Anda di halaman 1dari 29

EKSPRESI GEN &

PENGENDALIANNYA
Nurhasanah
1
FARMASI, FIKK, UNG
2013
2
Ekspresi gen dan mekanisme
pengendaliannya
A. Operon dan regulon
B. Pengendalian pasca transkripsi
C. Pengendalian pasca translasi dan modifikasi
protein
D. Pengendalian global dan sinyal transduksi
Salah satu ciri dari prokariot adalah adanya
struktur operon. Operon merupakan
organisasi dari beberapa gen yang ekspresinya
dikendalikan oleh satu promotor.

Operon sangat berperan pada proses ekspresi
gen, dimana semua gen dalam satu operon
diekspresikan sebagai unit tunggal.
Model yang dikenal sebagai operon ada dua
unsur :
a. yang mengatur ekspresi gen struktural
penyandi enzim yaitu gen regulator
(repressor) dan
b. operator yang letaknya berdekatan dengan
gen-gen struktural yang diaturnya.

Proses ekspresi gen adalah proses
transformasi informasi genetik melalui
transkripsi dan translasi, untuk pembentukan
protein dan enzim.
Proses ekspresi gen digunakan oleh semua
kehidupan yang dikenal - eukariota (termasuk
organisme multisel), prokariota (bakteri dan
archaea) dan virus - untuk menghasilkan
mesin makromolekul untuk hidup.

Secara umum, proses ekspresi genetik dimulai
dan diatur sejak pra-inisiasi transkripsi.
Namun, tidak dapat diketahui secara pasti
kapan sebenarnya proses regulasi tersebut
mulai dilakukan. Mengapa ?
karena sistem biologis adalah suatu sistem
siklis yang tidak dapat secara pasti ditentukan
titik awalnya (Yusuf, Jurnal Penelitian).


Ekspresi Gen
7
Regulasi Gen
Pada setiap sel / organisme memiliki banyak
gen, tetapi hanya sebagian gen yang perlu
aktif (mentranskripsi RNA) setiap saat.
Bagaimana sebagian besar gen berada dalam
keadaan tidak aktif dan bagaimana suatu gen
yang off dapat di on kan ? Atau bagaimana
gen gen ini dikontrol ?
Untuk menjawab pertanyaan ini menyangkut
proses yang dikenal dengan pengaturan gen
(Gene Regulation).


Gen pada umumnya mengandung dua bagian:
1. Bagian / daerah koding (coding region)
2. Suatu bagian / daerah pengatur (Regulatory
region).
Regulatory region inilah yang berfungsi
mengatur dan berfungsi sebagai switch ON /
OFF nya bagian koding dari suatu gen.
Regulasi Gen pada Bakteri
Bakteri mempunyai beribu-ribu gen
Tidak semua ditranskripsi pada waktu yang sama
Bila itu dilakukan maka akan membuang energi
yang banyak
Namun beberapa gen ditranskripsi sepanjang
waktu Siapa dia ?
housekeeping genes
Gen lain diekspresikan sebagai tanggapan
(respon) akibat terjadinya perubahan lingkungan
10
Regulasi Gen pada Bakteri
Regulasi transkripsi
Jika suatu protein (yang dikodekan oleh gen)
diperlukan, maka gen akan ditranskripsi
Jika suatu protein (yang dikodekan oleh gen)
Tidak diperlukan, maka gen Tidak akan
ditranskripsi
11
Unit Transkripsi pada Bakteri
12
Operon
promoter
operator
-35 TTGACA
-10 TATAAT (Pribnow box)
Regulasi pada Transkripsi
Kontrol Positif atau Negatif
Positif - membutuhkan suatu protein untuk
terjadinya transkripsi
Negatif - protein dibutuhkan untuk mem block
transkripsi

Model operon pada bakteri
Lac operon
13
Regulasi Lac operon
Sistem lac operon adalah sistem pengendalian
ekspresi gen-gen yang bertanggung jawab di dalam
metabolism laktosa.
Sistem tersebut pertama kali ditemukan pada
bakteri Escherichia coli oleh Francois Jacob dan
Jaques Monod pada akhir tahun 1950-an.
Merupakan Kontrol Negatif
Repressor protein (lac I gene product)
Berikatan pada operator region dari Lac operon
Mencegah terjadinya proses transkripsi
14
Regulasi Lac operon
Repressor berikatan pada operator
TIDAK terjadi transkripsi
Effector berikatan pada Repressor
Repressor tidak dapat berikatan dengan operator
Terjadi Transkripsi
Berkurangnya konsentrasi Effector
Repressor akan bebas untuk berikatan dengan
operator
TIDAK terjadi transkripsi
15
Regulasi Lac operon
Satu gen yang berekspresi dari lac operon
b-galactosidase
Memecah laktosa (dan allolactose) menjadi
glukosa dan galaktosa
16
LACTOSE
(allolactose)
(effector)
Glucose
&
Galactose
b-gal
Metabolism laktosa dimulai dengan hidrolisis
disakarida menjadi dua komponen
monosakaridanya, glukosa dan galaktosa.
Enzim yang mengkatalis reaksi ini disebut -
galaktosidase.
Operon laktosa terdiri atas 3 gen structural
utama yaitu :
a. gen lac Z mengkode enzim -galaktosidase
yang menghasilkan dua monosakarida yaitu
glukosa dan galaktosa,

