Anda di halaman 1dari 9

Presentasi Bahasa Indonesia.

WAWANCARA



SMA Negeri 2 Jember
X.4 (GLADIATOR)



Nama kelompok :


1. Cagar Irwin Bayu P (
2. Diana (
3. Intan Adeatmasari (
4. Liris Fitriani Rahayu (
5. M. Wahyu Aji N (
6. Puti Windi Lestari (
A.PENGERTIAN WAWANCARA

Wawancara ialah tanya jawab antara pewawancara dengan yang diwawancara untuk
meminta keterangan atau pendapat mengenai suatu hal. Wawancara dapat dilakukan
oleh direksi kepada pelamar pekerjaan, pelanggan atau pihak lainnya.
Teknik Wawancara, adalah suatu cara atau kepandaian melakukan tanya jawab untuk
memperoleh keterangan, informasi dan sejenisnya. Wawancara berdasarkan cara
pelaksanaannya dibagi dua yaitu :
a. Wawancara berstruktur adalah wawancara secara terencana yang berpedoman pada
daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya.

b. Wawancara tak berstruktur adalah wawancara yang tidak berpedoman pada daftar
pertanyaan. Wawancara ialah tanya jawab antara pewawancara dengan yang
diwawancara untuk meminta keterangan atau pendapat mengenai suatu hal.
Wawancara dapat dilakukan oleh direksi kepada pelamar pekerjaan, pelanggan atau
pihak lainnya.

Wawancara dilaksanakan untuk mendapatkan data-data secara langsung dari seseorang
atau pejabat tertentu satu lembaga atau badan pemerintahan.
Dalam pelaksanaan wawancara ada dua cara yaitu
1. Bertanya langsung kepada orang yang diwawancarai
2. Dengan daftar pertanyaan (kuesioner).

Persiapan-persiapan yang perlu dilakukan sebelum mengadakan wawancara adalah
1. Apabila yang akan diwawancarai termasuk orang yang sibuk, sebelumnya harus
ditanyakan, apakah ia bersedia diwawancara, tanyakan hari, tanggal dan jam wawancara
2. Buatlah daftar pertanyaan. Tulis selama hal yang akan ditanyakann sehingga tidak
menyimpang dari masalah pokok.
3. Sediakan catatan untuk semua jawaban. Bila perlu boleh menggunakan alat perekam.

Hal-hal yang perlu diperhatikan selama wawancara
1. Datanglah tepat pada waktu yang telah dijanjikan
2. Pertanyaan pembuka mulailah dengan hal yang ringan dan bersifat umum dan jangan
berbelit-belit
3. Perhatikan sikap, gaya bicara, pandangan mata, nada dan volume suara jangan sampai
member kesan tidak simpatik
4. Pertanyakan jangan terlalu panjang
5. Penanya harus pandai menyimpulkan jawaban
6. Akhirlah wawancara dengan meninggalkan kesan yang baik bagi pihak yang kita
wawancara.




B.JENIS JENIS WAWANCARA

1. Wawancara Seleksi (Screening Interview).
Jika pelamar atau kandidat untukmenduduki jabatan berjumlah lebih dari satu orang
maka dilakukan wawancara kerja untuk menyeleksi siapa diantara kandidat tersebut
merupakan kandidat yang paling qualified sehingga bisa dilanjutkan ke tahap seleksi
berikutnya. Wawancara seleksi biasanya berlangsung singkat antara 15 30 menit.

2. Wawancara Telepon (Telephone Interview).
Demi menghemat biaya dan efisiensi waktu, banyak recruiter yang melakukan
wawancara kerja melalui telepon.Oleh sebab itu, pelamar harus siap dihubungi sewaktu
waktu, sebab seringkali recruiter tidak memberikan pilihan bagi pelamar untuk
menentukan waktu kapan ia siap diwawancarai melalui telepon.

3. Wawancara di Kampus / Sekolah (On-Campus Interview) .
Meskipun tidak banyak perusahaan yang melakukan wawancara kerja di kampus, namun
untuk perusahaan-perusahaan tertentu yang mencari para lulusan untuk dilatih lebih
lanjut, cara ini dinilai sangat efektif karena memberikan akses bagi perusahaan tersebut
untuk mendapatkan kandidat terbaik yang mungkin sangat sulit diperoleh jika
menunggu para kandidat tersebut datang melamar.


