Anda di halaman 1dari 81

STRUKTUR KAYU

BERDASARKAN STANDAR TATA CARA PERENCANAAN KONSTRUKSI KAYU UNTUK


BANGUNAN GEDUNG (SNI KAYU) TAHUN 2002

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL


UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
KALIMANTAN SELATAN
Arie Febry Fardheny, MT
afebry@teknikunlam.ac.id KONSEP – DESAIN – PERENCANAAN - DETAIL
MATERIAL KAYU

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL


UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
KALIMANTAN SELATAN
Arie Febry Fardheny, MT
afebry@teknikunlam.ac.id SIFAT – KODE PERENCANAAN
MATERIAL KAYU
… Kayu adalah suatu bahan konstruksi bangunan yang didapatkan dari tumbuhan alami, oleh karena itu maka bahan kayu
bukan saja merupakan salah satu bahan konstruksi yang pertama di dalam sejarah umat manusia, tetapi memungkinkan juga
kayu sebagai bahan konstruksi yang paling akhir nantinya.
… Indonesia merupakan suatu negara yang sangat kaya akan bahan kayu baik jenis maupun kuantitasnya, maka pemakaian
bahan kayu untuk konstruksi dapat dikembangkan, walaupun pada saat ini manusia lebih menyukai bahan beton atau bahan
baja untuk struktur dari suatu bangunan.
… Pemakaian kayu sebagai bahan konstruksi tidak sepesat pemakaian bahan beton atau baja disebabkan oleh :
† a. Panjang kayu yang terbatas.
† b. Kekuatan kayu relatif kecil.
† c. Penampang kayu kecil.
† d. Mudah terbakar.
† e. Mudah terpengaruh oleh zat-zat kimia
† Peka sekali terhadap kadar air.
† Sifat kembang-susutnya besar.
MATERIAL KAYU
Keterangan :
A = Kulit luar (outer bark)
B = Kulit dalam (inner bark)
C = Kayu Gubal
D = Kayu Teras
E = Lapisan Kambium (lingkaran tahun)
F = Jari-jari teras
G = Kayu Hati (heartwood)
MATERIAL KAYU
† Sifat phisis
† Pengaruh Kadar Lengas
„ Diambil contoh benda dari batang kayu yang ada dan harus menunjukkan sifat rata-rata
dari batang kayu, dalam hal ini dilakukan tanpa memilih tempat (tempat harus berlainan)
dan minimum diambil 5 benda uji. Setelah diambil n ≥ 5 benda uji segera ditimbang dan
penimbangan dilakukan setiap hari sekali selama satu minggu. Apabila berat setiap benda
uji tersebut sudah menunjukkan harga yang tetap atau naik turun dengan selisih harga yang
kecil maka kayu dapat dianggap dalam keadaan kering udara.
„ Kayu di Indonesia pada umumnya mempunyai kadar lengas kering udara antara 12% -
18% atau kadar lengas rata-rata = 15%.
† Pengaruh Temperatur
† Sifat Penghantar Panas
† Sifat Penghantar Listrik
MATERIAL KAYU
† Sifat Hygroscopis

„ Pengaruh Kadar Lengas

„ Sifat Kembang Susut Kayu


MATERIAL KAYU
… Sifat Mekanis Bahan Kayu
… Faktor-faktor yang mempengaruhi sifat-sifat mekanis bahan kayu adalah :
† Berat jenis
† Kadar lengas
† Kecepatan pertumbuhan
† Posisi cincin tahun
† Mata kayu
† Retak-retak
† Kemiringan arah serat
† Batang pohon kayu mati atau hidup
† Pengeringan kayu alami atau oven
† Pengawetan
† Waktu pembebasan
KEKUATAN KAYU
… Kode : Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI)
SNI Kayu 2002

… Kode Tambahan
ASTM
SNI Pengujian
KEKUATAN KAYU
… ENV 1995-1-1, Design of timber structures. Part 1-1 General rules and rules and building
… ASTM D 4442-92, Standard test methods for direct maisture content measurement of wood and wood base materials
… ASTM D9, Terminology relating to wood
… ASTM D 2395, Test method for specific grafity of wood and wood-base materials
… ASTM D 4442, Test methods for direct maisture content measurement of wood-base materials
… SNI 03-3527-1994, Mutu kayu bangunan
… SNI 14-2023-1990, Kayu lapis structural
… SNI 03-3972-1995, Metode pengujian modulus elastisitas tekan dan kuat tekan sejajar serat kayu konstruksi berukuran struktural
… SNI 03-3974-1995, Metode pengujian modulus geser kayu konstruksi berukuran structural
… SNI 01-2704-1992, Kayu lapis penggunaan umum
… SNI 03-1726-1989, Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk rumah dan gedung
… SNI 03-1727-1989, Tata cara perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung
KEKUATAN KAYU Kode
mutu
Modulus
Elastisitas
Lentur
Kuat
Lentur
Kuat tarik
sejajar
serat
Kuat tekan
sejajar
serat
Kuat
Geser
Kuat tekan
Tegak lurus
Serat
Fb Fv
Ew Ft Fc Fc⊥
E26 25000 66 60 46 6.6 24
Aturan PKKI Lama E25 24000 62 58 45 6.5 23

