Anda di halaman 1dari 11

BAB IV

FLOTASI
A. Pengertian
Pemisahan mineral berharga dan tidak berharga berdasarkan tegangan
permukaan dengan cara mengapungkan partikel mineral ke fasa buih
B. Prinsip Pemisahan
Adanya mineral mengapung (hidrofobik/takut air/tidak basah) dan
tidak mengapung (hidrofilik/takut udara/dibasahi)
C. Mekanisme Pemisahan
Flotasi merupakan salah satu dari banyak metode separasi. Mekanisme
flotasi didasarkan pada gejala bahwa beberapa partikel mudah dibasahi
(hidropilik) dan lainnya sulit dibasahi (hidropobik). Partikel partikel yang
basah tidak mengapung dan cenderung tetap berada dalam fase air.!ipihak
lain partikel partikel hidropobik (tidak dibasahi) menempel pada
gelembung" naik ke permukaan membentuk bih yang mengandung partikel
dan dipisahkan.
#$%&
'AM(A) #$.&
M*+A,#-M* F./0A-#
+eterangan 1
2 mineral mengapung (hidrofobik)
#$%3
4 mineral tenggelam (hidrofilik)
'AM(A) #$.3
F./0A-#
D. Tahapan Flotasi
&. 5onditioning mengkondisikan suasana sesuai yang kita inginkan
3. Pengapungan / Aerasi / Pengudaraan Flotasi berlangsung
E. Faktor-aktor !ang mempengar"hi lotasi
&. 6kuran butir (umumnya kurang dari 78 9
3. Persen solid
:. P;
<. =umlah +olektor
8. =umlah pembuih
7. =umlah depresant
>. ?aktu pengapungan
@. ?aktu pengkondisian
A. .aju 6dara
#$%:
#ater
h!$rophili% parti%le
gas &"&&le
intergro#ths
h!$ropho&i%
parti%le
woda

pBcherCyk
Ciarno
&D. +ecepatan pengadukan / )PM
F. Peralatan Flotasi
&. 5ell Flotasi
3. !enEer Mesin Flotasi
:. Microcell Flotasi (;allimaund 0ube)
Mekanisme dari pengumpulan mineral adalah problem utama pada
teori flotasi..angkah pertama dalam memecah kan problem adalah bagaimana
untuk merubah sebagian dari antar fase padat cair oleh antar fase padat gas
dengan menggunakan reagen flotasi. +arakter material yang hydrophilic%
hydrophobic diakibatkan oleh kekayaan physicochemical mereka atau
tepatnya dari suatu keseimbangan kekuatan yang beroperasi di ke tiga alat
penghubung solid%water" water%gas dan solid%gas. 'aya ini membuat
gelembung dan membentuk sudut dengan permukaan yang padat . -udut itu
disebut sudut kontak.
'AM(A) #$.:
-6!60 +/,0A+
#$%<

sg
F
sl
G
lg
cos
!imana"

sg
% solid gas interfacial tension (in m,/m or m=/m
3
)

