Anda di halaman 1dari 5

A.

Tujuan
Pada akhir praktikum diharapkan mahasiswa dapat memahami dan
dapat melakukan isolasi flavanoid dari daun ketela pohon bberikut analis
kulitatif golongan senyawa tersebut dengan kromatorafi lapis tipis
B. Landasan Teori
Flavonoid merupakan senyawa fenol terbesar di alam, terdapat pada
semua tumbuhan hijau, termasuk ekstrak temu-temuan yang banyak
dikonsumsi sebagai obat tradisional. Flavonoid dikenal memiliki aktivitas
sebagai senyawa antioksidan, antimelanogenesis dan antimikroba yang
berpotensi. Akan tetapi, flavonoid umumnya memiliki kelarutan yang rendah
serta tidak stabil terhadap pengaruh cahaya, oksidasi, dan perubahan kimia.
Apabila teroksidasi akan merubah struktu dan fungsinya sebagai bahan aktif
(Soeka, 2007).
Flavonoid mengandung 15 atom karbon yang tersusun dalam
konfigurasi C
6
-C
3
-C
6
yaitu dua cincin aromatis yang dihubungkan dengan
satuan tiga karbon. Perbedaan tingkat oksidasi -C
3
- inilah yang menjadi dasar
penggolongan jenis flavonoid. Modifikasi flavonoid lebih lanjut menghasilkan
penambahan (atau pengurangan) hidroksilasi, metilasi gugus hidroksi inti
flavonoid, isoprenilasi gugus hidroksi atau inti flavonoid, metilenasi gugus
orto-hidroksi, dimerisasi (pembentukan) biflavonoid, pembentukan bisulfat,
dan terpenting glikosilasi gugus hidroksi (pembentukan flavonoid O-
glikosida) atau inti flavonoid (pembentukan flavonoid C-glikosida
(Nugrahaningtyas dkk, 2005)
Banyak senyawa flavonoid yang mudah larut dalam air sehingga
pengekstraksian kembali larutan dalam air tersebut dapat dilakukan dengan
pelarut organik yang tidak bercampur dengan air tetapi agak polar. Pemilihan
pelarut organik untuk pengekstraksian kembali senyawa flavonoid yang
terlarut dalam air umumnya menggunakan kloroform, dietil eter, etil
asetat,dan n-butanol (Sari, 2006).
Pelarut alkoholik merupakan pilihan utama untuk semua jenis
flavonoid. Pelarut etanol bisa digunakan untuk menyari zat yang kepolaran
relatif tinggi sampai relatif rendah, karena etanol merupakan pelarut universal.
Etanol mempunyai kelebihan dibanding air yaitu tidak menyebabkan
pembengkaan sel, menghambat kerja enzym dan memperbaiki stabilitas bahan
obat telarut. Etanol 70% sangat efektif menghasilkan bahan aktif yang
optimal, bahan balas yang ikut tersari dalam cairan penyari hanya sedikit,
sehingga zat aktif yang tersari akan lebih banyak (Prayoga, 2008).

C. Alat dan Bahan
1. Alat
a. Panci infusa
b. Corong kaca
c. Erlemeyer 250 ml
d. Erlemeyer 50 ml
e. Tabung reaksi
f. Corong pisah 250
g. Cawan persolin
h. Flaakon (3buah)
2. Bahan
a. Air suling
b. Eter
c. Asam klorida2
d. Natrium sulfatanhidrat
e. Kertas kromatografi
f. Methanol
g. Asam asetat 15%
h. Campuran n-butanol: asam asetat: air (6:2:1)
i. amonia
j. pereaksi sitroborat



D. Cara Kerja
Minggu pertama
Timbang 40g bahan



Masukan dalam panci infusa + 200 ml air
(ekstrak metode dekokta)



Saring dengan menggunakan corong Buchner
(untuk mendapat filtrat jernih)


Pindah dalam flakon
(simpan 1 minggu)


Minggu Kedua
Tuangkan larutan jernih dengan hati-hati
(agar kristal amrof tidak ikut tertuang)


Saring kristal yang berada di dasar botol dengan kertas saring


Jika masih ada kristal yang menmpel dibilas dengan menggunakan aquades
dan saring menggunakan aqudes


Keringkan kertas saring bersama kristalnya dengan suhu 50
o
C,
(hitung randemen dari hasil yang didapat)


Ambil padatan sedikit, larutkan dalam 2 ml campuran methanol-air sama
banyak (SARI 1)


Ambil sisa padatan, masukan dalam tabung reaksi + 10 ml HCl 2 N



Taruh corong kecil berisi kapas diatas tabung untuk mengurangi panguapan


Lakukan refluks pada penangas air mengdidih 1 jam


Jika cairan dalam air banyak yang menguap tambahkan 5 ml aquades yang
panas didalamnya



Pisahakan cairan dengan menggunakan corong pisah



+ 10 ml dietil eter kocok hati-hati



Diamkan memisah 2 fase, kocok kembali,


Saring dengan kertas saring yang berisi Natrium sulfat 2 gram


Uapkan hasil di cawan persolin hingga 2 ml
(SARI 2)


Uapkan lapisan air asam hasil hidrolisis diatas penangas air dengan hembusan
angin hingga kira-kira 1 ml (SARI 3)
Minggu ketiga
Penetapan Kadar dengan KLT