(Kg/cm2) E24 23000 59 56 45 6.4 22


E23 22000 56 53 43 6.2 21
E22 21000 54 50 41 6.1 20
E21 20000 56 47 40 5.9 19
E20 19000 47 44 39 5.8 18
E19 18000 44 42 37 5.6 17
E18 17000 42 39 35 5.4 16
E17 16000 38 36 34 5.4 15
E16 15000 35 33 33 5.2 14
E15 14000 32 31 31 5.1 13
E14 13000 30 28 30 4.9 12
E13 12000 27 25 28 4.8 11
E12 11000 23 22 27 4.6 11
Aturan SNI Kayu 2002 E11 10000 20 19 25 4.5 10
(Mpa – N/mm2) E10 9000 18 17 24 4.3 9
KEKUATAN KAYU
Kuat acuan berdasarkan pemilahan secara visual
Pemilahan secara visual harus mengikuti standar pemilahan secara visual yang baku.Apabila pemeriksaan
visual dilakukan berdasarkan atas pengukuran berat jenis, maka kuat acuan untuk kayu berserat lurus
tanpa cacat dapat dihitung dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
„ Kerapatan ρ pada kondisi basah (berat dan volum diukur pada kondisi basah, tetapi kadar airnya
lebih kecil dari 30%) dihitung dengan mengikuti prosedur baku. Gunakan satuan kg/m3 untuk ρ
„ Kadar air, m% (m < 30%), diukur dengan prosedur baku. ρ
„ Hitung berat jenis pada m% (Gm) dengan rumus: Gm = ⎡ ⎛ m ⎞⎤
⎢1.000 ⎜1 + 100 ⎟⎥
⎣ ⎝ ⎠⎦
„ Hitung berat jenis dasar (Gb) dengan rumus:
Gb = Gm ; dengan a = (30 − m )
[1 + 0,265 a Gm ] 30
„ Hitung berat jenis pada kadar air 15% (G15) dengan rumus:
G15 = Gb
(1 − 0,133 Gb )
KEKUATAN KAYU
MODULUS ELASTISITAS SNI KAYU 2002
PKKI LAMA … Untuk kayu dengan serat tidak lurus dan / atau
mempunyai cacat kayu, estimasi nilai modulus
elastiitas lentur acuan dari Tabel dibawah harus
direduksi dengan mengikuti ketentuan pada SNI
03-3527-1994 UDC 691.11 tentang “Mutu Kayu
Bangunan”, yaitu dengan mengalikan estimasi nilai
modulus elastiits lentur acuan dari Tabel dibawah
tersebut dengan nilai rasio tahanan yang ada
pada Tabel berikut yang bergantung pada Kelas
Mutu kayu. Kelas Mutu ditetapkan dengan
mengacu pada Tabel Kelas Mutu

Kuat Acuan Rumus estimasi


Modulus Elastisitas Lentur, Ew (MPa) 16.000 G0,7

G adalah berat jenis kayu pada kadar air 15%


KEKUATAN KAYU
Nilai Koreksi Mutu Kayu

Macam Cacat Kelas Mutu A Kelas Mutu B Kelas Mutu C


Kelas Mutu Nilai Rasio Mata kayu:
Tahanan Terletak di muka lebar 1/6 lebar kayu ¼ lebar kayu ½ lebar kayu
A 0,80 Terletak di muka sempit 1/8 lebar kayu 1/6 lebar kayu ¼ lebar kayu
B 0,63 Retak 1/5 tebal kayu 1/6 tebal kayu ½ tebal kayu
C 0,50 Pingul 1/10 tebal atau lebar kayu 1/6 tebal atau lebar ¼ tebal atau lebar
Arah serat 1 : 13 kayu kayu
Saluran damar 1/5 tebal kayu eksudasi 1:9 1:6
tidak diperkenankan 2/5 tebal kayu ½ tebal kayu
Gubal Diperkenankan Diperkenankan Diperkenankan
Lubang serangga Diperkenankan asal Diperkenankan asal Diperkenankan
terpencar dan ukuran terpencar dan ukuran asal terpencar dan
dibatasi dan tidak ada dibatasi dan tidak ada ukuran dibatasi
tanda-tanda serangga tanda-tanda serangga dan tidak ada
hidup hidup tanda-tanda
Cacat lain (lapuk, hati serangga hidup
rapuh, retak melintang) Tidak diperkenankan Tidak diperkenankan Tidak
diperkenankan
PERATURAN PEMBEBANAN
… KODE PEMBEBANAN

… 1,4D (6.2-1)
… 1,2D + 1,6L + 0,5 (La atau H) (6.2-2)
… 1,2D + 1,6 (La atau H) + (0,5L atau 0,8 W) (6.2-3)
… 1,2D + 1,3W + 0,5L + 0,5 (La atau H) (6.2-4)
… 1,2D + 1,0E + 0,5L (6.2-5)
… 0,9D + (1,3W atau 1,0E) (6.2-6)
PERATURAN PEMBEBANAN
… Pengaruh struktural akibat beban-beban lainnya, termasuk
tetapi tidak terbatas pada berat dan tekanan tanah,
pengaruh temperatur, susut, kelembaban, rangkak, dan
beda penurunan tanah, harus ditinjau di dalam
perencanaan.
… Pengaruh struktural akibat beban yang ditimbulkan oleh
fluida (F), tanah (S), genagan air (P), dan temperatur (T)
harus ditinjau dalam perencanaan dengan menggunakan
faktor beban: 1,3F; 1,6S; 1,2P; dan 1,2T.
KONSEP PERENCANAAN
Tahanan rencana dihitung untuk setiap keadaan Kombinasi pembebanan Faktor waktu (λ)
batas yang berlaku sebagai hasil kali antara 1,4D (6.2-1) 0,6
tahanan terkoreksi, R’, faktor tahanan, φ, dan faktor
waktu, λ. Tahanan rencana harus sama dengan 1,2D + 1,6L + 0,5 (La atau H) (6.2-2) 0,7 jika L dari gudang
atau melebihi beban terfaktor, Ru: 0,8 jika L dari ruangan umum
Ru ≤ λφ R’ 1,25 jika L dari kejut*

Faktor tahanan, φ
1,2D + 1,6 (La atau H) + (6.2-3) 0,8
Jenis Simbol Nilai (0,5L atau 0,8 W)
Tekan φc 0,90
Lentur φb 0,85
Stabilitas φs 0,85 1,2D + 1,3W + 0,5L + (6.2-4) 1,0
Tarik φt 0,80 0,5 (La atau H)
Geser/puntir φv 0,75
Sambungan φz 0,65
1,2D + 1,0E + 0,5L (6.2-5) 1,0

