam#
!!
$4S$ +,P,.3,.
.ame
-asil $est
!!
BB
)engan dipimpin oleh $eam +eader pada pelaksanaan pekerjaan tubuh
bendungan utama ini beberapa tenaga ahli yang akan melakukan
pengawasan secara berkesinambungan antara lain adalah $,
Bendungan, $, (ekanika $anah, $, 3eologi, $, 3eodesi, $,
4 * 52>
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
Konstruksi, $, Supervisor Konstruksi, $, :uality 8ontrol dan
Pengawas Pekerjaan.
7.- Pekerjaan Pun>ak Bendungan
Pekerjaan yang akan dilaksanakan pada puncak bendungan
diantaranya adalah pemasangan kanstin beton untuk batas tepi
perkerasan jalan, patok pengaman dengan beton pra*cetak serta
pekerjaan pengaspalan jalan di puncak bendungan. Pekerjaan
pengaspalan jalan meliputi sub*base course "+PB#, base course "+P,#,
Prime 8oat dan Surface 8ourse ,$B dengan tebal perkerasan > cm.
7oto (:. Konstruksi Parapet terletak di pun>ak dari bendungan pada
bagian /ulu, memberikan rasa aman bagi pengunjung.
$. Pekerjaan Bangunan Pelimpa/
$.( Pekerjaan Tana/
Pada tahapan ini yang dilakukan adalah pekerjaan galian tanah, galian
batuan lapuk dan galian batuan mekanis. )i dasar saluran peluncur
diberi material lulus air "free drain# yang berfungsi untuk melepas
4 * 52?
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
tekanan uplift. Pada tebing dari galian pelimpah ini akan dipasang
anchor bar dengan dia. 5> mm dan shotcrete setebal > cm dengan
diberi tulangan waremesh untuk perkuatan tebing yang ada.
)engan dipimpin oleh $eam +eader pada pelaksanaan pekerjaan
Pelimpah ini beberapa tenaga ahli yang akan melakukan pengawasan
secara berkesinambungan antara lain adalah $, Bendungan, $,
(ekanika $anah, $, 3eologi, $, 3eodesi, $, Konstruksi, $,
Supervisor Konstruksi, $, :uality 8ontrol dan Pengawas Pekerjaan.
7oto (;. Pelaksanaan galian tana/ mekanis dengan >ara peledakan.
4 * 52@
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
7oto *<. Tenaga !/li $eologi akan selalu melakukan inspeksi pada
kondisi bantuan sebelum dilakukan ta/apan selanjutn0a. !kan
dilakukan mapping geologi untuk setiap lokasi.
7oto *(. %nspeksi pemasangan an>/or bar pada tebing dari Spill4a0.
4 * 52A
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
7oto **. Pemasangan pervorated drain pipe di ba4a/ konstruksi slab
saluran transisi dan saluran pelun>ur, .ungsi untuk me2release
tekanan air dari ba4a/ ?up2li.t@.
4 * 52H
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
7oto *-. Pengeboran pondasi untuk pasang an>or bar untuk slab.
$.* Pekerjaan Pemboran dan $routing
Pada posisi di bawah dari konstruksi pelimpah akan dilakasanakan
pengeboran dan grouting, yaitu sementasi tirai "curtain grouting# dengan
kedalaman sampai 5< m. )ilakukan juga kegiatan pengeboran inti untuk
eksplorasi "pilot hole ; check hole# sedalam 5< m serta tes tekanan air
pada lubang bor tersebut untuk tes legeon atau permeabilitas.
)engan dipimpin oleh $eam +eader pada pelaksanaan pekerjaan
Pemboran dan 3routing ini beberapa tenaga ahli yang akan melakukan
pengawasan secara berkesinambungan antara lain adalah $,
Bendungan, $, 3eologi, $, 3eodesi, $, Konstruksi, $, Supervisor
Konstruksi, $, :uality 8ontrol dan Pengawas Pekerjaan.
7oto *1. Pekerjaan sementasi tirai di lokasi depan dari konstruksi
Pelimpa/.
$.- Pekerjaan Beton dan Pasangan Batu
4 * 55<
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
Folume pekerjaan beton di konstruksi pelimpah adalah cukup besar,
sekitar 25.<<< m6 untuk total semua klas beton. Konstruksi pelimpah itu
sendiri terdiri dari pelimpah, saluran transisi, saluran peluncur dan
peredam energi tipe kolam olakan dibantu chute block.