4. Wawancara di Pameran Kerja (Job Fair Interview).
Pameran kerja diadakan untuk menjembatani perusahaan dengan para pencari kerja.
Pada pameran kerja biasanya, perusahaan memberikan berbagai :
informasi mengenai perusahaannya, menerima surat lamaran dan CV dari pengunjung
(pencari kerja), bahkan tidak jarang para recruiter langsung melakukan wawancara di
stand (booth) mereka. Di Indonesia memang pameran seperti ini masih sangat jarang
dilaksanakan jika dibandingkan dengan pameran otomotif, rumah maupun furniture.

Wawancara di Lokasi Kerja (On-Site Interview). Ketika seorang kandidat telah lolos dalam
tahap wawancara seleksi, seringkali perusahaan mengundang kandidat tersebut
untuk melihat secara.
langsung lokasi kerja. Pada kesempatan tersebut recruiter biasanya langsung melakukan
wawancara secara mendalam. Bagi pelamar yang belum memiliki pengalaman
kerja pada lokasi yang lingkungannya kurang lebih sama, wawancara kerja di lokasi
mungkin bisa terasa menakutkan karena.
mungkin harus melakukan perjalanan dan berada di wilayah yang tidak ia kenal.
Wawancara Kelompok (Panel or Group Interview). Wawancara kelompok adalah suatu
jenis wawancara kerja dimana para pewawancara (recruiter) terdiri dari 2 (dua) orang
atau lebih. Biasanya wawancara jenis ini dilakukan jika perusahaan memandang bahwa
pelamar sudah hampir memenuhi syarat untuk diterima bekerja. Biasanya para penanya
dalam wawancara inilah yang memiliki wewenang untuk memutuskan apakah pelamar
akan diterima bekerja atau tidak.

Wawancara Kasus (Case Interview). Wawancara kerja jenis ini menekankan
pada kemampuan analisis dan pemecahan masalah terhadap suatu kasus
tertentu. Biasanya dalam wawancara kasus, pelamar diminta untuk berperan
sebagai pemegang jabatan yang ditawarkan, lalu diberikan sebuah kasus untuk
dicarikan solusinya.

Wawancara Kasus (Case Interview). Wawancara kerja jenis ini menekankan
pada kemampuan analisis dan pemecahan masalah terhadap suatu kasus
tertentu. Biasanya dalam wawancara kasus, pelamar diminta untuk berperan
sebagai pemegang jabatan yang ditawarkan, lalu diberikan sebuah kasus untuk
dicarikan solusinya.


Wawancara Kasus (Case Interview). Wawancara kerja jenis ini menekankan
pada kemampuan analisis dan pemecahan masalah terhadap suatu kasus
tertentu. Biasanya dalam wawancara kasus, pelamar diminta untuk berperan
sebagai pemegang jabatan yang ditawarkan, lalu diberikan sebuah kasus untuk
dicarikan solusinya.
Wawancara Kasus (Case Interview). Wawancara kerja jenis ini menekankan
pada kemampuan analisis dan pemecahan masalah terhadap suatu kasus
tertentu. Biasanya dalam wawancara kasus, pelamar diminta untuk berperan
sebagai pemegang jabatan yang ditawarkan, lalu diberikan sebuah kasus untuk
dicarikan solusinya.
C. Tujuan wawancara


Tujuan wawancara adalah sebagai berikut :
1. Untuk memperoleh informasi guna menjelaskan suatu situasi
dankondisi tertentu.
2. Untuk melengkapi suatu penyelidikan ilmiah.
3. Untuk memperoleh data agar dapat mempengaruhi situasi atau
orangtertentu.
D. Manfaat Wawancara



Setelah kami melaksanakan kegiatan wawancara, saya mendapatkan banyak
manfaat. Antara lain, saya tahu pengertian wawancara, tujuan wawancara, dan jenis jenis
wawancara serta manfaat wawancara.