0,9D + (1,3W atau 1,0E) (6.2-6) 1,0


PERENCANAAN
STRUKTUR KAYU

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL


UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
KALIMANTAN SELATAN
Arie Febry Fardheny, MT
afebry@teknikunlam.ac.id TARIK – TEKAN – LENTUR - KOMBINASI
NOTASI
… σ = R = tegangan (Mpa)
… P = T = Tahanan (KN / N)
… Abruto = Luas Elemen Kayu (mm^2)
… ANetto = Luas Elemen Kayu dikurangi luas material yang
hilang akibat paku/ baut dan lain lain (mm^2)
FAKTOR KOREKSI
… Faktor koreksi dibawah bila dimungkinkan, digunakan
sesuai dengan yang disyaratkan pada bagian di
bawah ini. Tahanan terkoreksi dihitung sebagai berikut:

R’ = R C1 C2 … Cn

… Dengan R’ adalah tahanan terkoreksi, R adalah


tahanan acuan, Ci adalah faktor-faktor terkoreksi.
FAKTOR KOREKSI
… faktor koreksi Masa Layan adalah berikut ini: (Jika tidak sesuai dengan tabel diatas)
… Cm adalah faktor koreksi layan basah, untuk memperhitungkan kadar air masa layan
yang lebih tinggi daripada 19% untuk kayu masif dan 16% untuk produk kayu yang dilem;
… Ct adalah faktor koreksi temperatur untuk memperhitungkan temperatur layan lebih
tinggi daripada 38°C secara berkelanjutan;
… Cpt adalah faktor koreksi pengawetan kayu, untuk memperhitungkan pengaruh
pengawetan terhadap produk-produk kayu dan sambungan. Nilai faktor koreksi ditetapkan
berdasarkan spesifikasi pemasok, ketentuan, atau tata cara yang berlaku;
… Crt adalah faktor koreksi tahan api, untuk memperhitungkan pengaruh perlakuan tahan
api terhadap produk-produk kayu dan sambungan. Nilai faktor koreksi ditetapkan
berdasarkan spesifikasi pemasok, ketentuan, atau tata cara yang berlaku.
FAKTOR KOREKSI
… CE adalah faktor koreksi aksi komposit,
… Cr adalah faktor koreksi pembagi beban,
… CF adalah faktor koreksi ukuran,
… CL adalah faktor koreksi stabilitas balok,
… CP adalah faktor koreksi stabilitas kolom,
… Cb adalah faktor koreksi luas tumpu,
… Cf adalah faktor koreksi bentuk,
… Cw adalah faktor koreksi lebar
… CG adalah faktor koreksi mutu
… Ccs adalah faktor koreksi penampang kritis untuk pancang kayu bundar;
… Csp adalah faktor koreksi pancang tunggal untuk pancang kayu bundar;
… Cu adalah faktor koreksi untuk pancang kayu bundar yang tidak diberi perlakuan khusus
KONSEP DESAIN DAERAH TARIK
… komponen-komponen struktur yang memikul gaya tarik konsentris
dan bagian dari komponen struktur yang memikul gaya tarik
setempat akibat pengaruh sambungan

Syarat Desain
… Tu < λ φt T’

dengan Tu’ adalah gaya tarik terfaktor, λ adalah faktor waktu φt


adalah faktor tahanan tarik sejajar serat = 0,80, dan T’ adalah
tahanan tarik terkoreksi.
KONSEP DESAIN DAERAH TARIK
… Tahanan tarik terkoreksi komponen struktur tarik konsentris, T’,
ditentukan pada penampang tarik kritis:

RUMUS UMUM TARIK

… T’ = Ft’An

… Dengan Ft’ adalah kuat taris sejajar serat terkoreksi dan An adalah
luas penampang neto.
KONSEP DESAIN DAERAH TARIK
… Bilamana, akibat adanya alat pengencang, letak titik berat penampang neto
menyimpang dari titik berat penampang bruto sebesar 5% dari ukuran lebar atau
lebih maka eksentrisitas lokal harus ditinjau sesaui dengan prinsip baku mekanika
dan prosedur
… Bilamana gaya tarik tegak lurus serat tidak dapat dihindari maka perkuatan
mekanis harus diadakan untuk mampu memikul gaya tarik yang terjadi
… Perencanaan komponen struktur tarik komposit, yaitu komponen struktur yang
tersusun dari gabungan kayu gergajian, kayu laminasi struktural, atau dari jenis
kayu lain yang berbeda kekakuannya dan bekerja pada arah sejjar serat, atau
kombinasi dengan pelat baja, atau batan baja, harus ditinjau berdasarkan konsep
penampang transformasi. Elemen-elemen harus digabungkan sehingga dapat
bekerja sebagai satu kesatuan dengan gaya-gaya terdistribusi sebanding dengan
kekakuan elemen penyusunnya
Contoh Soal
P
P P
Soal 1:
1/2P 1/2P
Hitunglah besarnya gaya tarik
maksimum yang dapat dipikul
oleh batang yang mengalami
gaya aksial tarik. Dimensi balok
Dalam bentuk konstruksi Kuda – Kuda ini 60 x 120 mm. Kayu yang
maka bagian ini adalah bagian yang digunakan adalah kayu E15 kelas
mengalami gaya tarik A
Contoh Soal
… Data Kayu … Material … Perhitungan
E15 B = 60 mm σ = T / Anetto

Ft = 31 Mpa (σtr) H = 120 mm T = σ x Anetto …………….(1)