%ntuk perkuatan tebing bagian hulu dibuat dengan konstruksi pasangan
batu 2 6 dengan permukaan disiar dengan slope 2 2.
)engan dipimpin oleh $eam +eader pada pelaksanaan pekerjaan beton
dan pasangan batu ini beberapa tenaga ahli yang akan melakukan
pengawasan secara berkesinambungan antara lain adalah $,
Bendungan, $, (ekanika $anah, $, 3eologi, $, 3eodesi, $,
Konstruksi, $, Supervisor Konstruksi, $, :uality 8ontrol dan
Pengawas Pekerjaan.
7oto *). 'oint inspe>tion pada lokasi 0ang akan dilakukan penge>oran.
4 * 552
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
7oto *8. Setela/ joint inspe>tion disetujui Konsultan Supervisi, maka
pelaksanaan penge>oran beton baru bisa dilaksanakan ole/
Kontraktor Pelaksana.
7oto *9. Pera4atan beton dilakukan dengan me0iramkan air bersi/
pada permukaan beton.
4 * 555
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
$.1 Pekerjaan 'embatan Peng/ubung
Panjang jembatan penghubung ini adalah >H,A< m dengan konstruksi
beton bertulang memakai mutu beton K*55>. !embatan penghubung ini
mempunya lebar bersih 9 m dan diberi pengaman hand*rail dengan pipa
3SP dia. @> mm. Permukaan dengan surface coarse ,$B tebal > cm.
)engan dipimpin oleh $eam +eader pada pelaksanaan pekerjaan
!embatan Penghubung ini beberapa tenaga ahli yang akan melakukan
pengawasan secara berkesinambungan antara lain adalah $, 3eodesi,
$, Konstruksi, $, Supervisor Konstruksi, $, :uality 8ontrol dan
Pengawas Pekerjaan.
7oto *:. %nspeksi konstruksi akan dilakukan ole/ Tenaga !/li
Konstruksi, Supervisor Konstruksi bersama para Penga4as
Pekerjaan.
4 * 556
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
3. Pekerjaan 3idromekanikal M Elektrikal
3.( Pekerjaan 3idromekanikal
Pekerjaan yang masuk dalam kategori pekerjaan ini antara lain
Saringan sampah terapung "trashboom#
Stoplog conduit pengelak, ukuran 5,> m 7 5,> m, tipe pintu roller
wheel termasuk guide frame dan asesorisnya.
Saringan sampah pengambilan, ukuran 6,< m 7 >,< m.
Pintu pemeliharaan, ukuran 2><< mm 7 2><< mm
Pintu sadap, ukuran 2><< mm 7 2><< mm
$raveling -oist dengan chain hoist > $on
Pipa conduit baja dia. 2,>< m
Pipa conduit baja dia. <,A< m
dan lain*lainnya
7oto *;. Pelaksanaan pemasangan bran>/ pipe dari pipa pesat.
4 * 559
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
7oto -<. Diskusi dan inspeksi di lapangan akan sering dilakukan ole/
para tenaga a/li dari Konsultan Supervisi PT. Wa/ana Krida
Konsulindo.
7oto -(. Pekerjaan ere>tion pipa pesat di saluran pengelak.
4 * 55>
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
7oto-*. %nspeksi peralatan /idromekanikal 0aitu pintu stoplog untuk
saluran pengelak5>onduit.
3.* Pekerjaan Elektrikal
%ntuk pekerjaan elektrikal ini sebagian besar terdapat di /umah
Katup'/umah &ntake. Pekerjaan elektrikal yang perlu dilakukan
pengawasan diantaranya
3enerator kapasitas @> kF, legkap dengan ,(C,charger dan tangki
KW- P+. "meteran# 6 Phase 1 5< ,
&nstalasi listrik lengkap dengan saklar, stop kontak dan lampu
Panel induk dan lainnya
4 * 55?
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
7oto --. %nspeksi dari peralatan elektrikal 0ang ada di &uma/ Katup
akan dilakukan ole/ MME Engineer.
)engan dipimpin oleh $eam +eader pada pelaksanaan pekerjaan
(ekanikal ; 4letrikal ini beberapa tenaga ahli yang akan melakukan
pengawasan secara berkesinambungan antara lain adalah $,
(ekanikal ; 4lektrikal 4ngineer, $, Bendungan, $, 3eodesi, $,
Konstruksi, $, Supervisor Konstruksi, $, :uality 8ontrol dan
Pengawas Pekerjaan.