gen lac Y mengkode permease galaktosida,
yaitu enzim yang berperan dalam
pengangkutan laktosa dari luar ke dalam
sel, dan
gen lac A mengkode enzim transasetilase
thiogalaktosida yang perannya belum
diketahui secara jelas.
Ketiga gen struktural tersebut
dikendalikan ekspresinya oleh satu
promoter yang sama dan menghasilkan
satu mRNA yang bersifat polisistronik.
Selain ketiga gen structural tersebut,
juga terdapat gen regulator lac I yang
mengkode suatu protein repressor dan
merupakan bagian sistem pengendalian
operon laktosa.
Regulasi Transkripsi Eukariotik
Beberapa gen ditranskripsi pada hampir semua sel
housekeeping genes

Sifat unik dari sel itu disebabkan oleh ekspresi gen-
gen spesifik yang terkandung dalam sel tersebut
cell-specific expression
tissue-specific expression
20
Regulasi Transkripsi Eukariotik
Lebih kompleks dibanding bakteri
Pada eukariot tidak dikenal adanya operon seperti
yang terdapat pada prokariot, tiap gen mempunyai
promotor dan terminator masing-masing.
Pada eukariot terdapat lebih banyak protein dan
lebih banyak ruas DNA yang terlibat dalam regulasi,
protein-protein ini disebut faktor transkripsi. Lebih
lanjut pada eukariot protein-protein tersebut
kelihatan lebih banyak yang berperan sebagai
aktivator ketimbang sebagai represor.

21
Regulasi Transkripsi Eukariotik
Pengendalian dimediasi oleh protein-protein yang
diklasifikasikan sebagai Transcription Factors -
TF :
Basal TF - diperlukan oleh semua gen
Specific TF - menentukan spesifitas ekspresi
Activator - meningkatkan ekspresi
Repressor - menurunkan ekspresi

Regulasi Pasca Transkripsi
Regulasi ini hanya ditemukan pada jasad
eukariotik dan tidak ditemukan pada jasad
prokariotik.
Hal ini dikarenakan mRNA pada prokariotik
langsung ditranslasi sebelum transkripsi
selesai. Sehingga tidak ada hambatan
struktural karena semua komponen transkripsi
dan translasi berada dalam sitoplasma.
Regulasi Pasca Transkripsi
Pada eukariot transkripsi terjadi di nukleous
dan translasi di sitoplasma.
RNA Polimerase II mentranskrip dalam bentuk
pre-mRNA yang berupa rantai prekusor
panjang yang disebut sebagai heterogeneous
nuclear RNA (hnRNA).
Pada hnRNA sebagai molekul hasil transkripsi
terdapat ruang intron dan ekson.
Regulasi Pasca Transkripsi
Bagian intron akan dipotong dan hanya bagian
eksonnya yang dipertahankan untuk
membentuk membentuk mRNA.
Pemilihan ruas intron dan ekson dapat
merupakan salah satu cara regulasi.
Dengan cara memilih ruas hnRNA mana yang
akan diambil (sebagai ekson) atau akan
dibuang (sebagai intron), maka dari satu ruas
gen yang sama dapat disandikan dua jenis
mRNA atau polipepetida.

Regulasi pasca translasi &
Modifikasi Protein
Sebelum menjadi protein aktif atau
fungsional, polipeptida hasil transkripsi akan
mengalami suatu pemrosesan agar dapat
membentuk struktur fungsionalnya.
Pemrosesan ini melibatkan pemotongan rantai
polipeptida atau penambahan asam amino
baru atau senyawa lain seperti karbohidrat
pada rantai polipeptida.
27
Figure 15-1 Molecular Biology of the Cell ( Garland Science 2008)
Jalur sinyal
Transduksi
sinyal
Proses dimana
informasi yang
dibawa
molekul sinyal
dari luar sel
menyebabkan
perubahan di
dalam sel
28
Kelompok protein sinyal
Protein adaptor
Menghubungkan dua protein
sinyal atau lebih
Mempunyai
Domain SH2
Domain interaksi protein-
protein
Enzim
Kinase protein, fosfatase
protein, kinase lipid,
fosfolipase, protein
pengaktivasi GTPase
Mempunyai domain SH2
Aktivasi dengan cara
Translokasi ke membran
Perubahan allosterik
Fosforilasi
Protein docking
Menyediakan reseptor dengan
tambahan residu Tyr untuk
difosforilasi oleh reseptor
Mempunyai domain SH2 atau PTB
Faktor transkripsi
Keluarga protein STAT yang berperan
dalam sistem imun
Mempunyai
domain SH2
sisi fosforilasi Tyr, yang dapat
terikat domain SH2 protein STAT
lain
Dimer pindah ke inti sel dan
menyebabkan transkripsi gen-gen
yang terlibat respons imun
29