Koreksi Tahanan Abruto =60 x 120 = 7200 mm2


σ ≤ σ tr ijin ……………….(2)
Tarik = 0.8 Karena tidak ada perlemahan
Maka untuk mengetahui Pmaks
Layan = 0.8 Atau lubang maka
Diambil σ = σ tr ijin = 19.84 Mpa
Ft’ = 31x 0.8 x 0.8 = 19.84 Mpa Abruto = Anetto
T = 19.84 x 7200 = 142848 N
Ft’ = σtr ijin = 19.84 Mpa T = 142.8 KN = 14.2 Ton
Contoh Soal
Soal 2:

Diketahui P = 120 KN kayu E15


Ukuran Kayu 120 x 60 mm
Bagian Perlemahan berupa sambungan
Ukuran Baut = 12 mm
dengan 2 baut, detail tampak atas
Apakah Memenuhi Syarat ?
Contoh Soal
… Data Kayu … Material … Perhitungan
E15 B = 60 mm σ tr= T / Anetto …………….(1)
Ft = 31 Mpa (σtr) H = 120 mm Syarat
Koreksi Tahanan Abruto =60 x 120 = 7200 mm2 σ tr ≤ σ tr ijin ……………….(2)
Perlemahan
Tarik = 0.8 Cek Syarat
Diameter Baut = 12 mm
Layan = 0.8 P = T = 120 KN = 120000 N
Diameter Lubang = 12+1=13 mm
Ft’ = 31x 0.8 x 0.8 = 19.84 Mpa Luas baut = 0.25xΠx13^2 =132.67 mm2 σ tr= 120000 / 6934.66
Ft’ = σtr ijin = 19.84 Mpa Total = 2 x 132.67 =265.34 mm2 σ tr = 17.3 N/mm2 (Mpa)
Anetto = 6934.66 mm2 σ Tr < σ tr ijin (OK !)
KONSEP DESAIN TEKAN
Mengalami Gaya Tekan
KONSEP DESAIN TEKAN
… Komponen struktur ekan harus direncanakan sedemikian sehingga:

… Pu < λ φc P’

… Dengan Pu adalah gaya tekan terfaktor, λ adalah faktor waktu


(lihat Tabel sebelum), φc = 0,90 adalah faktor tahanan tekan
sejajar serat, dan P’ adalah tahanan terkoreksi.
KONSEP DESAIN TEKAN
… Tekuk
KONSEP DESAIN TEKAN
… Panjang kolom tak-terkekang atau panjang bagian kolom tak-terkekang, I, harus
diambil sebagai jarak pusat-ke-pusat pengekang lateral.
… Panjang kolom tak-terkekang harus ditentukan baik terhadap sumbu kuat maupun
terhadap sumbu lemah dari kolom tersebut.
… Panjang efektif kolom, le, untuk arah yang ditinjau harus diambil sebagai Kel,
dimana Ke adalah faktor panjang tekuk untuk komponen struktur tekan. Ke
tergantung pada kondisi ujung kolom dan ada atau tidak adanya goyangan.
… Untuk kolom tanpa goyangan pada arah yang ditinjau, faktor panjang tekuk, Ke,
harus diambil sama dengan satu kecuali jika analisis memperlihatkan bahwa kondisi
kekangan ujung kolom memungkinkan digunakannya faktor panjang tekuk yang
lebih kecil daripada satu.
KONSEP DESAIN TEKAN
KELANGSINGAN KOLOM
… Kelangsingan kolom adalah perbandingan antara panjang
efektif kolom pada arah yang ditinjau terhadap jari-jari
girasi penampang kolom pada arah itu, atau:

… Kelangsingan λ = K e l
r (r = ix / iy)

… Nilai kelangsingan kolom, , tidak boleh melebihi 175.


KONSEP DESAIN TEKAN

Faktor Kelangsingan
KONSEP DESAIN TEKAN

175
KONSEP DESAIN TEKAN
Tabel ω - Formula
KONSEP DESAIN TEKAN
…Mencari Profil Pakai untuk batang tertekan
Menggunakan Rumus Euler

