Anda di halaman 1dari 3

Manajemen Keuangan Dalam Agribisnis

Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan,


pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh
suatu organisasi atau perusahaan. Aspek manajemen keuangan mempertimbangkan akibat dari
seluruh keputusan terhadap penerimaan dan laba perusahaan dibidang agribisnis. Artinya
manajer dalam hal ini harus mempertimbangkan seluruh sumber pembiayaan dari aspek
penerimaan. Dalam bahasa yang umum bidang ini mempertimbangkan kesehatan perusahaan.
Peralatan seperti neraca dan rugi laba adalah perangkat yang umum digunakan sebagai alat
analisis dalam menentukan kemampulabaan perusahaan.
Di dalam manajemen keuangan dibutuhkan modal dan pengelolaan keuangan yang baik
agar perusahaan bisa berjalan dengan baik dan menghasilkan keuntungan yang optimum serta
berkelanjutan. Dalam hal ini, faktor-faktor produksi, fungsi produksi, biaya dan pendapatan
produksi sangat berpengaruh.
Faktor produksi adalah sumber daya yang digunakan dalam sebuah proses produksi
barang dan jasa. Pada awalnya, faktor produksi dibagi menjadi empat kelompok, yaitu tenaga
kerja, modal, sumber daya alam, dan kewirausahaan. Namun pada perkembangannya, faktor
sumber daya alam diperluas cakupannya menjadi seluruh benda tangible, baik langsung dari
alam maupun tidak, yang digunakan oleh perusahaan, yang kemudian disebut sebagai faktor fisik
(physical resources). Selain itu, beberapa ahli juga menganggap sumber daya informasi sebagai
sebuah faktor produksi mengingat semakin pentingnya peran informasi di
era globalisasi ini.(Griffin R: 2006) Secara total, saat ini ada lima hal yang dianggap sebagai
faktor produksi, yaitu tenaga kerja (labor), modal (capital), sumber daya fisik (physical
resources), kewirausahaan (entrepreneurship), dan sumber daya informasi (information
resources).
Fungsi produksi menunjukan sifat hubungan antara faktor-faktor produksi (input) dan
tingkat produksi yang diciptakan (output) yaitu :
Q = f (K, L, R, T)
Q = output
K = modal
L = tenaga kerja
R = kekayaan alam
T = Teknologi
Biaya produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk
memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk
menciptakan barang barang yang diproduksikan oleh perusahaan tersebut.Fungsi Biaya
Produksi, hubungan input dan output (besarnya biaya produksi dipengaruhi jumlah output,
besarnya biaya output tergantung pada biaya atas input yang digunakan).
Perilaku biaya produksi , dipengaruhi;
1. Karakteristik fungsi produksi
2. Harga input yang digunakan dalam proses produksi.
Biaya Produksi secara financial terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap
atau juga disebut fixed cost adalah biaya yang umumnya selalu konstan, bahkan di masa sulit.
Biaya tetap tidak terpengaruh oleh perubahan-perubahan dalam aktivitas operasi sampai pada
kondisi tertentu, kondisi dimana sesuai dengan kapasitas yang tersedia. Beberapa contoh biaya
yang tergolong biaya variabel (variable cost), antara lain pengunaan persediaan bahan baku
dan penolong (usaha manufaktur),penggunaan komponen/sparepart (usaha
perakitan),penggunaan persediaan barang jadi (usaha dagang dan manufaktur),biaya tenaga kerja
langsung: upah buruh, upah pegawai borongan, upah pegawai harian (usaha manufaktur),dll.
variabel atau juga disebut variable cost adalah biaya yang umumnya berubah-rubah sesuai
dengan volume bisnis. Makin besar volume penjualan anda, makin besar pula biaya yang harus
anda keluarkan. Kalau contoh yang gampang, biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja dalam
pembuatan sebuah produk adalah biaya variabel. Beberapa contoh biaya yang tergolong biaya
variabel (variable cost), antara lain biaya gaji, tunjangan dan bonus bagi pegawai tetap biaya
administrasi, biaya sewa gedung,biaya asuransi gedung, biaya penyusutan gedung, biaya P ajak
Bumi dan Bangunan,biaya pemeliharaan gedung,dll
Pendapatan total petani didekati dengan persamaan sebagai berikut (Boediono, 1993 : 105).
Pendapatan Total = TR = P x Q, dimana :
TR = Total Revenue = pendapatan total petani (Rp)
P = Price = harga pokok per kg
Q = Quantitas = jumlah produk yang dihasilkan
Pendapatan bersih usaha petani diperoleh dengan rumus sebagai berikut :
Profit = TR TC
TR = P x Q
TC = TFC + TVC
Profit adalah pendapatan bersih usaha yang diperoleh petani dengan mengurangi
pendapatan total dengan biaya total. TR adalah pendapatan total dari penjualan
jumlah produk yang dihasilkan (jumlah produk dikalikan harga yang berlaku). (Boediono,
1993 : 106)

An