%. Pekerjaan %nstrumentasi M Meteorologi
&nstrumentasi adalah peralatan di dalam tubuh dan di sekitar tubuh
bendungan yang berfungsi untuk memonitor pergerakan dari tubuh
bendungan itu sendiri. )ari data*data hasil pencatatan peralatan
instrumentasi inilah kita dapat melakukan analisa*analisa yang terjadi di
dalam dan di sekitar tubuh bendungan, yang akhirnya kita bisa
menentukan langkah*langkah yang harus diambil untuk menjaga agar
bendungan beserta bangunan pelengkapnya dalam kondisi aman.
4 * 55@
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
Peralatan instrumentasi yang akan dipasang pada Bendungan Pidekso
antara lain
* B( Bench (ark'Patok $etap, ada 9 buah
* 8S Patok 3eser Puncak Bendungan, ada A buah
* SS patok 3eser +ereng Bendungan, 29 buah
* CP Pie=ometer Pneumatic, dipasang pada pondasi, 5 seksi
untuk A titik
* P Pie=ometer Pneumatic, dipasang pada timbunan, 5 seksi
untuk 55 titik
* (S (ultilayer Settlement, 2 seksi untuk 29 titik
* 0P Pie=ometer Pipa $egak $erbuka, 22 buah
* 0W Sumur 0bservasi, 9 buah
* W F*.otch, pengukur rembesan, 2 buah
/umah &nstrumentasi terdapat 5 unit dan diletakkan di bagian hilir dari
tubuh bendungan. ,lat pengukur rembesan F*.otch dipasang pada
posisi hili di sebelah kanan di sekitar /umah &nstrumentasi.
)engan dipimpin oleh $eam +eader pada pelaksanaan pekerjaan
&nstrumentasi ; (eterologi ini beberapa tenaga ahli yang akan
melakukan pengawasan secara berkesinambungan antara lain adalah
$, &nstrumentasi, $, Bendungan, $, 3eodesi, $, Konstruksi, $,
Supervisor Konstruksi, $, :uality 8ontrol dan Pengawas Pekerjaan.
4 * 55A
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
7oto -1. %nspeksi pemasangan instrumentasi 0aitu multila0er settlement
point pada tubu/ bendungan utama.
4 * 55H
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
7oto -). Penga4asan langsung ole/ Tenaga !/li %nstrumentasi pada
saat pemasangan pieJometer peneumati> di lapangan.
'. Pekerjaan &elokasi Sal. Udara Tegangan Tinggi ?SUTT@
Karena terkena dalam area genangan Waduk Pidekso, maka salah satu
pekerjaan yang akan dilakukan adalah pemindahan atau relokasi dari
(enara Saluran %dara $egangan $inggi "S%$$#. !umlah (enara S%$$
yang harus dipindahkan adalah sebanyak > unit.
4 * 56<
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
)engan dipimpin oleh $eam +eader pada pelaksanaan pekerjaan
relokasi S%$$ ini beberapa tenaga ahli yang akan melakukan
pengawasan secara berkesinambungan antara lain adalah $,
(ekanikal ; 4lektrikal 4ngineer, $, 3eodesi, $, Konstruksi, $,
Supervisor Konstruksi, $, :uality 8ontrol dan Pengawas Pekerjaan.
K. Pekerjaan Bangunan 7asilitas
Pada Bendungan Pidekso ini ada beberapa bangunan fasilitas yang
akan dibangun untuk mensuport kegiatan operasional dan pemeliharaan
dari Bendungan Pidekso ini.
Bangunan Casilitas yang ada diantaranya adalah
/umah 3enerator
/umah )inas
/umah !aga
/umah (enara Sadap
/umah Pintu Katup .o. 2 dan .o. 5.
3ardu Pandang tipe joglo dengan ornamen !awa $engah
Kantor Pengelola
(ushala
Peningakatan dan Pembuatan !alan (asuk
Peningkatan dan Pembuatan !alan /elokasi
Pembuatan !embatan, lebar I ? meter dan panjang I > meter
Pasangan batu untuk Saluran )rainase ; perlindungan lereng
)engan dipimpin oleh $eam +eader pada pelaksanaan pekerjaan
Bangunan Casilitas ini beberapa tenaga ahli yang akan melakukan
pengawasan secara berkesinambungan antara lain adalah $,
(ekanikal ; 4lektrikal 4ngineer, $, Bendungan, $, 3eodesi, $,
Konstruksi, $, Supervisor Konstruksi, $, :uality 8ontrol dan
Pengawas Pekerjaan.