I min = Inersia Minimum


P = Nilai Kuat Tekan Terkoreksi
N = SF Tekan (ambil antara 2-3)
Ke.l / LK = Panjang Efektif Kolom
E = Modulus Elastisitas Kayu
Contoh Soal 1
… Desain Kekuatan Cek kekuatan apakah memenuhi syarat
untuk Kayu Tipe E15 dengan Profil panjang
3 meter dengan perletakkan Jepit – Sendi
seperti pada Gambar. Profil yang
digunakan adalah 60 x 120 mm. Saat
Menerima beban 120 KN
Contoh Soal 1
… Data Kayu … Material … Perhitungan
B = 60 mm
E15 H = 120 mm σ tr= ω.T / Abrutto ……….(1)
Ft = 31 Mpa (σtr) Abruto =60 x 120 = 7200 mm2 Syarat
Koreksi Tahanan σ tr ≤ σ tr ijin ……………. (2)
Cek Kelangsingan :
Tekan = 0.9 Cek Syarat
Jepit – Sendi (Ke)= 0.8
Layan = 0.8 Ke.l = 0.8 x 3 = 2.4 m P = T = 120 KN = 120000 N
Ft’ = 31x 0.8 x 0.9 = 22.32 Mpa Ix = 0.289h = 34.68 σ tr= 6.3 x 120000 / 7200
Ft’ = σtr ijin = 22.32 Mpa Iy =0.289b =17.34 ambil iy σ tr = 105 N/mm2 (Mpa)
λ =Ke.L/iy = 2400/17.34= 138.4
σ Tr > σ tr ijin (NOT OK !)
Lihat Tabel ω = 6.3
Contoh Soal 2
Berapakah Profil yang memenuhi syarat
untuk Kayu Tipe E15 dengan
panjang 3 meter dengan perletakkan Jepit
– Sendi seperti pada Gambar. Gaya yang
Diterima adalah sebesar 60 KN
Contoh Soal 2
… Data Kayu … Rumus Euler … Perhitungan
E15 Asumsi b =2/3h
Ft = 31 Mpa (σtr)
Koreksi Tahanan
Tekan = 0.9 P =60 KN = 60000 N H^4 = 81 x Imin/2
Layan = 0.8 N=2 H = 119.33 mm
Ft’ = 31x 0.8 x 0.9 = 22.32 Mpa Lk = 0.8 x 3 = 2.4 m Sehingga dipakai
Ft’ = σtr ijin = 22.32 Mpa E = 14000 H = 120 mm
Imin = (60000x 2 x B = 80 mm
2400^2)/(Π^2 x 14000)
Imin = 5007447.4 mm^4
Contoh Soal 2
… Data Kayu … Material … Perhitungan
B = 80 mm
E15 H = 120 mm σ tr= ω.T / Abrutto ……….(1)
Ft = 31 Mpa (σtr) Abruto =80 x 120 = 9600 mm2 Syarat
Koreksi Tahanan σ tr ≤ σ tr ijin ……………. (2)
Cek Kelangsingan :
Tekan = 0.9 Cek Syarat
Jepit – Sendi (Ke)= 0.8
Layan = 0.8 Ke.l = 0.8 x 3 = 2.4 m
Ft’ = 31x 0.8 x 0.9 = 22.32 Mpa Ix = 0.289h = 34.68 σ tr= 3.28 x 60000 / 9600
Ft’ = σtr ijin = 22.32 Mpa Iy =0.289b =23.12ambil iy σ tr = 20.5 N/mm2 (Mpa)
λ =Ke.L/iy = 2400/23.12= 103.8
σ Tr < σ tr ijin (OK !)
Lihat Tabel ω = 3.28
Perencanaan Lentur
… Komponen struktur lentur direncanakan sebagai berikut:
… Untuk momen lentur:
Mu < λ φb M’
dengan Mu adalah momen terfaktor, λ adalah faktor waktu, φb = 0,85 adalah faktor tahanan lentur, dan
M’ adalah tahanan lentur terkoreksi.
… Untuk geser lentur:
Vu < λ φv V’
dengan Vu adalah gaya geser terfaktor, λ adalah faktor waktu, φv = 0,75 adalah faktor tahanan geser,
dan V’ adalah tahanan geser terkoreksi.
… Untuk puntir:
Mu < λ φv Mt’
dengan Mu adalah momen puntir terfaktor, λ adalah faktor waktu φv =0,75 adalah faktor tahanan puntir,
dan Mt’ adalah tahanan puntir terkoreksi.
Perencanaan Lentur
… Ketentuan-ketentuan pada butir ini berlaku untuk:
† balok berpenampang bundar atau bujursangkar;
† balok berpenampang persegi panjang yang terlentur terhadap sumbu lemah;
† balok dengan pengekang lateral yang menerus pada sisi tekan;
† balok dengan ikatan bresing sesuai dengan ketentuan alternatif

Tahanan lentur terkoreksi dari balok berpenampang prismatis yang terlentur terhadap sumbu kuatnya (x – x) adalah:

M ' = M x' = S x Fbx' atau

… Keterangan:
… M’=Mx’ adalah tahanan lentur terkoreksi terhadap sumbu kuat (­x – x)
… Sx adalah modulus penampang untuk lentur terhadap sumbu kuat (x – x)
… Fbx’ adalah kuat lentur terkoreksi untuk lentur terhadap sumbu kuat (x – x)
… CL adalah faktor stabilitas balok, sama dengan 1,0
Perencanaan Lentur
… Takikan pada balok harus dihindari, terutama yang terletak jauh dari
tumpuan dan berada pada sisi tarik. Konsentrasi tegangan yang
disebabkan oleh takikan dapat dikurangi menggunakan konfigurasi takikan
yang diiris miring secara bertahap daripada menggunakan takikan
dengan sudut-sudut yang tajam.
… Takikan pd ujung balok tidak boleh melampaui seperempat tinggi balok
untuk balok masif, dan sepersepuluh tinggi balok untuk balok glulam (kayu
laminasi struktural).
… Pengecualian: Pada balok-balok kayu masif yang tebal nominalnya lebih
kecil dari 100 mm, diperkenankan dibuat takikan yang tidak melebihi
seperenam tinggi balok dengan lokasi di luar sepertiga bentang yang
ditengah
Perencanaan Lentur
Tahanan lentur dari komponen struktur prismatis berpenampang persegi panjang dan bundar
… Tahanan lentur terkoreksi yang ditetapkan oleh persamaan diatas sharus dikalikan
dengan faktor bentuk Cf = 1,15 untuk komponen struktur berpenampang bundar
selain daripada untuk tiang dan pancang; dan harus dikalikan dengan Cf = 1,40
untuk komponen struktur berpenampang persegi panjang yang terlentur terhadap
sumbu diagonal.
… Bila dijumpai suatu permukaan yang diiris miring sebesar sudut θ terhadap arah serat pada sisi
tekan balok glulam (kayu laminasi struktural) maka faktor interaksi tegangan, Cl, harus dihitung
untuk lokasi kuat kritis menggunakan persamaan berikut ini:
1
Cl = 2 2
⎛ φ F ' tanθ ⎞ ⎛ φb Fn' tanθ ⎞
1 + ⎜⎜ b b ⎟⎟ + ⎜⎜ ⎟⎟
⎝ φv Fv' ⎠ ⎝ φc Fc ⊥' ⎠
Perencanaan Lentur
… Balok yang memiliki perbandingan tinggi terhadap lebar lebih besar daripada dua dan dibebani terhadap sumbu kuatnya
harus memiliki bresing lateral pada tumpuan-tumpuannya untuk mencegah terjadinya rotasi atau peralihan lateral.
… Bresing lateral tidak diperlukan pada balok berpenampang bundar, bujur sangkar, atau persegi panjang yang mengalami
lentur terhadap sumbu lemahnya saja.
… Bresing lateral harus dapat mencegah gerakan lateral sisi tekan balok dan harus dapat mencegah rotasi balok pada lokasi-
lokasi yang dikekang.
… Sebagai alternatif, untuk balok kayu masif, kekangan yang digunakan untuk mencegah rotasi atau peralihan lateral
ditentukan berdasarkan nilai perbandingan tinggi nominal terhadap tebal nominal, d/b, sebagai berikut:
d/b < 2: tidak diperlukan pengekang lateral;
2 < d/b < 5: posisi tumpuan-tumpuannya harus dikekang menggunakan kayu masif pada seluruh ketinggian balok;
5 < d/b < 6: sisi tekan harus dikekang secara menerus sepanjang balok;
6 < d/b < 7: pengekang penuh setinggi balok harus dipasang untuk setiap selang 2.400 mm kecuali bila kedua sisi tekan
dan tarik dikekang secara bersamaan atau bila sisi tekan balok dikekang pada seluruh panjangnya oleh lantai dan pada
tumpuan-tumpuannya diberi pengekang lateral untuk mencegah rotasi;
d/b > 7: kedua sisi tekan dan tarik dikekang secara bersamaan pada seluruh panjangnya.
Perencanaan Lentur
… Dalam perhitungan lendutan, faktor komposit, CE, di bawah ini dapat
digunakan dalam menentukan kekakuan balok kayu masif; dengan catatan
bahwa komponen struktur merupakan gabungan dari balok-balok sejajar
dengan ukuran tinggi maksimum 300 mm, spasi maksimum 600 mm (pusat-
ke-pusat), dan ditutup dengan panel-panel truktural setebal 12 mm atau
lebih:
… CE = 1,00 untuk komponen yang digabung menggunakan paku,
… CE­ = 1,10 untuk komponen yang digabung menggunakan perekat dan
paku,
… CE = 1,15 untuk komponen yang digabung menggunakan perekat.
Perencanaan Lentur
… Tahanan geser terkoreksi dari suatu balok, V’, dihitung dengan persamaan sebagai berikut:

