Anda di halaman 1dari 4

Nama : Nila Yuliyanti

Nim : 09600047
Pendahuluan
JK perempuan berusia 9 bulan di rawat di ruang mawar dengan diagnosa
medis Bronkopneumoni. JK mempunyai riwayat penyakit batuk pilek sejak 12 hari
yang lalu yang di ikuti dengan diare sejak 6 hari yang lalu dengan frekuensi 6x ada
lender di sertai muntah dan panas kemudian pasien kejang dan di bawa ke !".
Patofisiologi
Bronkopneumoni merupakan #eradangan pada parenkim paru yang paling
sering di akibatkan oleh infeksi bakteri$ atau mikoplasma$ atau aspirasi benda asing.
%rganisme utama penyebab pneumoni bakteri pada bayi berusia kurang dari & bulan
adalah streptococcus pneumonia, streptococcus grup A, staphylococcus, basil gram-
negatif, basil nterik dan Clamydia. #ada anak'anak berusia antara & bulan dan (
tahun, Staphylococcus. #neumonia )irus lebih sering terjadi di bandingkan dengan
pneumoni bakteri. #enyebab paling sering pneumoni )irus pada bayi adalah Adeno-
associated$ )irus influen*a dan para influen*a merupakan organism yang biasanya
menyebabkan pneumoni )irus pada anak'anak yang lebih besar dengan gejala panas
tinggi$ gelisah$ dispnea$ napas +epat dan dangkal$ muntah$ diare$ serta batuk kering
dan produktif. #neumoni ini terjadi pada umur berapapun$ &,- dari semua penderita
adalah sebelum umur & bulan dan .,- adalah sebelum umur 1 tahun. /nak laki'laki
terkena lebih sering dari pada anak perempuan.
0anda dan gejala yang mun+ul pada JK adalah batuk pilek sejak pilek sejak 12
hari yang lalu yang di ikuti dengan diare sejak 6 hari yang lalu dengan frekuensi 6x
ada lender di sertai muntah dan panas kemudian pasien kejang.
Riwayat Kesehatan
JK seorang anak perempuan yang berusia 9 bulan$ tidak memiliki riwayat
penyakit sebelumnya. "ia didiagnosis bronkopneumoni. 1iwayat tumbuh kembang
pasien$ BB lahir &(,, gr dengan panjang lahir (, +m. 2ebelum sakit BB klien 3 kg$
#B .9 +m$ 4K 5& +m$ 4" (( +m$ 44/ 15$( +m. /nak minum /2 sejak lahir sampai
saat ini dengan 6#'/2 bubur bayi 2x sehari. 2ebelum masuk 1umah sakit #asien
tidak menjalani pengobatan atau tindakan operasi. 2etelah di bawa ke !" dan
dilakukan pemeriksaan$ pasien diindikasikan rawat inap.
Pemeriksaan Fisik
"ari hasil pemeriksaan di dapatkan bahwa anak JK memiliki kesadaran
+omposmentis$ nadi 153x7menit$ suhu &9.1
,
8$ 11 (6x7menit$ bentuk dada normal
irama nafas regular terdapat retraksi otot bantu nafas pada 82 dan suprasternal$
menggunakan %2 1 lpm$ reflek batuk ada tapi sputum tidak bisa keluar$ pergerakan
dada normal$ tidak ada nyeri tekan. 9asil auskultasi menunjukkan suara ronkhi dan
whee*ing pada 82 &'. dextra'sinistra$ suara ronkhi terutama pada lobus bawah
posterior. :kspresi efek dan emosi menangis dan takut terutama saat di dekati
perawat.
era!i Farmakologis
"alam buku 9idayat$ / ;2,,3< apabila penyakitnya masih ringan tidak perlu
diberikan antibioti+$ tetapi apabila penyakit nya sudah berat pasien dapat dirawat
inap$ maka perlu pemilihan antibioti+ berdasarkan$ keadaan umum$ dan kemungkinan
penyebab$ seperti pemberian penisilin prokain dan kloramfenikol atau kombinasi
ampisilin dan kloksasilin$ atau eritromisin dan kloramfenikol atau sejenisnya.