4 * 562
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
7oto -8. Sala/ satu bangunan .asilitas, 0aitu &uma/ %nstrumentasi.
#. Pekerjaan #ansekap dan Pembersi/an !real $enangan Waduk
Pekerjaan ini adalah bagian akhir dari pekerjaan yang akan dilakukan
pada tahapan konstruksi pembangunan Bendungan Pidekso. Kegiatan
yang akan dilakukan diantaranya adalah
+ansekap dan $aman
Prasasti nama bendungan
(aket bendungan skala proporsional "5 m 7 5 m#
Pembersihan tanaman daerah genangan sebelum imponding
Patok pembebasan tanah, beton K*2@>
)engan dipimpin oleh $eam +eader pada pelaksanaan pekerjaan
+ansekap dan Pembersihan ,real 3enangan Waduk ini beberapa
tenaga ahli yang akan melakukan pengawasan secara
berkesinambungan antara lain adalah $, +ingkungan, $, Bendungan,
$, 3eodesi, $, Konstruksi, $, Supervisor Konstruksi, $, :uality
8ontrol dan Pengawas Pekerjaan.
4 * 565
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
M. !dvan>e Engineering Konsultan Supervisi dari PT. Wa/ana Krida
Konsulindo
)alam pelaksanaan pembangunan Bendungan Pidekso di Kab.
Wonogiri, $eam Konsultan Supervisi dari P$. W,-,., K/&),
K0.S%+&.)0 juga akan melakukan beberapa kajian teknis yang
menunjang untuk tahapan review desain. Kajian*kajian teknis tersebut
diantaranya adalah sebagai berikut
(. Kajian Teknis dari Tenaga !/li $eodesi
Pemeriksaan ulang terhadap patok*patok tetap "B(# yang ada di
lapangan. -al ini perlu dilakukan sebelum pekerjaan pengukuran
lainnya dilaksanakan dengan harapan agar tidak terjadi keraguan di
dalam pelaksanaan pengukuran selanjutnya. %ntuk lebih
meyakinkan dalam pengukuran, patok*patok tetap yang ada dalam
gambar konstruksi Bendungan Pidekso akan di*cross*check dengan
patok*patok tetap yang ada pada satu bangunan pengairan yang
ada di sekitar lokasi rencana Bendungan Pidekso.
*. Kajian Teknis dari Tenaga !/li Konstruksi
Konsultan Supervisi dalam hal ini akan dikoordinir oleh $enaga ,hli
Konstruksi akan memeriksa ulang seluruh gambar konstruksi
termasuk gambar*gambar detilnya. &i dilakukan supaya dalam proses
penggambaran gambar kerja oleh Kontraktor Pelaksana dapat
berjalan dengan lebih lancar dan tidak terjadi hal*hal yang
membingungkan.
Pemeriksaan ulang ini akan dilakukan dengan cara cross*check
antara gambar satu konstruksi dengan gambar konstruksi yang lain,
misalkan antara gambar saluran pengelak dengan gambar dari
bendungan utama.
4 * 566
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
-. Pemeriksaan ulang untuk Spesi.ikasi Umum dan Spesi.ikasi
Teknis
Kadang banyak terjadi di dalam Spesifikasi $eknis yang diterima
Kontraktor Pelaksana, didapati dokumen yang tidak lengkap untuk
semua item*item pekerjaan yang akan dilaksanakan di lapangan.
Sehubungan dengan hal itu akan dilakukan pemeriksaan ulang
untuk item*item pekerjaan yang ada di dalam Spesifikasi $eknis. -al
ini perlu dilakukan agar dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan,
semua item pekerjaan ada patokannya. Sehingga untuk Kontraktor
Pelaksana, Konsultan Supervisi serta )ireksi Pekerjaan mempunyai
pemahaman yang sama dalam setiap item pekerjaan yang akan
dilakukan di lapangan selama masa konstruksi.