F'v Ib atau
V' =
Q

… Fv’ adalah kuat geser sejajar serat terkoreksi


… I adalah momen inersia balok untuk arah gaya geser yang ditinjau
… b adalah lebar penampang balok
… Q adalah momen statis penampang terhadap sumbu netral

… Untuk penampang persegi panjang dengan lebar b, dan tinggi d, persamaan menjadi:

2
V' = F'v bd
3
Perencanaan Lentur
… Pada penampang di sepanjang takikan dari sebuah
balok persegi panjang setinggi d, tahanan geser
terkoreksi pada penampang bertakik dihitung sebagai:
⎛2 ⎞ ⎛ dn ⎞
V ' = ⎜ F'v bd n ⎟ ⎜ ⎟
⎝3 ⎠⎝ d ⎠
… dengan d adalah tinggi balok tanpa takikan dan dn
adalah tinggi balok di dalam daerah takikan.
Perencanaan Lentur
… Apabila suatu sambungan pada balok persegi
panjang menyalurkan gaya yang cukup besar
sehingga menghasilkan lebih dari setengah gaya
geser di setiap sisi sambungan maka tahanan geser
horisontal terkoreksi dihitung sebagai berikut:
⎛2 ⎞ ⎛ de ⎞
V ' = ⎜ F'v bd e ⎟ ⎜ ⎟
⎝3 ⎠⎝ d ⎠
Perencanaan Lentur
… Sebagai alternatif, apabila seluruh sambungan terletak
sejauh lebih dari 3d dari ujung balok maka tahanan
geser horisontal terkoreksi dapat dihitung sebagai:
⎛2 ⎞ ⎡ x − 3d ⎤
V ' = ⎜ F'v bd e ⎟ ⎢1 +
⎝3 ⎠⎣ 6d ⎥⎦
≤ F'v bd e
… dengan x adalah jarak sambungan dari ujung balok.
Perencanaan Lentur
… Tahanan puntir terkoreksi, Mt’, dari suatu balok persegi panjang masif dihitung sebagai:

b 2d 2 Ftv'
M t' =
3d + 1,8b
b adalah lebar penampang balok (ukuran sisi yang lebih kecil)
d adalah tinggi penampang balok (ukuran sisi yang lebih besar)
Ftv’ adalah kuat puntir terkoreksi

Untuk penampang balok tak persegi panjang, tahanan puntir terkoreksi dihitung berdasarkan
analisis puntir elastis linier menggunakan Ftv’ sebagai kuat geser puntir maksimum.
Contoh 1
… Rencanakan Sebuah Gelagar Jembatan kayu yang
dipasang dengan cara sendi – rol . panjang 4
meter dengan Jarak Antar Gelagar 1.25 meter
dan beban yang terjadi adalah sebagai berikut :
… Beban Kendaraan Merata (D) = 0.5 KN/m2
… Beban Terpusar (T) = 5 KN
… Kayu yang ada Jenis E15
Contoh 1
Analisa Gaya
… Data Kayu …
Beban Mati : … Analisa Gaya
E15 Karena tidak ada Profil asumsikan
Beban Terpusat:
Profil terlebih dahulu atau
Ft = 31 Mpa (σtr) T = 5 KN
memberikan SF ke Beban Lain
Koreksi Tahanan Sendi – Rol
Lentur = 0.85 Beban Hidup
Momen = (1/4)TL = 5KNm (Ce)
Q = 0.5 KN/m2 x 1.25 =0.625 KN/m
Geser = 0.75 Geser = P /2 = 2.5 KN
SF = 1.2 (asumsi ) Q’ = 0.75 KN/m
Layan = 0.8 Sendi – Rol Torsi = 0 Axial = tidak ada
Fl’ =32x 0.8 x 0.85 = 21.76 Mpa Momen = (1/8)Ql^2 = 1.5 KNm (Ce)
Geser = QxL /2 = 1.5 KN
Fv’= 5.1x 0.8 x 0.75 = 3.06 Mpa
Torsi = 0 Axial = tidak ada
Contoh 1
Beam