2elama perawatan pasien mendapatkan terapi medis infuse tridex 2.B (,,
++725jam$ nebul )entolin=#> ? 1=& ;& kali sehari<$ )it / 1,,.,,, 6$ inj /mpi+ilin
&x&,, mg ;@<$ nj.!entami+in 2x2,mg ;@<.
Ren"ana Ke!erawatan
"iagnosa keperawatan yang mun+ul pada anak JK yaitu Bersihan jalan nafas
tidak efektif berhubungan dengan hipersekresi mukus. Aang dimana masalah
keperawatan tersebut berasal dari agen infeksi ;Bakteri $ Jamur$ @irus< ke dalam
saluran pernafasan atas lalu masuk menuju bronkus$ setelah itu pada bronkus terjadi
peradangan yang dimana mengakibatkan hiperekskresi mukus ;penumpukan mukus
yang berlebihan< di bronkus$ yang walaupun reflek batuk pasien ada tetapi sputum
tetap sulit keluar dan terjadilah bersihan jalan nafas tidak efektif.
0ujuan perawat membantu pasien yaitu agar jalan nafas anak JK kembali
efektif dan tidak terdapat dipsnea yaitu dengan dilakukan beberapa inter)ensi se+ara
mandiri $ yaitu perawat mengkaji frekuensi dan kedalaman pernafasan dan pergerakan
dada pasien$ melakukan auskultasi pada seluruh lapang paru dan men+atat bunyi
nafas tambahan ;1on+hi$ wee*ing$ krakles<$ melakukan nebuli*er dan su+tion yang
fungsinya untuk mengen+erkan sputum yang ada di bronkus px agar dapat segera
dikeluarkan$ melakukan tindakan pemberian terapi oksigenasi sesuai indikasi serta
melakukan fisioterapi dada pada anak JK. "an bisa juga berkolaborasi dengan tim
kesehatan lainnya dalam pemberian terapi farmakologis dan pemberian nutrisi.
9al'hal yang harus diperhatikan dan dirubah dari kebiasaan orang tua anak JK
tersebut yaitu sebisa mungkin menghindarkan anak JK dari penyebab'penyebab
terjadinya bronkopneumonia yang misalnya = aspirasi +airan atau nutrisi yang masuk
ke dalam saluran pernapasan anak$ lingkungan yang kurang sehat$ menjaga imunitas
anak agar tidak rentan tertular oleh agen penyebab penyakit tersebut.
#$aluasi
8ara'+ara yang dilakukan diatas tersebut diyakini efektif untuk dilakukan
kepada anak JK$ dan akan menjamin kesembuhan anak JK apabila tindakan tersebut
dilakukan se+ara prosedural dan rutin. "engan +ara tersebut anak JK akan segera
sembuh dari penyakit tersebut di buktikan dengan sudah tidak adanya retraksi otot
bantu nafas pada 82 dan suprasternal meskipun masih menggunakan %2 1 lpm$
reflek batuk dan sputum sudah bisa keluar$ pergerakan dada normal$ tidak ada nyeri
tekan. 9asil auskultasi sudah tidak menunjukkan suara ronkhi dan whee*ing pada 82
&'. dextra'sinistra$ suara ronkhi terutama pada lobus bawah posterior.
Rekomendasi
#erawat melakukan +ara'+ara yang lebih ino)asi dalam memberikan asuhan
keperawatan kepada pasien agar tindakan yang diberikan lebih efektif dan menjamin
kesembuhan pasien
%&F&R P'(&K&
9idayat$ /./*i* /limul. 2,,3. #engantar lmu anak untuk #endidikan
Kebidanan.Jakarta= 2alemba 6edika