Anda di halaman 1dari 25

Bronkitis dan Bronkiektasis

Bronkitis
Bronkitis
adalah
suatu
peradangan
pada
bronkus
(saluran
udara ke
paru-paru).
Etiology
Infeksi berulang
Sinusitis kronis
Bronkiektasis
Alergi
Pembesaran amandel dan adenoid pada
anak-anak
Infeksi iritatif
Berbagai jenis debu
Asap dari asam kuat, amonia,
beberapa pelarut organik,
klorin, hidrogen sulfida,
sulfur dioksida dan bromin
Polusi udara yang
menyebabkan iritasi ozon dan
nitrogen dioksida
Tembakau dan rokok lainnya.

Gejala
batuk berdahak (dahaknya bisa berwarna
kemerahan)
sesak nafas ketika melakukan olah raga
sering menderita infeksi pernafasan
(misalnya flu)
lelah
wajah, telapak tangan atau selaput lendir
yang berwarna kemerahan
pipi tampak kemerahan
V. KOMPLIKASI
Infeksi berulang,
pneumotoraks spontan,
eritrositosis karena hipoksia kronik,
gagal nafas dan
kor pulmonal
VI. DIAGNOSIS
1. anamnesis
2. Pemeriksaan fisik
Pasien biasanya tampak kurus dengan barrel-
shaped chest (diameter anteroposterior dada
meningkat)
Fremitus taktil dada berkurang atau tidak ada
Perkusi dada hipersonor, peranjakan hati
mengecil, batas paru hati lebih rendah, pekak
jantung berkurang.
Suara nafas berkurang dengan ekspirasi
memanjang

3.Pemeriksaan radiology
Foto toraks pada
bronchitis kronik
memperlihatkan tubular
shadow berupa
bayangan garis-garis
yang pararel keluar dari
hilus menuju apeks
paru dan corakan paru
yang bertambah.
4. pemeriksaan fungsi
paru
5. pemeriksaan Gas
darah
6. Pemerisaan
Laboratorium darah
: hitung sel darah
putih

Penatalaksanaan
Untuk mengurangi demam dan rasa tidak enak badan,
kepada penderita dewasa bisa diberikan aspirin atau
acetaminophen; kepada anak-anak sebaiknya hanya
diberikan acetaminophen. Dianjurkan untuk
beristirahat dan minum banyak cairan.

Antibiotik diberikan kepada penderita yang gejalanya
menunjukkan bahwa penyebabnya adalah infeksi
bakteri (dahaknya berwarna kuning atau hijau dan
demamnya tetap tinggi) dan penderita yang
sebelumnya memiliki penyakit paru-paru

ASUHAN KEPERAWATAN
1. Data Subyektif :
Batuk yang terus menerus disertai dahak.
Kadang terjadi kesulitan bernafas.
Tidur sering terganggu karena seringnya
batuk.
Anoreksia.
Badan terasa lemas dan malas
beraktivitas.
Nyeri telan

2. Data Obyektif :
a. Inspeksi
Pernafasan cuping hidung.
Keadaan umum lemah.
Cyanosis
Terlihat penggunaan otat pernafasan.

Data lain
Pasien tampak cemas dan gelisah.
Sering terbangun karena batuk.
Nafsu makan menurun.
Sputum berlebihan (hijau putih atau kuning)

Auskultasi
Terdengar suara ronchi dan mengi.
Perkusi
Biasanya hipersonor.
BRONKIEKTASIS
Pengertian
Bronkiektasis merupakan kelainan
morfologis yang terdiri dari
pelebaran bronkus yang abnormal
dan menetap disebabkan
kerusakan komponen elastis dan
muscular dinding bronkus (
Soeparman & Sarwono, 1990).
Bronkiektasis berarti suatu dilatasi
yang tak dapat pulih lagi dari
bronchial yang disebabkan oleh
episode pnemonitis berulang dan
memanjang,aspirasi benda asing,
atau massa ( mis. Neoplasma)
yang menghambat lumen bronchial
dengan obstruksi ( Hudak &
Gallo,1997).
Bronkiektasis adalah dilatasi
permanen abnormal dari salah satu
atau lebih yang cabang-cabang
bronkus yang besar ( Barbara E,
1998).
II. Etiologi
a. Proses peradangan (Inflamasi)
b. Sumbatan dibagian proksimal
c. Kelainan Kongetal
d. Kekurangan mekanisme pertahanan.

Manisfestasi Kliniks
batuk kronik dan pembentukkan sputum purulen dalam jumlah yang
sangat banyak. Spesimen sputum akan secara khas akan
membentuk 3 lapisan dari atas kebawah
Lapisan atas berbusa
Lapisan tengah bening
Lapisan bawah partikel tebal
Produksi dahak bisa mencapai 300-400 cc sehari, terbanyak
diwaktu pagi.

batuk darah (hemoptisis)

kadang-kadang didapatkan adanya sesak nafas, kelemahan dan
penurunana berat badan

Ronki basah pada daerah yang mengalami kelainan, kadang-
kadang terdengar wheezing local.