1. Kajian teknis dari Tenaga !/li $eologi
)engan mempelajari Kerangka ,cuan Kerja "K,K#, 3ambar*gambar
desain dan data*data lainnya dari dokumen perencanaan
pembangunan Bendungan Pidekso, berikut beberapa saran dari
$enaga ,hli 3eologi kami, diantaranya
%ntuk pekerjaan Blanket atau 8onsolidation 3routing perlu
ditambahkan 2"satu# baris lagi, baik untuk posisi di bagian hulu
maupun di bagian hilir dari as bendungan. -al ini dimaksudkan
agar semua lokasi pondasi yang masuk dalam area timbunan
=ona*2 mempunyai konsolidasi'daya dukung yang baik untuk
menopang beban material di atasnya.
%ntuk material =ona*> yaitu /ip*rap, perlu dilakukan beberapa
tes laboratorium, diantaranya
Soundness $est
,brassion $est
8ompressive Strength $est
4 * 569
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
%ntuk material =ona*6 yaitu $ransisi, perlu dilakukan beberapa
tes laboratorium, diantaranya
Soundness $est
3radation $est
Setelah dilakukan pengupasan'penggalian pondasi khususnya di
lokasi =ona*2, perlu dilakukan investigasi mengenai keberadaan
artesis. !ika hal ini didapatkan di lokasi tersebut maka perlu
dilakukan perbaikan pondasi dengan cara pengecoran dengan
dental concrete atau capping concrete serta pembuatan sum*pit
di beberapa tempat di luar lokasi =ona*2 tersebut yang bertujuan
untuk menurunkan muka air yang ada serta tidak mengganggu
pelaksanaan timbunan =ona*2 "inti clay#.
Konsultan Supervisi akan melakukan monitoring getaran akibat
pelaksanaan peledakan pada saat pekerjaan galian batuan
mekanis. -al ini dilakukan dengan cara yang sederhana namun
sangat efektif yaitu dengan menempatkan kaca dengan ukuran
kira*kira > cm 7 2< cm dengan tebal lebih kurang 6 mm di suatu
tempat'konsruksi yang sudah jadi dan yang paling dekat dengan
pelaksanaan pekerjaan peledakan tersebut.
4 * 56>
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
7oto -9. Monitoring getaran5gerakan 0ang akibatkan retakan pada suatu
konstruksi.
). Kajian Teknis dari Team #eader
Setelah mempelajari dokumen yang ada dalam Kerangka ,cuan
Kerja "K,K# Pekerjaan Supervisi Pembangunan Waduk Pidekso di
Kab. Wonogiri "multi years# khususnya yang berhubungan dengan
rencana penugasan dari personil Konsultan Supervisi berikut
beberapa usulan dari $eam +eader, antara lain
enaga Ahli 0eologi, yang awalnya masa penugasan 12
bulan, diusulkan dirubah men,adi 34 bulan.
enaga Ahli Konstruksi, yang awalnya masa penugasan 31
bulan, diusulkan dirubah men,adi 56 bulan.
enaga Ahli 0eodesi, yang awalnya masa penugasan 37
bulan, diusulkan dirubah men,adi 56 bulan.
Asisten enaga Ahli 0eologi, yang awalnya masa penugasan
12 bulan, diusulkan dirubah men,adi 34 bulan.
4 * 56?
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
%sulan perubahan ini didasarkan pada kebutuhan di lapangan
khususnya untuk pengawasan dari pekerjaan pembangunan sebuah
bendungan, apalagi konstruksi bendungan yang cukup besar seperti
Bendungan Pidekso ini. $enaga ahli*tenaga ahli yang diusulkan
perubahan masa penugasannya di atas dalam pelaksanaan
pengawasan pembangunan sebuah bendungan memegang peranan
penting.
Berikut alasan dari perubahan masa penugasan personil tersebut.
$enaga ,hli 3eologi akan mengikuti pelaksanaan penggalian di
semua lokasi yang ada. Setelah penggalian selesai dan dinyatakan
cukup untuk pondasi suatu konstruksi, $enaga ,hli 3eologi beserta
asistennya akan melakukan Omapping batuanO. )ata tersebut sangat
diperlukan jika di masa mendatang ada hal*hal yang tidak
diharapkan terjadi. Kondisi geologi tersebut akan menjadi parameter
pertama kali untuk menganalisa terjadinya kejadian yang tidak
diharapkan tersebut. )ata geologi ini juga menjadi persyaratan
mutlak saat tahapan Sertifikasi &mponding.