sl
% solid liHuid interfacial tension

lg
% liHuid gas interfacial tension
% contact angle (in degrees).
Analisa thermodynamic pada sistem flotasi menunjukkan bahwa parameter
flotasi yang utama adalah kombinasi sudut%kontak dan tegangan muka
'
f
F
lg
(cos % &)
Flotasi merupakan proses konsentrasi mineral berharga berdasarkan
pada perbedaan tegangan permukaan dengan cara mengapungkan mineral ke
permukaan. Mekanisme flotasididasarkan pada adanya partikel mineral yang
dibasahi (hidropilik) dengan partikel mineral yang tidak dibasahi
(hidropobik). Partikel%partikel basah tidak mengapung dan cendrung tetap
berada dalam fasa air. !i pihak lain partikel%partikel hidropobik tidak dibasahi
menempel pada gelembung" naik ke permukaan" membentuk buih yang
mengandung partikel" dan dipisahkan.
!alam proses flotasi diperlukan reagen%reagen flotasi yang
penggunaannya tidak dimaksudkan untuk mengubah sifat%sifat kimia partikel
tersebut tetapi hanya mengubah sifat permukaan dengan menyerap
(mengadsorpsi) reagen flotasi tersebut. -ecara garis besar reagen yang
digunakan dalam flotasi" yaitu 1
a. +olektor
#$%8
+olektor adalah zat organic dalam bentuk asam atau basa atau
garam, dimana dapat mengubah permukaan mineral dari hidropilik
menjadi hydrophobic dengan proses penyerapan (adsorpsi).
+olektor dibagi dua" yaitu 1
&) 'rup polar" yakni aktif secara kimia" larut baik dalam air" dan bersifat
hidrofilik.
3) 'rup non polar yakni tidak aktif secara kimia" tidak larut dalam air"
dan bersifat hidrofobic.
+olektor dapat juga diklasifikasikan sesuai dengan sifat ion dari molekul
yang terionisasi" yaitu 1
&) +olektor anionik" yaitu kolektor yang biasa dipakai pada flotasi sulfida
uap" tapi juga memungkinkan untuk dipakai pada flotasi mineral non
sulfida.
3) +olektor kationik" yaitu kolektor untuk flotasi non sulfida (oksida)
b. Modifier
Modifier adalah reagen kimia yang diperlukan dalam proses flotasi
untuk mengintensifkan selektiEitas dari pekerjaan kolektor. Modifier
berguna dalam membantu partikel mineral supaya tenggelam.
=enis%jenis modifier" yaitu 1
&) P; regulator
;arga P; yang sesuai akan menentukan intensitas dan banyaknya reagen
kimia yang diperlukan yang juga akan menentukan kecepatan reaksi.
3) AktiEator
AktiEator adalah reagen kimia dalam flotasi untuk meningkatkan kerja
kolektor pada permukaan partikel mineral.
!epresan adalah reagen flotasi yang membantu menenggelamkan partikel
mineral dengan cara menyelimuti permukaan partikel sehingga tidak
menempel pada gelembung udara.
#$%7
c. Frother
Frother (pembuih) adalah reagen kimia yang dipakai dalam flotasi untuk
membentuk buih atau busa. +ehadiran frother pada fase cair pada larutan
flotasi" meningkatkan kekuatan gelembung udara dan membantu
penyebaran gelembung.
(eberapa karakteristik frother" yaitu I
&) -uatu substansi organic
3) Molekulnya heteropolar terdiri dari satu atau lebih gugusan ;5 yang
dihubungkan satu grup yang polar
:) +elarutannya tidak terlalu besar" dan tidak terlalu kecil
<) 0idak ter%ion
8) (usa / buih akan segera pecah setelah terpindah dar sel flotasi
7) Mempunyai aktiEitas kimia yang lemah
Frother yang biasanya digunakan adalah pine oil dan asam kresilik alkohol
sintetis.
'. (i$ro$inamika $an )inetika lotasi
&. ;idrodinamika flotasi
+eterapungan (floatability) partikel mineral menentuka keberhasilan
operasi flotasi. Pada saat flotasi berjalan" ada beberapa gaya yang timbul untuk
melepaskan partikel mineral dari penempelannya pada gelembung udara. 'aya
yang terjadi adalah gaya gesek" gaya graEitasi dan inersia.
-alah satu langkah yang penting dalam flotasi adalah tabrakan partikel
padatan dengan gelembung gas dengan terbentuk lapisan tipis antara keduanya.
Pelekatan partikel pada gelembung udara dalam medium air tergantung pada
laju penipisan air antara gelembung udara dan permukaan partikel. Proses
pelekatan dibagi menjadi tiga" yaitu 1
#$%>
a. Partikel gelembung udara saling mendekat menghasilkan suatu lapisan tipis
air di antaranya.
b. Penipisan lapisan tipis air" daerah ini disebut juga lapisan diffusion boundary
c. ;ilangnya lapisan tipis oleh gaya interaksi lapis tangkap dan gaya interaksi
molekul. Pelekatan di awali dengan kontak tiga fasa yang dengan cepat
meluas.
3. Aliran proses dan gerakan didalam cell flotasi.
Pergerakan gelembung dalam fluida disebabkan gaya%gaya yang bekerja
pada gelembung yaitu gaya apung" gaya seret" gaya bentur" atau gaya alir.
-edangkan pergerakan partikel dalam fluida di akibatkan karena adanya gaya
