Anda di halaman 1dari 31

METABOLISME KH

Sumber makanan : KH
Protein
Lemak
Vitamin
Mineral
Air


Monosakarida


Karbohidrat Disakarida


Polisakarida

Monosakarida yang paling banyak ditemukan adalah
G L U K O S A

( C6H12O6) back


METABOLISME KARBOHYDRAT
CARBOHYDRATE

BLOOD
GLUCOSA


GLYCOGEN FFA TRIGLYSERIDA
HATI AMINO ACID

PYRUVATE - LACTATE


ENERGY : ATP + H
2
O + CO
2

Istilah gula darah dipakai untuk glukosa dan zat gula-gula lain
Glukosa dioksidasi asam piruvat Asetil-CoA
Bila oksidasi total CO
2
dan H
2
O
Energi (ATP)
Bila glukosa tidak dipakai sebagi energi akan
disimpan sebagai glikogen, yang akan disimpan
dalam hati dan otot
Melalui organ hati glukosa dapat diubah menjadi
asam lemak sljtnya menjadi trigliserida atau
menjadi asam amino sljtnya menjadi protein

Hormon yang mengatur kadar glukosa darah
Hormon Sel Penghasil Efek thd KGD
1 INSULIN Sel Beta pankreas menurunkan
2 Somatostatin Sel D Pankreas menurunkan
3
Glukagon Sel alfa Pankreas menaikkan
4
Adrenalin Medulla gl adrenal menaikkan
5
Cortisol Cortex gl adrenal menaikkan
6
ACTH Pars anterior hipofisis menaikkan
7
Growth Hormon Pars anterior hipofisis menaikkan
8
Tiroksin Kelenjar tiroid menaikkan
BLOOD SUGAR CONCENTRATION

NORMAL DM

1. PUASA 60-100 mg/dl > 126 mg./dl
2. POST PRAN < 150 mg/dl > 200 mg/dl
DIAL

3. SEWAKTU 100 -150 mg/dl > 200 mg/dl




Ekskresi glukosa :
Glukosa difiltrasi oleh glomerulus
Reabsorpsi tubulus normal 99% bl glukosa
ditemui pd filtrat glomerulus
Nilai ambang ginjal 180 mg/dl, bl ka dar gula
> 180 mg/dl -> glikosuria
Pd orang tua nilai ambang akan me ningkat
Renal glikosuria : kadar gula darah normal,
urin glikosuria
Tes Toleransi Glukosa Oral
Metode :
Pasien mengambil darah puasa
Kandung kencing dikosongkan, urin
dikumpulkan
Waktu O menit pasien minum glukosa 75 gr dlm
segelas air
Waktu 120 menit darah diambil dan urin
ditampung
TES TOLERANSI GLUKOSA :
- Oral
- Intra Vena
Tes Toleransi glukosa intra vena
Metode :
Ambil darah puasa untuk pemeriksaan
glukosa
Waktu O menit 50 ml glukosa 50% disun
tikkan iv selama 2 menit
Waktu 10, 20, 30 menit ambil contoh
darah, untuk pemeriksaan gula darah


Diagnosa DM ( Kriteria WHO)
A. Disertai tanda
2
klinis yg khas
KGD sewaktu >=198 mg/dl
KGD puasa >= 144 mg/dl
Bila hasil tidak jelas,
GTT oral >= 198 mg/dl
B. Tanpa gejala klinik yg khas
KGD setelah 1 jam/ 2jam puasa GTT oral
>198 mg/dl atau
KGD 1 jam/2jam glukosa PP meninggi
pd 2 pemeriksaan berbeda ( msg
2
>=144 &
98 mg/dl)
HbA1c

Glukosa dapat berikatan dgn protein tanpa enzim
disebut
GLIKOSILASI

o Glukosa secara bebas akan memasuki eritrosit dan
bereaksi secara non enzimatik dgn hemoglobin
terutama terminal dari rantai ( 15,20,32,82)
o Glikosilasi ini sudah terjadi dalam dalam 12 jam
Waktu yg dibutuhkan mencapai keseimbangan
pembentukan HbA1c adalah 6-21 hari
HbA1c
Hemoglobin glikosilat

Dipergunakan sebagai kontrol penderita
DM,tidak dipergunakan sebagai
diagnostik
Protein dibentuk oleh asam amino diikat menjadi rantai dgn ikatan peptida
menggabungkan gruop amino dari satu asam amino ke grup karboksil selan jutnya
Beberapa protein mengandung karbohidrat disebut glikoprotein
dan mengandung lipid disebut lipoprotein
Protein diabsorpsi di usus pd saluran cerna bayi, dan asam amino diabsorpsi pd usus
pd orang dewasa
Dlm tubuh manusia protein secara kontinu dihidrolisa menjadi asam amino dan juga
proses pembentukan kembali
Kecepatan pergantian protein dalam tubuh rata
2
80-100 g/hari
Pemecahan protein menghasilkan asam amino dan asam
2
amino ini akan disim pan
dlm pool (gudang) yg mensuplai kebutuhan tubuh akan asam amino
Pd ginjal asam amino yg mengalami filtrasi akan diabsorbsi kembali, ttp pd
Fancony syndrome terjadi ggn reabsoropsi aminoasiduria
Sejumlah kecil protein hilang ; dlm bentuk rambut, protein hormon diurin; protein
yg tdk diabsorbsi diusus dijumpai pd feses.
Kehilangan protein ini akan digantikan oleh sisntesis dari pool
PROTEIN


PENYIMPANAN
ASAM AMINO
Protein
tubuh
DIET
Kreatin
Purin,
Pirimidin
Hormon,
Cairan pd saraf
Ekskresi
pd urin
Penyimpanan
metabolisme umum
Inert Protein :
rambut, kuku
NH
3