$enaga ,hli Konstruksi selama masa konstruksi pembangunan
Bendungan Pidekso /arus mengikuti sampai seluruh konstruksi
selesai dilaksanakan. $idak mungkin tenaga ahli tersebut
dipulangkan padahal pelaksanaan konstruksi masih berlangsung.
-al ini juga sama kondisinya dengan $enaga ,hli 3eodesi. $enaga
ahli ini harus mengikuti pekerjaan pengukuran sampai selesainya
konstruksi. (asalah ukuran sangat penting di dalam pengawasan
sebuah pembangunan suatu konstruksi.
%ntuk tenaga ahli'pendukung dan tenaga penunjang lainnya tetap
seperti yang tercantum di dalam Kerangka ,cuan Kerja "K,K# yang
ada.
8. Kajian Teknis dari Tenaga !/li %nstrumentasi
)alam pekerjaan peralatan instrumentasi ini diusulkan adanya
pemasangan peralatan &nclinometer, yaitu peralatan instrumentasi
yang dipakai untuk memonitor pergerakan horisontal dari tubuh
4 * 56@
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
bendungan khususnya setelah dilakukan pengenangan "imponding#.
Peralatan &nclinometer tersebut dapat dijadikan satu penempatannya
dengan peralatan multilayer settlement point. !umlah yang diusulkan
adalah 2 "satu# set peralatan &nclinometer beserta asesorisnya.
9. 7orm2.orm Penga4asan
%ntuk lebih memperlancar jalannya pengawasan dari pekerjaan
yang akan dilakukan oleh Kontraktor Pelaksana, berikut adalah form*
form pengawasan'supervisi yang akan dipakai di dalam pelaksanaan
pengawasan pekerjaan.
7orm2.orm penga4asan..........................
).((.). Kontrol Pelaksanaan Program Keselamatan Konstruksi
Keselamatan dianggap sesuatu yang utama pada semua jenis pekerjaan
konstruksi. Konsultan Supervisi mengharuskan Kontraktor Pelaksana untuk
mengambil semua tindakan ang mungkin untuk mencegah terjadina
kecelakaan kerja maupun kejahatan(kejahatan terhadap area pekerjaan5
peralatan dan material5 dan seluruh pekerja4
Kendali keselamatan pada masa konstruksi terdiri dan beberapa unsur
kegiatan sebagai berikutC
2. *rgasinasi Pengendalian Keselamatan 2Safet Comitte3
5. -apat *rganisasi Pengendalian Keselamatan
6. Program Pengendalian Keselamatan
@4 *rganisasi Pengendalian Keselamatan
Kontraktor Pelaksana diwajibkan membentuk 0rganisasi Pengendalian
Keselamatan yang terdiri dan unsur 0toritas Keamanan, Pemilik
Proyek, Konsultan Supervisi dan Kontraktor Pelaksana. Kontraktor
Pelaksana juga menugaskan pelaksana senior mereka sebagai petugas
pengendali keselamatan. Pelaksana senior tersebut bertanggungjaawab
terhadap ketentuan Kontraktor Pelaksana. Kontraktor Pelaksana akan
4 * 56A
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
menyampaikan bagan organisasi pengendalian keselamatan dan
merinci program keselamatan kerja kepada pihak pemilik proyek untuk
dievaluasi.
5. /apat 0rganisasi Pengendalian Keselamatan
Segera setelah pembentukan organisasi pengendalian keselamatan,
Konsultan Supervisi melaksanakan rapat organisasi yang dihadiri
semua unsur terkait diatas. )idalam rapat tersebut diuraikan
kondisi'informasi yang ada diiingkungan pekerjaan, sistem transportasi
pelaksanaan pekerjaan, prinsip pokok metode pelaksanaan pekerjaan
Kontraktor Pelaksana dan keselamatan lokal. Pengendali Keselamatan
dan pihak Kontraktor Pelaksana wajib menyampaikan ketersediaan
perangkat yang menunjang program keselamatan sesuai peraturan
yang berlaku di &ndonesia.