Geser = 1.5 KN M maks = 1.5 KNm

Geser = 2.5 KN Q
P M maks = 5 KNm

Geser= 4 KN M maks = 6.5 KNm


Contoh 1
… Perhitungan … Cek Ulang
Mmaks = 6.5 KNm … Cek Geser
= 6.500.000 Nmm
2
dengan Profil
Geser = 4 KN V' = F'v bd Sebenar
= 4. 000 N 3
Beban Mati = 150 x 100 x bv kayu
… Fv = (3/2) x V / (b.h) Qdead = 0.150 x 0.100 x 12
Cek Terhadap Lentur
Asumsi b = 2/3 h … Fv = (3/2) x 4000 /(100 x 150)
=0.18 KN/m2
Wx =(1/6)x (2/3)h x h^2= (1/9)h^3 … Fv = 0.4 N/mm^2
Q total = 0.18 + 0.5
Wx = Mmaks / Fl = 6500000/21.76
Syarat Geser Fv = 3.06 (OK)
(1/9) h^3 =298713.2 mm = 0.68 KN/m2
H = 139 mm ambil 150 mm Q merata =0.68 x 1.25 =0.85 KN/m
B = 100 mm M = 1.7 + 5 = 6.7 KNm
Contoh 1
… Perhitungan … Cek Geser … HASIL
Mmaks = 6.7 KNm
2
= 6.700.000 Nmm V' = F'v bd
Geser = 4.2 KN
3
= 4. 200 N … Fv = (3/2) x V / (b.h) … PROFIL
Fv = (3/2) x 4200 /(100 x 150)
100 x 150
…

Cek Terhadap Lentur … Fv = 0.42 N/mm^2


…
Wx=(1/6) . 100 .150^2 = Syarat Geser Fv = 3.06 (OK)
375000 mm^3
Fl = M/Wx = 17.8 Mpa (OK)
Contoh 1
… Lendutan … Lendutan
Lendutan akibat Q merata Lendutan akibat P Terpusat
I = (1/12)x100x150^3 = 28125000 mm^4 I = (1/12)x100x150^3 = 28125000 mm^4
E = 14000 E = 14000
ƒ = (5/384)(Q . L^4)/(EI) ƒ = (1/48)(P . L^3)/(EI)
= (5/384) (0.85 x 4000^4) /(14000. 28125000) = (1/48) (5000 x 4000^4) /(14000. 28125000)
= 7.19 mm = 16.9 mm

Total Lendutan = ƒ merata + ƒ terpusat = 24.09 mm


Syarat L /250 = 4000 /250 = 16 mm -------Æ Tidak Aman di Lendutan, Ganti Profil
Balok Lengkung
Balok Lengkung
… Tahanan momen balok melengkung berpenampang persegi panjang akibat beban terbagi rata simetris
yang geometrinya menyudut serta non prismatis. dibatasi berdasarkan kondisi tegangan radial yaitu
sebesar:

M’ = b (dc)2Fr’/6Ksr

… M’ adalah tahanan momen terkoreksi di tengah bentang, N-mm


… b adalah lebar komponen struktur, mm
… dc adalah tinggi penampang di puncak, mm
… Fr’ adalah kuat radial terkoreksi, MPa
… Fr’ = Frt’ bila tegangan radial adalah tarik, MPa
… Fr’ = Frc’ bila tegangan radial adalah tekan, MPa. (Frc’ harus diambil sama dengan
Fc⊥’, kuat tekan tegak lurus serat terkoreksi, MPa)
Balok Lengkung
… Ksr adalah faktor tegangan radial
… Ksr = Kgr [A + B (dc/Rm) + C(dc/Rm)2]
… = KgrKar
… A, B, dan C adalah konstanta-konstanta yang bergantung pada sudut permukaan atas yang non
prismatis, ρT, dan harus diperoleh dari Tabel 10.6.2.2-1
… Kgr = X – Y (dc/Dm), adalah faktor reduksi yang bergantung pada bentuk komponen
struktur yang ditentukan sesuai dengan Tabel 10.6.2.2-2.
… Rm adalah jari-jari kelengkungan komponen struktur di tengah-tinggi penampang, mm
… L/Lc adalah perbandingan antara panjang total komponen struktur terhadap panjang bagian
komponen struktur yang melengkung
… dc/Rm adalah perbandingan antara tinggi penampang di tengah bentang terhadap radius
tengah-tinggi komponen struktur
Balok Lengkung
… Defleksi balok melengkung yang menyudut dan non prismatis di tengah bentang ditentukan menggunakan persamaan berikut:

… Δc = 5wL4/32E’bdeb3

… Keterangan:
… W adalah beban kerja terdistribusi merata, dinyatakan dalam N/mm
… L adalah panjang bentang, mm
… Ew’ adalah modulus elastisitas lentur rerata terkoreksi, MPa
… b adalah lebar, mm
… deb adalah tinggi efektif
… deb = (de + dc)(0,5 + 0,735 tan θΤ) – 1,41 (dc) tan θB
… de adalah tinggi penampang di ujung bentang, mm
… dc adalah tinggi penampang di tengah bentang, mm
… θΤ adalah kemiringan permukaan atas, derajat
… θB adalah kemiringan permukaan bawah di ujung, derajat
Balok Pelengkung
Balok Lengkung
… Tahanan lentur nominal
M’ = Mx’ = SxFbx’
… Interaksi momen dan gaya aksial di pelengkung
2
⎛ Pu ⎞ ⎛ M bx ⎞
⎜⎜ ⎟⎟ + ⎜ ⎟ ≤ 1,0
⎜ ⎟
⎝ λφc P' ⎠ ⎝ λφb M x ⎠
'
KOMBINASI
… belaku untuk komponen struktur yang memikul:
… Beban lentur terhadap kedua sumbu utamanya dan/atau kombinasi
beban lentur dan aksial, baik tarik maupu tekan; dan
… Kolom yang mengalami pembebanan eksentris.
… Pada butir ini faktor tahanan penampang, φ, ditentukan sebagai
berikut:
… Lentur φb = 0,85
… Tarik sejajar serat: φt = 0,80
… Tekan sejajar serat φc = 0,90
KOMBINASI
KOMBINASI
… Tarik - Lentur
KOMBINASI
… Tekan Lentur
KOMBINASI
… Sisi tarik (dianggap terjadi interaksi stabilitas lateral):
Tu M ux M uy
+ + ≤ 1,0
λφ f T ' λφb M 's λφb M 'y