Urea
Deaminasi
Transaminasi
Aminasi
Metabolisme Asam amino
Essential and non essential amino acid
Essential Non essential
Arginine Alanine
Histidine Asparagine
Isoleucine Aspartic Acid
Leucine Cypsine
Lysine Glutamic Acid
Methionine Glutamine
Phenilalanine Glycine
Threonine Proline
Ttryptophane Hydroxy proline
Valine Serine
Tyrosine
zat padat tubuh manusia adalah protein dgn fungsi yg berbeda beda.
Golongan besar protein :
- Protein jaringan/struktural
- Protein kontraktil
- Nukleoprotein berwujud gen
- Protein lain
2

- Dlm darah : hemglobin dan protein koagulasi
Perbandingan protein jaringan/darah 33 : 1
Setiap hari kebutuhan 20-30 gr yg dirombak
secara irreversible; jumlah ini merupakan
jumlah minimal harus masuk guna mencapai
keadaan metabolik yg mantap balans nitrogen
Balans nitrogen positif : lebih banyak asam amino yg masuk kedalam tu buh
dari yg diekskresikan proses anabolisme
Balans nitrogen negatif : lebih banyak ekskresi asam amino dari asam
amino yg masuk kedlam tubuh proses katabolisme
Proses katabolisme meyeybabkan kelumpuhan fungsi
2
esensial

Protein ektraseluler yg paling banyak dijumpai adalah :
- Albumin
- Globulin : 1, 2, dan
- Fibrinogen
Selain itu dalam darah juga mengandung :
- Protein enzim yg berasal dari jaringan
- Protein
2
struktural atau metabolitnya
- Hormon
2

- Protein
2
transport
Sebagian besar protein plasma berasal dari hepatosit
Imunoglobulin dibentuk dlm sistem limforetikuler
Jumlah protein normal dalam darah 6-8 gr/dl
Serum yg keruh atau berwarna yg sangat jelas, akan mengganggu hasil pe
meriksaan
Cara mudah utk mengukur kadar protein darah adalah dgn indeks refraksi,
krn protein merupakan zat terbanyak dlm darah, bl kadar glukosa dan
kolesterol normal
Protein Plasma dan Serum
Pemeriksaan protein plasma dpt mendukung atau memberikan
informasi tentang keadaan penyakit pd berbagai organ
Pada pemeriksaan total protein memberikan informasi keadaan
umum penderita, sehubungan dgn nutrisi maupun beratnya penyakit
(penderi ta yg kehilangan protein)
Pemeriksaan albumin dpt memberikan keadaan status nutirisi,
kemam puan sintesa pd hati, dan kehilangan akibat gangguan ginjal

Electrophores

Tehnik pemeriksaan protein Presipitasi

Imunoelektroforesis

PROTEIN TOTAL
Fraksi protein darah

Fraksi % total
Albumin 52-68
- Alfa1 globulin 2,4-5,3
- Alfa 2 globulin 6,6-
13,5
- Beta globulin 8,5-
14,1
- Gamma globulin 10,7-21
Albumin
Globulin
a1
a2

g
fraksi
%
Keadaan
2
yg dpt menyebabkan SPE abnormal
Hipoalbuminemia Albumin turun,
Sirosis Hepatis
globulin meningkat secara difus, albumin
turun
Penyakit radang
menahun
globulin sangat meningkat secara difus
Hipoglobulinemia Puncak rendah & datar pd lokasi globulin
Sindroma nefrotik
Puncak albumin rendah, puncak globulin
tinggi
Enteropatia protein
losing
Puncak albumin rendah, 2 globulin sdkt
meningkat
Defisiensi tripsin Puncak rendah & datar pd 1 globulin

%

Albumin
Globulin
a1
g
Albumin
Globulin
a1
a2

g
a2
Sirosis Hepatis Sindroma Nefrotik
%
Contoh gambaran SPE abnormal
Katabolisme Hemoglobin :
Eritrosit mempunyai usia 120 hari berjalan sekitar 200-300 mil, dalam
proses penuaan, terjadi penurunan metabolisme SDM
Banyak enzim memperlihatkan penurunan fungsi shg sel menjadi lebih
peka thdp lisis osmotik
1% SDM disingkirkan dari sirkulasi setiap hatri dalam RES
Molekul hemoglobin akan diurai menjadi komponen
2
nya, zat besi
digunakan kembali, globin diurai menjadi asam-asma amino, Hem diurai
menjadi porpirin selanjutnya men jadi senyawa disebut bilirubin yaitu
pigmen berwarna kecoklatan
Bilirubin diikat oleh albumin dan diangkut ke hati ini disebut bilirubin indirect
Dlm hati bilirubin dikonyugasikan melalui penambahan enzim
glukoronidase utk mem bentuk senyawa glukoronida disebut bilirubin direct
diekskresikan kedalam kedalam empedu, sebagian kecil senyawa ini
direabsorbsi dan diekskresi
Melalui bakteri diusus, bilirubin direct diurai menjadi urobilinogen &
sterkobilonogen sljtnya diekskresikan melalui tinja
Sebagian kecil dari zat
2
ini direabsorbsi melalui sirkulasi enterohepatik dan
diekskresikan melalui urin

Bilirubin

SDM
Fe
Ginjal
Urobilinogen
dlm urin
SDM
SDM
Fe
Bilirubin
Bakteri
Urobilinogen
Sterkobilinogen
feses
Kolon
H
E
M
E
Globin
Hemoglobin
Sistem RES
SDM
Duodenum
Hati