6. Program Pengendalian Keselamatan
Program Pengendalian Keselamatan akan ditinjau oleh Konsultan
Supervisi4 Program pengendalian keselamatan ini meliputiC
Sarana transportasi menuju jalan umum5
Pengendalian lalulintas di lokasi pekerjaan5
Stabilitas alam dan lereng hasil galian5
Pekerjaan konstruksi di!dalam air5
Pekerjaan Pengelasan5
)ampu kerja di malam hari5
Pengendalian untuk meminimalkan dampak lingkungan sepanjang
masa pekerjaankonstruksi merupakan tujuan utama4
).((.8. Penga4asan dan Evaluasi Pekerjaan %nvestigasi tamba/an
Seluruh kegiatan investigasi tambahan diluar volume yang tercantum
dalam Kerangka ,cuan Kerja kegiatan NSupervisi +anjutan Pembangunan
Bendungan Pidekso, Kab. WonogiriO akan menjadi beban dan tanggung
jawab Kontraktor Pelaksana, Konsultan Supervisi hanya membantu pihak
Pemilik Proyek dalam memberikan saran dan pengawasan dan evaluasi
teknis.
Sepanjang pekerjaan investigasi tambahan dirasa pertu dan disetujui oleh
Pemilik Pekerjaan, maka Konsultan Supervisi akan membantu Pemilik
4 * 56H
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
Proyek dalam pengawasan investigasi tambahan yang dilakukan oleh
Kontraktor Pelaksana menyangkut hal*hal sebagai berikut
Pencarian altenatif Borrow ' :uarry ,rea
Pencarian altenatif source material untuk pekerjaan beton5 dan
.al(hal lain ang dipandang pertu oleh Pihak Pemilik
Konsultan Supervisi akan membantu pihak Pemilik Proyek dalam
pekerjaan*pekerjaan yang disebut diatas dengan tanggung jawab hasil
pekerjaan ada di pihak Kontraktor Pelaksana4
).((.9. %nspeksi, Testing, dan Kontrol Pengiriman selama proses 7abrikasi
Salah satu tanggung jawab personil Konsultan Supervisi5 dalam hal ini
Mekanikal G %lektrikal %ngineer atau engineer lainna5 apabila dianggap
perlu oleh pihak Pemilik Proek adalah mengadakan inspeksi5 pengujian
dan monitoring selama proses pembuatan di tempat fabrikasi4
Konsultan Supervisi akan mengimplementasikan pekerjaan ini untuk
meakinkan bahwa pekerjaan Kontraktor Pelaksana berasal dari sumber
ang memenuhi pekerjaan disaratkan4
E.-. "&$!%S!S% dan PE&S"%#
Berfungsinya sistem manajemen proyek sangat tergantung oleh struktur
organisasi yang jelas. -ubungan kerja diantara P%, Konsultan Supervisi,
Kontraktor Pelaksana dan badan lain yang berkaitan dalam proyek pembangunan
Bendungan Pidekso ini dapat digambarkan pada 3ambar >.5A berikut.
-ubungan kerja yang jelas juga akan mempermudah Konsultan Supervisi
dalam menyiapkan berbagai prosedur, mendistribusikan berbagai informasi,
menyelenggarakan berbagai rapat yang dibutuhkan sepanjang periode pekerjaan.
Ketiga belah pihak utama dalam organisasi proyek terdiri dan BBWS Bengawan
Solo sebagai Pemilik'%ngineer, Konsultan Supervisi sebagai Wakil 4ngineer
"%ngineer -epresentative#, dan Kontraktor Pelaksana sebagai Pelaksana.
0rganisasi Konsultan Supervisi sebagai Wakil 4ngineer "%ngineer
-epresentative# akan diuraikan secara detail pada 3ambar >.5H. Secara singkat
organisasi Konsultan Supervisi akan dipimpin oleh seorang $eam )eader yang
4 * 59<
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
membawahi berbagai tenaga ahli dengan berbagai keahlian yang dibutuhkan.
,dapun uraian tugas dan tanggung jawab setiap tenaga ahli akan diuraikan dalam
bagian 3.
4 * 592
PT Teknika Cipta Konsultan
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
$ambar ).-) .ubungan Kerja diantara Pemilik Pekerjaan5 Konsultan Supervisi5
Kontraktor Pelaksana
4 * 595
E$%EE&%$ ="SU#T!T
PT Teknika Cipta Konsultan
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
$ambar ).-8 Struktur 0rganisasi Penyedia !asa
4 * 596
E$%EE&%$ ="SU#T!T
PT Teknika Cipta Konsultan
)okumen %sulan $eknis
Bagian 4
Supervisi +anjutan Pembangunan Bendungan Pidekso, Kab. Wonogiri Pendekatan, (etodologi dan Program Kerja
4 * 599
E$%EE&%$ ="SU#T!T