… Sisi tekan (interaksi dengan gaya aksial tarik akan


meningkatkan tahanan penampang terhadap tekuk
torsi lateral):
⎛ d ⎞
⎜ M ux − Tu ⎟
⎝ 6 ⎠ M uy
+ ≤ 1,0
λφb M 'x ⎛ M ⎞
2
λφb M 'y ⎜⎜1 − ux ⎟⎟
⎝ φb M e ⎠
KONSOL PENDEK
† Kolom dengan konsol pendek

… Kolom tak terkekang atau bagian tak terkekang kolom dengan konsol pendek yang
terletak di seperempat tinggi yang diatas, direncanakan terhadap dua beban
ekivalen sebagai berikut:
… Pindahkan beban aksial yang bekerja pada konsol pendek, Pa, sedemikian
sehingga bekerja sebagai beban konsentris pada ujung kolom, bersama dengan
beban-beban konsentris lainnya yang bekerja di sepanjang kolom; dan
… Tambahan beban transversal, Ps, di tengah tinggi kolom tak terkekang atau bagian
tak terkekang kolom dalam bidang yang ditinjau, dan besarnya:
3eblbr Pa
Ps =
lu2
KONSOL PENDEK
… Ibr adalah jarak dari bawah ujung kolom tak terkekang atau bagian tak
terkekang kolom sampai sisi bagian atas konsol pendek, mm
… eb adalah eksentrisitas beban yang bekerja pada konsol pendek, yaitu jarak
horisontal dari titik kerja beban ke titik pusat penampang kolom, mm
… Iu adalah panjang kolom tak terkekang untuk arah tekuk yang sesaui dengan
arah momen pada konsol pendek, mm

… Selanjutnya, k9olom direncanakan sebagai komponen struktur balok-kolom


… Bila konsol pendek tidak terletak di seperempat tinggi yang diatas dari kolom tak
terkekang atau bagian tak terkekang kolom maka harus dilakukan analisis yang
rasional atau dihitung dengan persamaan (11.4-1) tapi dengan menggunakan nilai
Ibr = 0,75 lu.
LENDUTAN
† Batasan lendutan
… Disamping alkibat deformasi komponen struktur, lendutan dapat terjadi krn pergeseran pada
sambungan-sambungan. Untuk membatasi perubahan-perubahan bentuk struktur bangunan secara
berlebihan, sehingga pergeseran masing-masing komponen struktur terjadi sekecil mungkin.
… Lendutan strukur bangunan akibat berat sendiri dan uatan tetap dibatasi sebagai berikut:
† Untuk balok-balok pada struktur bangunan yang terlindung, lendutan maksimum, fmax < 1/300 l.
† Untuk balok-balok pada struktur bangunan yang tidak terlindung, lendutam maksimum, fmax < 1/400 l.
† Untuk balok-balok pada konstruksi kuda-kuda, antara lain gording dan kasau, lendutan maksimum, fmax <
1/200 l.
† Untuk struktur rangka batang yang tidak terlindung, lendutan maksimum, fmax < 1/700 l.
… Yang mana l adalah panjang bentang bersih.
PERENCANAAN KUDA -KUDA
… Berikut ini akan ditampilkan Langkah Kerja Perencanaan Kuda – Kuda

… Diketahui sebuah kuda kuda dengan Panjang Bentang = 5 meter,


Ketinggian = 1 meter. Jarak Antar Gording = 1.5 meter. Kayu Tipe E15.
… Bahan Atap = Genteng Metal. Posisi di Ketinggian 15 meter dr permukaan
PERENCANAAN KUDA - KUDA
… Langkah Kerja
1. Definisikan Detail Rencana
2. Tentukan Beban yang Bekerja
3. Desain Gording
4. Tentukan Beban P per titik Gording
5. Analisa Truss
6. Desain Profil
7. Recheck Beban P -- Jika Prencana < Psebenar lakukan analisa Truss Lagi
Jika Prencana > Psebenar analisa keekonomisannya
8. Cek Lendutan
PERENCANAAN KUDA - KUDA
… Definisikan Detail Rencana … Definisikan Beban Rencana

Detail – Detail yaitu :


1. Beban Mati
1. Material Pembentuk
1. Rencana Profil Gording
E = ………….. Mpa
2. Rencana Profil Kuda-Kuda
σ = ………… Mpa
2. Jarak Gording dan Kuda – Kuda 3. Beban Material Atap
JAG = ………….. mm 4. Beban Kasau dan Reng
JKK = ………… mm 2. Beban Hidup
3. Kemiringan Atap 1. Beban Kerja
φ = ………….. Derajat 3. Beban Angin
PERENCANAAN KUDA - KUDA
… Desain Gording
PERENCANAAN KUDA - KUDA
… Kombinasi
PERENCANAAN KUDA - KUDA
… Menentukan P tiap Titik
P = P(gording+atap) + P (profil kuda-kuda asumsi)
P
P P
1/2P 1/2P
PERENCANAAN KUDA -KUDA
… Analisa Truss … Hasil Analisa Truss
† Metode Titik Simpul † Nilai Batang Tarik
† Metode Cremona
† Nilai Batang Tekan
† Software

† AdditionalSoftware
† Lendutan
PERENCANAAN KUDA -KUDA