Demam berulang
Komplikasi

Ada beberapa komplikasi bronkiektasis yang dapat
dijumpai pada pasien, antara lain :

Bronkitis Kronik
Pneumonia dengan atau tanpa atelektasis.
Pleuritis.
efusi pleura atau empiema(jarang)
abses metastasis diotak.
sinusitis .
Kor Pulmonal Kronik (KPK),
kegagalan pernafasan.
Pemeriksaan Diagnostik
Pemerisaan Laboratorium.
Pemeriksaan sputum.

Pemeriksaan darah tepi.
Biasanya ditemukan dalam batas normal. Kadang
ditemukan adanya leukositosis menunjukkan adanya
supurasi yang aktif dan anemia menunjukkan adanya
infeksi yang menahun.

Pemeriksaan urina
Ditemukan dalam batas normal, kadang ditemukan
adanya proteinuria yang bermakna yang disebabkan
oleh amiloidosis, Namun Imunoglobulin serum
biasanya dalam batas normal Kadan bisa meningkat
atau menurun.
Pemeriksaan EKG
Pemeriksaan tambahan untuk mengetahui faktor
predisposisi dilakukan pemeriksaan :
Pemeriksaan imunologi
Pemeriksaan spermatozoa
Biopsi bronkus dan mukosa nasal
( bronkopulmonal berulang).
Pemeriksaan Radiologi.Foto dada PA dan
Lateral
Pemeriksaan bronkografi

Penatalaksanaan

Tujuan pengobatan adalah memperbaiki drainage sekret dan
mengobati infeksi.
Penatalaksanaan meliputi :
Pemberian antibiotik dengan spekrum luas (
Ampisillin,Kotrimoksasol, atau amoksisilin) selama 5- 7 hari
pemberian
Drainage postural dan latihan fisioterapi untuk
pernafasan.serta batuk yang efektif untuk mengeluarkan
sekret secara maksimal

Pada saat dilakukan drainage perlu diberikan bronkodilator
untuk mencegah bronkospasme dan memperbaiki drainage
sekret. Serta dilakukan hidrasi yang adekuat untuk mencegah
sekret menjadi kental dan dilengkapi dengan alat pelembab serta
nebulizer untuk melembabkan sekret.
Asuhan Keperawatan
Pengkajian
a. Bronkitis
1. Data Subyektif :
Batuk yang terus menerus disertai dahak.
Kadang terjadi kesulitan bernafas.
Tidur sering terganggu karena seringnya batuk.Anoreksia.
Badan terasa lemas dan malas beraktivitas.
2. Data Obyektif :
a. Inspeksi
Pernafasan cuping hidung.
Keadaan umum lemah.Cyanosis, Terlihat penggunaan otat pernafasan.
Data lain
Pasien tampak cemas dan gelisah.Serinmg terbangun karena batuk.
Nafsu makan menurun.
Sputum berlebihan (hijau putih atau kuning)
Auskultasi
Terdengar suara ronchi dan mengi.
Perkusi
Biasanya hipersonor
2. Data Obyektif :
Inspeksi
Pernafasan cuping hidung.
Keadaan umum lemah.
Cyanosis
Terlihat penggunaan otat pernafasan.
Data lain
Pasien tampak cemas dan gelisah.
Serinmg terbangun karena batuk.
Nafsu makan menurun.
Sputum berlebihan (hijau putih atau kuning)

Auskultasi
Terdengar suara ronchi dan mengi.

Perkusi
Biasanya hipersonor

Diagnosa Keperawatan
Tak efektif bersihan jalan nafas berhubungan
dengan peningkatan produksi sekret atau sekresi
kental
kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan
gangguan suplai oksigen dan kerusakan alveoli
Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan
tidak adequatnya suplay oksigenisasi kejaringan.
Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan
adanya proses inflamasi
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan
kelelahan.
Resti nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan produksi sputum, anorekia
Resti volume cairan dan elektrolit kurang dari
kebutuhan berhubungan output yang berlebihan (
proses evaporasi, sputum berlebihan )
Intervensi
Tujuannya berfokus pada :
Menjaga kebersihan jalan nafas
Mencegah terjadi kerusakan pertukaran gas
Perfusi jaringan kembali adequat
Suhu tubuh kembali normal 36-37 c
Mampu melakukan aktivititas seoptimal
mungkin
Tidak terjadi perubahan nutrisi
Tidak terjadi perubahan cairan elektrolit
kurang dari kebutuhan

Terima Kasih