medan" gaya apung static" dan gaya seret partikel. +esetimbangan ketiga gaya
tersebut akan mengakibatkan gelembung ke atas dengan kecepatan tetap.
-el flotasi dapat naik disebabkan oleh lima aliran" yaitu 1
a. Aliran tangensia" yakni aliran yang terjadi pada daerah didekat poros atau
sumbu pengaduk.
b. Aliran sirkulasi tertutup" yakni aliran yang berputar tertutup dengan arah
Eertical.
c. Aliran sirkulasi terbuka yang terdapat didalam lapisan buih.
d. Aliran aksial/poros yang didapat dengan bantuan penyekat berubah ke
aliran tangensial.
e. (usa bagian luar banyak ke atas" membawa partikel ke permukaan.
:. +inetika Flotasi
+inetika flotasi adalah studi Eariasi jumlah konsentrat terhadap waktu
dan identifikasi kuantitatif Eariable yang mengatur laju flotasi" dan tujuan
mempelajari kinetika flotasi adalah mengetahui hubungan antar Eariable dan
dituangkan dalam modul persamaan laju flotasi.
0erdapat empat metode yang digunakan dalam perumusan kinetika flotasi"
yaitu 1
#$%@
a. Metode empiric" persamaan kinematika diperoleh dari kurEa data perolehan
terhadap waktu hasil percobaan
b. Metode analitik" hubungan antara komponen dipelajari menurut teori
hidrodinamika dan fenomena perpindahan.
c. Metode semi empiric" perpaduan metode empiric dan analitik.
d. Metode analogi kimia" proses flotasi di anggap analog dengan reaksi kimia
mengacu pada teori kinetika reaksi kimia.
Pemisahan mineral dengan cara flotasi dilakukan dalam dua tahap" yaitu
tahap conditioning dan tahap pengapungan mineral (flotasi). 0ahap conditioning
bertujuan untuk membuat suatu mineral tertentu bersifat hidropobik dan
mempertahankan mineral tertentu bersifat hidropobik dan mempertahankan mineral
lain bersifat hidropilik. Pada tahap conditioning ini ke dalam pulp dimasukkan
beberapa reagen flotasi.
!engan adanya conditioning maka 1
&. Mengusahakan mineral%mineral yang tidak diinginkan tetap dibasahi" dengan
menambahkan dispersan.
3. Mengusahakan agar kolektor itu bekerja lebih efektif dan efisien" dengan
menambahkan aktiEator.
:. Mengusahakan lingkungan yang dapat menghasilkan gelembung yang stabil"
dengan menambahkan frother
<. Mengendapkan ion%ion pengganggu
8. 0ercipta lingkungan pada P; tertentu" yaitu dengan menggunakan P; regulator
7. -lime coating dapat dilepaskan dengan menggunakan dispersan
+eberhasilan flotasi akan banyak ditentukan oleh ketepatan dan kecermatan
dalam penambahan reagen flotasi. -edangkan pada tahap flotasi adalah tahap
#$%A
pengaliran udara ke dalam pulp secara mekanis baik melalui agitasi maupun injeksi
udara. 'elembung udara dapat timbul karena adanya putaran impeler dari sell flotasi
di dalam pulp. Akibat putaran impeler maka tekanan udaradi dalam pulp menjadi
rendah. Pada saat aerasi" alir uadara yang mempunyai tekanan lebih besar akan
mengalir ke dalam pulp karena tekanan udara di dalam pulp lebih rendah sebagai
akibat putaran impeler. Akibat adanya sifat permukaan" maka mineral hidropobik
akan menempel pada gelembung udara. 'elembung udara yang telah tertempeli oleh
mineral hidropobik akan terapung di atas permukaan udara dan pulp. Partikel
tersebut dapat diapungkan walaupun berat jenis partikel lebih besar daripada berat
jenis air dengan adanya bantuan udara.
+omsumsi tenaga yang rendah sedangkan yang lain kemungkinan dengan
tenaga yang lebih tinggi. Flotasi cell (flotation cell) dan flotasi cell mikro (mikro
flotation cell) merupakan contoh dari jenis alat flotasi.
Flotasi Cell
(eberapa Eariabel yang mempengaruhi hasil flotasi dengan menggunakan
flotasi cell adalah kecepatan pengaliran udara" gelas poros dari alat" densitas dari
pulp" ukuran alat ( ketinggian kolom dari dasar sampai permukaan pulp) dan kondisi
dari pulp (P;" adsorbsi" desorbsi). !engan kondisi yang tertentu dari kecepatan aliran
udara" ukuran atau diameter bukaan (P F opening) dari gelas poros menghasilkan
gelembung udara dengan diameter yang kecil. !ensitas dari pulp" Eolume dari pulp
dan ukuran alat juga merupakan faktor Eariabel yang penting. =ika densitasnya terlalu
tinggi" tabrakan antar partikel akan lebih besar dan kemungkinan penempelan
partikel%partikel yang mengapung harus diapungkan. 'ambaran skematis dari
flotasioan cell ditunjukan pada gambar dibawah ini.
#$%&D
'ambar
Flotation 5ell
Pada proses flotasi mineral berharga bersama dengan reagen akan menempel
pada gelembung udara naik kepermukaan sedangkan sisanya berupa pasir halus dan
air laut ini disebut dengan tailing.
#$%&&